PENDAHULUAN Untuk mengetahui relevansi antara Filsafat dan Ilmu Pengetahuan, ada baiknya kita terlebih dulu mengetahui

definisi-definisi yang berkaitan dengan hal tersebut. Secara umum filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. Bahkan dapat dikatakan filsafatlah yang menjadi motor penggerak kehidupan kita sehari hari baik sebagai manusia pribadi maupun sebagai manusia kolektif dalam suatu masyarakat atau bangsa. Dalam pengertian sempit ilmu (science) diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam yang bersifat kuantitatif dan objektif. Ilmu dikatakan rasional, karena ilmu merupakan hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal, atau hasil berpikir secara rasional. Sedangkan Ilmu Pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai objek dan tujuan tertentu dengan sistem, metode untuk berkembang serta berlaku universal yang dapat diuji kebenarannya. Filsafat ilmu merupakan bagian epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah) atau dengan kata lain filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-oersoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan manusia.

tentang segala sesuatu yang di masalahkan. Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat. yakni ilmu umum. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Harold H. Beberapa arti filsafat menurut para ahli: Aristoteles ( (384 . (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep).PEMBAHASAN I. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. yang tetap tidak berubah . perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “. Pengertian dan Kegunaan Filsafat Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. yang disebut hakekat. dengan berfikir radikal. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. sistematik dan universal. Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan ) Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu . Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran . . Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi.322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu. yang jadi dasar segala ilmu. (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan. Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak. Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebabsebabnya ada dan berbuat.

etika.Dr. tidak bisa dipastikan.Pd. Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. dan kearifan atau kebenaran yang sejati. ekonomi. . Prof. Pengertian secara Etimologi Pengertian secara etimologi. ii. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh . logika. fundamentalis.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran . filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalahmasalah yang pengetahuan definitif tentangnya. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan. yakni secara kritis sistematis.namun. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika. sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan. M.Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan. pecinta kebijaksanaan dalam arti hakikat. universal. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya.Ismaun. retorika. integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan. alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu. Mr. Prof. Pengertian secara Terminologi Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu. yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. dan estetika. Sebagaimana teologi . politik. istilah filsafat berasal dari bahasa Arab. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. sampai sebegitu jauh. Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. seperti sains. i.

II. ‘alama. Penggunaan kata ilmu dalam proposisi bahasa Indonesia sering disejajarkan dengan kata science dalam bahasa Inggris. Pola relasi ini dapat berbentuk persamaan antara ilmu dan filsafat. Kegunaan Filsafat Seorang yang bijaksana akan memiliki kemugkinan yang paling tepat dalam usahanya mencapai “Kesejahteraabn hidup” karena ia mempunyai wawasan yang tepat dan mendalam. Disamping itu filsafat memberikan petunjuk dengan metode pemikiran reflektif dan penelitian penalaran supaya kita dapat menyerasikan antara logika. bahwa ia berbuat tentang suatu atau tidak berbuat tentang suatu itu. Dalam hal ini manusia tidak dengan begitu saja menceburkan diri kedalam salah satu perbuatan atau situasi. batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan boleh disebut tidak ada. sehingga tampak hidup manusia serta arah yang mendasarinya didalam usaha mereka mencapai kesejahteraan hidup tadi. dapat juga perbedaan di antara keduanya. bahkan sampai masa al Kindi. Disini peranan filsafat ialah secara kritis menyerasikan kehidupan manusia. Ilmu dan Filsafat Ilmu Perbedaan Filsafat. Hubungan Filsafat. IV. berujung pada . V. maka berikutnya akan tergambar pula pola relasi (hubungan) antara ilmu dan filsafat. rasa.iii. karena ia selalu sadar. Scio. Ilmu dan Filsafat Ilmu Perspektif Filsafat Ilmu Pengetahuan bagi dan dalam Ilmu Pengetahuan Kegunaan Filsafat Ilmu bagi Ilmu Pengetahuan VII. III. rasio. pengalaman dan agama didalam usaha manusia mencapai pemenuhan kebutuhannya dalam usaha yang lebih lanjut yaitu “mencapai hidup yang sejahtera”. Di zaman Plato. Kata science itu sendiri memang bukan bahasa Asli Inggris. Arti dasar dari kata ini adalah pengetahuan. Dia berusaha mengerti apa artinya hidup dan dirinya dengan segala maslah yang muncul dan yang ia hadapi. tetapi merupakan serapan dari bahasa Latin. Ada juga yang menyebutkan bahwa science berasal dari kata scientia yang berarti pengetahuan. Pengertian Ilmu dan Filsafat Ilmu Ilmu berasal dari bahasa Arab. scire yang arti dasarnya pengetahuan. VI. Tetapi perkembangan daya pikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praksis. Seorang filosof pasti menguasi semua ilmu. Hubungan Filsafat dengan Ilmu Berbagai pengertian tentang filsafat dan ilmu sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Keinginan-keinginan melakukan observasi dan eksperimen sendiri. Ilmu dapat dibedakan dengan filsafat. Ilmu bersifat pasteriori. tetapi hanya dapat dibuktikan oleh teori-teori keilmuan melalui observasi dan eksperimen atau memperoleh justifikasi kewahyuan. Dengan demikian. dapat didorong oleh keinginannya untuk membuktikan hasil pemikiran filsafat yang cenderung Spekulatif ke dalam bentuk ilmu yang praktis. sama artinya dengan melakukan penolakan terhadap kebutuhan riil dari realitas kehidupan manusia yang memiliki sifat untuk terus maju. sedangkan filsafat menghendaki pengetahuan yang koprehensif. sama seperti . yang luas. Kebenaran ilmu dibatasi hanya pada sepanjang pengalaman dan sepanjang pemikiran. Kesimpulannya ditarik setelah melakukan pengujian-pengujian secara berulang-ulang. Lalu jika demikian. Kebenaran filsafat tidak dapat dibuktikan oleh filsafat itu sendiri. Sebab manusia hari ini mementingkan ilmu yang sifatnya praktis dibandingkan dengan filsafat yang terkadang sulit “dibumikan”. Menafikan kehadiran filsafat.loncatan ilmu dibandingkan dengan loncatan filsafat. Oleh karena itu. Untuk kasus tertentu. filsafat dapat ditempatkan pada posisi maksimal pemikiran manusia yang tidak mungkin pada taraf tertentu dijangkau oleh ilmu. Wilayah kajian filsafat bahkan seolah lebih sempit dibandingkan dengan masa awal perkembangannya. yakni bagaimana ia mempelajari gejala-gejala sosial lewat observasi dan eksperimen. ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafat kemudian dibukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu yang terteoritisasi. tidak salah jika kemudian muncul suatu anggapan bahwa untuk saat ini. Saefudin. Karena filsafat bersifat spekulatif dan kontemplatif yang ini juga dimiliki ilmu. Sedangkan filsafat bersifat priori. tidak setiap filosof dapat disebut sebagai ilmu. dibandingkan dengan wilayah kajian ilmu. filsafat tidak lagi dibutuhkan bahkan kurang relevan dikembangkan oleh manusia. Tetapi masalahnya betulkah demikian? Ilmu telah menjadi sekelompok pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis. Tugas ilmu menjadi lebih luas. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data emfiris seperti dimiliki ilmu. Dengan demikian. ilmu bahkan menuntut untuk diadakannya percobaan dan pendalaman untuk mendapatkan esensinya. perkembangan ilmu pengetahuan yang didukung dengan kecanggihan teknologi. kesimpulan-kesimpulannya ditarik tanpa pengujian. Meski ilmu lahir dari filsafat. yang umum dan yang universal (menyeluruh) dan itu tidak dapat diperoleh dalam ilmu. telah mengalahkan perkembangan filsafat. dimana saat ini filsafat harus ditempatkan? Menurut Am. yakni. yakni. tetapi dalam perkembangan berikut.

Berdasarkan cara berpikir seperti itu. pada apa yang disebut sebagai filsafat pengetahuan. VIII.tidak semua ilmuwan disebut filosof. Berbagai gambaran di atas memperlihatkan bahwa filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu pengetahuan. namun di sisi yang lainnya ia juga dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan . yang kemudian berkembang lagi yang melahirkan salah satu cabang yang disebut sebagai filsafat ilmu. lahir suatu disiplin filsafat untuk mengkaji ilmu pengetahuan. karena pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”. Lebih lanjut Koento Wibisono dkk. dapat dilanjutkan oleh cara kerja berpikir filosofis. sedangkan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan. Hasil kerja filosofis bahkan dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu. antara ilmu dan filsafat serta cara kerja ilmuwan dan filosofis. maka bidang filsafatlah yang mampu mengatasi hal tersebut. Tetapi aktivitas dan ilmuwan itu sama. maka hasil kerja filosofis dapat dilanjutkan oleh cara kerja berfikir ilmuwan. filsafat yang sering disebut sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of science) dapat menjadi pembuka dan sekaligus ilmu pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu. Namun demikian. Di samping sejumlah perbedaan tadi. Kenapa demikian? Sebab filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai pencabangan ilmu.. Oleh karena itu. Hal ini senada dengan pendapat Immanuel kant (dalam kunto Wibisono dkk. (1997) menyatakan. yakni menggunakan aktifitas berpikir filosof. Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya. sebagaimana hasil analisa Spencer. 1997) yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat. dibutuhkan suatu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. memang mengandung sejumlah persamaan. Meski demikian aktifitas berpikir. Realitas juga menunjukan bahwa hampir tidak ada satu cabang ilmu yang lepas dari filsafat atau serendahnya tidak terkait dengan persoalan filsafat. harus juga diakui bahwa tujuan akhir dari ilmuwan yang bertugas mencari pengetahuan. Sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan bagaimana sesungguhnya fakta itu. yakni sama-sama mencari kebenaran. “Sombongnya”. Aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan bagaimana menjawab pelukisan fakta. dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya. Ilmu memiliki tugas melukiskan. Bahkan untuk kepentingan perkembangan ilmu itu sendiri.

Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar. Sebaliknya. Menurut Koento Wibisono (1984).bidang kajian lain seperti ilmuilmu kealaman. Interaksi antara ilmu dan filsafat mengandung arti bahwa filsafat dewasa ini tidak dapat berkembang dengan baik jika terpisah dari ilmu. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. diperlukan perenungan kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu pengetahuan itu bahkan hingga implikasinya ke bidang. . Dengan mengutip ungkapan dari Michael Whiteman (dalam Koento Wibisono dkk. banyak persoalan filsafat sekarang sangat memerlukan landasan pengetahuan ilmiah supaya argumentasinya tidak salah. Oleh karena itu. bahwa ilmu kealaman persoalannya dianggap bersifat ilmiah karena terlibat dengan persoalan-persoalan filsafat sehingga memisahkan satu dari yang lain tidak mungkin.pengembangan filsafat pengetahuan.1997). sehingga filsafat ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu cabang filsafat dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk memahami apakah hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmu tidak dapat tumbuh dengan baik tanpa kritik dari filsafat. mau tidak mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan lama. filsafat dari sesuatu segi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakekat dari sesuatu “ada” yang dijadikan objek sasarannya.

KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas. . maka disimpulkan bahwa filsafat ilmu sangatlah tepat dijadikan landasan pengembangan ilmu khususnya ilmu pengetahuan karena kenyataanya. filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful