P. 1
Bentuk-Bentuk perusahaan

Bentuk-Bentuk perusahaan

|Views: 18|Likes:
Published by Ryan Indriani

More info:

Published by: Ryan Indriani on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

Oleh: Iwan Setiawan, SE, MM

Disajikan untuk Mahasiswa Politeknik Kesehatan Bandung Prodi D-IV Jurusan Analis Kesehatan Mata Kuliah Bisnis & Kewirausahaan Tahun 2013

1. Jenis usaha yang akan dilaksanakan (jasa, 2. 3. 4. 5. 6. 7.
industri, perdagangan dsb) Jumlah modal untuk usaha Rencana pembagian laba Penentuan tanggung jawab perusahaan Penanggungan resiko yang akan dihadapi Prinsip-prinsip pengawasan yang akan digunakan Jangka waktu berdirinya perusahaan.

Beberapa Hal Pertimbangan dalam Memilih Bentuk Perusahaan:

Bentuk-Bentuk Perusahaan
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.
Perusahaan Perseorangan Firma (Fa) Perseroan Komanditer (CV) Perseroan Terbatas (PT) Perseroan Terbatas Negara (Persero) Perusahaan Negara Umum (Perum) Perusahaan Negara Jawatan (Perjan Perusahaan Daerah (PD) Koperasi Bentuk-bentuk perusahaan yang lain: a. Joint Venture b. Trust c. Holding Company d. Sindikat e. Kartel f. Yayasan g. Perusahaan Asuransi h. Leasing i. Franchising j. Perusahaan Modal Ventura

Usaha ini dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawabpenuh terhadap resiko dan aktivitas perusahaan.


• •

Kelebihan Perusahaan Perorangan: Pemilik bebas dalam mengambil keputusan, sehingga keputusan dapat secara cepat dilaksanakan Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan sepenuhnya Sifat kerahasiaan perusahaan dapat terjamin Biasanya pemilik perushaan lebih giat berusaha untuk mencapai tujuan perusahaan yang menjadi mliknya.

Kekurangan Perusahaan Perorangan: • Tanggung jawab pemilik perusahaan tidak terbatas • Sumber keuangan perusahaan terbatas • Kelangsungan usaha perushaan kurang terjamin • Pengelolaan manajemennya lebih kompleks

Merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan usaha, dimana tanggung jawab masing-masing anggota firma (Firman) tidak terbatas, sedangkan laba yang akan diperoleh dari usaha tersebut akan dibagi bersama-sama, demikian pula jika menderita kerugian, akan dipikul bersama.

Kelebihan Firma: • Kemampuan manajemen lebih besar • Pendirian Firma relatif lebih mudah • Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi


Kekurangan Firma: Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh hutang perusahaan Kerugian yang diakibatkan oleh seorang anggota harus ditanggung bersama oleh anggota yang lain Kelangsungan usaha tiadak menentu

Perseroan Komanditer atau disebut

Commanditaire Vennootschaap (CV) adalah

suatu bentuk perjanjian kerjasama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan, serta bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang-orang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusaahaan itu.

Keanggotaan dalam CV:

1. Sekutu Pimpinan (General Partner): disebut pula

2. 3.

Sekutu Komplementer atau Sekutu Pemelihara yaitu anggota yang aktif dalam kepengurusan CV, turut memimimpin perusahaan dan bertanggung jawab secara tidak terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan. Sekutu Terbatas (Limited Partner): adalah anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap hutang perusahaan sebesar modal yang disetorkan dan mereka tidak diperbolehkan aktif dalam perusahaan. Sekutu Diam (Silent Partner) : sekutu ini tidak turut aktif dalam menjalankan kegiatan perusahaan, namun dikenal umum sebagai sekutu dalam CV tersebut.

Keanggotaan dalam CV: 4. Sekutu Rahasia (Secret partner): sekutu ini aktif dalam menjalankan kegiatan perusahaan tetapi tidak diketahui oleh umum bahwa mereka sebenarnya termasuk anggota CV. Sekutu Senior atau Sekutu Yunior (Senior & Yunior Partner): keanggotaan sekutu ini didasarkan pada lamanya investasi atau lamanya mereka bekerja dalam perusahaan. Dormant (Sleeping Partner): sekutu yang tidak ikut dalam kegiatan perusahaan dan juga tidak dikenal oleh umum sebagai sekutu dalam CV.

5.

6.

1. 2. 3. 4.
1. 2. 3.

Kelebihan Perseroan Komanditer: Pendiriannya relatif mudah Kemampuan manajemennya lebih besar Mudah memperoleh kredit Modal yang dikumpulkan lebih besar Kekurangan Perseroan Komanditer: Kelangsungan hidupnya tidak menentu Sulit untuk menarik kembali modalnya Sebagian sekutu mempunyai tanggung jawab tidak terbatas

Atau sering pula disebut dengan Naamloze Vennoostchap (NV): adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal usaha yang terbagi atas beberapa saham, dimana tiap sekutu/pesero turut mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham.

JENIS-JENIS SAHAM:

1. Saham Biasa (Common Stock):

2.

3.

yaitu saham yang tidak mempunyai kelebihan hak dari jenis saham yang lain, artinya para pemilik akan memperoleh deviden hanya apabila perusahaan memperoleh laba. Saham Preferen (Prefered Stock): saham ini memiliki preferensi atau hak istimewa: a. pembagian deviden yang didahulukan b. pembagian deviden kumulatif c. pembagian kekayaan yang didahulukan. Saham Bonus: yaitu saham yang diberikan secara cuma-Cuma kepada para pemegang saham lainnya, karena keuntungan-keuntungan perusahaan yang lalu dalam bentuk cadangan yang terlalu besar dan perlu dikurangi dengan memberinya dalam bentuk saham-saham baru.

4.

5.

JENIS-JENIS SAHAM: Saham Pendiri: adalah saham yang diberikan kepada para pendiri perseroan karena jasa-jasanya pada masa pendirian perusahaan tersebut. Saham Kosong: yaitu saham-saham yang dibeli kembali oleh perseroan dari para pemegang saham yang kemudian disimpan dan tidak ikut serta lagi dalam modal perseroan. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS): RUPS adalah kekuasaan tertinggi dalam PT Diadakan paling sedikit satu kali dalam setahun dan selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun buku ybs. Keputusan rapat diambil dengan suara terbanyak Hak suara dapat diserahkan kepada orang lain (Proxy)

• • • •

1.
2. 3. 4.

Kelebihan PT: Adanya tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap hutang-hutang perusahaan Mudah mendapatkan modal tambahan Kelangsungan hidup PT lebih terjamin Terdapat efisiensi pengelolaan sumber dana dan efisiensi pimpinan Kekurangan PT: Merupakan subjek pajak tersendiri dan deviden dikenakan pajak lagi. Mendirikan PT lebih rumit. Kurang terjaminnya rahasia perusahaan.

1. 2. 3. 1. 2. 3. 4.

Jenis-Jenis PT: PT. Tertutup PT. Terbuka PT. Kosong PT. Asing

Pesero ini sebelumnya adalah Perusahaan Negara (PN), terjadi karena PN mengadakan penambahan modal yang ditawarkan kepada pihak swsta.
Ciri-Ciri PT (Persero): 1. Tujuan usaha adalah mencari keuntungan 2. Berstatus hukum perdata berbentuk Perseroan Terbatas 3. Modal seluruhnya atau sebagian milik negara.

Tujuan dari Perum adlah mencari untung tetapi kesejahteraan masyarakat tidak boleh diabaikan. Terutama ditujukan untuk melayani kepentingan umum; bidang usahanya disebut jasa-jasa vital (public utilities)

Kegiatan usaha perjan ditujukan terutama untuk pelayanan kepada masyarakat atau untuk kesejahteraan umum (public service) dengan memperhatikan pula segi efisiensinya. Perjan dapat memiliki fasilitas-fasilitas negara, sebab merupakan bagian dari Departemen/Direktorat Jenderal. Seluruh karyawannya berstatuis pegawai negeri.

Adalah perusahaan yang modal/sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah, dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara. Tujuan PD ini adalah mencari keuntungan yang nantinya akan digunakan untuk membangun daerahnya.

Suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerjasama secara kekeluargaan, menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->