P. 1
14 Tahapan Proses Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat

14 Tahapan Proses Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat

|Views: 600|Likes:
Published by vaathirah

More info:

Published by: vaathirah on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2015

pdf

text

original

14 Tahapan Proses Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat

Siapa yang tidak kenal dengan produk makanan dan minuman yang satu ini, coklat. Makanan dan minuman yang dihasilkan dari tanaman kakao ini menjadi primadona hampir semua golongan usia. Jangankan anak-anak, orang dewasapun menjadikan makanan dan minuman ini sebagai favorit mereka.

Secara umum proses pengolahan biji kakao menjadi coklat melalui beberapa tahapan proses. Berikut ini saya akan berbagi informasi dengan sahabat semua bagaimana proses pengolahan biji kakao menjadi coklat. 14 Tahapan proses ini merupakan tahapan umum dalam pengolahan biji kakao menjadi coklat. Langkah 1. Biji kakao dibersihkan untuk menghilangkan semua bahan yang asing. Langkah 2. Biji kakao selanjutnya akan dipanggang/disangrai untuk membawa keluar rasa coklat dan warna biji (roasted). Suhu, waktu dan tingkat kelembaban pada saat penyangraian (roasted) tergantung pada jenis biji yang digunakan dan jenis cokelat atau produk yang akan dihasilkan. Langkah 3. Sebuah mesin penampi (winnowing machine) akan digunakan untuk memisahkan kulit biji dan biji kakao. Langkah 4. Biji kakao kemudian akan mengalami proses alkalisasi, biasanya menggunakan kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa dan warna. Langkah 5. Setelah di alkalisasi, biji kakao kemudian memasuki proses penggilingan untuk membuat cocoa liquor (kakao partikel tersuspensi dalam cocoa butter). Suhu dan tingkat penggilingan bervariasi sesuai dengan jenis mesin penggilingan yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan. Langkah 6. Setelah biji kakao menjadi cocoa liquor, biasanya produsen akan menambahkan bahan pencampur, seperti kacang untuk menambah citra rasa coklat. Umumnya menggunakan lebih dari satu jenis kacang dalam produk mereka, yang dicampur bersama-sama dengan formula yang dibutuhkan. Langkah 7. Tahapan selanjunya adalah mengekstrak the cocoa liquor dengan cara dipress/ditekan untuk mendapatkan lemak coklat (cocoa butter) dan kakao dengan massa padat yang disebut cocoa presscake. Persentasi lemak kakao yang dipress disesuaikan dengan keinginan produsen sehingga komposisi lemak coklat (cocoa butter) dan cocoa presscake berbeda-beda.

Langkah 8. Pengolahan sekarang menjadi dua arah yang berbeda. Lemak coklat akan digunakan dalam pembuatan coklat. Sementara cocoa presscake akan dihaluskan menjadi coklat dalam bentuk bubuk. Langkah 9. Lemak coklat (cocoa butter) selanjutnya akan digunakan untuk memproduksi coklat melalui penambahan cocoa liquor. Bahan-bahan lain seperti gula, susu, pengemulsi agen dan cocoa butter ditambahkan dan dicampur. Proporsi bahan akan berbeda tergantung pada jenis cokelat yang dibuat. Langkah 10. Campuran kemudian mengalami proses pemurnian sampai pasta yang halus terbentuk (refining). Refining bertujuan meningkatkan tekstur dari coklat. Langkah 11. Proses selanjutnya, conching, untuk mengembangkan lebih lanjut rasa dan tekstur coklat. Conching adalah proses menguleni atau smoothing. Kecepatan, durasi dan suhu conching akan mempengaruhi rasa. Sebuah alternatif untuk conching adalah proses pengemulsi menggunakan mesin yang bekerja seperti pengocok telur. Langkah 12. Campuran ini kemudian melewati pemanasan, pendinginan dan proses pemanasan kembali. Hal ini mencegah perubahan warna dan lemak coklat dalam produk tersebut. Hal ini untuk mencegah perubahan warna dan melelehnya coklat dalam produk. Langkah 13. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan atau digunakan untuk pengisi enrobing dan didinginkan di ruang pendingin. Langkah 14. Cokelat ini kemudian dikemas untuk distribusi ke outlet ritel. Inilah 14 tahapan pengolahan biji kakao menjadi coklat secara umum. Semoga bermanfaat.

Mengenal Proses Pembuatan Coklat
Oleh: Elvira Syamsir (Kulinologi Indonesia, Februari 2011) Sadarkah anda, bahwa coklat merupakan pangan yang unik? Coba perhatikan, bentuknya yang padat pada suhu ruang akan segera leleh menjadi bentuk cairan lembut begitu masuk ke dalam mulut. Hal ini ternyata terkait dengan karakteristik lemak coklat (cocoa butter) yang berbentuk padat pada suhu dibawah 25oC dan mencair pada suhu tubuh. Selain itu, coklat juga mempunyai rasa manis yang disukai oleh banyak orang. DARI BIJI COKLAT Coklat berasal dari biji buah coklat (cacao bean). Tanaman coklat (Theobroma cacao) dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu jenis Criollo, Forastero dan Trinitario. Criollo menghasilkan biji kakao dengan aroma yang sangat kuat tanpa rasa pahit, tetapi sensitif terhadap perubahan iklim dan serangan hama penyakit dengan jumlah produksi relatif rendah. Berbeda dengan criollo, forastero lebih tahan perubahan iklim dan serangan hama, jumlah produksinya relatif besar tetapi bijinya memiliki aroma yang lemah dengan rasa yang pahit. Biji kakao Indonesia sendiri sebagian besar masuk dalam jenis Trinitario yang merupakan hasil persilangan dari Criollo dan Forastero dengan sifat yang mirip dengan Criollo. Buah kakao berbentuk bulat panjang (panjang sekitar 15 – 25 cm dan lebar 7 – 10 cm) dengan kulit yang relatif tebal (10 – 15 mm). Warnanya yang hijau pada saat masih muda berganti menjadi kuning, oranye, merah atau ungu ketika masak, walaupun pada beberapa varietas warnanya tetap hijau ketika buah masak. Pulp atau daging buah menutupi 20 – 40 buah biji kakao. Pada buah yang masak, pulp memiliki konsistensi lunak dan berlendir dengan rasa yang manis dan warna putih seperti susu. Biji kakao sendiri berbentuk oval pipih. Panjang biji sekitar 2 cm dengan lebar sekitar 1 cm dan berat ± 1 gram jika dikeringkan. Tanaman coklat mulanya tumbuh liar di hutan hujan tropis Amerika. Adalah masyarakat kuno di Amerika Tengah dan Mexico, termasuk diantaranya bangsa Maya dan Aztec, yang menemukan rahasia keistimewaan biji kakao ini lebih dari 2000 tahun yang lalu. Pada masa itu, hancuran biji coklat disangrai dan dicampur dengan jagung dan berbagai rempah diantaranya paprika, vanilla atau kayu manis lalu ditambah air untuk menghasilkan minuman rempah coklat yang berbusa. Memasuki akhir abad ke-15, coklat bertransformasi menjadi resep baru. Cortez yang memimpin ekspedisi ke Aztec, kembali ke Spanyol dengan membawa biji kakao sekaligus dengan resep pembuatan minumannya. Di Eropa, minuman ini menjadi populer setelah formula minuman diubah: rempah dihilangkan dan diganti dengan gula. Jika awalnya coklat diperlakukan sebagai barang mewah, maka penemuan teknik pemisahan lemak coklat dan teknik pembuatan coklat bubuk pada awal abad ke-19

telah menyebabkan coklat berkembang sebagai komoditas pangan. Selanjutnya, inovasi produk coklat terus berkembang sejalan dengan makin berkembangnya pemahaman mengenai karakteristik coklat. PEMBUATAN COKLAT Proses pembuatan coklat melibatkan berbagai tahapan proses, seperti tampak pada Gambar 1. Untuk memperoleh coklat dengan hasil terbaik, buah kakao dipanen dalam kondisi masak sempurna. Buah dipotong dan ditumpuk dengan hati-hati, lalu dibelah dan diambil bijinya. Di tingkat petani, biji coklat difermentasi dan dikeringkan sebelum dikirim ke pabrik coklat untuk pengolahan lebih lanjut.

Persiapan Biji Coklat (Cocoa Bean)

Biji ditumpuk di lantai atau wadah (keranjang bambu, kotak kayu) dan difermentasi selama 2 – 8 hari. Secara periodik, dilakukan pengadukan biji agar oksigen yang dibutuhkan untuk proses fermentasi bisa masuk dan tersebar merata diseluruh tumpukan biji. Selama fermentasi, suhu biji naik menjadi 45 - 50°C yang mematikan biji (menghentikan germinasi) dan meningkatkan keasaman biji. Selain itu juga terjadi pembentukan warna dan flavor serta degradasi parsial komponen penyebab rasa pahit dan kelat. Pulp yang menempel pada biji coklat terdekomposisi secara enzimatis menjadi cairan yang larut air. Fermentasi dikatakan sempurna jika warna biji kakao berubah dari warna terang menjadi coklat gelap yang homogen dan biji mudah dipisah dari kulit bijinya. Setelah fermentasi selesai, biji dikeringkan hingga kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara penjemuran atau menggunakan oven pengering (55 – 66oC). Di beberapa negara, termasuk Indonesia, dilakukan pencucian biji sebelum dikeringkan. Walaupun akan memperbaiki penampakan biji, tetapi pencucian yang berlebihan beresiko untuk meningkatkan kerapuhan biji. Biji kakao kering dibagi dalam beberapa kelas mutu, seperti tampak pada Tabel 1. Mutu terbaik adalah biji yang masuk dalam kategori kelas mutu A. Pembuatan Pasta Coklat (Cocoa Liquor) Pembuatan pasta coklat melibatkan tahapan proses pembersihan biji, pemisahan kulit dan penyangraian. Pembersihan ditujukan untuk mengeluarkan pengotor yang mungkin terbawa, seperti pasir, batu, partikel-partikel tanaman dan sebagainya. Keberadaan pengotor ini tidak diinginkan. Jika pengotor yang keras hanya potensial untuk merusak peralatan proses, maka pengotor organik juga bisa merusak flavor coklat selama proses penyangraian. Proses penyangraian biji coklat dilakukan pada suhu maksimal 150oC, selama 10 – 35 menit, tergantung dari tujuan akhir penggunaan biji. Biji yang akan diolah menjadi coklat (chocolate), membutuhkan proses sangrai yang lebih intensif dibandingkan dengan biji yang akan diolah untuk menjadi coklat bubuk (cocoa powder). Apapun metode penyangraian yang dipilih, proses tidak boleh menghanguskan kulit karena akan merusak flavor. Selama proses penyangraian, kadar air biji turun menjadi sekitar 2% dan terjadi pembentukan flavor coklat. Biji akan berwarna lebih gelap dengan tekstur yang lebih rapuh dan kulit menjadi lebih mudah dipisah dari daging biji (nib). Penyangraian juga akan mempermudah proses ekstraksi lemak. Selain itu, panas selama penyangraian juga berperan untuk membunuh kontaminan yang mungkin terikut dari tahapan sebelumnya. Biji yang telah disangrai secepatnya didinginkan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Biji selanjutnya dihancurkan dan dipisahkan dari kulit ari dan lembaganya dengan menggunakan teknik hembusan udara (menampi secara mekanis). Keberadaan kulit ari dan lembaga tidak diinginkan karena akan merusak flavor dan karakteristik produk olahan coklat.

Setelah penyangraian, biji coklat (nib) mengalami proses penggilingan (pelumatan). Proses ini dilakukan secara bertingkat sebanyak 2 – 3 tahap untuk memperoleh pasta coklat (cocoa liquor atau cocoa mass) dengan tingkat kehalusan tertentu. Pada pembuatan pasta coklat, kadang juga dilakukan proses alkalisasi sebelum proses penggilingan. Tujuan proses alkalisasi adalah untuk melembutkan flavor dengan menetralkan sebagian asam-asam bebas, juga untuk memperbaiki warna, daya basah (wettability) dan dispersibilitas coklat bubuk (cocoa powder) sehingga mencegah pembentukan endapan dalam minuman coklat. Pada proses alkalisasi, nib sangrai direndam dalam larutan alkali encer (konsentrasi 2 – 2.5%) pada suhu 75 – 100oC lalu dinetralkan untuk selanjutnya dikeringkan sampai kadar air menjadi 2%, atau di adon (kneading). Proses ini menyebabkan penggembungan pati dan menghasilkan massa coklat dengan struktur sel berbentuk sponge dan porous. Pembuatan Coklat Bubuk (Cocoa Powder) dan Lemak Coklat (Cocoa Butter) Untuk memperoleh coklat bubuk, maka sebagian lemak coklat (cocoa butter) yang ada di dalam pasta coklat harus dikeluarkan. Proses pengeluaran lemak dilakukan dengan mengepress pasta menggunakan pengepress (hidraulik atau mekanis) pada tekanan 400 – 500 bar dan suhu 90 – 100oC. Lemak coklat panas dilewatkan ke filter press untuk memisahkannya dari kotoran yang mungkin terbawa, untuk selanjutnya dicetak dan didinginkan. Lemak coklat ini digunakan oleh industri coklat. Bungkil biji hasil dari pengepressan dihaluskan dengan menggunakan alat penghalus (breaker) dan diayak untuk memperoleh ukuran partikel bubuk yang seragam. Kadar lemak didalam coklat bubuk berkisar antara 10 – 22%. Bubuk coklat dengan kadar lemak yang lebih tinggi biasanya memiliki warna yang lebih gelap dan flavor yang lebih ringan. Coklat bubuk ini digunakan dalam berbagai produk pangan, misalnya untuk membuat minuman coklat, inggridient untuk cake, puding, ice cream dan sebagainya. Pembuatan Coklat (Chocolate) Coklat (chocolate) dibuat dengan menggunakan pasta coklat, yang ditambahkan dengan sukrosa, lemak coklat, dengan atau tanpa susu dan bahan-bahan lain (flavoring agent, kacang-kacangan, pasta kopi, dan sebagainya). Bahan-bahan ini dicampur dalam sebuah mixer atau paster, sehingga dihasilkan pasta coklat yang kental yang selanjutnya mengalami proses pelembutan (refining) dengan mesin tipe roll sampai diperoleh massa coklat dengan tekstur yang halus (ukuran partikel kurang dari 20 µm). Massa coklat hasil dari refining berbentuk bubuk dan kering pada suhu ruang dengan flavor yang asam. Untuk memperbaiki konsistensi tekstur dan flavornya, maka massa coklat kadang-kadang diperam selama 24 jam pada suhu hangat (45 – 50oC) sebelum

masuk ketahapan proses penghalusan (conching). Proses pemeraman ini dikenal dengan sistem dutch, kadang dilakukan untuk membuat coklat bubuk. Proses penghalusan (conching) adalah proses pencampuran untuk menghasilkan coklat dengan flavor yang baik dan tekstur yang halus. Biasanya dilakukan dua tahap, proses dilakukan pada suhu 80oC selama 24 – 96 jam. Adonan coklat dihaluskan terusmenerus dan lesitin ditambahkan pada akhir conching untuk mengurangi kekentalan coklat. Pada tahapan ini, air dan senyawa pengganggu flavor menguap, lemak kakao akan menyelimuti partikel coklat, gula dan susu secara sempurna sehingga memberikan sensasi tekstur yang halus. Lemak coklat memiliki beberapa bentuk polimorfik dan proses pendinginan yang dilakukan akan sangat mempengaruhi bentuk kristalnya. Jika pemadatan (kristalisasi) coklat cair dilakukan dengan proses pendinginan yang tidak terkontrol, akan dihasilkan coklat padat dengan tekstur yang bergranula dan spot-spot warna kelabu dipermukaan. Tempering merupakan tahapan proses berikutnya, yang dilakukan untuk memperoleh coklat yang stabil, karena akan menghasilkan kristal-kristal lemak berukuran kecil dengan titik leleh yang tinggi. Adonan lemak cair didinginkan dari 50oC menjadi 18oC dalam waktu 10 menit dengan pengadukan konstan. Adonan lalu didiamkan di suhu dingin selama sekitar 10 menit untuk membentuk lemak coklat dengan kristal tipe ẞ yang bersifat stabil. Suhu selanjutnya dinaikkan menjadi 29 – 31oC, dalam waktu 5 menit. Proses ini bisa bervariasi, tergantung komposisi bahan yang digunakan. Sebelum pencetakan, suhu coklat cair dijaga pada 30 – 32oC untuk dibawa ke wadahwadah pencetakan. Selanjutnya, dilakukan pendinginan lambat untuk memadatkan coklat dan coklat dikeluarkan dari cetakan setelah suhu mencapai 10oC. proses pendinginan terkontrol akan menghasilkan coklat padat dengan kristal lemak yang halus dan struktur yang stabil terhadap panas, terlihat dari sifat lelehnya yang baik dan permukaan yang mengkilap. JENIS-JENIS COKLAT Jenis coklat yang dihasilkan sangat bervariasi, tergantung pada berapa banyak pasta dan lemak coklat yang digunakan serta apa saja inggridien lain yang ditambahkan. Perbedaan formulasi bahan yang digunakan ini menyebabkan perbedaan tidak hanya dalam flavor dan rasa, tetapi juga perbedaan perilakunya terhadap panas dan air sehingga menyebabkan perbedaan dalam pemanfaatannya. • Couverture Jenis coklat terbaik, coklat ini sangat murni dengan persentase lemak kakao-nya yang tinggi sehingga menghasilkan flavor yang sangat baik. Biasanya digunakan untuk pembuatan produk coklat buatan tangan. Sebelum digunakan coklat jenis ini di-temper (dilelehkan) terlebih dahulu. • Plain atau baking chocolate

Coklat dengan rasa khas coklat (plain). Produk ini dibuat dari pasta coklat yang didinginkan dan dikeraskan, tanpa penambahan gula. Terutama digunakan sebagai inggridien atau sebagai garnish. • Semi-sweet dan sweet chocolate Coklat ini memiliki rasa manis. Juga digunakan sebagai inggridien. Berbeda dengan coklat yang plain, semi-sweet chocolate memiliki ekstra lemak coklat dan mendapat tambahan gula. dalam resep is also used primarily in recipes. Sweet cooking chocolate sama dengan semi-sweet, hanya kandungan gulanya lebih banyak. • Milk chocolate Coklat susu, dibuat dengan menggunakan pasta coklat dengan penambahan lemak coklat, gula, susu dan vanila. Merupakan jenis coklat yang paling populer, biasa dikonsumsi langsung (eating chocolate). Coklat jenis ini tidak cocok dijadikan inggridien kue. Selain kandungan cokelatnya relatif sedikit, cokelat ini mudah hangus bila dilelehkan. • Cocoa powder Bubuk coklat, dibuat dari pasta coklat yang sebagian besar lemaknya telah dikeluarkan. Produk ini sangat mudah menyerap uap air dan bau dari produk lain sehingga harus dijaga di tempat kering, dingin dan tertutup rapat. Coklat bubuk dibedakan lagi menjadi coklat bubuk yang rendah lemak (sebagian besar lemaknya telah dihilangkan); coklat bubuk dengan kadar lemak sedang (kandungan lemak sekitar 10 – 22%) ; coklat bubuk untuk minuman atau sarapan (kadar lemak coklat diatas 22%, biasanya digunakan dalam pembuatan susu bubuk coklat); dan coklat bubuk yang diproses dengan teknik Dutch. • White chocolate Coklat putih, merupakan campuran lemak coklat, gula, susu dan vanilla. Tidak mengandung massa (solid) coklat, flavor dihasilkan dari lemak coklat. Selain dikonsumsi langsung juga digunakan untuk dekorasi. Cokelat ini terbuat dari lemak cokelat, gula, dan vanili. Ia tak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, ada baiknya dimasak atau dilelehkan dengan hati-hati. • Produk coklat lain seperti berbagai jenis kembang gula coklat. PENYIMPANAN PRODUK COKLAT Semua produk coklat, mulai dari kakao (mentah) sampai produk olahannya disimpan ditempat dingin, kering dan dengan sirkulasi udara ruangan yang baik, terlindungi dari cahaya dan bahan-bahan berbau tajam. Suhu 10 – 12oC dengan kelembaban 55 – 65% adalah kondisi ruang penyimpanan coklat yang ideal. Coklat yang disimpan pada kondisi penyimpanan yang tidak tepat akan memiliki warna permukaan yang kusam keabuan. Pembentukan spot-spot gula (sugar bloom) disebabkan oleh penyimpanan coklat pada kelembaban tinggi (RH diatas 75%) atau

karena terjadinya penumpukan uap air, yang menyebabkan partikel gula berukuran kecil yang ada di permukaan mencair dan kemudian membentuk kristal berukuran besar ketika terjadi proses evaporasi. Spot-spot lemak (fat bloom) terjadi pada kondisi suhu penyimpanan diatas 30oC dan berfluktuasi mengakibatkan lemak mencair lalu mengkristal kembali dengan ukuran yang lebih besar. Fat bloom juga mungkin terjadi karena proses tempering dan pendinginan yang tidak tepat.

Kandungan Gizi Coklat
Komposisi kimia masing-masing jenis coklat berbeda namun unsur utamanya adalah: 1. Karbohidrat 2. Protein 3. Lemak, asam oleat, asam stearat dan asam palmitat 4. Vitamin B riboflavin 5. Mineral : kalsium,Fe,Zn 6. Niacin KANDUNGAN GIZI COKLAT pada Coklat Susu dan Coklat Pahit per 100 gram adalah : Coklat Susu mengandung Energi (Kal) 381, Protein (g) 9, Lemak (g) 35,9, Kalsium (mg) 200, Fosfor (mg) 200 dan Vit A (SI) 30. Coklat Pahit mengandung Energi (Kal) 504, Protein (g) 5,5, Lemak (g) 52,9, Kalsium (mg) 98 dan Vit A (SI) 60

Nomor Urut, Nama Perusahaan =Produksi= (Tenaga Kerja) dan Alamat.

1. MILK CARAMELS, TK =MILK CARAMELS= (45) JL. CHINCONA 2 - 4 JAWA BARAT BANDUNG

2. SUMBER PANGESTU, PT =KOPI OSE & KAKAO KERING= (47) RAYA JEMBER, JL DESA KALIBARU KULON Jawa Timur BANYUWANGI

3. GANPANI TRADING, PT =PENGERINGAN KAKAO= (20) JLN. BINJAI KM.16,3 SUMATERA UTARA DELI SERDANG

4. BUANA ESTATE, PT =PENGERINGAN BIJI KAKAO= (28) CINTA RAJA/JL. SM.RAJA NO.170 MEDAN SUMATERA UTARA LANGKAT

5. CARGIL INDO COCOA, PT =PENGOLAHAN COKLAT= (100) JL KIMA 9 SULAWESI SELATAN MAKASAR

6. CARGIL INDONESIA, PT =BIJI KAKAO= (209) JL KAPASA KAMPUNG BIRA SULAWESI SELATAN MAKASAR

7. COMEXTRA MAYORA, PT =COKLAT KERING= (189) JL SALODONG NO 66 SULAWESI SELATAN MAKASAR

8. EFFEM INDONESIA,PT =COCOA BUTTER= (151) KIMA X KAV A/6,JL SULAWESI SELATAN MAKASAR

9. GLEN-FALLOCH, NV.PP =COKLAT KERING= (83) TEGALHARJO, DESA Jawa Timur BANYUWANGI

10. KALISEPANJANGPURWOJOYO, PTPN XII =PERSERO KAKAO & KARET= (1347) KALISEPANJANG/PURWOJOYO, DSN Jawa Timur BANYUWANGI

11. PAMOR GANDA,PT =KAKAO= (101) KETAHUN JL KENANGA 23 NO 2A BENGKULU BENGKULU UTARA

12. PERK. NUSANTARA IX/PESERO, PT =KAKAO= (159) KEBUN GETAS SALATIGA JAWA TENGAH SEMARANG

13. PP LONDON SUMATERA INDONESIA BAHLIAS =BIJI KAKAO KERING= (20) PERK BAHLIAS POS PERDAGANGAN SUMATERA UTARA SIMALUNGUN

14. PTP NUSANTARA II =KEBUN MARIKE KAKAO= (577) MARIKE SALAPIAN SUMATERA UTARA LANGKAT

15. PTP NUSANTARA IV TINJOWAN-KAKAO =BIJI KAKAO KERING= (662) TINJOWAN POS SEI BEJANGKAR SUMATERA UTARA SIMALUNGUN

16. PTP NUSANTARA XII BANTARAN =BIJI KAKAU KERING= (57) PENATARAN, DS Jawa Timur BLITAR

17. PTP NUSANTARA XII KEBUN PANCURSARI =KOPI, KAKAO, CENGKEH= (1650) RINGINKEMBAR, DS Jawa Timur MALANG

18. PTP NUSANTARA XII(PERSERO) JATIRONO =KAKAO= (1321) JATIRONO, DSN; DESA KAJARHARJO Jawa Timur BANYUWANGI

19. PTP VIII BUNISARI LENDRA =COKLAT BIJI= (94) JL.RAYA CISOMPET- GARUT JAWA BARAT GARUT

20. PTP VIII PERK BAGJANAGARA =COKLAT BIJI- (34) DS KARYAMANDALA KEC SALOPA TASIKMALAYA JAWA BARAT TASIKMALAYA

21. PTPN XII(PERSERO) KALI KEMPIT/BENDIKER = KAKAO= (1893) KALIKEMPIT/BENDOKEREP, DSN ;DS TULUNGREJO Jawa Timur BANYUWANGI

22. PTPN XII(PERSERO) KALITELEPAK =KAKAO= (113) KALITELEPAK, DSN ;DESA TULUNGREJO Jawa Timur BANYUWANGI

23. TOPASARI, PT =CACAO/COKLAT= (28) DESA PASINDANGAN BANTEN LEBAK

24. TREBLASALA ESTATE(PTPP LONSUM IND), PTPP =KAKAO= (269) TREBLASALA 1, DSN ;DS KARANGHARJO Jawa Timur BANYUWANGI

25. UESI JAYA, CV =KAKAO= (20) JL. INOWA NO.72 SULAWESI TENGGARA KONAWE

26. UNICOM MAKMUR =PENGOLAHAN COKLAT= (100) JL KIMA 4 P NO 3B SULAWESI SELATAN MAKASAR

27. WINTRANACO INDOTAMA,PT (SINAR MURNI,CV) =BIJI COKLAT= (29) JL.B.ZEIN HAMID GG. LADANG KM 7,3 SUMATERA UTARA MEDAN

28. YUNAWATI KALIDUREN, PT =KARET , KOPI, KAKAO, KELAPA= (419) JATIROTO, DS Jawa Timur JEMBER

29. TEJA SEKAWAN COCOA INDUSTRIES, PT =BUTTER, POWDER, CAKE= (121) RUNGKUT INDUSTRI II/27 JL Jawa Timur SURABAYA

30. ARES KUSUMA RAYA, PT =MESIS= (40) COKELAT 1, JL Jawa Timur GRESIK

31. COKLAT RANSIKI,PT =COKELAT= (776) JLN.Trikora Sowi I PO.BOX 116 IRIAN JAYA BARAT MANOKWARI

32. DAVOMAS ABADI, PT =COKLAT= (383) JL. INDUSTRI RAYA III BLOK AB NO. 1A BANTEN TANGERANG

33. INTI COCOA ABADI INDUSTRI, PT =COKLAT= (140) JL JABABEKA X BLOK F9-8 DESA PASIR GOMBONG JAWA BARAT BEKASI

34. KAKAO MAS GEMILANG, PT =COKLAT POWDER= (56) JL YOS SUDARSO KM.19 BANTEN TANGERANG

35. MAS GANDA ,PT =PENGOLAHAN COKLAT= (136) JL.DESA SUKADAMAIRT.06/01 BANTEN TANGERANG

36. METCO INDONESIA, PT =COKLAT KERING= (21) JLN. SEI BELUMAI NO.68 SUMATERA UTARA DELI SERDANG

37. TORA NUSANTARA, PT =COKLAT= (466) JL RAYA PERANCIS NO 3 RT.021/5 BANTEN TANGERANG

38. JAYA MAKMUR HASTA, PT =COCOA POWDER= (129) JL INDUSTRI 6 BLOK L NO 3 DESA PASIRJAYA BANTEN TANGERANG

39. TOP STAR =COKLAT BUTIRAN= (28) KOMODOR YOS SUDARSO 10, JL Jawa Timur PASURUAN

40. BUMI TANGERANG COKLAT UTAMA, PT =COKLAT OLAHAN= (404) JL DIPATI YUNUS 27 BANTEN TANGERANG

41. CACAO WANGI MURNI,PT =COKLAT OLAHAN= (95) JL.INDUSTRI VI BLOK L/3 BANTEN TANGERANG

42. CADBURY INDONESIA, PT. =COKLAT PERMEN= (292) JL PULO GADUNG NO 20 KOTAK POS274 D K I JAKARTA JAKARTA TIMUR

43. CERES,PT =KEMBANG GULA= (1325) JL.RAYA DAYEUHKOLOT NO84 DESA PASAWAHAN TLP.5207421 JAWA BARAT BANDUNG

44. COCOA VENTURES INDONESIA,PT =COCOA BUTTER= (94) MEDAN-BELAWAN KM.10,5, JL SUMATERA UTARA MEDAN

45. COKLAT HENDRIK =COKLAT= (21) JL INDUSTRI CIMAREME JAWA BARAT BANDUNG

46. FAJAR MATARAM SEDAYU, PT =COKLAT BUTIRAN= (269) JL SUKARNO HATTA NO 225 TELP KEL KOPO TLP 630087 JAWA BARAT BANDUNG

47. FREYA BADI INDOTAMA, PT =PENGOLAHAN COKLAT= (236) JL. MALIGI III LOT J. NO. 2A JAWA BARAT KARAWANG

48. GIZITATAPANGAN SEJAHTERA =COKLAT= (140) JL.PARALON I NO.22 GIZITAS@BDG.CENTRIN.NET.ID JAWA BARAT BANDUNG

49. HARUM MANIS =COKLAT & KEMBANG GULA= (25) PANDAN KMP SAWAH RT 013/009 D K I JAKARTA JAKARTA SELATAN

50. MARBIKA SARI KURNIA =COKLAT= (20) KAMAL MUARA 3/42 002/03 D K I JAKARTA JAKARTA UTARA

51. MULTI ANEKA PANGAN NUSANTARA =COKLAT= (62) DS. CANGKIR Jawa Timur GRESIK

52. MULTI SARANA RASA AGUNG, PT =COKLAT BATANGAN= (97) JL INDUSTRI RAYA BLOK B NO.4 BANTEN TANGERANG

53. MUSTIKA MANIS UTAMA, PT =KEMBANG GULA DAN COKLAT= (190) JL RAYA SERANG KM.13,8 NO 52 BANTEN TANGERANG

54. SANITAS MURNI UTAMA, PT =MAKANAN DARI COKLAT= (112) KAPUK KAMAL RAYA NO. 82 D K I JAKARTA JAKARTA UTARA

55. SOPONYONO COKLAT =JELLY= (83) JL KENJERAN NO 303 Jawa Timur SURABAYA

56. TRI DAYA INTERNUSA =COKLAT WAFEL= (62) JL TERUSAN SURYANI 24 JAWA BARAT BANDUNG.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->