Topik 7 : Metode Berorientasi Objek 2.

1 Sejarah Metode Beorientasi Objek

Metode beorientasi objek mulai berkembang ketika Grady Booch pada tahun 80 an mempublikasikan suatu paper bagaimana melakukan perancangan untuk bahasa ADA namun memberi judul paper tersebut dengan : Object-Oriented Design. Selanjutnya ide tersebut terus ia kembangkan sampai tahun 90 an. Pada tahun 1991 Peter Coad dan Yourdon memperkenalkan metode berorientasi objek yang lebih sederhana dibandingkan Booch. Metode ini menjadi cepat populer karena mendukung layananlayanan yang terdapat pada C++. Pada waktu itu C++ merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek yang paling populer . Pada tahun 1991 juga Rumbaugh memperkenalkan Object Modelling Technique (OMT). Pendekatan yang digunakan tidak jauh berbeda dengan pendekatan yang digunakan Coad Yourdon namun dengan notasi yang berbeda. OMT tidak hanya sepenuhnya berbasis pada data driven tapi juga memisahkan proses dari data dengan penggunan data flow diagram yang terpisah dengan diagram kelas. OMT juga menggunakan notasi state transition diagram untuk memodelkan aspek dinamis sistem. Pada tahun 1994 Ivar Jacobson memperkenalkan konsep use case dan object oriented software engineering. Pada tahun 1994 itu juga yaitu bulan Oktober 1994 Booch, Rumbaugh dan Jacobson, mempelopori usaha untuk penyatuan notasi pendekatan berorientasi objek. Pada tahun 1995 dihasilkan draft pertama dari UML (versi 0.8). Sejak tahun 1996 pengembangan tersebut dikoordinasikan oleh Object Management Group (OMG – http://www.omg.org).
Tahun 1997 UML versi 1.1 muncul, dan saat ini versi terbaru adalah versi 1.5 yang dirilis bulan Maret 2003. Booch, Rumbaugh dan Jacobson menyusun tiga buku serial tentang UML pada tahun 1999. Sejak saat itulah UML telah menjelma menjadi standar bahasa pemodelan untuk aplikasi berorientasi objek [DHA03].

2.2

Kenapa Metode Beorientasi Objek ?

Menaikkan tingkat keterpakaian kembali (reusability) Perangkat lunak bersifat dinamis. Hal ini disebabkan kebutuhan pengguna berubah dengan cepat. Perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan akan pengolahan informasi itu memaksa setiap organisasi memperbarui sistemnya. Dengan demikian perangkat lunak harus dibangun dengan reusability tinggi. Metode yang mendukung reusability tersebut adalah metode beroientasi objek. Menghilangkan kompleksitas transisi antar tahap pada pengembangan perangkat lunak Pada pendekatan konvensional (tertruktur), notasi yang digunakan pada tahap analisis, perancangan dan tahap lainnya berbeda-beda. Hal ini menyebabkan transisi antar tahap pengembangan menjadi kompleks. Pada pendekatan berorientasi objek notasi yang digunakan pada tahap analisis, peanccangan dan implementasi relatif sama.

Atribut Atribut merepresentasikan karakteristik atau keadaan objek. belok. Enkapsulasi Enkapsulasi memadukan karakteristik unit di dalam suatu objek (data dan metode). maka message ‘Hitung Gaji” harus dikirimkan ke objek Pegawai. mobil Proton. Pada contoh kasus di atas. dll. Contoh : mobil toyota kijang adalah suatu objek. bejalan. Metode Metode adalah suatu fungsi atau prosedur yang didefinisikan untuk dapat mengakses keadaan internal suatu objek dari suatu kelas. dll. Kelas Pada sistem berorientasi objek. Tiap fungsi atau prosedur mendefinisikan dan mendeskripsikan perilaku khusus suatu objek. berhenti. biru.3 Objek Objek adalah suatu kombinasi antara data dan aspek lojik yang merepresentasikan suatu entitas dunia nyata. Metode sebenarnya merupakan antarmuka yang disediakan untuk dapat memanfaatkan perilaku objek tersebut. pemamah biak. Artinya. Hal ini tidak bersesuaian dengan keadaan di dunia nyata. Objek dapat dimanfaatkan hanya dengan cara memanggil metode yang dimiliki objek tersebut. sebuah mobil dapat memiliki atribut warna. Kita lebih akrab dengan istilah manusia. Pada dunia nyata kebanyakan pengelompokan tidak didasarkan pada fungsinya namun pada karakteristik alami yang melekat. dan harimau. Konsep ini dikenal sebagai Polymorphism. maka yang menjadi data adalah warna. Sebagai contoh : jika diinginkan dilakukannya perhitungan gaji. sapi. atau pemangsa. Pada tataran implementasi. dan pembuat. Sebagai contoh: kelas Pegawai memiliki metode Hitung Gaji. dll). 2. Sedangkan yang menjadi aspek lojiknya adalah menampilkan jarak tempuh. Dengan demikian pendekatan berorientasi objek membawa abstraksi kita lebih dekat dengan dunia nyata. yang membedakan sesuatu dengan yang lain. kelas didefinisikan sebagai himpunan objek yang memiliki struktur umum dan perilaku umum yang sama [BAH99]. Sedangkan objek dapat dikatakan sebagai instansiasi suatu kelas. maka mobil Toyota kijang. pembuat. identitas korporat. kita dibawa kepada level abstraksi yang lebih tinggi. konsumsi bahan bakar. harga. Di dunia nyata yang sering kita lihat adalah objeknya bukan fungsinya. harga. dll. Konsep ini bertujuan untuk menyembunyikan informasi dan karakteristik objek. Sebagai contoh mobil adalah suatu kelas. mekanisme pengereman. ketimbang dengan pemikir. Harga dapat berupa bilangan floating point atau bilangan integer. Sedangkan pembuat dapat bertipe struktur yang terdiri dari nama. Konsep dalam Metode Beorientasi Objek . Namun message berbeda dari pemanggilan subrutin. Message Message pada dasarnya adalah pemanggilan fungsi. Dengan message yang sama dua objek berbeda dapat melakukan operasi yang berbeda pula. dll adalah objek. kuning.Memiliki tingkat abstraksi yang lebih tinggi Pendekatan terstruktur mendukung abstraksi pada level fungsional. warna dapat direpresentasikan sebagai suatu string (domain nilainya misalnya : merah.

24 contoh polymorphism [WIL01] .23 menunjukkan hirarki kelas. Kelas yang diturunkan dari kelas lain akan memiliki karakteristik dan perilaku yang dimiliki superkelas-nya. Pada konsep ini akan ada kelas yang ertindak sebagai parent class atau dikenal sebagai super kelas. employee developer analyst manager Gambar 2. Sedangkan kelas turunannya menjadi subkelas. analist dan manager adalah subkelas. Perbedaan karakteristik dan perilaku digunakan sebagai dasar penilaian untuk membedakan antara kelas dan sub kelas.23 menunjukkan hirarki kelas [WIL01] Pewarisan (Inheritance) Konsep pewarisan memungkinkan suatu objek dibangun dari objek lain. Pada kelas Segi Tiga formula Hitung Luas adalah ½ x alas x tinggi.Hirarki Kelas Sistem berorientasi objek mengorganisasi kelas ke dalam hirarki subclass-superclass. Polymorphism Konsep ini memungkinkan suatu metode yang berada pada beberapa kelas yang berbeda dapat memiliki perilaku berbeda. em plo yee p rintD etails() d eveloper ana lyst m ana ger prin tD etails() p rintD etails() p rintD etails() Gambar 2. Gambar 2. maka formula hitung luasnya adalah sisi x sisi. Dengan konsep ini memudahkan untuk menulis suatu kode yang memiliki reusability tinggi. Contoh suatu metode Hitung_Luas akan memiliki perilaku / formula berbeda di tiap-tiap kelas. Pada kelas Bujur Sangkar. Employee adalah superkelas sedangkan developer. Gambar 2.24 menunjukkan contohlain dari polymorphism.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful