TAFSIR AL-MARAGHI Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Membahas Kitab Tafsir Modern

Oleh: Neneng Rohanah Abdul Bari

FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT JURUSAN TAFSIR HADIS UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1414. sehingga menjadi 1 Muhammad Ali Al-Iyazy. Tafsir al-Maraghi terdiri atas 30 juz atau dengan kata lain sesuai dengan pembagian juz Alquran. Kemudian. seperti yang telah kita bahas sebelumnya mengenai seluk beluk tafsir Al-Manar yang di karang oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Kadang-kadang nama tersebut diperpanjang dengan kata Beik.Data Kitab Judul Buku : Tafsir Al-quran Al-Karim. sekarang kita beranjak untuk mengetahui dan mempelajari kitab-kitab tafsir kontemporer (modern). hal. Pendahuluan Setelah kita mempelajari beberapa kitab-kitab tafsir klasik. di mana setiap jilid berisi 3 juz. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). yaitu membahas kitab “Tafsir Al-Maraghi”. Latar Belakang Mufassir Nama lengkapnya adalah Ahmad Musthafa bin Muhammad bin Abdul Mun’im alMaraghi. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Data-data : jilid 1 surat Al-fatihah ayat:1-surat Ali „imran ayat:92 tebal kitab: 219 Jilid 2 surat Ali „imran ayat:93-surat Al-Maidah ayat:85 tebal kitab: 216 Jilid 3 surat Al-Maidah ayat:86-surat Al‟araaf ayat:87 tebal kitab: 215 Jilid 4 surat Al-A‟araf ayat:88-surat At-Taubah ayat:93 tebal kitab: 188 Jilid 5 surat At-Taubah ayat:94-surat Yusuf ayat:52 tebal kitab: 171 Jilid 6 surat Yusuf ayat:53-surat Al-Kahfi ayat:74 tebal kitab: 183 Jilid 7 surat Al-Kahfi ayat:75-surat Al-Furqan ayat:20 tebal kitab: 167 Jilid 8 surat Al-Furqan ayat:21-surat Al-Ahzab ayat:30 tebal kitab: 160 Jilid 9 surat Al-Ahzab ayat:31-surat Fushilat ayat:46 tebal kitab: 144 Jilid 10 surat Fushilat ayat:47-surat Al-Hadid ayat:29 tebal kitab: 192 Jilid 11 surat Al-Mujadalah ayat:1-surat Annas ayat:6 tebal kitab: 198 A. yang lebih dikenal dengan Tafsir Al-Maraghi Penyusun : Syekh Ahmad Musthafa Al-Maraghi Kelahiran : Lahir pada tahun 1300 H/1883 M. B. Pembahasan a.357 2 . pada penerbitan yang kedua terdiri dari 10 jilid. di mana setiap jilid berisi 2 juz. kini kita akan membahas salah satu kitab tafsir yang merujuk kepada tafsir Al-Manar ini. Wafat pada tahun 1371 H/1952 M Madzhab : Syafi‟iy Asy-„ary1 Tahun Penyusun: 1361 H-1365 H Tahun Terbit : Tafsir al-Maraghi pertama kali diterbitkan pada tahun 1951 di Kairo. Kebanyakan yang beredar di Indonesia adalah Tafsir al-Maraghi yang diterbitkan dalam 10 jilid. Jumlah Jilid :Pada terbitan yang pertama ini. dan juga pernah diterbitkan ke dalam 15 Jilid.

Faisal Shaleh dan Syahdianor. Pendidikan dasarnya ia tempuh pada sebuah Madrasah di desanya. hanya saja ia tidak meninggalkan karya tafsir Alquran secara menyeluruh.2 Ia mempunyai 7 orang saudara. Ia juga mengikuti kuliah di Universitas Darul „Ulum Kairo. Abdullah Musthafa al-Maraghi. atas persetujuan orangtuanya.Raja Grafindo Persada). al-Maraghi melanjutkan pendidikannya ke Universitas al-Azhar di Kairo. 2 Muhammad Ali Al-Iyazy.3 Dengan kesibukannya di dua perguruan tinggi ini. Lima di antaranya laki-laki. sebab keduanya berhasil diselesaikan pada saat yang sama. Di samping itu. Sebagai mufassir. ia juga mempelajari ilmu tajwid dan dasa-dasar ilmu agama yang lain. seperti surah al-Hujurat dan lain-lain. yaitu Muhammad Musthafa al-Maraghi (pernah menjadi Grand Syekh Al-Azhar). Setelah menamatkan pendidikan dasarnya tahun 1314 H. Al-Maraghi lahir di kota Maraghah. tahun 1909 M. penterjmah. Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. jelaslah yang dimaksud di sini sebagai penulis Tafsir al-Maraghi adalah Ahmad Musthafa al-Maraghi. Nama Kota kelahirannya inilah yang kemudian melekat dan menjadi nisbah (nama belakang) bagi dirinya. sebuah kota kabupaten di tepi barat sungai Nil sekitar 70 Km di sebelah selatan kota Kairo. dan Abdul Wafa’ Mustafa al-Maraghi./1897 M. bukan keluarganya. memperbaiki bacaan. adik kandung dari Muhammad Musthafa al-Maraghi. tempat di mana ia mempelajari Alquran. Kesalahkaprahan ini terjadi karena Muhammad Musthafa al-Maraghi (kakanya) juga terkenal sebagai seorang mufassir. 1414. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). Dengan demikian. Ini berarti nama al-Maraghi bukan monopoli bagi dirinya dan keluarganya. Muhammad Musthafa juga melahirkan sejumlah karya tafsir. Ia berasal dari keluarga yang sangat tekun dalam mengabdikan diri kepada ilmu pengetahuan dan peradilan secara turun-temurun./1883 M. pada tahun 1300 H. Abdul Aziz alMaraghi. 2006. Hal ini perlu diperjelas sebab seringkali terjadi salah pengertian tentang siapa sebenarnya penulis Tafsir alMaraghi di antara kelima putra Mustahafa itu. Masa kanak-kanaknya dilalui dalam lingkungan keluarga yang religius. hal. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. hal. sehingga sebelum usi 13 tahun ia sudah menghafal seluruh ayat Alquran. al-Maraghi dapat disebut sebagai orang yang ulet. (Bandung: PT. dan menghafal ayat-ayatnya.Ahmad Musthafa al-Maraghi Beik. Ia hanya berhasil menulis tafsir beberapa bagian Alquran.357 3 Mani’ Abd Halim Mahmud.328 3 . sehingga keluarga mereka dikenal sebagai keluarga hakim.

Dan. seperti: Syekh Muhammad Abduh. Ahmad Rifa’i al-Fayumi. sebuah kota yang terletak sekitar 25 Km sebelah selatan kota Kairo.4 Merekalah antara lain yang menjadi narasumber bagi al-Maraghi. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama salah satu jalan yang ada di kota tersebut. sehingga ia tumbuh menjadi sosok intelektual muslim yang menguasai hampir seluruh cabang ilmu agama. Selama hidup.Di kedua Universitas tersebut. ia diminta sebagai Dosen Utusan untuk mengajar di Fakultas Filial Universitas al-Azhar di Qurthum. al-Maraghi juga menjadi guru di beberapa madrasah. setelah tugasnya di Sudan berakhir. b. Syekh Muhammad Bukhait al-Muthi’i. Dalam menjalankan tugas-tugasnya di Mesir. al-Maraghi mendapatkan bimbingan langsung dari tokohtokoh ternama dan ahli di bidangnya masing-masing pada waktu itu. Karya-karya Syekh Ahmad Mustafa Al-Maraghi Al-Maraghi adalah ulama kontemporer terbaik yang pernah dimiliki oleh dunia Islam. Salah satu di antaranya adalah Tafsi-r al-Maraghi. dan dipercaya memimpin Madrasah Utsman Basya di Kairo. Karena jasanya di salah satu madrasah tersebut. Banyak hal yang telah ia lakukan. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah).358 4 . Pada rentang waktu yang sama. selama empat tahun. Beberapa tahun kemudian./1952 M. pada tahun 1361 H. Ia wafat pada usia 69 tahun (1371 H. sebuah kota setingkat kabupaten yang terletak 300 Km sebelah barat daya kota Kairo. ia kembali ke Mesir dan langsung diangkat sebagai dosen Bahasa Arab di Universitas Darul „Ulum serta dosen Ilmu Balaghah dan Kebudayaan pada Fakultas Bahasa Arab di Universitas al-Azhar. al-Maraghi tinggal di daerah Hilwan. al-Maraghi dianugerahi penghargaan oleh raja Mesir. Faruq. ia terjun ke masyarakat. di antaranya Ma‟had Tarbiyah Mu‟allimah. pada tahun 1916. dan lain-lain. Selain mengajar di beberapa lembaga pendidikan yang telah disebutkan. Sudan. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Setelah menamatkan pendidikannya di Universitas al-Azhar dan Darul „Ulum. Pada tahun 1920. Ia menetap di sana sampai akhir hayatnya. hal. ia diangkat sebagai Direktur Madrasah Mu‟allimin di Fayum. 4 Muhammad Ali Al-Iyazy. 1414. khususnya di bidang pendidikan dan pengajaran. Beliau mengabdi sebagai guru di beberapa madrasah dengan mengajarkan beberapa cabang ilmu yang telah dipelajari dan dikuasainya. ia juga mewariskan kepada umat ini karya ilmiyah.). ia telah mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan dan agama.

(Semarang: PT.sebuah kitab tafsir yang muncul pada abad ke 14. Ia merasa terpanggil untuk menawarkan berbagai solusi alternatif berdasarkan 5 Teuku M. Dengan alasan kitab-kitab tafsir yang ada sangat sulit dipahami.18 5 . c. Al-Maraghi menulis karya monumentalnya ini selama kurang lebih 10 tahun. Karenanya dengan ini. Hasby As-Shiddieqy.Pustaka Rizki Putra). 5dan beredar juga dikenal di seluruh dunia Islam sampai saat ini. hal. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi. ketika al-Maraghi menulis tafsirnya ini. Karya-karyanya yang lainnya adalah:       Al-Hisbat fi al-Islâm Al-Wajîz fi Ushûl al-Fiqh „Ulûm al-Balâghah Muqaddimat at-Tafsîr Buhûts wa A-râ‟ fi Funûn al-Balâghah. 1997. bahkan diwarnai dengan berbagai istilah yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang ahli dalam bidang ilmu tersebut. al-Maraghi mampu menyelesaikan penulisan tafsir ini tanpa mengganggu aktivitas primernya sebagai seorang dosen dan pengajar. Motivasi Menulis Tafsir Yang melatarbelakangi ingin menulis tafsir adalah suatu kenyataan yang sempat disaksikan. bahwa kebanyakan orang enggan membaca kitab-kitab tafsir yang ada ditangan sendiri. sedangkan 20 jam yang tersisa digunakan untuk mengajar dan menulis. 6 Penulisan tafsir ini tidak terlepas dari rasa tanggungjawab dan tuntutan ilmiah Al-Maraghi sebagai salah seorang ulama tafsir yang melihat begitu banyak problema dalama masyarakat kontemporer yang membutuhkan pemecahan. termotivasilah diri untuk menulis tafsir dengan sengaja merubah gaya bahasa dan menyajikannya dalam bentuk sederhana dan yang mudah dipahami. para pembaca dapat memahami rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al-quran tanpa mengeluarkan energi berlebihan dalam memahaminya. ia hanya membutuhkan waktu istirahat selama 4 jam. hal. Karena komitmen dan disiplin waktu yang ketat. Dengan demikian. dan Ad-Diyânat wa al-Akhlâq Dengan segala kesibukannya.226 6 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. Menurut salah satu referensi.

karena dikhawatirkan rentan terhadap penyimpangan-penyimpangan. yaitu ma‟na ijma-li dan ma‟na tahlili. Bagi sebagian pengamat tafsir. yaitu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sudah maju dan modern.makna-makna yang terkandung dalam nash-nash Qur‟ani. dari segi sumber yang digunakan selain menggunakan ayat dan atsar. Kemudian. Namun tidak dapat dipungkiri. dan teknologi yang berkembang pesat. Dalam konteks kekinian. Bahkan. sebagian orang berpendapat bahwa Tafsir alMaraghi adalah penyempurnaan terhadap Tafsir al-Manar yang sudah ada sebelumnya. Al-Maraghi sangat menyadari kebutuhan kontemporer. ilmu pengetahuan. melakukan penafsiran dengan mengandalkan akal semata juga tidak mungkin. penafsirannya yang bersumber dari riwayat (relatif) terpelihara dari riwayat yang lemah (dha‟if) dan susah diterima akal atau tidak didukung oleh bukti-bukti secara ilmiah. alMaraghi juga menggunakan ra‟yi (nalar) sebagai sumber dalam menafsirkan ayat -ayat. merupakan keniscayaan bagi mufassir untuk melibatkan dua sumber penafsiran („aql dan naql). seiring dengan perkembangan problematika sosial. adalah guru yang paling banyak memberikan bimbingan kepada Al-Maraghi di bidang tafsir. al-Maraghi bisa disebut telah mengembangkan metode baru. Hal ini diungkapkan oleh al-Maraghi sendiri pada muqaddimahnya tafsirnya ini. Namun perlu diketahui. Metode Penulisan Tafsir Dari sisi metodologi. Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. al-Maraghi adalah mufassir yang pertama kali memperkenalkan metode tafsir yang memisahkan antara “uraian global” dan “uraian rincian”. terutama Tafsir al-Manar. selain karena jumlah riwayat (naql) yang cukup terbatas juga karena kasus-kasus yang muncul membutuhkan penjelasan yang semakin komprehensif. Karena memang hampir tidak mungkin menyusun tafsir kontemporer dengan hanya mengandalkan riwayat semata. Karena alasan ini pula lah tafsir ini tampil dengan gaya modern. sehingga tafsir itu justru tidak dapat diterima. d. Metode 6 . Tafsir al-Maraghi sangat dipengaruhi oleh tafsir-tafsir yang ada sebelumnya. sehingga penjelasan ayat-ayat di dalamnya dibagi menjadi dua kategori. Sebaliknya. Hal ini wajar karena dua penulis tafsir tersebut.

maka tafsir al-Maraghi termasuk : Tafsir lughawi (adabi) : Ialah tafsir yang menitik beratkan pada unsur bahasa. Dan menurut Prof. karena kedua pendekatan ini sangat berkaitan. ilmi (ashri).yang digunakan juga dipandang sebagai pengembangan dari metode yang digunakan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Dr. ijtima‟iy. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi. g. Sistematika Penulisan Tafsir Sistematika dan langkah-langkah penulisan yang digunakan di dalam Tafsir al-Maraghi adalah sebagai berikut:8  Menghadirkan satu. yaitu meliputi segi I‟rab dan harakat bacaannya. Dr. I‟tizali. ilmi (ashri). 1414. shufi. I‟tiqadi. Dengan demikian. adabiy.7 e. Menurut Prof. pada tafsir AlMaraghi ini mengunakan kedua pendekatan tersebut. susunan kalimat. Diantaranya ialah tafsir lughawi (adabi). falsafi. hal.20 Muhammad Ali Al-Iyazy. al fiqhi (ahkam). Quraish Shihab. dengan pendekatan rasional (aqli). hal. bayan. pembentukan kata. H. atau sekelompok ayat yang akan ditafsirkan. aliran (corak) tafsir ada: corak fiqhiy. f. dua. jadi dengan ini. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. ijma‟i. falsafiy. Pendekatan Pada muqadimmah tafsir ini sudah dijelaskan yaitu memadukan antara pendekatan tradisional-skriptual (naqli).360 7 . Ayat-ayat ini diurut sesuai tertib ayat mulai dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nas (Metode tafsir tahlili). shufi (isyari). shufiy. Dari pengertian tersebut. Corak Penafsiran Para mufasir yang mempunyai kecenderungan tersendiri dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur‟an itu akan menimbulkan aliran-aliran tafsir al-Qur‟an. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah).  Penjelasan kosa kata (syarh al-mufradat). al fiqhi. tidak semua kosa kata dalam sebuah 7 8 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. Yaitu dengan menjelaskan beberapa kosa kata yang sukar menurut ukurannya. dan kesusateraan. ilmiy. aqli (falsafi). Pengelompokan ini dilakukan dengan melihat kesatuan inti atau pokok bahasan. disamping adanya dalil-dalil dibutuhkan juga penalaran dalam penafsiran. Abdul Djalal HA bahwa aliran tafsir al Qur‟an ada tujuh yakni: tafsir lughawi (adabi).

ayat dijelaskan melainkan dipilih beberapa kata yang bersifat konotatif atau sulit bagi pembaca.  Makna ayat sacara umum (Ma’na al-Ijmali). serta mudah dipahami dan dicerna oleh akal. Kritik dan Pujian dalam Tafsir  Pujian: Ali Iyazi menyimpulkan bahwa pembahasan kitab tafsir ini mudah dipahami dan enak dicerna. h. Al-Maraghi berusaha menghindari uraian yang berteletele (al-ithnab).   Menjelaskan Asbabun nuzul Penjabaran dan penjelasan (al-Idhah). sesuai dengan kebutuhan masyarakat kelas menengah dalam memahami Al-Qur‟an. *Menghindari istilah dan teori ilmu pengetahuan yang sukar dipahami. *Gaya bahasa yang mudah. yang dimaksudkan agar pembaca sebelum melangkah kepada penafsiran yang lebih rinci dan luas ia sudah memiliki pandangan umum yang dapat digunakan sebagai asumsi dasar dalam memahami maksud ayat tersebut lebih lanjut. Dalam hal ini. al-Maraghi berusaha menggambarkan maksud ayat secara global. Kelebihan dan kekurangan dalam Tafsir  Kelebihan: *Dalam memberikan penjelasan. j. serta relevan dengan problematika yang muncul pada masa kontemporer. *Menyesuaikan bahasa dengan perkembangan zaman. Sumber dan Rujukan Penafsiran Adapun beberapa sumber dan rujukan dalam penafsiran ini. Penjelasan tersebut dikemas dengan bahasa yang sederhana. * Selektif dalam memilih kisah-kisah yang terdapat didalam kitab tafsir  Kekurangan: * i. padat. diantaranya adalah:   Tafsir Ibnu Jarir At-thabari Tafsir Al-Kasyaf karya Az-zamakhsyari 8 . singkat.

Dan beliau menafsirkan Al-quran ini sesuai dengan Tartibul mushaf yaitu menafsirkan ayat dari surat Al-Fatihah-surat An-Nass. gaya bahasa yang mudah dipahami. sehingga mufassir ini memiliki kecenderungan dalam tafsir. Wallahu a’lam 9 . Meskipun demikian. dan masalah-masalah yang dibahas benar-benar didukung dengan hujjah .                Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhruddin Ar-Razy Tafsir Anwarut tanzil karya Imam Al-Baidhawy Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha Tafsir Bahrul Muhit karya Abu Hayyan Al-Andalusi Tafsir Ruhul Ma‟aniy karya Al-Alusi Tafsir Abi Muslim Al-Ashfahaniy Tafsir Al-Qadi Abi Bakar Al-Baqilaniy Tafsir Al-Katib Assyarbiniy Tafsir Ma‟alim at-tanzil karya imam Al-Baghawy Tafsir Al-Jawahir Tafsir Al-Basit karya An-Naisabury Gharaibul Quran karya Muhammad Al-Qummy Sirah Ibnu Hisyam Lisanul „Arab karya Ibnu Mansyur Al-Afriqy Syarah Al-Qamus karya Fairuzzabadi Dan lain sebagainya C. bukti-bukti nyata serta berbagai percobaan yang diperlukan. Penutup Kesimpulan Dari penjelasan diatas. bahwasanya tafsir Al-Maraghi adalah karya Ahmad Mustafa AlMaraghi adik kandung dari Mustafa Al-Maraghi. dan komentar-komentar sebagai pujian dan kritik. dan kecenderungan tafsir ini adalah lughawi/adabi. banyak sumber rujukan yang digunakan dalam penafsiran ini. adapun kelebihan dan kekurangan dalam tafsir ini. dalam penafsiran beliau menggunakan metode tahlili (analisis). tafsir ini disusun karena ingin memberikan kemudahan dalam pemahaman Al-quran bagi masyarakat dengan penyajian yang begitu sistematis. serta pendekatan naqli dan aqli.

DAFTAR PUSTAKA Hasan Abidu. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir.Pustaka Rizki Putra) Al-Quran dan Terjemahannya. Teuku M. 1950. Tafsir Al-Maraghi. 1997. Mani‟ Abd Halim . Hasby . Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. (Bandung: PT.Raja Grafindo Persada) Al-Maraghi. 2006. (Tangerang: Gaya Media Pratama) Al-Iyazy Muhammad Ali. 1616. 10 . (Teheran:Waziqaf al-Irsyad al-Islamiyyah) Mahmud. (Semarang: PT. (Kairo: Musthafa Al-Babi Al-Halabi) As-Shiddieqy. Yunus. Tafsir Al-quran Sejarah dan Metode Para Mufassir. Ahmad Mustafa. 2007. Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful