Perawatan Kesehatan Komunitas

Tujuan Pembangunan Kesehatan Nasional adalah untuk mencapai hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan amsyarakat yang optimal. Dengan demikian pembangunan di bidang kesehatan mempunyai arti penting dalam kehidupan nasional khususnya dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional. Berdasarkan tujuan pembangunan nasional yang ingin dicapai oleh pemerintah Indonesia, maka direncanakanlah suatu strategi pendekatan untuk menggalang potensi yang ada pada masyarakat sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatannya secara mandiri melalui perawatan kesehatan komunitas. Keperawatan komunitas belum menjadi suatu trend dikalangan masyarakat secara merata. Sementara ini orang masih mengenal Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit manakala menjumpai masalah kesehatan aktual atau emergency. Masyarakat mungkin sering lupa atau kurang terbisa berfikir dan berperilaku yang dapat meningkatkan derajat kesehatan atau pencegahan penyakit. Belum lagi adanya pemikiran bahwa status kesehatan komunitas adalah semata-mata menjadi tanggung jawab petugas kesehatan dan bukan bagian dari kinerja kehidupan masyarakat pada umumnya. Keperawatan komunitas memprioritaskan pada upaya untuk meningkatkan kesehatan (promotif dan preventif) dengan tidak mengabaikan usaha-usaha kuratif dan rehabilitatif hal ini sesuai dengan motto : “lebih baik mencegah dari pada mengobati.“ Keperawatan Komunitas juga berguna untuk mengingatkan dan membawa masyarakat untuk mengantisipasi masalah kesehatannya sendiri, menggali potensi dan menggunakan sumber daya manisia yang ada di masyarakat

A. Perawatan Kesehatan Komunitas Perawatan kesehatan menurut Ruth B. Freeman (1961) adalah sebagai suatu lapangan khusus di bidang kesehatan, keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan erorganisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga sosial demi untuk memelihara kesehatan masyarakat. Oleh karenanya perawatan kesehatan masyarakat ditujukan kepada individu-individu, keluarga, kelompokkelompok yang mempengaruhi kesehatan terhadap keseluruhan penduduk, peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi dan pelayanan keperawatan berkelanjutan dipergunakan dalam pendekatan yang menyeluruh terhadap keluarga, kelompok dan masyarakat. Keperawatan komunitas perlu dikembangkan di tatanan pelayanan kesehatan dasar yang melibatkan komunitas secara aktif, sesuai keyakinan keperawatan komunitas. Sedangkan asumsi dasar keperawatan komunitas menurut American Nurses Assicoation (ANA, 1980) didasarkan pada asumsi: 1. Sistem pelayanan kesehatan bersifat kompleks 2. Pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier merupakan komponen pelayanan kesehatan 3. Keperawatan merupakan sub sistem pelayanan kesehatan, dimana hasil pendidikan dan

penelitian melandasi praktek. 4. Fokus utama adalah keperawatan primer sehingga keperawatan komunitas perlu dikembangkan di tatanan kesehatan utama. Adapun unsur-unsur perawatan kesehatan mengacu kepada asumsi-asumsi dasar mengenai perawatan kesehatan masyarakat, yaitu: 1. Bagian integral dari pelayanan kesehatan khususnya keperawatan 2. Meerupakan bidang khusus keperawatan 3. Gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu sosial (interaksi sosial dan peran serta masyarakat) 4. Sasaran pelayanan adalah individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit. 5. Ruang lingfkup kegiatan adalah upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan resosialitatif dengan penekanan pada upaya preventif dan promotif. 6. Melibatkan partisipasi masyarakat 7. Bekerja secara team (bekerjasama) 8. Menggunakan pendekatan pemecahan masalah dan perilaku 9. Menggunakan proses keperawatan sebagai pendekatan ilmiah 10. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Keyakinan keperawatan komunitas yang mendasari praktik keperawatan komunitas adalah: 1. Pelayanan kesehatan sebaiknya tersedia, dapat dijangkau dan dapat diterima semua orang 2. Penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan penerima pelayanan dalam hal ini komunitas 3. Perawat sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan perlu terjalin kerjasama yang baik 4. Lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas baik bersifat mendukung maupun mengahambat 5. Pencegahan penyakit dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan 6. Kesehatan merupakan tanggung jawab setiap orang Berdasarkan pada asumsi dasar dan keyakinan yang mendasar tersebut, maka dapat dkembangkan falsafah keprawatan komunitas sebagai landasan praktik keperawatan komunitas. Dalam falsafah keperawatan komunitas, keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan perhatian etrhadap pengaruh lingkungan (bio-psiko-sosiokultural dan spiritual) terhadap kesehatan komunitas, dan memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Falsafah yang melandasi keperawatan komunitas mengacu kepada paradigma keperawatan yang terdiri dari 4 hal penting, yaitu: manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusiawi yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. 2. Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasrkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehat khususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya. 3. Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjangkau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral dari upaya kesehatan 4. Upaya preventif dan promotif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif 5. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung secara berkesinambungan 6. Perawatan kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai konsumer pelayanan keperawatan dan kesehatan, menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan ke arah peningkatan

anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam suatu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi. Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas kesehatannya. mental maupun sosial. terdiri atas kepala keluarga. Individu Individu adalah bagian dari anggota keluarga. Apabila individu tersebut mempunyai masalah kesehatan/keperawatan karena ketidakmampuan merawat diris endiri oleh suatu hal dan sebab. ia harus ikut dalam upaya mendorong. keluarga. Bila salah satu atau beberapa anggotat keluarga mempunyai masalah kesehatan/keperawatan. Kelompok Khusus . kelompok khusus dan msyarakat dalam hal: 1) Mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi 2) Menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah 3) Merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/keperawatan 4) Menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi 5) Penilaian hasil kegiatan dalam memecahkan masalah kesehatan/keperawatan 6) Mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan/keperawatan 7) Meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri (self care). dan 9) Lebih spesifik lagi adalah untuk menunjang fungsi Puskesmas dalam menurunkann angka kematian bayi. ibu dan balita serta diterimanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera 10) Tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan. maka akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya dan keluarga-keluarga yang ada disekitarnya. B. Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat direncanakan secara berkesinambungan dan terus menerus 8. mendidik dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan mereka sendiri. baik yang sehat maupun yang sakit yang mempunyai masalah kesehatan/perawatan. Sasaran Sasaran perawatan kesehatan komunitas adalah individu. Tujuan Khusus Untuk meningkatkan berbagai kemampuan individu. Keluarga Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. kelompok dan masyarakat. keluarga.status kesehatan masyarakat 7. maka akan dapat mempengaruhi anggota keluarga lainnya baik secara fisik. Tujuan Perawatan Kesehatan Komunitas Tujuan Umum Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. 8) Menanamkan perilaku sehat melalui upaya pendidikan kesehatan. satu dengan lainnya saling tergantung dan berinteraksi. C.

jantung koroner. seperti: TBC. Panti asuhan c. Dan lain-lain 4) Lembaga sosial. kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif. saling tergantung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Anal usia sekolah e. rehabilitatif dan resosialitatif. diantaranya: a. Penderita penyakit menular. baik permasalahan sosial. D. mental dan sosial) d. penyekit kelamin lainnya. perawatan dan rehabilitasi. kelompok dan masyarakat dengan jalan memberikan: 1) Penyuluhan kesehatan masyarakat 2) Peningkatan gizi 3) Pemeliharaan kesehatan perseorangan . pencegahan (preventif). politik maupun kesehatan khususnya. perekonomian. Lepra. kebudayaan. pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu. Usia lanjut 2) Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta asuhan keperawatan. Kelompok penyalahgunaan obat dan narkoba c. Penitipan balita Masyarakat Masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang telah ditetapkan dengan jelas. permasalahan. Bayi baru lahir c. Dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas. gangguan mental dan lain sebagainya. Panti wredha b. seperti: a. Dalam berinteraksi sesama anggota masyarakat akan muncul banyak permasalahan. seperti: penyakit diabetes mellitus. Wanita tuna susila b. Upaya Promotif Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu. kegiatan yang terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan. AIDS. Ibu hamil b. keluarga. diantaranya adalah: a. Kelompok-kelompok pekerja tertentu d.Kelompok khusus adala kumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin. b. Termasuk diantaranya adalah: 1) Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus sebagai akibat perkembangan dan petumbuhannya. Balita d. diantaranya adalah: a. Penderita dengan penyakit tak menular. umur. cacat fisik. pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif). Ruang Lingkup Perawatan Kesehatan Komunitas Ruang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi: upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif). Masyarakat merupakan kelompok individu yang saling berinteraksi. keluarga. kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi). 3) Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit. Pusat-pusat rehabilitasi (cacat fisik.

TBC. di Posyandu. kelompok dan masyarakat yang menderita penyakit atau masalah kesehatan. E. penderita stroke: fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat Upaya Resosialitatif Upaya resosialitatif adala upaya mengembalikan individu. kelompok dan masyarakat melalui kegiatan: 1) Imunisasi massal terhadap bayi. tuna wisma dan lain-lain. Disamping itu. Puskesmas maupun kunjungan rumah 3) Pemberian vitamin A dan yodium melalui Posyandu. melalui kegiatan: 1) Perawatan orang sakit di rumah (home nursing) 2) Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari Puskesmas dan rumah sakit. di Polindes dan di daerah binaan kesehatan masyarakat. keluarga dan kelompok khusus ke dalam pergaulan masyarakat. misalnya kusta. Kegiatan Praktik Keperawatan Komunitas Kegiatan praktik keperawatan komunitas yang dilakukan perawat mempunyai lahan yang luas dan tetap menyesuaikan dengan tingkat pelayanan kesehatan wilayah kerja perawat. ibu bersalin dan nifas. maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama. patah tulang mapun kelainan bawaan 2) Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita-penderita penyakit tertentu. keluarga. Hal ini tentunya membutuhkan penjelasan dengan pengertian atau batasan-batasan yang jeals dan dapat dimengerti. Puskesmas ataupun di rumah 4) Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan. keluarga. diantaranya adalah kelompok-kelompok yang diasingkan oleh masyarakat karena menderita suatu penyakit. atau kelompokkelompok masyarakat khusus seperti Wanita Tuna Susila (WTS).4) Pemeliharaan kesehatan lingkungan 5) Olahraga secara teratur 6) Rekreasi 7) Pendidikan seks Upaya Preventif Upaya preventif ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan terhadap kesehatan terhadap individu. balita serta ibu hamil 2) Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui Posyandu. upaya resosialisasi meyakinkan masyarakat untuk dapat menerima kembali kelompok yang mempunyai masalah kesehatan tersebut dan menjelaskan secara benar masalah kesehatan yang mereka derita. di perusahaan. AIDS. latihan nafas dan batuk. misalnya TBC. di sekolah (school health nursing). cacat fisik dan lainnya. . tetapi secara umum kegiatan praktik keperawatan komunitas adalah sebagai berikut: 1) Memberikan asuhan keperawatan langsung kepada individu. dilakukan melalui kegiatan: 1) Latihan fisik. kelompok khusus baik di rumah (home nursing). 4) Perawatan payudara 5) Perawatan tali pusat bayi baru lahir Upaya Rehabilitatif Upaya rehabilitatif merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita-penderita yang dirawat di rumah. 3) Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis di rumah. baik yang mengalami gangguan fisik seperti penderita Kusta. misalnya Kusta. nifas dan meyusui Upaya Kuratif Upaya kuratif ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota-anggota keluarga.

kelompok dan amsyarakat 7) Sebagai penghubung antara masyarakat dengan unit pelayanan kesehatan 8) Melaksanakan asuhan keperawatan komuniti. F. kelompok khusus dan masyarakat melalui wawancara. keamanan dan transportasi. nilai-nilai keyakinan dan riwayat individu termasuk riwayat kesehatan. keluarga. kelompok dan masyarakat secara keseluruhan adalah pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach) yang dituangkan dalam proses keperawatan dengan memanfaatkan pendekatan epidemiologi yang dikatkan dengan upaya kesehatan dasar (PHC). pendidikan. 11) Memberikan ketauladanan yang dapat dijadikan panutan oleh individu. politik dan pemerintahan. studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpulan data dalam menghimpun informasi. melalui tahap-tahap sebagai berikut: Pengkajian Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perawat kesehatan masyarakat dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat individu. populasi. Sedangkan faktor lingkungan adalah lingkungan fisik. keluarga. observasi. 9) Mengadakan koordinasi di berbagai kegiatan asuhan keperawatan komuniti 10) Mengadakan kerjasama lintas program dan lintas sektoral dengan instansi terkait. Bila kegiatan perawatan komunitas dan keluarga menggunakan pendekatan terhadapat keluarga binaan disebut dengan family approach. keluarga. Pendekatan pemecahan masalah dimaksudkan bahwa setiap masalah kesehatan yang dihadapi individu. kelompok dan masyarakat adalah: 1) Pengumpulan Data Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi individu. maka bila pembinaann keluarga berdasarkan atas seleksi kasus yang datang ke Puskesmas yang dinilai memerlukan tindak lanjut disebut dengan case approach. komunikasi. keluarga. kelompok dan masyakrakat akan dapat diatsi oleh perawat melalui keterampilan melaksanakan intervensi keperawatan sebagai bidang keahliannya dalam melaksanakan profesinya sebagai perawat kesehatan masyarakat. 3) Konsultasi dan pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi 4) Bimbingan dan pembinaan sesuai dengan masalah yang mereka hadapi 5) Melaksanakan rujukan terhadap kasus-kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut 6) Penemuan kasus pada tingakat individu. pelaksanaan dan penilaian kegiatan dengan menggunakan proses keperawatan sebagai suatu usaha pendekatan ilmiah keperawatan.2) Penyuluhan/pendidikan kesehatan masyarakat dalam rangka merubah perilaku individu. Pengkajian yang diperlukan adalah inti komunitas beserta faktor lingkungannya. kelompok dan masyarakat. keluarga. sedangkan bila pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pendekatan yang dilakukan terhadap masyarakat daerah binaan melalui survei mawas diri dengan melibatkan partisipasi masyarakat disebut community approach. melalui pengenalan masalah kesehatan masyarakat. G. pelayanan kesehatan dan sosial. yaitu meliputi demografi. Elemen pengkajian komunitas menurut Anderson dan MC. Metode Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan masyarakat. metode yang digunakan adalah proses keperawatan sebagai suatu pendekatan ilmiah di dalam bidang keperawatan. Model Pendekatan pendekatan yang digunakan perawat dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada individu. keluarga. perencanaan kesehtan. Hal diatas perlu dikaji untuk menetapkan tindakan yang sesuai dan efektif dalam langkah- . keluarga. Forlane (1958) terdiri dari inti komunitas. ekonomi dan rekreasi. kelompok dan masyarakat yang berkaitan dengan keperawatan dan kesehatan.

sumber daya. meliputi: pengetahuan. 1995). keterlibatan emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan urgensinya untuk segera ditanggulangi. ancaman resiko atau wellness. sikap. Karakteristik lingkungan 3) Perumusan Masalah dan Diagnosa Keperawatan/Kesehatan Kegiatan ini dilakukan diberbagai tingkat sesuai dengan urutan prioritasnya. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: 1) Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan 2) Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan 3) Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan dilakukan. Selanjutnya dirumuskan maslah atau diagnosa keperawatan. srana yang tersedia dan kesulitan yang mungkin timbul (Effendi Nasrul. kelompok dan masyarakat sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi. Pelaksanaan Pada tahap ini rencana yang telah disusun dilaksanakan dengan melibatkan individu. Masalah sehat sakit b. Diagnosa keperawatan yang dirumuskan dapat aktual. Keterlibatan. Kemungkinan masalah untuk dapat dikelola dengan mempertimbangkan berbagai alternatif dalam cara-cara pengelolaan masalah yang menyangkut biaya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat adalah: 1) Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas sektoral dengan instansi terkait 2) Mengikutsertakan partisipasi aktif individu. kelompok dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya 3) Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat . Kebijaksanaan nasional dan wilayah setempat c. keluarga. Dalam menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis. Kemampuan dan sumber daya masyarakat d. Masalah yang dianalisa dari hasil kessenjangan pelayanan kesehatan Menetapkan skala prioritas dilakukan untuk enentukan tindakan yang lebih dahulu ditanggulangi karena dianggap dapat mengancam kehidupan masyarakat secara keseluruhan dengan mempertimbangkan: a. b. 2) Analisa Data Analisa data dilaksanakan berdasarkan data yang telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. partisipasi dan peran serta masyarakat Kriteria skala prioritas: a. Besarnya masalah adalah seberapa jauh masalah tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat d.langkah selanjutnya. Menurut Mueke (1987) maslah tersebut terdiri dari: a. Perhatian masyarakat. Masalah yang ditetapkan dari data umum b. Dasar penentuan masalah keperawatan kesehatan masyarakat antara lain: a. Data yang terkumpul kemudian dianalisa seberapa besar faktor stressor yang mengancam dan seberapa berat reaksi yang timbul di komunitas. Masalah spesifik yang mempengaruhi kesehatan masyarakat b. keluarga. Prevalensi menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan pada suatu kurun waktu tertentu c. Karakteristik populasi c.

Kesehatan kerja 4. Kantor kesehatan 3. b. Institusi pemeliharaan kesehatan 8. sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula. sehingga memprependek waktu sakit dan tingkat keparahan. Rumah 6. Perawat komunitas dapat bekerja sebagai : 1. yaitu mengembalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari ketidakmampuannya. Klinik rawat jalan 2. Perawat kesehatan kerja 4. Tempat pengungsian I.Level pencegahan dalam pelaksanaan praktik keperawatan komunitas terdiri atas: a. Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai. Sekolah 5. Perawat sekolah 3. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder menekankan diagnosa diri dan intervensi yang tepat untuk menghambat proses patologis. Ada 4 dimensi yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan penilaian. Untuk memandirikan klien dalam menanggulangi masalah kesehatan. Begitu juga sebaliknya. c. Perawat keluarga 2. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input). pada awalnya peran perawat lebih besar daripada klien dan berangsur-angsur peran klien lebih besar daripada perawat. yaitu: 1) Daya guna 2) Hasil guna 3) Kelayakan 4) Kecukupan Fokus evaluasi adalah: 1) Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan 2) Perkembangan atau kemajuan proses 3) Efisiensi biaya 4) Efektifitas kerja 5) Dampak: apakah status kesehatan meningkat/menurun. pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output). apabila peran masyarakat dan perawat sama-sama naik maka maka status kesehatan akan meningkat. Pencegahan Tersier Pencegahan tersier dimulai pad saat cacat atau terjadi ketidakmampuan sambil stabil atau menetap atau tidak dapat diperbaiki sama sekali. dalam rangka waktu berapa? Perubahan ini akan berkembang sesuai tingkat peran masing-masing. Perawat gerontologi . Perkemahan 7. Perawat komunitas dapat bekerja diberbagai tatanan: 1. Rehabilitasi sebagai pencegahan primer lebih dari upaya menghambat proses penyakit sendiri. Pencegahan Primer Pencegahan yang terjadi sebelum sakit atau ketidak fungsinya dan diaplikasikannya ke dalam populasi sehat pada umumnya dan perlindungan khusus terhadap penyakit. H. Penilaian/Evaluasi Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan.

universitas dan lain-lain. Lingkup praktek keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan. Peran lanjut perawat tersebut independen dan kolaburasi dengan tenaga kesehatan profesional. penelitian dan administrasi. tempat kerja. Perawat kesehatan sekolah Keperawatan sekolah adalah: keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikutsertakan keluarga maupun masyarakat sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan. tempak konstruksi. Perawat gerontologi dalam prakteknya menggunakan managemen kasus. pendidikan. kelompok dan masyarakat di tatanan industri. Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk mewujudkan dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk hidup sehat. peneliti dan kolaburasi dengan komunitas. meningkatkan dan mempertahankan kesehatan. administrasi management quality asurance. pabrik. Peran perawat keluarga adalah melaksanakan asuhan keperawatan keluarga. case managemen dan konsultasi. Praktek ini mencakup pengambilan keputusan independen dan interdependen dan secara langsung bertanggung gugat terhadap keputusan klinis. memberikan pelayanan kesehatan primer konseling. Perawat kesehatan kerja Perawatan kesehatan kerja adalah penerapan prinsip-prinsip keperawatan dalam memelihara kelestarian kesehatan tenaga kerja dalam segala bidang pekerjaan (American Asociation of Occupational Health Nursing) Perawat kesehatan kerja mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unik individu. malaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian lanjuy usia. Fokus utama perawat kesehatan sekolah adalah siswa dan lingkunganya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader. kepemimpinan. mengembangkan dan melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan. menciptakan lingkungan dan suasana sekolah yang sehat.Perawat keluarga Keperawatan kesehatan keluarga adalah tingkat keperawatan tingkat kesehatan masyarakat yang dipusatkan pada keluarga sebagai satu kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuan pelayanan dan perawatan sebagai upaya (Bailon dan Maglaya. kelompok dan masyarakat sekolah. BB. berpartisipasi dan menggunakan hasil riset. pengamatan. konsultasi . Lingkup praktek keperawatan kesehatan kerja mencakup pengkajian riwayat kesehatan. Perawat gerontologi mengaplikasikan dan ahli dalam memberikan pelayanan kesehatan utama pada lanjut usia dank keluarganya dalam berbagai tatanan pelayanan. promosi kesehatan. pendidikan. 1986) Perawatan kesehatan sekolah mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unit individu. Perawat gerontologi Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi di berbagai tatanan dan membantu orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal. Perawat keluarga adalah : Perawat teregistrasi dan telah lulus dalam bidang keperawatan yang dipersiapkan untuk praktek memberikan pelayanan individu dan keluarga disepanjang rentang sehat sakit. 1978). mencegah dan meminimalkan kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat. .

Petunjuk Pengelolaan Perawatan Kesehatan Masyarakat.html Sugeng Riyadi. Jakarta. yaitu: mengenal masalah kesehatan. 1993. mengambil keputusan tindakan kesehatan.Kep.” http://www. Pedoman Kerja Perkesmas Jilid I Departemen Kesehatan RI. Depkes RI. sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. S.194/data/data-lenovo/data . 1992.160. Tata Laksana Perawatan Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Republik Indonesia.depkes. Jakarta. “Visi Pembangunan Kesehatan: Indonesia Sehat 2010.76.Tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga dan masyarakat yang terkait dengan lima tugas kesehatan. merawat anggota keluarga.id/indonesiasehat.go. 1985. Jakarta. menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.125. Ns “KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT” http://www.

4. serta evaluasi. identifikasi diagnotis keperawatan. yang mengacu pada teori dan konsep keperawatan. pengambilan keputusan ini harus dilandaskan pengetahuan dan penerapan ilmu pengetahuan serta prinsip-prinsip Biologis. Proses keperawatan dilakukan secara sistematis dan ilmiah sesuai dengan kondisi klien. suatu metode yang terorganisir dan sistematis dalam pemberian asuhan keprawatan kepada klien. perencanaan.com/writing-and-speaking/2171833-pengertianproses-keperawatan/#ixzz1sYkGbkhe . Proses keperawatan adalah. dan evaluasi. Sementara menurut Carol V.psikologis. langkah atau tahapan pada proses perawatan meliputi pengakjian. Proses Keperwatan Pengertian Keperawatan Pengertian Penerapan Proses Keperawatan menurut Yura dan Wals (1983) suatu metodre yang sistematis dan ilmiah yang digunakan perawat dalam mencapai atau mempertahankan bio-psiko-sosio-spiritual yang optimal melalui tahap pengkajian. Proses keprawatan mendokumentasikan kontribusi perawat dalam menggurangi atau mengatasi masalah kesehatan klien. penentuan rencana keperawatan. sosial dan spiritual - 2. Dokumentasi dan Berfikir kritis dalam Proses Keperawatan. baik dalam keadaan sehat maupun sakit. 1.shvoong. diagnosis keperawatan. implemetasi tindakan keperawatan. Berdasarkan Definisi tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan terkait dengan proses keperawatan antara lain. maupun masyarakat-karena adanya ganguan kesehatan aktual maupun potensial 3. keluarga. Proses keperawatan merupakan bagian integral dari praktik keperawatan yang membutuhkan pertimbangan yang matang dalam pengambilan keputusan. karena merupakan suatu upaya untuk melaksakan hal tertentu yang umumnya mencakup beberapa langkah guna mencapai satu hasil. Sumber: http://id. 1. yang berfokus pada respon manusia-baik sebagai individu.A (1991) proses keperawatan adalah suatu metode yang sistematis untuk mengakaji respon manusia terhadap masalah kesehatan dan membuat rencana keperawatan yang bertujuan mengatasi masalah tesebut. Proses keperawatan dikatakan sebagai proses atau metode ilmiah.Konsep proses. implementasi tindakan keperawatan.

Interdependen : Bahwa proses keperawatan. 3. pengalaman. merumuskan kesimpulan. sistematis. mental .Untuk memperoleh suatu metoda dalam memberikan asuhan keperawatan yang dapat digunakan dalam segala situasi sepanjang siklus kehidupan. 4.Sebagai standar untuk praktek keperawatan. saling ketergantungan antara tahap-tahap dalam proses kep. 2. Proses keperawatan sebagai sistem Sifat proses keperawatan Sifat Proses Keperawatan 1. ** BERFIKIR KRITIS Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. 4. dan mengacu langsung kepada sasaran-merupakan bentuk berpikir yang perlu dikembangkan dalam rangka memecahkan masalah. Bila dalam evaluasi belum mencapai tujuan askep yang diharapkan. 4. 5. Dinamis : bahwa proses keperawatan dapat dirubah sesuai dengan situasi. 3. artinya bahwa tahap pertama selalu mendahului tahap kedua. Tujuan proses keperawatan Tujuan Tujuan dari penerapan proses keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan adalah: 1. emosi dapat berubah sesuai situasi dan kondisi. kondisi serta kebutuhan pasien sebagai manusia yang unik. 2.Untuk memperoleh suatu metoda yang baku. Proses tersebut dilalui setelah menentukan tujuan.Untuk mempraktekkan suatu metoda pemecahan masalah dalam praktek keperawatan. serta ilmiah dalam memberikan asuhan keperawatan.2. 2007) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah memberdayakan keterampilan atau strategi kognitif dalam menentukan tujuan. Siklus : Proses kep berjalan siklus.Untuk memperoleh hasil asuhan keperawatan yang bermutu. dan membuat . mempertimbangkan. mempunyai sifat yang luwes. akal sehat atau komunikasi. Fleksibel : Bahwa proses kep. rasional. tidak kaku karena tingkah laku. Menurut Halpen (dalam Achmad. maka kembali pada tahap pertama dan seterusnya. 3. demikian juga selanjutnya. Informasi tersebut didapat dari hasil pengamatan. mengumpulkan berbagai kemungkinan.

Komponen model berfikir kritis 1.shvoong. 3. Berpikir kritis harus melalui beberapa tahapan untuk sampai kepada sebuah kesimpulan atau penilaian. atau meragukan kebenaran pernyataan yang bersangkutan”. 2. Feeling Model Model ini menekankan pada rasa. Berpikir kritis ini digunakan untuk mencari prinsip-prinsip pengertian dan peran sebagai pedoman yang tepat untuk merespon ekspresi. Examine Model Model ini digunakan untuk merefleksi ide. Sumber: http://id. kesan.keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat Berpikir kritis juga merupakan kegiatan mengevaluasi-mempertimbangkan kesimpulan yang akan diambil manakala menentukan beberapa faktor pendukung untuk membuat keputusan. Dari dua pendapat tersebut. Umumnya evaluasi berakhir dengan putusan untuk menerima. menjelaskan.com/social-sciences/education/2241992-pengertianberfikir-kritis/#ixzz1sZ4EJ6Gc 2. dan visi. kepekaan dalam melakukan aktifitas keperawatan. pengertian. dan data atau fakta yang ditemukan. petunjuk. R. menyangkal. menguji. dugaan. dan menentukan sesuatu yang berkaitan dengan ide. analisis. . konfirmasi. Matindas (dalam Sarwono. dan ide tentang permasalahan perawatan kesehatan klien. Perawat menguji ide dengan bantuan kriteria yang relevan. Vision Model Model ini digunakan untuk membangkitkan pola pikir. 2009) menyatakan bahwa: “Berpikir kritis adalah aktivitas mental yang dilakukan untukmengevaluasi kebenaran sebuah pernyataan. Model ini digunakan untuk mencari peran yang tepat untuk analisis. kolaborasi. Berpikir kritis juga biasa disebut directed thinking. mencari. perawat merasakan gejala. mengorganisasi dan menerjemahkan perasaan untuk merumuskan hipotesis. sebab berpikir langsung kepada fokus yang akan dituju. Pemikir kritis mencoba mengedepankan perasaan dalam melakukan pengamatan. melihat. Misalnya terhadap aktifitas dalam pemeriksaan tanda vital. dan perhatian. dan perhatian kepada pernyataan serta pikiran klien. tampak adanya persamaan dalam hal sistematika berpikir yang ternyata berproses.

perumusan masalah. kualitas keunikan yang ada. membedakan antara baik dan buruknya argumen serta mencari kebenaran fakta dan nilai dari hasil yang diyakini benar serta tindakan yang dilakukan. Berfikir mandiri Berfikir Mandiri adalah inti dari riset . Dasar pengetahuan ini beragam sesuai dengan profesi yang dijalani dan pendidikan tambahan yang harus dicari maupun ditempuh. Mengambil Resiko . seorang professional harus mengetahui bahwa pendekatan teori mempunyai landasan kerja yang penting untuk praktik tetapi harus dibuat modifikasi untuk merangkul lingkungan kerja.Ada empat bentuk alasan berpikir kritis yaitu : deduktif. Untuk menjelaskan lebih mendalam tentang defenisi tersebut. kuatnya bukti-bukti.untuk dapat berfikir mandiri seseorang profesional akan berfikir dan mencari rasional serta jawaban yang logis. Kompetensi Khusus dalam situasi kerja c. aktivitas informal. Tanggung gugat Tanggung gugat adalah kesiapan seorang profesional mengalami tanggung gugat untuk apapun penilaian yang dibuatnya atas nama pekerjaan terhadap segala sesuatu tindakanya atau keputusannya. alasan berpikir kritis adalah untuk menganalisis penggunaan bahasa. 6. 2. Kompetensi dalam pemikiran kritis adalah proses kognitif yang digunakan profesional untuk membuat penilaian tentang profesionalisme itu sendiri. Kompetensi khusus dalam keprofesionalan 3. induktif. aktivitas tiap hari. 4. Pengalaman Pengalaman memberikan suatu sarana untuk menguji pengetahuan keprofesionalan . Dasar Pengetahuan khusus Komponen pertama berfikir kritis adalah dasar pengetahuan khusus seorang profesional. 5. Kompetensi berfikir kritis dibagi menjadi 3 a. Kompetensi Umum b. 3. penjelasan dan ketegasan asumsi. dasar pengetahuan khusus 1. Sikap Sikap adalah adalah nilai yang diyakini terbentuk dalam bentuk pemikiran yang termanifestasi dalam sebuah tindakan. menilai kesimpulan. dan praktek.

2005). Perlu dibutuhkan keyakinan dan niat serta kemauan untuk mengambil resiko apa yang salah dan dan untuk kemudian melakukan tindakan didasarkan pada keyakinan yang didukung fakta dan bukti yang kuat. 7. pengetahuan. 8. Kerendahan Hati Penting untuk mengakui keterbatasan diri. Ketekunan Profesional yang berfikir kritis bertekad menemukan solusi yang efektif untuk mengatasi konflik terkait dengan profesionalisme . Supaya bisa berfikir secara kritis melibatkan suatu rangkaian yang terintegrasi tentang kemampuan dan sikap berfikir. ( Paul. dan ketrampilan diri untuk menjawab .menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman. 10. Komponen standar dalam berfikir kritis mencakup standar intelektual dan profesional. Kreatif Kreatifitas mencakup berfikir original. 9.Seorang profesional harus rela ide-idenya ditelaah dan harus dapat menerima pemikiran baru dan maju. 2008 Sumber: http://id. mencari sumber informasi yang lain. Profesional belajar sebanyak mungkin mengenali masalah yang mungkin timbul dari profesinya . berfikir secara aktif dengan menggunakan intelegensia. 1993). Seorang profesional harus memikirkan kembali untuk mencari pengetahuan baru.com/humanities/philosophy/1803525-bagaimanaberfikir-kritis/#ixzz1sZ5ye6IN Standart Intelektual Berfikir kritis adalah suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi untuk membuat sebuah penilaian atau keputusan berdasarkan kemampuan. hal ini berarti menemukan solusi di luar apa yang dilakukan secara tradisonal. Integritas Integritas pribadi membangun ras percaya diri . pemikir kritis mengetahui ersiko yang timbul dari sebuah keputusan maupun situasi jika profesional tidak mampu mengenali ketidakmampuannya untuk mengatasi masalah yang muncul maka bias dipastikan strateginya akan mengalami kegagalan. Diterbitkan di: 15 April. ( Pery & Potter. seorang profesional yang mempunyai integritas dengan cepat akan berkeinginan mengakui dan mengevaluasi segala ketidak konsistenan dalam ide dan keyakinanya.shvoong.

berfikir untuk diri sendiri dan secara cermat menelaah berbagai ide dan mencapai kesimpulan yang berguna. Dasar pengetahuan ini beragam sesuai dengan profesi yang dijalani dan pendidikan tambahan yang harus dicari maupun ditempuh. dengan tersedianya pengetahuan baru. dengan cermat menggali situasi dengan cara mengajukan pertanyaan dan menjawab dengan relevan.pertanyaan. ide-ide dan menbuat simpulan yang valid. Seorang yang berfikir dengan cara kreatif akan melihat setiap masalah dengan sudut yang selalu berbeda meskipun obyeknya sama. seorang profesional harus selalu melakukan sesuatu dan mencari apa yang paling efektif dan ilmiah dan memberikan hasil yang lebih baik untuk kesejahteraan diri maupun orang lain. mendiskusikan ide kedalam suatu cara yang terorganisasi untuk pertukaran dan menggali ide dengan orang lain. Kompetensi khusus dalam keprofesionalan 3. Sikap Sikap adalah adalah nilai yang diyakini terbentuk dalam bentuk pemikiran yang termanifestasi dalam sebuah tindakan. sehingga dapat dikatakan. kualitas keunikan yang ada. seorang professional harus mengetahui bahwa pendekatan teori mempunyai landasan kerja yang penting untuk praktik tetapi harus dibuat modifikasi untuk merangkul lingkungan kerja. Kompetensi Umum b. Dasar Pengetahuan khusus Komponen pertama berfikir kritis adalah dasar pengetahuan khusus seorang profesional. profesional tidak boleh membiarkan berfikir menjadi sesuatu yang rutin atau standar. Pengalaman Pengalaman memberikan suatu sarana untuk menguji pengetahuan keprofesionalan . Kompetensi Khusus dalam situasi kerja c. Semua proses tersebut tidak terlepas dari sebuah proses berfikir dan belajar Komponen Berfikir Kritis 1. Proses berfikir ini dilakukan sepanjang waktu sejalan dengan keterlibatan kita dalam pengalaman baru dan menerapkan pengetahuan yang kita miliki kita menjadi lebih mampu untuk membetuk asumsi. 4. 2. Kompetensi dalam pemikiran kritis adalah proses kognitif yang digunakan profesional untuk membuat penilaian tentang profesionalisme itu sendiri. Sebagai seorang profesional berfikir kreatif harus selalu melihat kedepan. Tanggung gugat . Kompetensi berfikir kritis dibagi menjadi 3 a.

mencari sumber informasi yang lain. Berfikir mandiri Berfikir Mandiri adalah inti dari riset . Ketekunan Profesional yang berfikir kritis bertekad menemukan solusi yang efektif untuk mengatasi konflik terkait dengan profesionalisme .shvoong. 6. ( Paul. 10. 9.Tanggung gugat adalah kesiapan seorang profesional mengalami tanggung gugat untuk apapun penilaian yang dibuatnya atas nama pekerjaan terhadap segala sesuatu tindakanya atau keputusannya.com/humanities/philosophy/1803525-bagaimanaberfikir-kritis/#ixzz1spkHImxh Hubungan Proses Keperawatan Menjadi Model Untuk Berfikir kritis . Perlu dibutuhkan keyakinan dan niat serta kemauan untuk mengambil resiko apa yang salah dan dan untuk kemudian melakukan tindakan didasarkan pada keyakinan yang didukung fakta dan bukti yang kuat. Integritas Integritas pribadi membangun ras percaya diri . seorang profesional yang mempunyai integritas dengan cepat akan berkeinginan mengakui dan mengevaluasi segala ketidak konsistenan dalam ide dan keyakinanya. Mengambil Resiko Seorang profesional harus rela ide-idenya ditelaah dan harus dapat menerima pemikiran baru dan maju. 1993). Sumber: http://id. 5. Seorang profesional harus memikirkan kembali untuk mencari pengetahuan baru. Profesional belajar sebanyak mungkin mengenali masalah yang mungkin timbul dari profesinya . Kerendahan Hati Penting untuk mengakui keterbatasan diri. hal ini berarti menemukan solusi di luar apa yang dilakukan secara tradisonal. Kreatif Kreatifitas mencakup berfikir original. 8.untuk dapat berfikir mandiri seseorang profesional akan berfikir dan mencari rasional serta jawaban yang logis. Komponen standar dalam berfikir kritis mencakup standar intelektual dan profesional. 7. pemikir kritis mengetahui ersiko yang timbul dari sebuah keputusan maupun situasi jika profesional tidak mampu mengenali ketidakmampuannya untuk mengatasi masalah yang muncul maka bias dipastikan strateginya akan mengalami kegagalan.

1959 sebagai konsultan di Departemen kesehatan pada bagian pendidikan kesejahteraan dan berpartisipasi pada proyek pelatihan keperawatan 2. pendidik. 8. Tahun 1976 mendapat gelar Doktor Honoris Causa 6. Orem pendidikan sekolah perawatan di rumah sakit Providence di Washington DC. administrasi keperawatan dan sebagai konsultan (1970). Dari teori ini oleh Orem dijabarkan ke dalam tiga teori yaitu : . Tahun 1985 mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang tiga teori. perawat tugas pribadi. yaitu . yang menghasilkan kerja sama tentang perawatan dan disiplin keperawatan 5. Tahun 1958. 1980). Lulus Master tahun 1939 pendidikan keperawatan. 1. Theory self care. Tahun 1980 mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang edisi pertama diperluas pada keluarga. kelompok dan masyarakat. 9. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem's adalah : "Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. baik sehat maupun sakit " (Orem's. Tahun 1980 mendapat gelar penghargaan dari alumni Universitas Katolik Amerika tentang teori keperawatan 7. Selanjutnya Orem mengembangkan konsep keperawatan tentang perawatan diri sendiri dan dipulikasikan dalam keperawatan (Concept of Pratice tahun 1971). Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhankebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebtuhan itu sendiri. Tahun 1945 bekerja di Universitas Katolik di Amerika selama perjalanan kariernya ia telah bekerja sebagai staf perawat. theory self care deficit. Lulus Sarjana Muda tahun 1930. Tahun 1968 membentuk kelompok konferensi perkembangan keperawatan. theory system keperawatan. Tahun 1959 konsep perawatan Orem dipublikasikan pertama kali 3. Teori Sistem Keperawatan Orem Teori ini mengacu kepada bagaimana individu memenuhi kebutuhan dan menolong keperawatannya sendiri. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai dengan keadaan.Dorothea E. kecuali bila tidak mampu. Tahun 1965 bergabung dengan Universitas Katolik di Amerika membentuk model teori keperawatan komunitas 4. maka timbullah teori dari Orem tentang Self Care Deficit of Nursing.

yang menggambarkan kapan keperawatan di perlukan. Pemeliharaan intake udara 2. Penekanan teori self care secara umum : 1. 3. Terjadi hubungan antar pembeli self care dengan penerima self care dalam hubungan terapi. Orem mengidentifikasikan klasifikasi Nursing System : . Nursing system ditentukan / direncanakan berdasarkan kebutuhan "Self Care" dan kemampuan pasien untuk menjalani aktifitas "Self Care". Pencegahan resiko-resiko untuk hidup. Bila dewasa (pada kasus ketergantungan. Pemeliharaan intake makanan 4. oleh karena perencanaan keperawatan pada saat perawatan yang dibutuhkan. kemungkinan terjadi penurunan kemampuan dan peningkatan kebutuhan. Kemampuan sebanding dengan kebutuhan tetapi diprediksi untuk masa yang akan datang. Anak belum dewasa 2. Peningkatan fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam kelompok sosial sesuai dengan potensinya. persyaratan pengembangan dan persyaratan kesehatan. pasien atau keduanya. Nursing system Teori yang membahas bagaimana kebutuhan "Self Care" pasien dapat dipenuhi oleh perawat. Kebutuhan melebihi kemampuan perawatan 3. Orem mengemukakan tiga kategori / persyaratan self care yaitu : persyaratan universal. Self Care Deficit Teori ini merupakan inti dari teori perawatan general Orem. Pemeliharaan intake air 3. Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi sosial 7. keadaan kesehatan dan kesempurnaan. Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat 6. 2. orang tua. Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan eksresi 5. Perawatan diri sendiri merupakan aktifitas yang praktis dari seseorang dalam memelihara kesehatannya serta mempertahankan kehidupannya. pengasuh) tidak mampu atau keterbatasan dalam melakukan self care yang efektif Teori self care deficit diterapkan bila : 1.1. fungsi usia dan kesehatan manusia 8. Self Care Teori self care ini berisi upaya tuntutan pelayanan diri yang The nepeutic sesuai dengan kebutuhan Perawatan diri sendiri adalah suatu langkah awal yang dilakukan oleh seorang perawat yang berlangsung secara continue sesuai dengan keadaan dan keberadaannya .

Universal requisite yang dimaksudkan adalah : 1. Mengarahkan klien 4.Educative system Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari. dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan. Tiga kategori self care Model Orem's menyebutkan ada beberapa kebutuhan self care yang disebutkan sebagai keperluan self care (self care requisite). 3. The Partly compensantory system Bantuan sebagian. Keperawatan : pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. 2. Mengajarkan klien 3. yaitu : 1. 4. Keyakinan dan nilai .1. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan berespon terhadap rangsangan. Sehat : kemampuan individu atau kelompoki memenuhi tuntutatn self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas structural fungsi dan perkembangan. fungsi dan perkembangan. Mensupport klien Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. keperluan self care universal dan ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusiaan dan proses kehidupan. 2.nilai Kenyakianan Orem's tentang empat konsep utama keperawatan adalah : 1. agar mampu melakukan perawatan mandiri. Universal self care requisite . biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan self care yang mencakup integritas struktural. The supportive . Pemeliaharaan kecukupan intake udara . 4. Klien : individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus memperthankan self care untuk hidup dan sehat. Metode bantuan : Perawat membantu klien dengan menggunakan system dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : 1. pemulihan dari sakit atau trauma atu koping dan efeknya. The Wholly compensatory system Bantuan secara keseluruhan. Lingkungan : tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk didalamnya tetapi tidak spesifik. 3. Acting atau melakukan sesuatu untuk klien 2.

ini berarti menghilangkan self care deficit. Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem"s secara umum adalah : 1. Menurunkan tuntutan self care pada tingkat dimana klien dapat memenuhinya. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten.2. Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses. Aspek interpersonal : hubungan didalam kelurga 2. 3. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. 3. 2. Pemeliharaan kecukupan intake cairan 3. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara terapeutik 2. 2. Tujuan keperawatan pada model Orem's yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : 1. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan dependen jika self care tidak memungkinkan. Pemeliaharaan keseimabnagn antara aktifitas dan istirahat 5. . fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia 6. Health deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan. Pemeliaharaan kecukupan makanan 4. oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan. Aspek sosial : hubungan keluarga dengan masyarakat disekitarnya. Developmental self care requisite : terjadi berhubungn dengan tingkat perkembangn individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. 7. Mencegah ancaman kehidupan manusia. Jika ketiganya ditas tidak tercapai perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien. Menolong klien bergerak kearah tidakan-tidakan asuhan mandiri 3. Dengan demikian maka fokus Asuhan Keperawatan pada model orem's yang diterapkan pada praktek keperawtan keluaga/komunitas adalah : 1. keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal.proses eliminasi. Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan ke dalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang.kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care.

Pada saat asuhan keperawatan meluas ke dalam berbagai lingkungan perawatan kesehatan. 1994). Hal ini berarti bahwa perawat harus mampu menelaah informasi dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat penilaian kritis. makin banyak aspek berpikir kritis diperlukan dalam pertimbangan dan penilaian diagnostic (Gordon. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar. Penilaian mandiri tentang kapan pertanyaan atau pengukuran diperlukan adalah dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman klinik perawat (Gordon.com/2012/02/konsepkeperawatandorotheaeorem. pengorganisasian pengamatan. Penting artinya bagi perawat untuk belajar berpikir secara kritis tentang apa yang harus dikaji. Aspek prosedural : melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi 4. Carnevali & Thomas. Berpikir Kritis dan Proses Diagnostik Keperawatan Berpikir kritis adalah pemeriksaan data. perawat harus mampu memecahkan masalah secara akurat. b. dan penelitian atas pengalaman masa lalu (Bandman & Bandman. Aspek tehnis : mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan di rumah.html#i xzz1sptc8RXj Tingkat Berfikir Kritis ditinjau dari Proses Keperawatan (Pengkajian. Proses diagnostik ini memadukan ketrampilan berpikir kritis dalam langkah-langkah pembuatan keputusan yang digunakan perawat untuk mengembangkan pernyataan diagnostik (Carnevali. dan cepat. Perencanaan.kapukonline. . 1994). Diagnosa.3. Pendekatan Berpikir Kritis Untuk Pengkajian Dalam lingkungan perawatan kesehatan yang kompleks sekarang ini. pengumpulan informasi dari literatur. Penggunaannya dalam perumusan diagnosa keperawatan adalah penting. menyeluruh. Tindakan. Evaluasi) Berpikir Kritis dalam Asuhan Keperawatan a. 1995). Read more: http://www. 1984.

Jika tujuan telah terpenuhi dengan baik. . Gordon. Keterampilan Berpikir Kritis dan Pengimplementasian Intervensi Keperawatan Perawat membuat dua jenis keputusan yang besar dalam proses keperawatan. dan intervensi ditegakkan. Perawat secara kritis mengevaluasi data pengkajian. Perawat dengan cermat memantau dan deteksi dini terhadap masalah adalah pertahankan garis depan klien (Benner. 1987. 1994). Proses ini mencakup analisis dan interpretasi data pengkajian. 1995. Revisi Rencana Perawatan dan Berpikir Kritis Sejalan dengan telah dievaluasinya tujuan. 1984). 1994.1993). 1989). Perawat kemudian menggunakan pendekatan metodis. sistematis. dan pengalaman untuk memilih tindakan yang akan secara berhasil memenuhi tujuan dan hasil yang diperkirakan yang telah ditetapkan (Gordon. hasil yang diharapkan sesuai. identifikasi masalah. dan merumuskan diagnosa keperawatan. prioritas. 1994). 1990). Berpikir Kritis dan Merancang Intervensi Keperawatan Memilih intervensi keperawatan yang sesuai adalah proses pembuatan keputusan (Bulechek & McCloskey. pengetahuan. Gordon et al. bagian dari rencana asuhan tersebut dihentikan. yang didasarkan pada riset untuk merencanakan dan memilih intervensi yang sesuai (Bulechek & McCloskey. Proses diagnostik menentukan kekuatan dan masalah klien saat pembuatan konklusi pengkajian dan sepanjang fase diagnostic (Bandman & Bandman. penyesuaian terhadap rencana asuhan dibuat sesuai dengan keperluan. 1994. e. Tujuan yang tidak terpenuhi dan tujuan yang sebagian terpenuhi mengharuskan perawat untuk mengaktifkan kembali urutan dari proses keperawatan. Mc Farland dan Mc Farlane. Perawat juga menetapkan kembali prioritas. c. Setelah perawat mengkaji klien kembali. Hal ini merupakan langkah penting dalam berpikir kritis mengetahui bagaimana klien mengalami kemajuan dan bagaimana masalah dapat teratasi atau memburuk. diagnosa keperawatan dapat dimodifikasi atau ditambahkan dengan tujuan. Peserta didik harus cermat memilih intervensi yang dirancang untuk mencapai hasil yang diharapkan dan mengetahui perbedaan antara intervensi perawat dan intervensi dokter. d.

idea tau pandangan serta mencari data baru dari informasi yang berhasil dikumpulkan. 3) maupun dalam sikap menerima adanya ide-ide baru orang lain. atau justifikasi terhadap suatu Justification solusi atau kesimpulan yang diambilnya. baik dalam membawa ide-ide atau informasi baru Menggunakan pengalamannya sendiri atau bahan-bahan yang diterimanya dari perkuliahan (refrence). 7) Member bukti-bukti. 6) Linking ideas Senantiasa menghubungkan fakta. 9) Practical utility . contoh.Aspek-Aspek Berpikir Kritis Kegiatan berpikir kritis dapat dilakukan dengan melihat penampilan dari beberapa perilaku selama proses berpikir kritis itu berlangsung. 5) Ambiguity clarified Mencari penjelasan atau informasi lebih lanjut jika dirasakan ada ketidak jelasan. 4) Outside Material Novelty Importance Kebaruan dari isi pikiran. Termasuk di dalalmnya senantiasa member penjelasan mengenai keuntungan (kelebihan) dan kerugian (kekurangan) dari suatu situasi atau solusi 8) Critical assessment Melakukan evaluasi terhadap setiap kontribusi/ masukan yang dating dari dalam dirinya maupun dari orang lain. Berpikir kritis seseorang dapat dilihat dari beberapa aspek : 1) Relevance Relevansi (keterkaitan) dari pernyataan yang dikemukakan. 2) Penting tidaknya isu atau pokok-pokok pikiran yang dikemukakan.

Secara garis besar. Berpusat pada pertanyaan (focus on question) Analisa argument (analysis arguments) Bertanya dan menjawab pertanyaan untuk klarifikasi (ask and answer questions of clarification and/or challenge) d. b. perilaku berpikir kritis diatas dapat dibedakan dalam beberapa kegiatan: a.Ide-ide baru yang dikemukakan selalu dilihat pula dari sudut keperaktisan/ kegunaanya dalam penerapan 10) Width of understanding Diskusi yang dilaksanakan senantiasa bersifat muluaskan isi atau materi diskusi. c. Evaluasi kebenaran dari sumber informasi (evaluating the credibility sources of information) Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful