TAFSIR AL-MARAGHI Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Membahas Kitab Tafsir Modern

Oleh: Neneng Rohanah Abdul Bari

FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT JURUSAN TAFSIR HADIS UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Pembahasan a. Jumlah Jilid :Pada terbitan yang pertama ini. seperti yang telah kita bahas sebelumnya mengenai seluk beluk tafsir Al-Manar yang di karang oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. di mana setiap jilid berisi 2 juz. dan juga pernah diterbitkan ke dalam 15 Jilid. yang lebih dikenal dengan Tafsir Al-Maraghi Penyusun : Syekh Ahmad Musthafa Al-Maraghi Kelahiran : Lahir pada tahun 1300 H/1883 M. B. Kadang-kadang nama tersebut diperpanjang dengan kata Beik. Pendahuluan Setelah kita mempelajari beberapa kitab-kitab tafsir klasik. yaitu membahas kitab “Tafsir Al-Maraghi”.Data Kitab Judul Buku : Tafsir Al-quran Al-Karim. Kemudian. pada penerbitan yang kedua terdiri dari 10 jilid. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. sekarang kita beranjak untuk mengetahui dan mempelajari kitab-kitab tafsir kontemporer (modern). hal. Latar Belakang Mufassir Nama lengkapnya adalah Ahmad Musthafa bin Muhammad bin Abdul Mun’im alMaraghi. Data-data : jilid 1 surat Al-fatihah ayat:1-surat Ali „imran ayat:92 tebal kitab: 219 Jilid 2 surat Ali „imran ayat:93-surat Al-Maidah ayat:85 tebal kitab: 216 Jilid 3 surat Al-Maidah ayat:86-surat Al‟araaf ayat:87 tebal kitab: 215 Jilid 4 surat Al-A‟araf ayat:88-surat At-Taubah ayat:93 tebal kitab: 188 Jilid 5 surat At-Taubah ayat:94-surat Yusuf ayat:52 tebal kitab: 171 Jilid 6 surat Yusuf ayat:53-surat Al-Kahfi ayat:74 tebal kitab: 183 Jilid 7 surat Al-Kahfi ayat:75-surat Al-Furqan ayat:20 tebal kitab: 167 Jilid 8 surat Al-Furqan ayat:21-surat Al-Ahzab ayat:30 tebal kitab: 160 Jilid 9 surat Al-Ahzab ayat:31-surat Fushilat ayat:46 tebal kitab: 144 Jilid 10 surat Fushilat ayat:47-surat Al-Hadid ayat:29 tebal kitab: 192 Jilid 11 surat Al-Mujadalah ayat:1-surat Annas ayat:6 tebal kitab: 198 A. di mana setiap jilid berisi 3 juz. Wafat pada tahun 1371 H/1952 M Madzhab : Syafi‟iy Asy-„ary1 Tahun Penyusun: 1361 H-1365 H Tahun Terbit : Tafsir al-Maraghi pertama kali diterbitkan pada tahun 1951 di Kairo. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). Kebanyakan yang beredar di Indonesia adalah Tafsir al-Maraghi yang diterbitkan dalam 10 jilid.357 2 . Tafsir al-Maraghi terdiri atas 30 juz atau dengan kata lain sesuai dengan pembagian juz Alquran. sehingga menjadi 1 Muhammad Ali Al-Iyazy. 1414. kini kita akan membahas salah satu kitab tafsir yang merujuk kepada tafsir Al-Manar ini.

adik kandung dari Muhammad Musthafa al-Maraghi. Ia juga mengikuti kuliah di Universitas Darul „Ulum Kairo. bukan keluarganya.328 3 . al-Maraghi melanjutkan pendidikannya ke Universitas al-Azhar di Kairo. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. tempat di mana ia mempelajari Alquran. hal. Hal ini perlu diperjelas sebab seringkali terjadi salah pengertian tentang siapa sebenarnya penulis Tafsir alMaraghi di antara kelima putra Mustahafa itu. sebab keduanya berhasil diselesaikan pada saat yang sama. hal./1883 M. Lima di antaranya laki-laki. hanya saja ia tidak meninggalkan karya tafsir Alquran secara menyeluruh. 1414. ia juga mempelajari ilmu tajwid dan dasa-dasar ilmu agama yang lain.2 Ia mempunyai 7 orang saudara. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). seperti surah al-Hujurat dan lain-lain. tahun 1909 M.3 Dengan kesibukannya di dua perguruan tinggi ini. Faisal Shaleh dan Syahdianor. Muhammad Musthafa juga melahirkan sejumlah karya tafsir. atas persetujuan orangtuanya. 2006. Kesalahkaprahan ini terjadi karena Muhammad Musthafa al-Maraghi (kakanya) juga terkenal sebagai seorang mufassir. Di samping itu.357 3 Mani’ Abd Halim Mahmud. (Bandung: PT. Dengan demikian. 2 Muhammad Ali Al-Iyazy.Ahmad Musthafa al-Maraghi Beik. Abdul Aziz alMaraghi. Ia hanya berhasil menulis tafsir beberapa bagian Alquran. Masa kanak-kanaknya dilalui dalam lingkungan keluarga yang religius. memperbaiki bacaan. jelaslah yang dimaksud di sini sebagai penulis Tafsir al-Maraghi adalah Ahmad Musthafa al-Maraghi. Sebagai mufassir. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya tahun 1314 H. dan menghafal ayat-ayatnya.Raja Grafindo Persada). Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. pada tahun 1300 H. Ia berasal dari keluarga yang sangat tekun dalam mengabdikan diri kepada ilmu pengetahuan dan peradilan secara turun-temurun. sehingga sebelum usi 13 tahun ia sudah menghafal seluruh ayat Alquran. penterjmah. Al-Maraghi lahir di kota Maraghah. Nama Kota kelahirannya inilah yang kemudian melekat dan menjadi nisbah (nama belakang) bagi dirinya. dan Abdul Wafa’ Mustafa al-Maraghi. Abdullah Musthafa al-Maraghi. sebuah kota kabupaten di tepi barat sungai Nil sekitar 70 Km di sebelah selatan kota Kairo. al-Maraghi dapat disebut sebagai orang yang ulet. yaitu Muhammad Musthafa al-Maraghi (pernah menjadi Grand Syekh Al-Azhar). Pendidikan dasarnya ia tempuh pada sebuah Madrasah di desanya./1897 M. Ini berarti nama al-Maraghi bukan monopoli bagi dirinya dan keluarganya. sehingga keluarga mereka dikenal sebagai keluarga hakim.

1414.). ia terjun ke masyarakat. khususnya di bidang pendidikan dan pengajaran. Setelah menamatkan pendidikannya di Universitas al-Azhar dan Darul „Ulum. Faruq. Dan. Syekh Muhammad Bukhait al-Muthi’i. Dalam menjalankan tugas-tugasnya di Mesir. dan dipercaya memimpin Madrasah Utsman Basya di Kairo. al-Maraghi tinggal di daerah Hilwan. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama salah satu jalan yang ada di kota tersebut. sebuah kota yang terletak sekitar 25 Km sebelah selatan kota Kairo.Di kedua Universitas tersebut. sebuah kota setingkat kabupaten yang terletak 300 Km sebelah barat daya kota Kairo. al-Maraghi juga menjadi guru di beberapa madrasah. Beberapa tahun kemudian. sehingga ia tumbuh menjadi sosok intelektual muslim yang menguasai hampir seluruh cabang ilmu agama. Beliau mengabdi sebagai guru di beberapa madrasah dengan mengajarkan beberapa cabang ilmu yang telah dipelajari dan dikuasainya. Ahmad Rifa’i al-Fayumi. Salah satu di antaranya adalah Tafsi-r al-Maraghi. hal. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). Ia menetap di sana sampai akhir hayatnya. Selama hidup.4 Merekalah antara lain yang menjadi narasumber bagi al-Maraghi.358 4 . 4 Muhammad Ali Al-Iyazy. ia diminta sebagai Dosen Utusan untuk mengajar di Fakultas Filial Universitas al-Azhar di Qurthum. Banyak hal yang telah ia lakukan. al-Maraghi mendapatkan bimbingan langsung dari tokohtokoh ternama dan ahli di bidangnya masing-masing pada waktu itu. dan lain-lain. Pada rentang waktu yang sama. pada tahun 1916. seperti: Syekh Muhammad Abduh. di antaranya Ma‟had Tarbiyah Mu‟allimah. setelah tugasnya di Sudan berakhir. Selain mengajar di beberapa lembaga pendidikan yang telah disebutkan. Karena jasanya di salah satu madrasah tersebut. ia juga mewariskan kepada umat ini karya ilmiyah. selama empat tahun. Pada tahun 1920. pada tahun 1361 H. al-Maraghi dianugerahi penghargaan oleh raja Mesir. ia telah mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan dan agama. Ia wafat pada usia 69 tahun (1371 H. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Sudan. ia kembali ke Mesir dan langsung diangkat sebagai dosen Bahasa Arab di Universitas Darul „Ulum serta dosen Ilmu Balaghah dan Kebudayaan pada Fakultas Bahasa Arab di Universitas al-Azhar./1952 M. b. ia diangkat sebagai Direktur Madrasah Mu‟allimin di Fayum. Karya-karya Syekh Ahmad Mustafa Al-Maraghi Al-Maraghi adalah ulama kontemporer terbaik yang pernah dimiliki oleh dunia Islam.

Hasby As-Shiddieqy. 5dan beredar juga dikenal di seluruh dunia Islam sampai saat ini. sedangkan 20 jam yang tersisa digunakan untuk mengajar dan menulis. Al-Maraghi menulis karya monumentalnya ini selama kurang lebih 10 tahun.226 6 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. (Semarang: PT. Karenanya dengan ini. bahkan diwarnai dengan berbagai istilah yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang ahli dalam bidang ilmu tersebut. al-Maraghi mampu menyelesaikan penulisan tafsir ini tanpa mengganggu aktivitas primernya sebagai seorang dosen dan pengajar.Pustaka Rizki Putra). 1997. Karena komitmen dan disiplin waktu yang ketat.18 5 . Ia merasa terpanggil untuk menawarkan berbagai solusi alternatif berdasarkan 5 Teuku M. hal. Dengan demikian. Karya-karyanya yang lainnya adalah:       Al-Hisbat fi al-Islâm Al-Wajîz fi Ushûl al-Fiqh „Ulûm al-Balâghah Muqaddimat at-Tafsîr Buhûts wa A-râ‟ fi Funûn al-Balâghah. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi. Motivasi Menulis Tafsir Yang melatarbelakangi ingin menulis tafsir adalah suatu kenyataan yang sempat disaksikan. Menurut salah satu referensi. hal. 6 Penulisan tafsir ini tidak terlepas dari rasa tanggungjawab dan tuntutan ilmiah Al-Maraghi sebagai salah seorang ulama tafsir yang melihat begitu banyak problema dalama masyarakat kontemporer yang membutuhkan pemecahan. dan Ad-Diyânat wa al-Akhlâq Dengan segala kesibukannya. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. bahwa kebanyakan orang enggan membaca kitab-kitab tafsir yang ada ditangan sendiri. ia hanya membutuhkan waktu istirahat selama 4 jam.sebuah kitab tafsir yang muncul pada abad ke 14. para pembaca dapat memahami rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al-quran tanpa mengeluarkan energi berlebihan dalam memahaminya. ketika al-Maraghi menulis tafsirnya ini. termotivasilah diri untuk menulis tafsir dengan sengaja merubah gaya bahasa dan menyajikannya dalam bentuk sederhana dan yang mudah dipahami. c. Dengan alasan kitab-kitab tafsir yang ada sangat sulit dipahami.

al-Maraghi bisa disebut telah mengembangkan metode baru. Metode Penulisan Tafsir Dari sisi metodologi. merupakan keniscayaan bagi mufassir untuk melibatkan dua sumber penafsiran („aql dan naql). Hal ini wajar karena dua penulis tafsir tersebut. terutama Tafsir al-Manar. seiring dengan perkembangan problematika sosial. Dalam konteks kekinian. yaitu ma‟na ijma-li dan ma‟na tahlili. alMaraghi juga menggunakan ra‟yi (nalar) sebagai sumber dalam menafsirkan ayat -ayat.makna-makna yang terkandung dalam nash-nash Qur‟ani. Namun tidak dapat dipungkiri. yaitu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sudah maju dan modern. sehingga tafsir itu justru tidak dapat diterima. karena dikhawatirkan rentan terhadap penyimpangan-penyimpangan. Kemudian. Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Sebaliknya. dan teknologi yang berkembang pesat. penafsirannya yang bersumber dari riwayat (relatif) terpelihara dari riwayat yang lemah (dha‟if) dan susah diterima akal atau tidak didukung oleh bukti-bukti secara ilmiah. selain karena jumlah riwayat (naql) yang cukup terbatas juga karena kasus-kasus yang muncul membutuhkan penjelasan yang semakin komprehensif. sehingga penjelasan ayat-ayat di dalamnya dibagi menjadi dua kategori. adalah guru yang paling banyak memberikan bimbingan kepada Al-Maraghi di bidang tafsir. Bahkan. Tafsir al-Maraghi sangat dipengaruhi oleh tafsir-tafsir yang ada sebelumnya. Karena alasan ini pula lah tafsir ini tampil dengan gaya modern. al-Maraghi adalah mufassir yang pertama kali memperkenalkan metode tafsir yang memisahkan antara “uraian global” dan “uraian rincian”. Al-Maraghi sangat menyadari kebutuhan kontemporer. Bagi sebagian pengamat tafsir. Hal ini diungkapkan oleh al-Maraghi sendiri pada muqaddimahnya tafsirnya ini. Namun perlu diketahui. d. ilmu pengetahuan. dari segi sumber yang digunakan selain menggunakan ayat dan atsar. Metode 6 . Karena memang hampir tidak mungkin menyusun tafsir kontemporer dengan hanya mengandalkan riwayat semata. melakukan penafsiran dengan mengandalkan akal semata juga tidak mungkin. sebagian orang berpendapat bahwa Tafsir alMaraghi adalah penyempurnaan terhadap Tafsir al-Manar yang sudah ada sebelumnya.

 Penjelasan kosa kata (syarh al-mufradat). Dan menurut Prof. pada tafsir AlMaraghi ini mengunakan kedua pendekatan tersebut. Dengan demikian. susunan kalimat. Abdul Djalal HA bahwa aliran tafsir al Qur‟an ada tujuh yakni: tafsir lughawi (adabi). dengan pendekatan rasional (aqli). ijtima‟iy. shufiy. 1414. hal. adabiy. jadi dengan ini. tidak semua kosa kata dalam sebuah 7 8 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. Dr. Pengelompokan ini dilakukan dengan melihat kesatuan inti atau pokok bahasan. hal. g. aqli (falsafi). (Teheran:Waziqaf al-Irsyad alIslamiyyah). karena kedua pendekatan ini sangat berkaitan. ilmi (ashri). Dr. disamping adanya dalil-dalil dibutuhkan juga penalaran dalam penafsiran. Dari pengertian tersebut. Corak Penafsiran Para mufasir yang mempunyai kecenderungan tersendiri dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur‟an itu akan menimbulkan aliran-aliran tafsir al-Qur‟an. dua. Menurut Prof. falsafiy.yang digunakan juga dipandang sebagai pengembangan dari metode yang digunakan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Ayat-ayat ini diurut sesuai tertib ayat mulai dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nas (Metode tafsir tahlili). shufi (isyari). al fiqhi. I‟tiqadi. shufi.20 Muhammad Ali Al-Iyazy. H. falsafi. ilmi (ashri). maka tafsir al-Maraghi termasuk : Tafsir lughawi (adabi) : Ialah tafsir yang menitik beratkan pada unsur bahasa. f.360 7 . atau sekelompok ayat yang akan ditafsirkan. Sistematika Penulisan Tafsir Sistematika dan langkah-langkah penulisan yang digunakan di dalam Tafsir al-Maraghi adalah sebagai berikut:8  Menghadirkan satu. pembentukan kata. Muqaddimah Tafsir Al-Maraghi. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. al fiqhi (ahkam). ilmiy.7 e. aliran (corak) tafsir ada: corak fiqhiy. Diantaranya ialah tafsir lughawi (adabi). yaitu meliputi segi I‟rab dan harakat bacaannya. bayan. Pendekatan Pada muqadimmah tafsir ini sudah dijelaskan yaitu memadukan antara pendekatan tradisional-skriptual (naqli). dan kesusateraan. I‟tizali. ijma‟i. Yaitu dengan menjelaskan beberapa kosa kata yang sukar menurut ukurannya. Quraish Shihab.

diantaranya adalah:   Tafsir Ibnu Jarir At-thabari Tafsir Al-Kasyaf karya Az-zamakhsyari 8 .ayat dijelaskan melainkan dipilih beberapa kata yang bersifat konotatif atau sulit bagi pembaca. j. h.   Menjelaskan Asbabun nuzul Penjabaran dan penjelasan (al-Idhah). *Gaya bahasa yang mudah. Dalam hal ini.  Makna ayat sacara umum (Ma’na al-Ijmali). *Menyesuaikan bahasa dengan perkembangan zaman. Penjelasan tersebut dikemas dengan bahasa yang sederhana. * Selektif dalam memilih kisah-kisah yang terdapat didalam kitab tafsir  Kekurangan: * i. Al-Maraghi berusaha menghindari uraian yang berteletele (al-ithnab). Kelebihan dan kekurangan dalam Tafsir  Kelebihan: *Dalam memberikan penjelasan. singkat. serta relevan dengan problematika yang muncul pada masa kontemporer. *Menghindari istilah dan teori ilmu pengetahuan yang sukar dipahami. Kritik dan Pujian dalam Tafsir  Pujian: Ali Iyazi menyimpulkan bahwa pembahasan kitab tafsir ini mudah dipahami dan enak dicerna. padat. sesuai dengan kebutuhan masyarakat kelas menengah dalam memahami Al-Qur‟an. yang dimaksudkan agar pembaca sebelum melangkah kepada penafsiran yang lebih rinci dan luas ia sudah memiliki pandangan umum yang dapat digunakan sebagai asumsi dasar dalam memahami maksud ayat tersebut lebih lanjut. serta mudah dipahami dan dicerna oleh akal. Sumber dan Rujukan Penafsiran Adapun beberapa sumber dan rujukan dalam penafsiran ini. al-Maraghi berusaha menggambarkan maksud ayat secara global.

bukti-bukti nyata serta berbagai percobaan yang diperlukan. Meskipun demikian. Penutup Kesimpulan Dari penjelasan diatas. bahwasanya tafsir Al-Maraghi adalah karya Ahmad Mustafa AlMaraghi adik kandung dari Mustafa Al-Maraghi. tafsir ini disusun karena ingin memberikan kemudahan dalam pemahaman Al-quran bagi masyarakat dengan penyajian yang begitu sistematis. dalam penafsiran beliau menggunakan metode tahlili (analisis). dan masalah-masalah yang dibahas benar-benar didukung dengan hujjah . dan kecenderungan tafsir ini adalah lughawi/adabi. dan komentar-komentar sebagai pujian dan kritik.                Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhruddin Ar-Razy Tafsir Anwarut tanzil karya Imam Al-Baidhawy Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha Tafsir Bahrul Muhit karya Abu Hayyan Al-Andalusi Tafsir Ruhul Ma‟aniy karya Al-Alusi Tafsir Abi Muslim Al-Ashfahaniy Tafsir Al-Qadi Abi Bakar Al-Baqilaniy Tafsir Al-Katib Assyarbiniy Tafsir Ma‟alim at-tanzil karya imam Al-Baghawy Tafsir Al-Jawahir Tafsir Al-Basit karya An-Naisabury Gharaibul Quran karya Muhammad Al-Qummy Sirah Ibnu Hisyam Lisanul „Arab karya Ibnu Mansyur Al-Afriqy Syarah Al-Qamus karya Fairuzzabadi Dan lain sebagainya C. Wallahu a’lam 9 . adapun kelebihan dan kekurangan dalam tafsir ini. Dan beliau menafsirkan Al-quran ini sesuai dengan Tartibul mushaf yaitu menafsirkan ayat dari surat Al-Fatihah-surat An-Nass. banyak sumber rujukan yang digunakan dalam penafsiran ini. sehingga mufassir ini memiliki kecenderungan dalam tafsir. gaya bahasa yang mudah dipahami. serta pendekatan naqli dan aqli.

Tafsir Al-quran Sejarah dan Metode Para Mufassir. (Kairo: Musthafa Al-Babi Al-Halabi) As-Shiddieqy. 1950. 2007. Hasby . (Semarang: PT.Raja Grafindo Persada) Al-Maraghi. Yunus. 1616. Tafsir Al-Maraghi. 1997. 2006. 10 . (Bandung: PT. Al-Mufassiruna Hayatuhum wa Manhajuhum Fi At-Tafsir. Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Teuku M. Ahmad Mustafa. Mani‟ Abd Halim . (Tangerang: Gaya Media Pratama) Al-Iyazy Muhammad Ali.DAFTAR PUSTAKA Hasan Abidu.Pustaka Rizki Putra) Al-Quran dan Terjemahannya. (Teheran:Waziqaf al-Irsyad al-Islamiyyah) Mahmud.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful