P. 1
Filsafat Agama Buddha

Filsafat Agama Buddha

|Views: 417|Likes:
Published by Cecilia Jung

More info:

Published by: Cecilia Jung on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

BUDDHISME Pengertian Buddhisme dalam arti filsafat adalah filsafat Buddhadari Sidharta Gautama atau juga disebut Sakyamuni

Buddha dan perkembangan filsafat agama Buddha setelah Maha Pari-Nirvana SangBuddha yang disebut filsafat Mahayana.Mengenai masa hidup Sidharta Gautama Buddha memangmasih belum terdapat keseragaman. Para sarjana India berpendapatbahwa Gautama Buddha hidup antara 560 dan 480 SM., sedangkanmenurut kaum Theravada di Sri Lanka dan Burma masa hidup ituadalah 623-543 SM., dan menurut kaum Mahayana di Tiongkok danJepang masa hidup itu ialah 566t486 SM.. Kita cenderung berpendapatbahwa Sidharta Gautama hidup kira-kira 500 tahun Sebelum Masehidan kita berkeyakinan bahwa Sidharta Gautama Buddha memang bebar-benar hidup di India Utara pada waktu itu kendatipun mengenai tahunhidup Beliau belum ada pendapat yang seragam. (Lihat Karya EdwardRice Eastern Definitions Anchor Books 1980 Daoubleday & Company,Inc. Garden City, New York).Apakah Ajaran Sang Buddha itu? Sudah banyak orang yangmengetahuinya. Di sini hanya dibahas dasar-dasar filsafat Buddha danperkembangan agama Buddha di kemudian hari, terutama filsafatMahayana.Secara umum garis-garis besar filsafat Buddha secara*®fendasar adalah sebagai berikut:I. Tri Ratna (Buddha, Dharma, dan Sangha). Terutama mengenaiDharma akan diusahakan penjabaran secara filosofis.II. Empat Kebenaran Mulia (Catvari Arya Satyani/Catur AriyaSaccatni) dan Delapan Jalan Utama (Hasta Arya

Ucapan Benar. Tiga Corak Umum dari Alam Fenomena:1.III. Anitya/Anicca : Semua yang berkondisi adalah tidak kekal. Perbuatan Benar. Peng-hidupan Benar. 7. Pengertian Benar. 3. 8.Dukkha.IV. mereka mengembangkanfilsafat Mahayana. Setelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha. Berhentinya Dukkha. para filsuf Buddhis di India dan Tionghoadengan gemilang dan berjaya mengembangkan fdsafat Buddha dengantidak mengubah dasar-dasar filsafat Buddha. Udana VIII:3 telah dikatakan oleh SangBuddha demikian: .2. 2.Konsentrasi Benar. Berikut ini kita akan berusaha untuk meninjau seje-nak Buddhisme secara filosofis. Timbulnya Dukkha. Hukum Pratityasamudpada/Paticcasamutpada: Hukum tentangSebab-Musabab yang Saling BergantunganV. selama beberaparatus tahun kemudian. 'tanpa aku'. Dukkha : Semua yang berkondisi adalah tidak sempurna.Marga/AstaAriya Magga) Ini merupakan pokok utama filsafat Buddha. 3. Pikiran Benar.Ketuhanan Yang Mahaesa dalam Filsafat BuddhaDi dalam Sutta Pitaka. 4. Anatman/Anatta: Semua yang berkondisi dan yang tidak berkondisi tanpa inti yang tetap. Daya Upaya Benar. dan JalanPembebasan dari Dukkha yang terdiri atas: 1. 6. Hukum Karma dan Kelahiran Kembali. Perhatian Benar. 5.

Pemikiran secara theistik di dalam filsafat Buddhis lebih diper-jelas setelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha beberapa ratus tahun kemudian. Duhai para Bhikkhu. pemunculandari sebab yang lalu. penjelmaan. Yang Tidak Menjelma. penjelmaan. pemunculan dari sebab yang lalu.Ketuhanan Yang Mahaesa Dalam Agama Buddha."Ketahuilah para Bhikk." (Dikutip dari Karya Corneles Wowor. Yang Mahaesa di dalam Buddhisme adalah tanpa aku(anatta/Anatman). MA. Yang Mutlak. Tidak Diciptakan. 1984). Trikaya atau Tiga . apabila Tidak Ada Yang Tidak Dilahir-kan. Yang Tidak Menjelma.hu bahwa ada sesuatuYang Tidak Dilahirkan. Tidak Dijelmakan. Yang Tidak Diciptakan.maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran. Hal ini dapat kita lihat di dalam pemikiran Theisme dariMahayana yang berupa Trikaya dan Sunyata. pembentukan. karena ada Yang Tidak Dilahirkan. Yang Tidak Tercipta. dan YangMutlak'.pembentukan. suatu yang tidak berpribadi. Yang Mutlak.Tetapi para Bhikkhu. Yang Tidak Menjelma. dan suatu yang tidak dapat digambarkan dalambentuk apa pun. Yang Tidak Tercipta. suatu yang tidak dapatdipersonifikasikan. maka ada kemungkinanuntuk bebas dari kelahiran.Yang Mahaesa dalam Bahasa Pali dikatakan sebagai ' Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam 1 yang artinya 'Suatu YangTidak Dilahirkan. Yang Mutlak.

Dharmakaya identik dengan Nirvana yangdicapai setelah dimilikinya pengertian yang menembus terhadap Prati-tya Samutpada (Hukum Sebab-Musabab Yang Saling Bergantungan/Hukum Relativitas Buddhis) dan mengerti tentang Tathata (YangItu/What-is-as-it-is). Karena Dharmakaya berfungsi sebagai Kebenaran YangMutlak. Dharmakaya secara filosofis berarti Sunyata. dan kekuatanBuddha/Kebuddhaan. sesuatu yangabsolut. tubuh halusBuddha.Manifestasi dari kebenaran absolut. tubuhperujudan yang terbentuk dalam tubuhSakyamuni Buddha. Sabhogakaya adalah suatu hasil dan realisasi terhadap Kebena-ran Absolut (Sunyata) yang berujud sebagai kekuatan atau cahaya yangdiusahakan . cahaya.tubuh sinar. tetapi hal tersebut tidak dapat dipahami secara rasiosemata-mata. asal Kebuddhaan.Pengertian terhadap kebenaran absolut. Dharmakaya juga berarti kesatuan kosmik darialam semesta. Semua pengenalan dan pengetahuan subyek dan obyek yangdidasarkan pada perbedaan pengenal yang membedabedakan tidak dapat menembusi-Nya. maka hal itu juga cenderung pada pengalaman yang theistik.TubuhBuddha/Kebuddhaan terdiri atas:: Kebenaran yang absolut.

Hal ini dapat kita lihat padafigur/tubuh Sang Sakyamuni Buddha yang hadir di tengah-tengah umatmanusia dengan tigapuluh dua tanda keagungan (Dvatrimsam maha-purusa laksanani/Dvattimsa maha-purisa lakkhanani) yang men-yampaikan dan mewartakan segala sesuatu yang beliau temukan dalamusaha yang tekun dan memakan waktu yang lama sekali dalam beberapaKalpa dengan mengembangkan ParamitaParamita. S u n y a t aKonsep pemikiran Sunyata di dalam alam filsafat Buddhisdipelopori oleh Nagarjuna dan Arya Deva dari kaum .dan diupayakan oleh 'calon Buddha' di dalam usahanyamencapai Pembebasan dengan mengembangkan Karuna dan Upaya.Nirmanakaya adalah bentuk konkrit dari Kebuddhaan yangberujud sebagai Manusia Buddha. (Welas asih dan Usaha yang besar).

mereka melihat semua keadaan dari berbagai sisi dan merekamelihat semua keadaan secara dialektik. Kebenaran yang absolut adalah kebenaran yang terbebasdari keadaan yang mendua. Kaum Madhyamika tidak terikat kepada kata-kata dan mereka melihat segala sesuatu sebagaimanaadanya. Nirvana dikatakan sebagai Sunyata yang berarti leburnya segala klesa dan keinginan-keinginan rendah.Madhyamika filsa-fat Mahayana. kebenaran yang absolut adalah terbebas darikeadaan yang kontradiktif dan paradoksial. Inti pemikiran Sunyata berasal dari ide Sang Buddhayang mengatakan Sarve dharma anatman/Sabbe dhamma anatta sertapengertian yang menembus terhadap Pratitya-samutpada dan SamvrtiSatya/Sammuti Sacca dan Paramartha Satya/Paramatta Sacca. Dialektik Madhyamika dimak-sudkan sebagai alat untuk mengatasi dogmatisme. yaitu denganmelepaskan semua . pembebasan terakhir hanya akandapat direalisasikan melalui pengertian terhadap sunyata.Menurut kaum Madhyamika. sesuatu yang absolut itutetap bereksistensi kendatipun klesa-klesa dan keinginan-keinginanrendah belum dapat disingkirkan.Kaum Madhyamika berpendapat bahwa Sunyata adalah sesuatuyang absolut. Tetapi.

Korea. Filsafat Buddha Mahayana baru benar-benar berpengaruh pada abad I Masehi di India Utara setelah ituberkembang ke Asia tengah. Kita tidak dapat memaksa orang lain untuk menerima apa yang kita anggap benar mengenai pandangan kita dan menentang orang lain.pandangan. dengan pembagian-pembagian dari 'aku' dan 'bukan aku'. membentuk Samsara. tetapi berpijak pada pandangan historis dan filosofis. Secara filosofis kaum Mahayana tidak setuju denganmereka. Di dalam perkembangannya kaum Mahayana mengem-bangkan pandangan-pandangan filosofis mereka . Suatupandangan. sehingga istilah tersebut digunakan. Hal tersebuttergantung pada usaha orang tersebut untuk memahaminya. Jepang. dantempat lain. Samsara justru berada sepanjang kemelekatan terha-dap 'aku'". penentuan.Nagarjuna berkata secara dialektik: "Bila 'aku' telah ditentu-kan. pendirian. maka keadaan lawannya akan menentangnya. KaumMahayana berkeyakinan teguh bahwa semua Sutra Mahayana jugadisabdakan oleh Sang Buddha. Hinayana dan Mahayana Istilah Hinayana dipakai untuk goSongan non-Mahayana danistilah ini diberikan oleh kaum Mahayana karena beranggapan bahwakaum Hinayana hanya berusaha untuk kepentingan sendiri serta penyu-cian diri sendiri serta lenyapnya Klesa-klesa yang hanya untuk kepentingan sendiri. Tiongkok. maka kemelekatan dan keben-cian akan timbul. karena sifatsifat dari pembatasn. dan terbawaoleh sifat dualisme. Pembahasan mengenaiHinayana dan Mahayana dalam buku ini bukan bersifat emosional atausubjektif. tibet. dan pendapat.

di dalam proses realisasi pengertian 'tanpa aku'tersebut kita cenderung suka memupuk 'rasa aku' yang lain. yaitu kitasecara tidak langsung terpukau kepada apa yang kita anggap 'tanpa aku'dari perasaan dan pikiran kita sendiri. sedangkan pengertian Hukum Karma yang dibabar-kan Sang Buddha adalah manifestasi dari Kebenaran Absolut dan hasildari karma tidak dapat diperkirakan. Oleh karena itu. Di antaranya seperti diuraikan berikut ini. kita terbawa ke dalam perasaan yang tidak menyenangkan. Tetapi.perasaan dan pikiran kita secara tidak langsung telah membentuk 'sangaku' yang lain dengan ilusi-ilusinya dan pada waktu kita telah terper-angkap oleh 'sang aku' mengenai perbuatan kita dan kita 'menantikan'hasil dari perbuatan kita.yang berbeda denganHinayana. Untuk mengerti hal tersebut diperlukanwaktu yang lama serta usaha yang tekun sehingga baru dapat mereali-sasikannya. pada waktu kitaberpikir dan berpendapat kita telah melakukan 'kebaikan-kebaikan'. kita dengan giatmelakukan 'kebaikan-kebaikan' dengan tujuan agar perbuatan-perbuatantersebut dapat menghilangkan karma buruk kita atau meringankankarma buruk kita. Pengertian tersebut sesuaidengan apa yang diajarkan Sang Buddha tentang Sarve dharma anatman/Sabbe dhamma anatta. Tentu saja pengertian ini amatlah sulit bagi kita danpengertian tersebut bukan semata-mata dimengerti dengan belajar teori- . Pudgala Nairatmya dan Dharma Nairatmya Pudgala Nairatmya secara kata-kata aberarti insan/manusiatidak mempunyai 'aku'/inti yang kekal. Misalnya.

Oleh karena itu Klesavarana harus disingkirkan sebelumseseorang mencapai Nirvana. Tidak saja insan/manusia tanpa 'aku'. tetapi perbuatan-perbuatan baik tersebut hendaknya dilaksanakan berdasarkan pengertian dan tindakanyang tulus ikhlas dan spontan tanpa embel-embel lain. Tentu saja kita <sering terbelenggu oleh pikiran dan perasaan kita. Oleh karena itu. Manusia tidak dapat memperoleh pembebasandari Sukkha dan mencapai Nirvana karena kenyataan-kenyataan sebe-narnya tertutup oleh Avarana (kepalsuan) yang membungkusorang/manusia pada lobha.menurut pandangan fdsafat Buddhis. Klesavarana erat hubungannya denganpandangan .Oleh karena itu.teori yang mentah.Klesavarana berperan sebagai penghalang di dalam merealisasikanNirvana. Klesavarana dan Jneyavarana Hal ini erat hubungannya dengan Pudgala Nairatmya dandharma Nairatmya. Hal tersebut harus diusahakan dalam waktu yanglama dan usaha tekun dalam pelaksanaan dan perenungan. setiap manusia harus berusaha danmelatih dirinya di dalam kehidupannya. sehinggaseseorang akan terbebas dari ilusi-ilusinya tentang 'aku'. tetapi alam fenomena termasuk pera-saan dan pikiran kita juga 'tanpa aku' 'tanpa inti yang kekal'. Perbuatan-perbuatan baik yang mengandung arti luhur selamanya ditekankan di . di dalam perkembangan fdsafat Buddhis dikemudian hati.dalam pandangan filsafat Buddhist. pengertian dharma Nairatmya juga ditekankan. dosa. dan moha yang disebut Klesavarana.

kenyataan-kenyataantidak saja terselubung oleh Klesavarana. Hal ini hanya dapat dimengerti denganmerealisasikan Pudgala Nairatmya (pribadi yang 'tanpa aku'). penyingkiran Klesavaranaharus dibarengi dengan peyingkiran Jneyavarana. Secaraumum dikatakan hanya dengan menyingkirkan Klesavarana seseorangdapat mencapai Nirvana. c Menurut pandangan fdsafat Mahayana. Samadhi. Menurut pandangan filsafat Mahayana.Penyingkiran Klesavarana erat hubungannya dengan penyela-man terhadap Pudgala Nairatmya. Hal ini hanyadapat dilakukan dengan merealisasikan dharma Nairatmya yaitu tanpainti yang tetap/tanpa aku dari alam fenomena. Semua siswa yangingin mencapai kesempurnaan harus meneladani-Nya serta . Oleh karena itu. Kebijaksanaan Tertinggi sertaKesempurnaan Sila. Jaidev Singh An Introductioto Madhyamika Philosophy)Arahat dan BodhisatvaSetelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha.penyingkiran terhadap Jneyavarana juga diperlukan. dan Prajna (Panna). kepribadian Beliauyang agung tetap berpengaruh dan berwibawa di antara anggota Sanghadan pengikut-Nya. sehingga seseorangdapat mencapai Nirvana. tetapi juga oleh Jneyavaranayang berarti kepalsuan yang menutupi kenyataan. (Lihat karya Dr.kepercayaan pada keakuan yang palsu(Satkayadrsti/Sakayaditti). oleh karena itu penyingkiran Jneyavarana erat hubungannya dengan penyelaman terhadap dharma Nairat-mya. Gautama Buddha atau Sakyamuni Buddha menjadiukuran dan pusat dari Samyak Sambodhi/Samma Sambodhi dan Beliaumemiliki Pengetahuan Sempurna.

Oleh karena itu. tetapimereka tidak sama dengan Sang Buddha.dvesa/dosa. langgeng. Menurut kaum Mahayana. awet. kaumMahayana berpendapat secara filosofis mereka juga bercita-cita agar supaya 'menjadi Buddha' dengan sebutan Bodhisattva yang secarakata-kata berarti 'Calon . danmerupakan kebenaran yang absolut. Para Arahatadalah para siswa Sang Buddha yang telah berhasil menyingkirkansegala macam Klesa. yaitu kekotoran batin yang disebut lobha. Sebelum Sakyamuni Buddhamencapai Kebuddhaan telah ada yang mencapai Kebuddhaan dan sete-lah Beliau juga ada yang mencapai Kebuddhaan.mengikutipetunjuk-petunjuk-Nya serta berusaha dengan sungguhsungguh yangakhirnya mencapai kesempurnaan dengan sebutan Arahat.kedudukan Sang Buddha sebagai Guru agung padai dewa dan manusiayang memiliki pengetahuan yang sempurna dan sebagai NirmanakayaBuddha tetap tidak diganggu gugat dan sangatlah dihormati.Pemikiran seperti itu berjalan terus setelah Maha Pari-NirvanaSang Buddha. universal. dan moha. tetapi.mereka juga berpendapat Kebuddhaan (Samyak Sambodhi/SammaSambodhi) adalah sesuatu yang abadi. Mereka telah mencapai kesempurnaan. sampai kira-kira abad I Masehi ketika pemikiran Maha-yana mulai berpengaruh dan kaum Mahayana secara idealis mengemu-kakan pendapat mereka secara filosofis.

Menurut pandangan filsafat Mahayana. Bodhisattva mempunyaiciri-ciri yang lebih mulia dari Arahat. karena disamping beliau berj-uang untuk mencapai kesempurnaan. Dengan demikian. beliau juga harus mengembangkan Karuna yaitu usaha untuk membantu dan penyelamatan para insanserta berusaha dalam tingkatan Bhumi (pengolahan). Olehkarena itu. baik yang telah melatih diri atau yang masih rendah. Semua manusiaterutama pengikut Buddha secara tidak langsung adalah Bodhisattva. Semua insan dapat menjadi Buddha. Para Bodhisatva adalah makhlukmakhluk agung dari kesada-ran agung kosmik sehingga tidak dapat . banyak figur Bodhisattva yang dipersonifikasikan oleh kaum Mahayana karena paraBodhisattva secara filosofis dan theistik memiliki tubuh Sambhogakayayaitu tubuh sinar atau kekuatan dari manifestasi Dharmakaya.Di dalam pengembangan Mahayana selanjutnya.ditinjau dari pandangan filsafat Mahayana. setiapinsan memiliki benih Kebuddhaan. secara Nirmanakaya (secara perujudan) mereka dipersonifi-kasikan.tetapi masalahnya adalah soal kapan dan bagaimana.Buddha' yaitu insan yang telah mengembang-kan benih Kebuddhaan.

namun secara filosofis kita tidak dapat mengatakan bahwa Avalokitesvara Bodhisatva adalah dan harusberbentuk seperti Putri Miau San. Bhaisajaguru Buddha. Hal tersebut erat hubungannya dengan penger-tian Trikaya di dalam filsafat Mahayana. . Demikian pula denganpara Bodhisatva lainnya di dalam Mahayana seperti: KshitigarbhaBodhisatva. Manjusri Bodhisatva. Tanpa pengertian yang jelasmengenai pemikiran Trikaya di dalam filsafat Mahayana. Samanthabadra Bodhisatva. misalnya: Amitabha Buddha. Beliau menjadi figur dari Avalokitesvara Bodhisatva yang penuhwelas asih terhadap umat manusia. misalnya riwayat Putri MiauSan. danpara Bodhisatva lainnya. Avalokitesvara Bodhisatva dapat berben-tuk apa saja sesuai dengan keadaan dan kondisi.Suatu hal penting lainnya di dalam pemikiran Mahayana yangberhubungan dengan Kebuddhaan ialah bahwa di samping kaumMahayana sangat menghormati dan menjunjung tinggi kedudukanSakyamuni Buddha. mereka juga menghormati pada Buddha sebelumSakyamuni Buddha. Riwayat mereka tidak dapat dikisahkan sepertiseperti Sang Buddha secara Nirmanakaya Buddha yang pernah tampil ditengahtengah manusia. Seperti yang disabdakan di dalamSadharma Pundarika Sutra.diilustrasikan kehidupan danriwayat mereka. Aksobhya Bud-dha. maka akansulit untuk mengerti tentang kedudukan para Bodhisatva di dalamMahayana. Yang ada hanyalah tokoh dalam legenda rakyat yangdipautkan dengan riwayat Bodhisatva.

Pengertian tersebut juga erat hubungan-nya dengan pengertian Trikaya. Nagarjunaberkata demikian: Ye 'nayor na vijananti vibhagam satyayor dvayoh.akan sulit untuk mengerti dan menghayati Dharma Sang Buddha danfilsafat Buddhis. Semua Sastra dari Madhyamika dengan berdasarkan kedua kebena-ran tersebut memulai cara berpikir dan berfilsafat mereka. semuanya adalah manifestasi dari Dharmakaya.te tattvam na vijananti gambhiram buddha-sasane' .Madhyamika Karika XXIV "Mereka yang tidak menyadari perbedaan di antara keduakebenaran tersebut tidak mungkin menyelami hakekat yang dalam dari ajaran Sang Buddha" Candrakirti memberikan 3 (tiga) definisi dari Samvrti Satya (Kebenaran Umum) sebagai berikut:1. Menurut pandangan mereka. tanpa memi-liki pengetahuan dan pengenalan yang benar mengenai Satya tersebut. Para Buddha sebelum SakyamuniBuddha dan sesudah Sakyamuni Buddha semuanya adalah manifestasidari Yang Absolut. Samvrti Satya dan Paramartha SatyaDi dalam filsafat Buddhis Mahayana. pengertianSamvrti Satya/Samutti Sacca dan Paramartha Satya/ParamathaSatya sangatlah ditekankan. terutama di dalam aliran Madhyamika Sunyatavada dari Nagarjuna dan Arya Deva.Apakah Samvrti Satya dan Paramartha Satya itu? Samvrti Satyaadalah kebenaran umum dan paramartha Satya adalah kebenaran mut-lak. Secara kata-kata yang diartikan bahwa Samvrti menutupi seluruhsifat sesungguhnya dari benda-benda .

Apakah Samvrti Satya dan Paramartha Satya itu? Samvrti Satyaadalah kebenaran umum dan paramartha Satya adalah kebenaran mut-lak.Madhyamika Karika XXIV "Mereka yang tidak menyadari perbedaan di antara keduakebenaran . yaituke-arif-an mereka. terutama di dalam aliran Madhyamika Sunyatavada dari Nagarjuna dan Arya Deva.2. Nagarjunaberkata demikian: Ye 'nayor na vijananti vibhagam satyayor dvayoh. Menurut pandangan mereka. ini termasuk pada keadaan yang tidak dapat Samvrti Satya dan Paramartha SatyaDi dalam filsafat Buddhis Mahayana. Sifat conventional/umum (samvrti-samketa) seperti apa yang biasa-nya diterima oleh umum (lokavyavaharah).sehingga mereka terujud.te tattvam na vijananti gambhiram buddha-sasane' . Dalam hal ini dihubungkan dengan fenomena.akan sulit untuk mengerti dan menghayati Dharma Sang Buddha danfilsafat Buddhis.3. Hubungan yang saling berhubungan dari benda-benda. tanpa memi-liki pengetahuan dan pengenalan yang benar mengenai Satya tersebut.Paramartha Satya adalah sesuatu yang tidak dapat diterangkansecara kata-kata bahasa. pengertianSamvrti Satya/Samutti Sacca dan Paramartha Satya/ParamathaSatya sangatlah ditekankan. Semua Sastra dari Madhyamika dengan berdasarkan kedua kebena-ran tersebut memulai cara berpikir dan berfilsafat mereka.

tersebut tidak mungkin menyelami hakekat yang dalam dari ajaran Sang Buddha" Candrakirti memberikan 3 (tiga) definisi dari Samvrti Satya (Kebenaran Umum) sebagai berikut:1. Dalam hal ini dihubungkan dengan fenomena. Hubungan yang saling berhubungan dari benda-benda.com/doc/45933197/Filsafat-3-Agama-jilid-3 . yaituke-arif-an mereka.2.scribd. Secara kata-kata yang diartikan bahwa Samvrti menutupi seluruhsifat sesungguhnya dari benda-benda sehingga mereka terujud.3. Sifat conventional/umum (samvrti-samketa) seperti apa yang biasa-nya diterima oleh umum (lokavyavaharah).Paramartha Satya adalah sesuatu yang tidak dapat diterangkansecara kata-kata bahasa. ini termasuk pada keadaan yang tidak dapat http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->