A red rose cheeks A drop of tear to weep Reminds me of you.

A long side a sigh A long side of cry *courtesy of LirikLaguIndonesia.Net A soft summer rain, a smile that hides a pain Why should you be ashamed Cause in every life. A little rain must fall And you are my friend Charmingly sentimental brain There�s truth behind a cry And there�s a cry behind a lie On every words that come out strong Just let them go and lets get along On every grudge and every fight I miss u all day and night Have you had your time off today To bring a cup of tea and smile away Sometimes I wonder Will ever see you Without all your game plan When all you have is Nothing but a pure bliss I will wait that day When you can find your way Out of this maze of love And you can laugh

To see cries and lies Coz u know better than me Only the truth will set you free There�s a truth behind a cry And there�s a cry behind a lie On every thought that come out wrong Just learn from it and please stay strong On every grudge and every fight I miss u all day and night It�s not easy to understand But you must hold on you stand I know u know, u know i know There�s a truth behind a cry And there�s a cry behind a lie On every thought that come out wrong Just learn from it and please stay strong There�s a truth behind a cry And there�s a cry behind a lie There�s a hope on every fright There�s a light on every night

Prinsip Ekstraksi/(Maceration) 01:45 | Label: Chemistry

Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena efektivitasnya. (Lucas, Howard J, David Pressman. Principles and Practice In Organic Chemistry) Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengektraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian rupa hingga memenuhi standar baku yang ditetapkan. Proses ekstraksi bahan atau bahan obat alami dapat dilakukan berdasarkan teori tentang penyarian. Penyarian merupakan peristiwa pemindahan massa. Zat aktif yang semula berada di dalam sel, ditarik oleh cairan penyari sehingga terjadi larutan zat aktif dalam cairan penyari tersebut. Ada tiga macam metode penyarian yang dapat digunakan, yaitu : 1. Maserasi 2. Perkolasi 3. Ekstraksi dengan menggunakan Soxhlet 4. Ekstraksi dengan menggunakan gas superkritis Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, stirak, dan bahan sejenis yang mudah mengembang. Cairan penyari yang Bila cairan penyari digunakan air maka untuk mencegah timbulnya kapang, dapat ditambahkan bahan pengawet yang diberikan pada awal penyarian. Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, stirak dan lilin. Keuntungan cara penyarian dengan maserasi adalah cara pengerjaan yang digunakan sederhana dan mudah

Kandungan zat aktif bahan herbal 4. Dengan cara ini penyari selalu mengalir kembali secara berkesinambungan melalui serbuk simplisia dan melarutkan zat aktifnya. Ekstrak granul instant 3. Ekstrak powder instant untuk minuman 4. Maserasi dapat dimodifikasi menjadi beberapa metode yaitu : 1. Kapasitas produk mesin 2. Jenis bahan baku herbal 3. terlindung dari cahaya. Remaserasi Cairan penyari dibagi 2 seluruh serbuk simplisia dimaserasi dengan cairan penyari pertama. 2. etanol. Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat aktifnya tahan terhadap pemanasan. Dibuat ekstrak powder / kapsul ekstrak 2. ampas dimaserasi lagi dengan cairan penyari yang kedua. Kaplet ekstrak Prinsip maserasi penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai selama tiga hari pada temperatur kamar. kerugiannya adalah pengerjaannya lama dan penyariannya kurang sempurna. Sedangkan digunakan dapat berupa air. Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi . seperti berikut ini : 1. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel. yaitu pada suhu 40-50oC. Pelarut yang dipakai yang sesuai dengan kandungan zat aktif Hasil akhir yang diperoleh pada proses ekstraksi adalah: ekstrak kental / liquid kental yang mengandung sari / kandungan dari bahan baku tanaman tanpa adanya ampas tanaman. air-etanol. Maserasi melingkar Maserasi dapat diperbaiki dengan mengusahakan agar cairan penyari selalu bergerak dan menyebar. 4. sesudah dienap-tuangkan dan diperas. Digesti Digesti adalah cara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah. atau pelarut lain.diusahakan. Hal-hal yang sangat mempengaruhi lama waktu proses ekstraksi antar lain: 1. Hasil ekstrak / liquid kental di atas dapat dilanjutkan ke proses lebih lanjut. 3. Maserasi dengan mesin pengaduk Penggunaan mesin pengaduk berputar terus-menerus waktu proses maserasi dapat dipersingkat 6-24 jam. cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding sel.

Maserasi merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada temperatur kamar dan terlindung dari cahaya. http://www. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat pelarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur . 2. lapisan dengan berat jenis yang lebih ringan berada pada lapisan atas. 20 Februari 2011 | 0 komentar Ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan populer. Kadang-kadang gugus-gugs pengganggu ini diekstraksi secara selektif.org/kategori/materi_kimia/instrumen_analisis/ Ekstraksi Pelarut Green Man | Minggu. Campuran dua pelarut dimasukkan dengan corong pemisah.chem-is-try. Alasan utamanya adalah pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro ataupun mikro.Ekstraksi pelarut umumnya digunakan untuk memisahkan sejmlah gugus yang diinginkan dan mungkin merupakan gugs pengganggu dalam analisis secara keseluruhan. karbon tetraklorida atau kloroform. ekstraksi bertahap cukup dilakukan dengan corong pisah. Mudah melepas kembali gugs yang terlarut didalamnya ntk keperluan analisa lebih lanjut Ekstraksi dapat dilakukan secara kontinue atau bertahap. Viskositas kecil dan tidak membentuk emulsi dengan air 4. Harga konstanta distribusi tinggi untuk gugus yang bersangkutan dan konstanta distribusi rendah untuk gugus pengotor lainnya. Dalam pemilihan pelarut organik agar kedua jenis pelarut (dalam hal ini pelarut organik dan air) tidak saling tercamupr satu sama lain. Teknik pengerjaan meliputi penambahan pelarut organik pada larutan air yang mengandung gugus yang bersangkutan. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran berdasarkan proses distribusi terhadap dua macam pelarut yang tidak saling bercampur. mengingat bahwa proses ekstraksi merupakan proses kesetimbangan maka pemisahan salah satu lapisan pelarut dapat . Endapan yang diperoleh dipisahkan dan filtratnya dipekatkan. seperti benzen. Batasan nya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbada dalam kedua fase pelarut. Untuk memilih jenis pelarut yang sesai harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: 1. Peristiwa tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Selama proses maserasi dilakukan pengadukan dan penggantian cairan penyari setiap hari. Selanjutnya proses pemisahan dilakukan dalam corong pisah dengan jalan pengocokan beberapa kali.rendah ( proses difusi ). Kelarutan pelarut organik rendah dalam air 3. Dengan jalan pengocokan proses ekstraksi berlangsung. Tidak mudah terbakar dan tidak bersifat racun 5.

dilakukan setelah kedua jenis pelarut dalam keadaan diam. Untuk tujuan kuantitatif. 2001). yaitu P + V = C + 2 Menurut Hukum distribusi Nernst : Jika [X1] adalah kosentrasi zat terlarut dalam fase 1 dan [X2] adalah kosentrasi zat terlarut dalam fase 2. spektrofotometri dan sebagainya. David Pressman. kita mempunyai P = 2 . tidak perlu dilakukan pelepasan karena konsentrasi gugus yang bersangkutan dapat ditentukan langsung dalam lapisan organik. A. Howard J. sehingga V = 1. Jika sebagai metode analisis digunakan metode spekttrofotometri. Analisis lebih lanjut setelah proses ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti volumetri. Prinsip dasar dari Ekstraksi pelarut Hukum fase Gibb‟s menyatakan bahwa : P+V=C+2 Keterangan : P = fase C = Komponen V = Derjat kebebasan Pada ekstraksi pelarut . yaitu zat terlarut di dalam pelarut dan fase air pada temperatur dan tekanantetap. [Lucas. Metode spektrofotometri dapat digunakan untuk pelarut air maupun organik. Principles and Practice In OrganicChemistry] Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:  Tipe persiapan sampel  Waktu ekstraksi  Kuantitas pelarut  Suhu pelarut  Tipe pelarut Ekstraksi lebih efisien bila dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil daripada jumlah pelarutnya banyak tetapi ekstraksinya hanya sekali (Arsyad. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena efektivitasnya. C= 1. Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. . jadi kita akan dapat : 2 + 1 = 1+2. sebaiknya ekstraksi dilakukan lebih dari satu kali. Lapisan yang ada dibagian bawah dikeluarkan dari corong dengan jalan membuka kran corong dan dijaga agar jangan sampai lapisan atas ikut mengalir keluar. yaitu fase air dan organik. maka pada kesetimbangan.

dan temperatur (Svehla. terutama kalau kita perhatikan fraksi zat terlarut total dalam fasa yang satu atau yang lainnya. Untuk utjuan praktis sebagai ganti harga KD atau D . kita dapat menuliskan koefesian aktivitas zat pada fase organik maupun pada fase air. Untuk memudahkan. KD = Koefisien partisi. X2 didapat . dan angka banding distribusi ini tidak tergantung pada spesi molekul lain apapun yang mungkin ada. D diubah menjadi : D= Ekstraksi dianggap kuantitatif bila : E = 100 berarti D= B. diperkenalkan istilah angka banding distribusi D (atau koefisien ekstraksi E). Kita menggunakan istilah perbandingan distribusi (D) dengan memperhitungkan kosentrasi total zat didalam kedua fase . Klasifikasi Ekstraksi tidak tehingga ( jika Vo = VW ) . D= Dimana VW : Volume fase air Vo : Volume fase Organik Bila volume fase organic dan air sama . sifat dasar zat terlarut. asosiasi atau interaksinya dengan spesi-spesi lain yang terlarut. yaitu Vo = VW . Ini berhubungan dengan perbandingan distribusi dalam persamaan sebagai berikut. Perbandingan Distribusi . Hukum ini dalam bentuk yang sederhana. Harga angka banding berubah dengan sifat dasar pelarut. Pada penerapan praktis ekstraksi pelarut ini. maka harga KD sama dengan D .X1. Jika tidak tejadi asosiasi . tidak berlaku bila spesi yang didistribusikan itu mengalami disosiasi atau asosiasi dalam salah satu fasa tersebut. Dinyatakan sebagai berikut : Hukum distribusi atau partisi dapat dirumuskan: bila suatu zat terlarut terdistribusi antara dua pelarut yang tidak dapat campur. 1990). Pada persamaan diatas . lebih sering digunakan istilah persen eksrtaksi (E) . KD = Dimana . disosiasi atau polimerisasi pada fase – fase tersebut dan keadaan yang kita punyai adlah ideal. tidak peduli bagaimanapun cara-cara disosiasi. Partisi atau koefisien distribusi ini tidak tergantung pada kosentrasi total zat terlarut pada kedua fase tersebut. maka pada suatu temperatur yang konstan untuk setiap spesi molekul terdapat angka banding distribusi yang konstan antara kedua pelarut itu.

Ekstraksi bertahap merupakan cara yang paling sederhana. deformasi ion akan lebih disukai dengan logam kation yang mempunyai muatan besar . Pada fenomena solvasi ataupun pada ekstraksi yang melibatkan pembentukan pasangan ion. Nama yang digunakan menyatakan adanya efek saling memperkuat yang berakibat pada penambahan ekstraksi dengan memanfaatkan pelarut pengekstraksi. Cara kalsik adalah mengklasifikasikan berdasarkan sifat zat yang diekstraksi. yaitu : 1. dan ekstraksi counter current. ukuran ligan yang . Pada tahap ini penting unruk memperhatikan sifat kompleks logam dan faktor faktor yang mempengaruhi pembentukannya . Hasil yang baik diperoleh jika jumlah ekstraksi yang dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut sedikit-sedikit. Tiga metode dasar pada ekstraksi cair-cair adalah ekstraksi bertahap. Golongan ekstraksi berikutnya dikenali sebagai ekstraksi melalui solvasi sebab spesies ekstraksi disolvasi ke fase organik. ekstraksi kontinyu. sebagai khelat atau sistem ionberasosiasi. Pembentukan kompleks oleh ion logam tergantung pada kecendrungan untuk mengisiorbital atom kosong dalam usaha mencapai konfigurasi elektron yang stabil.Beberapa cara dapat mengklasifikasikan sistem ekstraksi. Bila ekstraksi ion logam berlangsung . Sealama proses polarisasi . solvasi atau pembentukan pasangan ion. Kesempurnaan ekstraksi tergantung pada pada banyaknya ekstraksi yang dilakukan. khelat netral) . Mekanisme Ekstraksi Proses ekstraksi pelarut berlangsung tiga tahap . komleks yang terbentuk dapat berupa anion atau kation yang selanjutnya berasosiasi dengan masing – masing kation atau anion lain untuk menghasilkan kompleks tidak bermuatan yang dapat diekstraksi ke fase organik. Golongan ekstraksi ketiga adalah proses yang melibatkan pembentukan pasangan ion. setelah ini tercapai lapisan didiamkan dan dipisahkan (Khopkar. akan dilihat kompleks koordinasinya . Caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi yang akan diekstraksi pada kedua lapisan. 2. 1990). Kompleks tidak bermuatan dapat di bentuk melalui proses pembentukan khelat ( yaitu. Sedangakan kategori terakhir merupakan ekstraksi sinergis . Pembentukan Kompleks tidak bermuatan yang merupakan golongan ekstraksi. maka proses ekstraksi berlangsung dengan mekanisme tertentu . Pertama.  Pembentukan Kompleks tidak bermuatan Pembentukan komleks tidak bermuatan merupakan tahap penting dalam ekstraksi . Interaksinya yang mngkin dalam fase organik. Distribusi dari kompleks yang terektraksi 3. Ekstraksi berlangsung melalui pembentukan spesies netral yang tidak bermuatan diekstrksi ke fase organik. Sekarang klasifikasi didasarkan atas proses ekstraksi. Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut: C.. Jelaslah bahwa kompleks bermuatan tidak akan terakstraksi sehingga mutlak kompleks diekstraksi harus tampa muatan.

keasamannya akan lebih besar pula. Peran utama dari elektrolit ini adalah : · Mempertinggi kosentrasi kompleks anion melalui mekanisme aksi massa sehingga akan menambahkan kosentrasi kompleks dan mempertinggi ekstraksi .> Cl.besar .> F.> Br. dan dengan ion logam yang mempunyai tipe konfigurasi atom gas yang bukan gas mulia. Ligan pengkhelat memunyai peranan penting dalam ekstraksi logam sebab banyak logam – logam yang dapat tereksitasi dan sekaligus dipisahkan . Kita dapat memberikan skala selektivitas dari bermacam ligan pembentuk kompleks sebagai berikut : CN. Kestabilan kompleks koordinasi tergantung pada keasaman ion logam . kebasaan ligan yang akan berkoordinasi. orbital – orbital atom kosong pada unsur – unsur transisi mendukunga adanya koordinasi . Khelat logam merupakan tipe senyawa koordinasi dimana ion logam bergabung dengan basa polifungsional yang mampu menempati dua atau lebih pposisi pada lingkaran koordinasi dari ion logam untuk membentuk senyawa siklik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan khelat  Kekuatan basa dari gugus fungsi  Elektronegativitas dari atom berkaitan  Ukuran dan jumlah dari cicin khelat yang terbentuk Tahap berikutnya yang penting pada mekanisme ekstraksi adalah proses distribusi dari zat yang terekstraksi ke fase organik. untuk memudahkan ekstraksi.( Unuk aniaon) NH3 > RNH2 > R2NH > R3N ( Untuk ligan netral) Golongan kompleks yang paling penting adalah Khelat. pertimbangan stereokimia serta konfigurasi kompleks yang terbentuk .> I. yaitu :  Kebasaan ligan  Faktor stereokimia  Adanya garam pada sistem ekstraksi Ada beberapa elektrolit yang mempunyai kemampuan mempertinggi ekstraksi dari kompleks. Biasa nya kompleks bermuatan diusahakan untuk dinetralkan oleh muatan ion lain .> SCN. Jika logam mempunyai muatan atau valensi kation yang besar . Kompleks yang berasal dari unsur – unsur yang lebih elektronegatif cendrung lebih stabil. Distribusi tergantung pada bermacam faktor. Perssamaan bohr menyatakan : F= Keterangan  : Konstanta dielektrik  R : jari – jari ion Z = muatan ionik  F : Konstanta bolzman Dari persamaan tampak bahwa kestabilan kompleks logam bertambah dengan makin bertambahnya potensial ionik (Z2/2r) . Pada Umumnya .> OH.

S. Gramedia. Khopkar. L dan Day A. Underwood. dan ekstraksi counter current. Pada kosentrasi besar . Ekstraksi adalah pemurnian suatu senyawa. Kalman Media Pustaka. selanjutnya akan mempertinggi pembentukan asosiasi ion. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Mikro dan Semimikro. Tiga metode dasar pada ekstraksi cair-cair adalah ekstraksi bertahap. Jakarta. Ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik 2. 3. Proses ekstraksi pelarut berlangsung tiga tahap .· Akibat ikatan molekul air dengan ion elektrolit menjadikan pelarut tidak bebas lagi. polimerisasi berlangsung cepat. M. J. Konsep Dasar Kimia Analitik. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Svehla. yang pada dasarnya tidak saling bercampur dan menimbulkan perpindahan satu atau lebih zat terlarut (solut) ke dalam pelarut kedua itu. Penerbit Erlangga. ekstraksi kontinyu. Jakarta. Terakhir dalam pembahasan mekanisme ekstraksi adalah interahsi pada fase organik. · Distribusi dari kompleks yang terektraksi · Interaksinya yang mngkin dalam fase organik. Pada ekstraksi dengan mekanisme solvasi . Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima. 1990. dkk. Interaksi ini mempengaruhi kosentrasi kompleks dan tingkat ekstraksi yang dihasilkan. A. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran berdasarkan proses distribusi terhadap dua macam pelarut yang tidak saling bercampur. Ekstraksi cairan-cairan merupakan suatu teknik dalam suatu larutan(biasanya dalam air) dibuat bersentuhan dengan suatu pelarut kedua (biasanya organik). N. yaitu : · Pembentukan Kompleks tidak bermuatan yang merupakan golongan ekstraksi. 4. Jakarta. M. Jakarta. polimerisasi dapat terjadi . . Penerbit Buku Kedokteran EGC. DAFTAR PUSTAKA Arsyad. Pemisahan itu dapat dilakukan dengan mengocok-ngocok larutan dalam sebuahc orong pemisah selama beberapa menit (Shevla. R. · Konstanta dielektrik dari fase akua berkurang dengan bertambahnya kosentrasi garam. Basset. Polimerisasi ini mengurangi aktivitas zat asosiasi ion dapat terjadi pada larutan polar yang encer sehingga menghasilkan pertambahan ekstraksi . polimerisasi dapat terjadi. G. 1985. D. 1985).Partisi zat-zat terlarut antara dua cairan yang tidak dapat tercampur (immiscible) menawarkan banyak kemungkinan yang menarik untuk pemisahan analitis. 1990. 1997. PT. 1994. Pada kosentrasi yang besar . Kesimpulan 1.

1949). Teknik ini dapat diterapkan untuk bahan-bahan tingkat runutan ataupun yang dalam jumlah banyak (Shevla.Kesempurnaan ekstraksi bergantung pada banyaknya ekstraksi yang dilakukan. 2008).2. Teknik ini dapat digunakan untuk kegunaan preparative.Ekstraksi kontiyu adalah perbandingan distribusi relatif kecil sehingga untuk pemisahan yang kuantitatif diperlukan beberapatahap distribusi(Khopkar.Namun tetap saja jika tidak beraturan hasilnya pun tidak akan maksimal. 2008). Pemisahan itu dapat dilakukan dengan mengocok-ngocok larutan dalam sebuah sebuah corong pemisah selama beberapa menit.Diantara berbagai jenis metode pemisahan. pemurnian ataupun isolasi (Khopkar. cepat dan dapat digunakan untuk ion-ion logam yang bertindak sebagai pengotor dan ion-ion logam dalam jumlah makrogram (Khopkar. Mula-mula metode ini dikenal dalam kimia analisis kemudian berkembang menjadi metode yang baik.Metode pemisahan pada ekstraksi diantaranya :1. 1985). Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena efektivitasnya(Lucas. ekstraksi pelarut dapat merupakan suatu langkah penting dalam urutan yang menuju ke suatu produk murninya dalam laboratorium organik. 2008). memperkaya pemisahan serta analisis pada semua skala kerja. Alasan utamanya adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro maupun mikro.3. Pembahasan Ekstraksi adalah pemurnian suatu senyawa. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer dalam jumlah yang berbeda dalam kedua fase terlarut. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. pemurnian.Percobaan ekstraksi kali ini tergolong ekstraksi bertahap dikarenakan terdapat proses pengocokan. Fungsi pengocokan agar cepat bereaksi bertemu dengan I2. yang ada dasarnya tidak saling bercampur dan menimbulkan perpindahan satu atau lebih zat terlarut (solut)ke dalam pelarut kedua itu.Ekstraksi bertahap adalah cara yang paling sederhana.Bahkan di mana tujuanprimernya adalah bukan analitis namun preparative. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur seperti benzen. Semakin sering kita melakukan . karbon tetraklorida atau kloroform. Semakin lama mengocok larutan dalam corong pemisah maka semakin cepat bertemu I2 . Prosesi ni merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. anorganik atau biokimia. kopresipitasi dengan sistem semacam itu (Khopkar. 2008). 2008).Ekstraksi Counter current adalah fase cair pengekstraksidi alirkan dengan arah yang berlawanan dengan larutan yang mengandung zat yang akan di ekstraksikan.mencampurkan pelarut pengekstraksinya yang tidak bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokan(Khopkar. Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pemisah. ekstraksi merupakan metode pemisahan yang baik dan popular.2. Biasanya digunakan untuk pemisahan zat. 3. Pemisahan ekstraksi pelarut biasanya „bersih´ dalam arti tak ada analog. Ekstraksi cairan-cairan merupakan suatu teknik dalam suatu larutan (biasanyadalam air) dibuat bersentuhan dengan suatu pelarut kedua(biasanya organik). sederhana.

sehingga ketika ditotal jumlah pelarut untuk ekstraksi tersebut tidak terlalu besar agar dicapai kesempurnaan ekstraksi. lapisan bawah dinamakan fase terdispersi karena berbentuk cair sedangkan lapisan atas yang terbentuk cair juga dinamakan medium pendispersi. kuning muda.sampai akhirnya bening. kuning. tergantung pada bermacam faktor.Metode ekstraksi sama dengan titrasi iodometri yaitu karenasama-sama untuk mencari konsentrasi I 2 . Dari kedua jenis koloid tersebut merupakan jenis emulsi. Pada saat percobaan ekstraksi sehingga didapat lapisan atas dan lapisan bawah. Kelarutan kompleks logam selainditetapkan oleh perbandingan koefisien distribusinya jugaditentukan oleh perubahan aktivitas zat terlarut pada masing-masing fase (Khopkar.ekstraksi. Emulsi merupakan koloid yang faseterdispersinya dan medium pendispersinya zat cair. 2008). Mempertinggi konsentrasi anion melalui mekanisme aksimassa.sehingga bisadigantikan asal sifatnya sama. Namun lebih tegas bila ditambah amilumkedalam larutan sebagai organik. Adapunfaktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi : y Tipe persiapan sampel y Waktu ekstraksi y Kuantitas pelarut y Suhu pelarut y Tipe pelarutTitrasi dapat dilakukan tanpa organik dari luar karena warnaI 2 yang ditirasi akan lenyap bila titik akhir tercapai.Pada lapisan atas I 2 larut dalam air dan pada lapisan bawahI 2 larut dalam kloroform dan konsentrasi lebih pekat. faktor stereokimia dan adanya garampada sistem ekstraksi.2. Jumlah pelarut yang digunakan untuk tiap kali mengekstraksi juga sedikit. Amilum dengan I 2 membentuksuatu kompleks berwarna biru tua yang masih sangat jelassekalipun I 2 sedikit sekali.Mekanisme ekstraksi dengan proses distribusi dari zat yangterekstraksi ke fase organik. CCl 4 dan kloroformmemiliki sifat yang sama yaitu bersifat non polar. menjadi lebih muda.Hasil yang baik diperoleh dengan jumlah ekstraksi yang relatif besar dengan jumlah pelarut yang kecil. warna mula-mula cokelat tua.Pengocokan harus terjadi searah agar terjadi kesetimbangan antara larutan iod dalam larutan air.antara lain: kebasaan ligan. maka semakin banyak zat terlarut terdistribusi pada salah satu pelarut dan semakin sempurna proses pemisahannya. Akibat ikatan molekul air dengan ion elektrolit . maka pada metodeekstraksi dilakukan titrasi secara iodometri.Peranan elektrolit pada ekstraksi yang melibatkan solvasi:1.

Ada dua jenis ekstraktor yang lazim digunakan pada skalalaboratorium. 3. Hal ini menyebabkan ekstraksi B utt berlangsung lebih cepatdan berkelanjutan (rapid). Kesetimbangan berikutnya berlangsung dalam suatularutan.Pada percobaan ini sering terjadi kesalahan atau kekeliruan. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong langsunglalu keluar dan masuk kembali ke dalam labu didih tanpa efeksifon.Aplikasi ekstraksi dibidang pangan adalah untukmengekstraksi minyak atsiri dan mengekstraksi kacang kedelai. 2009). Selain itu ekstraksinya juga lebihmerata. Kemudian pelarutmasuk ke dalam selongsong berisi padatan. Ketika lapisan bawah dikeluarkan ada lapisan atas yang ikut terbawa. yaitu ekstraktor Soxhlet dan ekstraktor B utt. I 3. Penetesan Na 2 S 2 O 3 berlebih menyebabkan warna TATberubah. Ekstraktor B utt dinilai lebih efektif daripada ekstraktor Soxhlet (Utami.Peristiwa ini disebut dengan efek sifon (Utami. Iod jauh lebih dapat larut dalam kalium iodida dalam air daripada dalam air. Pelarut akanmembasahi sampel dan tertahan di dalam selongsong sampaitinggi pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut diselongsong. pelarut dipanaskan dalam labu didih sehinggamenghasilkan uap.2.3. Pengocokan yang kurang sempurna. seperti I 2 +I - .Namun pada ekstraktor B utt. Konstanta dielektrik dari fase berkurang dengan bertambahnyakonsentrasi garam.Prinsip kerja ekstraktor B utt mirip dengan ekstraktor Soxhlet. uap pelarut naik ke kondensor melalui annulus di antara selongsong dan dinding dalam tabung B utt. sehingga pemisahanzat tersebut tidak sempurna. Kemudian pelarut seluruhnya akan menggejorokmasuk kembali ke dalam labu didih dan begitu seterusnya.Faktor-faktor yang mempengaruhi pada percobaan ini adalah .1. Padaekstraktor Soxhlet.Metode yang digunakan dalam mengekstraksi kacang kedelaiadalah metode ekstraksi soxhletb. Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor melalui pipa kecil dan keluar dalam fasa cair. 2009).menjadi pelarutyang tidak bebas. ini disebabkan karena terbentuknya iontriiodida.

Kelarutan zat-zat aromatik pada fase organik sebanding dengankerapatan elektron pada inti aromatik dari senyawa-senyawatersebut. Rata-rata dalam sebuah reaksi kimiadibutuhkan katalis trasfer. 31. jikalarutan dikocok dengan karbon tetraklorida dalam mana iod sajayang dapat larut cukup banyak. Dengan mengurangi ini dari iodtotal.dapatlah disimpulkan konsentrasi KI bebas. diperoleh karena segera sesudah iod dihilangkanakibat interaksi dengan tiosulfat. 2000). dan setidaknya dibutuhkan energi sebesar 43. Jenis ikatan mempengaruhikelarutan kompleks pada fase organik. Kelarutan zat pada air atau alkohol lebih ditentukan oleh kemampuan zat tersebut membentuk ikatan hidrogen.' I 3. 1985). Ini digunakan untuk mentransfer beberapa ion pada senyawa organik.8 kJ/mol untuk transfer anion klorida dari H 2 O padanitrobenzena. diperoleh konsentrasi ion tak bebas (sebagai I 3). sejumlah iod baru dilepaskandari triiodida agar kesetimbangan tidak terganggu. Jika larutan itu dititrasi dengan larutannatrium tiosulfat. Sifat kelarutan khelat atau asosiasi ionsangat penting pada mekanisme ekstraksi (Khopkar. . Ion akan bereaksi denganion lainnya.7 kJ/mol akan dikeluarkan padasaat reaksi berlangsung dimana nitrobenzena menggunakanberat ekivalen dari tetra-alkil-amonium asetat (Scholz. Namun. Dengan menentukan konsentrasi iod dalam larutan karbontetraklorida. denganmemperkurangkan harga ini dari konsentrasi awal kalium iodida. 2008).Pada kasus mekanisme ekstraksi. dimana ion tersebut akan kembali pada H 2 O. Garam-garam logam tidak dapat larut sebab bersifatsebagai elektrolit kuat.1 kJ/mol dibutuhkan untuk transfer anion asetat kedalam nitroenzena. konsentrasi ion iod bebas dalam larutan air dapatdihitung dengan menggunakan koefisien distribusi yang diketahuidan dari situ konsentrasi total iod bebas yang ada dalamkesetimbangan dapat diketahui. Sebagaicontoh.Pengaruh adanya pelarut lain yang tercampur pada pelarutpertama dapat menambah kelarutannya bila pelarut keduatersebut bereaksi dengan zat terlarut. Jadi sekitar 12. maka iod dalam lapisan organikberada dalam kesetimbangan dengan iod bebas dalam larutanair. konsentrasi iod total sebagai I 2 bebas dan I 3tidak bebas. Dengan tetapankesetimbangan kemudian dapat dihitung(Svehla. pasangan ion-ionnyaakan saling bereaksi. Kelarutan elektrolit padamedium yang sangat polar akan bertambah dengan gayaelektrostatik.

yaitu : 1. Gas Pembawa Gas pembawa harus bersifat inert artinya gas ini tidak bereaksi dengan cuplikan ataupun fasa diamnya. Pada kromatografi kolom. Interaksi ini adalah adsorbsi.chromatography-online. yaitu fasa gerak dan fasa diam. kemudian cuplikan diinjeksikan ke dalam aliran gas dan ikut terbawa oleh gas ke dalam kolom. begitupun sebaliknya. Temperatur sistem dapat dikontrol. penukar ion dan gel permiasi.org) : Gambar 1. Fasa diam akan menahan komponen campuran sedangkan fasa gerak akan melarutkan komponen campuran. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut (www. Hasil pendeteksian direkam oleh rekorder dan dikenal sebagai kromatogram.1 Diagram kromatografi gas Komponen-Komponen Kromatografi Gas 1. 3. 2.Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan komponen-komponen dalam suatu campuran berdasarkan perbedaan distribusi komponen-komponen ke dalam 2 fasa.Perbedaan distribusi ini disebabkan oleh adanya perbedaan interaksi antara komponen-komponen dalam suatu campuran dengan fasa diam dan fasa geraknya. Kelarutan komponen di fasa gerak hanya merupakan fungsi dari tekanan uapnya saja. Mekanisme kerja kromatografi gas adalah sebagai berikut : gas bertekanan tinggi dialirkan ke dalam kolom yang berisi fasa diam. fasa geraknya adalah cairan dan fasa diamnya dapat berupa zat cair atapun zat padat. sedangkan pada kromatografi gas fasa geraknya adalah gas dan fasa diamnya adalah adsorben padat. Komponen yang interaksi dengan fasa diamnya lebih kuat dibanding dengan fasa geraknya maka komponen itu akan tertahan lebih lama di dalam fasa diam. Prinsip kromatografi gas hampir sama dengan prinsip kromatografi kolom. Jumlah peak pada kromatogram menyatakan jumlah komponen yang terdapat dalam cuplikan dan kuantitas suatu komponen ditentukan berdasarkan luas peaknya. Gas ini disimpan dalam silinder baja bertekanan tinggi sehingga gas ini akan . Di dalam kolom akan terjadi proses pemisahan cuplikan menjadi komponen-komponen penyusunnya. Komponen-komponen tersebut satu per satu akan keluar kolom dan mencapai detektor yang diletakkan di ujung akhir kolom. Terdapat tiga aspek yang membedakan antara keduanya. partisi.

hidrogen dan nitrogen. Jumlah peak pada kromatogram menyatakan jumlah komponen yang terdapat dalam cuplikan dan kuantitas suatu komponen ditentukan berdasarkan luas peaknya. Sementara hidrogen dan helium dapat dialirkan lebih cepat untuk mencapai efisiensi optimumnya. Pada kecepatan alir tinggi. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut (www. Namun. 35 cm/detik untuk gas hidrogen dan 25 cm/detik untuk helium. Hal inilah yang menyebabkan hidrogen dan helium memberikan resolusi yang lebih baik daripada nitrogen.org) : Gambar 1. solut berdifusi lebih cepat melalui hidrogen dan helium daripada melalui nitrogen. Komponen-komponen tersebut satu per satu akan keluar kolom dan mencapai detektor yang diletakkan di ujung akhir kolom. Hidrogen memiliki efisiensi yang relatif stabil dengan adanya perubahan kecepatan alir. Gas Pembawa Gas pembawa harus bersifat inert artinya gas ini tidak bereaksi dengan cuplikan ataupun fasa diamnya. kinerja hidrogen berkurang sedikir demi sedikit sedangkan kinerja nitrogen berkurang secara drastis. Dengan kenaikan laju alir. . 35 cm/detik untuk gas hidrogen dan 25 cm/detik untuk helium.Semakin cepat solut berkesetimbangan di antara fasa diam dan fasa gerak maka semakin kecil pula faktor transfer massa.chromatographyonline. Dengan kenaikan laju alir.mengalir cepat dengan sendirinya. hidrogen dan nitrogen.komponenkomponen penyusunnya. Gas pembawa yang biasa digunakan adalah gas argon. Gas pembawa yang biasa digunakan adalah gas argon. Gas nitrogenmemerlukan kecepatan alir yang lambat (10 cm/detik) untuk mencapai efisiensi yang optimum dengan HETP (High Eficiency Theoretical Plate) minimum. kinerja hidrogen berkurang sedikir demi sedikit sedangkan kinerja nitrogen berkurang secara drastis. Karena aliran gas yang cepat inilah maka pemisahan dengan kromatografi gas berlangsung hanya dalam beberapa menit saja. helium. sehingga efisiensinya meningkat (HETP nya menurun).1 Diagram kromatografi gas Komponen-Komponen Kromatografi Gas 1. helium. Karena aliran gas yang cepat inilah maka pemisahan dengan kromatografi gas berlangsung hanya dalam beberapa menit saja. Gas nitrogenmemerlukan kecepatan alir yang lambat (10 cm/detik) untuk mencapai efisiensi yang optimum dengan HETP (High Eficiency Theoretical Plate) minimum. Sementara hidrogen dan helium dapat dialirkan lebih cepat untuk mencapai efisiensi optimumnya. Hasil pendeteksian direkam oleh rekorder dan dikenal sebagai kromatogram. Gas ini disimpan dalam silinder baja bertekanan tinggi sehingga gas ini akan mengalir cepat dengan sendirinya. Difusi solut yang cepat membantu mempercepat kesetimbangan di antara dua fasa tersebut.

Injeksi sampel menggunakan semprit kecil. 1. Tempat pemasukkan cuplikan cair pada kolom pak biasanya terbuat dari tabung gelas di dalam blok logam panas.chem-istry.2 Sistem injeksi split Sedangkan injeksi splitless lebih cocok digunakan untuk analisa renik.1 % hingga 10 % dari 0. helium banyak digunakan sebagai penggantinya.1. Jarum semprit menembus lempengan karet tebal disebut septum yang mana akan mengubah bentuknya kembali secara otomatis ketika semprit ditarik keluar. Kotoran yang terdapat dalam carrier gas dapat bereaksi dengan fasa diam. Injektor berada dalam oven yang temperaturnya dapat dikontrol. Oleh karena itu.(www. hidrogen mudah meledak jika terjadi kontrak dengan udara. Alat pemasukan cuplikan untuk kolom terbuka dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu injeksi split (split injection) dan injeksi splitless (splitless injection).org) Untuk cuplikan berupa gas dapat dimasukkan dengan menggunakan alat suntik gas (gastight syringe) atau kran gas (gas-sampling valve). Jumlah cuplikan yang diinjeksikan sekitar 5 µL. Gambar 1. Cuplikan yang masuk biasanya hanya 0. Kolom . Sistem Injeksi Sampel Sampel dapat berupa gas atau cairan dengan syarat sampel harus mudah menguap saat diinjeksikan dan stabil pada suhu operasional (50°-300° C). Pemilihan gas pembawa biasanya disesuaikan dengan jenis detektor. gas yang digunakan sebagai gas pembawa yang relatif kecil sehingga tidak akan merusak kolom. Biasanya. Suhu injektor biasanya 50° C di atas titik didih cuplikan. Biasanya terdapat saringan (molecular saeive) untuk menghilangkan kotoran yang berupa air dan hidrokarbon dalam gas pembawa . sementara sisanya dibuang. Injeksi split dimaksudkan untuk mengurangi volumecuplikan yang masuk ke kolom.1-2 µL.

kolom dibentuk melingkar agar dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam oven ( thermostat ). digunakan fasa diam yang nonpolar agar pemisahan dapat berlangsung lebih sempurnaAda dua tipe kolom yang biasa digunakan dalam kromatografi gas. Untuk sampel yang bersifat polar sebaiknya digunakan fasa diam yang polar.· Kolom pada umumnya terbuat dari baja tahan karat atau terkadang dapat terbuat dari gelas. kolom diisi dengan zat padat halus sebagai zat pendukung dan fasa diam berupa zat cair kental yang melekat pada zat pendukung.000 theoretical plates. Proses pencucian ini untuk menghilangkan karat dan noda yang berasal dari agen pelumas yang digunakan saat membuat kolom. titik didihnya tinggi (minimal 100º C di atas suhu operasi kolom) dan stabil secara kimia. kemudian ditambah dengan air diikuti dengan methanol. Fasa diam ini harus sukar menguap. waxes. Adsorben yang digunakan harus memiliki ukuran yang seragam dan cukup kuat agar tidak hancur saat dimasukkan ke dalam kolom. Kolom pak dapat menampung jumlah cuplikan yang banyak sehingga disukai untuk tujuan preparatif. Cairan yang digunakan sebagai fasa diam di antaranya adalah hidrokarbon bertitik didih tinggi. aseton. Kolom pak diisi dengan 5% polyethylene glycol adipate dengan efisiensi kolom sebesar 40. eter dan amida. Adsorben biasanya terbuat dari celite yang berasal dari bahan diatomae. . Di dalam kolom terdapat fasa diam yang dapat berupa cairan. memiliki tekanan uap rendah. Kolom pak (packed column) Kolom pak terbuat dari stainless steel atau gelas Pyrex. atau padatan dengan titik didih rendah. metilen diklorida dan n-heksana. Diameter kolom yang digunakan biasanya 3 mm – 6 mm dengan panjang antara 2-3 m. silicone oils. (The Techniques) Pemilihan fasa diam juga harus disesuaikan dengan sampel yang akan dipisahkan. wax. Begitupun untuk sampel yang nonpolar. Kolom yang terbuat dari stainless steel biasa dicuci dengan HCl terlarut. Kolom adalah tempat berlangsungnya proses pemisahan komponen yang terkandung dalam cuplikan. yaitu kolom pak (packed column) dan kolom terbuka (open tubular column). ester polimer. Kolom kaca digunakan bila untuk memisahkan cuplikan yang mengandung komponen yang dapat terurai jika kontak dengan logam. Diameter kolom pak berkisar antara 3 – 6 mm dengan panjang 1 – 5 m. Gelas Pyrex digunakan jika cuplikan yang akan dipisahkan bersifat labil secara termal. Fasa diam ini melekat pada adsorben.

kaist. Jenis-jenis kolom terbuka : Wall Coated Open Tubular Column (WCOT) Fasa diamnya berupa cairan kental dilapiskan secara merata pada dinding dalam kolom. Porous Layer Open Tubular Column (PLOT) Partikel zat padat yang ditempelkan pada dinding kolom bertindak sebagai fasa diam. pada kolom terbuka fasa geraknya tidak mengalami hambatan ketika melewati kolom sehingga waktu analisis menggunakan kolom ini lebih singkat daripada jika menggunakan kolom pak.kr) Kolom terbuka (open tubular column) Kolom terbuka terbuat dari stainless steel atau quartz.1 – 0.3 Kolom pak (elchem. . Adsorben ini dilapisi oleh cairan kental sebagai fasa diam untuk meningkatkan luas permukaan yang nantinya akan memungkinkan untuk menampung volum cuplikan yang lebih banyak.7 mm dengan panjang berkisar antara 15 . Tidak seperti pada kolom pak.ac. Kolom ini menghasilkan resolusi yang tinggi. semakin panjang kolom maka akan efisiensinya semakin besar dan perbedaan waktu retensi antara komponen satu dengan komponen lain semakin besar dan akan meningkatkan selektivitas. Berdiameter antara 0. Penggunaan kolom terbuka memberikan resolusi yang lebih tinggi daripada kolom pak.· ü ü ü Gambar 1. Jenis ini cocok untuk memisahkan zat dengan konsentrasi yang sangat kecil.100 m. Support Coated Open Tubular Column (SCOT) Partikel zat pendukung (silica atau aluminium) ditempelkan pada dinding dalam kolom.

sementara kedua serabut lain dilalui oleh efluen yang berasal dari kolom kromatografi. Suhu injektor lebih rendah dari suhu kolom dan suhu kolom lebih rendah daripada suhu detektor.Gambar 1. 2. maka jembatan akan seimbang. Detektor ini menggunakan serabut logam yang dipanaskan untuk mendeteksi perubahan konduktivitas termal dari aliran gas pembawa. Detektor dipilih berdasarkan tingkat konsentrasi yang diukur dan sifat dasar komponen-komponen yang akan dipisahkan. Kedua serabut dalam ruas yang berseberangan dan jembatan itu dilalui oleh gas pembawa murni. Macam-macam detektor : · Detektor Konduktifitas Termal ( Katherometer) Detektor ini paling banyak digunakan untuk analisis mikrogram. Temperatur kolom bervariasi antara 50ºC . Operasi GC dapat dilakukan secara isotermal dan terprogram.4 Jenis-jenis kolom terbuka Termostat Termostat (oven) adalah tempat penyimpanan kolom. Detektor Detektor berfungsi untuk mendeteksi komponen-komponen yang telah terpisahkan yang mengalir bersama fasa gerak keluar kolom. sedangkan sistem terprogram digunakan untuk memisahkan cuplikan yang perbedaan titik didihnya jauh. Dua pasang serabut tersusun dalam rangkaian jembatan Wheatstone. Namun bila ada komponen cuplikan dalam gas pembawa maka jembatan akan tidak seimbang lagi. .250ºC. Jarak ketidakseimbangan ini adalah ukuran dari konsentrasi komponen yang telah terpisahkan. Suhu kolom optimum bergantung pada titik didih cuplikan dan derajat pemisahan yang diinginkan. Bila hanya gas pembawa yang melewati dua serabut tersebut. Analisis yang dilakukan secara isotermal digunakan untuk memisahkan cuplikan yang komponen-komponen penyusunnya memiliki perbedaan titik didih yang dekat. Suhu kolom harus dikontrol. 1.

· Gambar 1. (kimia pemisahan) CHO + O → CHO+ + eCHO+ ini bergerak ke katoda di atas nyala. . Jadi. Detektor ini jauh lebih peka dibanding detektor konduktivitas termal apalagi jika digunakan nitrogen sebagai gas pembawa.6 Detektor pengionan nyala (hiq.com) Detektor Penangkapan Elektron (Electron Capture Detector) Detektor ini memanfaatkan fenomena rekombinasi yang didasarkan pada penangkapan elektron oleh senyawa yang berafinitas terhadap elektron bebas.5 Detektor konduktifitas termal Detektor Pengionan Nyala (Foto Ionize Detektor) Prinsip detektor ini adalah efluen yang keluar dari kolom dicampur dengan hidrogen dan dibakar di udara dan menghasilkan radikal CH yang selanjutnya menghasilkan ion CHO+ dalam nyala hidrogen udara. detektor ini mengukur berkurangnya arus listrik.linde-gas. Dapat juga menambahkan nitrogen bila H2 atau He digunakan sebagai carrier gas. Gas pembawa yang dapat digunakan adalah nitrogen kering atau 5% metana dalam argon. · Gambar 1. Arus yang mengalir di antara katoda dan anoda diukur oleh detektor dan diterjemahkan sebagai sinyal oleh rekorder.

detektor ini tidak peka terhadap hidrokarbon. nitril dan organologam. Akan tetapi. · · Gambar 1.Detektor ini peka terhadap senyawa yang mengandung halogen. alkohol dan keton. nitro. Solut yang telah terpisahkan dari campurannya memasuki nyala hidrogen di udara. Ion yang dihasilkan ketika unsur yang berkontak dengan gelas yang mengandung Rb2SO4 pada ujung pembakar membentuk arus yang dapat diukur. Cahaya ini dapat diisolasi dengan filter dan dideteksi dengan tabung fotomultifier. Detektor ini digunakan dalam analisis obat-obatan.7 Detektor Penangkapan elektron Detektor Fotometri Nyala Detektor ini merupakan fotometer emisi optik yang berfungsi untuk mendeteksi senyawasenyawa yang mengandung fosfor atau belerang seperti pestisida dalam polutan udara. Fosfor dan belerang tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi lalu melepaskan energi dalam bentuk cahaya. hidrogen dan helium untuk cuplikan yang mengandung fosfor. Nitrogen tidak dapat digunakan untuk menganalisis cuplikan yang mengandung nitrogen. . Detektor Nyala Alkali Detektor nyala alkali merupakan modifikasi dari FID yang selektif terhadap fosfor dan nitrogen. Gas pembawa yang digunakan adalah nitrogen. karbonil terkonjugasi.

Oleh karena itu.8 Detektor nyala alkali · Detektor Spektroskopi Massa Spektrometer massa disambungkan dengan keluaran GC. Waktu retensi (Tr) adalah waktu yang digunakan oleh komponen untuk bergerak sepanjang kolom menuju detektor.Gambar 1. Ketika gas solut memasuki spektrometer massa maka molekul senyawa organik ditembaki dengan elektron berenergi tinggi. Dari kromatogram-kromatogram tersebut kemudian dibuat kurva linear . Dari pengukuran tersebut dihasilkan kromatogram untuk setiap larutan standar. pemilihan fasa diam dan panjang kolom. Seperti telah diberitahukan di awal. Molekul tersebut pecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan terdeteksi berdasarkan massanya yang digambarkan sebagai spektra massa. juga berfungsi dalam analisa baik kualitatif maupun kuantitatif. waktu retensi satu komponen berbeda dengan komponen lainnya (spesifik). Metode Kalibrasi Metode ini dilakukan dengan membuat larutan standar dengan berbagai konsentrasi dan mengukurnya dengan kromatografi gas. Kromatografi gas selain berfungsi dalam pemisahan. Sedangkan luas puncak menyatakan kuantitas komponennya. jumlah puncak dalam kromatogram menyatakan jumlah komponen penyusun campuran. Analisa kualitatif dapat dilakukan dengan menambahkan komponen murni yang sama dengan komponen yang diduga terkandung dalam cuplikan yang dianalisa. yang selanjutnya disebut sebagai kromatogram. Rekorder Rekorder berfungsi sebagai pencetak hasil percobaan pada lembaran kertas berupa kumpulan puncak. 6. laju alir gas pembawa. Waktu retensi sangat bervariasi dan bergantung pada titik didih senyawa. Faktor yang mempengaruhi pemisahan adalah temperatur kolom. Sedangkan analisa kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metode berikut. kelarutan dalam fasa cair dan temperatur kolom. 1.

Konsentrasi analit ditentukan dengan membandingkan area suatu peak terhadap total area semua komponen. 2. Persyaratan untuk standar yang efektif adalah : harus menghasilkan peak yang terpisah semuanya. Sumber kesalahan pada metode ini adalah volum cuplikan dan laju injeksi. Misalnya dalam penentuan. Metode Normalisasi Area Area setiap peak yang muncul dihitung dan dikoreksi terhadap respon detektor untuk jenis senyawa yang berbeda. tetapi harus terelusi dengan komponenkomponen yang akan diukur. antara konsentrasi larutan dengan tinggi puncak/luas puncak. lemak. Protein sering dipilih karena ia sering menjadi obyek molekul yang harus di-purified (dimurnikan) terutama untuk keperluan dalam bio-farmasi. (duniakimia. baik kualitatif maupun kuantitatif. tetapi tidak terdapat dalam contoh aslinya. Dengan data-data yang didapatkan dengan menggunakan kromatografi ini. Metode Standar Dalam Metode ini berfungsi untuk menghilangkan pengaruh yang timbul dari variasi seperti laju pengemban. campuran tersebut dianalisis dengan GC dan dibuat kurva kalibrasi dari persen komponen dalam sampel versus angka banding luas peak komponen/luas peak standar. b. atau dapat pula dipakai untuk mengontrol kondisi obat tersebut sehingga bisa bertahan lama. selanjutnya sebuah produk obat-obatan dapat ditingkatkan mutunya. 1. Pada Bidang Bioteknologi Dalam bidang bioteknologi. 3. karbohidrat. 2.com) KromatografidanAplikasinyapadaBidangLain Kata Kunci: kromatografi Ditulis oleh Muhammad Amin pada 24-06-2009 a. Kromatografi juga bisa diaplikasikan dalam pemisahan molekul-molekul penting seperti asam nukleat.2. kromatografi mempunyai peranan yang sangat besar. tinggi atau luas peak harus kira-kira sama dengan tinggi atau luas peak dari komponen yang akan diukur. vitamin dan molekul penting lainnya. Prosedur : penambahan standar dalam yang kuantitatifnya konstan ke volum tetap dari beberapa campuran sintetik yang mengandung komponen yang akan ditetapkan dengan kuantitas yang diketahui yang diubah-ubah. senyawa dalam protein. dapat dipakai sebagai data awal untuk menghasilkan jenis obat baru. teknik ini sangat bermanfaat terutama dalam menginvestigasi . 3. Pada Bidang Klinik Dalam bidang clinical (klinik). secara kimiawi harus serupa dengan contoh. temperatur kolom dan detektor. 1.

terutama dilihat dari segi keamanan. Lebih jauh lagi.fluida badan seperti air liur. deteksi senyawa oksalat dalam air kencing menjadi sangat penting terutama bagi pasien kidney stones (batu ginjal). memberikan peluang bahan peledak tersebut berubah manjadi zat lain yang lebih stabil yang diikuti dengan tekanan yang tinggi. c. Pada Bidang Forensik Aplikasi kromatografi pada bidang forensik pun sangat membantu. akan tetapi semuanya membutuhkan kerja ekstra dan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil analisis dibandingkan dengan teknik kromatografi. sebuah peristiwa Black September Tragedy mengguncang Amerika pada tanggal 11 September 2001 yang ditandai dengan runtuhnya dua gedung kesayangan pemerintah Amerika Serikat. Hal ini didorong karena dengan semakin cepat diketahuinya bahan-bahan dasar apa saja bahan peledak. Perhatian dunia pun akhirnya mulai beralih dengan adanya peristiwa-peristiwa pengeboman/peledakan tersebut ke bahaya explosive (bahan peledak) dengan peningkatan yang cukup tajam. baru akan meledak jika terjadi benturan. farmasi. getaran atau adanya perubahan suhu yang meningkat. Pada dasarnya setiap bahan peledak. Kini kromatrografi menjadi hal yang sangat penting dalam menganalisis berbagai bahan-bahan kimia yang terkandung dalam bahan peledak. Dengan alasan-alasan inilah. Dari air liur seorang pasien. atau lainnya. Seorang perokok dapat diketahui apakah dia termasuk perokok berat atau ringan hanya dengan mengetahui konsentrasi CN-(sianida) dari sampel air liurnya. kromatografi kemudian menjadi pilihan utama dalam membantu mengatasi permasalahan dalam dunia bioteknologi. Demikian halnya di Indonesia yang marak dengan aksi peledakan bom yang terjadi di mana-mana. Dengan terjadinya hal-hal seperti ini. Masih lekat dalam ingatan kita. darah dan fluida badan lainnya bisa memberikan data yang akurat dan cepat sehingga keberadaan suatu penyakit dalam tubuh manusia dapat dideteksi secara dini dan cepat. klinik dan kehidupan manusia secara umum. . yang bisa menghasilkan ledakan dahsyat atau bahkan munculnya percikan api. Demikian halnya air kencing. maka akan makin mempercepat diambilnya tindakan oleh bagian keamanan untuk mengatasi daerah-daerah yang terkena ledakan serta antisipasi meluasnya efek radiasi yang kemungkinan akan mengena tubuh manusia di sekitar lokasi ledakan. efek negatifnya terhadap lingkungan juga bisa segera diketahui. Banyak metode analisis seperti spektrofotometri. dokter dapat mengetahui jenis penyakit yang sedang diderita pasien tersebut. manganometri. Sekarang ini. gesekan.

(2) NO2-. akan memberikan harapan karena tidak semua material dari bahan peledak tersebut ikut meledak pada saat terjadi ledakan. nitrit. (5) SO4-2. klorida. (3) ClO3-. nitrat. Gambar 1A: Sampel standar yang diketahui anion dan konsentrasinya : (1) Cl-. sulfate. Pada gambar 1A di bawah ini adalah kromatogram dari analisis menggunakan metode kromatografi ion pada sampel standar yang telah diketahui ion-ionnya serta konsentrasi yang terkandung di dalamnya dan gambar 1B adalah kromatogram dari ekstrak serpihan sebuah ledakan bom. nitrat. pentaeritritol tetranitrat (PETN) dan tetritol serta beberapa anion lain seperti perklorat. setelah pengeboman berlangsung. (4) NO3-. klorat. baik bahan peledak yang kerkekuatan tinggi maupun rendah. tiosianat.Ada banyak bahan kimia yang biasa digunakan dalam bahan peledak. sulfate dan tiosianat. (6) SCN. nitrit. siklonit(RDX). Bisa dikatakan bahwa analisis organic ion (ion organik) dan inorganic ion (ion anorganik) memainkan peranan yang sangat penting pada saat investigasi lokasi ledakan bom berlangsung. dan perklorat adalah bahan-bahan kimia yang biasa digunakan sebagai oksidator untuk low explosive (bahan peledak berkekuatan rendah). beberapa diantaranya adalah 2. Pendeteksian ion-ion anorganik misalnya.dan (7) ClO4- . klorida. tetril. Bahan-bahan anorganik seperti klorat.6trinitrotoluene (TNT).4.

SOx dengan uap air dan membentuk asam sulfat (H2SO4). Salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh negaranegara berkembang dan utamanya negara maju adalah persoalan global warming (pemanasan global). dan beberapa negara lainnya.Gambar 1 B: Kromatogram dari ekstrak serpihan sebuah ledakan : (1) Cl-. Disinilah. Eropa. Terbentuknya hujan asam disebabkan gas sulfur oxide. Reaksi-rekasi ini mengambil waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari di udara hingga akhirnya jatuh ke bumi dalam bentuk hujan asam. Sebagai contoh. sebagai konsekuensi majunya peradaban manusia. air permukaan) dapat diketahui salah satunya dengan mengetahui jenis anion dan kation yang terkandung dalam sampel air tersebut sekaligus jumlahnya. teknik kromatografi mengambil peran paling penting dalam environmental analysis (analisis lingkungan) ini. Demikian halnya pada daerah yang terkena acid rain (hujan asam). tahun 2006 lalu. air sungai. (3) SO42 dan (4) puncak yang tidak diketahui 1). Kanada. (2) ClO3-. Dalam bidang lingkungan Dalam masalah lingkungan. monitoring udara dan air hujan menjadi sangat penting tidak hanya untuk memperkirakan efek . Japan. Menurut surveiNational Institute for Environmental Studies. Antisipasi dini dapat dilakukan dengan mengetahui secara dini kandungan sulfate ion. demikian pulanitrogen oxide NOx dapat membentuk asam nitrat (HNO3) di udara. Gambar 1 A dan 1B. berarti permasalahan pun semakin “maju”. Perbandingan kromatogram dari sebuah analisis menggunakan teknik kromatografi ion. Seiring dengan hal itu. bahwa masyarakat di Jepang memperkirakan tingkat pemanasan global merupakan masalah lingkungan paling serius dan tingkatannya hampir 7 kali lipat dari satu dekade yang lalu saat polling kali pertama dilakukan pada tahun 19972). air danau. permasalahan lingkungan pun semakin meningkat. Apakah mengandung logam-logam berbahaya atau tidak. Pada dasarnya permasalahan lingkungan bisa dibagi ke dalam 3 bagian : water hygiene. kualitas air (misal : air ledeng.(ion sulfat) dan nitrogen trioxide ion. Di beberapa negara maju seperti Jepang. SO42. d. Amerika.(nitrogen trioksida) yang terdapat dalam air hujan tersebut. soil hygienedan air hygiene. NO3.

. Demikian pula keasaman pada tanah dapat meningkat dan merembes ke air permukaan tanah yaitu sumber air minum sehari-hari. .2 mM NO3. (2) 0. Kontrol kondisi air hujan ini menjadi penting karena beberapa efek yang fatal yang mungkin bisa terjadi. Gambar 2 mengilustrasikan sebuah kromatogram dari analisis air hujan yang diambil dari salah satu kota besar di Jepang dalam rangka memonitor kandungan anion sebagai penyebab utama terjadinya hujan asam. Aplikasi pada bidang yang lain Sebenarnya masih sangat banyak aplikasi kromatografi dalam bidang-bidang keilmuan lainnya.dari polusi itu tapi yang lebih penting lagi adalah memonitor progress (perkembangan) control polusi dariglobal ecology (ekologi global). Beberapa aplikasi tersebut misalnya dalam industri kertas. Pemonitoran kandungan anion dalam sampel air hujan. bendungan yang pada akhirnya mungin dapat menyebabkan kematian pada kehidupan air.2 mM SO42. proses logam.dan (3) 0. pertambangan. di antaranya jatuhnya hujan asam dapat meningkatkan keasaman danau. Sampel B menunjukkan kromatogram untuk sampel air hujan e.6 mM Cl.. Sampel A menunjukkan kromatogram untuk standar sampel yang diketahui ion dan konsentrasinya : (1) 0. Gambar 2. sungai.

Tujuan dari percobaan argentometri adalah untuk menentukan konsentrasi suatu larutandengan cara titrasi pengendapan dengan menggunakan metode argentometri. Namun karena keterbatasan ruang. kedokteran dan lain-lain. Jika larutan perak nitrat ditambahkan padalarutan kalium sianida maka mula-mula akan terbentuk endapan putih yang pada pengadukanakan larut membentuk larutan kompleks yang stabil.petrokimia. dan Volhard.Fajans.dilaboratorium Kimia Analitik. N AgNO 3 0. lantai4 Gedung Jalak Harupat. Metode Mohr : berdasarkan pada pembentukan senyawa endapan berwarna dalam suasananetral sedikit basa terhadap indikator K 2 CrO 4 berwarna merah bata Metode Fajans : berdasarkan pembentukan senyawa endapan berwarna dalam suasananetral sedikit basa terhadap indikator adsorpsi Fl (Flouresen) Metode Volhard : berdasarkan pembentukan senyawa larutan berwarna Fe(SCN) 3 dalamsuasana asam terhadap indikator Fe 3+ . ARGENTOMETRI Intisari Titrasi argentometri adalah titrasi dengan menggunakan perak nitrat sebagai titrandimana akan terbentuk garam perak yang sukar larut.01886. 28 Oktober 2011.Percobaan argentometri setelah dihitung dan didapatkan hasil gram NaCl 0. Prinsip Percobaan .Prinsip pada percobaan argentometri adalah berdasarkan pada reaksi pengendapan yang zat dianalisa denagn larutan baku AgNO 3 sebagai penitrasi dengan menggunakan metode Mohr. dan N sampel 0.046 N. pertanian.293 gram. PENDAHULUANWaktu Percobaan Waktu dan tempat pelaksanaanpercobaan argentometri adalah padahari Jumat. dalam tulisan ini penulis hanya menampilkan beberapa contoh peran serta kromatografi dalam memudahkan dan mempercepat perolehan “target data” dalam beberapa bidang yang tersebut di atas. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaanargentometri adalah untuk menentukan konsentrasi suatularutan dengan cara titrasipengendapan dengan menggunakanmetode argentometri.

Absorbsi radiasi oleh suatusampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkamuntuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.Metode Mohr : berdasarkanpada pembentukan senyawaendapan berwarna dalamsuasana netral sedikit basaterhadap indikator K 2 CrO 4 berwarna merah bataMetode Fajans : berdasarkanpembentukan senyawa endapanberwarna dalam suasana netralsedikit basa terhadap indikatoradsorpsi Fl (Flouresen)Metode Volhard : berdasarkanpembentukan senyawa larutanberwarna Fe(SCN) 3 dalamsuasana asam terhadap indikatorFe 3+ .Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visualdenga n studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. bergantung pada daerahs p e k t r u m . Sedangkan mikrometer merupakan satuan yanglazim untuk daerah inframerah.Spektrofotometri S p e k t r o f o t o m e t r i m e r u p a k a n s u a t u m e t o d a a n a l i s a y a n g d i d a s a r k a n p a d a pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna padapanjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisidifraksi dengan detektor fototube . µm. u n t u k r a d i a s i U V d a n t a m p a k d i g u n a k a n s a t u a n 0 angstrom dannanometer dengan meluas. Satu mikrometer.a . P e m i l i h a n p a n j a n g g e l o m b a n g Pelbagai satuan digunakan untuk panjang gelombang. 9 10 .dan Volhard. didefinisikan sebagai 6 10 − mdan satu nanometer. SPEKTROFOTOMETRI 2. Fajans.Prinsip pada percobaanargentometri adalah berdasarkanpada reaksi pengendapan yang zatdianalisa denagn larutan bakuAgNO 3 sebagai penitrasi denganmenggunakan metode Mohr. nm.

λ = 200 – 380 nm Daerah visible (tampak). Satu satuan 0 angstrom 0 A adalah 10 10 − atau 8 10 − cm.− m atau 7 10 − cm. Jadi 1 nm = 10 0 A . Namun. Panjang gelombang yang dikaitkandengan cahaya tampak itu mampu mempengaruhi selaput pelangi mata manusiadan karenanya menimbulkan kesan subyektif akan ketampakan ( vision ). Spektrum elektromagnetik Benda bercahaya seperti matahari atau bohlam listrik memancarkan spektrumyang lebar terdiri atas panjang gelombang. Gambar 4. . mengenai daerah UV dan inframerah dari spektrum yangterletak di kiri dan kanan daerah tampak.banyak radiasi yang dipancarkan oleh benda panas terletak di luar daerah dimana mata itu peka. λ = 380 – 700 nm Daerah inframerah (IR). Dalam analisis secara spektrofotometriterdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan. yaitu: Daerah UV .

seperti dipaparkan dalamklasifikasi kasar dalam tabel 4 di bawah ini.λ = 700 – 0.h i j a u . Spektrum Tampak dan Warna-warna Komplementer Panjang gelombang(nm)W a r n a W a r n a Komplementer 4 0 0 – 4 3 5 Le m b a y u n g ( v i o l e t ) K u n i n g . Tabel 4.3 µ Manusia dengan ketampakan warna ya ng normal. dapat mengkorelasikan panjang gelombang cahaya yang mengenai mata dengan indera subjektif mengenai warna. dan memang warna kadang-kadang digunakan agar tidakrepot untuk menandai porsi-porsi spektrum tertentu.

lapisan tipis cairan.4 r n b h – 4 i 5 i 3 5 4 8 0 u K u g 4 8 0 – 9 0 H i j a u r u J i n g g a 4 0 0 B i r u j a u M e r a h – B n – 0 i i 9 5 0 0 5 6 0 H i j a u U n g u ( p u r p l e ) 5 6 0 – 5 8 0 K u n i n g h i j a u L e m b a y u n g (violet)5 8 0 – 5 9 5 K u n i n g B i r u 5 9 5 – 6 1 0 J i n g g a H i j a u b i r u 6 1 0 – 7 5 0 M e r a h B i r u h i j a u Tabel 5. larutan dalam pelbagai pelarut. . A s p e k K u a n t i t a t i f A b s o r b s i Spektra serapan dapat diperoleh dengan menggunakan sampel dalam pelbagaibentuk gas. dan bahkan zatpadat. Spektrum cahaya tampak (visible)WarnaInterval λ Interval ν Red 625 to 740 nm 480 to 405 THzOrange 590 to 625 nm 510 to 480 THz Yellow 565 to 590 nm 530 to 510 THzGreen 520 to 565 nm 580 to 530 THzCyan 500 to 520 nm 600 to 580 THzBlue 430 to 500 nm 700 to 600 THzV i o l e t 3 8 0 t o 4 3 0 n m 7 9 0 t o 7 0 0 T H z b . dengan cara mengembangkanp e m e r i a n k u a n t i t a t i f d a r i h u b u n g a n a n t a r a k o n s e n t r a s i s u a t u l a r u t a n d a n kemampuannya menyerap radiasi . Kebanyakan analitis melibatkan larutan.

.

sebagian dipantulkan (I r ). bila cahayamonokr omatik (I o ) melalui suatu media (larutan).Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hukum Lambert Beer. maka sebagian cahaya tersebutdiserap (I a ). dan sebagian lagi dipancarkan (I t ). Ilustrasi jalannya sinar pada spektrofotometer dapat dilihat pada gambar dibawah ini: M e d i a I a .

. T A b c A absorbansi ε − = == Transmitans adalah perbandingan intensitas cahaya yang ditransmisikan ketikamelewati sampel (I t ) dengan intensitas cahaya mula-mula sebelum melewatis a m p e l ( I o ). n i l a i n y a d i p e n g a ruhi oleh sifat- .Persamaan hukum Lambert Beer adalah:l o g . T bc ε =− l o g . T bc ε −= l o g . ε adalah absorpsifitas molar atau koefisien molar ”extinction”. t ot o I T I I bc l o g . . . Biasanya panjang media sudah tetap dalam suatu alat. Ilustrasi jalannya sinar spektrofotometri Keterangan gambar: or I c a h a y a m o n o k r o m a t i k Icahaya yang dipantulkan == at I c a h a y a y a n g d i s e r a p Icahaya yang dipancarkan == o a r t I I I I =++ Besarnya I a oleh media tergantung pada kepekatan dan jenis media serta panjangmedia yang dilalui. .I o I r I t Gambar 5.

Sumber cahaya untuk spektrofotometer inframerah. Lampu deuterium Kebaikan lampu wolfarm adalah energi radiasi yang dibebaskan tidak bervariasipada berbagai panjang gelombang. Paling lazim adalahlampu tabung tidak bermuatan (discas) hidrogen (atau deuterium) 175 ke 375atau 400 nm. J i k a konsentrasi dalam satuan gra m/liter maka ε dapat diganti dengan a disebutsebagai ”absorpsivitas spesifik”. Gambar 1. Jadi. Sumber energi cahaya yang biasauntuk daerah tampak. dan inframerah dekat adalah sebuahla mpu pijar dengan kawat rambut terbuat dari wolfram (tungsten). dan5)Indeks refraksi tidak berpengaruh terhadap konsentrasi. Persyaratan hukum LambertBeer. daerah panjang gelombang ( λ ) a d a l a h 3 5 0 – 2200 nanometer (nm). ultraviolet dekat. jadi larutan tidak pekat (harus encer). Lampu ini miripdengan bola lampu pijar biasa. haruslah m emiliki pancaranradiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi.4)Tidak terjadi fluoresensi atau phosporesensi. S u m b e r C a h a y a Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer. A a b c = . Lampu wolfram Di bawah kira-kira 350 nm. Tiap media akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu tergantung pada senyawaan atau warnaterbentuk..s i f a t k h a s d a r i m a t e r i y a n g d i r a d i a s i . Spektrofotometer merupakan gabungandari alat optik dan elektronika serta sifat-sifat kimia fisiknya dimana detektor yang digunakan secara langsung dapat mengukur intensitas dari cahaya yang dipancarkan(I t ) dan secara tidak lansung caha ya ya ng diabsorbsi (I a ).Secara garis besar spektrofotometer terdiri dari 4 bagian penting yaitu :a . jadi tergantung padaspektrum elektromagnetik yang diabsorb oleh benda. 3. keluaran lampu wolfram itu tidak memadai untukspektrofotometer dan harus digunakan sumber yang berbeda. sekitar 2 ke 15 µ m menggunakan . Gambar 2.3)Sampel (larutan) yang mengabsorpsi harus homogen.. antara lain:1)Radiasi yang digunakan harus monokromatik. Spektrofotometer UV VisSpektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatusam pel sebagai fungsi panjang gelombang. jadi proses yang terjadi benarbenar absorpsi. Lampu hidrogen atau lampu deuterium digunakan untuk sumber pada daerah ultraviolet (UV).2 ) E n e r g i r a d i a s i y a n g d i a b s o r p s i o l e h s a m p e l t i d a k m e n i m b u l k a n r e a k s i kimia.

M o n o k r o m a t o r M o n o k r o m a t o r a d a l a h a l a t y a n g b e r f u n g s i untuk menguraikan cahayapolikromatis menjadi beberapa kompo n e n p a n j a n g g e l o m b a n g t e r t e n t u (monokromatis) yang bebeda (terdispersi). Ketelitian darimonokromator dipengaruhi juga oleh lebar celah (slit width) yang dipakai.4 ) T i d a k b o l e h r a p u h .benar sejajar.5)Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi. Ada 2 macam monokromator yaitu :1 ) P r i s m a 2 ) G r a t i n g ( k i s i d i f r a k s i ) Keuntungan menggunakan kisi difraksi :.pemijar Nernst (Nernst glower). Pada pengukuran didaerah UV dipakai cuvet kwarsa atau plexiglass.Sebagai detektor untuk Spektrofotometer UV Vis biasanya digunakan : 1) Photo tube2 ) B a r r i e r L a y e r C e l 3 ) P h o t o M u l t i p l i e r T u b e Arus listrik yang dihasilkan oleh detektor kemudian diperkuat dengan amplifier d a n a k h i r n y a d i u k u r o l e h i n d i k a t o r b i a s a n y a b e r u p a r e c o r d e r a n a l o g a t a u komputer.Spektrofotometer double beam (berkas ganda) Pada alat ini sinar dari sumber cahaya dibagi menjadi 2 berkas oleh cermin yangberputar (chopper).Dapat digunakan dalam seluruh jangkauan spectrumCahaya monokromatis ini dapat dipilih panjang gelombang tertentu yang sesuaiuntuk kemudian dilewatkan melalui celah sempit yang disebut slit. C u v e t C u v e t s p e k t r o f o t o m e t e r a d a l a h s u a t u a l a t y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i t e m p a t contoh atau cuplikan yang akan dianalisis.4)Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi. plexigalass.Spektrofotometer single beam (berkas tunggal)Pada spektrofotometer ini hanya terdapat satu berkas sinar yang dilewatkanmelalui cuvet. sedangkan cuvet dari kacatidak dapat dipakai sebab kaca mengabsorbsi sinar UV.a. Blanko. plastic dengan bentuktabung empat persegi panjang 1 x 1 cm dan tinggi 5 cm.-Berkas pertama melalui cuvet . 5)Mempunyai bentuk (design) yang sederhana Cuvet biasanya terbuat dari kwars. Cuvet harus memenuhi syaratsyaratsebagai berikut :1)Tidak berwarna sehingga dapat mentransmisikan semua cahaya.c . Detektor akan mengubah cahaya menjadi sinyallistrik yang selanjutnya akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk jarumpenunjuk atau angka digital. D e t e k t o r Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya padaberbagai panjang gelombang. Semua macam cuvetdapat dipakai untuk pengukuran di daerah sinar tampak (visible).Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama. 3) Harus tahan (tidak bereaksi) terhadap bahan.Dispersi sinar merata.b .d .b.Jenis Spektrofotometer Berdasarkan sistem optiknya terdapat 2 jenis spektrofotometer.2)Permukaannya secara optis harus benar. larutan standar dan contoh diperiksa secara bergantian.bahan kimia.Syarat-syarat ideal sebuah detektor : 1 ) K e p e k a n y a n g t i n g g i 2)Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi3)Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.4. kaca.

Blanko berguna untuk menstabilkan absorbsi akibat perubahan voltase atau I o dari sumber cahaya. hal ini berbeda jika pada single beam . Dengan adanya blanko dalam alat kita tidak lagi mengontroltitik nolnya pada waktu-waktu tertentu.berisi blanko-Berkas kedua melalui cuvet berisi satndar atau contoh Blanko dan contoh diperiksa secara bersamaan seperti terlihat pada gambar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful