P. 1
Analisis tren nilai tukar rupiah 2008-2012 prospek dan perencanaan kedepannya

Analisis tren nilai tukar rupiah 2008-2012 prospek dan perencanaan kedepannya

|Views: 241|Likes:
Published by Fandi Arya Pratama
Analisis makro mengenai nilai tukar rupiah dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai tukar upiah dari waktu ke waktu
Analisis makro mengenai nilai tukar rupiah dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai tukar upiah dari waktu ke waktu

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Fandi Arya Pratama on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

08/02/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Liberalisasi dan globalisasi yang melanda dunia dewasa ini telah merubah perekonomian di berbagai negara menjadi semakin terbuka. Arus keluar masuk barang, jasa dan modal menjadi semakin mudah menembus batas-batas teritorial suatu negara. Konsep borderless menjadi menguat dalam konteks perekonomian dunia seiring dengan keterbukaan perekonomian domestik terhadap penetrasi dari luar negeri. Dalam konteks ini, integrasi perekonomian suatu negara ke dalam perekonomian global menjadi bukan menjadi pilihan, dimana mau atau tidak mau suat negara memiliki keharusan untuk masuk dalam pasar bebas. Sebagai konsekuensinya, setiap negara akan memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya baik menyangkut aspek perdagangan barang dan jasa secara internasional dan integrasi pasar keuangan di berbagai Negara. Dalam perkembangannya, arus liberalisasi dan globalisasi dunia dewasa ini telah menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi setiap negara. Untuk mensikapi dinamika yang terjadi, setiap negara merumuskan suatu kerangka kerjasama multisektor. Salah satu dampak dari adanya liberalisasi dan globalisasi tersebut adalah semakin transparannya perekonomian setiap negara. Melalui interaksi ekonomi yang ada, setiap negara mampu melaksanakan kegiatan ekonominya sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya. Kemampuan suatu negara dalam memberdayakan sumber daya tersebut akan berdampak pada kemampuannya dalam meningkatkan kapasitas perekonomiannya. Pada sisi lain juga dapat dijelaskan bahwa liberalisasi dan globalisasi yang ada membawa konsekuensi pada fundamental perekonomian masing-masing negara. Ketidakmampuan negara dalam menjaga fundamental perekonomian ini dapat berdampak pada kestabilan ekonomi makro. Salah satu indikator ekonomi makro yang sensitif terhadap gejolak perekonomian eksternal adalah nilai tukar mata uang (kurs mata uang). Dalam hal ini nilai tukar mata uang mencerminkan kekuatan perekonomian sebagai akibat dari penetrasi dan efek dari perekonomian global. Semakin stabil nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain, semakin menunjukkan kekuatan fundamental perekonomian negara tersebut. Dengan kata lain, pemerintah (otoritas moneter) mampu melakukan

Manakala nilai tukar mata uang mengalami volatilitas yang ekstrim. Hal ini memberikan gambaran terjadinya overvalued dan undervalued nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara lainnya. walaupun tren dolar Amerika Serikat (AS) yang cenderung menguat terhadap mata uang utama dunia membuat rupiah masih berada dalam tekanan. Angka ini menunjukkan penurunan setelah intervensi BI yang mana sebelumnya berada pada angka 9. Perekonomian Indonesia hingga kini masih terbilang stabil. Sejumlah kebijakan telah ditempuh . Volatilitas yang semakin besar menunjukkan pergerakan kurs yang semakin besar (apresiasi/depresiasi mata uang). Di Kisaran tahun 2012 sendiri dollar menekan rupiah hingga 9. maka perekonomian akan mengalami ketidakstabilan baik dari sisi makro dan mikro. Berdasarkan pada gambar di atas dapat dijelaskan bahwa periode 2008 rupiah berada pada kisaran Rp 9300 per dollar. Berikut adalah grafik gambaran umum mengenai volatilitas rupiah dari tahun 2008 hingga tahun 2012.450. Di tahun 2009 nilai tukar mata uang mengalami tekanan akibat krisis menghadapkan perekonomian Indonesia.600 per dollar AS.kebijakan moneter dan dari nilai tukar mata uang yang dapat mendorong peningkatan daya saing perekonomian suatu negara. Naik turunnya nilai tukar mata uang di pasar uang (apresiasi dan depresiasi) menunjukkan besarnya volatilitas yang terjadi pada mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain.

1. Namun. hal-hal apa yang menyebabkan keadaan rupiah tetap stabil dan bagaimana prospeknya. perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2010. disertai dengan pencapaian inflasi pada level yang rendah sebesar 3. Sehingga berdasarkan volatilitas rupiah diatas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prospek rupiah kedepannya masih tergolong stabil. dan apa hal-hal yang membuat rupiah masih tetap stabil di kisaran Rp 9. dan 2012 menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. makalah ini membahas penyebab terjadinya tren nilai tukar rupiah. stabilisasi dan prospeknya.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas. 2011. Di makalah ini.oleh Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menghadapi tantangan tersebut sepanjang tahun 2009. hal-hal apa yang menyebabkan keadaan rupiah tetap stabil dan bagaimana prospeknya.3 Tujuan Tujuan yang dicapai adalah untuk mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya tren nilai tukar rupiah di tahun 2008-2012. angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Sehingga bisa menjadi pertimbangan dilakukannya langkah-langkah strategis yang berkaitan dengan perubahan nilai tukar mata uang. 1.000 di saat sekarang ini. akan dijelaskan mengenai hal-hal yang mempengaruhi volatilitas rupiah.000 – Rp 10. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% lebih. tercermin pada kinerja pertumbuhan yang bahkan lebih baik dan kestabilan makroekonomi yang tetap terjaga. . kami mengangkat topik mengenai tinjauan tren nilai tukar rupiah pada tahun 2008-2012.79%.

maka permintaan akan valuta negara lain akan meningkat untuk membayar defisit tersebut. nilai tukar valutanya akan cenderung menurun. Ada beberapa teori yang berkaitan dengan nilai tukar valuta asing. Kurs (Exchange Rate) adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda. dimana dianggap bahwa barang dimanapun di dunia nilainya adalah sama. Jadi teori ini berusaha menggunaan BOP sebagai faktor dominan yang menentukan nilai tukar valuta. Balance of Payment Approach Pendapat ini berdasarkan pada pendapat bahwa nilai tukar valuta ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. dengan pendekatan Law of One Price sebagai dasar. diantaranya sebagai berikut : 1. Asumsinya adalah dua barang yang sama dan identik seharusnya mempunyai harga yang sama di manapun di dunia. 3.BAB II KAJIAN TEORITIS Pergerakan nilai tukar mata uang mencerminkan harga relatif suatu mata uang terhadap mata uang lain. demikian pula sebaliknya. Perbandingan nilai inilah sering disebut dengan kurs (exchange rate). Purchasing Power Parity Theory Berbeda dengan pendekatan sebelumnya. dimana alat untuk mengukur hal tersebut adalah Balance of Payment. 2. Bila BOP suatu negara mengalami defisit maka dapat diartikan bahwa penghasilan (arus uang masuk) lebih kecil dari pengeluaran (arus uang keluar). yaitu perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut. maka teori ini menghubungkan nilai tukar valuta dengan daya belinya terhadap suatu barang atau jasa. Fisher Effect . Fluktuasi dalam perkembangan nilai tukar mata uang akan mengakibatkan perubahan perilaku economic agent dalam keputusan bisnisnya.

pendapat ini menyatakan bahwa pergerakan kurs di suatu negara disebabkan oleh perbedaan suku bunga nominal yang ada di kedua negara tersebut. • Nilai nominal dan nilai intrinsik mata uang Nilai yang tertera pada mata uang disebut nilai nominal / nilai ekstrinsik. misalnya bahan yang digunakan untuk membuat mata uang itu (kertas. Implikasinya adalah bahwa orang tidak bisa menikmati keuntungan hanya dengan menanamkan dananya ke negara yang mempunyai suku bunga nominal tinggi karena nilai mata uang negara yang suku bunga nominalnya tinggi tersebut akan terdepresiasi (turun nilai) sebesar selisih bunga nominal negara yang tinggi dikurangi suku bunga nominal negara yang rendah. Dalam hal transaksinya BOP ini dapat dibedakan menjadi 2 yaitu transaksi yaitu transaksi kredit yang menimbulkan kewajiban untuk . Menurut Fisher Effect bahwa tingkat suku bunga nominal di dua negara dapat berbeda karena tingkat inflasi mereka juga berbeda. dapat disimpulkan pergerakan nilai tukar valas atau (rate valas) ini banyak hal yang mendasarinya. tinta.Diperkenalkan oleh Irving Fisher. dimana dinyatakan bahwa tingkat bunga nominal di suatu negara akan sama dengan tingkat suku bunga riil ditambah tingkat inflasi di negara itu. • Neraca Pembayaran (Balance of Payment) Balance of Payment (BOP) ini dapat diartikan sebagai laporan keuangan dari suatu negara yang menggambarkan aliran kas masuk dan keluar dari atau ke negara lain selama periode satu tahun. dimana depresiasi penurunannya tidak terlalu besar dan bersifat sementara sedangkan devaluasi penurunannya besar dan biasanya diumumkan secara resmi oleh pemerintah negara yang bersangkutan. dan lain lain). 4. begitu pula sebaliknya. Berdasarkan teori diatas. diantaranya: • Devaluasi/Depresiasi dan Revaluasi/Apresiasi Devaluasi dan depresiasi adalah penurunan nilai tukar mata uang negara tertentu terhadap nilai mata uang negara lain. Nilai tukar valas ini juga selalu berubah-ubah setiap waktu. ongkos pembuatan. sedangkan nilai intrinsik adalah nilai yang terkandung dalam mata uang itu sendiri. International Fisher Effect Pendapat ini didasari Fisher Effect seperti disebutkan diatas.

dan kurs tetap (fixed exchange rate). Pada sistem kurs tertambat. sedangkan transaksi debit yang menimbulkan arus uang masuk atau hak penerimaan uang. • Tingkat Inflasi Tingkat inflasi dapat diartikan sebagai tingkat kenaikan harga barang konsumsi yang terjadi pada kurun waktu tertentu. kurs ditentukan oleh mekanisme pasar dengan atau tanpa adanya campur tangan pemerintah dalam upaya stabilisasi melalui kebijakan moneter. biasanya dinyatakan dalam persen per tahun. kurs tertambat merangkak (crawling pegs). • Suku Bunga Nominal Suku bunga nominal adalah suku bunga yang berlaku di suatu negara sebelum dikurangi tingkat inflasi. ini berarti mata uang Negara tersebut bergerak mengikuti mata uang dari negara yang menjadi tambatannya. transaksi ekspor. • Suku Bunga Riil Suku bunga riil adalah suku bunga yang berlaku di suatu negara setelah dikurangi dengan tingkat inflasi negara itu. Pada jenis sistem kurs mengambang. asset likuid atau fasilitas lainnya dalam bentuk mata uang asing yang dimiliki oleh bank sentral suatu negara. misalnya. misalnya transaksi impor. baik itu berupa uang. suatu negara menambatkan nilai mata uangnya dengan sesuatu atau sekelompok mata uang negara lainnya yang merupakan Negara mitra dagang utama dari negara yang bersangkutan. sekeranjang mata uang (basket of currencies). kurs tertambat (pegged exchange rate). Apabila terdapat campur tangan pemerintah maka sistem ini termasuk mengambang terkendali (managed floating exchange rate).membayar. Pada dasarnya terdapat lima jenis sistem kurs utama yang berlaku yaitu: sistem kurs mengambang (floating exchang rate). • Cadangan Devisa Cadangan devisa ini dapat diartikan sebagai total dana dari suatu negara. .

Kestabilan nilai rupiah sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat (UU No. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa diukur dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasi. Stabilitas nilai tukar merupakan prasyarat mutlak bagi kestabilan dan pertumbuhan perekonomian. Keuntungan utama dari sistem ini adalah negara dapat mengukur penyelesaian kursnya dalam periode yang lebih lama jika di banding dengan sistem kurs tertambat. Pada sistem kurs tetap. Mata uang yang dimasukkan dalam keranjang biasanya ditentukan oleh besarnya peranannya dalam membiayai perdagangan negara tertentu.3 Tahun 2004). dengan tujuan akhir untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. biasanya sangat tergantung pada kebijakan pemerintah yang mempertimbangkan kondisi dan fundamental ekonomi negara tersebut. Pada sistem sekeranjang mata uang.Pada sistem kurs tertambat merangkak. keuntungannya adalah sistem ini menawarkan stabilisasi mata uang suatu negara karena pergerakan mata uangnya disebar dalam sekeranjang mata uang. misalnya memiliki ketergantungantinggi terhadap sektor luar negeri maupun gangguan internal. 23 . menetapkan kurs tetap merupakan suatu kebijakan yang beresiko tinggi. Bagi negara yang sangat rentan terhadap gangguan eksternal. seperti sering mengalami gangguan alam. Bagi Indonesia stabilitas nilai tukar rupiah merupakan hal yang sangat penting. serta terhadap mata uang negara lain. Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain diukur dengan atau tercermin dari perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. negara menetapkan dan mengumumkan suatu kurs tertentu atas mata uangnya dan menjaga kurs dengan cara membeli atau menjual valas dalam jumlah yang tidak terbatas dalam kurs tersebut. karena berdasarkan sejarah krisis moneter dan keruntuhan ekonomi di Indonesia yang dimulai Juli 1997 berawal dari fluktuasi nilai rupiah yang tidak terkontrol. Kestabilan nilai rupiah adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa. UU No. terjadi jika negara melakukan sedikit perubahan terhadap mata uangnya secara periodik dengan tujuan untuk bergerak ke arah suatu nilai tertentu dalam rentang waktu tertentu. Penentuan penggunaan suatu sistem mata uang oleh suatu negara.

Berdasarkan UU No. menyebabkan nilai rupiah akan sangat tergantung pada mekanisme pasar. Implementasi kebijakan ini adalah setiap penduduk dapat membeli. 24 tahun 1999. yang secara sederhana dalam diartikan sebagai mata uang negara lain. sistem nilai tukar yang dianut oleh Indonesia adalah sistem nilai tukar mengambang (free floating exchange rate). investasi dan pembayaran luar negeri.tahun 1999 Pasal 7 tentang Bank Indonesia menyatakan secara tegas mengenai hal ini bahwa tujuan Bank Indonesia adalah memelihara stabilitas nilai tukar rupiah. Peningkatan permintaan akan rupiah dapat menyebabkan nilai tukar rupiah meningkat (apresiasi) dan sebaliknya peningkatan permintaan akan mata uang negara lain menyebabkan nilai tukar rupiah melemah (depresiasi). Indonesia yang menganut sistem devisa bebas dan sistem nilai tukar mengambang. . memiliki dan menjual devisa dan mentransfer ke segala penjuru dunia. Sejak 14 Agustus 1997. dinyatakan bahwa Indonesia menganut kebijakan devisa bebas. yang berarti bahwa setiap penduduk dapat dengan bebas memiliki dan menggunakan devisa. Devisa dapat diartikan sebagai aset dan kewajiban finansial yang digunakan dalam transaksi internasional. Nilai tukar rupiah pada suatu saat tertentu mencerminkan titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Kebijakan devisa bebas yang dianut oleh Indonesia adalah dengan pertimbangan untuk memperlancar lalulintas perdagangan. yang berarti bahwa nilai tukar rupiah akan terbentuk dan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar atau berdasarkan hukum permintaan dan penawaran di pasar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->