P. 1
Askep Neonatus Dengan Ibu Dm

Askep Neonatus Dengan Ibu Dm

|Views: 18|Likes:
Published by IrOne Madden

More info:

Published by: IrOne Madden on Jun 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2014

pdf

text

original

KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN BAYI RESTI DENGAN IBU DM Sumber: http://bayi resti dengan ibu DM.

blogspot.com/2011/03/askep-bayi dengan ibu DM.html A. DEFINISI Bayi dari ibu diabetes adalah bayi yang dilahirkan dari ibu penderita diabetes. Satu dari 5001000 wanita hamil adalah penderita diabetes, dan satu dari 120 kehamilan adalah gestasional diabetes. B. PATO FISIOLOGI

Diabetes pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai gangguan pada bayi yang dilahirkannya. Gangguan tersebut antara lain : 1. Hipoglikemia. Ibu diabetes akan mengalami hiperglikemia. Hiper glikemia ibu ini juga menyebabkan hiperglikemia pada janin (difusi lelalui plasenta). Bila glukosa dapat berdifusi melalui plasenta, sebaliknya insulin ibu tidak dapat ditransfer kejanin. Hal ini menybabkan pangkreas janin terangsang untuk memproduksi insulin sendiri. Hasilnya adalah hiperinsulinemia pada janin. Segera setelah lahir terjadi pemutusan aliran darah ibu kejanin, akibatnya suplai glukosa dari ibu juga terhenti. Namun, insulin masih tetap diproduksi oleh pancreas bayi sebagai adaptasi terhadap kondisi hiperglikemia sebelumnya. Hal ini yang menyebabkan hipoglikemia pada bayi yang baru lahir.

2. Makrosomia. Bayi dari ibu diabetes cenderung lebih besar dan montok daripada bayi yang lahir normal. Mekanisme yang menyebabkan janin ini tumbuh berlebih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, dari beberapa penelitian didapatkan ada kolerasi positif antara tingkat makrosomia janin pada ibu yang tidak mengalami konflikasi penyakit vaskuler. Hal tersebut dimungkinkan karena hiperglikemia dan hiperinsulinemia pada janin secara bersama-sama dapat menyebabkan peningkatan sintesis glikogen, lipogenesis dan sintesis protein dalam tubuh janin.sebagai hasil akhirnya, janin tumbuh subur/pesat pada semua tingkat usia kehamilan yang disebut large for gestational age (LGA). 3. Respiratory distress syindrome (RDS). Bayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tinggi mengalami RDS. Hal ini berkaitan dengan imaturitas paru sebagai akibat hiperinsulinemia janin. Hiperinsulinemia menghambat produksi surfaktan karena hiperinsulinemia empengaruhi perbandingan lesitin dengan spingomielin yang merupakan unsur utama pembentukan surfaktan. 4. Anomaly congenital. Bayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tiga kali lebih besar untuk mengalami cacat bawaan. Satu penelitian mengindikasi bahwa kadar glikosilat hemoglobin yang lebih tinggi pada pasien non-gestasional diabetes yang berhubungan dengan adanya cacat bawaan yang umum seperti hidrosefalus. Kadar gula darah yang meningkat selama trimester pertama dihubungkan dengan banyaknya kelainan malformasi fetal, seperti kelainan jantung bawaan. 5. Hiperbilirubinemia. Hiperbilirubinemia ini bisa terjadi dihubungkan dengan makrosomia, trauma kelahiran dan pendarah akibat trauma kelahiran dan prematuritas (fungsi hepar imatur). 6. Hipokalsemia.Hipokalsemia ini akibat ktidak normalan pada kadar kalsium ibu yang disalurkan pada janin. Kadar kalsium dalam darah ibu yang tinggi selama kehamilan (diabetes) direspon oleh janin berupa hipoparatiroid yang kemudian menyebabkan hipo kalsemia.

Jika bayi sulit mengisap. injeksi bolus glukosa kadar tinggi harus dihindarkan karena dapat menyebabkan hiper insulinemia. semua bayi yang lahir dari ibu dibetes harus mendapat pengamatan dan perawatan intensif. . hiperbilirubinemia. Trauma lahir. Pengkajian keperawatan yang cermat dan terus menerus serta perawatan yang intensif sangat penting dalam penurunan bahaya potensial. Jika kondisi bayi baik. 3. Diagnosa keperawatan Diagnose utama pada bayi dari ibu diabetes adalah : a. b. c. serta gejala lain yaitu hiperpnea. malas minum. iritabilitas. dan hipokalsemia akan dibahas secara khusus. kejang. sianosis. Pada pemeriksaan diagnostik akan ditemukan peningkatan kadar gula darah. Dengan cara pengontrolan dini dan terus menerus terhadap penyakit diabetes yang diderita ibu. kadar kalsiun serum <7mg/ml> D. beri makanan melalui intravena. apatis. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan peningkatan metabolisem glukosa (hiperinsulinemia). hiperbilirubinemia. Mengatasi hipoglikemia dengan cara member infuse glukosa 10% . control setiap jam sampai kadar gula darah normal dan stabil. 2. Koping keluarga tidak efektif yang berhubungan dengan penyakit bayi. MANIFESTASI KLINIS Bayi cenderung montok dan besar akibat bertambahnya lemak tubuh. berikan minuman setelah 2-3 jam kelahiran. b. hipotonin. Adapun penatalaksanaan umum yang dilakukan adalah: a. asuhan keperawatan bayi dari ibu diabetes diarahkan pada deteksi dini dan pemantauan yang terus menerus terhadap hipoglikemia (dengan cara tes glukosa). Periksa adar gula darah bayi segera setelah lahir. c. Gejala klinis yang sering ditemukan dan merupakan ciri khas bayi hipoglikemia adalah tremor. dan hiperbilirubinemia. Rencana keperawatan 1) Peningkatan kesehatan fisik. hipoglikemia. pernafasan berat. E.7. kelainan kongenital. Gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan distres pernafasan sekunder akibatgangguan produksi surfaktan. apnea. Selanjutnya. Perawat member peyuluhan kepada orang tua tentang pencegahan makrosomia. distres pernafasan. tangisan melengking. lertargi. ASUHAN KEPERAWATAN 1. C. hipokalsemia. Hal ini terjadi akibat tubuh bayi dari ibu diabetes yang melebihi ukuran normal sehingga sering terjadi penyulit pada proses persalinan. 3) Peningkatan adaptasi keluarga. 2) Intervensi keperawatan secara spesifik terhadap RDS. PENATALAKSANAAN Setelah lahir. Pengkajian keperawatan Pengkajian yang dilakukan terhadap bayi dari ibu diabetes adalah mengkaji tanda RDS. trauma lahir.

Evaluasi keperawatan Hasil yang diharapkan untuk setiap rencana dan implementasi rencana keperawatan adalah : 1) Bayi tidak mengalami RDS dan perubahan metabolism berarti 2) Orangtua memahami penyebab masalah kesehatan pada bayi dan langkah pencegahan yang cepat dimulai untuk menurunkan dampak diabetes dari ibu pada bayi. 4. 3) Orang tua menyatakan perhatiannya terhadap masalah bayi dan memahami alasan yang melatar belakangi manajemen (penatalaksanaan) yang dilakukan terhadap bayi mereka. secara umum bayinya tidak mengalami masalah yang berarti. .4) Orang tua yang menjalankan nasihat dengan melaksanakan identifikasi dan perawatan dini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->