PENYAKIT SICKLEMIA

sicklemia ini diwariskan keketurunan dan memungkinkan terjadinya lethal . Pada kondisi kadar oksigen rendah. Hemoglobin normal seharusnya mengandung asam glutamat. tetapi oleh RNA-t dibaca GUA yang diterjemahkan menjadi valin. Hal ini. Brachidactly dll. akibatnya protein yang disusun juga keliru sehingga enzim yang dihasilkan juga salah. Jika hal ini terjadi.Sicklemia bisa terjadi karena mutasi gen akibat kesalahan dalam translasi sewaktu pembentukan protein . Dalam sintesis protein dapat terjadi kesalahan dalam menerjemahkan kode-kode yang diterima dari DNA. . Sicklemia tergolong dalam llethal resesif . Mutasi gen menyebabkan perubahan sifat yang diwariskan secara turun temurun. atau dibaca AAA yang diterjemahkan menjadi lisin. Thalasemia . Sel sabit menyebabkan kelainan yang disebut siklemia. ketidakhadiran asam amino polar pada posisi 6 dari rantai βglobin menyebabkan terbentuknya ikatan non-kovalen di hemoglobin yang menyebabkan perubahan bentuk dari sel darah merah menjadi bentuk sabit dan menurunkan elastisitasnya Dalam Genetika Siklemia merupakan syndrom keturunan yang karakternya terpaut pada kromosom Autosom seperti albino . Hal ini menyebabkan hemoglobin menghasilkan sel sabit. Penggabungan dari dua subunit α-globin normal dengan dua subunit β-globin mutan membentuk hemoglobin S (HbS). yang menyebabkan pertukaran asam glutamat (suatu asam amino) dengan asam amino hidrofobik valin pada posisi 6. kodon GAA yang seharusnya diterjemahkan menjadi asam glutamat. kesalahan RNA-t menafsirkan kode-kode genetik dari DNA juga merupakan salah satu mekanisme mutasi gen. Kesalahan ini berpengaruh pada proses pembentukan hemoglobin. maka metabolisme akan terganggu. tetapi karena terjadi kesalahan dalam penerjemahan. Gen yang bertanggung jawab menyebabkan SCA merupakan gen autosom dan dapat ditemukan di kromosom nomor 11. Jadi. yang kemudian proses itu mempengaruhi terbentuknya asam amino yang berakibat fatal pada struktur darah. Misalnya. Jika terjadi kesalahan penerjemahan. menyebabkan polipeptida yang dihasilkan tidak sesuai dengan perintah DNA. Sickle Cell Anemia disebabkan karena adanya mutasi pada rantai β-globin dari hemoglobin. hemoglobin mengandung valin atau lisin. Siklemia diturunkan kepada keturunannya dan menyebabkan mutasi.

pembengkakan pada persendian. bahkan hampir tidak ada. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya. seperti lulut. a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh). Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2). Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal. lalu darah keluar dari pembuluh. seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan. Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. d. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak. atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat. yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan. Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit.Hemofilia Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan. b. Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh. Pembuluh darah mengerut/ mengecil. pergelangan kaki atau siku tangan. Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentikan perdarahan. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. c. Gambar 1 .

2006). Karena itu. Hemofilia klasik. sedangkan wanita umumnya menjadi pembawa sifat saja (carrier). Kelainan ini terkait dengan defisiensi faktor VIII. Hemofilia kekurangan Factor VIII. mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna. terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. Definisi Hemofilia Hemofilia adalah gangguan perdarahan yang disebabkan oleh defisiensi herediter dan faktor darah esensial untuk koagulasi (Wong. 2003). lalu darah keluar dari pembuluh. Hemofilia merupakan penyakit pembekuan darah kongenital yang disebabkan karena kekurangan faktor pembekuan darah. yaitu faktor VIII dan faktor IX. IX atau XI yang ditentukan secara genetic (Nelson. 2005). d. karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah b. Hemofilia merupakan gangguan koagulasi herediter atau didapat yang paling sering dijumpai.a. Hemofilia merupakan gangguan koagulasi kongenital paling sering dan serius. Faktor tersebut merupakan protein plasma yang merupakan komponen yang sangat dibutuhkan oleh pembekuan darah khususnya dalam pembentukan bekuan fibrin pada daerah trauma (Hidayat. Pembuluh darah mengerut/ mengecil. Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu. wanita juga bisa menderita hemofilia jika mendapatkan kromosom X dari ayah hemofilia dan ibu pembawa carrier. Gambar 2 A. penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria karena mereka hanya mempunyai kromosom X. 1999). Hemofilia A yang dikenal juga dengan nama: a. bermanifestasi sebagai episode perdarahan intermiten (Price & Wilson. Namun. Hemofilia terbagi atas dua jenis. b. yaitu : 1. sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh. . Hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah yang diturunkan melalui kromosom X. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh). c.

uremia. Terdapatnya zat antikoagulansia (dikumarol. karena fungsi hati belum sempurna sehingga pembekuan faktor darah khususnya faktor II mengalami gangguan. dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. . Beberapa penyakit seperti sirosis hati. 2. Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Neonatus. Christmas disease. absorbsi vitamin K dari usus yang tidak sempurna atau karena gangguan pertumbuhan bakteri usus. Kelainan timbul akibat sintesis faktor pembekuan darah menurun. Hemofilia B yang dikenal juga dengan nama: a. Faktor didapat Biasanya disebabkan oleh defisiensi faktor II (protrombin) yang terdapat pada keadaan berikut: 1. Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. sindrom nefrotik dan lain-lain 4. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi. hal ini dapat terjadi pada penderita ikterus obstruktif. cabut gigi atau mangalami luka yang serius.2. Penderita hemofilia parah/ berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya. B. karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada b. 3. heparin) yang bersifat antagonistik terhadap protrombin. 2. Etiologi 1. Kadang – kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas. fistula biliaris. Defisiensi vitamin K. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat. Gejalanya berupa mudahnya timbul kebiruan pada kulit atau perdarahan spontan atau perdarahan yang berlebihan setelah suatu trauma. terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. Hemofilia kekurangan Faktor IX. Faktor kongenital Bersifat resesif autosomal herediter. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu. seperti olah raga yang berlebihan. seperti operasi.

Tempat perdarahan paling umum adalah di dalam persendian lutut. bahu. sehingga untaian fibrin memendek dan mendekatkan pinggir-pinggir pembuluh darah yang cedera dan menutup daerah tersebut. Manifestasi klinisnya bergantung pada umur anak dan hebatnya defisiensi factor VIII dan IX. Otot yang paling sering terkena adalah fleksor lengan bawah. Disseminated intravascular coagulation (DIC). Kecacatan dasar dari hemofilia A adalah defisiensi factor VIII antihemophlic factor (AHF). Penderita hemofilia memiliki dua dari tiga faktor yang dibutuhkan untuk proses pembekuan darah yaitu pengaruh vaskuler dan trombosit (platelet) yang dapat memperpanjang periode perdarahan. hampir semua pasien hemofilia diperkirakan dapat hidup normal (Betz & Sowden. Karena kemajuan dalam bidang pengobatan. Hemofilia berat terjadi bila kosentrasi factor VIII dan IX plasma kurang dari 1%. 2002). dan pangkal paha. Defisiensi faktor VIII dan IX dapat menyebabkan perdarahan yang lama karena stabilisasi fibrin yang . Faktor VIII dan faktor IX adalah protein plasma yang merupakan komponen yang diperlukan untuk pembekuan darah. tetapi tidak pada tingat yang lebih cepat. C. yang dapat memperberat penyakit. yang sangat penting untuk mengawali system pembekuan. faktor-faktor tersebut diperlukan untuk pembentukan bekuan fibrin pada tempat pembuluh cedera. Keadaan ini adalah penyakit kongenital yang diturunkan oleh gen resesif X-linked dari pihak ibu. AHF diproduksi oleh hati dan merupakan factor utama dalam pembentukan tromboplastin pada pembekuan darah tahap I. pergelangan kaki. dan iliopsoas. Hemofilia sedang terjadi bila kosentrasi plasma antara 1% dan 5%. Trombosit yang melekat pada kolagen yang terbuka dari pembuluh yang cedera. siku. Hemofilia berat ditandai perdarahan kambuhan. dan hemofilia ringan terjadi bila kosentrasi plasma antara 5% dan 25% dari kadar normal. mengkerut dan melepaskan ADP serta faktor 3 trombosit.Patofisiologi Hemofilia adalah penyakit koagulasi darah kongenital karena anak kekurangan factor pembekuan VII (hemofiliaA) atau faktor IX (hemofilia B atau penyakit Christmas). gastroknemius. timbul spontan atau setelah trauma yang relative ringan.5. AHF yang ditemukan dalam darah lebih sedikit. Setelah pembekuan terjadi diikuti dengan sisitem fibrinolitik yang mengandung antitrombin yang merupakan protein yang mengaktifkan fibrin dan memantau mempertahankan darah dalam keadaan cair.

tetapi perdahan pada sendi dan otot merupakan tipe yang paling sering terjadi pada perdarahan internal. sebuah rantai kromosom yang panjang disebut DNA. Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentikan perdarahan. atau kromosom yang menentukan jenis kelamin manusia. bahkan hampir tidak ada. merupakan petunjuk terhadap penyakit von willebrand.tidak memadai. Perdarahan pada jaringan dapat terjadi dimana saja. Perdarahan pada leher. Didalam ilmu kimia. Salah satu pasangnya dikenal sebagai kromosom seks. dan satu kromosom Y dalam satu pasang. . Perdarahan intracranial merupakan salah satu penyebab terbesar dari kematian. Perdarahan pada gastrointestinal dapat menunjukkan anemia dan perdarahan pada kavum retroperitoneal sangat berbahaya karena merupakan ruang yang luas untuk berkumpulnya darah. Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal(gambar 1) dan penderita hemofilia (gambar 2). Ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi. Setiap sel terdiri dari 46 kromosom yang disusun dalam 23 pasang. seperti warna mata seseorang. 2001). sejak airway mengalami obstruksi. mulut atau dada merupakan hal yang serius. dengan adanya defisiensi faktor VIII. Wanita memiliki dua kromosom X dalam satu pasang. dan pria memiliki satu kromosom X. Hematoma pada batang otak dapat menyebabkan paralysis (Wong. Perubahan tulang dan kelumpuhan dapat terjadi setelah perdarahan yang berulang-ulang dalam beberapa tahun. Masa perdarahan yang memanjang. DNA ini disusun kedalam ratusan unit yang di sebut gen yang dapat menentukan beberapa hal. Setiap sel di dalam tubuh memiliki struktur – struktur yang disebut kromosom (chromosomes).

Gejala awal. Setelah nyeri.Suatu inhibitor terjadi jika sistem kekebalan tubuh .D.Komplikasi 1. Perdarahan jaringan lunak 2. Episode perdarahan (selama rentang hidup) a. Ekimosis subkutan diatas tonjolan-tonjolan tulang (saat berumur 3-4 bulan) c. hangat dan penurunan mobilitas 3. Timbulnya inhibitor. Sekuela jangka panjang Perdarahan berkepanjangan dalam otot dapat menyebabkan kompresi saraf dan fibrosis otot. Perdarahan dari mukosa oral e. Hal ini berarti segera setelah konsentrat faktor diberikan tubuh akan melawan dan akan menghilangkannya. yaitu bengkak. Masa bayi (untuk diagnosis) a. Manifestasi klinis 1. yaitu nyeri b. Perdarahan berkepanjangan setelah sirkumsisi b. Inhibitor adalah cara tubuh untuk melawan apa yang dilihatnya sebagai benda asing yang masuk . E. Hematoma besar setelah infeksi d.

Di seluruh dunia banyak penderita hemofilia yang tertular HIV. Bahu Sendi pada pergelangan tangan. . Lutut 2. kerusakan merupakan akibat dari perdarahan berulang ulang pada sendi yang sama selama beberapa tahun. Sendi yang paling sering rusak adalah sendi engsel seperti : 1. Mereka terkena infeksi ini dari plasma. 3. jarang terjadi perdarahan seperti : 1. 2002). hepatitis B dan hepatitis C. Namun jarang menimbulkan kerusakan sendi. 2. Ini berarti konsentrat faktor dihancurkan sebelum ia dapat menghentikan pedarahan. Akibatnya sering terjadi perdarahan. cryopresipitat dan khususnya dari konsentrat factor yang dianggap akan membuat hidup mereka normal (Betz & Sowden. Sendi peluru yang mempunyai penunjang lebih baik. Kerusakan yang menetap dapat disebabkan oleh satu kali perdarahan yang berat (hemarthrosis). Siku Sendi engsel ini hanya mempunyai sedikit perlindungan terhadap tekanan dari samping. Pada penderita hemofilia dengan inhibitor terhadap konsentrat faktor. Namun secara normal. komplikasi hemofilia yang paling serius adalah infeksi yang ditularkan oleh darah. reaksi penolaksan mulai terjadi segera setelah darah diinfuskaan. Panggul 2. Kerusakan sendi adalah kerusakan yang disebabkan oleh perdarahan berulang di dalam dan di sekitar rongga sendi. Pergelangan kaki 3. tangan dan kaki kadang – kadang mengalami perdarahan.melihat konsentrat faktor VIII atau faktor IX sebagai benda asing dan menghancurkannya. Makin sering perdarahan dan makin banyak perdarahan makin besar kerusakan. Kerusakan sendi akibat perdarahan berulang. Infeksi yang ditularkan oleh darah Dalam 20 tahu terakhir.

susu. Tidak terbentuknya enzim fenilalanin hidroxilase disebabkan oleh kelainan pada gen yang mengatur pembentukan enzim fenilalanin hidroxilase. Di dalam saluran pencernaan. yang nantinya juga akan diolah menjadi protein tubuh. fenilalanin yang menyebabkan gangguan pertumbuhan dan retardasi mental. sayuran dan buah-buahan.Fenilketonuria Fenilalanin adalah salah satu dari 9 asam amino essensial yang terdapat pada semua protein makanan seperti daging . Fenilalanin sangat diperlukan oleh tubuh kita untuk membuat protein tubuh. enzim fenilalanin hidroxilase tidak berbentuk sehingga mengakibatkan jumlah fenilalanin di dalam darah yang berlebihan. PKU (Fenilketonuria) adalah suatu penyakit metabolisme dari salah satu jenis asam amino pembentuk protein yaitu. Proses perubahan dari fenilalanin menjadi tirosin memerlukan enzim yang disebut enzim fenilalanin hidroxilase. Fenilalanin selain merupakan bahan baku protein tubuh juga diubah menjadi salah satu asam amino non essensial yang disebut tirosin. sehingga sampai saat ini disebut fenilketonuria yang artinya fenilketon pada urin. protein makanan dicerna menjadi asam amino sebelum diserap. Fenilketon ini menyebabkan bau yang khas pada air kemih. Pada PKU. Gajala ini yang pertama kali dideteksi pada penderita PKU. Penyakit ini disebut Fenilketonuria karena ditemukan hasil metabolisme fenilalanin. ikan. Fenilalanin yang berlebihan ini dapat mengganggu proses pertumbuhan. terutama pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat di otak sehingga mengakibatkan retardisi mental. . Ukuran kepala yang kecil (mikrosefal) juga salah satu gejala klinisnya. yaitu fenilketon pada air kemih (urin). keju dan dalam jumlah yang sedikit pada sereal. telur. Selain itu kegagalan metabolisme fenilalanin juga mengganggu pembentukan pigmen kulit maupun rambut serta pembentukan hormon-hormon yang amat dibutuhkan tubuh sehingga rambut menjadi tipis dan kulit pucat. Asam amino ini diperlukan untuk membuat protein tubuh atau diubah menjadi asam amino jenis lain.

Hal yang harus dilakukan pada penderita PKU A. makanan instan seperti sereal dan mie serta makanan lain yang tidak mengandung fenilalanin. Makanan yang sebaiknya dihindari adalah: susu biasa. Jenis makanan yang dapt diberikan secara bebas adalah: sayur. Untuk bayi < 4 bulan dapat diberikan: Susu rendah fenilalanin secukupnya dilanjutkan dengan ASI sesuai keinginan bayi. sehingga kadarnya dalam darah tidak berlebih. Untuk usia > 4 tahun bulan dapat diberikan: Makanan padat secara bertahap sesuai dengan perkembangan usianya. yang dilakukan dengan pemeriksaan darah pada bayi baru lahir atau berumur 3 hari atau minimal 36 jam atau 24 . namun asam amino pembentukan protein ini mutlak diperlukan bagi tubuh. daging. keju. telur. sehingga harus tetap dikonsumsi sampai batas yang diperlukan oleh tubuh. Atau Susu bayi biasa dalam jumlah sedikit dilanjutkan dengan Susu rendah fenilalanin sesuai keinginan bayi. ikan dan makananmakanan lain yang mengandung protein tinggi. Pengaturan asupan protein (diet) yang segera dilakukan pada minggu-minggu pertama kehidupan akan membuat perkembangan otak bayi tetap normal. Kontrol kadar fenilalanin secara teratur Usia 0-3 tahun : tiap minggu atau 1x / 2 minggu Usia 3-7 tahun : 1x / 2 minggu Usia >7 tahun : 1x / bulan Penyakit PKU dapat dideteksi sedini mungkin dengan tes skrining. B. Pengaturan asupan protein Penderita PKU mempunyai kesulitan untuk metabolisme fenilalanin. Pengaturan ini harus tetap dilakukan dengan ketat selama masa tumbuh kembang anak (0-2 tahun). buah. Minuman atau makanan yang mengandung pemanis buatan harus dihindari.

yaitu : 1. Bila enzim tersebut tidak ada atau tidak berfungsi. Tipe 2 (defisiensi galaktokinase). Akibatnya. merupakan kasus yang paling sering terjadi dan merupakan bentuk kasus yang sangat berat. kadar fenilalanin dalam tubuh akan meningkat jauh di atas normal dan kadar tirosin tentunya menjadi di bawah normal. anak dapat mengalami retardasi mental. Memang sejarah penemuan fenilketonuria pun diawali dengan penelitian pada anak yang mengalami retardasi mental tersebut.jam setelah pemberian susu pertama. artinya seorang anak harus mewarisi satu gen yang mengalami defek dari masing-masing orangtua agar manifestasi dari kelainan ini muncul. Tipe 1 (Galaktosemia klasik). Kadar fenilalanin yang tinggi dalam darah dapat membahayakan perkembangan otak anak. Galaktosemia merupakan kelainan genetik yang jarang ditemui dan merupakan kelainan genetik yang diturunkan secara autosom resesif. disebabkan karena defisiensi galaktosa kinase (GALK/GALK1) 3. Dalam fungsinya sehari-hari. GALAKTOSEMIA Galaktosemia merupakan salah satu inborn errors metabolism pada karbohidrat yang dapat bersifat fatal serta mengancam jiwa selama periode bayi baru lahir. Kadar fenilalanin yang tinggi inilah yang menjadi biang keladi persoalan sehingga aspartam harus menanggung beban tanda peringatan. Dengan diagnosis/skrining dan diet sedini mungkin gangguan pertumbuhan dan retardasi mental dapt di cegah dan anak diharapkan akan tumbuh dan berkembang secara normal. Tipe 3 (defisiensi galaktosa epimerase). disebabkan karena defisiensi galaktosa-6-fosfat epimerase (GALE) . Hal ini disebabkan karena defisiensi galaktosa-1 fosfat uridil transferase (GALT) 2. Galaktosemia dibagi menjadi 3 tipe. Akibatnya. enzim fenilalanin hidroksilase akan mengubah asam amino fenilalanin menjadi tirosin. tentu saja reaksi perubahan tersebut tidak akan terjadi.

letargi. ascites.coli. penyakit hati dan masalah pada ginjal. iritabel. Hipoglikemia merupakan tanda yang paling jelas dari kelainan ini. berat badan yang sulit naik. serta penurunan kepadatan mineral tulang. perubahan perilaku seperti kecenderungan menarik diri dari lingkungan dan kesulitan berbicara. septikemia oleh bakteri E. ketidakmampuan itelektual. katarak. jaundice dan muntah. pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat.Galaktosemia mempunyai gambaran klinis berupa aminoaciduria. kesulitan belajar. Galaktosemia tipe II menyebabkan masalah klinis yang lebih sedikit daripada galaktosemia tipe klasik. Sedangkan gejala dari galaktosemia antara lain kejang. ataksia. sirosis hati. Metabolisme galaktosa . tremor dan fungsi motorik yag tidak dapat dikendalikan. Bayi yang menderita galaktosemia tipe II akan menderita katarak dan juga komplikasi jangka panjang. Tanda dan gejala galaktosemia tipe II bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat dan dapat juga terjadi katarak. METABOLISME NORMAL GALAKTOSA Gambar 1. Septikemia (infeksi darah oleh bakteri E. susah makan. Galaktosemia dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang berupa kegagalan ovarium prematur dan gambaran neuropsikiatrik seperti gangguan fungsi kognitif. Bayi dengan galaktosemia yang terus diberi air susu ibu dapat (ASI) membuat gejala semakin berat dalam beberapa hari pertama setelah lahir. retardasi mental. hepatomegali.coli) diduga penyebab dari gejala yang muncul.

UDPgalaktosa di epimerisasi menjadi UDP-glukosa oleh UDP-galaktosa-4 epimerase. Galaktosa akan dipecah menjadi glukosa. UDP akan ditukar dengan fosfat menghasilkan glukosa-1-fosfat yang kemudian akan diubah menjadi G6P oleh fosfoglukose mutase. Pada galaktosemia terjadi defisiensi enzim galaktosa uridil transferase (GALT) dan enzim ini dapat ditemukan pada eritrosit (sel darah merah) dan jaringan lainnya. Nilai galaktitol pada urin lebih dari 78 mmol/mol kreatinin merupakan kondisi yang abnormal. Fungsi yang pertama yaitu mengubah UDP-glukosa menjadi glukosa-1-P. gen GALK1 pada tipe II dan gen GALE pada tipe III. galaktosa dan galaktitol.fosfat (G1P) membutuhkan transfer UDP dari uridin difosfoglukose (UDP-glukose) yang dikatalisa oleh galaktosa-1-fosfat uridil transferase. Galaktitol terdapat di dalam urin. Enzim GALT memiliki dua fungsi biokimia. lensa okuler dan jaringan lainnya serta dapat menyebabkan menyebabkan terjadinya katarak sedangkan galaktosa-1-fosfat akan menyebabkan gejala klinis lainnya. bentuk gula sederhana lainnya . Hal ini menghasilkan UDP-galaktosa dan G1P. UMP-GALT intermediate akan dibentuk dan mengikat galaktosa-1-fosfat (gal-1-P) serta menghasilkan UDP-galaktosa. akan mengalami fosforilasi oleh galaktokinase (GAL) menjadi galaktosa-1-fosfat. Gen tersebut berfungsi dalam berbagai fungsi yang dibutuhkan untuk membuat enzim yang penting dalam proses metabolisme galaktosa. Galaktosa akan diubah menjadi galaktitol di dalam sel dan menghasilkan efek osmotik seperti pembengkakan serat lensa yang dapat menyebabkan katarak dan pembengkakan neuron yang dapat menyebabkan pseudotumor serebri. Keseluruhan reaksi ini akan membatasi tingkat produksi heksosa terhadap modifikasi post translasi dari glikoprotein dan glikolipid. Ditinjau dari segi molekuler. laktosa (suatu disakarida dari glukosa dan galaktosa). Ketika aktivitas enzim GALT berkurang maka akan terjadi gal-1-P.Galaktosa yang berasal dari metabolisme gula yang terkandung di dalam susu. Gal-1P akan berkompetisi dengan UTP-dependent glucose-1-P pyrophosphorylase untuk mengurangi produksi UDP-glukosa sehingga jumlah UDP-glu dan UDP-gal akan berkurang yang kemudian akan menyebabkan glikosilasi protein dan glikolipid yang abnormal. PATOGENESIS GALAKTOSEMIA Galaktitol dan galaktosa-1-fosfat merupakan dua metabolit dari galaktosa. Epimerisasi dari galaktosa-1-fosfat menjadi glukosa-1. galaktosemia disebabkan oleh mutasi pada gen GALT pada galaktosemia tipe I.

Lebih tepatnya lagi gen GALT terletak pada pasangan basa 34. Varian duarte galaktosemia disebabkan oleh N314D. Kultur darah pada infeksi bakteri (sepsis karena E.650.646. aktifitas enzim GALT biasanya 5% lebih tinggi dan sekitar 25% dari nilai kontrol. Tipe kedua dari mutasi ini adalah mutasi pada gen GALT dimana terjadi reduksi dalam aktifitas enzim yang disebut dengan varian duarte galaktosemia. Tes elektroforesis GALT isoelektrik merupakan diagnosis molekuler yang spesifik. Gen GALT terletak pada lengan pendek kromosom 9 pada posisi 13 (9p13). Pengukuran aktifitas galaktosa-1-fosfat uridil transferase pada eritrosit (sel darah merah). Alel GALT yang paling sering terjadi pada ras kaukasian adalah mutasi pada Q188r sedangkan pada ras kulit hitam mutasi sering terjadi pada S1351. Terdapat dua tipe mutasi pada gen GALT yaitu tipe pertama dimana terjadi eliminasi komplit dari aktifitas enzim yang dihasilkan oleh GALT yang disebut dengan galaktosemia klasik. Tanda panah menunjukkan lokasi gen GALT pada kromosom. 2.coli) 4.dan molekul lainnya dengan keberadaan enzim tersebut sehingga tubuh dapat dengan mudah mengubah produk ini dan menggunankannya sebagai sumber energi. Pada galaktosemia klasik aktifitas enzim GALT kurang dari 5% dari nilai kontrol dan nilai gal-1-P eritrosit lebih dari 10 mg/dl. Lokasi Gambar 2. DIAGNOSIS GALAKTOSEMIA Diagnosis galaktosemia dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan laboratorium: 1.634 dengan pasangan basa 34. . Diagnosis prenatal dengan cara mengukur konsentras enzim galaktosa-1-fosfat uridil transferase. Homozigot dari N314D akan mengurangi aktifitas GALT menjadi hanya 50% dan penderita varian duarte cenderung akan memiliki gambaran klinis galaktosemia yang lebih ringan. 3. Pada varian duarte galaktosemia.573 pada kromosom 9.

Elsal J. 1995. 88 (1): 225–9. Sly WS. Dis.386. 13:802-818 9. In: The metabolic and molecular bases of inherited diseases: (Edited by: Scriver CR. Buist N. Metab.5941. Louis. FFACMG (October 2010). Buist N. Inherit. Isselbacher KJ.4. School Medicine Miami University. Tigas S. Galactose-1-Phosphate Miller Uridyltransferase of Deficiency. Contribution of plasma galactose and glucose to milk lactose synthesis during galactose ingestion. 13:802-818 5. Clin.1136/bmj. Waggoner D. 516–25. Kalckar HM (1956).com/aldose-reductase-inhibitors. Galactosemia. Metab. Includes: Variant Galactosemias. Berry GT: Disorders of galactose metabolism. Sunehag A. “Prenatal diagnosis of galactosaemia”. Deteksi keton pada urin 6.1007/s10545-006-0382-0. Segal S. Donnell G: Long-term prognosis in galactosemia: Results of a survey of 350 cases.html 8. II. Valle D) McGraw-Hill.2002-020768. Beaudet AL. J Inherit Metab Dis 1990. Science 13 (123): 3. Br Med J 4 (5941): 386–7. Donnell G: Long-term prognosis in galactosemia: Results of a survey of 350 cases. Blunt S (November 1974). Inc. Waggoner D. PMC 1612460. Kurahashi K. Nikheel Dr. DAFTAR PUSTAKA 1. GALT Deficiency. J. MD. http://yourtotalhealth. Endocrinol. a single enzymatic block in galactose metabolism.5. 1:967-1000 4. 7. Kolatkar. doi:10.ivillage. Fensom AH. J. 6. 29 (4): doi:10. PMID 4154122 . Haymond MW (January 2003). Assay multipel enzim dari galaktosemia pada eritrosit menggunakan ultra-performance liquid chromatography-tandem mass spectrometry.” Your Total 16838075 Health. Anderson EP. Congenital galactosemia. PMID 12519857 635–6 2. “Aldose Rudctase PMID Inhibitors.1210/jc. Bosch AM (August 2006). Benson PF. J Inherit Metab Dis 1990. Classic Galactosemia. doi:10. “Classical galactosaemia revisited”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful