P. 1
Nikmat Dan Siksa Kubur

Nikmat Dan Siksa Kubur

|Views: 2|Likes:
Published by IndraPerdanaSP
Menuju Surga
Menuju Surga

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: IndraPerdanaSP on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2014

pdf

text

original

Assalaamu`alaikum wr.wb. Muslimah yang berbahagia, berikut ini cerita mengenai alam barzakh. Semoga bermanfaat ya..

Semuanya ada 4 episode... Wassalam, Vita Sarasi *** Siksa dan Kenikmatan di Alam Barzah (1) Ketahuilah wahai hamba Allah! Bahwa kuburan adalah persinggahan pertama menuju akhirat. Orang yang mati, berarti telah mengalami kiamat kecil. Apabila seorang hamba telah dikubur, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya nanti pada pagi hari, yakni antara waktu fajar dan terbit matahari, serta waktu sore, yakni antara waktu zhuhur hingga magrib. Apabila ia termasuk penghuni Jannah, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Jannah, dan apabila ia termasuk penghuni Naar, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Naar. Seorang mukmin, akan diluaskan kuburannya selebar tujuh puluh hasta, dan kuburannya itu dipenuhi dengan tanaman hijau hingga datang hari Kebangkitan. Adapun orang kafir, ia akan dipukuli dengan palu-palu besi, kuburannyapun akan dibuat sempit sehingga tulang-tulang rusuknya remuk redam. (1) Saat-saat Sakratul Maut dan Naiknya Ruh Serta Siksa dan Kenikmatan Kubur Allah berfirman : “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)**, agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.***" (QS. Al Mu'minuun 23 : 99-100) Keterangan: ** Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman. *** Maksudnya: mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat. Allah juga berfirman : “...dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada

pagi dan petang**, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." (QS. Al Mu'min 40 : 45-46). Keterangan : ** Maksudnya : dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit. *** 1. Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib ra. bahwa ia berkata : “Kami pernah keluar bersama Rasulullah saw. mengiringi jenazah seorang lelaki Al-Anshar. Sampailah kami di kuburannya. Ketika sedang digalikan liang lahadnya, Rasulullah saw duduk, dan kamipun duduk mengelilingi beliau, seolah-olah ada burung hinggap di atas kepala kami, sementara di tangan beliau terdapat kayu yang beliau ketuk-ketukkan di atas tanah. Lalu beliau mengangkat kepala sambil bersabda : “Mintalah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.” Demikianlah beliau sabdakan dua atau tiga kali. Kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya seorang mukmin yang meninggal dunia dan menghadap alam akhirat, akan ditemui oleh beberapa malaikat dari langit dengan wajah putih bagaikan mentari. Mereka membawa kain kafan dari Jannah dan hanuth yang juga dari Jannah, hingga duduk di hadapannya selebar mata memandang. (Ket : hanuth adalah sejenis wewangian khusus untuk mayit yang dicampurkan ke bahan lainnya sehingga menimbulkan wangi yang semerbak). Lalu datanglah malaikat maut dan duduk di sisinya seraya berkata : “Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau menuju ampunan Rabbmu dan keridhaan-Nya.” Selanjutnya, keluarlah ruh itu seperti air yang mengalir dari wadahnya. Sang malaikat menyambutnya. Para Malaikat itu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu sedikitpun. Mereka segera mengambilnya dari tangan malaikat maut dan meletakkannya dalam kain kafan yang sudah dibubuhi wewangian, sehingga keluarlah ruh itu dengan bau harum semerbak seperti kasturi terbaik yang ada di muka bumi.” Selanjutnya : naiklah para malaikat itu membawa ruh tersebut. Setiap kali melewati sekelompok malaikat, mereka ditanya : “Siapakah ruh yang baik ini?”. Mereka menjawab : “Fulan bin Fulan,” disebutkan nama terbaik yang digunakannya di dunia. Sehingga sampailah mereka di langit dunia. Mereka meminta ijin, lalu dibukakan pintu untuk mereka. Di setiap langit, mereka dielu-elukan oleh para penghantar mereka ke langit berikut, hingga mereka sampai di langit ke tujuh. Allah berfirman : “Tulislah catatan amal hambaku ini dalam Illiyyin dan dikembalikan ia ke bumi ke dalam

jasadnya.” (Ket : Illiyyin berasal dari kata Uluww (tinggi), yakni terletak di langit ke tujuh di mana terdapat ruh orang-orang beriman). Lalu datanglah dua malaikat yang duduk di sisinya sambil bertanya : “Siapakah Rabb-mu?” Orang itu menjawab : ”Rabb-ku adalah Allah.” Kedua malaikat itu bertanya lagi : “Apa agamamu?” Orang itu menjawab. “Agamaku Islam.” Kedua malaikat itu bertanya lagi : ”Siapa lelaki yang diutus kepadamu ini?” Orang itu menjawab lagi : “Dia adalah Rasulullah.” Kedua malaikat itu bertanya lagi : “Dari mana engkau mengetahuinya?” Lelaki itu menjawab : “Saya membaca Kitabullah, mengimani dan membenarkannya.” Lalu datanglah suara berkumandang : “Sungguh benar apa yang dikatakan oleh hamba-Ku. Bentangkanlah tilam dari Jannah dan bukakanlah pintu menuju Jannah itu.” Selanjutnya : datanglah tilam itu dengan bau yang harum, lalu diluaskan kuburannya hingga selebar mata memandang. Lalu datanglah lelaki dengan wajah rupawan dan pakaian yang indah juga berbau wangi. Orang itu bertanya : “Siapakah engkau? Wajahmu wajah yang mendatangkan kebaikan?.” Lelaki itu menjawab : “Saya adalah amal shalihmu.” Orang itu berkata : “Ya Rabbi, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku kembali kepada keluargaku dan hartaku (di Jannah).” Sesungguhnya hamba yang kafir, ketika ia hendak meninggal dunia dan menghadap alam akhirat, ia akan didatangi oleh para malaikat berwajah hitam dengan membawa masuh (pakaian dari bulu). Lalu duduklah para malaikat itu di sisinya selebar mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di sisinya sambil berkata : ”Wahai jiwa yang jahat! Keluarlah engkau dengan kemarahan dari Allah dan kemukaan-Nya. Maka berpisahlah ruh itu dari jasadnya dan malaikat maut mencabut ruhnya seperti saffud dicabut dari bulu wol yang basah. (Keterangan saffud adalah sunduk besi yang memiliki cabang-cabang bergerigi). Lalu malaikat maut memegangi ruhnya. Setelah dia memeganginya, maka para malaikat (adzab) itu tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka langsung mengambilnya dan meletakkannya dalam masuh tersebut, lalu keluarlah ruh itu dengan berbau bangkai yang terbusuk di muka bumi. Para malaikat itu naik membawa ruh itu. Setiap kali mereka melewati sekelompok malaikat, mereka ditanya : “Siapakah ruh yang busuk ini?” Mereka menjawab: “Ia adalah Fulan bin Fulan,” disebutkan nama terjelek yang disandangnya selama di dunia.” Kemudian sampailah mereka ke langit dunia. Mereka meminta dibukakan pintu, namun tidak dibukakan untuk mereka. Kemudian Rasulullah saw membaca firman Allah : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali

tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit** dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum***. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”. (QS. Al A'raaf 7 : 40). Keterangan : **Artinya: doa dan amal mereka tidak diterima oleh Allah. *** Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum. Allah Azza wa Jalla berfirman : “Tulislah catatan amalnya dalam Sijjin di bumi yang terendah.” (Ket : Sijjin yakni semacam penjara yang sempit). Kemudian ruh itu dicampakkan. Kemudian Rasulullah saw membaca : “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh...” (QS. Al Hajj 22 : 31). Ruh itupun dikembalikan ke jasadnya, lalu ia didatangi oleh dua malaikat yang langsung bertanya : “Siapakah Rabb-mu?” Orang itu menjawab : “Haah, haah, saya tidak tahu.” Kedua malaikat itu bertanya lagi : “Apa agamamu?” Orang itu menjawab : “Haah, haah, saya tidak tahu.” Kedua malaikat itu bertanya lagi : “Siapa lelaki yang diutus kepadamu ini?” Orang itu menjawab lagi : “Haah, haah, saya tidak tahu.” Lalu terdengar suara penyeru dari langit : “Ia dusta.” Bentangkanlah tilam dari Naar dan bukakanlah pintu menuju kepadanya. Datanglah tilam itu dengan bau busuk dan panasnya yang dahsyat, lalu kuburannya itu dipersempit hingga tulang-tulang rusuknya remuk. Datanglah kepadanya seorang lelaki buruk rupa dengan pakaian jelek dan berbau busuk. Lelaki itu berkata : ”Terimalah kabar yang jelek bagimu pada hari ini, hari yang telah dijanjikan kepadamu.” Orang itu bertanya : ”Siapakah engkau? Wajahmu amat buruk yang mendatangkan keburukan?” Lelaki itu berkata : “Aku adalah perbuatan jahatmu.” Orang itu berkata : “Ya Rabbi! Janganlah Engkau tegakkan hari kiamat.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad IV : 287, Abu Dawud dalam As-Sunan II : 540, serta Al-Hakim dalam Al-Mustadrak I : 37). Al-Hakim berkata : “Hadits ini shahih, memenuhi persyaratan Al-Bukhari dan Muslim, Adz-Dzahabi dan Al-Albani juga menguatkan (Lihat Ahkamul Janaiz). Keterangan : Tidak ada dalam riwayat hadits shahih, bahwa nama malaikat maut adalah Izrail. Kemungkinan itu berasal dari Israiliyat.

Wallahu’alam bishshowab. Bersambung ke Siksa dan Kenikmatan di Alam Barzakh (2)

(2) Pertanyaan Dua Malaikat Dari Anas bin Malik ra. diriwayatkan bahwa ia berkata : "Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya apabila seorang hamba diletakkan di kuburnya, lalu rekan-rekan yang menguburkannya telah berlalu, ia masih sempat mendengar suara terompah mereka. Lalu datanglah dua malaikat dan mendudukkannya seraya bertanya : “Apa yang engkau ketahui tentang lelaki ini?” Apabila ia seorang mukmin, ia akan menjawab : “Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Maka dikatakan kepadanya : “Lihatlah calon tempat tinggalmu di Naar, sudah diganti oleh Allah dengan tempat di Jannah.” Nabi saw bersabda : “Orang itu akan melihat kedua tempat itu semua.” Qatadah menyatakan : “Diceritakan kepada kami, bahwa kuburan mukmin itu diperluas selebar tujuh puluh hasta, lalu kuburannya itupun dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan hijau hingga hari Kebangkitan. Kembali kepada hadits Anas, disebutkan : “Adapun orang munafik dan kafir, akan ditanyakan kepada masing-masing di antara mereka: ”Apa yang kamu ketahui tentang lelaki ini?” Ia akan berkata : “Saya tidak tahu. Saya hanya mengatakan yang biasa dikatakan orang banyak.” Ditanyakan kepadanya : “Kamu betul-betul tidak mengenalnya?” Kamu tidak membaca Kitabullah?” Lalu orang itu dipukuli dengan palu dari besi hingga berteriak-teriak dan terdengar oleh yang di sekelilingnya kecuali tsaqalain (jin dan manusia). (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Lihat Fathul Bari oleh Ibnu Hajar III : 480 dan juga Muslim 2200). (3) Al-Munkar dan An-Nakir Benar-Benar Ada Dari Abu Hurairah ra. Bahwa ia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Apabila mayit sudah dikubur, atau beliau bersabda : apabila salah seorang di antaramu sudah dikubur, ia akan didatangi oleh dua malaikat hitam dan biru (ket : yakni kedua mata mereka, karena bentuk semacam itu menakutkan bila di dalam kubur). Yang satu bernama Al-Munkar dan yang satu lagi bernama An-Nakir. Keduanya bertanya : “Apa yang engkau tahu tentang lelaki ini?” Orang itu akan menjawab : “Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. “ Keduanya berkata : “Kami sudah tahu bahwa engkau akan mengatakan

demikian.” Kemudian kuburannya diperluas hingga tujuh puluh hasta, dengan panjang tujuh puluh kaki, kemudian diberi penerangan. Setelah itu dikatakan kepadanya : “Tidurlah engkau seperti layaknya seorang pengantin yang hanya dibangunkan oleh isteri yang paling dicintainya, hingga Allah membangkitkanmu dari pembaringanmu.” Namun kalau ia orang munafik ia akan menjawab : “Saya mendengar orang banyak mengucapkan sesuatu, dan akupun menirunya. Aku tidak kenal lelaki ini.” Kedua malaikat itu berkata : “Kami sudah tahu bahwa engkau akan menjawab demikian.” Lalu dikatakan kepada bumi : “Jepitlah orang ini.” Maka bumipun menjepitnya hingga tulang-tulang rusuknya terlipat. Ia terus disiksa hingga Allah membangkitkannya dari pembaringannya itu. (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau berkata : “Hadits ini hasan gharib. Al-Albani menyatakan : “Sanadnya hasan, memenuhi syarat Imam Muslim”) (4) Kuburan Akan Menghimpit dan Menjepit Dari Aisyah Radhiyallahu `Anha diriwayatkan bahwa ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya kuburan dapat menghimpit. Kalau ada yang selamat dari himpitan itu, dialah Saad bin Muadz.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad, dan dishahihkan oleh Al-Albani). Bersambung ke Siksa dan Kenikmatan di Alam Barzakh (3) *** Dikutip dari : Judul Asli : “Ahwaalul Qiyaamah”, Abdul Malik Ali Al-Kulaib, Maktabah Al-Ma`arif, Ar-Riyaadh. Edisi Indonesia, “Huru-Hara di Hari Kiamat”, diterjemahkan oleh Abu Fuzhail, Penerbit At-Tibyan Solo, Oktober 2001.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->