LARUTAN

Dra. LINDA WENI, M.Si YUHERNITA, M.Si SUBBAGIAN KIMIA FKUY

LARUTAN LARUTAN Campuran yang homogen dari 2 atau lebih zat yang terdiri dari solute dan solvent HOMOGEN Sifat Solute = sifat solvent Tidak dapat dibedakan lagi HETEROGEN Campuran suspensi koloid .

KLASIFIKASI/MACAM-MACAM CAMPURAN CAMPURAN DAPAT DIKLASIFIKASIKAN : • BERDASARKAN FASANYA • BERDASARKAN KEJENUHANNYA • DAYA HANTAR LISTRIK .

BERDASARKAN FASANYA Dapat dibagi atas 9 kelompok : Solvent zat cair zat cair zat cair Gas Gas Gas contoh Air Aseton Air Udara O2 O2 Solute zat cair Gas zat padat Zat cair Gas contoh Alkohol Asetilen Garam He Contoh campuran Spiritus Zat untuk las Larutan garam Gas untuk mengelas Kamfer Minyak wangi Spray Zat padat naftalen zat padat Cd zat padat Pd zat padat Au Zat cair Gas Hg H2 Amalgam gigi Gas oven Zat padat Ag .

BERDASARKAN KEJENUHANNYA • Tidak jenuh • Jenuh • Lewat Jenuh    Qc < Ksp Qc = Ksp Qc > Ksp Saat terjadinya kejenuhan : Solute yang larut solute tak larut Berada dalam kesetimbangan .

1 1. Non elektrolit Tidak dapat menghantarkan arus listrik a=0 .BERDASARKAN DAYA HANTAR LISTRIKNYA Kekuatannya tergantung pada nilai koefisien ionisasinya (a) Nilai a berkisar dari : 0 . Elektrolit Dapat menghantarkan arus listrik kuat a=1 0<a<1 lemah 2.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELARUTAN 1. SUHU Untuk campuran padat-cair pada umumnya : T> Kelarutan > 2. SIFAT SOLUTE DAN SOLVENTNYA Berlaku aturan “Like disolve Like” Artinya : suatu solute akan mudah larut dalam solvent yang punya sifat yang sama dengan solute dimana : solute polar mudah larut dalam solvent polar solute non polar mudah larut dalam solvent non polar Contoh : garam dapur (polar) larut dalam air (polar) .

3. Contoh : AgCl (s) Ag+(aq) + Cl-(aq) Adanya ion Cl.akan menggeser kesetimbangan ke kiri sehingga kelarutan akan berkurang . PENGARUH ION SEJENIS Adanya ion sejenis dalam larutan akan mengurangi kelarutan. TEKANAN Sangat berpengaruh pada gas Untuk gas Diatur oleh Hukum Henry Dimana gas2 yang larut secara fisika Contoh : minuman soda Untuk padat/cair Tekanan tidak berubah (konstan) C=kp 4.

Berdasarkan massa/berat zat terlarut dalam sejumlah massa/berat pelarut/larutan B.PENENTUAN KONSENTRASI KONSENTRASI Satuan yang menyatakan berapa banyak suatu solute yang larut dalam suatu solvent Cara menentukan konsentrasi ada 2 : A. Berdasarkan massa/berat zat terlarut dalam sejumlah volume larutan .

Berdasarkan massa/berat zat terlarut dalam sejumlah massa/berat pelarut/larutan 1. Molalitas (m) Jumlah mol solute dalam 1000 gram pelarut m= atau : m= mol solute gram solute gram solvent x 100 % gram solvent gram solute Mr solute x 1000 gram solvent . % b/b Jumlah gram solute dalam 100 gram larutan % b/b = 2.A.

% mol % mol = fraksi mol x 100 % n1 % mol solute = x 100 % n1 + n 2 % mol solvent = n2 n1 + n 2 x 100 % . Fraksi mol Perbandingan mol solute terhadap mol total larutan (solute + solvent) x1 = n1 n1 + n 2 dan x2 = n2 n1 + n 2 dimana : n1 = mol solute n2 = mol solvent 4.3.

molaritas Jumlah mol zat terlarut dalam 1 L larutan M= Jadi : mol solute Liter solvent gram solute M= Mr solute 1000 V (ml) x . Berdasarkan massa/berat zat terlarut dalam sejumlah volume larutan 1.B.

2. Normalitas (N) Jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam 1 L larutan N= Jadi : mol ekivalen solute Liter solvent 1000 V (ml) gram solute N= BE solute dimana : BE = Mr/n x .

mg%  untuk larutan bilogis mg solute dalam 100 ml larutan 4.3. ppb part per billion ppm = mg solute L larutan . ppm part per million ppm = mg solute L larutan 5.

Osmolaritas Jumlah mol total pembentuk senyawa Contohnya : 1 mol KCl akan membentuk 1 mol K+ dan 1 mol Cl-. sehingga : 1 mol KCl = 2 osmol Nilai osmolaritas dinyatakan sebagai : Osmolaritas = {1 + (n-1) a} c Dimana : n = jumlah ion/molekul dalam larutan a = derajat ionisasi c = konsentrasi (molalitas) .

PENGENCERAN DAN PEMEKATAN PENGENCERAN Pekat (Konsentrasi tinggi) Encer (konsentrasi rendah) Kaidah yang berlaku : mol sebelum dan setelah pengenceran tetap mol1 = mol2 V1 M1 = V2 M2 .

PEMEKATAN Encer (konsentrasi rendah) Ada 2 cara yang dapat ditempuh : 1. Menguapkan pelarut Molnya tetap ( mol2 = mol1) Volumenya berubah (V2 < V1) Dengan berkurangnya volume. Penambahan solute Molnya berubah ( mol2 > mol1) Volumenya tetap ( V1 = V2) Pekat (Konsentrasi tinggi) 2. maka konsentrasi akan meningkat .