PENDEKATAN DALAM ANALISIS SISTEM POLITIK 1.

Pendahuluan Modul ini berisikan dua pemikiran dan pendekatan dalam membahas mengenai sistem politik, yaitu David Easton dan Gabriel Almond. Dalam modul ini akan dijelaskan mengenai latar belakang pemikiran dalam analisis sistem politik, masalah input dan output dalam sistem politik, lingkungan dalam sistem politik, dan juga akan dibahas secara singkat mengenai komunikasi dalam sistem politik. Modul ini pertama kali membahas mengenai pemikiran Easton mengenai sistem politik yang kemudian dilanjutkan dengan pemikiran Almond, terkait dengan pemikirannya mengenai pendekatan struktural fungsional. Easton mengamati kehidupan politik sebagai suatu jalinan interaksi tingkah laku manusia sebagai suatu sistem. Adapun unit dalam sistem politik merupakan tindakan-tindakan yang ada hubungannya dengan pembuatan dan pelaksanaan kebijakan. Input dalam sistem politik dapat berupa tuntutan (demand) dan dukungan (support) yang setelah melalui proses konversi akan berubah menjadi output (keputusan atau kebijakan). Output yang dihasilkan setelah melalui proses konversi, setelah ada umpan balik (feed-back) ke lingkungan dapat menghasilkan input baru. Pembahasan pemikiran Almond akan dimulai dari penjelasan mengenai pendekatan struktural fungsional, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pengertian sistem. Input, output, dan lingkungan juga akan dijelaskan dalam bagian ini. Sistem politik dapat mempengaruhi lingkungan dan juga sebaliknya. Hal lain yang akan dijelaskan juga adalah kemampuan yang dimiliki oleh sistem politik. Pemikiran Almond ini akan sangat berguna untuk membandingkan berbagai sistem politik yang ada di dunia, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang modern. 2. Tujuan Intruksional Umum Setelah mempelajari modul ini diharapkan dapat mengetahui, menjelaskan, dan memahami secara benar tentang: 1. Landasan pemikiran sistem politik Easton 2. Pendekatan dalam analisis sistem politik Almond 1

3. Input dan output dalam sistem politik 4. Lingkungan dalam sistem politik 5. Komunikasi politik dalam sistem politik 3. Tujuan Intruksional Khusus Setelah mempelajari modul ini diharapkan dapat menerapkan secara benar analisis sistem politik yang mencakup: a. Identifikasi unit-unit dalam sistem politik b. Diferensiasi dalam sistem politik c. Integrasi dalam sistem politik d. Mekanisme bekerjanya sistem politik e. Input f. Output g. Lingkungan 4. Kegiatan Belajar 4.1. Kegiatan Belajar 1 ANALISIS SISTEM POLITIK MENURUT DAVID EASTON 4.1.1. Uraian dan Contoh Pendekatan analisis sistem politik dalam ilmu politik masuk dalam kategori pendekatan tingkah laku. Gagasan pokok dari pendekatan tingkah laku adalah penekanan analisis pada tingkah laku manusia (atau masyarakat) dalam analisisnya, berbeda dengan pendekatan kelembagaan, sebagai pendahulunya, yang menekankan lembaga sebagai unit analisis dalam sistem politik. Pemikiran mengenai sistem politik, tidak dapat dilepaskan dari disiplin ilmu lain terutama dari ilmu Astronomi yang melihat kejadian dalam alam raya sebagai bagian dalam tata surya, ataupun ahli biologi yang melihat kejadian dalam tubuh manusia sebagai bagian dari sistem kehidupan manusia. Oleh karena itu, untuk

2

memudahkan dalam pemahaman mengenai sistem politik dan cara bekerjanya, mungkin akan lebih mudah apabila kita membayangkan tubuh manusia. Apabila tubuh manusia sebagia suatu sistem, maka kita akan menemukan bagian-bagian dari sistem (subsistem) yang melaksanakan fungsinya masing-masing. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit untuk merasa, dan sebagainya. Meskipun setiap bagian dalam tubuh manusia tersebut berbeda dan menjalankan fungsinya masing-masing, yang tentunya berbeda pula, namun tidak berarti setiap bagian tersebut menjalakan fungsinya sekehendaknya. Setidaknya terdapat komunikasi dan koordinasi yang memungkinkan subsistem dalam sistem tersebut berjalan secara beririgan dengan tanpa mengacaukan yang lainnya. Lebih dari itu, hilangnya atau tidak berfungsinya salah satu subsistem dapat menyebabkan kelumpuhan sistem secara keseluruhan. Misalnya kecelakaan yang menyebabkan manusia pincang dengan kehilangan kaki pada sisi yang ekstrim dapat menyebabkan kematian. Menurut Easton setidaknya ada tiga hal mendasar yang harus diperhatikan dalam membahas sistem politik (Easton, 1992: 181-184). Pertama, sistem ditandai dengan adanya saling ketergantungan antar unit-unit yang berada di dalamnya, menunjukkan adanya koherensi. Kedua, sistem haruslah bersifat netral, bebas dari pengaruh ideologi. Ketiga, sistem mengacu pada dua hal, co-varience dan ketergantungan antar unit yang membangun sistem. Perubahan salah satu unit dalam sistem akan mempengaruhi unit yang lain dalam sebuah sistem. Lebih lanjut Easton menjelaskan bahwa yang membedakan sistem politik dengan sistem yang lain adalah dari segi definisi politik itu sendiri. Politik adalah perjuangan individu atau kelompok untuk menguasai nilai-nilai sosial. Oleh karena itu, dalam sistem politik terdapat prinsip alokasi nilai-nilai sosial (the authoritative allocation of social value). Namun perbedaan sistem politik dengan sistem yang lain tidak lantas membentuk jurang pemisah. Sebuah sistem dapat menjadi input bagi sistem yang lain, dan sebaliknya. Contohnya adalah kebijakan pajak. Kebijakan pajak merupakan output dari sistem politik dapat menjadi input bagi sistem ekonomi. Setidaknya ada empat ciri sistem politik, untuk dapat membedakannya dengan sistem yang lain (Mas`oed dan MacAndrews, 1991: 5-6): Pertama, ciri identifikasi. Kita harus dapat mengidentifikasikan sistem politik untuk dapat membedakannya dengan yang lainnya. Dalam identifikasi ini, setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu unit-unit dalam sistem politik dan pembatasan. Dalam politik, unit3

unitnya berupa tindakan politik. Adapun mengenai pembatasan, yang perlu diperhatikan adalah utamanya ketika membicarakan sistem politik dengan lingkungan. Kedua, input dan output. Untuk dapat menjamin bekerjanya sistem politik diperlukan input yang rutin, tetap, dan ajeg. Tanpa adanya input, sistem politik tidak akan bekerja. Labih dari itu, tanpa output kita tidak akan dapat mengidentifikasi pekerjaan yang telah dihasilkan oleh sistem politik. Ketiga, diferensiasi dalam sistem politik. Sebagaimana dalam tubuh manusia, kita tidak akan menemukan suatu unit mengerjakan hal yang sama dalam waktu yang sama pula. Anggota dalam sistem politik, paling tidak mengenal pembagian kerja minimal yang memberikan suatu struktur tempat berlangsungnya kegiatan tersebut. Dalam politik, kita akan menemukan beragam tindakan politik dengan perannya masing-masing, misalnya legislatif, eksekutif, yudikatif, partai politik, sampai dengan kelompok kepentingan dan kelompok penekan. Keempat, integrasi dalam sistem. Integrasi dalam sistem politik sebagai salah satu usaha untuk mengatur kekuatan-kekuatan dan kegiatan-kegiatan dalam sistem politik. Intregrasi dalam sistem politik ini dimungkinkan oleh adanya kesadaran dari anggota sistem politik untuk menjaga keberadaan dari sistem politik itu sendiri, sehingga muncul suatu mekanisme yang bisa mengintegrasi bahkan memaksa para anggotanya untuk bekerjasama walaupun dalam kadar yang minimal sehingga mereka dapat membuat kuputusan yang otoritatif. Gambar 1 Alur Kerja Sistem Politik Input
Tuntutan & Dukungan

Konversi
Keputusan

Output

Feedback Lingkungan Unsur-unsur yang terdapat dalam sistem politik secara umum adalah, input, konversi, proses, output, feedback, dan lingkungan (Easton, 1992: 193-195). Dari gambar di atas dapat dilihat bagaimana sistem politik dapat berkerja. Adanya input 4

Adapun untuk membedakan sistem politik dengan sistem yang lain. sistem politik memiliki ciri-ciri tertentu. 5 . ada umpan balik melalui lingkungan yang kemudian akan kembali lagi mempengaruhi input. berupa keputusan atau kebijakan. batas akan dapat dilihat apabila kita dapat memahami tindakan politik. Namun demikian.1.yang berupa tuntutan dan dukungan. Perbedaan pendapat mulai muncul ketika harus menentukan batas antara sistem politik dengan sistem lain yang terdapat dalam lingkungan sistem politik. maka dapat dilihat dari definisi politik itu sendiri. Latihan 1 1) Coba Anda diskusikan mengenai pokok-pokok pikiran Easton dalam analisis sistem politik! 2) Jelaskan apa yang membedakan sistem politik dengan sistem yang lain! 3) Jelaskan hal mendasar yang menurut Easton harus diperhatikan dalam membahas sistem politik! 4) Diskusikan dengan teman Anda mengenai diferensiasi sistem politik! 5) Coba gambarkan kembali dan jelaskan dengan bahasa Anda mengenai sistem politik! Petunjuk Jawaban Latihan 1 1) Anda dapat melakukannya dengan teman-teman Anda 2) Anda dapat menjelaskannya dengan membaca dan memahami berdasarkan materi yang terdapat dalam modul ini 3) Anda dapat menggambarkannya 4.1. sebagai sebuah tindakan yang ingin berkaitan dengan pembuatan keputusan yang menyangkut publik. Setelah menjadi output.2. 4. kemudian dilanjutkan dengan konversi dan pada akhirnya menjadi output.3. Rangkuman Pendekatan sistem politik pada mulanya terbentuk dengan mengacu pada pendekatan yang terdapat dalam ilmu eksakta. Sebagai suatu sistem.

Dukungan C. Wilayah geopolitik 4) Input terdiri dari elemen pokok yaitu: A. Tes Formatif 1 Pilih salah satu jawaban yang benar! 1) Pendekatan analisis sistem politik merupakan wujud dari perubahan pendekatan: A. Kelembagaan ke pasca-tingkah laku 2) Pemikiran mengenai sistem politik pada awalnya berasal dari: A. Tindakan politik C.Perbedaan sistem politik dengan sistem yang lain. Ilmu Sosial B.1. 4. Sebuah sistem dapat menjadi input bagi sistem yang lain. tidak menjadikan jurang pemisah antara sistem politik dengan sistem yang lain. Kebijakan publik 6 . Dukungan dan tuntutan D. Kelembagaan ke tingkah laku B. Pembagian kerja yang ada tidak akan menghancurkan sistem politik karena ada fungsi integratif dalam sistem politik. Gabungan ilmu eksakta dan ilmu sosial 3) Hal pembeda dan batas antara sistem politik dengan sistem yang lain adalah: A. Dalam sistem politik terdapat pembagian kerja antar anggota-anggotanya. Tingkah laku ke kelembagaan C. Tuntutan B. Tidak ada batas yang jelas D. Wilayah kajian B. Ilmu Eksakta C. Ilmu Psikologi D.4. Tingkah laku ke pasca-tingkah laku D.

kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Tuntutan dan dukungan untuk diproses D. Semua dukungan B. Tuntutan yang teroganisir D. Integrasi semua kegiatan politik C.5) Alur kerja sistem politik adalah untuk mengubah: A. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar.5. Politik 7) Yang dimaksud dengan input adalah: A. Input menjadi output 6) Yang tidak termasuk dalam ciri sistem politik adalah: A. Input D. Politisasi kegiatan politik B. Tuntutan menjadi dukungan C. Kebijakan Publik yang mendapat dukungan C. Rumus: 7 . Mengatur dan mengintegrasikan tindakan yang berpengaruh dalam sistem D.1. Mengatur dan mengintegrasikan semua tindakan dalam sistem 4. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang ada di bagian akhir modul ini. Identifikasi B. Differensiasi C. Semua tuntutan dan dukungan 8) Yang dimaksud dengan intergrasi dalam sistem politik adalah: A. Dukungan B.

terutama yang belum Anda kuasai. dan sebagainya memerlukan pemenuhan kepuasan dari sistem.79% < 69% = Baik sekali = Baik = Cukup = Kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas. Uraian dan Contoh 1) Input Input terdiri atas tuntutan (demands) dan dukungan (support). Dalam sistem politik. DAN LINGKUNGAN DALAM SISTEM POLITIK 4.89% 70% . Tidak 8 . input diperlukan sebagai sumber energi dalam sistem politik.100% 80% . 4. kesehatan. budaya. OUTPUT. baik melalui institusi. budaya. Dukunganlah yang menentukan demands mana yang patut untuk diterima dan diproses lebih lanjut. maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. maupun nasionalisme.Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100% 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . Dukungan dapat didasari atas ideologi. Perlu ada kontrol terhadap demands. pelayanan.2. suatu sistem membutuhkan dukungan. Kelebihan demands akan mengakibatkan overload yang akan mengganggu stabilitas sistem. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. pendidikan. Perlu adanya manajemen bagi demands. Dukungan juga dapat timbul karena adanya konflik dan ancaman.2. maupun struktural “gatekeepers”.1. Kegiatan Belajar 2 INPUT. Masyarakat dengan beragam kebutuhannya. Selain demands. Apabila tingkat penguasaan Anda di bawah 80%.

termasuk agen yang menyampaikan tuntutan tersebut. atau kesediaan untuk bertindak demi orang lain. Sedangkan. misalnya demonstrasi. organisasi. Adapun mengenai input yang berupa dukungan. Dari semua kebutuhan tersebut tidak jarang tidak dapat dipenuhi karena tuntutan-tuntutan yang ada tidak terorganisir secara baik sehingga tidak sampai pada sistem. dan kelompok mempunyai kesempatan yang sama dalam penyampaian tuntutannya. setiap orang. kecenderungan yang kuat. Wilayah Dukungan: 9 . Hal ini berbeda dengan negara yang tidak demokratis. Pada saat sistem politik bekerja. dan sebagainya. dengan salah satu fungsinya sebagai agen dalam komunikasi politik menjadi penting peranannya dalam penyampaian tuntutan tersebut. di mana kesempatan dalam penyampaian tuntutan sangat terbatas pada kelompok tertentu. Hal terpenting yang harus dipelajari agar sebuah tuntutan dapat sampai secara baik masuk ke dalam sistem politik adalah cara penyampaian dan peranan komunikasi politik. maka proses penyampaian tuntutan tersebut menjadi tidak terlembaga secara baik. Hal ini dapat berupa kesetiaan pada partai sampai dengan semangat patriotisme.semua kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. muncul tuntutan dari anggota-anggota sistem politik untuk mengubah hubungan politik yang telah ada. tidak semata-mata berupa dukungan yang tampak dari luar. namun lebih pada sesuatu yang timbul sebagai akibat langsung dari sistem politik itu sendiri ( withinput). Dalam sistem yang demokratis. Apabila fungsi komunikasi partai politik yang dilanjutkan dengan agregasi (menggabungkan kepentingan) dan artikulasi (merumuskan kepentingan) tidak dapat berjalan dengan baik. petisi. ada kebutuhan yang dengan mudah dipenuhi namun ada pula kebutuhan yang dalam pemenuhannya memerlukan sumber daya dan perhatian khusus. Dalam hal ini tuntutan internal muncul karena adanya situasi-situasi yang terdapat dalam sistem politik itu sendiri. Suasana pikiran yang mendukung merupakan suatu kumpulan sikap. Tuntutan eksternal dapat dengan mudah kita identifikasi karena lingkungan luar dalam pendekatan ini kita tetapkan sebagai sistem-sistem lain di luar sistem politik. Partai politik. tuntutan internal sebenarnya bukanlah input. Tuntutan dapat berasal dari dalam sistem atau dari lingkungan luar sistem. Perubahan hubungan tersebut dapat terjadi karena adanya ketidakpuasan hubunganhubungan politis yang terdapat dalam sistem politik. a. namun juga dukungan yang berupa pandangan atau suasana pikiran.

(1). Rejim. Kedua. b. Pada dasarnya semakin besar tuntutan yang dapat dipenuhi maka akan semakin baik bagi kelangsungan sistem tersebut. Membuat keputusan yang dapat memenuhi tuntutan dari sebagain anggota dalam sistem adalah salah satu cara utama untuk menjaga ikatan dari kelompok yang telah memberikan dukungan. Dalam sistem politik. Proses pembelajaran anggota-anggota yang turun temurun dalam sistem politik merupakan salah satu bagian dari usaha untuk menciptakan dan mengakumulasikan suatu sumber atau cadangan dukungan yang 10 . Dapat diartikan dengan dukungan terhadap suatu pemeritahan yang bertugas menyelesaikan beragam masalah dan konflik yang muncul diantara sesama anggota sistem. Dukungan semacam ini dapat terlihat melalui pertumbuhan kesadaran dan kesatuan nasional. sistem politik tidak akan dapat menyerap energi yang cukup memadai dari anggota-anggotanya untuk mengubah tuntutan menjadi sebuah keputusan. Dapat diartikan sebagai dukungan terhadap aturan dasar yang mengatur dan menyelaraskan berbagai tindakan dari anggota sistem dalam rangka menyelesaikan masalah yang muncul sebagai konsekuensi dukungan terhadap suatu komunitas politik. Dukungan terhadap komunitas politik berusaha untuk menyelesaikan perbedaan yang ada dan mendorong untuk pembuatan keputusan yang mengikat. output berwujud suatu keputusan atau kebijakan politik. Komunitas Politik. tuntutan dari kelompok-kelompok yang berpengaruh adalah hal utama yang harus diperhatikan. Paling tidak. Pertama. (2). Sebagai contoh. output. Pemerintah. hanya saja yang jelas dapat dipastikan sistem tidak akan dapat memenuhi semua tuntutan yang ada. sosialisasi (politisasi). (3). seseorang akan merasa dirinya sebagai bagian dari suatu bangsa dan bersedia untuk melakukan kerja sama dengan menyumbangkan tenaga dan sumber daya yang dimilikinya untuk penyelesaian secara damai dari berbagai tuntutan-tuntutan yang berbeda. Mekanisme Dukungan Sebagaimana diketahui bahwa tanpa adanya dukungan yang relatif tetap dan ajeg.

budaya. baik sosial maupun fisik yang bukan termasuk dalam sistem politik terbagi menjadi dua. 2) Output Demands yang telah diseleksi akan mengalami proses dan hasilnya dapat berupa keputusan. Sebuah sistem politik harus menjalankan variabel-variabel esensialnya untuk mengatasi tekanan dan gangguan yang ada. sistem kepribadian. intrasocietal dan extrasocietal. Output harus diinformasikan agar memperoleh tanggapan. Variabel-variabel esensial tersebut: Alokasi nilai bagi anggota sistem dan mengatur bagaimana agar alokasi tersebut diterima oleh sebagian besar anggota. Sistem 11 . yaitu sistem ekologi. remaja. maupun struktur sosial. sistem biologi.besar. dewasa. tindakan. Sosialisasi politik ini secara efektif menciptakan dan mewariskan nilai-nilai politik dan ukuran legitimasi dari suatu generasi ke generasi yang lain. serta gagasan baik dari lingkungan ekonomi. Extrasocietal mencakup semua sistem di luar suatu sistem politik. kepribadian. Apabila output sesuai dengan yang diharapkan. Intrasocietal mencakup seperangkat tingkah prilaku. Apabila nilai yang ditanamkan sudah mengakar sedemikian dan terlembaga. oleh Easton dibagi dalam empat sistem. Pihak yang terlibat dalam sistem politik dapat mengetahui kebijakan-kenbijakan yang dihasilkan di output melalui feedback loop. maka akan terjadi pembaharuan dukungan (re-newed supports). Proses pembelajaran ini beralangsung secara terus menerus. Merupakan komponen fungsional dari masyarakat internasional atau merupakan sebuah suprasistem. misalnya krisis ekonomi. Lingkungan terhadap sistem politik yang kadangkala berupa tekanan ( disturbances). maka terjadi erosi dukungan yang akhirnya dapat mengganggu stabilitas sistem. Intrasocietal dalam hal ini merupakan segmen fungsional masyarakat. maupun kebijakan tertentu (output). Pertama. dan sistem sosial. 3) Lingkungan Lingkungan dalam pengertian di sini adalah sebagai semua sistem. mulai dari masa kanak-kanak. sikap. Lingkungan masyarakat dalam. maka sistem politik tersebut memiliki legitimasi yang tinggi. Intrasocietal merupakan komponen dalam sistem politik. Tetapi apabila output yang dihasilkan tidak sesuai.

Jangan sampai yang muncul adalah beban yang berat dalam menampung partisipasi politik yang ada sehingga sistem politik tersebut hancur. Budaya politik secara sederhana diartikan sebagai orientasi individu dalam masyarakat terhadap kehidupan politik dan pemerintahan negaranya. batas dan luas teritorial. Kedua. kekayaan alam. Sebaliknya. terdiri serangkaian nilai. Pada akhirnya akan menimbulkan gangguan bagi sistem politik. Kebenaran dari asumsi ini masih memerlukan penelitian lanjutan. jangan sampai bersifat 12 . Kajian dan penelitian mengenai budaya politik sering dikaitkan dengan tingkat partisipasi suatu masyarakat. flora. iklim. sistem demografi. eksploitasi yang tidak memperhatikan keseimbangan alam yang ada maka akan dapat menimbulkan gangguan banjir. Sistem Biologi. umumnya masyarakat dikelompokkan dalam berbagai tipe. Keempat. misalnya dengan kondisi hutan yang luas hendaknya dijadikan sebagai bagian dalam pengambilan kebijakan nasional. Sistem Kepribadian. Penelitian yang sering dilakukan adalah mengenai karakter bangsa dan pengaruhnya terhadap masalah nasional. Dengan demikian budaya politik. sistem ekonomi. Terkait dengan budaya politik. sistem budaya. Sistem politik hendaknya dapat mengatur budaya politik. Sistem Sosial. Di Indonesia. Lingkungan fisik misalnya. termasuk partisipasi politiknya sehingga tidak merugikan.ekologi merupakan semua lingkungan fisik dan kondisi-kondisi organik nonhumanis dari kehidupan manusia. dan kecakapan politis yang membentuk orientasi individu dalam masyarakat tersebut. mulai dari masyarakat yang acuh terhadap politik. sikap. Terkait dengan sistem ekonomi. Sistem biologi mengacu pada susunan biologis manusia dari suatu masyarakat yang dianggap mempunyai pengaruh pembentukan prilaku politik tertentu. Ketiga. Pengambil kebijakan hendaknya selalu memperhatikan kondisi lingkungan ekologi. dengan adanya pemanfaatan hutan yang benar maka negara akan mendapatkan pemasukan dana dari penjualan kayu. Adapun kondisi nonhumanis misalnya. informasi. topografi. Sebagai contoh. sistem ekologi dan teknologi mempunyai pengaruh yang cukup penting. Easton mengelompokkan sistem sosial dalam beberapa sistem yaitu. dan struktur sosial. dan fauna. Pemahaman mengenai sistem kepribadian akan membantu dalam mengetahui motivasi masyarakat dalam pencapaian tujuan bersama. sampai dengan masyarakat yang sangat aktif. Kebijakan ekonomi makro. Asumsi dasarnya adalah susunan biologis manusia tertentu akan melahirkan suatu prilaku tertentu pula.

Adanya limbah industri. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan ekologi global akan berpengaruh pada sistem politik.eksploitatif sehingga menguras sumber daya alam yang ada dan merugikan lingkungan. Kebijakan pembangunan yang terpusat di Pulau Jawa akan menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan. Misalnya. Dalam hubungan ini. Misalnya: di Indonesia. dan PBB. Jawa Barat yang memunculkan kecaman cukup keras dari masyarakat. kita dapat melihat beberapa contoh kebijakan ekonomi yang tidak selaras yang kemudian memunculkan berbagai tuntutan yang ada dalam masyarakat. sampai dengan distribusi penduduk. Dengan demikian. Di Indonesia. komposisi. Adapun pengelompokan sistem individu misalnya: NATO. masing-masing sistem akan selalu berupaya untuk memperjuangkan kepentingan nasionalnya masingmasing. sistem ekologi internasional. Misalnya dalam hubungan antara Indonesia dan Jepang. ASEAN. Hal yang sama pun berlaku dalam hal pemanfaatan teknologi. dan sistem sosial internasional. bilateral (antar negara). Misalnya saat ini 13 . kasus limbah industri PT Newmont. Sistem ekologi internasional mencakup semua lingkungan fisik dan kondisikondisi nonhumanis dari masyarakat internasional. Indonesia selalu berupaya agar hasil-hasil industri dari Jepang yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Adapun dari pihak Indonesia. ataupun multilateral (banyak negara). misalnya: pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat atau distribusi penduduk yang tidak merata maka akan menimbulkan gangguan pada sistem politik. peristiwa malari tahun 1974. Sistem politik internasional dalam hal ini dapat dilihat sebagai sistem politik individu atau pengelompokan sistem individu. baik jumlah. adanya pertumbuhan dan akumulasi penduduk di Pulau Jawa menuntut kebijakan yang proporsional. Yang dimaksud dalam sistem individu dalam hal ini adalah sistem politik dari masyarakat lain. dan yang paling kontemporer adalah dibukanya TPST di Bojong Depok. Jepang berupaya mendapatkan pasar dan bahan dasar industri yang murah dari Indonesia. maupun pada pertumbuhan penduduk itu sendiri. yang pada akhirnya akan memunculkan gangguan dalam sistem tersebut. adanya lingkungan luar ini maka akan menimbulkan hubungan internasional. penggunaan tehnologi yang tidak ramah terhadap lingkungan adalah contoh-contoh dari kebijakan ekonomi yang tidak seimbang. Sistem demografi merujuk pada keadaan penduduk. Adapun lingkungan luar dibagi menjadi tiga. Perubahan dalam sistem demografi akan berpengaruh pada sistem politik. yaitu sistem politik internasional.

(4) Karena tidak lepas dari pengaruh dari lingkungan. 14 . Terkait dengan pengaruh lingkungan luar terhadap suatu sistem politik. dan sistem ekonomi internasional. maka pengaruh lingkungan dalam akan mendapat perhatian yang lebih besar dibanding dengan pengaruh lingkungan luar. Hal yang paling dapat diukur adalah dengan mempertanyakan pada setiap anggota kelompok yang kita selidiki cukup berorientasi pada sesama anggota satu dengan yang lainnya dalam menyumbangkan tenaga kolektif demi tercapai penyelesaian secara damai terhadap tuntutan-tuntutan mereka yang saling berbeda. Dalam bahasan mengenai sistem politik Indonesia. namun ada dua kritik terhadapnya. sistem kebudayaan internasional. Dukungan dalam sistem politik juga mampu membantu memberikan sumber tenaga untuk tetap bekerjanya sistem tersebut. tergantung pada sisi mana saja yang menjadi pusat perhatian kita. Pada saat yang sama ketika harga minyak sedang stabil atau turun. sistem politik harus memiliki keterampilan untuk merespon ancaman dan gangguan yang datang. 1992: 189). sistem politik (melalui kebijakan yang dihasilkan) turut mempengaruhi sistem yang lain. Lebih dari itu. Dukungan diperlukan untuk menjaga kelangsungan setiap sistem politik. serta beradaptasi dalam segala kondisi (Easton. Dengan demikian sistem politik merupakan keseluruhan proses dimana input diolah menjadi output yang proses pengolahannya dipengaruhi oleh lingkungan. dan psikologi. Easton mengkategorikan analisis sistem politik menjadi empat. Adapun mengenai sistem sosial internasional. sosial. maka pemerintah Indonesia pun akan melakukan kebijakan penyesuaian.harga minyak naik. Lebih lanjut. artinya tidak terlepas dari pengaruh sistem yang lain. yaitu (1) Interaksi politik dalam masyarakat membentuk sistem prilaku. (2) Sistem politik berada dalam lingkungan fisik. maka secara langsung berpengaruh pada kebijakan nasional Indonesia tentang BBM. Easton membaginya dalam struktur sosial internasional. (3) Sistem politik sifatnya terbuka. serta berbagai institusi pemerintah. 4) Kritik terhadap analisis sistem Easton Disadari sepenuhnya bahwa analisis sistem Easton sangat membantu dalam memahami bekerjanya sistem politik.

2. Untuk mengoperasionalisasikan konsep-konsep yang ditawarkan oleh Easton tidaklah mudah karena dalam kenyataannya dibutuhkan berbagai macam atribut (agama. tuntutan utama dan marginal. sosial. Selain itu. 4. tidak netral dan mengandung nilai-nilai liberal.3. Latihan 2 1) Diskusikan dengan teman Anda mengenai pentingnya input dalam sistem politik 2) Diskusikan dengan teman Anda pembaharuan dukungan dalam sistem politik 3) Jelaskan mengenai jenis lingkungan yang terdapat dalam sistem politik 4) Diskusikan dengan teman Anda mengenai mekanisme dukungan dalam sistem politik 5) Diskusikan dengan teman Anda mengenai kategori dalam analisis sistem politik 6) Jelaskan kritik yang muncul terhadap analisis sistem Easton Petunjuk Jawaban Latihan 2 1) Anda dapat melakukannya dengan teman Anda 2) Anda dapat membaca dan memahami kembali sistem politik 3) Anda dapat melakukannya dengan teman Anda 4) Anda dapat membaca dan memahami kembali mengenai kritik terhadap analisis sistem Easton. untuk melaksanakan konsep Easton harus mempertimbangkan perkembangan sejarah perkembangan sistem tersebut. Lebih dari itu gagasan Easton akan sulit untuk digunakan menganalisis dan membandingkan berbagai sistem politik yang ada. Tanpa mempertimbangkan hal-hal di atas.Pertama. dan lain sebagainya.2. Kedua. ekonomi. selain demands dan support dalam conversion proses. budaya. Rangkuman mengenai lingkungan dalam 15 .2. akan sulit membedakan antara situasi krisis dan normal. terlalu umum. Gagasan Easton akan kesulitan untuk digunakan menganalisis dalam masyarakat yang sedang berkembang. 4. dan ideologi). masih bersifat teoritis. too transparenty axiomatic to be of real use .

Lingkungan mempunyai peranan penting berupa input. Terdapat perbedaan tipe komunikasi politik di negara yang demokratis dengan negara yang nondemokratis.4. Terbatasnya sumber energi B. kecuali: A. pemikiran Easton dianggap tidak netral karena hanya mengedepankan nilai-nilai liberal Barat dengan tanpa memperhatikan kondisi pada masyarakat yang sedang berkembang.2. Tipe komunikasi politik inipula yang nantinya akan membedakan besarnya peranan dari organisasi politiknya. Selain terlalu teoritis. Kemampuan anggota sistem politik dalam mengelola dan menanggapi desakan ataupun pengaruh lingkungan bergantung pada pengenalannya pada lingkungan itu sendiri. Setidaknya ada dua kritik yang dilontarkan atas gagasan Easton. Tes Formatif 2 1) Di bawah ini adalah penyebab munculnya input yang berupa tuntutan ke dalam sistem politik. Secara garis besar. Output merupakan keputusan otoritatif (yang mengikat) dalam menjawab dan memenuhi input yang masuk. Lingkungan merupakan semua sistem lain yang tidak termasuk dalam sistem politik. lingkungan dibagi menjadi dua.Dalam sistem politik. Kelangkaan sembako 2) Di bawah ini merupakan fungsi partai politik dalam sistem politik. 4. Oleh sebab itu komunikasi politik menjadi bagian penting dalam hal ini. Tidak maksimalnya pelayanan pemerintah C. kecuali: A. Input tidak akan sampai secara baik masuk dalam sistem politik jika tidak terorganisir secara baik. yaitu tuntutan dan dukungan. Terpenuhinya kebutuhan listrik dan telepon secara baik D. yaitu lingkungan dalam dan lingkungan luar. baik tuntutan ataupun dukungan. Artikulasi kepentingan 16 . input dibedakan menjadi dua. yaitu adanya anggapan bahwa pemikiran dia terlalu teoritis sehingga sulit untuk diaplikasikan secara nyata. Input yang berupa tuntutan muncul sebagai konsekuensi dari kelangkaan atas berbagai sumber-sumber yang langka dalam masyarakat (kebutuhan). Output sering dimanfaatkan sebagai mekanisme dukungan dalam rangka pemenuhan tuntutan-tuntutan yang muncul.

Rejim C. Tututan yang timbul sebagai akibat dari sistem politik 4) Dalam sistem politik. Mobilisasi masyarakat hanya waktu menjelang pemilu 3) Apakah yang dimaksud dengan withinput: A. Dukungan pada peraturan yang ada C. Tutuntan B.B. Output sebagai mekanisme dukungan D. Conversion sebagai mekanisme dukungan 7) Apakah yang dimaksud dengan re-newed support: A. Agregasi kepentingan C. Tuntutan dan dukungan C. Pembaharuan masyarakat C. Komunitas politik B. Input sebagai mekanisme dukungan C. Pemerintah 5) Dukungan pada pemerintah dapat diartikan sebagai: A. dukungan dapat ditujukan pada. Pembaharuan pikiran D. Dukungan pada suatu pemerintahan untuk melaksanakan sistem politik 6) Mekanisme atau cara untuk mendapatkan dukungan dapat dilakukan dengan: A. Komunikasi politik D. Tokoh masyarakat D. Pembaharuan dukungan B. Dukungan untuk membentuk kesadaran politik D. Dukungan pada aparat pemerintah B. Output dan input sekaligus 17 . Output dan sosialisasi sebagai mekanisme dukungan B. kecuali: A. Tuntutan dari dalam D.

Sistem biologi C. C. Semua sistem sosial dan fisik dari masyarakat lain. Semua sistem sosial dan fisik yang berada dalam lingkungan masyarakat D. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 2 yang ada di bagian akhir modul ini. kecuali: A. 9) Yang termasuk dalam lingkungan masyarakat dalam adalah. Sistem sosial D. Nilai yang dikedepankan hanya nilai liberal. Bercampur aduk dengan yang lain B. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar.2. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Tidak demokratis 4. sehingga kesulitan dalam analisis negara berkembang. Sistem ekonomi internasional 10) Salah satu kritik terhadan analisis sistem Easton adalah adanya anggapan bahwa model yang digagasnya tidak netral. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100% 10 18 . Pemikirnya bukan dari orang Timur D. Yang dimaksud tidak netral dalam hal ini adalah: A. Sistem ekologi B.5. Semua sistem sosial dan fisik yang berada dalam sistem politik akan tetapi ada di luar masyarakat yang bersangkutan C.8) Yang dimaksud dengan lingkungan dalam (intrasocietal) adalah: A. Semua sistem sosial dan fisik yang berada di luar sistem politik akan tetapi masih berada dalam masyarakat yang sama B.

Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya.79% = sedang . Apabila tingkat penguasaan Anda di bawah 80%. Uraian dan Contoh 1) Sistem Politik. Kegiatan Belajar 3 PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL GABRIEL ALMOND 4. Salah satu teori dasar Parsons menganggap bahwa masyarakat sebagai suatu sistem dengan bagianbagian yang saling bergantungan (interdependen). 4.89% = baik 70% . Dengan demikian.69% = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas. dan secara bersama-sama mendukung bekerjanya sistem tersebut. mengembangkan apa yang disebut grand theory (teori besar) dalam sosiologi yang lazim disebut sebagai “Fungsionalisme Struktural”. Lingkungan. maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100% = baik sekali 80% . Analisis pedekatan ini dimulai dengan penjelasan mengenai sistem politik sebagaimana dikenalkan oleh Gabriel Almond.1. Tiap bagian dari sistem sosial ini memiliki fungsi-fungsi sendiri menurut cara-cara division of labor (pembagian kerja).Tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . dan Kapabilitas Pendekatan struktural fungsional merupakan alat analisis yang diperlukan untuk membahas sistem politik sebagai bagian dari sistem kehidupan manusia. Sistem sosial ini 19 . Talcott Parsons. Almond menerapkan ide dasar dari Talcott Parsons dengan menganggap bahwa suatu sistem politik merupakan kumpulan dari peranan-peranan yang saling berinteraksi. Dalam teori perbandingan politik. terutama yang belum Anda kuasai.3.3. sistem politik merupakan bagian dari subsistem dari sistem kehidupan manusia.

rule making. Mengenai fungsi politik ini. paksaan fisik sangat dominan dalam alokasi nilai dan kebijakan. yang mempertahankan eksistensi sistem tersebut. dan komunikasi politik. Dalam sistem politik yang totaliter. sistem politik adalah sistem interaksi yang terdapat dalam semua masyarakat yang bebas dan merdeka yang melaksanakan fungsi-fungsi integrasi dan adaptasi (baik dalam masyarakat ataupun berhadap-hadapan dengan masyarakat lainnya) melalui penggunaan paksaan fisik yang absah. fungsi input dan output. setidaknya ada beberapa hal yang utama dalam sebuah sistem politik: (1) Sistem politik merupakan sistem interaksi yang terdapat dalam semua masyarakat yang bebas dan merdeka. Termasuk dalam ketegori fungsi input adalah sosialisasi politik dan rekruitmen politik. sistem politik diperlukan untuk dapat melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan dalam menghadapi perubahan dalam masyarakatnya sendiri ataupun masyarakat di luar sistem politik. Dalam pandangan Almond. interest articulaton. akan tetapi merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang terjadi pada saat keenam fungsi lainnya itu dijalankan. Selain itu. Jadi selain berfungsi untuk menyatukan masyarakat. Aktor-aktornya pun sesuai dengan kondisi masyarakat masing-masing. sistem politik terdapat dalam masyarakat tradisional ataupun masyarakat yang modern. rule adjudication – are performed by means of communication” Kutipan di atas menunjukkan bahwa komunikasi bukanlah fungsi yang berdiri sendiri. Lebih lanjut Almond menulis “All of the functions performed in the political system – political socialization and recruitment. Sedangkan fungsi output terdiri dari pembuatan aturan. (3) Sistem politik absah dalam menggunakan kekuatan dan paksaan fisik. 20 . dan peradilan dari pelaksanaan aturan. interest aggregation. Dengan demikian. pelaksanaan aturan. Menurut Almond. sistem politik juga dapat menyesuaikan (adaptif) terhadap lingkungannya. penggunaan paksaan fisik hanya dalam batas tertentu dan sesuai dengan prosedur yang ada. artikulasi kepentingan. Almond membaginya dalam dua jenis. Berbeda dengan sistem politik yang demokratis. agregasi kepentingan. rule application. menciptakan suatu keseimbangan. Penggunaan kekuatan dan paksaan fisik.bekerja secara integratif dan melalui pertukaran-pertukaran diantara bagiannya. Dari penjelasan di atas. semua sistem politik memiliki persamaan karena sifat universalitas dari struktur dan fungsi politik. dalam kadar yang berbeda dapat dilihat dalam sistem politik yang totaliter dan sistem politik demokratis. (2) Tujuan sistem politik adalah untuk mencapai suatu kesatuan dalam masyarakat (integrasi).

Menurut Almond. Pengaruh yang berasal dari lingkungan luar (input) berdampak pada sistem dan sebaliknya. 2000: 132-133). dalam membandingkan lembaga dan proses-proses politik yang terdapat di dalamnya. Sistem politik selalu berinteraksi dengan lingkungan. Sistem diartikan sebagai suatu konsep ekologis yang menunjukkan adanya suatu organisasi yang berinteraksi 21 . frekuensi penyampaian. yaitu sistem. Yang membedakan sistem politik yang satu dengan yang lain adalah cara penyampaian informasi. dan fungsi. misalnya antara sistem sosial dengan konflik yang ada. dengan melihat dan memusatkan perhatian pada keseluruhan bagian dari sistem politik tersebut. pada dasarnya merupakan pendekatan perbandingan sistem politik. 2000: 133).Komunikasi politik versi Almond beranggapan bahwa arus komunikasi politik dapat mengalir dari bawah ke atas (dari masyarakat ke penguasa) dan dari atas ke bawah (dari penguasa politik ke masyarakat). ada tiga konsep yang dapat digunakan dalam menganalisis berbagai sistem politik. Bagi Almond proses tersebut bersifat universal karena tidak ada penguasa yang tidak menyampaikan pesan-pesan kepada rakyatnya. dan struktur (lembaga) yang terlibat dalam arus informasi tersebut (Rauf. struktur. sistem politik mempengaruhi pula lingkungannya (output). Arus komunikasi dari bawah ke atas bermula dari anggota-anggota masyarakat yang menyampaikan tuntutan-tuntutan ataupun dukungan kepada penguasa politik. Adapun mengenai interaksi antara sistem politik dengan lingkungan. Menurut Almond. baik itu dalam bentuk peraturan maupun perintah-perintah (Rauf. Arus komunikasi dari atas ke bawah terjadi bila penguasa politik menyampaikan pesan-pesan politik kepada anggota-anggota masyarakat. antara Easton dan Almond tidak terdapat perbedaan dalam pembagian lingkungan dalam (intrasocietal) dan lingkungan luar (extrasocietal). 2) Sistem dan Lingkungan: Suatu Pendekatan Ekologis Pendekatan sistem politik yang digagas oleh Almond. (2) Memilah-milah temuan yang didapat kemudian dikelompokan berdasarkan tipenya masing-masing. Almond membayangkan bahwa dalam setiap sistem politik selalu saja ada arus informasi yang mengalir dari masyarakat ke penguasa politik. (3) Dicari keajegan dari hubungan-hubungan dari berbagai variabel. setidaknya dapat dilakukan dalam tiga tahapan: (1) Kegiatan deskriptif.

yang menjalankan kegiatan-kegiatan atau fungsi-fungsi tertentu. Keuntungan dari perspektif ekologis ini adalah dapat mengarahkan perhatian kita pada isu politik yang lebih luas. menjadikan isolasi sistem tersebut terhadap perubahan. tertutup. semuanya merupakan bagian dari proses yang sama. Adanya interaksi dengan lingkungan internasional memunculkan konsekuensi-konsekuesi politik yang harus selalu diperhatikan dalam setiap pengambilan kebijakan.dengan lingkungan. Untuk dapat membuat penilaian yang objektif maka kita harus menempatkan sistem politik dalam lingkungannya. Sifat saling bergantung bukan hanya dalam hubungan antara kebijaksanaan dengan sarana-sarana institusional saja. partai politik. Dalam hal ini akan 22 . Berbeda dengan sistem politik dengan negara yang modern. sistem politik mempunyai lembagalembaga atau struktur-struktur. namun lembaga-lembaga atau bagian dari sistem politik tersebut juga saling bergantung. yang mempengaruhinya maupun dipengaruhinya. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahuai bagaimana lingkungan-lingkungan membatasi atau membantu dilakukannya sebuah pilihan politik. birokrasi. Ketiga konsep di atas. membuka diri atau menutup diri dari semua gagasan. Sistem politik melaksanakan perang atau mendorong suatu usaha yang mengarah pada suatu perdamaian. lembaga peradilan. dalam lingkungan pedesaan. dan selanjutnya memungkinkan pada sistem politik tersebut untuk melaksanakan dan merumuskan kebijaksanaannya. misalnya parlemen. Komponen tersebut merupakan komponen konseptual dari suatu pendekatan ekologis terhadap politik. disertai dengan tingkat mobilititas yang rendah akan sulit untuk mengembangkan kehidupan yang demokratis. Untuk memahami bahasan mengenai hubungan sistem dengan lingkungan. Konsep-konsep tersebut sangat penting untuk dapat memahami bagaimana sistem politik dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan alam dan manusianya. Sehingga sistem politik dapat diartikan sebagai suatu organisasi di mana masyarakat merumuskan dan berusaha mencapai tujuan-tujuan bersama mereka. Dalam masyarakat yang agraris. Dalam sistem tersebut kecenderungan yang akan terjadi adalah munculnya rezim tradisional agama ataupun adat dalam semua kehidupan. memajukan perdangangan internasional ataupun membatasinya. Tidak adanya interaksi dengan sistem lain di luar masyarakat. akan diberikan beberapa ilustrasi contoh. Untuk dapat melaksanakan fungsinya.

Pendekatan ini dapat mencegah kita untuk memberikan penilaian yang tergesa-gesa dan penuh prasangka. Indonesia. eksploitasi tersebut adalah tuntutan dari masyarakat untuk perbaikan pelayanan publik yang disertai pula dengan tekanan dari negara yang ada di sekitarnya. Misalnya protes masyarakat Indonesia terhadap invasi AS ke Irak. misalnya kita mengetahui ada negara yang eksploitatif terhadap sumber alamnya. bantuan dana pun kerap diberikan oleh negara atau lembaga asing tersebut. di Indonesia tidak dapat lepas dari lingkungan luar. Bisa jadi. Keuntungan pendekatan ekologis ini adalah dapat mengarahkan pada perhatian dan isu politik yang lebih luas. Lebih dari itu. Isu lain yang cukup santer terkait dengan pengaruh lingkungan luar adalah masalah terorisme. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya lembaga internasional atau negara asing yang “mengontrol” jalannya pemilu. Indonesia sebagai bagian dari lingkungan internasional yang dipengaruhi oleh isu tersebut harus menyesuaikan. Demokrasi dan demokratisasi adalah isu global. maka kita harus dapat menempatkan sistem tersebut dalam lingkungannya untuk dapat melihat bagaimana lingkungan tersebut membatasi atau memperlancar pilihan politik yang ada. pengaruh ke luar terkait dengan isu demokratisasi ini adalah adanya kontrol dan proses yang diberikan pada kebijakan-kebijakan negara lain yang dianggap telah melanggar nilai demokrasi itu sendiri. Pada sisi yang lain. Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah membuat UU tentang terorisme. sebagai nilai dan sistem paling baik untuk kehidupan saat ini.diberikan dua contoh. Bahkan sampai ada anggapan terorisme sebagai gejala dan jaringan global pun kerap disimpulkan. Sebagai konsekuensi dan kekhawatiran yang muncul adalah adanya intervensi dari lingkungan luar. yaitu isu demokratisasi dan terorisme. Berbagai tindakan yang dikategorikan sebagai tindakan terorisme menjadi perhatian pada hampir semua negara di dunia. 3) Kapabilitas Sistem Politik 23 . Sebagai salah satu konsekuensinya adalah Indonesia harus dapat melaksanakan prosedur-prosedur dan substansi-substansi yang dianggap demokratis. Pemilu. sebagai bagian dari lingkungan dunia secara langsung dipengaruh gejala tersebut. kita tidak dapat langsung menjustifikasi bahwa negara tersebut buruk. Adapun. sebagai salah satu prosedur demokrasi. Ketika kita ingin memberikan penilaian yang objektif terhadap suatu sistem.

(3) Kapabilitas distributif. (5) Kapabilitas responsif. maupun kunjungan kenegaraan. (4) Kapabilitas Simbolis Kemampuan sistem politik dalam meningkatkan kepercayaan lingkungan terhadap simbol tertentu yang mencakup nilai-nilai yang dianut pemimpin. dan sarana untuk mencapai kemampuan. Misalnya. misalnya mengumpulkan sumber-sumber alami dan manusiawi. misalnya arus kontrol dari sistem politik tersebut terhadap kelompok atau individu. Kapabilitas suatu sistem politik merupakan kemampuan sistem politik dalam mengatasi pengaruh lingkungan dalam atau luar terhadap dirinya: (1) Kapabilitas ekstraktif. upacara militer. (2) Kapabilitas Regulatif Kemampuan sistem politik untuk mengendalikan atau mengatur tingkah laku individu atau kelompok yang berada dalam sistem. pendapatan daerah. (1) Kapabilitas Ekstraktif Kemampuan ekstraktif adalah kemampuan sistem politik untuk mengelola sumber-sumber material dari lingkungan dalam maupun luar. misalnya pameran kekuatan dari kekuasaan pada saat kritis. Minimnya kepercayaan terhadap simbol-simbol tersebut dapat menimbulkan kritik terhadap pemerintah atau pejabat negara. Hal ini berkaitan dengan kuantitas sumber yang masuk ke dalam sistem politik. (3) Kapabilitas Distributif Kemampuan sistem politik dalam mengalokasikan sumber-sumber material dan jasa kepada individu atau kelompok yang ada dalam masyarakat. Caranya adalah dengan menerapkan peraturan-peraturan tertentu. (2) Kapabilitas regulatif. jumlah penduduk.Almond menyebutkan enam kategori untuk menentukan kapabilitas suatu sistem politik. nilai. 24 . jasa. hari besar nasional. (4) Kapabilitas simbolik. misalnya alokasi barang. Ukuran lainnya meliputi kekayaan alam. Tinggi rendahnya kapabilitas distributif ditentukan oleh kuantitas. misalnya menyangkut hubungan antara input dari masyarakat dengan output yakni kebijaksanaan dari sistem politik. kehormatan. bidangbidang kehidupan manusia yang diuntungkan dengan adanya distribusi tersebut. kapabilitas ekstraktif berhubungan dengan potensi yang dimiliki suatu sistem politik dalam mencapai tujuannya. Dengan kata lain. status dan kesempatan kerja. (6) Kapabilitas domestik dan internasional.

semakin baik pula kapabilitas responsifnya. kemudian carilah solusi jawabannya! Petunjuk Jawaban Latihan 3 1) Anda dapat meringkasnya berdasarkan pemahaman Anda dari materi yang telah diberikan 2) Anda dapat mendiskusikannya dengan teman-teman Anda.3. misalnya lobi politik Yahudi di Amerika. Semakin tinggi tingkat kepekaan suatu sistem politik terhadap tuntutan. dan bila perlu berikan ilustrasi contoh yang relevan. terangkan kembali pada teman Anda. penetrasi politik ke negara lain. tekanan. jangan lupa untuk memahami kembali bahasan mengenai komunikasi politik 3) Bila tidak dapat langsung memberikan jawaban.(5) Kapabilitas Responsif Kemampuan sistem politik dalam menanggapi tuntutan. Lengkapi pula dengan skema. 4) Sistem politik mempunyai kapabilitas dalam mengatasi semua pengaruh yang berasal dari lingkungan. jelaskan kembali! 5) Diskusikan dengan teman-teman Anda.2. (6) Kapabilitas domestik dan internasional Kapabilitas ini mencakup kegiatan atau tindakan yang terkait dengan perdagangan internasional. tekanan. Latihan 3 1) Buatlah ringkasan mengenai pokok-pokok pikiran Almond mengenai analisis struktural fungsional sistem politik. Anda dapat membaca ulang dan usahakan dipahami secara baik 25 . IMF. pinjaman luar negeri. dan dukungan tersebut. maupun dukungan yang berasal dari lingkungan dalam maupun luar. sehingga Anda lebih mudah dalam memahami dan bila perlu menjelaskan pula pada orang lain! 2) Lakukan diskusi dengan teman Anda mengenai peranan dan pentingnya komunikasi politik dalam sistem politik! 3) Almond telah memberikan definisi dan batasan yang jelas mengenai sistem politik. usahakan ada permasalahan baru terkait dengan gagasan Almond. 4.

Mengenai fungsi politik ini. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahuai bagaimana lingkungan-lingkungan membatasi atau membantu dilakukannya sebuah pilihan politik. kapabilitas simbolik.3. Semua sistem politik memiliki persamaan karena sifat universalitas dari struktur dan fungsi politik.3. Menurut Almond. kapabilitas responsif. kapabilitas regulatif. perspektif yang digunakan adalah ekologis. yaitu: kapabilitas ekstraktif.4) Anda dapat membaca dan memahami dari bacaan yang diberikan 5) Anda dapat mendiskusikannya dengan teman-teman Anda 4. Almond membaginya dalam dua jenis. Untuk dapat mengatasi pengaruh lingkungan. Keuntungan dari perspektif ekologis ini adalah dapat mengarahkan perhatian kita pada isu politik yang lebih luas. Murni ilmu politik 26 . Sifat saling bergantung bukan hanya dalam hubungan antara kebijaksanaan dengan sarana-saranan institusional saja. Rangkuman Pendekatan struktural fungsional merupakan alat analisis.4.3. Untuk dapat membuat penilaian yang objektif maka kita harus menempatkan sistem politik dalam lingkungannya. fungsi input dan output. Terkait dengan hubungannya dengan lingkungan. kapabilitas domestik dan internasional. kapabilitas distributif. 4. namun lembaga-lembaga atau bagian dari sistem politik tersebut juga saling bergantung. Almond menyebutkan enam kategori kapabilitas sistem politik. Tes Formatif Pilih salah satu jawaban yang benar! 1) Pendekatan struktural fungsional yang digagas oleh Almond berasal dari bidang ilmu: A. sistem politik merupakan kumpulan dari peranan-peranan yang saling berinteraksi. sistem politik adalah sistem interaksi yang terdapat dalam semua masyarakat yang bebas dan merdeka yang melaksanakan fungsi-fungsi integrasi dan adaptasi (baik dalam masyarakat ataupun berhadap-hadapan dengan masyarakat lainnya). dalam mempelajari sistem politik. Dalam pendekatan ini. pada awalnya adalah pengembangan dari teori struktural fungsional dalam sosiologi.

Kapabilitas distributif 5) Konsep dasar yang digunakan untuk analisis sistem dengan menggunakan pendekatan struktural fungsional adalah: A. Pembuatan peraturan 4) Sistem politik harus mempunyai kemampuan untuk tanggap terhadap tuntutan atau tekanan yang berasal dari lingkungan. Partai politik 3) Menurut Almond. Sistem. dan fungsi 6) Sistem politik dapat merujuk pula pada interaksi dan hubungan antara aktoraktor politik. Struktur C. Tokoh masyarakat 27 . Sosialisasi politik C. Kemampuan ini termasuk dalam kategori: A. Kapabilitas responsif B. Strukturnya B. Sistem B. Pendekatan tingkah laku C. Artikulasi kepentingan D. Komunikasi politik B. Kapabilitas simbolis C. Sistem dan struktur D. David Easton D. Kapabilitas ekstraktif D. yang termasuk dalam fungsi input adalah. Yang termasuk dalam aktor politik adalah kecuali: A. struktur. Lembaga-lembaga politik D. Struktur dan fungsi politik C. Sosiologi 2) Persamaan yang dimiliki oleh semua sistem politik dapat dilihat dari: A.B. kecuali: A.

Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar.100% = baik sekali 80% .B.69% = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas. Apabila tingkat penguasaan Anda di bawah 80%. Kegiatan Belajar 4 28 . kelompok. atau organisasi tertentu saja C. Sistem politik harus kapabel B.4.79% = sedang . Hubungan sistem politik dengan lingkungan D. Kemampuan sistem politik untuk merespon lingkungan C. terutama yang belum Anda kuasai. Input dan output 4.5. maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. Ketua partai politik D. Individu.3. Presiden 7) Yang dimaksud dengan kapabilitas dalam sistem politik adalah: A. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 3 yang ada di bagian akhir modul ini. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. 4.89% = baik 70% . kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100% 10 Tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% .

Lebih jauh. partai politik. 4. dalam sebuah sistem politik setidaknya enam struktur atau lembaga politik yaitu: kelompok kepentingan.1. karena keduanya hanya bersifat relatif saja. Sistem politik memiliki struktur dan lembaga politik. 2. karena tidak dapat membantu kita untuk dapat membandingkan sistem politik dengan sistem politik yang lain. Dalam masyarakat yang paling sederhana sampai dengan masyarakat yang paling modern memiliki struktur dan lembaga politik yang dapat diperbandingkan sesuai dengan tingkat dan bentuknya. Pengklasifikasian dalam enam struktur ini mengandung kelemahan. menurut Almond. Hal ini berarti tidak ada struktur politik dan kebudayaan yang paling modern dan paling tradisional. Lebih lanjut. maka cara yang dapat digunakan adalah dengan mengetahui cara bekerja keseluruhan sistem. dan badan peradilan. Fungsi dan struktur sistem politik pun dapat diperbandingkan. Betapapun khusus fungsi dari sistem politik. birokrasi. Perbedaan frekuensi ini terjadi karena perbedaan struktur. Empat ciri inilah yang kemudian menjadi dasar dari teorinya: 1. badan legislatif. Pada dasarnya klasifikasi enam struktur ini mengandung kelemahan. badan eksekutif. Sistem politik merupakan sistem campuran apabila dilihat dari segi budaya. menurut Almond untuk dapat membandingkan sebuah sistem politik dengan sistem politik yang lain. karena tidak membantu kita dalam membandingkan suatu sistem politik dengan sistem yang 29 . Struktur politik menjalankan fungsi tertentu. 3. Uraian dan Contoh Dalam menjelaskan teorinya. ia akan dapat bersifat multifungsi.4. Almond menilai bahwa setidaknya terdapat empat ciri dalam semua sistem politik. Sistem politik menjalakan fungsi yang sama walaupun frekuensinya berbeda. Dengan demikian sistem politik dapat diperbandingkan menurut tingkat kekhususan fungsi dalam struktur tersebut.ANALISIS STRUKTURAL FUNGSIONAL DALAM SISTEM POLITIK 4. mengenai bagaimana proses berjalannya dan proses penyelenggaraannya.

yudikatif. sampai dengan sejarah terbentuknya partai politik dari kedua negara tersebut. Dari perbandingan inilah kita akan temukan persamaan dan perbedaan yang penting tersebut. Hanya saja struktur tersebut tidak sepenuhnya sama. 1) Struktur atau Lembaga Politik Struktur umum yang dimiliki oleh sistem politik adalah kelompok-kelompok kepentingan. baru kita dapat melihat persamaan dan perbedaan yang muncul. Inggris dengan dua partai dan Indonesia dengan multipartai. Kelemahan dari klasifikasi ini adalah tidak terlalu membantu dalam memperbandingkan sistem politik dengan yang lain. Dengan cara tersebut kita akan mengerti perbedaan dan persamaan yang ada. eksekutif. Misalnya kita akan membandingkan antara Indonesia dengan Inggris. Hanya saja kalau kita dapat melihat peran apa saja yang dimaikannya oleh lembaga-lembaga tersebut dalam pola bekerjanya sistem yang lebih luas. Hanya dengan melihat peran yang dijalalankan dari lembaga-lembaga tersebut dalam pola bekerjanya suatu sistem yang lebih luas.lain dengan baik dan mendalam. serta pengorganisasian birokrasi berjalan. sistem pemilu. badan legislatif. keduanya memiliki keenam jenis struktur atau lembaga politik tersebut. Analisis struktural hanya akan memberikan pengetahuan pada kita tentang jumlah partai politik. House of Common dan House of Lord. untuk dapat mengetahui perkembangan dari jumlah partai politik dari kedua negara tersebut maka kita dapat menelusurinya dari sistem kepartaian. serta bagaimana eksekutif. di Inggris dengan dua kamar. bentuk sistem pemerintahan suatu sistem politik. partai politik. Namun persamaan dan perbedaan yang penting tidak akan dapat dilihat dari perbandingan tersebut. Misalnya. Di Indonesia dengan sistem presidensial dan Inggris parlementer. dan badan peradilan. 2) Struktur dan Fungsi 30 . anggota dewan dalam legislatif. sedangkan di di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kedua negara ini memiliki legislatif. Dari perbandingan tersebut secara singkat mungkin dapat dilihat perbedaan yang ada. birokrasi.

agregasi kepentingan. Komunikasi politik bukanlah hal yang berdiri sendiri. pengaturan kebijakan. Menurut Almond. Di Amerika Serikat. artikulasi kepentingan. pelaksanaan kebijakan. dewan yang terdapat dalam parlemen. Hal ini berarti komunikasi politik berjalan inherent dalam setiap sistem politik. Misalnya kita bandingkan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. dan bagaimana struktur politik tersebut dapat menjalankan fungsi politiknya masing-masing. akan tetapi proses penyampaian pesan pada saat fungsi yang lain berjalan. dan yudikatif diorganisir dan secara formal dihubungkan satu dengan yang lain. sistem politik menjalankan fungsi sosial politik. dan kebudayaan dari masyarakat domestik. Namun harus diingat bahwa perbandingan struktur ataupun fungsi tidak dapat dipakai secara terpisah untuk menganalisis sistem politik. output. Penerapan kebijakan pemerintah. yang kesemuanya itu dijalankan dengan komunikasi politik. setiap struktur atau lembaga politik menjalankan fungsi politik minimal satu. dan menelaah hubungan keduanya dalam berbagai sistem politik yang berbeda. Dengan demikian konsep fungsional akan dapat menggambarkan kegiatan-kegiatan dan proses yang berlangsung dalam setiap masyarakat tanpa memandang struktur-struktur dari sistem politiknya ataupun kebijakan umum yang ditempuhnya. Untuk membandingkan kedua negara tersebut kita dapat melihat struktur politik yang ada. Sedangkan di Uni Soviet. Pengaruh terhadap masyarakat ini selanjutnya mempengaruhi tuntutan-tuntutan berikutnya yang diajukan dalam sistem politik. pembuatan kebijakan. bagaimana eksekutif. suatu analisis struktur menunjukkan jumlah partai politik. dan bisa meningkatkan maupun menurunkan tingkat kesetiaan politik pada masyarakat. Dengan perbandingan ini kita akan dapat melihat bahwa penyebaran fungsi politik lebih merata di Amerika Serikat. ada satu atau dua struktur (partai dan birokrasi) yang menjalankan semua fungsi politik dan ada struktur yang hampir tidak berfungsi sama sekali. Dengan memahami fungsi-fungsi ini maka kita akan dapat membandingkan dari beberapa sistem politik.Kita akan memperoleh lebih banyak informasi apabila kita memisahkan struktur dan fungsi. legislatif. Menurut Almond. Adapun analisis fungsional menunjukkan bagaimana lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi tersebut berinteraksi untuk menghasilkan dan melaksanakan suatu kebijakan. rekruitmen. sistem pemerintahan terpusat atau federal. mempengaruhi kehidupan ekonomi. struktur sosial. Kita dapat melihat misalnya fungsi dari organisasi atau kelompok kepentingan yang ada di Uni Soviet. hanya menjalankan fungsi sosialisasi 31 .

Dalam hal ini. Sosialisasi politik secara khusus membentuk sikap dan pola tingkah laku politik seseorang. kelompok. Dalam konversi ini terjadi interaksi antara faktor-faktor politik. memahami. serta menghayati nilai-nilai politik tertentu.politik. Fungsi Input: Sosialiasi politik dan rekruitmen politik Artikulasi kepentingan Agregasi kepentingan Komunikasi politik Fungsi Output: Pembuatan kebijakan Penerapan kebijakan Penghakiman kebijakan 4) Sosialisasi Politik Dalam arti sosiologis. 3) Fungsi Input dan Output Dalam menjelaskan mengenai fungsi input dan output sistem politik. Hal lain misalnya kita dapat melihat bahwa parlemen di Amerika Serikat lebih fungsional daripada di Uni Soviet. Sejalan dengan hal tersebut di atas. baik yang berupa individu. sosialisasi politik berperan sebagai sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan keyakinan-keyakinan politik yang mereka anut kepada generasi berikutnya. 32 . sosialisasi merupakan proses dimana nilai-nilai aktual yang berlaku dalam masyarakat serta nilai-nilai ideal ditanamkan dalam objek tertentu. Almond mengelompokkan fungsi input dan output dalam beberapa bagian. Individu diharapkan dapat mengetahui. Kelompok tersebut tidak dapat menjalankan fungsi rekruitmen atau komunikasi politik. hal yang perlu untuk dipahami adalah konversi sebagai suatu proses yang menandai bekerjanya sebuah sistem politik. Sosialisasi politik berlangsung secara berkesinambungan. ataupun organisasi.

Sosialisasi politik dapat memelihara kebudayaan politik masyarakat—yang berkaitan dengan upaya konservatif dalam memelihara status quo—sekaligus mengubah suatu budaya politik tertentu sehingga tercipta kebudayaan politik baru. pemerintah. pengartikulasian kepentingan masyarakat dilakukan oleh kelompok kepentingan. sikap. orang yang bersangkutan diharapkan dapat menjalani proses seleksi untuk mengisi lowongan dalam jabatan politik dan pemerintahan. Dalam masyarakat yang maju. pandangan. kelompok kepentingan semacam itu belum terlalu berperan di negara33 .Proses sosialisasi politik dapat bersifat manifest (nyata) ataupun latent (tidak nyata). Secara terbuka. media massa. cara pandang. 6) Artikulasi Kepentingan Pada dasarnya. peer group. Namun. artinya rekruitmen politik tersebut ditujukan kepada semua warga negara yang memenuhi syarat yang telah ditentukan. agama. ataupun ideologi. dibutuhkan sarana yang disebut agen sosialisasi politik. serta organisasi politik. Melalui karier politik tersebut. kebutuhan dan kepentingan masyarakat tersebut dikemukakan secara nyata melalui organisasi dan lembaga yang ada. kedekatan suku. Agen sosialisasi politik yang umum diantaranya adalah keluarga. Sebaliknya. Dalam upaya transmisi nilai-nilai politik. sekolah. hanya orang-orang tertentu saja yang dapat direkrut untuk menduduki suatu jabatan politik dalam sistem rekruitmen tertutup. Misalnya serikat buruh. 4) Rekruitmen Politik Rekruitmen politik berkaitan erat dengan karier politik seseorang. Sedangkan sosialisasi poltik yang tidak nyata mengacu pada proses dimana seseorang pada awalnya memperoleh nilai yang non-politis. Nilai-nilai non-politis tersebut kemudian mempengaruhi keyakinan. artikulasi kepentingan merupakan sebuah proses yang ditempuh agar kebutuhan dan kepentingan masyarakat dapat terpenuhi. Sosialisasi politik yang bersifat nyata merupakan transmisi nilai dalam wujud informasi. Individu yang direkrut biasanya yang memiliki hubungan cukup erat dengan penguasa atau elit berdasarkan persamaan darah. serta sikapnya di bidang politik. LSM. serta keyakinan politik secara eksplisit. partai politik. Lazimnya. Rekruitmen politik dilakukan secara terbuka maupun tertutup.

televisi. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa batasan antara ketiganya sangat tipis. partai politik. dan sebagainya. 8) Komunikasi Politik Komunikasi politik mengacu pada proses penyampaian pesan-pesan atau informasi politik dari suatu sumber kepada sejumlah penerima pesan. Formal apabila informasi disampaikan melalui media formal. kata-kata lisan maupun tulisan. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa proses pembuatan keputusan terdiri atas beberapa tahap sebelum ia melahirkan kebijakan tertentu. agregasi. keputusan politik termaktub dalam peraturan-peraturan yang dibuat oleh lembaga legislatif bekerjasama dengan pemerintah. Kepentingan yang telah diartikulasikan ini digabungkan dan dikelola sedemikian rupa dalam tingkat pembuatan keputusan sehingga menghasilkan sebuah alternatif kebijakan tertentu. Misalnya lobi politik yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah. 7) Agregasi Kepentingan Agregasi kepentingan adalah sebuah proses yang fungsinya memadukan semua kepentingan anggota masyarakat yang telah diartikulasikan. 34 . seperti radio. maupun pembuatan keputusan dapat dilakukan oleh satu struktur. Biasanya. Peran mereka biasanya dijalankan oleh penguasa atau tokoh masyarakat setempat. Fungsi komunikasi politik dapat bersifat formal maupun informal. Tahapan tersebut mencakup artikulasi dan agregasi kepentingan. Artikulasi. 9) Pembuatan Keputusan Pembuatan keputusan (rule making) adalah salah satu fungsi output.negara berkembang. serta isyarat yang dapat mempengaruhi kedudukan seseorang yang ada dalam puncak suatu struktur kekuasaan tertentu. Informal apabila proses penyampaian informasi dilakukan secara langsung melalui tatap muka (interpersonal). Pesan atau informasi tersebut dapat berupa lambang.

fungsi ini dijalankan oleh lembaga eksekutif. fungsi ini ditujukan untuk mencegah terjadinya penyelewengan atas peraturan-peraturan yang dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat.2. Lazimnya. sebaiknya Anda membaca ulang dan memahami bagian yang menjelaskan mengenai kelemahan kelebihan dari sistem politik.10) Penerapan Keputusan Penerapan keputusan (rule application) adalah proses menjalani peraturan yang telah ditetapkan. maka lembaga yang berwenang menjalankan fungsi ini adalah lembaga yudikatif. 4. Jelaskan kembali dengan bahasa Anda dan berikan contoh yang relevan! Petunjuk Jawaban Latihan 4 1) Anda dapat mendiskusikan dengan teman Anda dengan mengacu pada penjelasan mengenai ciri sistem politik dari pemikiran Almond yang terdapat pada awal pembahasan kegiatan belajar 4 2) Untuk dapat menjelaskan secara baik. 3) Anda dapat mendiskusikannya dengan teman Anda 35 . 11) Penghakiman Keputusan Penghakiman keputusan (rule adjudication) adalah proses menghakimi tindakan-tindakan yang dianggap menyimpang dan melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Sesuai dengan namanya. Latihan 4 1) Diskusikan dan jelaskan dengan bahasa Anda sendiri mengenai empat ciri sistem politik yang kemudian menjadi dasar dari teori Almond! 2) Jelaskan kelemahan dari pendekatan struktural Almond! 3) Diskusikan kemudian jelaskan dengan contoh yang relevan mengenai analisis struktural fungsional Almond! Bedakan antara sruktur dan fungsi! 4) Almond memberikan penjelasan mengenai fungsi input dan output dalam sistem politik. Pada hakikatnya.4.

ataupun organisasi. Dengan melihat dari keenam struktur dalam setiap sistem politik. Input yang masuk dalam sistem politik disalurkan oleh lembaga politik kemudian akan menghasilkan output. 4. badan legislatif.4. dewan yang terdapat dalam parlemen. kelompok. Rangkuman Menurut Almond.4. hanya dengan membandingkan keenam struktur tersebut tidak terlalu membatu bila tidak disertai dengan penelusuran dan pemahaman yang lebih jauh dari bekerjanya sistem politik tersebut.4) Baca dan pahami ulang pembahasan mengenai fungsi input dan output dalam sistem politik.4. Hanya saja. partai politik. agregasi kepentingan. dalam setiap sistem politik terdapat enam struktur atau lembaga politik yaitu kelompok kepentingan. penerapan kebijakan. bagaimana eksekutif. artikulasi kepentingan. Struktur politiknya B. Fungsi dari struktur politik 36 . Sedangkan fungsi output antara lain pembuatan kebijakan. dan yudikatif diorganisir dan secara formal dihubungkan satu dengan yang lain. Dalam konversi terjadi interaksi antara faktorfaktor politik.Tes Formatif 4 Pilih salah satu jawaban yang benar! 1) Sistem politik berkembang dari tradisional menjadi modern. baik yang berupa individu. badan eksekutif. dan penghakiman kebijakan. legislatif.3. Adapun analisis fungsional menunjukkan bagaimana lembagalembaga dan organisasi-organisasi tersebut berinteraksi untuk menghasilkan dan melaksanakan suatu kebijakan. berupa keputusan yang sah dan mengikat yang sebelumnya melalui proses konversi. 4. Suatu analisis struktur menunjukkan jumlah partai politik. dan badan peradilan. dan komunikasi politik. kita dapat membandingkan suatu sistem politik dengan sistem politik yang lain. Fungsi input meliputi sosialisasi politik dan rekruitmen politik. sistem pemerintahan terpusat atau federal. Perbedaan sistem politik yang tradisional dan modern adalah: A. birokrasi.

Semua sistem politik adalah bagian dari kebudayaan manusia B. bentuk pemerintahan. Tidak fair karena relatif dalam budaya D. Lembaga politik B. Kelemahan tersebut adalah: A. yaitu: kecuali: A. Hanya memberikan dasar dalam perbandingan sistem politik dari negara yang modern dan demokratis C. dan yang tradisional dikatakan semuanya primitif. Struktur dan fungsi D. klasifikasi enam struktur Almond tetap memiliki kelemahan. Susunan politik C. 3) Almond membagi struktur dan lembaga politik menjadi menjadi enam. legislatif. Sistem politik 37 . Tidak ada sistem politik yang modern ataupun tradisional. maupun birokrasinya. hanya bentuknya saja yang mungkin beda 2) Salah satu pemikiran Almond adalah sistem politik merupakan campuran bila dilihat dari segi budaya. Partai politik B.C. Tidak membantu kita dalam membandingkan sistem politik dengan sistem yang lain 5) Yang dimaksud dengan struktur oleh Almond adalah: A. Tidak ada. Sistem politik yang ada sekarang ini adalah modern C. Kelompok Kepentingan C. Masyarakat D. Namun. Hanya memberikan pengetahuan mengenai jumlah partai politik B. Tidak ada struktur politik dan kebudayaan yang semuanya bersifat modern. Badan Eksekutif 4) Kelebihan dari analisis struktural Almond adalah dapat membantu kita untuk melihat jumlah partai. Makna yang terkandung dari pemikiran ini adalah: A. semuanya adalah sama D. pengorganisasian badan eksekutif.

Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 4 yang ada di bagian akhir modul ini. kecuali: A.79% = sedang . Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Pertemuan keluarga tahunan 4. 5. Rapat tahunan partai politik C. maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 4. Fungsi politik 6) Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi input dari sistem politik.89% = baik 70% . Kunci Jawaban Tes Formatif 38 .2. Komunikasi politik dapat berlangsung melalui.D.69% = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas. Apabila tingkat penguasaan Anda di bawah 80%. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100% 10 Tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 4.5. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Keluarga D. Media massa B.100% = baik sekali 80% . terutama yang belum Anda kuasai.

Input menjadi output 6) D. sehingga kesulitan dalam analisis negara berkembang.2. struktur. Sistem.1. Mobilisasi masyarakat hanya waktu menjelang pemilu 3) D. Pembuatan peraturan 4) A.3. Kapabilitas responsif 5) D. kelompok. Nilai yang dikedepankan hanya nilai liberal. Kunci Jawaban Tes Formatif 3 1) D. Sosiologi 2) B. Terpenuhinya kebutuhan listrik dan telefon secara baik 2) D. Tindakan politik 4) C. Sistem ekonomi internasional 10) B. Individu. Output dan sosialisasi sebagai mekanisme dukungan 7) A. Struktur dan fungsi politik 3) D. Semua tuntutan dan dukungan 8) D. Politik 7) D. Kunci Jawaban Tes Formatif 2 1) C.5. atau organisasi tertentu saja 39 . Ilmu Eksakta 3) B. dan fungsi 6) B. Kelembagaan ke tingkah laku 2) B. Pembaharuan dukungan 8) A. Semua sistem sosial dan fisik yang berada di luar sistem politik akan tetapi masih berada dalam masyarakat yang sama 9) D. Mengatur dan mengintegrasikan semua tindakan dalam sistem 5. Dukungan pada suatu pemerintahan untuk melaksanakan sistem politik 6) A. Tututan yang timbul sebagai akibat dari sistem politik 4) C. 5. Tokoh masyarakat 5) D. Dukungan dan tuntutan 5) D. Kunci Jawaban Tes Formatif 1 1) A.

Kunci Jawaban Tes Formatif 4 1) A. penerimaan. Output: Hasil. Tidak ada. Sosialisasi politik menjadi sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokan-patokan politik dan keyakinankeyakinan politik kepada generasi berikutnya. Tidak membantu kita dalam membandingkan sistem politik dengan sistem yang lain 5) A. 12. dan pemprosesan pesan yang mempunyai pengaruh (impact) yang signifikan terhadap politik. 11.4. Agregasi kepentingan: Penggabungan kepentingan. Lembaga politik 6) B. Artikulasi kepentingan: Perumusan kepentingan. Extrasocietal: Semua sistem di luar sistem politik. Tidak ada struktur politik dan kebudayaan yang semuanya bersifat modern. 3. Intrasocietal: Komponen dalam suatu sistem politik. Lingkungan: semua sistem. Withinput: sesuatu yang timbul sebagai akibat langsung dari sistem politik itu sendiri. Kemampuan sistem politik untuk merespon lingkungan 5. 5. 3) C. 6.7) B. 9. 2. Kapabilitas: Kemampuan sistem politik dalam mengatasi pengaruh lingkungan dalam ataupun luar. hanya bentuknya saja yang mungkin beda 2) D. Sosialisasi politik: Proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku politik diperoleh dan dibentuk. Komunikasi politik: Pengiriman. atau keluaran. 10. Rapat tahunan partai politik Glosarium 1. 8. Masyarakat 4) D. 7. 40 . produk. 4. baik sosial maupun phisik yang bukan termasuk dalam sistem politik. Input: Masukan untuk sistem politik. Feedback: Arus balik. dan yang tradisional dikatakan semuanya primitif.

(1993). Rekruitmen politik: Suatu proses dimana pengerahan. Mas`oed. Jakarta. Universitas Terbuka. Sistem Politik Indonesia. Gajah Mada University Press.). Gabrield and James S. Easton.13. Maswadi. Jakarta. Easton. Nazaruddin. Hadaad. Kerangka Kerja Analisis Sistem Politik. Gramedia. Ismid (ed. pencarian. Bina Aksara. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi Diknas Sjamsuddin. Maswadi dan Mappa Nasrun (eds. LP3ES. Budiardjo. Miriam. Indonesia dan Komunikasi Politik. Dasar Dasar Ilmu Politik. David. Konsensus Politik: Sebuah Penjajagan Teoritis. Rauf. (1992). dan pengajakan anggota masyarakat untuk aktif dalam kegiatan politik. New York. (1981). (1991). Macmillan Publishing Company. Daftar Pustaka Almod. David. Rauf. dan Zulkifli Hamid. Perbandingan Sistem Politik. Jakarta. (2000). The Politics of Developing Area. Princeton. Toto Pribadi. Coleman. Kebudayaan Politik dan Keadailan Sosial. Princeton University Press. (1992).). Yogyakarta. (1984). Aproaches to The Study of Politics. Jakarta. 41 . (1960). Jakarta. Mohtar dan Colin MacAndrews. Gramedia. (1995).