P. 1
Makalah Pneumonia Dan Bronkopneumonia

Makalah Pneumonia Dan Bronkopneumonia

|Views: 228|Likes:

More info:

Published by: Elvin Vhieenz Pasunda on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Pneumonia adalah salah satu penyakit yang menyerang saluran napas bagian bawah yang terbanyak kasusnya didapatkan di praktek-prakter Dokter atau RS dan sering menyebabkan kematian terbanyak bagi penyakit saluran napas bawah yang menyerang anak-anak dan balita hamper diseluruh dunia. Diperkirakan pneumonia banyak terjadi pada bayi kurang dari 2 bulan, oleh karena itu pengobatan penderita pneumonia dapat menurunkan kematian anak. Bronkopnemonia disebut juga pneumonia lobularis yaitu suatu peradangan pada parenkim paru yang terlokalisir yang biasanya mengenai alveolus disekitarnya yang sering menimpa anak-anak dan balita yang disebabkan oleh macam-macam etiologi seperti bakteri ,virus, jamur, dan benda asing. Kebanyakan kasus pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme tetapi ada juga sejumlah dari non infeksi sekunder terhadap berbagai keadaan yang melemahkan daya tahan tubuh tetapi bisa juga sebagai infeksi primer yang biasanya kita jumpai pada anak-anak dan orang dewasa.

[1]

Bab II Tinjauan pustaka

1)

ANATOMI FISIOLOGI DARI PERNAPASAN BAGIAN BAWAH a) Laring Menghubungkan faring dan trakea,merupakan tabung pendek berbentuk seperti kotak dan ditopang oleh kartilago, yaitu: Kartilago tiroid,terletak dibagian proksimal kalenjar tiroid. Biasa lebih besar dan menonjol pada laki-laki akibat hormone yang disekresikan saat pubertas. Kartilago krikoid atau cincin anterior yang lebih kecil dan lebih tebal. Terletak di bawah kartilago tiroid. Epiglottis atau katup kartilago elastic yang melekat pada tepian anterior kartilago tiroid. Saat mmenelan,epiglotis secara otomatis menutup untuk mencegah masuknya makanan dan cairan ke system pernapasan. Kartilago aritenoid,terletak diatas dan dikedua sisi kartilago krikoid Kartilago karnikulata .melekat pada bagian ujung kartilago aritenoid Kartilago korneiform,berupa batang –batang kecil yang membantu menopang jaringan lunak Pita suara,melekat pada kartilago tiroid dan pada kartilago aritenoid serta kartilago krikoid Glottis,astium antara pita suara dan laring

b.) Trakea Merupakan tuba dengan panjang 10cm-20cm dan berdiamater 2,5cm serta terletak diatas permukaan anterior esophagus. Tuba ini merentang dari laring pada area vertebra servikalis ke-6 sampai area vertebra toraks ke-5. Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus. Trakea tersusun oleh 16-20 cincin. Kartilago berbentuk C,dan dilapisi epithelium respiratoriuk yang mengandung banyak sel goblet.
[2]

c.) Bronkus primer Bronkus kanan berukuran lebih pendek,lebih tebal,dan lebih lurus dibandingkan bronkus kiri karena arkus aorta membelokan trakea bawah ke kanan. Berbentuk tidak simetris Bronkus kiri lebih panjang,lebih sempit,dan sudutnya lebih runcing Setiap bronkus primer bercabang 9-12x untuk membentuk bronki sekunder dan tersier dengan diameter yang semakin kecil

d.) Bronkilus Merupakan salah suatu cabang yang lebih kecil dan tidak memiliki kartilago dalam dindingnya. Setiap bronkiolus memecah menjadi cabang-cabang yang lebih kecil. Duktus alveolaris atau cabang yang paling kecil,setiap ujung terdapat sekelompok alveolus. 1. Alveolus Merupakan kantung udara yang berukuran sangat kecil,yang merupakan tempat pertukaran gas. Terdapat >150juta alveoli pada setiap paru sehingga memberi bentuk pada paru seperti spons dan dikelilingi banyak kapiler darah. Pada alveoli terdapat pula makrofag alveolar yang memfagositosis partikel atau bakteri yang masuk ke permukaan paru-paru. Terdiri dari 3 jenis yaitu : Tipe 1(sel alveolar) yang membentuk dinding alveoi Tipe 2 (sel septa) yang mengsekresikan surfaktan Tipe 3 yang merupakan makrofag yang berfungsi sebagai sel fagositosis. f.) Paru-paru Adalah organ berbentuk pyramid seperti spons dan berisi udara,terletak didalam rongga toraks. Paru kanan terdiri dari 3 lobus dan 10 segmen yaitu : Lobus superior  Apeks  Posterior  Anterior

[3]

Pada orang normal berkisar antara 10-20ml. anterior. [4] .Lobus anferior  Superior  Basal lateral  Basal medial  Basal posterior Lobus medial  Lingular inferior  Lingular superior Paru kiri terdiri dari 2 lobus dan 9 segmen yaitu: Lobus superior: apeks.  Pleura viseralis yang menyelubungi setiap paru Terdapat cairan setiap pleura yang berfungsi untuk:  Mempermudah gerakan kedua permukaan selama pernapasan dan sebagai pemisah antara paru dan rongga dada.basal posterior.  Sebagai pelumas. Pada paru-paru terdapat pleura-pleura yaitu  pleura parentalis yang melapisi ronga dada.lingular inferiol Lobus inferior : apeks.superior.basal medial.basal anterior dan basal lateral.lingular.

Batuk-batuk 5. LED : 14 mm/jam. Rongga thoraks : retraksi intercostals.8 gr/dl. Tanda vital : TD 100/60 mmHg. subcostal dan suprasternal. Suara Menurun. 5 hari sebelumnya. KASUS PEMICU 3 Nono. HR 9. Perkusi : pekak pada seluruh lapangan paru. Pemeriksaan Fisik : BB = 15 kg. Demam 7. Sianosis sirkumoral 6. Pemeriksaan Laboratorium : Hb : 11. dibawa ke IGD RSSM dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hariyang lalu dan hari ini bertambah sesak. 1. RR 4. TB = 90 cm. RR : 38x/menit. Pasien tampak sianosis sirkumolar. [5] . leukosit : 23000/mm3. suhu 39 0C.1 Kata kunci: 1. napas cuping hidung. auskultasi : suara nafas menurun. ronkhi basah halus nyaring pada kedua lapangan paru. Usia 4 tahun 2.BAB III PEMBAHASAN A. regular. Cuping Hidung 8. HR: 140x/menit.penderita batukbatuk yang disertai demam dan pilek. laki-laki umur 4 tahun. Sesak napas 3.

 Adanya gangguan pada saluran pernapasan seperti hidung.tenggorokan.)  Pada umur 4 tahun anak-anak sangat suka berlari-lari (bermain) dan suka memasuki benda-benda kedalam mulut sehingga waktu berlari benda yang dimasukkan kedalam mulut bisa tertelan dan masuk kedalam saluran pernapasan. 2. [6] .  Akibat dari benda asing masuk kedalam saluran pernapasan sehingga menghambat saluran pernapasan.mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh. Sesak :  Bisa terjadi jika ruang fisiologis meningkat maka akan dapat menyebabkan gangguan pada pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida sehingga menyebabkan kebutuhan ventilasi makin meningkat sehingga terjadi sesak napas  Bisa terjadi jika peningkatan tahanan jalan napas maka pertukaran gas juga akan terganggu dan juga dapat menyebabkan dispnea. dan perkembangan pada organ-organnya juga mengalami pertumbuhan seperti pada saluran pernapasan  Anak usia 4 tahun juga mekanisme tubuhnya belum efektif dan pertahanan tubuhnya juga belum maksimal sehingga anak muda terkena penyakit (infeksi.2 Jawaban kata kunci: 1.1. Usia 4 tahun  Pada anak usia 4 tahun masih mengalami proses tumbuh kembang.  Karena pemenuhan oksigen didalam paru-paru tidak terpenuhi sehingga tubuh mengalami kekurangan oksigen sehingga menimbulkan sesak.

yang terjadi saat adanya peningkatan tahanan jalan napas. 2.  Batuk kronis adalah gejala batuk yang terjadi lebih dari tiga atau hingga delapan minggu.bronchitis) serta efek samping obat  Batuk akut adalah gejala yang terjadi kurang dari tiga minggu dan biasanya disebabkan oleh flu dan alergi. 3.asap).asma. Secara umum batuk disebabkan oleh apa saja yang mengiiritasi saluran pernapasan (bahan asing.(. 4. penyakit lain(alergi. Mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing didalam tubuh. Selain itu juga penyebab umum(infeksi.  Adanya pengumpulan secret.flu. Batuk : 1. Ketika benda asing masuk dalam trakea dan laring. 4.sinisitis). 5. RR : 38x/menit   Terjadi peningkatan pernafasan pada anak usia 4 tahun yang normalnya 12-24 Karena akibat dari sesak napas. 3. Adanya infeksi pada saluran pernapsan dan penyempitan saluran pernapasan. Infeksi/radang saluran oernapasan akibat dari mikroorganisme dan merupakn suatu gejala penyakit. [7] . Usaha anak untuk mengeluarkan sumbatan yang membuat dia tersedak.

6. Sianosis sirkumoral:  Sianosis adalah: suatu keadaan dimana membran mukosa berwarna kebiruaan akibat penumpukan deksihemoglobin pada pembulu darah kecil di area tersebut. Umumnya keadaan sakit terjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi)didalam tubuh. kuku dan telinga. Sianosis biasanya terlihat pada bibir. fosfolipase [8] . Asam ini dapat keluar karena adanya bantuan enzim. Demam   Peningkatan suhu tubuh melebihi batas suhu tubuh yang normal Proses perubahan yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit lebih dikarenakan oleh zat toksin yang masuk kedalam tubuh. Pirogen endrgen yang keluar akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus untuk mengelurkan substansi yakni asam orakidonat. Tingkat penurunan saturasi oksigeb juga dapat menyebabkan sianosis. makrofog dan limfosit untuk memakannya (fagositosis).  Adanya gangguan pada tubuh seperti kebiruan akibat karena tubuh(bibir) mengalami kekurangan oksigen. Dengan masuknya Mikroorganisme tersebut tubuh akan berusaha melawan dan mencegah dengan pertahan tubuh antara lain berupa leokosit. proses peradangan diawali dengan masuknya zat toksin(mikroorganisme) kedalam tubuh. Dengan adanya proses fagositosis ini tubuh akan mengeluarkan zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endrogenyang berfungsi sebagai anti infeksi.5. Proses peradangan ini merupakan mekanisme pertahan dasar tubuh trhadap adanya serangan yang mengancam keadaan fisiologis tubuh. Mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh umumnya memiliki suatu zat toksin tertentu yang dikenal sebagai pirogen oksigen.

7. [9] .A2. Suara napas menurun Adanya kerusakan dari organ paru sehingga saat fase inspirasi berkurang. Napas cuping hidung  Terjadi karena untuk memaksimalkan pemenuhan oksigen karena salah satu broncus tersumbat  Paru-paru berusaha menghirup oksigen agar bisa terpenuhi oksigen didalam paruparu. terjadinya peningkatan frekuensi karena adanya gangguan pada ventilasi. Asam ini akan memacu mengeluarkan prostlagandi. Pengeluaran ini akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus.  Karena adanya sesak napas. Sebagi komponsainya hipotalamus akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh(diatas suhu normal). Frenkuensi pernapasan 40x/menit Tidak normal pada anak usia 4 tahun karena frekuensi pernapasan pada anak adalah 25-30x/menit. 8. 9. sehingga terjadi kembang kempis untuk membantu proses pernapasan yang efektif.

1.3 Pertanyaan-pertanyaan dari pneunomia dan broncopneumonia 1) Definisi 2) Etiologi 3) Patofisiolog 4) Klasifikasi 5) Komplikasi 6) Pemeriksaan diagnostik 7) Penatalaksanaan medis 8) Discharge plaining 9) Pengkajian 10) Diagnosa keperawatan dan intervensi  Jawaban pertanyaan dibahas pada Pembahasan “ bab IV dan bab V” ! [10] .

virus adeno. 2. ETIOLOGI Berdasarkan etiologinya. dibagi atas. virus influensa.distal dari bronkhus terminalis yang mencakup bronkuolus respiratorius.  Pneumonia hipostatik Penyakit ini disebabkan tidur terlentang terlalu lama. Bronkopneumonia digunakan untuk menggambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berdercak.DEFENISI Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru. terjadi akibat inhalasi mikroba yang ada di udara (bakteri pneumokokus).  Jamur [11] .teratur dalam atau lebih area teralokasi di dalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya.  Bakteri.alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan menimbulkan gangguan pertukaran gas setempat.  Virus respiratory syncytial. virus sistomegalik. Pada bronkopneumonia terjadi konsolidasi yang berdecak.BAB IV PNEUNOMIA  Konsep dasar medik 1 .

Mycoplasma sering bisa menjadi penyebab keduanya (anak & dewasa) b. Pneumonia yg didapat di masyarakat (Community-acquired pneumonia.) Angka kematiannya > daripada CAP (Community-acquired pneumonia. Streptococcus pneumonia merupakan penyebab utama pada orang dewasa 2. Berdasarkan Sumber Infeksi a. Pneumonia aspirasi 1. Pneumonia bakteria [12] .) 1. Pneumonia Immunocompromise host 1.) Pada orang dewasa sering disebabkan oleh bakteri anaerob d.) Prognosis ditentukan ada tidaknya penyakit penyerta c. termasuk kuman sebenarnya mempunyai patogenesis yang rendah 2. KLASIFIKASI 1. Berdasarkan Kuman Penyebab a.) Berkembang sangat progresif menyebabkan kematian akibat rendahnya pertahanan tubuh 2.3.) Macam kuman penyebabnya sangat luas. Haemophilus influenzae merupakan penyebab yang sering pada anak-anak.) Sering terjadi pada bayi dan anak-anak 2. Pneumonia yg didapat di RS (Hospital-acquired pneumonia ) 1. 3.) Terutama disebabkan kerena kuman gram negatif 2.) 3.

Pneumonia yang disebabkan virus 1. Sering pada pneumonia bakterial 2. Klebsiella pada penderita alkoholik. b.) Sering mengenai anak-anak dan dewasa muda c. Pneumonia terjadi pada satu lobus atau segmen. Beberapa mikroba cenderung menyerang individu yang peka.) Merupakan penyakit yang serius pada penderita dengan pertahanan tubuh yang lemah d. misal. kemungkinan dikarenakan obstruksi bronkus misalnya : aspirasi benda asing pada anak atau proses keganasan pada orang dewasa. Legionella dan Chlamydia 2. Bronchopneumonia [13] . Sering terjadi pada semua usia 2.) Seringkali merupakan infeksi sekunder 2. Jarang pada bayi dan orang tua 3. Berdasarkan Predileksi atau Tempat Infeksi a.) Sering pada bayi dan anak-anak 2.) Predileksi terutama pada penderita dengan pertahanan tubuh yang rendah 3. Pneumonia Atipikal 1.) Disebabkan: Mycoplasma. Staphylococcus menyerang pasca influenza.1. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur atau patogen lainnya 1. Pneumonia lobaris (lobar pneumonia) 1. b.

Pneumonia interstisialis (interstitial pneumonia) 1) Proses terjadi mengenai jaringan interstitium daripada alevoli atau bronki. partikel infeksius dapat mencapai paru melalui perubahan pada pertahanan anatomis dan fisiologis yang [14] . Ada beberapa mekanisma yang pada keadaan normal melindungi paru dari infeksi. dan juga dengan mekanisme imun sistemik.1. Bila suatu partikel dapat mencapai paru-paru. Perubahan pada mekanisme protektif ini dapat menyebabkan anak mudah mengalami pneumonia misalnya pada kelainan anatomis kongenital. partikel tersebut akan berhadapan dengan makrofag alveoler. PATOFISIOLOGI Sebagian besar pneumonia didapat melalui aspirasi partikel infektif. defisiensi imun didapat atau kongenital. Bayi pada bulan-bulan pertama kehidupan juga memiliki antibodi maternal yang didapat secara pasif yang dapat melindunginya dari pneumokokus dan organismeorganisme infeksius lainnya.) Jarang dihubungkan dengan obstruksi bronkus c.) Ditandai adanya bercak-bercak infiltrat pada lapangan paru 2. Pada anak tanpa faktor-faktor predisposisi tersebut. 4. 2) Merupakan karakteristik (tipikal) infeksi oportunistik (Cytomegalovirus. Partikel infeksius difiltrasi di hidung. dan humoral.) Dapat disebabkan bakteri maupun virus 3.) Sering pada bayi dan orang tua 4. atau terperangkap dan dibersihkan oleh mukus dan epitel bersilia di saluran napas. atau kelainan neurologis yang memudahkan anak mengalami aspirasi dan perubahan kualitas sekresi mukus atau epitel saluran napas. Pneumocystis carinii).

dan klamidia menyebabkan inflamasi dengan dominasi infiltrat mononuklear pada struktur submukosa dan interstisial. Ini paling sering terjadi akibat virus pada saluran napas bagian atas. rubella. mikoplasma. CMV.2 Kemungkinan lain. Virus tersebut dapat menyebar ke saluran napas bagian bawah dan menyebabkan pneumonia virus. MANIFESTASI KLINIK Secara khas di awali dengan awitan menggigil. Cairan eksudatif di alveoli menyebabkan konsolidasi lobaris yang khas pada foto toraks. Setelah mencapai parenkim paru. virus herpes simpleks ) dapat terjadi melalui penyebaran hematogen baik dari sumber terlokalisir atau bakteremia/viremia generalisata. Kadang-kadang pneumonia bakterialis dan virus ( contoh: varisella.50C .50C ) Nyeri dada yang ditusuk-tusuk yang di cetuskan oleh bernapas dan batuk [15] . campak.normal. virus Epstein-Barr. 5. Virus. bakteri menyebabkan respons inflamasi akut yang meliputi eksudasi cairan. Bakteri ini dapat merupakan organisme yang pada keadaan normal berkolonisasi di saluran napas atas atau bakteri yang ditransmisikan dari satu orang ke orang lain melalui penyebaran droplet di udara. seperti yang terjadi pada bronkiolitis. kerusakan yang disebabkan virus terhadap mekanisme pertahan yang normal dapat menyebabkan bakteri patogen menginfeksi saluran napas bagian bawah.demam yang timbul dengan cepat ( 39. Hal ini menyebabkan lepasnya sel-sel epitel ke dalam saluran napas.40. deposit fibrin. dan infiltrasi leukosit polimorfonuklear di alveoli yang diikuti infitrasi makrofag.

KOMPLIKASI  Empisema : suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalamrongga pleura akibat infeksi.sinar x: mengidentifikasi distribusi (misalnya:lobar.Takipnea (25-45x/menit) disertai dengan pernapasan mendengus. Abses : pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.   Atelektasis : pengembangan paru yang tidak sempurna.menetapkan luas berat penyakit dan membantu diagnosis keadaan Biopsi paru: untuk menetapkan diagnosis Spirometrik static: untuk mengkaji jumlah udara yang diaspirasi [16] . 7. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK .broncial.pernapsan cuping hidung Nadi cepat dan bersambung Bibir dan kuku sianosis Sesak napas 6.sputum dan darah: untuk dapat mengidentifikasisemua organisme yang ada Pemeriksaan serologi: membantu dalam membedakan diagnosis organisme khusus Pemeriksaan fungsi paru untuk mengetahui paru-paru. dapat juga menyatakan abses pemeriksaan gram/kultur.

PENGOBATAN PNEONIMIA Dalam mengobati penderita pneumonia perlu diperhatikan keadaan klinisnya.Brokostopi: untuk menetapkan diagnosis dan mengangkat benda asing 8. kelemahan dan dekubitus. maka harus diingat kemungkinan penggunaan antibiotik tertentu perlu penyesuaian dosis (Harasawa. bila panas tinggi di kompres [17] . Pengobatan Umum  Terapi Oksigen  Hidrasi Bila ringan hidrasi oral.  Penderita yang tidak dirawat di RS  Istirahat ditempat tidur. PENTALAKSANAAN MEDIS Kemoterapi Pemberian kemoterapi harus berdasarkan pentunjuk penemuan kuman penyebab infeksi (hasil kultur sputum dan tes sensitivitas kuman terhadap antibodi). Bila penyakitnya ringan antibiotik diberikan secara oral. 1989). tetapi jika berat hidrasi dilakukan secara parenteral  Fisioterapi Penderita perlu tirah baring dan posisi penderita perlu diubah-ubah untuk menghindari pneumonia hipografik. 9. Bila keadaan klinis baik dan tidak ada indikasi rawat dapat dirawat dirumah. Apabila terdapat penurunan fungsi ginjal akibat proses penuaan. sedangkan bila berat diberikan secara parenteral.

Pewarnaan gram sebaiknya dilakukan. ekspektoran  Antibiotika  Penderita yang dirawat di Rumah Sakit. takikardi atau kelainan jantung. Pengobatan kausal Dalam pemberian antibiotika pada penderita pneumonia sebaiknya berdasarkan MO(Mikroorganisme) dan hasil uji kepekaannya.   Bila nyeri pleura hebat dapat diberikan obat anti nyeri. mukolitik.  Perlu diketahui riwayat antibiotika sebelumnya pada penderita. [18] . Minum banyak  Obat-obat penurunan panas.   Kuman pathogen yang berhasil diisolasi belum tentu sebagai penyebab sakit. bila perlu dilakukan pembersihan jalan nafas Obat penurunan panas hanya diberikan bila suhu > 400C. akan tetapi beberapa hal perlu diperhatikan : Penyakit yang disertai panas tinggi untuk penyelamatan nyawa dipertimbangkan pemberian antibiotika walaupun kuman belum dapat diisolasi. oleh karena itu diputuskan pemberian antibiotika secara empiric. penanganannya di bagi 2 : Penatalaksanaan Umum     Pemberian Oksigen Pemasangan infuse untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit Mukolitik dan ekspektoran.

bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. celupkan pada air (tidak perlu air es). Pemberian ASI pada bayi yang menyusu tetap diteruskan. DISCHARGE PLANNING Perawatan di rumah yang dapat dilakukan pada bayi atau anak yang menderita pneumonia antara lain :  Mengatasi demam Untuk anak usia 2 bulan samapi 5 tahun demam diatasi dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres.10. tablet dibagi sesuai dengan dosisnya. lebih-lebih jika muntah. kemudian digerus dan diminumkan. Cara pemberiannya.  Mengatasi batuk Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½ sendok teh dicampur dengan kecap atau madu ½ sendok teh . sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih sering dari biasanya. diberikan tiga kali sehari. Memberikan kompres.  Pemberian makanan Berikan makanan yang cukup gizi. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. dengan menggunakan kain bersih. [19] .

kulit kering dengan turgor buruk. penampilan kemerahan. riwayat diabetes mellitus Tanda : sistensi abdomen. penampilan kakeksia (malnutrisi)  Neurosensori Gejala : sakit kepala daerah frontal (influenza) Tanda : perusakan mental (bingung)  Nyeri/kenyamanan Gejala : sakit kepala. penurunan toleransi terhadap aktivitas. insomnia Tanda : letargi. PENGKAJIAN Data dasar pengkajian pasien:  Aktivitas/istirahat Gejala : kelemahan. imralgia.  Sirkulasi Gejala : riwayat adanya Tanda : takikardia. kelelahan. nyeri dada (meningkat oleh batuk). muntah. mual. artralgia. atau pucat  Makanan/cairan Gejala : kehilangan nafsu makan. ASUHAN KEPERAWATAN A. Tanda : melindungi area yang sakit (tidur pada sisi yang sakit untuk membatasi gerakan) [20] .

gemetar  Penyuluhan/pembelajaran Gejala : riwayat mengalami pembedahan.peningkatan produksi sputum. B. tak ada dispnea atau sianosis  Intervensi Keperawatan : Mandiri infeksi trakeaobronkial. dispnea. takipnea (sesak nafas).pembentukan [21] .  Kriteria Hasil :   Menunjukkan perilaku mencapai kebersihan jalan nafas Menunjukkan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih. demam. penggunaan steroid. menggigil berulang. Tanda : berkeringat. Kebersihan jalan nafas tidak efektif b/d odema. berkarat – perpusi: pekak datar area yang konsolidasi – premikus: taksil dan vocal bertahap meningkat dengan konsolidasi – Bunyi nafas menurun – Warna: pucat/sianosis bibir dan kuku  Keamanan Gejala : riwayat gangguan sistem imun misal: AIDS. penggunaan alkohol kronis Tanda : DRG menunjukkan rerata lama dirawat 6 – 8 hari. Pernafasan Gejala : adanya riwayat ISK kronis. Tanda : – sputum: merah muda. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENS KEPERAWATAN 1.

[22] .     Rasional :  Kaji frekuensi / kedalaman pernafasan dan gerakan dada Bantu pasien untuk batuk efektif dan nafas dalam Penghisapan sesuai indikasi Berikan cairan sedikitnya 2500 ml/hari Ketidakefektifan pengeluaran secret yang selanjutnya dapat menimbulkan penggunaan otot bantu napas dan peningkatan kerja pernapasan  Menurunkan upaya bernapas. bronkodilator.   Bila klien tidak mampu mengeluarkan secret.ventilasi maksimal membuka area atelektesis dan meningkatnya gerakan secret kejalan napas besar untuk di keluarkan. Kolaborasi  Berikan obat sesuai indikasi : mukolitik. ekspektoran. analgesik   Rasional :  Bronkodilator meningkatkan diameter lumen percabangan Pemberian obat sesuai indikasi : obat anti biotik trakeobronkial sehingga menurunkan tahanan terhadap aliran darah. Hidrasi yang adekuat membantu mengencerkan secret dan mengefektifkan pembersihan jalan napas.

 Mulkolitik menurunkan kekebalan dan perlengkapan secret paru untuk mempermudah mengobati pneumonia. 2. dispnea dan distress pernapasan  Akumulasi secret dan berkurangnya jaringan paru yang sehat dapat mengganggu oksigenasi organ vital dan jaringan tubuh  Membuat tahanan udara luar untuk mencegah kolaps sehingga membantu menyebarkan udara melalui paru dan mengurangi napas pendek.  Pengobatan antibiotik yang ideal berdasarkan pada tes uji resistensi bakteri terhadap jenis antibiotic . membran mukosa dan kuku Ajarkan pernapasan bibir selama ekspirasi Tingkatkan tirah baring. batasi aktifitas  Rasional :  Efeknya terhadap pernapasan bervariasi dari gejala ringan.gangguan kapasitas oksigen darah. Kerusakan pertukaran gas b/d perubahan membrane alveolar-kapiler(efek inflamasi). [23] . kedalaman dan kemudahan bernafas Observasi warna kulit.  Kriteria Hasil : Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan dengan Analisa Gas Darah dalam rentang normal dan tak ada gejala distress pernafasan Berpartisipasi pada tindakan untuk memaksimalkan oksigen  Intervensi Keperawatan : mandiri     Kaji frekuensi.

Lakukan tindakan pendinginan sesuai kebutuhan (kompres dingin) Berikan obat sesuai indikasi : antipiretik Kenakan pakaian minimal Berikan antibiotic sesuai dengan anjuran dan evaluasi keefektifan. peningkatan PCO2 menunjukkan kebutuhan untuk intervensi/perubahan program terapi 3. Rasional :  Acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien [24] .Kolaborasi   Berikan terapi oksigen dengan benar Awasi Analisa Gas Darah  Rasional :   Dapat mengoreksi hipoksemia yang terjadi akibat penurunan ventilasi Penurunan kadar O2 dan saturasi. Pasien tidak memperlihatkan tanda peningkatan suhu tubuh Tidak menggigil Nadi normal 11.Peningkatan suhu tubuh b/d proses infeksi  Kriteria Hasil :      Intervensi Keperawatan :      Kaji tanda-tanda vital 4 jam atau lebih sering.

Berikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung Tunda aktivitas jika frekuensi nadi dan napas meningkat secara cepat Pertahankan terapi oksigen selama aktivitas dan lakukan tindakan pencegahan terhadap komplikasi akibat imobilisasi jika klien dianjurkan tirah baring lama.  Konduksi suhu membantu menurunkan suhu tubuh Penting bagi klien yang bersuhu tinggi.kelemahan. kelemahan berlebihan dan Tanda-tanda Vital dalam rentang normal  Intervensi Keperawatan     Monitor frekuensi nadi dan napas sebelum dan sesudah aktivitas .dan pemberian obat merupakan wewenang dokter sehingga perawat perlu beerkolaborasi dalam hal ini   Untuk mengurangi penguapan tubuh Antibiotic digunakan untuk mengatasi infeksi ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan 4.keletihan  Kriteria Hasil :  Melaporkan / menunjukkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas yang dapat diukur dengan tak adanya dispnea.  Rasional :  Mengidentifikasi kemajuan atau penyimpangan dari sasaran yang diharapkan  Membantu menurunkan kebutuhan oksigen yang meningkat akibat peningkatan aktivitas [25] .Intoleransi aktivitas b/d oksigen.

demam.  kecemasan . dan tumor bronkus.  Intake nutrisi tidak adekuat. pola napas tidak efektif Dx : ketidakefektifan jalan napas b/d penumpukan sekret Dx : Gangguan pertukaran gas b/d kerusakan alveolus [26]  Peningkatan laju metabolism umum. Konsumsi oksigen meningkat jika aktivitas meningkat dan daya tahan tubuh klien dapat bertahan lama jika ada waktu istirahat. penurunan berat badan dan kelemahan    Batuk produktif Sesak napas Penurunan kemampuan batuk efektif Sesak napas. pus.  Kurangnya pemenuhan istirahat dan tidur. Aspirasi bakteri berulang Daya tahan saluran pernapasan yang terganggu Peradangan pada bronkus menyebar ke parenkim paru Terjadi konsilidasi dan pengisian rongga alveoli oleh eksudat   Edema trakea/faring Peningkatan produksi sekret Penurunan jaringan paru dan kerusakan membrane alveolar-kapiler Reaksi sistemik : bakteri dan virus. PATWA Adanya sumber infeksi didalam saluran pernapasan obstruksi mekanik saluran pernapasan karena aspirasi bekuan darah. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda adanya intoleransi aktivitas.

pneumonia oleh pnemokokus. sepertimorbili dan varisela atau komplikasi penyakit kuman lainnya seperti pertusis. 6. virus adeno. virus influensa. DEFENISI Bronkopnemonia adalah suatu infeksi akut pada paru-paru yang secara anatomi mengenai bagian lobus paru.Dx : perubahan nutrisi yang berkurang b/d peningkatan metabolism tubuh dan penurunan nafsu makan BAB V BRONKOPNEUMONIA  Konsep dasar medik A. Sedangkan pada anak-anak serotipe 14. sering merupakan komplikasi dari penyakit virus lain.sianosis sekitar hidung/mulut ). Virus respiratory syncytial. B.Steptokokus.mulai dari parenkim paru sampai pembatasan bronkus yang dapat di sebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri. merupakan penyebab utama pneumonia. Aspirasi [27] . virus sistomegalik. Pada orang dewasaumumnya disebabkan oleh pneumokok serotipe 1 sampai dengan 8. 1.jamur dan benda asing di tandai oleh trias ( sesak nafas. dan 9.virus. BakteriPneumokok. dibagi atas : 1. 2. 3.pernapasan cuping hidung. ETIOLOGI Berdasarkan etiologinya. Inseiden meningkat pada usia lebih kecil4 tahun dan menurun dengan meningkatnya umur.

Dari saluran pernafasan kemudian sebagian kuman tersebut masukl ke saluran pernafasan bagian bawah dan menyebabkan terjadinya infeksi kuman di tempat tersebut. Infeksi saluran nafas bagian bawah menyebabkan tiga hal. PATOFISIOLOGI Bronchopneumonia selalu didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus.  Pneumonia lobaris : mencakup satu lebih dari satu lobus [28] . Pneumonia hipostatik Penyakit ini disebabkan tidur terlentang terlalu lama. dan edema antara kapiler dan alveoli. 5. Sindroma Loeffler. Ekspansi kuman melalui pembuluh darah kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan dan menginfeksinya mengakibatkan terjadinya peningkatan flora normal dalam usus. C. sebagian lagi masuk ke pembuluh darah dan menginfeksi saluran pernafasan dengan ganbaran sebagai berikut: 1. peristaltik meningkat akibat usus mengalami malabsorbsi dan kemudian terjadilah diare yang beresiko terhadap gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.KLASIFIKASI Brongkhopneumonia menurut lokasinya terbagi atas .4. (Soeparman. 2. Haemophillus influenzae atau karena aspirasi makanan dan minuman. 1991) D. yaitu dilatasi pembuluh darah alveoli. peningkatan suhu. Jamur 6.

takipnue  Bunyi nafas diatas area yang mengalami konsolidasi  Gerakan dada tidak simetris  Menggigil dan demam 38.nyeri pleurik. Pemeriksaan Rontgen [29] .10C  Diaphoresis  Batuk kental  Sianosis F. Pneumonia brongkhialis : inflamasi yang sebenarnya secret mukopurulent yang berkonsolidasi dengan lobus yang terdekat  Pneumonia intensitas : proses inflamasi terjadi pada dinding alveolar E.nafas dangkal dan mendengus. KOMPLIKASI Efusi pleura terjadi dimana cairan terkumpul dan terakumulasi dalam rongga pleura Atelektasi terjadi akibat obstruksi bronkus oleh penumpukan sekresi Delirium terjadi mungkin disebabkan oleh hipoksia atau sindroma putus alcohol Superinfeksi dapat terjadi dengan pemberian dosis antibiotik yang sangat besar seperti penisilin G.MANIFESTASI KLINIK  Kesulitan dan sakit pada saat pernapasan.80C-41. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1.

abses paru. perikarditis dll.Pemeriksaan ini dapat menunjukkan kelainan sebelum hal ini dapat ditemukan secara pemeriksaan fisik. Masukan nutrisi dan pertumubuhan yang adekuat 3. PENATALAKSANAAN MEDIS  Menjaga kebersihan  Melaksanakan Imunisasi agar dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut. mungkin terdapat albuminuria ringan karena suhu yang naik dan sedikit torak hialin H. Urine biasanya berwarna lebih tua.Pemeriksaan laboratorium Gambaran darah menunjukkan leukositosis. Foto rongent dapat juga menunjukkan adanya komplikasi seperti pleuritis. Foto rongent dapat juga menunjukkan adanya komplikasi pada satu atau beberapa lobus.  Pemberian asi eksklusif  Memproteksi diri I. biasanya 15.DISCHARGE PLANING 1)Evaluasi kesiapan untuk pulang. Pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus. Factor yang dikaji adalah sebagai berikut : 1. Status pernafasan yang stabil 2. Pada bronchopneumonia bercak – bercak infiltrat didapatkan pada satu atau beberapa lobus. Pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsosolidasi pada satu atau beberapa lobus. Kebutuhan obat yang stabil [30] . Kuman penyebab dapat dibiakkan dari usapan tenggorokan dan 30% dari darah.000/mm3 dengan pergeseran ke kiri.000 – 40. 2.

kelelahan. bagaimana melakukan resusitau jantung paru 6. penampilan keperanan atau pucat c.PENGKAJIAN a. penurunan toleransi terhadap aktivitas b. pentingnya daerah bebas rokok 10. aktivitas perkembangan yang tepat 11. ASUHAN KEPERAWATAN A. Sirkulasi Gejala : riwayat gagal jantung kronis Tanda : takikardi. kebutuhan bayi sehat 4. kebutuhan makan perorangan 3. bagaimana memantau tanda tanda distress pernafasan dan masalah medis lainnya 2. sumber di komunitas dan sarana pendukung yang ada.4. Integritas Ego Gejala : banyak stressor. pencegahan infeksi 9. Rencana pengobatan medis yang realistik untuk di rumah 5. orang tua dan pemberi asuhan lain dapat memberi perawatan yang diperlukan 2) sarana di rumah dan monitor yang diperlukan disediakan 3) orang tua memiliki dukungan social dan finansial yang dibutuhkan Beri instruksi pemulangan kepada orang tua seperti berikut : 1. kapan harus memanggil dokter 5. Aktivitas / istirahat Gejala : kelemahan. penggunaan peralatan dirumah dan pemantauan 7. masalah finansial [31] . insomnia Tanda : Letargi. bagaimana memberi dan memantau efek pengobatan 8. pengenalan isyarat stress dan interaksi pada bayi 12.

penggunaan alkohol kronis [32] . Keamanan Gejala : riwayat gangguan sistem imun. menggigil berulang. mual / muntah. penggunaan otot aksesori. Nyeri / Kenyamanan Gejala : sakit kepala nyeri dada meningkat dan batuk myalgia. pelebaran nasal Tanda : sputum . penampilan malnutrusi e. gemetar. hiperaktif bunyi usus. gesekan friksi pleural Bunyi nafas : menurun atau tak ada di atas area yang terlibat atau nafas Bronkial Framitus : taktil dan vokal meningkat dengan konsolidasi Warna : pucat atau sianosis bibir / kuku h. pekak diatas area yang konsolidasi. Neurosensori Gejala : sakit kepala dengan frontal Tanda : perubahan mental f.d. mungkin pada kasus rubeda / varisela i. kulit kering dengan turgor buruk. atralgia g. Penyuluhan Gejala : riwayat mengalami pembedahan. Pernafasan Gejala : riwayat PPOM. merah muda. Makanan / Cairan Gejala : kehilangan nafsu makan. takipnea. dispnea. kemerahan. berkarat atau purulen Perkusi . demam Tanda : berkeringat. pernafasan dangkal. riwayat DM Tanda : distensi abdomen. merokok sigaret.

pembentukan odema.peningkatan produksi sputum.B.DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENS KEPERAWATAN  Kebersihan jalan nafas tidak efektif b/d infeksi trakeaobronkial. tak ada dispnea atau sianosis Intervensi Keperawatan : Mandiri Kaji frekuensi / kedalaman pernafasan dan gerakan dada Bantu pasien untuk batuk efektif dan nafas dalam Penghisapan sesuai indikasi Berikan cairan sedikitnya 2500 ml/hari Rasional :  Ketidakefektifan pengeluaran secret yang selanjutnya dapat menimbulkan penggunaan otot bantu napas dan peningkatan kerja pernapasan [33] . Kriteria Hasil :   Menunjukkan perilaku mencapai kebersihan jalan nafas Menunjukkan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih.

 Hidrasi yang adekuat membantu mengencerkan secret dan mengefektifkan pembersihan jalan napas.  Kerusakan pertukaran gas b/d perubahan membrane alveolar-kapiler(efek inflamasi). ekspektoran. bronkodilator. analgesik  Pemberian obat sesuai indikasi : obat anti biotik Rasional : Bronkodilator meningkatkan diameter lumen percabangan trakeobronkial sehingga menurunkan tahanan terhadap aliran darah.  Bila klien tidak mampu mengeluarkan secret. Mulkolitik menurunkan kekebalan dan perlengkapan secret paru untuk mempermudah mengobati pneumonia. Kolaborasi  Berikan obat sesuai indikasi : mukolitik. Pengobatan antibiotik yang ideal berdasarkan pada tes uji resistensi bakteri terhadap jenis antibiotic . Kriteria Hasil :  Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan dengan Analisa Gas Darah dalam rentang normal dan tak ada gejala distress pernafasan  Berpartisipasi pada tindakan untuk memaksimalkan oksigen Intervensi Keperawatan : [34] .ventilasi maksimal membuka area atelektesis dan meningkatnya gerakan secret kejalan napas besar untuk di keluarkan.gangguan kapasitas oksigen darah. Menurunkan upaya bernapas.

Berikan terapi oksigen dengan benar 2. kedalaman dan kemudahan bernafas  Observasi warna kulit. batasi aktifitas Rasional :  Efeknya terhadap pernapasan bervariasi dari gejala ringan. Kolaborasi 1.Mandiri  Kaji frekuensi. membran mukosa dan kuku  Ajarkan pernapasan bibir selama ekspirasi  Tingkatkan tirah baring. dispnea dan distress pernapasan  Akumulasi secret dan berkurangnya jaringan paru yang sehat dapat mengganggu oksigenasi organ vital dan jaringan tubuh  Membuat tahanan udara luar untuk mencegah kolaps sehingga membantu menyebarkan udara melalui paru dan mengurangi napas pendek. Awasi Analisa Gas Darah Rasional : a) Dapat mengoreksi hipoksemia yang terjadi akibat penurunan ventilasi b) Penurunan kadar O2 dan saturasi. peningkatan PCO2 menunjukkan kebutuhan untuk intervensi/perubahan program terapi  Peningkatan suhu tubuh b/d proses infeksi Kriteria Hasil : Pasien tidak memperlihatkan tanda peningkatan suhu tubuh [35] .

kelemahan. Berikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung Tunda aktivitas jika frekuensi nadi dan napas meningkat secara cepat [36] .- Tidak menggigil Nadi normal Intervensi Keperawatan : Kaji tanda-tanda vital 4 jam atau lebih sering. Lakukan tindakan pendinginan sesuai kebutuhan (kompres dingin) Berikan obat sesuai indikasi : antipiretik Rasional : Acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien Konduksi suhu membantu menurunkan suhu tubuh Penting bagi klien yang bersuhu tinggi.keletihan Kriteria Hasil : Melaporkan / menunjukkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas yang dapat diukur dengan tak adanya dispnea. kelemahan berlebihan dan Tanda-tanda Vital dalam rentang normal Intervensi Keperawatan Monitor frekuensi nadi dan napas sebelum dan sesudah aktivitas .dan pemberian obat merupakan wewenang dokter sehingga perawat perlu beerkolaborasi dalam hal ini Untuk mengurangi penguapan tubuh Antibiotic digunakan untuk mengatasi infeksi  Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.

edema alveolus dan kapiler Peningkatan peristaltic usus Mengekspresi mucus berlebihan [37] Akumulasi sekret Zat IL-1 mencapai hipotalamus Menginduksi prostaglandin(E2) Gangguan difusi malabsorsi Diare E2 bekerja di Gangguan pertukaran gas b/d kerusakan .- Pertahankan terapi oksigen selama aktivitas dan lakukan tindakan pencegahan terhadap komplikasi akibat imobilisasi jika klien dianjurkan tirah baring lama.makrofag limfosit Menginvasi alveolus Reaksi inflamasi bronkus Peningkatan floranormal di usus Menstimulus sel goblet Pelepasan zat IL-1 (pirogen endogen Dilatasi pembuluh darah. Rasional : Mengidentifikasi kemajuan atau penyimpangan dari sasaran yang diharapkan Membantu menurunkan kebutuhan oksigen yang meningkat akibat peningkatan aktivitas PATWAY a) Bakteri : stopylokokus b) Virus c) jamur Aspirasi benda asing Masuk dalam traktus respirasi Masuk dalam sel pencernaan Menginvasi bronkus Fagositosis leukosit.

Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang melibatkan bronkus bronkiolus yang berupa distribusi berbentuk bercak-bercak. bronkopneumonia. Saran dan kritik Setelah penulisan makalah ini. yang sering menimpa anak-anak dan balita yang disebabkan bermacam-macam etiologi seperti bakteri. pneumonia interstisial. Pneumonia pada anak dibedakan menjadi : pneumonia lobaris. B. virus. kami mengharapkan masyarakat pada umumnya dan mahasiswa keperawatan pada khususnya mengetahui lebih dalam mengenai Pneumonia dan [38] . jamur. Bronkopnemonia disebut juga pneumonia lobularis yaitu suatu peradangan pada parenkim paru yang terlokalisir yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus di sekitarnya. Kesimpulan Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah yang mengenai parenkim paru.BAB VI PENUTUPAN A.

Salemba Medika. Soegijanto. Salemba Medika. Nursalam. Kepada para ibu yang sedang hamil juga diharapkan bisa menjaga kesehatan serta nutrisi sehingga penyakit dapat dicegah.(2012). (2002). (2005). Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sstem Pernapasan. Jakarta Nanda. Ilmu Penyakit Anak. Asuhan Keperawatan Pada Bayi dan Anak (untuk perawat dan bidan). Diagnose Nanda: Nic dan Noc.Bronkopnemonia. Diagnosa dan Pelaksanaan. (2007). Salemba Medika . Untuk mencegah komplikasi klien dapat diberikan tambahan oksigen untuk mempermudah pernafasan . Proses dan Dokumentasi Keperawatan: Konsep dan Penyakit. Jakarta.Arif . Jakarta. Salemba Medika. Nursalam. DAFTAR PUSTAKA Muttaaqin. (2001). Jakarta.Soegeng. [39] .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->