Arti Luas Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak.

Teater berasal dari kata Yunani, “theatron” (bahasa Inggris, Seeing Place) yang artinya tempat atau gedung pertunjukan. Dalam perkembangannya, dalam pengertian lebih luas kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dengan demikian, dalam rumusan sederhana teater adalah pertunjukan, misalnya ketoprak, ludruk, wayang, wayang wong, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya. Teater dapat dikatakan sebagai manifestasi dari aktivitas naluriah, seperti misalnya, anak-anak bermain sebagai ayah dan ibu, bermain perang-perangan, dan lain sebagainya. Selain itu, teater merupakan manifestasi pembentukan strata sosial kemanusiaan yang berhubungan dengan masalah ritual. Misalnya, upacara adat maupun upacara kenegaraan, keduanya memiliki unsur-unsur teatrikal dan bermakna filosofis. Berdasarkan paparan di atas, kemungkinan perluasan definisi teater itu bisa terjadi. Tetapi batasan tentang teater dapat dilihat dari sudut pandang sebagai berikut: “tidak ada teater tanpa aktor, baik berwujud riil manusia maupun boneka, terungkap di layar maupun pertunjukan langsung yang dihadiri penonton, serta laku di dalamnya merupakan realitas fiktif”, (Harymawan, 1993). Dengan demikian teater adalah pertunjukan lakon yang dimainkan di atas pentas dan disaksikan oleh penonton. Namun, teater selalu dikaitkan dengan kata drama yang berasal dari kata Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan “drame” yang berasal dari kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat berarti lakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti penting tapi tidak bertujuan mengagungkan tragika. Kata “drama” juga dianggap telah ada sejak era Mesir Kuno (4000-1580 SM), sebelum era Yunani Kuno (800-277 SM). Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat seiring dengan perlakuan terhadap teater yang mempergunakan drama lebih identik sebagai teks atau naskah atau lakon atau karya sastra (Bakdi Soemanto, 2001). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan lakon atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Jika “drama” adalah lakon dan “teater” adalah pertunjukan maka “drama” merupakan bagian atau salah satu unsur dari “teater”. Dengan kata lain, secara khusus teater mengacu kepada aktivitas melakukan kegiatan dalam seni pertunjukan (to act) sehingga tindaktanduk pemain di atas pentas disebut acting. Istilah acting diambil dari kata Yunani “dran” yang berarti, berbuat, berlaku, atau beraksi. Karena aktivitas beraksi ini maka para pemain pria dalam teater disebut actor dan pemain wanita disebut actress (Harymawan, 1993). Meskipun istilah teater sekarang lebih umum digunakan tetapi sebelum itu istilah drama lebih populer sehingga pertunjukan teater di atas panggung disebut sebagai pentas drama. Hal ini menandakan digunakannya naskah lakon yang biasa disebut sebagai karya sastra drama dalam pertujukan teater. Di Indonesia, pada tahun 1920-an, belum muncul istilah teater. Yang ada adalah sandiwara atau tonil (dari bahasa Belanda: Het Toneel). Istilah Sandiwara konon dikemukakan oleh Sri Paduka Mangkunegoro VII dari Surakarta. Kata sandiwara berasal dari bahasa Jawa “sandi” berarti “rahasia”, dan “wara” atau “warah” yang berarti, “pengajaran”. Menurut Ki Hajar Dewantara

“sandiwara” berarti “pengajaran yang dilakukan dengan perlambang” (Harymawan, 1993). Rombongan teater pada masa itu menggunakan nama Sandiwara, sedangkan cerita yang disajikan dinamakan drama. Sampai pada Zaman Jepang dan permulaan Zaman Kemerdekaan, istilah sandiwara masih sangat populer. Istilah teater bagi masyarakat Indonesia baru dikenal setelah Zaman Kemerdekaan (Kasim Achmad, 2006). Keterikatan antara teater dan drama sangat kuat. Teater tidak mungkin dipentaskan tanpa lakon (drama). Oleh karena itu pula dramaturgi menjadi bagian penting dari seni teater. Dramaturgi berasal dari bahasa Inggris dramaturgy yang berarti seni atau tekhnik penulisan drama dan penyajiannya dalam bentuk teater. Berdasar pengertian ini, maka dramaturgi membahas proses penciptaan teater mulai dari penulisan naskah hingga pementasannya. Harymawan (1993) menyebutkan tahapan dasar untuk mempelajari dramaturgi yang disebut dengan formula dramaturgi. Formula ini disebut dengan formula 4 M yang terdiri dari, menghayalkan, menuliskan, memainkan, dan menyaksikan. M1 atau menghayal, dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang karena menemukan sesuatu gagasan yang merangsang daya cipta. Gagasan itu timbul karena perhatian ditujukan pada suatu persitiwa baik yang disaksikan, didengar maupun dibaca dari literatur tertentu. Bisa juga gagasan itu timbul karena perhatian ditujukan pada kehidupan seseorang. Gagasan atau daya cipta tersebut kemudian diwujudkan ke dalam besaran cerita yang pada akhirnya berkembang menjadi sebuah lakon untuk dipentaskan. M2 atau menulis, adalah proses seleksi atau pemilihan situasi yang harus dihidupkan begi keseluruhan lakon oleh pengarang. Dalam sebuah lakon, situasi merupakan kunci aksi. Setelah menemukan kunci aksi ini, pengarang mulai mengatur dan menyusun kembali situasi dan peristiwa menjadi pola lakon tertentu. Di sini seorang pengarang memiliki kisah untuk diceritakan, kesan untuk digambarkan, suasana hati para tokoh untuk diciptakan, dan semua unsur pembentuk lakon untuk dikomunikasikan. M3 atau memainkan, merupakan proses para aktor memainkan kisah lakon di atas pentas. Tugas aktor dalam hal ini adalah mengkomunikasikan ide serta gagasan pengarang secara hidup kepada penonton. Proses ini melibatkan banyak orang yaitu, sutradara sebagai penafsir pertama ide dan gagasan pengarang, aktor sebagai komunitakor, penata artsitik sebagai orang yang mewujudkan ide dan gagasan secara visual serta penonton sebagai komunikan. M4 atau menyaksikan, merupakan proses penerimaan dan penyerapan informasi atau pesan yang disajikan oleh para pemain di atas pentas oleh para penonton. Pementasan teater dapat dikatakan berhasil jika pesan yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton. Penonton pergi menyaksikan pertunjukan dengan maksud pertama untuk memperoleh kepuasan atas kebutuhan dan keinginannya terhadap tontonan tersebut. Formula dramaturgi seperti disebutkan di atas merupakan tahap mendasar yang harus dipahami dan dilakukan oleh para pelaku teater. Jika salah satu tahap dan unsur yang ada dalam setiap tahapan diabaikan, maka pertunjukan yang digelar bisa dipastikan kurang sempurna. Oleh karena itu, pemahaman dasar formula dramaturgi dapat dijadikan acuan proses penciptaan karya seni teater.

ketoprak. Teater adalah istilah lain dari drama. meniruh gerak pembicaraan perseorangan. dialog. Dia mengatakan bahwa “drama adalah hidup yang ditampilkan dalam gerak” (life presented in action) ataupun Bathazar Verhagen yang mengemukakan bahwa “drama adalah kesenian melukis sifat dan sikap manusia dengan gerak” (Slametmuljana dalam Tarigan. Drama merupakan jenis karya sastra yang dibangun oleh unsur intrinsik. 2001:2) drama berasal dari bahasa Yunani “ Draomai” yang berarti berbuat. mencontoh.. penonton. satu kesatuan karya itu membentuk kesatuan (totalitas) . 1984: 7) menyetakan bahwa drama adalah suatu karangan dalam prosa atau puisi yang disajikan dalam dialog atau pantomi. musik. ludruk dan lain-lain. nyanyian. Teater dalam arti sempit adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehiudpan manusia yang diceritakan di atas pentas.Teater (bahasa Inggris: theater atau theatre. monolog. bahasa Perancis théâtre berasal dari kata theatron (θέατρον) dari bahasa Yunani. 1996 (dalam Sariana. 2010:60) Drama adalah proses lakon sebagai tokoh dalam peran. karakter dan situasi dalam suatu lakuan. penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca. 1985: 70). tetapi dalam pengertian yang lebih luas. dsb. tarian. bertindak. penafiran. kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan. yang berarti "tempat untuk menonton"). gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor. teater adalah proses pemilihan teks atau naskah. pendengar. Pengertian drama menurut Budianta dkk. pengamat. Pengertian drama menurut Moulton. Drama berarti perbuatan. disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis). drama adalah sebuah cerita yang membawakan tema tertentu dengan dialog dan gerak sebagai pengungkapannya. kritikus atau peneliti). atau action. teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak contohnya wayang orang. suatu cerita yang mengandung konflik atau kontras seorang tokoh. Proses penjadian drama ke teater disebut prose teater atau disingkat berteater. Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Jadi. beraksi. Benhart (dalam Taringan. guna menghindarkan peristiwa dan rangkaian cerita cerita tertentu. berlaku. Menurut Wood dan Attfield. terutama sebagai suatu cerita yang diperuntukkan buat dipentaskan di panggung dramatik. tindakan. menggunakan secara nyata dari perangkat yang dibayangkan. atau beraksi. penggunaan pengalaman yang selalu serta pengetahuan. Arti Teater menurut para ahli Pengertian drama menurut (Waluyo. Drama adalah sebuah genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialogue atau cakapan diantara tokoh-tokoh yang ada ERWAN JUHARA.Arti Sempit Teater adalah drama. (2002: 95). penggarapan. Dalam arti luas.

Naskah atau Skenario Naskah atau Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan dialog yang diucapkan . yaitu peran utama. 4. yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dua. meja. pemain biasanya disebut Aktris untuk perempuan. dan Aktor untuk laki-laki. hiasan ruang. peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Pemain Pemain merupakan orang yang memerankan tokoh tertentu. robot. yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan ANNE CIVARDI Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan lewat kata-kata dan gerakan Unsur-unsur Seni Teater 1. dan lain-lain . Ada tiga jenis pemain. Sutradara Sutradara adalah orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater. Properti Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater. Dalam film atau sinetron. Contohnya kursi.PRIYONO MANGUNREJO Drama merupakan salah satu karya sastra yang lebih menonjolkan unsur dialog A.dialog para tokohnya TIM MATRIX MEDIA LITERATA Drama merupakan bentuk kisahan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan SENI HANDAYANI & WILDAN Drama adalah bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian. 2. 3. dekorasi. ISKAK & YUSTINAH Drama adalah karangan yang berbentuk dialog / percakapan antara para pemainnya SRI SUTARNI & SUKARDI Drama merupakan cerita tentang kehidupan manusia yang diperankan diatas panggung atau dipentaskan WAHONO & RUSMIYANTO Drama adalah suatu karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan menampilkan pertikaian / konflik dan emosi lewat adegan dan dialog YAKOB SUMARJO & SAINI Drama adalah karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui dialog .

pertunjukan boneka. 3. c. Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung. tari India klasik. penerangan dan lain-lain. Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara. Fungsi Seni Drama dan Teater Jadi fungsi teater adalah sebagai tempat untuk mengapresiasikan seni peran di panggung. d. Jadi. Di dalam dunia pendidikan dan pengajaran. ballet. Seni drama dan teater. Oleh Pemerintah RI. di samping berfungsi sebagai hiburan (menyenangkan). kabuki. Dapat disimpulkan bahwa fungsi drama sebagai berikut: a. sejak tahun 1980/1981.Theater berbentuk opera. Metode pengajaran demikian dapat disebut ‘sosiodrama’ pemain peran. seni drama dan teater dapat dipergunakan sebagai metode interaksi edukatif secara kelompok. Sebagai sarana hiburan Sebagai sarana pendidikan Sebagai sarana kommunikasi Sebagai media interaksi edukatif secara kelompok (psikodrama) . Artinya. Tata Busana adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. antara lain: 1. mummers play. lewat proyek ‘Sosio Drama’ seni drama dan teater (terutama jenis seni teater rakyat atau teater daerah/tradisional). Sesuatu itu dapat berupa pengetahuan. mime. Kunqu. Contohnya pakaian sekolah berbeda dengan pakaian harian. selain berfungsi sebagai sarana pendidikan dan hiburan juga berfungsi sebagai media komunikasi. 2. 4. seni harus juga bermanfaat (berguna). telah dipilih sebagai salah satu metode terapi sosial. dapat memberi sesuatu pada penikmatnya. dan secara operasional sebagai media penyampaian pesan pembangunan. Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan. improvisasi performance serta pantomim.Penataan Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater. b. penerangan dan informasi.5. Fungsi seni drama dan teater pada khususnya adalah berguna serta bermanfaat dan menyenangkan (dulce et utile).

Teater gerak. dan akting. dan Yunani. Kemampuan aktor tidak hanya pada penghayatan karakter melalui baris kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui lagu dan gerak tari. nyanyi. wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Sisa peninggalannya ditemukan di makammakam India Kuno. Opera dipentaskan di gedung opera. tidak dapat diketahui dengan pasti kelahirannya tetapi ekspresi bebas seniman teater terutama dalam hal gerak menemui puncaknya dalam masa commedia del’Arte di Italia. opera dapat digolongkan dalam drama musikal. menonton bayangan tersebut. Dalam pertunjukan wayang kulit. Biasanya juga berupa paduan suara. Dalam masa ini pemain teater dapat bebas bergerak sesuka hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk memancing perhatian penonton. Marionette. Selain kabaret. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisahkisah religius.Jenis Teater 1 Teater Boneka Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Penonton wanita duduk di depan layar. menari. Disebut drama musikal karena memang latar belakangnya adalah karya musik yang bercerita seperti The Cats karya Andrew Lloyd Webber yang fenomenal. Dari karya musik bercerita tersebut kemudian dikombinasi dengan gerak tari. Opera bermula di Italia pada awal tahun 1600-an. atau boneka tali. Boneka Bunraku dari Jepang mampu melakukan banyak sekali gerakan sehingga diperlukan tiga dalang untuk menggerakkannya. jenis musik dan lagu bisa saja bebas tetapi dalam opera biasanya adalah musik simponi (orkestra) dan seriosa. Di sinilah letak perbedaan dasar antara Kabaret dan opera. Dalang utama mengendalikan kepala dan lengan kanan. Dalang berpakaian hitam dan duduk persis di depan penonton. Drama musikal mengedepankan unsur musik. 2 Drama Musikal Merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni menyanyi. Di dalam gedung opera. 3 Teater Gerak Teater gerak merupakan pertunjukan teater yang unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah serta tubuh pemainnya. Dalam drama musikal kabaret. Dalam opera dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Tokohtokoh utama opera menyanyi untuk menceritakan kisah dan perasaan mereka kepada penonton. digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan. . alunan lagu. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Para pencerita bernyanyi dan melantunkan kisahnya. dan tata pentas. dan gerak daripada dialog para pemainnya. Mesir. Di panggung Broadway jenis pertunjukan ini sangat terkenal dan biasa disebut dengan pertunjukan kabaret. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung. Penggunaan dialog sangat dibatasi atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. para musisi duduk di area yang disebut orchestra pit di bawah dan di depan panggung. Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda.

Rangkaian cerita dalam teater dramatik mengikuti alur plot dengan ketat. unsur-unsur teater tersebut membentuk suatu seni pertunjukan yang lahir dari spontanitas rakyat dalam masyarakat lingkungannya. Dalam teater dramatik. Pada saat itu.Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul. teater dramatik mencoba menyajikan cerita seperti halnya kejadian nyata. Ian Reade: 1996). Sebagai pertunjukan yang sunyi (karena tidak menggunakan suara). Pada zaman itu. dalam artian tidak ada lagi proses perkembangan karakter tokoh secara improvisatoris (Richard Fredman. Karena bahan dasarnya adalah puisi maka teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. yang disebut “teater”. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud. Proses terjadinya atau munculnya teater tradisional di Indonesia sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Teater tradisional merupakan bagian dari suatu upacara keagamaan ataupun upacara adat-istiadat dalam tata cara kehidupan masyarakat kita. sejarah teater tradisional di Indonesia dimulai sejak sebelum Zaman Hindu. Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter manusia yang sudah jadi. Teatrikalisasi puisi memberikan wilayah kreatif bagi sang seniman karena mencoba menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan laku aksi dan tata artistik di atas pentas. Mencoba menarik minat dan rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Makna pesan sebuah lakon yang hendak disampaikan semua ditampilkan dalam bentuk gerak. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan dicoba untuk diperankan di atas pentas. Teater Tradisional Kasim Achmad dalam bukunya Mengenal Teater Tradisional di Indonesia (2006) mengatakan. Menonjolkan laku aksi pemain dan melengkapinya dengan sensasi sehingga penonton tergugah. keduanya dari Perancis. Hal ini disebabkan oleh unsur-unsur pembentuk teater tradisional itu . Dengan segala konvensi yang ada di dalamnya. Tokoh pantomim yang terkenal adalah Etienne Decroux dan Marcel Marceau. perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan dan situasi cerita serta latar belakang kejadian dibuat sedetil mungkin. Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini adalah pantomim. dan belum merupakan suatu bentuk kesatuan teater yang utuh. Gaya akting para pemain biasanya teatrikal. Sejarah perkembangan seni Teater 1. Satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain hingga membentuk keseluruhan lakon. sebenarnya baru merupakan unsur-unsur teater. ada tanda-tanda bahwa unsur-unsur teater tradisional banyak digunakan untuk mendukung upacara ritual. Setelah melepaskan diri dari kaitan upacara. 4 Teater Dramatik Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasar pada dramatika lakon yang dipentaskan. pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah polah gerak dan mimik para pemainnya. 5 Teatrikalisasi Puisi Pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi.

yang pementasannya secara teknik telah banyak mengikuti budaya dan teater Barat (Eropa). mulai mengenal sastra lakon dengan diperkenalkannya lakon yang pertama yang ditulis oleh orang Belanda F. Pada periode transisi inilah teater tradisional berkenalan dengan teater non-tradisi. pada tahun 1901. Pada masa teater transisi belum muncul istilah teater. Sandiwara Tjahaja Timoer. Sampai pada Zaman Jepang dan permulaan Zaman Kemerdekaan. yang menggunakan bahasa Melayu Rendah. Perkenalan masyarakat Indonesia pada teater non-tradisi dimulai sejak Agust Mahieu mendirikan Komedie Stamboel di Surabaya pada tahun 1891. Bentuk sastra drama yang pertamakali menggunakan bahasa Indonesia dan disusun dengan model dialog antar tokoh dan berbentuk sajak . seperti Opera Stambul. Sandiwara Orion. Indra Bangsawan. ubrug. Opera Abdoel Moeloek. dan lain sebagainya. Drama-drama Pujangga Baru ditulis sebagai ungkapan ketertekanan kaum intelektual dimasa itu karena penindasan pemerintahan Belanda yang amat keras terhadap kaum pergerakan sekitar tahun 1930-an. Cara penyajian cerita dengan menggunakan panggung dan dekorasi. arja. teater tradisional berkenalan juga dengan teater Barat yang dipentaskan oleh orang-orang Belanda di Indonesia sekitar tahun 1805 yang kemudian berkembang hingga di Betawi (Batavia) dan mengawali berdirinya gedung Schouwburg pada tahun 1821 (Sekarang Gedung Kesenian Jakarta). ludruk . Teater Indonesia tahun 1920-an Teater pada masa kesusasteraaan angkatan Pujangga Baru kurang berarti jika dilihat dari konteks sejarah teater modern Indonesia tetapi cukup penting dilihat dari sudut kesusastraan. istilah sandiwara masih sangat populer. Kemudian disusul oleh Lauw Giok Lan lewat Karina Adinda. 3. Perubahan tersebut terletak pada cerita yang sudah mulai ditulis. yang pada saat itu masih belum menggunakan naskah drama/lakon. dan lain-lainnya. Istilah teater bagi masyarakat Indonesia baru dikenal setelah Zaman Kemerdekaan. Setelah Komedie Stamboel didirikan muncul kelompok sandiwara seperti Sandiwara Dardanella (The Malay Opera Dardanella) yang didirikan Willy Klimanoff alias A. Lelakon Komedia Hindia Timoer (1913). Selain pengaruh dari teater bangsawan. lenong. drama gong. Mulai memperhitungkan teknik yang mendukung pertunjukan. Macammacam teater tradisional Indonesia adalah :wayang kulit. Kelompok teater yang masih tergolong kelompok teater tradisional dengan model garapan memasukkan unsur-unsur teknik teater Barat. dinamakan teater bangsawan. wayang wong. Teater Transisi (Modern) Teater transisi adalah penamaan atas kelompok teater pada periode saat teater tradisional mulai mengalami perubahan karena pengaruh budaya lain. sedangkan cerita yang disajikan dinamakan drama.berbedabeda. Karenanya rombongan teater pada masa itu menggunakan nama sandiwara. Komidi Bangsawan. dan sebagainya. Yang ada adalah sandiwara. Kemudian lahirlah kelompok sandiwara lain. Pedro pada tanggal 21 Juni 1926. meskipun masih dalam wujud cerita ringkas atau outline story (garis besar cerita per adegan). randai. sumber dan tata-cara di mana teater tradisional lahir. Dilihat dari segi sastra. ketoprak. Naskahnaskah drama tersebut belum mencapai bentuk sebagai drama karena masih menekankan unsur sastra dan sulit untuk dipentaskan. tergantung kondisi dan sikap budaya masyarakat. 2.Wiggers yang berjudul Lelakon Raden Beij Soerio Retno.

Setan. Dr. yang dipimpin oleh orang Jepang S.A .adalah Bebasari (artinya kebebasan yang sesungguhnya atau inti kebebasan) karya Rustam Efendi (1926). Tjahaya Asia. yang membebaskan puteri Bebasari dari niat jahat Rahwana. Fifi Young. Mr. R. dan harapan serta misi mewujudkan Indonesia sebagai negara merdeka. dan sebagainya. Singgih menulis drama berjudul Hantu. Jawa. Pengarang Nyoo Cheong Seng. pada tahun 1927 menulis dan menyutradarai teater di Bengkulu (saat di pengasingan). Dahlia. Teater Indonesia tahun 1940-an Semua unsur kesenian dan kebudayaan pada kurun waktu penjajahan Jepang dikonsentrasikan untuk mendukung pemerintahan totaliter Jepang. Lakon Bebasari merupakan sastra drama yang menjadi pelopor semangat kebangsaan. Intensitas kerja Djawa Eiga Kosya yang ingin menghambat langkah Badan Pusat Kesenian Indonesia nampak ketika mereka membuka sekolah tonil dan drama Putra Asia. Penulis lakon lainnya. menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. dan sebagai anggota antara lain. Tan Ceng Bok (Si Item). Krukut Bikutbi. Langkah-langkah yang telah diambil oleh Badan Pusat Kesenian Indonesia untuk mewujudkan citacita kemajuan kesenian Indonesia. Dalam kurun waktu ini semua bentuk seni hiburan yang berbau Belanda lenyap karena pemerintah penjajahan Jepang anti budaya Barat. Sumanang (Sekretaris). dan Dr. Kris Bali. Penulis-penulis ini adalah cendekiawan Indonesia. Sutan Takdir Alisjabana. dengan judul Si Bachil. Dalam masa pendudukan Jepang kelompok rombongan sandiwara yang mulamula berkembang adalah rombongan sandiwara profesional. Warna Sari. dalam situasi yang sulit dan gawat serupa itu. Armijn Pane. Ali Yugo. yaitu Anjar Asmara dan Kamajaya masih sempat berpikir bahwa perlu didirikan Pusat Kesenian Indonesia yang bertujuan menciptakan pembaharuan kesenian yang selaras dengan perkembangan zaman sebagai upaya untuk melahirkan kreasi – kreasi baru dalam wujud kesenian nasional Indonesia. Mr. Ir Soekarno. Air Mata Ibu (sudah difilmkan). di antaranya dengan jalan memperbaiki dan menyesuaikan kesenian daerah menuju kesenian Indonesia baru. dan lain-lain kembali berkembang dengan mementaskan cerita dalam bahasa Indonesia. Sanusi Pane (Ketua). Pancawarna. Pendekar Asia. yaitu Sanusi Pane menulis Kertajaya (1932) dan Sandyakalaning Majapahit (1933) Muhammad Yamin menulis Ken Arok dan Ken Dedes (1934). Mis Ribut. yang dikenal dengan nama samarannya Mon Siour D’amour ini dalam rombongan sandiwara Bintang Surabaya menulis lakon antara lain. Rainbow. di rumah Bung Karno dibentuklah Badan Pusat Kesenian Indonesia dengan pengurus sebagai berikut. Beberapa lakon yang ditulisnya antara lain. yang kesemuanya merupakan corong propaganda Jepang. Oya. Satiman Wirjosandjojo menulis drama berjudul Nyai Blorong. Badan Pusat Kesenian Indonesia bermaksud menciptakan kesenian Indonesia baru. Sija. Rombongan sandiwara Bintang Surabaya tampil dengan aktor dan aktris kenamaan. Armiijn Pane mengolah roman Swasta Setahun di Bedahulu karangan I Gusti Nyoman Panji Tisna menjadi naskah drama. Dewi Mada. Lakon-lakon ini ditulis berdasarkan tema kebangsaan. Maka pada tanggal 6 oktober 1942. Mata Hari. persoalan. Namun demikian. Lakon ini menceritakan perjuangan tokoh utama Bujangga. Segala daya kreasi seni secara sistematis di arahkan untuk menyukseskan pemerintahan totaliter Jepang. Nur Sutan Iskandar menyadur karangan Molliere. yaitu Sendenbu yang membentuk badan perfilman dengan nama Djawa Eiga Kosy’. Bengawan Solo. Mis Tjitjih. dua orang tokoh. maupun Sunda. ternyata mengalami hambatan yang datangnya dari barisan propaganda Jepang. Rombongan sandiwara keliling komersial. seperti misalnya Bintang Surabaya. dan Kama Jaya. 4. Imam Supardi menulis drama dengan judul Keris Mpu Gandring. Bahkan Presiden pertama Indonesia. antara lain Astaman. Ratu Asia.

Pancaroba. Keistimewaan rombongan sandiwara Warna Sari adalah penampilan musiknya yang mewah yang dipimpin oleh Garsia. Nusa Penida. ceritacerita yang dipentaskan antara lain. Kembang Kaca. Garsia menempatkan deretan drumnya yang berbagai ukuran itu memenuhi lebih dari separuh panggung. Kotot Sukardi menulis lakon. Bentuk penyajian semacam ini di anggap kaku oleh penonton umum yang lebih suka unsur hiburan disajikan sebagai selingan babak satu dengan babak lain sehingga akhirnya dengan terpaksa rombongan sandiwara tersebut mengikuti selera penonton. Dari semua lakon tersebut ada yang sudah di filmkan yaitu. Panggilan Tanah Air. Ida Ayu. Hanya kalangan terpelajar yang menyukai pertunjukan Matahari yang menampilakan hiburan berupa tari-tarian pada awal pertunjukan baru kemudian dihidangkan lakon sandiwara dari awal hingga akhir. Benteng Ngawi. Baru kemudian Muchsin sebagai pengusaha besar tertarik dan membiayai rombongan sandiwara Warna Sari. Pecah Sebagai Ratna. Secara istimewa selingannya kemudian ditambah dengan mode show. Ratna Asmara. Jepang menugaskan Dr. dan Jauh di Mata. Lakon Ibu Prajurit ditulis oleh Natsusaki Tani. Kama Jaya menulis lakon antara lain. nyanyian. rombongan sandiwara ini terpaksa berlindung di bawah barisan propaganda Jepang dan berganti nama menjadi rombongan sandiwara Tjahaya Asia yang mementaskan ceritacerita baru untuk kepentingan propaganda Jepang. Dewi Rani. dan Rencong Aceh. dan Merah Delima. yang terkenal sebagi Raja Drum. Rombongan sandiwara Dewi Mada lebih mengutamakan tari-tarian dalam pementasan teater mereka karena Dewi Mada adalah penari terkenal sejak masa rombongan sandiwara Bolero. Rombongan Sandiwara Bintang Surabaya menyuguhkan pementasanpementasan dramanya dengan cara lama seperti pada masa Dardanella. dengan peragawati gadis-gadis Indo Belanda yang cantik-cantik . yang sekaligus sebagai pemimpinnya. Si Bongkok. Bende Mataram. ahli seni drama atas nama Sendenbu memprakarsai berdirinya POSD (Perserikatan Oesaha Sandiwara Djawa) yang beranggotakan semua rombongan sandiwara profesional. dan lawak. Bulan Punama. dengan bintang-bintang eks Bolero. yaitu di antara satu dan lain babak diselingi oleh tarian-tarian. Sang Pek Engtay. Kupu-kupu. Para pemain tidak boleh menambah atau melebih-lebihkan dari .Murdiati. Solo di Waktu Malam dan Nusa Penida. mendirikan rombongan sandiwara angkatan muda Matahari. lakon Nora karya Henrik Ibsen diterjemahkan dan judulnya diganti dengan Jinak-jinak Merpati oleh Armijn Pane. Anjar Asmara. seorang keturunan Filipina. Cerita yang dipentaskan antara lain. yaitu Dewi Mada dengan suaminya Ferry Kok. Dalam perjalanannya. dan Bolero. Solo di Waktu Malam. Rombongan sandiwara terkenal lainnya adalah rombongan sandiwara Sunda Mis Tjitjih. Kusumahadi. Guna-guna. Pertumbuhan sandiwara profesional tidak luput dari perhatian Sendenbu. dan Kama Jaya pada tanggal 6 April 1943. Hingga tahun 1943 rombongan sandiwara hanya dikelola pengusaha Cina atau dibiayai Sendenbu karena bisnis pertunjukan itu masih asing bagi para pengusaha Indonesia. Oleh karena ada sensor Sendenbu maka lakon harus ditulis lengkap berikut dialognya. Musim Bunga di Slabintana. Ia menabuh drum-drum tersebut sambil meloncat ke kanan – ke kiri sehingga menarik minat penonton. dan lain sebagainya. Amat Heiho. yaitu rombongan sandiwara yang digemari rakyat jelata. Ni Parini. Lakon-lakon yang ditulis Anjar Asmara antara lain. Menyusul kemudian muncul rombongan sandiwara Dewi Mada. Hei Natsu Eitaroo menulis Hantu. Potong Padi. Sendenbu menyiapkan naskah lakon yang harus dimainkan oleh setiap rombongan sandiwara karangan penulis lakon Indonesia dan Jepang. Huyung (Hei Natsu Eitaroo). Komedi Bangsawan.

Peristiwa tokohg secara khas dilukiskan dalam lakon Fajar Sidik (Emil Sanossa. keiklasan sendiri dan pengorbanan. Teater Indonesia Tahun 1950-an Setelah tokohg kemerdekaan. Lakon Awal dan Mira (1952) tidak hanya terkenal di Indonesia. Di Yogyakarta tahun 1955 Harymawan dan Sri Murtono mendirikan Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI). dan Chekov.apa yang sudah ditulis dalam naskah. Himpunan Seni Budaya Surakarta (HBS) didirikan di Surakarta. Teater tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga untuk ekspresi kebudayaan berdasarkan kesadaran nasional dengan cita-cita menuju humanisme dan religiositas dan memandang teater sebagai seni serius dan ilmu pengetahuan. Kelak. oportunisme politis. bahkan lakon adaptasi. humanisme dan agama. seperti korupsi. mereka merenungkan peristiwa tokohg kemerdekaan. Alumni Akademi Teater Nasional yang menjadi aktor dan sutradara antara lain. pengkhianatan. kemunafikan. keberanian dan nilai kemanusiaan. nasionalis dan para profesional (dokter. Kelompok ini berprinsip menegakkan nasionalisme. Bahwa teori teater perlu dipelajari secara serius. 5. Sedangkan metode pementasan dan pemeranan yang dikembangkan oleh ATNI adalah Stanislavskian. melalaikan penderitaan korban tokohg. dan lain-lain). Islam dan Komunisme. peluang terbuka bagi seniman untuk merenungkan perjuangan dalam tokohg kemerdekaan. dan lain-lain. melainkan sampai ke Malaysia. ATNI menggalakkan dan memapankan realisme dengan mementaskan lakon-lakon terjemahan dari Barat. Menurut Brandon (1997). Gogol. penderitaan. seperti karyakarya Moliere. Sayang Ada Orang Lain (1953) karya Utuy Tatang Sontani. . 1951). 1956) Sekelumit Nyanyian Sunda (Nasyah Jamin. Pertahanan Akhir (Sitor Situmorang. 1954). 1959). Pramana Padmadarmaya. dan Abu Hanifah dengan para anggota cendekiawan muda. yaitu Penggemar Maya (1944) pimpinan Usmar Ismail. kekecewaan. Galib Husein. Realisme konvensional dan naturalisme tampaknya menjadi pilihan generasi yang terbiasa dengan teater barat dan dipengaruhi oleh idiom Hendrik Ibsen dan Anton Chekhov. Utuy Tatang Sontani dipandang sebagai tonggak penting menandai awal dari maraknya drama realis di Indonesia dengan lakon-lakonnya yang sering menyiratkan dengan kuat alienasi sebagai ciri kehidupan moderen. erosi ideologi. Sensor Sendenbu malah menjadi titik awal dikenalkannya naskah dalam setiap pementasan sandiwara. Rosihan Anwar. dan Kasim Achmad. apoteker. dan lain-lain. Kapten Syaf (Aoh Kartahadimaja. Titik-titik Hitam (Nasyah Jamin. Kedua seniman teater Barat dengan idiom realisme konvensional ini menjadi tonggak didirikannya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) pada tahun 1955 oleh Usmar Ismail dan Asrul Sani. kemiskinan. Tema itu terungkap dalam lakonlakon seperti Awal dan Mira (1952). juga sebaliknya. berdasarkan Justice karya John Galsworthy. Menjelang akhir pendudukan Jepang muncul rombongan sandiwara yang melahirkan karya ssatra yang berarti. Sementara ada lakon yang bercerita tentang kekecewaan paska tokohg. Djajakusuma dengan dukungan Suryo Sumanto. Penggemar Maya menjadi pemicu berdirinya Akademi Teater Nasional Indonesia di Jakarta. Wahyu Sihombing. ATNI inilah akademi teater modern yang pertama di Asia Tenggara. Tatiek Malyati. Pakaian dan Kepalsuan oleh Akhdiat Kartamiharja (1956) berdasarkan The Man In Grey Suit karya Averchenko dan Hanya Satu Kali (1956). 1955). Teguh Karya. kepahlawanan dan tindakan pengecut. dan D. Pada saat inilah pengembangan ke arah pencapaian teater nasional dilakukan.

menjadi pemicu meningkatnya aktivitas. Teater Lektur. Jim Lim menyutradari Bung Besar. dan lain-lain. dan dagelan dengan teater Barat. Karya penyutradaraanya. tetapi juga di kota besar seperti Bandung. Pada akhir 1950-an JIm Lim mulai dikenal oleh para aktor terbaik dan para sutradara realisme konvensional. Sontani) dan Paman Vanya (Anton Chekhov). pertunjukan bermula dari improvisasi dan eksplorasi bahasa tubuh dan bebunyian mulut tertentu atas suatu tema yang diistilahkan dengan teater mini kata (menggunakan kata seminimal mungkin). Tahun 1962 Jim Lim menggabungkan unsur wayang kulit dan musik dalam karya penyutradaraannya yang berjudul Pangeran Geusan Ulun (Saini KM. longser. Peristiwa penting dalam usaha membebaskan teater dari batasan realisme konvensional terjadi pada tahun 1967. Pramana Padmodarmaya (Teater Lembaga). Ketika Rendra kembali ke Indonesia. Di Padang ada Wisran Hadi dengan teater Padang.1968). melanjutkan apa yang sudah dilakukan Jim Lim yaitu mencampurkan unsur-unsur teater Barat dengan teater etnis. teater rakyat Sunda. Teater Indonesia Tahun 1970-an Jim Adi Limas mendirikan Studiklub Teater Bandung dan mulai mengadakan eksperimen dengan menggabungkan unsur-unsur teater etnis seperti gamelan. Ikranegara (Teater Saja). Menyutradarai dengan gaya realistis tetapi isinya absurditas pada lakon Caligula (Albert Camus. Teater Melarat Malang). salah satu aktor dan juga teman Jim Lim. Danarto (Teater Tanpa Penonton). gubernur DKI jakarta tahun1970. dan kreativitas berteater tidak hanya di Jakarta. Tokoh-tokoh teater yang muncul tahun 1970-an lainnya adalah. tari topeng Cirebon. Pada tahun 1967 Jim Lim belajar teater dan menetap di Paris. Pertunjukannya misalnya. Djajakusuma. Suyatna Anirun. 1960). Yogyakarta. Adi Kurdi (Teater Hitam Putih). Teguh Karya (Teater Populer). Di Yogyakarta Azwar AN mendirikan teater Alam. Padang. 1950). Rendra mendirikan Bengkel Teater Yogya yang kemudian menciptakan pertunjukan pendek improvisatoris yang tidak berdasarkan naskah jadi (wellmade play) seperti dalam drama-drama realisme. Palembang. Mohammad Diponegoro dan Syubah Asa mendirikan Teater Muslim. dan Biduanita Botak (Ionesco. Ujung Pandang. Akan tetapi.6. Hasyim Amir (Bengkel Muda Surabaya. Mengadaptasi lakon Hamlet dan diubah judulnya menjadi Jaka Tumbal (1963/1964). (Misbach Yusa Biran) dengan gaya longser. Bib Bop dan Rambate Rate Rata (1967. juga lokakarya dan diskusi teater secara umum atau khusus. Lalu Teater Nasional Medan didirikan oleh Djohan A Nasution dan Burhan Piliang. Pada tahun 1960.. Surabaya. Badak-badak (Ionesco. Medan. yaitu Awal dan Mira (Utuy T. Bermain dengan akting realistis dalam lakon The Glass Menagerie (Tennesse William. Didirikannya pusat kesenian Taman Ismail Marzuki oleh Ali Sadikin. 1945). Di Surabaya muncul bentuk pertunjukan teater yang mengacu teater epik (Brecht) dengan idiom teater rakyat (kentrung dan ludruk) melalui Basuki Rahmat. Artaud dan Grotowsky juga diperbincangkan. Luthfi Rahman. 1961). D. Wahyu Sihombing. Tidak hanya Stanislavsky tetapi nama-nama seperti Brecht. Taman Ismail Marzuki menerbitkan 67 (enam puluh tujuh) judul lakon yang ditulis oleh 17 (tujuh belas) pengarang sandiwara. Arifin C. menyelenggarakan festival pertunjukan secara teratur. Akhudiat. Di Makasar. 1962). Rahman Arge dan Aspar Patturusi mendirikan Teater Makasar. Noor (Teater Kecil) dengan gaya pementasan yang kaya irama dari . The Bespoke Overcoat (Wolf mankowitz ).

ISI menjadi satu-satunya perguruan tinggi seni yang memiliki program Strata 1 untuk bidang seni teater pada saat itu. Teater Tobong. Teater Indonesia Tahun 1980 – 1990-an Tahun 1980-1990-an situasi politik Indonesia kian seragam melalui pembentukan lembaga-lembaga tunggal di tingkat nasional. Teater Ragil. Teater Jeprik. dan Teater Kami yang lahir di luar produk festival (Afrizal Malna. Di Solo (Surakarta) muncul Teater Gapit yang menggunakan bahasa Jawa dan latar cerita yang meniru lingkungan kehidupan rakyat pinggiran. Jurusan teater dibuka di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada tahun 1985.1999). Sinden. Lakon yang dipentaskan antra lain.blocking. Teater Sae yang berbeda sikap dalam menghadapi naskah yaitu posisinya sejajar dengan cara-cara pencapaian idiom akting melalui eksplorasi latihan. Salah satu teater kampus yang menonjol adalah teater Gadjah Mada dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Teater Shima. di antaranya Festival Seni Pertunjukan Rakyat yang diselenggarakan Departemen Penerangan Republik Indonesia (1983). Di Yogyakarta muncul Teater Dynasti. Teater Kontemporer Indonesia . Teater Rajawali. Di Bandung muncul Teater Bel. tata cahaya. Menampilkan manusia sebagai gerombolan dan aksi. Teater Institut. Teater Tikar. dan Teater Gandrik. Teater Nol. Di Tegal lahir teater RSPD. Di samping Gapit. Aktivitas teater terjadi juga di kampus-kampus perguruan tinggi. musik. Putu Wijaya (teater Mandiri) dengan ciri penampilan menggunakan kostum yang meriah dan vokal keras. di Solo ada juga Teater Gidag-gidig. Di Medan muncul Teater Que dan di Palembang muncul Teater Potlot. kostum dan verbalisme naskah. N. Dewan-dewan Mahasiswa ditiadakan. Dhemit. Teater Bandar Jakarta. Upeti. Dari Festival Teater Jakarta muncul kelompok teater seperti. Riantiarno (Teater Koma) dengan ciri pertunjukan yang mengutamakan tata artistik glamor. Beberapa jenis festival di Yogyakarta. Kholiq Dimyati dan Mukid F. Di Surabaya ada Festival Drama Lima Kota yang digagas oleh Luthfi Rahman. Pasar Seret. Teater Kanvas. Ditiadakannya kehidupan politik kampus sebagai akibat peristiwa Malari 1974. Teater Republik. Kontrang. dan Orde Tabung. Teater Tetas selain teater Studio Oncor. Teater Gandrik menonjol dengan warna teater yang mengacu kepada roh teater tradisional kerakyatan dan menyusun berita-berita yang aktual di masyarakat menjadi bangunan cerita. vokal. Di Semarang muncul Teater Lingkar. Sanggar Suroboyo. Meh. Fokus tidak terletak pada aktor tetapi gerombolan yang menciptakan situasi dan aksi sehingga lebih dikenal sebagai teater teror. dan Teater Payung Hitam. Teater Kubur. Pada saat itu lahirlah kelompok-kelompok teater baru di berbagai kota di Indonesia. Ada pula Teater Luka. Di Jakarta dikenal dengan Festival Teater Jakarta (sebelumnya disebut Festival Teater Remaja). Festival Drama Lima Kota Surabaya memunculkan Teater Pavita. 8. Salah satu lakonnya berjudul Tuk. 7.kantring. Teater Api. Aktivitas teater kampus mampu menghidupkan dan membuka kemungkinan baru gagasan-gagasan artistik. Dalam latar situasi seperti itu lahir beberapa kelompok teater yang sebagian merupakan produk festival teater.

2 Komedi Komedi berasal dari kata comoedia (bahasa Latin). 1983). Tokoh dalam lakon tragedi ini biasanya tokoh terpandang. Tujuan utama lakon tragedi ini adalah membuat kita mengalami pengalaman emosi melalui identifikasi para tokoh dan untuk menguatkan kembali kepercayaan pada diri sendiri sebagai bagian dari manusia. commedia (bahasa Italia) berarti lakon yang berakhir dengan kebahagiaan. Semangat kolaboratif yang terkandung dalam seni teater dimanfaatkan secara optimal dengan menggandeng beragam unsur pertunjukan yang lain. tragedy (bahasa Ingggris). Gerakan ini terus berkembang sejak tahun 80. kemungkinan ekspresi artistik dikembangkan dengan gaya khas masing-masing seniman. Jadi lakon komedi bukan hanya sekedar lawakan kosong tetapi harus mampu membukakan mata penonton kepada kenyataan kehidupan sehari-hari yang lebih dalam (Rendra. Konsep dan gaya baru saling bermunculan. atau tokoh yang memiliki pengaruh di masyarakat sehingga identifikasi penonton terhadap tokoh tersebut merasa betul-betul kasihan. raja. Upacara penghormatan ini dilakukan dengan cara melakukan arak-arakan dan memakai kostum setengah manusia dan setengah kambing. Sebenarnya bukan masalah kematian tokoh utama yang menjadi penting pada lakon tragedi tetapi tentang apa yang dikatakan dalam lakon tentang kehidupanlah yang penting. Pengorbanan kambing dilakukan pada saat upacara untuk menghormati dewa Dionysos yang dianggap sebagai dewa kesuburan. sehingga para penonton bisa lebih menghayati kenyataan hidupnya. Sejak munculnya eksponen 70 dalam seni teater.Teater Kontemporer Indonesia mengalami perkembangan yang sangat membanggakan. tragedie (bahasa Perancis) yaitu penggabungan kata tragos yang berarti kambing dan kata aeidein yang berarti nyanyian. tertindas.an sampai saat ini. kesatria. Arak-arakan ini menyanyi dan melontarkan kata-kata kasar untuk memancing tertawaan penonton. bodoh. Tokoh utama dalam lakon tragedi di akhir cerita biasanya mengalami kesengsaraan dan kematian yang tragis. Tokoh dalam lakon komedi ini biasanya adalah orang-orang yang lemah. Lakon komedi seperti halnya lakon tragedi merupakan bagian dari upacara penghormatan terhadap dewa Pallus. Bentuk-bentuk Lakon Drama 1Tragedi Tragedi berasal dari kata tragoidia (bahasa Yunani). Dengan demikian. Lakon komedi adalah lakon yang mengungkapkan cacat dan kelemahan sifat manusia dengan cara yang lucu. Jalan yang ditempuh biasanya sangat berat. Meksipun seni teater konvensional tidak pernah mati tetapi teater eksperimental terus juga tumbuh. Bisa juga kata tersebut berarti untuk menyebut kostum kambing yang dikenakan oleh aktor ketika memainkan lakon satir. dan lugu sehingga identifikasi penonton terhadap tokoh tersebut bisa ditertawakan dan dicemoohkan. Jadi tragedi adalah nyanyian yang dinyanyikan untuk mengiringi kambing sebelum dibaringkan di atas altar untuk dikorbankan. wilayah jelajah ekspresi menjadi semakin luas dan kemungkinan bentuk garap semakin banyak. sulit dan membuatnya menderita. . tetapi sikap ini justru membuatnya tampak mulia dan berkeprimanusiaan.

sedangkan kalau tokoh tersebut adalah tokoh pahlawan maka tokoh tersebut menjadi tokoh pujaan yang luput dari kekurangan dan kesalahan serta luput dari tindak kejahatan. Lakon satir sudah dimainkan sejak abad ke-5 sebelum masehi di teater Atena. 4 Melodrama Melodrama adalah lakon yang isinya mengupas suka duka kehidupan dengan cara yang menimbulkan rasa haru kepada penonton. Kesan suasana inilah yang kemudian berkembang menjadi jenis drama tersendiri. Waluyo (2001) melodrama adalah lakon yang sangat sentimental.3 Satir Satir berasal dari kata satura (bahasa Latin). nama tokoh. Tetapi perkembangan lakon satir mengalami kemunduran dan lama kelamaan menghilang dari teater Yunani. Pementasan lakon-lakon melodrama sangat berbeda dengan jenis-jenis lakon lainnya. Tokoh hero dalam lakon melodrama selalu memenangkan peperangan. atau kelompok masyarakat dengan cara yang sangat cerdik. Lakon satir adalah lakon yang mengemas kebodohan. pertunjukannya berupa adegan yang singkat dan bersifat menyenangkan penonton. a. ide. Lakon satir awalnya digunakan untuk melengkapi lakon tragedi Yunani pada waktu upacara penghormatan dewa Dionysos. Lakon satir hampir sama dengan komedi tetapi ejekan dan sindiran dalam satir lebih agresif dan terselubung. kelemahan seseorang untuk mengecam. Tokohtokoh dalam melodrama adalah tokoh biasa dan tidak ternama (berbeda dengan tokoh dalam lakon tragedi yang harus menggunakan tokoh yang besar).Naskah/ Skenario Naskah drama adalah karangan yang berisi sebuah kisah dengan nama-nama tokoh dan dialok yang diucapkannya. Sasaran dari lakon satir adalah orang. Jadi kalau tokoh tersebut jahat maka seterusnya tokoh tersebut jahat dan tidak ada sisi baiknya. . mengejek bahkan menertawakan suatu keadaan dengan maksud membawa sebuah perbaikan. Keterangan tentang akting dan keadaan suatu adegan ditambahkan untuk memperjelas adegan dan membantu pemeran mengerti akting bagaimana yang sebaiknya dilakukan. serta bersifat steriotipe. Skenario adalah naskah drama (besar) atau film yang di dalamnya terdapat uraian lengkap tentang: keadaan. properti. sebuah institusi atau lembaga maupun masalah sosial yang menyimpang. satire (bahasa Inggris) yang berarti sindiran. Tujuan drama satir tidak hanya semata-mata sebagai humor biasa. dengan tokoh dan cerita yang mendebarkan hati dan mengharukan perasaan penonton. Menurut Herman J. Istilah melodrama berasal dari bagian sebuah opera yang menggambarkan suasana sedih atau romantis dengan iringan musik (melos diturunkan dari kata melody atau lagu). Jenis drama ini berkembang pada permulaan abad kesembilan belas. pementasannya seolaholahdilebih-lebihkan sehingga kurang menyakinkan penonton. satyros (bahasa Yunani). perlakuan kejam. Tujuannya adalah agar sutradara dapat menyajikannya dengan lebih realistis). petunjuk akting/ ekspresi dan sebagainya. karakter. tetapi lebih sebagai sebuah kritik terhadap seseorang.

dalam film juga sering diperlukan pemain pengganti (stunman) untuk menggantikan pemain tetap dalam adegan berbahaya b. Peran utama Peran utama ialah peran menjadi pusat perhatian dalam kisah. bahkan hewan. bagian penataan. d. seorang sutradara dibantu oleh asisten. Selain itu. Tata rias mendukung pemunculan sebuah karakter. Penataan Penataan adalah semua bagian pekerjaan yang mendukung terlaksanaanya pembuatan drama. . Sehingga. akting. Selain itu. Fungsinya untuk membantu perkembangan kisah dan mendukung penggambaran kisah dan mendukung penggambaran karakter peran utama. Seorang sutradara harus menguasai seluruh aspek dalam pembuatan/ pementasan drama/film. Sutradara Sutradara ialah orang yang memimpin dan mengatur seluruh teknik pembuatan atau pementasan drama/ film. Peran pembantu Peran penting tetapi bukan yang menjadi pusat perhatian. set dekorasi. kerabat kerja yang lain seperti juru kamera. 2. tetapi semuanya harus tetap digambarkan lebih utuh daripada peran yang lain. gedung atau ruangan tiruan. Tata rias Tata rias adalah cara mendandani pemain dalam memerankan tokoh tertentu agar lebih mnyakinkan. maket lokasi. Sutradaralah yang menafsirkan dan menerjemahkan kisah dari bentuk naskah ke dalam wujud nyata pertunjukan. 3.1. tiap bagian bisa dikontrol dengan baik dan pementasan bisa maksimal. mebel dan hiasan ruangan. Properti film tidak terbatas seperti properti drama. c. dan penyuting haruslah orang yang sepaham dengannya dalam mewujudkan hasil akhir film. dan laga. Properti Properti adalah seluruh perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan drama atau film. model turunan karakter (seperti robot dan monster). Dalam membuat film. Properti ini bisa yang dikenakan atau tidak dikenakan oleh pemain. dan nantinya dalam pementasan . Jumlahnya lebih dari satu. Yang termasuk dalam properti bisa sangat banyak. Jumlahnya boleh lebih dari satu. Biasanya peran ini tampil lebih sering dari pada peran lain dan memiliki lebih banyak dialok. kendaraan. 1. Peran tambahan/ figuran Peran yang diciptakan untuk memperkuat gambaran suasana. seperti asisten properti. Mulai dari busana pemain dan segala kelengkapannya. Ini terutama agar karakter sang peran utama dan kisah drama tergambar lebih baik.

6. Pelatihan Tubuh. Merupakan tempat pemain dan penonton bertemu. setelah itu otot hidung. Tata lampu Tata lampu adalah pengaturan cahaya di panggung atau saat pengambilan adegan dalam pembuatan film. Pertama bagian paling biasa dalam ekspresi yaitu mata. Penonton Penonton termasuk unsur pementasan drama atau flim karena merupakan saksi dari hasil akhir seluruh kerabat kerja. 5. Penontonlah yang mengapresiasi dan menilai karya seni yang baru selesai dipentaskan. atau tak langsung seperti melalui layar televisi dan bioskop. menatap jauh. Tata pentas/properti Istilah lain yang digunakan adalah seting. Dari para pemikat ini juga pembuat karya akan mendapat masukan untuk meningkatkan mutu hasil karyanya. Pelatihan lain adalah pelatihan media ekspresi. Tata suara Terdiri dari pengaturan pengeras suara. latihan mulut adalah cemberut dan tersenyum dalam keaadaan mulut tertutup. Suatu karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya tersebut. Busana hendaknya disesuaikan dengan tepat adegan (pakaian di sekolah berbeda dengan pada suasana pesta). karakter peran ( Pakaian ABG berbeda dengan pakaian pekerja kantor). gerakan latihan untuk otot hidung adalah dengan menggerakkan otot hidung seolah membaui sesuatu. meletakkan bola mata ditengah (berada mengapit hidung) . baik secara langsung seperti pada panggung dan arena.” Explorasa dalam teater a. musik pengiring. menatap dekat. dalam hal ini perlu kiranya dikaji tubuh sebagai media komunikasi penting dalam hidup. dan suara-suara alam agar lebih mendukung adegan.2. Posisi lampu dan intensitas cahaya yang digunakan disesuaikan dengan keadaan yang dikehendaki. Gunanya adalah . Yaitu. Kemudian alis latihan alis adalah latihan menggerak-gerakkan alis dan mengernyit. Pentas Pentas adalah tempat diselenggarakannya pertunjukan. latihan melihat keatas-bawah. Tata busana Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang dikehendaki. Setelah latihan wajah maka media ekspresi vital lain yaitu tangan. menggerakgerakkan bola mata berkeliling. Tangan dilatik untuk berbicara dengan suara yang tidak dikeluarkan. mengkomposisikan properti sedemikian rupa agar efektif mendukung pementasan drama atau visualisasi film. memperhatikan dan memejam-mejamkam mata. 4. e. juga waktu atau zaman cerita (pakaian zaman kerajaan berbeda dengan pakaian masa kini) 3. ini melibatkan dua orang atau lebih peserta latihan. Eleleman lain mulut. Pelatihan mata adalah pelatihan melirik kekanan-kiri.

caranya adalah dengan cara. Jiwa dan Raga. Pelatihan Vokal Pelatihan vokal dalam kegiatan teater meliputi. Freud. b. lakukan ini dengan hitungan dua kali empat. kemudian menariknya masuk mulut tiba-tiba. Latihan kedua kaki adalah perintah mengungkapkan kata-kata dengan menggunakan kaki diantara sesama anggota latihan. ini dilakukan dengan pendidikan tentang hakekakat hidup dan arahan menuju keazalian. kemudian dilepaskan dengan gumaman panjang. Terakhir adalah pernafasan diagfragma. latihannya adalah mengangkat bahu. pernafasan dada untuk mengeluarkan suara tua atau bengek. c. . kemudian kedua kaki. vokal untuk berbicara diatas pentas dan vokal untuk stem nada dengan alat musik. Fungsi tekhnik pernafasan ini adalah untuk mengeluarkan power vokal yang keras tanpa membuat laring suara terpaksa sehingga tidak kehabisan suara walau harus berteriak saat pertunjukan. ke atas dan akhirnya kebawah. Langkah selanjutnya adalah melipat lidah keatas dan kebawah masing-masing empat kali. maka dada terasa terisi udara hingga sesak saat itu calon aktor diinstruksikan melepaskan udara tersebut dengan gumaman panjang. Cole dan John Kehoe. Hal ini sebuah simpulan sederhana adalah dunia adalah kosmologi besar dari kekuatan kosmologi kecil (manusia) dan manusia adalah bagian dari hologram jagad raya yang dapat merubah sistem itu dengan aktivitasnya. pernafasan ada tiga jenis pernafasan dalam vokal teater. sehingga perut menngembung kemudian lepaskan dengan gumaman panjang. pelatihan memahami diri sendiri. Latihan ini banyak menggunakan metode diskusi dan mengajak berfikir serta mengasah logika. latihan yang biasa dilakukan adalah dengan cara pertama mengeluarkan lidah sebisanya(mencibir).agar calon aktor ketika berakting tidak kebingungan menggunakan tangannya karena telah terlatih bergerak sebagai penunjang media komunikasi. caranya udara dihirup pelan-pelan dari hidung kemudan diisikan kedalam rongga dada. dalam latihan membuka laring. menggerak-gerakkab bahu. pertama dada. Kemudian adalah pernafasan perut tekhnik ini berguna untuk memunculkan power suara standart namun membuat laring tenggorokan tidak terbaksa sehingga dalam pertunjukan suara tidak lekas habis. Berikutnya Bahu. Pelatihan berikutnya adalah. caranya dengan memasukkan udara ke perut kemudian otot pinggang diarahkan menekan udara keatas maka rongga diagfragma akan terisi udara. menarik nafas dengan hidung pelan-pelan diisikan ke perut. kemudian menusuk rongga mulut kiri dengan ujung lidah selama empat detik dengan kemudian diganti dengan rongga mulut kiri. referensi adalah filoshopi Al-Ghazali tentang Hati. Pelatihan ini berguna untuk megasah kelenturan lidah dalam berdiaolog sehingga aktor dapat berbicara lancar dalam pertunjukan teater nantinya. Untuk kepentingan berbicara di atas pentas maka olah vokal yang digunakan adalah pengolahan keterampilan lidah (Mmebuka laring) serta pernafasan.Pelatihan Sukma Pelatihan Sukma dikomunitas seni “Kuflet adalah dengan tahapan-tahapan berikut. Kemudian memberikan arahan tentang kekuatan akal pikiran manusia dalam hal ini digunakan pemahaman esensi kekuatan bawah sadar seperti yang diajarkan Jung.

Menjadi diri sendiri Menjadi diri sendiri adalah pelatihan berikutnya dari pelatihan mengikuti kata hati.Melatih Konsentrasi Konsentrasi adalah penting dalam bermain teater. 5. Latihan ini dilakukan dengan memerintahkan aktor berkonsentrasi tentang apa yang sedang ia rasakan kemudian membebaskan mereka mengekspresikan segala perasaan mereka dengan tindakan. 2. Kedua. sedangkan kelompok yang diganggu konsentrasinya harus tetap tidak bereaksi apa-apa bila latihan ini sukses. Pelatihan konsentrasi dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut pertama. sedangkan yang berada dihadapan mereka dilarang melakukan reaksi apapun selama tiga puluh menit. memerintahkan satu kelompok mengganggu kelompok dihadapan mereka dengan kata-kata atau tindakan-tindakan lain. Menceritakan Pengalaman Terpahit Pelatihan selanjutnya adalah menceritakan pengalaman paling pahit dalam hidup. Ketiga. bila masih ada yang tertawa atau tidak fokus latihan diulang sehingga seluruh peserta latihan benar-benar mampu menguasai emosi meeka. 4. Ini berguna untuk mengasah titik fokus sehingga tidak ‘liar’ saat bermain sebagai aktor.1. Selanjutnya bila kelompok pertama sudah sampai ke tujuan maka kini kelompok kedua yang harus melakukan hal serupa sedang kelompok pertama tadi mengganggu konsentrasi mereka. memposisikan para calon aktor dalam keadaan berdiri berhadap-hadapan kemudian menyuruh mereka saling tatap tanpa reaksi selama lima belas menit. mereka diminta untuk mencreritakan pengalaman paling berkesan dalam diri mereka secara bergantian. 3. latihan ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada para aktor memperlihatkan segala kecenderungan tersembunyi dalam dirinya tanpa harus ‘berdusta’ pada dirinya sendiri dalam hal ini merreka dibebaskan untuk tertawa menangis atau hanya melamun. Ini juga sekaligus latihan membunuh rasa takut dalam bercerita. Kepentingannya tentu untuk persiapan menjadi actor/aktris di atas pentas. kelompok pertama disuruh berbaris lurus dan melangkah pelan tanpa ekspresi sejauh dua puluh meter kelompok kedua mengganggu mereka dengan dialog atau perbuatan yang mengusik konsentrasi sedangkan kelompok yang sedang berjalan dilarang memberikan reaksi hingga sampai ke tujuan. bermain bahkan berbuat kekanak-kanakan. dialog diwilayah yang sudah disepakati batasannya agar mereka masih dapat dengan mudah diawasi oleh instruktur/pelatih.Mengikuti kata hati Mengikuti kata hati adalah latihan kepekaan rasa agar para aktor terlatih jujur pada diri sendiri dan tidak canggung melakukan akting saat memerankan lakon di atas pentas. Menceritakan Pengalaman Unik Selanjutnya adalah membuat posisi melingkar dan mengajak para peserta latihan dalam posisi tersebut. dalam hal ini calon aktor diminta untuk bercerita dengan jujur pengalaman pahit dalam hidupnya dengan ekspresi yang tidak ditahan-tahan bahkan bila memang harus menangis mereka dibebaskan untuk menangis. maka giliran kelompok yang diam itu harus ‘menggoda’ kelompok yang mengganggunya dan kelompok pertama tadi tidak boleh bereaksi pula selama tiga puluh menit. .

bila pelatih rendah peserta harus menyahut dengan lebih rendah. Talenta Pentas Latihan talenta pentas dilakukan dengan tiga tigkat proses. latihan ini dilakukan dengan cara menyuruh aktor memejamkan mata kemudian instruktur melakukan tepukan dan para aktor harus menuju sumber bunyi itu dalam keadaan mata terpejam. pertama aktor diminta berdiri dalam posisi melingkar kemudia mereka diminta mengucapkan huruf vokal A-I-U-E-O secara serentak. Para aktor diminta untuk melihat sekitar tempat latihan dan memanfaatkan apa saja untuk latihan akting. Konsentrasi Grupping Latihan ini berguna untuk meningkatkan empati kerja sama. 8. Mereka diminta mampu menangkap masa lalu baik pahit ataupun manis kemudian berbicara dengan suasana emosi tersebut dengan jujur. 9. Mengelola Agarophobia Mengelola agarophobia adalah pengajaran untuk mendidik para aktor berfikir positif dalam konteks mengelola diri untuk kepentingan peran. ketiga meminta sesuatu kepada orang yang dikenal namun orang itu tidak tahu bahwa yang bersangkutan sedang latihan. Latihan Interaktif L atihan interaktif ini bertujuan untuk mengasah keberanian akting. 11. Setelah terasa kompak maka mereka diminta bergantian mengucapkan satu huruf secara berurutan searah jarum jam misalnya dimulai dari A maka yang disampingnya harus segera menyambubg dengan I kemudian U demikian seterusnya. maka dimintalah ia berbicara dengan bunga itu. Adalima tingkat latihan ini. keempat peserta dibagi dalam kelompok yang masing . Ini berguna untuk penguatan emosi dalam pemeranan saat mereka menjadi seorang aktor/aktris. bila pelatih keras peserta harus menyahut lebih keras bila pelatih pelan maka peserta harus menyahut lebih pelan latihan ini membutuhkan waktu sekitar satu jam. Kedua. Ini berguna untuk mengasah kempuan aktor dalam memanfaatkan set properti saat berperan di atas pentas nantinya.6. menghilangkan risih dan kekuatan mental sebagai aktor. caranya pelatih mengucapkan A atauI atau U atau E atau pula O. 10. Latihan ketiga adalah menangkap tinggi rendah intonasi. ini dilakukan sehingga semua peserta mendapat giliran dicemo oh. Misalnya disana adalah lapangan dan ada bunga. Memerankan Lakon hidup Memeranka n lakon hidup adalah latihan meniru gaya orang yang sering dilihat. Ini dilakukan selama tiga puluh menit dan diukang beberapa kali dalam proses pelatihan. pelatihan mengajak orang yang sedang lewat berbicara dengan ekspresi seolah serius kemudian meninggalkan orang itu dalam keadaan percaya yang dikatakannya. dengan intonasi naik turun maka ketika pelatih mengucapkan tinggi para peserta harus lebih tinggi. Aktor diminta memperhatikan tokoh manusia atau (boleh) binatang kemudian melakukan aksi dengan teliti dari objek yang dipilihnya. Menganalisa lingkungan Menganalisa lingkungan adalah pelatihan yang dilakukan untuk mengasah kepekaan estetik calon aktor terhadap apa yang ada disekelilingnya. 7. pertama para peserta latihan diminta untuk berbicara dan temannya menjawab serentak dengan cemo ohan.

pada tahap ini sebuah pertunjukan sederhana mulai bisa disaksikan pelatih. 13. penokohan dan setting drama. Refleksi Aksi Refleksi Aksi adalah latihan memunculkan sebuah ide garapan. gimik dan emosional lakon yang akan dimainkan kepada diri aktor muda yang baru mendapatkan ‘anak kunci’ dunia seni peran. Menyusun ide/ Visual Skenario Improvissasi Setelah latihan Reflreksi Aksi. Anatomi Drama Fase ini latihan dipindahlan kedalam lokal/ruangan belajar. Pelatih terus mengawasi apakah ia berhasil memvisualkan lakon yang diinginkannya. Sementara skenario improvisasi yang telah di atur diperintahkan untuk dimainkan dan tampaklah sebuah pertunjukan improvisasi yang dimainkan ‘aktor-aktor baru’ yang berbakat. Para aktor muda diberi pembekalan analisis drama. dalam hal ini para aktor diberi satu tema dan dibiarkan sesama mereka mengatur posisi berseberangan dalam membicarakan tema itu. Proyeksi peran Proyeksi adalah pelatihan membayangkan tokoh yang akan dimainkan. Untuk mengetahui apakah mereka benar-benar sudah mengerti persoalan seluk-beluk drama maka mereka diajak berdiskusi secara interaktif. 15. 14. bila para peserta latihan sudah mempu menginterpretasi drama dan peran maka mereka masing-masing diminta membayangkan prototipe lakon yang akan dimainkan dan mulai melakukan indentifikasi. mereka diminta dengan tegas bertahan pada argumen masing-masing. Mereka diberi tahu pengertian tema. Indentifikasi Indentifikasi adalah pelatihan untuk mengidentikkan tipe perwatakan. Latihan ini dapat dilakukan setelah ia hafal naskah dan saat itu pula ditanyakan padanya bagaimana ia membayangkan tokoh yang ia perankan. Interpretasi Berbekal ilmu anatomi drama itu mereka diminta melakukan apresiasi terhadap naskah lakon kemudian menginterpretasi naskah sekaligus lakon drama yang mereka pilih untuk dipentaskan. . 16. 17. plot/alur.masing empat orang salah seorang berpura-pura sakit ditengah keramaian sementara yang lain berpura-pura sibuk ingin menolong sehingga orang yang lewat terpancing memperhatikan mereka. Terakhir mereka berpura-pura jadi pengemis di trotoar atau pasar dengan make up dan ekspresi yang mantap sehingga orang tak mengetahui bahwa sebenarnya adalah para calon aktor yang sedang mengeksplorasi dirinya. Mereka diajarkan teori analisa struktur drama sederhana misalnya Strukturalisme atau semiotik. pertunjukan yang tak terbayangkan sebelumnya. mereka diarahkan untuk menyusun kerangka dari yang telah mereka tampilkan menjadi sebuah sekenario yang teratur dengan posisi-posisi yang mereka atur sendiri. berupa analisis struktur dan pola aplikasi struktur lakon. 12.

18. Sutradara masih harus menelaah dan melihat untuk menguji kemampuan calon pemain dalam segala hal. Maka pada tahap latihan berikutnya para calon pemain akan mengulang latihan dengan cara membaca dialog yang itu-itu juga secara berulang.. Setiap calon pemeran dan atau pihak lain yang akan ikut serta terlibat dalam produksi pagelaran teater ini bebas mengemukakan pendapatnya tentang hasil kajiannya pada naskah yang dipilih. Dialog Sebelum tahapan latihan dialog dilakukan. Hal ini dilakukan adalah untuk mendengar dan mengetahui sejauh mana para calon pemain memahami dan dapat mengejawantahkan naskah yang disodorkannya. sesungguhnya orang teater harus rendah hati dan berbudi pekerti luhur. Kemampuan dasar para pemain teater dapat juga dilihat dari pengkajian naskah ini. 3. siapa saja yang memerankan tokoh-tokoh yang ada pada naskah tersebut. sang sutradara belum bisa menentukan dengan pasti pemeran dari tokoh-tokoh yang ada dalam naskah. intonasi. Kemudian latihan reading diulang beberapa kali sampai para aktor hapal dan mampu melakukan dialog-dialog dengan melepas naskah dengan meningkatkan kemapuannya mengejawantahkan naskah lewat ekspresi para pemeran. Latihan membaca memberi kesempatan kepada sutradara untuk membenahi intonasi. cegahlah mereka sombong karena merasa telah mampu menjadi pemeran yang baik. 19. anjuran terus belajar dan menimba ilmu. Reading Reading (membaca) Disaat latihan membaca ini. sutradara terlebih dahulu menunjuk dan mengumumkan kepada para aktor. vokal. vokal dan artikulasi. dan arikulasi para calon pemainnya. maka dilakukan arahan untuk bekerja sama sesama mereka untuk sebuah pertunjukan maka saksikanlah ‘benih yang disemai berbunga’ instruktur yang bersusah payah ‘mengkader para aktor muda’ telah berhasil ‘menciptakan’ para seniman pemeranan baru yang berkualitas dihadapannya. Kriteria penilaian sutradara beberapa diantaranya adalah . moralitas agar mereka memegang teguh seni keimanan dan budi pekerti. Bedah naskah Pada tahap ini sutradara dan para calon pemain berkumpul untuk mengadakan kegiatan pengkajian naskah. . Persiapan Pergelaran Teater 1. Pembekalan Aktor Muda Pembekalan yang terpenting terhadap para aktor muda ini adalah. Bersamaan dengan kegiatan tersebut sutradara sudah mempersiapkan tentang calon pemain yang akan memerankan tokoh-tokoh yang ada pada cerita di dalam naskah tersebut. visual peran Bila masing-masing tampak sudah siap dengan visi lakon mereka. Setelah membaca permulaan selesai biasanya sutradara sudah memiliki calon pemeran tetap untuk tokoh-tokoh ceritanya. 2. Sutradara sendiri sesungguhnya sudah menelaah terlebih dahulu sebelum didiskusikan bersama pemain dan kru lainnya.

Bila dalam tahap lepas naskah ini pemain lupa akan dialog maka akan diingatkan oleh sutradara atau pemain lainnya. . Disaat inilah sang sutradara berkesempatan untuk menyaksikan hasil kerjanya selama latihan. Karena setiap pemain harus responsif pada pemeran tokoh lainnya yang sedang berakting. Pada tahapan ini biasanya sutradara mengembangkanya dengan melengkapi pendukungpendukung latihan yang akan digunakan dalam pagelaran teater nantinya. 6. 7. Para pemain sudah mulai akting. para pemain musik. Dan bahkan sudah berbaur di depan panggung pertunjukan dan duduk sebagai penonton. yaitu mengekspresikan dialognya dengan disertai gerakan dan perpindahan tempat yang akan dilakukan diatas panggung teater nantinya. Adapun evaluasi bisa dilakukan sutradara kepada pemain dan kru yang dilakukan setelah pagelaran berakhir. Setiap pemain harus mengingat dan memantapkan setiap gerak dan langkah sendiri dan blocking dari lawan mainnya. Sutradara sebagai pimpinan permainan sudah bersifat pasif saat ini. meubeler). yaitu. Sampai tahap ini biasanya sutradara juga sudah harus mempersiapkan dan menargetkan kapan waktunya untuk gladyresik. mis. 5. Latihan lanjutan Latihan lanjutan juga bisa disebut dengan latihan inti atau pemantapan dari latihan-latihan dasar para aktor.4. Latihan ini berlanjut sampai melibatkan para pendukung pagelaran lainnya. penata artistik dan kru-kru lainnya. Sehingga di saat ini sutradara masih bisa memberikan masukan sebagai koreksi apabila ada kekurangan pada semua kru khususnya bagi para aktor. Blocking Langkah latihan pada tahap ini adalah kelanjutan dari latihan dialog. adalah bermaksud untuk perbaikan dan peningkatan kwalitas pagelaran berikutnya. Dalam tahap ini semua pihak khususnya pemain harus siap sebagaimana mestinya pada saat pagelaran nanti. Glagy resik Termasuk pada latihan tahap akhir yang sudah melibatkan seluruh bentuk pementasan seutuhnya. Pagelaran Pada saat pagelaran berlangsung sutradara sudah kehilangan wewenang untuk mengubah atau memperbaiki permainan. Pendukung-pendukung tersebut adalah sebagai pelengkapan pagelaran yang diantaranya terdiri dari : Property (yaitu alat sebagai pelengkapan peranan si aktor) dan setting (yaitu peralatan diatas panggung yang juga menggambarkan tempat belangsungnya cerita. Baik tidaknya sebuah pemainan disaat pagelaran sudah berlangsung di depan penonton adalah menjadi kuasa penuh para pemain yang didukung kru saat itu. Hal ini dilakukan dalam waktu sedikitnya 1 hari menjelang hari H pagelaran. Dan sebagai bahan evaluasi agar pagelaran teater yang berlangsung di depan penonton lainnya. yang menjadi tugas aktor untuk mengembangkanya dibawah bimbingan sutradara. Oleh karena itu seluruh pemain dan kru harus sudah benar-benar siap seratus persen.

Citra sastra berarti hasil kerja akting yang masih terikat pada pandangan si pengarang cerita. dan pengembangan latihan sesuai dengan jadwal. Yang termasuk staf produksi antara lain. desainer panggung.Oleh karena itu seorang aktor dalam berakting harus bisa melakukan kerja sama yang baik yakni kerja sama dengan naskah dan sutradara 2. karya teater yang akan dipergelarkan bisa berhasil dengan baik. Apalagi dalam karya seni teater kreatif yang dikembangkan dari teater tradisional mancanegara (Asia). Asas keutuhan dalam berakting memiliki arti seorang pemain harus dapat melakukan kerja sama yang baik menuju satu tujuan yang sama. dan pemain dengan staf perlu digalang. sutradara denga staf. penyusunan jadwal penggarapan produksi. dan evaluasi (evaluation). tidak ada pemborosan atau penyimpangan. 1. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat. sikap egoi harus dijauhkan.kegiatan berteater akan berhasil dengan baik staf di sini adalah staf PRODUKSI dan ARTISTIK Produksi Pertunjukan Teater Manajemen terdiri dari perencanaan (planning). interaksi dengan staf produksi dan staf artistik perlu dilakukan dengan baik.Menerapkan azas keutuhan Seorang aktor harus bisa menerapkan azas keutuhan agar bisa menuju ke kesatuan makna yang sama.Melakukan interaksi dan koordinasi dengan staf Dengan melakukan interaksi dan koordinasi dengan staff. Kerja Sama antara sytradara dengan pemain. yaitu kesatuan makna. Untuk kesuksesan sebuah pergelaran teater dan supaya dapat menyedot penonton karena alasan penyajianya. penerapan prinsip kerja sama harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. pemain dengan pemain. Selain menerapkan asas keutuhan. penata lampu.ng matang tentang penataan arstistik pentas. dan penata cahaya. Cara kerja sama pemain bertitik tolak pada citra sastra dan citra sutradara. Hal tersebut meliputi pengelola pementasan. sedangkan yang termasuk staf artistik adalah penata dekor. Serta perencanan yaUntuk menerapkan prinsip kerja sama dalam berteater. Dengan demikian. Asas keutuhan perlu diterapkan dalam menerapkan kerja sama berteater. . teknisi panggung. Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya. dan teknisi suara. pelaksanaan (execution). Citra sutradara berarti hasil kerja akting yang masih tetap terikat pada pokok penafsiran sutradara. Dengan manajemen yang di jalankan dengan baik akan dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efesien.Prinsip Kerja Sama Suatu pementasan karya seni teater akan sesuai akan sesuai dengan harapan penonton apabila direncanakan dengan baik dan matang.

yaitu bidang Produksi dan Bidang Artistik.Mengurutkan langkah – langkah kegiatan 3.Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan 2. Fungsi dari Manajemen Produksi Teater. bendahara. Oleh karena itu. apakah pementasan drama dapat dilaksanakan atau tidak. Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi. Walaupun demikian. produserlah yang merupakan faktor yang paling utama. . maupun sumber daya lainnya seperti peralatan. dengan membentuk dan membagi tugas kepada ketua produksi sekretaris. Setiap kali pementasan drama. antara lain : Agar pementasan berjalan lancar. Dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya. barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater. Dalam pementasan drama tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. dengan adanya produser maka biaya tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh produser. kegiatannya meliputi : 1.Mencari biaya pementasan 5. Manajemen Bidang Produksi 1.Penjadwalan / menyusun time scedulle 4. Meminimalisir kerugian dan halangan. Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan.Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama Manajemen Produksi Teater ada 2 macam.Dan lain-lain Proses Perencanaan dilakukan melalui : 1. dan seksi-seksi.Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya. baik itu sumber daya manusia.Rencana latihan 3.Rencana promosi dan publikasi 6.Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan 4.Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan 2.Ketua produksi/ pimpinan produksi Produser adalah orang yang membiayai segala keperluan dalam pementasan drama.

Publikasi. Dengan kata lain baik produsen maupun unsur yang lain adalah suatu yang tak dapat dipisahkan antara satu sama lain. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan produksi pementasan teater. seksi yang bertanggung jawab atas promosi kegiatan. Baik pelaksanaan maupun administrasi keuangan sampai pelaporan keuangan. 2. • Membuat rancangan kegiatan. Tugas yang lain a.unsur-unsur pementasan drama yang lain juga merupakan faktor yang penting juga dalam pementasan drama. dll Dari masing-masing seksi bertugas kepada semua hal yang berhubungan dengan seksi masingmasing. Dokumentasi. Transportasi. Seksi-seksi Perlengkapan/ Akomodasi. seksi yang bertanggung jawab atas dokumentasi kegiatan berupa video atau gambar/ foto. • Membuat surat. dari awal kegiatan sampai selesai.l : • Membuat proposal. Konsumsi. seksi yang bertanggung jawab atas kebutuhan logistik/ konsumsi kegiatan. Seksi-seksi tersebut dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan kegiatan. seksi yang bertanggung jawab atas kelancaran dan tersedianya transportasi selama kegiatan. seksi yang bertanggung jawab atas perlengkapan kegiatan. Bendahara Bendahara adalah orang yang bertanggung jawab terhadap semua hal yang berhubungan dengan keuangan. Keamanan. Tugas yang lain dari ketua produksi adalah memimpin seluruh perencanaan. dan semua hal yang berhubungan administrasi kesekretarisan 3. . 4. Sekretaris/ Administrasi Sekretaris merupakan orang yang bertanggung jawab untuk membukukan dan mencatat semua kegiatan yang berhubungan dengan produksi teater.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful