MASALAH KASUS KORUPSI DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara yang menjalankan pemerintahannya berdasarkan hukum. Sebagai negara hukum semua peraturan maupun pelayanan harus didasarkan pada undangundang atau berdasarkan pada legalitas, namun hal tersebut dapat membatasi kewenangan pemerintah. Akibat hal tersebut, banyak persoalan kemasyarakatan yang tidak dapat terlayani secara wajar. Sehingga dalam hal-hal tertentu pemerintah dapat melakukan tindakan secara bebas, yakni kewenangan yang sah untuk turut campur dalam kegiatan sosial guna melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan kepentingan umum. Kebebasan pemerintah dalam melakukan tindakan merupakan upaya bagi pemerintah agar mudah mengambil kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakatnya. Namun, dalam praktiknya, kebebasan tersebut sering disalahgunakan oleh pemerintah dalam urusanurusan tertentu. Di negara Indonesia ini, kebebasan yang diberikan kepada pemerintah sering disalah artikan oleh pemerintah itu sendiri. Bahkan mereka menjalankan pemerintahan jauh di luar konsep negara Indonesia, yaitu sebagai negara hukum yang berlandaskan Undang-Undang. Sebagai negara hukum, semua yang dilakukan pemerintah telah diatur dalam Undang-undang, yakni sebagai berikut: pertama, prinsip kedaulatan rakyat (pasal 1 ayat 2); kedua, pemerintahan berdasarkan konstitusi (penjelasan UUD 1945); ketiga, jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (pasal 27, 28, 29, 31); keempat, pembagian kekuasaan (pasal 2, 4, 16, 19); kelima, pengawasan peradilan (pasal 24); keenam, partisipasi warga negara (pasal 28); dan ketujuh, sistem perekonomian (pasal 33). Dengan adanya kebebasan tersebut memang membuat pemerintah semakin bebas, termasuk bebas dalam hal korupsi. Contoh kecilnya saja adalah kasus Nunun Nurbaeti yaitu tersangka kasus suap cek pelawat untuk sejumlah anggota DPR. Kasus ini seperti sinetron yang memiliki episode yang panjang. Kasus ini mulai terungkap semenjak adanya gonjang-ganjing tentang pemilihan Gubernur senior Bank Indonesia. Nunun sempat buron selama kurang lebih delapan bulan. Ia kemudian ditangkap kepolisian internasional pada 10 Desember 2011 di Thailand dan dipulangkan ke Indonesia.

1

Masih teringat betul dalam benak kita. dia dipenjara selama lima tahun karena dituduh ikut berperan dalam penyelewengan dana haji rakyat Indonesia. anehnya lagi tersebar berita bahwa Nunun Nurbaeti mengaku lupa ingatan. kasus yang terjadi pada tahun 2004 ketika bank dunia telah meminta pemerintah Indonesia untuk melunasi dana pinjaman sebesar 10 juta dolar yang diberikan untuk pembelian buku pelajaran sekolah. Kasus-kasus korupsi di Indonesia seperti telah diatur skenarionya. dimana lakonnya tiba-tiba lupa ingatan dan dengan bebasnya ia pergi keluar negeri. Daya Tanggap. Dalam survai tahunannya mengenai persepsi korupsi. menteri agama dari 1999-2004. Bahkan anak sekolah dan orang akan pergi haji jadi sasarannya.Pada tahun 2005. Seperti memberikan hadiah kepada pejabat/pagawai negeri atau keluarganya 2 . Namun. Korupsi memasuki segalanya. Nunun dapat ditangkap oleh pimpinan KPK lama. Setelah tertangkapnya Nunun Nurbaeti. Profesionalis. yang akan mengakhiri masa tugasnya seminggu lagi. sebagian dana ternyata telah dikorupsi. Partisipasi. Transparansi.Kaburnya Nunun dikategorikan sebagai kasus besar yang diharuskan dituntaskan KPK. disetiap tingkatan dan aspek kehidupan masyarakat. Penegakkan Hukum. Belum lagi beroperasinya praktek suap menyuap. Ketua KPK terpilih Abraham Samad menjanjikan akan menangkap Nunun dalam masa jabatannya. Kesetaraan. hal itu dapat dilihat dari keterkaitan antara kasus satu dan kasus yang lainnya. Kasus ini seperti sinetron. Praktik-praktik Korupsi merupakan akibat kurang mengertinya pemerintah dengan Sepuluh Prinsip Tata Pemerintahan Yang Baik. Transparency International memeringkatkan Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di bumi ini. Selain lupa ingatan. Akuntabilitas. proyek pengadaan di instansi pemerintah sampai proses penegakkan hukum. Tanpa disadari. Nunun Nurbaeti juga mengaku tidak pernah bertemu dengan saksi-saksi kasus tersebut yakni Hamka Yandhu maupun Arie Malangjudo. Jika dilihat dalam kenyataan sehari-hari korupsi hampir terjadi disetiap lingkungan. Mulai dari mengurus mendirikan bangunan. Begitu juga dengan kasus yang menimpa Said Agil Munawar. dan money laundre yang terjadi saat ini. Pengawasan. yaitu. Wawasan Kedepan. korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat umum. Indonesia menempati urutan pertama sebagai Negara terkorup di Asia. menurut data Political Economic And Risk Consultansy. Efisiensi Dan Efektifitas.

Survei-survei memperlihatkan bahwa rakyat Indonesia cenderung mendefinisikan korupsi dari segi kuantitas. tetapi dampak perusakannya tidak terlalu besar. lebih-lebih korupsi dalam bentuk conflict of interest.sebagai imbal jasa sebuah pelayanan. atau jutaan. Bagaimana dengan kasus century. Ini nampaknya hampir sama dengan apa yang dikatakan oleh Karl Gunnar Myrdal. Kebiasaan itu dipandang lumrah dilakukan sebagai bagian dari budaya ketimuran. Negara yang lunak. sehingga tidak memiliki kepekaan cukup terhadap masalah penyelewengan dan kejehatan seperti korupsi. seperti tersedianya dana untuk dikorupsi dan digunakan secara tidak benar. yang berarti bahwa baru akan disebut korupsi jika yang diambil secara tidak semestinya itu adalah uang berjumlah besar. bak tertelan bumi. 3 . Kita umumnya mengidap kelembekan (leniency). yaitu Negara yang pemerintahan dan warganya tidak memiliki ketegaran moral yang jelas. Telah kita ketahui bersama. (Gunnar Myrdal: 1898) Hal ini terbukti dengan tidak tuntasnya beberapa kasus korupsi yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Di masa bung Karno dan orde lamanya korupsi juga mungkin terjadi. Di masa pak harto efek perusakan korupsi mulai berlipat ganda. Kebiasaan koruptif ini lama-lama akan menjadi bibit-bibit korupsi yang nyata. Bangsa Indonesia memperoleh kemudahan relatif dalam kehidupannya. kemudahan relatif itu juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang merusak. dalam bidang pembangunan fisik adalah prestasi yang sangat luar biasa. khususnya moral sosial-politik. korupsi pajak oleh Gayus Tambunan? Mungkin itu sebagian dari ribuan. Indonesia adalah merupakan sosok Negara yang “soft state”. Maka usaha menegakkan standar moral merupakan salah satu urgensi bangsa kita. sikap serba memudahkan (easy going). Korupsi sebagai budaya Lengsernya pak harto beserta orde barunya telah meninggalakan warisan yang memudahkan sekaligus menyulitkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi disisi lain. Karl mengatakan. bahkan sampai miliyaran kasus yang tiba-tiba lenyap begitu saja. Salah satu persoalan besar dalam memerangi korupsi di Indonesia adalah bahwa rakyat Indonesia sendiri bersikap fleksibel terhadap korupsi.

Ketidakadilan dalam prosese-proses penegakkan hukum oleh aparat-aparat yang bersangkutan juga membuat nama baik keadilan dimata rakyat Indonesia menjadi kabur. setelah beberapa tahun yang lalu kasus besar korupsi (pajak) belum sempat terungkap. universitas Tadulako. ada yang aneh jika tidak dijalankan. KPK pun menemukan kasus yang lain beberapa waktu lalu. pejabat publik. aparat keadilan. universitas Pattimura.Dari masa bung Karno. Universitas Brawijaya. Kasus ini telah membuktikan bahwa korupsi telah kembali memasuki sendi-sendi pendidikan bangsa Indonesia. Beroperasinya praktek suap menyuap. Belum lama ini muncul kasus korupsi proyek wisma atlit hambalang yang dilakukan oleh para “penjahat” senayan. KPK sebagai badan yang menangani kasus korupsi di Indonesia dituntun oleh banyak pihak untuk melakukan lebih dalam pemberantasan korupsi. Akhir-akhir ini kasus korupsi semakin menjadi-jadi. Universitas Negeri Jakarta. dan sampai pada masa pak Bambang sekarang ini. korupsi semakin berlipat-lipat ganda. Universitas Udayana. nampaknya kasus korupsi mulai menginginkan ruang yang baru. Dari data yang diperoleh KPK menyebutkan. membuat rakyat semakin banyak kehilangan kepercayaan kepada para politisi. Universitas Nusa Cendana. Universitas Jendral Sudirman. kasus ini menambah buruk citra Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Universitas Negeri 4 . tidak sedikit para politisi. Hebatnya yang bermain dalam kasus ini adalah aktor yang sama dalam kasus Hambalang. Korupsi seolah telah menjadi budaya bangsa kita. Kasus proyek pengadaan sarana dan prasarana di 16 universitas negeri senilai Rp 600 miliar yang mengguncangkan dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. ruang baru korupsi Korupsi kembali terjadi. pejabat publik. Universitas Sriwijaya. penegak hukum semua terjerat kasus korupsi. Universitas Jambi. sampai pada pak Harto. money laundre. ITS Surabaya. dan penegak hukum. Pendidikan. Setelah begitu banyak ruang yang telah dijajiki oleh kasus korupsi. dan sekarang dengan warna yang berbeda korupsi menghiasi dindingdingin Indonesia. kali ini korupsi mulai merambah dunia pendidikan. Setelah pada tahun 2004 silam terjadi korupsi dana pengandaan buku pelajaran sekolah. aparat kedilan. ke-16 universitas negeri itu adalah Universitas Sumatera Utara.

Nampaknya perkembangan korupsi semakin pesat. responsif. akuntabilitas dan visi strategis (Rangkuti 2007). Ketidakadilan dalam proseseproses penegakkan hukum oleh aparat-aparat yang bersangkutan telah mencoret nama baik keadilan dimata rakyat Indonesia. Melemahnya kesadaran arah dan tujuan hidup bernegara yang menggejala saat ini berdampak sangat negatif kepada usaha penegakkan hukum dan keadilan. konsensus. transparansi. membuat rakyat semakin banyak kehilangan kepercayaan kepada para penegak hukum. BAPPENAS melalui Tim Pengembangan Kebijakan Nasional menyatakan bahwa istilah good governance merupakan suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. kata governance ialah kepemimpinan. penegakan hukum. demokratis. Keadilan yang jujur tak berpihak menjadi idaman rakyat Indonesia yang saat ini kelihatan mustahil diterapkan di negeri ini. pengelolaan. dan pemeliharaan. efektivitas dan efisiensi. dan efektif sesuai dengan cita-cita terbentuknya suatu masyarakat madani (Soeharyo 2011). money laundre.Papua. kesetaraan dan keadilan. Menurut Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyimpulkan ada sembilan aspek fundamental dalam mewujudkan good governance yaitu partisipasi. Penerapan Good Governance di Indonesia Good governance dapat diartikan sebagai tata pemerintahan yang baik. lemahnya standar moral bangsa kita inilah yang menyebabkan kita sekarang mengalami berbagai bentuk conflict of interest. menjalar kemana-mana. Kaum elitis pemerintah juga sudah tak mampu menjaga tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat. 5 . Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. karena mereka sendiri pun sibuk menutupi auratnya dengan proyek-proyek bernilai tebaran kertas warna-warni (korupsi). Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Universitas Sebelas Maret. dan IPB Bogor. Karena beroperasinya praktek suap menyuap. Adakah yang salah dalam proses penegakkan hukum? Atau-kah murni dari kesalahan sumber daya manusia Indonesia yang terlalu rakus? Nampaknya apa yang dikatakan Karl benar. Universitas Negeri Malang.

