MASALAH KASUS KORUPSI DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara yang menjalankan pemerintahannya berdasarkan hukum. Sebagai negara hukum semua peraturan maupun pelayanan harus didasarkan pada undangundang atau berdasarkan pada legalitas, namun hal tersebut dapat membatasi kewenangan pemerintah. Akibat hal tersebut, banyak persoalan kemasyarakatan yang tidak dapat terlayani secara wajar. Sehingga dalam hal-hal tertentu pemerintah dapat melakukan tindakan secara bebas, yakni kewenangan yang sah untuk turut campur dalam kegiatan sosial guna melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan kepentingan umum. Kebebasan pemerintah dalam melakukan tindakan merupakan upaya bagi pemerintah agar mudah mengambil kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakatnya. Namun, dalam praktiknya, kebebasan tersebut sering disalahgunakan oleh pemerintah dalam urusanurusan tertentu. Di negara Indonesia ini, kebebasan yang diberikan kepada pemerintah sering disalah artikan oleh pemerintah itu sendiri. Bahkan mereka menjalankan pemerintahan jauh di luar konsep negara Indonesia, yaitu sebagai negara hukum yang berlandaskan Undang-Undang. Sebagai negara hukum, semua yang dilakukan pemerintah telah diatur dalam Undang-undang, yakni sebagai berikut: pertama, prinsip kedaulatan rakyat (pasal 1 ayat 2); kedua, pemerintahan berdasarkan konstitusi (penjelasan UUD 1945); ketiga, jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (pasal 27, 28, 29, 31); keempat, pembagian kekuasaan (pasal 2, 4, 16, 19); kelima, pengawasan peradilan (pasal 24); keenam, partisipasi warga negara (pasal 28); dan ketujuh, sistem perekonomian (pasal 33). Dengan adanya kebebasan tersebut memang membuat pemerintah semakin bebas, termasuk bebas dalam hal korupsi. Contoh kecilnya saja adalah kasus Nunun Nurbaeti yaitu tersangka kasus suap cek pelawat untuk sejumlah anggota DPR. Kasus ini seperti sinetron yang memiliki episode yang panjang. Kasus ini mulai terungkap semenjak adanya gonjang-ganjing tentang pemilihan Gubernur senior Bank Indonesia. Nunun sempat buron selama kurang lebih delapan bulan. Ia kemudian ditangkap kepolisian internasional pada 10 Desember 2011 di Thailand dan dipulangkan ke Indonesia.

1

Korupsi memasuki segalanya. dia dipenjara selama lima tahun karena dituduh ikut berperan dalam penyelewengan dana haji rakyat Indonesia. Efisiensi Dan Efektifitas. yang akan mengakhiri masa tugasnya seminggu lagi. Setelah tertangkapnya Nunun Nurbaeti. menurut data Political Economic And Risk Consultansy. Dalam survai tahunannya mengenai persepsi korupsi. Akuntabilitas. Praktik-praktik Korupsi merupakan akibat kurang mengertinya pemerintah dengan Sepuluh Prinsip Tata Pemerintahan Yang Baik. menteri agama dari 1999-2004. Partisipasi. dimana lakonnya tiba-tiba lupa ingatan dan dengan bebasnya ia pergi keluar negeri. dan money laundre yang terjadi saat ini. Kesetaraan. sebagian dana ternyata telah dikorupsi. Namun. Transparency International memeringkatkan Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di bumi ini. Mulai dari mengurus mendirikan bangunan. anehnya lagi tersebar berita bahwa Nunun Nurbaeti mengaku lupa ingatan. Tanpa disadari. Transparansi. Wawasan Kedepan. Seperti memberikan hadiah kepada pejabat/pagawai negeri atau keluarganya 2 . Kasus-kasus korupsi di Indonesia seperti telah diatur skenarionya. kasus yang terjadi pada tahun 2004 ketika bank dunia telah meminta pemerintah Indonesia untuk melunasi dana pinjaman sebesar 10 juta dolar yang diberikan untuk pembelian buku pelajaran sekolah. Kasus ini seperti sinetron. Indonesia menempati urutan pertama sebagai Negara terkorup di Asia. Nunun Nurbaeti juga mengaku tidak pernah bertemu dengan saksi-saksi kasus tersebut yakni Hamka Yandhu maupun Arie Malangjudo. Masih teringat betul dalam benak kita.Pada tahun 2005. Pengawasan. Selain lupa ingatan. Bahkan anak sekolah dan orang akan pergi haji jadi sasarannya.Kaburnya Nunun dikategorikan sebagai kasus besar yang diharuskan dituntaskan KPK. Jika dilihat dalam kenyataan sehari-hari korupsi hampir terjadi disetiap lingkungan. Ketua KPK terpilih Abraham Samad menjanjikan akan menangkap Nunun dalam masa jabatannya. korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat umum. proyek pengadaan di instansi pemerintah sampai proses penegakkan hukum. Profesionalis. disetiap tingkatan dan aspek kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan kasus yang menimpa Said Agil Munawar. Nunun dapat ditangkap oleh pimpinan KPK lama. Belum lagi beroperasinya praktek suap menyuap. Daya Tanggap. yaitu. Penegakkan Hukum. hal itu dapat dilihat dari keterkaitan antara kasus satu dan kasus yang lainnya.

kemudahan relatif itu juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang merusak. atau jutaan. Bangsa Indonesia memperoleh kemudahan relatif dalam kehidupannya. dalam bidang pembangunan fisik adalah prestasi yang sangat luar biasa. sehingga tidak memiliki kepekaan cukup terhadap masalah penyelewengan dan kejehatan seperti korupsi. yang berarti bahwa baru akan disebut korupsi jika yang diambil secara tidak semestinya itu adalah uang berjumlah besar. (Gunnar Myrdal: 1898) Hal ini terbukti dengan tidak tuntasnya beberapa kasus korupsi yang terjadi beberapa tahun yang lalu. bahkan sampai miliyaran kasus yang tiba-tiba lenyap begitu saja. korupsi pajak oleh Gayus Tambunan? Mungkin itu sebagian dari ribuan. Karl mengatakan. seperti tersedianya dana untuk dikorupsi dan digunakan secara tidak benar. Kebiasaan koruptif ini lama-lama akan menjadi bibit-bibit korupsi yang nyata. Di masa pak harto efek perusakan korupsi mulai berlipat ganda. Tetapi disisi lain. khususnya moral sosial-politik. yaitu Negara yang pemerintahan dan warganya tidak memiliki ketegaran moral yang jelas. Di masa bung Karno dan orde lamanya korupsi juga mungkin terjadi. lebih-lebih korupsi dalam bentuk conflict of interest. Kita umumnya mengidap kelembekan (leniency). Maka usaha menegakkan standar moral merupakan salah satu urgensi bangsa kita. Indonesia adalah merupakan sosok Negara yang “soft state”. bak tertelan bumi. Kebiasaan itu dipandang lumrah dilakukan sebagai bagian dari budaya ketimuran. tetapi dampak perusakannya tidak terlalu besar. Survei-survei memperlihatkan bahwa rakyat Indonesia cenderung mendefinisikan korupsi dari segi kuantitas. Negara yang lunak. Bagaimana dengan kasus century. 3 . Ini nampaknya hampir sama dengan apa yang dikatakan oleh Karl Gunnar Myrdal. Telah kita ketahui bersama. sikap serba memudahkan (easy going).sebagai imbal jasa sebuah pelayanan. Salah satu persoalan besar dalam memerangi korupsi di Indonesia adalah bahwa rakyat Indonesia sendiri bersikap fleksibel terhadap korupsi. Korupsi sebagai budaya Lengsernya pak harto beserta orde barunya telah meninggalakan warisan yang memudahkan sekaligus menyulitkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

dan sampai pada masa pak Bambang sekarang ini. Kasus ini telah membuktikan bahwa korupsi telah kembali memasuki sendi-sendi pendidikan bangsa Indonesia. ada yang aneh jika tidak dijalankan.Dari masa bung Karno. Universitas Jambi. Setelah pada tahun 2004 silam terjadi korupsi dana pengandaan buku pelajaran sekolah. pejabat publik. pejabat publik. aparat kedilan. Hebatnya yang bermain dalam kasus ini adalah aktor yang sama dalam kasus Hambalang. Universitas Jendral Sudirman. Universitas Negeri Jakarta. Ketidakadilan dalam prosese-proses penegakkan hukum oleh aparat-aparat yang bersangkutan juga membuat nama baik keadilan dimata rakyat Indonesia menjadi kabur. aparat keadilan. Belum lama ini muncul kasus korupsi proyek wisma atlit hambalang yang dilakukan oleh para “penjahat” senayan. tidak sedikit para politisi. ITS Surabaya. Dari data yang diperoleh KPK menyebutkan. kali ini korupsi mulai merambah dunia pendidikan. Setelah begitu banyak ruang yang telah dijajiki oleh kasus korupsi. universitas Tadulako. Universitas Sriwijaya. sampai pada pak Harto. Akhir-akhir ini kasus korupsi semakin menjadi-jadi. Beroperasinya praktek suap menyuap. Korupsi seolah telah menjadi budaya bangsa kita. penegak hukum semua terjerat kasus korupsi. membuat rakyat semakin banyak kehilangan kepercayaan kepada para politisi. Universitas Brawijaya. KPK pun menemukan kasus yang lain beberapa waktu lalu. dan penegak hukum. money laundre. nampaknya kasus korupsi mulai menginginkan ruang yang baru. universitas Pattimura. Kasus proyek pengadaan sarana dan prasarana di 16 universitas negeri senilai Rp 600 miliar yang mengguncangkan dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. Universitas Negeri 4 . KPK sebagai badan yang menangani kasus korupsi di Indonesia dituntun oleh banyak pihak untuk melakukan lebih dalam pemberantasan korupsi. korupsi semakin berlipat-lipat ganda. Pendidikan. setelah beberapa tahun yang lalu kasus besar korupsi (pajak) belum sempat terungkap. kasus ini menambah buruk citra Indonesia dalam pemberantasan korupsi. ruang baru korupsi Korupsi kembali terjadi. dan sekarang dengan warna yang berbeda korupsi menghiasi dindingdingin Indonesia. Universitas Nusa Cendana. Universitas Udayana. ke-16 universitas negeri itu adalah Universitas Sumatera Utara.

Ketidakadilan dalam proseseproses penegakkan hukum oleh aparat-aparat yang bersangkutan telah mencoret nama baik keadilan dimata rakyat Indonesia. Menurut Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyimpulkan ada sembilan aspek fundamental dalam mewujudkan good governance yaitu partisipasi. money laundre. Universitas Negeri Malang. karena mereka sendiri pun sibuk menutupi auratnya dengan proyek-proyek bernilai tebaran kertas warna-warni (korupsi). akuntabilitas dan visi strategis (Rangkuti 2007). Karena beroperasinya praktek suap menyuap. konsensus. dan pemeliharaan. pengelolaan. lemahnya standar moral bangsa kita inilah yang menyebabkan kita sekarang mengalami berbagai bentuk conflict of interest. responsif. BAPPENAS melalui Tim Pengembangan Kebijakan Nasional menyatakan bahwa istilah good governance merupakan suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Keadilan yang jujur tak berpihak menjadi idaman rakyat Indonesia yang saat ini kelihatan mustahil diterapkan di negeri ini. Kaum elitis pemerintah juga sudah tak mampu menjaga tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat. Universitas Sebelas Maret. transparansi. demokratis. dan efektif sesuai dengan cita-cita terbentuknya suatu masyarakat madani (Soeharyo 2011). Melemahnya kesadaran arah dan tujuan hidup bernegara yang menggejala saat ini berdampak sangat negatif kepada usaha penegakkan hukum dan keadilan. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. kata governance ialah kepemimpinan. Penerapan Good Governance di Indonesia Good governance dapat diartikan sebagai tata pemerintahan yang baik. dan IPB Bogor. membuat rakyat semakin banyak kehilangan kepercayaan kepada para penegak hukum. Nampaknya perkembangan korupsi semakin pesat. 5 . Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.Papua. efektivitas dan efisiensi. menjalar kemana-mana. penegakan hukum. Adakah yang salah dalam proses penegakkan hukum? Atau-kah murni dari kesalahan sumber daya manusia Indonesia yang terlalu rakus? Nampaknya apa yang dikatakan Karl benar. kesetaraan dan keadilan.

Namun. Penerapan good governance di Indonesia harus dengan strategi yang baik dan dilakukan secara bertahap. Efektivitas dan efisiensi artinya pembangunan untuk kepentingan masyarakat dapat dijangkau oleh semua kalangan sosial dan dengan biaya yang rasional. Menurut Daniri (2011). Dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan harus diketahui oleh masyarakat. Akuntabel artinya pembuatan dan pelaksanaan kebijakan harus dipertanggungjawabkan. Hal tersebut melandasi pentingnya visi strategis.Partisipasi artinya membuka ruang kepada masyarakat dalam membuat suatu kebijakan. keterlibatan masyarakat harus diimbangi dengan penegakan hukum. Selain itu. Tahapan tersebut harus sesuai dengan kapasitas pemerintah. serta penguatan upaya otonomi daerah. masyarakat madani yang kuat dan partisipatif. beberapa langkah yang untuk menerapkan good governance ialah : penguatan fungsi dan peran Lembaga Perwakilan. Aparatur Pemerintah yang profesional dan penuh integritas. Kemandirian Lembaga Perwakilan. Responsif ialah sikap pemerintah yang cepat dan tanggap dalam menangani persoalan masyarakat. Inilah yang disebut transparansi. pelayanan publik ialah wadah interaksi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga perbaikan pelayanan publik akan menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat. masyarakat sipil. Hal lain yang dapat dilakukan untuk menerapkan good governance di Indonesia adalah melalui penyelenggaraan pelayanan publik (Daniri 2011). Bangsa juga harus peka terhadap perubahan zaman. 6 . dan mekanisme pasar. Konsensus memiliki arti bahwa pengambilan keputusan harus sesuai dengan kesepakatan bersama. Aspek-aspek tersebut harus dilaksanakan agar good governance dapat diterapkan di Indonesia. Pelayanan publik yang baik juga dapat menunjukkan nilai-nilai yang mencirikan praktek good governance yaitu pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. Jika tidak ada penegakan hukum. Pemerintah juga harus memberikan pelayanan yang setara dan adil kepada masyarakat. keterlibatan masyarakat justru akan membuat ricuh.

Namun tidak lantas yang memiliki pendapatan tidak melakukan korupsi. seperti perda. pungutan liar. “Keempat.Penyebab Korupsi di Indonesia Korupsi telah lama terjadi di Indonesia. moral yang kurang kuat menghadapi godaan. walaupun usaha-usaha pemberantasannya sudah dilakukan lebih dari empat dekade.” jelas Bibit. Aspek perilaku individu ialah faktor-faktor internal yang mendorong seseorang melakukan korupsi seperti adanya sifat tamak. oleh masyarakat diartikan sebagai suatu perbuatan korupsi dan dianggap sebagai hal yang lazim terjadi di negara ini. maka masyarakat akan mengerti konskuensi dari apa yang ia lakukan. yaitu : aspek perilaku individu. praktik-praktik korupsi tersebut tetap berlangsung. kelemahan sistem pengendalian 7 .2010) Pada buku Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional (SPKN) yang diterbitkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 1999. atau pendapatan (penghasilan) minim. Ditandai dengan munculnya aturan perundang-undangan. pemberian uang pelicin. Ketiga adalah remunisasi. “Satu adalah sistem politik. penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup yang wajar. Praktik-praktik seperti penyalahgunaan wewenang. dan aspek peraturan perundang-undangan. Dengan sadar hukum.” ( Hasdianto. Bahkan ada kecenderungan modus operandinya lebih canggih dan terorganisir sehingga makin mempersulit penanggulangannya. Kedua adalah intensitas moral seseorang atau kelompok. malas atau tidak mau bekerja keras. „Mereka‟ atau pelaku dapat berlindung dengan aturan tersebut. dan peraturan lain. kebutuhan hidup yang mendesak. sistem akuntabilitas yang tidak memadai. Ironisnya. aspek masyarakat. telah diidentifikasikan bahwa faktor-faktor penyebab korupsi di Indonesia terdiri atas 4 (empat) aspek. serta tidak diamalkannya ajaran-ajaran agama secara benar. penyuapan. membeberkan lima hal yang dianggap berpotensi menjadi penyebab tindakan korupsi. aspek organisasi. kultur organisasi yang tidak benar. dan kelimanya adalah budaya taat aturan. Ini yang paling penting adalah budaya sadar akan aturan hukum. gaya hidup konsumtif. jadi kembali lagi ke moral tadi. Bibit Samad Riyanto dalam Hasdianto. Aspek organisasi ialah kurang adanya keteladanan dari pimpinan. pemberian imbalan atas dasar kolusi dan nepotisme serta penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi. pengawasan baik bersifat internal-eksternal.

1980) memberikan langkah-langkah untuk menanggulangi korupsi sebagai berikut : membenarkan transaksi yang 8 . moral dan etika (Hasdianto. kejujuran.manajemen. Caiden (dalam Soerjono. keuangan. korupsi perlu ditanggulangi secara tuntas dan bertanggung jawab. (3) Lemahnya komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan. maka akan terbiasa dan menjadi subur serta akan menimbulkan sikap mental pejabat yang selalu mencari jalan pintas yang mudah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesutu yang sebenarnya bukan menjadi hak mereka. penjatuhan sanksi yang terlalu ringan. (6) Kondisi lingkungan kerja.2010). serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan. tugas jabatan. rasa malu. Beberapa upaya penanggulangan korupsi yang ditawarkan para ahli yang masing-masing memandang dari berbagai segi dan pandangan. serta pencegahan dan pemberantasan korupsi hanya akan berhasil bila masyarakat ikut berperan aktif. Untuk itu. Erry R. kurangnya kesadaran bahwa yang paling dirugikan dari terjadinya praktik korupsi adalah masyarakat dan mereka sendiri terlibat dalam praktik korupsi. (2) Rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil. (5) Mekanisme pengawasan internal di semua lembaga perbankan.Hardjapamekas dalam Hasdianto juga menyebutkan bahwa tingginya kasus korupsi di negeri ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: (1) Kurang keteladanan dan kepemimpinan elite bangsa. Selain itu adanya penyalah artian pengertian-pengertian dalam budaya bangsa Indonesia. Cara Mengatasi Korupsi di Indonesia Korupsi tidak dapat dibiarkan begitu saja jika suatu negara ingin mencapai tujuannya karena jika dibiarkan terus menerus. Aspek peraturan perundang-undangan yaitu terbitnya peraturan perundang-undangan yang bersifat monopolistik yang hanya menguntungkan kerabat dan atau kroni penguasa negara. judicial review yang kurang efektif. seperti nilai-nilai yang berlaku yang kondusif untuk terjadinya korupsi. dan (7) Lemahnya keimanan. kualitas peraturan perundang-undangan yang kurang memadai. manajemen cenderung menutupi perbuatan korupsi yang terjadi dalam organisasi. dan birokrasi belum mapan. penerapan sanksi tidak konsisten dan pandang bulu. dan lingkungan masyarakat. Aspek masyarakat berkaitan dengan lingkungan masyarakat di mana individu dan organisasi tersebut berada. (4) Rendahnya integritas dan profesionalisme.

dan penunjukan instansi pengawas adalah saran-saran yang secara jelas diketemukan untuk mengurangi kesempatan korupsi. mengurangi kebijaksanaan pribadi dalam menjalankan kekuasaan. Persoalan korupsi beraneka ragam cara melihatnya. melakukan perubahan organisasi yang akan mempermudah masalah pengawasan dan pencegahan kekuasaan yang terpusat. Cara yang diperkenalkan oleh Caiden di atas membenarkan tindakan yang semula dikategorikan kedalam korupsi menjadi tindakan yang legal dengan adanya pungutan resmi. mengurangi dorongan untuk korupsi dengan jalan meningkatkan ancaman. Kartono (1983) menyarankan penanggulangan korupsi sebagai berikut: adanya kesadaran rakyat untuk ikut memikul tanggung 9 . wewenang yang saling tindih organisasi yang sama. agar beban korupsi organisasional maupun korupsi sestimik tidak terlalu besar sekiranya ada sesuatu pembaharuan struktural. barangkali mungkin untuk mengurangi kesempatan dan dorongan untuk korupsi dengan adanya perubahan organisasi. tetapi memang harus ditekan seminimum mungkin. Selanjutnya. korupsi adalah persoalan nilai. birokrasi yang saling bersaing. dengan tidak lupa meningkatkan ancaman hukuman kepada pelaku-pelakunya. begitu halnya dengan struktur organisasi haruslah membantu kearah pencegahan korupsi. memperkuat satuan-satuan pengamanan termasuk polisi. rotasi penugasan. misalnya tanggung jawab pimpinan dalam pelaksanaan pengawasan melekat. menaikkan gaji pegawai yang rendah. mengambil keputusan yang cepat mengenai hukum pidana dan hukum atas pejabat-pejabat yang korupsi. memperbaiki kedudukan sosial ekonomi agar lebih terjamin. 1987) memberi saran penaggulangan korupsi. dan menindaklanjuti orang-orang yang menyogok pejabat-pejabat. melainkan perlu ditinaju dari segi induktifnya yaitu mulai melihat masalah praktisnya (practical problems).dahulunya dilarang dengan menentukan sejumlah pembayaran tertentu. Nampaknya tidak mungkin keseluruhan korupsi dibatasi. Di lain pihak. yaitu menyederhanakan dan mempertegas pengaturan dan prosedur untuk keputusan-keputusan administratif yang menyangkut orang perorangan dan perusahaan. Myrdal (dalam Lubis. kegiatan pengawasan yang lebih keras. celah-celah yang membuka untuk kesempatan korupsi harus segera ditutup. oleh karena itu cara pengkajiannya pun bermacam-macam pula. membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat. juga harus dilihat apa yang menyebabkan timbulnya korupsi. Korupsi tidak cukup ditinjau dari segi deduktif saja.

para pemimpin dan pejabat memberikan teladan. koreksi dan peringatan. perlu sanksi malu bagi koruptor. Marmosudjono (Kompas. maka dapat disimpulkan bahwa upaya penanggulangan korupsi adalah melalui upaya preventif dan represif. dan menerapkan sistem kontrol yang efisien. Kebijakan pejabat dan pegawai bukanlah bahwa mereka kaya dan melimpah. sebab wewenang dan kekuasaan itu cenderung disalahgunakan. mengusahakan perbaikan penghasilan (gaji) bagi pejabat dan pegawai negeri sesuai dengan kemajuan ekonomi dan kemajuan swasta agar pejabat dan pegawai saling menegakan wibawa dan integritas jabatannya dan tidak terbawa oleh godaan dan kesempatan yang diberikan oleh wewenangnya. menumbuhkan pemahaman dan kebudayaan politik yang terbuka untuk kontrol. dan selalu berusaha berbuat 10 . Upaya preventif dapat dilakukan dengan cara membangun dan menyebarkan etos pejabat dan pegawai baik di instansi pemerintah maupun swasta tentang pemisahan yang jelas dan tajam antara milik pribadi dan milik perusahaan atau milik negara. reorganisasi dan rasionalisasi dari organisasi pemerintah melalui penyederhanaan jumlah departemen serta jawatan dibawahnya. herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan perorangan yang mencolok dengan pengenaan pajak yang tinggi. menanamkan aspirasi nasional yang positif dengan cara mengutamakan kepentingan nasional. bahwa teladan dan pelaku pimpinan dan atasan lebih efektif dalam memasyarakatkan pandangan. 1989) mengatakan bahwa dalam menanggulangi korupsi.jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial. menciptakan aparatur pemerintah yang jujur. adanya kebutuhan pegawai negeri yang non-politik demi kelancaran administrasi pemerintah. adanya sanksi dan kekuatan untuk menindak. akan tetapi mereka terhormat karena jasa pelayanannya kepada masyarakat dan negara. yaitu dengan menayangkan wajah para koruptor di televisi karena menurutnya masuk penjara tidak dianggap sebagai hal yang memalukan lagi. penilaian dan kebijakan. menumbuhkan kebanggaan-kebanggaan dan atribut kehormatan diri setiap jabatan dan pekerjaan. adanya sistem penerimaan pegawai yang berdasarkan achievement dan bukan berdasarkan sistem ascription. dan menumbuhkan sense of belongingness dikalangan pejabat dan pegawai sehingga mereka merasa peruasahaan tersebut adalah milik sendiri dan tidak perlu korupsi. memberantas dan menghukum tindak korupsi. Berdasarkan pendapat para ahli diatas. sistem budget dikelola oleh pejabatpejabat yang mempunyai tanggung jawab dan etis tinggi. memberantas dan menindak korupsi.

yang terbaik. 11 . upaya represif dapat dilakukan dengan cara penayangan wajah koruptor di televisi dan herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan pejabat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful