Ironi Partai Politik Indonesia Post Orde Baru Taufik Nugroho

I Mencermati sebuah disertasi, apalagi produk dari Ohio University dibawah bimbingan Prof. William Liddle, adalah suatu kehormatan buat saya. Dilihat dari Perguruan Tinggi dan professornya , tak diragukan kualitas akademiknya. Demikian juga penulis disertasinya , seorang akademisi ilmu politik dan aktivis social UGM, sehingga cara pandangnya bukan sekedar text book oriented tetapi juga mewakili cara pandang pelaku social yang ikut serta merasakan denyutnya kehidupan dan perilaku partai politik Indonesia Post Orde Baru. Disertasi ini dimulai dari kegelisahan Mas Kuskridho yang melihat adanya sesuatun yang ganjil dalam kehidupan social politik di Indonesia post Orde Baru. Apa keganjilan tersebut ? Dia melihat pada tahun 1999 dan pemilu-pemilu selanjutnya diwarani contest yang sangat kuat di kalangan partai. Masing-masing partai mengusung ide-ide kemasyarakatan dan berkonstitusi dalam Negara Indonesia. Masing-masing partai kompetisi secara penuh menjanjikan kehidupan bermasyarakat dan bernegara lebih baik dari era sebelumnya. Partai menikmati kebebasan yang luar biasa mengekspresikan ideologinya tanpa rasa takut dan canggung. Singkat kata, ada alasan untuk optimis dalam kehidupan social politik post Orde Baru akan lebih baik. Secara singkat untuk menggambarkan rasa optimis tersebut dapat dijelaskan sbb: surutnya Orde Baru dalam panggung politik kenegaraan di Indonesia pada tahun

partai politik. (2) kekuasaan politik menyebar tak lagi tunggal ada pada tangan pemerintah. Namun dalam kenyataan. pemberantasan korupsi. badan legilstif dan yudikatif. pengembangan wirausaha. pemberdayaan masyarakat tak mampu. Partai-partai ini memakai tema-tema social. para wakil. Rakyat diarahkan untuk meningkatkan perekonomian yang praktis dan pragmatis untuk memperbaiki Bagaimana kehidupan social politik post Orde Baru ? Ada beberapa ciri yang menandai kehidupan social politik post Orde Baru. organisasi massa--. Apa yang terjadi berikutnya ? Setelah meraih suara public. sisi lain kehidupan social politik di Indonesia post Orde Baru tampak buram. (1) Pemerintah bukan pelaku tunggal perubahan social. tetapi berada di masyarakat. Mengapa ? Mas Kuskridho berhasil melihat kondisi ini dengan sangat baik. (2) Pemerintah menggunakan pendekatan rest and orde dalam menyelesaikan masalah social politik. (3) Rakyat dilarang bermain politik langsung mengendalikan jalannnya pemerintahan. (4). Menurutn dia. rakyat .1998 membawa dampak kehidupan social politik yang sangat luas. kehidupan social politik di Indonesia post Orde Baru mengandung gejala yang mengkhawatrikan yaitu: Partai-partai dengan berbagai ragam basis social dan ideology politiknya. Indonesia di bawah pemerintah Orde Baru memiliki ciri-ciri menonjol sbb: (1) Pemerintah sebagai pelaku tunggal perubahan social. Namun apa yang terjadi ? Contest partai-partai hanya terjadi pada saat meraih suara di arena public. perbaikan system ketata negaraan dll. agenda-agenda perubahan social banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga non pemerintah –LSM. yang berfikir politik hanyalah elite mereka di parlemen kualitas hidup dan kehidupan. (3) Lahirnya pluralisme partai politik dengan sagala macama basis social dan ideologinya. seharusnya melakukan contest membawa idealism bernegara dan bermasyarakat yang diambil dari kosntituent pendukungnya secara berkelanjutan diberbagai arena.contest.

Kecenderungan partai untuk secara samar-samar atau malu-malu melepas ideologi dasar bawannya demi kepentingan yang lain. sebuah partai membutuhkan dana yang amat besar. Cir-ciri politik kartel adalah partai tak lagi mengusung atau mewakili segmen masyarakat tertentu yang exclusive tetapi mengutamakan program partai yang efektif. 2009. 17). memelihara kerja sama dengan partai lain yang berbeda ideology. Gejala lain yaitu lahirnya money politics yang tak ketulungan. Sementara mobilisasi dana dari masyarakat pendukung surut. Karena untuk keberlangsungan hidupnya. Akhir cerita ini mengenaskan. keberlangsungan hidupnya sendiri untuk tetap bertahan duduk di parlemen. hlm. tetapi mengurus diri sendiri dan politik menjadi profesi dalam dirinya (Kuskridho. Akhirnya partai politik melirik Negara sebagai sumber dana yang unlimited. Tetapi Mas Kuskridho menyimpulkan sbb: Pertama. munculnya politik kartel adalah karena dorongan finansial.yang duduk diparlemen lebih banyak meninggalkan aspirasi constituent dan banyak berfikir tentang partainya . Mengapa Muncul Politik Kartel di Indonesia ? Tidak mudah menjawab pertanyaan itu. II Apa yang dimaksud dengan politik Kartel ? Politik kartel adalah politik di mana partai dan aktivitasnya tidak lagi mengusung kepentingan kontituen atau kepentingan publik. efisien dan pragmatis. Karena itu perbedaan ideology dalam system politik kartel menjadi kabur. memelihara akses sumbetr dana partai dll. Mas Kuskridho mencatat dan merangkum gejala tersebut dalam satu tema yang sangat menarik yaitu munculnya politik Kartel. Gejala berikutnya yaitu tidak adanya partai oposisi yang berfungsi sebagai control terhadap kekuasaan Dari sekian banyak gejala kehidupan social politik tersebut . karena partai . terbukti dengan adanya jual beli kursi bagi mereka yang ingin duduk di parlemen atau menjadi executive ditingkat pusat maupun daerah.

Namun secara perlahan sumber dana masyarakat menurun. Sejauh ini keterlibatan Negara dalam kegiatan perekonomian sangat besar. Karena itu partai harus mencari sumber dana lain. Selain itu. Awalnya. Mengapa ? karena di balik kekuasaan ada status. Mas Kuskridho mencatat bahwa sumber kartel lain adalah dorongan kekuasaan yakni semua partai yang ikut contest dalam pemilu berkeinginan untuk berkuasa (will to power). rapat-rapat koordinasi. III Partai-Partai Politik Menjarah Uang Negara ? Sebuah partai. Lebih jauh maka bagi sebuah partai. Mengapa ? Negara merupakan sumber dana yang unlimited. kegiatan. untuk kesekretariatan. Fakta membuktikan bahwa dana-dana Negara berputar di pemerintahan.meninggalkan konstituent dan mendekat ke Negara. Bagaimana cara partai memelihara hubungan dengan Negara ? Untuk memelihara ini maka dibuat mekanisme yang memungkinkan partai dapat mengakses keuangan Negara baik formal maupun informal. Kedua. sumber kartel lain adalah karena tidak adanya oposisi yakni tidak ada partai peserta pemilu yang bersedia menjadi penyeimbang kekuasaan yang sedang berjalan. memerlukan dana yang amat besar. sumberdana dan kekuasaan untuk mengendalikan Negara. pada hal partai harus tetap hidup. hal ini tampak nyata . Karena itu partai politik melirik ke Negara sebagai sumber alternativenya. kampanye. memelihara hubungan baik dengan Negara menjadi sangat penting karena merupakan akses sumber pendanaan. Dan yang paling potensial sebagai sumber dana adalah Negara. dll. semua kegiatan tersebut didanai dari sumbangan masyarakat dalam bentuk mobilisasi dana. untuk keberlanjutan hidupnya. gejala ini dapat dilacak pada akar tradisi politik di Indonesia.

. 2/1999. UU no. 3/1999 yakni UU Partai Politik dan Pemilu. Wallahu A’lam bissawab. Politik kartel lahir karena dorongan pragmatisme politik yakni pencarian sumber financial untuk keberlangsungan hidupnya sebuah partai. Bank Bali serta terakhir Bank Century.pada: UU No. Kesimpulan dari tulisan singkat ini adalah sbb: gejala lahirnya politik kartel merupakan kenyataan yang kita saksikan bersama-sama. IV. Demikian juga kasus DKP. Bulog Gate I dan II. Sedangkan sumber dana yang paling potensial untuk digali oleh partai adalah Negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful