P. 1
gonore

gonore

|Views: 423|Likes:
Published by Penny N R Lestari
gonore
gonore

More info:

Published by: Penny N R Lestari on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

DAFTAR ISI

Daftar isi .............................................................................................................. Pendahuluan ........................................................................................................ Laporan kasus ..................................................................................................... Pembahasan ......................................................................................................... Tinjauan Pusataka .............................................................................................. Kesimpulan ..........................................................................................................

2 3 4 5 9 28

Daftar Pustaka ..................................................................................................... 29

1

PENDAHULUAN

Penyakit Menular Seksual (IMS) adalah penyakit yang biasanya ditularkan melalui aktivitas seksual baik melalui koitus pervagina, peroral atau peranal. Oleh karena itu, jalur utama tertularnya PMS adalah melalui kontak seksual. Gonore (GO) adalah penyakit Menular Seksual yang paling sering terjdi dan paling mudah terjadi . Penyakit gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi selaput lendir saluran kencing, leher rahim, dubur dan tenggorokan atau selaput lendir Gonore adalah PMS yang paling sering ditemukan dan paling mudah ditegakkan diagnosisnya. Nama awam penyakit kelamin ini adalah “kencing nanah”. Masa inkubasi 3-5 hari. Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Pria memiliki kesempatan 20% untuk mendapatkan infeksi dengan melakukan hubungan seksual dengan seorang wanita terinfeksi gonore.Perempuan memiliki kesempatan 50% untuk mendapatkan infeksi dengan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang terinfeksi dengan gonore.Seorang ibu yang terinfeksi dapat mengirimkan gonore ke bayinya saat melahirkan vagina.Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.

2

umur 30 tahun. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pus yang keluar dari OUE yang jumlahnya banyak hingga membasahi celana dalam pasien. sudah menikah dan bekerja sebagai pelaut dating ke klinik “Maju Mundur” dengan keluhan keluar cairan dari alat kelaminnya sudah sejak 3 hari yang lalu disertai rasa sakit pada waktu BAK. Dari anamnesis diketahui pasien telah melakukan hubungan seksual dengan PSK ketika kapal pasien sedang sandar di pelabuhan 3 hari sebelum keluarnya pus dari OUE.LAPORAN KASUS Seorang laki-laki. Pus berwarna hijau kemerahan yang kental. 3 .

PEMBAHASAN ANAMNESIS Identitas Pasien Nama Usia Pekerjaan Alamat Status Pernikahan Keluhan utama Keluhan keluhan keluar cairan dari alat kelaminnya sudah sejak 3 hari yang lalu disertai rasa sakit pada waktu BAK. Keluhan tambahan • • Didapatkan pus yang keluar dari OUE yang jumlahnya banyak. Pus berwarna hijau kemerahan yang kental : Tn. juga dari hasil pemeriksaan didapatkan pus yang keluar dari OUE yang jumlahnya banyak hingga membasahi celana dalam pasien. X : 30 tahun : Pelaut :: Menikah Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga Diagnosis Kerja : Gonore Diagnosis ini ditegakkan dari gejala klinis yang dialami pasien seperti keluhan keluar cairan dari alat kelaminnya sudah sejak 3 hari yang lalu disertai rasa sakit pada waktu BAK. Pus berwarna hijau 4 .

Kontraindikasinya ialah alergi penisilin.dan amoksisilin juga tidak di anjurkan.Untuk daerah dengan Neisseria gonorrhoeae penghasil Penisilinase yang tinggi.Penisilin Yang efektif ialah penisilin G prokain akua. 5 .Dosis 4. Dari paparan di atas menguatkan hipotesis kelompok kami yang mengarah ke penyakit Gonore. diagnosis banding kami antara lain: • • • Sifilis Trikomoniasis Herpes Simpleks Penatalaksanaan 1. Macam-macam obat yang dapat dipakai antara lain: a.dan amoksisilin 3 gram + 1 gram probenesid. b.Ampisilin dan Amoksisilin Ampisilin dosisnya adalah 3.kemerahan yang kental.8 juta unit + 1 gram probenesid. Medika Mentosa Secara epidemologis pengobatan yang dianjurkan adalah obat dengan dosis tunggal.ampisilin. Dari anamnesis juga diketahui pasien telah melakukan hubungan seksual dengan PSK 3 hari sebelum keluarnya pus dari OUE.Kontraindikasinya adalah alergi penisilin.2%. Diagnosis Banding Berdasarkan masalah yang ada pada pasien.Angka kesembuhan di bagian kami pada tahun 1991 ialah 91.Obat tersebut dapat menutupi gejala sifilis.5 gram + 1 probenesid.Suntik ampisilin tidak di anjurkan.

