P. 1
Penelitian Home Visit

Penelitian Home Visit

|Views: 210|Likes:
Published by Maskuri Nurul Aini

More info:

Published by: Maskuri Nurul Aini on Jun 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2015

pdf

text

original

FORMULIR PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG

NAMA NIM PROGDI

: ALI KHOIRON : 086012086 : Pendidikan Agama Islam

USULAN JUDUL SKRIPSI EFEKTIVITAS HOME VISITE TERHADAP KEBERHASILAN SISWA/I BERMASALAH DI MTS DARUL HASANAH SEMARANG TAHUN 2008 – 2009 ALASAN PEMILIHAN JUDUL Untuk mengetahui sampai sejauh manakah efektivitas peranan kunjungan guru (home visite) bagi para peserta didik yang bermasalah dalam pembelajaran di sekolah, sehingga home visite bisa dijadikan sebagai salah satu metode pembelajaran bagi siswa bermasalah atau sebagai problem solving (pemecahan masalah) bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar yang disebabkan oleh banyak factor. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah yang dimaksud dengan home visite ? 2. Kapan home visite dilakukan ? 3. Sejauhmanakah efektivitas home visite bagi anak bermasalah ? 4. mampukah home visite memecahkan permasalahan bagi anak-anak yang bermasalah dalam kegiatan pembelajaran di sekolah ? USULAN CALON PEMBIMBING 1. Bpk. Nur Cholid M. Ag 2. Bpk. Taslim Sahlan S. Ag 3. Bpk Asro'I Thohir M. Pd

RANCANGAN SISTEMATIKA PEMBAHASAN SKRIPSI BAB I : PENDAHULUAN Setiap guru dan orangtua tentu menginginkan pesrta didiknya/anaknya berhasil dalam belajar, sehingga hal itu akan memudahkan bagi sekolah untuk menjalankan program pembelajaran selanjutnya. Tidak hanya itu pepmbelajaran juga akan berjalan normal, karena siswanya tidak ada yang bermasalah dalam menyerap pelajaran yang disajikan. Akan tetapi pada kenyataannya tidak semua siswa mampu menyerap pelajaran degan baik. Hal ini karena pada siswa tersebut mengalami berbagai masalah, sehingga mereka tidak mampu menyerap pembelajaran disekolah dengan baik. Masalah tersebut bersifat komplek dan ada saling keterkaitan antara satu dengan lainnya. Diantara masalah yang dialami siswa antara lain : 1. ketidak harmonisan keluarga (broken home) 2. Kemiskinan 3. Rendahnya pendidikan orangtua 4. Lingkungan yang tidak mendukung BAB II : LANDASAN TEORI EFEKTIVITAS HOME VISITE TERHADAP KEBERHASILAN SISWA/I BERMASALAH DI MTS DARUL HASANAH SEMARANG TAHUN 2008 – 2009 BAB III : LAPORAN PENELITIAN TENTANG EFEKTIVITAS HOME VISITE TERHADAP KEBERHASILAN SISWA/I BERMASALAH DI MTS DARUL HASANAH SEMARANG TAHUN 2008 – 2009 BAB IV : ANALISIS EFEKTIVITAS HOME VISITE TERHADAP KEBERHASILAN SISWA/I BERMASALAH DI MTS DARUL HASANAH SEMARANG TAHUN 2008 – 2009 BAB V : PENUTUP

Semarang, 21 juni 2009 Mengetahui, Hormat Saya

Biro Skripsi

ALI KHOIRON

sehingga mereka tidak peduli dengan perkembangan dan prestasi putra-putrinya. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka. karena mereka tidak ingin meninggalkan anak-anaknya lemah menghadapi masa depan. Karena itu. Sebagaimana hal itu ditegaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ : 9 “ Dan hendaklah takut kepada Alloh orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-akak yang lemah. Diponegoro 2000 . tetapi banyak pula orangtua yang bersikap acuh tak acuh terhadap pendidikan anakanaknya dengan berbagai macam alasan. Banyak diantara orangtua yang menambah porsi belajar anaknya dengan mendatangkan guru privat atau dimasukkan ke lembaga bimbingan belajar atau bahkan mereka sendiri yang menjadi guru bagi putra-putrinya di rumah. Latar Belakang Masalah Setiap orangtua tentu menginginkan agar pendidikan putra-putrinya berhasil. sehingga apapun caranya dan berapapun biayanya mereka siap mengeluarkan demi keberhasilan pendidikan putra-putrinya. hendaklah mereka bertakwa kepada Alloh dan mengucapkan perkataan yang benar “ 1. Orangtua semacam ini tidak menyadari bahwa keluarga adalah merupakan lingkungan pendidikan yang pertama bagi putra-putrinya. Hal ini mereka tempuh. 1 Al-Qur’anul Karim dan Terjemahnya. Baginya berhasil dan tidaknya putra-putri mereka diserahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan tempat anak-anaknya belajar. Bandung : CV. sehingga mereka tidak memahami tentang fungsi dan kedudukannya didalam keluarga. Lingkungan keluarga yang harmonis memungkinkan anak akan berkembang dan tumbuh secara dinamis.PROPOSAL PENELITIAN Nama NIM Fak/Progdi Judul : : ALI KHOIRON 076050489 : Agama Islam/S 1 PGMI : EFEKTIVITAS HOME VISITE TERHADAP KEBERHASILAN SISWA/I BERMASALAH DI MTS DARUL HASANAH SEMARANG TAHUN 2008 – 2009 A.

4. tidak bahagia.com/?p=30. “ Seorang anak akan terdorong mempelajari dan mendalami pelajaran dan berperilaku baik tidak terjadi dengan sendirinya. serta tidak kuat terhadap nilai-nilai baru yang rusak ". Jakarta : Gema Insani Press 2001 Sofyan S Willes. Diantara hal-hal yang mnyebabkan anak mengalami masalah belajar adalah sebagai berikut : 1. Hal ini dikarenakan orangtua sibuk dengan permasalahan masing-masing sehingga putra-putrinya sulit untuk bercermin kepada orangtuanya. Drs. tentunya harus ada yang mengawalinya atau memberi teladan “ 2 Bahkan tidak jarang dari keluarga yang broken home ini putra-putrinya mengalami masalah kenakalan anak.pustaka-lebah. karena memang tidak ada keteladanan dari keduanya. Problema Remaja dan Pemecahannya. Menurut Sofyan S Willias dalam Problema Remaja dan Pemecahannya mengatakan : “ Bahwa keluarga merupakan sumber pertama atau lingkungan yang utama penyebab kenakalan anak “ 3 Menurut Yadi Purwanto dalam Pengaruh Lingkungan terhadap Pendidikan Anak mengatakan : " Sebagaian ahli menyebutnya bahwa Pengaruh keluarga amat besar dalam pembentukan pondasi kepribadian anak. tidak solid antara nilai dan praktek. Hal ini sangat dimungkinkan. 2. 7 Oktober 2009 4 . Bandung : Angkasa 1993 h. Ketidak harmonisan hubungan antara suami istri bisa menjadikan anak mengalami masalah dalam belajarnya. ketidak harmonisan antara suami istri Kemiskinan Rendahnya pendidikan orangtua Lingkungan yang tidak mendukung Dari ke 4 faktor diatas dapat diuraikan sebagai berikut : 1.4 Dari sinilah bisa ditarik benang merah bahwa keberhasilan pendidikan seorang peserta didik tidak hanya ditentukan oleh faktor lingkungan pendidikan yang 2 3 Efendy Zarkasy. Keluarga yang gagal membentuk kepribadian anak biasanya adalah keluarga yang penuh konflik. karena ayah atau ibunya tidak lagi mampu focus dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya.Sedangkan keluarga yang mengalami masalah (Broken Home) sangat sulit untuk mengembangkan potensi putra putrinya. KH. Moral Anak. akibatnya anak menjadi korban. 3. 58 http://parenting.

Sekjen PA.bappenas.id/upload/other/Pendidikan%20dan%20Kemiskinan%20Kita. karena mereka juga memerlukan uang saku. kemiskinan kita akibat ketamakan para elite politik yang tidak malu-malu menyalahgunakan wewenang.7 juta anak usia sekolah yang DO (Drop Out). Kasus DO paling menonjol terjadi ditingkat SMP yang mencapai 48 % dari total 11.7 juta. 2. penarikan diluar biaya sekolah seperti LKS. Hal ini bias terjadi karena ketika anak mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan pembelajaran di sekolah ia tidak menemukan orang yang bias membantu memecahkan masalahnya. Harian Republika Edisi 2008 http://els.5 " Rendahnya mutu pendidikan kita adalah salah satu efek kemiskinan struktural. akhirnya ia menjadi putus asa. Rendahnya pendidikan orangtua Rendahnya pendidikan orangtua disinyalir juga menjadi penyebab terjadinya anak bermasalah dalam pembelajaran di sekolah. Demikian menurut Frietz Tambunan dalam Pendidikan dan Kemiskinan 3. kegiatan ekstra lainnya yang tidak bisa dibebankan kepada Bantuan Oprasional Sekolah (BOS). akan tetapi hal itu belum mampu menjawab kebutuhan dasar siswa miskin.htm diposting tanggal 7 oktober 2009 6 . tetapi pengaruh keluarga juga mempunyai peranan yang amat signifikan bagi keberhasilan pendidikan. ada 11. Kita miskin karena dirongrong praktik KKN yang menggurita sehingga tidak punya cukup duit untuk mencerdaskan putra-putri kita lewat pendidikan bermutu "6.memadai dengan sarana dan prasarana yang serba ada. Sebagaimana pernah diungkapkan dalam Tajuk Rencana Kompas (13/7/2004). Menurut hasil survey Komnas PA (Perlindungan Anak) di 33 Propinsi pada tahun 2007. sehingga tugas-tugas 5 Aris Merdeka Sirait. Kemiskinan Kemiskinan juga menjadi salah satu penyebab anak mengalami permasalahan dalam belajarnya. Hal ini karena anak mengalami rasa kurang percaya diri terhadap lingkungan sekitarnya khususnya lingkungan sekolah.go. walaupun saat ini pemerintah telah membebabaskan biaya pendidikan dasar 9 tahun. Faktor inilah mungkin yang menyebabkan tingginya angka DO ditingkat SMP.

Lingkungan buruk yang sering terjadi di sekitar anak. Namun sebaiknya para orang tua perlu mengantisipasi beberapa indikasi negatif berikut ini: (1) Apabila acara TV telah menyedot perhatian anak pada jam-jam efektif belajar. Karena seorang peserta didik tidak selamanya berada dalam lingkungan sekolah atau lingkungan keluarga. perkataan jorok dan kasar. Namun sebaliknya apabila ternyata lingkungan masyarakatnya adalah orang-orang yang mengalmami permasalahan di sekolah atau keluarga. Lingkungan yang tidak mendukung Bagaimnanapun bagusnya pendidikan di sekolah dan keadaan keluarga yang harmonis masih belum cukup untuk menunjang proses pembelajaran yang baik bagi seorang siswa kalau hal itu tidak dibarengi dengan lingkungan yang kondusif pula. Mereka butuh berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. seperti: jalanjalan ke mall. meskipun pergeseran-pergeserannya ke arah rapuh semakin kuat. " Secara umum masyarakat Jawa hidup dalam norma masyarakat yang relatif masih baik. Sehingga kemudian ia mengalami masalah disekolah. (2) Anak mulai menyukai kegiatan luar rumah pada jam-jam belajar di rumah dan mengalih-kan pada kegiatan non-belajar. Mereka menjadi sasaran produser film dan iklan-iklan consumer good. judi yang di”terima”.di sekolah tidak dikerjakan. “yangyangan” remaja yang dianggap lumrah. 4. Kalau lingkungan sekitarnya adalah mereka orang-orang yang tidak mengalami permasalahan di sekolah atau keluarga. dan dunia hiburan yang tidak mendidik. Berdasarkan survey bahwa anak-anak usia sekolah dasar perkotaan menghabiskan waktunya 43% untuk menonton acara TV pada jam-jam belajar. play station. maka hampir bisa dipastikan seorang anak akan terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Berdasarkan . maka seorang anak akan makin baik dalam proses pendidikannya baik ketika di sekolah maupun dil lingkungan keluarga dan masyarakat. misalnya: kelompok pengangguran. Indikasi pengaruh negatif Sulit untuk dipisahkan apakah karena kondisi keluarga atau lingkungan sebaya dan pergaulan. dan tempat nongkrong lain.

Apabila ternyata permasalahan diatas muncul dan berpengaruh terhadap proses Kegiatan belajar siswa maka harus ditemukan solusi yang tepat agar siswa bersangkutan tidak sampai keluar dari bangku sekolah (DO). Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam 1999/2000 .pustaka-lebah. dan jalan-jalan). Selain itu HV juga mempunyai manfaat ganda yaitu pertama untuk memperoleh berbagai keterangan (data) yang diperlukan dalam pemahaman lingkungan dan permasalahan siswa dan kedua untuk pembahasan dan pemecahan permasalahan siswa9. (3) Anak-anak merasa kesulitan menghafal atau mengerjakan PR secara terus menerus tetapi merasa ketagihan untuk melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pencerdasan diri. 2004) menurunnya minat intelektual disertai tidak berminatnya pada kegiatan lain yang mencerdaskan anak bukti berhasilnya sistem hiburan secara massal terhadap anak-anak Indonesia dan dunia belajar anak yang gagal.penelitian Deteksi Jawapos (Maret 2005) bahwa anak-anak SD sekarang ini mengalami penurunan greget belajar karena memperoleh alternatif mengalihkan perhatian pada (acara TV. Berdasarkan pengamatan Prof. Kusdwiratri (Desember. Diantara solusi yang bisa diberikan kepada siswa adalah dengan cara mengunjungi siswa bersangkutan dirumahnya atau yang lebih dikenal dengan istilah Home Visit (HV).com/?p=30 http://xpresiriau.com/teroka/artikel-tulisan-pendidikan/mengapa-perlu-home-visit/ tanggal 30 Agustus 2009 9 Kurikulum Pendidikan Dasar Berciri Khas Agama Islam " Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling " Departemen Agama RI. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “EFEKTIVITAS HOME VISITE 7 8 http://parenting. hiburan luar ruang. Perlu diwaspadai jangan sampai pengaruhnya berlangsung permanent 7. karena HV adalah nerupakan bagian dari upaya mengatasi permasalahan sekolah " “Home visit merupakan salah satu alternatif memecahkan kesulitan belajar siswa dan merupakan tindakan preventif mengurangi “drop out” (DO) dan kenakalan siswa "8 . Dari permasalahan diatas dan juga berdasar temuan-temuan dilapangan.

3. Siswa Siswa adalah orang yang ingin mendapatkan pengetahuan sebagai bekal kehidupannya kelak 14. sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah pekerjaan tepat pada waktunya. maka penulis perlu menjelaskan arti dan penegasan beberapa istilah yang terdapat dalam proposal penelitian ini. 5.TERHADAP KEBERHASILAN SISWA/I BERMASALAH DI MTS DARUL HASANAH SEMARANG TAHUN 2008 – 2009 B. Keberhasilan Keberhasilan adalah buah dari suatu usaha yang dilakukan dengan kesungguhan dan didasari dengan sikap ilmiah13 4. Bermasalah 10 11 Sondang P Siagian 2001 : 24 Abdur Rahmat 2003 : 92 12 Anthony Dearden & Bedford alih bahasa Agus Maulana ( 1994 : 203 ) 13 14 . 12 2. Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya. Penegasan Istilah Untuk menghindari kerancuan dan salah penafsiran dalam memahami judul diatas dan agar penulis berada pada jalur yang semestinya. sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankannya 10 . Home Visit Keluarga adalah sekelompok orang yang tinggal dalam satu rumah dan mempunyai hubungan kekerabatan. 11 Efektivitas adalah hubungan antara keluaran (output) suatu pusat pertangungjawaban dengan sasaran yang harus dicapainya. 1. Efektifitas Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya.

Bagi Penulis Penelitian ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan . Tujuan dan Manfaat Penelitian Adapun tujuan dan manfaat penelitian adalah : 1. Sebagai gambaran bagi guru khususnya guru BK (Bimbingan dan Konseling) tentang pentingnya memperhatikan terhadap siswa-siswi bermasalah. Sejauhmanakah efektivitas home visit bagi siswa bermasalah di MTs Darul Hasanah Tahun Pelajaran 2008-2009 ? D. 4. Dalam bentuk apakah bimbingan yang diberikan kepada siswa/I bermasalah di MTs Darul Hasanah Tahun Pelajaran 2008-2009 ? 6. Sebagai acuan bagi peningkatan hubungan antara pihak sekolah dengan orangtua siswa 3. Permasalahan Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui perkembangan kemajuan pendidikan di MTs Darul Hasanah tahun 2008-2009 2. Bagaimanakah usaha yang ditempuh oleh MTs Darul Hasanah dalam mengatasi kendala yang dialami oleh siswa bermasalah ? 4. Apakah ada usaha untuk melakukan bimbingan dan konseling bagi siswa/I bermasalah ? 5. Adakah kendala yang dialami oleh siswa MTs Darul Hasanah dalam mencapai keberhasilan pendidikan ? 3. Untuk mengetahui efektivitas home visit terhadap keberhasilan siswa bermasalah di MTs Darul Hasanah tahun pelajaran 2008-2009 Sedangkan manfaat penelitian adalah sebagai berikut : 1. Sejauh manakah keberhasilan pendidikan di MTs Darul hasanah tahun pelajaran 2008-2009 ? 2. Adakah pernah mengadakan kunjungan rumah (Home Visit) bagi siswa/i-nya ? 7.C. 5. Untuk mengetahui keberhasilan siswa yang bermasalah yang mendapatkan bimbingan berupa home visit.

Methode Penelitian 15 Sutrisno Hadi.wawasan tentang betapa eratnya hubungan keberhasilan siswa dengan faktor perhatian keluarga. Statistik II. Bagi Keluarga Tidak mudah mengabaikan pendidikan putra-putrinya. Oleh karenanya untuk mendapatkan validitas yang diinginkan peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut “ Bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan bagi keberhasilan atau kegagalan peserta didik pengaruh keluarga di SD Islam Darul Falah Genuk Semarang Tahun Pelajaran 20082009 “ Dengan demikian dapat diambil suatu simpulan bahwa keluarga mempunyai pengaruh yang amat besar bagi keberhasilan atau kegagalan peserta didik di SD Islam Darul Falah Genuk Semarang. Hipotesis “Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya” 15. sehingga tidak menimbulkan mis komunikasi dan interpretasi 3. Sedangkan keluarga yang mengabaikan pola belajar putra-putrinya kebanyakan akan menuai kegagalan pendidikan bagi putra-putrinya. Artinya bahwa hipotesis adalah masih bersifat dugaan-dugaan sementara yang kebenarannya harus dibuktikan secara ilmiah dengan pengumpulan data yang valid. Bagi SD Islam Darul Falah Semakin memperhatikan dan mengintensifkan komunikasi dua arah yaitu antara pihak sekolah dan pihak orangtua. h. Yogyakarta : YP UGM. sehingga bagi orangtua tidak mudah mengabaikan perhatian pendidikan bagi putra-putrinya 2. sehingga dalam kondisi sesibuk apapun. Keluarga yang memperhatikan terhadap pola belajar putra-putrinya akan memengaruhi keberhasilan pendidikan putra-putrinya. 1975. maka akan semakin sedikit siswa yang gagal pendidikannya di SD Islam Darul Falah Genuk Semarang “ F. E. Dengan demikian dapat diambil suatu kesimpulan bahwa “ Semakin tinggi perhatian sebuah keluarga terhadap pola belajar putra-putrinya. orangtua selalu berusaha untuk memperhatikan kemajuan pendidikan putra-putrinya. 257 .

maka dapat diambil antara 10-15% atau antara 20-25% atau lebih besar “ 17 Dengan demikian penelitian ini menggunakan teknik random sampling atau mengambil subyek penelitian dengan cara mengundi atau melotre masing-masing kelas dengan prosentase yang sama. Op. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Variabel Penelitian (Variabel dan Indikator) “Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi obyek pengamatan . Adapun yang menjadi variabel bebas(independen) dalam penelitian ini adalah “ Efektivitas Home Visit “ dengan indikator sebagai berikut : Tipe Bimbingan dan Konseling (terjalin komunikasi antara guru BK dan siswa bermasalah dan Pengambilan yang hanya 15% dari keseluruhan populasi. maka penelitia hanya mengambil sampel secara acak atau hanya sebagian dari populasi untuk dijadikan sebagai subyek penelitian yaitu hanya mengambil 15% dari keseluruhan populasi yang ada. 2. 1998. Dalam penelitian ini peneliti membagi dalam dua variabel.yaitu 85 siswa. yaitu : 16 Suharsimi arikunto. dimana dikatakan bahwa “ … Selanjutnya jika subyeknya besar atau lebih dari seratus orang. h. Populasi dan Sampel “ Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian “. h. Jakarta : Rineka Cipta 1990. Sedangkan yang dimaksud dengan sampel adalah sejumlah kecil individu-individu yang diambil dari keseluruhan individu serupa yang ada dan mungkin pernah ada “ 16 Adapun jumlah populasi dalam peneletian ini adalah keseluruhan siswa MTs Darul Hasanah Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2008-2009 yang berjumlah 234 siswa.1. 107 18 Sumadi suryabrata. Mengingat jumlah ppopulasinya yang amat besar. Metodologi Penelitian. sehingga sampel dalam penelitian ini adalah sekitar 85 siswa dari jumlah keseluruhan populasi yang 340 orang. Cit. Jakarta : Raja Grafindo. h. 72 . 102 17 Suharsimi arikunto. penelitian atau faktor-faktor yang berperan dalam penelitian atau gejala yang akan diteliti” 18. karena berpedoman pada kelaziman sebuah penelitian.

h.a. dengan cara memberikan daftar angket untuk dijawab oleh sejumlah siswa SDI. b. Methode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang keadaan umum keberhasilan dalam proses pembelajaran siswa SD Islam Darul Falah Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2008-2009. 171 . Angket Methode angket adalah “ Sejumlah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan didaftar sebagai responden “ 20. h. semarang : PT Pustaka Pelajar. Didalammelaksanakan methode 19 20 Nana sujana. Methode ini digunakan untuk mengetahui Pengaruh keluarga terhadap keberhasilan atau kegagalan siswa SD Islam Darul Falah Genuk Semarang. c. Methode-methode tersebut antara lain sebagai berikut : a. Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang mempunyai arti” barang-barang tertulis. Observasi Methode obseri adalah “pengamatan dan pencatatan secara sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki” 19. Methode Pengumpulan Data Adapun methode yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini adalah methode field research untuk mendukung kelancaran penelitian ini. Variabel Bebas ( Independen ) 1) memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan putraputrinya) 2) Tipe keluarga yang broken home ( tidak ada komunikasi antar anggota keluarga dan bersikap acuh tak acuh terhadap pendidikan putra-putrinya ) b. Psikologi Pendidikan. Bandung : Sinar Baru 1991. 136 Mustaqim. Media Pengajaran. Variabel Terikat ( Dependen ) Adapun yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah “Keberhasilan Siswa” dengan indikator sebagai berikut : 1) Banyaknya siswa yang berhasil dalam pembelajarannya 2) Banyaknya siswa yang naik kelas 3) Berkurangnya siswa yang tinggal kelas 3.

maka diberi skor nilai 2 Bila responden memilih jawaban d. Methode ini digunakan untuk memperoleh data yang bersifat dokumenter. 131 Sutrisno Hadi . Statistik I. yaitu peta. untuk selanjutnya dimasukkan kedalam tabel distribusi frekwensi secara sederhana untuk setiap variabel yang terdapat dalam enelitian. data-data tentang jumlah penduduk. Methode Analisis Data Setelah data-data didapat dan dikumpulkan selanjutnya data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan data analisis statistik.( ∑Y) N ∑Y2 (∑Y)2 N V ∑x2 (∑X)2 N “22” Keterangan : rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y 21 22 Suharsimi Arikunto. dokumen. 1989. maka diberi skor nilai 4 Bila responden memilih jawaban b. peraturan-peraturan. 218 . majalah. Op. Sedangkan angket pada setiap item akan diberi penskoran dengan standar skala 4 Bila responden memilih jawaban a. jumlah dan data tentang struktur organisasi SD Islam Darul Falah Genuk Semarang Tahun Pelajaran 2008-2009. foto. h. 4. notulen rapat. Yogyakarta : YP UGM. Analisa Pendahuluan Pada tahapan ini data yang sudah terkumpul dikelompokkan. Analisis Uji Hipotesis Dalam melakukan analisis uji hipotesis peneliti menggunakan rumus statistik korelasi product moment sebagai berikut : ∑xy – rxy = (∑X). maka diberi skor nilai 1 b.dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku. h. Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut : a. maka diberi skor nilai 3 Bila responden memilih jawaban c. catatan harian dan sebagainya” 21. Cit.

halaman pengesahan. halaman nota pembimbing. halaman persembahan. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penulisan skripsi ini peneliti menyusun menjadi tiga bagian. daftar isi. Bab I : Bab Isi PENDAHULUAN Bab ini meliputi : Alasan Pemilihan Judul. Setelah diketahui hasilnya.X Y N : Variabel bebas (Kepemimpinan Guru) : Variabel terikat (Penurunan tingkat Kenakalan Siswa) XY : Perkalian antara variabel X dan Y ∑ : Sigma : Jumlah populasi atau jumlah sampel penelitian c. akhirnya dapat diketahui hasil penelitian. Jika nilai r observasi lebih kecil daripada nilai r dalam tabel berarti hasil penelitian adalah “non signifikan” atau hipotesis yang diajukan ditolak . Bab Muka Berisi halaman judul. daftar tabel dan daftar lampiran. Penegasan Istilah. kemudian hasil tersebut diinterpretasikan dengan nilai r dalam tabel pada taraf signifikansi 5 % dan 1 % sebagai berikut : 1) Jika nilai r observasi lebih besar atau sama dengan r dalam tabel berarti hasil penelitian adalah “signifikan” atau hipotesis yang telah diajukan dapat diterima 2). Permasalahan. 2. . G. 1. Analisis Lanjut Dari analisis uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi product moment. yang mana masing-masing bagian merupakan rangkaian dari bab-bab yang ada. maka hasil penelitian atau pengaruh keluarga terhadap keberhasilan siswa. kata pengantar. Pada setiap bab terdiri dari sub-sub bab. Tujuan dan Manfaat Penelitian.

b. Bab III : LAPORAN PENELITIAN PENGARUH KELUARGA DAN KEBERHASILAN SISWA SD ISLAM DARUL FALAH GENUK SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2008-2009 Bab IV : ANALISIS PENGARUH KELUARGA TERHADAP KEBERHASILAN SISWA SD ISLAM DARUL FALAH TAHUN PELAJARAN 2008-2009 Dalam bab ini merupakan analisis data yang terdiri dari : Analisis pendahuluan. Methode Penelitian dan Sistematika Penulisan Skripsi Bab II: LANDASAN TEORI PENGARUH KELUARGA DAN KEBERHASILAN PENDIDIKAN SISWA Dalam bab ini terdiri dari : a. lampiran-lampiran dan daftar riwayat hidup penulis. 3. 5 Agustus 2008 Pembimbing. . Semarang. Saran dan Penutup. Keberhasilan Siswa meliputi : Pengertian keberhasilan siswa.Hipotesis. Peneliti. Bagian Akhir Pada bagian ini akan memuat halaman daftar pustaka. Bentuk-bentuk pengaruh keluarga dan Ciri-ciri keluarga harmonis. Pengaruh Keluarga meliputi : Pengertian Pengaruh Keluarga. bentuk-bentuk keberhasilan siswa dan usaha-usaha mencapai keberhasilan siswa dan Pengaruh Keluarga Terhadap Keberhasilan Siswa. Analisis Uji Hipotesis dan Analisis Lanjut Bab V : PENUTUP Dalam bab ini terdiri dari : Kesimpulan.

Pilihlah salah satu jawaban yang menurut anda cocok dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a. Daftar Pertanyaan A. seringkali a. kadang-kadang d. Angket ini bermanfaat itu pengembangan putra-putri anda dan sekolah dimana putra-putri anda belajar di sekolah tersebut 4. Apakah ayah ibumu termasuk orang yang selalu sholat 5 waktu ? 4. 2. selalu c. Apakah ayah ibumu bila bertengkar selalu dihadapanmu ? 3.DAFTAR ANGKET I.. kadang-kadang c. selalu b. kadang-kadang d. tidak pernah : …………………………. kadang-kadang b. IDENTITAS NAMA II. tidak pernah c. c atau d ! 2. Berikan jawaban sesuai hati nurani. tidak pernah c. tidak pernah b. seringkali d. Apakah ayah ibumu marah bila kamu tidak sholat ? . Terima kasih atas kerjasamanya dalam pengisian angket ini. tidak pernah b. Keluarga Harmonis 1. jarang sholat a. b. seringkali a. benar c. pernah d. kadang-kadang d. jarang sekali b. sering a. 3. KELAS/ABSEN : …………………………. III. seringkali a. karena kejujuran diperlukan setiap orang. selalu c. Apakah ayah dan ibumu pernah berselisih/bertengkar ? a. seringkali b. tidak pernah c. Apakah ayah ibumu selalu mengingatkan kamu untuk sholat ? 6.. Apakah ayah ibumu bila sholat selalu berjama’ah ? 5. PETUNJUK 1.

karena kejujuran diperlukan setiap orang. a. A. Pilihlah salah satu jawaban yang menurut anda cocok dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a. bertanya pada teman c. seringkali kesulitan belajar ? a.7. tidak pernah d. Semua pelajaran b. diam saja 3. pelajaran eksak d. memanggil guru privat 10. Apakah ayah ibumu selalu memberikan bimbingan belajar bila kamu 9. DAFTAR ANGKET I. PETUNJUK 1. b. seringkali a. NAMA II. bimbingan langsung c. pelajaran mulok b. tidak pernah 8. bertanya kepada orangtua c. 3. selalu c. Angket ini bermanfaat itu pengembangan putra-putri anda dan sekolah dimana putra-putri anda belajar di sekolah tersebut 4. a. pernah c. Bimbingan belajar apakah yang diberikan oleh ayah ibumu ? KELAS/ABSEN : …………………………. menanyakan kepada guru d. kadang-kadang d. Berikan jawaban sesuai hati nurani. selalu c. kadang-kadang d. menanyakan kepada teman b. Apa yang anda lakukan apabila mengalami kesulitan belajar ? Pelajaran apakah yang menurut anda sering menimbulkan kesulitan belajar ? . Terima kasih atas kerjasamanya dalam pengisian angket ini. bertanya pada guru d. c atau d ! 2. kadang-kadang 2.. tidak pernah c. 1. Apakah ayah ibumu selalu memperhatikan perkembangan sekolahmu ? a. Siswa Bermasalah Pernahkan anda mengalami kesulitan belajar ? a. IDENTITAS : …………………………. sering sekali b. pelajaran agama c..

pernah c. diam mengurung diri dikamar 13. diam saja b. cekcok orangtua b. pernah c. Dalam bentuk apakah bimbingan yang diberikan kepada anda ? a.4. kadang-kadang 11. pergi dari rumah d. Apakah ketika anda mendapati kesulitan belajar pernah mendapat bimbingan ? a. tidak pernah d. pelajaran sering kosong c. Usaha apakah yang anda lakukan bila mendapatkan permasalahan dirumah ? a. bimbingan pribadi b. sulit mengerjakan tugas/PR d. dihukum guru b. minta saran sama teman a. Siapakah yang anda minta untuk membantu memecahkan permasalahan anda ? . wali kelas c. diberi les tambahan c. guru BP b. Permasalahan apakah yang sering anda temui dirumah ? a. sering sekali c. sering sekali c. kadang-kadang a. bimbingan kelompok d. Permasalahan apakah yang pernah anda alami di sekolah a. kadang-kadang c. tidak pernah d. Apakah yang anda lakukan apabila mendapatkan masalah di sekolah ? a. dijahili teman d. guru BP b. Siapa yang membimbing anda ketika mendapatkan kesulitan belajar ? a. Apakah anda selalu berusaha memecahkan masalah yang anda hadapi ? c. pernah c. lapor pada kepala sekolah 7. wali kelas 9. Apakah anda juga pernah mengalami permasalahan di sekolah ? a. uang saku kurang 5. tidak berangkat sekolah b. teman sebaya 14. lapor sama orangtua d. kurang perhatian dari orangtua 12. orangtua d. Apakah anda juga pernah mengalami permasalahan dirumah ? a. sering sekali c. kunjungan rumah 10. lapor pada guru BP c. orangtua d. teman sebaya c. selalu b. terlalu banyak tugas 6. sering sekali c. tidak pernah d. tidak pernah d. kadang-kadang 8.

menyalahkan orangtua 16. Apakah bapak/ibu guru anda marah apabila ternyata anda tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan ? a. kadang-kadang c. selalu c. kadang-kadang d. kadang-kadang marah c. sering sekali 19. sering sekali c. berputus asa d.15. bersikap acuh saja sanksi kepada anda bila tidak 18. Apabila ternyata tidak ada yang mau membantu permasalahan yang anda hadapi apa yang anda lakukan ? a. kunjungan rumah b. marah b. menyerah kepada keadanan b. himbauan 20. saran c. tidak pernah b. dipanggil ke kantor B. bimbingan kelompok d. selalu b. Apakah anda selalu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak/ibu 17. menempuh jalan lain guru ? a. bimbingan b. Menurut anda jenis bimbingan apakah yang paling tepat bagi siswa yang bermasalah di sekolah ? a. Efektivitas Home Visit 1. tidak pernah d. Selain hukuman/sanksi apalagi yang diberikan kepada anda oleh bapak/ibu guru bila tidak mengerjakan tugas yang diberikan ? a. Apakah bapak/ibu guru pernah memberikan mengerjakan tugas yang diberikan ? a. . tidak pernah d. nasehat d. bimbingan pribadi c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->