P. 1
Bab 9 Sistem Koordinasi Dan Indera-1

Bab 9 Sistem Koordinasi Dan Indera-1

|Views: 9|Likes:
Published by Farhan Akbar
SISTEM KOORDINASI-1
SISTEM KOORDINASI-1

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Farhan Akbar on Jun 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2014

pdf

text

original

SISTEM KOORDINASI DAN INDERA

A.

PENDAHULUAN

 

Keserasian organ-organ tubuh karena adanya koordinasi sistem saraf. Sistem koordinasi bekerja menerima rangsangan, mengolah dan meneruskan rangsangan. Rangsangan bisa berupa cahaya, warna, dan bau. Rangsangan diterima oleh indera diteruskan ke otak. Di otak, rangsangan diolah untuk menentukan respon.

 Akhirnya,

otak meneruskan respon rangsangan ke organ-organ untuk bekerja.  Keserasian kerja organ di dalam tubuh dilakukan oleh sistem saraf dan sistem hormon.  Sistem saraf bekerja untuk komunikasi antar organ dengan aliran listrik.  Sistem hormon bekerja untuk komunikasi antar organ secara kimiawi.

Tiga komponen utama yang diperlukan oleh organisme untuk bereaksi terhadap perubahan Lingkungan yaitu:

1.


Reseptor Merupakan suatu struktur yang mampu mendeteksi rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh Organ indera adalah reseptor rangsangan Pada indera terdapat ujung-ujung saraf sensori yang peka terhadap rangsangan

2.


3. 

Sistem Saraf Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan tepi Berfungsi menerima, mengolah, dan meneruskan rangsangan ke efektor Efektor Merupakan struktur yang melaksanakan aksi sebagai jawaban terhadap implus yang datang padanya Contohnya otot dan kelenjar

SISTEM SARAF PADA MANUSIA  Gambar Sistem saraf manusia

Sistem saraf manusia dapat dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang.

Otak Sistem saraf Pusat Sumsum Tulang Belakang Sistem saraf Manusia Sistem saraf Tepi Saraf Spinal Saraf Kranial

Indera adalah bagian tubuh yang memiliki ujung saraf sensori dan peka terhadap rangsangan tertentu.  Saraf sensori akan meneruskan rangsangan dari indera ke saraf pusat. Reaksi/tanggapan dari saraf pusat akan disampaikan ke efektor melalui saraf motor.  Efektor adalah organ atau jaringan yang bereaksi terhadap rangsangan, misalnya otot dan kelenjar.  Reaksi/tanggapan oleh efektor dapat berupa gerakan, ucapan, dan sekresi kelenjar.

Rangsangan adalah pengaruh yang diterima oleh reseptor.  Berdasarkan asalnya, rangsangan dibedakan menjadi dua, yaitu 1. Rangsangan dari luar tubuh, misalnya suara, cahaya, dan tekanan. 2. Rangsangan dari dalam tubuh misalnya lapar, haus, dan nyeri.  Berdasarkan jenisnya, rangsangan dibedakan menjadi 3 yaitu 1. Rangsangan mekanis, misalnya sentuhan dan tekanan. 2. Rangsangan kimiawi, misalnya rasa manis, pahit, asam, dan bau. 3. Rangsangan fisik, misalnya suhu, listrik, gravitasi, cahaya, dan suara.

1. Sel Saraf (Neuron) • Bentuk dan ukuran sel saraf bermacam-macam tergantung pada letak dan fungsinya di dalam tubuh.

1.

2.

3.

Bagian-bagian sel saraf: Badan sel, adalah pengendali kerja sel saraf, mempunyai inti sel dan banyak mengandung mitokondria. Dendrit, adalah tonjolan protoplasma pada badan sel dan bercabang-cabang, berfungsi untuk menerima dan menghantarkan implus saraf dari luar ke sel saraf. Neurit, atau akson (serabut saraf), adalah juluran panjang dari badan sel yang berfungsi untuk menghantarkan rangsangan dari badan sel ke sel saraf lainnya.

Neurit dibungkus oleh selubung mielin dan beberapa sel Schwann.  Selubung mielin tersusun dari lemak dan tidak membungkus sepanjang neurit.  Bagian neurit yang tidak terselubungi mielin dinamakan nodus Ranvier.  Ujung neurit sel saraf satu akan bersambung dengan ujung dendrit sel saraf lain. Persambungan tersebut disebut sinapsis.

Gambar tali saraf

Macam-macam Sel Saraf

Sel saraf sensori
Berfungsi menghantarkan impuls saraf dari indera menuju ke otak atau ke sumsum tulang belakang. 2. Dendrit berhubungan dengan indera untuk menerima rangsang. 3. Neurit berhubungan dengan sel saraf lain.
1.

 Sel

saraf konektor

Berfungsi meneruskan rangsangan dari sel saraf sensori ke sel saraf motori.  Denrit berhubungan dengan ujung neurit sel saraf yang lain.
 Sel

saraf motor

Berfungsi menyampaikan perintah dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor.  Dendrit berhubungan dengan neurit sel saraf lain.  Neuritnya berhubungan dengan efektor.

Mekanisme Jalannya Implus Saraf
1.

Implus melalui Sel Saraf Implus dapat mengalir melalui serabut saraf karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam serabut saraf. Pada saat sel saraf istirahat, sebelah dalam serabut saraf bermuatan negatif kira-kira 60 mVolt, sedangkan di sebelah luar serabut saraf bermuatan positif. Keadaan muatan listrik tersebut diberi nama potensial istirahat, membran serabut saraf dalam keadaan polarisasi

   

Jika sebuah implus merambat melalui sebuah akson, dalam waktu singkat muatan di sebelah dalam menjadi positif +60 mVolt dan muatan di sebelah luar menjadi negatif Perubahan tiba-tiba pada pontensial istirahat bersamaan dengan implus disebut potensial kerja Pada saat ini terjadi depolarisasi pada selaput membran akson Proses depolarisasi merambat sepanjang serabut saraf bersamaan dengan merambatnya implus Ada dua faktor yang mempengaruhi kecepatan rambatan implus saraf yaitu selaput mielin dan diameter serabut saraf

2.

Implus melalui Sinapsis

Ujung neurit sel saraf satu yang akan menyampaikan rangsangan menuju dendrit sel saraf lain membentuk tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis. Antara tombol sinapsis dengan dendrit dipisahkan oleh calah sempit yang disebut celah sinapsis. Pada sitoplasma tombol sinapsis, terdapat zat penghantar (neurotransmitter) yaitu suatu zat kimia, yang berfungsi menghantarkan impuls ke sel saraf berikutnya. Contoh neurotransmitter yaitu asetilkolin, noradrenalin, dan serotonin. Pada tempat tertentu, beberapa badan sel saraf terkumpul membentuk simpul saraf yang disebut ganglion.

Gerak Refleks dan Gerak Biasa
Berjalan, makan, atau senam merupakan gerakan yang disengaja.  Gerakan yang dilakukan dengan kesadaran kita, disebut gerak sadar atau gerak biasa.  Mekanisme jalannya rangsangan sampai terjadi tanggapan pada gerak sadar, adalah sebagai berikut.  Misalkan ada bangkai yang mengeluarkan bau busuk. Bau itu ditangkap oleh hidung.

Rangsangan bau diubah dalam bentuk impuls saraf yang dialirkan melalui saraf sensori dari reseptor menuju ke otak.  Otak akan mengolah dan menentukan tanggapan.  Misalnya otak memerintahkan tangan menutup hidung.  Pesan dari otak dialirkan melalui urat saraf motor menuju ke otot jari-jari tangan dan akhirnya jari-jari tangan menutup hidung.  Rangsang -- Urat Saraf Sensori --- Otak -- Urat Saraf Motor -- Gerak

Diagram Mekanisme Gerak Biasa


  

 
 

Seringkali kita melakukan gerakan secara spontan yang tanpa kita sadari. Misalnya jika tiba-tiba menginjak paku, maka dengan cepat kita mengangkat kaki. Gerakan tersebut dilakukan tanpa kita sadari, dan baru disadari setelahnya. Gerakan yang demikian disebut gerak refleks. Gerak refleks terjadi karena adanya rangsangan yang mendadak atau berbahaya. Pada gerak refleks, impuls tidak dialirkan ke otak. Impuls melewati saraf sensori menuju ke neuron perantara (penghubung). Dari neuron perantara, lalu ke saraf motor dan akhirnya timbul gerak tanggapan. Rangsang - Urat Saraf Sensori - Neuron Perantara- Urat Saraf Motor - Gerak

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->