P. 1
Akhlak Tercela Kepada Allah

Akhlak Tercela Kepada Allah

|Views: 152|Likes:
Published by OGy Risky

More info:

Published by: OGy Risky on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Akhlak Tercela Kepada Allah

Akhlak Tercela Kepada Allah: Tamak dan Takabur 1. TAMAK Kata tamak dari bahasa arab yang berarti loba, tamak, dan rakus. Secara istilah , tamak berarti terlampau besar nafsunya terhadap keduniaan, misalnya terhadap kekayaan harta benda. Orang yang terlampau besar nafsunya untuk memiliki harta mencurahkan pikiran dan tenaga agar harta kekayaannya semakin banyak, urusan sosial kemasyarakatan kurang mendapatkan perhatian. Sikap seperti ini sangat tercela dalam pandangan agama maupun sesama manuasia. Pada diri manusia terdapat potensi untuk berlaku tampak atau loba, kebanyakan manusia merasa kurang terhadap rejeki yang diperbolehkannya ketika mendapat redeki sedikit ingin banyak setelah banyak, ingin lebih banyak lagi dan seterusnya. Firma Allah SWT: Artinya: “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, seloba-loba manusia kepada kehidupan (didunia). Bahkan (lebih loba lagi) dari orang- orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daeipada siksa. Allah Maha Mengetahui apayang mereka kerjakan.” (QS. Al Baqarah : 96) Hal demikian disabdakan pula oleh Rasulullah SAW: Artinya: “Andaikata seseorang itu sudah memiliki 2 lembah dari emas, pastilah ia akan mencari yang ketiganya sebagai tambahan dari 2 lembah yang sudah ada itu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Sifat tamak (loba) ini jika diperturutkan akan membahayakan diri orang yang memiliki sifat tesebut, juga berbahaya untuk orang lain. Seseorang yang tamak hidupnya selalu diperbudak oleh harta, ia senantiasa berfikir bagaimana agar bagaimana hartanya terus bertambah. Untuk menambah hartanya itu, segala cara ia lakukan tanpa memperdulikan orang lain. Ia tidak perduli orang lain. Ia tidak perduli orang lain rugi atau celaka, asalkan mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Tamak ibarat penyakit yang berbahaya dalam tubuh manusia. Manusia berpotensi untuk terjangkit penyakit tamak itu. Oleh sebab itu, jika sudah terlanjur terserang penyakit tamak, segeralah diobati jika belum terkena penyakit itu hendaklahdipercayakan untuk mencegahnya. Ada beberapa hal yang dapat diupayakan untuk mengobati dan mencegah penyakit tamak, antara lain: a. Yakinkan diri kita, bahwa rejeki itu sudah ditentukan oleh Allah. Rejeki itu pasti datang pada diri walaupun kita bersifat tamak untuk meraihnya. b. Biasakanlah hidup sederhana, sedang-sedang saja, tidak berlebihan. Walaupun kita diberi rejeki yang banyak (kaya) c. Biasakanlah hidup qona’ah menerima apa adanya. Sifat qona’ah membuat hidup kita tenang dan bahagia. Kebahagiaan itu bukanlah semata-mata karena harta, tetapi rasa kepuasan karena menyukuri nikmat rezeki itu.

Thabrani dan lain-lain disebutkan: Artinya: “Barang siapa yang bertawadhu karena Allah. takabur (sombong) Kata takabur berasal dari bahasa Arab yang berarti sombong merasa dirinya benar. Sombong lahir yaitu perbuatan-perbuatan kesombongan yang dilakukan oleh anggota badan dan jelas terlihat. maka akan diangkat derajatnya oleh Allah. maka ia tetap berusaha untuk mendapatkan yang lebih banyak. takabur tidak disukai dalam pergaulan hidup. Rasulullah SAW dersabda sebagai berikut: Artinya: “Takabur (sombong) ialah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. 2. lalu dengan kekuasaannya dia bertingkah seenaknya. Oleh sebab itu. setiap muslimin dan muslimat wajib menjahuinya. sebagaimana sabdanya: Artinya: “Sombong adalah (sifat) orang yang mengingkari kebenaran dan menghina orang lain. menggunakan fasilitas yang ada untuk kebanggaan dirinya tanpa melihat disekelilingnya seolaholah dunia menjadi miliknya. sehingga tiadak merasa puas dengan harta yang sudah melimpah.” Orang yang sombong merasa bahwa dirinya sendiri yang paling besar sehingga tidak mau menerima kebenaran dari pihak lain. dan barangs iapa yang sombong maka akan dijatuhkan derajatnya oleh Allah. baik dalam pandangan Allah maupun sesama manusia. Bentuk-bentuk (ciri-ciri) tamak Orang yang tamak mempunyai ciri-ciri antara lain: a. . Menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan kekayaan. c. Mau menerima. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada 2 macam sifat yang merupakan himpunan dari sifat sombong. Orang yang seperti itu terjangkit penyakit tamak. yaitu sombong lahir (takabur) dan sombong batin (takabur batin).Contoh perilaku orang yang tamak Orang yang sudah diberi kekayaan harta dan merasa bangga denagn kekayaannya. Takabur adalah sikap yang amat tercela.Dalam pergaulan hidup sehari-hari kurang menghargai pihak lain. yaitu menolak kebenaran dan meghina orang lain. Sombong batin yaitu sifat kesombongan didala jiwa atau hati yang tidak terlihat. Enggan mengeluarkan harta yang dimilki untuk agama dan kemanusiaan. bahkan mereka merasa kurang dengan harta yang ada. Hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazzar. Abu Daud dan Hakim) Contoh perilaku yang takabur Orang yang baru naik pangkat. e. Enggan melakukan sesuatu yang memerlukan biaya. Giat melakukan sesuatu apabila diperkirakan akan memperoleh hasil.” Sombong ada 2 macam. Oleh sebab itu. tetapi enggan memberi sesuatu kepada pihak lain. Ia merasa malu untuk menerima saran atau kritikan dari oarang lain.” (HR. d. b.

Orang lain yang merasa tidak dihormati semakin jauh darinya. b. e. Memperbanyak lawan dan mengurangi teman. Mudah terpancing emosinya apabila pendapatnya tidak diikuti orang lain. . b. Lambat laut dapat menjadi siksaan batinnya karena tidak disukai orang lain. d. Adapun dampak negatif takabur bagi dirinya anatara lain: a. walaupun pendapatnya kurang tepat. Dampak negatif takabur Sifat takabur berdampak negatif bagi pelakunya sendiri. Berlagak sekan dirinya sendiri paling pandai dan benar. c. Menimbulkan rasa tidak senang kepada pihak lain karena diremehkan.Bentuk-bentuk takabur Sikap takabur dapat diketahui ciri-cirinya sebagai berikut: a. c. d. Dibenci Allah dan sesama manusia. Tidak mau menerima kebenaran yang datangnya dari oarang yang dipandang lebih rendah daripada dirinya. Tidak bersedia dikritik dan diberi saran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->