P. 1
Modul Sejarah 7 Edit

Modul Sejarah 7 Edit

|Views: 243|Likes:
Published by primaalfa
Modul sejarah SKKK Padang By Nunuk
Modul sejarah SKKK Padang By Nunuk

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: primaalfa on Jun 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2015

pdf

text

original

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM KE INDONESIA

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa Mendeskripsikan perkembangan masyarakat kebudayaan dan pemerintahan pada masa islam di Indonesia, serta peninggalanpeninggalannya.

A. Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam di Asia Barat dan Persebarannya
Agama islam lahir ditengah-tengah kehidupan masyarakat jahiliah bangsa arab. Islam membawa pembaharuan total terhadap zaman jahiliah menjadi sebuah kehidupan masyarakat yang baik berlandaskan ajaran islam. Pembawa ajaran islam adalah Nabi Muhammad. Beliau lahir dari seorang ibu yang bernama Aminah binti wahab, sedangkan ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dari keturunan Quraisy. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabbiulawal tahun Gajah yang bertepatan pada tanggal 20 April 571 Masehi. Orang tua nabi Muhammad telah meninggal dunia semenjak beliau masih kecil. Bahkan kakek yang mengasuhnya pun meninggal ketika Muhammad baru berusia 8 tahun. Maka semenjak umur 8 tahun Muhammad diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thaliib. Semenjak umur 12 tahun Muhammad telah ikut berdagang ke negeri Syria. Setelah dewasa Muhamad mulai usaha bedagang sendiri. Dalam perdagangan ini beliau terkenal sebagai orang yang jujur, sehingga mudah memperoleh kepercayaan dalam perdagangan. Kejujuran merupakan hal baru bagi masyarakat saat itu, sehingga dengan kejujurannya beliau kemudian dipercayaoleh seorang saudagar kaya yang berbudi yaitu Siti Khadijah untuk membawa barang-barang dagangannyake negeri Syam(Syiria). Tingkah laku yang menarik dan kejujuran Muhammad telah menarik hati Khadijah, sehingga keduanya kemudian melakukan pernikahan. Dalam usia menjelang 40 tahun, Muhammad sering kali berkhalwat (memohon petunjuk pada Allah agar mendapat pencerahan untuk dapat memperbaiki kehidupan masyarakat Jahiliah). Hingga pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M, Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira, melalui malaikat Jibril. Wahyu dari Allah yang pertama ini adalah Surat Al-Alaq (ayat 1-5). Ayat ini dimulai dengan perintah agar Nabi Muhammad dan juga umat manusia membaca ayat-ayat allah, baik yang tertulis dalam kitab suci, maupun yang ada di jagad raya. Sejak itulah Muhammad menjadi rasul utusan Allah SWT. Setelah itu wahyu berikutnya turun selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari. Sepeninggalan Nabi Muhammad agama islam kemudian disebarkan oleh para sahabat yang lebih dikenal dengan dengan Khalifa Urrasyiddin. Semenjak zaman ini islam kemudian tersebar tidak hanya diwilayah Arab tetapi sudah berkembang keseluruh Asia Barat, Afrika Utara, sebagian Eropa(Spanyol & Turki). Sehingga kemudian, disyiria muncullah Dinasti Umayyah dan kemudian muncul Dinasti Abasyiah di Baghdad, Iraq. Pada masa Dinasti Umyyah, islam berkembang sampai ke India, Cina, dan Asia Tenggara. Pada masa Dinasti Absyiah, islam lebih berkembang luas lagi.

B. Proses Masuk dan Perkembangan Awal Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
1. Peranan Kaum Perdagangan
Proses masuk dan berkembangnya agama islam ke Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kegiatan perdagangan. Dalam kaitan ini kaum pedagang memiliki peranan yang sangat penting, baik pedagang dari luar Indonesia maupun pedagang Indonesia. Para pedagang umumnya datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir, seperti malaka, Palembang, Demak, dan lain-lain. Mereka tinggal ditempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, bahkan berbulan-bulan untuk menunggu datangnya angin musim. Pada

saat menunggu inilah maka terjadi pergaulan antar pedagang dari berbagai bangsa juga antara pedagang dengan penduduk setempat. Mereka saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya, bahkan agama. Melalui hubungan dagang inilah terjadi saling mempengaruhi dibidang agama maupun kebudayaan. Para pedagang arab, persia, gujarat, yang umumnya beragama islam mengenalkan agama dan budaya islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Ketika berdagang ditempat-tempat perdagangan Indonesia mereka saling memperkenalkan agama islam, maka mulailah ada penduduk Indonesia yang mengenal kemudian memeluk agama Islam. Yang aktif memperkenalkan dan menyebarkan agama islam ke Indonesia tidak hanya para pedagang arab, persia, ataupun Gujarat, tetapi juga para pedagang Indonesia. Mereka yang telah memeluk agama islam kemudian menyebarkan islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya, sehingga islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia.

2. Pentingnya Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Bandar-bandar yang ada di Indonesia memiliki peranan dan arti yang sangat penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia. Bandar adalah merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau tempat pemberhentian dan persinggahan kapal-kapal dagang. Selain itu bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga merupakan tempat tinggal bagi para pengusaha perkapalan. Di tempat-tempat inilah para pedagang dari Arab, Persia, ataupun Gujarat memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Kemudian banyak penduduk disekitar Bandar tertarik dan masuk islam.

C. Kronologis Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
1) Datang sekitar abad ke-13 Masehi
Sarjana-sarjana Barat dan para pengikutnya umumnya berpendapat bahwa Islam masuk ke kawasan Nusantara melalui pantai timur Aceh sekitar abad ke-13 Masehi. Umumnya mereka mendasarkan pendapatnya pada angka tahun yang tertera dalam nisan Sultan Malik Al Saleh( Sultan I Kerajaan Samudera Pasai) dan catatan perjalanan Marco Polo serta Ibnu Batutah.

2) Datang sekitar abad ke-11 Masehi
Disamping abad ke-13, ada juga yang menyebutkan bahwa islam datang ke kawasan Nusantara pada abad ke-11 Masehi. Hal ini didasarkan pada bukti adanya makam seorang muslimah yang bernama Fatimah binti Maimun. Makam ini terdapat di Lerang, Gresik, Jawa Timur, yang berangka tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi. Keberadaan makam seseorang di Leran, Gresik yang berangka tahun 475 H ini dijadikan bukti pada sekitar abad ke-11 Masehi di kawasan tersebut telah berkembang masyarakat islam. Dengan demikian islam telah datang ke kawasan itu pada abad ke-11 Masehi.

3) Datang sekitar abad ke-7 sampai abad ke-8 Masehi
Beberapa waktu terakhir ini berkembang pendapat baru bahwa islam sebenarnya telah datang dan berkembang di kawasan Nusantara dan masyarakat nusantara telah menjalin hubungan dagang dengan negeri India, Cina, juga dunia Arab (khususnya Persia).

D. Pembawa dan Penerima Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
Beberapa pendapat mengenai pembawa Islam ke Indonesia antara lain sbg brkt: 1. Pembawa islam ke Indonesia adalah pedagang Gujarat(India), Arab dan Persia 2. Golongan Tasawuf dari Gujarat (India) yang memiliki kesamaan dengan budaya Indonesia sehingga mudah diterima masyarakat 3. Orang Indonesia yang aktif seperti Dato’ri Bandang, Tuan Tunggang ri Parangan, setelah mendalami Islam di Timur Tengah kemudian aktif berdakwah di beberapa daerah di Indonesia terutama di Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Penerimaan ajaran Islam di Indonesia antara lain :

1. Para adipati di daerah pesisir yang langsung berhubungan dengan para pedagang muslim 2. Raja dan bangsawan yang ikut mempercepat perkembangan Islam 3. Para pedagang yang terlibat langsung dengan para pedagang muslim dari luar negeri (Arab, Persia, Gujarat) 4. Para Wali atau Ulama yang kemudian aktif menyebarkan islam di Indonesia 5. Rakyat yang telah menganut agama Islam

Latihan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan zaman jahiliyah ! ....................................................................................................................................................... ....................................................................................................................................................... 2. Sejak kapan Muhammad mendapat gelar dan tanggung jawab sebagai Rasul ? ....................................................................................................................................................... ....................................................................................................................................................... 3. Apa makna dari wahyu pertama (Surat Al-Alaq) yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW ? ....................................................................................................................................................... ....................................................................................................................................................... 4. Sepeninggal Nabi Muhammad SAW agama Islam kemudian disebarkan oleh para sahabatyang lebih dikenal dengan KhulafaUrrasyiddin. Tuliskanlah nama dari para KhulafaUrrasyiddin tersebut ! 1).................................................................................................................................................... 2)............................................................................................................................................ 3).................................................................................................................................................... 4).................................................................................................................................................... 5. Pada masa Dinasti apakah Islam telah berkembang sampai ke India, Cina , dan Asia Tenggara ? ....................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................

SALURAN-SALURAN ISLAMISASI DI INDONESIA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia serta peninggalanpeninggalannya

A. Saluran-Saluran Islamisasi/Penyiaran Agama Islam di Indonesia
1. Saluran Perdagangan
Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat. Proses penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang muslim. Para pedagang muslim banyak menetap di kota-kota pelabuhan dan membentuk perkampungan muslim, contohnya Pekojan. Dari kota-kota itulah akhirnya Islam menyebar kedaerah pedalaman.

2. Saluran Perkawinan
Perkawinan juga memegang peranan penting dalam penyebaran Islam. Banyak pedagangpedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang menikah dengan wanita-wanita Indonesia. Proses penyebaran agama Islam yang dilakukan dengan cara seseorang yang telah menganut Islam menikah dengan seseorang yang belum menganut Islam sehingga akhirnya pasangannya itu ikut menganut Islam.

3. Saluran Dakwah
Proses penyebaran Islam dilakukan dengan cara memberi penerangan tentang agama Islam, seperti yang dilakukan oleh Wali Songo dan Ulama lainnya di daerah-daerah

4. Saluran Pendidikan
Proses penyebaran Islam melalui pendidikan dilakukan dengan mendirikan pondok pesantren guna memperdalam ajaran-ajaran Islam. Para santri yang telah lulus merupakan ujung tombak penyebaran Islam di daerah masing-masing. Pondok pesantren yang sudah terkenal sejak dahulu, antara lain : 1) Pondok pesantren Sunan Gresik, Gresik, Jawa Timur 2) Pondok Pesantren Sunan Ampel, Ampeldenta, Surabaya, Jawa Timur 3) Pondok Pesantren Sunan Giri, di Kedotan Giri, Gresik, Jawa Timur

5. Saluran Seni dan Budaya
Penyebaran agam islam dengan jalan memanfaatkan kebudayaan yang telah ada sebelumnya seperti pagelaran wayang kulit, upacara sekatan, seni sastra, seni musik, seni lukis, dan lain-lain.

6. Saluran Tasawuf
Proses penyebaran Islam yang disesuaikan dengan pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada agama Hindu dan Budha. Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang bercampur dengan mistik dan hal-hal yang magis.

B. Peranan Ulama dalam Proses Awal Perkembangan Agama Islam di Indonesia
Secara garis besar peranan ulama dalam proses perkembangan Islam di Indonesia adalah sbg berikut : 1. Di bidang agama, para ulama berperan sebagai penyebar agama Islam, baik melalui dakwah mendirikan pondok pesantren, maupun menciptakan berbagai seni media dakwah. 2. Dibidang politik, para ulama berperan sebagai pendukung kerajaan-kerajaan Islam maupun sebagai penasehat-penasehat raja bahkan ada yang menjadi raja (sultan) 3. Dibidang seni budaya, para ulama mampu mengembangkan kebudayaan setempat yang kemudian disesuaikan dengan budaya Islam.

Para ulama yang menyebarkan agama Islam di daerah-daerah antara lain sebagai berikut : 1) Syekh Siti Jenar/ Syekh Lemah Abang di Demak. Konon ia dijatuhi hukuman mati oleh lembaga permusyawaratan wali karena dituduh menyampaikan ajaran yang menyesatkan masyarakat 2) Sunan Gesang dan kawan-kawan yang dimakamkan di Tirta, Magelang 3) Sunan Tembayat dari daerah Bayat, Klaten 4) Sunan Panggung putera sunan Bonang yang menyiarkan Islam di Tegal 5) Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan, Tasikmlaya 6) Syekh Abdurrauf Al Fanshuri di Singkel, Aceh 7) Syekh Yusuf di Banten 8) Syekh Burhanuddin di Ulakan, Pariaman 9) Dato’ri Bandang, ulama yang berdakwah dan menyebarkan agama Islam di daerah Gowa, Makasar 10) Dato’ Sulaima, Ulama yang berdakwah dan menyebarkan agama islam di daerah Sulawesi Tengah dan Utara 11) Tuan Tunggang ri Parangan, ulama yang berdakwah dan menyebarkan agama islam di Kalimantan Timur 12) Penghulu Demak, ulama yang berdakwah dan menyebarkan agama Islam di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan

C. Peranan Wali Songo (Wali Sembilan) dalam Menyebarkan Agama Islam di Indonesia
Adapun nama-nama Wali Songo dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa adalah sebagai berikut : 1. Maulana Malik Ibrahim Maulana Malik Ibrahim juga terkenal dengan sebutan Maghribi atau Syekh Maghribi. Maulana Malik Ibrahim merupakan tokoh keturunan Arab, putra Zainal bin Hasan Ali r.a. Beliau berjasa besar dalam berdakwah Islam terhadap masyarakat Jawa. Beliau datang ke Jawa Timur pada tanggal 12 Rabiul Awal 882 H atau pada bulan April 1419 M dan dimakamkan di Gresik. Maulana Malik Ibrahim berdakwah agama Islam didaerah Jawa Timur dengan cara bergaul dengan anak negeri, berbudi lembut, ramah tamah, dan berakhlak tinggi. Maulana Malik Ibrahim juga mendirikan pesantren yang merupakan tempat pendidikan agama islam guna menggembleng para siswa sebagai kader mubaligh Islam pada masa mendatang. 2. Sunan Ampel Nama kecil Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Beliau berasal dari Campa (wilayah Jeumpa, Aceh), beliau ikut mendirikan Mesjid Agung Demak yang dibangun kira-kira pada tahun1401 Saka atau 1479 Masehi. Sunan Ampel juga berperan sebagai perencana berdirinya Kerajaan Islam Demak di Jawa yang beribu kota di Bintoro. Raden Rahmat memilih daerah Ampeldenta dekat Surabaya sebagai pusat kegiatan perkembangan agama Islam. Oleh karena itu pusat dakwahnya berada di wilayah Ampeldeta maka Raden Rahmat lebih dikenal sebagai Sunan Ampel. Sunan Ampel mulai mengembangkan agama Islam di Jawa Timur dengan mendirikan Pesantren Ampeldenta. Pesantren ini digunakan untuk mendidik para pemuda Islam sebagai kader yang nantinya disebarkan ke seluruh pelosok Pulau Jawa. Diantara siswa-siswanya yang terkenal adalah Raden Paku yang kemudian terkenal dengan sebutan Sunan Bonang, Masih Maunut atau Syarifuddin (putranya sendiri)yang terkenal dengan sebutan Sunan Drajat. 3. Sunan Drajad Syarifuddin atau Masih Maunut yang lebih terkenal dengan sebutan Sunan Drajad adalah putra Sunan Ampel ( Raden Rahmat ). Beliau menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Timur dan beliau yang berjiwa sosial dan dermawan. Islam dengan tidak sengaja memberikan pertolongan kepada yang sengsara, seperti membantu anak yatim piatu, orang sakit dan fakir miskin. Sebagian ahli sejarah menyatakan bahwa sunan Drajad adalah pencipta gending Pangkur.

4. Sunan Bonang Raden Maulana Makhdum Ibrahim yang terkenal dengan nama Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel. Beliau semasa hidupnya giat sekali menyebarkan agama islam di daerah Tuban dan menjadikan sebagai pusat kegiatannya di Pulau Jawa. 5. Sunan Giri Sunan Giri disebut juga Raden Paku, Prabu Satmaka atau Sultan Fakih. Beliau putra Maulana Ishak yang pernah ditugaskan oleh Raden Rahmat untuk menyebarkan agama Islam ke daerah Blambangan yang pada waktu itu masih memeluk agama Hindu. Beliau di Giri kemudian mendirikan sebuah mesjid dan pesantren yang menampung banyak murid dan berbagai wilayah. Sunan Giri pernah mengirimkan utusan ke luar Jawa, seperti Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean, serta Ternate dan Haruku (Kepulauan Maluku) untuk menyebarkan agama Islam. Beliau menciptakan permainan anak-anak yang berjiwa Islam, seperti lir-ilir, jamuran, dan cublak-cublak suweng. 6. Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga yang mempunyai nama kecil Raden Mas Syahid adalah putra Tumenggung Sahur Wilantika, Bupati Tuban. Sunan Kalijaga selain seseorang yang wli, juga dikenal mubaligh, pejuang, pujangga, dan filsuf yang berjiwa besar. Beliau termasuk mubaligh keliling sehingga daerah penyebarannya tidak terbatas. Cara beliau menyebarkan islam adalah dengan melalui cerita-cerita wayang yang sudah banyak dimasuki ajaran-ajaran Islam. 7. Sunan Kudus Sunan Kudus mempunyai nama kecil Ja far Shodiq putra dari mas Rden Usman, daerah penyebaran dari agama Islam adalah pesisir sebelah Utara Jawa Tengah. Beliau mengikis hbis ajaran Hindu dan memberi nama daerah penyebaran nya quds yang berarti suci. 8. Sunan Muria Sunan Muria adalah putra dari sunan Kalijaga dengan nama kecilnya adalah Raden Prawata,daerah penyebaran agamanya disekitar Lereng gunung Muria.cara penyebaran dengan memberikan krusus kepada rakyat jelata,beliau wafat dimakamkan dipunjak gunung Muria. 9. Sunan Gunung Jati Sunan Gunung Jati mempunyai nama yg sangat banyak antara lain : Fatahillah,Falatehan, Muhammad Nurdin, Syam Nurullah, Syarif Hidayahtullah, Makdum Jati dan Makdum Ramatullah.beliau berasal dari Pasai yg merupakan keturunan raja, setelah menamatkan pelajaran ia pergi keDemak karena Pasai telah diduduki oleh portugis,diDemak ia diangkat menjadi seorang panglima oleh Sultan Trenggono dan ditugaskan untuk menaklukkan daerah Jawa sehingga daerah Sunda Kelapa dia taklukkan dan diganti namanya menjadi Jayakarta yg berarti kota kemenangan.kemudian Fatahilla mendirikan kerajan Cerebon dan Banten. Selain menyebarkan agama Islam Falatehan juga melawan terhadap kedudukan Portugis di Malaka,Fatahillah wafat dimakamkan di Gunung Jati,Cerebon. Penyebab dari mudah nya agama Islam diterima oleh masyarakat Indonesia adalah; 1. Syarat masuk Islam mudah 2. Pelaksanaan ibadah sangat sederhana dan tidak memakan biaya banyak 3. Agama Islam tidak mengenal kasta 4. Aturan-aturan dalam agama Islam fleksibel dan tidak memaksa 5. Agama Islam yang masuk dari Gujarad mendapat pengaruh dari Hindu sehingga mudah memahaminya 6. Penyebaran Islam dilakukan secara damai tanpa kekerasan 7. Karena runtuhnya kerajaan Majpahit abad ke-15

DAERAH PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa kolonial Eropa Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalanpeninggalannya

Peta Daerah Penyebaran Islam di Indonesia
Keterkaitan antara perdagangan dan Persebaran Islam mengakibatkan bandar-bandar dagang di Indonesia menjadi awal penyebaran Islam. Bandar-bandar itu terutama terdapat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pada masa selanjutnya pusat-pusat tersebut berperan sebagai pusat pemerintahan (kerajaan) dan penyebaran Islam ke berbagai wilayah sesuai dengan wilayah cakupan kerajaan. Dengan mengetahui pusat-pusat perdagangan dan kerajaan Islam di Indonesia, kita dapat memperkirakan sampai sejauh mana persebaran Islam di kepulauan Indonesia. Batas paling Barat adalah Aceh, sedangkan batas paling Timur adalah Ternate.

PERKEMBANGAN KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
Standar Kompetensi Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalannya-peninggalannya :

A. Kerajaan Islam di Pulau Sumatera
1. Kerajaan Perlak
Kerajaan Islam Pertama di Indonesia adalah kerajaan Perlak. a. Sumber-Sumber dan Bukti Sejarah Kerajaan Perlak 1) Naskah-Naskah Tua Berbahasa Melayu Naskah-naskah tua yang dijadikan sebagai rujukan mengenai keberadaan kerajaan Perlak yaitu :  Idharatul Haqfi Mamlakatil Ferlah Wal Fasi, karangan Abu Ishak Makarani Al Fasy  Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan Assalathin, karangan Syekh Syamsul Bahri Abdullah As Asyi  Silsilah raja-raja Perlak- Pasai, catatan Saiyid Abdullah Ibnu Syaiyid Habib Saifuddin 2) Bukti-Bukti Peninggalan Sejarah  Mata uang Perlak Mata uang perlak diyakini merupakan mata uang tertua yang ditemukan di Nusantara. Ada 3 jenis mata uang yang ditemukan yakni yang terbuat dari emas (Dirham), Perak (Kupang), tembaga atau kuningan.  Stempel Kerajaan Stempel kerajaan ini bertuliskan tenggelam yang membentuk kalimat “ Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512”.

 

Makam Raja Benoa Bukti lain yang memperkuat kerajaan Perlak adalah makam dari salah seorang raja benoa di tepi sungai Trenggulon. Batu nisan tersebut bertuliskan huruf Arab. Berdasarkan catatan Idharul Haqfi Mamlakatil Ferlah wal Fasi, Benoa adalah negara bagian dari kerajaan Perlak.

b. Raja-raja Penguasa Kerajaan Perlak
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (225-249 H/840-964 M) Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdurrahim Syah (249-285 H/964-888 M) Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abbas Syah (285-300 H/888-913 M) Sultan Alaidin Saiyid Maulana Ali Migayat Syah (302-305 H/915-918 M) Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Kadir Syah Jouhan Berdaulat (306-310 H/ 918-922 M) Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Jouhan Berdaulat (310-334 H/922-946 M) Sultan Makhdum Alaidin Malik Jouhan Berdaulat (334-461 H/946-973 M) Sultan Alaidin Saiyid Maulana Mahmud Syah (365-377 H/976-1012 M) Sultan Makhdum Alaidin Malik Ibrahim Syah Jouhan Berdaulat (365-402 H/976-1012 M) Sultan Makhdum Alaidin Malik Mahmus Syah Jouhan Berdaulat (402-450 H/10121059 M) Sultan Makhdum Alaidin Mansyur Syah Jouhan Berdaulat (450-470 H/1059-1078 M) Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdullah Syah Jouhan Berdaulat (470-501 H/ 1078-1108 M) Sultan Makhdum Alaidin Malik Ahmad Syah Jouhan Berdaulat (501-527 H/1108-1134 M) Sultan Makhdum Malik Mahmud Syah Jouhan Berdaulat (527-522 H/1134-1154 M) Sultan Makhdum Alidin Malik Usman Syah Jouhan Berdaulat (522-565 H/1158-1170 M) Sultan Makhdum Alidin Muhammad Syah Jouhan Berdaulat (565-592 H / 1170 – 1196 M) Sultan Makhdum Alidin Malik Abdul Jalil Syah Jouhan Berdaulat ( 592-622 H/ 1196-1225 M) Sultan Makhdum Alidin Malik Muhammad Amin Syah II Jouhan Berdaulat (622-662 H/1225-1263) Sultan Makhmud Alidin Malik Abdul Aziz Syah Jouhan Berdaulat (662-692 H/12631292 M) Merupakan Sultan terakhir Perlak sebab sepeninggal Sultan Makhdum Alidin Malik Abdul Aziz Syah Jouhan Berdaulat Perlak disatukan dengan Samudera Pasai. Yang berkuasa pada waktu itu adalah Muhammad Malikul Dhair, Putra Sultan Malikul Saleh dengan Putri Gangga Sari.

2. Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan ini teletak di daerah pantai Timur Sumatera bagian Utara, yang letaknya berdekatan dengan jalur pelayaran dan perdagangan dunia saat itu, yaitu Selat Malaka. Raja-raja yang memerintah di kerajaan Samudera Pasai. a. Sultan Malik Al Saleh Raja pertama samudera pasai adalah Sultan Malik Al Saleh. Sebelum masuk Islam ia bernama Marah Silu. Marah Silu di Islamkan oleh Syekh Ismail utusan dari Syarif Mekkah. Ia kemudian di beri gelar Malik Al Saleh. Setelah menjadi raja, Sultan Malik Al Saleh kemudian memperistrikan putri Perlak yang sudah masuk Islam. Sultan Malik Al Saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam, juga berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan. b. Sultan Malik Al Tahir (1297-1326 M) Setelah meninggal, Sultan Malik Al Saleh digantikan putranya yang bernama Sultan Muhammad. Ia lebih dikenal dengan nama Sultan Malik Al Tahir. Ia berusaha meneruskan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh ayahnya, sehingga kerajaan Samudera Pasai terus

mengalami perkembangan. Pada masa pemerintahannya kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan kerajaan Samudera Pasai. c. Sultan Malik Al Tahir II (1326-1348 M) Raja ketiga Samudra Pasai adalah raja Ahmad. Ia juga bergelar Sultan Al Tahir. Maka ia disebut Sultan Malik Al Tahir II. Diberitahukan oleh Ibnu Batutah, Sultan Malik Al Tahir II sangat teguh memegang ajaran Islam. Kerajaan Samudera Pasai berkembang sampai abad ke-16. Tahun 1552 Samudera Pasai diduduki oleh Portugis.

3. Kerajaan Aceh
Awal abad ke-16 Aceh masih kerajaan kecil yang tunduk dibawah kekuasaan Pedir. Pada masa kekuasaan Sultan Ibrahim. Aceh melepaskan diri dari kekuasaan Pedir. Pusat pemerintahan kerajaan Aceh ada di Kutaraja. Kerajaan Aceh mengalami perkembangan pesat menjadi sebuah kerajaan besar. Hal ini didorong oleh beberapa faktor antara lain : a. Letak ibukota Aceh yang sangat strategis b. Jatuhnya malaka ke portugis c. Pelabuhan Aceh (olele) memiliki persyaratan yang baik sebagai pelabuhan dagang karena terlindungi oleh pulau We, pulau Keureuse, pulau Deudap, dan Pulau Breueh dari ombak besar. d. Daerah Aceh Kaya lada sebagai mata dagangan ekspor yang penting Untuk memperkuat kerajaannya sekaligus untuk menandingi kekuatan Portugis, Sultan Ibrahim membentuk angkatan perang yang kuat. Aceh mencapai zaman keemasan dibawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang memerintah tahun 1607-1936. Ia adalah orang yang cakap dan pemeluk Islam yang taat. Wilayah di semenanjung Malaya, seperti Johor, Kedah, Pahang berhasil dikuasai. Demikian pula dengan daerah Perlak, Pulau Bintan, dan Nias. Iskandar Muda bersikap anti penjajaha. Ia bercita-cita dapat mengusir Portugis di Malaka. Pada masa kekuasaan Iskandar Muda disusun undang-undang tentang tata pemerintahan. Undangundang itu disebut Ada Mahkota Alam. Tahun 1936 Sultan Iskandar Muda wafat kemudian digantikan oleh Sultan Iskandar Thani, yang memerintah sampai tahun 1641. Raja-raja yang berkuasa selanjutnya lemah. Sementara tahun 1641 belanda sudah berhasil menguasai Malaka. Lama-kelamaan Belanda pun berhasil memasukkan pengaruhnya ke Aceh.

B. Kerajaan Islam di Pulau Jawa 1. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama dipulau Jawa. Pendirinya adalah Raden Patah, kira-kira akhir abad ke-15 M. Sekitar tahun 1500-an Raden Patah menyatakan melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Kerajaan ini berdiri karena semakin banyaknya orang Majapahit yang beragama Islam dan menginginkan kerajaan berdiri sendiri yang lepas dari Majapahit. Kerajaan ini akhirnya memiliki wilayah yang luas yang membentang di pesisir Utara Jawa bekas kerajaan Majapahit. a. Raja-Raja yang memerintah di kerajaan Demak 1) Raden Patah Raden Patah sebenarnya adalah putra raja Majapahit. Nama kecilnya adalah pangeran Jimbun. Setelah masuk Islam lebih dikenal dengan Raden Patah. Tahun 1500 ia tampil sebagai Raja Demak yang bergelar Sultan Alam Akhbar Al Fatah. Uantuk melengkapi sebagai pusat penyebaranIslam dibangunlah sebuah mesjid yang megah yaitu Mesjid Demak. Daerah kekuasaannya meliputi : daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara, dan sekitarnya. Pengaruh diluar Jawa misalnya : Palembang dan Jambi di Sumatera, serta beberapa daerah di Kalimantan.

Ada beberapa faktor pendukung kerajaan Demak menjadi sebuah kerajaan yang besar antara lain : 1. Jatuhnya kekuasaan kerajaan Majapahit pada tahun 1478 ikut mempercepat perkembangan Demak sebagai pusat kegiatan politikndan perdagangan di Jawa 2. Demak didukung oleh kota-kota perdagangan di pantai utara Jawa yang sudah lepas dari ikatan kekuasaan Majapahit bahkan beberapa bangsawan Majapahit yang tidak puas terhadap keadaan menggabungkan diri ke Demak. 3. Kota-kota pantai utara Jawa menguasai jalur perdagangan di Indonesia dan bertindak sebagai pedagang perantara antara Maluku dan Malaka. Bahkan, penduduk Hitu ( Maluku) banyak belajar agama Islam dari Giri. 4. Jatuhnya bandar Malaka ke tangan Portugis (1511) menambah makin ramainya bandar Jepara (milik Demak) karena banyaknya pedagang muslim yang tidak mau lagi berdagang ke bandar Malaka. 5. Pemerintahan Demak didukung oleh para wali sehingga secara magis religius menambah kewibawan dan kebesaran kerajaan Demak. Sebagai pusat perdagangan Demak memiliki pelabuhan-pelabuhan penting, seperti : Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik. Jatuhnya malaka ke tangan Portugis tahun 1511 disatu pihak menjadikan posisi Demak semakin penting. Oleh karena itu tahun 1513 Demak mengirim armadanya ke Malaka di bawah pimpinan Pati Unus, putra R.Patah sendiri. Serangan ini mengalami kegagalan. 2) Pati Unus/ Pangeran Sabrang Lor (1518-1521 M) Setelah R. Patah wafat 1518, kemudian digantikan oleh putranya Pati Unus. Ia memerintah pada tahun 1518-1521. Walau ia tidak memerintah cukup lama, tetapi namanya terkenal sebagai panglima perang yang berani. Ia berusaha membendung pengaruh Portugis jangan sampai meluas ke Jawa. 3) Sultan Trenggana (1521-1546) Pati Unus wafat 1521 tanpa meninggalkan putra. Salah seorang adiknya, yakni Raden Trenggana, tampil menggantikan sebagai raja yang bijaksana. Pada masa kekuasaannya, Demak mencapai zaman kejayaan. Ia memperluas wilayah kekuasaan ke Jawa Barat dan Jawa Timur. Waktu itu Portugis mulai meluaskan pengaruhnya ke Jawa Barat. Portugis merencanakan mendirikan benteng dan kantor dagang di Sunda Kelapa. Hal ini menimbulkan ketidaksenangan dan kemarahan Demak. Sehingga Demak mengirimkan tentaranya pada tahun 1522 dibawah pimpinan Fatahilah berhasil mengalahkan dan mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Dalam serangan Pasuruan Sultan Trenggana Gugur.

b. Berakhirnya Kerajaan Demak
Sultan Trenggana wafat tahun 1546, timbullah pertentangan dikalangan keluarga sendiri. Orang yang berhak menggantikan sebagai raja Demak seharusnya saudara Sultan Trenggana yaitu Pangeran Sekar Sedolepen. Tetapi ia dibunuh oleh Sunan Prawoto dengan harapan dapat mewarisi tahata kerajaan. Tetapi Arya Penangsang, anak Pangeran Sedolepen yang mrupakan adipati Jipang tidak tinggal diam. Ia merasa paling berhak atas Kerajaan Demak. Arya Penangsang kemudian berusaha menyingkirkan lawan-lawannya. Sunan Prowoto dan para pendukungnya berhaisl dibunuh. Tetapi akhirnya ia dapat dikalahkan oleh Adiwijaya (Jaka Tingkir/Mas Karebet), menantu Sultan Trenggana yang menjadi Adipati di Pajang. Setelah kemelut berakhir dengan kemenangan pihak Pajang (Adiwijaya) pusat kerajaan Demak dipindahkan ke Pajang. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan kerajaan Demak.

2. Kerajaan Pajang
Dalam pertikaian antara Jipang di bawah Arya Penangsang dengan Pajang dibawah Adiwijaya memperebutkan tahta Demak dimenangkan oleh Adiwijaya dari Pajang. Dengan kemenangan ini maka pusat kerajaan Demak kemudian dipindahkan ke Pajang. Sultan Adiwijaya (Hadiwijaya) memerintah dari tahun 1568 sampai 1582. Ia memberikan balas budi kepad para pembantunya dalam pertempuran melawan Arya Penangsang. Ki Ageng Pemanah menerima hadiah tanah di daerah Mataram(Alas Mentaok). Ki Penjawi diberi hadiah didaerah Pati, keduanya sekaligus diangkat sebagai Bupati di daerah masing-masing. Seorang putra Ki Ageng Pemanahan yang bernama Sutawijaya, karena memiliki keahlian dan kecakapan dalam bidang militer dan sekaligus sebagai balas jasa, dijadikan anak angkat Sultan Adiwijaya dan disaudarakan dengan putra mahkota pangeran Benawa. Ketika ki Ageng Pemanah meninggal tahun1575, Sutawijaya diangkat sebagai Bupati Mataram. Ketika Sultan Adiwijaya wafat 1528, timbul perebutan kekuasaan. Arya Pingiri, putra Sunan Prawoto mencoba merebut kekuasaan. Usaha ini dapat digagalkan oleh Pangeran Benawa dengan bantuan Sutawijaya. Pangeran Benawa menyadari tidak mampu mengendalikan pemerintahan dan menjamin keamanan serta mempertahankan kekuasaan Pajang. Pangeran Benawa terpaksa menyerhkan kekuasaan Pajang kepada saudara angkatnya, Sutawijaya. Akhirnya pada tahun 1586 pusat kerajaan Pajang dipindahkan ke Mataram oleh Sutawijaya.

3. Kerajaan Mataram Islam
Pada awal perkembangannya, Mataram Islam adalah sebuah daerah kadipaten yang berada dibawah kekuasaan Pajang. Letak Mataram didaerah Jawa Tengah bagian Selatan dengan Pusatnya Kota Gede, daerah Yogyakarta sekarang. a. Pemerintahan penambahan Senopati (1586-1601) Sutawijaya naik tahta dan memerintah Mataram dari tahun 1586-1601. Ia bergelar Penambahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Kerajaan Mataram ini berpusat di Kotagede (sebelah Tenggara kota Yogyakarta sekarang). b. Pemerintahan Mas Jolang (1601-1613) Penambahan Senopati wafat tahun 1601 kemudian digantikan putranya yang bernama Mas Jolang, Sebagai raja Mataram. Mas Jolang bergelar Sultan Anyakrawati. Ia memerintah tahun 1601-1613. c. Pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) Mas Jolang digantikan putranya yang bernama Mas Rangsang. Ia lahir tahun 1592. Mas Rangsang lebih terkenal dengan gelarnya Sultan Agung. Pada Masa kekuasaan Sultan Agung, Mataram mencapai jaman keemasan. Mataram maju hampir dalam segala bidang. Kemajuan-kemajuan yang dicapai pada masa pemerintahan Sultan Agung adalah sebagai berikut : 1) Bidang Politik a) Berhasil mempersatukan tanah Jawa b) Menundukkan Sukadana (Kalimantan, 1622) dan Madura (1624) c) Menyerang Belanda (VOC) di Batavia pada tahun 1628 dan 1629 dibawah pimpinan Tumenggung Baurekso dan Adipati Ukur, tetapi mengalami kegagalan. Penyebab kegagalan adalah :  Jarak antara Mataram - Batavia terlalu Jauh  Persediaan beras/logistik dibakar oleh Belanda  Kalah dalam sistem persenjataan  Prajurit Mataram terjangkit penyakit menular  Kerajaan Banten dan Cirebon tidak membantu Mataram  Kondisi yang kurang kompak antara angkatan laut dan angkatan darat 2) Bidang Ekonomi a) Produksi beras meningkat dan hasilnya di ekspor ke luar negeri

b) Penguasa kota-kota pelabuhan di pesisir utara Jawa mendukung aktifitas perdagangan 3) Bidang Sosial-Budaya a) Adanya budaya kejawen, yaitu perpaduan budaya asli Indonesia dengan HinduBudha dan Islam b) Menciptakan perhitungan tarikh Islam, dengan menggunakan dasar peredaran bulan Qomariah (1 tahun = 354 hari) c) Memajukan sastra dengan mengarah kitab sastra gending, Nitsruti,Nitisastra, dan Astrabrata 4) Dalam bidang sistem susunan pemerintahan, mataram dibagi dalam :  Kutanegara, yang merupakan daerah pusat keraton. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh Patih Lebet (Patih dalam) yang dibantu Wedana Lebet (Wedana Dalam)  Negara Agung, yang merupakan daerah yang ada disekitar Kutanegara. Dalam pelaksanaan pemerintahan di pegang Patih Jawi (Patih Luar) yang dibantu Wedana Jawi( Wedana Luar)  Mancanegara, yaitu daerah diluar negara-negara Agung daerah ini dipimpin oleh Para Bupati  Pesisir. Daerah pesisir dipimpin oleh para Bupati atau Syah Bandar.

4. Kerajaan Banten
Kerajaan Banten terletak di Jawa Barat bagian utara. Kerajaan Banten menjadi penguasa jalur pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai melalui selat sunda. Kerajaan Banten didirikan oleh Fatahillah pada tahun 1528, tetapi masih duduk pada kekuasaan Demak. Fatahillah memiliki dua putra laki-laki, pangeran Pasarean dan pangeran Sabakingking. Pangeran Pasarean berkuasa di Cirebon. Tahun 1522, pangeran Sabakingking diangkat menjadi raja Banten. Pangeran Sabakingking lebih dikenal dengan Hasanudin. Setelah Demak runtuh sepeninggal Sultan Trenggana, Banten kemudian melepaskan diri. Berdirilah kerajaan Banten dengan rajanya Sultan Hasanudin. Ia memerintah tahun 1522 sampai dengan 1570. Pengaruh Banten menyeberang sampai ke Lampung. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan kerajaan Banten adalah sebagai berikut : a. Letaknya sangat strategis ditepi Selat Sunda b. Pelabuhannya tenang terlindung Pulau Sumatera c. Sebagai penghasil lada dan beras (barang dagangan yang penting) Raja-raja di kerajaan Banten setelah Sultan Hasanuddin wafat, adalah sebagai berikut : a. Panembahan Yusuf (1570-1580) b. Maulana Muhammad (1580-1597),yang bergelar Kanjeng Ratu Banten c. Abdul Mufakir Mahmud Abdul Kadir (1579-1640) d. Abdul Malik Ahmad (1640-1651) e. Abdul Fatah, yang bergelar Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692) Dibawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtyasa kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya. Ketika terjadi perselisihan antara Sultan Ageng dengan anaknya yang bernama Sultan Haji, Belanda (VOC)berusaha membantu Sultan Haji dan pada akhirnya berhasil mengalahkan sultan Ageng. Akibatnya Banten tidak lagi menjadi kerajaan yang merdeka. Lambat laun Banten mengalami kemunduran karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan Belanda.

5. Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon dibangun dan diperintah pertama kali oleh Sunan Gunung Jati sebagai anggota dewan Wali Songo. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diberi tugas untuk menyebarkan Islam ke kawasan Jawa Barat. Bahkan oleh Sultan Demak, Sunan Gunung Jati diperintahkan untuk memerintah di Cirebon.

Tahun 1679, Cirebon terpaksa dibagi dua yaitu Kesepuhan dan Kanoman. Waktu itu VOC sudah bercokol kuat di Batavia dengan politik De Vide at Impera, kesultanan Kanoman dibagi dua yaitu kesultanan Kanoman dan Kecirebonan. Dengan demikian kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3 yakni Kesepuhan, Kanoman, dan Kecirebonan. Akhirnya abad ke -17 Cirebon berhasil dikuasai VOC.

C. Kerajaan Islam di Pulau Kalimantan (Kerjaan Banjar)
Kerajaan Bandar adalah merupakan kerajaan Islam yang terletak di Kalimantan Selatan sebagai penguasa Banjar adalah Pangeran Samudra. Setelah masuk Islam pangerang Samudra bergelar Sultan Suryanullah. Dibawah Sultan Suryanullah kerajaan Banjar terus berkembang. Daerah-daerah seperti Sukadana, Kota Waringin, Rawei berhasil dikuasai.

D. Kerajaan Islam di Pulau Sulawesi (Kerajaan Makasar)
Sekitar abad ke-16 di Sulawesi Selatan berdiri kerajaan Makasar. Pusat kerajaan Makasar terletak di Sumbaopu wilayah Sulawesi Selatan. Secara geografis Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis karena letaknya yang dekat dengan jalur pelayarn dan perdagangan Nusantara. Dengan posisi seperti itu Makasar berkembang menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara. Raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Makasar : 1. Sultan Alaudin Sultan Alaudin memerintah dari tahun 1591-1638 M dibawah pemerintahannya, Makasar mulai ikut kedalam dunia pelayaran dan perdagangan. Perkembangan itu menyebabkan meningkatnya kesejahteraan rakyat Makasar. Akan tetapi setelah Alauddin wafat, makasar tidak dapat diketahui secara pasti hingga Sultan Hasanuddin naik tahta. 2. Sultan Hasanuddin Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, kerajaan Makasar mencapai masa kejayaannya. Dalam waktu singkat, Makasar telah berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Cita-cita Sultan Hasanuddin untuk menguasai sepenuhnya jalur pelayaran dan perdagangan di Nusantara mendorong perluasan wilayah kekuasaannya. Keadaan seperti itu ditentang oleh Belanda yang memiliki wilayah kekuasaan di Maluku dengan pusatnya Ambon . Pertentangan antara Makasar dengan Belanda sering menimbulkan peperangan. Keberanian Sultan Hasanuddin memimpin pasukan Makasar memporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku. Hal itu mengakibatkan Belanda semakin terdesak. Belanda memberi julukan kepada Sultan Hasanddin dengan sebutan “Ayam Jantan dari Timur”. Dalam upaya menguasai Makasar, Belanda menjalin hubungan dengan kerajaan Bone yang pada saat itu diperintah oleh Raja Aru Palaka. Dengan bantuan Aru Palaka, pasukan Belanda berhasil mendesak Makasar serta menguasai ibu kota kerajaan. Kerajaan Makasar menyerah dan dilanjutkan dengan perundingan Bongaya (tahun 1667), yang isinya : a. Kompeni Dagang Belanda (VOC) memperoleh hak monopoli dagang di pasar b. Belanda dapat mendirikan benteng di pusat Kerajaan Makasar yang diberi nama Benteng Rotterdam c. Makasar harus melepaskan daerah kekuasaannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar wilayah Makasar d. Aru palaka diakui sebbagai raja Bone 3. Raja Mapasombha Setelah Sultan Hasanuddin turun tahta, ia digantikan oleh putranya yang bernama Mapasombha. Sultan Hasanuddin sangat berharap agar Mapasombha dapat bekerja sama dengan Belanda. Tujuannya agar Makasar tetap bertahan. Ternyata Mapasombha jauh lebih lebih keras dari Sultan Hasanuddin, sehingga Belanda mengerahkan seluruh pasukannnya untuk menghadap perlawanan yang dilakukan oleh Mapasombha. Pasukan yang dipimpin oleh Mapasombha dihancurkan oleh pasukan Belanda dan Mapasombha tidak diketahui nasibnya. Dengan kemenangan itu, Belanda berkuasa penuh atas Makasar.

E. Kerajaan Islam di Kepulauan Maluku
1. Kerajaan Ternate Kerajaan tertua di Kepulauan Maluku adalah Jailolo, kemudian abad ke-13 berdirilah kerajaan Ternate dengan ibukota Sampalu. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempahrempah terutama cengkeh. Pada abad ke-14 Islam sudah tersebar di Ternate. Kerajaan Ternate menjadi kerajaan Islam. Raja ternate yang benar-benar suudah memeluk Islam adalah Zainal Abidin. Ia memerintah tahun 1486-1500. Kerajaan Ternate kemudian membentuk persekutuan uli lima (persekutuan lima bersaudara), yang meliputi antara lain Jailolo, Bacaan, Obi, Seram, dan Ambon. Pada masa pemerintahan Sultan Baabulah, Kerajaan Ternate mencapai jaman keemasan. Wilayahnya sangat luas sampai filiphina. Karena pelayaran dan perdagangan Ternate maju, maka Sultan Baabullah bergelar “Yang dipertuan di 72 Pulau” 2. Kerajaan Tidore Disamping ternate di kepulauan Maluku berdiri pula kerajaan Tidore. Kerajaan Tidore juga berkembang pesat. Kerajaan ini membentuk persekutuan yang dinamakan uli siwa (persekutuan sembilan bersaudara). Mula-mula Ternate dan Tidore hidup berdampingan secara damai tetapi setelah portugis dan spanyol datang ke Maluku, kedua kerajaan berhasi diadu domba sehingga antara kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Setelah sadar hubungan kedua kerajaan membaik kembali, kedua kerajaan berhasil diadu domba sehingga antara kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Setelah sadar hubungan kedua kerajaan membaik kembali, kedua kerajaan kemudian bersatu mengusir portugis. Kerajaan Tidore mencapai jaman keemasan dibawah pemerintahan Sultan Nuku. Wilayahnya cukup luas meliputi Seram, Halmahera, dan Irian.

LATIHAN
1. Uraikanlah sumber-sumber sejarah yang ditinggalkan dari Kerajaan Perlak ! ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 2. Tuliskanlah nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Samudera Pasai ! ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 3. Jelaskanlah faktor-faktor yang mendorong Kerajaan Aceh mengalami perkembangan yang cepat menjadi sebuah kerajaan besar ! ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 4. Jelaskanlah kemajuan yang dicapai pada masa pemerintahan Sultan Agung dibidang sosial ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 5. Apa yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Demak ? ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 6. Jelaskan faktor-faktor yang mendorong perkembangan Kerajaan Banten !

................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 7. Bagaimanakah cara yang dilakukan Belanda untuk menguasai Kerajaan Banten ? ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 8. Jelaskan isi perjanjian Bongaya (tahun 1667) ! ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................

PENINGGALAN SEJARAH YANG BERCORAK ISLAM DI INDONESIA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya

A. Peninggalan Dalam Bentuk Bangunan
1. Masjid
Masjid-masjid di Indonesia (khususnya zaman madya) ada beberapa hal yang menarik perhatian dan menjadi corak yang khas. Corak yang khusus tersebut antara lain : a) Atapnya Kubah sebagai atap mesjid yang menjadi ciri seni bangunan Islam umumnya tidak ditemukan di Indonesia. Adapun atap mesjid Indonesia yang memiliki corak khusus berupa atap tumpang yaitu atap yang bersusun, semakin keras semakin kecil, sedangkan tingkatan yang paling atas biasanya bebentuk limas. Uniknya jumlah atap tumpang ini selalu ganjil. Biasanya tiga, bahkan ada juga yang sampai beratap tumpang lima. Atap tumpang semacam itu mungkin dapat kita anggap sebagai bentuk perkembangan dari dua unsur yang berlainan yaitu atap candi yang denahnya bujur sangkar dan selalu bersusun dan puncak stupa yang ada kalanya berbentuk susunan payung-payung yang terbuka. Dengan demikian dari bentuk atap mesjid, atap tumpang, islam menggunakan unsurunsur seni bangunan yang ada terlebih dahulu yaitu zaman Hindu-Budha. b) Menara Di Indonesia hanya di mesjid Kudus dan Banten sajalah yang terdapat bangunan menara. Kedua menara itu pun sangat aneh bentuknya. Menara mesjid kudus tidk lain seperti candi di Jawa Timur yang telah diubah penggunaannya dan kemudian diberi atap tumpang. Sedangkan menara di mesjid Banten sebaliknya adalah tambahan dari jaman yang kemudian diusahakan oleh seorang pelarian Belanda, Caardel. Untuk menara mesjid Banten nampaknya memang agak kaku, karena bentuknya merupai mercusuar Eropa. c) Letaknya

Hal yang menarik dari bangunan mesjid adalah letaknya. Di ibukota kerajaan atau kadipaten mesjid biasanya didirikan sedekat mungkin dengan istana/kadipaten. Biasanya mesjid didirikan ditepi alun-alun. Disamping alun-alun ada mesjid yang didirikan disuatu tempat yang dianggap keramat yakni tempat raja atau wali atau tokoh besar/termasur lain dimakamkan. Ada beberapa peninggalan bersejarah Islam di Indonesia yang berupa mesjid kuno, seperti mesjid Demak, mesjid Sendag Dauwur (Tuben), Mesjid Agung Kesepuhan (Cirebon), mesjid dan menara kudus, mesjid Baiturahman Aceh, dan mesjid Sunan Ngampel di Surabaya.

2. Keraton
Keraton adalah tempat tinggal raja/sultan beserta keluarganya. Juga untuk pertemuan kenegaraan antara sultan dengan pejabat kesultanan untuk membahas masalah-masalah kerajaan. Dibandingkan dengan bangunan mesjid, bangunan keraton tinggal beberapa saja ayng masih utuh. Misalnya Keraton Banten yang hanya tinggal puing-puingnya saja yang masih utuh. Adapun beberapa bangunan keraton atau istana kerajaan Islam yang hingga kini masih berdiri tegak sebagai saksi sejarah kejayaan Islam di masa lampau antara lain : 1) Keraton Cirebon 2) Istana Raja Gowa 3) Istana Maimun 4) Istana Keraton Surakarta 5) Istana Keraton Yogyakarta 6) Istana Mangkunegara

3. Batu Nisan
Batu nisan berfungsi sebagai tanda kubur. Tanda kubur yang terbuat dari batu ini memiliki bentuk yang bermacam-macam, namun bentuk dasarnya adalah prisma segi empat panjang. Pada bangunan batu nisan sering dihiasi dengan ukiran –ukiran dan kadangkadang kaligrafi sesuai dengan budaya yang berkembang pada saat itu. Kebudayaan batu nisan tersebut diduga berasal dari Persia dan Gujarat (India). Di Indonesia kebudayaan tersebut berakulturasi dengan kebudayaan setempat sehingga berwujud sebagaimana yang kita saksikan sekarang. Adapun beberapa batu nisan peninggalan sejarah Islam di Indonesia antara lain sebagai berikut : 1) Batu Nisan Malik Al Saleh 2) Batu Nisan Leran 3) Batu Nisan Makam Hasanuddin 4) Batu Nisan Makam Maulana Malik Ibrahim Selain batu nisan, di Indonesia terdapat beberapa makam peninggalan sejarah Islam di masa lampau. Adapun makam-makam yang itu adalah sebagai berikut : 1) Makam Sunan Gunung Jati 2) Makam Sunan Ampel 3) Makam Sunan Drajad 4) Makam Sunan Bonang 5) Makam Sunan Tembayat 6) Makam Sendhangdhuwur 7) Makam Imogiri

B. Peninggalan Dalam Bentuk Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni menulis indah. Kaligraf berwujud tulisan indah yang merupakan komposisi huruf-huruf arab yang biasanya merupakan rangkaian dari ayat-ayat suci al-quran. Rangkaian tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk gambar atau kadangkadang ukiran dari suatu tokoh, binatang maupun bbentuk lain seperti tokoh wayang.

Kaligrafi juga dipahatkan pada batu nisan, gapura keraton, seperti Keraton Kesepuhan dan Kanoman di Cirebon. Adapun beberapa contoh kaligrafi yang dimaksud antara lain sebagai berikut : 1) Kaligrafi pada batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh 2) Kaligrafi berbentuk wayang dari Cirebon 3) Kaligrafi dengan bentuk hiasan

C. Peninggalan Dalam Bentuk Karya Sastra
1) Hikayat
Adalah cerita atau dongeng dengan bermacam-macam lakon, memuat peristiwa luar biasa yang tidak masuk akal, sering bertitik tolak dari cerita sejarah. Berikut ini dapat diberikan beberapa contoh dari peninggalan karya sastra yang termasuk hikayat. a) Babad Tanah Jawi Isi kitab ini menceritakan kerajaan-kerajaan di Jawa. Isi kitab ini menerangkan bahwa raja-raja di Jawa merupakan keturunan Nabi Adam. b) Sejarah Melayu Sejarah Melayu ditulis oleh Patih Kerajaan Johor yang bernama Bendahara Tun Muhammad. Kitab ini ditulis pada zaman pemerintahan Raja Abdullah, adik sultan Alaudin Riayat Syah II. Isinya menguraikan kebesaran Alexander Agung atau Iskandar Zulkarnaen, raja besar Macedonia yang menurunkan raja-raja melayu. Salah satu keturunan Alexander Agung adalah Raja Bukit Siguntang, dekat Palembang sekarang. Dari bukit siguntang, pusat kerajaan kemudian dipindahkan ke Malaka. c) Babat serbon/ Cirebon Babad Ciebon terdiri dari hikayat dan syair yang dapat kita golongkan sbagai kitab sejarah. Babad Cirebon juga disebut daftar sejarah Cerbon atau hikayat Hasanuddin. Kitab ini pula memuat silsilah Maulana di Jawa. Babad Cerbon sebenarnya merupakan saduran dari sejarah Banten Rante Rante yang isinya mengisahkan riwayat beberapa wali di Jawa, terutama Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel dan kedatangan Pangeran Pajunan di Cirebon. Dalam kitab ini pula dikisahakan tentang penyebaran Islam di Banten sejak Sultan Hasanuddin hingga Sultan Abdul Mufakir. Kecuali itu juga memuat silsilah Sultan Ahmad Abdal Arifin dari Demak. d) Hikayat Hang Tuah Kitab ini berisi tentang kebesaran, kegagahan serta keperwiraan dan kesetiaan Laksamana Hang Tuah, seorang Panglima Perang Kerajaan Malaka ketika diperintah Sultan Mansyur Syah pada tahun 1418-1477. Hang Tuah bersama Hang Jebat, Hang Lekir, dan Hang Kesturi berhasil menjadi orang yang sukses dan memperoleh kemenangan dimana-mana sehingga Malaka menjadi Kerajaan Besar. e) Hikayat Amir Hamzah Hikayat ini berasal dari Jawa Tengah. Di Indonesia (Jawa) cerita ini banyak diberi tambahan maupun perubahan sesuai dengan kebudayaan Jawa dan disebut Serat Menak. Tokoh dalam cerita tersebut bernama Amir Hamzah, yang dijawa disebut Wong Agung Jayengrono atau Wong Agung Menak. Garis besar ceritanya adalah kisah peperangan antara Wong Agung Jayengrono melawan mertuanya yang masih kafir yaitu Nursewan Raja Medayin. Perang ini terjadi atas fitnah Patih Medayin yang bernama Patih Bastak. f) Bustanus Salatin Kitab ini ditulis oleh Nurudin Ar Raniri atas perintah Sultan Iskandar Mud dari Aceh pada tahun 1638. Nurudin adalah tokoh Tasawwuf dari Ranir. Isi kitab Bustanus Salatin antara lain :  Penciptaan langit dan bumi  Soal-soal keagamaan dan kesusilaan di dalam Islam  Riwayat nabi-nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw

Kisah raja-raja Islam di India, Malak, Pahang, dan Aceh

2) Syair
Syair merupakan karya sastra yang berupa sajak dan terdiri atas empat baris. Syair ini mirip dengan pantun. Beberapa karya sastra Islam berupa syair antara lain sebagai berikut: a) Syair Abdul Muluk Isinya menceritakan bahwa Raja Abdul Muluk dari kerajaan Barbari mempunyai dua orang istri yaitu Siti Rafiah. Ketika kerajaan Barbari diserang Hindustan, Siti Rafiah berhasil meloloskan diri. Dengan keuletannya dan atas bantuan sahabatnya (Dura), Siti Rafiah berhasil merebut kembali kerajaannya dan menjadi raja disana. b) Gurindam Dua Belas Karya sastra ini banyak berisi nasehat bagi pejabat negara, pegawai maupun rakyat biasa agar menjadi terhormat, disegani dan disenangi sesama manusia. Kecuali itu, Gurindam Dua Belas juga berisi petunjuk cara-cara mengekang diri dari nafsu duniawi yang tidak terpuji. Gurindam Dua Belas berbentuk puisi,aturan penulisannya lebih bebas daripada syair. Gurindam Dua Belas ditulis penyair Ali Haji.

3) Suluk
Suluk adalah karya sastra Islam yang berupa prosa maupun puisiyang berisikan ajaran Islam Tasawuf. Adapun beberapa suluk terkenal antara lain sebagai berikut : a) Suluk Wujil Karya sastra ini berisikan wejanang Sunan Bonang kepada Wujil. Tokoh pelakunya yaitu Wujil, digambarkan sebagai manusia berbadan kerdil bekas abdi Keraton Majapahit. Berkat ketekunannya dalam melaksanakan ajaran Sunan Bonang, Wujil menjadi seorang yang berbudi pekerti luhur dan berjiwa besar walaupun berbadan kerdil. b) Suluk Sukarasa Isinya mengisahkan Sukarasa dalam mencari ilmu sejati guna mencapai kesempurnaan hidup sebagai manusia ciptaan Yang Maha Agung. Dengan memiliki ilmu sejati, maka manusia akan sempurna hidupnya dan akhirnya berhasil mencapai kebahagiaan akhirat.

4) Seni Pertunjukan
Pada dasarnya, seni pertunjukan merupakan cerminan akulturasi (perpaduan kebudayaan) dari kebudayaan asli bangsa Indonesia, kebudayaan Hindu-Budha dan kebudayaan Islam. Contoh seni pertunjukan tersebut antara lain sebagai berikut : a) Jawa : Salawatan, wayang kulit, sekaten, rebana, qasidahan, dll b) Aceh : Tari Seudati c) Banten : Debus

5) Karya Sastra dari Para Pemikiran dan Ulama Islam
Bersamaan dengan penyebaran agama Islam, muncul ahli pikir atau cendikiawan yang berjasa menggali kebijaksanaan yang bernafaskan Islam. Para pemikir itu adalah sebagai berikut : a) Hamzah Fansuri, karyanya yang terkenal adalah : 1. Syarab AL-Asyikina 2. Asrar Al-Arifina Fibiyan ‘ilm-as buluk Wal Tauhid 3. Syair Si Burung Pingai 4. Syair Perahu b) Syamsuddin As-Samatrani 1. Mir’at al-mu’min 2. Mir’at al-muhakkina 3. Syair rubba’I Hamzah Al-Fansuri

c) Nuruddin Ar-Raniri 1. Asrar Al-Insan fi Ma’rifat Ar-Ruh wa’r-Rahman 2. Sirat Al Mustaqim 3. Hidayat Al-Habib Fi’l Targhib wa’l-tartib 4. Akhbar Al-Akhirat d) Abdul Rauf 1. Kifayat Al-Muhtajin 2. Daqiq Al-huruf 3. Bayan Tajalli

LATIHAN
1. Tuliskanlah ciri-ciri arsitektur dari masjid kuno di Indonesia ! .............................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................. 2. Tuliskanlah karya-karya sastra dari para pemikir Islam berikut! a. Hamzah Fansuri 1. ................................................................................................................................................ 2. ................................................................................................................................................. 3. ................................................................................................................................................. 4. ................................................................................................................................................. b. Syamsuddin As-Samatrani 1. ................................................................................................................................................ 2. ................................................................................................................................................. 3. ................................................................................................................................................. 4. ................................................................................................................................................. c. Nuruddin Ar-Raniri 1. ................................................................................................................................................. 2. ................................................................................................................................................. 3. ................................................................................................................................................. 4. ................................................................................................................................................. d. Abdul Rauf 1. ................................................................................................................................................ 2. ................................................................................................................................................. 3. ................................................................................................................................................. 4. .................................................................................................................................................

KEDATANGAN BANGSA EROPA KE INDONESIA
Standar Kompetensi kompetensi Dasar : : Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa

A. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
Kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia di latar belakangi dengan terjadinya pelayaran dan penjelajahan samudera. Ada beberapa faktor yang mendorong Bangsa Eropa melakukan pelayaran dan penjajahan Samudera. Dibawah ini akan dijelaskan perkembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, dan idealisme masyarakat Eropa pada abad pertengahan. 1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Perkembangan ilmu pengetahuan pada akhir abad pertengahan, menimbulkan sebuah perubahan besar dan cepat (revolusi). Hal ini diperlihatkan dengan munculnya penemuan-penemuan diantaranya : a. Nicolaus Capernicus tentang Teori Heliosentris (helios=matahari, centrum= pusat), artinya tata surya ini berpusat pada matahari. Teori Heliosentris ini membantah teori lama yang bersifat Geosentris (geos=bumi, centrum =pusat). Ajaran geosentris ini pada perkembangannya melahirkan suatu pandangan bahwa bumi ini datar seperti sebuah meja. Ajaran Geosentris ini perkembangannya melahirkan suatu pandangan bahwa bumi ini datar seperti sebuah meja. Ajaran Geosentris didukung dan disahkan oleh gereja sebagai salah satu ajaran resmi para penganut gereja khatolik b. Keinginan untuk mengarungi samudera semakin besar, ketika muncul buku karangan Marco Polo yang berjudul “Imago Mundi” (Citra Dunia) dan “II Milline” (Sejuta Keajaiban). Pada kedua buku itu dijelaskan tentang kekayaan yang berlimpah di negeri Timur (Cina dan Jepang). Kekayaan itu berupa emas, perak dan sutra. Kisah dalam buku Marco Polo itu memberikan dorongan bagi para pelaut eropa untuk mengarungi samudera. 2. Faktor Ekonomi Faktor ekonomi merupakan faktor paling kuat yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera. Sebelum menemukan daerah pusat rempah-rempah, bangsa Eropa hanya mendapat hasil dagangan di pusat-pusat perdagangan Asia Barat. Barang dagangan yang diperoleh berasal dari India, Cina, Jepang, adan Asia Tenggara (diantaranya Indonesia). Keuntungan yang diperoleh bangsa Eropa dengan membeli barang dagangan dari pelabuhan Asia Barat sangat sedikit. Apalagi para pedagang Asia Barat mejual barang dagangan sangat mahal. Karena itu, orang-orang Eropa berkeinginan mencari barang dagangan dari pusatnya. Dengan begitu, mereka berharap memiliki keuntungan yang berlipat ganda. 3. Faktor Politik Faktor berikutnya yang mendorong bangsa eropa melakukan penjelajahan samudera adalah peristiwa jatuhnya Konstatinopel ke tangan penguasa Turki Usmani tahun 1453. Peristiwa ini menyebabkan orang-orang Eropa tidak mau berdagang di wilayah perdagangan Asia Barat. Akibatnya, perdagangan antara dunia Timur dan Barat terputus. Perkembangan berikutnya, bangsa Eropa mencari arah lain untuk menujunke dunia Timur. Keadaan ini menimbulkan gerakan pelayaran dan penjelajahan samudera secar besar-besaran. 4. Faktor Idealisme Keberhasilan para pelaut Portugis dan Spanyol merintis jalan laut menuju nusantara, mendorong gelombang pelayaran berikutnya. Tidak hanya ekspedisi dari Portugis dan Spanyol, melainkan juga dari Inggris dan Belanda. Bangsa Eropa yang datang ke dunia Timur pun pada dasarnya

dilatarbelakangi oleh beberapa faktor Idealisme, dan merupakan tujuan utama mereka. Adapun tujuan utama mereka, yaitu : a. Semboyan 3G, yaitu : 1) Gold, gold secara harfiah berarti emas. Namun selain emas, orang-orang Eropa secara khusus mencari rempah-rempah, yang merupakan sumber kekayaan yang sangat penting dan laku di pasaran Eropa. Hasil pertanian ini mereka perlukan untuk obat-obatan serta penyedap dan pengawet makanan. Terlebih setelah terjadi Perang Salib, orang-orang Eropa lebih terdorong untuk mendapatkan sumber kekayaan itu langsung dari tempat asalnya. 2) Glory, atau kejayaan. Hampir setiap orang ingin berjaya. Setelah mendapatkan daerah rempah-rempah, bangsa-bangsa Eropa mempunyai idealisme penguasaan daerah tersebut guna mencapai kejayaan. 3) Gospel, adalah menyebarkan agama Nasrani. Salah seorang tokoh penyebar agama nasrani di Indonesia bagian Timur, seperti di Makasar, Ambon, Ternate dan Morotai adalah Franciscus Xaverius atau Santos Francis Xavier (1506-1552). Xaverius bersama-sama Santo Ignatius de Loyola mendirikan Ordo Yesiut. b. Semangat Reconguesta yaitu semangat pembalasan terhadap orang Islam manapun dijumpainya.

B. Proses Kedatangan Bangsa Eropa
1. Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia
a. Bartholomeus Dias Seorang pelaut Portugis bernama Bartholomeus Dias mulai berlayar dari Lisabon (ibukota Portugis) menuju ke Selatan, menyusuri Pantai Barat Afrika. Pada tahun 1486. Ia tiba diujung Selatan Benua Afrika. Disana kapal Bartholomeus Dias dilanda angin topan. Oleh karena itu, ia terpaksa kembali. Meskipun gagal mencapai India pelayaran Bartholomeus Dias berhasil menemukan jalur baru ke Hindia Timur. Bukan lagi lewat Laut Tengah melainkan menyusuri Pantai Afrika lalu ke Lautan India. Sebagai peringatan atas keberhasilan itu, orang Portugis menyebut tanjung di ujung Selatan Afrika sebagai Tanjung Afrika Baik (Cape of Good Hope). b. Vasco da Gama Pada bulan Juli 1497, seorang pelaut Portugis lain bernama Vasco da Gama bertolak dari pelabuhan Lisabon. Tujuannya ke India melalui Tanjung Harapan. Ia berlayar atas perintah Raja Portugis, Manuel I. Rombongannya berlayar dengan empat buah kapal layar. Ekspedisi ini membawa sejumlah batu padrao (batu bertulis dengan gambar bola dunia, lambang kerajaan Portugis). Setelah melewati Tanjung Harapan, Samudera Hindia, dan Laut Arab, berlabuhlah mereka dikota Kalikut pada tahun 1948. Di kota itulah Vasco da Gama mendirikan kantor dagang yang merupakan kantor dagang yang merupakan kantor dagang Portugis pertama di Asia. Dengan modal sebuah kantor dagang itu, kemudian Portugis dapat menanamkan kekuasaannya di Kalikut (Goa). Sejak Vasco da gama tiba di Kalikut, kapal-kapal Portugis berdatangan ke India untuk memborong rempah-rempah. Setiba di India Vasco da Gama mengira bahwa telah sampai di kepulauan rempah-rempah. Dugaan itu keliru, karena mereka baru sampai di India. Beberapa tahun kemudian orang-orang portugis mengetahui bahwa India bukanlah negeri asal rempah-rempah. Mereka juga mendengar bahwa kota Malaka merupakan kota perdagangan rempah-rempah terbesar di Asia Tenggara. Timbullah keinginan mereka untuk merebut Malaka. Keinginan itu dilaksanakan oleh Alfonso d’Albuquerque. c. Alfonso d’ Albuquerque Padaa tahun 1511, Portugis dibawah pimpinan Alfonso d’ Albuquerque berhasil menaklukan Malaka. Setahun kemudian rombongan Portugis datang ke Maluku dan diterima baik oleh Raja Ternate. Bahkan Portugis diperkenankan mendirikan benteng di Ternate. Penerimaan baik itu dilatarbelakangi oleh persaingan antara Ternate dan Tidore. Sejak Portugis secara langsung membeli rempah-rempah dari Maluku, bandar Lisabon (Lisboa) menjadi pusat perdagangan rempah-rempahdan komoditas lain yang berasal dari

Hindia Timur. Dari Lisbon Komoditas itu disebarkan ke seluruh Eropa terutama oleh pedagang-pedagang Belanda.

2. Kedatangan Spanyol ke Indonesia
a. Christoper Colombus Berdasarkan pengetahuan bahwa dunia ini bulat, Christoper Colombus bermaksud mencapai Hindia Timur dari arah Barat. Pada tahun 1492, Colombus mengajukan permintaan bantuan kepada Ratu Isbella. Ratu menyambut baik dan memberikan bantuan 3 buah kapal bersama 88 pelaut. Pada tanggal 3 Agustus 1492, Colombus memulai pelayarannya. Oleh karena ia percaya bahwa bumi itu bulat maka ia mengawali pelayarannya dengan mengambil arah barat melalui Samudera Atlantik. Setelah melakukan pelayaran yang panjang dan sulit, akhirnya pada tanggal 12 Oktober 1492 Colombus berhasil mendarat di daerah kepulauan Bahama, Amerika. Colombus mengira wilayah itu adalah Hindia. Oleh karena itu, penduduk yang ditemuinya didaerah itu ia sebut dengan orang Hindian (Indian). Setelah Colombus, ekspedisi selanjutnya dipimpin oleh Amerigo Vespuci. Ia berhasil mencapai suatu daerah (benua) yang amat luas tidak jauh dari Kepulauan Baham. Di wilayah itu, Amerigo Vespuci melakukan penyelidikan. Amerigo Vespuci berhasil menyusun laporan atau buku tentang benua yang ditemukan. Benua itulah yang kemudian dinamakan Amerika, diambil dari nama Amerigo. b. Ferdinand Magellan Pengalaman pelayaran Colombus banyak dipelajari oleh Ferdinand Magellan. Ia mengambil kesimpulan bahwa Hindia Timur dapat dicapai dari arah Barat dengan melalui ujung Selatan benua Amerika. Magellan bertolak dari Spanyol pada tanggal 10 Agustus 1519. Rombongannya terdiri atas 256 orang dan menggunakan 5 buah kapal layar dengan perlengkapan yang cukup baik. Diantaranya anggota rombongan terdapatlah Kapten Yuan Sebastian del Cano sebagai wakil Magellan. Seorang anggota lain bernama Pigafetta, ialah seorang sastrawan dari Italia. Pigafetta inilah yang menuliskan pelayaran Magellan. Ekspedisi Magellan dimulai dengan megarungi Samudera Atlantik, kebarat menuju Pantai Timur Amerika Selatan. Kemudian mereka menyusuri Pantai Timur Amerika Selatan, untuk mencari selat diantara Samudera Atlantik dengan Samudera Pasifik. Akhirnya mereka menemukan selat yang mereka cari. Letaknya diujung Selatan Benua Amerika. Sebagai tanda peringatan, selat tersebut mereka namakan Selat Magellan. Dari selat tiu mereka meneruskan pelayaran mengarungi Samudera luas yang baru mereka jumpai. Ombak samudera tersebut tidak besar seperti Samudera Atlantik. Oleh karena itu, samudera tersebut oleh Magellan diberi nama Samudera Pasifik. Artinya samudera yang damai dan tenang. Pada tahun 1521 mereka mencapai Kepulauan Massava. Disitu Magellan dan anak buahnya mendirikan sebuah tugu dari batu. Pendirian tugu tersebut sebagai peringatan daan tanda bahwa kepulauan itu menjadi jajahan Spanyol. Jadi, jelaslah bahwa tujuan ekspedisi Magellan kecuali mencari kepulauan rempah-rempah,juga mencari daerah jajahan. Kepulauan Massava itu kemudian dinamakan Kepulauan Filipina. Nama itu sesuai dengan nama “Raja Spanyol” Philips II. Di kepulauan tersebut orang-orang Spanyol menyebarkan agama Nasrani. Dikepulauan Massava atau Filipina, rombongan Magellan mendapat perlawanan dari orang-orang Mactan. Maka terjadilah pertempuran. Dalam pertempuran itu Magellan dan beberapa orang anak buahnya tewas. Maka anggota rombongan yang masih hidup cepatcepat meninggalkan Filipina, menuju kearah Selatan. Pemimpin ekspedisi digantikan oleh Kapten Yuan Sebastian del Cano. Oleh karena itu, pelayaran Magellan itu pun terkenal dengan nama ekspedisi Magellan Cano.

Pada tahun 1521 tibalah mereka di kepulauan Maluku. Di situ mereka memborong rempah-rempah, kemudian kembali ke Spanyol melalui Tanjung Pengharapan. Pada tahun 1522 mereka tiba kembali di Spanyol. Ekspedisi Magellan – Cano, sangat penting artinya bagi sejarah umat manusia da ilmu pengetahuan, ekspedisi tersebut telah berhasil membuktikan bahwa dunia itu bulat. Magellan dianggap sebagai pelaut besar yang pernah dikenal dalam sejarah pelayaran. Oleh karena itu, Raja Spanyol memberi penghormatan besar kepada ekspedisi Magellan – Cano. Antara lain memberi hadiah berupa tiruan bola bumi. Pada tiruan bola bumi tersebut melilitlah pita dengan tulisan ,”Engkaulah yang pertama kali mengitari diriku”.

3. Kedatangan Inggris ke Indonesia
a. Sir Francis Drake Rombongan Sir Francis Drake berlayar dari Inggris ke arah Barat, yang berangkat pada tahun 1577. Dalam pelayarannya, ia singgah di ternate dan mendapatkan rempah-rempah. Drake melanjutkan pelayarannya untuk kembali ke negerinya dan sampai di Inggris pada tahun 1580. b. Pilgrim Fatherskan Rombongan Pilgrim Fathers melakukan pelayaran dengan kapal May Flower. Rombongan itu berhasil mendarat di Amerika Utara tahun 1607. c. William Dampier William Dampier berhasil mendarat di Australia pada tahun 1608. Ia kemudian melanjutkan pelayarannya dengan menelusuri pantai ke arah Utara. d. James Cook James Cook pada tahun 1770 berhasil mendarat di pantai Timur Australia. Pada tahun 1771 James Cook telah berhasil menjelajahi seluruh pantai Australia. Oleh karena itu, James Cook sering disebut sebagai penemu benua Australia. Berbeda dengan Portugis dan Spanyol, ekspedisi Inggris untuk menguasai perdagangan di Asia bukan disponsori oleh pemerintah, melainkan oleh persekutuan dagang. Nama persekutuan dagang tersebut adalah East Indian Company (EIC). Persekutuan dagang ini merupakan gabungan para penguasa London. Sejak tahun 1600, EIC memperoleh hak khusus dari pemerintahan Inggris untuk menangani perdagangan di Asia. Dengan hak khusus tersebut, EIC memiliki wewenang penuh atas monopoli perdagangan di Asia. Dengan wewenang itu, EIC dapat menggariskan kebijakannya sendiri dalam hak monopoli perdagangan. Kemudian pada akir abad ke-16, EIC mengadakan hubungan dengan beberapa tempat di Indonesia, seperti Aceh, Jayakarta, Banjar, Gowa, dan Maluku. Namun, karena terdesak oleh Belanda, akhirnya Inggris tersingkir dari kawasan Indonesia. Walaupun tersingkir dari Indonesia, EIC Inggris berhasil menanamkan pengaruhnya dalam perdgangan di Asia. Pada tahun 1612, EIC dapat mengusir Portugis dari India. Kemudian di wilayah itu, Inggris membangun kota-kota dagang, seperti Madras, Calcutta, dan Bombay. India terletak pada jalur lalu lintas perdagangan mancanegara. Dengan berhasil menguasai India, EIC memegang kendali perdagangan di Teluk Persia,Asia Selatan, dan Asia Timur.

4. Kedatangan Belanda ke Eropa
Pada pertengahan abad ke-15, di Eropa terjadi perang akibat perbedaan agama. Spanyol dan Portugis setia pada ajaran Khatolik, sedangkan Belanda dan Inggris termasuk penganut Protestan. Selama dibawah kekuasaan Spanyol, Belanda sudah berperan cukup besar dalam perdagangan Eropa. Banyak kapal Belanda mengangkut barang-barang dari pelabuhan Lisabon untuk didistribusikan ke negara Eropa lainnya. Hubungan dagang ini membuat pelaut-pelaut Belanda semakin menyadari betapa berharganya dagangan itu, terutama rempah-rempah. Raja Spanyol, Philip II menutup pelabuhan Lisabon bagi kapal-kapal Belanda, kebutuhan para pelaut dan pedagang Belanda untuk jalur perdagangan ke Asia. Cornelis de Houtman dan Hutghen Van Linschoten pernah melaut dengan penjelajah Portugis. Bahkan Van Linschoten

menulis pengalaman pelayarannya ke dalam sebuah buku yang berjudul Itineranio atau garis perjalanan. a. Cornelis de Houtman Cornelis de Houtman memimpin pelayaran perintis Belanda ke Nusantara. Armada Belanda dari Amsterdam menuju Pantai Gading di Afrika Barat, ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan, kemudian mereka langsung menuju ke Selatan Sunda. Empat Armada kapal de Houtman berlabuh di Banten tahun 1596 ekspedisi pertama Belanda ini gagal karena mereka tidak bersikap santun kepada tuan rumah. Akhirnya Belanda angkat kaki dari Banten. b. Yacob Van Neck Tahun 1598, rombongan Belanda lain tiba di Banten dibawah pimpinan Yacob Van Neck. Kedatangan mereka diterima dengan baik oleh penguasa Banten. Pada waktu itu, Banten sedang mengalami kemunduran akibat tindakan orang-orang Portugis. Keadaan ini dimanfaatkan oleh orang Belanda. Belanda dapat menyesuaikan diri dengan para pemimpin Banten, sehingga perdagangan diantara mereka berlangsung lama. Belanda mendapat keuntungan besar dari perdagangan rempah-rempah baik di Banten maupun di Tuban, Jawa Timur. Pada awal kedatangan bangsa Belanda di Maluku, mereka disambut dengan baik. Hal itu karena rakyat Maluku, khususnya Tidore dan Ternate, baru menyelesaikan sengketa dengan Portugis dan Spanyol. Dengan demikian kedatangannya Belanda dianggap berbeda dengan orang Portugis dan Spanyol. Keberhasilan para pelaut Belanda menemukan daerah pusat rempah-rempah menyebabkan banyak para pedagang Eropa lainnya datang ke Indonesia. Kedatangan mereka ternyata menimbulkan satu persoalan, yaitu terjadinya persaingan dalam perdagangan. Persaingan semakin tajam sebab mereka bukan satu negara, ada bangsa Inggris, Denmark, Perancis, dan Belanda atas saran dari Yohan Van Oldebarnevelt, bangsa belanda mendirikan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie atau Perserikatan Dagang Hindia Timur) pada tahun 1602.

C. Tujuan Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
Bangsa Eropa datang ke Indonesia mula-mula bertujan mencari rempah-rempah dan emas. Kemudian tujuan diperluas yaitu untuk mencari tanah jajahan. Hal ini berkaitan dengan melimpahnya barang-barang dagangan di tanah jajahan, sehingga keuntungan yang diperoleh para pedagang Eropa sangat besar. Pada abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa semakin bernafsu mencari daerah-daerah baru untuk dijadikan tanah jajahan. Mereka menandatangani Benua Afrika, Asia, Amerika dan Australia. Selain mencari rempah-rempah dan tanah jajahan, bangsa-bangsa Eropa juga ingin menyebarkan agama Nasrani merupakan misi suci yang harus mereka perjuangkan. Tujan dari kedatangan bangsa Eropa ke dunia timur (termasuk ke Indonesia) dapat disimpulkan dengan adanya Semboyan 3 G, yaitu sebagai berikut : 1. Gold, yaitu mencari kekayaan, khususnya rempah-rempah 2. Glory, yaitu mencari kejayaan dan kekuasaan dengan meluaskan daerah kekuasaan 3. Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama nasrani

D. Cara-cara yang Digunakan Bangsa Eropa untuk Mencapai Tujuannya
Tujuan awal kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah memperoleh rempah-rempah langsung dari sumbernya. Tujuan itu kemudian berkembang ke arah Kolonialisme. Bangsa Eropa ternyata datang untuk menjajah Indonesia. Untuk mencapai tujuan (Gold, Gospel, dan Glory), bangsa-bangsa Eropa telah menggunakan caracara yang kurang bersahabat dengan penduduk pribumi. Penjajahan terhadap Indonesia dilakukan dengan menanamkan pengaruh baik di bidang ekonomi maupun dibidang politik. Pengaruh di bidang politik antara lain berupa campur tangan dalam urusan politik suatu wilayah atau kerajaan.

1. Bangsa Portugis
Dalam rangka mencapai tujuannya, Portugis menggunakan cara-cara yang licik. Hal itu sudah dapat dilihat pada saat berlayar sampai India. Tempat-tempat yang disinggahi diberi Tanda Batu Padrao. Maksudnya, daerah-derah yang telah diberi tanda dengan Batu Padrao diakui sebagai kekuasaan Portugis.. a. Perluasan Pengaruh di Bidang Ekonomi Sejak berhasil menguasai Malaka, Portugis mengembangkan usaha untuk memperoleh rempah-rempah langsung dari Maluku. Kedatangan Portugis ke Maluku membawa suasana baru dalam perdagangan. Mereka diterima dengan baik oleh raja Hitu dan Seram. Kemudian, pada tahun 1512 Portugis mulai masuk ke Ternate. Sultan Ternate pun menerimanya dengan baik. Hubungan Ternate dengan Portugis kian hari semakin erat. Bahkan, Sultan Ternate memperkenankan Portugis untuk mendirikan Benteng di Ternate. Kehadiran Benteng Portugis itu dapat dimanfaatkan oleh Ternate untuk menghalangi ancaman dari kerajaan lain, terutama saingan terdekatnya yaitu Tidore. Maka didirikanlah Benteng Sao Paolo. Sultan Ternate meminta jaminan dari pihak Portugis untuk memberikan dukungan secara militer dalam rangka menghadapi persaingan dengan Tidore. Pihak Portugis menyetujuinya dengan syarat Portugis meminta hak monopoli perdagangan rempahrempah di Ternate. Yang kemudian disetujui oleh Ternate. Langkah Ternate tersebut di kemudian hari ternyata menimbulkan malapetaka bagi rakyatnya sendiri. Monopoli Portugis mengakibatkan para petani rempah-rempah tertindas. Mereka tidak dapat menjual rempah-rempah dengan bebas, selain hanya kepada Portugis. Disamping itu mereka harus menjual dengan harga yang telah ditentukan Portugis. Dengan harga rempah-rempah yang rendah petani banyak dirugikan, sedangkan pihak Portugis amat diuntungkan. Dengan demikian monopoli perdagangan mengakibatkan pendapatan petani Ternate sangat rendah sehingga timbul kesengsaraan dan kemelaratan. Selain di Ternate, Portugis juga berupaya melakukan monopoli perdagangan di wilayah Indonesia lainnya, yaitu : 1) Di samudera Pasai, Portugis memperoleh izin mendirikan benteng di tepi sungai Pasai sekaligus memperoleh hak berdagang lada 2) Di Minangkabau Portugis memperoleh keuntungan jual beli lada 3) Di Pakum Pajajaran, Portugis memperoleh hak dagang rempah-rempah di Sunda Kelapa, namun digagalkan oleh Fatahilah dari Demak. b. Perluasan Pengaruh di Bidang Politik Di Ternate, Portugis ikut campur dalam urusan kerajaan. Sultan Ternate saat itu, Tabariji di tangkap dan dibawa ke Goa. Sepuluh tahun kemudian ia dinyatakan tidak bersalah. Di Jawa pengaruh politik Portugis hanya sampai di Pasuruan dan Blambangan. Karena didaerah lainnya telah dikuasai Demak. Usaha Portugis untuk menguasai Sunda Kelapa mengalami kegagalan, karena kotaitu dapat direbut pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Di Sumatera, Portugis tidak berhasil menanamkan pengaruh politik karena kerajaan Aceh sangat kuat pengaruhnya.

c. Bangsa Spanyol
Pada tahun 1521, orang-orang Spanyol telah sampai di Maluku. Akan tetapi Spanyol harus berhadapan dengan Portugis yang sudah lebih dahulu bercokol di Maluku. Kedatangan Spanyol di Maluku oleh Portugis dimanfaatkan untuk mengadu domba antara Kerajaan Ternate dengan Kerajaan Tidore. Portugis mendukung Ternate dan Spanyol membantu Tidore. Dengan demikian, terjadilah perang antara kedua belah pihak. Hal itu jelas sangat merugikan Ternate dan Tidore. d. Bangsa Belanda

a. Perluasan Pengaruh dui Bidang Ekonomi 1) Berdirinya VOC Di negeri Belanda banyak berdiri kongsi dagang dan pelayaran. Setiap kongsi saling bersaing secara ketat. Selain itu, mereka masih harus menghadapi persaingan dengan pedagang Portugis, Spanyol, dan Inggris. Akibatnya, mereka sering menderita rugi dan berarti tujuan semula dari kongsi-kongsi dagang Belanda itu tidak tercapai. Atas prakarsa pembesar Belanda, Olden Barnevelt, semua kongsi atau perkumpulan dagang Belanda yang melakukan perdagangan di Hindia Timur (Indonesia) dipersatukan menjadi sebuah kongsi besar. Kongsi besar tesebut bernama Vereenigde Oast Indische Compagnie (VOC)yang dikepalai oleh 17 orang direktur. Jadi secara resmi VOC berdiri pada tanggal 20 Maret tahun 1602 M. Adapun tujuan dibentuknya VOC adalah : 1. Menghindari persaingan yang tidak sehat antara pedagang Belanda sehingga dapat diperoleh keuntungan yang besar 2. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsabangsa Eropa ataupun dengan bangsa-bangsa Asia 3. Membantu pemerintah Belanda dalam perjuangan menghadapi Spanyol 2) Hak Khusus VOC 1. Hak monopoli perdagangan 2. Hak memiliki tentara, pengadilan, dan mengumumkan perang. 3. Hak mencetak mata uang sendiri 4. Hak mengadakan perjanjian dengan penguasa setempat atas nama pemerintahan Belanda Pada tahun 1605 VOC telah merampas daerah pertama yaitu Benteng Portugis di Ambon. Untuk memperlancar kegiatan monopoli, VOC mengangkat seorang pemimpin dengan pangkat Gubernur Jendral. Gubernur Jendral menjalankan dua peran sekaligus, yaitu sebagai direktur perusahaan dan pimpinan pemerintahan.

1. Pieter Both (1610-1614)
Gubernur jendral VOC pertama di Indonesia adalah Pieter Both. Pertamapertama, ia menentukan pusat kedudukan VOC di ambon. Pada perkembangan berikutnya, Pieter Both berencana untuk memindahkan pusat kedudukan VOC ke Jayakarta. Alasan memilih Jayakarta adalah sebagai berikut : a. Jayakarta lebih strategis dibandingkan Ambon karena terletak ditengah jalur perdagangan Asia b. Dari Jayakarta, VOC akan lebih mudah menyingkirkan Portugis yang berkedudukan di Malaka.

2. Jan Pieterszoon Coen
VOC dibawah Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1619, berhasil merebut Jayakarta. Kota Jayakarta dibakar pada tanggal 30 Mei 1619 J.P Coen mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Sesuai dengan nama nenek moyang bangsa Belanda yang bernama Bangsa Bataf. Peraturan yang telah ditetapkan oleh VOC dalam pelaksanaan monopoli, antara lain : a. Tempat untuk menanam rempah-rempah ditentukan oleh VOC b. Jumlah tanaman rempah-rempah ditentukan oleh VOC c. Rakyat Maluku dilarang menjual rempah-rempah selain kepada VOC Untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap peraturan dalam monopoli, VOC mengadakan Pelayaran Hongi. Pada tahun 1621 VOC

mengirimkan J.P Coen ke Maluku J.P Coen segera bertindak dengan melakukan pembunuhan terhadap rakyat yang dinggap memberontak dan mencurigakan. Akibat kekejaman yang dilakukan J.P. Coen ribuan rakyat mati.

3) Aturan Monopoli Perdagangan VOC
1. Petani rempah-rempah hanya boleh bertindak sebagai produsen. Hak jual beli hanya dimiliki VOC 2. Panen rempah-rempah harus dijual kepada VOC dengan harga yang ditentukan oleh VOC 3. Barang kebutuhan sehari-hari, seperti peralatan rumah tangga, garam, dan kain harus dibeli dari VOC dengan harga yang ditentukan oleh VOC

4) Strategi VOC mengendalikan Monopoli Perdagangan
1. Hak Ekstirpasi : hak untuk membinasakan pohon rempah-rempah yang berlebihan agar harga rempah-rempah di pasar mancanegara tetap tinggi. 2. Palayaran Hongi : pelayaran bersenjata lengkap untuk mengawasi pohon rempah-rempah yang berlebihan dan mencegah petani rempah-rempah berhubungan dengan pihak pembeli lain.

PERLUASAN PENGARUH di BIDANG POLITIK
Perluasan politik VOC berlangsung setelah berkedudukan di Batavia. Setelah menguasai Batavia, VOC menanamkan pengaruh politik di Kerajaan Banten. Kemudian, Belanda bergerak ke Timur dan berhasil memperlemah Kerajaan Mataram di Jawa Tengah melalui Perjanjian Giyanti dan Perjanjian Salatiga. Setelah berhasil memecah belah dan menguasai Mataram, VOC kemudian berhasil menanamkan pengaruh politiknya di Makasar melalui Perjanjian Bongaya.

LATIHAN
1. Kapan berdirinya VOC ? ............................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... 2. Apa yang menjadi tujuan dibentuknya VOC ? 1) ........................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................ 2) ........................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................ 3) ........................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................ 3. Uraikanlah hak-hak khusus VOC ! 1) ........................................................................................................................................................ 2) ........................................................................................................................................................ 3) ........................................................................................................................................................ 4) ........................................................................................................................................................ 5) ........................................................................................................................................................ 4. Apa alasan dari Pieter Both memindahkan pusat kedudukan VOC ke Jayakarta ? 1) ........................................................................................................................................................ 2) ........................................................................................................................................................ 5. Uraikanlah aturan monopoli perdagangan yang dilakukan oleh VOC ! 1) ........................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................ 2) ........................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................ 3) ........................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................

REAKSI BANGSA INDONESIA TERHADAP BANGSA EROPA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan Pemerintahan pada masa Kolonial Eropa

A. Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Portugis
Kemerdekaan kerajaan-kerajaan di Indonesia terancam sejak jatuhnya Malaka pada tahun 1511 ke tangan Portugis, terutama setelah bangsa Portugis datang di Maluku untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. Maka timbul perlawanan bangsa Indonesia terhadap bangsa Portugis.

1. Demak Menghadapi Portugis
Pada bulan Januari 1513, Demak mengirimkan 100 perahu dan 1000 prajurit untuk menyerang Portugis di Malaka. Pasukan ini dipimpin oleh Adipati Unus (Pangeran Sebrang Lor). Dalam serangan tersebut demak tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka. Pada tahun 1527, pasukan Demak kembali menyerang Portugis di Banten dan Sunda Kelapa dibawah pimpinan Fatahillah. Dalam serangan ini, pasukan demak berhasil mengusir Portugis dari Banten dan Sunda Kelapa. Sebagai tanda kemenangannya, maka nama Sunda Kelapa diganti dengan Jayakarta. Pada tahun 1528, menyusul Cirebon berhasil dikuasai. Dengan demikian seluruh pantai Utara Jawa mulai dari Banten sampai Gresik berhasil dikuasai Demak. Atas jasa-jasanya yang besar itu Fatahillah diangkat sebagai Raja Banten.

2. Aceh Menghadapi Portugis
Sejak Malaka dikuasai Portugis (1511), perdagangan Aceh mengalami perkembangan pesat. Hal ini disebabkan para pedagang yang umumnya beragama islam memindahkan kegiatan perdagangannya ke Aceh. Mereka tidak mau lagi berdagang dengan Portugis di Malaka. Karena itu, aceh berkembang menjadi bandar besar dan merupakan saingan berat bagi Portugis di Malaka. Perlawanan Aceh terhadap Portugis muncul sejak masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah. Perlawanan itu berdasarkan alasan sebagai berikut : a. Dengan berkedudukan di Malaka, Portugis merupakan saingan kuat Aceh dalam perdagangan di kawasan Selat Malaka dan sekitarnya. b. Portugis memiliki kepentingan menyebarkan agama kristen, sementara Aceh pun memiliki kepentingan menyebarkan agama Islam. Untuk menyingkirkan Portugis dari Malaka, Sultan Ali Mughayat Syah mengambil langkahlangkah sebagai berikut : a. Melengkapi dan menambah kapal dagangannya dengan sejumlah prajurit dan persenjataan b. Menjalin hubungan baik dan minta bantuan kepada Negara-negara sahabat c. Mengadakan kerjasama dan mengajak kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara untuk bersama-sama menghancurkan Portugis di Malaka d. Memperkuat pertahanan dalam negeri di segala bidang Beberapa serangan yang dilakukan Aceh adalah : 1) Pada tahun 1515, Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528) menyerang malaka 2) Serangan berikutnya dipimpin oleh Sultan Alaudin Riayat Syah pada tahun 1529 3) Pada tahun 1568,dengan bantuan armada Turki, Aceh menyerang Portugis di Malaka

4) Serangan yang lebih besar dilancarkan pada tahun 1629 dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), namun serangan inipun belum berhasil mengusir Portugis dari Malaka. Portugis yang tetap bertahan di Malaka itu akhirnya berhasil dikuasai VOC pada tahun 1641.

3. Maluku Menghadapi Portugis
Pada saat Portugis pedagangan ke Maluku, di Maluku terdapat empat kerajaan terkenal yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Empat kerajaan itu saling berebut pengaruh pada akhirnya Ternate dan Tidore berhasil berkembang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Maluku. Pada tahun 1512, Portugis datang di Maluku. Masyarakat Ternate dan Tidore semula memperebutkan Portugis sebagai sahabat dagang. Pada akhirnya Portugis memilih bersahabat dengan Ternate. Selanjutnya Portugis diizinkan mendirikan benteng di Ternate pada tahun 1521. Spanyol juga berhasil memasuki Maluku. Kedatangan bangsa Spanyol diterima dengan baik oleh Sultan Tidore. Bahkan Sultan Tidore mengajak Spanyol untuk menyerang Portugis dan Ternate. Maka terjadilah perang antara Ternate yang dibantu Portugis dan Tidore yang dibantu Spanyol. Spanyol dan Portugis menyadari kerugian mereka berdua apabila perang berkelanjutan. Untuk itu, mereka mengambil langkah damai dengan cara mengadakan perundingan. Dari hasil perundingan diputuskan bahwa wilayah operasi dagang Spanyol adalah Filipina, sedangkan Maluku tetap menjadi wilayah operasi dagang Portugis Spanyol segera kembali ke Filipina. Sekarang Portugis dapat leluasa bedagang di Maluku dan segera memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.

a. Ternate Menghadapi Portugis
Perlawanan Ternate dirintis oleh Dajalo. Pimpinan Portugis Antonio Galvao memaksa Ternate untuk berdamai. Untuk sementara Portugis dapat mempertahankan pengaruhnya di Maluku. Perlawanan Ternate berikutnya dipimpin oleh Sultan Khairun. Perlawanan itu timbul karena dua alasan berikut : 1. Monopoli perdagangan yang dijalankan Portugis membuat petani Ternate semakin mendeita 2. Portugis telah campur tangan dalam urusan pemerintahan Ternate, dengan menangkap raja Ternate sebelumnya, Tabarijin. Pada tanggal 27 Februari 1570, terjalin perdamaian antara Sultan Khairuni dan Portugis. Namun, sehari setelah perjanjian damai, Sultan Khairun dibunuh secara licik di benteng Portugis. Tindakan semena-mena Portugis itu menyulut perlawanan Ternate untuk ketiga kalinya. Kali ini perlawanan dipimpin oleh Baabullah Daud Syah. Pada tahun 1575, Baabullah memerintahkan Portugis meninggalkan bentengnya di Ternate. Dengan sangat tepaksa, Portugis pindah ke Timor Timur dan Flores. Sultan Said, pengganti Baabullah tetap mengambil garis keras dengan Portugis. Sejak saat itu Portugis tidak lagi menanamkan pengaruhnya di Maluku. Selain karena penolakan Ternate, pengaruh kuat VOC telah hadir di Maluku.

b. Tidore Mengahadapi Portugis
Pelakuan bangsa Portugis di Tidore benar-benar menyengsarakan rakyat, karena itu kebencian rakyat semakin membara. Rencana untuk merebut kembali kota Tidore akan dilaksanakan melalui laut dan darat. Rencana itu terlaksana, tetapi serangan rakyat Tidore yang dilakukan dari dua arah ini pun tidak mampu menghancurkan benteng Portugis di Tidore, karena itu Portugis tetap betahan di Tidore.

B. Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Belanda (VOC)
1. Rakyat Banten Menghadapi Belanda(VOC) Pada tahun 1619 J.P Coen mendirikan kota Batavia, sejak itulah tejadi Perselisihan antara Banten dengan Belanda untuk memperebutkan pelayaran di Selat Sunda. Pada tahun 1651, Sultan Ageng Tirtayasa naik tahta dan dia adalah seorang Raja Banten yang keras menentang kepada Belanda. Sayang putranya yang bernama Pangeran Abdul Kahar (Sultan Haji) bekerja sama dengan VOC. Bersumber dari perpecahan keluarga inilah, VOC dapat mengambil kesempatan untuk menjalankan politik devide et impera. Dan pada akhirnya, Sultan Ageng bersama putranya Pangeran Purbaya dapat dikalahkan oleh kerjasama VOC dengan Sultan Haji. Perlawanan Sultan Ageng dan Pangeran Purbaya berlangsung 1681-1683 dan pada tahun 1683, perlawanan Sultan Ageng melawan VOC berakhir dengan kekalahan Sultan Ageng Tirtayasa, sedangkan Sultan Haji dapat naik tahta kerajaan dengan perjanjian yang sangat merugikan kerajaan Banten. Isi perjanjian yaitu : 1. Banten harus melepaskan pengaruhnya terhadap Cirebon 2. Banten harus mengakui monopoli VOC di Banten 3. Bangsa-bangsa asing kecuali Belanda dilarang berdagang di Banten 4. Sungai Cisadane menjadi batas antara Kerajaan Banten dan daerah VOC Tokoh-tokoh yang melanjutkan perlawanan Sultan Ageng dan Pangeran Purbaya antara lain : Kyai Tapa dan Ratu Bagus yang bekerjasama dengan pelaut-pelaut Syekh Yusuf dan Ibnu Iskandar. 2. Mataram Menghadapi Belanda (VOC) Setelah berhasil menguasai Bnaten Belanda berusaha menguasai Mataram. Pada masa itu kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung, VOC khawatir terhadap Mataram sehingga terjadilah pertempuran antara Sultan Agung dengan VOC. Panglima-panglima Sultan Agung antara lain : 1. Tumenggung Baurekso 2. Tumunggung Suro Agul-agul 3. Kyai Dipati Manduro – Rejo 4. Kyai Dipati Kupo Sonto Pertempuran ini mengalami kegagalan dipihak Mataram yang disebabkan oleh : 1. Terlalu lelah karena jarak Mataram –Batavia jauh 2. Kekurangan persediaan makanan (kelaparan) 3. Kalah dalam persenjataan 4. Banyak yang meninggal akibat penyakit malaria

3. Perlawanan Trunojoyo Menghadapi Belanda (1674-1678)
Pada tahun 1674, Trunojoyo anak seorang Bupati Madura, memberontak kepada Amangkurat I karena ia tidak suka terhadap Amngkurat I yang bersekutu dengan kompeni Belanda. Serangannya berhasil menguasai seluruh Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah serta membangun kraton di Kediri. Pada tahun1677, putra mahkota naik tahta dengan nama Amangkurat II. Untuk mematahkan serangan Trunojoyo, Amangkurat II meminta bantuan kepada kompeni Belanda yang kemudian mengirimkan tentaranya dibawah pimpinan Anthony Hurt dan Kapitan Jonker. Bantuan itu diberikan oleh belanda dengan menandatangani perjanjian (1670) yang isinya : 1) Mataram akan menanggung biaya perang 2) Daerah pantai Utara digadaikan kepada VOC 3) VOC akan memonopoli perniagaan di Mataram 4) Beberapa daerah diserahkan kepada VOC, yaitu : a. Daerah subur antara Cisadane dan Cimanuk b. Madura Timur c. Semarang dan sekitarnya

Sejak itu tahta kerajaan Mataram terikat oleh perjanjian dengan VOC dan hidup dalam lingkungan VOC.

4. Perlawanan Untung Suropati
Untung Suropati berdinas di kemiliteran Kompani dengan pangkat Letnan. Ia diserahi tugas menangkap Pangeran Purbaya di daerah Priangan dan Ia berhasil. Pada saat penyerahan tawanan, opsir Belanda yang bernama Kuffeler berlaku kasar dan menghina Untung Suropati di depan umum. Akibatnya, Untung Suropati membunuh opsir Belanda itu. Setelah keluar dari dinas tentara dan tidak mau lagi bekerjasama dengan Belanda. Kemudian bersama para pengikutnya ia melakukan perlawanan terhadap Belanda. Dalam pertertempuran yang terjadi pada tanggal 8 Februari 1686 di Kertasura, pasukan Untung Suropati berhasil menghancurkan Belanda dibawah pimpinan Kapten Tack. Pada tanggal 5 November 1706, VOC melakukan serangan besar-besaran dan akhirnya Untung Suropati gugur.

5. Perlawanan Mangkubumi dan Mas Said (1749-1757)
Perlawanan rakyat Mataram yang dipimpin oleh Mangkubumi dan Mas Said. Sebab perlawanan : 1) Raja Mataram yang bernama Paku buwono III menyerahkan kepada VOC pantai Utara Pulau Jawa, akibatnya Kerajaan Mataram terputus dengan laut sehingga tidak mempunyai pelabuhan 2) Sebagai seorang bangsawn Pangeran Mangkubumi tersinggung dan sangat malu karena Gubernur Jendral Van Imhoff ikut campur tangan permasalahan Pangeran Mangkubumi dan Paku Buwono II. Van Imhoff juga memarahi Mangkubumi di depan orang-orang banyak yang sedang menghadap raja. Pada tahun 1749 terjadilah kerjasama antara Pangeran Mangkubumi dan Mas Said melawan Paku Buwono III dan VOC. Pada tahun 1755, Belanda berhasil membujuk Pangeran Mangkubumi untuk damai dan menandatangani Perjanjian Gianti, yang isinya : 1) Kerajaan Mataram Barat diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi dengan gelar Hamengku Buwono I, kerajaannya dinamakan Ngayokyakarta (Yogyakarta) 2) Kerajaan Mataram Timur, beribukota di Surakarta tetap dikuasai oleh Paku Buwono III. Untuk menundukkan perlawanan Mas Said, VOC dapat menghentikan perlawanannya pada tahun 1757 dengan ditandatanganinya Perjanjian Salatiga, yang isinya : 1) Mas Said diberi sebagian daerah Surkarta dan diangkat menjadi Adipati dengan gelar Mangkunegara 2) Daerah kekuasaannya disebut Mangkunegara 6. Perlawanan Rakyat Ternate dan Tidore (Maluku) Menghadapi Belanda(VOC) Pelaksanaan Pelayaran Hongi di kepulauan Maluku oleh VOC, mengakibatkan kesengsaraan rakyat sehingga para pedagang tidak lagi secara bebas dapat menjual rempah-rempahnya. Pada tahun 1635, berkobarlah perlawanan rakyat terhadap VOC dibawah pimpinan Kapten Kakiali dari Hitu. Perlawanan yang dipimpin oleh Saidi sangat mencemaskan VOC. Perlawanan berlangsung selama 6 tahun. Baru pada tahun 1656, Saidi tertangkap dan dihukum mati. Akibat perlawanan rakyat Maluku kepada Belanda Sultan Ternate mengadakan Perjanjian dengan Belanda yang isinya sangat merugikan antara lain : 1) Ternate tidak boleh lagi mengangkat wakil-wakilnya di Ambon karena langsung dikuasai oleh Belanda 2) Sultan Ternate dan Tidore dijadikan pegawai kompeni dengan gaji 12000 Ringgit per tahun 3) Ternate dan Tidore tidak boleh ditanami cengkeh dan pala sehingga rakyat kehilangan mata pencarian

7. Perlawanan Makasar Menghadapi Belanda (VOC) Kerajaan Makasar adalah sebuah kerajaan dagang yang letaknya strategis diselat Malaka, sehingga VOC menjalin hubungan persahabatan dan perdagangan. Tetapi VOC mengajukan permintaan antara lain : 1. VOC minta agar Kerajaan Makasar mau diajak menyerang Banda 2. VOC minta hak monopoli dagang di Kerajaan Makasar 3. VOC minta agar kapal-kapal dagang Makasar jangan membeli rempah-rempah di Maluku Permintaan VOC ditolak oleh Sultan Hasanuddin raja Makasar. Maluku bebas mengadakan perdagangan dengan bangsa Portugis, Inggris, dan Denmark kepelabuhan Sombaopu. Maka terjadilah persaingan dagang antara VOC dengan pedagang Makasar. Persaingan itu makin lama makin meruncing sehingga VOC mengirim armda khusus dan mengepung bandar goa (Sompaopu). Tindakan VOC tidak mendapatkan hasil yang memuaskan sehingga VOC melaksanakan politik devide et Impera, raja Bone Arupalaka dihasut untuk melawan Sultan Hasanuddin sehingga Hasanuddin harus menandatangani Perjanjian Bongaya. Dengan demikian Makasar mengakui kekuasaan dan monopoli VOC. 8. Perlawanan Rakyat Banjar Menghadapi Belanda (VOC) Dipelabuhan Kerajaan Banjar tersedia bahan perdagangan hasil-hasil bumi setempat seperti kapur barus, Intan, Batu Benzoar, dan Lada hasil utamanya. VOC yang dipimpin oleh Michielszoon bermaksud memonopoli lada yang dibakukan dalam suatu kontrak dengan Sultan Banjar (1606). Perdagangan didaerah Banjar dilakukan secara bebas hal ini membuat gusar VOC karena tidak dapat melaksanakan sistem Monopoli. Munculah reaksi menentang dari rakyat Banjar yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Alauddin Aminullah tetapi mengalami kegagalan sehingga Banjar dikuasai oleh VOC.

LATIHAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Tuliskanlah sebab terjadinya perlawanan demak menghadapi Portugis ! Tuliskanlah sebab terjadinya perlawanan Aceh menghadapi Portugis ! Tuliskanlah sebab terjadinya perlawanan Maluku menghadapi Portugis ! Tuliskanlah sebab terjadinya perlawanan Banten menghadapi Belanda ! Tuliskanlah sebab terjadinya perlawanan Mataram menghadapi Belanda ! Tuliskanlah sebab terjadinya perlawanan Maluku menghadapi Belanda ! Tuliskanlah sebab terjadinya perlawanan Banjar menghadapi Belanda !

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->