P. 1
Hematologi

Hematologi

|Views: 71|Likes:
Published by Iqbal Juher M
Hematologi

Apakah yang dimaksud dengan pemeriksaan Hematologi ?

Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya. Darah terdiri dari bagian padat yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit dan bagian cairan yang berwarna kekuningan yang disebut plasma. Pemeriksaan hematologi rutin dapat menentukan kualitas kesehatan.

Apakah fungsi darah dan komponen-komponennya?

Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
Imunologi (pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri)
Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pengatur pH tubuh)



Apakah tujuan dilakukannya pemeriksaan Hematologi?

Mendeteksi kelainan hematologi (anemia dan leukemia) bila timbul dugaan adanya kelainan jumlah dan fungsi dari sel darah.
Kelainan sistemik (hati dan ginjal) yang dapat mempengaruhi sel darah baik bentuk maupun fungsinya.
Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau penurunan jumlah leukosit serta hitung jenisnya.
Mendeteksi beberapa penyakit perdarahan yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitas trombosit seperti demam berdarah dan ITP



Apakah sajakah komponen darah yang diperiksa pada pemeriksaan Hematologi Rutin?

Leukosit

Fungsi leukosit / sel darah putih adalah melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan virus.
Pemeriksaan leukosit dilakukan untuk mengetahui kelainan sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap imunitas tubuh, evaluasi infeksi bakteri dan virus, proses metabolik toksik dan keganasan sel darah putih.
Nilai normal : dewasa : 4,8-10,8 (103/µl), anak-anak : 6,0-17,5 (103/µl)



Pemeriksaan Hitung Jenis

Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu diagnosis dan memantau penyakit terutama penyakit infeksi dan keganasan. Pemeriksaan hitung jenis terdiri dari:

Neutrofil

Neutrofil berperan dalam melindungi tubuh melawan infeksi
Nilai normal : 50-70 %



Limfosit

Limfosit berperan untuk memproduksi antibodi dalam melawan infeksi
Nilai normal : 25-40 %



Monosit

Berperan dalam sistem imun
Nilai normal 2-8 %



Eosinofil

Eosinofil berperan dalam reaksi alergi, reaksi obat dan infeksi parasit.
Nilai normal : 2-4 %



Basofil

Basofil berperan dalam proses alergi dan inflamasi
Nilai normal : 0-1,0 %



Hemoglobin (Hb)

Hb merupakan protein yang terdapat dalam eritrosit yang berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Hb
Nilai normal : Laki-laki : 14-18 (g/dL), Perempuan : 12-16 (g/dl), anak-anak : 11,3-14,1 (g/dl)



Eritrosit

Fungsi eritrosit / sel darah merah adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh
Nilai normal : laki-laki : 4,4-5,9 (106/µl), perempuan : 3,8-5,2 (106/µl).



Hematokrit

Hematokrit merupakan perbandingan antara sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dengan plasma darah
Nilai normal : laki-laki : 42-52 %, perempuan : 37-47 %



Trombosit

Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah
Pemeriksaan trombosit dilakukan untuk mengevaluasi gangguan pembekuan darah.
Nilai normal : 150-450 (103/µl)



Nilai-nilai MC

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ukuran serta kandungan hemoglobin dalam sel darah merah.

Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH)

Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata banyaknya hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit.
Nilai normal : 26-34 pg



Mean Corpuscular Volume (MCV)

Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata volume eritrosit
Nilai normal : 80-100 fL



Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC)

Konsentrasi hemoglobin pada volume eritrosit
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan keadaan anemia
Nilai normal : 32-36 g/dL



Peme
Hematologi

Apakah yang dimaksud dengan pemeriksaan Hematologi ?

Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya. Darah terdiri dari bagian padat yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit dan bagian cairan yang berwarna kekuningan yang disebut plasma. Pemeriksaan hematologi rutin dapat menentukan kualitas kesehatan.

Apakah fungsi darah dan komponen-komponennya?

Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
Imunologi (pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri)
Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pengatur pH tubuh)



Apakah tujuan dilakukannya pemeriksaan Hematologi?

Mendeteksi kelainan hematologi (anemia dan leukemia) bila timbul dugaan adanya kelainan jumlah dan fungsi dari sel darah.
Kelainan sistemik (hati dan ginjal) yang dapat mempengaruhi sel darah baik bentuk maupun fungsinya.
Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau penurunan jumlah leukosit serta hitung jenisnya.
Mendeteksi beberapa penyakit perdarahan yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitas trombosit seperti demam berdarah dan ITP



Apakah sajakah komponen darah yang diperiksa pada pemeriksaan Hematologi Rutin?

Leukosit

Fungsi leukosit / sel darah putih adalah melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan virus.
Pemeriksaan leukosit dilakukan untuk mengetahui kelainan sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap imunitas tubuh, evaluasi infeksi bakteri dan virus, proses metabolik toksik dan keganasan sel darah putih.
Nilai normal : dewasa : 4,8-10,8 (103/µl), anak-anak : 6,0-17,5 (103/µl)



Pemeriksaan Hitung Jenis

Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu diagnosis dan memantau penyakit terutama penyakit infeksi dan keganasan. Pemeriksaan hitung jenis terdiri dari:

Neutrofil

Neutrofil berperan dalam melindungi tubuh melawan infeksi
Nilai normal : 50-70 %



Limfosit

Limfosit berperan untuk memproduksi antibodi dalam melawan infeksi
Nilai normal : 25-40 %



Monosit

Berperan dalam sistem imun
Nilai normal 2-8 %



Eosinofil

Eosinofil berperan dalam reaksi alergi, reaksi obat dan infeksi parasit.
Nilai normal : 2-4 %



Basofil

Basofil berperan dalam proses alergi dan inflamasi
Nilai normal : 0-1,0 %



Hemoglobin (Hb)

Hb merupakan protein yang terdapat dalam eritrosit yang berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Hb
Nilai normal : Laki-laki : 14-18 (g/dL), Perempuan : 12-16 (g/dl), anak-anak : 11,3-14,1 (g/dl)



Eritrosit

Fungsi eritrosit / sel darah merah adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh
Nilai normal : laki-laki : 4,4-5,9 (106/µl), perempuan : 3,8-5,2 (106/µl).



Hematokrit

Hematokrit merupakan perbandingan antara sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dengan plasma darah
Nilai normal : laki-laki : 42-52 %, perempuan : 37-47 %



Trombosit

Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah
Pemeriksaan trombosit dilakukan untuk mengevaluasi gangguan pembekuan darah.
Nilai normal : 150-450 (103/µl)



Nilai-nilai MC

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ukuran serta kandungan hemoglobin dalam sel darah merah.

Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH)

Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata banyaknya hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit.
Nilai normal : 26-34 pg



Mean Corpuscular Volume (MCV)

Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata volume eritrosit
Nilai normal : 80-100 fL



Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC)

Konsentrasi hemoglobin pada volume eritrosit
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan keadaan anemia
Nilai normal : 32-36 g/dL



Peme

More info:

Categories:Types, Recipes/Menus
Published by: Iqbal Juher M on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

Hematologi

Apakah yang dimaksud dengan pemeriksaan Hematologi ? Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponenkomponennya. Darah terdiri dari bagian padat yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit dan bagian cairan yang berwarna kekuningan yang disebut plasma. Pemeriksaan hematologi rutin dapat menentukan kualitas kesehatan. Apakah fungsi darah dan komponen-komponennya?

1. 2. 3. 4.

Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air) Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) Imunologi (pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri) Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pengatur pH tubuh)

Apakah tujuan dilakukannya pemeriksaan Hematologi?

1. 2. 3. 4.

Mendeteksi kelainan hematologi (anemia dan leukemia) bila timbul dugaan adanya kelainan jumlah dan fungsi dari sel darah. Kelainan sistemik (hati dan ginjal) yang dapat mempengaruhi sel darah baik bentuk maupun fungsinya. Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau penurunan jumlah leukosit serta hitung jenisnya. Mendeteksi beberapa penyakit perdarahan yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitas trombosit seperti demam berdarah dan ITP

Apakah sajakah komponen darah yang diperiksa pada pemeriksaan Hematologi Rutin? Leukosit

1. 2. 3.

Fungsi leukosit / sel darah putih adalah melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan virus. Pemeriksaan leukosit dilakukan untuk mengetahui kelainan sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap imunitas tubuh, evaluasi infeksi bakteri dan virus, proses metabolik toksik dan keganasan sel darah putih. Nilai normal : dewasa : 4,8-10,8 (103/µl), anak-anak : 6,0-17,5 (103/µl)

Pemeriksaan Hitung Jenis Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu diagnosis dan memantau penyakit terutama penyakit infeksi dan keganasan. Pemeriksaan hitung jenis terdiri dari: Neutrofil

1.

Neutrofil berperan dalam melindungi tubuh melawan infeksi

2. 2. 2. 2. 2. Eosinofil berperan dalam reaksi alergi. Fungsi eritrosit / sel darah merah adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh Nilai normal : laki-laki : 4. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Hb Nilai normal : Laki-laki : 14-18 (g/dL). Perempuan : 12-16 (g/dl). perempuan : 3. anak-anak : 11. Berperan dalam sistem imun Nilai normal 2-8 % Eosinofil 1.1 (g/dl) Eritrosit 1. Limfosit berperan untuk memproduksi antibodi dalam melawan infeksi Nilai normal : 25-40 % Monosit 1. Basofil berperan dalam proses alergi dan inflamasi Nilai normal : 0-1.0 % Hemoglobin (Hb) 1.9 (106/µl). 2.2 (106/µl). . Hb merupakan protein yang terdapat dalam eritrosit yang berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh.3-14. 2. 3.8-5. reaksi obat dan infeksi parasit.4-5. Nilai normal : 2-4 % Basofil 1. Nilai normal : 50-70 % Limfosit 1.

2. 3. Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) 1. Nilai normal : 26-34 pg Mean Corpuscular Volume (MCV) 1. Konsentrasi hemoglobin pada volume eritrosit Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan keadaan anemia Nilai normal : 32-36 g/dL Pemeriksaan Laju Endap Darah 1. 2. 2. Hematokrit merupakan perbandingan antara sel darah merah. 3. mengetahui kemungkinan adanya keganasan. Nilai normal : laki-laki : 0-8 mm/jam. Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata banyaknya hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit. Nilai normal : 150-450 (103/µl) Nilai-nilai MC Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ukuran serta kandungan hemoglobin dalam sel darah merah. Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata volume eritrosit Nilai normal : 80-100 fL Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) 1. perempuan : 0-15 mm/jam . membedakan tingkat radang atau pembentukan antibodi terhadap dua penyakit yang secara klinis susah dibedakan. Pemeriksaan ini digunakan untuk pemantauan keberhasilan terapi dan perjalanan penyakit terutama penyakit kronis.Hematokrit 1. 2. perempuan : 37-47 % Trombosit 1. 2. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah Pemeriksaan trombosit dilakukan untuk mengevaluasi gangguan pembekuan darah. sel darah putih dan trombosit dengan plasma darah Nilai normal : laki-laki : 42-52 %. penyakit kolagen atau infeksi. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->