BUDDHISME Pengertian Buddhisme dalam arti filsafat adalah filsafat Buddhadari Sidharta Gautama atau juga disebut Sakyamuni

Buddha dan perkembangan filsafat agama Buddha setelah Maha Pari-Nirvana SangBuddha yang disebut filsafat Mahayana.Mengenai masa hidup Sidharta Gautama Buddha memangmasih belum terdapat keseragaman. Para sarjana India berpendapatbahwa Gautama Buddha hidup antara 560 dan 480 SM., sedangkanmenurut kaum Theravada di Sri Lanka dan Burma masa hidup ituadalah 623-543 SM., dan menurut kaum Mahayana di Tiongkok danJepang masa hidup itu ialah 566t486 SM.. Kita cenderung berpendapatbahwa Sidharta Gautama hidup kira-kira 500 tahun Sebelum Masehidan kita berkeyakinan bahwa Sidharta Gautama Buddha memang bebar-benar hidup di India Utara pada waktu itu kendatipun mengenai tahunhidup Beliau belum ada pendapat yang seragam. (Lihat Karya EdwardRice Eastern Definitions Anchor Books 1980 Daoubleday & Company,Inc. Garden City, New York).Apakah Ajaran Sang Buddha itu? Sudah banyak orang yangmengetahuinya. Di sini hanya dibahas dasar-dasar filsafat Buddha danperkembangan agama Buddha di kemudian hari, terutama filsafatMahayana.Secara umum garis-garis besar filsafat Buddha secara*®fendasar adalah sebagai berikut:I. Tri Ratna (Buddha, Dharma, dan Sangha). Terutama mengenaiDharma akan diusahakan penjabaran secara filosofis.II. Empat Kebenaran Mulia (Catvari Arya Satyani/Catur AriyaSaccatni) dan Delapan Jalan Utama (Hasta Arya

Perhatian Benar. Pikiran Benar. 4. Dukkha : Semua yang berkondisi adalah tidak sempurna. Peng-hidupan Benar. 3. Pengertian Benar. Udana VIII:3 telah dikatakan oleh SangBuddha demikian: .2. Hukum Pratityasamudpada/Paticcasamutpada: Hukum tentangSebab-Musabab yang Saling BergantunganV.III.Konsentrasi Benar. 7. 5. Tiga Corak Umum dari Alam Fenomena:1. Berhentinya Dukkha. dan JalanPembebasan dari Dukkha yang terdiri atas: 1. 2. para filsuf Buddhis di India dan Tionghoadengan gemilang dan berjaya mengembangkan fdsafat Buddha dengantidak mengubah dasar-dasar filsafat Buddha. Anitya/Anicca : Semua yang berkondisi adalah tidak kekal. 6.IV. Ucapan Benar. selama beberaparatus tahun kemudian. Setelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha. Berikut ini kita akan berusaha untuk meninjau seje-nak Buddhisme secara filosofis.Dukkha. Daya Upaya Benar. Perbuatan Benar. mereka mengembangkanfilsafat Mahayana. 3.Marga/AstaAriya Magga) Ini merupakan pokok utama filsafat Buddha. 'tanpa aku'. Anatman/Anatta: Semua yang berkondisi dan yang tidak berkondisi tanpa inti yang tetap. Timbulnya Dukkha. Hukum Karma dan Kelahiran Kembali. 8.Ketuhanan Yang Mahaesa dalam Filsafat BuddhaDi dalam Sutta Pitaka.

Yang Tidak Tercipta.hu bahwa ada sesuatuYang Tidak Dilahirkan. Hal ini dapat kita lihat di dalam pemikiran Theisme dariMahayana yang berupa Trikaya dan Sunyata. dan YangMutlak'. Yang Mahaesa di dalam Buddhisme adalah tanpa aku(anatta/Anatman).Tetapi para Bhikkhu. Tidak Diciptakan.Yang Mahaesa dalam Bahasa Pali dikatakan sebagai ' Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam 1 yang artinya 'Suatu YangTidak Dilahirkan. Yang Tidak Menjelma. dan suatu yang tidak dapat digambarkan dalambentuk apa pun. Trikaya atau Tiga . Yang Tidak Menjelma. 1984).Ketuhanan Yang Mahaesa Dalam Agama Buddha. Yang Mutlak. MA. suatu yang tidak dapatdipersonifikasikan.Pemikiran secara theistik di dalam filsafat Buddhis lebih diper-jelas setelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha beberapa ratus tahun kemudian. Yang Tidak Diciptakan. suatu yang tidak berpribadi." (Dikutip dari Karya Corneles Wowor. pembentukan. Yang Mutlak.maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran. pemunculandari sebab yang lalu. apabila Tidak Ada Yang Tidak Dilahir-kan."Ketahuilah para Bhikk. Yang Tidak Tercipta. maka ada kemungkinanuntuk bebas dari kelahiran. Duhai para Bhikkhu.pembentukan. Yang Tidak Menjelma. karena ada Yang Tidak Dilahirkan. penjelmaan. Yang Mutlak. penjelmaan. pemunculan dari sebab yang lalu. Tidak Dijelmakan.

tubuhperujudan yang terbentuk dalam tubuhSakyamuni Buddha.Pengertian terhadap kebenaran absolut.TubuhBuddha/Kebuddhaan terdiri atas:: Kebenaran yang absolut. dan kekuatanBuddha/Kebuddhaan. Sabhogakaya adalah suatu hasil dan realisasi terhadap Kebena-ran Absolut (Sunyata) yang berujud sebagai kekuatan atau cahaya yangdiusahakan . Karena Dharmakaya berfungsi sebagai Kebenaran YangMutlak. tetapi hal tersebut tidak dapat dipahami secara rasiosemata-mata.Manifestasi dari kebenaran absolut.tubuh sinar. asal Kebuddhaan. Dharmakaya juga berarti kesatuan kosmik darialam semesta. Dharmakaya identik dengan Nirvana yangdicapai setelah dimilikinya pengertian yang menembus terhadap Prati-tya Samutpada (Hukum Sebab-Musabab Yang Saling Bergantungan/Hukum Relativitas Buddhis) dan mengerti tentang Tathata (YangItu/What-is-as-it-is). cahaya. Dharmakaya secara filosofis berarti Sunyata. Semua pengenalan dan pengetahuan subyek dan obyek yangdidasarkan pada perbedaan pengenal yang membedabedakan tidak dapat menembusi-Nya. tubuh halusBuddha. sesuatu yangabsolut. maka hal itu juga cenderung pada pengalaman yang theistik.

Nirmanakaya adalah bentuk konkrit dari Kebuddhaan yangberujud sebagai Manusia Buddha. (Welas asih dan Usaha yang besar). S u n y a t aKonsep pemikiran Sunyata di dalam alam filsafat Buddhisdipelopori oleh Nagarjuna dan Arya Deva dari kaum .dan diupayakan oleh 'calon Buddha' di dalam usahanyamencapai Pembebasan dengan mengembangkan Karuna dan Upaya. Hal ini dapat kita lihat padafigur/tubuh Sang Sakyamuni Buddha yang hadir di tengah-tengah umatmanusia dengan tigapuluh dua tanda keagungan (Dvatrimsam maha-purusa laksanani/Dvattimsa maha-purisa lakkhanani) yang men-yampaikan dan mewartakan segala sesuatu yang beliau temukan dalamusaha yang tekun dan memakan waktu yang lama sekali dalam beberapaKalpa dengan mengembangkan ParamitaParamita.

Nirvana dikatakan sebagai Sunyata yang berarti leburnya segala klesa dan keinginan-keinginan rendah. pembebasan terakhir hanya akandapat direalisasikan melalui pengertian terhadap sunyata. Tetapi. Inti pemikiran Sunyata berasal dari ide Sang Buddhayang mengatakan Sarve dharma anatman/Sabbe dhamma anatta sertapengertian yang menembus terhadap Pratitya-samutpada dan SamvrtiSatya/Sammuti Sacca dan Paramartha Satya/Paramatta Sacca.Kaum Madhyamika berpendapat bahwa Sunyata adalah sesuatuyang absolut. mereka melihat semua keadaan dari berbagai sisi dan merekamelihat semua keadaan secara dialektik.Menurut kaum Madhyamika. Dialektik Madhyamika dimak-sudkan sebagai alat untuk mengatasi dogmatisme. Kaum Madhyamika tidak terikat kepada kata-kata dan mereka melihat segala sesuatu sebagaimanaadanya.Madhyamika filsa-fat Mahayana. sesuatu yang absolut itutetap bereksistensi kendatipun klesa-klesa dan keinginan-keinginanrendah belum dapat disingkirkan. yaitu denganmelepaskan semua . kebenaran yang absolut adalah terbebas darikeadaan yang kontradiktif dan paradoksial. Kebenaran yang absolut adalah kebenaran yang terbebasdari keadaan yang mendua.

Samsara justru berada sepanjang kemelekatan terha-dap 'aku'". Filsafat Buddha Mahayana baru benar-benar berpengaruh pada abad I Masehi di India Utara setelah ituberkembang ke Asia tengah. Hal tersebuttergantung pada usaha orang tersebut untuk memahaminya. Secara filosofis kaum Mahayana tidak setuju denganmereka.pandangan. dantempat lain. Kita tidak dapat memaksa orang lain untuk menerima apa yang kita anggap benar mengenai pandangan kita dan menentang orang lain. dan terbawaoleh sifat dualisme. Tiongkok. Di dalam perkembangannya kaum Mahayana mengem-bangkan pandangan-pandangan filosofis mereka . Suatupandangan. membentuk Samsara. maka keadaan lawannya akan menentangnya. maka kemelekatan dan keben-cian akan timbul. dengan pembagian-pembagian dari 'aku' dan 'bukan aku'. Hinayana dan Mahayana Istilah Hinayana dipakai untuk goSongan non-Mahayana danistilah ini diberikan oleh kaum Mahayana karena beranggapan bahwakaum Hinayana hanya berusaha untuk kepentingan sendiri serta penyu-cian diri sendiri serta lenyapnya Klesa-klesa yang hanya untuk kepentingan sendiri. karena sifatsifat dari pembatasn. dan pendapat.Nagarjuna berkata secara dialektik: "Bila 'aku' telah ditentu-kan. pendirian. Jepang. penentuan. KaumMahayana berkeyakinan teguh bahwa semua Sutra Mahayana jugadisabdakan oleh Sang Buddha. Pembahasan mengenaiHinayana dan Mahayana dalam buku ini bukan bersifat emosional atausubjektif. tibet. tetapi berpijak pada pandangan historis dan filosofis. sehingga istilah tersebut digunakan. Korea.

Tetapi. Pudgala Nairatmya dan Dharma Nairatmya Pudgala Nairatmya secara kata-kata aberarti insan/manusiatidak mempunyai 'aku'/inti yang kekal. kita terbawa ke dalam perasaan yang tidak menyenangkan. Misalnya. Tentu saja pengertian ini amatlah sulit bagi kita danpengertian tersebut bukan semata-mata dimengerti dengan belajar teori- . Untuk mengerti hal tersebut diperlukanwaktu yang lama serta usaha yang tekun sehingga baru dapat mereali-sasikannya. Oleh karena itu. pada waktu kitaberpikir dan berpendapat kita telah melakukan 'kebaikan-kebaikan'. di dalam proses realisasi pengertian 'tanpa aku'tersebut kita cenderung suka memupuk 'rasa aku' yang lain.yang berbeda denganHinayana. Di antaranya seperti diuraikan berikut ini.perasaan dan pikiran kita secara tidak langsung telah membentuk 'sangaku' yang lain dengan ilusi-ilusinya dan pada waktu kita telah terper-angkap oleh 'sang aku' mengenai perbuatan kita dan kita 'menantikan'hasil dari perbuatan kita. sedangkan pengertian Hukum Karma yang dibabar-kan Sang Buddha adalah manifestasi dari Kebenaran Absolut dan hasildari karma tidak dapat diperkirakan. yaitu kitasecara tidak langsung terpukau kepada apa yang kita anggap 'tanpa aku'dari perasaan dan pikiran kita sendiri. kita dengan giatmelakukan 'kebaikan-kebaikan' dengan tujuan agar perbuatan-perbuatantersebut dapat menghilangkan karma buruk kita atau meringankankarma buruk kita. Pengertian tersebut sesuaidengan apa yang diajarkan Sang Buddha tentang Sarve dharma anatman/Sabbe dhamma anatta.

di dalam perkembangan fdsafat Buddhis dikemudian hati.menurut pandangan fdsafat Buddhis. Perbuatan-perbuatan baik yang mengandung arti luhur selamanya ditekankan di .Klesavarana berperan sebagai penghalang di dalam merealisasikanNirvana. tetapi perbuatan-perbuatan baik tersebut hendaknya dilaksanakan berdasarkan pengertian dan tindakanyang tulus ikhlas dan spontan tanpa embel-embel lain. pengertian dharma Nairatmya juga ditekankan. Hal tersebut harus diusahakan dalam waktu yanglama dan usaha tekun dalam pelaksanaan dan perenungan. Oleh karena itu.Oleh karena itu. Oleh karena itu Klesavarana harus disingkirkan sebelumseseorang mencapai Nirvana. dosa.teori yang mentah. sehinggaseseorang akan terbebas dari ilusi-ilusinya tentang 'aku'. tetapi alam fenomena termasuk pera-saan dan pikiran kita juga 'tanpa aku' 'tanpa inti yang kekal'. dan moha yang disebut Klesavarana. Tidak saja insan/manusia tanpa 'aku'. Tentu saja kita <sering terbelenggu oleh pikiran dan perasaan kita. Klesavarana erat hubungannya denganpandangan . Manusia tidak dapat memperoleh pembebasandari Sukkha dan mencapai Nirvana karena kenyataan-kenyataan sebe-narnya tertutup oleh Avarana (kepalsuan) yang membungkusorang/manusia pada lobha. Klesavarana dan Jneyavarana Hal ini erat hubungannya dengan Pudgala Nairatmya dandharma Nairatmya. setiap manusia harus berusaha danmelatih dirinya di dalam kehidupannya.dalam pandangan filsafat Buddhist.

c Menurut pandangan fdsafat Mahayana.penyingkiran terhadap Jneyavarana juga diperlukan. Gautama Buddha atau Sakyamuni Buddha menjadiukuran dan pusat dari Samyak Sambodhi/Samma Sambodhi dan Beliaumemiliki Pengetahuan Sempurna. Kebijaksanaan Tertinggi sertaKesempurnaan Sila. penyingkiran Klesavaranaharus dibarengi dengan peyingkiran Jneyavarana.Penyingkiran Klesavarana erat hubungannya dengan penyela-man terhadap Pudgala Nairatmya. Hal ini hanya dapat dimengerti denganmerealisasikan Pudgala Nairatmya (pribadi yang 'tanpa aku'). Semua siswa yangingin mencapai kesempurnaan harus meneladani-Nya serta . (Lihat karya Dr. dan Prajna (Panna). Menurut pandangan filsafat Mahayana. Secaraumum dikatakan hanya dengan menyingkirkan Klesavarana seseorangdapat mencapai Nirvana. kepribadian Beliauyang agung tetap berpengaruh dan berwibawa di antara anggota Sanghadan pengikut-Nya. oleh karena itu penyingkiran Jneyavarana erat hubungannya dengan penyelaman terhadap dharma Nairat-mya. tetapi juga oleh Jneyavaranayang berarti kepalsuan yang menutupi kenyataan. Hal ini hanyadapat dilakukan dengan merealisasikan dharma Nairatmya yaitu tanpainti yang tetap/tanpa aku dari alam fenomena. Jaidev Singh An Introductioto Madhyamika Philosophy)Arahat dan BodhisatvaSetelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha. Oleh karena itu. kenyataan-kenyataantidak saja terselubung oleh Klesavarana.kepercayaan pada keakuan yang palsu(Satkayadrsti/Sakayaditti). sehingga seseorangdapat mencapai Nirvana. Samadhi.

kedudukan Sang Buddha sebagai Guru agung padai dewa dan manusiayang memiliki pengetahuan yang sempurna dan sebagai NirmanakayaBuddha tetap tidak diganggu gugat dan sangatlah dihormati. dan moha. tetapi. yaitu kekotoran batin yang disebut lobha. Sebelum Sakyamuni Buddhamencapai Kebuddhaan telah ada yang mencapai Kebuddhaan dan sete-lah Beliau juga ada yang mencapai Kebuddhaan. langgeng. awet. Menurut kaum Mahayana.Pemikiran seperti itu berjalan terus setelah Maha Pari-NirvanaSang Buddha.mereka juga berpendapat Kebuddhaan (Samyak Sambodhi/SammaSambodhi) adalah sesuatu yang abadi. Mereka telah mencapai kesempurnaan.dvesa/dosa. sampai kira-kira abad I Masehi ketika pemikiran Maha-yana mulai berpengaruh dan kaum Mahayana secara idealis mengemu-kakan pendapat mereka secara filosofis. Oleh karena itu. universal. danmerupakan kebenaran yang absolut.mengikutipetunjuk-petunjuk-Nya serta berusaha dengan sungguhsungguh yangakhirnya mencapai kesempurnaan dengan sebutan Arahat. Para Arahatadalah para siswa Sang Buddha yang telah berhasil menyingkirkansegala macam Klesa. tetapimereka tidak sama dengan Sang Buddha. kaumMahayana berpendapat secara filosofis mereka juga bercita-cita agar supaya 'menjadi Buddha' dengan sebutan Bodhisattva yang secarakata-kata berarti 'Calon .

Semua insan dapat menjadi Buddha. Para Bodhisatva adalah makhlukmakhluk agung dari kesada-ran agung kosmik sehingga tidak dapat . Bodhisattva mempunyaiciri-ciri yang lebih mulia dari Arahat. setiapinsan memiliki benih Kebuddhaan. banyak figur Bodhisattva yang dipersonifikasikan oleh kaum Mahayana karena paraBodhisattva secara filosofis dan theistik memiliki tubuh Sambhogakayayaitu tubuh sinar atau kekuatan dari manifestasi Dharmakaya. karena disamping beliau berj-uang untuk mencapai kesempurnaan.Di dalam pengembangan Mahayana selanjutnya. secara Nirmanakaya (secara perujudan) mereka dipersonifi-kasikan. Menurut pandangan filsafat Mahayana.tetapi masalahnya adalah soal kapan dan bagaimana. Olehkarena itu. baik yang telah melatih diri atau yang masih rendah. Dengan demikian. Semua manusiaterutama pengikut Buddha secara tidak langsung adalah Bodhisattva. beliau juga harus mengembangkan Karuna yaitu usaha untuk membantu dan penyelamatan para insanserta berusaha dalam tingkatan Bhumi (pengolahan).ditinjau dari pandangan filsafat Mahayana.Buddha' yaitu insan yang telah mengembang-kan benih Kebuddhaan.

Demikian pula denganpara Bodhisatva lainnya di dalam Mahayana seperti: KshitigarbhaBodhisatva.Suatu hal penting lainnya di dalam pemikiran Mahayana yangberhubungan dengan Kebuddhaan ialah bahwa di samping kaumMahayana sangat menghormati dan menjunjung tinggi kedudukanSakyamuni Buddha. Samanthabadra Bodhisatva. Yang ada hanyalah tokoh dalam legenda rakyat yangdipautkan dengan riwayat Bodhisatva. misalnya riwayat Putri MiauSan. Hal tersebut erat hubungannya dengan penger-tian Trikaya di dalam filsafat Mahayana. misalnya: Amitabha Buddha. Avalokitesvara Bodhisatva dapat berben-tuk apa saja sesuai dengan keadaan dan kondisi. . Seperti yang disabdakan di dalamSadharma Pundarika Sutra. Aksobhya Bud-dha. Beliau menjadi figur dari Avalokitesvara Bodhisatva yang penuhwelas asih terhadap umat manusia. Manjusri Bodhisatva. Riwayat mereka tidak dapat dikisahkan sepertiseperti Sang Buddha secara Nirmanakaya Buddha yang pernah tampil ditengahtengah manusia. Bhaisajaguru Buddha. danpara Bodhisatva lainnya. namun secara filosofis kita tidak dapat mengatakan bahwa Avalokitesvara Bodhisatva adalah dan harusberbentuk seperti Putri Miau San. mereka juga menghormati pada Buddha sebelumSakyamuni Buddha. maka akansulit untuk mengerti tentang kedudukan para Bodhisatva di dalamMahayana.diilustrasikan kehidupan danriwayat mereka. Tanpa pengertian yang jelasmengenai pemikiran Trikaya di dalam filsafat Mahayana.

pengertianSamvrti Satya/Samutti Sacca dan Paramartha Satya/ParamathaSatya sangatlah ditekankan. Semua Sastra dari Madhyamika dengan berdasarkan kedua kebena-ran tersebut memulai cara berpikir dan berfilsafat mereka. Nagarjunaberkata demikian: Ye 'nayor na vijananti vibhagam satyayor dvayoh. Para Buddha sebelum SakyamuniBuddha dan sesudah Sakyamuni Buddha semuanya adalah manifestasidari Yang Absolut. Secara kata-kata yang diartikan bahwa Samvrti menutupi seluruhsifat sesungguhnya dari benda-benda . semuanya adalah manifestasi dari Dharmakaya. Menurut pandangan mereka. terutama di dalam aliran Madhyamika Sunyatavada dari Nagarjuna dan Arya Deva.te tattvam na vijananti gambhiram buddha-sasane' .Pengertian tersebut juga erat hubungan-nya dengan pengertian Trikaya. tanpa memi-liki pengetahuan dan pengenalan yang benar mengenai Satya tersebut.akan sulit untuk mengerti dan menghayati Dharma Sang Buddha danfilsafat Buddhis. Samvrti Satya dan Paramartha SatyaDi dalam filsafat Buddhis Mahayana.Madhyamika Karika XXIV "Mereka yang tidak menyadari perbedaan di antara keduakebenaran tersebut tidak mungkin menyelami hakekat yang dalam dari ajaran Sang Buddha" Candrakirti memberikan 3 (tiga) definisi dari Samvrti Satya (Kebenaran Umum) sebagai berikut:1.Apakah Samvrti Satya dan Paramartha Satya itu? Samvrti Satyaadalah kebenaran umum dan paramartha Satya adalah kebenaran mut-lak.

Menurut pandangan mereka. Sifat conventional/umum (samvrti-samketa) seperti apa yang biasa-nya diterima oleh umum (lokavyavaharah).Apakah Samvrti Satya dan Paramartha Satya itu? Samvrti Satyaadalah kebenaran umum dan paramartha Satya adalah kebenaran mut-lak.2. pengertianSamvrti Satya/Samutti Sacca dan Paramartha Satya/ParamathaSatya sangatlah ditekankan. Dalam hal ini dihubungkan dengan fenomena. ini termasuk pada keadaan yang tidak dapat Samvrti Satya dan Paramartha SatyaDi dalam filsafat Buddhis Mahayana. Semua Sastra dari Madhyamika dengan berdasarkan kedua kebena-ran tersebut memulai cara berpikir dan berfilsafat mereka.Madhyamika Karika XXIV "Mereka yang tidak menyadari perbedaan di antara keduakebenaran .sehingga mereka terujud.te tattvam na vijananti gambhiram buddha-sasane' . yaituke-arif-an mereka. tanpa memi-liki pengetahuan dan pengenalan yang benar mengenai Satya tersebut.3. Nagarjunaberkata demikian: Ye 'nayor na vijananti vibhagam satyayor dvayoh.Paramartha Satya adalah sesuatu yang tidak dapat diterangkansecara kata-kata bahasa. Hubungan yang saling berhubungan dari benda-benda.akan sulit untuk mengerti dan menghayati Dharma Sang Buddha danfilsafat Buddhis. terutama di dalam aliran Madhyamika Sunyatavada dari Nagarjuna dan Arya Deva.

Dalam hal ini dihubungkan dengan fenomena. Sifat conventional/umum (samvrti-samketa) seperti apa yang biasa-nya diterima oleh umum (lokavyavaharah). Secara kata-kata yang diartikan bahwa Samvrti menutupi seluruhsifat sesungguhnya dari benda-benda sehingga mereka terujud.tersebut tidak mungkin menyelami hakekat yang dalam dari ajaran Sang Buddha" Candrakirti memberikan 3 (tiga) definisi dari Samvrti Satya (Kebenaran Umum) sebagai berikut:1. Hubungan yang saling berhubungan dari benda-benda.scribd.Paramartha Satya adalah sesuatu yang tidak dapat diterangkansecara kata-kata bahasa.2.3. yaituke-arif-an mereka. ini termasuk pada keadaan yang tidak dapat http://id.com/doc/45933197/Filsafat-3-Agama-jilid-3 .