Rumusn mAsalah dap at diganti : Apakah pemberian simulasi memberi pengaruh terhadap siswa .

Untuk bab du , sistematikanya mulai dari variabel terikat misalnya 2.1 Kesiagaan 2.1 medode simulasi 2. pengaruh metoda silmulasi terhadap kesiagaan bemcan Kemudian pada bab 3 buat disain Ptk ya. tanks u

Pengertian Evaluasi (Penilaian), Pengukuran, Tes,dan Asesmen
Kali ini blog ptk (penelitian tindakan kelas) dan model-model pembelajaran kembali mengangkat topik penilaian,setelah sebelum menulis tentang Prinsip-Prinsip Penilaian, kemudian tentang Penilaian Afektif, dan juga Penilaian Psikomotor. Topik kali ini bersifat mendasar sekali, yaitu tentang pengertian evaluasi, pengertia penilaian, pengertian pengukuran, pengertian tes, dan pengertian asesmen. Topik ini tampaknya sangat menarik dan perlu untuk dibahas karena begitu simpang siurnya definisi istilah-istilah tersebut di internet. Setelah melakukan kajian terhadap berbagai definisi tentang evaluasi, penilaian, tes, pengukuran, hingga asesmen, maka dapatlah dibuat artikel ini yang tujuannya untuk mendudukkan kembali semua istilah itu pada tempatnya yang tepat. Pada tulisan ini kami hanya mengambil definisi-definisi dari para ahli yang telah diakui kredibilitasnya di bidang pendidikan dan psikologi pendidikan.

Pengertian Evaluasi (Penilaian) Menurut Para Ahli

 

Sudiono, Anas (2005) mengemukakan bahwa secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation, dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value yang artinya nilai. Jadi istilah evaluasi menunjuk pada suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Frey, Barbara A., and Susan W. Alman. (2003): Evaluation The systematic process of collecting, analyzing, and interpreting information to determine the extent to which pupils are achieving instructional objectives. (Artinya: Evaluasi adalah proses sistematis pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi untuk menentukan sejauh mana siswa yang mencapai tujuan instruksional). Mardapi, Djemari (2003), penilaian adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuran. Zainul, Asmawi dan Noehi Nasution (2001), mengartikan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes.

Kesimpulan Tentang Pengertian Evaluasi:

   

Evaluasi berasal dari akar kata bahasa Inggris value yang berarti nilai, jadi istilah evaluasi sinonim dengan penilaian. Evaluasi merupakan proses sistematis dari mengumpulkan, menganalisis, hingga interpretasi (menafsirkan) data atau informasi yang diperoleh. Data atau informasi diperoleh melalui pengukuran (measurement) hasil belajar.melalui tes atau nontes. Evaluasi bersifat kualitatif.

Pengertian Pengukuran (Measurement) Menurut Para Ahli

Alwasilah et al.(1996), measurement (pengukuran) merupakan proses yang mendeskripsikan performa siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (sistem angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performa siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan pengertian pengukuran (measurement) sebagai kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif. Cangelosi, James S. (1995), pengukuran adalah proses pengumpulan data secara empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu prose yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku.

Kesimpulan Tentang Pengertian Pengukuran:
   

Kegiatan pengukuran dilakukan dengan membandingkan hasil belajar dengan suatu ukuran tertentu. Dilakukan dengan proses sistematis. Hasil pengukuran berupa besaran kuantitatif (sistem angka). Pengukuran menggunakan alat ukur yang baku.

Pengertian Asesmen Menurut Para Ahli

Angelo T.A.(1991): Classroom Assessment is a simple method faculty can use to collect feedback, early and often, on how well their students are learning what they are being taught. (Artinya: asesmen Kelas adalah suatu metode yang sederhana dapat digunakan untuk mengumpulkan umpan balik, baik di awal maupun setelah pembelajaran tentang seberapa baik siswa mempelajari apa yang telah diajarkan kepada mereka.) Kizlik, Bob (2009): Assessment is a process by which information is obtained relative to some known objective or goal. Assessment is a broad term that includes testing. A test is a special form of assessment. Tests are assessments made under contrived circumstances especially so that they may be administered. In other words, all tests are assessments, but not all assessments are tests. (Artinya : asesmen adalah suatu proses dimana informasi diperoleh berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Asesmen adalah istilah yang luas yang mencakup tes (pengujian). Tes adalah bentuk khusus dari asesmen. Tes adalah salah satu

While it commonly used interchangeably with assesment. monitoring tingkah laku. maupun saat pembelajaran sedang berlangsung. it can be distinguished by the fact that a test is one form of an assesment. As noted in my definition of test. dsb. and use of information about educational programs undertaken for the purpose of improving student learning and development (Artinya: asesmen adalah pengumpulan. namun tidak semua asesmen berupa tes) Overton. Dengan kata lain. but also include methods such as observations. (Artinya: sesmen adalah suatu proses pengumpulan informasi untuk memonitor kemajuan dan bila diperlukan pengambilan keputusan dalam bidang pendidikan. etc. or even evaluation.) . Hasilnya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sebagaimana disebutkan dalam definisi saya tentang tes. Some types would be multiple choice tests or a weekly spelling test. Assessment is the systematic collection . Seringkali penggunaannya tertukar dengan asesmen. semua tes merupakan asesmen. Terry (2008): test is a method to determine a student’s ability to complete certain tasks or demontstrate mastery of a skill or knowledge of content. Pengertian Tes Menurut Para Ahli   Wayan Nurkencana (1993). (Tes adalah suatu metode untuk menentukan kemampuan siswa menyelesaikan sejumlah tugas tertentu atau mendemonstrasikan penguasaan suatu keterampilan atau pengetahuan pada suatu materi pelajaran. monitoring tingkah laku. Asesmen berupa nontes misalnya penggunaan metode observasi. atau bisa juga terdiri dari berbagai metode seperti observasi. behavior monitoring. dan sebagainya). dan penggunaan informasi secara sistematik tentang program pendidikan dengan tujuan meningkatkan belajar dan perkembangan siswa). reviu. atau bahkan evaluasi (penilaian). di akhir (sesudah). Bertujuan meningkatkan belajar (pembelajaran) dan perkembangan siswa. Terry (2008): Assesment is a process of gathering information to monitor progress and make educational decisions if necessary. wawancara. Kesimpulan Tentang Pengertian Asesmen:       Asesmen merupakan metode dan proses yang digunakan untuk mengumpulkan umpan balik tentang seberapa baik siswa belajar. interview. wawancara. an assesment may include a test. review . Asesmen dapat berupa tes atau nontes. Palomba and Banta(1999).  bentuk asesmen. Dapat dilakukan di awal. tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut yang kemudian dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau standar yang telah ditetapkan Overton. Beberapa tipe tes misalnya tes pilihan ganda atau tes mengeja mingguan. suatu asesmen bisa saja terdiri dari tes. yang mana sebenarnya tes dapat dengan mudah dibedakan berdasarkan kenyataan bahwa tes adalah salah satu bentuk asesmen.

(2007). Diagram yang menunjukkan kedudukan istilah-istilah "Evaluasi". Desain Penilaian dan Pembelajaran Mahasiswa. yang merupakan diagram kedudukan istilah evaluasi. Improving. (2008). Mardapi. Penilaian. Assessment. in Developing Faculty to use Technology. Barbara A.adprima.Brownsville Palomba.Grafindo persada.. Beberapa tipe tes misalnya tes pilihan ganda atau tes mengeja mingguan.A. (2009).. James S. Measurement. Glossary of educational Assessment Term. dan Tes. "Asesmen". Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional . Diagram dibuat berdasarkan induksi dari pengertian evaluasi (penilaian). dan tes yang seringkali membingungkan. 2001. Perhatikan Gambar berikut. And Banta. Pengantar Evaluasi Pendidikan. dan pengertian tesmenurut para ahli di atas. Trudy W. Jakarta: Bumi Aksara Calongesi. Tes adalah salah satu bentuk asesmen Diagram Kedudukan Istilah Evaluasi. Summer. (1991). Pengukuran.htm diakses tanggal 20-01-2013. pengukuran. Anas sudiono. Catherine A. Jakarta:PT. Asmawi dan Noehi Nasution. and Susan W. David G. In Classroom research: Early lessons from success. (1993). (1996). (1999). Assessing Learners with Special Needs: An Applied Approach (7th Edition). 2004. University of Texas . T. Bob. (2003).com/measurement. Evaluasi Program Pendidikan. Ten easy pieces: Assessing higher learning in four dimensions. asesmen. Assessment Essentials: Planning. Djemari (2003). Formative Evaluation Through Online Focus Groups. Bandung : ITB Frey. 2001. Yogyakarta: FIK UNY. Makalah Disajikan dalam Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran tanggal 19 Juni 2003 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. New directions in teaching and learning (#46). Overton. 1995. Diktat Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Penjas. Implementing. Brown (ed.Kesimpulan Tentang Pengertian Tes:    Tes adalah cara atau metode untuk menentukan kemampuan siswa menyelesaikan tugas tertentu atau mendemonstrasikan penguasaan suatu keterampilan atau pengetahuan. 17-31.). "Pengukuran". Alman. S & Jabar. Online : http://www. penilaian. Evaluasi Pendidikan. pengertian asesmen. penegertian pengukuran. Surabaya : Usaha Nasional. Terry. Penilaian Hasil Belajar. dan "Tes" Referensi:              Alwasilah. Kizlik. Arikunto. Zainul. Jakarta: Ministry of Education and Culture. et al. Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa. MA. San Francisco: Jossey-Bass Sridadi. Wayan Nurkencana. "Penilaian". Angelo. and Evaluation in Education. Anker Publishing Company: Bolton. Asesmen.

Hasan (1994) dalam buku 'Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan' belajar adalah kegiatan yang bersifat mental atau psikis dan terjadi saat ada interaksi aktif dengan lingkungan sehingga dhasilkan perubahan tingkah laku.com Pada kamus the free dictionary disebutkan bahwa pengertian belajar adalah untuk memperoleh pengetahuan. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas. Kamus thefreedictionary. Pengertian Belajar Pada tulisan ini. Pengertian Belajar Menurut Kamus Berikut ini diberikan beberapa definisi belajar menurut kamus.Pengertian Belajar dan Cara Meningkatkan Belajar Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: pbm Blog penelitian tindakan kelas dan model-model pembelajaran kali ini akan mengulas tentang pengertian belajar dan cara meningkatkan belajar pada siswa.S. pembelajaran. keterampilan) Pengertian Belajar Menurut Ahli Pendidikan Berikut ini disajikan beberapa definisi belajar menurut ahli-ahli psikologi pendidikan. (1997) dalam buku ‘Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar’ Winkel menyatakan pengertian belajar : suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa belajar adalah berusaha mengetahui sesuatu atau berusaha memperoleh ilmu pengetahuan (kepandaian. atau pengajaran. Winkel W. Kamus oxforddictionaries. ketrampilan dan sikap . pengertian belajar yang akan diberikan adalah pengertian atau definisi belajar menurut kamus dan menurut para ahli pendidikan. pemahaman. Mari kita simak.com Menurut kamus oxford dictionary belajar adalah memperoleh atau mendapatkan pengetahuan atau keterampilan tentang sesuatu melalui pengalaman. atau penguasaan melalui pengalaman atau pembelajaran. terutama ahli psikologi pendidikan. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap.

dan (3) perubahan efektif dan fungsional. kebiasaan dan keterampilan. Sudjana (1989) dalam buku 'Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar' Menurut Sudjana. Kemudian.untuk membuat perubahan yang lebih efektif sebagai hasil belajar oleh siswa. (2) perubahan positif dan aktif. perubahan dapat dikatakan bersifat fungsional jika perubahan yang terjadi setelah belajar itu ada di dalam diri siswa dan bersifat relatif menetap dan bila diperlukan maka perubahan itu bisa direproduksi dan digunakan kembali.Irwanto (1997) dalam buku ‘Psikologi Umum’ Irwanto menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai dampak dari proses belajar dapat terjadi pada berbagai ranah. Karena itu. atau psikomotor. (1998) dalam buku ‘Psikologi Pendidikan’ Di dalam bukunya Suryabrata mengemukakan bahwa siswa mengalami sendiri proses dari tidak tahu menjadi tahu. Suryabrata. Perubahan-perubahan yang dimiliki oleh siswa ini tentu berdeda sekali dengan perubahan akibat refleks atau naluriah. Berikut pembahasannya masing-masing: Perubahan Intensional Perubahan tingkah laku dalam bentuk yang intensional bermakna bahwa proses belajar berupa pengalaman atau praktek yang dilakukan secara sengaja dan disadari. S. afektif. bisa kognitif. karena itu belajar yang terbaik adalah dengan mengalami dan mempergunakan pancaindera. Sedangkan perubahan bersifat aktif merujuk kepada perubahan yang terjadi karena adanya upaya oleh siswa itu sendiri. guru sebaiknya . Muhibbidin Syah (2000) menyatakan bahwa perubahan tingkah laku akibat belajar memiliki ciriciri yang khas yang dapat dilihat secara nyata dalam tiga bentuk: (1) perubahan intensional. Perubahan Efektif dan Fungsional Perubahan hasil dari belajar dapat disebut sebagai perubahan yang efektif jika memberi dampak dan manfaat terhadap siswa yang bersangkutan. Perubahan Positif dan Aktif Perubahan positif yang dimaksud oleh Muhibbin Syah adalah bahwa perubahan tersebut bersifat baik dan dapat bermanfaat bagi kehidupan kemudian sesuai dengan harapan karena mendapatkan sesuatu yang sifatnya baru dan tentu harus lebih baik dari keadaan sebelum ia belajar. Siswa sendiri dapat menyadari bahwa ada perubahan dalam dirinya. seperti penambahan pengetahuan. belajar adalah proses perubahan tingkah laku karena adanya pengalaman.

sudah jelas bukan tentang pengertian belajar? Mudah-mudahan untaian definisi belajar menurut beberapa kamus dan ahli psikologi pendidikan di atas dapat menambah pengetahuan anda. Tingkatkan Minat dan Motivasi Minat dan motivasi juga merupakan faktor penting dalam belajar. konsentrasi menjadi faktor penentu yang amat penting bagi keberhasilannya. (4) penggunaan berbagai strategi belajar yang sesuai. (3) minat dan motivasi belajar. . Tingkatkan Konsentrasi Saat belajar berlangsung. Bila siswa tidak siap belajar. maka siswa akan dapat belajar secara aktif. Tidak akan ada keberhasilan belajar diraih apabila siswa tidak memiliki minat dan motivasi. Bila minat dan motivasi dari guru (ekstrinsik) berhasil diberikan. Cara Meningkatkan Belajar Nah. Berikut paparannya: Kesiapan Fisik dan Mental Hal penting pertama yang harus diperhatikan sebelum siswa mulai belajar adalah kesiapan fisik dan mental (psikis) mereka. dan (7) menguji hasil belajar. maka pada tahap selanjutnya peningkatan minat dan motivasi belajar menjadi lebih mudah apalagi bila siswa memiliki minat dan motivasi yang bersumber dari dalam dirinya sendiri karena kepuasan yang mereka dapatkan saat belajar atau dari hasil belajar yang mereka peroleh. Penting bagi guru untuk memberikan lingkungan belajar yang mendukung terjadinya belajar pada diri siswa. Apabila siswa tidak dapat berkonsentrasi dan terganggu oleh berbaagai hal di luar kaitan dengan belajar. (6) berbagi.memberikan penguatan-penguatan (reinforcement) dan balikan-balikan (feedback) saat proses belajar sedang berlangsung. (5) belajar secara holistik. (2) konsentrasi belajar. maka pembelajaran akan berlangsung sia-sia atau tidak efektif. maka proses dan hasil belajar tidak akan maksimal. yaitu: (1) kesiapan fisik dan mental. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas belajar siswa. Gunakan Strategi Belajar Guru dapat membantu siswa agar bisa dan terampil menggunakan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Menggunakan berbagai strategi belajar yang cocok sangat penting agar perolehan hasil belajar menjadi maksimal. Setiap konten memiliki karakteristik dan kekhasannya sendiri-sendiri dan memerlukan strategi-strategi khusus untuk mempelajarinya. Berikutnya kita akan membahas tentang cara meningkatkan belajar pada diri siswa agar proses dan hasil belajar mereka efektif dan memuaskan. Guru dapat mengupayakan berbagai cara agar siswa menjadi berminat dan termotivasi belajar. Dengan siap fisik dan mental.

Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan Baru. hingga mereka dapat berkonsentrasi dengan baik dan tidak mudah terganggu (terdistraksi) oleh hal-hal lain di luar kegiatan belajar yang berlangsung. S. N. Berbagi pengetahuan yang baru atau sudah dimiliki akan menjadikan informasi atau pengetahuan itu terelaborasi dengan mantap. Surabaya: Al. Ini tentu sangat baik bagi mereka sebagai bentuk lain dalam mengkomunikasikan hasil belajar atau proses belajar yang mereka lakukan. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Remaja Rosdakarya Sudjana. Ch. Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan. 1989. Winkel. Bandung : PT. Berbagi: Biasakan Menjadi Tutor Bagi Siswa Lain Siswa dapat difungsikan sebagai tutor sebaya bagi siswa lain. Jakarta: PT. Jakarta : PT. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Muhibbin. Bandung: Sinar Baru Algensindo Suryabrata. Informasi yang dipelajari harus utuh dan menyeluruh. Guru harus mampu memberikan situasi dan suasana belajar yang memungkinkan agar semua gaya belajar siswa terakomodasi dengan baik. (2000). Raja Grafindo Persada .Ikhlas Irwanto. Informasi tentang sejauh mana hasil belajar yang telah mereka peroleh akan menjadi umpan balik yang efektif agar mereka dapat membenahi bagian-bagian tertentu yang masih belum atau kurang dikuasai. Belajar Secara Holistik (Menyeluruh) Mempelajari sesuatu tidak bisa sepotong-sepotong. Gaya belajar yang terakomodasi dengan baik juga akan meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Pengetahuan akan informasi secara holistik dan utuh akan membuat belajar lebih bermakna. agar mereka belajar secara holistik tentang materi yang sedang mereka pelajari. Syah. metode. Pemilihan strategi. Gramedia Pustaka Utama.Belajar Sesuai Gaya Belajar Setiap individu demikian pula siswa memiliki gaya belajar dan jenis kecerdasan dominan yang berbeda-beda. Perlu untuk menekankan hal ini kepada siswa. Uji Hasil Belajar Ujian atau tes hasil belajar penting karena ia dapat menjadi umpan balik kepada siswa yang bersangkutan sampai sejauh mana penguasaan mereka terhadap suatu materi belajar. teknik dan model pembelajaran yang sesuai akan sangat berpengaruh. Psikologi Pendidikan. Referensi:       Hasan. Jakarta : Gramedia . (1994). (1998). (1997). WS (1997). Siswa menjadi mempunyai peta kekuatan dan kelemahan hasil belajar mereka sehingga mereka dapat memperbaiki atau memperkayanya. Psikologi Umum.

Lingkungan sebagai sumber belajar adalah objek yang menarik untuk dipelajari. Bukan Tiruan Atau Model Bila guru memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. orang. Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Dan Kelebihannya Salah satu contoh sumber belajar yang sangat baik untuk digunakan adalah lingkungan. kelebihan lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan menariknya sumber belajar. Ada beberapa kelebihan lingkungan yang akan didapat jika guru menggunakannya dalam kegiatan pembelajarannya. Pengertian Sumber Belajar (Learning Resources) Sumber belajar adalah sumber yang bentuknya dapat berupa data. misalnya: Lingkungan Adalah Sumber Belajar Riil. Sumber belajar merupakan salah satu bidang kajian yang menarik dalam pelaksanaan ptk (penelitian tindakan kelas). Tentu bila menggunakan sumber belajar yang riil maka kualitasnya lebih baik bila dibandingkan menggunakan model atau tiruan yang tentu memiliki keterbatasan-keterbatasan. dan wujud tertentu yang bisa dipergunakan oleh siswa selama belajar . metode mengajar yang dapat digunakan saat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar sampai langkah-langkah yang harus diperhatikan saat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. bukan berupa tiruan atau model. Beberapa sumber belajar dapat digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran secara terpisah atau secara kombinasi. Di sini kita akan membahas mulai dari pengertian sumber belajar. karena itu rasanya topik ini cukup penting untuk diulas. ini berarti guru telah menggunakan sumber belajar riil (sesungguhnya). maka siswa tentu akan lebih bersemangat dan termotivasi. jenis-jenis lingkungan sebagai sumber belajar. Yuk kita simak. sehingga mempermudah mereka mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan pada pembelajaran itu.Manfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Siswa Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: pbm Pada artikel kali ini blog penelitian tindakan kelas dan model-model pembelajaran akan mengulas tentang pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pembelajaran Menjadi Lebih Menarik Siswa akan lebih tertarik dengan sesuatu yang bersifat nyata dan asli dibanding tiruan atau model. Lingkungan memberikan pembelajaran bermakna . lingkungan sebagai salah satu sumber belajar.

Menumbuhkan Rasa Cinta Terhadap Lingkungan Bila siswa berhasil memaknai lingkungan yang mereka pelajari. Siswa yang mungkin pasif selama pembelajaran reguler di kelas biasanya akan lebih terlibat dalam pembelajaran saat terjun ke lingkungan. Banyak variasi yang dapat dilakukan guru bila menggunakan sumber belajar berupa lingkungan. sungai. Mengaktifkan Belajar Siswa Belajar dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber pembelajaran akan membuat siswa aktif. yaitu rasa cinta terhadap lingkungan sekitar. lingkungan akan memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. lingkungan belajar dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Jenis-Jenis Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Berdasarkan asalnya. laut. museum. danau. gunung. Ini dikarenakan mereka akan lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan. Ambil contoh begini. seperti bendungan. Ini akan membantu siswa mengatasi kebosanan belajar di kelas. dan sebagainya. Memperkaya Sumber Belajar Di Kelas Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa tentu saja akan menambah ragam dan memperkaya sumber belajar lain di kelas. Pembelajaran bermakna amat penting bagi mereka sehingga tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan akan dapat mereka capai dengan baik.Sebagai sumber belajar riil dan menarik. Lingkungan Sosial . Adanya interaksi dalam pembelajaran akan memberikan kontribusi yang positif pada proses pembelajaran. Contoh lingkungan alam asli yang dapat dijadikan sumber belajar misalnya hutan. maka akan muncul dampak pengiring yang amat penting. waduk. Siswa menjadi tidak hanya duduk-duduk di kelas dan belajar seperti biasa. yaitu: Lingkungan Alam Asli Lingkungan alam asli adalah lingkungan yang masih banyak tersentuh oleh tangan manusia. maka mereka akan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kebersihan di lingkungan sekolah mereka sendiri atau di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. pantai. Lingkungan Alam Buatan Manusia Lingkungan alam buatan adalah lingkungan alam yang merupakan hasil buatan manusia. candi dan situs purbakala. ketika siswa diajak mempelajari bagaimana pola pikir masyarakat di sekiat sekolah tentang sampah dan kebersihan.

Hanya saja metode berkemah membutuhkan waktu yang lebih lama dan mengahruskan siswa menginap di lingkungan tempat ia belajar. presentasi narasumber. kesenian. Metode Pembelajaran Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Beberapa pertimbangan harus dilakukan guru saat menentukan metode pembelajaran untuk pemanfaatan sumber belajar dari lingkungan ini. wawancara. Lingkungan yang mereka kunjungi sebagai sumber belajar juga dapat dinikmati sebagai wisata. siswa dapat memperoleh suatu keterampilan-keterampilan atau kecakapan-kecakapan khusus agar nantinya dapat terjun ke dunia kerja yang sesuai dengan bidang keahlian atau minatnya. Berikut ulasannya: Metode Survey Pada metode survey. pantai. guru dapat mengajak siswa untuk melakukan survey dalam bentuk observasi. ekonomi. Metode Praktek Lapangan (PKL atau PPL) Melalui metode praktek lapangan (dapat berupa Praktek Kerja Lapangan atau Praktek Pengalaman Lapangan). Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Pembelajaran dengan metode karyawisata menjadikan siswa tak hanya belajar semata. Di tempat-tempat semacam ini siswa dapat belajar sekaligus bersantai. Banyak sekali objek wisata yang relevan dengan pembelajaran. Metode Karyawisata Pembelajaran tidak melulu harus serius. dsb. dan sebagainya. berkemah.Lingkungan sosial adalah lingkungan di mana padanya siswa dapat diajak untuk melihat aspekaspek sosial (berhubungan dengan manusia atau masyarakat). pabrik. bendungan. budaya. untuk memperoleh lingkungan sosial sebagai sumber belajar mereka. Metode Berkemah Metode berkemah sebenarnya hampir setujuan dengan karyawisata. dan adat istiadat masyarakat atau suku-suku tertentu. Siswa dapat diajak ke pedesaan atau ke pinggiran kota. dsb. budaya. Metode Presentasi Narasumber . praktek lapangan (PPL dan PKL). dan mempelajari dokumen atau data untuk memperoleh informasi dan mempelajari proses-proses sosial yang ada di masyarakat. Metode berkemah sangat cocok untuk pembelajaran ilmu alam dan sosial. pegunungan. karyawisata. atau mempelajari bagaimana suatu struktur sosial. misalnya museum. yaitu metode survey. dan pengabdian masyarakat. Siswa dapat mempelajari aneka ragam makhluk hidup beserta aspek-aspek lingkungan yang ada di dalamnya. keagamaan.

Mereka dapat mengunjungi panti asuhan. maka ia harus menentukan tujuan pembelajaran apa yang akan dapat dicapai oleh siswa. dan sebagainya. maka lingkungan itulah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sumber belajar. guru mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan setiap alternatif sumber belajar. Metode Pengabdian Masyarakat Metode alternatif lain yang dapat digunakan untuk memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar adalah metode pengabdian masyarakat. Dalam tahap ini. yaitu sebagai berikut: Menentukan Tujuan Pembelajaran Belajar menggunakan sumber apapun. maka guru harus mempersiapkan dan menentukan beberapa hal sehingga pemanfaatan lingkungan akan optimal dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukannya. Siswa dapat pula diajak melakukan aksi bersih-bersih sampah di lingkungan sekitar sekolah atau mengunjungi suatu daerah bekas terkena bencana alam dan ikut memberikan bantuan di sana. Menentukan Lingkungan yang akan Dijadikan Sumber Belajar Setelah guru menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. polisi. Langkah-Langkah Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Sebelum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Bisa juga lingkungan dibawa ke dalam kelas. maka langkah selanjutnya yang penting sekali untuk diperhatikan adalah pemilihan lingkungan itu sendiri sebagai sumber belajar. Beberapa langkah-langkah di bawah ini patut diperhatikan oleh guru. Siswa dapat diajak melakukan bakti sosial di suatu daerah tertentu. Siswa dapat berinteraksi dengan narasumber ini untuk mengetahui detil-detil yang mereka perlukan tentang suatu topik pembelajaran. Biasanya narasumber dapat berupa seorang yang profesional di bidang tertentu. Jika guru memilih menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk pokok bahasan atau topik tertentu. pengacara. misal dokter. dengan menentukan tujuan pembelajaran yang tepat kegiatan pembelajaran akan lebih terarah. Misalnya. termasuk lingkungan harus memperhatikan tujuan pembelajaran.Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar tidak selalu berarti siswa dan guru keluar kelas. Memilih Metode Pembelajaran . Narasumber dapat didapat dari orang tua yang kebetulan berada para profesi tersebut atau sukarelawan yang mau diajak bekerjasama untuk pembelajaran di sekolah. panti jompo dan berbagi bersama warga di sana. Selain itu. Lingkungan yang bagaimana yang sekiranya dapat membantu siswa lebih mudah mencapai kompetensi yang diharapkan. bidan. kelas dapat mengundang narasumber dari lingkungan sekitar untuk memberikan presentasi di depan kelas.

bahkan seringkali di luar jam belajar dan melibatkan instansi lain.Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar kadang-kadang memerlukan pemilihan metode mengajar yang tepat. ranah afektif . Langkah-Langkah Menyusun dan Contoh Instrumen Penilaian Afektif Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: pbm Tinjauan Umum tentang Penilaian Afektif Penilaian afektif. tentu teknis pelaksanaan perlu dipikirkan secara matang. Beberapa metode yang sekiranya dapat dipertimbangkan untuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar telah diuraikan pada tulisan ini sebelumnya. maka tindak lanjut apa yang harus dilakukan? Apakah siswa nantinya akan diminta membuat laporan perjalanan atau hasil observasi mereka. transportasi dari sekolah ke lokasi. Perizinan akan menjamin pemanfaatan waktu yang lebih efisien karena ketika siswa telah tiba di lokasi sumber belajar akan langsung diterima oleh pihak yang berwenang di sana. akan lebih mudah dimaklumi oleh pihak orang tua siswa/wali dan sekolah. misalnya megaphone. Guru perlu mempersiapkan alat-alat bantu apa saja yang mungkin diperlukan dalam pembelajaran. Padahal dalam dunia pendidikan seperti halnya di sekolah. Mempersiapkan Perizinan Mengajak siswa untuk belajar dari lingkungan seringkali harus melibatkan perizinan. bagi sebagian guru lebih sulit dilakukan dibanding penilaian kognitif atau penilaian psikomotor. Bagaimana penilaian terhadap hasil belajar siswa diberikan. Mempersiapkan Teknis Pelaksanaan Bila pemanfaatan lingkungan yang lokasinya cukup jauh dari sekolah dan menggunakan alokasi waktu di luar jam belajar sekolah. Selain itu. persiapan teknis tetap sangat penting. dan pengabdian masyarakat. Pemilihan metode mengajar tidak dapat dilakukan asal-asalan karena dapat mengakibatkan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang seharusnya dikuasai siswa tidak tercapai. praktek lapangan. bagaimana pengaturan siswa saat tiba di lokasi dan sebagainya. dan hal-hal lainnya perlu ditentukan sebelum pembelajaran dilaksanakan. karyawisata. yaitu metode survey. Menentukan Tindak Lanjut Setelah siswa selesai belajar memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajarnya. jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. misalnya kecelakaan dan sebagainya. Siswa yang diajak keluar kelas atau keluar lingkungan sekolah. jika menggunakan lingkungan pada lokasi yang dekat dengan sekolah dan masih dalam jam belajar sekolah. Bahkan.

bila memang diperlukan 8. (2) kurang berminat. seperti ketepatan waktu mengumpul PR atau tugas lainnya. blog penelitian tindakan kelas (ptk) dan model-model pembelajaran akan mencoba membahas mengenai penilaian afektif. 4. yaitu: (1) tidak berminat. Ada juga kasus-kasus di lapangan yang menunjukkan guru telah melakukan penilaian afektif. berarti ada 5 rentang skala. Persiapan kuisioner untuk disebarkan kepada siswa beserta inventori laporan diri yang diberikan siswa berdasarkan hasil kuisioner (angket) tersebut. Harapan semua guru tentunya. misalnya sikap dan minat terhadap suatu materi pelajaran. 5.juga sangat perlu mendapatkan perhatian. aktif memperhatikan penjelasan guru. terlibat aktif dalam diskusi. 7. Penulisan draft instrumen penilaian afektif (misalnya dalam bentuk kuisioner) berdasarkan indikator dan skala yang telah ditentukan. Ranah afektif sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. yaitu: (1) persentase kehadiran atau ketidakhadiran di kelas. (4) kerapian buku catatan dan kelengkapan bahan belajar lainnya terkait materi pelajaran tersebut. dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. dsb. misalnya apakah suka bertanya. (3) netral. misalnya jika menggunakan skala Likert. siswa mereka memiliki sikap dan minat positif terhadap semua mata pelajaran atau materi pelajaran. Melalui sikap yang positif ini kemudian dapat diharapkan. Penentuan indikator apa yang sekiranya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa terhadap suatu materi pelajaran 3. siswa juga akan memiliki minat yang positif.. (2) aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Mari kita simak. bisa juga negatif. maka guru perlu menyusun instrumen penilaian afektif. Siswa bisa memiliki sikap positif terhadap mata pelajaran atau materi pelajaran tertentu. tetapi tanpa panduan atau instrumen yang baik. Penelaahan dan meminta masukan teman sejawat (guru lain) mengenai draft instrumen penilaian ranah afektif yang telah dibuat. Penentuan jenis skala yang digunakan. Untuk menyusun instrumen penilaian afektif. 6. Beberapa contoh indikator yang misalnya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa terhadap suatu materi pelajaran. 2. Revisi instrumen penilaian afektif berdasarkan hasil telaah dan masukan rekan sejawat. Siswa yang mempunyai sikap positif dan minat positif terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran akan mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dalam kegiatan pembelajaran. (3) penyelesaian tugas-tugas belajar yang diberikan. (4) berminat. atau netral. dan (5) sangat berminat. . Pada tulisan kali ini. yang kedua termasuk bagian penting dari ranah afektif. Langkah-Langkah Menyusun Instrumen Penilaian Afektif Dalam kaitan untuk mengetahui sejauh mana sikap dan minat siswa terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran. Beberapa komponen penting ranah afektif misalnya minat dan sikap terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran. Kenyataan selama ini di lapangan lebih menunjukkan penilaian afektif terkesan bagai “anak tiri” dibanding penilaian kognitif maupun psikomotor. Pemilihan ranah afektif yang ingin dinilai oleh guru.

skor 21 – 30 termasuk kurang berminat.9. maka bila skala yang digunakan adalah skala Likert (1 sampai 5). skor 32 – 40 berminat. Contoh Instrumen Penilaian Afektif Berikut ini diberikan contoh instrumen penilaian sikap siswa terhadap materi pelajaran evolusi pada mata pelajaran IPA di kelas IX Mengimplementasikan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: Model pembelajaran Blog penelitian tindakan kelas dan model-model pembelajaran berikut ini akan memaparkan bagaimana cara mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. pada instrumen penilaian minat siswa terhadap suatu materi pelajaran terdapat 10 item (berarti ada 10 indikator). Pengembang Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Model pembelajaran kooperatif yang satu ini mempunyai sebenarnya dapat dibuat variasinya. Model pembelajaran kooperatif ini dapat digunakan oleh guru pada berbagai mata pelajaran dan berbagai tingkatan usia siswa. maka kita dapat memahami bahwa pada saat pembelajaran berlangsung. maka skor 10 -20 termasuk tidak berminat. yaitu (10 + 50)/2 atau sama dengan 30. Bila kita membaginya menjadi 4 kategori. yaitu two stay (dua tinggal) dan two stray (dua berpencar). Metode pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray merupakan teknik pembelajaran dengan struktur kelompok yang khas yang bertujuan agar siswa belajar bekerja sama. berarti skor terendah yang mungkin diperoleh seorang siswa adalah 10 (dari 10 item x 1) dan skor paling tinggiyang mungkin diperoleh siswa adalah 50 (dari 10 item x 5). Jika kita meninjau nama model pembelajaran kooperatif ini. Maka kita dapat menetukan median-nya. saling membantu memecahkan masalah dan saling mendorong untuk berprestasi serta melatih siswa agar dapat bersosialisasi dengan baik. Pemberian skor inventori kepada siswa 10. dan skor 41 – 50 termasuk kategori sangat berminat. yaitu berkaitan dengan jumlah siswa yang tinggal di kelompoknya dan yang berpencar ke . Contoh. dari sebuah kelompok akan ada 2 siswa yang tetap tinggal di kelompoknya dan dua siswa yang berpencar ke kelompok lain (asumsi ada 4 orang siswa dalam setiap kelompok). Analisis hasil inventori minat siswa terhadap materi pelajaran Bagaimana memberikan skor dalam penilaian afektif Teknik penskoran untuk penilaian ranah afektif dapat dilakukan secara sederhana. bertanggung jawab.

Dengan struktur kelompok kooperatif seperti tipe two stay two stray ini dapat memberikan kesempatan kepada tiap kelompok untuk saling berbagi informasi dengan kelompok-kelompok lain. baik kemampuan akademis. Diskusi: Siswa mengerjakan tugas. 3. dan (2) three stay one stray (tiga tinggal satu berpencar). Struktur Kelompok Adapaun struktur kelompok Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray adalah sebagai berikut: Heterogen Setiap kelompok terdiri dari siswa dengan latar belakang beragam. Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dikembangkan pertama kali oleh Spencer Kagan (1990). 4. Pemberian tugas. Pada kegiatan ini siswa-siswa di dalam setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. 2. . maupun status sosial. Misalnya: (1) one stay three stray (satu tinggal tiga berpencar). Di langkah kedua ini guru memberikan sub pokok bahasan tertentu atau tugas-tugas tertentu kepada setiap kelompok untuk dibahas bersama-sama dengan anggota kelompoknya masing-masing. Siapa Berpencar? Di dalam kelompok siswa akan menentukan siapa yang akan tinggal (stay) dan siapa yang akan berpencar (stray) Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Adapun langkah-langkah pelaksanaan / implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray adalah sebagai berikut: 1. jenis kelamin. Tinggal atau berpencar? Setelah setiap kelompok selesai mengerjakan tugas yang diberikan maka setiap kelompok menentukan 2 anggota yang akan stay (tinggal) dan 2 anggota yang akan stray (berpencar) ke kelompok lain.kelompok lain. Pembagian kelompok. Jumlah Siswa Jumlah siswa di dalam sebuah kelompok koperatif tipe ini terdiri atas 4 – 5 orang siswa Siapa Tinggal. Pada langkah ini guru membagi siswa dalam kelompokkelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 4 sampai 5 siswa.

Struktur kelompok model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray 5. Pada langkah kelima ini. Dua anggota kelompok yang tinggal di dalam kelompok bertugas membagi informasi dan hasil kerja mereka kepada 2 orang tamu dari kelompok lain yang akan berkunjung ke kelompok mereka. Belajar Bermakna . 7. Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Adapun kelebihan-kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray adalah sebagai berikut: Implementasi Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat diimplementasikan untuk berbagai kelas atau tingkatan usia. bertanya. Berbagi. Setiap kelompok kemudian membandingkan dan membahas hasil pekerjaan mereka semua dalam sebuah diskusi kelas dengan fasilitasi oleh guru. lalu mencatat apa-apa yang didapatnya dari kelompok lain). presentasi. Tahap selanjutnya adalah semua anggota kelompok kembali ke kelompok yang semula dan melaporkan apa yang mereka temukan dari kelompok lain. semua siswa saling berbagi apa yang telah mereka kerjakan untuk menyelesaikan tugas dari guru (catatan: siswa pada langkah ini saling menjelaskan. dan melakukan konfirmasi. Diskusi kelompok. Diskusi kelas. 6.

maka dapat memberikan efek peningkatan prestasi belajar dan daya ingat. Meningkatkan Motivasi Belajar Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray ini guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Melatih Berpikir Kritis Dengan membandingkan hasil pekerjaan kelompoknya dengan pekerjaan kelompok lain. baik untuk dirinya sendiri maupun kelompoknya. Kreativitas Siswa yang tinggal di dalam kelompok (stay) mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kreativitas. karena setiap siswa mempunyai tanggung jawab belajar. Prestasi Belajar dan Daya Ingat Karena semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna memberikan kesempatan terhadap siswa untuk membentuk konsep secara mandiri dengan cara-cara mereka sendiri dan melalui metodemetode pemecahan masalah. Bila siswa belum terbiasa. dan semua anggota kelompok diharuskan melaporkan hasil-hasil kunjungannya ke kelompok lain (bagi siswa yang berpencar/ stray) dan hasil-hasil yang diperoleh saat kunjungan tamu di kelompok mereka (bagi siswa yang tinggal / stay). begitupun bagi siswa yang tinggal. memang pembelajaran serasa macet. Hal ini tampak sekali pada saat mereka saling bertukar informasi. . karena setiap siswa mempunyai aktivitas dan tanggung jawab masing-masing untuk kelompoknya. Siswa Aktif Implementasi model pembelajaran kooperatif ini tentu saja dapat membuat siswa aktif. (Perhatikan gambar skema struktur kelompok model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray di atas agar pertukaran informasi terbentuk dari banyak arah). Setiap kelompok akan mendapatkan informasi sekaligus dari dua kelompok yang berbeda (karena dua orang yang berpencar pergi ke kelompok yang berbeda). guru berarti telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemapuan berpikir kritis. misalnya berkaitan dengan bagaimana cara mereke menyajikan hasil kerja kelompok mereka kepada tamu (anggota kelompok lain) yang berkunjung ke kelompoknya. tetapi bila telah beberapa kali dilaksanakan maka jalannya akan lebih mulus. di mana mereka akan mencoba mencermati pekerjaan orang lain dan pekerjaan kelompoknya. juga akan mendapatkan informasi dari 2 tamu yang datang dari 2 kelompok yang berbeda. maka setiap anggota kelompok akan saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Bertukar Informasi Saat siswa berpencar.

yang penting harus disertai umpan balik terlebih-lebih untuk hal-hal tertentu yang sifatnya penting. Guru dapat mengatur presentasi di akhir pembelajaran agar terbentuk konsep yang mantap di benak siswa. You might also like: . maka alokasi waktu yang diperlukan ini akan terbayar dengan kesuksesan pencapaian tujuan pembelajaran. presentasi. tentu saja model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray ini juga mempunyai kelemahan. tidak harus semua kelompok tampil. dan bertanya kepada anggota kelompok lainnya. Pelaksanaan pada saat bertamu Guru harus benar-benar menerangkan kepada siswa mengenai maksud dan tujuan dari bertamu.Memudahkan Guru Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat membantu guru dalam pencapaian pembelajaran. Siswa saling menjelaskan dan mengkritisi untuk memperoleh manfaat dari tahap paling penting dari model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray ini. Karena tujuan dari berbagi informasi disini bukan untuk mencontek hasil jawaban dari kelompok lain. mengkonfirmasi. Siswa terkadang masih kebingungan untuk saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Hal tersebut tampak mulai tahap persiapan pembagian kelompok. Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Selain memiliki banyak kelebihan. karena langkah pembelajaran kooperatif mudah diterapkan di sekolah dan dengan bantuan siswa-siswa guru mendapat tambahan tenaga berupa tutor sebaya saat seorang anggota kelompok bertukar informasi. Justru pada tahap ini siswa melakukan konfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat mengenai hasil tugas yang telah dibahas di kelompok asal masing-masing. diskusi dan presentasi siswa. Beberapa kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray misalnya: Alokasi Waktu Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray membutuhkan waktu yang relatif lama untuk persiapan dan pelaksanaannya bila dibandingkan dengan metode konvensional. Cukup beberapa. Akan tetapi bila guru pandai mengelola dan memanajemen pembelajaran.

Contoh Instrumen Penilaian Afektif Artikel Lain Yang Berhubungan dengan Penilaian Afektif : Prinsip-Prinsip Penilaian Kata Kerja Operasional untuk Ranah Afektif Dalam penyusunan instrumen penilaian afektif. (4) A4 – mengelola. Ini dilakukan (sama seperti instrumen penilaian kognitif dan psikomotor) agar indikator dapat diamati / terukur. dan (5) A5 – menghayati. kita harus menggunakan kata kerja operasional dalam indikatornya. (2) A2 – menanggapi. Menurut taksonomi Bloom. .menilai. Berikut ini disajikan contoh-contoh kata kerja operasional untuk kelima tingkatan dalam ranah afektif. (3) A3. ada 5 tingkatan ranah afektif yaitu: (1) A1 – menerima.

A1 – Menerima Contoh kata kerja operasional:        Memilih Mempertanyakan Mengikuti Memberi Mematuhi Meminati menganut A2 – menanggapi Contoh kata kerja operasional:               Menjawab Membantu Mengajukan Mengkompromikan Menyenangi Menyambut Mendukung Menyetujui Menampilkan Melaporkan Memilih Memilah Mengatakan Menolak A3 – menilai Contoh kata kerja operasional:           Mengasumsikan Meyakini Melengkapi Meyakinkan Memperjelas Memprakarsai Mengimani Mengundang Menggabungkan Memperjelas .

Pada domain kognitif. kognitif psikomotor.  Mengusulkan Menyumbang A4 – mengelola Contoh kata kerja operasional:            Menganut Mengubah Menata Mengklasifikasikan Mengkombinasikan Mempertahankan Membangun Memadukan Mengelola Menegosiasikan Merembukkan A4 – menghayati Contoh kata kerja operasional:          Mengubah perilaku Berakhlak mulia Mempengaruhi Mendengarkan Mengkualifikasi Melayani Menunjukkan Membuktikan Memecahkan Keterampilan Berpikir Kreatif: Beberapa Strategi Pembelajaran Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: Model pembelajaran Benjamin Bloom (1956) telah mengembangkan taksonomi tingkatan perilaku intelektual dalam belajar seseorang. . Taksonomi ini berisi 3 domain sebagaimana yang telah lumrah diketahui oleh para guru dan pendidik yaitu. pemahaman (C2). dan afektif. Bloom telah mengidentifikasi 6 tingkatan yaitu: pengetahuan (C1). aplikasi (C3).

Banyak buku yang telah ditulis yang memuat hasil-hasil penelitian dan best practice tentang bagaimana cara mengajarkan keterampilan berpikir tingkat tinggi ini. orisinalitas. kefasihan. dan berpikir metaforis. curah gagasan (brainstorning). sintesis (C5). sintesis (C5). daftar atribut. sebagaimana yang ditulis oleh Michael Michalko. Berpikir kreatif melibatkan menciptakan sesuatu yang baru atau asli. Dilip Mukerjea dan lainnya.analisis (C4). Domain kognitif dan keenam tingkatannya yang dikembangkan oleh Bloom ini masih digunakan sampai saat ini. Beberapa di antaranya. antara lain melalui strategi:                          Masukan acak (random input) Pembalikan Masalah Ajukan Pertanyaan (Problem Reversal) Imajinasi Terapan . Lalu bagaimana cara untuk membelajarkan keterampilan berpikir kreatif kepada siswa. modifikasi.Pertanyaan Ringkasan (Applied Imagination -Question Summary) Berpikir Lateral (Lateral Thinking) Enam Topi Berpikir (Six Thinking Hats) Prinsip Diskontinuitas (The Discontinuity Principle) Ceklis / Daftar Periksa Curah Gagasan (Brainstorming) Analogi Daftar atribut Analisis morfologi Imitasi Peta Pikiran (Mindmapping) Storyboard Synectics Berpikir Metaporis Teknik Teratai Mekar Dalam Dunia Indra Gunakan gambar (dari Pengalaman Robert McKim di Berpikir Visual Idea Toons (oleh Michael Michalko) Teknik NLP (Neuro-Linguistic Programming) DO IT! (metode Roger Olsen) Metode LARC Pemecahan Masalah . Ini melibatkan keterampilan yang memiliki fleksibilitas.. berkhayal. ketika kita membicarakan tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi maka kita berkonsentrasi pada ketiga tingkat atas Taksonomi Bloom: analisis (C4). dan evaluasi(C6). elaborasi. dan evaluasi (C6). Andy Van Gundy. pemikiran asosiatif. Keterampilan berpikit kreatif ini sangat penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir kreatif termasuk ke dalam kategori keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). James Higgins. Dan. Tujuan dari berpikir kreatif adalah untuk merangsang keingintahuan dan merangsang berpikir divergen.

. mengevaluasi dan memilih.sebuah proses dengan tiga tahapan (menemukan masalah. menemukan ide. pengumpulan informasi yang diperlukan. Nama lengkapnya adalah proses Simplex Basadur. pencarian fakta. mendefinisikan masalah.Terdiri dari 7 langkah solusi keunikan. Savransky Berpikir Fuzzy Beberapa lebih lanjut contoh teknik kreativitas dan pedoman terkait dengan contohcontoh historis.     Simplex . perencanaan tindakan. Terobosan Berpikir . dan mengambil tindakan. tujuan setelah berikutnya. menerapkan pemecahan masalah) dan delapan langkah diskrit direpresentasikan sebagai roda untuk mencerminkan sifat. dan perbaikan. mendapatkan penerimaan. pemecahan masalah secara sirkuler. sistem. desain . memecahkan masalah. Metode TRIZ Semyon D. Delapan langkah yang dimaksud meliputi: menemukan masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful