LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK PENENTUAN KESADAHAN TOTAL DAN Ca2+, Mg2+ DALAM SAMPEL AIR

NAMA NIM KELOMPOK

: I KOMANG ANDHI DARMAWAN : P07134012 012 : 2

KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR DIII JURUSAN ANALIS KESEHATAN 2013

ion tertentu dalam air yang dapat bereaksi dengan zat.(Yulianty. . Kesadahan total didefenisikan sebagai jumlah miliekivalen (mek) ion magnesium dan kalsium tiap liter sampel air. Dalam air lunak. Untuk mengetahui jenis kesadahan air adalah dengan pemanasan. Kesadahan terutama disebabkan oleh keberadaan ion-ion kalsium dan magnesium di dalam air.zat lain sehingga distribusi air dan penggunaannya terganggu. membentuk hasil berupa kompleks.2012) 2. LATAR BELAKANG Kesadahan merupakan terlarutnya ion. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan sabun. Untuk dapat membuat larutan baku EDTA 0. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (w/v) dari CaCO3. Pada air sadah. Cara yang lebih kompleks adalah melalui titrasi. Keberadaannya di dalam air mengakibatkan sabun akan mengendap sebagai garam kalsium dan magnesium. Mg2+DALAM SAMPEL AIR Hari / tanggal Tempat : Selasa. Kationkation polivalen lainnya juga dapat mengendapkan sabun. sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Kompleksometri merupakan jenis titrasi saling mengkompleks. penyebab kesadahan juga biasa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Jika ternyata setelah dilakukan pemanasan. tetapi karena kation umumnya berada dalam bentuk kompleks yang lebih stabil dengan zat organik yang ada. berarti air yang anda gunakan adalah air sadah tetap. sabun akan menghasilkan busa yang banyak. : Laboratorium Kimia Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Denpasar 1.MATERI 3 TITRASI KOMPLEKSOMETRI PENENTUAN KESADAHAN TOTAL DAN Ca2+. Oleh karena itu penetapan kesadahan hanya diarahkan pada penentuan kadar magnesium dan kalsium. tidak hanya dalam titrasi.2012) Titrasi kompleksometri yaitu titrasi berdasarkan pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar mengion).(Purwanto. sehingga tidak dapat membentuk emulsi secara efektif. maka peran kesadahannya dapat diabaikan. sabun tetap sukar berbuih.01M yang diperlukan dalam titrasi. Karena itu perlu pengertian yang cukup luas tentang kompleks. Reaksi-reaksi pembentukan kompleks atau yang menyangkut kompleks banyak sekali dan penerapannya juga banyak.Selain ion kalsium dan magnesium. sekalipun disini pertama-tama akan diterapkan pada titrasi. 23 April 2013 dan 7 Mei 2013. TUJUAN a.

maka akan berubah menjadi merah anggur. Alat : 1) Gelas beaker 2) Pipet volume 3) Pipet tetes 4) Karet hisap b. 4. klem. 4. PROSEDUR PEMBUATAN a. maka akan terbentuk kompleks khelat yang mudah larut. Bila sejumlah kecil zat warna seperti seperti Eriochrom Black T atau Calmigite ditambahkan pada larutan. Bila sejumlah kecil indikator murexid ditambahkan ke dalam larutan tersebut maka warna larutan akan berubah menjadi merah muda. 6.01M Label kertas Indikator EBT Indikator murexid Indikator MM 5) Buret. Untuk dapat melakukan percobaan titrasi kompleksometri dengan sampel air bersih. 2. maka kalsium akan dikomplekskan dan magnesium akan diendapkan menjadi Mg(OH)2dan larutan akan berubah warna dari merah muda menjadi merah ungu yang menunjukkan terjadinya titik akhir titrasi. pH 10 ±0.1 adalah pH yang memberikan hasil yang memuaskan. Untuk menghasilkan titik akhir titrasi yang baik. maka akan terbentuk kompleks khelat yang mudah larut. Jika EDTA ditambahkan pada campuran larutan tersebut.01N Larutan baku sekunder Na2 – EDTA 0. Untuk dapat melakukan pembakuan EDTA denganlarutan CaCO3. c. PRINSIP Dalam penentuan kesadahan total apabila EDTA ditambahkan ke dalam suatu larutan dari kation logam tertentu. yang menandakan terjadinya titik akhir titrasi. Bahan 1. kalsium dan magnesium akan dikomplekskan sehingga larutan berubah dari merah anggur menjadi biru. 5. Ketajaman titik akhir titrasi meningkat dengan bertambahnya pH. 3. apabila EDTA ditambahkan ke dalam suatu larutan dari kation logam tertentu.13).b. Mg2+. Larutan baku primer CaCO3 0. statif 6) Spatula 7) Botol peniris 8)Batang pengaduk 9) Labu ukur 10) Botol semprot 11) Erlenmeyer 12)Neraca analik . Batas waktu 5 menit dimaksudkan untuk mengatur lamanya titrasi guna memperkecil kemungkinan pengendapan CaCO3. 3. Pada penentuan kesadahan Ca2+. Apabila EDTA ditambahkan pada larutan tersebut pada pH basa(12. diperlukan adanya ion magnesium.

8615 g EDTA Dikocok hingga homogen 3.1 . Pembuatan Larutan EDTA 0. Pembuatan Larutan Buffer pH 10 ±0. Larutan buffer pH 10 NaOH 1N Aquades Sampel air bersih HCl 1:1 c.01M 1.01M Dilarutkan dengan aquades di dalam beaker glass Larutan dipindahkan ke labu ukur 500 ml dan volume ditepatkan pada tanda Ditimbang sebanyak 1. Pembuatan Larutan CaCO30. 10.01M Ditimbang 250mg bubuk CaCO3 pada bekes glass Dilarutkan sedikit dengan aquades Dipanaskan dengan kompor listrik pH dicek Ditambahkan HCl sedikit demi sedikit 2. 9. 11. Standarisasi EDTA dengan CaCO3 0.7. 8.

9 g NH4Cl dan dihomogenkan Ditambahkan 143 ml NH4OH pekat Dikocok hingga homogen Volume ditepatkan dengan aquades sampai tepat tanda Dipindahkan ke dalam labu ukur 250 ml 4.179 g diNatrium EDTA dan 780 mg MgSO4.7H2O atau 644 mg MgCl2. Pembuatan Indikator Murexid Ditimbang 20 mg murexid dan 10 g NaCl Dihomogenkan dengan mortar hingga menjadi bubuk halus Disimpan dalan botol kaca tertutup 6.6H2O dalam ± 50 ml aquades Larutan diatas ditambahkan p16. Pembuatan NaOH 1 N Ditimbang 4 g NaOH Dilarutkan dengan 20 ml aquades Dipindahkan ke labu ukur 100 ml Volume ditepatkan sampai tepat tanda .Dilarutkan 1. Pembuatan Indikator EBT Ditimbang sebanyak 20 mg EBT dan 10 g NaCl Dihomogenkan dengan mortar hingga menjadi bubuk halus Disimpan dalam botol kaca tertutup 5.

Preparasi Sampel Diambil sebanyak 100 ml sampel Dimasukkan ke dalam beaker glass ukuran 250 ml Ditambahkan beberapa tetes HCl pekat sampai pH ±3 Dikocok hingga beberapa menit agar CO2 terlarut lenyap ke udara dan pembentukan CO32pada kondisi pH 10 dapat dihindarkan pH dicek dengan kkertas pH .01M Bagian dalam buret dibilas dengan aquades dan dibilas lagi dengan larutan EDTA Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan Buret diisi dengan EDTA hingga batas nol Diambil 10 ml CaCO3 0.01M dan dimasukkan dalam erlenmeyer 250 ml Ditambahkan 40 ml aquades ke dalam erlenmeyer Ditambahkan 1.7. Penentuan Kesadahan Total Sampel 1.2 ml buffer fosfat pH 10 ke dalam erlenmeyer Ditambahkan indikator EBT ke dalam erlenmeyer CaCO3 dititrasi dengan EDTA hingga terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru keunguan konstan Titrasi dilakukan 3 kali dan volume yang didapatkan dirataratakan Normalitas EDTA dihitung d. Standarisasi EDTA dengan CaCO30.

2. Penentuan Kesadahan Total Sampel Dipipet 25 mL sampel lalu dimasukkan ke dalam erlenmeyer Sampel diencerkan hingga mencapai volume 50 mL Ditambahkan 1-2 mL buffer pH 10 Ditambahkan indikator EBT Dititrasi dengan larutan EDTA hingga terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru keunguan konstan Dicatat volume EDTA yang diperlukan Dihitung kadar kesadahan total sampel .

13 Dicatat volume EDTA yang diperlukan Titrasi dilakukan 3 kali dan volume hasilnya dirataratakan Kadar kesdahan kalsium sampel dihitung . Penentuan Kesadahan Kalsium (Ca2+) Diambil sebanyak 25 ml sampel yang telah dipreparasi dengan pipet volume 25 ml sampel tersebut dimasukkan ke dalam erlenmeyer Sampel diencerkan hingga mencapai volume 50 ml Sampel dititrasi dengan EDTA hingga terjadi perubahan warna dari merah muda menjadi ungu konstan Ditambahkan indikator murexid pada erlenmeyer Ditambahkan 2 ml NaOH 1N pada erlenmeyer sampai dicapai pH 12.3.

6 ml 1. PERHITUNGAN a.6 ml Gambar Keterangan Berwarna biru keunguan konstan 2 Rata-rata volume 1. Standarisasi EDTA dengan CaCO3 0...01M ml ml ml Berwarna ungu konstan Berwarna ungu konstan Vrata-rata titrasi = 1. HASIL PENGAMATAN a.? .01M Titrasi ke1 Volume 1. Penentuan Kesadahan Total Sampel Titrasi ke1 Volume ml Gambar Keterangan Berwarna biru keunguan konstan 2 ml Berwarna biru keunguan konstan 3 Rata-rata volume c. ml ml Berwarna biru keunguan konstan Penentuan Kesadahan Kalsium (Ca2+) Titrasi ke1 Hasil titrasi ml Gambar Keterangan Berwarna ungu konstan 2 3 Rata-rata 6. Kadar EDTA Dik: VCaCO3= 10 ml MCaCO3= 0.6 ml Berwarna biru keunguan konstan b.6 ml Dit: MEDTA = .5.

7 ml M.EDTA = 2.0625M. Penentuan Kadar Kesadahan Total Dik : V.01M= 1.7 ml M. Penentuan Kadar Kesadahan Ca2+ Dik : V.0625 M BM Ca = 40 g/mol Dit : Kadar Kesadahan Kalsium= . Penentuan Kadar Kesadahan Magnesium Dik : V.EDTAkalsium = 1.EDTA = 1.6 ml x MEDTA MEDTA= 0.. ? Jawab: Kadar Kesadahan Total (mg CaCO3/l) = = = 650 mg/l Jadi.0625 M = . b.EDTA = 0.0625 M BM CaCO3 = 100 g/mol Dit : Kadar Kesadahan Total = .EDTA = 0. ? Jawab: Kadar Kesadahan Kalsium(mg Ca/l) = = 170 mg/l d.EDTA total = 2.. kadar EDTAyang didapat dalam titrasi ini adalah 0. c.6 ml M. kadar kesadahan total pada sampel air kran di Poltekkes Denpasar Jurusan Analis Kesehatan adalah 650 mg/l...0625M Jadi.EDTA = 0.6 ml V.Jawab: VCaCO3xMCaCO3= Vrata-rata titrasi x MEDTA 10 ml x 0.

Hal yang membuat ketidaksesuaian ini dikarenakan sudah lamanya pembuatan larutan EDTA.. karena larutan EDTA dapat bereaksi dengan kalsium dan magnesium yang membentuk kompleks kelat yang larut jika ditambahkan larutan yang mengandung kation logam tertentu. atau juga rusaknya indicator murexid atau indicator EBT yg menyebabkan pH pada larutan tidak sesuai. Dengan penambahan larutan buffer pH 10 dikarenakan di dalam air sering dijumpai pengotor sedikit oleh ion besi dan logam lain. PEMBAHASAN Untuk menentukan kesadahan perlu dilakukan titrasi dan dengan menggunakan EDTA.3 g/mol Dit : Kadar Kesadahan Magnesium= .BM Mg = 24. Pada praktikum kali ini penentuan kesadahan total dan Ca2+. Pada titrasi ini juga menggunakan indicator EBT karena EBT optimal pada pH 5-11 dan dengan penambahan EBT pada larutan yang mengandung ion kalsium dan magnesium akan dapat mengubah warna larutan dari merah anggur menjadi biru laut yang digunakan sebagai titik akhir titrasi.Penjagaan pH larutan juga sangat penting selama titrasi maka dari itu perlu ditambahkan larutan buffer.675 mg/l 7. selain itu buffer pH 10 dapat menyingkirkan besi sebagai endapan jika jumlahnya kecil.. Mg2+ dalam sampel air yang dilakukan dengan titrasi kompleksometri ini terjadi kesahalan sehingga menyebabkan hasil titrasi tidak sesuai dengan yang seharusnya. . ? Jawab: Kadar Kesadahan Magnesium (mg Mg/l) : = = = = 54.

A. KESIMPULAN Dari praktikum yang dilakukan dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut : 1.. LEMBAR PENGESAHAN Mengetahui. 11 Mei 2013 10. online.Ngr. dan titrasi EDTA dengan CaCO3 dihasilkan warna ungu pada saat hasil titrasi.8 mg CaCO3/L 2.11Mei 2013 Praktikan (A.com. 2012.) ( I Komang Andhi Darmawan) NIM : P07134012 012 .Apt.blogspot. Putra Riana Prasetya. Mengukur Kadar Kesadahan Air dengan Metode EDTA . 2012. Pada saat titrasi dapat di lihat perubahan warna yang berubah dari mulanya berwarna merah muda menjadi berwarna biru tetap. http://yulianty-nursabil. DAFTAR PUSTAKA Purwanto. Pembimbing Denpasar.8. Pada saat standarisasi (pembakuan) EDTA dengan CaCO3 dan didapatkan kesadahan totalnya sebesar 1045.com.S. online.blogspot. 11 Mei 2013 Yulianty. kompleksometri. 9.Farm. http://dyahdwii.