P. 1
Pengertian Kritik Sastra

Pengertian Kritik Sastra

|Views: 286|Likes:
Published by Harahap Tamamruji
Istilah ”kritik” (sastra) berasal dari bahasa Yunani yaitu krites yang berarti ”hakim”. Krites sendiri berasal dari krinein ”menghakimi”; kriterion yang berarti ”dasar penghakiman” dan kritikos berarti ”hakim kasustraan”. Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra sebagai karya seni.
Menurut Graham Hough (1966: 3) bahwa kritik sastra itu bukan hanya terbatas pada penyuntingan dan penetapan teks, interpretasi , dan pertimbangan nilai, melainkan kritik sastra meliputi masalah yang lebih luas tentang apakah kesusastraan itu, untuk apa, dan bagaimana hubungannya dengan masalah-masalah kemanusiaan yang lain.
Abrams dalam Pengkajian sastra (2005: 57) mendeskripsikan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian karya sastra.
Istilah ”kritik” (sastra) berasal dari bahasa Yunani yaitu krites yang berarti ”hakim”. Krites sendiri berasal dari krinein ”menghakimi”; kriterion yang berarti ”dasar penghakiman” dan kritikos berarti ”hakim kasustraan”. Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra sebagai karya seni.
Menurut Graham Hough (1966: 3) bahwa kritik sastra itu bukan hanya terbatas pada penyuntingan dan penetapan teks, interpretasi , dan pertimbangan nilai, melainkan kritik sastra meliputi masalah yang lebih luas tentang apakah kesusastraan itu, untuk apa, dan bagaimana hubungannya dengan masalah-masalah kemanusiaan yang lain.
Abrams dalam Pengkajian sastra (2005: 57) mendeskripsikan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian karya sastra.

More info:

Published by: Harahap Tamamruji on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2015

pdf

text

original

Kritik Sastra

A. PENGERTIAN KRITIK SASTRA Istilah ”kritik” (sastra) berasal dari bahasa Yunani yaitu krites yang berarti ”hakim”. Krites sendiri berasal dari krinein ”menghakimi”; kriterion yang berarti ”dasar penghakiman” dan kritikos berarti ”hakim kasustraan”. Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra sebagai karya seni. Menurut Graham Hough (1966: 3) bahwa kritik sastra itu bukan hanya terbatas pada penyuntingan dan penetapan teks, interpretasi , dan pertimbangan nilai, melainkan kritik sastra meliputi masalah yang lebih luas tentang apakah kesusastraan itu, untuk apa, dan bagaimana hubungannya dengan masalah-masalah kemanusiaan yang lain. Abrams dalam Pengkajian sastra (2005: 57) mendeskripsikan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian karya sastra. Menurut Rene Wellek dan Austin Warren, Studi sastra (ilmu sastra) mencakup tiga bidang, yakni: teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra. Ketiganya memiliki hubungan yang erat dan saling mengait. Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra. B. FUNGSI KRITIK SASTRA Menurut Pradopo fungsi utama kritik sastra dapat digolongkan menjadi tiga yaitu: 1. Untuk perkembangan ilmu sastra sendiri. Kritik sastra dapat membantu penyusunan teori sastra dan sejarah sastra. Hal ini tersirat dalam ungkapan Rene wellek “karya sastra itu tidak dapat dianalisis, digolong-golongkan, dan dinilai tanpa dukungan prinsip-prinsip kritik sastra.”. 2. Untuk perkembangan kesusastraan, maksudnya adalah kritik sastra membantu perkembangan kesusastraan suatu bangsa dengan menjelaskan karya sastra mengenai baik buruknya karya sastra dan menunjukkan daerah-daerah jangkauan persoalan karya sastra. 3. Sebagai penerangan masyarakat pada umumnya yang menginginkan penjelasan tentang karya sastra, kritik sastra menguraikan (mengsnalisis, menginterpretasi, dan menilai) karya sastra agar masyarakat umum dapat mengambil manfaat kritik sastra ini bagi pemahaman dan apresiasinya terhadap karya sastra (Pradopo, 2009: 93).

Menumbuhkan kecintaan pembaca kepada karya sastra. 2 a. Meningkatkan kemanpuan mengapresiasi karya sastra. C. Manfaat kritik sastra bagi perkembangan sastra: Mendorong laju perkembangan sastra baik kualitatif maupun kuantitatif. b. Manfaat kritik sastra bagi pembaca: Menjembatani kesenjangan antara pembacakepada karya sastra. c. d. objek atau tema-tema karangan. Fungsi kritik sastra untuk pengarang: Mengetahui kekurangan atau kelemahan karyanya. 2 a. Manfaat kritik sastra bagi penulis: Memperluas wawasan penulis baik yang berkaitan dengan soal bahasa. Membantu memahami karya sastra Menunjukkan parameter atau ukuran dalam menilai suatu karya sastra. b. maupun teknik bersastra. c. Meningkatkan kualitas karangan. Memperluas cakrawala atau permasalaha yang ada dalam karya sastra. c.Berdasarkan uraian di atas dapat digolongkan kembali fungsi kritik satra menjadi dua: 1. yakni kritik mimetik (mimetic criticism). Mengetahui masalah-msalah yang mungkin dijadikan tema karangannya. D. Menumbuhsuburkan motivasi untuk mengarang. d. MANFAAT KRITIK SASTRA Manfaat dari kritik sastra dapat diuraikan menjadi: 1 a. b. Mengetahui kelebihan karyanya. Menunjukkan nilai-nilai yang dapat dipetik dari sebuah karya sastra. 3 a. b. Fungsi kritik sastra untuk pembaca: a. Jenis-jenis pendekatan kritik sastra Berdasarkan pendekatannya terhadap karya sastra. c. b. Menurut Abrahams (1981: 36-37) membagi kritik sastra dalam empat tipe. kritik . Menunjukkan keindahan yang terdapat dalam karya sastra. Membuka mata hati dan pikirtan pembaca akan nilai-nilai yang terdapat dalam karya sastra.

Jakob Sumardjo 2) Kritik pragmatik Kritikus jenis ini memandang karya sastra terutama sebagai alat untuk mencapai tujuan (mendapatkan sesuatu yang daharapkan). STA pernah menulis kritik jenis ini yang dibukukan dengan judul Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan. estetis. Dengan kata lain. Pendekatan ini sering mencari fakta tentang watak khusus dan pengalamanpengalaman sastrawan yang sadar/tidak. kecocokan pengelihatan mata batin pengarang/keadaan pikirannya. Contoh lain misalnya: 1 2 Novel Indonesia Mutakhir: Sebuah Kritik. Di Indonesia. persepsi-persepsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra. Sastra merupakan pencerminan/penggambaran dunia kehidupan. atau politis. kritik ini cenderung menilai karya sastra atas keberhasilannya mencapai tujuan.pragmatik (pragmatic criticism). Jakob Sumardjo Novel Indonesia Populer. contoh kritik sastra jenis ini antara lain: . Ada yang berpendapat. Kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran. 1) Kritik mimetik Menurut Abrams. bahwa kritik jenis ini lebih bergantung pada pembacanya (reseptif). Sementara tujuan karya sastra pada umumnya: edukatif. Kritikus cenderung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan. telah membuka dirinya dalam karyanya. kritikus pada jenis ini memandang karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam. sastrawan romantik jaman BP/PB menggunakan orientasi ekspresif ini dalam teori-teori kritikannya. Kritik jenis ini berkembang pada Angkatan Balai Pustaka. kesejatian. Semakin jelas karya sastra menggambarkan realita semakin baguslah karya sastra itu. kritik ekspresif (ekspresive criticism) dan kritik objektif (objective criticism). 3) Kritik ekspresif Kritik ekspresif menitikberatkan pada pengarang. 45. kritik jenis ini banyak digunakan pada Angk. Kritik jenis ini jelas dipengaruhi oleh paham Aristoteles dan Plato yang menyatakan bahwa sastra adalah tiruan kenyataan. Umumnya. Di Indonesia. Sehingga kriteria yang digunakan kritikus sejauh mana karya sastra mampu menggambarkan objek yang sebenarnya.

Bentuk Lakon Dalam Sastra Indonesia. koherensi. tetapi juga mencakup kompleksitas. Pengarang-pengarang Wanita Indonesia. Kritik jenis ini mulai berkembang sejak tahun 20-an dan melahirkan teori-teori: 1 2 3 New Critics (Kritikus Baru di AS) Kritikus formalis di Eropa Para strukturalis Perancis Di Indonesia. Teeuw . Boen S. kesinambungan. pembaca. dan saling berhubungan antarunsur-unsur pembentuknya) Jadi. Tergantung Pada Kata. tokoh. dsb. integritas. bebas terhadap sekitarnya.1 2 3 4 5 Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan. Lake Cerita Pendek Indonesia: Sebuah Pembicaraan. 1. Subagio Sastro Wardoyo WS Rendra dan Imajinasinya. Oemaryati 2. bebas dari penyair. Perkembangan Puisi Indonesia dan Melayu Modern. Rahayu Prihatmi 4. Anton J. karya Arif Budiman Di Balik Sejumlah Nama. Pendekatan kritik sastra jenis ini menitikberatkan pada karya-karya itu sendiri. keseimbangan. Karya sastra merupakan sebuah keseluruhan yang mencakupi dirinya. PerkembanganNovel-Novel di Indonesia. Korrie Layun Rampan 4) Kritik objektif Kritikus jenis ini memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri. Dami N. Umar Yunus 6. Umar Yunus 5. Linus Suryadi Sosok Pribadi Dalam Sajak. unsur intrinsik (objektif)) tidak hanya terbatas pada alur. tersusun dari bagian-bagian yang saling berjalinan erat secara batiniah dan mengehndaki pertimbangan dan analitis dengan kriteria-kriteria intrinsik berdasarkan keberadaan (kompleksitas. Th. kritik jenis ini dikembangkan oleh kelompok aliran Rawamangun. dsb. tema. dan dunia sekitarnya. integritas. Toda 3. Novel Baru Iwan Simatupang. koherensi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->