gagal dengan pengobatan penisilin dan tersangka sifilis.50 sampai 1.m.dan terhadap penderita yang juga tersangka menderita sifilis karena obat ini tidak menutupi gejala klinis.Baik untuk penderita yang alergi penisilin.secara oral.Tiamfenikol Dosisnya 3.untuk penderita yang alergi penisilin. e.Sefiksim 400 mg per oral dosis tunggal memberi angka kesembuhan >95% d.m.yang mengalami kegagalan pengobatan dengan penisilin.m.00 gram secara intramusakular.Kanamisin Dosisnya 2 gram i.Tidak di anjurkan pemakaianya pada kehamilan h. g. Non-Medika Mentosa : Pengobatan secara nonmedikamentosa dengan memberikan edukasi kepada pasien seperti : Melakukan hubungan seksual yang aman dengan penggunaan kondom 6 .c. siprofloksasin 250-500 mg.Spektinomisin Dosisnya ialah 2 gr i. 2. Sefoperazon dengan dosis 0.Sefalosporin Seftriakson (generasi-3) cukup efektif dengan dosis 250 mg i. dan norfloksasin 800 mg secara oral. Angka kesembuhan di bagian kami pada tahun 1985 ialah 85%.Baik.Kuinolon Obat yang menjadi pilihan adalah ofloksasin 400 mg.5 gram.

- Tidak berganti-ganti pasangan Lebih Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa Prognosis • • • Ad vitam Ad functionam : Ad Bonam : Ad Bonam Ad sanationam : Dubia Ad Bonam 7 .

yaitu : 1. Uretra pada pria dibagi menjadi dua bagian.5–25 cm. b) Pars memberanasea : bagian uretra setinggi musculus sphincter uretra ( diafragma pelvis ). Panjangnya uretra pada wanita kurang lebih 3–5 cm sedangkan uretra pada pria dewasa bervariasi 17. terdiri dari : a) Pars porstatika : bagian uretra yang melewati prostat.TINJAUAN PUSTAKA Anatomi Genitalia Pria Uretra laki–laki memanjang dari lubang uretra internal dalam kandung kemih ke lubang uretra eksternal pada akhir penis. Perbedaan panjang inilah yang menyebabkan keluhan hambatan pengeluaran urine lebih sering terjadi pada pria. 8 .Uretra posterior.

Bagian uretra yang lain dilapisi oleh epitel kolumner berlapis. yaitu kelenjar parauretralis yang bermuara di uretra pars pendularis. yaitu kelenjar Cowperi yang berada di dalam diafragma urogenitalis dan bermuara di uretra pars bulbosa. Di dalam lumen uretra anterior terdapat beberapa muara kelenjar yang berfungsi pada proses reproduksi. c) Pars glandis : bagian uretra di glans penis.2. terdiri dari : a) Pars bulbaris : terletak di proksimal. serta kelenjar Littre. GONORE 9 . Uretra anterior. uretra ini sangat pendek dan epitelnya sudah berupa epitel squamosa. b) Pars cavernosa / spongiosa : bagian uretra yang melewati corpus spongiosum penis.merupakan bagian uretra yang melewati bulbus penis.

dan tidak tahan cat desinfektan.tidak tahan lama di udara bebas. 10 .Media Transgrow : Modifikasi media thayer martin dengan menambahkan trimetoprim untuk mematikan proteus spp.cepat mati dalam keadaan kering. Gonokok termasuk golongan diplokok berbentuk biji kopi berukuran lebar 0.Media Stuart . Media transpor .Mc Leod’s Choclate agar Berisi agar coklat.6 u .agar serum dan agar hidrokel.pada wanita sulit di tentukan karena pada umumnya asimtomatik. Diagnosis 1) Sediaan langsung : Pada sediaan langsung akan di temukan perwarnaan negatif-Gram.tidak tahan suhu di atas 39°C.Definisi Semua penyakit yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae Etiologi Penyebab gonore adalah gonokok .terlihat di luar dan di dalam leukosit.bersifat tahan asam.8 u dan panjang 1. 2) Kultur: a. Media Pertumbuhan . Gejala klinis Masa inkubasi bervariasi pada pria umum nya:2-5 hari. b.pada sediaan langsung dengan perwarnaan Gram bersifat Gram Negatif.

Tes oksidasi Reagen oksidasi yang mengandung larutan tetrametil-p-fenilendiamin hidroklorida 1% ditambahkan pada koloni gonokok tersangka. 3) Tes definitif a. dan sukrosa. Kuman gonokok hanya meragikan glukosa.Modified Thayer martin agar. 4) Tes beta laktamase Dengan menggunakan cefinase TM disc.kolestrimetat untuk menekan pertumbuhan bakteri negatif-Gram..BBL 961192 yang mengandung chromogenic chepalosporin akan menyebabkan perubahan warna dari kuning ke merah apabila kuman mengandung enzim beta laktamase. maltosa.mengandung vankomisin untuk menekan pertumbuhan kuman positif-Gram. Semua Neisseria memberi reaksi positif dengan perubahan warna koloni yang semula bening menjadi merah muda sampai merah lembayung.Media Thayer martin Media ini selektif untuk mengisolasi gonokok.dan nistiatin untuk menekan pertumbuhan jamur. Hasil pembacaan: 11 . . Tes fermentasi Tes oksidasi positif dilanjutkan dengan tes fermentasi memakai glukosa. 5) Tes Thomson Dengan urin 2 atau 3 gelas untuk melihat lokasi infeksi apakah di pars anterior atau pars posterior dari uretra. b.

Parauretritis : pada orang yang orifisium uretra eksternum nya terbuka atau hipospadia. bila salah satu saluran terumbat bisa terjadi abses folikular.Diangnosis dibuat berdasarkan ditemukannya butir pus atau pembengkakan pada daerah frenulum yang nyeri tekan. Littritis : pada urin ditemukan benang-benang halus atau butir-butir . Infeksi biasanya terjadi pada penderita dengan preputium yang sangat [anjang dan kebersihan yang kurang baik. 4. Ditandai dengan butir pus pada kedua muara parauretra 3. Bila yang terkena kelenjar cowper dapat terjadi abses. Keluhan berupa nyeri dan adanya benjolan pada daerah perineum disertai rasa penuh dan panas. Didiagnisis dengan uretroskopi. Bila duktus tertutup akan timbul abses dan merupakan sumber infeksi laten. Tysonitis : kelenjar tyson ialah kelenjar yang menghasilkan smegma. Cowperitis : bila hanya duktus yang terkena biasanya tanpa gejala.Gelas 1 Jernih Keruh Keruh Jernih Komplikasi Pada Pria : • Lokal : Gelas 2 jernih jernih keruh keruh Arti Tidak ada infeksi infeksi uretritis anterior panuretritis tidak mungkin. 1. nyeri pada wajtu 12 . 2.

Pada Wanita • Lokal : 1. terasa nyeri sekali bila penderita berjalan. Bartholinitis : labium mayor yang terkena membengkak.hematuri. Servisitis : dapat asimptomatik. Funikulitis : rasa nyeri pada daerah abdomen bagian bawah pada sisi yang sama.dapat timbul menyertai prostatitis. kadang-kandang byeri pada punggung bawah.malese. Gejalanya poliuria. Serviks merah dengan erosi dan sekret mukopurulen. Vesikulitis : radang akut yang mengenai vesikula seminalis dan duktus ejakulatorius. merah dan nyeri tekan. Kelenjar bartholin membengkak. 8. Prostatitis : ditandai dengan rasa tidak enak pada daerah perineum dan suprapubis.spasme otot uretra sehingga retensi urin. 3. Trigonitis : infeksi asenden dari uretra posterior dapat mengenai trigonum vesika urinaria.defekasi. disuria terminal.sulit defekasi sampai obtipasi. 6. dan hematuria. dan disuria. Dan 13 . tenesmus ani.demam . disuria. Parauretritis : mengenai parauretra dan janrang terjadi abses 2. 7. • Asendens : 5.

Proktitis : pada wanita dapat terjadi karena kontaminsasi dari vagina dan kadang-kadang karena hubungan genitoanal seperti pada pria. pada pria dan wanita dapat berupa : 1. Kelainan yang timbul akibat hubungan kelamin selain secara genito-genital. Orofaring tampak eksudat mukopurulen yang ringan sampai sedang. Gejalanya terasa nyeri pada daerah absomen bawah . 3. disuria. terasa seperti terbakar pada daerah anus dan pada pemeriksaan tampak mukosa eritematosa . Konjungtivitis : dapat terjadi pada bayi yang baru lahir dari ibu yang menderita 14 . Orofaringitis : cara infeksi dengan kontak orogenital. dan duh tubuh vagina. tertutup pus mukopurulen. edematosa.penderita sukar duduk. • Asendens 4. Infeksi PRP dapat menimbulkan kehamilan ektopik dan strerilitas. 2. Keluhan pada wanita biasanya lebih ringan daripada pria. dan menstruasi yang tidak teratur . Faringitis dan tonsilitis gonoree lebih sering daripada ginggivitis. Salpingitis : cara infeksi langsung dari serviks melalui tuba fallopi sampaipada daerah salping dan ovarium sehingga dapat menimbulkan penyakit radang panggul (PRP).

SIFILIS Sifilis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidumdan mempunyai beberapa sifat. Patogenesis 1. Jika melalui kulit harus ada mikro/makro lesi sedangkan jika melalui selaput lendir dapat dengan atau tanpa lesi. mempunyai masa laten. 4. hal ini mengakibatkan hipertrofi endotel yang dapat menimbulkan obliterasi lumen kapiler (endarteritis obliterans). dan dapat ditularkan dari ibu ke janinnya sehingga menimbulkan kelainan kongenital.servisitis gonore.perikarditis. Pada tempat masuknya. Stadium I (SI) 15 . dalam perjalanannya dapat menyerang semua organ tubuh. Pada orang dewasa infeksi ini dapat terjadi dikarenakan penularan pada konjungtiva melalu tangan atau alat-alat. miokarditis. Tahap masuknya Treponema Treponema pallidummasuk ke dalam tubuh melalui lesi kulit atau selaput lendir. Reaksi radang tersebut tidak hanya terbatas pada tempat masuknya kuman tetapi juga di daerah perivaskuler. Treponemaberada di antara endotel kapiler dan sekitar jaringan. Banyak pada penderita gonore asimtomatis. Gonore diseminata : kira-kira 1% kasus gonore yang akan berlanjut menjadi gonore diseminata. kuman mengadakan multiplikasi dan tubuh akan bereaksi dengan timbulnya infiltrat yang terdiri atas limfosit dan sel plasma yang secara klinis dapat dilihat sebagai papula. sifilis bisa juga ditularkan melalui luka. Gejala yang timbul berupa : artritis. dapat kambuh kembali (rekuren). meningitis dan dermatitis. transfusi dan jarum suntik. dapat menyerupai macammacam penyakit. terutama pada wanita. perivaskular. Selain melalui ibu ke janinnya dan melalui hubungan seksual.endokarditis. yaitu perjalanan penyakitnya sangat kronis. 2.

5. dan keadaan ini disebut afek primer SI. 3. Lesi primer perlahan-lahan menghilang karena kuman di tempat tersebut berkurang jumlahnya dan penyembuhan terjadi tanpa atau dengan jaringan parut tipis. Stadium ini terjadi tidak lebih dari 2 tahun terhitung sejak permulaan infeksi. positif).T. tetapi manifestasinya baru akan tampak kemudian. tetapi infeksi masih ada dan aktif yang ditandai dengan S. Pada stadium gumma ini. Stadium laten Stadium laten adalah stadium tanpa tanda atau gejala klinis. Treponemasukar ditemukan tetapi reaksinya bersifat destruktif.S. 4. Bila sudah mengenai kelenjar getah bening regional disebut kompleks primer SI. mungkin trauma merupakan salah satu faktor untuk timbulnya SIII yang berbentuk gumma. (Serologic Test for Syphilis) positif. sebabnya belum jelas.S. Stadium laten lanjut dapat berlangsung beberapa tahun. Hampir 2/3 kasus dengan stadium laten dapat 16 .Kerusakan vaskuler ini mengakibatkan aliran darah pada daerah papula tersebut berkurang sehingga terjadi erosi atau ulkus. Treponema pallidumdapat mencapai sistem kardiovaskuler dan saraf pusat dalam waktu dini tetapi kerusakan yang ditimbulkannya terjadi perlahan-lahan sehingga perlu waktu bertahun-tahun untuk menimbulkan gejala klinis. Stadium II (SII) Perjalanan secara hematogen akan menyebarkan kuman ke seluruh jaringan tubuh. termasuk kelenjar getah bening regional.T. Lesi sembuh berangsur-angsur dengan pembentukan jaringan fibrotik dan lesi tersier ini dapat berlangsung beberapa tahun. Lesi SII secara perlahan-lahan juga menghilang dan akhirnya tidak terlihat sama sekali dalam waktu kurang lebih 9 bulan. Treponemamasuk aliran darah dan limfe lalu menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Kadangkadang proses imunitas gagal mengendalikan infeksi sehingga Treponemaberkembang lagi dan menimbulkan lesi seperti pada SI atau SII dan stadium ini disebut stadium rekuren. antibodi tetap ada dalam serum penderita (S. Stadium gumma Keseimbangan antara Treponemadan jaringan dapat tiba-tiba berubah. Reaksi jaringan terhadap multiplikasi ini akan terlihat 6-8 minggu setelah kompleks primer dan reaksi ini bermanifestasi sebagai SII dengan berbagai bentuk kelainan yang biasanya didahului oleh gejala prodromal.

Gejala Klinis • Stadium I (Sifilis Primer) Kuman masuk dan melalui masa inkubasi antara 9-90 hari (rata-rata 2-4 minggu). ini disebut Syphyllis d’emblee. balanitis erosif. sukar menelan. suhu badan subfebris. sepertiga masih disertai SI. selaput lendir (30%).Afek primer ini umumnya terdapat pada genitalia. ataumuncul dalam bentuk atipik. Pada penularan lewat transfusi darah dan sifilis kongenital. Karena sifat kelainannya sistemik. Pada pengobatan yang tidak adekuat. tepi teratur berbatas tegas. Seminggu setelah afek primer. papula berubah menjadi papula erosif atau ulkus ulkus durum atau Hunterian chancredengan sifat yang khas. permukaan bersih dengan dasar jaringan granulasi berwarna merah daging. perubahan respons penderita atau adanya infeksi insidentil. kelainan kulit yang dimulai dengan makula. anoreksia dan sefalgia. Munculnya bentuk atipik mungkin disebabkan perubahan patogenitas kuman. yaitu biasanya soliter. berbentuk bulat atau lonjong. maka selalu didahului gejala prodromal. tertunda. Afek primer dapat sembuh sendiri dalam waktu 3-10 minggu. Bentuk afek primer atipik yang pernah dilaporkan antara lain ulkus muiltipel.meneruskan hidupnya tanpa menimbulkan gejala klinis. lesi multipel dengan limfangitis atau trombof lebitis dan ulkus pada orificium uretra. kelenjar (50%) dan alat-alat 17 . 2. tidak supuratif dan tidak ada periadenitis. • Stadium II (Sifilis Sekunder) Stadium II timbul 6-8 minggu kemudian dan pada waktu timbulnya. Manifestasi klinis/Afek primer : 1. dapat dilihat pembesaran kelenjar limfe regional (kompleks primer) dengan tanda-tanda indolen. tetapi akhir-akhir ini makin sering ditemukan di daerah ekstragenital. dinding tidak menggaung. Kelainan yang timbul dapat mengenai kulit (75%). Bentuk atipik pada tahun-tahun terakhir ini sering dijumpai. afek primer dapat tidak muncul. malaise. afek primer tidak pernah terjadi. pada perabaan ada indurasi dan tidak nyeri tekan (indolen). misalnya sakit di daerah otot atau sendi. lesi multipel dengan peradangan atau fimosis. papula.

papula dengan susunan arsiner. rapuh dan buram ·mata : uveitis anterior. iridosiklitis ·tulang: periostitis ·hepar : hepatomegali. Papulaskuamosa seperti psoriasis (psoriasis sifilitika). papula diskret pada telapak kaki dan tangan c. korioretinitis. 2. sirsiner. Kelainan Kulit 1. Makula berwarna merah terang yang disebut roseola sifilitika. papulakrustosa seperti frambusia (frambusia sifilitika). Biasanya terdapat pada mukosa bibir. Tetapi akhir-akhir ini kasus dengan gatal makin sering dijumpai. Makula dapat berakhir dengan hipopigmentasi (leukoderma sifilitika) atau berlanjut dengan papula. tonsil. Kelainan pada kelenjar Berupa pembesaran kelenjar dengan sifat seperti pada SI dan umumnya mengenai seluruh kelenjar getah bening superfisialis (limfadenopati generalisata). dan dapat juga pada mukosa genitalia. kondilomata lata e. Papula dengan berbagai bentuk dan variasi. papula dengan folikulitis 3. pipi. kemerahan dan dapat menjadi ulkus. Kelainan pada organ-organ lain ·kuku : onikia. 18 . 4. biasanya bersifat destruktif dan timbul pada keadaan umum yang buruk (lues maligna). laring. Pustula. misalnya : a. Kelainan pada selaput lendir Berupa mucous patch. papula korimbiformis d.dalam (10%). hepatitis • Stadium Laten Dini Pada kelainan laten dini yang terjadi kurang dari 2 tahun sejak mulainya infeksi. polisiklik b. dengan distribusi menyebar hampir di seluruh tubuh tanpa rasa gatal. berbentuk bulat.

pankreas. 19 . payudara. Secara umum lesi SIII dapat menyerang : . Keadaan ini umumnya ditemukan pada pemeriksaan premarital. lambung. donor darah. seleksi tenaga kerja indonesia (TKI). limpa.S) yang positif. kandung kemih. sendi. Tidak terdapat gejala klinis dan hanya dapat diketahui dari basil S. yaitu infiltrat sirkumskrip kronis yang cenderung mengalami pengejuan (perlunakan) dan bersifat destruktif.tidak ditemukan tanda-tanda klinis dan hanya dapat diketahui dari basil serologi (S. sehingga diperlukan pemeriksaan pada ibu dan ayah bila ada kontak dengan penderita sifilis.3%) dan tulang (9. Kadang dapat juga timbul kelainan seperti SI pada tempat inokulasi pertama yang disebut Chancre redux. ginjal. ligamen dan lain-lain. Gumma bersifat multipel dan jika sembuh terjadi fibrosis dan retraksi membentuk lobuslobus tak teratur yang disebut hepar lobatum. subkutis . Bila melunak akan menghasilkan ulkus gumosum bersifat yang serpiginosa. mukosa.S yang positif.Struktur pembungkus badan: kulit. Kelainan yang khas berupa gumma.6%). • Stadium III (Sifilis Tersier) Kelainan timbul 3-10 tahun sesudah stadium I. jantung. testis dan lain-lain. • Stadium Laten Lanjut Disebut laten lanjut bila terjadi lebih dari 2 tahun sejak dimulainya infeksi. serviks uterus. Lamanya masa laten ini dapat bertahun-tahun. Lesi III ini disebut juga sifilis lanjut benigna oleh karena belum membahayakan kehidupan.T. otot. tetapi lebih setempat. atau pemeriksaan kehamilan. • Stadium Rekuren Gejala klinis yang timbul biasanya seperti bentuk SII. SIII pada alat dalam paling sering menyerang hepar. Alat dalam lain yang dapat terserang adalah kelenjar parotis. mukosa (10. Bagian tubuh yang paling sering terkena ialah kulit (70%).Struktur penyangga tubuh: tulang. bahkan seumur hidup. Pada masa sekarang sifilis stadium III sangat jarang dijumpai.T. esofagus. Wanita hamil pada stadium ini dapat menularkan penyakitnya pada janin.

Adanya kejadian infeksi gabungan dengan PMS lain penting untuk diperhatikan pada saat membuat diagnosis trikomoniasis. PH vagina naik. T vaginalis merusak sel epitel dengan cara kontak langsung dan dengan cara mengeluarkan substansi sitotoksik.5. dan vagina adalah tempat infeksi yang paling umum pada wanita. Setelah gadis menjadi dewasa. pemeriksaan dengan pembiakan (kultur) akan menunjukkan beberapa mikroorganisma. dan mereka merespon terhadap adanya substansi kimiawi yang dikeluarkan trichomonas. sebagaimana halnya dengan jumlah lekosit polymorphonuclear (PMN). trikomonas yang bergerak-gerak (jerky motile trichomonads) dapat dilihat dari pemeriksaan dengan sediaan basah. Selama terjadinya infeksi protozoa Trichomonas vaginalis. Trichomoniasis merupakan infeksi yang biasanya menyerang saluran genitourinari.TRIKOMONIASIS Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa parasit Trichomonas vaginalis. uretra adalah tempat infeksi yang paling umum pada laki-laki. dinding vagina menebal dan laktobasilus menjadi mikroorganisma yang dominan. dinding vagina yang sehat tipis dan hypoestrogenic. Patofisiologi : Pada gadis-gadis sebelum usia pubertas. Trikomoniasis dapat menyebabkan seseorang kehilangan hari kerjanya karena adanya rasa yang tidak enak yang disebabkannya. Trikomoniasis merupakan masalah bagi penderitanya karena gejala dan kemungkinan komplikasi yang disebabkannya. T vaginalis 20 . PH vagina menurun hingga kurang dari 4. Lekosit PMN merupakan mekanisme pertahanan utama dari pejamu (host/manuasia). Masa inkubasi sebelum timbulnya gejala setelah adanya infeksi bervariasi antara 3-28 hari. Laktobasilus penting untuk melindungi vagina dari infeksi. sehingga infeksi ini seharusnya tidak diabaikan begitu saja. dan laktobasilus adalah flora dari vagina yang dominan (walaupun bukan merupakan stau-satunya flora vagina).7. dengan pH lebih besar dari 4.

21 . Usia : Trikomoniasis lebih sering terjadi pada laki-laki dan perempuan yang aktif seksual baik remaja maupun dewasa. namun lebih sering ditemukan pada perempuan. testis atau nyeri perut bagian bawah. berbusa atau berdarah kemungkinan terjadi juga. nyeri pada uretra. Rasa sakit sewaktu berhubungan seksual mungkin juga merupakan keluhan utama yang dirasakan klien dengan trikomoniasis. sehingga mencegah pengenalan oleh mekanisme alternatif yang ada di pejamu dan proteinase pejamu terhadap masuknya T vaginalis. • Laki-laki Kebanyakan infeksi trikomoniasis pada laki-laki asimptomatik. Kemungkin juga ada keputihan yang berbau tidak normal (busuk). Perempuan juga dapat merupakan karier asimptomatis. Keluhan : • Perempuan Pasien dengan trikomoniasis mungkin merasakan gatal-gatal atau rasa panas pada vagina. prostatitis. gejala adanya trikomoniasis bervariasi dari tidak ada gejala (asimtomatik/karier) sampai uretritis. Pasien dengan trikomoniasis dapat juga mengalami perdarahan pasca sanggama dan nyeri perut bagian bawah. Jenis kelamin: Trikomoniasis terdapat baik pada laki-laki maupun perempuan. Keputihan abnormal yang purulen. Keputihan yang berbusa yang dianggap sebagai tanda klasik dari trikomoniasis hanya terjadi pada 12% dari klien yang mengalami infeksi ini. Pada laki-laki. Mungkin ada keluhan nyeri pada saat kencing. namun umumnya gejala akan menunjukkan adanya proses peradangan (lihat bagian klinis di bawah).juga menempel pada protein plasma pejamu. atau epididymoorchitis.

Sebagian besar dari gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik untuk infeksi trikomoniasis dan dapat terjadi pada berbagai infeksi vagina dan serviks yang lain. Menemukan bahwa pemeriksaan dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat) menemukan colpitis macularis hanya 1. penelitian yang dilakukan oleh Wolner-Hanssen dkk.Tanda Fisik: • Perempuan Pada pemeriksaan panggul dengan spekulum. • Laki-laki Kebanyakan laki-laki yang terinfeksi trikomoniasis tidak ada tanda fisik. erythema vagina dan vulva. Papanicolaou (Pap) smears. Yang menarik. Colpitis macularis dan keputihan yang berbusa bersama-sama memiliki spesifisitas 99% dan secara sendiri-sendiri memiliki nilai prediksi positif (positive predictive value) 90% dan 62%. keputihan yang purulen yang dapat berwarna putih krem. Pada beberapa kasus. Bayi baru lahir perempuan: T vaginalis yang didapat pada saat melewati jalan lahir dapat menyebabkan keputihan pada bayi pada minggu-minggu pertama kehidupannya. Beberapa kasus yang lain mungkin ada tanda-tanda prostatitis atau epididymitis. atau media kultur. keputihan yang berbusa. kuning. tanda-tanda trikomoniasis diantaranya colpitis macularis (disebut sebagai strawberry cervix). Anak-anak sebelum usia pubertas Anak-anak sebelum usia pubertas yang terkena trikomoniasis akan menunjukkan gejala yang mirip dengan gejala pada klien remaja dan dewasa. hijau atau abu-abu.7% dari klien dengan trikomoniasis sedangkan pemeriksaan dengan bantuan kolposkopi mendapatkan colpitis macularis sebanyak 70% dari pasien yang menderita trikomoniasis yang dipastikan diagnosisnya dengan pemeriksaan sediaan basah. laki-laki dengan infeksi ini mungkin menunjukkan adanya discharge dari penis. 22 . Sehingga jika hanya bergantung pada pemeriksaan fisik saja banyak klien dengan trikomoniasis akan tidak terdiagnosis. Diagnosis pasti trikomoniasis dapat ditegakkan dengan adanya protozoa berflagel yang terlihat dari pemeriksaan sediaan basah.

pH lebih dari 4.5 ditemukan pada trikomoniasis dan vaginosis bacterial. Etiologi : T vaginalis adalah protozoa dengan flagela. Berbagai pemeriksaan dapat dilakukan dengan cepat dan dengan fasilitas laboratorium sederhana.5-5. • Tes Whiff Tes ini memeriksa adanya amine dengan menambahkan KOH pada discharge vagina 23 . Trikomoniasis umumnya merupakan penyakit menular seksual. Jumlah pasangan seks selama hidupnya b.Adanya T vaginalis pada anak-anak sebelum pubertas harus dicurigai kemungkinan adanya kekerasan seksual. pH vagina normal secara praktis menunjukkan diagnosis trikomoniasis negatif. Pasangan seksual saat ini c. Risiko untuk terkena infeksi ini tergantung pada aktifitas seksual klien. • pH vagina Penentuan pH vagina dengan cara menempelkan swab dengan sekresi vagina pada kertas pH paper dengan nilai antara 3. Faktor risiko terjangkitnya T vaginalis termasuk hal berikut ini : a. Rata-rata masa inkubasi adalah 1 minggu namun dapat bervariasi antara 4-28 hari.5. Tidak memakai kondom saat hubungan seksual d. Dasar dari pemastian diagnosis adalah pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan untuk mengeluarkan penyebab lain yang mungkin juga menyebabkan keluhan pada pasien. Memakai kontarsepsi oral (pil KB) Pemeriksan laboratorium: Lakukan pemeriksaan laboratorium untuk klien yang memiliki gejala-gejala vaginitis.

direct immunofluorescence assay. Saat ini telah ada pemeriksaan pH Vagina dan tes whiff yang dikombinasikan dalam satu bentuk tes dengan tanda negatif positif. Sensitivitas pemeriksaan ini mencapai 40-60%. dan bergerak. HIV. Infeksi gabungan dengan gonore cukup tinggi. berflagela. Sedangkan spesifisitas mencapai 95-99% untuk petugas-petugas yang sudah terlatih. Chlamydia trachomatis. Rasio sel darah putih (lekosit) terhadap sel epitel juga dapat dihitung. Pemeriksaan lain Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya trikomoniasis yaitu pemeriksaan biakan (kultur) secret vagina. Adanya T vaginalis pada populasi anak dapat untuk memprediksi kemungkinan adanya kekerasan seksual pada anak. • Pap smear Sensitivitas untuk mendeteksi sama dengan pemeriksaan sediaan garam basah. tes ini berguna untuk menyingkirkan kemungkinan vaginosis bakterial. • Sediaan Basah (Wet mount) Pemeriksaan dengan sediaan garam basah melalui mikrokoskop terhadap secret vagina yang diusapkan pada objek glass dapat mengidentifikasi protozoa yang berbentuk seperti tetesan air. dan hepatitis C. Pemeriksaan ini juga dapat menemukan clue cells (tanda adanya penyakit vaginosis bacterial). 24 . yaitu 40-60%. dan Polymerase chain reaction (PCR) Jika ditemukan trikomoniasis maka harus dilakukan juga pemeriksaan untuk PMS lain seperti sifilis. hepatitis B. Neisseria gonorrhoeae.dan membaui adanya bau seperti bau ikan. Sedangkan spesifisitas dapat mencapai 100% jika sediaan garam basah segera dilihat di bawah mikroskop. Komplikasi : Trikomoniasis dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi pada kehamilan.

sedangkan inveksi VHS tipe II biasanya terjadi pada dekade II atau III. Infeksi rekurens • Infeksi primer Tempat predileksi VHS tipe I di daerah pinggang ke atas terutama di 25 . Pembagian tipe I dan II berdasarkan karakteristik pertumbuhan pada media kultur. dan lokasi klinis (tempat predileksi).S.) tipe I biasanya dimulai pada usia anak-anak. antigenic marker. Infeksi primer oleh virus herpes simpleks (V. Etiologi VHS tipe I dan II merupakan virus herpes yang merupakan virus DNA.H. dan berhubungan dengan peningkatan aktivits seksual. sedangkan infeksi dapat berlangsung baik primer maupun rekurens(1). Infeksi primer 2. Epidemiologi Penyakit ini tersebar kosmopolit dan menyerang baik pria maupun wanita dengan frekuensi yang tidak berbeda.yaitu : 1.HERPES SIMPLEKS Definisi Infeksi akut yang disebabkan oleh virus herpws simpleks (virus herpes hominis) tipe I atau tipe II yang ditandai oleh adanya vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritomatosa pada daerah dekat mukokutan. Fase laten 3. Patologi dan Gejala Klinis Infeksi VHS ini berlangsung dalam 3 tingkat.

misalnya kontak kulit pada perawat. Infeksi primer oleh VHS tipe II mempunyai tempat predileksi di daerah pinggang ke bawah. malese dan anoreksia. berisi cairan jernih dan kemudian menjadi seropurulen. • Fase laten Fase ini berarti pada penderita tidak ditemukan gejala klinis. juga dapat menyebabkan herpes meningitis dan infeksi neonatus. Umumnya didapati pada orang yang kekurangan antibodi virus herpes simpleks. Infeksi primer berlangsung lebih lama dan lebih berat. Virus ini juga sebagai penyebab herpes ensefalitis. Kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder sehingga memberi gambaran yang tidak jelas. Inokulasi dapat terjadi secara kebetulan. dan dapat ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening regional. kira-kira 3 minggu dan sering disertai gejala sistemik. atau pada orang yang menggigit jari (herpetic Whitlow). dengan mekanisme pacu menjadi aktif dan mencapai kulit sehingga menimbulkan gejala klinis. terutama di daerah genital. dapat menjadi krusta dan kadang-kadang mengalami ulserasi yang dangkal. sehingga herpes yang terdapat di daerah genital kadangkadang disebabkan oleh VHS tipe I sedangkan di daerah mulut dan rongga mulut dapat disebabkan oleh VHS tipe II. Kelainan klinis yang dijumpai berupa vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa. Daerah predileksi ini sering kacau karena adanya cara hubungan seksual seperti oro-genital. Pada wanita ada laporan yang mengatakan bahwa 80% infeksi VHS pada genitalia eksterna disertai infeksi pada serviks. misalnya demam. dokter gigi. biasanya dimulai pada masa anak-anak. biasanya sembuh tanpa sikatriks. tetapi VHS dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis.daerah mulut dan hidung. Mekanisme pacu itu dapat berupa trauma fisik 26 . Pada prabaan tidak terdapat indurasi. • Infeksi rekurens Infeksi ini berarti VHS pada ganglion dorsalis yang dalam keadaan tidak aktif.

dan sebagainya). Sehingga prognosis Ad Sanationam kelompok kami Dubia ad Bonam karena penyakit ini bisa timbul kembali apabila penderita tetap melakukan hubungan seksual dengan wanita yang bukan pasangannya.(demam. kurang tidur. menstruasi). dan dapat pula akibat jenis makanan dan minuman yang merangsang. Infeksi rekurens ini dapat timbul pada tempat yang sama (loco) atau tempat lain/tempat di sekitarnya (non loco). Gejala klinis yang timbul lebih ringan daripada infeksi primer dan berlangsung kira-kira 7 sampai 10 hari. 27 . juga dari hasil pemeriksaan didapatkan pus yang keluar dari OUE yang jumlahnya banyak. dan nyeri. Pengobatan gonore juga sebaiknya dalam pengawasan dokter agar pengobatan berlangsung dengan tepat untuk mencegah terjadinya resistensi kuman. KESIMPULAN Berdasarkan keluhan pasien berupa keluar cairan dari alat kelaminnya sudah sejak 3 hari yang lalu disertai rasa sakit pada waktu BAK. Untuk itu. Sering ditemukan gejala prodormal local sebelum timbul vesikel berupa rasa panas. maka kelompok kami menyimpulkan bahwa diagnosis pasti dari pasien ini adalah Gonore. terapi edukasi pada penderita penyakit menular seksual seperti ini sangat penting. infeksi. Seperti yang telah ketahui sebelumnya bahwa Gonore adalah salah satu penyakit yang paling umum ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui aktivitas seksual. dan pus berwarna hijau kemerahan yang kental. trauma psikis (gangguan emosional. gatal. hubungan seksual.

28 . Gonorrhea. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Djuanda A. Anatomi Sistem Urologi. In: Red Book.nih. Accessed on November 24th 2011. 2000: 588-589. 5th ed. Dasar dasar urologi. 2.nlm. FKUI: Jakarta.gov/medlineplus/gonorrhea. Available at :: http://www. Ackers JP: Detection of Trichomonas vaginalis antigen in women by enzyme immunoassay. Purnomo BB. Yule A. Hamzah M. 127-46 3.2007. 4. 2003. 5. Jakarta: CV Sagung. [update : November 18th 2011]. Oriel JD.DAFTAR PUSTAKA 1. p. Aisha S. American Academy of Pediatrics: Trichomonas vaginalis infections. 2th ed. p. National Library of Medicine Getaway.html. Gellan MC. 11-2.

National Library of Medicine Getaway.html .com/health/syphilis/DS00374.gov/medlineplus/trichomoniasis.6.mayoclinic. [update : August 17th 2011]. Trichomoniasis.nih.nlm. Accessed on November 24th 2011. 7. Mayo Clinic. [update : December 14th 2010]. Available at : http://www. Accessed on November 23rd 2011. Available at : http://www. Syphilis. 29 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->