P. 1
Formal, Non Formal Dan Informal

Formal, Non Formal Dan Informal

|Views: 284|Likes:
Published by Ahmad Hasibuan

More info:

Published by: Ahmad Hasibuan on Jun 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2015

pdf

text

original

A.

PENDAHULUAN Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan berupa rangkaian jenjang pendidikan yang telah baku. Mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi (PT). Sementara pendidikan taman kanak-kanak masih dipandang sebagai pengelompokan belajar yang menjembatani anak dalam dalam suasana hidup keluarga biasa juga disebut pendidikan pra sekolah (PraElementary School). Dalam UU No 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa setiap warga Negara diwajibkan mengikuti pendidikan formal minimal sampai tamat SMP.1 Bagi warga negara yang tidak sempat mengikuti ataupun menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam pendidikan formal (putus sekolah) disediakan pendidikan non formal, untuk memperoleh bekal guna terjun ke masyarakat. Pendidikan Non formal sebagai mitra pendidikan formal semakin hari semakin berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat dan ketenagakerjaan. Dilihat dari segi wujud dan penyelenggaraan semakin beraneka ragam mulai dari paguyuban, sarasehan, kursus-kursus, paket A dan B sampai kepada gerakan-gerakan seperti PKK dengan aneka ragam programnya. Disamping ragamnya yang bertambah, juga kualitasnya mengalami peningkatan. Hal-hal yang menjadi faktor pendorong perkembangan pendidikan nonformal ialah:

Semakin banyaknya jumlah angkatan muda yang tidak melanjutkan sekolah. Sedangkan mereka terdorong untuk memasuki lapangan kerja dengan harus memiliki keterampilan tertentu yang dipersyaratkan oleh lapangan kerja.

Lapangan kerja, khususnya sektor swasta mengalami perkembangan cukup pesat dan lebih pesat dari pada perkembangannya di sektor pemerintah. Masing-masing lapangan kerja tersebut menuntut persyaratan-persyaratan khusus yang lazimnya perlu dipersiapakan oleh pendidikan formal.

1 Joesoef, Soelaiman, Prof. Drs, Konsef Dasar “Pendidikan Luar Sekolah”, cetakan 3, Jakarta 2004.hlm, 24

Dan pendidikan formal juga merupakan lembaga pendidikan yang ditempuh melalui jalur institusi yang sudah ditentuhkan dan ditetapkn. sehingga kami mengangkat yaitu judul makalah “Posisi Lembaga Pendidikan Formal Diantara Pendidikan Informal dan Nonformal” B.2 Pengajaran yang dilakukan oleh Pendidikan formal diselenggaran disekolah dimana pendidikan formal berlangsung dalam waktu terbatas. sehat. tertentu waktu dan tempatnya. Oleh karena itu kami ingin membahas masalah pendidikan formal yang telah dikenal oleh masyrakat. yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. berjenjang. 36 . mandiri. berakhlak mulia. yaitu masa anak dan remaja. Pendidikan Formal 1. Pendidikan formal berlangsung dalam lingkungan pendidikan yang diciptakannya khusus untuk menyelenggarakan proses pendidikan secara teknis yang berlangsung dikelas. Pengertian Pendidikan Formal Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis. PEMBAHASAN 1. yang kegiatan pendidikannya terjadwal. berilmu. yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. bertingkat. dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggung jawab. hlm.serta diatur oleh sekelompok orang yang berwenang yang dalam hal ini pemerintah atau sebuah yayasan. program spesialisasi. kreatif. berstruktur. dan latihan profesional. Pendidikan formal juga tersusun secara terprogram dalam bentuk 2 Ibid. dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf denganya termasuk ke dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum. Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. cakap.Pelaksananan pendidikan nasional berlandasan kepada Pancasila dan Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

2. a) 1. pendidikan menengah. 4. 2. Jenjang Pendidikan Formal Jenjang pendidikan formal terdiri atas: Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Jenis pendidikan mencakup atas: Pendidikan Umum Kejuruan Akademik Profesi Vokasi Keagamaan dan khusus Tujuan Pendidikan Formal Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan anak usia dini. 3. Pada umumnya lembaga formal adalah tempat dimana orang tua menitipkan anak-anaknya untuk belajar sehingga memperluas pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya agar mampu menghadapi dunia kerja. pendidikan dasar. b) 1. 6. 2. 3. sehingga guru mempunya peranan yang sentral dalam bentuk pengajaran yang diberikan melalui pendidikan. 5. Dimana pendidikan formal ditentukan oleh pihak luas untuk mengatur pendidikan dan tujuan pendidikan formal juga terbatas pada pengembangan kemampuan-kemampuan tertentu untuk mempersiapkan tujuan hidup yang diperoleh melalui pendidikan. . 3.kurikulum yang kegiatan pendidikannya lebih berorientasi pada kegiatan guru.

(Bandung : Falah Production. hlm. 47 4 Ibid hlm. 1. sehingga seseorang yang berpendidikan akan lebih terbiasa untuk belajar dan belajar lagi. dewasa dan mandiri. Menanamkan disiplin belajar yang sangat tinggi. 163 . Melatih dan menanamkan sikap mental dan emosional yang matang. Sehingga biasanya seorang yang berpendidikan tinggi lebih dapat mengendalikan sikap dan emosinya secara baik. Pendidikan Informal 1. Mempersiapkan peserta didik terjun di masyarakat berdasarkan norma yang berlaku. Membantu lingkungan keluarga untuk mendidik dan mengajar.cara/pola berpikir yang sistematis dan konseptual secara konsisten dan terarah. Pengertian pendidikan informal Persoalan pendidikan muncul bersamaan dengan adanya manusia itu sendiri di atas dunia ( hidup ) oleh karena manusia itu merupkan “ homo educandum artinya 3 Sudjana S. Mengembangkan keperibadian peserta didik lewat kurikulum agar. 2004). memperbaiki. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal negeri dan pendidikan formal berstatus swasta. Mengajarkan banyak disiplin ilmu dengan berbagai teori-teori dan ilmu pengetahuan yang ada sehingga wawasan dan pengetahuan menjadi banyak dan luas. c. d. Membentuk dasar atau pondasi cara.4 b. memperluas pengetahuan.3 Adapun tujuan dari diselenggarakannya pendidikan formal adalah sebagai berikut: a. 2.dan pendidikan perguruan tinggi. f. 2. e. Pendidikan Nonformal Wawasan Sejarah Perkembangan Filsafat Teori Pendukung Azas. Peserta didik dapat bergaul dengan lingkungan sekolahnya. dan tingkah laku peserta didik yang dibawa dari keluarga serta membantu pengembangan bakat.

Sehingga dalam hal ini : “pendidikan informal tidak hanya paling tua. Dengan demikian terlihat bahwa pendidikan informal. Pada bangsa yang masih sederhana yang belum mengenal sekolah. Dengan demikian.bulan atau tertentu”.5 Sesungguhnyalah pendidikan merupakan kegiatan yang selalu mendampingi hidup manusia.manusia itu pada hakikatnya merupakan makhluk yang Di samping dapat dan harus didik.hari. asalkan “ada insan yang berkomunikasi secara sadar dan bermakna. pendidikan ini dikenal dengan mana pendidikan informal dengan tujuan dan ciri-ciri tersendiri. guna mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Dapat terlaksana kapan saja. pendidikan informal dapat terlaksana kapan saja dan dimana saja. Dan terlaksana dimana saja dalam arti pendidikan informal dapat berlangsung didalam keluarga.”sasarannya tidak hanya kategori sosial dari kelompok usia” tertentu saja. Namun juga bagi manusia dewasa pun dapat berlaku proses pendidikan bagi dirinya guna mempertinggi/meningkatkan segala sesuatu yang telah di milikinya. tetapi menurut sejarahnya juga paling banyak kegiatannya dan paling luas jangkauaanya. sejak dari bangsa yang sederhana peradabannya sampai bangsa yang tertingi peradabannya. sampai menjadi manusia yang dewasa baik rohani maupun jasmani. Terbawa oleh sasaran yang sangat luas. juga dapat dan harus mendidik”. baik secara langsung ataupun dengan perantara medium komunikasi”. tetapi meliputi berbagai usia saja atau tegasnya ”semua kelompok usia”. dalam arti bahwa pendidikan informal tersebut dalam pelaksanaanya “tidak terikat pada jam. pernyataan diatas memperluas arti pendidikan yang sebenarnya yang sementara ini orientasi manusia dengan pendidikan adalah dunia sekolah. Manusia yang baru dilahirkan.sehingga pendidikan ini dapat berlangsung setiap saat dimana hal tersebut dikehendaki. dalam pekerjaan atau pergaulan sehari-hari atau secara singkat “sejak seseorang lahir 5 KBBI . perlu memperoleh pendidikan dari orang tua mereka.

Selain ciri diatas maka dalam pendidikan informal “persyaratan kredensial tidak di pakai dan oleh karena itu tidak ada kredensial yang dihakkan oleh penerima maupun yang diwajibkan dari pemberi pendidikan”. outdor. pendidikan informal dapat menyampaikan berbagai hal yang berhubungan dengan masalah-masalah kehidupan.nilai dan acara hidup kita pada umumya”. Asas pendidikan non formal 6 Wikipedia 7 Sardjan Kadir. dan tidak mengenal sama sekali perjenjangan kronologis menurut tingkatan keterampilan dan pengetahuan. 49 .sampai mati”. (Surabaya : Usaha Nasional. bisa diatur oleh sekelompok orang atau didapatkan sendiri. artinya dapat ditempuh melalui “proses imitasi indentifikasi dan sugesti” dalam rangka learning by doing”. Pendidikan Non formal 1. Pengertian pendidikan non formal Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub sistem pendidikan disamping pendidikan formal dan informal juga ada pendidikan non formal yang akhir-akhir ini berkembang. 3. Yang dimasud pendidikan non formal adalah pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak perlu mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat. Perencanaan Pendidikan Nonformal. Dalam pendidikan non formal membicarakan tentang :7 1. Pendidikan informal merupakan pendidikan yang berlangsung secara paling wajar. 1982).Dengan kata lain dalam pendidikan dapat diberikan “keterampilan.6 Pendidikan non formal juga merupakan pendidikan yang belum ditetapkan. Dalam pada itu. yang kesemuanya berkisar pada “way of life masyarakat”.sikap. Dengan uraian diatas maka secara singkat penidikan informal memang “tidak di organisai secara struktural.pengetahuan. majelis ta’lim dan lain sebagainya. tetapi memiliki nilai mendidik. Contoh dari pendidikan non formal seperti ekstrakurikuler.

d. 4. c. Tugas-tugas pendidikan non formal Sifat-sifat pendidikan non formal Syarat-syarat pendidikan non formal Kegiatan-kegiatan non formal Asas pendidikan non formal Asas-asas yang meliputi pendidikan non formal yaitu : a) Asas inovasi. c) formal. Perencanaan harus memperhitungkan aspek-aspek kuantitatif dan kualitatif. Perumusan tujuan untuk program pendidikan merupakan langkah yang penting dan pertama harus dikerjakan baik bagi pendidikan formal. 2. a.2. b. Tugas-tugas pendidikan non formal Sebagai mana tugas-tugas pendidikan formal dan juga pendidikan informal maka tugas pendidikan non formal adalah membantu kualitas dan martabat sebagai individu dan warga Negara yang dengan kemampuan dan kepercayaan pada diri sendiri harus dapat mengendalikan perubahan dan kemajuan. 3. Asas inovasi merupakan asas penting dalam penyelenggaraan pendidikan non formal. informal maupun non formal. 5. Perencanaan harus bersifat integral. Asas perencanaan dan pengembangan program pendidikan non 3. Perencanaan harus memperhitungkan semua sumber-sumber yang ada atau yang dapat diadakan. . b) Asas penentuan dan perumusan tujuan pendidikan non formal. Perencanaan harus bersifat komprehensif. sebab setiap penyelenggaraan pendidikan non formal harus merupakan kegiatan bagi siterdidik dan merupakan hal yang diperlukan atau dibutuhkan.

4. metode. d) Pendidikan non formal sangat instrumental artinya pendidikan yang bersangkutan bersifat luas. penataran pembianaan kesenian. Kegiatan lain-lain : Pembinaan pada nara pidana. a) Sifat-sifat pendidikan non formal Pendidikan non formal lebih fleksibel. Organisasi kesenian. . 5. c) Pendidikan non formal bersifat quick yielding artinya dalam waktu yang singkat dapat digunakan untuk melatih tenaga kerja yang dibutuhkan. Syarat-syarat pendidikan non formal i. b) Pendidikan non formal lebih efektif dan efisien untuk dalam bidang- bidang tertentu. iii. fasilitas lain) secara ketat. ii. kursus-kursus kesenian. Bersifat efektif karena pendidikan non formal bisa spesifik sesuai dengan kebutuhan dan tidak memerlukan syarat-syarat (guru. Kegiatan-kegiatan pendidikan non formal i. Adanya integrasi pendidikan non formal dengan program-program pembangunan dalam masyarakat 6. terutama untuk memperoleh tenaga yang memiliki kecakapan. beberapa tahun atau beberapa hari saja. ii. waktu penyelenggaraan disesuaikan dengan kesempatan yang ada artinya dapat beberapa bulan. program pendidikan non formal harus menarik (appealing) baik hasil yang akan dicapai maupun cara-cara melaksanakannya. Pendidikan non formal harus jelas tujuannya. mudah dan murah serta dapat menghasilkan dalam waktu yang singkat. Ditinjau dari segi masyarakat. Sifat fleksibel diatas dalam arti luas seperti tidak ada tuntutan syarat-syarat credential yang keras bagi anak didiknya.

Medan pendidikan yang bersangkutan tidak diadakan pertama-tama dengan maksud menyelenggarakan pendidikan. v.- Siaran pedesaan. v. Tidak ada evaluasi yang sistematis. sebagai berikut :8 1) Persamaan antara pendidikan informal dengan pendidikan non formal : i. iv. Bisa diselenggarakan dalam gedung sekolah. pada keduanya materi pendidikan pada umumnya lebih banyak yang bersifat praktis. ii. dan pendidikan non formal a. Hubungan pendidikan informal. iii. juga tidak atas dasar usia. ii. vii. Umumnya tidak diselenggarakan oleh pemerintah. Kedua-duanya terjadi diluar pendidikan formal. Tidak pernah diselenggarakan secara khusus disekolah. Pendidikan tidak deprogram secara tertentu. Dibidang pada pendidikan formal. 8 Ibid. 2) Perbedaan Antara Pendidikan Informal dan Non Formal Pendidikan Informal i. iii. Tidak ada waktu belajar yang tertentu. Metode mengajar tidak formal. Pendidikan Non Formal i. pendidikan formal. Dapat menggunakan metode mengajar yang sama. iv. Dapat diselenggarakan atau berlangsung didalam atau di luar. 4. hlm 78 . vi. Clientele diterima tidak atas dasar credentials (seperti misalnya ijazah dan lain sebagainya). Antara Pendidikan Informal dan Pendidikan Non Formal Dalam hal ini diuraikan berturut-turut.

Waktu penyampennya tidak deprogram lebih pendek.ii. vii. Antara Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Formal Dalam hal ini diuraikan berturut-turut sebagai berikut : 1) Persamaan antara Pendidikan Non Formal dan Formal. b. Pendidikan deprogram secara tertentu. Ada evaluasi yang sistematis. i. Materi mata pelajaran pada umunya lebih banyak yang bersifat praktis dan khusus. Medan pendidikan yang bersangkutan memang diadakan bagi kepentingan penyelenggaraan pendidikan. vi. Usia siswa disuatu kursus tidak perlu sama. Diselenggarakan oleh pemerintah dan pihak swasta. Materi pendidikan diprogram secara tertentu. iii. agar segera dapat menerapkan hasil pendidikannya dalam praktek kerja (berlaku dalam masyarakat sedang bermasyarakat sedang berkembang) v. Berbeda dengan Pendidikan Informal. v. Merupakan response dari pada kebutuhan khusus yang mendesak. Diselenggarakan oleh pemerintah dan atau pun pihak swasta. ii. Memiliki jam belajar yang tertentu. medan Pendidikan keduanya ada adalah memang diadakan demi untuk menyelenggarakan pendidikan yang bersangkutan. v. praktis. vi. iii. ii. iv. iv. Pendidikan Non Formal i. Menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan programnya. Para siswa umunya berorientasi studi jangka pendek. 2) Perbedaan antara Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Formal. iii. . Pada umunya tidak dibagi atas jenjangan. iv. Ada clientele tertentunyang diharapkan datang ke medannya. Metode mengajarnya lebih formal vi. Ada waktu belajar yang tertentu.

khususnya pada jenjangjenjang permulaan. iii. vii. Merupakan response dari kebutuhan umum dan relative jangka panjang. maka pendidikan formal itu diposisikan menjadi suatu pendidikan yang sangat penting. Usia siswa di suatu jenjang reletif homogeny. Credentials (ijazah. pendidikan formal merupakan pendidikan disekolah yang mempunyai dasar. dapat pula dikatakan pendidikan formal lebih banyak penggarapannya dalam mengatur pendidikan disekolah. dan alat-alatnya disusun secara sistematis. Credentials memegang peran penting. tujuan. sehinggan dapat menimbulkan perubahan sesuai dengan keadan . Para siswa umumnya berorientasi studi buat jangka waktu yang relatif lama.terutama bagi penerimaan siswa pada tingkatan pendidikan lebih tinggi. Waktu penyampian deprogram lebih panjang atau lebih lama. dan sebagainya) umumnya kurang memegang peranan penting terutama bagi penerimaan siswa. Posisi lembaga pendidikan formal diantara pendidikan informal dan non formal Sebagaimana disebutkan dimuka. Dengan kata lain. Sebagai pendidikan formal. Selalu dibagi atas jenjang yang memiliki hiararkis. v. Dimana pendidikan formal itu menentukan bagaimana pendidikan itu diselenggarakan System pendidikan formal banyak member pengetahuan dan keahlian sehingga pendidikan formal membantu para peserta pendidikan untuk berinovasi dalam bidangnya. dan kurang berorientasi kearah cepat bekerja. isi. metode. iv. 5.vii. Pendidikan Formal i. ii. kurang berorientasi pada materi program yang bersifat praktis. Materi pelajaran pada umunya lebih banyak bersifat akademis dam umum vi.

pendidikan formal dan non formal sangat menunjang keduanya. Yudhistira : Jakarta 2008. informal dan non formal ) saling menunjang dalam programnya. karena dalam realisasi kegiatannya pendidikan formal yang dikenal dengan pendidikan sekolah. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal. Ciri umum tersebut juga sejalan dengan sifat dari badan-badan usaha pendidikan non formal itu sendiri. dan mengikuti syaratsyarat yang jelas dan ketat. Posisi lembaga pendidikan formal itu sangat penting diantara pendidikan informal dan non formal. yang satu sama lainnya bersifat komplementer sebagai sebuah sistem yang terpadu. didalam kerangka penerusan kebutuhan masyarakat dalam pedidikan. hlm 98 .masyarakat yang berbeda-beda dengan satu sama lain dalam pendidikan yang sesuai dengan keahliannya dalam belajar. Sebenarnya tidak sulit untuk dipahami karena sebagian besar waktu peserta didik adalah justru berada di dalam ruang lingkup yang sifatnya informal. non formal. Selanjutnya ada juga pendidikan informal sebagai suatu fase pendidikan yang berada disamping dan di dalam pendidikan. Pengaruh Pendidikan Formal. Akan tetapi ketiga system pendidikan tersebut ( formal. yang pada umumnya diselenggarakan oleh pihak swasta. dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisah-pisahkan karena keberhasilah pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa 9 Andrienzens. bertingkat. Non Formal dan Informal Terhadap Prestasi Pendidikan. yang teratur.9 Sebagaimana diketahui bahwa sektor swasta memiliki ciri umum yaitu keharusan adanya kemampuan mandiri tanpa subsidi. Ciri umum yang khas ini menuntut adanya bahwa setiap pekerja harus memiliki keterampilan yang dipersyaratkan agar dapat menunjang kelestarian hidup dan perkembangan pekerjaan/usaha. Dari uraian tersebut semakin terlihat betapa eratnya kerja sama antara pendidikan formal dan pendidikan non formal.

Pendidikan informal. Masa depan seseorang disiapkan oleh yang bersangkutan melalui pendidikan baik itu pendidikan formal. Dimana pendidikan formal yaitu pendidikan yang sudah diatur sedangkan pendidikan informal yaitu pendidikan yang pertama kali didapat didalam keluarga dan pendidikan non formal yaitu pendidikan yang belum ditetapkan tetapi memiliki nilai menididik. dan non formal banyak memberi pengetahuan dan keahlian dalam membantu masa depan seseorang tersebut untuk berinopasi dalam bidangnya. 28 . 3. Pengaruh Pendidikan Formal. informal.hlm. Informal dan Non Formal. sehingga dapat menimbulkan perubahan satu sama lain dalam pendidikan formal yang diambilnya sesuai dengan bidangnya atau keahliannya. dan non formal) saling menunjang kebutuhan masyarakat dalam pendidikan. yaitu : 1. Pendidikan juga memotivasi kemajuan sosial dan politik sehingga proses pendidikan hendaknya dapat menimbulkan perubahan sosial. isi. pendidikan memegang peranan penting dalam rangka menentukan perkembangan individu kearah yang dicita-citakan. Ketiga sistem pendidikan tersebut (formal. Erlangga : Bandung 2001. Pendidikan formal. tujuan. Secara kelaziman. Dalam membicarakan pendidikan ini dapat dibagi menjadi 3.sumber daya manusia sangat tergantung kepada sejauh mana ketiga sub sistem tersebut berperanan. informal. Sisitem pendidikan formal banyak memnberi pengetahuan dan keahlian sehingga pendidikan formal membantu para perserta pendidikan untuk berinopasi dalam bidangnya. 10 Arman Syah. Pendidikan non formal. metode dan alat-alatnya disusun secara sistematis. 2.10 Posisi lembaga pendidikan formal pun diantara pendidikan informal dan non formal itu sangat penting karena pendidikan non formal merupakan pendidikan sekolah yang mempunyai dasar.

163 . mengembangkan daya adaptabilitas yang besar dari diri anak didik. memelihara keinginan dan kemampuan berfikir. 11 Abu Ahmadi dkk. meningkatkan apresiasi dengan bermacam-macam mode ekspresi diri. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi c. sekolah.11 Pendidikan juga bertugas mengajarkan seseorang bagaimana cara belajar. Pendidikan Menurut GBHN. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara d. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Tenaga Kerja e. khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk mendayagunakan informasi dan simbol-simbol.. mengembangkan kepribadian atau tujuan yang lain. “Ilmu Pendidikan”(Jakarta. hlm. Namun pendidikan hendaknya berada pada keluarga. dan masyarakat oleh karena ketiga tempat tersebut merupakan dunia seseorang selama perkembangannya. yaitu: a. memberikan keterampilan pada anak didik untuk segera dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat yang berubah secara cepat. PT. mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. 2003)cek-III. Pentingnya Lembaga Pendidikan Semua manusia dilahirkan sama dan mempunyai hak yang sama. Di bawah ini dikemukakan beberapa batasan pendidikan yang berbeda.Rineka Cipta. menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak didik untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya.6. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya b. Karena sifatnya yang kompleks itu maka tidak sebuah batasan pun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. Pendidikan seperti sifat sasarannya yaitu manusia. Proses pendidikan yang dilangsungkan berguna untuk meningkatkan keterampilan. Dengan adanya pendidikan maka seseorang akan dapat memperoleh pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan secara cepat dan tepat.

pekerjaan. tetapi memiliki nilai mendidik. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai. benar.Sedangkan Tujuannya adalah memuat tentang gambaran nilai-nilai yang baik.oleh segenap kegiatan pendidikan. Posisi lembaga pendidikan formal diantara pendidikan informal dan non formal itu sangat penting karena pendidikan formal yang dikenal dengan pendidikan sekolah. Pendidikan non formal yaitu pendidikan yang belum ditetapkan. Dengan demikian betapa pentingnya pendidikan untuk menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan lebih lanjut yang dapat menuntun kearah jenjang kerja sesuai dengan bakat dan kemampuan dirinya. b. Akan tetapi. luhur. Pengertian pendidikan formal yaitu pendidikan yang ditempuh dijalur institusi yang udah ditentukan dan ditetapkan. serta diatur oleh sekelompok orang yang berwenang yang dalam hal ini pemerintah atau sebuah yayasan. pantas. C. d. bertingkat dan mengikuti syarat-syarat yang jelas. . dan indah untuk kehidupan. c. didalam kerangka penerusan kebutuhan masyarakat dalam pendidikan. Pendidikan informal yaitu pendidikan yang pertama kali didapat seseorang di keluarga. ketiga pendidikan tersebut saling menunjang dalam programnya. maupun masyarakat. bisa diatur oleh sekelompok orang atau didapatkan sendiri. yang teratur. Kesimpulan Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: a.

Erlangga : Bandung 2001. H. Soelaiman. Uhbiyati. Prof. “Ilmu Pendidikan”. Drs. Perencanaan Pendidikan Nonformal. Nur. Rineka Cipta cek-2. Andrienzens. Sudjana S. PT. Pengaruh Pendidikan Formal. 2008. Dra. Non Formal dan Informal Terhadap Prestasi Pendidikan. Pengaruh Pendidikan Formal. Jakarta 2003. Bumi Aksara. Arman Syah.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. 1982. Drs . Yudhistira : Jakarta. cetakan 3.PT. Surabaya : Usaha Nasional. Bandung : Falah Production. abu. . Jakarta 2004. Pendidikan Nonformal Wawasan Sejarah Perkembangan Filsafat Teori Pendukung Azas. Sardjan Kadir. 2004. Konsef Dasar “Pendidikan Luar Sekolah”. Informal dan Non Formal.dan. Joesoef.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->