PENDAHULUAN Untuk mengetahui relevansi antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan, ada baiknya kita terlebih dulu mengetahui

definisi-definisi yang berkaitan dengan hal tersebut. Secara umum filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. Bahkan dapat dikatakan filsafatlah yang menjadi motor penggerak kehidupan kita sehari hari baik sebagai manusia pribadi maupun sebagai manusia kolektif dalam suatu masyarakat atau bangsa. Dalam pengertian sempit ilmu (science) diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam yang bersifat kuantitatif dan objektif. Ilmu dikatakan rasional, karena ilmu merupakan hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal, atau hasil berpikir secara rasional. Sedangkan Ilmu Pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai objek dan tujuan tertentu dengan sistem, metode untuk berkembang serta berlaku universal yang dapat diuji kebenarannya. Filsafat ilmu merupakan bagian epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah) atau dengan kata lain filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-oersoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan manusia.

Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. yang jadi dasar segala ilmu. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan. Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran . sistematik dan universal. Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan ) Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu . Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak. Harold H. Beberapa arti filsafat menurut para ahli: Aristoteles ( (384 . Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi. Pengertian dan Kegunaan Filsafat Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan. . yang tetap tidak berubah . Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebabsebabnya ada dan berbuat.PEMBAHASAN I. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu. dengan berfikir radikal. tentang segala sesuatu yang di masalahkan. perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep). yakni ilmu umum.322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. yang disebut hakekat.

Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan. integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan. M. logika. yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. dan kearifan atau kebenaran yang sejati. Pengertian secara Etimologi Pengertian secara etimologi. sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.Pd. . Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalahmasalah yang pengetahuan definitif tentangnya. retorika. Mr. ekonomi. tidak bisa dipastikan. fundamentalis. seperti sains. i.Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan. ii. Sebagaimana teologi . universal. Prof. alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.namun.Dr. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. istilah filsafat berasal dari bahasa Arab. etika. pecinta kebijaksanaan dalam arti hakikat. Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. yakni secara kritis sistematis. Pengertian secara Terminologi Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu. dan estetika. Prof. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika.Ismaun. politik.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran . : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh . sampai sebegitu jauh.

Pola relasi ini dapat berbentuk persamaan antara ilmu dan filsafat. bahkan sampai masa al Kindi. V.iii. Disini peranan filsafat ialah secara kritis menyerasikan kehidupan manusia. batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan boleh disebut tidak ada. ‘alama. Penggunaan kata ilmu dalam proposisi bahasa Indonesia sering disejajarkan dengan kata science dalam bahasa Inggris. Hubungan Filsafat dengan Ilmu Berbagai pengertian tentang filsafat dan ilmu sebagaimana telah dijelaskan di atas. Kegunaan Filsafat Seorang yang bijaksana akan memiliki kemugkinan yang paling tepat dalam usahanya mencapai “Kesejahteraabn hidup” karena ia mempunyai wawasan yang tepat dan mendalam. karena ia selalu sadar. Dia berusaha mengerti apa artinya hidup dan dirinya dengan segala maslah yang muncul dan yang ia hadapi. Kata science itu sendiri memang bukan bahasa Asli Inggris. maka berikutnya akan tergambar pula pola relasi (hubungan) antara ilmu dan filsafat. Ada juga yang menyebutkan bahwa science berasal dari kata scientia yang berarti pengetahuan. IV. Seorang filosof pasti menguasi semua ilmu. berujung pada . Di zaman Plato. Pengertian Ilmu dan Filsafat Ilmu Ilmu berasal dari bahasa Arab. Ilmu dan Filsafat Ilmu Perbedaan Filsafat. rasa. bahwa ia berbuat tentang suatu atau tidak berbuat tentang suatu itu. tetapi merupakan serapan dari bahasa Latin. Tetapi perkembangan daya pikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praksis. III. II. dapat juga perbedaan di antara keduanya. Ilmu dan Filsafat Ilmu Perspektif Filsafat Ilmu Pengetahuan bagi dan dalam Ilmu Pengetahuan Kegunaan Filsafat Ilmu bagi Ilmu Pengetahuan VII. sehingga tampak hidup manusia serta arah yang mendasarinya didalam usaha mereka mencapai kesejahteraan hidup tadi. rasio. Hubungan Filsafat. Scio. scire yang arti dasarnya pengetahuan. Arti dasar dari kata ini adalah pengetahuan. Dalam hal ini manusia tidak dengan begitu saja menceburkan diri kedalam salah satu perbuatan atau situasi. VI. Disamping itu filsafat memberikan petunjuk dengan metode pemikiran reflektif dan penelitian penalaran supaya kita dapat menyerasikan antara logika. pengalaman dan agama didalam usaha manusia mencapai pemenuhan kebutuhannya dalam usaha yang lebih lanjut yaitu “mencapai hidup yang sejahtera”.

sama artinya dengan melakukan penolakan terhadap kebutuhan riil dari realitas kehidupan manusia yang memiliki sifat untuk terus maju. Meski ilmu lahir dari filsafat. Dengan demikian. Ilmu dapat dibedakan dengan filsafat. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data emfiris seperti dimiliki ilmu. Sedangkan filsafat bersifat priori. Lalu jika demikian. Tetapi masalahnya betulkah demikian? Ilmu telah menjadi sekelompok pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis. Untuk kasus tertentu. yakni. Kebenaran ilmu dibatasi hanya pada sepanjang pengalaman dan sepanjang pemikiran. Keinginan-keinginan melakukan observasi dan eksperimen sendiri. yang luas. ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafat kemudian dibukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu yang terteoritisasi. dibandingkan dengan wilayah kajian ilmu. Ilmu bersifat pasteriori. Kesimpulannya ditarik setelah melakukan pengujian-pengujian secara berulang-ulang. yakni. Wilayah kajian filsafat bahkan seolah lebih sempit dibandingkan dengan masa awal perkembangannya. tidak setiap filosof dapat disebut sebagai ilmu. kesimpulan-kesimpulannya ditarik tanpa pengujian. Tugas ilmu menjadi lebih luas. dimana saat ini filsafat harus ditempatkan? Menurut Am. ilmu bahkan menuntut untuk diadakannya percobaan dan pendalaman untuk mendapatkan esensinya. sedangkan filsafat menghendaki pengetahuan yang koprehensif. telah mengalahkan perkembangan filsafat. Oleh karena itu. tidak salah jika kemudian muncul suatu anggapan bahwa untuk saat ini. perkembangan ilmu pengetahuan yang didukung dengan kecanggihan teknologi. Sebab manusia hari ini mementingkan ilmu yang sifatnya praktis dibandingkan dengan filsafat yang terkadang sulit “dibumikan”. sama seperti . filsafat tidak lagi dibutuhkan bahkan kurang relevan dikembangkan oleh manusia. filsafat dapat ditempatkan pada posisi maksimal pemikiran manusia yang tidak mungkin pada taraf tertentu dijangkau oleh ilmu. Karena filsafat bersifat spekulatif dan kontemplatif yang ini juga dimiliki ilmu. dapat didorong oleh keinginannya untuk membuktikan hasil pemikiran filsafat yang cenderung Spekulatif ke dalam bentuk ilmu yang praktis. Menafikan kehadiran filsafat. tetapi dalam perkembangan berikut. yang umum dan yang universal (menyeluruh) dan itu tidak dapat diperoleh dalam ilmu. yakni bagaimana ia mempelajari gejala-gejala sosial lewat observasi dan eksperimen.loncatan ilmu dibandingkan dengan loncatan filsafat. Dengan demikian. Saefudin. Kebenaran filsafat tidak dapat dibuktikan oleh filsafat itu sendiri. tetapi hanya dapat dibuktikan oleh teori-teori keilmuan melalui observasi dan eksperimen atau memperoleh justifikasi kewahyuan.

Berdasarkan cara berpikir seperti itu. maka bidang filsafatlah yang mampu mengatasi hal tersebut. sebagaimana hasil analisa Spencer. Tetapi aktivitas dan ilmuwan itu sama. sedangkan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan. namun di sisi yang lainnya ia juga dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. antara ilmu dan filsafat serta cara kerja ilmuwan dan filosofis. Hasil kerja filosofis bahkan dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu. Meski demikian aktifitas berpikir. Hal ini senada dengan pendapat Immanuel kant (dalam kunto Wibisono dkk. dibutuhkan suatu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. dapat dilanjutkan oleh cara kerja berpikir filosofis. 1997) yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat. harus juga diakui bahwa tujuan akhir dari ilmuwan yang bertugas mencari pengetahuan.. Aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan bagaimana menjawab pelukisan fakta.tidak semua ilmuwan disebut filosof. Realitas juga menunjukan bahwa hampir tidak ada satu cabang ilmu yang lepas dari filsafat atau serendahnya tidak terkait dengan persoalan filsafat. “Sombongnya”. dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya. yakni menggunakan aktifitas berpikir filosof. Sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan bagaimana sesungguhnya fakta itu. Kenapa demikian? Sebab filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai pencabangan ilmu. Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya. yang kemudian berkembang lagi yang melahirkan salah satu cabang yang disebut sebagai filsafat ilmu. karena pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”. pada apa yang disebut sebagai filsafat pengetahuan. Di samping sejumlah perbedaan tadi. (1997) menyatakan. Ilmu memiliki tugas melukiskan. Lebih lanjut Koento Wibisono dkk. Namun demikian. lahir suatu disiplin filsafat untuk mengkaji ilmu pengetahuan. Oleh karena itu. yakni sama-sama mencari kebenaran. filsafat yang sering disebut sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of science) dapat menjadi pembuka dan sekaligus ilmu pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu. maka hasil kerja filosofis dapat dilanjutkan oleh cara kerja berfikir ilmuwan. maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan . Bahkan untuk kepentingan perkembangan ilmu itu sendiri. Berbagai gambaran di atas memperlihatkan bahwa filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu pengetahuan. memang mengandung sejumlah persamaan. VIII.

pengembangan filsafat pengetahuan. Interaksi antara ilmu dan filsafat mengandung arti bahwa filsafat dewasa ini tidak dapat berkembang dengan baik jika terpisah dari ilmu. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Dengan mengutip ungkapan dari Michael Whiteman (dalam Koento Wibisono dkk. Menurut Koento Wibisono (1984).1997). Sebaliknya. mau tidak mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat. Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar. banyak persoalan filsafat sekarang sangat memerlukan landasan pengetahuan ilmiah supaya argumentasinya tidak salah. Oleh karena itu. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). diperlukan perenungan kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu pengetahuan itu bahkan hingga implikasinya ke bidang.bidang kajian lain seperti ilmuilmu kealaman. Ilmu tidak dapat tumbuh dengan baik tanpa kritik dari filsafat. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. bahwa ilmu kealaman persoalannya dianggap bersifat ilmiah karena terlibat dengan persoalan-persoalan filsafat sehingga memisahkan satu dari yang lain tidak mungkin. sehingga filsafat ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu cabang filsafat dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk memahami apakah hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri. filsafat dari sesuatu segi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakekat dari sesuatu “ada” yang dijadikan objek sasarannya. .

maka disimpulkan bahwa filsafat ilmu sangatlah tepat dijadikan landasan pengembangan ilmu khususnya ilmu pengetahuan karena kenyataanya.KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas. filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful