Pembuatan larutan NaOH 0,05 N dilakukan dengan cara menimbang 0,2 gram NaOH dan dilarutkan dalam labu ukur 100

ml. Aquadest yang digunakan pada saat membuat larutan NaOH sebelumnya dipanaskan agar terbebas dari CO2 . Hal ini dilakukan agar Na pada NaOH tidak berikatan dengan CO2 dari air yang dapat membentuk NaCO3 sehingga mengakibatkan konsentrasi NaOH berkurang. Setelah larutan NaOH dibuat, disiapkan analit nya di dalam erlenmeyer yang terdiri dari 65 mg asam oksalat, 25 ml H20, dan 3 tetes indikator fenolftalein. Indikator fenolftalein merupakan indikator yang dibuat dengan kondensaasi anhidrida ftahalein dengan fenol. Jika indikator ini digunakan, makan akan menunjukkan pH yang berkisar anatara 8,2 – 10.0 .

Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kana untuk menggantikannya, mengubah indikator menjadi warna merah muda. Pada erlenmeyer ke-1 berat asam oksalat adalah 65,4 mg ; ke-2 adalah 65,1 mg; dan yang ke-3 adalah 65,3 mg. Lalu masing – masing erlenmeyer yang sudah siap dititrasi hingga terjadi perubahan warna menjadi warna merah muda. Setelah titrasi didapatkan volume pentiter , yaitu NaOH, sebesar 21,6 ml, 19,5 ml, 19,5 ml. Setleah diperoleh volume pentiter yang digunakan, maka dapat diketahui nilai N yang sesuai dari NaOH yang dibuat. Dihitung nilai N dengan rumus : N= /V

Sehingga didapatkan nilai N sebesar 0,047; 0,053;0,053. Dan nilai rata – rata N diperoleh sebesar 0,054 N.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful