P. 1
Referat Trauma Toraks

Referat Trauma Toraks

|Views: 183|Likes:
Published by Dengue Puji

More info:

Published by: Dengue Puji on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

Referat Trauma Toraks

disusun oleh : Basori 08310042

1. PENDAHULUAN
• Kebanyakan trauma thoraks disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. • Insiden dari trauma thoraks di Amerika adalah 12 orang bagi setiap 1000 orang penduduk tiap harinya • 20-25% kematian yang disebabkan oleh trauma adalah disebabkan oleh trauma thoraks.

Definisi trauma thoraks Trauma thorax adalah luka atau cedera yang mengenai rongga thorax yang dapat menyebabkan kerusakan pada dinding thorax ataupun isi dari cavum thorax yang disebabkan oleh benda tajam atau benda tumpul dan dapat menyebabkan keadaan gawat thorax akut.2. .

3. Etiologi trauma thoraks • Trauma tembus (tajam) • Trauma tumpul .

Patofisiologi trauma thoraks • Mekanisme – Akselerasi : akibat langsung dari trauma. biasanya berupa percepatan – Deselerasi : Biasanya terjadi pada tubuh yang bergerak dan tiba-tiba terhenti akibat trauma – Torsio dan rotasi : pada organ strukturnya memiliki jaringan pengikat/fiksasi – Blast injury : terjadi tanpa adanya kontak langsung dengan penyebab trauma .4.

trauma Gagal ventilasi kegagalan pertukaran gas pada tingkat alveolar kegagalan sirkulasi -Hipoksia -Hiperkabnia -asidosis -ARDS -SIRS -Sepsis .

circulation) – Resusitasi fungsi vital – Secondary survey yang rinci – perawatan definitif . Initial Assessment dan Pengelolaan Pengelolaan penderita terdiri dari : – Primary survey (airway.5. breathing.

hilangkan benda yang menghalangi jalan napas – re-posisi kepala. Airway Assessment : – perhatikan patensi airway (evaluasi sumbatan) – dengar suara napas – perhatikan adanya retraksi otot pernapasan dan gerakan dinding dada Management : – inspeksi orofaring secara cepat dan menyeluruh.Primary survey (trauma yang mengancam nyawa) 1. lakukan chinlift dan jaw thrust. pasang collar-neck – lakukan cricothyroidotomy atau traheostomi atau intubasi (oral / nasal) .

flail chest . hemotoraks masif.2. Breathing Assesment • • • • Periksa frekuensi napas Perhatikan gerakan respirasi (look) Palpasi toraks (feel) Auskultasi dan dengarkan bunyi napas (listen) Management: • Lakukan bantuan ventilasi bila perlu • Lakukan tindakan bedah emergency untuk atasi tension pneumotoraks. open pneumotoraks.

CIRCULATION Assesment – – – – Periksa frekuensi denyut jantung dan denyut nadi Periksa tekanan darah Pemeriksaan pulse oxymetri Periksa vena leher dan warna kulit (adanya sianosis) Management – Resusitasi cairan dengan memasang 2 iv lines – Torakotomi emergency bila diperlukan – Operasi Eksplorasi vaskular emergency – Trauma toraks yang mempengaruhi sirkulasi : hemotoraks masif dan tamponade jantung .3.

KELAINAN AKIBAT TRAUMA THORAX • Pada Primary Survey a. Breathing 1) Tension pneumotoraks 2) Open pneumotoraks 3) Flail chest b. Circulation 1) Hematoraks masif 2) Tempnade jantung • Pada Secondary Survey .6.

Tension pneumothorak • Kebocoran udara dari paru-paru atau dinding toraks masuk ke cavum pleura dan tidak dapat keluar lagi (one-way-valve) • Dekompresi segera : large-bore needle insertion (sela iga II. linea mid-klavikula) .

• distensi vena leher. • deviasi trakea. • sesak. • perkusi hipersonor .Tanda dan gejala klinis: • Nyeri dada. • sianosis. • Emfisema subkutis • takikardi. • hilang suara nafas. • hipotensi.

Open pneumotoraks / sucking chest wound • Terjadi karena luka terbuka yang cukup besar pada dada sehingga udara dapat keluar dan masuk rongga intra toraks dengan mudah. .

• Langkah awal : menutup luka dengan kasa steril yang di plester hanya pada 3 sisi ( diharapkan terjadi flutter type valve) • Lalu segera pasang selang chest tube .

Flail Chest • Diskontinuitas segmen dinding dada karena fraktur iga multipel . ≥ 3 iga . dan memiliki garis fraktur ≥ 2 (segmented) .

• Terapi awal : ventilasi adekuat (oksigen lembab) dan resusitasi cairan . krepitasi.• Ciri : pernafasan paradoksal. gerakan pernafasan asimetris.

Hemotoraks masif • Terkumpulnya darah dengan cepat lebih dari 1500 cc di dalam rongga pleura • Ciri : syok. suara nafas (-) dan perkusi pekak hemitoraks yang terkena • Terapi : – – – – Ganti volume cairan Dekompresi dengan chest tube Transfusi Torakotomi segera bila kehilangan darah > 200 cc/jam (dalam waktu 2-4 jam) .

Temponade jantung • Akumulasi cairan pada perikardium • Ciri : Trias Beck • terapi awal : perikardiosintesis .

SECONDARY SURVEY : CEDERA TORAKS YANG DAPAT MENGANCAM JIWA • • • • • • • • Pneumotoraks sederhana Hemotoraks Kontusio paru Perlukaan percabangan trakeo-bronkial Trauma tumpul jantung Trauma aorta Trauma diafragma Mediastinal traversing wound .

PEMERIKSAAN PENUNJANG • • • • • • • X-ray CT scan USG MRI Angiography Oesophagoscopy / oesophagram Bronchoscopy .

KESIMPULAN • Trauma toraks sering terdapat pada penderita trauma multipel dan merupakan masalah life threatening. • Penderita dengan trauma toraks tersebut biasanya dapat diterapi atau diperbaiki kondisinya untuk sementara dengan tindakan yang relatif sederhana seperti intubasi. • Kemampuan untuk mengenal trauma ini dan kemampuan melakukan tindakan adalah prosedur yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. . ventilasi. chest tube atau perikardiosintesis dengan jarum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->