TAFSIR AL-MARAGHI Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Membahas Kitab Tafsir Modern

Oleh: Neneng Rohanah Abdul Bari

FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT JURUSAN TAFSIR HADIS UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

yaitu membahas kitab “Tafsir Al-Maraghi”. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). di mana setiap jilid berisi 3 juz. sekarang kita beranjak untuk mengetahui dan mempelajari kitab-kitab tafsir kontemporer (modern). sehingga menjadi 1 Muhammad Ali Al-Iyazy. hal. 1414.357 2 . Pendahuluan Setelah kita mempelajari beberapa kitab-kitab tafsir klasik. B. seperti yang telah kita bahas sebelumnya mengenai seluk beluk tafsir Al-Manar yang di karang oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. di mana setiap jilid berisi 2 juz. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Tafsir al-Maraghi terdiri atas 30 juz atau dengan kata lain sesuai dengan pembagian juz Alquran. Wafat pada tahun 1371 H/1952 M Madzhab : Syafi‟iy Asy-„ary1 Tahun Penyusun: 1361 H-1365 H Tahun Terbit : Tafsir al-Maraghi pertama kali diterbitkan pada tahun 1951 di Kairo. Data-data : jilid 1 surat Al-fatihah ayat:1-surat Ali „imran ayat:92 tebal kitab: 219 Jilid 2 surat Ali „imran ayat:93-surat Al-Maidah ayat:85 tebal kitab: 216 Jilid 3 surat Al-Maidah ayat:86-surat Al‟araaf ayat:87 tebal kitab: 215 Jilid 4 surat Al-A‟araf ayat:88-surat At-Taubah ayat:93 tebal kitab: 188 Jilid 5 surat At-Taubah ayat:94-surat Yusuf ayat:52 tebal kitab: 171 Jilid 6 surat Yusuf ayat:53-surat Al-Kahfi ayat:74 tebal kitab: 183 Jilid 7 surat Al-Kahfi ayat:75-surat Al-Furqan ayat:20 tebal kitab: 167 Jilid 8 surat Al-Furqan ayat:21-surat Al-Ahzab ayat:30 tebal kitab: 160 Jilid 9 surat Al-Ahzab ayat:31-surat Fushilat ayat:46 tebal kitab: 144 Jilid 10 surat Fushilat ayat:47-surat Al-Hadid ayat:29 tebal kitab: 192 Jilid 11 surat Al-Mujadalah ayat:1-surat Annas ayat:6 tebal kitab: 198 A. Kebanyakan yang beredar di Indonesia adalah Tafsir al-Maraghi yang diterbitkan dalam 10 jilid. Pembahasan a. kini kita akan membahas salah satu kitab tafsir yang merujuk kepada tafsir Al-Manar ini. Kemudian. Kadang-kadang nama tersebut diperpanjang dengan kata Beik. Latar Belakang Mufassir Nama lengkapnya adalah Ahmad Musthafa bin Muhammad bin Abdul Mun’im alMaraghi. dan juga pernah diterbitkan ke dalam 15 Jilid. pada penerbitan yang kedua terdiri dari 10 jilid. Jumlah Jilid :Pada terbitan yang pertama ini.Data Kitab Judul Buku : Tafsir Al-quran Al-Karim. yang lebih dikenal dengan Tafsir Al-Maraghi Penyusun : Syekh Ahmad Musthafa Al-Maraghi Kelahiran : Lahir pada tahun 1300 H/1883 M.

2 Ia mempunyai 7 orang saudara. Pendidikan dasarnya ia tempuh pada sebuah Madrasah di desanya./1897 M. seperti surah al-Hujurat dan lain-lain. dan Abdul Wafa’ Mustafa al-Maraghi. hanya saja ia tidak meninggalkan karya tafsir Alquran secara menyeluruh. Abdullah Musthafa al-Maraghi. Sebagai mufassir. Nama Kota kelahirannya inilah yang kemudian melekat dan menjadi nisbah (nama belakang) bagi dirinya.Ahmad Musthafa al-Maraghi Beik. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. jelaslah yang dimaksud di sini sebagai penulis Tafsir al-Maraghi adalah Ahmad Musthafa al-Maraghi. ia juga mempelajari ilmu tajwid dan dasa-dasar ilmu agama yang lain. pada tahun 1300 H. penterjmah./1883 M. tahun 1909 M. dan menghafal ayat-ayatnya. al-Maraghi melanjutkan pendidikannya ke Universitas al-Azhar di Kairo.3 Dengan kesibukannya di dua perguruan tinggi ini.328 3 . (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). tempat di mana ia mempelajari Alquran. Masa kanak-kanaknya dilalui dalam lingkungan keluarga yang religius. Kesalahkaprahan ini terjadi karena Muhammad Musthafa al-Maraghi (kakanya) juga terkenal sebagai seorang mufassir. (Bandung: PT. sehingga sebelum usi 13 tahun ia sudah menghafal seluruh ayat Alquran. Ini berarti nama al-Maraghi bukan monopoli bagi dirinya dan keluarganya. Muhammad Musthafa juga melahirkan sejumlah karya tafsir. bukan keluarganya. Abdul Aziz alMaraghi. Ia hanya berhasil menulis tafsir beberapa bagian Alquran. sehingga keluarga mereka dikenal sebagai keluarga hakim. Faisal Shaleh dan Syahdianor. Al-Maraghi lahir di kota Maraghah. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya tahun 1314 H. Ia juga mengikuti kuliah di Universitas Darul „Ulum Kairo. 2006.357 3 Mani’ Abd Halim Mahmud. hal. sebuah kota kabupaten di tepi barat sungai Nil sekitar 70 Km di sebelah selatan kota Kairo. Hal ini perlu diperjelas sebab seringkali terjadi salah pengertian tentang siapa sebenarnya penulis Tafsir alMaraghi di antara kelima putra Mustahafa itu. adik kandung dari Muhammad Musthafa al-Maraghi. Di samping itu. hal. atas persetujuan orangtuanya. Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. 2 Muhammad Ali Al-Iyazy. memperbaiki bacaan. Lima di antaranya laki-laki. Ia berasal dari keluarga yang sangat tekun dalam mengabdikan diri kepada ilmu pengetahuan dan peradilan secara turun-temurun.Raja Grafindo Persada). yaitu Muhammad Musthafa al-Maraghi (pernah menjadi Grand Syekh Al-Azhar). Dengan demikian. sebab keduanya berhasil diselesaikan pada saat yang sama. al-Maraghi dapat disebut sebagai orang yang ulet. 1414.

). 1414.4 Merekalah antara lain yang menjadi narasumber bagi al-Maraghi. dan lain-lain. ia terjun ke masyarakat. seperti: Syekh Muhammad Abduh. ia telah mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan dan agama. Karena jasanya di salah satu madrasah tersebut. b. ia juga mewariskan kepada umat ini karya ilmiyah. hal. ia kembali ke Mesir dan langsung diangkat sebagai dosen Bahasa Arab di Universitas Darul „Ulum serta dosen Ilmu Balaghah dan Kebudayaan pada Fakultas Bahasa Arab di Universitas al-Azhar. Ia wafat pada usia 69 tahun (1371 H. pada tahun 1916. ia diminta sebagai Dosen Utusan untuk mengajar di Fakultas Filial Universitas al-Azhar di Qurthum.Di kedua Universitas tersebut. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). Salah satu di antaranya adalah Tafsi-r al-Maraghi. Sudan. Syekh Muhammad Bukhait al-Muthi’i. Karya-karya Syekh Ahmad Mustafa Al-Maraghi Al-Maraghi adalah ulama kontemporer terbaik yang pernah dimiliki oleh dunia Islam. Dan. khususnya di bidang pendidikan dan pengajaran. al-Maraghi tinggal di daerah Hilwan. Selain mengajar di beberapa lembaga pendidikan yang telah disebutkan. al-Maraghi mendapatkan bimbingan langsung dari tokohtokoh ternama dan ahli di bidangnya masing-masing pada waktu itu. sebuah kota yang terletak sekitar 25 Km sebelah selatan kota Kairo. dan dipercaya memimpin Madrasah Utsman Basya di Kairo. al-Maraghi dianugerahi penghargaan oleh raja Mesir. Beliau mengabdi sebagai guru di beberapa madrasah dengan mengajarkan beberapa cabang ilmu yang telah dipelajari dan dikuasainya. 4 Muhammad Ali Al-Iyazy. Banyak hal yang telah ia lakukan. selama empat tahun. Pada tahun 1920. al-Maraghi juga menjadi guru di beberapa madrasah. sebuah kota setingkat kabupaten yang terletak 300 Km sebelah barat daya kota Kairo. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Beberapa tahun kemudian. Ahmad Rifa’i al-Fayumi. Pada rentang waktu yang sama. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama salah satu jalan yang ada di kota tersebut. Setelah menamatkan pendidikannya di Universitas al-Azhar dan Darul „Ulum. sehingga ia tumbuh menjadi sosok intelektual muslim yang menguasai hampir seluruh cabang ilmu agama. di antaranya Ma‟had Tarbiyah Mu‟allimah. ia diangkat sebagai Direktur Madrasah Mu‟allimin di Fayum./1952 M. pada tahun 1361 H. Selama hidup. setelah tugasnya di Sudan berakhir. Ia menetap di sana sampai akhir hayatnya. Dalam menjalankan tugas-tugasnya di Mesir. Faruq.358 4 .

Dengan alasan kitab-kitab tafsir yang ada sangat sulit dipahami. Ia merasa terpanggil untuk menawarkan berbagai solusi alternatif berdasarkan 5 Teuku M. al-Maraghi mampu menyelesaikan penulisan tafsir ini tanpa mengganggu aktivitas primernya sebagai seorang dosen dan pengajar. dan Ad-Diyânat wa al-Akhlâq Dengan segala kesibukannya. bahwa kebanyakan orang enggan membaca kitab-kitab tafsir yang ada ditangan sendiri. hal. 1997. Karena komitmen dan disiplin waktu yang ketat. sedangkan 20 jam yang tersisa digunakan untuk mengajar dan menulis. bahkan diwarnai dengan berbagai istilah yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang ahli dalam bidang ilmu tersebut. para pembaca dapat memahami rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al-quran tanpa mengeluarkan energi berlebihan dalam memahaminya. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi. Al-Maraghi menulis karya monumentalnya ini selama kurang lebih 10 tahun.18 5 . Motivasi Menulis Tafsir Yang melatarbelakangi ingin menulis tafsir adalah suatu kenyataan yang sempat disaksikan. hal. Menurut salah satu referensi. ketika al-Maraghi menulis tafsirnya ini. c. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. termotivasilah diri untuk menulis tafsir dengan sengaja merubah gaya bahasa dan menyajikannya dalam bentuk sederhana dan yang mudah dipahami. Dengan demikian.Pustaka Rizki Putra). ia hanya membutuhkan waktu istirahat selama 4 jam.226 6 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. 6 Penulisan tafsir ini tidak terlepas dari rasa tanggungjawab dan tuntutan ilmiah Al-Maraghi sebagai salah seorang ulama tafsir yang melihat begitu banyak problema dalama masyarakat kontemporer yang membutuhkan pemecahan. Karenanya dengan ini. Karya-karyanya yang lainnya adalah:       Al-Hisbat fi al-Islâm Al-Wajîz fi Ushûl al-Fiqh „Ulûm al-Balâghah Muqaddimat at-Tafsîr Buhûts wa A-râ‟ fi Funûn al-Balâghah. (Semarang: PT.sebuah kitab tafsir yang muncul pada abad ke 14. Hasby As-Shiddieqy. 5dan beredar juga dikenal di seluruh dunia Islam sampai saat ini.

penafsirannya yang bersumber dari riwayat (relatif) terpelihara dari riwayat yang lemah (dha‟if) dan susah diterima akal atau tidak didukung oleh bukti-bukti secara ilmiah. selain karena jumlah riwayat (naql) yang cukup terbatas juga karena kasus-kasus yang muncul membutuhkan penjelasan yang semakin komprehensif. terutama Tafsir al-Manar. al-Maraghi adalah mufassir yang pertama kali memperkenalkan metode tafsir yang memisahkan antara “uraian global” dan “uraian rincian”. yaitu ma‟na ijma-li dan ma‟na tahlili. Bahkan. Tafsir al-Maraghi sangat dipengaruhi oleh tafsir-tafsir yang ada sebelumnya. melakukan penafsiran dengan mengandalkan akal semata juga tidak mungkin. Karena alasan ini pula lah tafsir ini tampil dengan gaya modern. sebagian orang berpendapat bahwa Tafsir alMaraghi adalah penyempurnaan terhadap Tafsir al-Manar yang sudah ada sebelumnya. dari segi sumber yang digunakan selain menggunakan ayat dan atsar. alMaraghi juga menggunakan ra‟yi (nalar) sebagai sumber dalam menafsirkan ayat -ayat. dan teknologi yang berkembang pesat. al-Maraghi bisa disebut telah mengembangkan metode baru. Kemudian. yaitu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sudah maju dan modern. merupakan keniscayaan bagi mufassir untuk melibatkan dua sumber penafsiran („aql dan naql). d. Al-Maraghi sangat menyadari kebutuhan kontemporer. Namun tidak dapat dipungkiri. karena dikhawatirkan rentan terhadap penyimpangan-penyimpangan. adalah guru yang paling banyak memberikan bimbingan kepada Al-Maraghi di bidang tafsir. sehingga penjelasan ayat-ayat di dalamnya dibagi menjadi dua kategori. seiring dengan perkembangan problematika sosial. sehingga tafsir itu justru tidak dapat diterima. Dalam konteks kekinian. ilmu pengetahuan. Namun perlu diketahui. Hal ini diungkapkan oleh al-Maraghi sendiri pada muqaddimahnya tafsirnya ini. Hal ini wajar karena dua penulis tafsir tersebut. Karena memang hampir tidak mungkin menyusun tafsir kontemporer dengan hanya mengandalkan riwayat semata. Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Metode Penulisan Tafsir Dari sisi metodologi. Metode 6 . Bagi sebagian pengamat tafsir.makna-makna yang terkandung dalam nash-nash Qur‟ani. Sebaliknya.

shufi. dua. aqli (falsafi). dengan pendekatan rasional (aqli). jadi dengan ini. adabiy. atau sekelompok ayat yang akan ditafsirkan.7 e. Menurut Prof. ilmi (ashri). disamping adanya dalil-dalil dibutuhkan juga penalaran dalam penafsiran.yang digunakan juga dipandang sebagai pengembangan dari metode yang digunakan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Quraish Shihab. hal. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). I‟tiqadi. tidak semua kosa kata dalam sebuah 7 8 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. Diantaranya ialah tafsir lughawi (adabi). aliran (corak) tafsir ada: corak fiqhiy. falsafiy. Dari pengertian tersebut. ilmiy. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Dan menurut Prof. falsafi.  Penjelasan kosa kata (syarh al-mufradat). Sistematika Penulisan Tafsir Sistematika dan langkah-langkah penulisan yang digunakan di dalam Tafsir al-Maraghi adalah sebagai berikut:8  Menghadirkan satu. f. Pengelompokan ini dilakukan dengan melihat kesatuan inti atau pokok bahasan. susunan kalimat. Corak Penafsiran Para mufasir yang mempunyai kecenderungan tersendiri dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur‟an itu akan menimbulkan aliran-aliran tafsir al-Qur‟an.20 Muhammad Ali Al-Iyazy. ilmi (ashri). shufiy. Dr. Ayat-ayat ini diurut sesuai tertib ayat mulai dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nas (Metode tafsir tahlili). Dr. pada tafsir AlMaraghi ini mengunakan kedua pendekatan tersebut. shufi (isyari). al fiqhi. g. Yaitu dengan menjelaskan beberapa kosa kata yang sukar menurut ukurannya. pembentukan kata. 1414. bayan. dan kesusateraan. Dengan demikian.360 7 . yaitu meliputi segi I‟rab dan harakat bacaannya. ijma‟i. hal. H. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi. al fiqhi (ahkam). karena kedua pendekatan ini sangat berkaitan. Pendekatan Pada muqadimmah tafsir ini sudah dijelaskan yaitu memadukan antara pendekatan tradisional-skriptual (naqli). ijtima‟iy. maka tafsir al-Maraghi termasuk : Tafsir lughawi (adabi) : Ialah tafsir yang menitik beratkan pada unsur bahasa. I‟tizali. Abdul Djalal HA bahwa aliran tafsir al Qur‟an ada tujuh yakni: tafsir lughawi (adabi).

sesuai dengan kebutuhan masyarakat kelas menengah dalam memahami Al-Qur‟an. j. Sumber dan Rujukan Penafsiran Adapun beberapa sumber dan rujukan dalam penafsiran ini. Kritik dan Pujian dalam Tafsir  Pujian: Ali Iyazi menyimpulkan bahwa pembahasan kitab tafsir ini mudah dipahami dan enak dicerna. yang dimaksudkan agar pembaca sebelum melangkah kepada penafsiran yang lebih rinci dan luas ia sudah memiliki pandangan umum yang dapat digunakan sebagai asumsi dasar dalam memahami maksud ayat tersebut lebih lanjut. serta relevan dengan problematika yang muncul pada masa kontemporer. *Gaya bahasa yang mudah. padat.ayat dijelaskan melainkan dipilih beberapa kata yang bersifat konotatif atau sulit bagi pembaca. Kelebihan dan kekurangan dalam Tafsir  Kelebihan: *Dalam memberikan penjelasan. Penjelasan tersebut dikemas dengan bahasa yang sederhana. serta mudah dipahami dan dicerna oleh akal. *Menyesuaikan bahasa dengan perkembangan zaman. al-Maraghi berusaha menggambarkan maksud ayat secara global. Al-Maraghi berusaha menghindari uraian yang berteletele (al-ithnab).   Menjelaskan Asbabun nuzul Penjabaran dan penjelasan (al-Idhah). Dalam hal ini. diantaranya adalah:   Tafsir Ibnu Jarir At-thabari Tafsir Al-Kasyaf karya Az-zamakhsyari 8 .  Makna ayat sacara umum (Ma’na al-Ijmali). * Selektif dalam memilih kisah-kisah yang terdapat didalam kitab tafsir  Kekurangan: * i. singkat. h. *Menghindari istilah dan teori ilmu pengetahuan yang sukar dipahami.

sehingga mufassir ini memiliki kecenderungan dalam tafsir.                Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhruddin Ar-Razy Tafsir Anwarut tanzil karya Imam Al-Baidhawy Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha Tafsir Bahrul Muhit karya Abu Hayyan Al-Andalusi Tafsir Ruhul Ma‟aniy karya Al-Alusi Tafsir Abi Muslim Al-Ashfahaniy Tafsir Al-Qadi Abi Bakar Al-Baqilaniy Tafsir Al-Katib Assyarbiniy Tafsir Ma‟alim at-tanzil karya imam Al-Baghawy Tafsir Al-Jawahir Tafsir Al-Basit karya An-Naisabury Gharaibul Quran karya Muhammad Al-Qummy Sirah Ibnu Hisyam Lisanul „Arab karya Ibnu Mansyur Al-Afriqy Syarah Al-Qamus karya Fairuzzabadi Dan lain sebagainya C. gaya bahasa yang mudah dipahami. bahwasanya tafsir Al-Maraghi adalah karya Ahmad Mustafa AlMaraghi adik kandung dari Mustafa Al-Maraghi. dan masalah-masalah yang dibahas benar-benar didukung dengan hujjah . tafsir ini disusun karena ingin memberikan kemudahan dalam pemahaman Al-quran bagi masyarakat dengan penyajian yang begitu sistematis. Meskipun demikian. Dan beliau menafsirkan Al-quran ini sesuai dengan Tartibul mushaf yaitu menafsirkan ayat dari surat Al-Fatihah-surat An-Nass. dan kecenderungan tafsir ini adalah lughawi/adabi. dan komentar-komentar sebagai pujian dan kritik. bukti-bukti nyata serta berbagai percobaan yang diperlukan. dalam penafsiran beliau menggunakan metode tahlili (analisis). banyak sumber rujukan yang digunakan dalam penafsiran ini. adapun kelebihan dan kekurangan dalam tafsir ini. serta pendekatan naqli dan aqli. Penutup Kesimpulan Dari penjelasan diatas. Wallahu a’lam 9 .

(Bandung: PT. Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. 2006. Yunus. (Kairo: Musthafa Al-Babi Al-Halabi) As-Shiddieqy. 2007. (Tangerang: Gaya Media Pratama) Al-Iyazy Muhammad Ali. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Tafsir Al-Maraghi. Tafsir Al-quran Sejarah dan Metode Para Mufassir.DAFTAR PUSTAKA Hasan Abidu. Ahmad Mustafa.Pustaka Rizki Putra) Al-Quran dan Terjemahannya.Raja Grafindo Persada) Al-Maraghi. 1950. 1616. Hasby . Teuku M. (Semarang: PT. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. 1997. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad al-Islamiyyah) Mahmud. 10 . Mani‟ Abd Halim .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful