Empat Kompetensi Yang Harus Dimiliki Seorang Guru Profesional

27/12/2012 7 Komentar

Hanya sekedar mengingatkan buat rekan-rekan guru setanah air, karena pasti sebagian besar guru sudah mengetahui tentang empat standar kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru. Terlebih saat sekatang ini sudah hampir setengah dari jumlah guru di Indonesia sudah mempunyai sertifikat sertifikasi. Ini artinya mereka sudah lulus sebagai seorang guru profesional yang tentunya keempat kompetensi guru tersebut harus selalu di laksanakan di dalam kesehariannya dalam melaksanakan tugas. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Menurut Finch & Crunkilton, (1992: 220) Menyatakan “Kompetencies are those taks, skills, attitudes, values, and appreciation thet are deemed critical to successful employment”. Pernyataan ini mengandung makna bahwa kompetensi meliputi tugas, keterampilan, sikap, nilai, apresiasi diberikan dalam rangka keberhasilan hidup/penghasilan hidup. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas di lapangan kerja. Kompetensi guru terkait dengan kewenangan melaksanakan tugasnya, dalam hal ini dalam menggunakan bidang studi sebagai bahan pembelajaran yang berperan sebagai alat pendidikan, dan kompetensi pedagogis yang berkaitan dengan fungsi guru dalam memperhatikan perilaku peserta didik belajar (Djohar, 2006 : 130).

Merancang pembelajaran.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru adalah hasil dari penggabungan dari kemampuan-kemampuan yang banyak jenisnya. • • Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif. yaitu pengelolaan pembelajaran. kompetensi yang ingin dicapai. termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan. adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik. keterampilan. dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning). kepribadian. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian. dan materi ajar. dan penguasaan akademik. pengembangan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. 1) Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik. dapat berupa seperangkat pengetahuan. Menurut Suparlan (2008:93) menambahkan bahwa standar kompetensi guru dipilah ke dalam tiga komponen yang saling berkaitan. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. dan perilaku yang harus dimiliki. evaluasi hasil belajar. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. dihayati. dan dikuasai oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk • • • . dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

arif. dan berwibawa. dewasa. dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik. dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. bertindak sesuai dengan norma sosial. • • • 3) Kompetensi Sosial Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. suka menolong). sesama pendidik. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. 2) Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. ikhlas. tenaga kependidikan. menjadi teladan bagi peserta didik. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: • • Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum. sekolah. Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut: • • • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. dan masyarakat sekitar. Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa. stabil. orang tua/wali peserta didik. dan berakhlak mulia.pengembangan berbagai potensi akademik. dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. bangga sebagai guru. . jujur.

. konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar. memahami struktur. dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional (Ngainun Naim. (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. 2009:60). Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut: • • Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.4) Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. evaluasi proses dan hasil belajar. secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam. Oleh karena itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful