BUDDHISME Pengertian Buddhisme dalam arti filsafat adalah filsafat Buddhadari Sidharta Gautama atau juga disebut Sakyamuni

Buddha dan perkembangan filsafat agama Buddha setelah Maha Pari-Nirvana SangBuddha yang disebut filsafat Mahayana.Mengenai masa hidup Sidharta Gautama Buddha memangmasih belum terdapat keseragaman. Para sarjana India berpendapatbahwa Gautama Buddha hidup antara 560 dan 480 SM., sedangkanmenurut kaum Theravada di Sri Lanka dan Burma masa hidup ituadalah 623-543 SM., dan menurut kaum Mahayana di Tiongkok danJepang masa hidup itu ialah 566t486 SM.. Kita cenderung berpendapatbahwa Sidharta Gautama hidup kira-kira 500 tahun Sebelum Masehidan kita berkeyakinan bahwa Sidharta Gautama Buddha memang bebar-benar hidup di India Utara pada waktu itu kendatipun mengenai tahunhidup Beliau belum ada pendapat yang seragam. (Lihat Karya EdwardRice Eastern Definitions Anchor Books 1980 Daoubleday & Company,Inc. Garden City, New York).Apakah Ajaran Sang Buddha itu? Sudah banyak orang yangmengetahuinya. Di sini hanya dibahas dasar-dasar filsafat Buddha danperkembangan agama Buddha di kemudian hari, terutama filsafatMahayana.Secara umum garis-garis besar filsafat Buddha secara*®fendasar adalah sebagai berikut:I. Tri Ratna (Buddha, Dharma, dan Sangha). Terutama mengenaiDharma akan diusahakan penjabaran secara filosofis.II. Empat Kebenaran Mulia (Catvari Arya Satyani/Catur AriyaSaccatni) dan Delapan Jalan Utama (Hasta Arya

2. mereka mengembangkanfilsafat Mahayana.Ketuhanan Yang Mahaesa dalam Filsafat BuddhaDi dalam Sutta Pitaka. Udana VIII:3 telah dikatakan oleh SangBuddha demikian: . Anitya/Anicca : Semua yang berkondisi adalah tidak kekal. 3. 7. Tiga Corak Umum dari Alam Fenomena:1. 'tanpa aku'.Konsentrasi Benar. Ucapan Benar. Setelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha. Anatman/Anatta: Semua yang berkondisi dan yang tidak berkondisi tanpa inti yang tetap. para filsuf Buddhis di India dan Tionghoadengan gemilang dan berjaya mengembangkan fdsafat Buddha dengantidak mengubah dasar-dasar filsafat Buddha. Timbulnya Dukkha. 2. Berikut ini kita akan berusaha untuk meninjau seje-nak Buddhisme secara filosofis. 4. dan JalanPembebasan dari Dukkha yang terdiri atas: 1.Marga/AstaAriya Magga) Ini merupakan pokok utama filsafat Buddha. Perhatian Benar. selama beberaparatus tahun kemudian. Peng-hidupan Benar. 6. 3. Daya Upaya Benar. Perbuatan Benar.Dukkha.IV. Berhentinya Dukkha.III. Dukkha : Semua yang berkondisi adalah tidak sempurna. 8. Pengertian Benar. Hukum Pratityasamudpada/Paticcasamutpada: Hukum tentangSebab-Musabab yang Saling BergantunganV. Hukum Karma dan Kelahiran Kembali. 5. Pikiran Benar.

pembentukan. Tidak Dijelmakan. 1984). apabila Tidak Ada Yang Tidak Dilahir-kan. Hal ini dapat kita lihat di dalam pemikiran Theisme dariMahayana yang berupa Trikaya dan Sunyata. Yang Mahaesa di dalam Buddhisme adalah tanpa aku(anatta/Anatman). Trikaya atau Tiga . Yang Tidak Tercipta. suatu yang tidak dapatdipersonifikasikan. penjelmaan. Yang Mutlak.Tetapi para Bhikkhu.Pemikiran secara theistik di dalam filsafat Buddhis lebih diper-jelas setelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha beberapa ratus tahun kemudian. Yang Tidak Diciptakan. dan YangMutlak'. Yang Tidak Tercipta. Yang Mutlak."Ketahuilah para Bhikk. pemunculan dari sebab yang lalu.Ketuhanan Yang Mahaesa Dalam Agama Buddha.Yang Mahaesa dalam Bahasa Pali dikatakan sebagai ' Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam 1 yang artinya 'Suatu YangTidak Dilahirkan.maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran. pembentukan. penjelmaan.hu bahwa ada sesuatuYang Tidak Dilahirkan. suatu yang tidak berpribadi. Yang Tidak Menjelma. MA. dan suatu yang tidak dapat digambarkan dalambentuk apa pun. Duhai para Bhikkhu. maka ada kemungkinanuntuk bebas dari kelahiran." (Dikutip dari Karya Corneles Wowor. pemunculandari sebab yang lalu. karena ada Yang Tidak Dilahirkan. Tidak Diciptakan. Yang Tidak Menjelma. Yang Tidak Menjelma. Yang Mutlak.

cahaya. Dharmakaya identik dengan Nirvana yangdicapai setelah dimilikinya pengertian yang menembus terhadap Prati-tya Samutpada (Hukum Sebab-Musabab Yang Saling Bergantungan/Hukum Relativitas Buddhis) dan mengerti tentang Tathata (YangItu/What-is-as-it-is). Dharmakaya secara filosofis berarti Sunyata. Sabhogakaya adalah suatu hasil dan realisasi terhadap Kebena-ran Absolut (Sunyata) yang berujud sebagai kekuatan atau cahaya yangdiusahakan . asal Kebuddhaan.Manifestasi dari kebenaran absolut.Pengertian terhadap kebenaran absolut.tubuh sinar. maka hal itu juga cenderung pada pengalaman yang theistik. tubuhperujudan yang terbentuk dalam tubuhSakyamuni Buddha. Semua pengenalan dan pengetahuan subyek dan obyek yangdidasarkan pada perbedaan pengenal yang membedabedakan tidak dapat menembusi-Nya. tubuh halusBuddha. Karena Dharmakaya berfungsi sebagai Kebenaran YangMutlak. dan kekuatanBuddha/Kebuddhaan. Dharmakaya juga berarti kesatuan kosmik darialam semesta. tetapi hal tersebut tidak dapat dipahami secara rasiosemata-mata.TubuhBuddha/Kebuddhaan terdiri atas:: Kebenaran yang absolut. sesuatu yangabsolut.

(Welas asih dan Usaha yang besar).Nirmanakaya adalah bentuk konkrit dari Kebuddhaan yangberujud sebagai Manusia Buddha.dan diupayakan oleh 'calon Buddha' di dalam usahanyamencapai Pembebasan dengan mengembangkan Karuna dan Upaya. Hal ini dapat kita lihat padafigur/tubuh Sang Sakyamuni Buddha yang hadir di tengah-tengah umatmanusia dengan tigapuluh dua tanda keagungan (Dvatrimsam maha-purusa laksanani/Dvattimsa maha-purisa lakkhanani) yang men-yampaikan dan mewartakan segala sesuatu yang beliau temukan dalamusaha yang tekun dan memakan waktu yang lama sekali dalam beberapaKalpa dengan mengembangkan ParamitaParamita. S u n y a t aKonsep pemikiran Sunyata di dalam alam filsafat Buddhisdipelopori oleh Nagarjuna dan Arya Deva dari kaum .

Tetapi. mereka melihat semua keadaan dari berbagai sisi dan merekamelihat semua keadaan secara dialektik. pembebasan terakhir hanya akandapat direalisasikan melalui pengertian terhadap sunyata. Kebenaran yang absolut adalah kebenaran yang terbebasdari keadaan yang mendua.Kaum Madhyamika berpendapat bahwa Sunyata adalah sesuatuyang absolut. yaitu denganmelepaskan semua .Menurut kaum Madhyamika. kebenaran yang absolut adalah terbebas darikeadaan yang kontradiktif dan paradoksial. Inti pemikiran Sunyata berasal dari ide Sang Buddhayang mengatakan Sarve dharma anatman/Sabbe dhamma anatta sertapengertian yang menembus terhadap Pratitya-samutpada dan SamvrtiSatya/Sammuti Sacca dan Paramartha Satya/Paramatta Sacca. sesuatu yang absolut itutetap bereksistensi kendatipun klesa-klesa dan keinginan-keinginanrendah belum dapat disingkirkan. Nirvana dikatakan sebagai Sunyata yang berarti leburnya segala klesa dan keinginan-keinginan rendah.Madhyamika filsa-fat Mahayana. Dialektik Madhyamika dimak-sudkan sebagai alat untuk mengatasi dogmatisme. Kaum Madhyamika tidak terikat kepada kata-kata dan mereka melihat segala sesuatu sebagaimanaadanya.

dantempat lain. Pembahasan mengenaiHinayana dan Mahayana dalam buku ini bukan bersifat emosional atausubjektif. Korea. maka kemelekatan dan keben-cian akan timbul. Secara filosofis kaum Mahayana tidak setuju denganmereka. membentuk Samsara. tibet. maka keadaan lawannya akan menentangnya. Suatupandangan. penentuan.pandangan. tetapi berpijak pada pandangan historis dan filosofis. Kita tidak dapat memaksa orang lain untuk menerima apa yang kita anggap benar mengenai pandangan kita dan menentang orang lain. Jepang.Nagarjuna berkata secara dialektik: "Bila 'aku' telah ditentu-kan. Filsafat Buddha Mahayana baru benar-benar berpengaruh pada abad I Masehi di India Utara setelah ituberkembang ke Asia tengah. dan terbawaoleh sifat dualisme. dengan pembagian-pembagian dari 'aku' dan 'bukan aku'. karena sifatsifat dari pembatasn. KaumMahayana berkeyakinan teguh bahwa semua Sutra Mahayana jugadisabdakan oleh Sang Buddha. Hinayana dan Mahayana Istilah Hinayana dipakai untuk goSongan non-Mahayana danistilah ini diberikan oleh kaum Mahayana karena beranggapan bahwakaum Hinayana hanya berusaha untuk kepentingan sendiri serta penyu-cian diri sendiri serta lenyapnya Klesa-klesa yang hanya untuk kepentingan sendiri. Di dalam perkembangannya kaum Mahayana mengem-bangkan pandangan-pandangan filosofis mereka . sehingga istilah tersebut digunakan. Samsara justru berada sepanjang kemelekatan terha-dap 'aku'". Tiongkok. Hal tersebuttergantung pada usaha orang tersebut untuk memahaminya. pendirian. dan pendapat.

di dalam proses realisasi pengertian 'tanpa aku'tersebut kita cenderung suka memupuk 'rasa aku' yang lain.perasaan dan pikiran kita secara tidak langsung telah membentuk 'sangaku' yang lain dengan ilusi-ilusinya dan pada waktu kita telah terper-angkap oleh 'sang aku' mengenai perbuatan kita dan kita 'menantikan'hasil dari perbuatan kita. Tetapi. kita dengan giatmelakukan 'kebaikan-kebaikan' dengan tujuan agar perbuatan-perbuatantersebut dapat menghilangkan karma buruk kita atau meringankankarma buruk kita. Misalnya. Untuk mengerti hal tersebut diperlukanwaktu yang lama serta usaha yang tekun sehingga baru dapat mereali-sasikannya. Oleh karena itu. Pengertian tersebut sesuaidengan apa yang diajarkan Sang Buddha tentang Sarve dharma anatman/Sabbe dhamma anatta. yaitu kitasecara tidak langsung terpukau kepada apa yang kita anggap 'tanpa aku'dari perasaan dan pikiran kita sendiri. kita terbawa ke dalam perasaan yang tidak menyenangkan. Tentu saja pengertian ini amatlah sulit bagi kita danpengertian tersebut bukan semata-mata dimengerti dengan belajar teori- .yang berbeda denganHinayana. pada waktu kitaberpikir dan berpendapat kita telah melakukan 'kebaikan-kebaikan'. Di antaranya seperti diuraikan berikut ini. Pudgala Nairatmya dan Dharma Nairatmya Pudgala Nairatmya secara kata-kata aberarti insan/manusiatidak mempunyai 'aku'/inti yang kekal. sedangkan pengertian Hukum Karma yang dibabar-kan Sang Buddha adalah manifestasi dari Kebenaran Absolut dan hasildari karma tidak dapat diperkirakan.

teori yang mentah. Hal tersebut harus diusahakan dalam waktu yanglama dan usaha tekun dalam pelaksanaan dan perenungan. Klesavarana dan Jneyavarana Hal ini erat hubungannya dengan Pudgala Nairatmya dandharma Nairatmya.Oleh karena itu. dan moha yang disebut Klesavarana. Klesavarana erat hubungannya denganpandangan . Oleh karena itu Klesavarana harus disingkirkan sebelumseseorang mencapai Nirvana. Oleh karena itu.Klesavarana berperan sebagai penghalang di dalam merealisasikanNirvana. pengertian dharma Nairatmya juga ditekankan.dalam pandangan filsafat Buddhist. tetapi alam fenomena termasuk pera-saan dan pikiran kita juga 'tanpa aku' 'tanpa inti yang kekal'. Tentu saja kita <sering terbelenggu oleh pikiran dan perasaan kita. sehinggaseseorang akan terbebas dari ilusi-ilusinya tentang 'aku'.menurut pandangan fdsafat Buddhis. tetapi perbuatan-perbuatan baik tersebut hendaknya dilaksanakan berdasarkan pengertian dan tindakanyang tulus ikhlas dan spontan tanpa embel-embel lain. Tidak saja insan/manusia tanpa 'aku'. Manusia tidak dapat memperoleh pembebasandari Sukkha dan mencapai Nirvana karena kenyataan-kenyataan sebe-narnya tertutup oleh Avarana (kepalsuan) yang membungkusorang/manusia pada lobha. dosa. di dalam perkembangan fdsafat Buddhis dikemudian hati. Perbuatan-perbuatan baik yang mengandung arti luhur selamanya ditekankan di . setiap manusia harus berusaha danmelatih dirinya di dalam kehidupannya.

Menurut pandangan filsafat Mahayana.kepercayaan pada keakuan yang palsu(Satkayadrsti/Sakayaditti).Penyingkiran Klesavarana erat hubungannya dengan penyela-man terhadap Pudgala Nairatmya. kenyataan-kenyataantidak saja terselubung oleh Klesavarana. Hal ini hanyadapat dilakukan dengan merealisasikan dharma Nairatmya yaitu tanpainti yang tetap/tanpa aku dari alam fenomena. Oleh karena itu. tetapi juga oleh Jneyavaranayang berarti kepalsuan yang menutupi kenyataan. sehingga seseorangdapat mencapai Nirvana. penyingkiran Klesavaranaharus dibarengi dengan peyingkiran Jneyavarana. oleh karena itu penyingkiran Jneyavarana erat hubungannya dengan penyelaman terhadap dharma Nairat-mya.penyingkiran terhadap Jneyavarana juga diperlukan. Samadhi. Hal ini hanya dapat dimengerti denganmerealisasikan Pudgala Nairatmya (pribadi yang 'tanpa aku'). dan Prajna (Panna). Gautama Buddha atau Sakyamuni Buddha menjadiukuran dan pusat dari Samyak Sambodhi/Samma Sambodhi dan Beliaumemiliki Pengetahuan Sempurna. Semua siswa yangingin mencapai kesempurnaan harus meneladani-Nya serta . Kebijaksanaan Tertinggi sertaKesempurnaan Sila. Secaraumum dikatakan hanya dengan menyingkirkan Klesavarana seseorangdapat mencapai Nirvana. (Lihat karya Dr. kepribadian Beliauyang agung tetap berpengaruh dan berwibawa di antara anggota Sanghadan pengikut-Nya. Jaidev Singh An Introductioto Madhyamika Philosophy)Arahat dan BodhisatvaSetelah Maha Pari-Nirvana Sang Buddha. c Menurut pandangan fdsafat Mahayana.

sampai kira-kira abad I Masehi ketika pemikiran Maha-yana mulai berpengaruh dan kaum Mahayana secara idealis mengemu-kakan pendapat mereka secara filosofis. kaumMahayana berpendapat secara filosofis mereka juga bercita-cita agar supaya 'menjadi Buddha' dengan sebutan Bodhisattva yang secarakata-kata berarti 'Calon . Menurut kaum Mahayana. tetapi.Pemikiran seperti itu berjalan terus setelah Maha Pari-NirvanaSang Buddha. awet. danmerupakan kebenaran yang absolut. Para Arahatadalah para siswa Sang Buddha yang telah berhasil menyingkirkansegala macam Klesa. universal.kedudukan Sang Buddha sebagai Guru agung padai dewa dan manusiayang memiliki pengetahuan yang sempurna dan sebagai NirmanakayaBuddha tetap tidak diganggu gugat dan sangatlah dihormati. tetapimereka tidak sama dengan Sang Buddha. yaitu kekotoran batin yang disebut lobha. langgeng.mengikutipetunjuk-petunjuk-Nya serta berusaha dengan sungguhsungguh yangakhirnya mencapai kesempurnaan dengan sebutan Arahat. Oleh karena itu.mereka juga berpendapat Kebuddhaan (Samyak Sambodhi/SammaSambodhi) adalah sesuatu yang abadi. Sebelum Sakyamuni Buddhamencapai Kebuddhaan telah ada yang mencapai Kebuddhaan dan sete-lah Beliau juga ada yang mencapai Kebuddhaan. Mereka telah mencapai kesempurnaan.dvesa/dosa. dan moha.

tetapi masalahnya adalah soal kapan dan bagaimana. Semua insan dapat menjadi Buddha. secara Nirmanakaya (secara perujudan) mereka dipersonifi-kasikan. beliau juga harus mengembangkan Karuna yaitu usaha untuk membantu dan penyelamatan para insanserta berusaha dalam tingkatan Bhumi (pengolahan). setiapinsan memiliki benih Kebuddhaan. baik yang telah melatih diri atau yang masih rendah. karena disamping beliau berj-uang untuk mencapai kesempurnaan. Menurut pandangan filsafat Mahayana. Dengan demikian.Buddha' yaitu insan yang telah mengembang-kan benih Kebuddhaan. Para Bodhisatva adalah makhlukmakhluk agung dari kesada-ran agung kosmik sehingga tidak dapat . banyak figur Bodhisattva yang dipersonifikasikan oleh kaum Mahayana karena paraBodhisattva secara filosofis dan theistik memiliki tubuh Sambhogakayayaitu tubuh sinar atau kekuatan dari manifestasi Dharmakaya. Semua manusiaterutama pengikut Buddha secara tidak langsung adalah Bodhisattva. Olehkarena itu. Bodhisattva mempunyaiciri-ciri yang lebih mulia dari Arahat.ditinjau dari pandangan filsafat Mahayana.Di dalam pengembangan Mahayana selanjutnya.

Samanthabadra Bodhisatva. misalnya riwayat Putri MiauSan. danpara Bodhisatva lainnya.diilustrasikan kehidupan danriwayat mereka. Seperti yang disabdakan di dalamSadharma Pundarika Sutra. misalnya: Amitabha Buddha. Beliau menjadi figur dari Avalokitesvara Bodhisatva yang penuhwelas asih terhadap umat manusia. namun secara filosofis kita tidak dapat mengatakan bahwa Avalokitesvara Bodhisatva adalah dan harusberbentuk seperti Putri Miau San. Avalokitesvara Bodhisatva dapat berben-tuk apa saja sesuai dengan keadaan dan kondisi. Yang ada hanyalah tokoh dalam legenda rakyat yangdipautkan dengan riwayat Bodhisatva. Aksobhya Bud-dha. Bhaisajaguru Buddha. Riwayat mereka tidak dapat dikisahkan sepertiseperti Sang Buddha secara Nirmanakaya Buddha yang pernah tampil ditengahtengah manusia. maka akansulit untuk mengerti tentang kedudukan para Bodhisatva di dalamMahayana. Manjusri Bodhisatva. mereka juga menghormati pada Buddha sebelumSakyamuni Buddha. Tanpa pengertian yang jelasmengenai pemikiran Trikaya di dalam filsafat Mahayana. Hal tersebut erat hubungannya dengan penger-tian Trikaya di dalam filsafat Mahayana. . Demikian pula denganpara Bodhisatva lainnya di dalam Mahayana seperti: KshitigarbhaBodhisatva.Suatu hal penting lainnya di dalam pemikiran Mahayana yangberhubungan dengan Kebuddhaan ialah bahwa di samping kaumMahayana sangat menghormati dan menjunjung tinggi kedudukanSakyamuni Buddha.

Nagarjunaberkata demikian: Ye 'nayor na vijananti vibhagam satyayor dvayoh. semuanya adalah manifestasi dari Dharmakaya. terutama di dalam aliran Madhyamika Sunyatavada dari Nagarjuna dan Arya Deva. Secara kata-kata yang diartikan bahwa Samvrti menutupi seluruhsifat sesungguhnya dari benda-benda . Samvrti Satya dan Paramartha SatyaDi dalam filsafat Buddhis Mahayana. Semua Sastra dari Madhyamika dengan berdasarkan kedua kebena-ran tersebut memulai cara berpikir dan berfilsafat mereka.te tattvam na vijananti gambhiram buddha-sasane' . pengertianSamvrti Satya/Samutti Sacca dan Paramartha Satya/ParamathaSatya sangatlah ditekankan.Madhyamika Karika XXIV "Mereka yang tidak menyadari perbedaan di antara keduakebenaran tersebut tidak mungkin menyelami hakekat yang dalam dari ajaran Sang Buddha" Candrakirti memberikan 3 (tiga) definisi dari Samvrti Satya (Kebenaran Umum) sebagai berikut:1.akan sulit untuk mengerti dan menghayati Dharma Sang Buddha danfilsafat Buddhis. Menurut pandangan mereka. tanpa memi-liki pengetahuan dan pengenalan yang benar mengenai Satya tersebut.Pengertian tersebut juga erat hubungan-nya dengan pengertian Trikaya.Apakah Samvrti Satya dan Paramartha Satya itu? Samvrti Satyaadalah kebenaran umum dan paramartha Satya adalah kebenaran mut-lak. Para Buddha sebelum SakyamuniBuddha dan sesudah Sakyamuni Buddha semuanya adalah manifestasidari Yang Absolut.

Semua Sastra dari Madhyamika dengan berdasarkan kedua kebena-ran tersebut memulai cara berpikir dan berfilsafat mereka. Dalam hal ini dihubungkan dengan fenomena. tanpa memi-liki pengetahuan dan pengenalan yang benar mengenai Satya tersebut. Nagarjunaberkata demikian: Ye 'nayor na vijananti vibhagam satyayor dvayoh.Madhyamika Karika XXIV "Mereka yang tidak menyadari perbedaan di antara keduakebenaran .3.2. Hubungan yang saling berhubungan dari benda-benda. Sifat conventional/umum (samvrti-samketa) seperti apa yang biasa-nya diterima oleh umum (lokavyavaharah).te tattvam na vijananti gambhiram buddha-sasane' . ini termasuk pada keadaan yang tidak dapat Samvrti Satya dan Paramartha SatyaDi dalam filsafat Buddhis Mahayana. pengertianSamvrti Satya/Samutti Sacca dan Paramartha Satya/ParamathaSatya sangatlah ditekankan. yaituke-arif-an mereka.Apakah Samvrti Satya dan Paramartha Satya itu? Samvrti Satyaadalah kebenaran umum dan paramartha Satya adalah kebenaran mut-lak. terutama di dalam aliran Madhyamika Sunyatavada dari Nagarjuna dan Arya Deva. Menurut pandangan mereka.akan sulit untuk mengerti dan menghayati Dharma Sang Buddha danfilsafat Buddhis.Paramartha Satya adalah sesuatu yang tidak dapat diterangkansecara kata-kata bahasa.sehingga mereka terujud.

scribd.tersebut tidak mungkin menyelami hakekat yang dalam dari ajaran Sang Buddha" Candrakirti memberikan 3 (tiga) definisi dari Samvrti Satya (Kebenaran Umum) sebagai berikut:1. Dalam hal ini dihubungkan dengan fenomena. Sifat conventional/umum (samvrti-samketa) seperti apa yang biasa-nya diterima oleh umum (lokavyavaharah). yaituke-arif-an mereka.com/doc/45933197/Filsafat-3-Agama-jilid-3 .2. Secara kata-kata yang diartikan bahwa Samvrti menutupi seluruhsifat sesungguhnya dari benda-benda sehingga mereka terujud. ini termasuk pada keadaan yang tidak dapat http://id. Hubungan yang saling berhubungan dari benda-benda.Paramartha Satya adalah sesuatu yang tidak dapat diterangkansecara kata-kata bahasa.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful