KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro

26

e-ISSN: 2252-7036 Vol.1 No.1 2012: 26-32

PENGEMBANGAN APLIKASI UNTUK SIMULASI EVAKUASI BENCANA TSUNAMI BERBASIS AGENT BASED MODELING
Rizqiya Windy Saputra1), Khairul Munadi2), Yudha Nurdin3)
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jln. Tgk Syech Abdurrauf No. 7, Darussalam, Banda Aceh, Indonesia e-mail : rizqiya.ws@elektro-unsyiah.net, munadi@elektro.unsyiah.ac.id, yudha_nurdin@elektro.unsyiah.ac.id

ABSTRAK Simulasi evakuasi bencana merupakan salah satu metode yang digunakan dalam proses mitigasi resiko bencana. Khususnya bencana tsunami, kerusakan parah yang mungkin ditimbulkan dapat dihindari dengan adanya edukasi mitasi bencana dalam bentuk simulasi. Agent Based Modeling (ABM) merupakan salah satu metode pengembangan model simulasi berbasis agent. Pemodelan simulasi berbasis agent merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pemodelan simulasi fenomena alam dan sosial. Agent yang merupakan bagian dari Artificial Intelligence adalah objek autonomous yang dapat bertindak berdasarkan pengaruh sekitarnya. Pengembangan model dari simulasi menggunakan toolkit Netlogo 4.1.3 yang bersifat open source. Proses pengerjaan model dilakukan dengan membuat kode-kode perintah pada bagian procedures dari Netlogo, untuk kemudian dapat dieksekusi oleh agent-agent pada halaman interface. Model simulasi yang dibuat terdiri dari model bencana tsunami, manusia yang bergerak menuju exit point dan penentuan letak exit point. Setiap model yang dibuat, mewakili simulasi sederhana dari bentuk dan fenomena sebenarnya pada dunia nyata. Model yang dihasilkan ini dapat menjadi sebuah acuan menentukan persentase keselamatan agent human pada model. Kata Kunci : Agent, ABM, Netlogo

DEVELOPMENT OF APPLICATION FOR TSUNAMI DISASTER EVACUATION SIMULATION BASED ON AGENT BASED MODELING
ABSTRACT Disaster evacuation simulation is one of the methods used in the process of disaster risk mitigation. Especially the tsunami disaster, a huge damage that probably arise can be avoided by the education of disaster mitigation in the form of simulation. Agent Based Modeling (ABM) is one method of agent-based simulation model development. Agent-based modeling simulationis one of the methods used in simulation modeling of natural and social phenomena. Agents as part of Artificial Intelligence are autonomous objects that can act on the surrounding influences. Development of simulation models using Netlogo 4.1.3 as toolkit, and that is an opensource. The process of the model was made by creating a command code in the procedures tab of Netlogo, and then to be executed by agents on the interface tab. Simulation model is consisting of a model of the tsunami disaster, people are moving towards the exi point and determination of exit point location. Each model is created, is representing a simple simulation of the actual forms and phenomena in the real world. The result of model can be a reference to determine the percentage of the safety of human agents in the model.
Keyword :Agent, ABM, Netlogo

1) Mahasiswa Tugas Akhir , 2) Dosen Pembimbing Utama, 3) Dosen Pembimbing Kedua. Karya ilmiah ini telah di-review oleh komite pembahas dan disetujui untuk dipublikasikan pada tanggal 27 Maret 2012.

mengadakan pelatihan-pelatihan tanggap bencana serta dengan pengadaan simulasi-silmulasi penanggulangan bencana. Dalam pengembangan simulasi berbasis agent ini. Perkembangan dari AI ini yang selanjutnya bercabang hingga sampai pada pengertian agent. Persiapan dalam konteks non-edukasi dapat dicontohkan pada pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana pada daerah rawan dan penertiban hukum terkait. Selain itu. Di ujung yang satu ada terminal dengan software AI dan diujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Mereka berkomunikasi dimana terminal di ujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh operator. Selain kecerdasan buatan terdapat pula istilah kecerdasan alami. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana. telah muncul beberapa gabungan kata seperti : Intelegent agent. maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).  Kurangnya informasi/ peringatan dini (early warning) yang menyebabkan ketidaksiapan. industri. Beberapa metode mitigasi dapat dilakukan berdasarkan faktor yang telah dirincikan diatas. Repast. Metode simulasi merupakan salah satunya. Pentingnya edukasi terhadap evakuasi bencana tsunami akan mengurangi resiko jumlah korban yang merupakan target yang ingin dicapai dari edukasi. 2008). Resiko bencana yang ditimbulkan sangat luas pengaruhnya bagi masyarakat. kosa kata agent telah sangat banyak digunakan dalam berbagai bidang informatika. penambahan materi pelajaran di sekolah-sekolah. Terutama daerah kita yang rawan akan bencana gempa dan tsunami. banyaknya gunung berapi yang berpotensi menyebabkan gempa serta sangat luasnya area-area potensi tsunami (Goto. 2. software agent. Kecerdasan alami adalah bentuk kecerdasan yang timbul secara alami tanpa perlu dibuat. Swarm.KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036 I. Potensi bencana ini sangat terkait dengan letak geografis. Ada bencana yang bisa diperkirakan sebelumnya seperti tsunami.1 2012 27 @2012 kitektro . Perbedaan ntara kecerdasan buatan dan kecerdasan alami diantaranya berupa kecerdasan alami bersifat tidak kekal dan kreatif. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain. Persiapan menghadapi bencana dapat dilakukan dengan metode edukasi dan non-edukasi. Kata-kata agent itu sendiri terdapat beberapa arti diantaranya (Azhari. Dan sang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain. Netlogo dan Starlogo. Karena setiap peneliti selalu mendefinisikan kata agent sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Paling tidak ada empat faktor yang dapat mengakibakan dampak-dampak seperti kerugian yang besar dan dan jumlah korban yang banyak (Tim. tanah longsor dan bahkan tsunami. DASAR TEORI 2. yaitu:  Kurangnya pemahaman terhadap karakteristik bencana (hazard).  Ketidakberdayaan/ketidakmampuan dalam menghadapi bahaya bencana. Serta dalam bentuk edukasi dapat berupa sosialisasi kepada masyarakat luas. komputer. 2 Defenisi Agent Untuk saat ini. Walaupun hingga saat ini belum ada arti formal bagi kata agent. Metode simulasi ini mempresentasikan agent sebagai model dari orang yang melarikan diri. Free software dapat diunduh disitusnya masing-masing. Edukasi visual memberikan nilai penting bagi masyarakat. 1 Definisi Inteligence Agent AI merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia (Rohman. Alan Turing. Salah satu bentuk pengembangan metode simulasi adalah dengan agent based modeling (ABM). technology agent dan autonomous agent. tanah longsor atau banjir. Edukasi adalah sebuah langkah pembelajaran dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Operator itu tidak mengetahui kalau di ujung terminal lain dipasang software AI.1 No. 2010). Karena bencana dapat terjadi secara tiba-tiba dan melewati proses yang perlahan. ABM merupakan pengembangan dari kecerdasan buatan yang lebih dikenal dengan istilah artificial inteligence (AI). Pengembangan simulasi berbasis agent ini merupakan sebuah edukasi penting dalam evakuasi bencana. 2008). Penggunaan nya yang sangat populer malah mengakibatkan arti dari kata agent menjadi tidak jelas. Perkembangan dari AI ini berawal pada tahun 1950 – an. simulasi ini juga mempresentasikan karakter fisik lingkungan dan pemodelan dari bencana tsunami.2005): Vol. seorang pionir AI dan ahli matematika Inggris melakukan percobaan Turing (Turing Test) yaitu sebuah komputer melalui terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Diantaranya MASON. terdapat banyak sekali free software yang dapat digunakan. sedangkan bencana seperti gempa tidak dapat diperkirakan sebelumnya.  sikap dan prilaku yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya alam (vulnerability). Lebih tepatnya yaitu membuat mesin dapat memiliki kemampuan belajar serta beradaptasi dengan sesuatu. Terkait dengan berbagai bentuk bencana yang umum terjadi di Indonesia misalnya banjir. elektronik maupun manufacturing. gempa. II.

dan IBM (individual based modeling) (Macal. Model Agent Gambar 1. model exit point dan model bencana tsunami.KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036  “software agents are program that engage indialogs and coordinate transfer of information”. Rancangan yang dibuat tergambar pada diagram gambar 1. dapat dikembangkan dan menjadikan aplikasi simulasi yang telah dibuat ini sebagai salah satu metode mengurangi bahaya akibat bencana Tahap perancangan model simulasi bertujuan untuk menentukan pengembangan model evakuasi bencana tsunami sesuai dengan konsep yang diinginkan. Dengan menggunakan metode ini terdapat tiga keunggulan yang tidak didapatkan pada teknik yang lain. pengertian agent mengarah kepada model orang yang melakukan evakuasi terhadap bencana (orang yang melarikan diri).1 Perancangan Model Simulasi Pemodelan evakuasi sederhana ini dirancang dengan 6 tahapan. a hardware or (more usually) software-based computer system that enjoys the autonomy.a berikut : b. yaitu (Bonabeau. social ability.  An agent is a software. reactivity and pro-activieties” Dalam konteks penelitian karya ilmiah ini. 4 Metode Simulasi Simulasi adalah sebuah metode untuk mempelajari suatu sistem dengan memodelkan sistem tersebut sesuai dengan karakteristiknya dan melakukan beberapa eksperimen dengan memberikan beberapa input yang mungkin pada model tersebut untuk kemudian dipelajari keluarannya (Mahtarami. 2. PERANCANGAN MODEL SIMULASI Perancangan model pada karya ilmiah ini bertujuan untuk Menghasilkan sebuah aplikasi sederhana evakuasi bencana tsunami yang mudah dipahami.1 No.1 2012 28 @2012 kitektro . III. Proses dari simulai perlu diterapkan pada pembuatan sistem ini untuk penentuan tujuan dari perangkat lunak yang dibuat.  ABM sangat flexible. 3. 3 Agent-Based Modeling (ABM) Agent-Based Modeling (ABM) dikenal dengan banyak nama yaitu ABM (agent-based modeling). Tahapan perancangan a. Tahapan Perancangan Model dan Model Agent pada Simulasi Vol.2006). 2002) :  ABM menampilkan phonomena yang sedang terjadi  ABM menyediakan deskripsi sumber dari sebuah sistem. ABS (agent-based systems). 2006). 2.

maka model tsunami akan bergerak dan menabrak model bangunan dan manusia. b) Pemodelan Area Sebelum dan Sesudah Bencana Tsunami Terjadi. brown dan black. ketika prosedur “mulai” dijalankan maka interaksi antara agent tsunami dan environment akan terjadi. Dalam simulasi ini.b. didapatkan hasil ataupun grafik dari jumlah kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh tsunami ini sendiri. dalam beberapa situasi jumlah korban bisa menjadi lebih besar karena tidak tepatnya area evakuasi. Dalam karya ilmiah ini fenomena alam yang diangkat adalah musibah tsunami. Namun. d) Pemodelan Proses Evakuasi Fenomena kehidupan nyata menggambarkan bahwa manusia akan menuju ke tempat yang aman ketika bencana terjadi. Pathces yang berwarna hitam dimodelkan sebagai bangunan. Pathces berwarna hitam diletakkan juga secara acak. Sebelum menjalankan simulasi. IV. yaitu :  Agent bencana tsunami berbentuk square  Agent manusia yang melakukan evakuasi berbentuk human  Agent exit point berbentuk house Hasil pemodelan yang dibuat terlihat pada Gambar 1. Agent ini berjalan menuju ke beberapa exit point. Pemilihan fenomena ini berkaitan erat dengan kondisi daerah aceh saat ini yang masih merasakan dampak dari potensi bahaya yang ditimbulkan. maka agent manusia akan berputar ke arah patches berwarna coklat untuk kemudian kembali bergerak maju. terdapat dua pathces yang digunakan. prilaku intelligence dapat dituliskan secara jelas dengan perintah ask. Dalam model simulasi yang dibuat saat ini. Agent manusia dalam simulasi ini dibatasi untuk maksimum 4000 agent. agent turtles yang digunakan dibagi dalam tiga macam. sehingga dengan kata lain procedure pada pemograman ini adalah bagian spesifik yang terdiri dari perintah-perintah yang dijalakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Selain memodelkan tsunami. Vol.1 2012 29 @2012 kitektro . Dengan menggunakan Netlogo sebagai toolkit ini sendiri.1 No. Agent manusia dan Exit Point Poin utama dari pemodelan simulasi ini adalah menggunakan agent turtles pada Netlogo. jumlahnya dapat diatur sesuai keinginan pada awal memulai simulasi. Patches pada world Netlogo merupakan model area yang coba disimulasikan. Peletakan secara acak ini bertujuan agar konsep dari pergerakan agent human ke area penyelamatan dengan jalur yang acak juga dapat direalisasikan. Netlogo dipilih karena cocok model berbasis agent yang kompleks. Prilaku agent turtles yang tergambar merupakan prilaku dari tsunami pada dunia nyata. Pada simulasi yang dibuat. dan maksimum koordinat Y adalah 100. Sebagaimana telah disebutkan. c) Pemodelan Proses Bencana Tsunami Pemodelan untuk bencana tsunami pada simulasi ini dimodelkan agent berbentuk square yang bergerak dari sisi koordinat X negatif menuju koordinat X positif. Gerak laju gelombang tsunami pada model simulasi ini dibatasi pada kecepatan tertentu. dalam simulasi ini juga dimodelkan agent berbentuk manusia yang melakukan evakuasi menjauh dari tsunami. Area yang dimodelkan ini berada pada world Netlogo dengan maksimum koordinat X 120. Apabila bertabrakan dengan patches berwarna hitam (bangunan). Model agent yang bergerak menuju area evakuasi ini dimodelkan dengan bergerak maju ke depan. pengguna dapat mengatur jumlah exit point dan agent manusia yang akan ditampilkan pada model. sedangkan warna coklat menggambarkan jalur bebas yang dapat dilewati oleh agent manusia ketika bergerak. Terdapat maksimum 10 buah area evakuasi. Agent untuk tsunami dimodelkan dengan agent berbentuk square yang bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain. Segala bentuk perintah yang berkaitan dengan agent itu sendiri dituliskan seluruhnya pada bagian procedure. Agent yang pada awal proses berbentuk turtles dirubah sesuai dengan keinginan kita untuk memodelkannya. Prilaku yang dilakukan oleh agent manusia adalah menjauh dari tsunami dan menuju ke exit point. sedangkan yang berwarna coklat dimodelkan sebagai area sebelum bencana terjadi. Dengan adanya interaksi ini. Pada world Netlogo. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Sesuai dengan perintah yang telah dibuat. telah ditentukan area evakuasi (exit point) yang menjadi tujuan bergeraknya agent manusia. terdiri dari dua macam warna. hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil kerusakan yang dibuat oleh bencana tersebut.KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036 a) Pemodelan Bencana. patches berwarna hitam menggambarkan model bangunan.1 Pembahasan Dalam penelitian ini Netlogo dipilih sebagai toolkit untuk membangun sebuah model simulasi evakuasi bencana berbasis ABM. multi level maupun dalam jumlah yang besar untuk memodelkan simulasi natural ( alam) dan fenomena sosial. dengan batasan exit point maksimum mencapai 10 buah.

1 2012 30 @2012 kitektro .1 No. Tampilan Simulasi yang sedang Berjalan dalam 2D Gambar 3.KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036 Gambar 2. Tampilan Simulasi yang sedang Berjalan dalam 3D Vol.

51 50. 5.64 49.1 2012 31 @2012 kitektro . dapat terlihat pada tabel 1 berikut : Tabel 1. 2. sebelum Vol. Untuk percobaan yang dilakukan kemudian. yaitu : a Percobaan pertama Percobaan dilakukan dengan menentukan jumlah agent human 4000 orang.1 No. 7.42 Pengujian yang dilakukan dengan delapan kali percobaan menunjukkan perbedaan jumlah agent manusia yang selamat setelah proses simulasi berlangsung.KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036 4.29 50.0/ticks.62 49.64 51.15 50. 8 Percobaan Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima Keenam Ketujuh Kedelapan sebelum 3572 3567 3556 3579 3581 3548 3591 3581 sesudah 1892 1842 1824 1808 1796 1797 1782 1770 Jumlah Exit Point 3 4 5 6 7 8 9 10 Kematian Agent Human % 52. penulis mencoba dengan delapan kali percobaan. 1.2 Hasil Penelitian hasil simulasi yang dijalan kan memberikan nilai berbeda dari setiap simulasi yang dilakukan. 3 exit point dan kecepatan tsunami 1. Hasil yang didapat adalah : Gambar 4. 6.96 51. Pada percobaan berikutnya. 3. 4. Untuk memvalidasi hasil. Hasil Percobaan pada simulasi yang dilakukan Jumlah Agent Human No. Tampilan grafik dari percobaan pertama a Percobaan berikutnya.

1 2012 32 @2012 kitektro . REFERENSI Azhari. namun untuk simulasi berjalan. KESIMPULAN Berdasarkan model yang telah dibuat. Agent-Based Modeling : Methods and Techniques for Simulating Human System. maka semakin tinggi persentase keselamatan. 2006. Pada percobaan terlihat persentase kematian dengan 6 exit point lebih besar dari 7 exit point. Vol. Feri Fahrur. Universitas Islam Indonesia.KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036 simulasi agent human yang diinisialisasikan berjumlah 4000. Pada percobaan untuk 4 exit point misalnya. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar Untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Pada Anak. Penurunan persentase kematian ini menjadikan peningkatan nilai persentase keselamatan berbanding lurus dengan jumlah exit point yang diberikan. Model yang dihasilkan dari toolkits Netlogo 4. agent yang terdapat pada simulasi berjumlah 3567 sebelum simulasi dan setelah simulasi berjalan berkurang menjadi 1842. Bonabeau.1 No. Kegiatan yang pernah diikuti selama perkuliahan yaitu Seminar Nasional dan Expo Teknik Elektro Unsyiah (SNETE) 2011. Begitu pula untuk percoban ketiga. 2005. nilai persentase juga bisa berbalik. Charles M. Eric. Selepas lulus program S1. 2006. Pengurangan jumlah kematian ini menunjukan peningkatan dari sisi keselamatan pada agent human. asisten pada Laboratorium Pemrosesan Data periode 2009-2012. Tugas Akhir ini diselesaikan selama setahun dengan kelompok riset MuSig (Multimedia Signal Processing Research Group). kemungkinan orang-orang untuk melakukan evakuasi semakin banyak. dan masih menjabat sebagai Ketua Bidang Infokom IKADU (Ikatan Alumni Pelajar Darul Ulum). Menamatkan MTs Darul Ulum pada tahun 2003 dan MA Darul Ulum Banda Aceh pada tahun 2006. agent yang terdapat di area simulasi berbeda. Semakin banyak jumlah exit point. 2010. VI. Namun dari pada itu. Tutorial on Agent-Based Modeling and Simulation part 2: How to Model with Agent. Rizqiya merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. Seminar Bisnis Internet 2010 . Salah satu penyebabnya adalah sifat unpredictable yang dimiliki oleh Agent Based Modeling (ABM). Rohman. V.Universitas Islam Indonesia. Hal ini dapat disesuaikan dengan realita di kehidupan nyata.. Pengembangan Tempat Rekreasi dengan Simulasi.. Rizqiya Windy Saputra (0604105010063) dilahirkan di Aceh Timur. Rizqiya berkeinginan untuk bekerja sambil menimba ilmu di bidang IT pada berbagai perusahaan ternama. International Workshop & Expo on Sumatra Tsunami Disaster & Recovery 2010 Macal. Animation Viewer Development as A Method of Disaster Preparedness and Education. PNAS GOTO. IEEE. 2002. (2008). Hal ini terlihat pada percobaan keempat dan kelima.. 3.3 memberikan gambaran fenomena alam dan sosial. pada tanggal 20 Mei 1988. Mahtarami. Yozo.1. dimana dengan semakin banyaknya exit point. Semakin banyak lokasi exit point yang diberikan maka persentase keselamatan semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh program yang tidak membolehkan agent human berada pada black patches. Overview Metodologi Rekayasa Perangkat Lunak Beorientasi Agen. Model dapat dikembangkan sesuai ide-ide terbaru dari developer. Na 2. Affan. Selama menjadi mahasiswa aktif sebagai pengurus HIMATEKTRO periode 2007-2008. Nilai persentase keselamatan berbanding lurus dengan jumlah exit point. FMIPA Universitas Gadjah Mada. maka dapat disimpulkan bahwa : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful