PENGANTAR
Dalam rangka pelaksanaan Program Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Program Bantuan Operasional Sekolah Menengah di seluruh Indonesia. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang merupakan program utama PMU diharapkan mampu membantu memenuhi biaya operasional sekolah dan memberikan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu. BOS SMK adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke Sekolah Menengah Kejuruan dimana besaran dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah. Dana BOS SMK digunakan untuk membantu sekolah memenuhi biaya operasional sekolah non personalia. Bantuan disalurkan oleh Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung ke sekolah. Pelaksanaan program BOS SMK mengikuti pedoman yang disusun oleh Pemerintah, dengan mengutamakan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yaitu dilaksanakan secara swakelola dan partisipatif, transparan, akuntabel, demokratis, efektif, efisien, tertib administrasi dan pelaporan, serta saling percaya. Kami menyadari bahwa petunjuk teknis ini masih memerlukan penyempurnaan secara berkala, namun demikian kami berharap dapat memberikan layanan pendidikan menengah kejuruan yang terjangkau dan bermutu bagi seluruh siswa.

Jakarta, April 2013 Direktur Pembinaan SMK Ir. Anang Tjahjono, MT NIP. 19641119 198803 1 001

i

DESKRIPSI PROGRAM
1. 2. 3. KODE PRGRAM NAMA PROGRAM PENGERTIAN : : : 16-PS-2013 Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK 1. BOS SMK adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke SMK baik Negeri maupun Swasta dimana besarnya dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dikalikan satuan biaya (unit cost) bantuan; 2. Dana BOS SMK adalah bantuan dana untuk membantu sekolah menengah kejuruan dalam memenuhi biaya operasional sekolah. Tujuan umum BOS SMK adalah mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat; Tujuan khusus BOS SMK: 1. Membantu biaya operasional sekolah 2. Mengurangi angka putus sekolah siswa SMK 3. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMK 4. Mewujudkan keberpihakan pemerintah (affirmative action) bagi siswa SMK dengan cara meringankan biaya sekolah 5. Memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu. Sasaran program adalah SMK Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Besar bantuan per sekolah diperhitungkan dari jumlah siswa, dengan rincian sebagai berikut: • Rintian BOS (R-BOS) : 3.876.813 siswa dengan satuan biaya Rp.60.000/siswa/semester • BOS : 4.157.683 siswa dengan satuan biaya Rp.500.000/siswa/semester R-BOS: Rp.60.000 (enam puluh ribu rupiah) per siswa/semester BOS: Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) per siswa/semester 7. PEMANFAATAN DANA : BOS SMK digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non personalia sesuai dengan Permendiknas No. 69 Tahun 2009, antara lain: 1. Pembelian / penggandaan buku teks pelajaran; 2. Pembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran; 3. Penggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian; ii

4.

TUJUAN

:

5.

SASARAN

:

6.

NILAI BANTUAN

:

Mei penerima BOS SMK BOS : Agustus .go. *) Rintisan BOS (R-BOS) bagi kelas XII diprioritaskan untuk penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi 8. JADWAL KEGIATAN : Pengumpulan data R-BOS : Januari . Apabila SMK menolak menerima program BOS harus mendapat persetujuan orang tua siswa. PERSYARATAN PENERIMA : Penerima dana program BOS SMK: 1. Wajib membantu meringankan siswa dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa. Pembelian bahan habis pakai. 7. Mengikuti Petunjuk Teknis BOS SMK yang telah ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMK. 5. Penyusunan dan pelaporan.dikmen. Penyelenggaraan praktek kerja industri.April sekolah penerima dana BOS : Juli . 4. Laporan pelaksanaan Desember oleh Sekolah Catatan : Jadwal dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi.Agustus BOS SMK 2. komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta tetap menjamin kelangsungan pendidikan di sekolah tersebut. iii .kemdikbud. 3. NO 1. Langganan daya dan jasa lainnya. KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN (2013) 9. 8.September 3. Pemantauan Oktober-November pelaksanaan Program 5. 9. 12.id.4. 5. Pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana prasarana sekolah. Penyelenggaraan kegiatan pembinaan siswa/ ekstrakulikuler. Kegiatan penerimaan siswa baru. Pembelian peralatan pendidikan. 10. Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi. Penyaluran dana BOS R-BOS : Mei . 11. SMK Negeri dan Swasta yang memiliki ijin operasional di seluruh Indonesia. 6. Diprioritaskan SMK yang telah mengisi data PAS SMK secara on line melalui website: http://pendataan. Penetapan sekolah R-BOS : April .Juni SMK BOS : Agustus .September 4. 2.

ditpsmk. Gedung E. Lantai 12 Jl.kpd@ditpsmk.net iv . Jakarta 10270 Telp. Jenderal Sudirman – Senayan. 021 – 5725477.net Email : beasiswa. LAYANAN INFORMASI : Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Komplek Kemdikbud. 5725469 Website : www.10.

PSMK) B. Tingkat pusat (Dit. Tingkat Propinsi (Dinas Pendidikan Propinsi) C. Ketentuan Perpajakan 6 6 8 9 10 10 11 15 15 BAB V. Tujuan E. Kerjasama Dengan Bank/Pos Penyalur E. Peranan Program BOS SMK Dalam Pelaksanaan Program Pendidikan Menengah Universal B. Prinsip pengelolaan BOS SMK B. Sasaran Program dan Besar Bantuan F. Waktu Pelaksanaan Program BOS SMK PERAN INSTANSI TERKAIT A. Program BOS SMK dan MBS C. Sekolah penerima BOS SMK B. Tingkat sekolah PENGELOLAAN PROGRAM BOS SMK A. Skenario Pendanaan Pendidikan Menengah i ii v 1 1 2 2 3 3 BAB II. Program BOS SMK dan Konsep Pembiayaan Partisipatif BAB IV. IMPLEMENTASI BOS SMK A. Peruntukkan Dana BOS SMK C. Kebijakan BOS SMK Terhadap Siswa D. Penetapan Sekolah Penerima BOS SMK C. Dasar Hukum B. MEKANISME PENYALURAN DANA BOS SMK A. Waktu Penyaluran Dana PROGRAM BOS SMK DALAM PENDANAAN PENDIDIKAN A. PENDAHULUAN A. Penyaluran Dana Program BOS SMK D. Tingkat Kabupaten/Kota (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota) D. 18 19 20 v .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DESKRIPSI PROGRAM DAFTAR ISI BAB I. Latar Belakang C. 4 4 4 BAB III. 16 16 17 17 BAB VI. Pengertian D. Alokasi Dana BOS SMK B. Pengelolaan program BOS SMK C.

Pemantauan Eksternal 3. Daftar Larangan D. Waktu Pelaksanaan Pemantauan 4. PELAPORAN A. Sanksi E. Aspek-aspek pemantauan B. Pemantauan Pelaksanaan Program BOS SMK 1. PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN A. Laporan Sekolah B. Unit Pelayanan Masyarakat (UPM) BAB VIII. Pengawasan Program BOS SMK C. Laporan Pusat 22 22 22 23 23 23 23 24 24 26 27 LAMPIRAN Lampiran 1 : Anggaran 2013 Format Rekapitulasi Penggunaan Dana R-BOS dan BOS Tahun vi . Pemantauan Internal 2.BAB VII.

Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. I PENDAHULUAN A. 8. Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs).2% pada tahun 2010. 4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Direktorat Pembinaan SMK Tahun Anggaran 2013 nomor DIPA-023. 10. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). 81/PMK.05/2012 tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian/Lembaga.1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Permendiknas Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 7. dan global. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014. nasional. 6. DASAR HUKUM Dasar hukum pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) meliputi: 1. Program yang telah dimulai dari tahun 1994 tersebut berhasil dituntaskan dengan indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP mencapai 98.666053/2013 tanggal 5 Desember 2012 beserta revisinya. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). 5. LATAR BELAKANG Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan dan peningkatan mutu serta relevansi pendidikan untuk menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal.BAB. 2. 9. B. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).12. Konsekuensi dari keberhasilan program Wajib Belajar 9 Tahun tersebut adalah meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang harus ditampung oleh pendidikan 1 . Usaha untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut dilakukan melalui program Wajib Belajar 9 Tahun. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

Pemerintah mencanangkan program Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang dimulai pada tahun 2013. PENGERTIAN Berikut ini beberapa pengertian dasar dari Program BOS SMK: 1. D. Tujuan digulirkannya program BOS ini adalah membantu sekolah memenuhi biaya operasional non personalia dan membantu siswa miskin memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dalam kerangka program PMU. yang sebagian besar disebabkan karena alasan ketidakmampuan membayar biaya pendidikan. TUJUAN Tujuan umum BOS SMK adalah mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. Pusat Data dan Statistik Pendidikan atau PDSP. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMK 4. Mewujudkan keberpihakan pemerintah (affirmative action) bagi siswa SMK dengan cara meringankan biaya sekolah 5. pemerintah telah menyusun program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu 2 . C. Sementara pada waktu yang bersamaan sekitar 159.menengah.68 triliun rupiah yang akan disalurkan kepada SMA & SMK Negeri dan Swasta diseluruh Indonesia. BOS SMK adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke SMK baik Negeri maupun Swasta dimana besarnya dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dikalikan satuan biaya (unit cost) bantuan. Salah satu tujuan PMU adalah memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat terutama yang tidak mampu secara ekonomi untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah. Kemdikbud (2011) menyatakan bahwa dari 4.2 juta lulusan SMP. Untuk mencapai tujuan PMU tersebut.805 siswa SM mengalami putus sekolah. hanya sekitar 3 juta yang melanjutkan ke Sekolah Menengah (SM) dan sisanya sebesar 1. Pada tahun 2013. 2.2 juta siswa tidak melanjutkan. Membantu biaya operasional sekolah 2. telah disiapkan anggaran sebesar 4. Tujuan khusus BOS SMK: 1. Mengurangi angka putus sekolah siswa SMK 3. Dana BOS SMK adalah bantuan dana untuk membantu sekolah menengah kejuruan dalam memenuhi biaya operasional sekolah.

SASARAN PROGRAM DAN BESAR BANTUAN Sasaran program adalah SMK Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. sehingga total anggaran program R-BOS dan BOS SMK tahun anggaran 2013 sebesar Rp.449.00 (dua triliun tiga ratus sebelas milyar empat ratus empat puluh sembilan juta tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah). 3 . F.000/siswa/tahun dan BOS SMK sebesar Rp.000. dengan rincian sebagai berikut: Program R-BOS BOS Jumlah Siswa 3.000 Bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa per sekolah dikalikan satuan biaya BOS SMK. WAKTU PENYALURAN DANA Dana program ini disalurkan dalam 2 (dua) tahap penyaluran.000 500.2.E.000 Total Alokasi (Rp) 232. 500. atau semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 dan semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.000.078. 60.311.157.841. Besar bantuan per sekolah diperhitungkan dari jumlah siswa. Dana R-BOS SMK adalah untuk periode Januari-Juni 2013. sedangkan dana BOS SMK adalah untuk periode JuliDesember 2013.000 2.876. Penggunaan dana sesuai dengan tahun anggaran yaitu terhitung dari periode Januari sampai Desember 2013.813 4.780.780.682 Satuan Biaya (Rp) 60. Satuan biaya (unit cost) program R-BOS SMK sebesar Rp.000/siswa/tahun.608.

Memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity) bagi semua siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu. Peraturan Pemerintah No. untuk memberikan subsidi kepada siswa miskin. PERANAN PROGRAM BOS SMK DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL (PMU) Program BOS SMK merupakan salah satu program utama (icon) pemerintah yang bertujuan mendukung keberhasilan program PMU yang dirintis pada tahun 2013. C. dan (c) Biaya Pribadi Peserta Didik. 4 . Penggunaan dana semata-mata ditujukan hanya untuk kepentingan peningkatan layanan pendidikan dan tidak ada intervensi atau pemotongan dana dari pihak manapun dan untuk kepentingan apapun. Merupakan sarana penting untuk meningkatkan akses layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu. Mendorong dan memberikan motivasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat yang mampu. Menyediakan sumber dana bagi sekolah untuk mencegah siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran sekolah dan biaya ekstrakulikuler sekolah. PROGRAM BOS SMK DAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Program ini memberikan dukungan kepada sekolah dalam menerapkan konsep MBS yaitu: kebebasan untuk perencanaan. pengelolaan dan pengawasan program yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. 3. Seluruh stakeholder pendidikan wajib memperhatikan pentingnya program BOS SMK yaitu: 1. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan menyebutkan bahwa biaya pendidikan meliputi: (a) Biaya Investasi Sekolah (Pengelolaan Pendidikan). Pengelolaan program BOS SMK menjadi kewenangan sekolah secara mandiri dengan mengikutsertakan komite sekolah dan masyarakat. II PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SMK DALAM PENDANAAN PENDIDIKAN A. 4.BAB. SKENARIO PENDANAAN PENDIDIKAN MENENGAH Pendanaan pendidikan menengah merupakan upaya untuk menyediakan sejumlah dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses pendidikan di sekolah menengah. B. 2. (b) Biaya Operasional Sekolah (Biaya di Satuan Pendidikan).

Biaya investasi sekolah dipenuhi melalui penyediaan bantuan sosial sarana dan prasarana sekolah. Skenario Pembiayaan Pendidikan Menengah Biaya investasi sekolah meliputi biaya investasi untuk meningkatkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Pemerintah berusaha memenuhi pendanaan pendidikan untuk ketiga kategori biaya tersebut melalui mekanisme pemberian bantuan langsung baik ke sekolah. PTK. Sedangkan. Adapun. biaya pribadi peserta didik merupakan biaya yang ditanggung oleh siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan. Adapun. biaya operasional sekolah meliputi biaya operasional personalia untuk gaji dan tunjangan PTK.Gambar 1. Sedangkan biaya operasional sekolah non personalia berusaha dipenuhi melalui penyediaan dana untuk operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). dan biaya operasional non personalia. dan biaya investasi sarana dan prasarana. pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Biaya Pendidikan melalui program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dapat digunakan siswa untuk biaya pribadi peserta didik. dan siswa. biaya operasional personalia berusaha dipenuhi melalui pemberian tunjangan guru. untuk meningkatkan ‘daya beli’ siswa terhadap layanan pendidikan SM dan mencegah siswa putus sekolah. Sementara itu. 5 .

komite sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota serta tetap menjamin kelangsungan pendidikan di sekolah tersebut.kemdikbud. yang meliputi: No 1 Peruntukan Dana Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran Pembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran Penggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian Pembelian peralatan pendidikan Penjelasan Biaya untuk mengganti buku yang rusak dan menambah referensi buku teks pelajaran. ulangan umum dan ujian sekolah. Sekolah penerima dana BOS SMK diutamakan yang telah mengisi data PAS SMK secara on line melalui website: http://pendataan. SMK. III IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SMK A. SMPLB. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa atas pengalokasian dana BOS SMK. sekolah diwajibkan untuk membantu (discount fee) siswa membayar biaya-biaya penyelenggaraan pendidikan. 4. 2. Peruntukan dana BOS SMK tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.id . 2 3 4 Meliputi pembelian: peralatan praktikum IPA. SEKOLAH PENERIMA PROGRAM BOS SMK 1. SDLB. tentang Standar Biaya Operasi Non Personalia Tahun 2009 Untuk SMP/MTs. 5. praktikum IPS.dikmen. Meliputi ulangan harian. dan SMALB.BAB. Pengadaan alat tulis sekolah yang dibutuhkan untuk pengelolaan sekolah dan proses belajar mengajar. peralatan komputer. 69 Tahun 2009. Sekolah yang menolak menerima dana program BOS SMK harus mendapat persetujuan orang tua siswa. SMA/MA. B.go. peralatan ringan (handtools) dan 6 . PERUNTUKAN DANA BOS SMK BOS SMK digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non personalia. praktikum bahasa. Semua sekolah yang menerima dana BOS SMK harus mengikuti pedoman BOS SMK yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. 3. Penerima dana program BOS SMK adalah SMK Negeri dan Swasta yang memiliki ijin operasional di seluruh Indonesia.

perbaikan papan tulis. internet dan lainnya. Biaya untuk penyelenggaraan kegiatan ujian kompetensi bagi siswa SMK yang akan lulus. Meliputi biaya fotocopy dan konsumsi penyusunan laporan. perbaikan lantai. perbaikan meubelair. bahan praktikum IPS. bahan praktikum bahasa. perbaikan pintu dan jendela. perbaikan kamar mandi. telefon. bahan praktek kejuruan. air. Biaya untuk menyelenggarakan kegiatan pembinaan siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler seperti: Pramuka. dan Olahraga. 5 Pembelian bahan habis pakai Meliputi pembelian: bahan praktikum IPA. Kegiatan Pembinaan Olimpiade Sains. 6 Penyelenggaraan kegiatan pembinaan siswa/ekstrakulikuler 7 Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi Penyelenggaraan praktek kerja industri Pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana prasarana sekolah 8 9 10 Langganan daya dan jasa lainnya Kegiatan penerimaan siswa baru 11 12 Penyusunan dan pelaporan Catatan: Rintisan BOS (R-BOS) bagi kelas XII diprioritaskan untuk penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi 7 . Biaya untuk memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah untuk mempertahankan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar layak digunakan. perbaikan atap bocor.No Peruntukan Dana Penjelasan peralatan olah raga/kesenian. Biaya untuk penyelenggaraan praktek kerja industri bagi siswa SMK. Seni. bahan praktikum computer. Contoh pengecatan. dan bahan-bahan olah raga/kesenian. dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. Meliputi biaya fotocopy dan konsumsi panitia penerimaan siswa baru. Biaya untuk penggandaan formulir pendaftaran dan administrasi pendaftaran. Biaya untuk membayar langganan daya dan jasa yang mendukung kegiatan belajar mengajar seperti: listrik. tinta dan toner printer. Biaya untuk menyusun dan mengirimkan laporan sekolah kepada pihak berwenang. Palang Merah Remaja (PMR).

sekolah bermutu di dominasi oleh siswa dari keluarga mampu. KEBIJAKAN BOS SMK TERHADAP SISWA Konsep pendidikan untuk semua (education for all) memberikan kesempatan yang seluas-luas kepada setiap individu untuk mendapat layanan pendidikan bermutu sesuai dengan minat dan potensi siswa.C. BOS SMK yang diterima oleh sekolah akan diperhitungkan untuk meringankan beban semua siswa SMK pada sekolah tersebut secara rata-rata karena kondisi ekonomi orangtua siswa SMK pada umumnya berada pada tingkat menengah ke bawah. Peranan program BOS SMK dalam konteks tersebut di atas adalah memberikan keadilan dan kesempatan kepada semua siswa untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu dengan mewajibkan sekolah memberikan keringanan (discount fee ) biaya operasional sekolah kepada siswa. Gambar 2. di bawah ini disajikan ilustrasi cara kerja konsep discount fee di suatu sekolah. Untuk memperjelas hal tersebut. semua siswa mendapatkan 8 . Untuk kondisi sekolah tersebut. Siswa miskin yang mempunyai minat dan potensi. kurang mempunyai kesempatan belajar di sekolah bermutu sehingga berdampak seakan menutup kesempatan mereka untuk mengubah nasib dan status sosialnya. Konsep Discount Fee Untuk Sekolah dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Siswa Homogen Ilustrasi gambar di atas menggambarkan pelaksanaan konsep memberikan keringanan (discount fee) untuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa homogen (semua siswa). Sesuai dengan perkembangan jaman.

pemerintah mendorong lulusan SMP untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Mekanisme pembiayaan partisipatif memungkinkan sekolah untuk mendapatkan sumber pembiayaan tambahan dari orang tua siswa yang mampu secara ekonomi. yaitu mendapatkan keringanan biaya sekolah sesuai dengan unit cost yang telah ditentukan. D. maka akan semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan oleh sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan bermutu. 2. Dalam hal ini. PROGRAM BOS SMK DAN KONSEP PEMBIAYAAN PARTISIPATIF Pemerintah dan masyarakat menuntut sekolah untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu kepada peserta didik. Melaksanakan amanah Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa miskin yang mempunyai minat dan potensi untuk bersekolah di sekolah bermutu agar kelak mereka mampu meningkatkan kualitas hidupnya dengan bekal kemampuan dan keahlian yang mereka dapatkan dan mampu mengangkat ekonomi keluarga (eskalasi sosial). Secara tidak langsung hal ini berakibat pada meningkatnya sumber dana bagi sekolah yang berbanding lurus dengan kualitas sekolah. Peranan pemerintah melalui program BOS SMK ini adalah: 1. Tuntutan tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya pendidikan sekolah yang tinggi.perlakuan yang sama. 9 . Semakin tinggi tuntutannya.

2) Disamping itu dapat juga menggunakan data calon penerima BOS yang diusulkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan format-format yang telah diunggah di website www. Sekolah melengkapi dan mengisi data PAS SMK tahun pelajaran 2013/2014 secara on line melalui website: http://pendataan.Desember 2013) ditentukan berdasarkan data jumlah siswa tahun pelajaran 2013/2014.kpd@ditpsmk. Pendataan Sekolah untuk Calon Penerima R-BOS 1) Untuk R-BOS SMK.BAB. PENETAPAN SEKOLAH PENERIMA BOS SMK a.go.ditpsmk. Pendataan Sekolah untuk Calon Penerima BOS 1) Untuk pendataan calon penerima BOS SMK. 2. B. Penetapan SMK penerima dalam bentuk Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMK. Alokasi dana R-BOS SMK (periode Januari .dikmen.Juni 2013) ditentukan berdasarkan data jumlah siswa tahun pelajaran 2012/2013. c. Hasil verifikasi data tersebut akan dijadikan bahan dalam menetapkan SMK penerima R-BOS. pendataan calon penerima R-BOS tahun 2013 berdasarkan data realisasi R-BOS semester II tahun 2012 dari Dinas Pendidikan Provinsi.net dan dikirim ke email: bos. b.id. 3) Untuk data BOS SMK khususnya data siswa kelas XI dan XII tahun pelajaran 2013/2014 dapat menggunakan data R-BOS tahun pelajaran 2012/2013.kemdikbud. ALOKASI DANA BOS SMK 1. Hasil verifikasi data tersebut merupakan dasar penetapan sekolah penerima BOS SMK. d. 2) Disamping itu dapat juga menggunakan data calon penerima R-BOS yang diusulkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau Dinas Pendidikan Provinsi.net . Alokasi dana BOS SMK (periode Juli . Direktorat Pembinaan SMK melakukan penetapan 10 . Penetapan sekolah Penerima Dana BOS SMK Direktorat Pembinaan SMK melakukan verifikasi data sekolah yang diperoleh dari data tersebut di atas. Penetapan sekolah Penerima Dana R-BOS SMK Direktorat Pembinaan SMK melakukan verifikasi data yang diperoleh dari data tersebut di atas. 3. Pemerintah pusat menetapkan alokasi dana BOS SMK di seluruh Indonesia. IV MEKANISME PENYALURAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SMK A.

Dana R-BOS SMK (periode Januari-Juni 2013) sebesar Rp. Waktu penyaluran dana program ini akan tepat w aktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dana disalurkan oleh KPPN ke Lembaga Penyalur.sekolah penerima BOS SMK dalam bentuk Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMK. SPM tersebut disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Penyaluran dana R-BOS dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 81 tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian Negara/Lembaga. PENYALURAN DANA R-BOS DAN BOS SMK 1. Direktorat Pembinaan SMK mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) ke Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dengan melampirkan: 1) 2) SK Direktur Pembinaan SMK tentang Penetapan SMK Penerima R-BOS tahun 2013.BOS SMK Proses penyaluran dana R-BOS SMK Tahun 2013 dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMK dengan mekanisme: a.000/siswa. apabila seluruh pihak terkait secara tepat waktu mengikuti jadwal penyaluran yang telah ditetapkan. f. Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) c. Surat perjanjian kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMK dengan Lembaga Penyalur. 60. Penyaluran Dana R. C. Selanjutnya Lembaga Penyalur menyalurkan dana R-BOS langsung ke rekening SMK penerima. Teknis penyaluran dana R-BOS tersebut diatur dalam Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMK dengan Lembaga Penyalur. d. g. e. Dana R-BOS diterima oleh siswa tanpa potongan atau pengenaan biaya apapun. 11 . Pendidikan Menengah b.

d Mei 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pengumpulan Data Sekolah Penerima Dana Rintisan BOS (R-BOS) SMK Januari s.d Juni 12 .d April Penyaluran Dana RBOS SMK Mei s.JADWAL PENYALURAN RINTISAN BOS (R-BOS) TAHUN 2013 JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI Penetapan Sekolah Penerima R-BOS SMK April s.

500. Selanjutnya Lembaga Penyalur menyalurkan dana BOS langsung ke rekening SMK penerima. Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) SPM tersebut disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). m. n.2. Direktorat Pembinaan SMK mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) ke Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dengan melampirkan: 3) SK Direktur Pembinaan SMK tentang Penetapan SMK Penerima BOS tahun 2013. i. Penyaluran Dana BOS SMK Proses penyaluran dana BOS SMK Tahun 2013 dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMK dengan mekanisme: h. 4) Surat perjanjian kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMK dengan Lembaga Penyalur. 13 . k. Dana disalurkan oleh KPPN ke Lembaga Penyalur. j. Dana BOS diterima oleh siswa tanpa potongan atau pengenaan biaya apapun. Penyaluran dana BOS dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 81 tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian Negara/Lembaga. apabila seluruh pihak terkait secara tepat waktu mengikuti jadwal penyaluran yang telah ditetapkan.000/siswa. Dana BOS SMK (periode Juli-Desember 2013) sebesar Rp. Waktu penyaluran dana program ini akan tepat w aktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. l. Teknis penyaluran dana BOS tersebut diatur dalam Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMK dengan Lembaga Penyalur.

d September Pelaporan Pelaksanaan oleh Sekolah Desember 14 .JADWAL PENYALURAN BOS SMK TAHUN 2013 JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER Penetapan Sekolah Penerima BOS SMK Agustus s.d September Pemantauan Pelaksanaan Program Oktober s.d Agustus Penyaluran Dana BOS SMK Agustus s.d November 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pengumpulan Data Sekolah Penerima Dana BOS SMK Juli s.

WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM BOS SMK Waktu pelaksanaan program BOS SMK terhitung dari Januari sampai Desember 2013 atau sesuai dengan berakhirnya tahun anggaran. 4.D. 15 . E. 2. KERJASAMA DENGAN BANK/POS PENYALUR Kerjasama dengan Bank/Pos Penyalur dituangkan dalam kontrak/perjanjian kerjasama yang memuat beberapa hal meliputi: 1. 3. Bank/Pos penyalur menyampaikan laporan penyaluran dana BOS SMK secara berkala dan laporan akhir penyaluran dana secara keseluruhan kepada Direktur Pembinaan SMK. Bank/Pos penyalur membuat pernyataan kesanggupan untuk menyalurkan dana BOS SMK ke rekening sekolah dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah dana dari KPPN diterima oleh Bank/Pos penyalur. Bank/Pos penyalur membuat pernyataan kesanggupan untuk menyetorkan pendapatan bunga dari hasil penyaluran dana BOS SMK ke Rekening Kas Umum Negara. Bank/Pos penyalur menyetorkan sisa dana BOS SMK yang tidak tersalur sampai dengan akhir tahun anggaran ke Rekening Kas Umum Negara.

BAB. Tugas-tugas yang dilaksanakan adalah: 1. Tugas-tugas yang dilaksanakan adalah: 1. TINGKAT PUSAT (DIREKTORAT PEMBINAAN SMK) Pengelola BOS SMK tingkat Pusat adalah Direktorat Pembinaan SMK. Melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi program pembinaan Sekolah Menengah dengan Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Mengikuti kegiatan koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan pembinaan tingkat pusat. Menginformasikan petunjuk teknis pelaksanaan program BOS SMK kepada kabupaten/kota. 6. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Bekerjasama dengan lembaga penyalur menyalurkan dana BOS SMK ke sekolah. B. 8. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program BOS SMK. V PERAN INSTANSI TERKAIT A. TINGKAT PROVINSI (DINAS PENDIDIKAN PROVINSI) Pengelola BOS SMK tingkat provinsi adalah Dinas Pendidikan Provinsi. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program BOS SMK. Melakukan pendataan individual sekolah tingkat nasional. 7. Menetapkan kuota/alokasi BOS SMK nasional dan propinsi atau Kabupaten/Kota sesuai dengan jumlah siswa SMK di seluruh Indonesia dan per provinsi atau per Kabupaten/Kota. 4. 16 . 2. 2. 10. 3. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan BOS SMK. menganalisis dan menyusun laporan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program BOS SMK. Melakukan sosialisasi program dan mekanisme pelaksanaan BOS SMK. Menyiapkan perangkat monitoring dan evaluasi program BOS SMK. 3. menerbitkan surat keputusan penetapan sekolah-sekolah penerima BOS SMK. 9. 4. Melaporkan hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Melakukan verifikasi/evaluasi/validasi data alokasi dana BOS SMK. Menghimpun dan menyampaikan data-data sekolah penerima R-BOS tahun 2012. 5. 5. Mengolah.

Mematuhi petunjuk teknis pelaksanaan program BOS SMK. seperti dengan menempelkan informasi program dan keuangan di papan pengumuman sekolah. 3. 2. 5. Menentukan alokasi dana BOS SMK per sekolah. Tugas-tugas tersebut antara lain: 1. Mengirimkan usulan penerima dana BOS SMK dan kompilasi laporan sekolah.kemdikbud. D. Tugas-tugas tersebut antara lain: 1. 9. 5.id.go. Menginformasikan kepada sekolah tentang alokasi dana BOS SMK sekolah. Melaksanakan pendataan jumah siswa per sekolah tingkat kabupaten/kota. 3. 4. atau menyampaikan informasi dalam forum rapat dewan guru dengan komite sekolah/orang tua siswa. 17 . wakil kepala sekolah.C. 6. TINGKAT SEKOLAH Pengelola program BOS SMK tingkat sekolah adalah kepala sekolah. 7. Melakukan verifikasi data individual sekolah. guru yang ditunjuk dan komite sekolah. Mengisi dan mengirimkan data jumlah siswa per sekolah ke propinsi atau Kabupaten/Kota. Menyebarluaskan informasi penerimaan program BOS SMK kepada warga sekolah. 6. 4. TINGKAT KABUPATEN/KOTA (DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA) Pengelola program BOS SMK tingkat kabupaten/kota adalah dinas pendidikan kabupaten/kota. Menyusun laporan pelaksanaan program BOS SMK di tingkat sekolah. Mengelola dana BOS SMK berdasarkan prinsip-prinsip MBS dan pengelolaan keuangan negara. 8. Melaksanakan pengisian Isian Data Individual Sekolah tahun pelajaran 2013/2014 kondisi bulan Agustus 2013 melalui format Data PAS Online http://pendataan. Bersama dengan MKKS mengkoordinasikan penandatangan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dan kelengkapan pemberian bantuan. Menyusun program kerja untuk pengalokasian dana BOS SMK.dikmen. 2. dan disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Pembinaan SMK. Mencantumkan dana BOS SMK yang diterima pada APBS. Menggunakan dana sesuai dengan ketentuan program BOS SMK.

4. kritik atau pendapat.BAB. 7. Swakelola dan Partisipatif Pelaksanaan program dilakukan secara swakelola (direncanakan. kritik. serta melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan program. 18 . pelaksanaan. 2. pengambilan keputusan dan pemecahan masalah ditempuh melalui jalan musyawarah/mufakat dengan memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk mengajukan saran. 3. Efektif dan Efisien Pemanfaatan dana harus efektif dan efisiensesuai dengan ketentuan yang ada. Demokratis Penyusunan perencanaan. Tertib Administrasi dan Pelaporan Sekolah penerima dana harus menyusun dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai ketentuan yang dipersyaratkan. Akuntabel Pengelolaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan. VI PENGELOLAAN PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SMK A. yang mengandung arti. Oleh Karena itu. PRINSIP PENGELOLAAN BOS SMK Pengelolaan program BOS SMK mengacu pada konsep Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management). dan pengawasan program sesuai dengan peraturan yang berlaku. Transparan Pengelolaan dana harus dilakukan secara terbuka agar warga sekolah dan masyarakat dapat memberikan saran. 5. dikerjakan dan diawasi sendiri) dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam memberikan dukungan terhadap perencanaan. yaitu: 1. penting bagi kita untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan memegang amanah dan komitmen yang ditujukan semata-mata hanya untuk membangun pendidikan yang lebih baik. Saling Percaya Pemberian dana berlandaskan pada rasa saling percaya (mutual trust) antara pemberi dan penerima dana. 6. sesuai dengan pedoman pelaksanaan yang sudah disepakati.

Penanggungjawab pada setiap kegiatan. Bantuan disalurkan langsung ke sekolah melalui lembaga penyalur. dijabat oleh Wakil Kepala Sekolah atau guru yang relevan. Panitia terdiri dari unsur kepala sekolah. pengelolaan program ini dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh Kepala Sekolah. b. wakil kepala sekolah. diketuai oleh Kepala Sekolah. oleh para guru. 19 . Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. 3. oleh Bendahara Rutin sekolah atau bendahara yang ditunjuk khusus oleh kepala sekolah. Pengelolaan Program BOS SMK memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap seluruh pengelolaan dana BOS SMK. Penanggung jawab program. Pejabat baru wajib meneruskan seluruh program dan kegiatan sesuai ketentuan yang sudah disepakati dengan pemberi bantuan. 2. Informasi pengelolaan program ini harus mudah diketahui oleh warga masyarakat dan sekolah melalui papan pengumuman dalam pengelolaan dengan menempelkan laporan pelaksanaan kegiatan dan laporan keuangan.B. Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menverifikasi dan menvalidasi data alokasi dana per sekolah di kabupaten/kota terkait program BOS SMK. Program BOS SMK dikelola oleh Direktorat Pembinaan SMK. Pada tingkat sekolah. Komite sekolah berperan dalam memberikan dukungan dalam wujud finansial. Ketua panitia pelaksana. Susunan adalah sebagai berikut: a. 2. Apabila terjadi pergantian kepala sekolah pada saat pelaksanaan program sedang berjalan. 3. pengontrol kualitas pelaksanaan program. memberikan bantuan tenaga maupun pemikiran. Pengelola keuangan. d. dan sekaligus sebagai mediator antara pemerintah dengan masyarakat. guru dan komite sekolah yang dibentuk secara musyawarah. maka pelaksanaan pekerjaan dan pengelolaan dana sebelumnya menjadi tanggung jawab pejabat lama. Mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku berkenaan dengan pelaksanaan program bantuan. PENGELOLAAN PROGRAM BOS SMK 1. Pejabat lama wajib menyerahkan dan mempertanggungjawabkan seluruh pekerjaan yang sudah dilakukan yang dituangkan dalam berita acara serah terima pekerjaan. c.

Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk pembelian lebih dari Rp.000. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22.5%.. Pemungut PPN dalam hal ini bendaharawan tidak perlu memungut PPN atas 20 . 1. KETENTUAN PERPAJAKAN Ketentuan perpajakan terkait dengan penggunaan dana BOS SMK 2013 dari sisi pengeluaran (expenditure) yaitu untuk belanja operasional sekolah non personalia diatur sebagai berikut: 1. 1. 1.000. Pemungut PPN dalam hal ini bendaharawan tidak perlu memungut PPN atas pembelian barang dan/atau jasa yang dilakukan oleh non Pengusaha Kena Pajak.(satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak berupa buku-buku yang bukan buku-buku umum. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak). PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum. Dengan demikian kewajiban perpajakan bagi bendaharawan /pengelola BOS SMK pada Sekolah bukan Negeri yang terkait atas penggunaan dana BOS SMK untuk belanja barang sebagaimana tersebut diatas adalah: a. b.5% b. Tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. 1. c.. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama PPN yang terutang dibebaskan. PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum. Namun demikian untuk nilai pembelian ditambah PPN dengan jumlah tidak melebihi Rp. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk nilai pembelian lebih dari Rp..000.000. Namun demikian untuk nilai pembelian ditambah PPN dengan jumlah tidak melebihi Rp.000.C.000. Tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS SMK pada Sekolah bukan Negeri adalah tidak termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan PPN. Bagi Bendaharawan/Pengelola BOS SMK pada Sekolah Negeri atas penggunaan dana BOS SMK mengikuti hal-hal sebagai berikut: a.000. b. 2. 1. Bagi Bendaharawan/Pengelola BOS SMK pada Sekolah Negeri atas penggunaan dana BOS SMK mengikuti hal-hal sebagai berikut: a.(satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah-pecah.(satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah.(satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah-pecah. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. Kewajiban perpajakan terkait dengan penggunaan dana BOS SMK untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak..000.

kitab suci dan buku pelajaran agama. b. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak) atas pembelian buku yang bukan buku-buku pelajaran umum. c. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama PPN yang terutang dibebaskan. Dengan demikian kewajiban perpajakan bagi bendaharawan /pengelola BOS SMK pada Sekolah Bukan Negeri yang terkait dengan pembelian /penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak adalah: a.pembelian barang dan/atau jasa yang dilakukan oleh non Pengusaha Kena Pajak. 2. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS SMK pada Sekolah Bukan Negeri adalah tidak termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan PPN. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. 21 .

dilaksanakan pemantauan dan supervisi. Sedangkan supervisi bertujuan untuk mengetahui tingkat manfaat BOS SMK bagi sekolah. Dengan demikian pemantauan yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota mencakup seluruh aspek kegiatan sekolah. Tingkat Sekolah melalui Komite Sekolah Komite sekolah melakukan pemantauan terhadap program-program yang dilaksanakan di sekolah secara periodik dan hasilnya dicatat sebagai dokumen. Pemantauan Eksternal a. Dinas Pendidikan Provinsi Dinas Pendidikan Propinsi melakukan pemantauan sekolah sampel untuk memastikan akuntabilitas dari keterlaksanaan/ketercapaian program di sekolah. mengidentifikasi berbagai macam masalah/hambatan yang dialami serta mencarikan solusi pemecahan masalah.BAB. b. atau Direktorat Pembinaan SMK. 2. Pemantauan Internal a. PEMANTAUAN PELAKSANAAN PROGRAM BOS SMK Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas dan transaparansi pelaksanaan program BOS SMK. b. Hasil pemantauan dan supervisi merupakan bahan perumusan perencanaan program BOS SMK di masa yang akan datang. Pusat Direktorat Pembinaan SMK melaksanakan pemantauan ke sekolah sampel untuk memastikan akuntabilitas dari keterlaksanaan/ketercapaian program di sekolah. Pemantauan bertujuan untuk memantau perkembangan pelaksanaan BOS SMK. termasuk pelaksanaan program BOS SMK. Dokumen tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan kepada sekolah dalam penyusunan laporan pertengahan dan laporan akhir program/kegiatan sekolah serta untuk bahan konsultasi ketika ada pemantauan dari instansi lain yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 22 . Pelaksanaan pemantauan dan supervisi dilakukan secara internal oleh komite sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota melalui pengawas sekolah dan eksternal oleh Direktorat Pembinaan SMK serta dinas pendidikan provinsi. Dinas Pendidikan Provinsi. VII PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN A. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melaksanakan pemantauan sebagai bagian tugas rutinitas pembinaan sekolah. 1.

23 . Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Dengan demikian diharapkan kepala sekolah menyadari dan mengetahui betul perkembangan pelaksanaan program yang sedang berjalan dan sedini mungkin mengetahui kendala yang muncul sehingga dapat mengatasi berbagai persoalan yang ada. Pengawasan internal dilakukan oleh komite sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota melalui pengawas sekolah. 2. Pemantauan dinas pendidikan propinsi dilaksanakan pada saat program kegiatan sedang berlangsung dan pada akhir kegiatan agar dapat mengetahui proses dan hasil pelaksanaan kegiatan. Aspek-aspek pemantauan: a. 4. dan Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Propinsi dan Kabupaten/ Kota.3. Waktu Pelaksanaan Pemantauan a. 2. 3. sehingga penting bagi kita secara bersama-sama menjaga amanah tersebut. atau pihak lainnya. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/Kabupaten/ Kota/Provinsi/Pusat. b. Instansi pengawas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemanfaatan dana BOS SMK. Dipinjamkan kepada pihak lain. Alokasi dana sekolah penerima bantuan yang ditentukan berdasarkan jumlah siswa. Pemantauan internal oleh kepala sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota dilaksanakan sepanjang pelaksanaan kegiatan. Tim monitoring independen yang terdiri dari unsur Direktorat Pembinaan SMK. Pemantauan oleh Direktorat Pembinaan SMK atau instansi lain dari Pusat dapat dilaksanakan pada saat program/kegiatan sedang berlangsung dan/atau setelah program/kegiatan selesai dilaksanakan. Agar terhindar dari segala macam bentuk manipulasi dan penyimpangan keuangan negara. Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Nasional. C. Memanfaatkan dana BOS SMK yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis. Disimpan dengan maksud dibungakan. DAFTAR LARANGAN Pemberian BOS SMK adalah amanah dan kepercayaan. dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. PENGAWASAN PROGRAM BOS SMK Pengawasan terhadap pelaksanan program BOS SMK dilakukan oleh lembaga-lembaga meliputi: 1. c. Pelaporan pelaksanaan kegiatan monitoring. b. c. B. 3. 4.

SANKSI Apabila berdasarkan hasil evaluasi institusi pemeriksa (Inspektorat Jenderal/BPK/ Bawasda). Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. 3. mutasi kerja dan pemberhentian. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS SMK/perpajakan program BOS SMK yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Pembinaan SMK membentuk unit pelayanan masyarakat (UPM). bilamana terbukti melakukan pelanggaran yang dilakukan secara sengaja dan sistematik untuk memperoleh keuntungan pribadi. 3) Pusat informasi umum pemberian BOS SMK. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. seperti penurunan pangkat. 6. yang berfungsi sebagai: 1) Mediator antara masyarakat dengan pengelola program BOS SMK. Menanamkan saham. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pada tahun berikutnya kepada kabupaten/kota. kesalahan secara sengaja dalam melaksanakan program dan pengelolaan keuangan yang merugikan keuangan negara. kelompok atau golongan. 24 . Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota memberi peringatan/teguran secara lisan dan tertulis kepada Kepala Sekolah dengan tembusan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau Dinas Pendidikan Provinsi. UNIT PELAYANAN MASYARAKAT (UPM) Dalam rangka memfasilitasi penyelesaian atau jalan keluar atas pengaduan masyarakat tentang pelaksanaan program BOS SMK serta memberikan informasi tentang mekanisme program BOS SMK. penerima bantuan terbukti secara sah melakukan kekeliruan. 2) Pusat pelayanan masyarakat (internal dan eksternal). 4. atau sekolah. Pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat sangat penting bagi pengelola program dalam rangka transparansi/keterbukaan terhadap masyarakat sebagai komponen turut serta mengawasi pelaksanaan program sesuai prinsip BOS SMK dan MBS. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk: 1. Masuk dalam daftar hitam (black list) sekolah yang tidak akan mendapat bantuan dari Direktorat Pembinaan SMK E. 2.5. D.

Laporan dan pengaduan ke Direktorat Pembinaan disampaikan melalui email dan surat tertulis ke : e-mail atau Telepon : bos. Jenderal Sudirman – Senayan. Gedung E. Lantai 12 Jl.net : 021-5725469 / 021-5725477 SMK dapat Pengaduan tertulis disampaikan ke alamat: Unit Pelayanan Masyarakat Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Komplek Kemdikbud.kpd@ditpsmk. Jakarta 10270 25 .

Narasi Laporan Narasi laporan memuat informasi sebagai berikut: (1) jumlah siswa. Foto Dokumentasi Berisi informasi yang menggambarkan kegiatan sekolah dalam menggunakan dana untuk membantu membiayai operasional sekolah . sekolah dan Direktorat Pembinaan SMK menyusun laporan hasil pelaksanaan program kepada pihak terkait.BAB. Sedangkan Laporan R ingkasan adalah laporan pendek yang disusun oleh sekolah untuk sam paikan ke Direktorat Pem binaan SM K . Lampiran Isian Data Individual Sekolah Melampirkan Hasil Isian Data Individual Sekolah tahun pelajaran 2013/2014 kondisi bulan Agustus 2013 melalui format DATA PAS On-Line. (3) kapan dana diterima sekolah. c. Berikut ketentuan untuk tiap jenis laporan sebagai berikut: 1. yaitu (1) Laporan Keseluruhan dan (2) Laporan Ringkas. Laporan sekolah dibagi menjadi 2 (dua) jenis. (4) rekap penggunaan dana dari sisi pengeluaran/pembelanjaan yaitu untuk membantu membiayai operasional sekolah. A. VIII PELAPORAN Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan program BOS SMK. LAPORAN SEKOLAH Secara umum laporan yang harus disiapkan oleh sekolah penerima dana BOS SMK. 26 . antara lain: a. Laporan tersebut disimpan di sekolah dan harus ada ketika diperiksa setiap saat oleh tim audit/pemeriksa. d. Pertanggung jawaban penggunaan dana BOS SMK terdiri dari: Penggunaan dana yang berisi tentang rincian penggunaan/pembelanjaan dana untuk membiayai kebutuhan operasional sekolah. dan Dinas Pendidikan K abupaten/ Kota dengan tem busan ke Dinas Pendidikan Provinsi . Laporan Keseluruhan Laporan keseluruhan sekurang-kurangnya berisi informasi yang mencakup. terdiri atas: laporan per semester (laporan semester I/periode Januari-Juni 2013) dan laporan semester II/periode Juli-Desember 2013). Laporan Keseluruhan adalah laporan yang disusun oleh sekolah untuk kepentingan pertanggung jawaban pelaksanaan program. b. (2) jumlah dana yang diterima.

Besar dana yang tidak terserap berdasarkan laporan dari bank/pos penyalur.net . 4. (form at lam piran 1) . Laporan pemantauan pelaksanaan program. 27 .2. kepala sekolah.kpd@ditpsmk. antara lain penggunaan dana dari sisi pembelanjaan (expenditure) yaitu untuk belanja operasional sekolah. 3. 2. Besar dana yang dialokasikan. Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh pengelola program BOS SMK pusat meliputi: 1. Laporan tersebut di atas dikirimkan ke Direktorat Pembinaan SMK melalui alamat email : bos. B. Daftar rekapitulasi sekolah penerima bantuan. Laporan Ringkas Laporan Ringkas berisi informasi yang mencakup. LAPORAN PUSAT Pengelola pusat menyusun laporan akhir pelaksanaan program BOS SMK. dan bendahara rutin sekolah serta dilengkapi dengan stempel sekolah dan stempel komite sekolah. Laporan tersebut dinyatakan sah apabila sudah ditandatangani oleh ketua komite sekolah.

kpd@ditpsmk.net Jumlah Siswa Jumlah Dana R-BOS dan BOS Alamat Sekolah PENGGUNAAN DANA R-BOS DAN BOS Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran Pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana prasarana sekolah Pembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi Pembelian bahan habis pakai Penggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian Penyelenggaraan praktek kerja industri Kegiatan penerimaan siswa baru Langganan daya dan jasa lainnya Pembelian peralatan pendidikan Penyelenggaraan kegiatan pembinaan siswa/ekskul Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Dana (Rp) Lainnya No SMK Dana (Rp) Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara (__________________) (_______________) 28 (_______________) Total Dana Kab/ Kota NP SN Penyusunan dan pelaporan .LAMPIRAN 1 Disusun Oleh Sekolah Penerima Dana R-BOS dan BOS SMK Disampaikan ke Pusat dan Dinas Pendidikan Kab/Kota tembusan ke Dinas Pendidikan Provinsi FORMAT REKAPITULASI PENGGUNAAN DANA R-BOS DAN BOS SMK PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SMK R-BOS / BOS : _____________ s/d ________________ 2013 TAHUN ANGGARAN 2013 : _______________________________ : _______________________________ : _______________________________ Format laporan sekolah ke Direktorat Pembinaan SMK untuk dana R-BOS dan BOS SMK Dikirim melalui e mail ke bos.