http://blogwirabuana.wordpress.

com/2011/03/16/penilaian-acuan-norma-pan-danpenilaian-acuan-patokan-pap/

PENILAIAN ACUAN NORMA (PAN) DAN PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP)
11 Komentar PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seringkali pengembang intruksional termasuk pengajar menyusun tes setelah proses instruksional berakhir. Ia menyusunnya dalam waktu yang singkat berdasarkan isi pelajaran yang telah diajarkan dan masih segar dalam ingatannya. Keadaan yang seperti itu sangat memungkinkan tidak berfungsinya tujuan intruksional yang telah dirumuskannya. Tes yang disusunnya mungkin konsisten dengan isi pelajaran, tetapi tidak konsisten dengan perilaku yang seharusnya diukur. Tes yang seharusnya disusun adalah tes yang mengatur tingkat pencapaian mahasiswa terhadap perilaku yang terdapat dalam tujuan intruksional. Tes tersebut mungkin tidak dapat mengukur penguasaan mahasiswa terhadap seluruh uraian pengajar dalam proses intruksional, sebab apa yang diberikan pengajar selama proses tersebut belum tentu seluruhnya relevan dengan tujuan intruksional. Isi pelajaran bukanlah kriteria untuk mengukur keberhasilan proses pelaksanaan intruksional. Sebagaimana ditunjukkan sebelumnya suatu tes hasil belajar dapat dipakai untuk menyatakan : 1. 2. Deretan kedudukan mahasiswa yang relatif, atau Memberikan suatu gambaran tentang tugas-tugas yang dapat atau belum dapat dilakukan oleh mahasiswa. Hasil tes jenis pertama secara relatif menunjukkan deretan kedudukan setiap mahasiswadi antara mahasiswa lain. Metode menafsirkan hasil tes seperti ini disebut tafsiran yang mengacu kepada sebuah norma.

Maka dari itu bagi seorang pendidik harus mengetahui bagaimana cara atu teknik-teknik yang baik untuk mengevaluasi anak didiknya. Mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memperolah dan meberikan nilai. Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. 4. kelemahan dan kelebihan dari tiap teknik. 3. Mengetahui perbedaan. Metode penafsiran seperti ini disebut mengacu kepada sebuah patokan. Data dokumen normatif . yaitu: 1. Mengetahui teknik-teknik yang tepat untuk memberikan pemeriksaan. Tujuan dan Manfaat Penulisan Dalam setiap kegiatan tentunya ada tujuan yang hendak dicapai oleh pelakunya. 3. sejauhmana pencapaian siswa dalam menguasai materi yang disampaikan. begitu pula dengan penulisan makalah ini penulis hendak mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut: 1. B. salah satunya adalah dengan menggunakan tes-tes dengan standar-standar tertentu sesuai dengan perkembangannya. penskoran dan penilaian. Pengertian Penilaian Acuan Norma Ada beberapa pendapat tentang pengertian Penilaian Acuan Norma. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis sampaikan. Apakah pengertian dari Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Persamaan dan perbedaanPAN dan PAP Kekurangan dan kelebihan PAN dan PAP C. Acuan norma merupakan elemen pilihan yang memeberikan daftar dokumen normatif yang diacu dalam standar sehingga acuan tersebut tidak terpisahkan dalam penerapan standar. PEMBAHASAN A. 2. Mampu membandingkan teknik-teknik yang ada dan menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi perkembangan dunia pendidikan.Hasil tes jenis kedua dinyatakan dengan jenis-jenis pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diperlihatkan oleh setiap mahasiswa. maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. 2.

3. 4. mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Pengolahan dan pengubahan skor mentah menjadi nilai dilakukan dengan mengacu pada norma atau kelompok. Jadi dalam hal ini prestasi seluruh siswa dalam kelas / kelompok dipakai sebagai dasar penilaian. Cara ini dikenal sebagai penilaian acuan norma (PAN). menghitung skor. dengan tepat membandingkan terhadap siswa lain dalam tes yang sama. Menurut prinsip pengukuran norma. Guru kelas kemudian mengikuti asas yang sama. PAN adalah Nilai sekelompok peserta didik (siswa) dalam suatu proses pembelajaran didasarkan pada tingkat penguasaan di kelompok itu. guru melakukan pengukuran. nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengan nilai-nilai siswa yang lain yang termasuk di dalam kelompok itu. Pengukuran ini digunakan sebagai metode pengukuran yang menggunakan prinsip belajar kompetitif. merangking skor. Dari beberapa pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Penilaian Acuan Norma adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelmpok. 2. dari tes yang tertinggi sampai yang terendah. tes baku pencapaian diadministrasi dan penampilan baku normative dikalkulasi untuk kelompokkelompok pengambil tes yang bervariasi. karena tampilan pencapaian hasil belajar siswa pada suatu tes dibandingkan dengan penampilan siswa lain yang mengikuti tes yang sama. Penilaian Acuan Normatif digunakan untuk menentukan status setiap peserta didik terhadap kemampuan peserta didik lainnya. Seperti evaluasi empiris. Penilaian Acuan Norma (PAN) yaitu dengan cara membandingkan nilai seorang siswa dengan nilai kelompoknya. Berikut ini beberapa ciri dari Penilaian Acuan Normatif : 1. menentukan skor rerata menentukan simpang baku dan variannya . Artinya pemberian nilai mengacu pada perolehan nilai di kelompok itu. Skor yang dihasilkan siswa dalam tes yang sama dibandingkan dengan hasil populasi atau hasil keseluruhan yang telah dibakukan. Penilaian Acuan Norma (PAN) Penilaian acuan norma (PAN) merupakan pendekatan klasik. mengadministrasi tes. B. Penilaian Acuan Normatif digunakan apabila kita ingin mengetahui . Artinya.yang diacu dalam standar yang sangat diperlukan dalam penerapan standar.

5. Penilaian Acuan Normatif memberikan skor yang menggambarkan penguasaan kelompok. Melalui PAP berkembang upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melaksanakan tes awal (pre test) dan tes akhir (post test). Dengan PAP setiap individu dapat diketahui apa yang telah dan belum dikuasainya. tetapi hanya menunjuk kedudukan peserta didik (peringkatnya) dalam komunitasnya (kelompoknya). 4. PAP merupakan cara pandang yang harus diterapkan. sekolah. Penilaian Acuan Normatif memiliki kecendrungan untuk menggunakan rentangan tingkat penguasaan seseorang terhadap kelompoknya. demikian pula untuk memantapkan apa yang telah dikuasainya dapat dikembangkan. Bimbingan individual untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran dapat dirancang. dan lain sebagainya.kemampuan peserta didik di dalam komunitasnya seperti di kelas. 3. Perbedaan hasil tes akhir dengan test awal merupakan petunjuk tentang kualitas proses pembelajaran. Penilaian Acuan Patokan (PAP) Penilaian acuan patokan (PAP) biasanya disebut juga criterion evaluation merupakan pengukuran yang menggunakan acuan yang berbeda. C. Keberhasilan dalam prosedur acuan patokan tegantung pada penguasaaan materi atas kriteria yang telah dijabarkan dalam item-item pertanyaan guna mendukung tujuan instruksional . 2. Artinya. Penilaian Acuan Normatif menggunakan kriteria yang bersifat “relative”. Pembelajaran yang menuntut pencapaian kompetensi tertentu sebagaimana diharapkan dan termuat pada kurikulum saat ini. . bukan dengan penampilan siswa yang lain. selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi dan atau kebutuhan pada waktu tersebut. Guru dan setiap peserta didik (siswa) mendapat manfaat dari adanya PAP. Nilai hasil dari Penilaian Acuan Normatif tidak mencerminkan tingkat kemampuan dan penguasaan siswa tentang materi pengajaran yang diteskan. mulai dari yang sangat istimewa sampai dengan yang mengalami kesulitan yang serius. Dalam pengukuran ini siswa dikomperasikan dengan kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dalam tujuan instruksional.

Keduanya menggunakan macam tes yang sama seperti tes subjektif. Kedua pengukuran memerlukan sample yang relevan. Perbedaan kedua penilaian adalah sebagai berikut: 1. Penilaian acuan norma biasanya mengukur sejumlah besar perilaku khusus dengan sedikit butir tes untuk setiap perilaku. 5. 3. 6. D. tes penampilan atau keterampilan. 7. Sample yang diukur mempresentasikan populasi siwa yang hendak menjadi target akhir pengambilan keputusan. 4. . Penilaian acuan patokan menekankan penjelasan tentang apa perilaku yang dapat dan yang tidak dapat dilakukan oleh setiap peserta tes. Keduanya mempersyaratkan perumusan secara spesifik perilaku yang akan diukur. Keduanya dinilai kualitasnya dari segi validitas dan reliabilitasnya. Penilaian acuan norma dan acuan patokan memerlukan adanya tujuan evaluasi spesifik sebagai penentuan fokus item yang diperlukan. kedua pengukuran sama-sama nenerlukan item-item yang disusun dalam satu tes dengan menggunakan aturan dasar penulisan instrument.PAP juga dapat digunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tujuan tersebut termasuk tujuan intruksional umum dan tujuan intruksional khusus 2. dan tidak dipenuhinya nilai-nilai kelompok berdistribusi normal. PAP ini menggunakan prinsip belajar tuntas (mastery learning). tes karangan. Untuk mandapatkan informasi yang diinginkan tenyang siswa. 2. Penilaian acuan norma menekankan perbedaan di antara peserta tes dari segi tingkat pencapaian belajar secara relatif. Persamaan dan Perbedaan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Penilaian Acuan Norma dan Penilaian Acuan Patokan mempunyai beberapa persamaan sebagai berikut: 1. Keduanya digunakan ke dalam pendidikan walaupun untuk maksud yang berbeda. digunakan sebagai subjek yang hendak dijadikan sasaran evaluasi. misalnya kurang terkontrolnya penguasaan materi. terdapat siswa yang diuntungkan atau dirugikan. Penilaian acuan patokan biasanya mengukur perilaku khusus dalam jumlah yang terbatas dengan banyak butir tes untuk setiap perilaku.

Penilaian acuan patokan biasanya mengukur perilaku khusus dalam jumlah yang terbatas dengan banyak butir tes untuk setiap perilaku. 2. 4. Penilaian acuan norma adalah penilaian yang mengacu kepada norma untuk menentukan kedudukan atau posisi seorang peserta didik di antara kelompoknya. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang mengacu kepada tujuan instruksional atau untuk mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap perilaku yang terdapat dalam tujuan instruksional khusus tersebut. Penilaian acuan patokan digunakan terutama untuk penguasaan. keduanya dinilai kualitasnya dari segi validitas dan reliabilitas dan digunakan ke dalam pendidikan walaupun untuk maksud yang berbeda. 3. Penilaian acuan patokan menekankan penjelasan tentang apa perilaku yang dapat dan yang tidak dapat dilakukan oleh setiap peserta tes. disusun dari sampel butir-butir tes yang relevan dan representatif. Penilaian acuan norma digunakan terutama untuk survey. maka penulis dapat memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. PENUTUP A. Penilaian acuan patokan mementingkan butir-butir tes yang relevan dengan perilaku yang akan diukur tanpa perduli dengan tingkat kesulitannya. b) Penilaian acuan norma menekankan perbedaan di antara peserta tes dari segi tingkat pencapaian belajar secara relatif. Kesimpulan Dari uraian-uraian singkat yang telah penulis sampaikan.3. c) Penilaian acuan norma lebih mementingkan butir-butir tes yang mempunyai tingkat kesulitan sedang dan biasanya membuang tes yang . Penilaian acuan norma lebih mementingkan butir-butir tes yang mempunyai tingkat kesulitan sedang dan biasanya membuang tes yang terlalu mudah dan terlalu sulit. a) Adapun perbedaan dari kedua penilaian tersebut antara lain: Penilaian acuan norma biasanya mengukur sejumlah besar perilaku khusus dengan sedikit butir tes untuk setiap perilaku. Persamaan penilaian acuan norma dan acuan patokan antara lain adalah keduanya mempersyaratkan perumusan secara spesifik perilaku yang diukur.

Desain Instruksional. http://nandangfkip.Jakarta: Erlangga:University Press. F. B.html . Penilaian acuan patokan mementingkan butirbutir tes yang relevan dengan perilaku yang akan diukur tanpa perduli dengan tingkat kesulitannya. Pendidik mampu menangani peserta didiknya dalam proses pembelajaran DAFTAR PUSTAKA Sukardi. Saran Dalam hal ini penulis mencoba memberikan saran dari uraian di atas : 1. Atwi Suparman. Pendidik sebaiknya mengetahui berbagai macam teknik dalam pengolahan dan pengonversian hasil evaluasi dengan memanfaatkan metode penilaian acuan norma dan acuan patokan. E. 2.blogspot.blogspot.1986.html http://muhammad-husna.terlalu mudah dan terlalu sulit. W. Menyusun Tes Hasil Belajar.1997.com/2012/05/pan-penilaian-acuan-norma.com/2008/07/penilaian-pan-dan-pap_2459. Bistok Sirait. Jakarta: PAU . Penilaian acuan patokan digunakan terutama untuk penguasaan. 1985. dan Maramis. d) Penilaian acuan norma digunakan terutama untuk survey. Penilaian Keberhasilan Belajar. Semarang Press.

. Yang dimaksud “norma” dalam hal ini adalah kapasitas atau prestasi kelompok. I. kelompok “sedang” dan kelompok “kurang”. Standar penilaian yang dimaksud dibedakanmenjadi 2 (dua) jenis. Dalam makalah ini akan membahas standar penilaian acuan norma atau kelompok atau biasa disebut penilaian yang relatif. II. rayon. Kriteria tersebut berfungsi sebagai ukuran. berbeda latar belakang pendidikan. di “tengah” atau di “bawah”. Bahwa pada setiap populasi peserta didik yang sifatnya heterogen (berbeda jenis kelamin. berbeda IQnya. Kriteria penilaian itu disebutdengan istilah “Standar Penilaian”. makadiperlukan patokan tertentu. sebagian besar dari peserta didik tersebut nilainilai hasil belajarnya terkonsentrasi atau memusat di sekitar nilai pertengahan (nilai rata-rata). baik. Jadi pengertian “kelompok” yang dimaksud dapat berarti sejumlah siswa dalam suatu kelas. 2. PEMBAHASAN A.PAN (PENILAIAN ACUAN NORMA) PENDAHULUAN Evaluasi merupakankegiatan yang meliputi pengumpulan bukti-bukti yang kemudian dijadikan dasardalam pengambilan keputusan tentang keberhasilan siswa mengikuti pelajaran. apakahseseorang telah memenuhi persyaratan untuk digolongkan sebagai siswa yangberhasil.[1] Penilaian beracuan kelompok ini mendasarkan diri pada asumsi sebagai berikut: 1. lulus atau tidak. sekolah. berbeda lingkungan sosialnya. sedangkan yang dimaksud dengan “kelompok” di sini adalah semua siswa yang mengikuti tes tersebut. RUMUSAN MASALAH A. Bagaimana Teknik dan Prosedur Pengolahan dengan PAN? C. yaitu Standar penilaian yang relatif (penilaian acuan norma)dan standar penilaian yang mutlak (penilaian acuan patokan). akan selalu didapati kelompok “baik”. yaitu apakah seorang peserta tes posisi relatifnya berada di “atas”. nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengannilai-nilai siswa yang lain yang termasuk di dalam kelompok itu. pandai. dan propinsi atau wilayah. Asumsi pertama ini mengandung makna bahwa pada setiap kegiatan pengukuran dan penilaian hasil belajar peserta didik. dan hanya sebagian kecil saja yang nilainya sangat tinggi atau sangat rendah. Bahwa tujuan evaluasi hasil belajar adalah untuk menentukan posisis relatif dari para peserta tes dalam hal yang sedang dievaluasi itu.Agar pengambilan keputusan tidak merupakan perbuatan yang subyektif. dan sebagainya). naik kelas. berbeda status sosial orang tuanya. Konsep Dasar PAN Penilaian Acuan Norma (PAN) atau PAK (Penilaian Acuan Kelompok) adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok. Apa Konsep dasar Penilaian Acuan Norma (PAN)? B. Bagaimana Penerapan PAN dalam Sistem Pembelajaran? III.

Mencari panjang interval kelas (i) i= keterangan: i = panjang interval kelas R = range K = banyak kelas e.Penilaian beracuan norma atau beracuan kelompok ini sering dikenal dengan istilah penentuan nilai secara relatif atau penilaian dengan mendasarkan diri pada standar relatif. Mencari banyak interval kelas (K) K = 1 + 3. Mencari deviasi standar untuk data tunggal SD= b. Adapun prosedur penyusunan distribusi frekuensi adalah: a. Teknik dan Prosedur Pengolahan Skor dengan PAN Teknik-teknik pengolahan data dengan pendekatan PAN adalah sebagai berikut: 1.nilai minimum c. Penentuan nilai dengan menggunakan standar relatif ini sangat cocok untuk diterapkan pada tes-tes sumatif (ulangan umum. atau yang setara dengan itu). Menghitung deviasi standar a. wajar dan bersifat manusiawi. Mencari deviasi standar untuk data kelompok 1) Menggunakan terkaan SD= . maka digunakan distribusi frekuensi bergolong. Urutkan data dari terkecil sampai terbesar b. sebab dipandang lebih adil.3 log n keterangan: K = banyak kelas n= banyaknya data 3. Menyusun tabel distriusi frekuensi[3] 2. dan jika banyaknya skor yang diolah lebih dari 30. Mencari jarak atau range (R) R = nilai maximum. Penyusunan distribusi frekuensi Jika banyaknya skor yang diolah kurang dari 30.3= bilangan konstanta d. maka digunakan tabel distribusi frekuensi tunggal. Menghitung rata-rata dengan rumus = 3. ujian akhir semester.[2] B. EBTANAS.

2) 4. ialah: Mengubah skor mentah hasil tes menjadi nilai standar berskala lima atau nilai huruf Pengubahan skor mentah hasil tes menjadi nilai standar berskala lima atau nilai huruf.5 SD ke bawah = E Membuat tabel konversi. Berskala sebelas Prosedur-prosedur yang dilakukan dalam menyusun pedoman berskala sebelas. maka patokan yang dipergunakan ialah: . Berskala sembilan Prosedur-prosedur yang dilakukan dalam menyusun pedoman berskala sembilan.[5] Berskala lima Prosedur-prosedur yang dilakukan dalam menyusun pedoman konversi berskala lima.75 SD ke atas = 2 i) Mean – 1. maka patokan yang dipergunakan ialah: a) Mean + 1.25 SD ke atas = 5 f) Mean – 0. ialah: 1) Mengubah skor mentah hasil tes menjadi nilai standar berskala sebelas.25 SD ke atas = 8 c) Mean + 0. Jika skor-skor mentah hasil tes itu akan diubah menjadi nilai standar berskala sembilan.25 SD ke atas = 3 h) Mean – 1.75 SD ke atas = 7 d) Mean + 0. a.75 SD ke atas = 4 g) Mean − 1.5 SD ke atas = D Mean – 1. Mengkonversi skor-skor mentah menjadi nilai standar berskala lima. c. 1) a) b) c) d) e) 2) 3) Menggunakan rumus panjang[4] SD= Menyusun Pedoman konversi.75 SD ke atas = 9 b) Mean + 1. 3) Mengkonversi skor-skor mentah menjadi nilai standar berskala sembilan.5 SD ke atas = C Mean – 1. ialah: 1) Mengubah skor mentah hasil tes menjadi nilai standar berskala sembilan.25 SD ke atas = 6 e) Mean – 0.5 SD ke atas = A Mean + 0. Jika skor-skor mentah hasil tes itu akan diubah menjadi nilai standar berskala sebelas. b.75 SD ke bawah = 1 2) Membuat tabel konversi. menggunakan patokan sebagai berikut: Mean + 1.5 SD ke atas = B Mean – 0.

38. 29. 22. 30. 29 Pertanyaan: Tentukan nilai peserta didik dengan menggunakan pendekatan PAN. 38. 22. 42. 27.25 SD ke atas = 5 Mean – 0. 37. Mengkonversi skor-skor mentah menjadi nilai standar berskala sebelas. 50.25 SD ke atas = 1 Mean – 2. Penyelesaian: 1. 21. 27. Penyusunan Distribusi Frekuensi a) Menyusun skor terkecil sampai yang terbesar 17 25 30 34 37 42 50 17 27 31 34 37 42 50 20 27 31 35 37 43 50 21 27 31 35 38 43 50 21 28 32 36 38 44 22 29 32 36 38 46 22 29 32 36 39 47 24 30 33 36 40 50 b) Mencari Range (R) R = nilai maximum.25 SD ke atas = 6 Mean – 0.[6] Penerapan PAN dalam sistem pembelajaran Contoh: Diketahui 52 orang peserta didik mengikuti ujian akhir semester mata pelajaran Bahasa Inggris dan memperoleh skor mentah sebagai berikut: 32. 46. 43. 25. 35. Mean + 2. 39. 27. 43. 44. 32. 38.nilai minimum = 50−17 = 33 c) Mencari banyak interval kelas (k) k= 1 + 3. 34. 20. 31.25 SD ke atas = 3 Mean – 1. 50. 40.75 SD ke atas = 7 Mean + 0. 36. 36. 34. 35. 33.25 SD ke atas = 10 Mean + 1.25 SD ke atas = 8 Mean + 0.75 SD ke atas = 4 Mean −1. 50. 17. 50.a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) 2) 3) C. 31. 21. 32. 24. 36. 36.75 SD ke atas = 9 Mean + 1. 28. 42. 50.75 SD ke atas = 2 Mean −2. 37. 31.3 log n . 17. 37. 30.25 SD ke bawah = 0 Membuat tabel konversi. 47.

3 log 52 = 1 + 3. Menghitung standar deviasi Interval 17-21 22-26 27-31 32-36 5 4 11 12 8 6 6 52 X 19 24 29 34 39 44 49 FX 95 96 319 408 312 264 294 F 5 4 11 12 +3 +2 +1 0 15 8 11 0 9 4 1 0 ) 45 16 11 0 .663 = 6. 953 (dibulatkan 5) e) Menyusun daftar distribusi frekuensi Kelas Frekuensi (f) Interval 17-21 22-26 27-31 32-36 37-41 42-46 47-51 Jumlah 2.= 1 + 3. 663 (dibulatkan 7) d) Mencari panjang interval kelas (i) i= = = 4. Menghitung rata-rata (mean) Kelas interval F 17-21 5 22-26 4 27-31 11 32-36 12 37-41 8 42-46 6 47-51 6 Jumlah = = = 34.385 3.3 (1.716) = 1 + 5.

385 – 13. Menyusun pedoman konversi a.5 X 8.327 e) Mean – 1.5 X 8.032 d) Mean – 1.5 X 8.385 – (1.385 .5 SD ke bawah = E = 34.705) = 34.5 X 8.71) = 34.058 = 47.385 + (1.738 c) Mean – 0.5 X 8.38 Skala lima A B C .705) = 34.5 SD ke atas = A = 34. Skala lima 1) Mengubah skor mentah hasil tes menjadi nilai standar berskala lima a) Mean + 1.443 b) Mean + 0.058 = 21.385 – 4.705) = 34.385 + 4.5 SD ke atas = D = 34.327 2) Membuat tabel konversi Skor mentah 47 ke atas 39 – 46 30 .705) =34.353 =38.058 = 21.38 – (1.353 = 30.5 SD ke atas = B = 34.5 SD ke atas = C = 34.37-41 42-46 47-51 Jumlah 8 6 6 52 -1 -2 -3 -8 -12 -18 -4 1 4 9 8 24 54 158 SD= SD= = = = = 5 X 1.(0.741 = 8.705 4.385 – 13.385 + (0.385 + 13.

Skala sembilan 1) Mengubah skor mentah hasil tes menjadi nilai standar berskala sembilan.21 – 29 20 ke bawah D E 3) Mengkonversi skor-skor mentah menjadi nilai standar berskala lima No Skor Skala No urut Skor urut mentah lima mentah 1 32 C 26 42 2 36 C 27 50 3 27 D 28 30 4 50 A 29 25 5 22 D 30 22 6 34 C 31 34 7 20 E 32 38 8 35 C 33 36 9 36 C 34 44 10 27 D 35 42 11 31 C 36 38 12 29 D 37 50 13 35 C 38 27 14 50 A 39 36 15 37 C 40 39 16 43 B 41 37 17 38 C 42 21 18 24 D 43 37 19 43 B 44 30 20 32 C 45 47 21 17 E 46 31 22 46 B 47 29 23 17 E 48 50 24 31 C 49 40 25 21 D 50 28 51 32 52 33 Skala lima B A C D D C C C B B C A D C B C D C C A C D A B D C C b.234 .385+ 1.385 + 15.705) = 34. a) Mean + 1.75 (8.75 SD ke atas = 9 = 34.

25 SD ke atas = 3 = 34.705) = 34.151 2) Membuat tabel konversi.75 (8.385 – 1.385 + 0.856 g) Mean − 1.25 SD ke atas = 8 = 34.529 = 40. Skor mentah 50 ke atas 45-49 41-44 37-40 32-36 28-31 Skala sembilan 9 8 7 6 5 4 .504 h) Mean – 1.705) = 34.619 b) Mean + 1.914 d) Mean + 0.385 – 15.25 (8.75 SD ke atas = 4 = 34.25 (8.385 – 1.385 – 15.266 c) Mean + 0.529 = 27.75 (8.385 + 10.881 = 45.25 SD ke atas = 6 = 34.75 SD ke bawah = 1 = 34.385 – 1.385 – 6.705) = 34.75 SD ke atas = 7 = 34.385 – 0.705) = 34.75 (8.234 = 19.705) = 34.25 (8.151 i) Mean – 1.385 + 2.705) = 34.176 = 36.234 = 19.75 SD ke atas = 2 = 34.209 f) Mean – 0.385 − 0.25 (8.385 + 0.561 e) Mean – 0.75 (8.25 SD ke atas = 5 = 34.176 = 32.705) = 34.705) = 34.385 + 1.385 – 2.385 – 10.881 = 23.= 49.385 + 6.

29 3 2 1 .24-27 19-23 18 ke bawah Diposkan oleh Muhammad Husna Mubarok di 00.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful