KURIKULUM 2013: MENGANTAR KE MASYARAKAT TEOKRASI DARMANINGTYAS, Ketua Dep.

Pembudayaan Nilai Kejuangan ’45 dan Pendidikan Dewan Harian Nasional (DHN) 45

Pengantar: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tengah merancang kurikulum baru atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kurikulum 2013. Penyusunan Kurikulum 2013 tersebut mengundang kontroversi karena Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memang tergolong baru, mulai diterapkan Tahun Ajaran 2006/2007 atau baru tujuh tahun berjalan. Sampai hari ini, mengingat kondisi geografis Indonesia amat luas, belum semua wilayah sudah memahami KTSP tersebut. Tapi oleh karena penyempurnaan kurikulum ini merupakan kontrak politik antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada saat mau diangkat menjadi Menteri Pendidikan pada tahun 2009, maka penyempurnaan kurikulum ini jalan terus, karena itu akan menjadi bagian dari key performance indicator (KPI) sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa akhir jabatannya nanti. Posisi penulis, dalam konteks perubahan kurikulum ini sesungguhnya menjadi bagian dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, karena penulis menjadi salah seorang Tim Inti Pengembang Kurikulum 2013 yang tugasnya ibarat seperti koki, bersama dengan Prof.Dr. Hamid Hasan (UPI), Prof.Dr. Udin (Universitas Terbuka), Prof.Dr. Eko Indrajit (BSNP), Prof.Dr. Anna Suhaenah (UNJ), Prof.Dr. Anita Lie, Dr. Wahono (Unessa). Beberapa nama itu adalah mereka yang tercatat menjadi Tim Inti dan aktif dapat rapat-rapat pembahasan. Sebab ada nama lain yang tercatat tapi hanya hadir dalam tiga kali pertemuan saja dan setelah itu tidak hadir lagi. Ada tiga tim dalam pengembangan Kurikulum 2013 ini, yaitu Tim Inti yang berperan menjadi koki atau juru masak; Tim Pengarah yang terdiri dari Wakil Menteri, para Dirjen, dan Kepala Badan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional; serta Tim Narasumber yang dibentuk oleh Wakil Presiden. Tugas Tim Inti ini adalah memasak semua gagasan yang masuk untuk dirumuskan menjadi hasil pemikiran. Hasil masakan pertama disodorkan kepada Tim Pengarah untuk mendapatkan penyempurnaan. Setelah mendapatkan masukan dari Tim Pengarah, maka Tim Inti memasak lagi menjadi lebih baik untuk disodorkan kepada Tim Narasumber. Tim Narasumber ini terdiri dari orang-orang yang memiliki caliber internasional, seperti Dr. Anies Baswedan, Prof.Dr. Yonahes Surya, Dr. Ratna Megawangi (IPB), Dr. Muchlis dan Prof.Dr. Soeparno (ITB), Prof.Dr. Taufik Abdullah ((LIPI), dan Goenawan Mohamad (TEMPO). Terdaftar pula Prof.Dr. Frans Fon Magnis Suseno, tapi menurut penuturan personal ke penulis, memilih mundur tidak terlibat aktif. Sebagai anggota Tim Inti Pengembang, selayaknya saya mendukung penuh implementasi Kurikulum 2013. Tapi karena basis kegiatan saya sehari-hari adalah seorang aktivis independen, maka meskipun saya bagian dari Tim Inti Pengembang Kurikulum 2013, tetap boleh berpendapat dan bersikap kritis terhadap hasil pengembangan kurikulum baru.

maupun memiliki kesiapan untuk bekerja sama dalam suatu tim. Justifikasi akademiknya adalah di mana pun di dunia ini. mandiri. termasuk yang penulis kemukakan ketika pertama kali diundang untuk terlibat dalam kegiatan penyempurnaan kurikulum pada Juni 2012 dan ketika mingge keempat September 2012 diminta oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan.Mengapa Berubah? Pertanyaan. Musliar Kasim untuk terlibat dalam tim penyempurnaan kurikulum.Dr. globalisasi ekonomi. serta toleran terhadap pandangan yang berbeda. hal. edisi 18 November 2012. Artinya. sehat. mau tidak mau harus diwujudkan. mengapa kurikulum berubah. kurikulum selalu mengalami penyesuaian dengan perkembangan masyarakat. Adagium ―ganti menteri ganti kurikulum‖ tidak dapat terelakkan lagi dalam proses pengembangan Kurikulum 2013 ini. seperti ―penataan atau penyempurnaan‖.Nuh dengan Majalah TEMPO. kurikulum itu berubah karena memang bagian dari kontrak politiknya dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada saat akan menjadi Menteri Pendidikan. Jawaban Menteri M. Pengembangan Kurikulum 2013 ini melanjutkan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap. globalisasi ekonomi pasar bebas. Semuanya itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang diamanatkan dalam UU No.Nuh lebih suka memakai istilah ―penataan atau penyempurnaan‖. bila harus diubah –bahasa halusnya disempurnakan— terasa sangat cepat.Nuh itu adalah jawaban yang jujur. tetap saja implikasinya adalah perubahan kurikulum. berakhlak mulia. tidak mengada-ada. baik untuk masalah lingkungan hidup. membangun kualitas manusia Indonesia yang berakhlak mulia. Jawaban atas pertanyaan itu penulis temukan dalam wawancara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. tapi implikasinya di lapangan tetap sama. Justifikasi akademik lainnya adalah atas perubahan kurikulum ini adalah melihat tantangan ke depan yang lebih keras lagi. Sebab. Dalam wawancara tersebut M. kemajuan teknologi informasi. memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebagai individu maupun sebagai bangsa. dan memiliki minat luas dalam kehidupan. serta toleran terhadap segala perbedaan yang ada. sehingga mau tidak mau harus diubah. Tujuan pengembangan Kurikulum 2013 terutama adalah untuk mengatasi masalah dan tantangan berupa kompetensi riil yang dibutuhkan oleh dunia kerja. dan menjadi warga negara yang . Artinya. Kesemuanya itu membutuhkan kemampuan (kompetensi) dalam berkomunikasi. dan ketrampilan. inovatif.Nuh menyatakan: ―Salah satu butir kontrak kerja saya sebagai menteri adalah penyempurnaan kurikulum‖. Sebagai seseorang yang selama ini mengkriti kebijakan pendidikan. pengetahuan. kecuali ingin mendapatkan penilaian bahwa dia tidak mampu memenuhi kontrak politiknya. yaitu perubahan buku pelajaran yang harus dipakai/dibeli oleh murid/orang tua. melainkan itu sebagai kebutuhan masyarakat. yaitu ―berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta kebangkitan industri kreatif dan budaya. kreatif. Maka perubahan kurikulum bukan seuatu yang haram. Kurikulum 2013 dirumuskan dan dikembangkan dengan suatu optimisme yang tinggi untuk menghasilkan lulusan sekolah yang lebih cerdas. saya menyadari penuh bahwa KTSP belum genap usia sepuluh tahun. 164-167. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab‖. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. kreatif. Meskipun M. cakap. Sebagai kontrak politik. berilmu. maka dengan sendirinya akan berpengaruh terhadap keberadaan buku pelajaran yang ada. merupakan pertanyaan dasar. Prof. soal istilah boleh dipakai yang halus. begitu Kompetensi Dasar (KD) salah satu pelajaran berubah saja. mempertimbangkan segi moral dalam menghadapi suatu permasalahan. berpikir jernih dan kritis.

Sistem evaluasinya dilakukan berdasarkan catatan portofolio yang dibuat oleh guru. dan Kimia atau Ekonomi. jika pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi matapelajaran yang berdiri sendiri atau dipelajari secara khusus. untuk tingkat SMA. pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Pemegang kunci keberhasilan standar proses ini adalah guru. seperti Biologi. dan pendalaman minat. Pada hakikatnya pengembangan Kurikulum 2013 adalah upaya yang dilakukan melalui salah satu elemen pendidikan. maka pada Kurikulum 2013 diusulkan agar UN dilaksanakan pada Kelas II. Sedangkan standar itu. Sedangkan standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. jika selama ini penjurusan dilakukan sejak kelas XI (sebelas). dalam Kurikulum 2013 ini diperkenalkan konsep Kompetensi Inti yang kemudian menjadi dasar untuk penyusunan Kompetensi Dasar (KD). Diusulkan agar Ujian Nasional (UN) untuk SD dihapuskan. maka pada Kurikulum 2013 tidak ada penjurusan di SMA. Peminatan itu dimulai sejak Kelas I SMA dengan harapan dapat mengurangi beban murid. yang mencakup tiga kategori kemampuan atau kompetensi. Selama ini. pelajaran IPA dan IPS yang semula terbagi menjadi subbidang studi. melainkan ada matapelajaran wajib. Adapun yang dimaksudkan dengan standar penilaian adalah pedoman yang dapat dikembangkan untuk melihat tingkat kemajuan belajar murid. Sehingga di Kelas 1-3 tidak muncul mata pelajaran IPA dan IPS. standar penilaian itu terimplementasi ke dalam Ujian Nasional (UN). Fisik. keterampilan. Model pembelajarannya adalah tematik integratif. dan Sejarah. Kedua. dan standar penilaian. peminatan. Jadi. Jika selama ini Ujian Nasional (UN) dilaksanakan pada Kelas III. yaitu sikap. sehingga di Kelas III untuk murid . yaitu ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Secara umum standar kompetensi lulusan yang dirumuskan dalam Kurikulum 2013 diambil dari analisis kebutuhan anak didik dan realitas social. standar isi. Mata Pelajaran Pendidikan Agama ditambah dari tiga jam menjadi empat jam. dan sikap. Keempat. standar proses. sedangkan bukunya menjadi IPA terpadu dan IPS terpadu. jika pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) antara SMA dan Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) tidak terdapat kesamaan kompetensi. Ketiga. Geografi. dan pengetahuan. keterampilan. pada Kurikulum 2013 TIK merupakan sarana pembelajaran dan digunakan sebagai media pembelajaran untuk matapelajaran lainnya. Tapi Kelas 4-6 muncul mata pelajaran IPA dan IPS. pengembangan Kurikulum 2013 tidak hanya berkaitan dengan persoalan kualitas pendidikan saja. Beberapa elemen perubahan yang terjadi dalam penyempurnaan Kurikulum 2013 ini antara lain yaitu standar kompetensi lulusan. Di SMP dan SMTA (SMA dan SMK) juga. Beberapa perbedaan esensial Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: Pertama. melainkan kualitas kehidupan bangsa Indonesia secara umum. Materi IPA dan IPS diwadahi ke dalam Bahasa Indonesia. pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).bertanggung jawab. maka sedangkan pada Kurikulum 2013 pada SMA dan SMK memiliki matapelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan. sekarang bernama IPA dan IPS saja. yaitu kurikulum untuk memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia secara lebih luas. ada penggabungan materi IPA dan IPS dengan Bahasa Indonesia untuk Kelas 1-3.

Pemerintah menargetkan bahwa pada Tahun Ajaran 2013/2014 (mulai pertengahan Juli 2013) Kurikulum 2013 akan diimplementasikan di 30% Kelas I SD-SMTA dan 30% Kelas IV SD. pada umumnya keberatan atas Kurikulum 2013 adalah karena KTSP itu sesungguhnya belum terlaksana secara menyeluruh. Menurut para penolaknya. sedangkan KD Budi Pekerti belum tampak. serta perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan bahwa jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Penolakan itu dating dari beberapa organisasi guru independen – yang selama ini kritis terhadap kebijakan pendidikan nasional—. Penulis termasuk salah . untuk pelajaran Pendidikan Agama ditambahkan dengan Budi Pekerti. Majelis Guru Besar Institiut Teknologi Bandung (MG ITB). rumusan Kompetensi Dasar (KD) dalam mata pelajaran tersebut masih kental dengan KD Pendidikan Agama. maka muncul keraguan pada masyarakat tentang kemampuan Pemerintah untuk menyediakan buku-buku pelajaran secara gratis. Meskipun harus diakui. Betul. sangat tidak tepat bila Pemerintah memaksakan kehendak agar Kurikulum 2013 itu dapat diimplementasikan pada Tahun Ajaran 2013/2014 ini. Bagaimana mungkin kurikulum dapat diimplementasikan pada bulan Juli 2013 sementara pelatihan bagi para guru yang akan melaksanakan kurikulum tersebut belum terjadi? Pelatihan guru belum terjadi karena buku pelajaran belum tersedia. Rasionalitas dari penambahan jam pelajaran itu adalah: adanya perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output] sehingga memerlukan penambahan jam pelajaran yang lebih panjang. berarti kemungkinan siap dipakai baru bulan Juni.SMK dapat terkonsentrasi di kerja praktek. Belum semua sekolah di seluruh tanah mampu melaksanakan KTSP secara betul. para pengajar Bahasa Daerah. Sedangkan dijadikannya pelajaran Pramuka sebagai ekstra wajib dari pendidikan dasar hingga menengah dimaksudkan untuk menanamkan sikap patriotisme dan wawasan kebangsaan yang tinggi agar para lulusan sekolah di masa datang tetap memiliki semangat tinggi untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mengapa mereka menolak Kurikulum 2013? Ada beberapa sebab. pada Struktur Kurikulum 2013 ini. antara lain: Pertama. tiba-tiba KTSP tersebut sudah akan diganti dengan kurikulum baru. Keenam. kapan pelatihan guru akan dilakukan? Sulit melaksanakan kurikulum baru bila guru sebagai implementator belum pernah mendapatkan latihan sama sekali. soal waktu implementasinya yang tergesa-gesa. sedangkan bagi murid SMA bias lebih focus untuk persiapan masuk ke perguruan tinggi Kelima. pada Kurikulum 2013 ini juga memperkenalkan penambahan jam pelajaran rata-rata empat jam pelajaran per minggu. tapi mengingat dana untuk itu amat besar. bahwa dalam berbagai kesempatan Pemerintah selalu menjanjikan akan menyediakan buku babon yang akan dibagi kepada semua guru dan murid. Kedua. tapi suara kritis banyak yang menolak perubahan kurikulum baru tersebut. Respon Publik Bagaimana respon publik terhadap perubahan kurikulum tersebut? Meskipun grand design kurikulum menunjukkan adanya beberapa perubahan yang signifikan. Sampai awal April 2013 penulisan buku pelajaran belum final. sehingga lengkapnya berbunyi ―Pendidikan Agama dan Budi Pekerti‖. Apalagi sampai sekarang buku-buku tersebut belum siap. serta para aktivis pendidikan. Bila buku baru siap bulan Juni. sehingga dikawatirkan akan memunculkan beban baru bagi masyarakat. Pergantian kurikulum itu juga identik dengan pergantian buku.

Pembaca dapat menilai sendiri apakah rumusan KD 1 dan KD2 di bawah ini terlalu dipaksakan atau tidak. Meskipun hanya 30% saja dari populasi sekolah. makin tercerabutnya anak-anak dari lingkungan fisik. Keberadaan KI inilah yang penulis sebut sebagai kurikulum yang akan mengantarkan terbentuknya masyarakat yang theokratis. kreatif. Tapi akan lebih banyak negatifnya. Ketiga. saya sendiri keberatan dengan penambahan jam pelajaran sebesar empat jam pelajaran perminggu. bias jadi malah memilih berhenti sekolah karena lebih baik mencari nafkah. Seperti di atas telah disebutkan di atas bahwa dalam Kurikulum ini diperkenalkan konsep Kompetensi Inti (KI) yang menjadi dasar bagi perumusan Kompetensi Dasar. juga akan melahirkan generasi yang normative dan dogmatis. tapi dalam prakteknya nanti pengawas pasti akan meminta kepada guru untuk membuat substansi untuk KD 1 dan KD 2 sehingga akhirnya diajarkan secara verbalistik juga. Memang selalu dikatakan bahwa KD 1 dan KD 2 tidak diajarkan secara verbalistik. dan budaya sekitar. Generasi yang kritis.seorang yang mengusulkan agar implementasi kurikulum baru ini mulai Tahun Ajaran 2014/2015 atau tahun depan. dan inovatif tersebut sulit diharapkan lahir dari system pendidikan yang dogmatig-normatif. ada hal yang kurang sreg dengan Kurikulum 2013. terutama menyangkut soal substansi pembelajaran yang tercermin dalam rumusan Kompetensi Dasar (KD). Berikut adalah contoh rumusan KI dan KD untuk mata pelajaran Fisika dan Kimia untuk murid Kelas 1 SMA. Sebab dengan penambahan jam pelajaran tersebut berarti anak-anak akan makin lama berada di sekolah. secara konsepsional. perilaku anak mudah dikontrol selama berada di sekolah. CONTOH Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) FISIKA Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) KELAS: I (X) KOMPETENSI INTI . makin sedikitnya interaksi anak dengan orang tua. karena semua bidang pelajaran dikaitkan dengan pepatuhan terhadap agama yang dianutnya. Ini sungguh kontradiktif dengan motivasi perubahan kurikulum yang bertujuan untuk melahirkan generasi yang kritis. Ini ada sisi positip dan negatifnya. Juga bagi anak-anak dari golongan miskin. Keempat. social. saya sendiri memiliki kecemasan bahwa Kurikulum 2013 itu selain akan mengantarkan terbentuknya masyarakat theokrasi. kreatif. Positipnya. Alih-alih tambah semangat. tapi kalau diimplementasikan mulai Tahun Ajaran 2013/2014 ini terasa sekali amat dipaksakan. Rumusan KD yang didasarkan pada KI itu juga menimbulkan kelucuan bagi sejumlah ilmuwan karena terlalu mengada-ada. dan inovatif. seperti kebosanan anak di sekolah. serta bertambahnya beban bagi anak-anak yang rumahnya jauh dari sekolah dan tidak didukung dengan infrastruktur transportasi yang memadai. Secara jujur. terlalu lama di sekolah berarti makin berat beban hidup mereka karena tidak tersedia waktu lagi untuk bekerja membantu orang tua. sehingga ada persiapan yang matang.

dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri. bertanggung jawab.7 Mendeskripsikan cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan lensa 4. hatihati. dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4. cermat. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual. seni.KOMPETENSI DASAR 1. kenegaraan. prosedural dalamilmu pengetahuan. kerjasama.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu. objektif. dan gerakan benda pada gerak lurus 3. ramah lingkungan. terbuka. konseptual. teknologi.5 Mendeskripsikan hukum-hukum pada fluida statik dan penerapannya dalam kehidupan seharihari 3. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian. Mengolah. menalar. kreatif.3 Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan dan penerapannya dalam teknologi 3.2 Menyajikan data dan grafik hasil percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang bergerak lurus beraturan (GLB) dan tidak beraturan (GLBB) . tekun. peduli. jujur. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. Mengembangkan perilaku (jujur. kritis.1 Menggunakan peralatan dan teknik yang tepat dalam melakukan pengamatan dan pengukuran besaran fisika untuk suatu penyelidikan ilmiah 4. santun. inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi 2. cinta damai. budaya.4 Mendeskripsikan sifat elastisitas bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari 3.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Menganalisis hubungan antara gaya.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan 3.6 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada berbagai kasus nyata 3.1 Memahami konsep besaran fisika dan pengukurannya 3. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 1. responsif dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 2. gotong royong. tanggung jawab. disiplin.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan air sebagai unsur utama kehidupan dengan karakteristik yang memungkinkan bagi makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang 2. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3. massa. kebangsaan. teliti.

kerjasama. tanggung jawab. terutama kapasitas dan konduktivitas kalor Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) KIMIA Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) KELAS: I (X) KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. damai).4 Merancang dan membuat suatu peralatan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan 4.2 Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi. batubara dan gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugrah Tuhan YME dan dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia 2.5 Menyelidiki sifat elastisitas suatu bahan melalui percobaan 4.4.6 Menyajikan rancangan sebuah alat optik dengan menerapkan prinsip pemantulan dan pembiasan pada cermin dan lensa 4. peduli (gotong royong. santun.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam bekerja sama memenemukan dan memahami keteraturan atom. Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur. .3 Melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya. massa. disiplin. responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 1.1 Menyadari keteraturan dan kompleksitas konfigurasi elektron dalam atom sebagai wujud kebesaran Tuhan YME 1. 2. toleran. unsur dan molekul.7 Melakukan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan. dan percepatan pada gerak lurus 4.

3. sifat-sifat unsur. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri.7 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. struktur atom.4 Menunjukkan sikap kritis. prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan. konseptual. 3. teliti dan konsisten dalam menyajikan dan menafsirkan data. massa atom relatif. disiplin.menerapkan. santun. Memahami . 4.5 Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapan konsep mol dalam perhitungan kimia.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. tanggung jawab. ikatan kovalen.reduksi serta penentuan bilangan oksidasi atom dalam molekul atau ion.10 Menjelaskan kegunaan dan komposisi hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. menganalisis pengetahuan faktual.8 Menjelaskan penggolongan senyawa hidrokarbon berdasarkan struktur dan hubungannya dengan sifat senyawa. 3. teknologi. dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.2 Berperilaku jujur.9 Memahami proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. 3.3 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. 4. 3. perkembangan tabel periodik.1 Menyajikan hasil diskusi kelompok tentang perkembangan teori atom. Mengolah.2. kerjasama dan proaktif dalam melakukan percobaan dan berdiskusi. sifat keperiodikan unsur. 3. sifat fisik dan sifat kimia unsur.3 2. . budaya. 3.1 Mendeskripsikan struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. melalui pemahaman konfigurasi elektron. menalar. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. 3.6 Memahami perkembangan konsep reaksi oksidasi. 3. kebangsaan. ikatan koordinasi. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. kenegaraan. 2. Berperilaku menjaga lingkungan dan hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.4 3. 3. seni.

4 Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa. Menuliskan reaksi kimia dengan benar. 4. .8 Mennyajikan hasil diskusi kelompok tentang penggolongan senyawa hidrokarbon berdasarkan struktur dan hubungannya dengan sifat senyawa.11 Menyajikan hasil analisis dampak pembakaran hidrokarbon terhadap perubahan iklim (peningkatan suhu bumi). struktur Lewis. senyawa kovalen polar dan non polar.6 Merancang dan melakukan percobaan untuk mengetahui sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. 4. ikatan ion dan ikatan kovalen.7 Menuliskan rumus senyawa dan nama senyawa berdasarkan konsep bilangan oksidasi.3 4. 4. 4.9 Mennyajikan hasil diskusi kelompok tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi beserta kegunaannya. 4.5 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia sederhana. ikatan kovalen koordinasi.4. 4. ikatan logam dan sifat-sifat senyawa. 4.2 Menyajikan hasil diskusi kelompok tentang kestabilan unsur. 4.10 Menyajikan hasil diskusi tentang dampak positif dan negatif pemakaian hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful