PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA

......................... Penyerahan.... I ................................... Pelaksanaan Pemberian Ganti Kerugian ........... TATA CARA PENGADAAN TANAH DENGAN LUAS KURANG DARI 1 Ha..II ........ III .......... i ..................... Tujuan ................................... KETENTUAN UMUM ........ ii DAFTAR LAMPIRAN ...1 C................................................ I .............................................1 A...................... Permohonan Pengadaan Tanah ......II ... IV .............................................................................................................4 D.................5 Bab II............................ Jatim ..............................................................1 A...II ...... dan Permohonan Hat atas Tanah .........................................................iii Bab I.. i DAFTAR DIAGRAM ....2 TATA CARA PENGADAAN TANAH DENGAN LUAS LEBIH 1 Ha ..Buku Panduan Tahun 2008 DAFTAR ISI DAFTAR ISI ...............5 E.......................... Ruang Lingkup ........1 B......................................... Dasar Hukum .................................................. BIAYA PANITIA PENGADAAN TANAH ............II ........1 D............................................II .....II ............. Bab III............................. Pelaksanaan Pengadaan Tanah .......................................1 Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU... Pelaksanaan Pembangunan Fisik ...... Pedoman Umum .................. I ......................1 Bab IV.................. I ...1 C...........1 B............... Bina Marga Prov........... I ............ Pelepasan.

.Buku Panduan Tahun 2008 DAFTAR DIAGRAM Diagram 1..... ii ......7 Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU....................... Jatim .......................... Bagan Alur Pengadaan Tanah .II ... Bina Marga Prov.

5. Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Format Format Format Format Format LAMPIRAN Daftar Nominatif Persetujuan Pembayaran Berita Acara Pemberian Ganti Kerugian Surat Pernyataan Pelepasan Hak atas Tanah Surat-surat Pernyataan Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU....Buku Panduan Tahun 2008 DAFTAR Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 1... 4. Bina Marga Prov. iii . 2. 3. Jatim ..

. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005. I-1 . tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum. DASAR HUKUM Pedoman buku panduan ini mengacu kepada : 1. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum. tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Bina Marga Prov. Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006.. KETENTUAN UMUM A. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 3. C. Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. B. di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan pengadaan tanah untuk kepentingan umum. RUANG LINGKUP Buku panduan ini digunakan untuk pelaksanaan pengadaan tanah yang dibiayai baik dengan APBN maupun APBD Provinsi Jawa Timur.Buku Panduan Tahun 2008 BAB I. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58/PMK. tentang Biaya Panitia Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.02/2008. 4. 2. Jatim . Peraturan Kepala BPN – RI Nomor 3 Tahun 2007. TUJUAN Tujuan penyusunan buku panduan ini adalah : Sebagai pedoman bagi Kepala Satuan Kerja / Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Pengadaan dan rencana pemenuhan kebutuhan tanah yang diperlukan bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum hanya dapat dilakukan apabila penetapan rencana pembangunan tersebut sesuai dengan dan berdasarkan pada Rencana Umum Tata Ruang yang telah ditetapkan terlebih dahulu. a. I-2 . Untuk pengadaan tanah yang luasnya tidak lebih dari 1 (satu) hektar. dengan cara jual-beli atau tukar-menukar atau cara lain yang disepakati kedua belah pihak. 3). Pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan dilaksanakan dengan cara pelepasan atau penyerahan hak atas tanah. 4). atau dengan bantuan Panitia Pengadaaan Tanah Kabupaten / Kota untuk pengadaan tanah yang terletak di satu wilayah Kabupaten / Kota. Maksud dan tujuan pembangunan. Luasan tanah yang diperlukan. Bina Marga Prov.. Apabila tanah yang diperlukan terletak di 2 (dua) Wilayah Kabupaten / Kota maka permohonan tersebut diajukan kepada Gubernur melalui Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi. 2). 2. Sumber Pendanaan. b. dan dilakukan berdasarkan prinsip penghormatan terhadap hak atas tanah.Buku Panduan Tahun 2008 D. Untuk pengadaan tanah yang luasnya lebih dari 1 (satu) hektar dilakukan dengan bantuan Panitia Pengadaan Tanah yang dibentuk oleh Gubernur untuk pengadaan tanah yang terletak di dua wilayah Kabupaten / Kota atau lebih. Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. Analisis kelayakan lingkungan perencanaan pembangunan termasuk dampak pembangunan berikut upaya pencegahan dan pengendaliannya. Penetapan Lokasi Pembangunan. 3. Susunan Panitia baik di Tingkat Propinsi atau Kabupaten / Kota. Jatim . 5.. serta tugastugasnya dapat dilihat dalam Peraturan Kepala BPN Nomor : 3 tahun 2007 pasal 14 dan Pasal 15. 6. 4. Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah mengajukan permohonan penetapan lokasi pembangunan untuk kepentingan umum kepada Bupati / Walikota setempat dengan tembusan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. PEDOMAN UMUM 1. dapat dilakukan langsung oleh instansi pemerintah yang memerlukan tanah dengan para pemegang hak atas tanah. 5). c. Permohonan dimaksud dimulai dari penyusunan proposal rencana pembangunan paling lambat 1 (satu) tahun sebelumnya. Letak dan lokasi pembangunan. yang menguraikan antara lain : 1).

Setelah diterimanya keputusan penetapan lokasi.Buku Panduan Tahun 2008 Penyusunan proposal rencana pembangunan tersebut diatas. Bina Marga Prov. Bupati / Walikota atau Gubernur memberikan persetujuan penetapan lokasi pembangunan untuk kepentingan umum yang dipersiapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Pertanahan Nasional Propinsi atau Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten setempat. f. dan 2). atau media lainnya. e. bagi pengadaan tanah yang memerlukan tanah seluas sampai dengan 25 Ha. bagi pengadaan tanah yang memerlukan tanah seluas lebih dari 50 Ha. Langsung. 3).. dengan cara sosialisasi : 1). Tiga tahun. Satu tahun.. Keputusan penetapan lokasi di atas diberikan untuk jangka waktu : 1). Apabila rencana penggunaan tanahnya sudah sesuai dan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau perencanaan ruang wilayah atau kota. Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. bagi pengadaan tanah yang memerlukan tanah seluas lebih dari 25 Ha sampai dengan 50 Ha. dengan menggunakan media cetak. instansi pemerintah yang memerlukan tanah dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari wajib mempublikasikan rencana pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum kepada masyarakat. media elektronika. Tidak langsung. d. Dua tahun. I-3 . 2). instansi pemerintah yang memerlukan tanah dapat meminta pertimbangan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Jatim .

Penyuluhan. Dalam hal rencana pembangunan diterima masyarakat. a. 2. penetapan batas-batas. pendataan penguasaan dan pemilikan. maksud dan tujuan pembangunan. Panitia dapat membentuk Satuan Tugas guna membantu panitia yang penetapannya didasarkan atas kesesuaian antara keahlian anggota satuan tugas dengan tugas yang akan dilaksanakan. b. a..Buku Panduan Tahun 2008 BAB II. PERMOHONAN PENGADAAN TANAH 1. penggunaan dan pemilikan tanah dan/atau bangunan dan/atau tanaman dan/atau benda-benda lain yang terkait dengan tanah yang bersangkutan. pendataan penggunaan dan pemanfaatannya. 9. II . Hasil Pelaksanaan identifikasi dan inventarisasi yang dilakukan satuansatuan tugas meliputi kegiatan : penunjukan batas. maka panitia melakukan identifikasi dan inventarisasi atas penguasaan. pendataan Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. panitia mengundang Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah untuk persiapan pelaksanaan pengadaan tanah. 8. c. Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah segera mengajukan permohonan Pengadaan tanah kepada panitia dengan melampirkan persetujuan penetapan tersebut.. c. Identifikasi dan Inventarisasi. Penyuluhan dapat dilaksanakan lebih dari 1 (satu) kali sesuai keperluan sampai tujuan penyuluhan tercapai (dapat diterima oleh masyarakat). Setelah menerima permohonan dimaksud. Jatim . Bina Marga Prov. 2. 10 di bawah ini.1 . b. Setelah diterimanya persetujuan penetapan lokasi pembangunan. TATA CARA PENGADAAN TANAH DENGAN LUAS LEBIH 1 Ha A. PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH 1. B. kepada masyarakat yang terkena lokasi pembangunan agar memahami dan menerima pembangunan yang bersangkutan. Panitia bersama–sama Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah memberikan penyuluhan di tempat yang telah ditentukan panitia mengenai manfaat. pendataan status. pengukuran bidang. Dalam penyuluhan juga disampaikan hal-hal yang terkait pada huruf B butir 7.

Setelah jangka waktu pengumuman berakhir. Pengumuman. Status tanah dan dokumennya. Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. Hasil identifikasi dan inventarisasi sebagaimana dimaksud di atas yang selanjutnya merupakan tanggung jawab Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten/Kota dan kemudian dituangkan dalam bentuk Peta Bidang Tanah dan Daftar yang memuat : 1). 2). Nama Pemegang Hak Atas Tanah. Bina Marga Prov. Kepala Desa/Lurah dan Camat dan/atau pejabat yang terkait dengan bangunan dan/atau tanaman. unsur instansi pelayanan PBB. 6). peruntukan tanah.2 . Dalam hal belum terdapat Lembaga Penilai Harga Tanah maka Bupati/Walikota dapat membentuk Tim Penilai Harga Tanah dengan unsur-unsur : Instansi membidangi bangunan dan/atau tanaman. II . a. melalui website selama 7 (tujuh) hari. Ahli atau orang berpengalaman dibidang penilai harga tanah. instansi pemerintah pusat membidangi pertanahan nasional. 4). dan 7). 4. 3. status tanah..Buku Panduan Tahun 2008 bukti-bukti penguasaan dan pemilikan tanah dan/atau bangunan dan/atau tanaman dan lainnya yang dianggap perlu. Akademisi dan dapat ditambah Unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (bila perlu). Peta Bidang Tanah dan Daftar sebagaimana dimaksud. Jatim . Penunjukan Lembaga/Tim Penilai Harga Tanah. Luas tanah. d. Keterangan lain. Pemilik dan/atau penguasaan tanah dan/atau bangunan dan/atau tanaman dan/atau benda – benda lain. 3).I. Tim Penilai Harga Tanah melakukan penilaian harga tanah berdasarkan NJOP atau nilai nyata/sebenarnya dengan memperhatikan NJOP tahun berjalan dan dapat berpedoman pada variabel-variabel antara lain : Lokasi dan letak tanah. Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten/kota menunjuk Lembaga Penilai Harga Tanah yang telah ditetapkan oleh Bupati/Walikota yaitu lembaga yang sudah mendapatkan lisensi dari Badan Pertanahan Nasional R. oleh Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten/Kota diumumkan di Kantor Desa/ Kelurahan. a. kesesuaian penggunaan Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. b. peta dan daftar sebagaimana dimaksud disahkan oleh seluruh anggota panitia pengadaan tanah Kabupaten/Kota dengan diketahui oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. Pembebanan Hak Atas Tanah. b. dan/atau melalui mass media paling sedikit 2 (dua) kali penerbitan guna memberikan kesempatan bagi pihak yang berkepentingan untuk mengajukan keberatan. Penggunaan dan pemanfaatan tanah. 5)..

panitia mengundang Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah. Musyawarah bentuk dan/atau besarnya ganti rugi berpedoman pada : 1). dan dipimpin oleh Ketua Panitia.Buku Panduan Tahun 2008 tanah terhadap RTRW Kabupaten/Kota. Penilai Harga Bangunan dan lain . sarana dan prasarana yang tersedia dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi harga tanah. 6. atau wakil yang ditunjuk menyampaikan keinginannya mengenai bentuk dan besarnya nilai ganti kerugian. c. Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah menyampaikan tanggapan terhadap keinginan pemegang hak atas tanah dengan mengacu kepada unsur–unsur sebagaimana ditetapkan oleh panitia. Musyawarah pada asasnya dilaksanakan secara langsung dan bersama – sama antara instansi pemerintah yang memerlukan tanah dengan para pemilik tanah. bersama – sama dan efektif. Tenggat waktu penyelesaian proyek pembangunan. apabila paling sedikit 75 % dari : 1). dengan ketentuan apabila Ketua berhalangan dipimpin oleh Wakil Ketua. musyawarah dapat dilaksanakan secara bertahap. Musyawarah dianggap telah tercapai kesepakatan. 5. Penetapan Bentuk dan Besarnya Ganti Rugi. Dalam hal jumlah tidak memungkinkan terselenggaranya musyawarah secara langsung. b.3 . tanaman dan atau benda–benda lain yang terkait dengan tanah yang bersangkutan. Bina Marga Prov. Pemegang hak atas tanah dan pemilik bangunan. Jumlah pemilik telah menyetujui bentuk dan atau besarnya ganti rugi. Hasil penilaian Lembaga/Tim Penilai Harga Tanah 3). c. Penilaian harga bangunan dan/atau tanaman dan/ atau benda – benda lain yang berkaitan dengan tanah dilakukan oleh Kepala Dinas/Kantor/Badan Kabupaten/Kota yang membidangi hal yang terkait.. tanaman dan atau benda .lain.. Setelah penyuluhan dan penetapan batas lokasi tanah dilaksanakan. Musyawarah. Jatim . a. a. Luas tanah yang diperlukan telah diperoleh. Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. d. 7. II . Musyawarah untuk menetapkan bentuk dan/atau besarnya ganti rugi dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal undangan musyawarah pertama. Kesepakatan para pihak 2).benda lain yang terkait dengan tanah yang bersangkutan untuk mengadakan musyawarah ditempat yang ditentukan oleh panitia dalam rangka menetapkan bentuk dan besarnya ganti kerugian. d. b. atau 2). pemegang hak atas tanah dan pemilik bangunan.

9. II . Contoh format daftar nominatif sebagaimana lampiran 1. f. Bina Marga Prov. Selanjutnya Panitia Pengadaan Tanah Mengupayakan musyawarah kembali terhadap pemilik tanah yang belum bersepakat. Apabila upaya penyelesaian yang ditempuh Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri Dalam Negeri tetap tidak diterima oleh pemilik dan lokasi pembangunan yang bersangkutan tidak dapat dipindahkan. Apabila pemilik tetap menolak penyerahan ganti rugi atau tidak menerima penawaran penyerahan ganti rugi. maka Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri Dalam Negeri sesuai kewenangannya mengajukan usul penyelesaian dengan cara pencabutan hak atas tanah berdasarkan Undang-Undang No. 2. Panitia Pengadaan Tanah menerbitkan keputusan mengenai bentuk dan/atau besarnya ganti rugi dan Daftar Nominatif pembayaran ganti rugi.4 . instansi pemerintah yang memerlukan tanah dan Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten/Kota. Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri Dalam Negeri sesuai kewenangannya memberikan keputusan penyelesaian atas keberatan pemilik dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari dan selanjutnya mengukuhkan atau mengubah bentuk dan/atau besarnya ganti rugi yang disampaikan kepada pemilik yang mengajukan keberatan. Contoh format persetujuan pembayaran sebagaimana lampiran 2. Instansi yang memerlukan tanah harus sudah melakukan pembayaran ganti rugi kepada yang berhak paling lama 60 hari setelah terbitnya keputusan diatas. maka berdasarkan Berita Acara diatas memerintahkan instansi pemerintah yang memerlukan tanah menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah. Apabila pemilik berkeberatan terhadap keputusan penetapan bentuk dan/atau besarnya ganti rugi.. dapat mengajukan keberatan kepada Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri Dalam Negeri sesuai kewenangannya disertai dengan penjelasan mengenai sebab-sebab dan alasannya dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari. 20 tahun 1961 tentang pencabutan Hak-hak Atas Tanah dan Benda-benda yang ada diatasnya. PELAKSANAAN PEMBERIAN GANTI KERUGIAN 1. 10. Jatim . Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. Apabila pemilik diatas tetap menolak. g. maka setelah melewati 120 hari Panitia Pengadaan Tanah membuat Berita Acara Penyerahan Ganti Rugi. sampai tercapai kesepakatan bentuk dan atau besarnya ganti rugi. C. 8.Buku Panduan Tahun 2008 e. serta dilengkapi dengan format persetujuan pembayaran dari panitia pengadaan tanah..

serta surat-surat pernyataan lain yang dibutuhkan (antara lain surat pernyataan tidak keberatan/setuju dibebaskan. 4. pemegang hak atas tanah wajib menyerahkan sertifikat dan atau asli surat–surat tanah yang berkaitan dengan tanah yang bersangkutan kepada Panitia. PELAKSANAAN PEMBANGUNAN FISIK 1. PENYERAHAN. Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah wajib segera mengajukan permohonan sesuatu hak atas tanah sampai memperoleh sertifikat nama instansi induknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Asli surat–surat tanah berserta dokumen–dokumen yang berhubungan dengan pengadaan tanah oleh Panitia diserahkan kepada Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah. dituangkan dalam Berita Acara pemberian ganti kerugian yang ditanda tangani oleh penerima ganti kerugian yang bersangkutan dan Ketua atau Wakil Ketua Panitia serta sekurang– kurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia.. Panitia Pengadaan Tanah membuat Berita Acara Pembayaran Ganti Rugi dan Pelepasan Hak Atas Tanah atau Penyerahan Tanah. 3. 4. Bersamaan dengan pemberian ganti kerugian dibuat Surat Pernyataan pelepasan hak dan atau penyerahan tanah yang ditanda tangani oleh pemegang hak atas tanah dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten / Kota serta disaksikan oleh sekurang–kurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia. Contoh format Berita Acara Pemberian Ganti Kerugian sebagaimana lampiran 3. 5. Bina Marga Prov. surat pernyataan pemilik bangunan). II . Contoh format Surat Pernyataan Pelepasan Hak sebagaimana lampiran 4. Pemberian ganti kerugian selain berupa uang. Pelaksanaan pembangunan fisik atas lokasi yang telah diperoleh instansi pemerintah yang memerlukan tanah. E. dan format surat-surat pernyataan lainnya sebagaimana lampiran 5. PELEPASAN. dimulai setelah pelepasan/penyerahan Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU.Buku Panduan Tahun 2008 3. dengan disaksikan oleh Panitia Pengadaan Tanah. Pada saat pembuatan Surat Pernyataan pelepasan hak atau penyerahan tanah. Jatim .5 . DAN PERMOHONAN HAK ATAS TANAH 1. D. Pemberian ganti kerugian dalam bentuk uang dibayarkan secara langsung kepada yang berhak dilokasi yang ditentukan oleh panitia. dan didokumentasikan dalam bentuk foto. Setelah menerima berkas dokumen pengadaan tanah.. 2. surat pernyataan bahwa tanah tidak dalam status sengketa.

maka Bupati/Walikota menerbitkan keputusan untuk melaksanakan pembangunan fisik.Buku Panduan Tahun 2008 hak atas tanah dan/atau penyerahan bangunan dan/atau penyerahan tanaman atau telah dititipkannya pembayaran ganti rugi ke pengadilan negeri. II .. 2. Dalam hal ganti rugi kepada yang berhak atas ganti rugi dititipkan ke pengadilan negeri. Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU.6 . Jatim .. Bagan Alur Pengadaan Tanah sebagaimana pada Diagram 1. Bina Marga Prov.

Bina Marga Prov..7 . II .xls ) Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU.Buku Panduan Tahun 2008 Diagram 1.. Jatim . Bagan Alur Pengadaan Tanah (file : diagram1 alur tanah.

Pengadaan tanah yang luasnya tidak lebih dari 1 Ha dilaksanakan secara langsung melalui jual beli. Pelaksanaan pelepasan hak atas tanah. atau cara lain yang disepakati para pihak tanpa atau dengan bantuan Panitia Pengadaan Tanah. dalam hal tanah belum bersertifikat. 3. III . 4. Bentuk dan atau besarnya ganti rugi pengadaan tanah secara langsung ditetapkan berdasarkan musyawarah antara instansi yang memerlukan tanah dengan pemilik. 2. b. dilaksanakan oleh para pihak dihadapan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. TATA CARA PENGADAAN TANAH DENGAN LUAS KURANG DARI 1 Ha 1. Bina Marga Prov. atau Camat sebagai PPAT. Pelaksanaan pelepasan hak atas tanah. dalam hal tanah telah bersertifikat.. tukar menukar. Musyawarah tersebut dapat berpedoman pada NJOP atau nilai nyata/sebenarnya dengan memperhatikan NJOP tahun berjalan di sekitar lokasi. Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU.. dilaksanakan oleh para pihak dihadapan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.1 . atau PPAT. Jatim .Buku Panduan Tahun 2008 BAB III. a.

900 Juta e. penggandaan... 1. 50 M) = Max Rp. Biaya penunjang musyawarah. Biaya Satgas. 25 M = Rp. 900 Juta + (0. keamanan. 5 M) = Max Rp. 10 M s/d Rp.1 . VI . 100 M = Rp. 15 M) = Max Rp. Honorarium Panitia Pengadaan Tanah (PPT) a. Honorarium tersebut diatas hanya dapat dibayarkan dalam tahun anggaran berjalan. b. 1. 650 Juta d.25% x Rp. 350 Juta c.400 M 3. 10 M = Rp. Diatas Rp. 200 Juta + (3% x Rp. 5 M = 4% x Rp. Diatas Rp. BIAYA PANITIA PENGADAAN TANAH 1. 100 M = Rp. d. Diatas Rp.150 M f. Diatas Rp. Jatim . Biaya Panitia Pengadaan Tanah (PPT) adalah biaya operasional yang disediakan untuk panitia pengadaan tanah dalam rangka membantu pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan. c. Besar biaya operasional Panitia Pengadaan Tanah ( PPT) ditentukan paling tinggi 4% untuk nilai ganti rugi tanah sampai dengan Rp. sidang-sidang.150 M + (0.5% x Rp. cetak. b. 650 Juta + (1% x Rp. dan biaya perjalanan. 1. Milyar dan selanjutnya dengan prosentase menurun (degresif) sebagai berikut : a. alat tulis kantor. 200 Juta b. s/d Rp. 25 M) = Max Rp. 2. 350 Juta + (2% x Rp.Buku Panduan Tahun 2008 BAB IV. 50 M s/d Rp. 50 M = Rp. Besaran honorarium adalah sebagai berikut : Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU. 5 M = Max Rp. Bina Marga Prov. yang digunakan untuk : a. c. Diatas Rp. Honorarium diberikan sejak bulan penugasan s/d batas waktu selesai penetapan ganti rugi ditambah paling lama 2 (dua) bulan untuk masa penyerahan ganti rugi dan penyerahan dokumen pengadaan tanah. 100 M) = Max Rp. Biaya pengadaan bahan. Pembayaran honorarium. 25 M s/d Rp. sosialisasi. 5 M s/d Rp.

00 450.000.00 2. 800. 10 M Ketua Wakil ketua Sekretaris Anggota Sekretariat Satgas SATUAN KAB/ KOTA OB OB OB OB OB OB Rp. 50 M Ketua Wakil ketua Sekretaris Anggota Sekretariat Satgas Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan DPU.000.2 .00 Rp.00 Rp. Rp.000. Rp. VI .00 450. 1.Buku Panduan Tahun 2008 NO I URAIAN Ganti rugi tanah s/d Rp.000. Bina Marga Prov.000.000.000.00 1.000. Rp. Rp. Rp. 450. 1.00 II Ganti rugi tanah diatas Rp.00 1. 900.200.000. Rp.00 450.000. 700. Rp.400.000.000. Rp. 10 M s/d Rp. 450.000.00 Rp.000.000. Rp.00 1.000. Jatim .300. 50 M Ketua Wakil ketua Sekretaris Anggota Sekretariat Satgas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp.000.00 2..00 450.00 Rp..000.500.000.500.00 1.800. Rp.000. Rp.00 II Ganti rugi tanah diatas Rp.00 1.00 Rp.000.

e. Bentuk dan/atau besarnya ganti rugi (Kesepa katan para pihak. KEBERATAN PEMILIK Bupati/Walikota sesuai kewenangan memberikan putusan penyelesaian atas keberatan pemilik paling lama 30 hari dengan mempertimbangkan : 1. Menjelaskan Manfaat. KEPUTUSAN P2T : BENTUK DAN/ATAU BESARNYA GANTI RUGI TANAH DAN DAFTAR NOMINATIF PEMBAYARAN GANTI RUGI PEMBAYARAN < 60 hari P2T memerintahkan instansi pemerintah menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan negeri wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah bagi pelaksanaan pembangunan. BAGAN ALUR PENGADAAN TANAH PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAAN NASIONAL NOMOR 3 TAHUN 2007 PERENCANAAN PENYUSUNAN PROPOSAL RENCANA PEMBANGUNAN > 1 TAHUN SEBELUMYA PENETAPAN LOKASI Permohonan kepada BUPATI/WALIKOTA 14 Hari MASA JANGKA WAKTU 1. BA Hasil Pelaksanaan Musyawarah dan Penetapan Bentuk dan/atau besarnya ganti rugi. b. Websaite 7 hari dan 2 kali peerbitan di mass media Keberatan Keberatan dapat dipertanggungjawabkan maka P2T Melakukan perubahan/koreksi sebagaimana mestinya. Jumlah pemilik telah menyetujui bentuk dan atau besarnya ganti rugi. 2 Tahun utk luas 25 Ha . BA Penyerahan Ganti Rugi. c. bangunan.50 Ha. Maksud dan Tujuan Pembangunan Diterima Tidak Diterima IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI PENGUMUMAN IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI Peta Bidang Tanah dan Daftar Diumumkan di Kantor Kelurahan/Desa. PELAKSANAAN PEMBANGUNAN Sosialiasi Langsung dan Tdk Langsung ( Media cetak. pendataan penguasaan dan pemilikan tanah. Tercapai kesepakatan bila paling sedikit 75% dari : 1. Elektronik dll Melakukan Penyuluhan Kembali 1. 20 tahun 1961 . 1 Tahun utk < 25 Ha.DIAGRAM 1. Keputusan Bupati/Walikota mengubah/mengukuhkan besarnya ganti rugi. d. Luas tanah yg diperlukan utk pembangunan telah diperoleh 2. 2. Instansi Pemerintah yg memerlukan tanah mengajukan kepada Bupati/Walikota sesuai kewenangannya disertai dengan penjelasan mengenai sebab-2 dan alasanya paling lama 14 hari Permohonan Penitipan Ganti Rugi melampirkan : 1. 2. tanaman dll. Pemilik/kuasanya. Surat-2 lain yang berhubungan dengan penitipan ganti KEPUTUSAN BUPATI/WALIKOTA: BENTUK DAN/ATAU BESARNYA GANTI RUGI TANAH DAN DAFTAR NOMINATIF PEMBAYARAN GANTI RUGI PEMBAYARAN < 60 hari Upaya Penyelesaian tetap tidak diterima pemilik dan lokasi pembangunan tidak dapat dipindahkan. P2T menunjuk Tim/Lembaga Penilai Harga Tanah yang ditetapkan Bupati/Walikota MUSYAWARAH (120 hari kalender) Mengenai : 1. Undangan penerimaan pembayaran ganti rugi 3. 3 Tahun utk luas > 50 ha PUBLIKASI RENC. Tdk diterima oleh 75 % pemilik dan Lokasi dapat dipindahkan. pengukuran bidang tanah dan/atau bangunan. BERITA ACARA PENYERAHAN GANTI RUGI Bila Pemilik tetap menolak penyerahan ganti rugi/tidak menerima penawaran penyerahan ganti rugi. tanaman dan pendataan bukti-2 penguasaan dan kepemilikan tanah. pendataan status tanah dan/atau bangunan. P2T dan 3. 3. penetapan batas-2 bidang tanah dan/atau bangunan.bangunan. instansi pemerintah mengajukan alternatif lokasi lain. Lokasi tdk dapat dipindahkan maka P2T Mengusulkan kpd Bupati/Walikota ttg Pecabutan Hak (UU No. pendataan penggunaan dan pemanfaatan tanah. Surat-2 : a. pemetaan bidang tanah dan/atau bangunan dan keliling batas bidang tanah. 2. Kantor Pertanahan. hasil penilaian tim/lembaga penilai harga. PENCABUTAN HAK ATAS TANAH hberdasarkan UU No. Nama yang berhak atas ganti rugi 2. dan tenggat waktu penyelesaian pembangunan. Keterangan dan alasan hukum penitipan ganti rugi. 20 th 1961) PENYULUHAN Meliputi kegiatan : Penunjukan batas. 2. Rencana Pembangunan untuk kepentingan umum dilokasi tersebut.