P. 1
Prasangka Dan Diskriminasi

Prasangka Dan Diskriminasi

|Views: 1,844|Likes:

More info:

Published by: Citra Damayanti Siregar on Jun 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Prasangka dan Diskriminasi telah dapat kita jumpai didalam kehidupan sehari-hari dan istilah ini sering kali digunakan secara bergantian. Namun, psikologi sosial membedakan secara jelas penggunaan kata prasangka dan diskriminasi ini.. Psikologi sosial telah lama mengenal pentingnya prasangka dalam tingkah laku sosial masyarakat. Kita mengetahui bahwa banyak sekali kekerasan dan ketidakadilan dalam masyarakat yang berasal dari prasangka dan diskriminasi. Seperti contoh, kelompok orang cina yang sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan detik ini masih mengalami ketidakadilan di negeri ini. Oleh sebab itu, pelajaran mengenai prasangka dan diskriminasi sangat diperlukan. Salah satu penyebab kekerasan yang terjadi adalah kenyataan yang menunjukan bahwa dalam masyarakat terdapat banyak bermacam-macam kelompok, misalnya kelompok pendidik, kelompok sepak bola, kelompok pendaki gunung dan sebagainya. Kelompok satu dapat sejalan dengan kelompok yang lain, tetapi tidak jarang ditemui kelompok satu berselisih dengan kelompok yang lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam masyarakat didapati adanya kelompok yang berselisih dan kelompok antagonistic. Berkaitan dengan antagonistic ini, ada beberapa elemen yang mendasarinya. Masing-masing elemen-elemen tersebut adalah stereotip, prasangka dan diskriminasi. Dalam makalah ini akan dibahas definisi dasar dari prasangka dan diskriminasi, teori-teori mengenai penyebab dan bertahannya prasangka dan diskriminasi, target prasangka dan diskriminasi, akibat-akibat yang ditimbulkannya, serta teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkannya. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 Apakah pengertian stereotip, prasangka, dan dikriminasi? Apakah hubungan antara stereotip, prasangka, dan diskriminasi? Mengapa prasangka dan diskriminasi dapat bertahan? Apa saja yang menjadi target prasangka dan diskriminasi?

1

2.4 Metode Penulisan Metode yang dilakukan dalam membuat karya tulis ini adalah metode deskriptif.5 1.6 Apakah akibat yang ditimbulkan dari prasangka dan diskriminasi? Bagaimana cara untuk mengurangi dan menghilangkan prasangka dan diskriminasi? 1.1. 3. 4. Pengertian stereotip.2. 5. 6. yaitu dengan menganalisa data apa adanya. 1. dan diskriminasi Hubungan antara stereotip. 2. prasangka. dan diskriminasi Penyebab-penyebab yang menjadikan prasangka dan diskriminasi dapat bertahan. Penulisan dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari beberapa sumber kemudian dikumpulkan untuk dibahas dan ditarik kesimpulannya 2 . Target Prasangka dan diskriminasi Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh adanya prasangka dan diskriminasi Teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan prasangka dan diskriminasi. prasangka. juga untuk mengetahui : 1.3 Tujuan Penulisan Pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi salah satu tugas mata kuliah Psikologi Kesehatan.

gemar bersolek. Bisa jadi ada teroris yang justru berdasi dan memakai jas.BAB II PEMBAHASAN 2. 3. a. 2. Wanita sunda yang dianggap berstrereotipkan matre. berjanggut panjang dengan wajah seperti keturunan Arab. Stereotipe yang menganggap orang islam adalah teroris membuat pemerintahan Amerika melarang pemakaian cadar dan menolak masuknya orang asing ke Negara tersebut apabila mengandung nama islami seperti Abdullah. serta memakai celana yang menggantung. Banyak orang yang menganggap etnis padang pelit dan pandai berdagang. Muhammad. Stereotip Stereotip adalah belief tentang karakteristik dari angota kelompok tertentu. yang bisa bersifat positif maupun negatif” (Amanda.”wanita nakal”. 3 . prasangka dan diskriminasi. hanya karena ia berasal dari suatu kelompok tertentu (in group atau out group). maka kita terlebih dahulu harus mengetahui dan memahami definisi dari ketiga konsep tersebut. Ada juga yang mendefinisikan stereotip sebagai “pemberian sifat tertentu terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan kategori yang bersifat subjektif. bisa positif atau bisa juga negatif. dan Diskriminasi Sebelum mengetahui hubungan antara stereotip. Prasangka. 2009). Biasanya stereotip berfungsi untuk membentuk imej kelompok lain dan umumnya bersifat negatif dan tidak akurat. membuat seorang ibu bersuku jawa melarang anak laki-lakinya mempersunting wanita sunda. Tentu saja pandangan seperti itu bisa menjebak kita dalam menciptakan kebenaran yang salah. Stereotipe teroris di Amerika Serikat adalah mereka yang memakai sorban.Maka terciptalah jarak antar kedua etnis tersebut yang dikarenakan sebuah stereotype.1 Pengertian Stereotip. Misalnya: 1.dll.

kita cenderung mencari orang yang ‘dirasakan’ cocok dengan kita. maka stereotip tehadap orang/kelompok itu biasanya akan menghilang. kita melakukan pengubahan makna dari informasi yang masuk agar dapat fit dengan stereotip yang kita punyai tentang sopir metro mini. Hal tersebut dikarenakan stereotip mempengaruhi apa yang kita rasakan dan kita ingat yang berkenaan dengan tindakan orang-orang dari kelompok lain. Stereotip biasanya muncul pada orang-orang yang tidak mengenal sungguh-sungguh orang/kelompok lain dan biasanya dapat menimbulkan pengkambinghitaman. Dengan demikian. Maksud tacit inferences adalah mengubah makna dari informasi yang masuk agar konsisten dengan stereotip yang kita miliki. Reaksi lain dari adanya informasi yang tidak konsisten adalah dengan melakukan apa yang dinamakan tacit inferences. apabila kita menjadi akrab dengan etnis yang bersangkutan. Prasangka merupakan 4 . Contohnya adalah jika kita menjumpai seorang supir metro mini yang berpakaian rapi saat bertugas dan mengendarai metro mininya di jalan dengan santun. maka kita akan berpikir bahwa mungkin ia adalah supir metro mini yang masih baru dan belum stress dengan tekanan pekerjaannya. Kecocokan itu bisa berasal dari obrolan yang nyambung. atau kesamaan karena sama-sama dimarahi oleh kakak kelas. Misalnya: Dalam hal pemilihan teman. Kita segera melakukan tacit inferences yang memungkinkan kita dapat menghadapi informasi yang tak diharapkan tersebut. Mengapa saya memberikan tanda petik untuk kata dirasakan? Karena hal itu sifatnya subjektif.Walaupun lebih cenderung negatif. Sedangkan menurut Amanda G (2009). b. Ketika baru masuk SMA atau kuliah. Dalam menghadapi lingkungan baru dengan banyak orang yang tidak dikenal. Namun. stereotip kadangkala memiliki derajat kebenaran yang cukup tinggi. kesamaan gaya berpakaian. Prasangka Prasangka adalah suatu sikap (biasanya bersifat negatif) yang ditujukan bagi anggota-anggota beberapa kelompok yang didasarkan pada keanggotaan dalam kelompok. namun sering tidak berdasar sama sekali.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa inti dari diskriminasi adalah perlakuan berbeda.merampok. mereka dianggap tidak mampu melakukan aktivitas sebagaimana orang lain pada umumnya. Para penyedia lapangan pekerjaan kebanyakan enggan untuk menerima seorang penyandang cacat sebagai 5 . Hal ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan yang satu dengan yang lain. Kelompok yang merasa superior sehingga merasa kelompok lain inferior. 2. Sedangkan menurut sears. 3. diskriminasi dapat didefinisikan sebagai perilaku negatif terhadap orang lain yang menjadi target prasangka. lalu kita berpikiran kekayaannya itu didapat dari hasil korupsi. perbedaan dalam hal seksualitas.ras. c. Nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh kelompok mayoritas menguasai kelompok minoritas.pernyataan atau kesimpulan tentang sesuatu berdasarkan perasaan atau pengalaman yang dangkal terhadap seseorang atau sekelompok orang tertentu.etnik. Perlakuan diskriminasi semacam ini dapat dilihat secara jelas dalam bidang lapangan pekerjaan. freedman & peplau (1999) diskriminasi adalah perilaku menerima atau menolak seseorang semata-mata berdasarkan keanggotaannya dalam kelompok. yang menurut johnson (1986) disebabkan oleh beberapa hal.dll. antara lain: 1. Masyarakat selama ini memperlakukan para difabel secara berbeda yang didasarkan pada asumsi atau prasangka bahwa dengan kondisi difabel yang mereka miliki.dan kelompok Misalnya: Ketika kita bertemu dengan seorang kerabat yang kini telah menjadi kaya raya setelah sejak 10 tahun lalu tidak bertemu. Prasangka muncul karena adanya. Prasangka disebabkan oleh beberapa faktor. Gambaran perbedaan antarkelompok. Contoh: Di Afrika Selatan orang-orang kulit hitam di larang bersekolah disekolah untuk orang kulit putih. Dengan kata lain. Itu adalah contoh prasangka negatif yang nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Sedangkan pengertian diskriminasi terhadap penyandang cacat atau difabel lebih didasarkan pada kondisi fisik atau kecacatan yang disandangnya. Diksriminasi Diskriminasi muncul dari prasangka yang tampil dalam perilaku yang dapat dilihat.

Padahal belum tentu orang Muslim yang melakukannya dan biasanya bersifat tidak akurat. belief ini tidak langsung otomatis menjadi prasangka dan diskriminasi. Stereotip yang berlebihan akan memunculkan prasangka terhadap orang atau kelompok lain. prasangka. jika ia melakukan sesuatu untuk menghambat berkembangnya prasangka. dan diskriminasi memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain karena dasar dari munculnya prasangka dan diskriminasi adalah stereotip. Namun. Patricia Devine (1989 dalam Deaux dan Wrightsman. mempekerjakan para difabel sama artinya dengan mendorong perusahaan dalam jurang kebangkrutan karena harus menyediakan beberapa alat bantu bagi kemudahan para difabel dalam melakukan aktivitasnya. Apabila ia tidak melakukan apa-apa untuk menghambat belief. Misalnya: Karena pelaku pemboman di Bali adalah orang Muslim dengan janggut yang lebat. misalnya dengan berpikir bahwa belum tentu orang yang dijumpainya memiliki karakteristik persis seperti anggota lain kelompoknya. dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif.2 Hubungan Antara Stereotip. maka prasangka tidak terjadi. 1993) mengembangkan model prasangka yang memisahkan antara komponen yang bersifat otomatis dan yang dapat dikontrol dari renspons prasangka. Mereka berasumsi bahwa seorang penyandang cacat tidak akan mampu melakukan pekerjaan seefektif seperti karyawan lain yang bukan difabel. dan Diskriminasi Sebenarnya stereotip.karyawan. Jika seseorang yang memiliki belief tentang sebuah kelompok berjumpa dengan anggota kelompok yang bersangkutan. Orang tersebut memiliki control untuk meneruskan atau tidak meneruskan belief tadi untuk menjadi prasangka dan diskriminasi. sehingga bagi para penyedia lapangan kerja. maka seluruh orang Muslim yang berjanggut lebat di stereotipkan sebagai teroris. Tapi ada kalanya ketiga sikap tersebut dapat berdiri sendiri secara terpisah. Prasangka. Stereotip dapat berupa prasangka positif dan negatif. maka terdapat aktivasi dari belief yang dimilikinya. maka akan terjadi prasangka. Di lain pihak. Dan suatu ketika terjadi pemboman lagi disuatu tempat maka orang Muslim lah yang dicurigai dan timbulah prasangka yang buruk terhadap orang Muslim. 2. 6 .

Kasus antara Suku Dayak dan Suku Madura. seperti balita yang ikut di bunuh.Jadi. Teori ini disebut sebagai realistic conflict theory. Konflik antara para migrant dengan masyarakat setempat. akibat stereotip yg negatif.. Diskriminasi bisa terjadi tanpa adanya prasangka dan sebaliknya seseorang yang berprasangka juga belum tentu akan mendiskriminasikan (Duffy & Wong. Namun. 2. 1996). Dalam mencari sebuah pekerjaan seorang yang bergender wanita cenderung ditolak apabila berstatus hamil. Contoh: 1. Hal itu dikarenakan prasangka pemilik perusahaan yang berfikir bahwa wanita yang sedang hamil akan segera mengambil cuti yang cukup lama dan hal itu tentu saja merepotkan perusahaan kelak. Akan tetapi selalu terjadi kecenderungan yang kuat bahwa prasangka melahirkan diskriminiasi. Contoh: 1 Adanya diskriminasi terhadap wanita yang berstatus hamil. masyarakat setempat cenderung memiliki prasangka terhadap para migrant ini karena para migrant lebih mampu untuk survive dan berhasil di wilayah barunya sehingga menimbulkan rasa kebencian pada diri masyarakat setempat terhadap para migrant. Konflik Langsung Antarkelompok Baron dan Byrne (2003) menerangkan bahwa penjelasan yang paling tua dalam menjelaskan kenapa prasangka terjadi adalah yang menerangkan bahwa orang berprasangka karena adanya kompetisi atas sumber-sumber berharga yang terbatas. maka diskriminasi yang kasarpun terjadi. prasangka merupakan disposisi dari stereotip. Namun orang yang berprasangka juga belum tentu mendiskriminasi. 7 . muncul pula suatu kecenderungan bahwa prasangka bisa terjadi tanpa diawali oleh adanya stereotip. Artinya prasangka yang dimiliki terhadap kelompok tertentu menjadi alasan untuk mendiskriminasikan kelompok tersebut. 1.3 Asal Muasal Prasangka a. begitu pula stereotip belum tentu berujung pada munculnya sikap berprasangka. Diskriminasi adalah disposisi dari prasangka. Teori ini disebut seorang berprasangka karena adanya kompetisi atas sumber – sumber berharga yang terbatas. Suku Dayak menganggap Suku Madura kejam.

maka Santi juga akan ikut meyakini pandangan negatif orang tuanya tentang etnis Tionghoa tersebut. Prasangka dipelajari dan dikembangkan dengan cara yang sama serta melalui mekanisme dasar yang sama. maka di antara kelompok-kelompok yang ada di komunitas tersebut sangat mungkin terjadi prasangka satu sama lain karena saling berkompetisi atas sumber yang sama untuk mendapatkan nafkahnya. disebut dan mendapat informasi dari orang dewasa (terpengaruh 8 . Orang yang melakukan kategorisasi terhadap lingkungan sosialnya. media massa juga memiliki peran dalam pembentukkan prasangka. Teori Belajar Sosial VS Suku Madura Teori ini menjelaskan bahwa prasangka berkembang karena individu mempelajari lingkungan).2. Suku Dayak b. Selain itu. Karena sumber nafkah yang terbatas di sebuah komunitas. Konflik antara Suku Dayak dengan Suku Madura karena adanya kecemburuan sosial-Ekonomi. maka individu melakukan apa yang disebut dengan kategorisasi. seperti sikap yang lain yakni melalui pengalaman langsung dan observasi/vicarious. c. Kenyataan mendasar tersebut adalah demi membuat dunia terlihat mudah terkontrol dan dapat diprediksi. Contoh: Santi sejak kecil sering mendengar orangtuanya melontarkan komentarkomentar negatif terhadap orang dari golongan etnis Tionghoa.. Kategorisasi Sosial Perspektif yang ketiga yang menjelaskan prasangka menekankan adanya kenyataan mendasar yang membuat seseorang dapat berprasangka.

Isu perbedaan suku dan agama juga akan dihembuskan. Lawan dari kecenderungan tersebut adalah perbedaan untuk in-group (in-group anggota differentiation) kelompoknya yaitu dalam kecenderungan mempersepsikan 9 . Efek ini terjadi karena peristiwa yang jarang terjadi menjadikannya lebih menonjol dan dengan mudah diingat. jangan heran jika muncul berbagai macam informasi yang mencoba menepis keberhasilan tersebut. dengan cara menjelek-jelekkan Foke secara personal dan sebagainya. d. kecenderungan untuk mempersepsikan orang-orang dari kelompok lain yang bukan kelompoknya sebagai orang yang serupa. Peristiwa tersebut dikarenakan adanya kecenderungan untuk memberi atribusi yang lebih baik dan menyanjung anggota kelompoknya sendiri daripada anggota kelompok lain. kecenderungan melebihlebihkan penilaian tingkah laku negatif dalam kelompok yang relatif kecil. Sebaliknya. Namun. yang sama seperti self serving bias. Hal ini terkadang dideskripsikan sebagai kesalahan atribusi utama (ultimate attribution error). Jadi. Teori ini mengatakan bahwa individu berusaha meningkatkan self-esteem mereka dengan mengidentifikasikan diri dengan kelompok sosial tertentu. pembelaan pendukung Jokowi-Ahok ketika kubunya diserang bisa jadi terlihat berlebihan. karena kesamaan agama dan suku masih dianggap oleh sebagian orang sebagai faktor kenyamanan dalam berinteraksi sosial. Pada kategori sosial ini. e. Misalnya: Keberhasilan Jokowi-Ahok dalam memimpin di kota sebelumnya tentu menjadi ancaman untuk Foke-Nara dan pendukungnya. orang melihat orang lain sebagai bagian dari kelompoknya (maka akan disebut sebagai ingroup-nya) atau sebagai anggota kelompok lain (maka akan disebut sebagai outgroup-nya). Kategori sosial ini dapat dijawab berdasarkan Teori Identitas Sosial (Identitty Theory) dari Tajfel.dengan kategori sosial. b) Ilusi homogenitas Out-Group (illution of out-group homogeneity) yaitu. Stereotip Mekanisme kognitif lain: a) Ilusi tentang hubungan (illusory correlation) yaitu. hal ini terjadi hanya bila orang tersebut mempersepsikan kelompoknya lebih superior daripada kelompok lain yang menjadi pesaingnya. Hanya saja hal ini terjadi dalam konteks antar kelompok.

Seksisme yang penuh kebencian: pandangan jika wanita tidak inferior terhadap pria. kelompok usia tertentu. yaitu adanya batas yang menghambat seseorang (dalam hal ini wanita) untuk mengembangkan kariernya dengan leluasa seperti rekan prianya. Dan sangat diperlukan untuk kebahagiaan pria (contoh: tidak ada pria yang benar-benar bahagia kecuali ia memiliki seorang wanita yang ia puja dalam hidupnya). Ada banyak contoh-contoh kasus glass ceiling ini. lebih superior daripada pria dalam banyak hal (contoh: mereka lebih murni dan lebih memiliki selera yang baik). Contohnya. wanita banyak yang ingin diistimewakan. maka akan memiliki banyak trait negative.menunjukkan keragaman yang lebih besar satu sama lain (lebih heterogen) daripada kelompok-kelompok lain. yaitu: 1. ras tertentu. karena dianggap 10 . Glass ceiling ini disebabkan karena sikap stereotyping. 2. Dalam dunia kerja. yaitu kelompok jenis kelamin tertentu. a. atau ingin merebut kekuasaan dari pria yang tidak seharusnya mereka miliki. Seksisme ada 2 jenis. serta termasuk juga kaum homoseksual dan kelompok individu dengan ketunaan fisik. Di dunia kedokteran. prejudice.4 Target dari Prasangka dan Diskriminasi Vaughan dan Hogg (2005) menjelaskan bahwa terdapat kelompok-kelompok tertentu yang biasanya menjadi target prasangka dan diskriminasi. dan bias jender (memandang kedudukan wanita yang lebih rendah daripada pria secara sadar ataupun tidak sadar). Istilah glass ceiling ini pertama kali dikalamkan oleh Gay Bryant pada suatu artikel di Adweek pada tahun 1984. sangat sensitive. terjadi praktik prasangka dan diskriminasi yang dikenal dengan istilah glass ceiling effect. 2. Seksisme Prasangka terhadap gender di mana banyak budaya yang masih menempatkan wanita sebagai kaum minoritas disebut seksisme (sexism). Seksisme bentuk halus: pandangan yang menyatakan bahwa wanita pantas dilindungi. beberapa spesialisasi medis tertentu seperti dokter bedah atau dokter obstetrik ginakologi ‘tertutup’ untuk dokter wanita.

Hal ini merupakan contoh rasisme terhadap golongan minoritas. modern racism symbolic racism. Semakin lunturnya kasus rasisme ditandai dengan perikahan antar ras di Amerika yang semakin menguatkan tidak ada perbedaan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam. Angka yang muncul dari Survei Komunitas Amerika 2008-2010 menyebutkan. sementara wanita direpresentasikan dalam kelompok kerja paling bawah seperti sekretaris.sebagai domain dokter laki-laki. budak. Penelitian tentang sikap anti kulit hitam di Amerika Serikat (AS). Gagalnya Hillary Clinton maju sebagai calon presiden dari partai Demokrat juga sedikit banyak dipengaruhi oleh mentalitas glass ceiling yang masih dianut dalam masyarakat AS. Namun. guru. tidak lagi dalam bentuk eksplisit dan jelas. Adanya penegasan formal dan legal tentang pelarangan untuk melakukan diskriminasi membuat diskriminasi tampil dalam bentuk yang berbeda. Sedangkan di Afrika terkenal adanya Rezim apartheid Afrika Selatan yang merupakan contoh rasisme minoritas terhadap mayoritas. regressive racism. tetapi dalam bentuk tersamar dan halus seperti aversive. Rasisme Diskriminasi terhadap ras dan etnis merupakan diskriminasi yang paling banyak menimbulkan perbuatan paling brutal dimuka bumi. dan sebagainya. Contohnya adalah dalam bentuk menghindari untuk hidup di lingkungan kelompok yang menjadi target prasangka dan menampilkan perilaku 11 . eksekutif dan sebagainya. ada pernikahan antar ras hingga 3 juta pasang setiap tahun. Namun demikian. kasus Rasisme di Amerika Serikat sudah semakin berkurang. racism. dan pekerja kasar. b. Laki-laki mendominasi pekerjaan dengan penghasilan (income) top seperti supervisor. atau ambivalent racism. bukan berarti bahwa prasangka rasial ini hilang di muka bumi. di mana ternyata masih banyak kaum lelaki yang ‘tidak merestuinya’. Mereka cenderung melihat bahwa kulit hitam merefleksikan persepsi umum mengenai orang desa. Juga ada kecenderungan untuk memilah jenis pekerjaan berdasarkan jenis kelamin (sex-typed). Ilustrasi yang paling menonjol adalah pada saat Hillary Clinton akan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden AS. perawat. manajer.

bahkan orang dengan keterbatasan fisik dipandang sebagai hal yang menjijikkan dan kurang bermartabat. e. c. Oleh kerana itu. dan memiliki intuisi tajam. egosentris. dan La Poire (2003) menunjukkan bahwa orang muda cenderung menilai individu diatas 65 tahun sebagai orang yang mudah tersinggung. Namun di masyarakat lain. bijak. Ageism Diskriminasi usia atau ageisme adalah bentuk stereotip dan diskriminasi terhadap individu atau kelompok karena faktor usia. lansia biasanya diperlakukan dengan penuh hormat. Apalagi setelah terbukti bahwa homoseksual merupakan epedemik virus HIV menimbulkan ketakutan terhadap kaum homoseksual. fan tidak kompeten. Misalnya. terlalu mengontrol. Survei yang dilakukan oleh Levitt dan Klasen pada tahun 1974 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk memiliki keyakinan bahwa homoseksual adalah penyakit dan perlu dilarang secara legal. penghargaan terhadap lansia cenderung tinggi.prososial (menolong) yang berbeda dengan yang ditampilkan untuk kelompok yang tidak menjadi target prasangkanya. tidak efektif. Diskriminasi Berdasarkan Keterbatasan Fisik Prasangka dan diskriminasi kerana keterbatasan fisik sudah berlangsung sejak lama. tidak sehat. di sebuah komunitas. Saat ini. Namun ada juga yang melihatnya sebagai perilaku menyimpang dan tidak bermoral. Hasil penelitian dari Noels. Misalnya. adanya perlakuan yang tidak adil dari seorang individu oleh seorang majikan atau rekan kerja atas dasar usia individu dan biasanya ditujukan terhadap individu yang usia 40 tahun atau lebih. pelit. kurang terampil. kaum tua diperlakukan sebagai pihak yang kurang berharga dan kurang memiliki kekuasaan sehingga mengabaikan hak dasar manusia dari para lansia. Ada yang melihatnya sebagai pilihan hidup. Diskriminasi Terhadap Kelompok Homoseksual Ada pro-kontra masyarakat dalam memandang homoseksual. tidak bahagia. d. hingga berkembang menjadi homofobia. diskriminasi terhadap orang yang 12 . Masyarakat menilai bahwa kaum tua ini berpengalaman. Giles. tidak menarik.

13 . Misalnya organisasi yang menolak memberikan cuti melahirkan pada karyawan wanitanya. Namun kebanyakan kedua istilah sehat jasmani maupun rohani lebih merujuk pada kondisi penyandang cacat.Seseorang akan dengan langsung ditolak menjadi pelamar kerja jika nyatanyata dia buta. Menolak menolong adalah ciri dari diskriminasi rasial yang nyata. tuli. bisu. Salah satu poin yang mensyaratkan bahwa pelamar harus sehat jasmani dan rohani.5 Bentuk Diskriminasi Diskriminasi terwujud dalam perilaku yang bervariasi. nyata hingga kasar. Arti sehat jasmani dapat dimaknai bahwa selain seseorang tidak memiliki kekurangan fisik.memiliki keterbatasan fisik dianggap ilegal dan ketidakterimaan sosial. Hal ini akan menjadi aneh ketika kedua persyaratan tersebut digeneralisasikan untuk semua jenis pekerjaan. Fakta lain yang dapat dijadikan contoh adalah tentang keberadaan fasilitas umum di sekitar kita. Penyandang cacat sebagaimana anggota warga negara yang lain tentunya memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas yang dibangun oleh pemerintahnya. Namun tidak bagi mereka yang mengidap penyakit kencing manis. Di negaranegara maju kebutuhan orang-orang yang berkebutuhan khusus disediakan fasilitas-fasilitas khusus untuk kenyamanannya. atau pincang. radang paru. 2. Kebanyakan dari fasilitas umum di Indonesia dibangun dengan tanpa memperhitungkan keberadan para penyandang cacat. dia juga terbebas dari segala penyakit. atau penyakit sejenis yang tidak nyata kelihatan. Menolak untuk menolong Menolak untuk menolong orang lain yang berasal dari kelompok tertentu sering kali dimaksudkan untuk membuat kelompok lain tersebut tetap berada dalam posisinya yang kurang beruntung. Vaughan dan Hogg (2005) menjelaskan bentuk-bentuk diskriminasi sebagai berikut : a. Diskriminasi berdasarkan keterbatasan fisik ini dapat kita lihat ketika kita membaca pengumuman penerimaan calon pegawai atau karyawan. Mengesampingkan keberadaan mereka berarti juga telah memperlakukan kelompok para penyandang cacat secara diskriminatif. mulai dari yang tersamar. Sedangkan sehat rohani dapat juga diartikan bukan hanya sehat secara mental (psikis) namun juga sehat secara moral.

Visible stigma. 2. mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga penderitaan yang dalam. Perilaku ini nanti digunakan sebagai pembelaan dan pembenaran bahwa ia sudah melakukan hal baik yang tidak melanggar diskriminasi. Tokeisme pada level ini dapat menghancurkan harga diri orang yang dikenai token ini. membuat individu yang ada di dalamnya tidak bisa melarikan diri dari cap yang diberikan orang lain.b. turunnya kesejahteraan psikologis. Pengalaman subjektif dalam menerima sigma bergantung pada dua faktor. seperti ras dan gender. misalnya ras. perempuan. Organisasi ini hanya mempekerjakan kelompok minoritas sebagai strategi untuk terhindar dari tuduhan melakukan diskriminasi. Reverse discrimination Reverse discrimination adalah praktik melakukan diskriminasi yang menguntungkan pihak yang biasanya menjadi target prasangka atau diskriminasi dengan maksud agar mendapat pembenaran dan terbebas dari tuduhan telah melakukan prasangka atau diskriminasi.6 Stigma dan Dampak Lain Dari Korban Prasangka Efek dari prasangka pada korban sangat bervariasi. Kontrolabilitas. karena cirinya nyata terlihat. rendahnya self-esteem. Misalnya adanya tokenisme di Amerika Serikat. Secara umum. dan pasien dengan penyakit tertentu. prasangka sangat merusak kerana dapat memberikan stigma kepada semua anggota kelompok yang ada didalamnya. Beberapa diantaranya adalah stigma sosial. 2. atau attributional ambiguity. seks. Sedangkan stigma yang tidak terkontrol. Visibilitas. Allport menjelaskan adanya 15 kemungkinan sebagai konsekuensi negatif dari korban prasangka. c. Tokenisme Tokenisme adalah minimnya perilaku positif kepada pihak minoritas. dan orang spanyol oleh organisasi kerja. yaitu: 1. yaitu orang yang kulit hitam. Stigma yang terkontrol lebih mengundang reaksi yang 14 . kegagalan dan kekurangberuntungan. Stigma yang bersifat dapat dikontrol seperti perokok dan homoseks yang memungkinkan penerimanya untuk bisa memilih apakah ia masuk dalam kategori atau tidak.

obsesi terhadap status meliputi ranking. Diungkapkan bahwa hanya orang dengan kepribadian otoritarian saja yang cenderung berprasangka. kecenderungan untuk melakukan displacement kemarahan dan ketidaksukaan terhadap pihak yang lebih lemah. tetapi juga karena obesitas sesungguhnya dapat dicegah. Kepribadian otoritarian Adorno. b. d. toleransi yang rendah terhadap ketidak pastian.keras ketimbang stigma yang tidak terkontrol.7 Penjelasan Prasangka di Tingkat Individu Serta Kepribadian Dari Prasangka dan Diskriminasi Vaughan dan Hogg (2005) menjelaskan adanya enam teori dalam menjelaskan terbentuknya prasangka dan diskriminasi. . Teori ini mengatakan bahwa jika seseorang mangalami frustasi dan tidak dapat menemukan alasannya atau tidak dapat mengatasi sumber penyebabnya. Frenkel-Brunswik. Kepribadian otoritarian adalah konstelasi karakteristik yang meliputi penghargaan terhadap pihak atau figur otoritas. Otoritatif sayap kanan 15 . Contohnya adalah obesitas. a. terutama Jerman sekitar tahun 1930-an. Teori frustasi-agresi dari Dollard-Miller Teori ini dikembangkan oleh Dollard dan Miller pada tahun 1939 bersamaan dengan merebaknya sikap anti-Semit. dan Sanford (1950) menjelaskan kaitan antara prasangka dengan kepribadian otoritarian. 2. Rokeach menjelaskan bahwa generelisasi dari sidrom ketidaktoleransian ini dapat dikatakan sebagai dogmatis atau ketertutupan sikap (closed-mindedness). c. Obesitas biasanya mengundang reaksi negative bukan hanya karena dalam budaya barat obesitas diberi stigma negatif. Dogmatisme dan closed-mindednes Teori lain yang menjelaskan mengenai prasangka dikembangkan oleh Rokeach yang lebih menekankan gaya kognitif. Levinson. orang akan mencari kambing hitam untuk dijadikan sasaran prasangka dan diskriminasi. Kritik terhadap teori ini dikemukan oleh Berkowitz (1962) yang mencoba merivisinya dengan mengusulkan adanya perubahan pada tiga hal.

Namun kenyataannya orang dewasa sendiri tidak menyadari prasangka yang dimilikinya. 2. Oleh kerana itu.8 Mengendalikan Tingkat Prasangka dan Diskriminasi Teknik-teknik untuk mengendalikan prasangka dan diskriminasi adalah sebagai berikut: a. baru memotivasi lebih jauh kepada anak-anak. tetapi juga pelakunya. f. upaya logis yang dapat dilakukan adalah dengan melarang orang tua/dewasa untuk menurunkan sikap negatifnya tersebut kepada anak-anak. yaitu : a. Belief congruence Rokeach menjelaskan sistem belif congruence menjelaskan rasa tidak suka terhadap kelompok luar bukan disebabkan oleh keanggotaannya dalam kelompok melainkan tidak sejalannya sistem keyakinan (belief) dengan sistem belief kelompok luar. Orang yang menginginkan kelompoknya menjadi dominan dan superior terhadap kelompok lain berarti memiliki orientasi dominasi sosial yang tinggi untuk mendorong atau menolak egaliter. Dengan demikian. Teori dominasi sosial Teori ini menjelaskan seberapa jauh seseorang menerima dan menolak ideologi sosial atau mitos sosial yang melegitimasi hierarki dan diskriminasi. · · b. Authoritarian aggression. Belajar tidak membenci Psikologi sosial menilai bahwa anak-anak memiliki prasangka dengan mempelajarinya dari orang tua dan media massa. Prasangka yang dimiliki membuat seseorang 16 . e. langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyadarkan orang tua atau orang dewasa untuk menyadari prasangka yang dimilikinya. Conventionalism. adanya devosi terhadap konvensi sosial yang digerakkan oleh pihak otoritas. submisif terhadap otoritas sosial yang berlaku. c. Prasangka tidak hanya membawa ketidak nyamanan bagi korban prasangka. dukungan terhadap agresi pihak devian. Authoritarian submission.Teori kepribadian otoritatif kemudian direvisi tanpa penjelasan aspek kepribadian dan psikodinamik. Teori ini menjelaskan otoritatif sebagai sekumpulan sikap yang terdiri atas tiga komponen.

melawan dengan jalur hukum bila terjadi diskriminasi. Jika ia menyadari bahwa prasangka atau diskriminasi tidak disukai oleh kelompoknya. tetapi kemudian menjadi ingroupnya. Antara lain dengan memotivasi individu untuk tidak berprasangka dan pelatihan yang membantu orang untuk mengurangi aktivitas yang otomatis dari cara berpikir yang stereotip. Meningkatkan kontak memungkinkan terjadinya pemahaman yang lebih mendalam mengenai kesamaan yang mungkin mereka miliki sehingga seseorang mampu melihat bahwa anggota-anggota dari kelompok lain dapat bervariasi. d. bisa saja seseorang yang sebelumnya dipandang sebagai outgroupnya. b. Rekategorisasi Rekategorisasi adalah melakukan perubahan batas antara ingroup dan outgrupnya. Intervensi kognitif Perlunya intervensi kognitif untuk mengurangi prasangka dan diskriminasi. Sehingga target prasangka tidak menjadi korban dari diskriminasi. Sebagai contoh. Sebagai akibatnya. Coping terhadap prasangka Sebagai target dari prasangka . f. bahwa prasangka yang terjadi antar kelompok dapat dikurangi dengan meningkatkan intensitas kontak antar kelompok yang berprasangka tersebut.tidak tenang kerana selalu ada perasaan was-was dengan target yang menjadi prasangkanya. e. tidak lagi homogen. Social influence sebagai cara mengurangi prasangka Kenyataan bahwa sikap terhadap kelompok ras atau etnis tertentu bisa dipengaruhi oleh lingkungannya. 17 . sebaiknya melakukan perubahan sikap untuk merespon perilaku diskriminasi. c. maka dengan perlahan ia akan mengubah cara pandangnya terhadap kelompok lain. Direct intergroup contact Pettigrew (1981) menyatakan.

dogmatism. ototarian kelompok kanan. Beberapa penjelasan tersebut adalah belajar untuk tidak membenti. rekategorisasi. Jika prasangka telah berkembang menjadi perilaku. dan stereotip. kategorisasi sosial. Ada sejumlah penjelasan yang mencoba menerangkan mengapa prasangka dan diskriminasi dapat muncul dan berkembang.2 Saran Prasangka tidak hanya membawa ketidaknyamanan bagi korban prasangka. teori belajar sosial. ras. dan coping terhadap prasangka dan diskriminasi. Baron dan Byrne (2003) dalam menjelaskan penyebab terjadinya prasangka mulai dari konflik langsung antar kelompok. agama. intervensi kognitif. Maka dari itu jauhilah prasangka terhadap apapun kerana hanya akan menimbulkan kewaspadaan yang berlebihan terhadap diri sendiri. serta keterbatasan fisik. Beberapa bentuk diskriminasi menurut Vaughan dan Hogg (2005) adalah menolak untuk menolong.1 Kesimpulan Prasangka adalah sikap negatif terhadap orang lain yang lebih didasari oleh keanggotaannya dalam kelompok tertentu dan bukan kerana karakteristik pribadi yang dimilikinya. Sejumlah teknik dapat mengurangi prasangka dan diskriminasi. maka bisa disebut sebagai diskriminasi. Bagi korban prasangka dan diskriminasi sebaiknya 18 . Prasangka dan diskriminasi yang paling luas adalah aspek gender. direct intergroup contact. Penjelasan tersebut adalah teori frustasi-agresi. kepribadian ototarian. 3. tokenisme. Prasangka yang dimiliki membuat seseorang tidak tenang kerana selalu ada perasaan was-was dengan target yang menjadi prasangkanya. tetapi juga pelakunya. etnis.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. dan reverse discrimination. Penjelasan tersebut bervariasi mulai dari yang menjelaskannya sebagai sebuah karakteristik individual. teori dominasi sosial dan belief congruence. sampai adanya pengaruh sosial. orientasi seksual. Berkembangnya prasangka dan diskriminasi dipicu oleh adanya stereotip.

1999. Sarlito Wawan Sarwono.org/wiki/Prasangka http://www. Psikologi Sosial. Internet : http://ekonomi. Psikologi Sosial Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial . Meinarno. Jakarta: PT. DAFTAR PUSTAKA Sarlito W. Sarwono dan Eko A.kompasiana.com/manajemen/2011/12/07/glass-ceiling-diskriminasi-bagiwanita/ http://id. 2009.detiknews.tidak melawan prasangka dan diskriminasi dengan bentuk kekerasan akan tetapi melalui jalur hukum agar tidak terjadi dilain waktu. Salemba Humanika.wikipedia.com/read/2011/12/08/161029/1786343/10/diskriminasikan-difabellion-air-dan-pemerintah-dihukum?nd992203605 19 . Jakarta: PT (Persero) Penerbitan dan Percetakan Balai Pustaka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->