A.

Pendahuluan Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal yang penting bagi suatu negara untuk menjadi negara maju, kuat, makmur dan sejahtera. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa. Menurut Mulyasa (2006:3) ”Setidaknya terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yakni: (1) sarana gedung, (2) buku yang berkualitas, (3) guru dan tenaga kependidikan yang yang professional. Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Di dalam kelas guru malaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan. Pengelolaan kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Misalnya memberi penguatan,

mengembangkan hubungan guru dengan siswa dan membuat aturan kelompok yang produktif. Di kelaslah segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifatsifat individualnya. Kurikulum dengan segala komponennya, dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasanya bertemu dan berpadu dan berinteraksi di kelas. Bahkan hasil dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa yang 1

dan harus terus-menerus.hlm. mental. Masalah yang dihadapi guru. sedangkan tidak ada satu pendekatan yang dikatakan paling baik. Masalah pengajaran harus diatasi dengan cara pengajaran dan masalah pengelolaan harus diatasi dengan cara pengelolaan. sebaliknya dimasa mendatang boleh jadi persaingan itu kurang sehat. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Pendidikan Tinggi. Mengingat tugas utama dan paling sulit bagi pengajar adalah pengelolaan kelas. Maksud manajemen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Manajemen Kelas. professional. Pengertian Manajemen Kelas Manajemen dari kata “ Management “. tetapi besok belum tentu. Kelas selalu dinamis dalam bentuk perilaku. Pengelolaan kelas diperlukan karena dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan siswa selalu berubah. Aspek yang sering didiskusikan oleh penulis professional dan pengajar adalah juga pengelolaan kelas”. dan emosional siswa.terjadi di kelas. perbuatan. Sebagian besar guru kurang mampu membedakan masalah pengajaran dan masalah pengelolaan. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok. Oleh sebab itu sudah selayaknyalah kelas dikelola dengan bagi. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan.1 Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. 3 2 . Terdapat beberapa defenisi tentang manajemen kelas berikut ini : 1. Hari ini siswa dapat belajar dengan baik dan tenang. berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. sikap. Berdasarkan Konsepsi Lama Dan Modern 1 Maman Rahman. B. 1998. baik pemula maupun yang sudah berpengalaman adalah pengelolaan kelas.

Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersional yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (Pendekatan Penciptaan Iklim Sosioemosional). 1. 5. 3. 2. 4-5 3 .Menurut konsepsi lama. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku). 6. 7. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (Pendekatan Intimidasi). Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (Pendekatan Permisif). manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (Pendekatan Sistem Sosial)2 2 Ibid. 4. hlm. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tetap terhadap problem dan situasi manajemen kelas 2. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (Pendekatan Masak). Berdasarkan Pandangan Pendekatan Operasional Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin (Pendekatan Otoriter). Seperangkat kegiataan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (Pendekatan Instruksional).

C. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social. Fungsi. dan Masalah Manajemen Kelas 1. Aspek. membantu pembentukan kelompok. Tujuan Manajemen Kelas Tujuan manajemen kelas adalah :3 1. membantu prosedur kerja. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas. 4. Aspek. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. Manajenen kelas selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. manajenen kelas berfungsi : Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti : membantu kelompok dalam pembagian tugas. bai sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar. mendiaknosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajenen kelas adalah sifat kelas. budaya serta sifat-sifat individunya 2. situasi kelas. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial. ekonomi. 3. membantu individu agar dapat bekerjasama dengan kelompok atau kelas. Fungsi. Tujuan. membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi. dan Masalah Manajemen Kelas Manajemen kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan. 2. a. memahami. hlm. emosional dan intelektual siswa dalam kelas. yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. tindakan seleksi dan kreatif . 2 4 . merubah kondisi kelas. pendorong kekuatan kelas. 3 Ibid.

Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatan. d. c. Prinsip dasar manajemen kelas Pengelolaan kelas mengandung pengertian yaitu. c. “Membombang” anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok.4 D. dan sebagainya.b. proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif. Pengelolaan kelas juga dapat diartikan sebagai segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan 4 Ibid. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain. Prinsip-Prinsip Dalam Manajemen Kelas 1. Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai sebelumnya. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain. Munculnya masalah individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti : a. Sedangkan masalah-masalah kelompok yang mungkin muncul dalam kelas : a. d. 6 5 . Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya. Masalah manajenen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : masalah individual dan masalah kelompok. semangat kerja rendah. hlm. Memelihara agar tugas-tugas itu dapat berjalan lancar. e. suku. tingkatan sosial ekonomi. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap. b. Peragaan ketidakmampuan. b. kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain. Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin.

Hangat dan antusias Hangat dan antusias merupakan salah satu peinsip yang diperlukan dalam proses belajar dan mengajar. c. Pengelolaan Kelas. Prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh Djamarah adalah sebagai berikut: a. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas. 5 Santri Daus. tindakan. 6 . gaya mengajar guru. Tantangan Penggunaan kata-kata. atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. cara kerja. “dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat digunakan prinsip-prinsip pengelolaan kelas”.5 Sedangkan prinsip dasar pengelolaan kelas adalah pegangan atau acuan yang dimiliki pokok dasar berfikir atau bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran. http://santridaruz. meningkatkan perhatian siswa. pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.html (10 Mei 2013).menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sesuai dengan kemanpuan. Macam-macam prinsip dalam manajemen kelas Djamarah (2006:185) menyebutkan. b.blogspot. Bervariasi Penggunaan alat atau media. 2.com/2008/05/pengelolaankelas.

Penekanan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif. tidak mengerjakan tugas dan sebagainya. f. aktif. e. Tujuan Penanaman disiplin diri akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru hendaknya menjadi teladan mengendalaikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Guru memberikan teladan yang baik.. Strategi untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip manajemen kelas dalam pembelajaran. Jadi. guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin ana didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.d. Keluwesan Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mecegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Strategi pengelolaan kelas adalah pola atau siasat yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. tidak ada perhatian. Hal-hal yang berkaitan dengan strategi untuk mengimplementasikan prinsipprinsip pengelolaan kelas dalam pembelajaran ialah sebagai berikut: a. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yangpositif dari pada mengomeli tingkah laku yang negatif.6 3. sehingga siswa dapat belajar optimal. 6 Ibid 7 . dan menyenagkan dengan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa.

Memberikan motivasi serta semangat agar siswa tetap aktif dan berminat dalam belajar. Strategi Belajar-Mengajar. bagaimana seorang guru memiliki acuan atau pegangan dalam mengelola kelas secara kondusif dan efesien agar tercapai hasil yang diinginkan. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. g. tetapi terkait dengan berbagai faktor.7 4. Berbagai strategi dapat dilaksanakan seperti pembahsan diatas. Analisis Penulis Terkait dengan pembahasan diatas bagaimana kita bisa pahami prinsip- prinsip dalam manajemen kelas tersebut. e. 206. Jakarta:PT. Rineka Cipta. hlm. f. c. tergantung oleh guru dalam pengembangannya serta mengimplementasikannya didalam kelas kepada murid sehingga menciptakan suasana yang diinginkan serta tercapailah halhal yang diperlukan. 8 . Memberika tugas-tugas kepada siswa agar mereka merasa tertantang dan termotivasi untuk belajar. 7 Syaiful Bahri Djamarah.b.207. Sehingga pada intinya bagi seorang guru yang ingin mengelola kelasnya harus memiliki prinsip-prinsip dasar dalam mengelola atau manajemen kelas E. Pendekatan dalam Manajemen Kelas Manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri. Berusaha memusatkan perhatian pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Melakukan berbagai percobaan. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individual. Menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi d.

Peranan guru disini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Di dalamnya ada kekuasaan dan norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. misalnya melarang. 8 Ibid. ejekan. hlm. Pendekatan Kekuasaan Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberi ancaman. Pendekatan Kebebasan Pengelolaan diartikan secara suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. dan memaksa. 4. sindiran. 179 9 . pengelolaan kelas adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. tingginya kerjasama diantara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itu guru mendekatinya. 2. Pendekatan Resep Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. 3.Keharmonisan hubungan guru dan anak didik.8 Berbagai pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraian berikut: 1. Pendekatan Ancaman Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini.

Sebaliknya. tingkah laku yang kurang baik dalam melaksanakan program kelas diberi sanksi atau hukuman yang akan menimbulkan perasaan tidak puas dan pada gilirannya tingkah laku tersebut akan dihindari. dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Oleh karena itu seharusnya guru mengembangkan iklim kelas yang baik melalui pemeliharaan hubungan antar 10 . Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behavior modification approach) ini bertolak dari sudut pandangan psikologi behavioral. dan mencegah tingkah laku yang kurang baik.5. Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan antar siswa. Didalam hal ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut. harus diusahakan menghindarinya sebagai penguatan negatif yang pada suatu saat akan hilang dari tingkah laku siswa atau guru yang menjadi anggota kelasnya. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. 7. menurut pendekatan tingkah laku yang baik atau positif harus dirangsang dengan memberikan pujian atau hadiah yang menimbulkan perasaan senang atau puas. 6. Untuk itu. Pendekatan Pengajaran Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik. Pendekatan Sosio-Emosional Pendekatan sosio-emosional akan tercapai secarta maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku Sesuai dengan namanya. pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Program atau kegiatan yang yang mengakibatkan timbulnya tingkah laku yang kurang baik.

dan mengurangi masalahmasalah pengelolaan. dabn inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi. sikap mengerti dan sikap ngayomi atau sikap melindungi. hlm. peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. 180-181 11 .pribadi di kelas. yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. 9. mengatasi konflik. Pendekatan Elektis atau Pluralistik Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas. Pendekatan Kerja Kelompok Dalam pendekatan in. 8. Untuk terrciptanya hubungan guru dengan siswa yang positif.9 9 Ibid. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan selama maksud dan penggunaannnya untuk pengelolaan kelas disini adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif. dan selain itu guru harus pula dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik. kreatifitas. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut.

manajemen kelas juga akan menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. hal ini akan menjadi filter-filter penyaring yang menghilangkan kekeliruan umum dari manajemen kelas. 41 12 . Manajemen kelas dapat mempengaruhi tingkat kualitas pembelajaran di kelas karena manajemen kelas benar-benar akan mengelola susasana kelas menjadi sebaik mungkin agar siswa menjadi nyaman dan senang selama mengikuti proses belajar mengajar. G.F. kepribadian guru yang simpatik. hlm. dengan manajemen kelas tingkat daya serap materi yang telah diajarkan guru akan lebih membekas dalam ingatan siswa karena adanya penguatan yang diberikan guru selama proses belajar mengajar berlangsung. wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang. OpCit. melainkan juga guru harus menguasai kiat memanejemeni kelas. Oleh karena itu. Selain itu. kualitas belajar siswa seperti pencapaian hasil yang optimal dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat tercapai dengan baik dan memuaskan. tahap pertama yang 10 Maman Rachman. Dengan dikuasainya prinsip-prinsip manajemen kelas. Oleh karena itu. yaitu guru menggunakan berbagai strategi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dan di identifikasikasi dengan baik.Tahap-Tahap Proses Manajemen (1) Merumuskan kondisi kelas yang dikehendaki Manajemen kelas adalah proses yang bertujuan. pembelajaran yang penuh kesan. Pengaruh Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Kelas Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum.10 Pemahaman akan prinsip-prinsip manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui. Di samping itu juga. fasilitas yang tersedia.

ditingkatkan.harus dilakukan guru ialah merumuskan spesifikasi kondisi kelas yang dikehendaki. Guru dapat mernilih lebih dan satu pendekatan manajerial 11 Ibid. hlm. melainkan kondisi yang harus diuji dan diperbaiki. dan menetapkan halhal yang segera memerlukan perhatian. sebagai suatu kondisi ideal. langkah berikut adalah memilih dan menggunakan strategi yang akan dilakukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut atau memecahkan masalah. Analisis semacam ini akan membantu guru untuk mengidentifikasi halhal berikut :11 i. yang dirumuskan di dalam masalah manajerial. Kondisi nyata yang perlu dipelihara. 42 13 . Analisis kondisi kelas pada saat ini penting di1akukan untuk dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah dirumuskan pada tahap satu. (3) Memilih dan menggunakan startegi manajerial Setelah mengidentifikasi kesenjangan kondisi aktual dengan kondisi deal. ii. Kelas yang diyakininya sebagai kondisi untuk terjadinya pembelajaran yang efektif kondisi yang dimaksud bukanlah kondisi yang perilaku universal sepanjang waktu dan dalam berbagai adegan. Kesenjangan antara kondisi nyata dangan kondisi ideal. dan dipertahankan karena merupakan kondisi yang dikehendaki. dan memelihara kondisi positif yang telah terjadi. Untuk itu seorang guru perlu memiliki konsep yang jelas tentang kondisi. mencegah timbulnya masalah. Masalah-masalah potensial yang bisa muncul sekiranya guru tidak berhasil mencegahnya. iii. Secara konkret kondisi kelas yang dikehendaki dapat dirumuskan dalam bentuk rurnusan perilaku peserta didik yang diharapkan terjadi pada saat proses pernbelajaran (2) Menganalisis kondisikelas yang ada pada saat ini Kondisi kelas aktual adalah kondisi pada saat ini.

data dapat dikumpulkan dan dari tiga sumber. yaitu perilaku guru dan perlaku peserta didik. dan pengelompokan siswa dalam belajar. membantu individu agar dapat bekerjasama dengan kelompok atau kelas. serta sampai di mana upaya itu dapal mempersempit kesenjangan antara kondisi aktual dengan kondisi ideal. Manajemen kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan da mempertahankan organisasi yang efektif. Dalam hal pertama guru menilai sampai di mana perilaku dan strategi manajerial yang digunakan dapat menumbuhkan kondisi yang dikehendaki. membantu pembentukan kelompok. membantu prosedur kerja. 43 14 .12 H. pengaturan ruangan dan peralatan. merubah kondisi kelas. peserta didik. Untuk keperluan penilaian yang dimaksud. Penilaian ini difokuskan kepada dua perangkat perilaku. yaitu guru. pengaturan waktu. dan pengamat luar. Dan dalam hal kedua. 12 Ibid. membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi.didalam mengembangkan kondisi kelas yang mendukung proses pembelajaran yang efektif (4) Menilai efektivitas manajerial Pada tahap keempat ini guru menilai upayanya sendiri. guru menilai sarnpai di mana para peserta didik berperilaku sesuai dengan cara-cara yang dikehendaki. hlm. Kesimpulan Manajemen kelas dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas karena situasi dan kondisi kelas memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Salah satu fungsi dari manajemen kelas adalah memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti : membantu kelompok dalam pembagian tugas. Sampai di mana upaya yang dilakukan itu dalam mengembangkaf dan memelihara kondisi yang dikehendaki. yaitu meliputi: tujuan pengajaran.

Maman. Santri Daus. blogspot. Rineka Cipta. Bandung : Alfabeta. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1998. http://santridaruz. com/2008/05/pengelolaan. Manajemen Kelas. Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI. Manajemen Pendidikan. Strategi Belajar-Mengajar.kelas. Syaiful Bahri Djamarah. Jakarta:PT.DAFTAR PUSTAKA Rachman.html (10 Mei 2013). 2009. Pengelolaan Kelas. 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful