GEOLOGI SEJARAH

KALA EOSEN (36 – 58 MYa)

KURUN FANEROZOIKUM MASA KENOZOIKUM
ZAMAN TERSIER (65 - 1.8MYa) KALA EOSEN (36 – 58 MYa)
Oleh

ALEX CANDRA 21100109170001

Kenozoikum (berasal dari bahasa Yunani, yaitu: kainos, yang

artinya "baru", dan zoe, yang
artinya "kehidupan", atau dengan kata lain Kenozoikum berarti "kehidupan baru").

pada akhir zaman Kapur yang ditandai dengan punahnya Dinosaurus dan berakhirnya kurun Mesozoikum.5 juta tahun sampai sekarang. dan punahnya Belemnit dan Ammonit. . Kurun ini berlangsung selama 65. setelah peristiwa kepunahan massal zaman Kapur ke zaman Tersier.Kurun Kenozoikum adalah kurun terakhir dari 3 kurun dalam skala waktu geologi.

Dalam masa Kenozoikum dijumpai kembali pembagian dalam berbagai cekungan yang telah terjadi selama masa Mesozoikum dan terjadi pembentukan Parageosinklin dan Miogeosinklin. .Selama masa Kenozoikum dibagi menjadi 2 daur geologi yaitu. Paleogen dan Neogen.

. Dari hasil penelitiannya diketahui bahwa pada lapisan yang relatif lebih muda dijumpai fosil Mollusca yang banyak kesamaannya dengan yang masih hidup hingga sekarang.Endapan yang berumur Kenozoikum untuk pertama kalinya dipelajari oleh ahli Paleontologi berkebangsaan Perancis yaitu Deshayes dengan mengambil daerah tipe di cekungan Paris.

antara lain anggota dari Foraminifera. kala Oligosen. kala Pliosen. Kala Pleistosen dan Kala Holosen. kala Eosen.Lyell seorang ahli geologi Inggris dari hasil penelitian Deshayes membagi masa Kenozoikum berdasarkan kesamaan fosil Invertebrata dan penentuan umur relatif . . kala Miosen. Mollusca sebagai penciri (fosil index) untuk kurun Kenozoikum (tersier) menjadi beberapa kala (dari tertua – termuda): Kala Paleosen.

Perubahan posisi tektonik Lempeng 2. Proses Vulkanisme 3.4 % dari semua waktu geologi dan setara hanya 20 menit dalam lamanya 24 jam waktu geologi. namun membawa pengaruh yang besar bagi kehidupan di bumi yaitu : 1. Pembentukan Gunung es 4. . Meskipun terjadi dalam waktu yang singkat.Masa Kenozoikum hanya selama 1. Evolusi Biota laut dan darat.

4 % dari semua waktu geologi.Geologic Time in 24-hours   Selama 66 Mya masa kenozoikum hanya 1. . Hanya terjadi selama 20 menit dalam waktu geologi dalam 24 jam.

dan jenis ini berkembang baik pada masa Kenozoikum sehingga mengakibatkan beberapa diantaranya dapat digunakan sebagai “Fosil Index” . Kala Eosen (36 – 58 Mya) Kehidupan selama masa kenozoikum (kala Eosen) salah satu diantaranya dicirikan oleh adanya perkembangan fauna maupun Flora.Kehidupan Selama Masa Kenozoikum. Pada masa Paleozoikum atas jenis ini telah muncul sebagai pembentuk batu gamping. yaitu anggota dari filum Protozoa yang termasuk kedalam Ordo Foraminifera.

. Fosil Index kala Eosen Beberapa jenis yang termasuk Foraminifera besar antara lain Camerina (Nummulites) yang terdapat pada kala Eosen dan Oligosen. Jenis ini hanya dijumpai pada Paleogen.Gambar Fosil Nummulites . sedangkan pada Neogen jenis ini todak dijumpai lagi.

Fosil index pada kala Eosen Assilina Discocyclina .

jenis tersebut adalah Phylum Mollusca. Coelenterata. .Selain itu jenis invertebrata yang lain juga berkembang dengan baik bahkan dibeberapa tempat dapat dipergunakan sebagai fosil index antara lain di Indonesia.

8MYa) .1.Kondisi Paleogeografi Zaman Tersier (65 .

Pergeseran benua tersebut juga ikut membentuk teluk Mexico. dan laut merah di Jazirah Arab.Zaman tersier merupakan tahap terakhir dari fase pemecahan benua Pangea yang diikuti dengan terjadinya tumbukan beberapa benua. Benua Amerika Utara dan Greenland terpisah satu dengan yang lainnya. sedangkan Jazirah Arab mengalami Rifting menjauhi benua Afrika. . “African Rift Valley”. Rifting yang terjadi di Jepang menyebabkan membukanya laut Jepang.

Tumbukan yang sangat besar dan cepat adalah tumbukan yang membawa benua India menabrak benua Asian Tenggara dan membentuk pegunungan Himalaya dan dataran/plateau Tibet. Banyaknya tumbukan benua yang mengakibatkan munculnya pegunungan pegunungan yang tinggi inilah yang menyebabkan muka air laut turun diseluruh bumi. pegunungan Alpen dan pegunungan Zagros.Diberbagai wilayah di dunia. . beberapa daratan yang kecil dan benua bertumbukan yang menghasilkan beberapa rangkaian pegunungan seperti pegunungan Pirenia. serta pergeseran iklim pada periode zaman Tersier.

Paleogeografi Dunia Pada Kala Eosen (36 – 58 Mya) .

menutupi seluruh benua Amerika Utara. danau-danau luas. Pengangkatan yang relatif cepat yang terjadi di sebelah barat membentuk pegunungan Cordillera di Amerika Utara. Padang rumput. Erosi yang intensif yang terjadi di Sierra Nevada dan aktivitas gunungapi yang berperan dalam membentuk benua Amerika Utara . 2.Kondisi paleogeografi di benua Amerika Utara: 1. dan Meksiko. 4. termasuk Amerika Serikat. . pegunungan. turunnya muka air laut. yang berada dibagian tengah dan barat Amerika berada dalam keadaan yang sama hingga terjadinya perubahan tektonik dibagian tepi barat. Kanada. 3.

 Terpisahnya lempeng amerika utara dan lempeng amerika selatan. .Spreading Ridges  Spreading ridges :  Terbentuknya Mid-Atlantic Ridge dan East Pacific  Disepanjang spreading Ridge terbentuknya kerak samudera baru  Terjadinya zona subduksi dari kerak di cekungan samudera pasifik bagian timur.

Age of Ocean Basins .

Pergerakan kearah utara dari lempeng Afrika menyebabkan: 1. Tektonik aktif melewati mediterania ke india bagian utara.Pergerakan tektonik ke arah utara dari Indian Plate menyebabkan terjadinya tumbukan dengan Lempeng Asia. Proses tektonik semakin aktif melewati zona timur ke zona barat 3. Tertutupnya laut Tethys 2. .

TEKTONIKA WILAYAH INDONESIA KALA EOSEN .

GEOSINKLIN INDONESIA PADA KALA EOSEN .

Secara garis besar. pulau – pulau Nusa Tenggara. ke arah timur bersmbunglah geosinklin Halmahera dan Irian (Papua) dan ke barat geosinklin Kalimantan Timur . Sangir terus ke Filipina. Banda. Sulawesi. . Indonesia terdiri dari geosinklin – geosinklin yang berbentuk lengkungan yang meliputi Sumatera. Jawa.

Dari arah utara keadaan yang sama berlaku pula sehingga terbentuk geosinklin Sunda yang bersambung dengan geosinklin Filipina. geosinklin Mariana dan Geosinklin Papua. . dan pada`saat ini mulai terjadi cekungan pengendapan tersier. Dari arah barat laut masuk dan terbentuklah geosinklin Birma yang terus bersambung dengan geosinklin sumatera – jawa.Pada kala ini terjadi genang laut.

Pegunungan Kulon Progo. Khususnya di Sangiran bukti adanya endapan Eosen dapat dikenali dengan adanya fragmen batu gamping yang mengandung fosil Nummulites yang keluar secara bersama – sama dengan “Mud Vulkano” . Luk ulo.Endapan yang berumur Eosen di Jawa didapatkan di daerah Jampang dan Banten di Jawa Barat. dan Perbukitan Jiwo (Bayat) di Jawa Tengah.

Timur dan Utara yang semuanya berkembang sebagai Sedimen Klastik dengan fosil yang menunjukkan umur Eosen.Di Sumatra endapan Eosen didapatkan di Pegunungan Tengah di Aceh daerah Talawi dan Simpang di sekitar danau Singkarak di Sumatra Tengah. Di Kalimantan tersebar secara setempat – setempat di Kalimantan Tengah. . sedangkan di Sumatra Selatan sampai sekarang tidak ditemukan.

Camerina (Nummulites). Di pulau Button endapan Eosen terdapat di pegunungan Tobelo sepanjang sungai Wani yang dikenal sebagai formasi Wani. Jazirah Tangan Timur. Jazirah Sulawesi Selatan yang semuanya berkembang sebagai sedimen klastik dari berbutir halus dengan fosil : Assilina. .Di Sulawesi endapan yang usianya sama tersebar di Jazirah Tangan Utara. dan Discocyclina yang menunjukkan umur Eosen.

pulau Waigeo. Babar. Kisar. Leti. Sermata. Tanimbar. Semuanya berkembang sebagai sedimen klastikdengan fosil assilina dan discocyclina sebagai fosil index kala Eosen. Fadoh. dan pulau Buruserta pulau Timor dan pulau-pulau kecil disekitarnya.Di Nusa Tenggara endapan berumur Eosen dijumpai di pulau Seram. Halmahera. Kur. Tidore. . Manaweka. Misool.

.Di Irian endapan Eosen didapatkan di wilayah pegunungan Jayawijaya mulai dari Jazirah kepala Burung sampai ujung Timur yang berkembang sebagai batu gamping Foraminifera dan di daerah sepanjang pantai Utara pulau Irian yang berkembang sebagai batu gamping klastik.

Dari pelamparan endapan Eosen tersebut maka dapat diperkirakan Paleogeografi Indonesia dimana daerah Sumatra Tengah dan Selatan serta Kalimantan Barat sebagaian pulai di Nusa Tenggara marupakan daratan yang dikenal sebagai daratan Sunda. Filipina dan Jazirah Tangan Utara merupakan daratan yang dikenal sebagai daratan Filipina. Sebagian Kalimantan Utara. .

Demikian Juga sebagian pantai Utara Irian dan Australia yang masing – masing merupakan daratan Papua dan daratan Australia .

Cekungan Epikontinen: meliputi Cekungan Paris. Cekungan Amazon.SIFAT DAN PELAMPARAN ENDAPAN – ENDAPAN KENOZOIKUM. Cekungan Great Artois (di Australia). Cekungan Antar Gunung: meliputi Cekungan yang sebagian besar berbatasan dengan patahan – patahan yang terbentuk dalam rantai pegunungan dan terjadi Orogenesa laramid pada akhir zaman Kapur. Cekungan London. Cekungan Vietnam. 2. Cekungan Jerman Utara. Cekungan Kongo. KALA EOSEN   1. Cekungan Laut Utara. Cekungan Wolga. Contoh : Cekungan Ombilin dan danau Ranau (Bukit Barisan Sumatra) .

cekungan Baku. 4. 3. cekungan Rumania. . cekungan Tiflis dan Cekungan Kalifornia. Geosinklin dengan lipatan Alpin: termasuk didalamnya pegunungan Alpin rantai pegunungan Atlas dan Sahara di Afrika Utara. Cekungan Miogeosinklin. Groat Rift Valley. tanah Somali. Terban dan tefrageosinklin: meliputi deretan terban danau – danau di Afrika Timur. 5. cekungan Mollasa: meliputi cekungan akitania.

Vulkanisme Basa dengan batuan yang terutama hanya sedikit mengandung senyawa silikat terutama senyawa yang bersifat asam. Vulkanisme Asam dengan batuan yang banyak mengandung asam. Lelehan basalt Jordania. . Jenis ini terdapat di daerah tafrogeosinklin. Kala Eosen   1. 2. Ciri khas tipe ini yaitu terjadinya gunung api berbentuk kerucut yang disebut juga dengan gunung api strato. seperti : basalt dataran tinggi Abesinia.Kegiatan Vulkanik Selama Masa Kenozoikum. Tanah Somali.

meliputi: Kalimantan Barat. cekungan tengah di timor. . Cekungan Epikontinen. 2. Cekungan antar Gunung. terban Poso dan Tawaela di Sulawesi Tengah. Kalmantan Tengah. Paparan Sunda. meliputi: cekungan Umbilin (bukit barisan sumatera). paparan Sahul dan jawa bagian Tengah.SIFAT DAN PELAMPARAN ENDAPAN KENOZOIKUM KALA EOSEN DI INDONESIA. 1.

Timor dan Seram. . Eugeosinklin yang telah mengalami perlipatan. meliputi. Irian.3. dan Kalimantan Timur 4. palembang Nusa Tenggara. Jambi. Miogeosinklin: meliputi cekungan Aceh.

TERIMAKASIH DAN SEMOGA SUKSES .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful