BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda, yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai pengajar guru hendaknya mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri (Deden, 2011). Namun demikian, untuk mengetahui keterlaksanaan tugas guru tersebut, diperlukan penilaian kinerja dengan kriteria-kriteria penilaian yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Penilaian terhadap kinerja guru merupakan suatu upaya untuk mengetahui kecakapan maksimal yang dimiliki guru berkenaan dengan proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakannya atas dasar kriteria tertentu. Penilaian kinerja sebagai suatu bentuk penilaian prestasi kerja guru atas dasar kecakapan-kecapakan atau kompetensi tertentu. Pada dasarnya penilaian kinerja bertujuan untuk mengukur tingkat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru dalam melaksanakan tugas-tugas keguruan dan non keguruan. Tugas keguruan yaitu pelaksanaan proses pembelajaran, yang diawali dengan proses perencanaan, proses pelaksanaan pembelajaran, dan proses evaluasi, sedangkan tugas non keguruan antara lain keorganisasian dan pendidikan serta latihan maupun kepemimpinan.

B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian Kependidikan dan profesi? 2. Bagaimana mengajar sebagai profesi? 3. Bagaimana kompetensi guru?

1

2 . Untuk memahami mengajar sebagai profesi. Tujuan 1. Memahami bagaimana kompetensi guru. 2. Untuk memahami apa kependidikan dan profesi itu. 3.C.

Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang.pengamen. Menurut ornstein dan levine (1984) bahwa suatu pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi bila pekerjaan atau jabatan itu dilakukan dengan : 1. 3 .pedagang dan sebagainya. berikut ini akan dikemukakan pengertian “profesi” dan kemudian akan dikemukakan pengertian profesi guru.dikatakan profesinya sebagai dokter dan orang yang pekerjaannya mengajar di sekolah dikatakan profesinya sebagai Guru. Pengertian Kependidikan Dan Profesi Istilah “profesi” sudah cukup dikenal oleh semua pihak. Seseorang yang bekerja sebagai dokter.Jadi istilah profesi dalam konteks ini . Profesi dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menunjukkan tentang pekerjaan seseorang. akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah “profesi” yaitu istilah professional.penyanyi. Melayani masyarakat merupakan merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat (tidak berganti-ganti pekerjaan).BAB II PEMBAHASAN A. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang. profesionalisme. dan senantiasa melekat pada “guru” karena tugas guru sesungguhnya merupakan suatu jabatan professional. sama artinya dengan pekerjaan atau tugas yang dilakukan seseorang dalam kehidupannya sehari-hari. akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. dan profesionaloisasi secara tepat.tukang parkir.Bahkan ada orang yang mengatakan bahwa profesinya sebagai tukang batu. profesionalitas. berikut ini akan diberikan pengkelasan singkat mengeni pengertian istilah-istilah tersebut. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat.

10. 3. Suatu jabatan memiliki fungsi signifikasi social yang menentukan(crusial). 3.2. Pengertian profesi yang senada dengan pengertian di atas. 2. 4. 4 . Terkendali berdasarkan lisensi baku dan mempunyai persyaratan masuk (untuk menduduki jabatan tersebut memerlukan izin tertentuatau ada persyaratan khusus yang ditentukan untuk dapat mendudukinya). Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. Otonomi dalam mebuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu(tidak diatur oleh orang lain).sementara tidak ada supervise dari luar terhadap pekerjaan dokter sendiri). 8. Keterampilan/keahlian yang dituntut jabatan itu didapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 7. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak setiap orang melakukannya). Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori praktik (teori baru dikembangkandari hasil penelitian). 6. Jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan tampilan untuk kerjanya berhubungan dengan layanan yang diberikan (langsung bertanggung jawab terhadap apa yang diputuskannya.Sanusi dkk(1991)mengutarakan ciri-ciri utama suatu profesi sebagai berikut: 1. 5.relatif bebas dari super vise dalam jabatan (misalnya dokter memakai tenaga administrasi untuk mendata klien.Mempunyai sekumpulan unjuk kerja yang baku. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesi. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien dengan penekanan terhadap layanan yang akan diberikan. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri.tidak dipindahkan keatasan instansi yang lebih tinggi). 9.

Menurut Saudagar dan Idrus (2009: 87-88). jeleknya layanan publik. 9. proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional itu sendiri. karena kondisi pasar tenaga kerja. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas sistematik dan explicit. B. termasuk profesi pendidik. Dalam memberikan layanan kepada masyarakat anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dicontrol oleh organisasi profesi. beberapa profesi masih pada taraf sedang berkembang. 8. Jabatan itu memerlukan pendidikan perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama. Dalam prakteknya melayani masyarakat. belum dirumuskannya standar profesi. dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang lebih dikontrol oleh profesi lain. tidak semua okupasi didukung dengan kemampuan profesi. 6.4. Mengajar sebagai profesi Di Indonesia. yaitu sebagai berikut. 5 . Dalam praktek di lapangan. suatu jabatan dapat termasuk kategori profesi apabila memenuhi setidak-tidaknya lima syarat. Jabatan itu mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat oleh karenanya memperoleh imbalan tinggi pula.bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum. 10.anggota profesi otonom bebas dari campur tangan orang lain. 5. lemahnya organisasi dalam mengontrol pengisian okupasi. 7. Kondisi semacam ini akan semakin berbahaya apabila dibiarkan karena tidak ada kepastian kemampuan minimal yang harus dipenuhi dalam mengisi okupasi. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement terhadap permasalahan profesi yang dihadapinya. dan biasanya cenderung berdampak kepada penyalahgunaan kewenangan (malpraktek).

3. baik berupa kata-kata maupun dalam bentuk bahasa tubuh. Menurut 6 . keterampilan perilaku profesi keguruan terwujud dalam bentuk tindakan atau perilaku pendidik dalam berkomunikasi dengan peserta didik. sikap. dan melindungi profesi. Sistem sertifikasi bagi individu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menjalankan profesi tersebut. Kompetensi guru Kompetensi merupakan kemampuan personal yang diperlukan pada suatu profesi tertentu yang berupa pengetahuan. jelas membedakan antara pendidik dan tenaga kependidikan. karena termasuk dalam pengertian ini adalah tenaga administrasi dan penyelenggara pendidikan. Tidak semua tenaga kependidikan merupakan jabatan yang memerlukan keahlian profesional. 5. C. yaitu yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Secara professional. menjaga. Didasarkan atas sosok ilmu pengetahuan teoretik (body of theoretical knowledge) yang disepakati bersama. keterampilan. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. menilai hasil pembelajaran. Adanya organisasi profesi yang mengembangkan.1. dan nilai. 4. Pendidik dipastikan merupakan tenaga profesional. Adanya kode etik profesi sebagai instrumen untuk memonitor tingkat ketaatan anggotanya dan sistem sanksi yang perlu diterapkan. pendidik harus memiliki kualifikasi minimal dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajarnya. kompetensi guru mengandung dua bidang kajian pokok. Komitmen untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam praktek secara otonom dan berkekuatan monopoli. yaitu kompetensi akademik dan kompetensi etika profesi atau perilaku profesi. 2. Secara operasional. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Karena sebagai tenaga professional. melakukan pembibingan dan pelatihan.

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran g. Oleh karena itu. 7 . Keterampilan memberi rangsangan (stimulus) i. Keterampilan menjelaskan d. Keterampilan membimbing c. penerapan beberapa keterampilan perilaku professional keguruan perlu dilandasi nilai-nilai etika profesi yang selalu mengedepankan nilai dan martabat peserta didik. Keterampilan memberi penguatan Setiap tindakan yang ditampilkan oleh pendidik atau guru merupakan cermin peserta didik dan konsekuensinya dapat berdampak positif atau negatif dalam pembentukan kepribadian dan perilaku peserta didik. Keterampilan merangkum e. a. yaitu sebagai berikut. Keterampilan bertanya b. Keterampilan Mengelola kelas h.Widana (2003:19) Ada beberapa keterampilan perilaku professional keguruan dalam proses pembelajaran. Keterampilan memotivasi f.

Saran Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak terdapat kesalahan dan kekhilafan. 3) sikap terhadap teman sejawat. Sasaran sikap profesianal guru yang harus dimiliki guru yaitu.BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru yang profesional adalah guru yang kompeten menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. 5) sikap tempat kerja. Kinerja profesional guru juga perlu diperhatikan. 4) sikap terhadap anak didik. B. sehingga dapat menjadi acuan kami kedepan dalam membuat makalah. 1) Sikap pada peraturan. 6) sikap terhadap pemimpin. 7) sikap terhadap pekerjaan. Sikap profesional dapat dikembangkan ke dalam dua hal yaitu pengembangan sikap selama pendidikan prajabatan dan pengembangan sikap selama dalam jabatan. 2) sikap terhadap operasi profesi. 8 . Guru juga hendaknya memiliki kinerja profesional yaitu hasil kerja yang dicapai dengan mempraktekkan suatu keahlian pada pendidikan dan jenjang pendidikanya pada suatu periode tertentu. untuk itu kami sangat mengharapkan masukan dari para pembaca berupa kritik dan saran yang sifatnya membangun.

Pd JURUSAN TARBIYAH PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI STAIN (BENGKULU) 2013 9 . Sam’S. Rosma Hartiny.MAKALAH Administrasi dan Supervisi Jabatan Kependidkan dan Guru Profesional Oleh : Herman Syaferi 209 324 5955 Dosen: Dra.M..

.......................................................... C................................... B.... Mengajar sebagai profesi ......................... BAB II PEMBAHASAN A............. C.... B........................... iii ii 10 ........ Kesimpulan ...................... Kritik dan Saran ....................................................................................................................................... DAFATR ISI .......... 8 8 DAFTAR PUSTAKA ............................................... Latar Belakang ...........................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......... 3 5 6 1 1 2 i ii BAB III PENUTUP A................................................................................................................. Pengertian Kependidikan Dan Profesi .......................... KATA PENGANTAR ......................................................... B.......................... BAB I PENDAHULUAN A....................................................................................................................................................................................................................... Kompetensi guru .. Tujuan .................................................................... Rumusan Masalah .................................

penulis dapat menyelesaikan Proposal yang berjudul : Jabatan Kependidikan dan Guru Sebagai Profesi. Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan baik dalam penulisan maupun materi yang disajikan.KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Guru Mata Pelajaran yang telah membantu penulis dalam membuat makalah ini dan teman-teman yang telah memberi motifasi dan dorongan serta semua pihak yang berkaitan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat pada waktunya. karena berkat rahmat dan hidayahnya . Wb. oleh karena itu kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan dalam pembuatan makalah selanjutnya. Wassalamu’alaikum Wr. Atas kritik dan saran yang disampaikan nantinya kami ucapkan terima kasih. Bengkulu Januari 2013 Penulis 11 i .

Samsul (ed). Surabaya : Usaha Nasional. Nizar. Perencanaan Pendidikan Nonformal. 1998 PP RI No. 55 Tahun 2007. Ilmu Pendidikan Islam. Sudjana. 2004 UU RI No. Jakarta : Ciputat Press. 20 Tahun 2003. Pendukung Azas. tentang Sistem Pendidikan Nasional 12 . Pendidikan Nonformal Wawasan Sejarah Perkembangan Filsafat Teori Tafsir. Bandung : Pustaka Setia. 2002 Nur Uhbuyati. tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan S. Ahmad.DAFTAR PUSTAKA Kadir. Sardjan. Bandung : Falah Production. Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis Teoritis dan Praktis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful