Budaya Politik

Budaya politik merupakan salah satu karakteristik suatu masyarakat yang mencerminkan perilaku politik masyarakat tersebut. Di era demokrasi ini, budaya politik partisipan sangat dibutuhkan dalam membangun tatanan masyarakat yang demokratis, yaitu masyarakat yang sadar dan melek politik, serta tahu akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. 1.1. Makna Budaya Politik Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. Sebenarnya istilah budaya politik tertentu melekat pada setiap masyarakat yang terdiri atas sejumlah individu yang hidup, baik dalam sistem politik tradisional maupun modern. Sebagaimana konsep kebudayaan terdapat pada setiap masyarakat, baik yang disebut tradisional maupun modern. Pengetahuan mengenai budaya politik ini dalam kenyataannya sering diberi arti sebagai peradaban politik yang disamakan dengan prestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini terlihat pula dari lingkup budaya politik itu, meliputi pula orientasi individu, yang diperoleh dari pengetahuannya yang luas maupun sempit : orientasinya yang dipengaruhi oleh perasaan keterlibatan, keterlekatan ataupun penolakan : orientasinya yang bersifat menilai terhadap objek dan peristiwa politik. Mengenai pengetahuan pengenalan tersebut, dinilai lebih bersifat sebagai peradaban dari pada sebagai kebudayaan. Oleh karena itu, budaya politik merupakan persepsi manusia, pola sikapnya terhadap berbagai masalah politik dan peristiwa politik terbawa pula ke dalam pembentukan struktur dan proses kegiatan politik masyarakat maupun pemerintah. Oleh karena itu, sistem politik itu sendiri adalah hubungan manusia yang menyangkut masalah kekuasaan, aturan, dan wewenang. Hakikat budaya politik adalah suatu masyarakat terdiri dari system kepercayaan yang bersifat empiris, symbol-simbol yan ekspesif, dan sejumlah nilai yang membatasi tindakan-tindakan politik. Kebudayaan politik selalu menyediakan arah dan orientasi bagi olitik. Sudah tentu kebudayaan politik merupakan salah satu aspek kehidupan politik secara eseluruhan. Jika orang ngin mendapatkan gambaran dan cir politik suatu bangsa secara utuh bulat, orang tersebut harus pula melakukan penelaahan terhadapterhadap sisinya yang lain. Atas dasar alasan yang telah dipertimbangkan secara matang maka hal ini memusatkan perhatian terhadap beberapa aspek kebudayaan, yaitu sebagai berikut. 1. Sistem politik adalah merupakan jaringan yang kompleks antara budaya politk dan aspek-aspek politik serta kebudayaan lain yang sifatnya formal. Oleh sebab itu, dengan mengabaikan hal tersebut, sangat sulit untuk mendapatkan gambaran tegas tentang system politik. 2. Budaya politik adalah merupakan salah satu sistem politik yang sifatnya sangat signifikan sekali. Lebih jauh lagi mari kita lihat hubungan antara budaya politik dan perilaku politik. Perilaku poltik adalah suatu telaahan mengenai tindakan manusia dalam situasi politik. Situasi politik sangat luas cakupannya, antara lain : pengertian respons emosional berupa dukungan maupun apati kepada pemerintah, respon terhadap perundang-undangan dan lain-lain. Jadi, dengan demikian perilaku para pemilih atau pemberi suara dalam pemilihan umum, misalnya, karena dapat menggambarkan sikap mereka terhadap pemerintah, merupakan salah satu telaahan tentang prilaku politik. Tindakan dan perilaku politik individu sangat ditentukan oleh pola orientasi umum yang tampak secara jelas sebagai pencerminan budaya politik. Sedikit atau banyak seorang individu terkait pada nilai kebudayaan tempat ia hidup. Dari pernyataan, pidato, tulisan, bahkan dari mitos dan legenda serta folklore dapat diungkapkan hakikat pola budaya politik. Pengenalan atas budaya politik secara cermat merupakan salah satu informasi yang terpercaya bagi pengenalan sistem politik. Segala tingkah laku dapat merupakan parameter atau petunjuk yang jelas dengan siapa atau dengan apa seseorang berasosiasi. Misalnya, perilaku sebagai pencerminan budaya politik, seperti diuraikan di atas, merupakan alat pembentuk konsep yang sangat berharga, yang dapat menghubungkan atau mempertemukan telaahan tentang individu dalam lngkungan politik dengan sistem politik sebagai kesatuan. Budaya unggul dalam alam politik Indonesia sepertinya menjadi pekerjaan rumah yang besar, rumit, dan menuntut banyak pengorbanan. Budaya unggul sebenarnya adalah mitos etika politik. Sejarah etika politik kita masih terjebak dalam lingkup ekonomi dan kekuasaan. Justru kedua lingkup ini menjadi penghalang bagi lahirnya sebuah budaya unggul. Jika politik diartikan sebatas ini maka yang muncul

ikatan primordial. bentangan waktu yang digunakan. b. budaya politik merupakan salah satu unsur atau bagian kebudayaan merupakan satu di antara sekian jenis lingkungan yang mengelilingi. Demokrasi dalam arti ini adalah meruangkan hadirnya orang lain untuk berandil. tetapi budaya konsumtif dan arogansi. kepercayaan. Budaya dan politik unggul tidak bisa tidak menuntut ketulusan dari kita semua dalam berperan serta. Kadangkadang bersifat sekular dalam arti relatif dapat membedakan faktor-faktor penyebab disintegrasi. 1. Budaya dan politik unggul itu dengan kemapanan sebuah demokrasi. Budaya politik yang demokratik ini menyangkut suatu kumpulan sistem keyakinan. baik dalam mencanangkan prakarsa kemerdekaan maupun prakarsa pembangunan masyarakat. a. sedang di lain pihak kaum elitnya sungguh-sungguh merupakan partisipan yang aktif. norma. Di satu segi massa lebih ketinggalan dalam menggunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar. yang menghadapi masalah perbedaan bahasa. dan keterampilan yang berkembang di seluruh bidang kehidupan masyarakat. yang relatif tidak lebih kecil dibandingkan India. pembangunan politik Indonesia dapat pula diukur berdasarkan keseimbangan atau harmoni yang dicapai antara lain oleh budaya politik dengan pelembagaan politik yang ada atau akan ada. Jelas di sini yang menjadi target budaya politik itu adalah subyek yang berbudaya dan yang punya kompetensi. seandainya kesempatan menjadi monopoli orang-orang yang haus kekuasaan dan harta. khususnya rakyat kecil. Tidak boleh melecehkan partisipasi politik rakyat. Budaya politik unggul didefinisikan sebagai semangat dan kultur untuk mencapai kemajuan dengan cara kita harus bisa. mempengaruhi. Budaya politik oleh Gabriel Almond dan Verba diartikan sebagai dimensi psikologis dari sistem politik. Tipe-Tipe Budaya Politik Pada prinsipnya. Baginya. Konfigurasi subkultur di Indonesia masih beraneka ragam. Jadi jelas terlihat bahwa kebudayaan politik Indonesia diwarnai oleh besarnya pengaruh kebudayaan politik parochial kaula. Keadaan ini merupakan kondisi yang mencerahkan karena ternyata ide masih berperan besar bagi pembangunan. feodalisme. Rakyat adalah kata kunci demokrasi itu sendiri. dan menekan sistem politik. Berikut beberpa karakteristik budaya politik yang dapat mengantarkan pemahaman bahwa budaya politik Indonesia termasuk pada budaya politik yang mana. sikap. tata nilai. kita harus berbuat yang terbaik.2. yang dikenal melalui indikatornya berupa sentimen . sistem politik Indonesia harus memperhitungkan tekanan budaya politik tertentu yang mungkin demikian berbeda dengan apa yang menjadi hasil pengamatan keadaan tertentu sebagai suatu hasil pemotretan sesaat. kesukuan. c. Almond dan Verba yakin semua orang dengan kemampuannya dapat berperan serta asalkan diberi kesempatan. Budaya dan politik yang unggul akan memiliki tingkat legitimasi yang tinggi karena legitimasi itu diperoleh dari partisipasi politik yang demokratik di mana semua masyarakat dilibatkan dalam kegiatan politik. Supaya lebih nyata dan tidak spekulatif dalam mengartikan budaya unggul ini maka budaya unggul perlu dikaitkan dengan budaya politik.bukannya budaya unggul. agama. Dari pengamatan sejarah terlihat bahwa elit Indonsia selalu mengambil peranan yang positif. Budaya politik Indonesia yang bersifat parochial kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak. Definisi ini jelas masih belum jelas karena belum punya contoh yang konkret. kasta yang semuanya relatif masih rawan. latar belakang sejarah. pengaruh penjajahan. dan lain-lain. berperan serta menyumbangkan kompetensinya. seperti agama. jangan harap budaya dan politik yang unggul akan lahir di bumi pertiwi ini. yang kiranya disebabkan oleh pengaruh pendidikan modern. Akibat lebih lanjut kedua budaya ini adalah lahirnya tindakan dengan tujuan menghalalkan segala cara. Pada prinsipnya masalah keanekaragaman subkultur di Indonesia telah dapat ditanggulangi berkat usaha pembangunan bangsa (nation buildng) dan pembangunan karakter (character building) yang cukup berhasil jika diukur dengan memandang jumlah penduduk. dan persepsi yang menopang terwujudnya partisipasi. budaya politik mencakup perilaku. kelas. Dengan demikian. walaupun tidak sekompleks yang dihadapi oleh India misalnya. Dengan demikian. Namun. Sifat ikatan primordial yang masih kuat berakar. bapakisme. Partisipasi politik ini penting sehingga demokrasi dirasa tidak menjadi barang mewah bagi kelompok tertentu. budaya dan politik unggul hanya bisa dicapai ketika demokrasi mendapat tempat yang utama dalam hierarki politik.

Segala keputusan yang diambil oleh pemeran politik dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. terutama karena membicarakan tentang fenomena masyarakat. sempit misalnya yang bersifat provinsial). Di Indonsia. dapat diambil sebagai contoh pemimpin yang sekaligus mengemban berbagai peranan dalam masyarakatnya. Posisinya sebagai kaula. Kedua adalah budaya politik kaula. yaitu di mana anggota masyarakat mempunyai minat. setia. tetapi inilah yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang diwarisi nilai-nilai luhur nenek moyang. Uraian tersebut merupakan gambaran sepenuhnya karena dalam kenyataan akan dijumpai bentukbentuk budaya politik yang tidak homogen. terutama terhadap segi outputnya. dan dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Ketiga adalah budaya politik partisipan yang ditandai oleh adanya perilaku yang berbeda perilaku sebagai kaula. Berbicara tentang kebudayaan Indonesia. baik sistem sebagai totalitas maupun posisi dirinya sendiri. Budaya kedaerahan yang mempengaruhi masing-masing suku dalam khasanah budaya Indonesia yang kaya ini dapat dirumuskan. Sesuatu yang menonjol dalam budaya politik parochial dalah adanya kesadaran anggota masyarakat akan adanya pusat kewenangan/ kekuasaan politik dalam masyarakatnya. Dalam masyarakat tradisional dan sederhana. hukum. perhatian. anggota masyarakat cenderung tidak menaruh minat terhadap objek-objek politik yang luas. seseorang dalam budaya politik partisipan dapat menilai dengan penuh kesadaran. berpikir. menyerah kepada segala kebijakan dan keputusan para pemegang jabatan dalam masyarakatnya. keagamaan. Mereka menganggap dirinya tidak berdaya mempengaruhi atau mengubah sistem. kecuali dalam batas tertentu. tetapi selain daripada itu. terbatas pada wilayah atau lingkup yang kecil. Pada budaya seperti ini. d. dikerjakan. Untuk itu. Seseorang dengan sendirinya menyadari setiap hak dan tanggungjawabnya dan dapat pula merealisasi dan mempergunakan hak serta menanggung kewajibannya. Tidak diharapkan seseorang menerima begitu saja keadaan merupakan salah satu mata rantai aktif proses politik. dan norma kebiasaan yang berjalan. boleh dikatakan nol. kecuali menerima saja sistem sebagai apa adanya. sikap asal bapak senang. penyelengaraan administrasi negara. keagamaan. Dalam masyarakat yang bersifat parokial ini karena terbatasnya diferensiasi tidak terdapat peranan politik yang bersifat khas dan berdiri sendiri. e. Pertama adalah budaya politik parokial (artinya. Seseorang menganggap dirinya ataupun oang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik. para pelaku politik sering melakukan peranannya serempak dengan peranannya dalam bidang ekonomi. perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu. kesukuan. dikoreksi. budaya politik tipe parochial kaula lebih mempunyai keselarasan untuk tumbuh dengan persepsi masyarakat terhadap objek politik yang menyandarkan atau menundukan diri pada proses output penguasa. antropologi. salah satu petunjuk masih kokohnya ikatan tersebut dapat dilihat dari pola budaya politik yang tercermin dalam struktur vertikal masyarakat di mana usaha gerakan kaum elit langsung mengeksploitasi dan menyentuh substruktur sosial dan subkultur untuk tujuan perekrutan dukungan. adat-istiadat. politik pemerintahan. Kecenderungan budaya politik Indonesia yang masih berpegang sikap paternalisme dan sifat patrimonial. dan mengikuti segala instuksi dan anjuran para pemimpin politiknya. Tiada jalan lain baginya. mungkin pula kesadaran terhadap sistem sebagai keseluruhan. baik berupa kebanggaan. Budaya Politik yang berkembang dalam Masyarakat Indonesia Kebudayaan dekat kaitanya dengan ilmu-ilmu seperti sosiologi.kedaerahan. di mana spesialisasi sangat kecil. Di samping itu. Oleh karena itu. perlu dikaji sub-sub kultur yang terdapat di Indonesia. tentu sulit sekali. kebudayaan merupakan faktor yang sangat penting karena mengkaji berbagai pola perilaku seseorang atau pun sekelompok orang (suku) yang orientasinya berkisar tentang kehidupan bernegara. dalam arti hanya terikat dalam salah satu klasifikasi saja. ungkapan sikap mendukung maupun sikap bermusuhan terhadap sistem. Sedangkan perhatian atas aspek input serta kesadarannya sebagai aktor politik. apalagi ditentang. Orientasi mereka yang nyata terhadap objek politik dapat terlihat dari pernyataannya. dan psikologi. pada pokoknya dapat dikatakan posisi yang pasif. patuh. Dengan demikian. Berdasarkan pemaparan tersebut maka berikut penjelasan mengenai tipe-tipe budaya politik. yaitu terhadap tempat di mana ia terkait secara sempit. serta dicampurbaurkan dengan prestasi di bidang peradaban. dan lain-lain. sebagai indikatornya dapat disebutkan bapakisme. Dilema interaksi dengan segala konsekwensinya dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat. dalam membicarakan politik ini. Inilah yang disebut oleh Mpu Prapanca .

menang tanpa ngasorake”. Minangkabau. yang kuat pembawa beban/barang. mengubur dalam-dalam). Hal ini sejalan dengan peredaman emosi antusiasme. Namun bukan berarti kita menggugurkan ciri asli kedaerahan. Untuk pemanfaatan tenaga kerja. Itulah sebabnya dalam politik. dan Aceh. pengaruh penjajahan. nak cadiak sungguah baguru. dahannyo tampek bagantuang. mereka memakai istilah “ojo dumeh” (jangan mentang-mentang”. memikul sekuat bahu. Dalam mempertahankan gengsi. dan rencong mereka pada dada dan perut (di depan_) maka orang Jawa menyimpan kerisnya di punggung (di belakang). termasuk dalam hal kepemimpinan. mandau. ureknyo tampek baselo” (daunnya tempat berlindung. bakato sapanjang aka” (memanjang serentang tangan. nan pakak palapeh badia. dan persamaan derajat. nan binguang disuruah-suruah. Dalam politik orang Jawa relatif lebih merendah dibandingkan suku-suku lain di Indonesia. Dalam merendahkan diri dan mengurangi kesewenang-wenangan bertindak. 2. yaitu “daunnyo tampek balinduang. Untuk meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan mereka beristilah “mangan ora mangan pokok -e kumpul” (makan tidak makan yang penting berkumpul). kewajiban. dan feodalisme. Bila orang Bugis-Makassar. nepotisme. Budaya Politik Jawa Budaya politik kawula gusti sebenarnya dapat dikaji dari etika Jawa.hadapan. yang tuli pelepas badil/menembak. Banjarmasin. primordialisme. mengapa orang Padang terkenal ulet besilat lidah dan tidak mau mengalah karena di dalam berpetatah-petitih. nan lumpuah pauni rumah. Sebaliknya dalam meniadakan kesombongan bila memperoleh keberuntungan. yaitu “ mamanjang sarantang tangan. Berikut berbagai budaya politik yanga da dalam masyarakat Indonesia berdasarkan daerahnya. yang menganggur untuk disuruh-suruh. Misalnya dalam kepasrahan menghadapi tantangan hidup. di satu segi masih akan ketinggalan dalam menggunakan hak dalam memikul tanggung jawab di bidang politik. ingin kaya harus kuat/ulet berusaha). Bagi penyesuaian diri mereka berpedoman pada “bakato di bawah -bawah. nak kayo kuak mancari” (agar menjadi orang yang mulia berlakulah yang baik. Budaya Politik Minangkabau Budaya politik partisipan sebenarnya dapat dikaji dari Ranah Minangkabau. Begitu pula dalam mengelola kehidupan mereka berpedoman : “nak mulia ba tabua urai. malampek saayun langkah. nan cadak lawan berundiang” (yang buta menembus lesung. dahannya tempat bergantung. mereka menyebut “nrimo” (menerima dengan pasrah). mereka sudah sejak dulu mempunyai pandangan tentang filsafat hidup. duduak samo rendah” (berdiri/tegak sama tinggi. yang terkenal tabah juga ulet. Mereka memang sudah sejak dulu terpatri dengan kromo inggil yang ternukil dalam berbagai falsafah hidup. telunjuk lurus kelingking berkait). Budaya kedaerahan akan diuraikan berikut. baik yang bersifat kawula gusti maupun yang bersifat partisipan. Bila menghormati orang yang dituakan.beberapa abad yang lalu sebagai “Bhinneka Tunggal Tan Hanna Mangrwa”. mereka beristilah “ alon-alon waon kelakon” (pelan-pelan asal tercapai). talanjuakluruih kalingkiang bakaik” (bagaimana halnya pada orang begitu pula pada kita. mereka mengatakan bahwa. yang disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar. ingin maju teladanilah orang yang telah berhasil. walaupun terhadap bawahan sekali pun. 1. duduk sama rendah). mereka memberi istilah “ngluruk tanpa bolo. “ nan buto paambuih lasuang. Hal ini se jalan dengan usaha bertata krama walaupun terhadap pihak yang telah dikalahkan. batangnyo tampek basanda. batangnya tempat bersandar. Dalam memantapkan pekerjaan agar teliti dan berhati-hati walaupun kemudian memerlukan waktu. Penggambaran posisi pemimpin pemerintahan diibaratkan pohon beringin. digdaya tanpa aji-aji. melompat seayun langkah. orang Jawa lebih senang berkelahi dari belakang dari pada berhadap.mandi di ilia-ilia” (berkata di bawah-bawah. mandi di hilir-hilir) sehingga tepat dengan usaha mempertahankan prinsip. ingin pintar belajar sungguh-sungguh. yang terwujud dari bagaimana cara mereka memasang keris. yang pintar untuk lawan berunding). ning ojo ngono”. nak tuah tagak di nan manang. akarnya . Hanya mungkin ada yang menilai kurang jantan. yaitu “ baa di wang baitu pulo di awak. nan kuek pambao beban. berkata sepanjang akal). masing-masing menyelipkan badik. keris. agar tampak tidak mengancam. yang lumpuh penunggu rumah. mereka memberi istilah “ngono yo ngono. mamikua sakuek bahu. mereka mengatakan “tagak samo tinggi. lalu mengangkat seluruh jasa-jasanya untuk dicontoh dan dibenamkan dalam-dalam apa yang keliru diperbuat oleh tokoh tersebut supaya tidak terulang lagi disebut “mikul dhuwur mendem jero” (memikul tinggi-tinggi. Pelestariannya tetap dijaga namun diseimbangkan dengan semangat nasionalisme.

duduak basamo balapang-lapang” (duduk sendiri bersempit-sempit. Di beberapa daerah seorang kepala desa mempunyai isteri lebih dari satu. goyang pinggul. Karena pengkultus-individuan masyarakat Sunda terhadap pemerintah inilah di tanah Parahyangan jarang terjadi kritik pada pemerintah termasuk dari dewan perwakilan rakyatnya. Namun demikian tetap diperlukan introspeksi diri sebagai berikut : “ kok kuek urang indak ka balinduang.. mengkhawatirkan terabsorpsinya budaya Sunda oleh budaya lain. kok bagak urang indak kabaparang” (jika kaya orang tidak akan meminta. risikonya sulit mengusut korupsi di kalangan mereka yang memiliki hubungan kekerabatan. dan buah dada. adalah karena motivasi harta serta keterlindungan materi. sempat melontarkan dalam salah satu pertemuan bahwa masyarakat Sunda itu cengeng sifatnya. Dalam hubungan dan komunikasi kepemimpinan dengan bawahan mereka berpedoman “duduak surang basampik-sampik. masyarakat menyuguhkan tarian jaipong dari para ronggeng dan pesinden kepada para aparat pemerintah. . 4. Sebagai pelaut. mantan Gubernur Jawa Barat. terjadi hubungan akrab antara birokrat setempat dan rakyatnya. Oleh karena itu. Itulah sebabnya setelah kekalahan dalam peristiwa PRRI orang awak ini sangat berhati-hati dalam menjalin hubungan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sementara itu. Dalam penyelenggaraan politik pemerintahan. dengan begitu pemerintah melenggang dengan mulus ke puncak korupsi mereka dan rakyat merestuinya dalam keadaan setengah hati. namun andai kata lebih sensitif akan berakibat lebih fatal. Bedanya di Sunda lebih ditekankan pada kecantikan sang ibu yang senantiasa merawat tubuhnya. Siri dapat berakibat hilangnya nyawa orang lain. jika pintar /cerdik orang tidak akan bertanya. Solihin GP. tarian jaipong mengekspos liuk pinggang. lalu muncul rasa kekeluargaan yang mendalam. Budaya Politik Sunda Dalam kisah leluhur Sunda beredar cerita Dayang Sumbi yang identik dengan kisah Odhipus Complex di Yunani kuno. suku Bugis dan Makassar ini cukup bertebal muka dalam pergaulan. Hal ini karena mereka memiliki budaya siri sebagai penebusan rasa ketersinggungan. rawannya usia itu merupakan akses yang tidak dapat dihindari. Di bidang kepemimpinan pemerintahan. suku Bugis-Makassar ini tepat mengisi posisi legislatif karena kemampuan dan keberaniannya dalam berbantahan. Itulah sebabnya perkawinan muda masih sering ditemui. Istilah-istilah dalam perkawinan seperti “nyalindung ka gelung” (berlindung kepada isteri) atau pun “manggih kaya” (numpang kaya) dijadikan sindiran untuk memperlihatkan bahwa unsur materialistis menjadi rujukan utama. bahkan Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk sunda. yang mereka memang memiliki rasa segan terhadap yang dituakan. Budaya Sunda cukup berpengaruh. keakraban bagi mereka yang berada di rantau orang.tempat bersila). Jika di Papua tariannya mengandalkan hentakan kaki sesuai degup jantung secara tradisional maka sudah bukan rahasia umum lagi. Jadi keahlian silat tetap riskan bagi pelakunya. bila harga harkat keberadaan dirinya terinjak. Keinginan seorang ibu untuk merelakan anak gadisnya dipersunting menjadi isteri muda kesekian. untuk itu tidak diperlukan pandai bersilat karena tantangannya adalah duel dalam sarung dengan badik terhunus. Rusadi Kantaprawira dalam wawancaranya di televisi. Misalnya dalam menjaga anak perawan mereka. serta perebutan harta warisan paling tinggi ditemukan di daerah ini. Bahkan persenan diselipkan lewat kutang (beha) atau bibir sehingga berkonotasi godaan seks. cenderung terpengaruh oleh budaya Sunda. Tetapi bila masyarakat Bugis-Makassar merantau meninggalkan negerinya. Sampai saat ini kebiasaan memakan daun-daunan segar masih kental di Jawa Barat yang disengaja ataupun tidak berdampak positif untuk perawatan kulit. jika berani orang tidak akan berkelahi/berperang). namun kesamaannya lebih besar daripada perbedaannya sehingga dalam tulisan ini digolongkan dalam satu kategori. bahkan tidak jarang dalam pesta-pesta rakyat. baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintahan kecamatan sampai ke desa-desa. Ketimbang sebaliknya. 3. Budaya Politik Bugis-Makassar Sebenarnya antara suku Bugis dan suku Makassar terdapat perbedaan. membuang anak. Namun demikian data lain memperlihatkan bahwa kawin cerai. jika kuat orang tidak akan berlindung. duduk bersama berlapang-lapang).

tetapi untuk memusnahkan ladang ganja pemerintah harus campur tangan. Namun sayang rasa kecewa masyarakat Aceh sudah tertimbun sehingga mereka tidak lagi berharap untuk menerima Undang-Undang Nangroe Aceh Darussalam. 7. Kawanua berarti kekerabatan. Di kampung-kampung tidak ditemui rumah ibadah agama lain selain masjid. bahkan tariannya saja alat gendering hampir tidak diperlukan karena cukup memukul dada. bermaksud untuk hidup dan kehidupan ini. dalam perkembangan budaya kedaerahan sangat memiliki perbedaan satu sama lain. 6. Samual Ratulangie memberi sambutan “si tou timou tumo tou”. jika seorang perjaka yang sudah meminang seorang wanita pujaan hatinya. Oleh karena itu pula. dan ditolak oleh calon mertua (biasanya dikenal dengan istilah bapa mantu) maka akan berekses kawin lari karena gengsinya menanggung celaan penolakan tersebut.5. lokasi. Dampak positifnya. kaum wanita dipandang terbuka. . Budaya Politik Manado Masyarakat kawanua cenderung terkenal paling moderat di banding dengan suku-suku lain di Indonesia. jadi inilah dasar hak asasi manusia yang perlu dicontoh dampak positifnya. Berkenaan dengan hasrat hati masyarakat Aceh dalam menantang perjuangan dengan gigih mereka bersendi pada istilah “de teuron dari rumoh neugisa ngon darah” (maksudnya: kalau turun dari rumah jangan harapkan pulang nama. bila orang Papua memegang jabatan. karena haknya. setiap daerah. bahkan cenderung kurang berkenan membuka aib. tempat. Dalam etika kepemimpinan tidak dapat dituduhkan pada daerah ini dengan frontal. Namun dampak positifnya setia persahabatan yang dilakukan dengan orang-orang Manado jarang dipecundangi karena tidak pernah di daerah ini ada istilah menohok kawan seiring. Budaya Politik Aceh Orang Aceh lebih suka dikatakan sebagai penjahat ketimbang dinilai telah meninggalkan agama Islam karena sudah begitu terpatri dalam darah daging budaya Aceh. jihad diperlukan lebih mutlak ketimbang sufisme.). Masyarakat Aceh cukup eksis dalam hidupnya serta memiliki ketersinggungan jiwa yang sensitif. konco atau masyarakat paguyuban Manado sendiri. Kaum kolonialisme begitu sukar menembus daerah ini. Di daerah ini eksistensi kaum wanita sudah sejak dulu dihormati. dalam meningkatkan sumber daya manusia. mereka tampak eksistensialis ketimbang fatalisme. Hampir mirip dengan masyarakat Bali yang memiliki organisasi Subak maka di Manado kegotongroyongan dikenal dengan istilah Mapalus. kecuali mengelabuhi para syuhada Serambi Makkah ini. pada dasarnya adalah untuk menghidupkan manusia itu sendiri. Budaya Politik Papua Hubungan (komunitas) di daratan Irian Jaya (Papua) sangat sulit karena beratnya medan yang akan dilalui. bahkan cenderung berestetika secara melankolis. sebagai akses dari keuletan daerah ini. apabila engkau telah membulatkan tekad maka serahkanlah kepada Allah SWT. Sejarah memang telah membuktikan perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan Belanda. Kasih sesama manusia dan kekerabatan yang diuraikan tersebut. Hal ini dekat dengan ayat Al Quran yang mengatakan “Faa-izza azamta fa tawaqal allallah” (artinya. banyak yang berperangkat dari ajaran Kristiani yang menyebarkan kasih kepada semua pihak. Oleh karena itu. Namun kemudian budaya yang hampir sama pada sebagian besar orang Papua adalah keras hati dan gengsi. bahkan sedikit genit bagi sementara masyarakat Indonesia lainnya. Hal inilah yang membuat oang-orang Manado lebih demokratis ketimbang suku-suku lain. Untuk itu dalam penyelenggaraan politik diperlukan pendekatan religi. Namun demikian. dalam menghadapi berbagai gejala hubungan atasan dan bawahan. mengembangkan bahasa ibunya masing-masing yang sulit dipengaruhi daerah lain karena hubungan yang terputus. suku. Sebagai contoh dapat dilihat dari banyaknya bahasa daerah di daerah ini. Di samping itu. mereka akan dengan mudah mempertahankan wibawa dan kharismanya masing-masing. Pada kesempatan lain yang umum terjadi. Legenda kuno Manado mencatat bahwa daerah ini pernah dipimpin dan dikuasai oleh mayoritas kaum wanita. tetapi harus tetap pulang darah). hal inilah yang membuat kaum wanita di daerah ini cenderung cekatan dalam persaingan hidup dan kehidupan. dengan begitu tidak akan tampak sikap merunduk orang Papua dalam hormat-menghormati. yang dalam istilah Manado. tetapi harus menghubungkannya dengan keberadaan kasih itu sendiri karena mereka juga mempunyai seperangkat harga diri.

Itulah sebabnya gerakan-gerakan tersebut selama ini tidak pernah terealisasi untuk bersatu dalam pulau yang luas. upa jalobara. Tetapi yang paling penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bali adalah adanya asas gotong royong. Sedangkan terhadap pihak yang dianggap sudah akrab mereka menyebut “halak kita” sebagai persaudaraan. tidak perlu harus lewat Medan untuk menuju Jakarta ataupun luar negeri sekali pun. Gotong royong telah menjadi landasan dari berbagai bentuk kegiatan sosial di Bali sehingga tampak sangat mengerakan kehidupan kekerabatan dan komunikasi masyarakat Bali.3. c. 1. Pendidikan Politik dalam Pengembangan Budaya Politik Partisipan a. Pemuda pemudi Papua tidak sedikit yang berpendidikan tinggi walaupun berasal dari pedalaman sekali pun. pendidikan dan budaya serta pengaruh-pengaruh masa kini telah banyak membawa perubahan. memiliki arti yang berdekatan atau hampir sama . Ini berpengaruh pula dalam budaya politik. sebagai contoh yaitu : a. apabila mengikuti tradisi putra Batak. ini bukti lain dari keras hati dan gengsi itu sendiri. rasa kegotongroyongan mereka terbentuk dari budaya mereka sendiri. kendati kesempatan untuk hal tersebut memungkinkan melihat potensi pariwisata yang mereka miliki. tidak dapat mengobral janjijanji muluk yang sulit untuk dipenuhi. Bentuk gotong royong tersebut diberi berbagai istilah dalam kehidupan sehari-hari.calon penyelenggaraan pelayanan pemerintahan. namanama yang menunjukkan kasta. orang Batak cenderung spontan tanpa tedeng aling-aling sehingga demokrasi dalam kepemimpinan akan berkembang pesat. para aparat pemerintah. Maksudnya. bukan karena tujuan politik semata karena adanya perasaan tidak terpakai dalam pemerintahan sehingga menimbulkan rasa gengsi terhadap kemampuannya yang sebenarnya dan ingin serta perlu untuk membuktikannya. sejak kemerdekaan Republik Indonesia. terutama berasal dari perluasan pengaruh kekuasaan Singosari dan Majapahit. Terjadinya berbagai gerakan separatis di daerah ini. dimodifikasi oleh penjajah asing menjadi kelas dalam masyarakat. dan upa pariban. 8. b. Ngedeng (gotong royong antarperkumpulan). yaitu upa suhu. Budaya Politik Bali Unsur kehidupan masyarakaat dan kebudayaan di Bali. Dengan demikian. terutama dalam penyelenggaraan kepemimpinan pemerintahan di negara tercinta ini. Itulah sebabnya masyarakat Bali relatif jauh dari keinginan untuk memisahkan diri dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. Pengertian Pendidikan Politik Konsep pendidikan politik dan sosialisasi politik. upacara pembakaran mayat. Apabila tidak terpenuhi mengakibatkan “sirang ala sinamot”. Namun kemudian terjadi perkembangan budaya Bali menjadi tradisi modern. berbagai tarian dan arsitektur bermotif Hindu. 9. di samping “lai”. Ditambah pula oleh banyaknya wisatawan asing dan domestik yang masuk ke Bali. berkembang seiring dengan perkembangan unsur-unsur yang berasal dari budaya agama Hindu Jawa. Dalam mengemukakan pendapat. Hal ini tampak dalam tradisi seperti adanya tokoh pedanda. Bayangkan betapa banyak para turis dari manca negara yang mengatakan “see Bali before your die” artinya bila meninggal orang perlu mendambakan surga maka sebelum mati orang perlu mendambakan Bali. upa tulang. baik sebagai nilai budaya maupun dalam sistem perilaku. Istilah yag paling lazim disampaikan dalam pembicaraan sehari-hari adalah “ise nan mangator nagaraon”. Ada 4 adat pengikat dalam peminangan perkawinan. sulit untuk menembus adat Batak ini karena antarmereka ini terjadi kawin-mawin dengan mengentalkan kekerabatan. Jika tidak akrab sekali dengan mereka. Banyak di antaranya yang telah mencapai gelar tinggi keilmuan. terutama dalam sistem pelapisan kasta. Sayang keberadaan kasta yang sebenarnya adalah untuk menentukan tingkat pemahaman seorang umat Hindu. Ngoupin (gotong royong antarindividu atau keluarga). seoramg yang tinggal di pedalaman Sumatera Utara. Budaya Politik Batak Orang Batak terkenal paling eksistensialis dalam menantang hidup dan kehidupan ini sehingga di kalangan anak-anak muda dikenal dengan istilah Batak Tembak Langsung (BTL). Ngoyah (gotong royong untuk keperluan agama).

persepsi setiap individu berbeda-beda maka tidak aneh reaksi-reaksi terhadap sistem politiknyapun akan berbeda-beda pula. Sherman (Idrus Affandi 1996:26) melihat sosialisasi politik dalam tiga perspektif. Michael Rush dan Philip Althoff (1986:22) menganggap bahwa sosialisasi politik ialah sebagai suatu proses oleh pengaruh seorang individu bisa mengenali sistem politik. 1. tetapi pengaruh itu lebih mengembangkan bayangan-bayangan demokrasi daripada yang sesungguhnya. kreativitas. Yakni perspektif konsensus. dkk (1977:33) mengemukakan” Political socialization is one type of relationship the individual has with the poli tical system in wich he or she live”. mengakui bahwa sosialisasi politik mempunyai beberapa pengaruh. yaitu bahwa “Sosialisasi politik mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultural. Almond (1974:44) juga mendefinisikan bahwa “ Political socialization. dan prespektif humanisme. perspektif kontruksi sosial tentang realitas. analisis. dkk (1977:33) mendefinisikan. yaitu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. feelings. than.sehingga dapat digunakan secara bergantian. Inti dari pengertian sosialisasi yang diungkapkan Michael Rush dan Philip Althoff tersebut. Selain itu. Proses interaksi antara individu dan sistem politik akan membentuk corak kehidupan individu tersebut. Menurut Perspektif kontruksi sosial. lingkungan politik. yaitu bahwa pengertian dari pendidikan politik lebih menekankan pada aspek tujuannya. Selain itu. Apabila seorang individu telah mengenali lingkungan sistem politiknya maka individu tersebut juga akan memiliki persepsi terhadap lingkungan sistem politiknya. Definisi dari Massi alas sejalan dengan definisi Koentjaraningrat (1985:229). Sedangkan persektif humanisme menganggap bahwa individu-individu mempunyai kapasitas intelegensi. aspek-aspek yang ada dalam individu juga akan mempengaruhi tingkat persepsi orang mengenai sistem politiknya. dan sebagainya. Alfian (1986:243) mengatakan :Semua anggota masyarakat. Massialas (X:3) mengatakan “ Political socialization is generally the process af acquiring and changing the culture of one`s own political environment”. dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku politik sehari-hari. dan lingkungan sosial individu yang bersangkutan”. secara langsung ataukah tidak langsung. Oleh karena itu. refers to the processes through wich political attitudes and patterns of are acquired”. yaitu perspektif konflik memandang bahwa sosialisasi sebagai gambaran keinginan golongan yang kuat yang menguasai pendidikan dan media. dan imajinasi serta kemampuan untuk memahami tekanan situasi serta mengubahnya dengan cara-cara . “ At Individual level politcal socialization may be defined very simply as the process through wich an individual acquireshis particular political orientations his knowledge.Berikut pengertian pendidikan politik menurut para ahli. a process called cultural transmission”. tingkat pendidikan. penyampai atau media sosialisasi tersebut. Oleh karena itu. Melalui proses sosialisasi politik ini anggota-anggota masyarakat mengenal. nilai-nilai. Sebaliknya dari perspektif ini. 3. yaitu mencetak individu-individu yang dapat berpartisipasi dalam politik. seperti intelegensi. sedangkan untuk berpartisipasi dalam politik seseorang minimal harus mempunyai pengetahuan politik yang mendasar tentang politik tersebut dan itu pula yang menjadi targetan pertama dari diadakan pendidikan politik. and evaluations regarding his political world ”. sesuai dengan paham kedaulatan rakyat atau demokrasi bahwa rakyat harus mampu menjalankan tugas partisipasi. dan menghayati nilai-nilai politik tertentu. Byron G. memahami. mengalami apa yang disebut sebagai proses sosialisasi politik. Rusadi Kartaprawira (1988:54) memandang bahwa pendidikan politik. 2. sosialisasi dipandang sebagai cara membentuk masyarakat dengan kepribadian-kepribadian demokratis yang akan menjadi pendukung demokrasi. ia juga menambahkan bahwa “ political socialization is also the way one generation passes on political standards and beliefs to succeding generations. emosi. Mengenai definisi tentang sosialisasi politik atau pendidikan politik. pesan yang ada dalam sosialisasi. 4. Ketiga perspektif dapat dijelaskan sebagai berikut : Menurut Perspektif konsensus. Dawson. yaitu pengenalan terhadap sistem politik. Dihubungkan dengan tujuan pendidikan politik untuk menciptakan warga negara yang memiliki kesadaran politik sehingga terjadi pembaharuan kehidupan politik dalam rangka menciptakan suatu sistem politik yang demokratis. Dengan penekanan yang hampir sama merujuk pada pengertian pendidikan politik. Di samping definisi tersebut. Dari pengertian tersebut terlihat adanya kesamaan dengan apa yang telah dikemukakan oleh yang lainnya. yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Kemudian Dawson. Perlu diketahui bahwa persepsi setiap individu terhadap lingkungan sistem politiknya akan berbedabeda bergantung intensitas sosialisasi.

pernah dilakukan oleh Easton dan Jack Dennis. bernapas. sikap-sikap. how do people acquire the traits and view points that make them this rather them that kind of political person a voter rather than non voter. Menurut Almond (1974) ada dua hal yang penting dalam sosialisasi. The study of political socialization wears two hat. kelompok. Selain dengan beberapa prinsip itu. Dawson. sangat bergantung pada intensitas interaksi individu dengan . dkk. Teori ini melihat sosialisasi politik sebagai suatu proses dominasi. (1977:24) bahwa “the word hegemony refers to domination or control. they have investigated how and when and why come to have particular political out looks”. Perlunya memahami politik bagi seorang warga negara adalah karena ia sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem politik. para ahli pada umumnya meminjam konsep-konsep atau teori-teori ilmu sosial yang telah ada. tempat ia bernaung. Tempat itu adalah tumpuannya sehingga ia harus tidak rela bila tempat itu dirusak orang dan kehidupannya dikacau orang. Beberapa agen sosialisasi politik. First. sekolah. Teori sistem untuk studi sosialisasi politik ini. (1977) adalah “Applied to political socialization to ideas of hegemony refer to the way that groups with political power manipulated symbols and use propaganda and censorship to consolidate they rule” (1977:24). Dawson. Aplikasi teori tersebut menurut. di dalamnya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Herqutanto Sosronegoro (1981:321-326) mengemukakan “Orang yang sadar bahwa ia itu bernegara diharap sadar akan adanya pihak-oihak yang mengurusi perjalanan negara”. semuanya setidak-tidaknya telah sadar akan kehidupan bernegara dan sadar akan politik. Ia (1981:327) mengemukakan pula :Setelah warga negara itu sadar akan kehidupan kenegaraan. Dari definisi-definisi tersebut. Dawson. (1977:7) mengemukakan bahwa sosialissai politik menjadi tugas sistem politik. orientasi. a concervative rather than liberal ? Second. ditambah dengan mulat sariro hangroso wani. dan “ Second. Sebagai argumentasi atau penjelasannya. it also come into use in line of inquiring that sought to understand properties and processes of political system”. oleh Herqutanto (1981:372) dikemukakan :Seorang yang sadar akan tangung jawabnya terhadap negaranya akan sadar bahwa negara itu adalah tempat ia mencari kehidupannya. Berkaitan dengan pendapat -pendapat tersebut. seperti dikatakan Dawson dkk. dkk. (1977:27). dkk. melu hangkrukepi. socialization goes on continously through out the life of the individual” (1974:44).yang dianggap penting. dalam proses belajar politik (political learning) terdapat sumber atau agen atau saran-sarana sosialisasi politik. sosialisasi politik dan pendidikan politik mengandung pengertian adanya suatu proses pelestarian atau pewarisan nilai-nilai dan keyakinan politik kepada generasi sesudahnya. Dalam studi tentang sosialisasi politik. (1977:17) mengemukakan bahwa setidaknya terdapat dua macam teori yang biasa digunakan dalam studi sosialisasi politik. Pentingnya agen-agen atau sarana-sarana sosialisasi sosialisasi politik. dan tingkah laku politik. Dawson. Orang yang telah sadar akan itu. dkk (1977:4) mengemukakan “Using the teckniques of empirical science and concept and theories borrowed from other social scientists. political socialization may take the form of either direct or indirect transm ission and learning” (1974:45). seperti keluarga. what are the consecquences of political socialization processes for the political system that result in astable or volatile politics. Sosialisasi politik sebagai suatu proses belajar tentang politik (political learning). Selain itu. dan kontak politik langsung. “In hegemonic theory the political socialization processes primarily identifies how political values are transmitted from the dominant in society to the dominated groups”. Sosialisasi politik merupakan proses untuk memperoleh nilai. ia harus sadar pula akan tanggung jawabnya sebagai warga negara dan hak-haknya sebagai warga negara. apatriot rather than a revolutionery. media massa. It is term used in political writing to describe to domination that selected interest ini society exercises over the whole of society”. Almond (1974:47) mengemukakan adanya beberapa institusi sebagai agen sosialisasi politik. dapat disimpulkan bahwa pendidikan politik pada hakikatnya adalah proses belajar politik (political learning). mencari nafkahnya. yakni teori sistem (system theory) dan teori hegemoni (hegemonic theory). Pepatah Jawa yang sering untuk mencitrakan itu ialah Melu handarbeni. Teori hegemonik. pekerjaan. “First. democratic or authoritarian regime. “As the concept of political socialization was being adopted by students probing patterns of individual political orientation. pergaulan. persoalan pokok sosialisasi politik adalah bagaimana seseorang menjadi paham akan politik. dan tempat ia akan dikubur nanti. a Democrat rather than Republican. berkembang biak. Ungkapan tersebut menunjukkan betapa seseorang harus memiliki kesadaran hidup bernegara atau kesadaran politik. a just or an unjust rule ? (1977:20).

Selanjutnya berdasarkan pendapat Surbakti (1992:133) bahwa “ Perilaku seorang aktor akan dipengaruhi secara langsung oleh salah satu atau kedua faktor yang mencakup struktur kepribadian atau sikapnya terhadap objek kegiatan itu. Pandangan atau persfektif politik seseorang dapat berubah. dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap politik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku politik. age-all these common experiences tend to modify one`s political persfektive” (Almond. Finally there are more fleeting views about current events. Di samping mengenai kekuasaan. Sesuai dengan pengertian pendidikan politik itu sendiri maka pendidikan politik mempunyai dua fungsi utama. Sosialisasi politik membentuk identifikasi politik. A combination in varying proportions of several feelings and attitudes”. Fungsi pendidikan tersebut. Membuat rakyat (individu. anak didik. there are less emotional commitments to and knowledge about government and political institutions. yaitu membentuk suatu tatanan masyarakat yang diinginkan sesuai dengan tuntutan politik.etc. proses komunikasi. ikut mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan kekuasaan di tengah masyarakat. move from one part of the country to another. Fungsi pendidikan politik bagi individu tersebut intinya ialah bahwa pendidikan politik berusaha merubah aspek kognitif. seperti dikatakannya. proses komunikasi yang berlangsung antara individu dengan sarana tadi.. 1974:49). become a parent. tetapi juga akan memiliki perasaan atau kesadaran dalam berpolitik sehingga dapat diterapkan atau direalisasikan melalui partisipasi politik ataupun sikap dan tingkah laku politik yang lebih luas dalam usahanya untuk mencapai tujuan politik yang diinginkannya. penekunan. dan psikomotor dari individu.. dan situasi ketika kegiatan itu hendak dilakukan”. as they shape indivudual attitudes create what may be called political self. memahami mekanismenya. kelompok. “First.etc. lebih manusiawi. yakni terdapat sikap-sikap dan keyakinan ynag mendasar. Menurut Kartini Kartono (1996: 68) bahwa tujuan pendidikan politik ialah: 1. warga masyarakat. Peningkatan kemampuan individual supaya setiap orang mampu berpacu dalam lalu lintas kemasyarakatan yang menjadi semakin padat penuh-sesak dan terpolusi oleh dampak bermacammacam penyakit sosial dan kedurjanaan. As become involved in new social groups and roles.. Lebih jauh Almond (1974:49) dikatakan “The agencies. dan umur individu yang bersangkutan. second. experience. lebih menekankan fungsinya dalam merubah tatanan masyarakat agar lebih baik dari sebelumnya yang ditandai dengan adanya perubahan sikap dari individu-individu dalam masyarakat tersebut. yaitu pertama dalam merubah atau membentuk tata laku pribadi atau individu dan yang kedua lebih luas lagi.agen-agen atau sarana-sarana. Sedangkan fungsi pendidikan bagi individu sendiri. Menurut Kartini Kartono (1996: 57) bahwa “Pendidikan politik dapat memberikan sumbangan besar bagi proses demokrasi yang semakin maju dari semua individu (rakyat) dan masyarakat/struktur kemasyarakatannya. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diperoleh pengertian bahwa sikap politik dipengaruhi oleh persfektif politiknya. Besar tidaknya peranan saran-sarana tersebut bergantung pada tingkat intensitas interaksi individu dan sarana yang ada. tingkat atau derajat penekunan individu yang mengalami proses sosialisasi politik. yaitu masyarakat yang mamapu berkreasi secara maksimal dan menyerap nilai-nilai Demokrasi Indonesia secara konstuktif sehingga dari waktu ke waktu dapat memiliki suatu sistem yang makin demokratis. Artinya seorang individu dengan melalui proses pendidikan politik bukan hanya memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap aspek-aspek politik. find or lose a job. afektif. yang lebih mendukung proses demokrasi. dan berlandaskan hukum formal dalam menggalang komunikasi politik yang modern”. and influences. . and personalities”.. political issues.. policies. Dengan demikian. shift up or down the social and economic ladder. terdapat tiga kategori identifikasi politik (political self). “political socialization never relly ceases. sedangkan persfektif politik atau pandangan atau pemahaman tentang politik mengalami perubahan karena sosialisasi politik. dengan prinsip-prinsip realistik. rakyat. disebabkan oleh sosialisasi politik yang terus menerus. Menurutnya (1974:49). dan usia seseorang. serta pandangan politik yang cepat berubah. dan seterusnya) . kurangnya komitmen dan pengetahuan. Pola pendidikan politik rakyat yang akan diselenggarakan di masa depan harus bisa mengantarkan dalam mewujudkan suatu masyarakat madani. . there are basic attitudes and beliefs such as nationalism. Rusadi Kantaprawira (1988: 54) memandang pendidikan politik sebagai salah satu fungsi struktur politik dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. klien.

bangsa dan negara. yakni sistem politik yang mencerminkan nilai dan norma yang merupakan landasan dan motivasi masyarakat sekaligus dasar untuk membina dan mengembangkan diri untuk melibatkan di dalamnya”. Memperhatikan dan mengupayakan hal-hal sebagai berikut: a. Inti pendidikan politik adalah pemahaman politik atau pemahaman aspek-aspek politik dari setiap pemasalahan dan pemahaman politik berarti pemahaman konflik. bentuk pendidikan politik mana yang akan diterapkan dalam mendukung terlaksanannya pendidikan politik merupakan hal yang sangat penting bagi pemerintahan suatu negara. 1. b. c. yaitu sebagai berikut. keterampilan politik). Dengan demikian. dan demokratisasi semua lembaga kemasyarakatan serta lembaga negara. b. dialog. peranan insani dari setiap individu sebagai warga negara (melaksanakan realisasi diri/ aktualisasi diri dari dimensi sosialnya). sikap positif. Pemecahan masalah. Berikutnya adalah pendidikan politik yang diselenggarakan tidak melalui pendidikan formal. 2. Banyaknya konflik dalam masyarakat itu disebabkan dengan adaya kontroversi. diskusi. Bentuk pendidikan politik itu sendiri terdiri atas: Pendidikan politik formal. Dihubungkan dengan dimensi yang kedua dalam melakukan analisis keberhasilan pendidikan politik yang pada intinya melakukan kaji banding antara tuntutan sistem politik ideal dengan realitas politik yang sesungguhnya menurut Idrus Affandi (1996:28) “mutlak diperlukan adanya struktur baku sistem politik yang dicita-citakan.sebagi berikut: a. Untuk menganalisis keberhasilan pendidikan politik dilihat dari dua dimensi. Dialog politik (perbincangan suatu masalah politik yang dilakukan dengan para pakar politik). berani bersikap tegas memberikan kritik membangun terhadap kondisi masyarakat yang tidak mantap. Semua bentuk pendidikan politik sebenarnya tidak jadi persoalan. dimensi kedua ialah realitas atau keadaan sebenarnya dari masyarakat itu sendiri yang langsung diperbandingkan dengan tuntutan-tuntutan sistem politik tadi. hubungan. 2. sedangkan pendidikan politik yang baik adalah pendidikan politik yang memobilisasi simbol-simbol nasional. perbedaan pikiran dan tindakan manusia dalam bermasyarakat. kritis. Konsientisasi/penyadaran masalah. d. 3. Pendidikan politik tidak akan terlaksana tanpa adanya penyelenggaraan yang dilakukan secara nyata di lapangan atau di tengah-tengah masyarakat. yaitu pendidikan politik yang diselenggarakan melalui indoktrinasi. aktivitasnya diarahkan pada proses demokratisasi individu atau perorangan. penyampaian dan penerimaan pesan pendidikan politik untuk dipahami). dan bahasa. Antara fungsi pendidikan politik dan tujuan dari pendidikan politik mempunyai kedekatan tersendiri yang tak dapat dipisahkan dan keberhasilan pencapaian fungsi dan tujuan dari pendidikan politik merupakan keberhasilan dari pelaksanaan pendidikan politik itu sendiri. khususnya yang berkolerasi dengan keamanan dan kesejahteraan hidup bersama. Metodik belajarnya banyak menggunakan penyadaran. Sedangkan penyelenggaraan pendidikan politik tentunya akan berkaitan erat dengan bentuk pendidikan politik yang akan diterapkan di tengah-tengah masyarakat tersebut. dan pemecahan masalah. mengembangkan semua bakat dan kemampuannya (aspek kognitif. Titik awal dari pendidikan politik adalah: kebutuhan rakyat ditinjau dari aspek politiknya. diskusi (pembahasan atau tukar pikiran tentang suatu masalah politik). dan komunikasi (kontak. seperti pertukaran pemikiran melalui mimbar bebas. sanggup memperjuangkan kepentingan dan ideologi tertentu. seni sastra. masyarakat sekitar. seperti sejarah. c. dimensi pertama berupa gambaran jelas tentang sistem politik ideal yang diinginkan. agar orang bisa aktif berapartisipasi dalam proses politik. pada umumnya pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di dalam sebuah negara. Juga disebabkan dengan adanya persamaan keinginan dan . wawasan. mampu memahami situasi sosial politik penuh konflik. demi pembangunan diri. artinya semuanya baik asalkan mampu memobilisasi simbol-simbol nasional sehingga pendidikan politik tersebut dapat merubah individu yamg memiliki kecintaan terhadap bangsanya atau memiliki rasa keterikatan diri (sense of belonging) yang tinggi terhadap bangsa negara. komunikasi.

b. Patisipasi bisa bersifat individual atau kolektif. Membuat rakyat (individu. Pemikiran yang mendasari konsep partisipasi politik ini dalam kaitannya dengan demokrasi yang dipraktikkan di berbagai negara termasuk Indonesia adalah bahwa “kedaulatan ada di tangan rakyat”. b.tingkah laku sehingga muncul banyak persaingan. 3) aktivitasnya diarahkan pada proses demokrasi sejati. klien. a. Herbert McClosky partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa. 3. demi pembangunan negara bangsa. untuk mendapatkan penyelesaian konflik. tidak terapung tanpa bobot dan tanpa pengarahan di tengah kancah politik. sesuai dengan konflik politik yang telah ditetapkan. legal atau illegal. Budaya Politik Patisipan Untuk memahami secara menyeluruh mengnai makna dari budaya politik partisipan ada baiknya dipetik beberapa pendapat para ahli sebagai berikut. yang dilaksanakan melalui kegiatan bersama untuk menetapkan tujuan-tujuan serta masa depan masyarakat dan untuk menentukan oang-orang yang akan menduduki tampuk pimpinan. sikap. tidak mantap. 4) sanggup memperjuangkan kepentingan serta ideologi tertentu. anak didik. Norman H. budaya partisipan merupakan pengejowantahan penyelenggaraan kekuasaan politik . Kemudian orang berusaha menciptakan iklim yang lebih demokratis. Pendidikan politik diadakan untuk mempersiapkan : 1. Huntington dan Joan M. dalam proses pembentukan kebijakan umum. Memperhatikan : 5) peranan insani dari setiap individu sebagai warga negara. dan lebih intensional terarah hidupnya. Dalam hidup bermasyarakat adalah hidup ditengah banyak dimensi konflik dan ketegangan. Berdasarkan pemaparan tersebut peranan pendidikan politik sebagai salah satu cara dalam sosalisasi politik mempunyai tujuan sebagai berikut. dan konflik. yaitu usaha-usaha untuk mempengaruhi alokasi nilai secara otoratif untuk masyarakat. Sedang berbuat politik berarti mempengaruhi dan ikut mengambil keputusan di tengah medan politik dan pertarungan konflik-konflik tersebut. khususnya yang berkorelasi dengan keamanan dan kesejahteraan hidup bersama. kompetisi. 2) berani memberikan kritik membangun terhadap kondisi masyarakat yang tidak mantap. menuju pada taraf hidup masyarakat yang layak. wawasan. efektif atau tidak efektif. Juga dapat membentuk warga negara yang lebih mantap. dan lain-lain): 1) mampu memahami situasi sosial politik yang penuh konflik. Samuel P. keterampilan). mantap atau sporadis. kader-kader politik yang mampu berfungsi dalam pertarungan politik. a. dan membuat kondisi sosial menjadi lebih baik lagi. 7) agar bisa aktif berpartisipasi dalam proses politik. terorganisir atau spontan. Nie & Sidney Verba Partisipasi politik adalah kegiatan pribadi warga negara yang legal yang sedikit banyak langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat-pjabat negara dan atau tindakan-tindakan yang diambil oleh mereka. sekalipun fokus utamanya lebih luas tetapi abstrak. d. c. dan secara langsung atau tidak langsung. yang dimaksud untuk mempegaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah. lalu berbuat lain. wawasan. b. Jika pendidikan politik dilakukan dengan baik dan sistematis maka bisa ditumbuhkan kekuatankekuatan kontra yang demokratis dan positif. dan tidak wajar. Miriam Budiardjo mengatakan yang diamati dalam partisipasi politik itu adalah tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan pemerintah. dan keterampilan politik sehingga sanggup bersikap kritis. Selanjutnya ia sanggup mengadakan reorientasi terhadap keadaan sendiri dan kondisi lingkungannya. warga masyarakat. secara damai atau kekerasan. 6) mengembangkan semua bakat dan kemampuan-kemampuannya (pengetahuan. Oleh karena itu. yaitu merupakan kekuatan yang kritis melawan kondisi situasi yang tidak sehat. Dengan demikian pendidikan politik mendorong orang untuk melihat diri sendiri dan lingkungannya dengan cara yang lain. Nelson Partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi-pribadi. Selanjutnya pendidikan politik merupakan proses mempengaruhi individu agar ia mendapat informasi. 2.

mereka percaya bahwa kegiatan mereka mempunyai efek dan ini dinamakan dengan dampak politik. Menurut David F. sarat dimuati oleh intrik-intrik politik yang menodai hasil pemilu 1999. Partisipasi politik merupakan suatu masalah yang penting dalam hubungannya dengan keadaan negaranegara berkembang. kegiatan dalam waktu melibatkan diri dalam kegiatan politik seperti sebagai aktivitas politik yang mencakup antara lain sebagai pimpinan dari partai politik atau suatu kelompok kepentingan.1 Tumbuhnya perkembangan ke arah budaya politik partisipatoris adalah hasil upaya rakyat untuk menciptakan sistim pengawasan yang lebih efektif terhadap penyalahgunaan mandat rakyat oleh politisi. perkembangan ke arah demokrasi partisipatoris semakin diperkuat dengan berkembangnya masyarakat madani setelah tumbangnya rezim otoriter di kedua negara tersebut. Hal ini tampak misalnya di negara-negara Eropa Timur. menjadi anggota suatu patai atau kelompok kepentingan. Roth dan Frank L. Mekanisme pemilihan langsung baik di tingkat lokal maupun nasional untuk lembaga eksekutif maupun legislatif. terdorong oleh keyakinan bahwa melalui kegiatan bersama itu kepentingan mereka akan tersalur atau sekurang-kurangnya diperhatikan. Dengan kata lain. 1. merupakan salah satu komponen penting dari bentuk demokrasi partisipatoris. Perkembangan ke arah sistim demokrasi partisipatoris muncul di sebagian besar negara-negara yang telah mengalami transisi politis ke arah pemerintahan yang lebih demokratis. Oleh karena itu. rakyat diharapkan akan dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang aktif berpartisipasi dalam menentukan agenda pembangunan negara dan bukan hanya sebagai obyek dari pembangunan itu sendiri. seperti di Thailand dan Filipina. Walaupun negara-negara yang menganut asas komunis. pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan dalam memberikan pendidikan politik yang berkesinambungan.yang absah dari rakyat. melainkan untuk memperkukuh demokrasi perwakilan dan membuatnya semakin efektif dalam mencerminkan kehendak rakyat. Pemilihan Umum Suatu Bentuk Budaya Politik Partisipan Kegiatan politik yang mencakup dalam konsep partisipasi politik pada dasarnya memiliki beberapa macam bentuk dan intensitasnya. Partisipasi politik ini merupakan suatu suatu kegiatan seseorang atau kelompok orang yang turut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pimpinan negara dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah. yang berbeda dengan neagra-negara Barat di mana demokrasi murni ditegakan melalui partisipasi politik rakyat. 2. baik pejabat pemerintah maupun anggota parlemen. menghadiri rapat umum. penuh kesadaran tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun. Di sini terlihat bahwa frekwensi dan intensitas tersebut ditentukan oleh pengamatan orang yang mengikuti kegiatan politik tersebut secara intensif. unsur-unsur tekanan atau manipulasi dapat dikatakan jauh lebih sedikit dibandingkan negara-negara berkembang atau negaranegara yang berasaskan komunisme. bahkan di negara tetangga kita. cenderung unsur tekanan atau paksaan pemerintah sangat tinggi. Tidak heran jika negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia dalam pemahaman makna partisipasi politik ini sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur dimaksud. mengadakan hubungan dengan pejabat pemerintah atau anggota parlemen dan sebagainya. . Perlu ditekankan bahwa tumbuhnya demokrasi partisipatoris bukanlah untuk menggantikan demokrasi perwakilan. Oleh karena itu. partispasi politik itu terkait erat dengan pemahaman terhadap pendidikan politik rakyat. unsur pendidikan politik rakyat masih rendah.Wilson mengatakan bahwa biasanya diadakan perbedaan tentang jenis partisipasi politik ini menurut frekwensi dan intensitasnya. misalnya dalam memberikan sura dalam pemilihan umum. Kegiatan dari budaya politik partisipan adalah seperti memberikan suara dalam “ pemilihan umum”. Di Thailand dan Filipina. Sebab hampir setiap kegiatan partisipasi politik di negara-negara berkembang unsur tekanan atau manipulasi ini sering terjadi. Kesadaran akan makna dari budaya politik partisipan ini sangat terkait dengan peran partai politik. kalaupun terdapat variasi partisipasi bentuknya adalah kombinasi dari unsur sukarela dan unsur manipulasi dengan berbagai pertimbangannya. Pengalaman Pemilihan Presiden tahun 1999 Pemilihan Presiden tahun 1999. Anggota masyarakat yang berpatisipasi dalam proses politik misalnya melalui pemberian suara atau kegiatan lain. dan bahwa mereka sedikit banyak dapat mempengaruhi tindakan dari mereka yang berwenang untuk membuat keputusan yang mengikat. Dengan menerapkan sistim pemilihan langsung. Budaya partisipasi politik ini hakikatnya merupakan tindakan yang sukarela. dan beberapa negara berkembang kesadaran partispasi politik rakyat masih rendah.

Padahal pada masa krisis ekonomi seperti sekarang ini. 4. Rakyat juga digiring untuk melaksanakan Pemilu setelah hanya dua tahun dari Pemilu terakhir yang dinyatakan merupakan salah satu Pemilu yang memakan banyak korban dalam sejarah Indonesia. Kelebihan Pemilihan Presiden Langsung Pemilihan Presiden langsung diharapkan akan mengurangi distorsi-distorsi yang dimasalah-masalah yang dihadapi pada Pemilihan Presiden yang dilakukan oleh MPR. Apabila Presiden yang terpilih ternyata kemudian tidak memenuhi harapan rakyat. Legitimasi. masih terdapat kesimpangsiuran terhadap calon-calon Presiden yang ada. Sistim ini menjadi lebih accountable dibandingkan sistim yang sekarang digunakan karena rakyat tidak harus menitipkan suaranya melalui MPR yang tidak seluruhnya merupakan anggota terpilih hasil Pemilu. Akhirnya calon-calon yang ditetapkan lebih merupakan hasil konsesi politis antara blokblok politik yang ada di MPR. Kriteria calon Presiden juga dapat dinilai secara langsung oleh rakyat yang akan memberikan suaranya.Seperti kita ketahui. Presiden terpilih tidak perlu terikat pada partai-partai atau faksi-faksi politik yang telah memilihnya. anggota lembaga legislatif juga akan dipilih langsung. Apalagi. Artinya. bahkan di dunia. Persfektif Indonesia dalam Sistim Pemilihan Presiden Langsung Rakyat Indonesia telah siap untuk melaksanakan sistim pemilihan presiden langsung pada tahun 2004 karena rakyat Indonesia pada dasarnya sudah menyadari penuh akan hak-aknya sebagai warga negara. Checks and Balances antara lembaga legislatif dan lembaga eksekutif dapat lebih seimbang karena di masa yang akan datang. Presiden terpilih berada di atas segala kepentingan dan dapat menjembatani berbagai kepentingan tersebut. Pemilu 1999 justru menunjukkan bahwa yang belum siap adalah elit politik yang tidak dapat menerima hasil Pemilu dan bertikai terus sehingga menunda hasil penghitungan suara. 3. Presiden Carter pada saat itu menyatakan kekagumannya terhadap antusiasme. maka kabinet yang dibentuk cenderung merupakan kabinet koalisi parpol dan bukan kabinet kerja. Perlu kita sadari pula bahwa tingkat kesadaran politik yang rendah disebabkan karena partisipasi politik rakyat selama masa Orde Baru sangat dibatasi. kalau kita ingat masih sepertiga anggota MPR masih diangkat. merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu pemerintahan yang sedang mengalami krisis politik dan ekonomi. Pemilu 1999 merupakan pemilu yang paling damai yang pernah terjadi di Indonesia. e. Tingkat akuntabilitas publik anggota MPR memang rendah karena rakyat tidak memiliki akses langsung untuk mengawasi pelaksanaan mandatnya oleh anggota MPR. yang kita perlukan adalah kabinet kerja. b. berupa sistim pemilihan campuran. sampai saat terakhir sebelum hari penghitungan suara. Pemilihan Presiden Langsung merupakan suatu mekanisme yang menyempurnakan pemenuhan hak-hak rakyat sebagai warga negara. namun beberapa anggota MPR secara terbuka telah melaporkan adanya praktek jual-beli suara dalam Sidang Umum MPR 1999 yang lalu. Prinsip ini merupakan prinsip pengawasan serta akuntabilitas yang paling sederhana dan dapat dimengerti baik oleh rakyat maupun politisi. Seperti kita ketahui. Beberapa kelebihan dari sistim ini ialah : a. Hal ini dikemukakan oleh bekas Presiden AS Jimmy Carter yang turut memantau Pemilu pada bulan Juni 1999. kesabaran serta toleransi yang ditunjukkan oleh rakyat Indonesia pada saat pemungutan suara dan penghitungan suara. Apabila Presiden terpilih tidak dapat mengatasi kepentingankepentingan parpol. krisis legitimasi yang telah menggerogoti negara kita telah mengakibatkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang berkepanjangan. Meskipun pihak Indonesian Corruption Watch tidak pernah berhasil menemukan bukti nyata mengenai hal tersebut. Selain itu mulai muncul laporan mengenai adanya peran politik uang dalam menentukan pilihan anggota MPR. d. rakyat Indonesia diperkenalkan pada suatu sistim pemilihan baru. maka pada pemilihan berikutnya. berbagai prediksi buruk yang mengawali pelaksanaan Pemilu 1999 tidak menjadi kenyataan. Pada Pemilu 1999 yang lalu dalam waktu kurang dari satu tahun. dan bukan hasil pemilu. Akibatnya kedewasaan politik rakyat tidak pernah . Kriteria calon Presidenpun tidak ditetapkan secara transparan dan demokratis. Para pemimpin fraksi melakukan tawarmenawar di belakang pintu tertutup. kandidat yang bersangkutan tidak akan dipilih kembali. Presiden terpilih akan memiliki mandat dan legitimasi yang sangat kuat karena didukung oleh suara rakyat yang memberikan suaranya secara langsung. Rakyat dapat menentukan pilihannya berdasarkan kriteria yang jelas dan transparan. c. Ternyata.

Pendidikan politik adalah pendidikan melalui praktek menerapkan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sosialisasi politik. Apa yang menjadi alasan bahwa pemilihan umum sebagai sarana partisipasi politik masyarakat ? 9. Berilah masing-masing lima contoh penerapan partisipasi politik dalam kehidupan bermasyarakt. sebagai pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi saja sudah dipilih langsung. Jawablah Pertanyaan berikut. maka tingkat kesiapan tersebut tidak akan pernah tercapai. maka tingkat ketidakpuasan tidak akan begitu memuncak sehingga timbul kerusuhan. dan bernegara. di bangku sekolah dengan buku atau modul yang jelas. Pendidikan politik. ialah untuk melatih rakyat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. kaula. dan partisipan. Tentu kedewasaan politik tidak dapat dicapai dalam sekali pelaksanaan pemilu. 8. ini merupakan mekanisme untuk meningkatkan partisipasi dan akuntabilitas publik. Ini juga akan memberi kesiapan bagi jajaran birokrasi di daerah untuk menerima perombakkan terhadap sistim pengangkatan pejabat yang kini sarat dipengaruhi oleh faktor politis dan KKN. Namun apabila proses pelatihan itu tidak dimulai sedini mungkin. Jelaskan karakteristik budaya politik Indonesia 4. 5. bukan suatu ujian umum mengenai kecerdasan suatu bangsa dari ukuran pendidikan formal. Ini merupakan metode pendidikan politik yang paling sederhana dan mendasar. juga harus dipilih langsung. Apabila Presiden. Dalam mengantisipasi pelaksanaan otonomi luas. Apa manfaat budaya politik bagi kehidupan politik berbangsa dan bernegara ? 3. Cara efisien dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat melalui pendidikan politik. Daftar Pustaka . apa yang dimaksud dengan budaya politik ? 2. kita mengharapkan bahwa semua pejabat pemerintah di tingkat propinsi mulai dari Gubernur sampai Lurah akan dipilih secara langsung. Mengingat bahwa pemilu tahun 1999 merupakan pemilu pertama di Indonesia yang relatif bebas dan adil sejak tahun 1955. 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan budaya politik parochial. Menganggap bahwa rakyat tidak mempunyai tingkat rasionalitas yang cukup untuk dapat menentukan pilihan Presidennya merupakan anggapan yang elitis dan seharusnya tidak lagi dikemukakan dalam era reformasi. Pemilihan Presiden merupakan medium yang paling tepat untuk melatih rakyat menuju pelaksanaan pemilihan langsung untuk pejabat daerah. Sebutkan definisi partisipasi politik dari berbagai pendapat para ahli. Rasionalitas pemilih diukur berdasarkan kepentingan.diasah atau dilatih. Menurut pendapat Anda. Negara-negara yang telah menerapkan sistim pemilihan presiden langsung kebanyakan adalah negara dengan tingkat pendidikan rakyat yang masih rendah. 1. Sehingga alasan bahwa tingkat pendidikan formal yang rendah akan menghambat pelaksanaan sistim pemilihan presiden langsung sebenarnya tidak dapat diterima. Solo. pengalaman dan ruang lingkup khusus dari para pemilih. Pemilu merupakan metode pendidikan politik yang paling sederhana yang dapat melatih rakyat untuk menggunakan hak-haknya sebagai warga negara. maka akan mudah untuk mengajukan argumentasi bahwa semua pejabat eksekutif di bawah Presiden. kriteria kandidat dan proses tawar-menawar dilakukan secara terbuka. maka rakyat masih akan harus melalui beberapa pemilu sebelum kedewasaan politik dicapai. Menurut pendapat Anda. tidak dapat dtempuh melalui pendidikan formal. bahkan jauh lebih rendah dari Indonesia. Apabila sejak awal sistim pemilihan. berbangsa. Kerusuhan yang terjadi setelah Pemilihan Presiden Oktober 1999 di Jakarta. Apa tujuan dari pendidikan politik ? 7. apakah budaya politik Indonesia sudah mencerminkan budaya politik partisipan ? 10. Ukuran rasionalitas tidak bisa lagi ditentukan oleh elit politik yang relatif berpendidikan tinggi. Sekali lagi. Denpasar dan kota-kota lain di Indonesia sebenarnya merupakan cerminan ketidakpuasan akibat ketidakjelasan dan tidak transparannya proses pemilihan presiden.2 Potensi konflik akan tetap ada selama rasa ketidakpuasan tidak ditangani.

Kamus Analisa Politik. Jakarta: Gramedia. Pye. (1974). Gramedia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (20000. Semarang: IKIP Semarang Press. Bandung: Mandar maju. Press. Gabriel dan Verba. Partisipasi dan Partai Politik. ______________ (1992). Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Jakarta. Alpian. Raja Grapindo Persada. Budaya Politik: Tingkah Laku Politik dan Demokrasi di Lima Negara. Koentjaraningrat. Kapita selekta Politik Kenegaraan. Jakarta. Bandung. _____________. Sudijono Sastroatmojo (1995). Bandung: Sinar Baru Algesindo. Gramedia. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. Dasar-dasar Ilmu Politik. tidak diterbitkan. Pendidikan Politik sebagai Bagian Pendidikan Orang Dewasa. Kartini. Sistem Politik Indonesia. Ramlan Subakti (1989). Princeton: Princeton Univ. Politik Pendidikan dan Pendidikan Politik: Modul Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia Menjadi Warga Negara Global. Althbach. (1996). Memahami Ilmu Politik. Kartono. Kartono. Political Culture And Political Development. Diposkan oleh DIDIN SAEPUDIN di 12. Pengantar Sosiologi Politik. A. (Diterjemahkan sahat Simamora). Jakarta. (1999). (1990). (1988). Almond. Gramedia. PT. Jack C Plano (1985). Kantaprawira. Masalah dan Prosfek Pembangunan Politik Indonesia. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Dasar-dasar Ilmu Politik. ____________ (1996). Azis.26 Label: Politik . Philiph. Idrus Affandi (1996). LPKH. (1983). Pergolakan Melawan kekuasaan Gerakan Mahasiswa Antara Aksi Moral dan Politik.A. Muhammad. Jakarta Universitas Terbuka. Pustaka Pelajar. _____________ (1998). 1965. Surabaya: Airlangga University press. Rajawali.CV. Wawasan Politik. Gaffar. Disertasi Pasca Sarjana IKIP Bandung. Kartini (1996). Arbi Sanit (1989). Pidato Pengukuhan Guru besar IKIP Bandung. Michael Rush dan Philip Althoff (1997). Bandung: Mandar Maju. Lucian W. Jakarta. Afan. Politik dan Mahasiswa Presfektif dan Kecenderungan Masa Kini. Politik Indonesia. Budiarjo. Sidney Verba. Jakarta. Jakarta: Bumi Aksara. (1990). Sistem Politik Indonesia. Rusadi. Wahab. Prilaku Politik. Jakarta. Kosasih Djahiri (1999) Modul Politik Kenegaraan dan Hukum. Kepeloporan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dalam Pendidikan Politik. Miriam (1989). Jakarta PT Gramedia.