P. 1
Tafsir Al Maraghi

Tafsir Al Maraghi

|Views: 2,068|Likes:
Published by Muhammad Raa Kinana
Makalah tentang tafsir Al-Maraghi
Makalah tentang tafsir Al-Maraghi

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Muhammad Raa Kinana on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

TAFSIR AL-MARAGHI Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Membahas Kitab Tafsir Modern

Oleh: Neneng Rohanah Abdul Bari

FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT JURUSAN TAFSIR HADIS UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

dan juga pernah diterbitkan ke dalam 15 Jilid.Data Kitab Judul Buku : Tafsir Al-quran Al-Karim. yaitu membahas kitab “Tafsir Al-Maraghi”. sekarang kita beranjak untuk mengetahui dan mempelajari kitab-kitab tafsir kontemporer (modern). Jumlah Jilid :Pada terbitan yang pertama ini. Latar Belakang Mufassir Nama lengkapnya adalah Ahmad Musthafa bin Muhammad bin Abdul Mun’im alMaraghi. Pendahuluan Setelah kita mempelajari beberapa kitab-kitab tafsir klasik.357 2 . di mana setiap jilid berisi 3 juz. kini kita akan membahas salah satu kitab tafsir yang merujuk kepada tafsir Al-Manar ini. pada penerbitan yang kedua terdiri dari 10 jilid. Pembahasan a. Kemudian. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. hal. Kadang-kadang nama tersebut diperpanjang dengan kata Beik. Tafsir al-Maraghi terdiri atas 30 juz atau dengan kata lain sesuai dengan pembagian juz Alquran. B. di mana setiap jilid berisi 2 juz. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). seperti yang telah kita bahas sebelumnya mengenai seluk beluk tafsir Al-Manar yang di karang oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. 1414. Data-data : jilid 1 surat Al-fatihah ayat:1-surat Ali „imran ayat:92 tebal kitab: 219 Jilid 2 surat Ali „imran ayat:93-surat Al-Maidah ayat:85 tebal kitab: 216 Jilid 3 surat Al-Maidah ayat:86-surat Al‟araaf ayat:87 tebal kitab: 215 Jilid 4 surat Al-A‟araf ayat:88-surat At-Taubah ayat:93 tebal kitab: 188 Jilid 5 surat At-Taubah ayat:94-surat Yusuf ayat:52 tebal kitab: 171 Jilid 6 surat Yusuf ayat:53-surat Al-Kahfi ayat:74 tebal kitab: 183 Jilid 7 surat Al-Kahfi ayat:75-surat Al-Furqan ayat:20 tebal kitab: 167 Jilid 8 surat Al-Furqan ayat:21-surat Al-Ahzab ayat:30 tebal kitab: 160 Jilid 9 surat Al-Ahzab ayat:31-surat Fushilat ayat:46 tebal kitab: 144 Jilid 10 surat Fushilat ayat:47-surat Al-Hadid ayat:29 tebal kitab: 192 Jilid 11 surat Al-Mujadalah ayat:1-surat Annas ayat:6 tebal kitab: 198 A. yang lebih dikenal dengan Tafsir Al-Maraghi Penyusun : Syekh Ahmad Musthafa Al-Maraghi Kelahiran : Lahir pada tahun 1300 H/1883 M. Kebanyakan yang beredar di Indonesia adalah Tafsir al-Maraghi yang diterbitkan dalam 10 jilid. sehingga menjadi 1 Muhammad Ali Al-Iyazy. Wafat pada tahun 1371 H/1952 M Madzhab : Syafi‟iy Asy-„ary1 Tahun Penyusun: 1361 H-1365 H Tahun Terbit : Tafsir al-Maraghi pertama kali diterbitkan pada tahun 1951 di Kairo.

dan Abdul Wafa’ Mustafa al-Maraghi. tempat di mana ia mempelajari Alquran. Hal ini perlu diperjelas sebab seringkali terjadi salah pengertian tentang siapa sebenarnya penulis Tafsir alMaraghi di antara kelima putra Mustahafa itu.328 3 . Muhammad Musthafa juga melahirkan sejumlah karya tafsir. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir.Ahmad Musthafa al-Maraghi Beik. sehingga keluarga mereka dikenal sebagai keluarga hakim. Ia hanya berhasil menulis tafsir beberapa bagian Alquran. Al-Maraghi lahir di kota Maraghah. sehingga sebelum usi 13 tahun ia sudah menghafal seluruh ayat Alquran. Abdullah Musthafa al-Maraghi. sebuah kota kabupaten di tepi barat sungai Nil sekitar 70 Km di sebelah selatan kota Kairo. memperbaiki bacaan. jelaslah yang dimaksud di sini sebagai penulis Tafsir al-Maraghi adalah Ahmad Musthafa al-Maraghi. adik kandung dari Muhammad Musthafa al-Maraghi. dan menghafal ayat-ayatnya. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya tahun 1314 H. pada tahun 1300 H. Dengan demikian. (Bandung: PT.2 Ia mempunyai 7 orang saudara. yaitu Muhammad Musthafa al-Maraghi (pernah menjadi Grand Syekh Al-Azhar).357 3 Mani’ Abd Halim Mahmud. Abdul Aziz alMaraghi. Kesalahkaprahan ini terjadi karena Muhammad Musthafa al-Maraghi (kakanya) juga terkenal sebagai seorang mufassir. al-Maraghi dapat disebut sebagai orang yang ulet.Raja Grafindo Persada)./1897 M. bukan keluarganya. penterjmah. sebab keduanya berhasil diselesaikan pada saat yang sama. al-Maraghi melanjutkan pendidikannya ke Universitas al-Azhar di Kairo. Masa kanak-kanaknya dilalui dalam lingkungan keluarga yang religius. 1414. 2 Muhammad Ali Al-Iyazy. 2006. Pendidikan dasarnya ia tempuh pada sebuah Madrasah di desanya. Lima di antaranya laki-laki. Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir./1883 M. Ia berasal dari keluarga yang sangat tekun dalam mengabdikan diri kepada ilmu pengetahuan dan peradilan secara turun-temurun. Ini berarti nama al-Maraghi bukan monopoli bagi dirinya dan keluarganya. Ia juga mengikuti kuliah di Universitas Darul „Ulum Kairo. Faisal Shaleh dan Syahdianor. seperti surah al-Hujurat dan lain-lain. Sebagai mufassir. tahun 1909 M. hal. hanya saja ia tidak meninggalkan karya tafsir Alquran secara menyeluruh. Di samping itu.3 Dengan kesibukannya di dua perguruan tinggi ini. ia juga mempelajari ilmu tajwid dan dasa-dasar ilmu agama yang lain. Nama Kota kelahirannya inilah yang kemudian melekat dan menjadi nisbah (nama belakang) bagi dirinya. hal. atas persetujuan orangtuanya.

Ia wafat pada usia 69 tahun (1371 H. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. seperti: Syekh Muhammad Abduh. dan dipercaya memimpin Madrasah Utsman Basya di Kairo. al-Maraghi juga menjadi guru di beberapa madrasah. Ahmad Rifa’i al-Fayumi. Syekh Muhammad Bukhait al-Muthi’i. di antaranya Ma‟had Tarbiyah Mu‟allimah. khususnya di bidang pendidikan dan pengajaran. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah)./1952 M. Setelah menamatkan pendidikannya di Universitas al-Azhar dan Darul „Ulum. Sudan. ia diminta sebagai Dosen Utusan untuk mengajar di Fakultas Filial Universitas al-Azhar di Qurthum. Beliau mengabdi sebagai guru di beberapa madrasah dengan mengajarkan beberapa cabang ilmu yang telah dipelajari dan dikuasainya. pada tahun 1916. Pada tahun 1920. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama salah satu jalan yang ada di kota tersebut. Karya-karya Syekh Ahmad Mustafa Al-Maraghi Al-Maraghi adalah ulama kontemporer terbaik yang pernah dimiliki oleh dunia Islam. Ia menetap di sana sampai akhir hayatnya. Dalam menjalankan tugas-tugasnya di Mesir. al-Maraghi mendapatkan bimbingan langsung dari tokohtokoh ternama dan ahli di bidangnya masing-masing pada waktu itu. ia telah mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan dan agama. 1414. 4 Muhammad Ali Al-Iyazy. Karena jasanya di salah satu madrasah tersebut. ia juga mewariskan kepada umat ini karya ilmiyah. sebuah kota setingkat kabupaten yang terletak 300 Km sebelah barat daya kota Kairo. ia diangkat sebagai Direktur Madrasah Mu‟allimin di Fayum. Salah satu di antaranya adalah Tafsi-r al-Maraghi. Banyak hal yang telah ia lakukan. al-Maraghi tinggal di daerah Hilwan.Di kedua Universitas tersebut. sehingga ia tumbuh menjadi sosok intelektual muslim yang menguasai hampir seluruh cabang ilmu agama. Selain mengajar di beberapa lembaga pendidikan yang telah disebutkan. al-Maraghi dianugerahi penghargaan oleh raja Mesir. Pada rentang waktu yang sama. Dan. pada tahun 1361 H. selama empat tahun. Selama hidup. sebuah kota yang terletak sekitar 25 Km sebelah selatan kota Kairo. Beberapa tahun kemudian. hal. ia kembali ke Mesir dan langsung diangkat sebagai dosen Bahasa Arab di Universitas Darul „Ulum serta dosen Ilmu Balaghah dan Kebudayaan pada Fakultas Bahasa Arab di Universitas al-Azhar. setelah tugasnya di Sudan berakhir.358 4 .4 Merekalah antara lain yang menjadi narasumber bagi al-Maraghi. dan lain-lain. ia terjun ke masyarakat. Faruq.). b.

dan Ad-Diyânat wa al-Akhlâq Dengan segala kesibukannya. hal. c. termotivasilah diri untuk menulis tafsir dengan sengaja merubah gaya bahasa dan menyajikannya dalam bentuk sederhana dan yang mudah dipahami. Karya-karyanya yang lainnya adalah:       Al-Hisbat fi al-Islâm Al-Wajîz fi Ushûl al-Fiqh „Ulûm al-Balâghah Muqaddimat at-Tafsîr Buhûts wa A-râ‟ fi Funûn al-Balâghah. para pembaca dapat memahami rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al-quran tanpa mengeluarkan energi berlebihan dalam memahaminya. bahkan diwarnai dengan berbagai istilah yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang ahli dalam bidang ilmu tersebut. ia hanya membutuhkan waktu istirahat selama 4 jam. Dengan alasan kitab-kitab tafsir yang ada sangat sulit dipahami. Dengan demikian. Motivasi Menulis Tafsir Yang melatarbelakangi ingin menulis tafsir adalah suatu kenyataan yang sempat disaksikan. Ia merasa terpanggil untuk menawarkan berbagai solusi alternatif berdasarkan 5 Teuku M. bahwa kebanyakan orang enggan membaca kitab-kitab tafsir yang ada ditangan sendiri. 1997. sedangkan 20 jam yang tersisa digunakan untuk mengajar dan menulis.Pustaka Rizki Putra). Al-Maraghi menulis karya monumentalnya ini selama kurang lebih 10 tahun. Karenanya dengan ini.sebuah kitab tafsir yang muncul pada abad ke 14.18 5 . Menurut salah satu referensi. al-Maraghi mampu menyelesaikan penulisan tafsir ini tanpa mengganggu aktivitas primernya sebagai seorang dosen dan pengajar. 6 Penulisan tafsir ini tidak terlepas dari rasa tanggungjawab dan tuntutan ilmiah Al-Maraghi sebagai salah seorang ulama tafsir yang melihat begitu banyak problema dalama masyarakat kontemporer yang membutuhkan pemecahan. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi. hal. ketika al-Maraghi menulis tafsirnya ini. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Karena komitmen dan disiplin waktu yang ketat. 5dan beredar juga dikenal di seluruh dunia Islam sampai saat ini. Hasby As-Shiddieqy.226 6 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. (Semarang: PT.

karena dikhawatirkan rentan terhadap penyimpangan-penyimpangan. d. al-Maraghi adalah mufassir yang pertama kali memperkenalkan metode tafsir yang memisahkan antara “uraian global” dan “uraian rincian”. melakukan penafsiran dengan mengandalkan akal semata juga tidak mungkin. Kemudian. sehingga penjelasan ayat-ayat di dalamnya dibagi menjadi dua kategori. alMaraghi juga menggunakan ra‟yi (nalar) sebagai sumber dalam menafsirkan ayat -ayat. penafsirannya yang bersumber dari riwayat (relatif) terpelihara dari riwayat yang lemah (dha‟if) dan susah diterima akal atau tidak didukung oleh bukti-bukti secara ilmiah. Hal ini diungkapkan oleh al-Maraghi sendiri pada muqaddimahnya tafsirnya ini. Metode Penulisan Tafsir Dari sisi metodologi. terutama Tafsir al-Manar. sebagian orang berpendapat bahwa Tafsir alMaraghi adalah penyempurnaan terhadap Tafsir al-Manar yang sudah ada sebelumnya. Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. selain karena jumlah riwayat (naql) yang cukup terbatas juga karena kasus-kasus yang muncul membutuhkan penjelasan yang semakin komprehensif. dan teknologi yang berkembang pesat. ilmu pengetahuan. seiring dengan perkembangan problematika sosial. Karena memang hampir tidak mungkin menyusun tafsir kontemporer dengan hanya mengandalkan riwayat semata. Bahkan. Metode 6 . sehingga tafsir itu justru tidak dapat diterima. yaitu ma‟na ijma-li dan ma‟na tahlili. Bagi sebagian pengamat tafsir. Namun tidak dapat dipungkiri. Tafsir al-Maraghi sangat dipengaruhi oleh tafsir-tafsir yang ada sebelumnya. Dalam konteks kekinian. Namun perlu diketahui. Karena alasan ini pula lah tafsir ini tampil dengan gaya modern. dari segi sumber yang digunakan selain menggunakan ayat dan atsar. Hal ini wajar karena dua penulis tafsir tersebut. yaitu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sudah maju dan modern. adalah guru yang paling banyak memberikan bimbingan kepada Al-Maraghi di bidang tafsir. Al-Maraghi sangat menyadari kebutuhan kontemporer. al-Maraghi bisa disebut telah mengembangkan metode baru. Sebaliknya.makna-makna yang terkandung dalam nash-nash Qur‟ani. merupakan keniscayaan bagi mufassir untuk melibatkan dua sumber penafsiran („aql dan naql).

hal. Sistematika Penulisan Tafsir Sistematika dan langkah-langkah penulisan yang digunakan di dalam Tafsir al-Maraghi adalah sebagai berikut:8  Menghadirkan satu. Yaitu dengan menjelaskan beberapa kosa kata yang sukar menurut ukurannya. I‟tizali. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi.360 7 . susunan kalimat. Dari pengertian tersebut. ilmi (ashri). Dan menurut Prof. f. falsafi. g. yaitu meliputi segi I‟rab dan harakat bacaannya. H.yang digunakan juga dipandang sebagai pengembangan dari metode yang digunakan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Dr. adabiy. pembentukan kata. dua. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). maka tafsir al-Maraghi termasuk : Tafsir lughawi (adabi) : Ialah tafsir yang menitik beratkan pada unsur bahasa. Corak Penafsiran Para mufasir yang mempunyai kecenderungan tersendiri dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur‟an itu akan menimbulkan aliran-aliran tafsir al-Qur‟an. ilmi (ashri). shufi. Ayat-ayat ini diurut sesuai tertib ayat mulai dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nas (Metode tafsir tahlili). Quraish Shihab. ilmiy. tidak semua kosa kata dalam sebuah 7 8 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. Diantaranya ialah tafsir lughawi (adabi). Pengelompokan ini dilakukan dengan melihat kesatuan inti atau pokok bahasan. aqli (falsafi).  Penjelasan kosa kata (syarh al-mufradat). disamping adanya dalil-dalil dibutuhkan juga penalaran dalam penafsiran. karena kedua pendekatan ini sangat berkaitan. ijma‟i. bayan. 1414. Dr. atau sekelompok ayat yang akan ditafsirkan. shufiy. al fiqhi. Abdul Djalal HA bahwa aliran tafsir al Qur‟an ada tujuh yakni: tafsir lughawi (adabi). dengan pendekatan rasional (aqli). Pendekatan Pada muqadimmah tafsir ini sudah dijelaskan yaitu memadukan antara pendekatan tradisional-skriptual (naqli). falsafiy. Menurut Prof. hal. aliran (corak) tafsir ada: corak fiqhiy. shufi (isyari). pada tafsir AlMaraghi ini mengunakan kedua pendekatan tersebut.7 e.20 Muhammad Ali Al-Iyazy. Dengan demikian. I‟tiqadi. jadi dengan ini. ijtima‟iy. al fiqhi (ahkam). dan kesusateraan.

* Selektif dalam memilih kisah-kisah yang terdapat didalam kitab tafsir  Kekurangan: * i. singkat. padat. j. Dalam hal ini.   Menjelaskan Asbabun nuzul Penjabaran dan penjelasan (al-Idhah). diantaranya adalah:   Tafsir Ibnu Jarir At-thabari Tafsir Al-Kasyaf karya Az-zamakhsyari 8 . Penjelasan tersebut dikemas dengan bahasa yang sederhana. *Gaya bahasa yang mudah. Kritik dan Pujian dalam Tafsir  Pujian: Ali Iyazi menyimpulkan bahwa pembahasan kitab tafsir ini mudah dipahami dan enak dicerna. Sumber dan Rujukan Penafsiran Adapun beberapa sumber dan rujukan dalam penafsiran ini. *Menyesuaikan bahasa dengan perkembangan zaman. h.  Makna ayat sacara umum (Ma’na al-Ijmali). Al-Maraghi berusaha menghindari uraian yang berteletele (al-ithnab). al-Maraghi berusaha menggambarkan maksud ayat secara global.ayat dijelaskan melainkan dipilih beberapa kata yang bersifat konotatif atau sulit bagi pembaca. *Menghindari istilah dan teori ilmu pengetahuan yang sukar dipahami. serta relevan dengan problematika yang muncul pada masa kontemporer. yang dimaksudkan agar pembaca sebelum melangkah kepada penafsiran yang lebih rinci dan luas ia sudah memiliki pandangan umum yang dapat digunakan sebagai asumsi dasar dalam memahami maksud ayat tersebut lebih lanjut. sesuai dengan kebutuhan masyarakat kelas menengah dalam memahami Al-Qur‟an. serta mudah dipahami dan dicerna oleh akal. Kelebihan dan kekurangan dalam Tafsir  Kelebihan: *Dalam memberikan penjelasan.

Dan beliau menafsirkan Al-quran ini sesuai dengan Tartibul mushaf yaitu menafsirkan ayat dari surat Al-Fatihah-surat An-Nass. Meskipun demikian.                Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhruddin Ar-Razy Tafsir Anwarut tanzil karya Imam Al-Baidhawy Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha Tafsir Bahrul Muhit karya Abu Hayyan Al-Andalusi Tafsir Ruhul Ma‟aniy karya Al-Alusi Tafsir Abi Muslim Al-Ashfahaniy Tafsir Al-Qadi Abi Bakar Al-Baqilaniy Tafsir Al-Katib Assyarbiniy Tafsir Ma‟alim at-tanzil karya imam Al-Baghawy Tafsir Al-Jawahir Tafsir Al-Basit karya An-Naisabury Gharaibul Quran karya Muhammad Al-Qummy Sirah Ibnu Hisyam Lisanul „Arab karya Ibnu Mansyur Al-Afriqy Syarah Al-Qamus karya Fairuzzabadi Dan lain sebagainya C. tafsir ini disusun karena ingin memberikan kemudahan dalam pemahaman Al-quran bagi masyarakat dengan penyajian yang begitu sistematis. dan kecenderungan tafsir ini adalah lughawi/adabi. dan komentar-komentar sebagai pujian dan kritik. Penutup Kesimpulan Dari penjelasan diatas. banyak sumber rujukan yang digunakan dalam penafsiran ini. dalam penafsiran beliau menggunakan metode tahlili (analisis). gaya bahasa yang mudah dipahami. serta pendekatan naqli dan aqli. Wallahu a’lam 9 . bahwasanya tafsir Al-Maraghi adalah karya Ahmad Mustafa AlMaraghi adik kandung dari Mustafa Al-Maraghi. adapun kelebihan dan kekurangan dalam tafsir ini. sehingga mufassir ini memiliki kecenderungan dalam tafsir. dan masalah-masalah yang dibahas benar-benar didukung dengan hujjah . bukti-bukti nyata serta berbagai percobaan yang diperlukan.

10 . 1950. 2007. Yunus. Tafsir Al-Maraghi. Hasby . (Semarang: PT. Mani‟ Abd Halim . Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. 1616.Pustaka Rizki Putra) Al-Quran dan Terjemahannya. Ahmad Mustafa. Teuku M.DAFTAR PUSTAKA Hasan Abidu. 1997. (Bandung: PT.Raja Grafindo Persada) Al-Maraghi. Tafsir Al-quran Sejarah dan Metode Para Mufassir. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. (Tangerang: Gaya Media Pratama) Al-Iyazy Muhammad Ali. (Kairo: Musthafa Al-Babi Al-Halabi) As-Shiddieqy. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad al-Islamiyyah) Mahmud. 2006.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->