ALAT UCAP

GAMBAR ELEMEN BAHASA DAN STUDI LINGUISTIKA Ayu Wahana Putri 122074019 / PA

Contoh: k.  Terjadi vokal tengah: e (pepet). Lekwida bunyi yang dihasilkan dengan mengangkat lidah ke langit-langit. kh.t. Konsonan oral yaitu udara keluar melalui rongga mulut.  Bila bundar terjadi vokal: o. v. Contoh: m. Konsonan apiko-interdental yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) dan daerah antar gigi (dens). 3. Konsonan palatal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit kertas (palatum). Contoh: c.d.Vokal : 1. 2. c. Getar atau trill yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi. Contoh: p. k. t. Konsonan bilabial yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua buah bibir. g. d. n (bahasa Indonesia).g. m. Contoh: s. e. dan ng. Contoh: m. w. Contoh: t. a. t. z. yaitu bentuk bibir pada waktu mengucapkan suatu bunyi. e. l. ny. h. e. o. Konsonan : a. n. j. dan ng. i. Posisi bibir. j. v. Tinggi rendahnya lidah. i. Konsonan tak bersuara yaitu bila pita suara tidak bergetar. Contoh: d dan n (bahasa Indonesia). Contoh: f. Frikatif adalah udara yang bila keluar dari paru-paru digesekkan akan terjadi bunyi. m. ng. ny. Konsonan nasal yaitu udara yang keluar melalui rongga hidung. Spiran yaitu udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan. yaitu bagian rongga mulut yang amat elastis. Konsonan apiko-arveorar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan lengkung kaki gigi (alveolum). . dan n (bahasa Jawa).  Terjadi vokal atas: i. dan w. n. dank h. d.  Bila lidah rata terjadi vokal pusat: e (pepet). b. d.  Terjadi vokal depan. yaitu jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum. k.  Terjadi vokal bawah: a. Contoh:b. Contoh: f.  Terjadi vokal belakang: u. dan d.a. Konsonan hambat yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi. Konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan langit-langit lembut atau velum. n. Contoh: p. e. b. b. Maju mundurnya lidah.  Bila rata akan terjadi vokal: i.dan w. n. b.o. Contoh: p. Konsonan bersuara yaitu pita suara turut bergetar. d. Konsonan labio-dental yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah. ny. f. u. dan sy. g. k. n (bahasa Jawa).

GAMBAR ELEMEN BAHASA DAN STUDI LINGUISTIKA Agitya Hanindita Sari 122074015 / PA .

dan w. i. dan d. yaitu bagian rongga mulut yang amat elastis.  Bila lidah rata terjadi vokal pusat: e (pepet).o. Konsonan labio-dental yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah.  Terjadi vokal bawah: a. Contoh: p. b. b. o. Contoh:b. Konsonan apiko-interdental yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) dan daerah antar gigi (dens). ny.a. e. 3. dank h. u. n.  Terjadi vokal depan. Tinggi rendahnya lidah. Contoh: k. j. k.  Terjadi vokal belakang: u. Konsonan palatal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit kertas (palatum). Konsonan hambat yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi. Contoh: d dan n (bahasa Indonesia). ny. Contoh: t. Contoh: p. Posisi bibir. w. f. n. Konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan langit-langit lembut atau velum. l. d. ng. Lekwida bunyi yang dihasilkan dengan mengangkat lidah ke langit-langit. Konsonan nasal yaitu udara yang keluar melalui rongga hidung. h. g. z. n (bahasa Indonesia). b. dan n (bahasa Jawa). c. g. d. . 2.  Bila bundar terjadi vokal: o. Contoh: c. j. Contoh: p. Konsonan bilabial yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua buah bibir. v. t. dan ng.Vokal : 1. yaitu jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum. Contoh: f. dan ng. t. a. n. n. Konsonan oral yaitu udara keluar melalui rongga mulut.g. v. Contoh: f. Contoh: m. Frikatif adalah udara yang bila keluar dari paru-paru digesekkan akan terjadi bunyi. Konsonan tak bersuara yaitu bila pita suara tidak bergetar. e. e. ny.d. yaitu bentuk bibir pada waktu mengucapkan suatu bunyi. d.t.  Terjadi vokal atas: i. d. Contoh: s. Contoh: m.dan w. Konsonan apiko-arveorar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan lengkung kaki gigi (alveolum). i. Konsonan : a. n (bahasa Jawa).  Terjadi vokal tengah: e (pepet). b. dan sy. m. Maju mundurnya lidah. Spiran yaitu udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan. kh. Getar atau trill yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi. k. Konsonan bersuara yaitu pita suara turut bergetar. k. e. m.  Bila rata akan terjadi vokal: i.

GAMBAR ELEMEN BAHASA DAN STUDI LINGUISTIKA Arya Dhana Iswara 122074038 / PA .

Konsonan : a. yaitu jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum. b. yaitu bentuk bibir pada waktu mengucapkan suatu bunyi. b. kh. h. Contoh: f.a. d. Konsonan apiko-interdental yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) dan daerah antar gigi (dens). Contoh: m. . n (bahasa Indonesia). t. n.  Bila rata akan terjadi vokal: i. yaitu bagian rongga mulut yang amat elastis. Maju mundurnya lidah. Contoh: p.  Bila lidah rata terjadi vokal pusat: e (pepet). a. d.  Terjadi vokal depan. e. Contoh: t. Konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan langit-langit lembut atau velum. j.  Terjadi vokal atas: i. Contoh: p. ny. Konsonan bilabial yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua buah bibir. Contoh: s. ny. b. Getar atau trill yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi. Contoh: d dan n (bahasa Indonesia).  Bila bundar terjadi vokal: o.g. Contoh:b. k. Spiran yaitu udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan. dank h. v. Contoh: c. g. Konsonan bersuara yaitu pita suara turut bergetar. d.d.t. Contoh: f. dan ng. Contoh: p. n (bahasa Jawa). z. Frikatif adalah udara yang bila keluar dari paru-paru digesekkan akan terjadi bunyi. Contoh: k. ng. b. 3. g. dan d. e. e. k.  Terjadi vokal belakang: u. 2.  Terjadi vokal bawah: a. l. Lekwida bunyi yang dihasilkan dengan mengangkat lidah ke langitlangit. t. j. Konsonan labio-dental yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah. k. m. n. Konsonan hambat yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi. u. d. v. Konsonan tak bersuara yaitu bila pita suara tidak bergetar. f. dan w.  Terjadi vokal tengah: e (pepet). Konsonan palatal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit kertas (palatum). Posisi bibir. Tinggi rendahnya lidah. w. i. e. dan sy. i.Vokal : 1. dan n (bahasa Jawa). m. n. c. Konsonan oral yaitu udara keluar melalui rongga mulut.o. Konsonan apiko-arveorar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan lengkung kaki gigi (alveolum).dan w.

dan ng. Konsonan nasal yaitu udara yang keluar melalui rongga hidung. Contoh: m. GAMBAR ELEMEN BAHASA DAN STUDI LINGUISTIKA Wisnu Adhika Tyas 122074023 / PA .o. ny. n.

dank h. d. dan n (bahasa Jawa). k.  Bila bundar terjadi vokal: o. t. Konsonan oral yaitu udara keluar melalui rongga mulut. Posisi bibir. f. ny. j. Maju mundurnya lidah. Konsonan hambat yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi. n. h. Contoh: p. dan w. k. b. dan ng. Contoh: f. Konsonan nasal yaitu udara yang keluar melalui rongga hidung. Contoh: f. o. b. Konsonan bilabial yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua buah bibir. d. ny.d. b. Tinggi rendahnya lidah. Spiran yaitu udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan. Contoh: t. Contoh: k. a.  Terjadi vokal depan. dan ng. b. v. i. d. dan d. c.  Terjadi vokal atas: i.  Bila lidah rata terjadi vokal pusat: e (pepet). Contoh: m. Frikatif adalah udara yang bila keluar dari paru-paru digesekkan akan terjadi bunyi.  Terjadi vokal belakang: u. Konsonan palatal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit kertas (palatum). Contoh: m. e.  Terjadi vokal bawah: a. Konsonan : a. yaitu bagian rongga mulut yang amat elastis. Konsonan tak bersuara yaitu bila pita suara tidak bergetar. t.  Bila rata akan terjadi vokal: i.g. m. kh.dan w. e. Contoh: p. u. ng. k. n. Contoh: c. d. . v. 2.Vokal : 1. n (bahasa Jawa). dan sy. Contoh:b. yaitu jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum. z. g. j. w. 3.  Terjadi vokal tengah: e (pepet). e. Konsonan labio-dental yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah. n. l. Konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan langit-langit lembut atau velum. ny. Contoh: p. yaitu bentuk bibir pada waktu mengucapkan suatu bunyi. Contoh: d dan n (bahasa Indonesia). i. n. Lekwida bunyi yang dihasilkan dengan mengangkat lidah ke langit-langit. Konsonan bersuara yaitu pita suara turut bergetar.o. m. g.t. Konsonan apiko-interdental yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) dan daerah antar gigi (dens).a. Getar atau trill yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi. n (bahasa Indonesia). Contoh: s. Konsonan apiko-arveorar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan lengkung kaki gigi (alveolum). e.

GAMBAR ELEMEN BAHASA DAN STUDI LINGUISTIKA Indira Tiardana Kusuma 122074208 / PA .

n. k. d. u. Contoh: k. dan d. l. . ny. b.t. Posisi bibir. ny. b. ny. g. Konsonan hambat yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi.  Terjadi vokal depan. Contoh:b. dan w. a. Spiran yaitu udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan. n. Contoh: f. c. Tinggi rendahnya lidah. dan ng. n (bahasa Jawa). Frikatif adalah udara yang bila keluar dari paru-paru digesekkan akan terjadi bunyi. j. m. dan n (bahasa Jawa). yaitu jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum. Contoh: c. yaitu bentuk bibir pada waktu mengucapkan suatu bunyi. Konsonan apiko-arveorar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan lengkung kaki gigi (alveolum). j. Konsonan palatal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit kertas (palatum). Konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan langit-langit lembut atau velum.  Terjadi vokal atas: i. Contoh: p. dank h. d. t. e. Contoh: f. yaitu bagian rongga mulut yang amat elastis.a. Konsonan apiko-interdental yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) dan daerah antar gigi (dens). kh. e. Konsonan oral yaitu udara keluar melalui rongga mulut. f. 3. n. w. Contoh: p.Vokal : 1.  Bila rata akan terjadi vokal: i. Maju mundurnya lidah.g. Contoh: m. b. Contoh: s. n. v. o. Konsonan bilabial yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua buah bibir. g. Contoh: m. m. 2. Contoh: t. i. Getar atau trill yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi. d. Contoh: d dan n (bahasa Indonesia).  Bila lidah rata terjadi vokal pusat: e (pepet). n (bahasa Indonesia).  Terjadi vokal belakang: u. t.dan w. z. e. k. k. dan ng. d. b. Lekwida bunyi yang dihasilkan dengan mengangkat lidah ke langit-langit.  Terjadi vokal bawah: a. Konsonan labio-dental yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah.  Terjadi vokal tengah: e (pepet). ng. Contoh: p.  Bila bundar terjadi vokal: o. v. Konsonan tak bersuara yaitu bila pita suara tidak bergetar. Konsonan bersuara yaitu pita suara turut bergetar. h. Konsonan : a. dan sy. e. Konsonan nasal yaitu udara yang keluar melalui rongga hidung. i.o.d.

Ivan Rifai Fandy 122074033 / PA .GAMBAR ELEMEN BAHASA DAN STUDI LINGUISTIKA Ach.

i. b.d. Konsonan tak bersuara yaitu bila pita suara tidak bergetar. d. Contoh: s. d. yaitu bentuk bibir pada waktu mengucapkan suatu bunyi.  Bila lidah rata terjadi vokal pusat: e (pepet). a.  Terjadi vokal tengah: e (pepet). Konsonan bilabial yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua buah bibir. Posisi bibir. dan d. dan n (bahasa Jawa). n. e.Vokal : 1. b. e. j. Spiran yaitu udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan. b.o. kh.a.  Terjadi vokal depan. Lekwida bunyi yang dihasilkan dengan mengangkat lidah ke langit-langit.g. g. Contoh: p.  Terjadi vokal atas: i. i. k. Contoh:b. dan ng. Konsonan bersuara yaitu pita suara turut bergetar. 2. Konsonan nasal yaitu udara yang keluar melalui rongga hidung. Konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan langit-langit lembut atau velum. ny. Tinggi rendahnya lidah. yaitu bagian rongga mulut yang amat elastis. l. Contoh: d dan n (bahasa Indonesia).  Bila bundar terjadi vokal: o. Frikatif adalah udara yang bila keluar dari paru-paru digesekkan akan terjadi bunyi. Konsonan palatal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit kertas (palatum). n. Konsonan labio-dental yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah. n (bahasa Jawa). z. Getar atau trill yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi. Konsonan apiko-interdental yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) dan daerah antar gigi (dens). Konsonan hambat yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi. t. n. Contoh: f. u. dank h. ny. Konsonan : a. h. d. Contoh: c. t. n (bahasa Indonesia). d. g. c. w.  Bila rata akan terjadi vokal: i. dan ng. dan w. Contoh: m. Konsonan oral yaitu udara keluar melalui rongga mulut. Konsonan apiko-arveorar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan lengkung kaki gigi (alveolum). e. dan sy. Contoh: m. f. Contoh: p. Contoh: k.t. j. m. v. yaitu jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum. Contoh: t. ng.dan w. k. v. n. ny.  Terjadi vokal bawah: a. k. e. b. . o. Contoh: f. m.  Terjadi vokal belakang: u. Contoh: p. Maju mundurnya lidah. 3.

GAMBAR ELEMEN BAHASA DAN STUDI LINGUISTIKA Sony Ady Prastyo 122074212 / PA .

yaitu jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum. n (bahasa Indonesia). h. b.  Terjadi vokal atas: i. dan ng. f. Contoh: m. d. n. i. d. Konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan langit-langit lembut atau velum. Contoh: d dan n (bahasa Indonesia). dan sy. dan d.  Bila bundar terjadi vokal: o. Konsonan labio-dental yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah. Contoh: f. ny. Konsonan oral yaitu udara keluar melalui rongga mulut. ng. Maju mundurnya lidah. k. a. Contoh: f.  Terjadi vokal tengah: e (pepet). Contoh:b. g.dan w. Konsonan nasal yaitu udara yang keluar melalui rongga hidung. ny. kh. dan ng. v. 3. t. z. b. b. e. k. n. e. Contoh: p. t. m. Lekwida bunyi yang dihasilkan dengan mengangkat lidah ke langit-langit. Konsonan bilabial yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua buah bibir. u. Contoh: p. i. Contoh: s.  Bila rata akan terjadi vokal: i. yaitu bentuk bibir pada waktu mengucapkan suatu bunyi.g. ny. m. 2.  Terjadi vokal belakang: u. c. n. Konsonan hambat yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi.d. d. l. n. Konsonan palatal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit kertas (palatum).Vokal : 1. Contoh: k. j.  Bila lidah rata terjadi vokal pusat: e (pepet). e. Contoh: p. o. dan n (bahasa Jawa). Posisi bibir. dank h. k. Konsonan apiko-arveorar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan lengkung kaki gigi (alveolum). Contoh: m. . Tinggi rendahnya lidah. Konsonan : a. e. Konsonan apiko-interdental yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) dan daerah antar gigi (dens). Frikatif adalah udara yang bila keluar dari paru-paru digesekkan akan terjadi bunyi. dan w.o. Contoh: t. Getar atau trill yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi. g.a. yaitu bagian rongga mulut yang amat elastis.  Terjadi vokal depan. Contoh: c. n (bahasa Jawa). w. Konsonan bersuara yaitu pita suara turut bergetar. j. Spiran yaitu udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan. v. Konsonan tak bersuara yaitu bila pita suara tidak bergetar.t. d. b.  Terjadi vokal bawah: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful