P. 1
Fisiologi Neonatus

Fisiologi Neonatus

|Views: 98|Likes:
Published by yua2nana
kedokteran
kedokteran

More info:

Published by: yua2nana on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI PADA NEONATUS

Dr. Lilia Dewiyanti, SpA, MSi.Med.

FISIOLOGI NEONATUS
Ilmu yang mempelajari fungsi dan proses vital neonatus Suatu organisme yang sedang tumbuh, baru mengalami proses kelahiran, harus menyesuaikan diri dari kehidupan intra uterin ke ekstra uterin LAHIR  Fungsi plasenta / tali pusat selesai Janin menjadi bayi yang bernapas sendiri

makin baik adaptasi. . 3. 2. Maturasi : berhubungan dengan masa gestasi Adaptasi : diperlukan untuk dapat hidup di lingkungan Toleransi : keadaan patologis (hipoksia. tetapi makin kurang toleransinya   Untuk transisi yang baik perlu pernapasan spontan dan perubahan sirkulasi serta perubahan organ lain menjadi organ dengan fungsi independen Diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang baik untuk dapat menangani bayi yang mengalami kesulitan masa transisi.3 Faktor mempengaruhi perubahan fungsi : 1. hipoglikemia) Makin matur.

Dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin    Periode transisi mulai saat lahir sampai usia 6 jam Menyangkut perubahan fisiologis banyak organ Dimulai intrauterin saat bayi siap untuk dilahirkan Janin mempersiapkan transisi sepanjang masa kehamilan :  Penyimpanan glikogen  Pertambahan protein dan mineral  Deposisi lemak coklat  Kemampuan tergantung usia gestasi dan kualitas plasenta .

   Jam-jam pertama adalah fase stabilisasi pernapasan. kardiovaskuler dan suhu Terjadi simultan Perlu pengamatan klinis yang ketat untuk mengenal bayi yang mengalami kesulitan transisi. Komponen kunci keberhasilan adaptasi ekstrauterin :  Pengembangan paru  Mulai pertukaran gas  Penutupan pirau sirkulasi .

RESPIRASI - - Janin : pertukaran gas melalui plasenta  Gelembung udara dipenuhi cairan paru janin Lahir : pertukaran gas melalui paru  Paru berkembang terisi udara  Cairan alveoli paru janin keluar meninggalkan Masa neonatus  Pernapasan : diafragma & abdominal  Belum teratur (frekuensi dan kedalaman) .

Hubungan perubahan pulmoner dan kardiovaskuler © 2000 AAP/AHA .

Adaptasi pernapasan  Dengan aerasi berikutnya. struktur dalam parenkim paru teregang udara masuk ke alveoli pH dan PaO2 meningkat  Vasodilatasi pulmoner  Kontriksi ductus arteriosus   Peningkatan PaO2 akan mempertahankan pernapasan melalui mediator hormonal dan kimiawi .

maka tekanan vaskular paru turun. & ductus menutup – paru mendapat aliran darah yang sama dengan aliran darah ke plasenta .KARDIOVASKULER    Ukuran dan struktur kardiovaskuler ditentukan oleh pola aliran dan jumlah darah yang melaluinya Perubahan utama adalah perubahan aliran dari plasenta ke paru sebagai organ pertukaran gas Sekali ventilasi telah tercapai.

Plasenta Vena umbilikalis Hati Atrium kiri Ventrikel kiri Aorta Ventrikel kanan Vena cava Superior Slrh tubuh Paru Ductus Artiriosus Aorta JANTUNG DAN SIRKULASI DARAH JANIN .

↑ (paO2 ↑ ) Foramen ovale menutup terjadi pada jam I . Artrium kiri > kanan Duct. Arteriosus Obliterasi (pada hari I) Tek. Cor kanan ↓ Tek. Arterial paru ↓ -Tek.Sirkulasi setelah lahir Paru Berkembang -Tek. Aorta desc.

Hubungan perubahan pulmoner dan kardiovaskuler Setelah lahir Oksigen darah meningkat Ductus arteriosus menutup darah akan ke paru untuk mengikat oksigen © 2000 AAP/AHA .

lipase (+) .a. warna hitam Enzim : sudah ada kecuali amilase pankreas aktifitas enzim proteolitik.SISTEM PENCERNAAN Relatif > berat dan panjang dibanding dewasa Berisi : mekoneum (zat hitam kehijauan t. mukopolisakarida)  keluar : dalam 10 jam I Umur 4 hari : tinja berbentuk.

Enzim hati (dehidrogenase & transerase glukoronik << → ikterus) .Kadar protein ↑ .SISTEM HEPATIK Segera setelah lahir : perubahan biokimia & morfologis : .Daya detoksifikasi belum sempurna .Sel hemopoetik mulai berkurang .Kadar lemak glikogen ↓ .

METABOLISME Metabolisme basal/kg BB > dewasa (luas permukaan neonatus > dewasa) Energi : jam I : oleh pembakaran karbohidrat Hari ke 2 : pembakaran lemak 60 % dari lemak Setelah minum ( hari ke 6) 40 % dari KH .

Termoregulasi       Termoregulasi in utero pasif. tidak memakai kalori & 02 janin Penyimpanan „brown fat‟ mulai trimester 3 Faktor yang meningkakan kehilangan panas : .keterbatasan merubah posisi tubuh Kehilangan panas → metabolisme dan penggunaan O2 ↑ Penggunaan glukosa ↑.rasio permukaan tubuh > berat badan . pembuluh darah di permukaan) . cadangan glikogen cepat terpakai. Hasil akhir : asidosis dan hipoglikemia .kehilangan cairan lewat kulit (kulit tipis.

Pencegahan kehilangan panas :      Hangatkan suhu lingkungan Pasang alat penghangat („radiant warmer‟ tidak mencegah kehilangan panas melalui evaporasi) Kehilangan panas juga terjadi akibat beda kandungan air dalam udara dan kulit bayi Pemakaian oksigen yang tidak dihangatkan dan tidak dilembabkan Cara meninggikan suhu tubuh :  Aktivitas otot  “shivering”  “non shivering thermogenesis” : metabolisme : pembakaran Brown fat pembakaran lemak biasa .

Perubahan akibat hipotermi .

SISTEM GINJAL DAN KESEIMBANGAN CAIRAN - Fungsi ginjal belum sempurna Jumlah nefron belum banyak  Kesesuaian luas penuh glomerulus dan vol. tubulus proksimal  - BBL relatif air >>. Na > K (ruang ekstrasel luas) .

KESEIMBANGAN ASAM BASA LAHIR pH rendah Glikolosis anaerob 24 jam KOMPENSASI .

u. protein bertambah Mielinisasi : terjadi setelah umur 2 bulan Pertambahan sel berlangsung seperti umur 1 tahun . sub kortikal Cairan otak berkurang Setelah lahir Lemak.SISTEM PERSYARAFAN - - - Lahir : fungsi motorik t.

IMUNOLOGI - Plasenta merupakan sawar terhadap antigen Neonatus :     Sel plasma (-) IgG (+) (transfer dari ibu melalui plasenta) Infeksi → plasenta → reaksi imunologi : sel plasma → terbentuk IgA. G. Coli) . M Ig melalui saluran cerna sangat sedikit (Ig pada kolostrum : untuk proteksi lokal pada saluran cerna. jenis Strain E.

berfungsi sejak beberapa bulan sebelum lahir .SISTEM HORMONAL - Janin : mendapat hormon dari ibu Lahir : kadang-kadang masih berfungsi antara lain :  Kelenjar susu membesar  Gejala “with drawal” : pengeluaran darah dari vagina  Kelainan adrenal relatif > dewasa  Kelenjar tiroid sudah sempurna.

KESIMPULAN   Lebih banyak bayi yang mengalami transisi yang baik Kenali faktor risiko kegagalan transisi :     Prematur Hipoksia intra uterin / gawat janin BBLR / KMK / IUGR Bayi dengan malformasi     Berikan perawatan terbaik untuk bayi dapat menjalani transisi dengan baik Suhu lingkungan optimal Jalan napas adekuat Yakinkan oksigenasi dan sirkulasi adekuat: Resusitasi .

Resusitasi    Tujuan : membantu inisiasi dan mempertahankan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat. mendapatkan curah jantung dan perfusi jaringan yang baik serta menjamin suhu tubuh dan kadar glukosa yang normal Tenaga terlatih Peralatan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->