Responsif ialah sikap pemerintah yang cepat dan tanggap dalam menangani persoalan masyarakat. 6 . Hal lain yang dapat dilakukan untuk menerapkan good governance di Indonesia adalah melalui penyelenggaraan pelayanan publik (Daniri 2011). pelayanan publik ialah wadah interaksi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga perbaikan pelayanan publik akan menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat. dan mekanisme pasar. masyarakat madani yang kuat dan partisipatif. keterlibatan masyarakat justru akan membuat ricuh. Akuntabel artinya pembuatan dan pelaksanaan kebijakan harus dipertanggungjawabkan. Pemerintah juga harus memberikan pelayanan yang setara dan adil kepada masyarakat. Menurut Daniri (2011). serta penguatan upaya otonomi daerah. Hal tersebut melandasi pentingnya visi strategis. Tahapan tersebut harus sesuai dengan kapasitas pemerintah. Kemandirian Lembaga Perwakilan. Inilah yang disebut transparansi. Efektivitas dan efisiensi artinya pembangunan untuk kepentingan masyarakat dapat dijangkau oleh semua kalangan sosial dan dengan biaya yang rasional. Aparatur Pemerintah yang profesional dan penuh integritas. Dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan harus diketahui oleh masyarakat.Partisipasi artinya membuka ruang kepada masyarakat dalam membuat suatu kebijakan. Selain itu. masyarakat sipil. Bangsa juga harus peka terhadap perubahan zaman. Aspek-aspek tersebut harus dilaksanakan agar good governance dapat diterapkan di Indonesia. keterlibatan masyarakat harus diimbangi dengan penegakan hukum. Pelayanan publik yang baik juga dapat menunjukkan nilai-nilai yang mencirikan praktek good governance yaitu pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. Jika tidak ada penegakan hukum. beberapa langkah yang untuk menerapkan good governance ialah : penguatan fungsi dan peran Lembaga Perwakilan. Namun. Penerapan good governance di Indonesia harus dengan strategi yang baik dan dilakukan secara bertahap. Konsensus memiliki arti bahwa pengambilan keputusan harus sesuai dengan kesepakatan bersama.

Bibit Samad Riyanto dalam Hasdianto. atau pendapatan (penghasilan) minim.” ( Hasdianto. Aspek perilaku individu ialah faktor-faktor internal yang mendorong seseorang melakukan korupsi seperti adanya sifat tamak. pemberian uang pelicin. aspek organisasi. walaupun usaha-usaha pemberantasannya sudah dilakukan lebih dari empat dekade. penyuapan. dan peraturan lain. „Mereka‟ atau pelaku dapat berlindung dengan aturan tersebut. membeberkan lima hal yang dianggap berpotensi menjadi penyebab tindakan korupsi. Ditandai dengan munculnya aturan perundang-undangan. Bahkan ada kecenderungan modus operandinya lebih canggih dan terorganisir sehingga makin mempersulit penanggulangannya. malas atau tidak mau bekerja keras. Namun tidak lantas yang memiliki pendapatan tidak melakukan korupsi. aspek masyarakat. telah diidentifikasikan bahwa faktor-faktor penyebab korupsi di Indonesia terdiri atas 4 (empat) aspek. yaitu : aspek perilaku individu. Kedua adalah intensitas moral seseorang atau kelompok. seperti perda. kultur organisasi yang tidak benar. penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup yang wajar. Ini yang paling penting adalah budaya sadar akan aturan hukum. Praktik-praktik seperti penyalahgunaan wewenang. pengawasan baik bersifat internal-eksternal.2010) Pada buku Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional (SPKN) yang diterbitkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 1999. pemberian imbalan atas dasar kolusi dan nepotisme serta penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi.Penyebab Korupsi di Indonesia Korupsi telah lama terjadi di Indonesia. jadi kembali lagi ke moral tadi. Ironisnya. “Satu adalah sistem politik. serta tidak diamalkannya ajaran-ajaran agama secara benar. gaya hidup konsumtif. maka masyarakat akan mengerti konskuensi dari apa yang ia lakukan. kelemahan sistem pengendalian 7 . sistem akuntabilitas yang tidak memadai.” jelas Bibit. Dengan sadar hukum. dan kelimanya adalah budaya taat aturan. Ketiga adalah remunisasi. moral yang kurang kuat menghadapi godaan. praktik-praktik korupsi tersebut tetap berlangsung. pungutan liar. oleh masyarakat diartikan sebagai suatu perbuatan korupsi dan dianggap sebagai hal yang lazim terjadi di negara ini. dan aspek peraturan perundang-undangan. Aspek organisasi ialah kurang adanya keteladanan dari pimpinan. “Keempat. kebutuhan hidup yang mendesak.

Untuk itu. serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan. kurangnya kesadaran bahwa yang paling dirugikan dari terjadinya praktik korupsi adalah masyarakat dan mereka sendiri terlibat dalam praktik korupsi. (3) Lemahnya komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan. manajemen cenderung menutupi perbuatan korupsi yang terjadi dalam organisasi. penerapan sanksi tidak konsisten dan pandang bulu. Caiden (dalam Soerjono. Beberapa upaya penanggulangan korupsi yang ditawarkan para ahli yang masing-masing memandang dari berbagai segi dan pandangan. korupsi perlu ditanggulangi secara tuntas dan bertanggung jawab. maka akan terbiasa dan menjadi subur serta akan menimbulkan sikap mental pejabat yang selalu mencari jalan pintas yang mudah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesutu yang sebenarnya bukan menjadi hak mereka.manajemen. judicial review yang kurang efektif. (4) Rendahnya integritas dan profesionalisme. moral dan etika (Hasdianto. dan (7) Lemahnya keimanan. rasa malu. tugas jabatan. penjatuhan sanksi yang terlalu ringan. seperti nilai-nilai yang berlaku yang kondusif untuk terjadinya korupsi.2010). kualitas peraturan perundang-undangan yang kurang memadai. Aspek peraturan perundang-undangan yaitu terbitnya peraturan perundang-undangan yang bersifat monopolistik yang hanya menguntungkan kerabat dan atau kroni penguasa negara. keuangan. Cara Mengatasi Korupsi di Indonesia Korupsi tidak dapat dibiarkan begitu saja jika suatu negara ingin mencapai tujuannya karena jika dibiarkan terus menerus. serta pencegahan dan pemberantasan korupsi hanya akan berhasil bila masyarakat ikut berperan aktif. dan birokrasi belum mapan. kejujuran. (5) Mekanisme pengawasan internal di semua lembaga perbankan. 1980) memberikan langkah-langkah untuk menanggulangi korupsi sebagai berikut : membenarkan transaksi yang 8 . dan lingkungan masyarakat. (2) Rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil. (6) Kondisi lingkungan kerja. Aspek masyarakat berkaitan dengan lingkungan masyarakat di mana individu dan organisasi tersebut berada. Erry R. Selain itu adanya penyalah artian pengertian-pengertian dalam budaya bangsa Indonesia.Hardjapamekas dalam Hasdianto juga menyebutkan bahwa tingginya kasus korupsi di negeri ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: (1) Kurang keteladanan dan kepemimpinan elite bangsa.

mengurangi kebijaksanaan pribadi dalam menjalankan kekuasaan. mengambil keputusan yang cepat mengenai hukum pidana dan hukum atas pejabat-pejabat yang korupsi. tetapi memang harus ditekan seminimum mungkin. oleh karena itu cara pengkajiannya pun bermacam-macam pula. Cara yang diperkenalkan oleh Caiden di atas membenarkan tindakan yang semula dikategorikan kedalam korupsi menjadi tindakan yang legal dengan adanya pungutan resmi. dan penunjukan instansi pengawas adalah saran-saran yang secara jelas diketemukan untuk mengurangi kesempatan korupsi. kegiatan pengawasan yang lebih keras. memperkuat satuan-satuan pengamanan termasuk polisi. Selanjutnya. membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat. melakukan perubahan organisasi yang akan mempermudah masalah pengawasan dan pencegahan kekuasaan yang terpusat. Korupsi tidak cukup ditinjau dari segi deduktif saja. dan menindaklanjuti orang-orang yang menyogok pejabat-pejabat. Kartono (1983) menyarankan penanggulangan korupsi sebagai berikut: adanya kesadaran rakyat untuk ikut memikul tanggung 9 . Persoalan korupsi beraneka ragam cara melihatnya. memperbaiki kedudukan sosial ekonomi agar lebih terjamin. melainkan perlu ditinaju dari segi induktifnya yaitu mulai melihat masalah praktisnya (practical problems). birokrasi yang saling bersaing. 1987) memberi saran penaggulangan korupsi. dengan tidak lupa meningkatkan ancaman hukuman kepada pelaku-pelakunya. rotasi penugasan. wewenang yang saling tindih organisasi yang sama. misalnya tanggung jawab pimpinan dalam pelaksanaan pengawasan melekat. Di lain pihak. agar beban korupsi organisasional maupun korupsi sestimik tidak terlalu besar sekiranya ada sesuatu pembaharuan struktural. Myrdal (dalam Lubis. juga harus dilihat apa yang menyebabkan timbulnya korupsi. Nampaknya tidak mungkin keseluruhan korupsi dibatasi.dahulunya dilarang dengan menentukan sejumlah pembayaran tertentu. menaikkan gaji pegawai yang rendah. yaitu menyederhanakan dan mempertegas pengaturan dan prosedur untuk keputusan-keputusan administratif yang menyangkut orang perorangan dan perusahaan. celah-celah yang membuka untuk kesempatan korupsi harus segera ditutup. mengurangi dorongan untuk korupsi dengan jalan meningkatkan ancaman. barangkali mungkin untuk mengurangi kesempatan dan dorongan untuk korupsi dengan adanya perubahan organisasi. korupsi adalah persoalan nilai. begitu halnya dengan struktur organisasi haruslah membantu kearah pencegahan korupsi.

dan selalu berusaha berbuat 10 . dan menerapkan sistem kontrol yang efisien. sebab wewenang dan kekuasaan itu cenderung disalahgunakan. 1989) mengatakan bahwa dalam menanggulangi korupsi. memberantas dan menindak korupsi. Berdasarkan pendapat para ahli diatas. adanya kebutuhan pegawai negeri yang non-politik demi kelancaran administrasi pemerintah. menumbuhkan kebanggaan-kebanggaan dan atribut kehormatan diri setiap jabatan dan pekerjaan. sistem budget dikelola oleh pejabatpejabat yang mempunyai tanggung jawab dan etis tinggi. adanya sistem penerimaan pegawai yang berdasarkan achievement dan bukan berdasarkan sistem ascription. Kebijakan pejabat dan pegawai bukanlah bahwa mereka kaya dan melimpah. yaitu dengan menayangkan wajah para koruptor di televisi karena menurutnya masuk penjara tidak dianggap sebagai hal yang memalukan lagi. penilaian dan kebijakan. akan tetapi mereka terhormat karena jasa pelayanannya kepada masyarakat dan negara.jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial. perlu sanksi malu bagi koruptor. adanya sanksi dan kekuatan untuk menindak. memberantas dan menghukum tindak korupsi. Upaya preventif dapat dilakukan dengan cara membangun dan menyebarkan etos pejabat dan pegawai baik di instansi pemerintah maupun swasta tentang pemisahan yang jelas dan tajam antara milik pribadi dan milik perusahaan atau milik negara. herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan perorangan yang mencolok dengan pengenaan pajak yang tinggi. dan menumbuhkan sense of belongingness dikalangan pejabat dan pegawai sehingga mereka merasa peruasahaan tersebut adalah milik sendiri dan tidak perlu korupsi. reorganisasi dan rasionalisasi dari organisasi pemerintah melalui penyederhanaan jumlah departemen serta jawatan dibawahnya. bahwa teladan dan pelaku pimpinan dan atasan lebih efektif dalam memasyarakatkan pandangan. para pemimpin dan pejabat memberikan teladan. mengusahakan perbaikan penghasilan (gaji) bagi pejabat dan pegawai negeri sesuai dengan kemajuan ekonomi dan kemajuan swasta agar pejabat dan pegawai saling menegakan wibawa dan integritas jabatannya dan tidak terbawa oleh godaan dan kesempatan yang diberikan oleh wewenangnya. Marmosudjono (Kompas. maka dapat disimpulkan bahwa upaya penanggulangan korupsi adalah melalui upaya preventif dan represif. menciptakan aparatur pemerintah yang jujur. koreksi dan peringatan. menumbuhkan pemahaman dan kebudayaan politik yang terbuka untuk kontrol. menanamkan aspirasi nasional yang positif dengan cara mengutamakan kepentingan nasional.

upaya represif dapat dilakukan dengan cara penayangan wajah koruptor di televisi dan herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan pejabat. 11 .yang terbaik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful