Budaya Politik

Budaya politik merupakan salah satu karakteristik suatu masyarakat yang mencerminkan perilaku politik masyarakat tersebut. Di era demokrasi ini, budaya politik partisipan sangat dibutuhkan dalam membangun tatanan masyarakat yang demokratis, yaitu masyarakat yang sadar dan melek politik, serta tahu akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. 1.1. Makna Budaya Politik Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. Sebenarnya istilah budaya politik tertentu melekat pada setiap masyarakat yang terdiri atas sejumlah individu yang hidup, baik dalam sistem politik tradisional maupun modern. Sebagaimana konsep kebudayaan terdapat pada setiap masyarakat, baik yang disebut tradisional maupun modern. Pengetahuan mengenai budaya politik ini dalam kenyataannya sering diberi arti sebagai peradaban politik yang disamakan dengan prestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini terlihat pula dari lingkup budaya politik itu, meliputi pula orientasi individu, yang diperoleh dari pengetahuannya yang luas maupun sempit : orientasinya yang dipengaruhi oleh perasaan keterlibatan, keterlekatan ataupun penolakan : orientasinya yang bersifat menilai terhadap objek dan peristiwa politik. Mengenai pengetahuan pengenalan tersebut, dinilai lebih bersifat sebagai peradaban dari pada sebagai kebudayaan. Oleh karena itu, budaya politik merupakan persepsi manusia, pola sikapnya terhadap berbagai masalah politik dan peristiwa politik terbawa pula ke dalam pembentukan struktur dan proses kegiatan politik masyarakat maupun pemerintah. Oleh karena itu, sistem politik itu sendiri adalah hubungan manusia yang menyangkut masalah kekuasaan, aturan, dan wewenang. Hakikat budaya politik adalah suatu masyarakat terdiri dari system kepercayaan yang bersifat empiris, symbol-simbol yan ekspesif, dan sejumlah nilai yang membatasi tindakan-tindakan politik. Kebudayaan politik selalu menyediakan arah dan orientasi bagi olitik. Sudah tentu kebudayaan politik merupakan salah satu aspek kehidupan politik secara eseluruhan. Jika orang ngin mendapatkan gambaran dan cir politik suatu bangsa secara utuh bulat, orang tersebut harus pula melakukan penelaahan terhadapterhadap sisinya yang lain. Atas dasar alasan yang telah dipertimbangkan secara matang maka hal ini memusatkan perhatian terhadap beberapa aspek kebudayaan, yaitu sebagai berikut. 1. Sistem politik adalah merupakan jaringan yang kompleks antara budaya politk dan aspek-aspek politik serta kebudayaan lain yang sifatnya formal. Oleh sebab itu, dengan mengabaikan hal tersebut, sangat sulit untuk mendapatkan gambaran tegas tentang system politik. 2. Budaya politik adalah merupakan salah satu sistem politik yang sifatnya sangat signifikan sekali. Lebih jauh lagi mari kita lihat hubungan antara budaya politik dan perilaku politik. Perilaku poltik adalah suatu telaahan mengenai tindakan manusia dalam situasi politik. Situasi politik sangat luas cakupannya, antara lain : pengertian respons emosional berupa dukungan maupun apati kepada pemerintah, respon terhadap perundang-undangan dan lain-lain. Jadi, dengan demikian perilaku para pemilih atau pemberi suara dalam pemilihan umum, misalnya, karena dapat menggambarkan sikap mereka terhadap pemerintah, merupakan salah satu telaahan tentang prilaku politik. Tindakan dan perilaku politik individu sangat ditentukan oleh pola orientasi umum yang tampak secara jelas sebagai pencerminan budaya politik. Sedikit atau banyak seorang individu terkait pada nilai kebudayaan tempat ia hidup. Dari pernyataan, pidato, tulisan, bahkan dari mitos dan legenda serta folklore dapat diungkapkan hakikat pola budaya politik. Pengenalan atas budaya politik secara cermat merupakan salah satu informasi yang terpercaya bagi pengenalan sistem politik. Segala tingkah laku dapat merupakan parameter atau petunjuk yang jelas dengan siapa atau dengan apa seseorang berasosiasi. Misalnya, perilaku sebagai pencerminan budaya politik, seperti diuraikan di atas, merupakan alat pembentuk konsep yang sangat berharga, yang dapat menghubungkan atau mempertemukan telaahan tentang individu dalam lngkungan politik dengan sistem politik sebagai kesatuan. Budaya unggul dalam alam politik Indonesia sepertinya menjadi pekerjaan rumah yang besar, rumit, dan menuntut banyak pengorbanan. Budaya unggul sebenarnya adalah mitos etika politik. Sejarah etika politik kita masih terjebak dalam lingkup ekonomi dan kekuasaan. Justru kedua lingkup ini menjadi penghalang bagi lahirnya sebuah budaya unggul. Jika politik diartikan sebatas ini maka yang muncul

berperan serta menyumbangkan kompetensinya. c. walaupun tidak sekompleks yang dihadapi oleh India misalnya. Definisi ini jelas masih belum jelas karena belum punya contoh yang konkret. latar belakang sejarah. pengaruh penjajahan. Budaya politik oleh Gabriel Almond dan Verba diartikan sebagai dimensi psikologis dari sistem politik. kasta yang semuanya relatif masih rawan. agama. a. budaya politik mencakup perilaku. mempengaruhi. kita harus berbuat yang terbaik. sedang di lain pihak kaum elitnya sungguh-sungguh merupakan partisipan yang aktif. dan menekan sistem politik. Jadi jelas terlihat bahwa kebudayaan politik Indonesia diwarnai oleh besarnya pengaruh kebudayaan politik parochial kaula. Di satu segi massa lebih ketinggalan dalam menggunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar. ikatan primordial. Kadangkadang bersifat sekular dalam arti relatif dapat membedakan faktor-faktor penyebab disintegrasi. yang dikenal melalui indikatornya berupa sentimen . dan keterampilan yang berkembang di seluruh bidang kehidupan masyarakat. Supaya lebih nyata dan tidak spekulatif dalam mengartikan budaya unggul ini maka budaya unggul perlu dikaitkan dengan budaya politik. sistem politik Indonesia harus memperhitungkan tekanan budaya politik tertentu yang mungkin demikian berbeda dengan apa yang menjadi hasil pengamatan keadaan tertentu sebagai suatu hasil pemotretan sesaat. kesukuan. Jelas di sini yang menjadi target budaya politik itu adalah subyek yang berbudaya dan yang punya kompetensi. Baginya. kepercayaan. 1. b. dan persepsi yang menopang terwujudnya partisipasi. Rakyat adalah kata kunci demokrasi itu sendiri. Almond dan Verba yakin semua orang dengan kemampuannya dapat berperan serta asalkan diberi kesempatan. Budaya politik Indonesia yang bersifat parochial kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak. Budaya dan politik unggul tidak bisa tidak menuntut ketulusan dari kita semua dalam berperan serta.2. Dengan demikian. Budaya dan politik unggul itu dengan kemapanan sebuah demokrasi. Dari pengamatan sejarah terlihat bahwa elit Indonsia selalu mengambil peranan yang positif. bentangan waktu yang digunakan. tata nilai. Akibat lebih lanjut kedua budaya ini adalah lahirnya tindakan dengan tujuan menghalalkan segala cara. pembangunan politik Indonesia dapat pula diukur berdasarkan keseimbangan atau harmoni yang dicapai antara lain oleh budaya politik dengan pelembagaan politik yang ada atau akan ada. dan lain-lain. Konfigurasi subkultur di Indonesia masih beraneka ragam. sikap. kelas. seperti agama. jangan harap budaya dan politik yang unggul akan lahir di bumi pertiwi ini. yang menghadapi masalah perbedaan bahasa. Namun. budaya politik merupakan salah satu unsur atau bagian kebudayaan merupakan satu di antara sekian jenis lingkungan yang mengelilingi. feodalisme. Budaya politik unggul didefinisikan sebagai semangat dan kultur untuk mencapai kemajuan dengan cara kita harus bisa. Tipe-Tipe Budaya Politik Pada prinsipnya. Demokrasi dalam arti ini adalah meruangkan hadirnya orang lain untuk berandil. Keadaan ini merupakan kondisi yang mencerahkan karena ternyata ide masih berperan besar bagi pembangunan. norma. baik dalam mencanangkan prakarsa kemerdekaan maupun prakarsa pembangunan masyarakat. Partisipasi politik ini penting sehingga demokrasi dirasa tidak menjadi barang mewah bagi kelompok tertentu.bukannya budaya unggul. tetapi budaya konsumtif dan arogansi. seandainya kesempatan menjadi monopoli orang-orang yang haus kekuasaan dan harta. Budaya politik yang demokratik ini menyangkut suatu kumpulan sistem keyakinan. Pada prinsipnya masalah keanekaragaman subkultur di Indonesia telah dapat ditanggulangi berkat usaha pembangunan bangsa (nation buildng) dan pembangunan karakter (character building) yang cukup berhasil jika diukur dengan memandang jumlah penduduk. Tidak boleh melecehkan partisipasi politik rakyat. Dengan demikian. yang relatif tidak lebih kecil dibandingkan India. Sifat ikatan primordial yang masih kuat berakar. yang kiranya disebabkan oleh pengaruh pendidikan modern. bapakisme. Budaya dan politik yang unggul akan memiliki tingkat legitimasi yang tinggi karena legitimasi itu diperoleh dari partisipasi politik yang demokratik di mana semua masyarakat dilibatkan dalam kegiatan politik. khususnya rakyat kecil. budaya dan politik unggul hanya bisa dicapai ketika demokrasi mendapat tempat yang utama dalam hierarki politik. Berikut beberpa karakteristik budaya politik yang dapat mengantarkan pemahaman bahwa budaya politik Indonesia termasuk pada budaya politik yang mana.

Berdasarkan pemaparan tersebut maka berikut penjelasan mengenai tipe-tipe budaya politik. Di samping itu. Di Indonsia. ungkapan sikap mendukung maupun sikap bermusuhan terhadap sistem. terutama karena membicarakan tentang fenomena masyarakat. Dalam masyarakat tradisional dan sederhana. keagamaan. berpikir. perhatian. Inilah yang disebut oleh Mpu Prapanca . Orientasi mereka yang nyata terhadap objek politik dapat terlihat dari pernyataannya. budaya politik tipe parochial kaula lebih mempunyai keselarasan untuk tumbuh dengan persepsi masyarakat terhadap objek politik yang menyandarkan atau menundukan diri pada proses output penguasa. yaitu terhadap tempat di mana ia terkait secara sempit. baik sistem sebagai totalitas maupun posisi dirinya sendiri. Oleh karena itu. dalam arti hanya terikat dalam salah satu klasifikasi saja. sikap asal bapak senang. Sesuatu yang menonjol dalam budaya politik parochial dalah adanya kesadaran anggota masyarakat akan adanya pusat kewenangan/ kekuasaan politik dalam masyarakatnya. seseorang dalam budaya politik partisipan dapat menilai dengan penuh kesadaran. Pada budaya seperti ini. menyerah kepada segala kebijakan dan keputusan para pemegang jabatan dalam masyarakatnya. setia. perlu dikaji sub-sub kultur yang terdapat di Indonesia. Segala keputusan yang diambil oleh pemeran politik dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. pada pokoknya dapat dikatakan posisi yang pasif. Tiada jalan lain baginya. yaitu di mana anggota masyarakat mempunyai minat. Kecenderungan budaya politik Indonesia yang masih berpegang sikap paternalisme dan sifat patrimonial. dalam membicarakan politik ini. Dengan demikian. terutama terhadap segi outputnya. terbatas pada wilayah atau lingkup yang kecil. hukum. salah satu petunjuk masih kokohnya ikatan tersebut dapat dilihat dari pola budaya politik yang tercermin dalam struktur vertikal masyarakat di mana usaha gerakan kaum elit langsung mengeksploitasi dan menyentuh substruktur sosial dan subkultur untuk tujuan perekrutan dukungan. e. sempit misalnya yang bersifat provinsial). Posisinya sebagai kaula. sebagai indikatornya dapat disebutkan bapakisme. mungkin pula kesadaran terhadap sistem sebagai keseluruhan. tentu sulit sekali. dan dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. serta dicampurbaurkan dengan prestasi di bidang peradaban. kesukuan. dan lain-lain. keagamaan. kecuali dalam batas tertentu. Budaya Politik yang berkembang dalam Masyarakat Indonesia Kebudayaan dekat kaitanya dengan ilmu-ilmu seperti sosiologi. di mana spesialisasi sangat kecil. Uraian tersebut merupakan gambaran sepenuhnya karena dalam kenyataan akan dijumpai bentukbentuk budaya politik yang tidak homogen. dan norma kebiasaan yang berjalan. Pertama adalah budaya politik parokial (artinya. Dilema interaksi dengan segala konsekwensinya dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat. para pelaku politik sering melakukan peranannya serempak dengan peranannya dalam bidang ekonomi. Mereka menganggap dirinya tidak berdaya mempengaruhi atau mengubah sistem. Berbicara tentang kebudayaan Indonesia. kebudayaan merupakan faktor yang sangat penting karena mengkaji berbagai pola perilaku seseorang atau pun sekelompok orang (suku) yang orientasinya berkisar tentang kehidupan bernegara. perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu. Ketiga adalah budaya politik partisipan yang ditandai oleh adanya perilaku yang berbeda perilaku sebagai kaula. Dalam masyarakat yang bersifat parokial ini karena terbatasnya diferensiasi tidak terdapat peranan politik yang bersifat khas dan berdiri sendiri. Sedangkan perhatian atas aspek input serta kesadarannya sebagai aktor politik. tetapi inilah yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang diwarisi nilai-nilai luhur nenek moyang. dapat diambil sebagai contoh pemimpin yang sekaligus mengemban berbagai peranan dalam masyarakatnya. dikoreksi. dan psikologi. tetapi selain daripada itu. Seseorang menganggap dirinya ataupun oang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik. dan mengikuti segala instuksi dan anjuran para pemimpin politiknya.kedaerahan. Budaya kedaerahan yang mempengaruhi masing-masing suku dalam khasanah budaya Indonesia yang kaya ini dapat dirumuskan. kecuali menerima saja sistem sebagai apa adanya. politik pemerintahan. d. dikerjakan. Untuk itu. baik berupa kebanggaan. anggota masyarakat cenderung tidak menaruh minat terhadap objek-objek politik yang luas. adat-istiadat. Seseorang dengan sendirinya menyadari setiap hak dan tanggungjawabnya dan dapat pula merealisasi dan mempergunakan hak serta menanggung kewajibannya. antropologi. Kedua adalah budaya politik kaula. apalagi ditentang. Tidak diharapkan seseorang menerima begitu saja keadaan merupakan salah satu mata rantai aktif proses politik. penyelengaraan administrasi negara. boleh dikatakan nol. patuh.

Sebaliknya dalam meniadakan kesombongan bila memperoleh keberuntungan. yang pintar untuk lawan berunding). baik yang bersifat kawula gusti maupun yang bersifat partisipan. mereka sudah sejak dulu mempunyai pandangan tentang filsafat hidup. Dalam politik orang Jawa relatif lebih merendah dibandingkan suku-suku lain di Indonesia. Untuk meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan mereka beristilah “mangan ora mangan pokok -e kumpul” (makan tidak makan yang penting berkumpul). yaitu “ baa di wang baitu pulo di awak. Budaya Politik Minangkabau Budaya politik partisipan sebenarnya dapat dikaji dari Ranah Minangkabau. digdaya tanpa aji-aji. 2. Berikut berbagai budaya politik yanga da dalam masyarakat Indonesia berdasarkan daerahnya. berkata sepanjang akal). nan pakak palapeh badia. Bagi penyesuaian diri mereka berpedoman pada “bakato di bawah -bawah. akarnya . nak cadiak sungguah baguru. mengubur dalam-dalam). yang menganggur untuk disuruh-suruh. batangnya tempat bersandar. mengapa orang Padang terkenal ulet besilat lidah dan tidak mau mengalah karena di dalam berpetatah-petitih. nan lumpuah pauni rumah. duduk sama rendah). nan kuek pambao beban. Budaya kedaerahan akan diuraikan berikut. dan rencong mereka pada dada dan perut (di depan_) maka orang Jawa menyimpan kerisnya di punggung (di belakang). lalu mengangkat seluruh jasa-jasanya untuk dicontoh dan dibenamkan dalam-dalam apa yang keliru diperbuat oleh tokoh tersebut supaya tidak terulang lagi disebut “mikul dhuwur mendem jero” (memikul tinggi-tinggi. ingin pintar belajar sungguh-sungguh. Penggambaran posisi pemimpin pemerintahan diibaratkan pohon beringin. orang Jawa lebih senang berkelahi dari belakang dari pada berhadap. agar tampak tidak mengancam. mereka mengatakan bahwa. talanjuakluruih kalingkiang bakaik” (bagaimana halnya pada orang begitu pula pada kita. yang tuli pelepas badil/menembak. ingin kaya harus kuat/ulet berusaha). Bila orang Bugis-Makassar. duduak samo rendah” (berdiri/tegak sama tinggi. masing-masing menyelipkan badik. Hanya mungkin ada yang menilai kurang jantan. “ nan buto paambuih lasuang. ingin maju teladanilah orang yang telah berhasil. mandi di hilir-hilir) sehingga tepat dengan usaha mempertahankan prinsip. yang terkenal tabah juga ulet. mereka memberi istilah “ngono yo ngono. nan binguang disuruah-suruah. primordialisme. di satu segi masih akan ketinggalan dalam menggunakan hak dalam memikul tanggung jawab di bidang politik. ning ojo ngono”. mamikua sakuek bahu. 1. yang kuat pembawa beban/barang. pengaruh penjajahan. menang tanpa ngasorake”.beberapa abad yang lalu sebagai “Bhinneka Tunggal Tan Hanna Mangrwa”. Untuk pemanfaatan tenaga kerja. ureknyo tampek baselo” (daunnya tempat berlindung. nak kayo kuak mancari” (agar menjadi orang yang mulia berlakulah yang baik. mereka memakai istilah “ojo dumeh” (jangan mentang-mentang”. Dalam mempertahankan gengsi. mereka menyebut “nrimo” (menerima dengan pasrah). batangnyo tampek basanda. Dalam memantapkan pekerjaan agar teliti dan berhati-hati walaupun kemudian memerlukan waktu. dahannyo tampek bagantuang. bakato sapanjang aka” (memanjang serentang tangan. dan Aceh. Bila menghormati orang yang dituakan. yang lumpuh penunggu rumah. Namun bukan berarti kita menggugurkan ciri asli kedaerahan. keris. termasuk dalam hal kepemimpinan. Banjarmasin. malampek saayun langkah. mereka mengatakan “tagak samo tinggi. mereka beristilah “ alon-alon waon kelakon” (pelan-pelan asal tercapai). yang disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar. Mereka memang sudah sejak dulu terpatri dengan kromo inggil yang ternukil dalam berbagai falsafah hidup. walaupun terhadap bawahan sekali pun. yaitu “ mamanjang sarantang tangan. mereka memberi istilah “ngluruk tanpa bolo. memikul sekuat bahu. kewajiban. Budaya Politik Jawa Budaya politik kawula gusti sebenarnya dapat dikaji dari etika Jawa. Hal ini se jalan dengan usaha bertata krama walaupun terhadap pihak yang telah dikalahkan. Minangkabau. Begitu pula dalam mengelola kehidupan mereka berpedoman : “nak mulia ba tabua urai. Misalnya dalam kepasrahan menghadapi tantangan hidup. dan persamaan derajat. nan cadak lawan berundiang” (yang buta menembus lesung. yang terwujud dari bagaimana cara mereka memasang keris.mandi di ilia-ilia” (berkata di bawah-bawah. dahannya tempat bergantung. Dalam merendahkan diri dan mengurangi kesewenang-wenangan bertindak. Itulah sebabnya dalam politik. Pelestariannya tetap dijaga namun diseimbangkan dengan semangat nasionalisme. dan feodalisme. melompat seayun langkah. mandau. nak tuah tagak di nan manang. telunjuk lurus kelingking berkait). yaitu “daunnyo tampek balinduang.hadapan. nepotisme. Hal ini sejalan dengan peredaman emosi antusiasme.

dengan begitu pemerintah melenggang dengan mulus ke puncak korupsi mereka dan rakyat merestuinya dalam keadaan setengah hati. Namun demikian tetap diperlukan introspeksi diri sebagai berikut : “ kok kuek urang indak ka balinduang. Karena pengkultus-individuan masyarakat Sunda terhadap pemerintah inilah di tanah Parahyangan jarang terjadi kritik pada pemerintah termasuk dari dewan perwakilan rakyatnya. tarian jaipong mengekspos liuk pinggang. Tetapi bila masyarakat Bugis-Makassar merantau meninggalkan negerinya. jika kuat orang tidak akan berlindung. Rusadi Kantaprawira dalam wawancaranya di televisi. 3. suku Bugis dan Makassar ini cukup bertebal muka dalam pergaulan. keakraban bagi mereka yang berada di rantau orang. jika pintar /cerdik orang tidak akan bertanya. Dalam hubungan dan komunikasi kepemimpinan dengan bawahan mereka berpedoman “duduak surang basampik-sampik. namun andai kata lebih sensitif akan berakibat lebih fatal. Oleh karena itu. serta perebutan harta warisan paling tinggi ditemukan di daerah ini. Jika di Papua tariannya mengandalkan hentakan kaki sesuai degup jantung secara tradisional maka sudah bukan rahasia umum lagi. 4. Siri dapat berakibat hilangnya nyawa orang lain. terjadi hubungan akrab antara birokrat setempat dan rakyatnya. Hal ini karena mereka memiliki budaya siri sebagai penebusan rasa ketersinggungan. Namun demikian data lain memperlihatkan bahwa kawin cerai. bahkan Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk sunda. dan buah dada. Solihin GP. Budaya Sunda cukup berpengaruh. Budaya Politik Bugis-Makassar Sebenarnya antara suku Bugis dan suku Makassar terdapat perbedaan. . untuk itu tidak diperlukan pandai bersilat karena tantangannya adalah duel dalam sarung dengan badik terhunus. sempat melontarkan dalam salah satu pertemuan bahwa masyarakat Sunda itu cengeng sifatnya. jika berani orang tidak akan berkelahi/berperang). lalu muncul rasa kekeluargaan yang mendalam. Sementara itu. adalah karena motivasi harta serta keterlindungan materi. Istilah-istilah dalam perkawinan seperti “nyalindung ka gelung” (berlindung kepada isteri) atau pun “manggih kaya” (numpang kaya) dijadikan sindiran untuk memperlihatkan bahwa unsur materialistis menjadi rujukan utama. Itulah sebabnya perkawinan muda masih sering ditemui. Sebagai pelaut. goyang pinggul. mantan Gubernur Jawa Barat. Misalnya dalam menjaga anak perawan mereka. Budaya Politik Sunda Dalam kisah leluhur Sunda beredar cerita Dayang Sumbi yang identik dengan kisah Odhipus Complex di Yunani kuno. baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintahan kecamatan sampai ke desa-desa. Sampai saat ini kebiasaan memakan daun-daunan segar masih kental di Jawa Barat yang disengaja ataupun tidak berdampak positif untuk perawatan kulit. Keinginan seorang ibu untuk merelakan anak gadisnya dipersunting menjadi isteri muda kesekian. Itulah sebabnya setelah kekalahan dalam peristiwa PRRI orang awak ini sangat berhati-hati dalam menjalin hubungan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.tempat bersila). rawannya usia itu merupakan akses yang tidak dapat dihindari. membuang anak. yang mereka memang memiliki rasa segan terhadap yang dituakan. bila harga harkat keberadaan dirinya terinjak. Ketimbang sebaliknya. Dalam penyelenggaraan politik pemerintahan. mengkhawatirkan terabsorpsinya budaya Sunda oleh budaya lain. kok bagak urang indak kabaparang” (jika kaya orang tidak akan meminta. Di beberapa daerah seorang kepala desa mempunyai isteri lebih dari satu. bahkan tidak jarang dalam pesta-pesta rakyat. risikonya sulit mengusut korupsi di kalangan mereka yang memiliki hubungan kekerabatan. Bedanya di Sunda lebih ditekankan pada kecantikan sang ibu yang senantiasa merawat tubuhnya. cenderung terpengaruh oleh budaya Sunda. Bahkan persenan diselipkan lewat kutang (beha) atau bibir sehingga berkonotasi godaan seks. namun kesamaannya lebih besar daripada perbedaannya sehingga dalam tulisan ini digolongkan dalam satu kategori.. suku Bugis-Makassar ini tepat mengisi posisi legislatif karena kemampuan dan keberaniannya dalam berbantahan. duduak basamo balapang-lapang” (duduk sendiri bersempit-sempit. Di bidang kepemimpinan pemerintahan. duduk bersama berlapang-lapang). Jadi keahlian silat tetap riskan bagi pelakunya. masyarakat menyuguhkan tarian jaipong dari para ronggeng dan pesinden kepada para aparat pemerintah.

Budaya Politik Manado Masyarakat kawanua cenderung terkenal paling moderat di banding dengan suku-suku lain di Indonesia.5. tetapi untuk memusnahkan ladang ganja pemerintah harus campur tangan. Legenda kuno Manado mencatat bahwa daerah ini pernah dipimpin dan dikuasai oleh mayoritas kaum wanita. konco atau masyarakat paguyuban Manado sendiri. dalam perkembangan budaya kedaerahan sangat memiliki perbedaan satu sama lain. dalam menghadapi berbagai gejala hubungan atasan dan bawahan.). Hal inilah yang membuat oang-orang Manado lebih demokratis ketimbang suku-suku lain. sebagai akses dari keuletan daerah ini. hal inilah yang membuat kaum wanita di daerah ini cenderung cekatan dalam persaingan hidup dan kehidupan. Dampak positifnya. Hal ini dekat dengan ayat Al Quran yang mengatakan “Faa-izza azamta fa tawaqal allallah” (artinya. Kaum kolonialisme begitu sukar menembus daerah ini. kaum wanita dipandang terbuka. dengan begitu tidak akan tampak sikap merunduk orang Papua dalam hormat-menghormati. Namun demikian. Di daerah ini eksistensi kaum wanita sudah sejak dulu dihormati. karena haknya. Hampir mirip dengan masyarakat Bali yang memiliki organisasi Subak maka di Manado kegotongroyongan dikenal dengan istilah Mapalus. tetapi harus tetap pulang darah). apabila engkau telah membulatkan tekad maka serahkanlah kepada Allah SWT. jadi inilah dasar hak asasi manusia yang perlu dicontoh dampak positifnya. lokasi. bahkan cenderung kurang berkenan membuka aib. Namun kemudian budaya yang hampir sama pada sebagian besar orang Papua adalah keras hati dan gengsi. bahkan tariannya saja alat gendering hampir tidak diperlukan karena cukup memukul dada. jika seorang perjaka yang sudah meminang seorang wanita pujaan hatinya. Kawanua berarti kekerabatan. bila orang Papua memegang jabatan. kecuali mengelabuhi para syuhada Serambi Makkah ini. Kasih sesama manusia dan kekerabatan yang diuraikan tersebut. bahkan cenderung berestetika secara melankolis. Oleh karena itu. pada dasarnya adalah untuk menghidupkan manusia itu sendiri. Pada kesempatan lain yang umum terjadi. bermaksud untuk hidup dan kehidupan ini. setiap daerah. Budaya Politik Papua Hubungan (komunitas) di daratan Irian Jaya (Papua) sangat sulit karena beratnya medan yang akan dilalui. dan ditolak oleh calon mertua (biasanya dikenal dengan istilah bapa mantu) maka akan berekses kawin lari karena gengsinya menanggung celaan penolakan tersebut. Berkenaan dengan hasrat hati masyarakat Aceh dalam menantang perjuangan dengan gigih mereka bersendi pada istilah “de teuron dari rumoh neugisa ngon darah” (maksudnya: kalau turun dari rumah jangan harapkan pulang nama. yang dalam istilah Manado. Di samping itu. jihad diperlukan lebih mutlak ketimbang sufisme. Oleh karena itu pula. Sejarah memang telah membuktikan perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan Belanda. Namun sayang rasa kecewa masyarakat Aceh sudah tertimbun sehingga mereka tidak lagi berharap untuk menerima Undang-Undang Nangroe Aceh Darussalam. Di kampung-kampung tidak ditemui rumah ibadah agama lain selain masjid. Untuk itu dalam penyelenggaraan politik diperlukan pendekatan religi. mereka tampak eksistensialis ketimbang fatalisme. 7. Dalam etika kepemimpinan tidak dapat dituduhkan pada daerah ini dengan frontal. tempat. Budaya Politik Aceh Orang Aceh lebih suka dikatakan sebagai penjahat ketimbang dinilai telah meninggalkan agama Islam karena sudah begitu terpatri dalam darah daging budaya Aceh. Samual Ratulangie memberi sambutan “si tou timou tumo tou”. dalam meningkatkan sumber daya manusia. Masyarakat Aceh cukup eksis dalam hidupnya serta memiliki ketersinggungan jiwa yang sensitif. . mereka akan dengan mudah mempertahankan wibawa dan kharismanya masing-masing. Namun dampak positifnya setia persahabatan yang dilakukan dengan orang-orang Manado jarang dipecundangi karena tidak pernah di daerah ini ada istilah menohok kawan seiring. suku. banyak yang berperangkat dari ajaran Kristiani yang menyebarkan kasih kepada semua pihak. Sebagai contoh dapat dilihat dari banyaknya bahasa daerah di daerah ini. tetapi harus menghubungkannya dengan keberadaan kasih itu sendiri karena mereka juga mempunyai seperangkat harga diri. mengembangkan bahasa ibunya masing-masing yang sulit dipengaruhi daerah lain karena hubungan yang terputus. bahkan sedikit genit bagi sementara masyarakat Indonesia lainnya. 6.

para aparat pemerintah. terutama berasal dari perluasan pengaruh kekuasaan Singosari dan Majapahit. Itulah sebabnya gerakan-gerakan tersebut selama ini tidak pernah terealisasi untuk bersatu dalam pulau yang luas. Itulah sebabnya masyarakat Bali relatif jauh dari keinginan untuk memisahkan diri dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. memiliki arti yang berdekatan atau hampir sama . Banyak di antaranya yang telah mencapai gelar tinggi keilmuan. ini bukti lain dari keras hati dan gengsi itu sendiri. terutama dalam penyelenggaraan kepemimpinan pemerintahan di negara tercinta ini. Maksudnya. Dengan demikian. Ditambah pula oleh banyaknya wisatawan asing dan domestik yang masuk ke Bali. 9. baik sebagai nilai budaya maupun dalam sistem perilaku.3. sejak kemerdekaan Republik Indonesia. upacara pembakaran mayat.calon penyelenggaraan pelayanan pemerintahan. yaitu upa suhu. berbagai tarian dan arsitektur bermotif Hindu. Gotong royong telah menjadi landasan dari berbagai bentuk kegiatan sosial di Bali sehingga tampak sangat mengerakan kehidupan kekerabatan dan komunikasi masyarakat Bali. upa tulang. kendati kesempatan untuk hal tersebut memungkinkan melihat potensi pariwisata yang mereka miliki. 8. pendidikan dan budaya serta pengaruh-pengaruh masa kini telah banyak membawa perubahan. Tetapi yang paling penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bali adalah adanya asas gotong royong. Ngoyah (gotong royong untuk keperluan agama). tidak dapat mengobral janjijanji muluk yang sulit untuk dipenuhi. Hal ini tampak dalam tradisi seperti adanya tokoh pedanda. dimodifikasi oleh penjajah asing menjadi kelas dalam masyarakat. Budaya Politik Batak Orang Batak terkenal paling eksistensialis dalam menantang hidup dan kehidupan ini sehingga di kalangan anak-anak muda dikenal dengan istilah Batak Tembak Langsung (BTL). seoramg yang tinggal di pedalaman Sumatera Utara. tidak perlu harus lewat Medan untuk menuju Jakarta ataupun luar negeri sekali pun. orang Batak cenderung spontan tanpa tedeng aling-aling sehingga demokrasi dalam kepemimpinan akan berkembang pesat. Bayangkan betapa banyak para turis dari manca negara yang mengatakan “see Bali before your die” artinya bila meninggal orang perlu mendambakan surga maka sebelum mati orang perlu mendambakan Bali. Budaya Politik Bali Unsur kehidupan masyarakaat dan kebudayaan di Bali. Sayang keberadaan kasta yang sebenarnya adalah untuk menentukan tingkat pemahaman seorang umat Hindu. dan upa pariban. Pengertian Pendidikan Politik Konsep pendidikan politik dan sosialisasi politik. Terjadinya berbagai gerakan separatis di daerah ini. bukan karena tujuan politik semata karena adanya perasaan tidak terpakai dalam pemerintahan sehingga menimbulkan rasa gengsi terhadap kemampuannya yang sebenarnya dan ingin serta perlu untuk membuktikannya. Pemuda pemudi Papua tidak sedikit yang berpendidikan tinggi walaupun berasal dari pedalaman sekali pun. apabila mengikuti tradisi putra Batak. berkembang seiring dengan perkembangan unsur-unsur yang berasal dari budaya agama Hindu Jawa. Dalam mengemukakan pendapat. Sedangkan terhadap pihak yang dianggap sudah akrab mereka menyebut “halak kita” sebagai persaudaraan. Ngedeng (gotong royong antarperkumpulan). Jika tidak akrab sekali dengan mereka. b. sulit untuk menembus adat Batak ini karena antarmereka ini terjadi kawin-mawin dengan mengentalkan kekerabatan. 1. Bentuk gotong royong tersebut diberi berbagai istilah dalam kehidupan sehari-hari. sebagai contoh yaitu : a. terutama dalam sistem pelapisan kasta. di samping “lai”. Namun kemudian terjadi perkembangan budaya Bali menjadi tradisi modern. Ngoupin (gotong royong antarindividu atau keluarga). Pendidikan Politik dalam Pengembangan Budaya Politik Partisipan a. upa jalobara. Ini berpengaruh pula dalam budaya politik. Istilah yag paling lazim disampaikan dalam pembicaraan sehari-hari adalah “ise nan mangator nagaraon”. namanama yang menunjukkan kasta. c. Ada 4 adat pengikat dalam peminangan perkawinan. rasa kegotongroyongan mereka terbentuk dari budaya mereka sendiri. Apabila tidak terpenuhi mengakibatkan “sirang ala sinamot”.

Rusadi Kartaprawira (1988:54) memandang bahwa pendidikan politik. aspek-aspek yang ada dalam individu juga akan mempengaruhi tingkat persepsi orang mengenai sistem politiknya. dan lingkungan sosial individu yang bersangkutan”. Menurut Perspektif kontruksi sosial. Yakni perspektif konsensus. Selain itu. 3. Definisi dari Massi alas sejalan dengan definisi Koentjaraningrat (1985:229). tingkat pendidikan. Sedangkan persektif humanisme menganggap bahwa individu-individu mempunyai kapasitas intelegensi. yaitu mencetak individu-individu yang dapat berpartisipasi dalam politik. sedangkan untuk berpartisipasi dalam politik seseorang minimal harus mempunyai pengetahuan politik yang mendasar tentang politik tersebut dan itu pula yang menjadi targetan pertama dari diadakan pendidikan politik.sehingga dapat digunakan secara bergantian. dan prespektif humanisme. yaitu bahwa pengertian dari pendidikan politik lebih menekankan pada aspek tujuannya. Oleh karena itu. Kemudian Dawson. yaitu perspektif konflik memandang bahwa sosialisasi sebagai gambaran keinginan golongan yang kuat yang menguasai pendidikan dan media. Selain itu. Sherman (Idrus Affandi 1996:26) melihat sosialisasi politik dalam tiga perspektif. dan imajinasi serta kemampuan untuk memahami tekanan situasi serta mengubahnya dengan cara-cara . 2. a process called cultural transmission”. and evaluations regarding his political world ”. dan menghayati nilai-nilai politik tertentu. Inti dari pengertian sosialisasi yang diungkapkan Michael Rush dan Philip Althoff tersebut. seperti intelegensi. Dawson. Dengan penekanan yang hampir sama merujuk pada pengertian pendidikan politik. Melalui proses sosialisasi politik ini anggota-anggota masyarakat mengenal. dkk (1977:33) mengemukakan” Political socialization is one type of relationship the individual has with the poli tical system in wich he or she live”. dan sebagainya. refers to the processes through wich political attitudes and patterns of are acquired”. sesuai dengan paham kedaulatan rakyat atau demokrasi bahwa rakyat harus mampu menjalankan tugas partisipasi. 1. mengakui bahwa sosialisasi politik mempunyai beberapa pengaruh. Apabila seorang individu telah mengenali lingkungan sistem politiknya maka individu tersebut juga akan memiliki persepsi terhadap lingkungan sistem politiknya. than. nilai-nilai. ia juga menambahkan bahwa “ political socialization is also the way one generation passes on political standards and beliefs to succeding generations. yaitu bahwa “Sosialisasi politik mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultural. emosi. feelings. secara langsung ataukah tidak langsung. dkk (1977:33) mendefinisikan. yaitu pengenalan terhadap sistem politik. Michael Rush dan Philip Althoff (1986:22) menganggap bahwa sosialisasi politik ialah sebagai suatu proses oleh pengaruh seorang individu bisa mengenali sistem politik. Mengenai definisi tentang sosialisasi politik atau pendidikan politik. sosialisasi dipandang sebagai cara membentuk masyarakat dengan kepribadian-kepribadian demokratis yang akan menjadi pendukung demokrasi. analisis. dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku politik sehari-hari. Proses interaksi antara individu dan sistem politik akan membentuk corak kehidupan individu tersebut. memahami. Dihubungkan dengan tujuan pendidikan politik untuk menciptakan warga negara yang memiliki kesadaran politik sehingga terjadi pembaharuan kehidupan politik dalam rangka menciptakan suatu sistem politik yang demokratis. tetapi pengaruh itu lebih mengembangkan bayangan-bayangan demokrasi daripada yang sesungguhnya. 4. Byron G. pesan yang ada dalam sosialisasi. Dari pengertian tersebut terlihat adanya kesamaan dengan apa yang telah dikemukakan oleh yang lainnya. lingkungan politik. mengalami apa yang disebut sebagai proses sosialisasi politik. Massialas (X:3) mengatakan “ Political socialization is generally the process af acquiring and changing the culture of one`s own political environment”. Oleh karena itu. kreativitas. Di samping definisi tersebut. “ At Individual level politcal socialization may be defined very simply as the process through wich an individual acquireshis particular political orientations his knowledge.Berikut pengertian pendidikan politik menurut para ahli. Alfian (1986:243) mengatakan :Semua anggota masyarakat. yaitu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Perlu diketahui bahwa persepsi setiap individu terhadap lingkungan sistem politiknya akan berbedabeda bergantung intensitas sosialisasi. Ketiga perspektif dapat dijelaskan sebagai berikut : Menurut Perspektif konsensus. Almond (1974:44) juga mendefinisikan bahwa “ Political socialization. penyampai atau media sosialisasi tersebut. persepsi setiap individu berbeda-beda maka tidak aneh reaksi-reaksi terhadap sistem politiknyapun akan berbeda-beda pula. Sebaliknya dari perspektif ini. perspektif kontruksi sosial tentang realitas.

bernapas. oleh Herqutanto (1981:372) dikemukakan :Seorang yang sadar akan tangung jawabnya terhadap negaranya akan sadar bahwa negara itu adalah tempat ia mencari kehidupannya. (1977) adalah “Applied to political socialization to ideas of hegemony refer to the way that groups with political power manipulated symbols and use propaganda and censorship to consolidate they rule” (1977:24). Teori sistem untuk studi sosialisasi politik ini. political socialization may take the form of either direct or indirect transm ission and learning” (1974:45). (1977:24) bahwa “the word hegemony refers to domination or control. dan tingkah laku politik. dkk. tempat ia bernaung. “First. ia harus sadar pula akan tanggung jawabnya sebagai warga negara dan hak-haknya sebagai warga negara. kelompok. democratic or authoritarian regime. dapat disimpulkan bahwa pendidikan politik pada hakikatnya adalah proses belajar politik (political learning). sangat bergantung pada intensitas interaksi individu dengan . sosialisasi politik dan pendidikan politik mengandung pengertian adanya suatu proses pelestarian atau pewarisan nilai-nilai dan keyakinan politik kepada generasi sesudahnya. apatriot rather than a revolutionery.yang dianggap penting. dkk. sekolah. Selain dengan beberapa prinsip itu. Teori hegemonik. Menurut Almond (1974) ada dua hal yang penting dalam sosialisasi. Ungkapan tersebut menunjukkan betapa seseorang harus memiliki kesadaran hidup bernegara atau kesadaran politik. (1977:27). melu hangkrukepi. Beberapa agen sosialisasi politik. Selain itu. socialization goes on continously through out the life of the individual” (1974:44). (1977:17) mengemukakan bahwa setidaknya terdapat dua macam teori yang biasa digunakan dalam studi sosialisasi politik. it also come into use in line of inquiring that sought to understand properties and processes of political system”. para ahli pada umumnya meminjam konsep-konsep atau teori-teori ilmu sosial yang telah ada. Dawson. “In hegemonic theory the political socialization processes primarily identifies how political values are transmitted from the dominant in society to the dominated groups”. a concervative rather than liberal ? Second. what are the consecquences of political socialization processes for the political system that result in astable or volatile politics. media massa. how do people acquire the traits and view points that make them this rather them that kind of political person a voter rather than non voter. Dawson. Sosialisasi politik sebagai suatu proses belajar tentang politik (political learning). It is term used in political writing to describe to domination that selected interest ini society exercises over the whole of society”. Aplikasi teori tersebut menurut. Dalam studi tentang sosialisasi politik. Orang yang telah sadar akan itu. Dawson. dan “ Second. orientasi. sikap-sikap. di dalamnya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. a Democrat rather than Republican. Dawson. Ia (1981:327) mengemukakan pula :Setelah warga negara itu sadar akan kehidupan kenegaraan. mencari nafkahnya. Pepatah Jawa yang sering untuk mencitrakan itu ialah Melu handarbeni. The study of political socialization wears two hat. Sosialisasi politik merupakan proses untuk memperoleh nilai. “As the concept of political socialization was being adopted by students probing patterns of individual political orientation. Tempat itu adalah tumpuannya sehingga ia harus tidak rela bila tempat itu dirusak orang dan kehidupannya dikacau orang. pekerjaan. dan tempat ia akan dikubur nanti. Almond (1974:47) mengemukakan adanya beberapa institusi sebagai agen sosialisasi politik. berkembang biak. Teori ini melihat sosialisasi politik sebagai suatu proses dominasi. semuanya setidak-tidaknya telah sadar akan kehidupan bernegara dan sadar akan politik. (1977:7) mengemukakan bahwa sosialissai politik menjadi tugas sistem politik. pernah dilakukan oleh Easton dan Jack Dennis. pergaulan. dkk (1977:4) mengemukakan “Using the teckniques of empirical science and concept and theories borrowed from other social scientists. yakni teori sistem (system theory) dan teori hegemoni (hegemonic theory). dkk. a just or an unjust rule ? (1977:20). Perlunya memahami politik bagi seorang warga negara adalah karena ia sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem politik. Pentingnya agen-agen atau sarana-sarana sosialisasi sosialisasi politik. Berkaitan dengan pendapat -pendapat tersebut. dan kontak politik langsung. they have investigated how and when and why come to have particular political out looks”. First. seperti keluarga. Herqutanto Sosronegoro (1981:321-326) mengemukakan “Orang yang sadar bahwa ia itu bernegara diharap sadar akan adanya pihak-oihak yang mengurusi perjalanan negara”. ditambah dengan mulat sariro hangroso wani. Sebagai argumentasi atau penjelasannya. dalam proses belajar politik (political learning) terdapat sumber atau agen atau saran-sarana sosialisasi politik. seperti dikatakan Dawson dkk. persoalan pokok sosialisasi politik adalah bagaimana seseorang menjadi paham akan politik. Dari definisi-definisi tersebut.

dan situasi ketika kegiatan itu hendak dilakukan”. dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap politik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku politik. second. dan berlandaskan hukum formal dalam menggalang komunikasi politik yang modern”. Menurut Kartini Kartono (1996: 68) bahwa tujuan pendidikan politik ialah: 1. Membuat rakyat (individu.agen-agen atau sarana-sarana. Menurutnya (1974:49). disebabkan oleh sosialisasi politik yang terus menerus. Sosialisasi politik membentuk identifikasi politik. tetapi juga akan memiliki perasaan atau kesadaran dalam berpolitik sehingga dapat diterapkan atau direalisasikan melalui partisipasi politik ataupun sikap dan tingkah laku politik yang lebih luas dalam usahanya untuk mencapai tujuan politik yang diinginkannya. shift up or down the social and economic ladder. lebih manusiawi. Sedangkan fungsi pendidikan bagi individu sendiri. there are basic attitudes and beliefs such as nationalism. anak didik. yaitu membentuk suatu tatanan masyarakat yang diinginkan sesuai dengan tuntutan politik.etc. terdapat tiga kategori identifikasi politik (political self). Di samping mengenai kekuasaan. and personalities”. Pola pendidikan politik rakyat yang akan diselenggarakan di masa depan harus bisa mengantarkan dalam mewujudkan suatu masyarakat madani. dengan prinsip-prinsip realistik. yakni terdapat sikap-sikap dan keyakinan ynag mendasar. Lebih jauh Almond (1974:49) dikatakan “The agencies. . dan psikomotor dari individu. dan seterusnya) . kurangnya komitmen dan pengetahuan. yaitu pertama dalam merubah atau membentuk tata laku pribadi atau individu dan yang kedua lebih luas lagi. Menurut Kartini Kartono (1996: 57) bahwa “Pendidikan politik dapat memberikan sumbangan besar bagi proses demokrasi yang semakin maju dari semua individu (rakyat) dan masyarakat/struktur kemasyarakatannya.. Rusadi Kantaprawira (1988: 54) memandang pendidikan politik sebagai salah satu fungsi struktur politik dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. there are less emotional commitments to and knowledge about government and political institutions. find or lose a job. Selanjutnya berdasarkan pendapat Surbakti (1992:133) bahwa “ Perilaku seorang aktor akan dipengaruhi secara langsung oleh salah satu atau kedua faktor yang mencakup struktur kepribadian atau sikapnya terhadap objek kegiatan itu. 1974:49). penekunan. “political socialization never relly ceases.. policies.etc.. proses komunikasi yang berlangsung antara individu dengan sarana tadi. dan usia seseorang. A combination in varying proportions of several feelings and attitudes”. Besar tidaknya peranan saran-sarana tersebut bergantung pada tingkat intensitas interaksi individu dan sarana yang ada. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diperoleh pengertian bahwa sikap politik dipengaruhi oleh persfektif politiknya.. . Finally there are more fleeting views about current events. move from one part of the country to another. warga masyarakat. yaitu masyarakat yang mamapu berkreasi secara maksimal dan menyerap nilai-nilai Demokrasi Indonesia secara konstuktif sehingga dari waktu ke waktu dapat memiliki suatu sistem yang makin demokratis. serta pandangan politik yang cepat berubah. and influences. klien. afektif. Fungsi pendidikan tersebut. Peningkatan kemampuan individual supaya setiap orang mampu berpacu dalam lalu lintas kemasyarakatan yang menjadi semakin padat penuh-sesak dan terpolusi oleh dampak bermacammacam penyakit sosial dan kedurjanaan. Artinya seorang individu dengan melalui proses pendidikan politik bukan hanya memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap aspek-aspek politik. Fungsi pendidikan politik bagi individu tersebut intinya ialah bahwa pendidikan politik berusaha merubah aspek kognitif. age-all these common experiences tend to modify one`s political persfektive” (Almond. experience. ikut mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan kekuasaan di tengah masyarakat. As become involved in new social groups and roles. Sesuai dengan pengertian pendidikan politik itu sendiri maka pendidikan politik mempunyai dua fungsi utama. lebih menekankan fungsinya dalam merubah tatanan masyarakat agar lebih baik dari sebelumnya yang ditandai dengan adanya perubahan sikap dari individu-individu dalam masyarakat tersebut. kelompok.. Dengan demikian. tingkat atau derajat penekunan individu yang mengalami proses sosialisasi politik. seperti dikatakannya. Pandangan atau persfektif politik seseorang dapat berubah. “First. memahami mekanismenya. yang lebih mendukung proses demokrasi. sedangkan persfektif politik atau pandangan atau pemahaman tentang politik mengalami perubahan karena sosialisasi politik. political issues. rakyat. proses komunikasi. become a parent. dan umur individu yang bersangkutan. as they shape indivudual attitudes create what may be called political self.

Pendidikan politik tidak akan terlaksana tanpa adanya penyelenggaraan yang dilakukan secara nyata di lapangan atau di tengah-tengah masyarakat. Semua bentuk pendidikan politik sebenarnya tidak jadi persoalan. Berikutnya adalah pendidikan politik yang diselenggarakan tidak melalui pendidikan formal.sebagi berikut: a. b. Sedangkan penyelenggaraan pendidikan politik tentunya akan berkaitan erat dengan bentuk pendidikan politik yang akan diterapkan di tengah-tengah masyarakat tersebut. aktivitasnya diarahkan pada proses demokratisasi individu atau perorangan. seperti sejarah. sedangkan pendidikan politik yang baik adalah pendidikan politik yang memobilisasi simbol-simbol nasional. khususnya yang berkolerasi dengan keamanan dan kesejahteraan hidup bersama. diskusi (pembahasan atau tukar pikiran tentang suatu masalah politik). Memperhatikan dan mengupayakan hal-hal sebagai berikut: a. Dialog politik (perbincangan suatu masalah politik yang dilakukan dengan para pakar politik). diskusi. c. artinya semuanya baik asalkan mampu memobilisasi simbol-simbol nasional sehingga pendidikan politik tersebut dapat merubah individu yamg memiliki kecintaan terhadap bangsanya atau memiliki rasa keterikatan diri (sense of belonging) yang tinggi terhadap bangsa negara. demi pembangunan diri. sikap positif. Banyaknya konflik dalam masyarakat itu disebabkan dengan adaya kontroversi. berani bersikap tegas memberikan kritik membangun terhadap kondisi masyarakat yang tidak mantap. wawasan. 2. komunikasi. keterampilan politik). 2. pada umumnya pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di dalam sebuah negara. d. dan pemecahan masalah. Antara fungsi pendidikan politik dan tujuan dari pendidikan politik mempunyai kedekatan tersendiri yang tak dapat dipisahkan dan keberhasilan pencapaian fungsi dan tujuan dari pendidikan politik merupakan keberhasilan dari pelaksanaan pendidikan politik itu sendiri. 1. dan komunikasi (kontak. kritis. Juga disebabkan dengan adanya persamaan keinginan dan . dimensi kedua ialah realitas atau keadaan sebenarnya dari masyarakat itu sendiri yang langsung diperbandingkan dengan tuntutan-tuntutan sistem politik tadi. Metodik belajarnya banyak menggunakan penyadaran. dan bahasa. dialog. masyarakat sekitar. mengembangkan semua bakat dan kemampuannya (aspek kognitif. penyampaian dan penerimaan pesan pendidikan politik untuk dipahami). dan demokratisasi semua lembaga kemasyarakatan serta lembaga negara. yaitu pendidikan politik yang diselenggarakan melalui indoktrinasi. Untuk menganalisis keberhasilan pendidikan politik dilihat dari dua dimensi. Pemecahan masalah. Konsientisasi/penyadaran masalah. sanggup memperjuangkan kepentingan dan ideologi tertentu. c. Dihubungkan dengan dimensi yang kedua dalam melakukan analisis keberhasilan pendidikan politik yang pada intinya melakukan kaji banding antara tuntutan sistem politik ideal dengan realitas politik yang sesungguhnya menurut Idrus Affandi (1996:28) “mutlak diperlukan adanya struktur baku sistem politik yang dicita-citakan. 3. seperti pertukaran pemikiran melalui mimbar bebas. hubungan. Inti pendidikan politik adalah pemahaman politik atau pemahaman aspek-aspek politik dari setiap pemasalahan dan pemahaman politik berarti pemahaman konflik. agar orang bisa aktif berapartisipasi dalam proses politik. b. perbedaan pikiran dan tindakan manusia dalam bermasyarakat. Dengan demikian. bentuk pendidikan politik mana yang akan diterapkan dalam mendukung terlaksanannya pendidikan politik merupakan hal yang sangat penting bagi pemerintahan suatu negara. yakni sistem politik yang mencerminkan nilai dan norma yang merupakan landasan dan motivasi masyarakat sekaligus dasar untuk membina dan mengembangkan diri untuk melibatkan di dalamnya”. dimensi pertama berupa gambaran jelas tentang sistem politik ideal yang diinginkan. yaitu sebagai berikut. mampu memahami situasi sosial politik penuh konflik. Titik awal dari pendidikan politik adalah: kebutuhan rakyat ditinjau dari aspek politiknya. seni sastra. bangsa dan negara. Bentuk pendidikan politik itu sendiri terdiri atas: Pendidikan politik formal. peranan insani dari setiap individu sebagai warga negara (melaksanakan realisasi diri/ aktualisasi diri dari dimensi sosialnya).

3. 7) agar bisa aktif berpartisipasi dalam proses politik. b. kompetisi. wawasan. sesuai dengan konflik politik yang telah ditetapkan. yaitu usaha-usaha untuk mempengaruhi alokasi nilai secara otoratif untuk masyarakat. khususnya yang berkorelasi dengan keamanan dan kesejahteraan hidup bersama. warga masyarakat. Pemikiran yang mendasari konsep partisipasi politik ini dalam kaitannya dengan demokrasi yang dipraktikkan di berbagai negara termasuk Indonesia adalah bahwa “kedaulatan ada di tangan rakyat”. tidak mantap. dan tidak wajar. 4) sanggup memperjuangkan kepentingan serta ideologi tertentu. Dalam hidup bermasyarakat adalah hidup ditengah banyak dimensi konflik dan ketegangan. sikap. mantap atau sporadis. Nie & Sidney Verba Partisipasi politik adalah kegiatan pribadi warga negara yang legal yang sedikit banyak langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat-pjabat negara dan atau tindakan-tindakan yang diambil oleh mereka. 6) mengembangkan semua bakat dan kemampuan-kemampuannya (pengetahuan. keterampilan). legal atau illegal. tidak terapung tanpa bobot dan tanpa pengarahan di tengah kancah politik. Pendidikan politik diadakan untuk mempersiapkan : 1. b. klien. anak didik. dan konflik. yang dilaksanakan melalui kegiatan bersama untuk menetapkan tujuan-tujuan serta masa depan masyarakat dan untuk menentukan oang-orang yang akan menduduki tampuk pimpinan. Herbert McClosky partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa. a. Budaya Politik Patisipan Untuk memahami secara menyeluruh mengnai makna dari budaya politik partisipan ada baiknya dipetik beberapa pendapat para ahli sebagai berikut. Selanjutnya ia sanggup mengadakan reorientasi terhadap keadaan sendiri dan kondisi lingkungannya. Membuat rakyat (individu. dan keterampilan politik sehingga sanggup bersikap kritis. dan lain-lain): 1) mampu memahami situasi sosial politik yang penuh konflik. Memperhatikan : 5) peranan insani dari setiap individu sebagai warga negara. secara damai atau kekerasan. Nelson Partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi-pribadi. Selanjutnya pendidikan politik merupakan proses mempengaruhi individu agar ia mendapat informasi. demi pembangunan negara bangsa.tingkah laku sehingga muncul banyak persaingan. budaya partisipan merupakan pengejowantahan penyelenggaraan kekuasaan politik . sekalipun fokus utamanya lebih luas tetapi abstrak. Oleh karena itu. Samuel P. Sedang berbuat politik berarti mempengaruhi dan ikut mengambil keputusan di tengah medan politik dan pertarungan konflik-konflik tersebut. dan secara langsung atau tidak langsung. Berdasarkan pemaparan tersebut peranan pendidikan politik sebagai salah satu cara dalam sosalisasi politik mempunyai tujuan sebagai berikut. 3) aktivitasnya diarahkan pada proses demokrasi sejati. terorganisir atau spontan. Kemudian orang berusaha menciptakan iklim yang lebih demokratis. menuju pada taraf hidup masyarakat yang layak. untuk mendapatkan penyelesaian konflik. c. lalu berbuat lain. Miriam Budiardjo mengatakan yang diamati dalam partisipasi politik itu adalah tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan pemerintah. d. wawasan. Huntington dan Joan M. Patisipasi bisa bersifat individual atau kolektif. dan membuat kondisi sosial menjadi lebih baik lagi. yaitu merupakan kekuatan yang kritis melawan kondisi situasi yang tidak sehat. dan lebih intensional terarah hidupnya. dalam proses pembentukan kebijakan umum. Norman H. Jika pendidikan politik dilakukan dengan baik dan sistematis maka bisa ditumbuhkan kekuatankekuatan kontra yang demokratis dan positif. a. b. 2. kader-kader politik yang mampu berfungsi dalam pertarungan politik. yang dimaksud untuk mempegaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah. Juga dapat membentuk warga negara yang lebih mantap. Dengan demikian pendidikan politik mendorong orang untuk melihat diri sendiri dan lingkungannya dengan cara yang lain. 2) berani memberikan kritik membangun terhadap kondisi masyarakat yang tidak mantap. efektif atau tidak efektif.

Oleh karena itu. terdorong oleh keyakinan bahwa melalui kegiatan bersama itu kepentingan mereka akan tersalur atau sekurang-kurangnya diperhatikan. perkembangan ke arah demokrasi partisipatoris semakin diperkuat dengan berkembangnya masyarakat madani setelah tumbangnya rezim otoriter di kedua negara tersebut. unsur-unsur tekanan atau manipulasi dapat dikatakan jauh lebih sedikit dibandingkan negara-negara berkembang atau negaranegara yang berasaskan komunisme. 1. yang berbeda dengan neagra-negara Barat di mana demokrasi murni ditegakan melalui partisipasi politik rakyat. Hal ini tampak misalnya di negara-negara Eropa Timur. Partisipasi politik ini merupakan suatu suatu kegiatan seseorang atau kelompok orang yang turut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pimpinan negara dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah.yang absah dari rakyat. Tidak heran jika negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia dalam pemahaman makna partisipasi politik ini sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur dimaksud. sarat dimuati oleh intrik-intrik politik yang menodai hasil pemilu 1999. Mekanisme pemilihan langsung baik di tingkat lokal maupun nasional untuk lembaga eksekutif maupun legislatif. mengadakan hubungan dengan pejabat pemerintah atau anggota parlemen dan sebagainya. Di sini terlihat bahwa frekwensi dan intensitas tersebut ditentukan oleh pengamatan orang yang mengikuti kegiatan politik tersebut secara intensif. dan bahwa mereka sedikit banyak dapat mempengaruhi tindakan dari mereka yang berwenang untuk membuat keputusan yang mengikat. kegiatan dalam waktu melibatkan diri dalam kegiatan politik seperti sebagai aktivitas politik yang mencakup antara lain sebagai pimpinan dari partai politik atau suatu kelompok kepentingan. menjadi anggota suatu patai atau kelompok kepentingan. misalnya dalam memberikan sura dalam pemilihan umum. partispasi politik itu terkait erat dengan pemahaman terhadap pendidikan politik rakyat. Kegiatan dari budaya politik partisipan adalah seperti memberikan suara dalam “ pemilihan umum”. cenderung unsur tekanan atau paksaan pemerintah sangat tinggi. Kesadaran akan makna dari budaya politik partisipan ini sangat terkait dengan peran partai politik. dan beberapa negara berkembang kesadaran partispasi politik rakyat masih rendah.Wilson mengatakan bahwa biasanya diadakan perbedaan tentang jenis partisipasi politik ini menurut frekwensi dan intensitasnya. Oleh karena itu. mereka percaya bahwa kegiatan mereka mempunyai efek dan ini dinamakan dengan dampak politik. Pengalaman Pemilihan Presiden tahun 1999 Pemilihan Presiden tahun 1999. Walaupun negara-negara yang menganut asas komunis. penuh kesadaran tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun. merupakan salah satu komponen penting dari bentuk demokrasi partisipatoris. Menurut David F. Dengan menerapkan sistim pemilihan langsung. bahkan di negara tetangga kita. baik pejabat pemerintah maupun anggota parlemen. rakyat diharapkan akan dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang aktif berpartisipasi dalam menentukan agenda pembangunan negara dan bukan hanya sebagai obyek dari pembangunan itu sendiri. . Perlu ditekankan bahwa tumbuhnya demokrasi partisipatoris bukanlah untuk menggantikan demokrasi perwakilan. pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan dalam memberikan pendidikan politik yang berkesinambungan. melainkan untuk memperkukuh demokrasi perwakilan dan membuatnya semakin efektif dalam mencerminkan kehendak rakyat. Dengan kata lain. Pemilihan Umum Suatu Bentuk Budaya Politik Partisipan Kegiatan politik yang mencakup dalam konsep partisipasi politik pada dasarnya memiliki beberapa macam bentuk dan intensitasnya. Partisipasi politik merupakan suatu masalah yang penting dalam hubungannya dengan keadaan negaranegara berkembang. kalaupun terdapat variasi partisipasi bentuknya adalah kombinasi dari unsur sukarela dan unsur manipulasi dengan berbagai pertimbangannya. Anggota masyarakat yang berpatisipasi dalam proses politik misalnya melalui pemberian suara atau kegiatan lain.1 Tumbuhnya perkembangan ke arah budaya politik partisipatoris adalah hasil upaya rakyat untuk menciptakan sistim pengawasan yang lebih efektif terhadap penyalahgunaan mandat rakyat oleh politisi. unsur pendidikan politik rakyat masih rendah. Di Thailand dan Filipina. menghadiri rapat umum. Budaya partisipasi politik ini hakikatnya merupakan tindakan yang sukarela. Sebab hampir setiap kegiatan partisipasi politik di negara-negara berkembang unsur tekanan atau manipulasi ini sering terjadi. 2. seperti di Thailand dan Filipina. Roth dan Frank L. Perkembangan ke arah sistim demokrasi partisipatoris muncul di sebagian besar negara-negara yang telah mengalami transisi politis ke arah pemerintahan yang lebih demokratis.

Hal ini dikemukakan oleh bekas Presiden AS Jimmy Carter yang turut memantau Pemilu pada bulan Juni 1999.Seperti kita ketahui. dan bukan hasil pemilu. Kelebihan Pemilihan Presiden Langsung Pemilihan Presiden langsung diharapkan akan mengurangi distorsi-distorsi yang dimasalah-masalah yang dihadapi pada Pemilihan Presiden yang dilakukan oleh MPR. Sistim ini menjadi lebih accountable dibandingkan sistim yang sekarang digunakan karena rakyat tidak harus menitipkan suaranya melalui MPR yang tidak seluruhnya merupakan anggota terpilih hasil Pemilu. Presiden Carter pada saat itu menyatakan kekagumannya terhadap antusiasme. Kriteria calon Presiden juga dapat dinilai secara langsung oleh rakyat yang akan memberikan suaranya. Artinya. d. berbagai prediksi buruk yang mengawali pelaksanaan Pemilu 1999 tidak menjadi kenyataan. e. b. Persfektif Indonesia dalam Sistim Pemilihan Presiden Langsung Rakyat Indonesia telah siap untuk melaksanakan sistim pemilihan presiden langsung pada tahun 2004 karena rakyat Indonesia pada dasarnya sudah menyadari penuh akan hak-aknya sebagai warga negara. 4. kandidat yang bersangkutan tidak akan dipilih kembali. krisis legitimasi yang telah menggerogoti negara kita telah mengakibatkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang berkepanjangan. Kriteria calon Presidenpun tidak ditetapkan secara transparan dan demokratis. rakyat Indonesia diperkenalkan pada suatu sistim pemilihan baru. kalau kita ingat masih sepertiga anggota MPR masih diangkat. Beberapa kelebihan dari sistim ini ialah : a. Tingkat akuntabilitas publik anggota MPR memang rendah karena rakyat tidak memiliki akses langsung untuk mengawasi pelaksanaan mandatnya oleh anggota MPR. namun beberapa anggota MPR secara terbuka telah melaporkan adanya praktek jual-beli suara dalam Sidang Umum MPR 1999 yang lalu. Apabila Presiden terpilih tidak dapat mengatasi kepentingankepentingan parpol. Selain itu mulai muncul laporan mengenai adanya peran politik uang dalam menentukan pilihan anggota MPR. Ternyata. maka pada pemilihan berikutnya. Prinsip ini merupakan prinsip pengawasan serta akuntabilitas yang paling sederhana dan dapat dimengerti baik oleh rakyat maupun politisi. maka kabinet yang dibentuk cenderung merupakan kabinet koalisi parpol dan bukan kabinet kerja. Padahal pada masa krisis ekonomi seperti sekarang ini. yang kita perlukan adalah kabinet kerja. Presiden terpilih akan memiliki mandat dan legitimasi yang sangat kuat karena didukung oleh suara rakyat yang memberikan suaranya secara langsung. Presiden terpilih tidak perlu terikat pada partai-partai atau faksi-faksi politik yang telah memilihnya. Akhirnya calon-calon yang ditetapkan lebih merupakan hasil konsesi politis antara blokblok politik yang ada di MPR. kesabaran serta toleransi yang ditunjukkan oleh rakyat Indonesia pada saat pemungutan suara dan penghitungan suara. Rakyat dapat menentukan pilihannya berdasarkan kriteria yang jelas dan transparan. bahkan di dunia. c. berupa sistim pemilihan campuran. Akibatnya kedewasaan politik rakyat tidak pernah . 3. Presiden terpilih berada di atas segala kepentingan dan dapat menjembatani berbagai kepentingan tersebut. Apabila Presiden yang terpilih ternyata kemudian tidak memenuhi harapan rakyat. Pada Pemilu 1999 yang lalu dalam waktu kurang dari satu tahun. Apalagi. Para pemimpin fraksi melakukan tawarmenawar di belakang pintu tertutup. Seperti kita ketahui. merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu pemerintahan yang sedang mengalami krisis politik dan ekonomi. anggota lembaga legislatif juga akan dipilih langsung. Pemilihan Presiden Langsung merupakan suatu mekanisme yang menyempurnakan pemenuhan hak-hak rakyat sebagai warga negara. sampai saat terakhir sebelum hari penghitungan suara. Checks and Balances antara lembaga legislatif dan lembaga eksekutif dapat lebih seimbang karena di masa yang akan datang. Pemilu 1999 merupakan pemilu yang paling damai yang pernah terjadi di Indonesia. Perlu kita sadari pula bahwa tingkat kesadaran politik yang rendah disebabkan karena partisipasi politik rakyat selama masa Orde Baru sangat dibatasi. Legitimasi. masih terdapat kesimpangsiuran terhadap calon-calon Presiden yang ada. Rakyat juga digiring untuk melaksanakan Pemilu setelah hanya dua tahun dari Pemilu terakhir yang dinyatakan merupakan salah satu Pemilu yang memakan banyak korban dalam sejarah Indonesia. Pemilu 1999 justru menunjukkan bahwa yang belum siap adalah elit politik yang tidak dapat menerima hasil Pemilu dan bertikai terus sehingga menunda hasil penghitungan suara. Meskipun pihak Indonesian Corruption Watch tidak pernah berhasil menemukan bukti nyata mengenai hal tersebut.

Pemilu merupakan metode pendidikan politik yang paling sederhana yang dapat melatih rakyat untuk menggunakan hak-haknya sebagai warga negara. Mengingat bahwa pemilu tahun 1999 merupakan pemilu pertama di Indonesia yang relatif bebas dan adil sejak tahun 1955. Solo. Denpasar dan kota-kota lain di Indonesia sebenarnya merupakan cerminan ketidakpuasan akibat ketidakjelasan dan tidak transparannya proses pemilihan presiden. sebagai pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi saja sudah dipilih langsung. Apa tujuan dari pendidikan politik ? 7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan budaya politik parochial. Apabila sejak awal sistim pemilihan. Jawablah Pertanyaan berikut. dan bernegara. apakah budaya politik Indonesia sudah mencerminkan budaya politik partisipan ? 10. 1. Namun apabila proses pelatihan itu tidak dimulai sedini mungkin. Apabila Presiden. 8. Sehingga alasan bahwa tingkat pendidikan formal yang rendah akan menghambat pelaksanaan sistim pemilihan presiden langsung sebenarnya tidak dapat diterima. Apa manfaat budaya politik bagi kehidupan politik berbangsa dan bernegara ? 3. Cara efisien dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat melalui pendidikan politik. Pendidikan politik adalah pendidikan melalui praktek menerapkan hak dan kewajiban sebagai warga negara.diasah atau dilatih. Sebutkan definisi partisipasi politik dari berbagai pendapat para ahli. Pendidikan politik. maka tingkat ketidakpuasan tidak akan begitu memuncak sehingga timbul kerusuhan. berbangsa. Ukuran rasionalitas tidak bisa lagi ditentukan oleh elit politik yang relatif berpendidikan tinggi. di bangku sekolah dengan buku atau modul yang jelas. Jelaskan karakteristik budaya politik Indonesia 4. pengalaman dan ruang lingkup khusus dari para pemilih. kita mengharapkan bahwa semua pejabat pemerintah di tingkat propinsi mulai dari Gubernur sampai Lurah akan dipilih secara langsung. kaula. Rasionalitas pemilih diukur berdasarkan kepentingan. 6. Ini merupakan metode pendidikan politik yang paling sederhana dan mendasar. ialah untuk melatih rakyat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. Apa yang menjadi alasan bahwa pemilihan umum sebagai sarana partisipasi politik masyarakat ? 9.2 Potensi konflik akan tetap ada selama rasa ketidakpuasan tidak ditangani. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sosialisasi politik. Pemilihan Presiden merupakan medium yang paling tepat untuk melatih rakyat menuju pelaksanaan pemilihan langsung untuk pejabat daerah. Menurut pendapat Anda. Dalam mengantisipasi pelaksanaan otonomi luas. kriteria kandidat dan proses tawar-menawar dilakukan secara terbuka. maka tingkat kesiapan tersebut tidak akan pernah tercapai. Menganggap bahwa rakyat tidak mempunyai tingkat rasionalitas yang cukup untuk dapat menentukan pilihan Presidennya merupakan anggapan yang elitis dan seharusnya tidak lagi dikemukakan dalam era reformasi. Daftar Pustaka . Berilah masing-masing lima contoh penerapan partisipasi politik dalam kehidupan bermasyarakt. juga harus dipilih langsung. tidak dapat dtempuh melalui pendidikan formal. Kerusuhan yang terjadi setelah Pemilihan Presiden Oktober 1999 di Jakarta. dan partisipan. maka rakyat masih akan harus melalui beberapa pemilu sebelum kedewasaan politik dicapai. Negara-negara yang telah menerapkan sistim pemilihan presiden langsung kebanyakan adalah negara dengan tingkat pendidikan rakyat yang masih rendah. 5. apa yang dimaksud dengan budaya politik ? 2. ini merupakan mekanisme untuk meningkatkan partisipasi dan akuntabilitas publik. Menurut pendapat Anda. bahkan jauh lebih rendah dari Indonesia. maka akan mudah untuk mengajukan argumentasi bahwa semua pejabat eksekutif di bawah Presiden. Ini juga akan memberi kesiapan bagi jajaran birokrasi di daerah untuk menerima perombakkan terhadap sistim pengangkatan pejabat yang kini sarat dipengaruhi oleh faktor politis dan KKN. Sekali lagi. bukan suatu ujian umum mengenai kecerdasan suatu bangsa dari ukuran pendidikan formal. Tentu kedewasaan politik tidak dapat dicapai dalam sekali pelaksanaan pemilu.

Michael Rush dan Philip Althoff (1997). (20000. (1983). Bandung: Sinar Baru Algesindo. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Idrus Affandi (1996). Jakarta.A. Kartono. Wawasan Politik. Kantaprawira. Partisipasi dan Partai Politik. Bandung: Mandar maju. Gramedia. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Diposkan oleh DIDIN SAEPUDIN di 12. Miriam (1989). Pidato Pengukuhan Guru besar IKIP Bandung. Ramlan Subakti (1989). Kartono. Budiarjo. Sistem Politik Indonesia. Politik dan Mahasiswa Presfektif dan Kecenderungan Masa Kini. Jakarta. PT. Dasar-dasar Ilmu Politik. (1990). Kartini. Arbi Sanit (1989). 1965. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. Politik Pendidikan dan Pendidikan Politik: Modul Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia Menjadi Warga Negara Global. Jakarta PT Gramedia. Jakarta. Political Culture And Political Development. Gramedia. Rusadi. (1974). Surabaya: Airlangga University press. Bandung: Mandar Maju. tidak diterbitkan. Gramedia. Althbach. Princeton: Princeton Univ. LPKH. Semarang: IKIP Semarang Press. Afan. Bandung. Memahami Ilmu Politik. _____________ (1998). Jakarta. Jack C Plano (1985). Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta Universitas Terbuka. Gaffar. Jakarta: Gramedia. ______________ (1992). (Diterjemahkan sahat Simamora). Pendidikan Politik sebagai Bagian Pendidikan Orang Dewasa. Pye. Kepeloporan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dalam Pendidikan Politik. Pergolakan Melawan kekuasaan Gerakan Mahasiswa Antara Aksi Moral dan Politik. Disertasi Pasca Sarjana IKIP Bandung. Kapita selekta Politik Kenegaraan. Wahab. A. Politik Indonesia. (1999). ____________ (1996). Gabriel dan Verba. Masalah dan Prosfek Pembangunan Politik Indonesia. Lucian W. Kamus Analisa Politik. Kartini (1996). Jakarta. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan.26 Label: Politik . (1996). _____________. Jakarta. Prilaku Politik. Muhammad. Press. Alpian. Sidney Verba.CV. Sudijono Sastroatmojo (1995). Philiph. Azis. Kosasih Djahiri (1999) Modul Politik Kenegaraan dan Hukum. Dasar-dasar Ilmu Politik. Pustaka Pelajar. Budaya Politik: Tingkah Laku Politik dan Demokrasi di Lima Negara. Rajawali. Raja Grapindo Persada. Koentjaraningrat. (1988). Almond. Sistem Politik Indonesia. (1990). Jakarta: Bumi Aksara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful