P. 1
materi baterai

materi baterai

|Views: 115|Likes:
Published by Gembest Sugito
abal abal
abal abal

More info:

Published by: Gembest Sugito on Jun 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/04/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

ELEKTRIK

RELAY PROTEKSI
BATERAI

Baterai atau accumulator adalah suatu peralatan listrik yang dapat menyimpan dan mengeluarkan energi listrik melalui proses kimia (elektrolisa). Baterai dapat terdiri dari susunan beberapa sel atau hanya satu sel dan tiap sel terdiri dari elektroda positif (+), elektroda negatif (-) dan elektrolit. Elektrolit yang digunakan tergantung dari pabrik yang memproduksinya. Keistimewaan dari baterai adalah bila energi listrik sudah habis atau kosong, maka energinya dapat diisi kembali, sedangkan energi listrik yang dapat disimpan dalam baterai adalah arus searah.

Konstruksi baterai Baterai terdiri dari beberapa bagian yaitu :  Sel : Terdiri dari elektroda positif (+) disebut anoda dan elektroda negatif (-)

disebut katoda.  Elektroli : Cairan baik berupa Asam sulfat (H2SO4) maupun potasium hydrokside

(KOH). Penggunaan Asam sulfat maupun potasium hydrokside tergantung dari karakteristik baterainya.  Container : Tempat elektrolit dan elektroda positif (+) dan negatif (-). Setiap satu sel maupun beberapa sel mempunyai satu container.

1

Management Trainee | PT PJB Services

ELEKTRIK

RELAY PROTEKSI

1. PRINSIP KERJA DAN KARAKTERISTIK BATERAI ASAM DAN BASA

1.1 Prinsip kerja baterai  Baterai Asam - Timah.

Bila sel baterai tidak dibebani, maka setiap molekul cairan elektrolit Asam sulfat (H2SO4) dalam sel tersebut pecah menjadi dua yaitu ion hydrogen bermuatan positif (2H+)dan ion sulfat yang bermuatan negatif (SO4 - - ) H2SO4 2H + + SO4— — 2

Management Trainee | PT PJB Services

sehingga mengurangi reaktifitas dari cairan elektrolit karena asamnya menjadi timah. dengan arus yang terjadi pada saat pengosongan.) akan bereaksi dengan plat timah murni (Pb) sebagai katoda menjadi timah sulfat (Pb SO4) sambil melepaskan dua elektron. Management Trainee | PT PJB Services . Pengambilan dan pemberian elektron dalam proses kimia ini akan menyebabkan timbulnya beda potensial listrik antara kutub-kutub sel baterai. Proses tersebut terjadi secara simultan dengan reaksinya dapat dinyatakan. Sedangkan ion oksigen yang bebas bersatu dengan tiap atom Pb pada plat positif membentuk timah peroxida (Pb O2). (SO4 . maka tiap ion negatif sulfat.ELEKTRIK Proses pengosongan RELAY PROTEKSI Bila baterai dibebani. Pada proses ini setiap molekul air terurai dan tiap pasang ion hidrogen ( 2H + ) yang dekat plat negatif 3 bersatu dengan ion negatif Sulfat (SO4 --) pada plat negatif untuk membentuk Asam sulfat. sehingga tegangan baterai antara kutub-kutubnya menjadi lemah. Proses Pengisian Proses ini adalah kebalikan dari proses pengosongan dimana arus listrik dialirkan yang arahnya berlawanan.. Sedangkan sepasang ion hidrogen (2H + ) akan beraksi dengan plat timah peroksida (Pb O2) sebagai anoda menjadi timah sulfat (Pb SO4) sambil mengambil dua elektron dan bersenyawa dengan satu atom oksigen untuk membentuk air (H2O). Pb O2 + Pb + 2 H2SO4 Pb SO4 + Pb SO4 + 2 H2O Sebelum proses Setelah proses dimana : Pb O2 Pb 2H2SO4 Pb SO4 H2O = Timah peroxida (katub positif / anoda) = Timah murni (kutub negatif/katoda) = Asam sulfat (elektrolit) = Timah sulfat (kutub positif dan negatif setelah proses pengosongan) = Air yang terjadi setelah pengosongan Jadi pada proses pengosongan baterai akan terbentuk timah sulfat (PbSO4) pada kutub positif dan negatif.

selama proses pengosongan (Discharging) dan pengisian (Charging) dari sel baterai alkali secara praktis tidak ada perubahan berat jenis cairan elektrolit. sedangkan selama proses pengisian dan pengosongan komposisi kimia material aktif pelat-pelat baterai akan berobah.Iron 4 Pengosongan 2NiOOH + Fe + H2O Pengisian 2Ni(OH)2 + Fe (OH)2 Management Trainee | PT PJB Services .ELEKTRIK RELAY PROTEKSI Proses reaksi kima yang terjadi adalah sebagai berikut : Pb SO4 + Pb SO4 + 2H2O PbO2 + Pb + 2H2SO4 Setelah pengosongan Setelah pengisian Prinsip Kerja Baterai Alkali Baterai Alkali menggunakan potasium Hydroxide sebagai elektrolit. Proses reaksi kimia saat pengosongan dan pengisian pada elektroda-elektroda sel baterai alkali sebagai berikut.hydroxide (Plat positif atau anoda) Cd = Cadmium (Plat negatif atau katoda) 2Ni(OH)2 = Nickelous hydroxide (Plat positif) Cd(OH)2 = Cadmium hydroxide (Plat negatif) Untuk Baterai nickel . Untuk baterai nickel-Cadmium Pengosongan 2 NiOOH + Cd + 2H2O 2Ni(OH)2 + Cd (OH)2 Pengisian dimana : 2NiOOH = Incomplate nickelic . pengosongan atau pengisian. Fungsi utama cairan elektrolit pada baterai alkali adalah bertindak sebagai konduktor untuk memindahkan ion-ion hydroxida dari satu elektroda keelektroda lainnya tergantung pada prosesnya.

sehinga memerlukan ruangan yang lebih besar.25 Volt : 2.142 Volt Management Trainee | PT PJB Services . semakin tinggi suhu elektrolit semakin rendah nilai berat jenisnya dan sebaliknya.1.8 Volt Baterai Alkali (Alkaline Storage Battery)  Suatu baterai dengan tegangan 125 volt terdiri dari 92 sel  Berat jenis (spesifik grafity) dari elektrolinya tidak tergantung dari keadaan pengisian.7 Volt : 2.hydroxide (Plat positif) = Iron (Plat negatif) = Nickelous hydroxide (Plat positif) = Ferrous hydroxide (Plat negatif) 1. jadi praktis tetap  Umurnya dapat mencapai 10 tahun atau lebih  Tegangan nominal  Tegangan pengisian (Charger) : : 1.2 Volt 5  Pengisian secara terapung (Permanent floating) : 1.  Harga berat jenis elektrolit tergantung dari tipe baterai dan pabriknya.18 Volt : 2.2 Karakteristik Baterai Baterai timah hitam (Load-Acid storage baterai)  Baterai dengan tegangan 125 Volt terdiri dari 58 sel  Ukuran baterai lebih besar bila dibandingkan dengan baterai alkali .ELEKTRIK dimana : 2NiOOH Fe 2Ni(OH)2 Fe (OH)2 RELAY PROTEKSI = Incomplate nickelic .40 .0 .37 Volt : 2.8 Volt : Lebih besar dari 1.  Umurnya dapat mencapai 7 sampai 8 tahun  Tegangan terminal = 2 Volt  Tegangan pengisian (charge) :       Pengisian terapung (permanen floating) Pengisian secara cepat Pengisian dengan harga tertinggi Tegangan tertinggi pada akhir pengisian Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier Tegangan terendah setelah pengosongan : 2.  Berat jenis (specific grafity ) elektrolitnya tergantung dari keadaan pengisian (Charge)  Suhu elektrolit sangat mempengaruhi terhadap nilai berat jenis elektrolit .

1.45 Volt : 1. Type dan Standard dari Baterai 1.  Untuk tegangan kontrol dan rele proteksi  Penerangan darurat  Motor-moptor arus searah  Sistem telekomunikasi  Tanda-tanda isyarat ( Signalling and alarm). Penggunaan Baterai.ELEKTRIK   Pengisian secara cepat Pengisian dengan harga tinggi RELAY PROTEKSI : 1.1. Baterai Asam . sebagaian diambil langsung dari tegangan bolak-balik yang di searahkan. Untuk memperoleh unjuk kerja dan umur yang optimal. Penggunaan baterai di Pembangkit Tenaga Listrik adalah sebagai sumber daya mandiri ( indenpedent) Untuk berbagai peralatan diantaranya.0 Vol : 2.1.30 . maka baterai harus dipelihara secara memadai .7 Volt 6  Tegangan nominal per sel  Tegangan tertinggi setelah pengisian Management Trainee | PT PJB Services .65 Volt : 1. Oleh karena itu peranan baterai atau tersediannya tegangan searah sangat penting.ganguan. Tidak sepenuhnya diambil dari baterai. Penggunaan tegangan searah dalam operasi normal PLTU.50 .Timah  Elektrolitnya  Elektrodanya : Asam sulfat ( H2SO4) Anoda Katoda : Timah peroxide (PbO2) : Timah murni ( Pb ) : 2.4. Namun dalam operasi yang abnormal ( tergangu ) atau tegangan bolak-balik hilang dan peralatan pengisian baterai ( baterai charging).25 Volt  Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier (dalam keadaan normal 10 jam) 1.4. maka dalam kondisi tersebut tegangan arus searah dari baterai harus siap /mampu melayani untuk keperluan membuka circuit breaker (CB) dan menjalankan motor / pompa pelumas dan sebagainya.1.3.

Rating Baterai 1. Jenis Baterai Timah Hitam : .D + 0.Lead Calsium Alkali : .8 Volt  Tegangan terendah setelah pengosongan 1.5.0 Volt Tegangan Sel Harga tegangan persel baterai timah hitam keadaan rangkaian terbuka ( open circuit ) adalah Vdc = B.4.Nikel Cadmium .Nikel Iron 1.2 Volt : 1.1.65 Volt : 1.Hydroxide ( NiOOH) : Cadmium ( Ca ) : 1.2 Volt 1.5.25 Volt  Tegangan nominal per sel  Tegangan tertinggi setelah pengisian  Tegangan terendah setelah pengosongan 1.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI : 1.Lead antimony .5.0 Volt 2. Dibawah ini diperlihatkan besar tegangan nominal persel baterai berdasarkan jenisnya.2.84. tetapi ditentukan oleh material plat negatif dan positif serta cairan elektrolit dan sistem elektro kimia yang digunakan. kapasitas Baterai Terdiri dari 2 (dua) macam : 7 Management Trainee | PT PJB Services . Tegangan baterai Tegangan dari suatu baterai tidak ditentukan oleh ukuran dan banyaknya plat dari baterai.2 Baterai Basa ( Alkali )  Elektrolitnya  Elektrodanya : Potasium hydroxide ( KOH) Anoda Katoda : Incomplate nickelis . Dimana : Vdc = Tegangan sel baterai ( Volt ) BD = Berat jenis cairan elektrolit ( gr/cm3 ) 1.2 Volt 2.

2. Besarnya kapasitas baterai dari 235 Ah sampai 450 Ah dengan lama pengosongan 8 jam pada suhu 25oC. maka baterai diseri sebanyak 110 sel. Besarnya kapasitas baterai 235 Ah dengan lama pengosongan selama 8 jam pada suhu 25 oC.1 Hubungan serie Berhubung terbatasnya tegangan per sel baterai yaitu jenis baterai asam 2. RANGKAIAN BATERAI Pada umumnya peralatan-peralatan yang menggunakan sumber arus searah pada Pusat Pembangkit Listrik dengan tegangan dan kapasitas daya tertentu. maka diperlukan merangkai beberapa baterai.2 Hubungan Paralel Pada umumnya menghubungkan paralel setiap sel baterai jarang ditemukan pada Pusat Pembangkit Listrik. perlu menghubungkan secara seri sebanyak 55 sel baterai dan bila tegangan keluaran yang diinginkan sebesar 220 Vdc. 2. Apabila menggunakan baterai asam dengan tegangan 2. Untuk lebih jelasnya hubungan seri beberapa dari baterai lihat rangkaian dibawah ini.0 Volt maka untuk mendapatkan tegangan keluaran baterai sebesar 110 Vdc. Pada hubungan seri dari baterai. sehingga didapat tegangan keluaran baterai sesuai dengan tegangan kerja peralatan. dimana Vdc sama dengan penjumlahan tegangan dari masing sel baterai sedangkan kapasitas baterai dalam amperejam adalah tetap.0 Volt dan jenis baterai basa 1.  Kapasitas baterai dengan harga tinggi. Untuk kebutuhan besaran tegangan maupun kapasitasnya. agar tegangan keluaran baterai maupun kapasitas daya sesuai dengan tegangan kerja peralatan serta kapasitas daya yang dibutuhkan. tetapi menghubungkan paralel yang terdiri dari beberapa group baterai (satu group merupakan hubungan seri dari beberapa tujuan sebagai berikut.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Kapasitas dengan harga rendah/ menengah. 2. maka perlu merangkai beberapa baterai secara hubungan serie.2 Volt maka untuk mendapat tegangan kerja dari peralatan yang pada umumnya di Pembangkit Tenaga Listrik adalah 110 Vdc atau 220 Vdc . baterai ) banyak dilakukan dengan 8 Management Trainee | PT PJB Services .

Sedangkan baterai basa (alkali nickel-cadmiun) umumnya kapasitas baterai dinyatakan dalam C5 atau C10 (5 atau 10 jam). untuk memberikan tegangan tertentu.  Ruang baterai dan cubicle harus mempunyai ventilasi yang sempurna.  Persiapan pengisian. Untuk meningkat kapasitas baterai.  Meningkatnya kebutuhan beban DC. maka pada Pusat Tenaga Listrik dengan menghubungkan paralel antara 1 group baterai dengan group lainnya. dalam penggunaannya. Pada baterai asam timah. dalam jangka waktu tertentu (jam). sehingga apabila salah satu mengalami gangguan.  Selama operasi baterai menghasilkan gas yang dapat terbakar (Campuran hidrogen dan oksigen )  Kekurangan elektrolit akan menyebabkan kerusakkan fatal pada baterai. maka level 9 (tinggi) elektrolit pada baterai harus dijaga diatas level (tinggi) minimum. 2. group yang lain akan berfungsi sebagai back up atau beberapa group baterai secara bersama memasok kebeban. Banyaknya material aktif dan elektronnya yang digunakan. kapasitas (Ah) yang tersedia adalah selama 8 atau 10 jam. Kapasitas baterai dalam ampere jam (Ah) dinyatakan sebagai berikut : C = I x t dimana : C = Kapasitas baterai dalam ampere-jam (Ah) I 8t = Besar arus yang mengalir (A) = Waktu (jam) Kapasitas baterai ditentukan oleh bahan.  Untuk keandalan pasok arus searah yang disuplai dari baterai. 3.3 Kapasitas baterai Kapasitas suatu baterai adalah menyatakan besar arus listrik (ampere) baterai yang dapat dialirkan ke suatu rangkaian luar (beban).1 Pemgisian Pertama Pada Baterai Baru Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengisian baterai baru yaitu :  Aspek keselamatan kerja dalam penanganannya. Management Trainee | PT PJB Services . SISTEM PENGISIAN BATERAI 3.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Untuk menaikan kapasitas baterai yaitu ampere jam .

Untuk menghindari. Pengisian baterai Asam -Timah Baterai asam-timah menggunakan cairan elektrolit asam sulfat (sulphuric acid/H2SO4). Sehingga plat-plat negatif dan positif terendam dalam elektrolit pada batas level yang telah ditentukan. usahakan berat jenis elektrolit 1.2 .  Tuangkan asam . Perbandingan asam belerang dan air baterai adalah : Asam belerang Air Baterai 1 Liter 4.  Tutup baterai.1. oleh sebab itu gunakan kaca mata pelindung dan sarung tangan karet dalam menangani baterai.  Elektrolit mengandung unsur belerang (sulfuric) yang dapat melukai atau membuat buta mata.belerang dengan berat jenis 1.  Periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer.4.  Sediakan air baterai (air distilate) dalam suatu bejana yang terbuat dari gelas atau plastik yang bersih. kemudian simpan pada tempat yang aman selama 24 jam.1. kontaknya (bersinggungan) dengan bagian baterai yang menghantar.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Kejutan listrik dapat terjadi akibat.  Sebelum pengisian siapkan dahulu cairan elektrolit yang sesuai dengan elektrolit yang digunakan.190 gr/cm3 pada temperatur 15C. gunakan sarung tangan karet dan sepatu bersol karet pada waktu melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan.9 Liter  Aduk campuran asam-belerang dari air baterai tersebut dengan tongkat dari plastik / kayu yang bersih. sehingga plat- 10 plat negatif dan positif serta pemisahnya sempat menyerap cairan elektrolit tersebut.840 gr/cm3 kedalam bejana tersebut pelan-pelan. Management Trainee | PT PJB Services .190 gr/cm3 pada temperatur 15 C. 3.  PENGISIAN BATERAI ASAM TIMAH  Isi setiap sel baterai dengan cairan elektrolit yang berupa larutan asam sulfat dengan berat jenis 1.

001 terhadap pembacaan. B12. maka dikurangi 0.  Setelah dingin periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer. kemudian diamankan sehingga temperatur cairan elektrolit sama dengan temperatur ruangan.2. 3.020 gr/cm3 . BD tertinggi yang diperbolehkan 1. maka ditambahkan 0. TIPE A.1. B50 ELEKTROLIT KERING 1 KG AIR BATERAI 3. B20 dan B50 untuk penambahan / penggantian elektrolit digunakan tipe A.001 terhadap pembacaan. Usahakan BD nya 1. Pengisian baterai Alkali (Basa)  Prosedur membuat cairan elektrolit Baterai alkali menggunakan cairan elektrolit potasium hydroxide (KOH)  Sediakan air baterai (air distilate) dalam suatu bejana yang terbuat dari gelas atau plastik yang bersih.5 LITER Untuk baterai baru digunakan tipe A. B5 dan B12.  Aduk campuran elektrolit kering dan air baterai tersebut dengan memakai tongkat dari plastik atau kayu yang bersih sampai campuran tersebut menjadi panas  Tutup bejana tersebut supaya debu tidak masuk. dengan perbandingan elektrolit kering dan air baterai sebagai berikut.  tuangkan elektrolit kering kedalam bejana tersebut pelan-pelan. Untuk turunnya temperatur setiap 1.180  0.180  0.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Kemudian tambahkan lagi cairan elektrolit dengan berat jenis yang sama sampai dengan batas level yang telah ditentukan . 11  PENGISIAN ELEKTROLIT KE BATERAI Management Trainee | PT PJB Services . Catatan : Untuk koreksi Untuk kenaikan temparatur setiap 15C diatas temperatur 15C. B20.5C dibawah temperatur 15C. B5.01 gr/cm3.  Selanjutnya isi baterai dengan langkah-langkah seperti lembar pekerjaan.

180  0.1 Metode Penggunaan Hydrometer Hydrometer adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur berat jenis (BD) cairan elektrolit dari baterai.235 + 1.2. kemudian simpan pada tempat yang aman selama 24 jam.020 gr/cm3 pada temeperatur 15C.008 = 1.ELEKTRIK BATERAI ALKALI RELAY PROTEKSI  Isi setiap sel baterai dengan cairan elektrolit berupa larutan alkali (KOH) dengan berat jenis 1.15) x 0. Maka harga yang sebenarnya adalah : ( 27 . karena berat jenis elektrolit akan mempengaruhi baterai tegangan searah yang akan dibangkitkan oleh baterai.235 + 0.235 gr/cm3 pada temperatur 27C. dimana : 12 Management Trainee | PT PJB Services . Untuk penurunan temperatur setiap 2 C dibawah temperatur 15C.2 Metode Penggunaan Hydrometer dan Baterai Charging 3.  Tutup lubang pengisian baterai. Contoh koreksi Pembacaan hydrometer pada pengukuran berat jenis elektrolit baterai timah hitam adalah 1.19 gr/cm3 .001 terhadap pembacaan.243 gr/cm3 3.001 1. maka ditambah 0.5 1. Berat jenis (BD) elektrolit harus memenuhi persyaratan sudah ditentukan yaitu  1. Sehingga plat-plat negatif dan positif terendam dalam elektrolit pada batas level yang telah ditentukan.001 terhadap pembacaan. maka dikurangi 0. sehingga plat-plat positif dan negatif serta pemisahnya sempat menyerap cairan elektrolit tersebut  Kemudian tambahkan lagi cairan elektrolit dengan berat jenis yang sama sampai dengan batas level yang telah ditentukan  Selanjuutnya isi baterai dengan langkah-langkah seperti lembar kerjaan Catatan : Untuk koreksi Untuk menaikan temperatur setiap 2C diatas temperatur 15C.

Mempersiapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan untuk keselamatan dalam bekerja 2. Membuka tutup lubang mengisi dari baterai. TRICKLE CHARGING. Betulkan posisi hydrometer (posisi tegak) kemudian baca permukaan cairan yang ada didalam tabung hydrometer terhadap skala yang ada pada pengapung dari hydrometer. 4.2. maka sebelum memasuki ruangan jalankan fan untuk menghilangkan gas yang ada didalam ruangan tersebut selama beberapa menit. CYCLE CHARGING. Bila permukaan elektrolit cukup. maka diperlukan metode penggunaan Hydrometer. Kemudian hisap elektrolit kedalam tabung hydrometer. CATATAN : Apabila baterai-baterai ditempatkan pada ruangan khusus. 5. EQUALIZING CHARGING. Baru kemudian masuk . FLOATING CHARGING.ELEKTRIK Vdc = BD x 0.2 Metode Penggunaan Baterai Charger Baterai charger digunakan untuk mengisi baik baterai yang baru maupun baterai yang tidak menurun kekuatannya akibat pengosongan (discharge) Macam-macam sistem pengisian baterai sebagai berikut : 1. 13 Management Trainee | PT PJB Services . BOOST DAN QUICK CHARGING.84 adalah faktor koreksi (pengali) RELAY PROTEKSI Untuk keperluan tersebut. 3. 1. Kemudian periksa tinggi permukaan elektrolit. agar mendapat hasil pengukuran yang baik dan benar. masukan selang karet dari hydrometer kedalam sel. Catat hasil pengukuran kemudian tutup kembali lubang pengisian dari baterai. Posisi mata harus lurus dengan permukaan elektrolit pada hydrometer.84 0. 2. 1. 5. 3. Pengisian secara ini biasanya dibutuhkan waktu antara 5 samapai 10 jam. 3. CYCLE CHARGING Pengisian dengan cara Cycle Charging digunakan untuk mengisi kembali baterai setelah mengalami proses pengosongan sebagian atau proses pengosongan secara normal. 4.

Arus yang diberikan kebaterai tidak boleh melebihi harga ampere jamnya. Besar arus pengisian ini dikurangi secara perlahan-lahan sampai akhir pengisian yaitu kira-kira 80 . alat pengisi baterai (battery charge) dan beban.1.18 Volt/sel : 1. dengan metode pengisian arus tetap. Cara ini umum dipakai pada baterai diesel. Biasanya secara otomatis.40 .25 A setiap 100 Ah dari kapasitas. yang dapat menghentikan pengisian pada waktu baterai mencapai suhu tinggi. pengisiandihentikan. Cara ini juga digunakan pada baterai mobil yang tersambung dengan dinamo pengisi baterai sehingga selalu pengisian penuh. BOOST DAN QUICK CHARGING Pengisian dengan cara boost dan quick charging adalah untuk pengisian baterai yang dipakai di pabrik-pabrik. Besarnya tegangan yang diberikan untuk mengatasi kerugian dalam baterai dan menjaga baterai selalu dalam keadaan pengisian penuh (full charge) adalah tetap untuk :  Baterai timah-hitam  Baterai alkali : 2.52 Volt/sel untuk baterai alkali dan 2.37 Volt/sel untuk baterai timah hitam. secara otomatis arus yang besar mengalir ke baterai untuk mengembalikan keadaan pengisian penuh. Cara ini adalah antara 20 . Alat pengisi baterai ini direncanakan untuk menjaga tegangan dari baterai yang tersambung ke beban tetap konstan. Pengisian cara ini cukup untuk pelayanan satu hari. Untuk menjaga pengisian yang berlebihan dan arus yang terlalu besar. juga untuk baterai diesel.42 Volt/sel Pada saat baterai diisi. dimana baterai secara terus-menerus tersambung dengan rangkaian luar (AC). Oleh karena itu tegangan dari alat pengisi baterai harus dijaga.off.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI Arus yang dibutuhkan untuk pengisian. harus mempunyai tegangan out-put minimum yang cukup untuk pengisian arus tinggi sebesar 1. biasanya alat pengisi ini dilengkapi dengan automatic out . dimana diperlukan tambahan pengisian dalam periode yang singkat misalnya pada jam-jam istirahat. FLOATING CHARGING Pengisian dengan cara floating charging. 4. 3.85 %. EQUALIZING CHARGING Dalam sel-sel dari suatu baterai yang beropersi dengan “floating charging” akan selalu 14 Management Trainee | PT PJB Services . 2. Bila sudah penuh.

Keadaan dimana terdapat perbedaan kondisi kimia ini disebut “out off balance”. Hal ini akan mengakibatkan beberapa sel akan mencapai pengisian penuh dan berakibat menurunnya kapasitas baterai. Tujuan dari equalizing charging adalah untuk mengembalikan “ out of balance “ menjadi balance ” (seimbang) lagi. dimana setiap sel mempunyai harga yang mendekati sama. maka perlu penambahan cairan baterai dengan air distilat (air suling) secara periodik dengan langkah-langkah sebagai berikut  Siapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan termasuk peralatan keselamatan kerja  15 Bersihkan tutup lubang pengisian cairan elektrolit pada baterai Management Trainee | PT PJB Services . Equalizing charge dilaksanakan dengan cara manaikan tegangan baterai sesuai dengan yang ditentukan dalam buku petunjuk masing-masing pabrik. Pembacaan tegangan dan berat jenis elektrolitnya menunjukkan baterai telah diisi penuh sesuai dengan harga yang ditentukan dalam petunjuk masing-masing pabrik.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI terjadi sedikit perbedaan dalam kondisi kimia antara sel yang satu dengan sel lainnya. TRICKLE CHARGING Pengisian dengan cara trickle charging adalah pengisian baterai dengan arus konstan. 5. Besarnya arus konstan dipilih untuk mendapatkan arus rata-rata yang dibutuhkan untuk mengisi baterai sampai penuh (full-charge) dan ditambah arus kompensasi untuk melayani beban. Pada umumnya trickle charging digunakan pada baterai yang tidak terlalu sering terjadi proses pengosongan seperti pada mesin stationer yang besar dan starting turbin. Setelah terjadi pengosongan. Pengisian berlangsung sampai semua sel barhenti mengeluarkan gas. maka diperlukan pengisian dengan arus tinggi (higth-rate charge).3 Pengisian Air Suling ke dalam Baterai Untuk mempertahankan tinggi (level)cairan elektrolit didalam baterai agar selalu berada diatas tinggi minimum. untuk mengembalikan kapasitas baterai penuh. Dari macam-macam pengisian tersebut diatas umumnya yang digunakan di pusat-pusat pembangkit adalah :  Floating Charging  Equalizing Charging  Cicle Charging 3. sehingga dapat menghindarkan penggaraman belerang pada plat-plat aktifnya.

4. Sebelum dilakukan pengisian air suling (sebelum membuka tutup lubang pengisian ) maka permukaan atas baterai perlu dibersihkan. Bersihkan jika terdapat kotoran dan bendabenda asing 1.19 gr/cm3. maka perlu ditambah cairan asam sulfat. Siapkan air distilate pada bejana kaca/plastik. PERALATAN/KOMPONEN YANG DIPERIKSA 1 1. JADUAL : HARIAN : OPERASI CARA PELAKSANAAN DILAKSANAN DALAM KEADAAN No. CATATAN .ELEKTRIK RELAY PROTEKSI 1. 2. Periksa lubang penguapan pada tiap tutup sel apakah tertutup/tersumbat. Sel baterai 2 3 1. Kemudian lepas tutup lubang pengisian dari baterai.2. 4. Rangkaian sirkuit arus searah (DC 2. maka tutup kembali lubang pengisian dengan rapat. Apabila BDnya kurang dari harga tersebut. Periksa semua sel dan bagian baterai apakah dalam keadaan bersih dan kering. Ukur BD elektrolit setelah ditambah air suling dengan hydrometer. Dengan menggunakan pipet. Hal ini dimaksudkan pada saat membuka tutup jangan sampai ada kotoran yang ikut masuk kedalam sel.1 Perawatan Baterai Saat Operasi 1. dan ganti jika 16 Management Trainee | PT PJB Services . BD elektrolit yang baik adalah  1. air distilate dan kemudian masukan kedalam sel baterai sampai batas level yang dijinkan ( 6 mm diatas permukaan plat sel ) 3. Apabila BDnya telah memenuhi syarat. PEMELIHARAAN BATERAI 4. Periksa rangkaian sirkuit arus searah (DC circuit) circuit) misalnya sekering DC atau otomat DC apakah ada yang putus. sedot.1. 2.1.

arus pengisian dan arus beban sistem baterai setiap jam. 2.1. JADUAL DILAKSANAN DALAM KEADAAN No. 3. PERALATAN/KOMPONEN YANG DIPERIKSA 1 1. lakukan pengukuran tersebut pada saat 15 menit setelah selesai pengisian (charge) dan cairan elektrolit dalam 17 keadaan tidak mengeluarkan gas.Bandingkan khusus hasil mengenai pengukuran tersebut dengan pencatatan minggu lalu.1 dan catat hasil pengukuran.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI ada yang putus.2. Catat tegangan. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih teliti. Periksa dan lakukan pengukuran berat jenis elektrolit pada sel yang teesebut dalam pont 1. Jangan lakukan pengukuran berat jenis elektrolit Management Trainee | PT PJB Services . apakah terdapat penyimpangan yang besar.2. Periksa dan lakukan pengukuran tegangan setiap sel pada beberapa sel yang telah dipilih terlebih dahulu dan catat pada kartu pemeliharaan/buku baterai.1 Periksa ventilasi ruangan baterai apakah udara dalam ruangan baterai bersirkulasi dengan udara luar 2. 3. 2 Sel baterai : MINGGUAN : OPERASI CARA PELAKSANAN 3 1. Ruangan baterai Periksa suhu ruangan baterai apakah dalam keadaan normal. 1.

maka aturlah ketinggian permukaan cairan elektrolit pada garis pertengahan antara ujung atas plat sel dan tutup /cover sel. 2. Periksa tinggi permukaan cairan dari elektrolit yang telah ditentukan oleh buku petunjuk dari pabrik.1. PERALATAN/KOPONEN YANG DIPERIKSA 1 1. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih 18 Management Trainee | PT PJB Services . lakukanlah pengukuran tersebut pada saat baterai dalam keadaan diisi (discharge).2. 2 Sel baterai 3 : BULANAN : OPERASI CARA PELAKSANAAN 1. Periksa ketinggian permukaan cairan 2. Batas elektrolit elektrolit pada saat baterai sebelum diisi (charge) dan tambah dengan air suling (air distilate) bila mana perlu. tinggi permukaan cairan 2. JADUAL DILAKSANAN DALAM KEADAAN No. Jika tinggi permukaan cairan elektrolit kurang.2.1. Periksa dan lakukan pengukuran tegangan setiap sel baterai (individual) dan catat pengukuran tersebut. supaya ditambah air suling (pure distilat water yang tidak mengandung elemen As.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI setelah penambahan air suling. Untuk memdapatkan hasil pengukuran yang teliti. Periksa dan lakukan pengukuran berat jenis elektrolit pada setiap sel baterai. 3. 1. Mn dan Cu) Dalam hal ini tidak ada petunjuk dari pabrik.

1 1.3 Bersihkan klem-klem baterai. apakah dalam kondisi baik. 1. Periksa ruangan baterai apakah timbul korosi/karat. 1. 2. lakukan pengukuran tersebut pada saat 15 menit setelah selesai pengisian (charge) dan cairan elektrolit dalam keadaan tidak mengeluarkan gas. Periksa sistem ventilasi. isolator dudukan rak kayu.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI teliti. 2 Ruangan baterai dan ventilasi PERALATAN/KOPONEN YANG DIPERIKSA : TIDAK OPERASI CARA PELAKSANAAN 3 1. Isolator dudukan rak dan rak baterai 2. Bersihkan dan cat kembali bila perlu. 1. Periksa pondasi beton.1. kipas dan sebagainya apakah bekerja dalam keadaan baik.4 Lapis I /olesilah pada permukaan tutup atas sel dengan minyak anti karat (grease) yang telah ditentukan oleh pabrik atau vaseline netral yang tidak mengandung asam (kecuali tutup atas sel baterai yang sudah dilapisi oleh plastik atau sudah dicat) 4.2.2 PERAWATAN BATERAI SAAT NORMAL DILAKSANAN DALAM KEADAAN No .1. bila perlu dipoles/dilapisi dengan vaseline netral. Bila terdapat isolator retak/pecah agar diganti dan bila perlu dicat kembali rak kayu tersebut dengan cat tahan asam 19 Management Trainee | PT PJB Services .

Bersihkan noda-noda karat yang menempel pada klem sambungan baterai dan bila perlu ganti klem tersebut dengan klem cadangan.2. 5.20 menit. Periksa peralatan-peralatan dalam panel apakah terdapat kerusakan-kerusakan Management Trainee | PT PJB Services .Lakukan pengosongan baterai (discharge) secara normal selama 15 .1. 4. 6. kemudian periksa klem sambungan baterai yang kurang baik.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI 2. 3.1. Peralatan kerja khusus untuk baterai 3. maka lakukan percobaan (discharge) pengosongan untuk dapat baterai mengetahui kemampuan baterai sesungguhnya (actual capacity). Bersihkan dinding-dinding luar sel baterai bila perlu dicat. 5. Periksa dalam panel apakah terdapat klembaterai (baterry-charge) klem/terminal-terminal yang kurang dan baut-baut bila perlu 20 kencang.1.2. Klem sambungan baterai 4. 6. bila perlu ganti.Setelah 5 tahun operasi.1. Periksa dan siapkan peralatan kerja khusus untuk baterai. Thermometer dan Cell Voltmeter Tester. Bila perlu kencangkan baut klem tersebut secara hati-hati dengan menggunakan kunci sekrup /spanner dan cegah jangan sampai terjadi hubung singkat. Periksa baut klem sambungan baterai apakah ada yang kendor atau berkarat. Penyearah (rechtifier) dan pengisian 6. kencangkan kembali. bila perlu dilakukan kalibrasi terhadap alat-alat :Hydrometer.2. Percobaan (discharge) pengosongan baterai 5.

2. bila perlu adakan perbaikan /penggantian. lampu- lamputanda dan sikring bila terdapat kerusakan -kerusakan. 6.plug harus dalam keadaan tertutup 21 Management Trainee | PT PJB Services . sampai batas normal  Ven-plug harus dalam keadan tertutup  Lakukan pengisian (charge) setiap dua bulan sekali  Periksa batas tinggi elektrolit dan jagalah kebersihan setiap sel  Baterai Nickle-Iron Alkali  Baterai harus diisi elektrolit dengan ketinggian normal  Kosongkanlah (discharge) baterai dengan arus pengosongan normal (normal rate) sampai nol  Hubung singkatkan baterai selama minimum 6 jam  Vent . 6.5.Periksa meter-meter/alat ukur. bila perlu adakan perbaikan/penggantian.4. sampai semua sel mengeluarkan gas  Isi air suling bilamana perlu. pecah dan putus supaya diganti 6. kontaktor-kontaktor dan rele-rele dalam panel apakah terdapat keausan pada permukaan kontak- kontaknya.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI akibat dari timbulnya panas lebih.3. Periksa saklar-saklar.1 Perawatan Baterai Cadangan Baterai cadangan harus bersih disimpan diruangan yang bersih dan kering.  Baterai Asam  Baterai harus diisi elektrolit  Isilah (charge) baterai secukupnya. 4. Bersihkan bila ada kotoran-kotoran debu yang menempel pada panel dan dicat kembali bila perlu.

Bila bola karet ditekan dengan mulur pengisap pipa karet dimasukan kedalam sel baterai.2 kali kapasitas baterai (Ah) 22 Management Trainee | PT PJB Services . agar pada saat dilakukan pengujian terhadap baterai Pengujian -pengujian pada baterai antara lain :  Pegukuran tegangan per sel baterai dengan menggunakan volt meter.3 Pengujian Baterai Baterai biasanya tidak digunakan secara terus menerus. digunakan adalah Hydrometer Hydrometer terdiri dari sebuah selinder gelas kaca. Volt meter yang digunakan dengan kelas 0. maka baterai harus siap dan andal memasok arus searah ke peralatan.  Pengujian pengosongan baterai (discharge)  Seluruh baterai dikosongkan melalui sebuah tahanan yang dapat diatur (reostat)  Besar arus pengosongan adalah 0.5 yang mempunyai batas ukur 3 volt dengan penunjukan 0 ditengah dan sedapat mungkin dapat terbaca sampai seper seratus volt (dua angka dibelakang koma)  Pengukuran berat jenis elektrolit. maka setelah bola karet tidak ditekan atau dilepas akan mengalirlah cairan elektrolit dan besar berat jenis dari cairan dapat dibaca dengan mudah.Cadmium Alkali  Baterai harus terisi elektrolit dengan ketinggian normal dan berat jenisnya pada batas yang ditentukan  Baterai Nickle-Cadmium dapat disimpan dalam keadaan terisi (charge)  Sambungan antar tray harus dilepaskan untuk menghindarkan arus bocor (stray current)  Vent-plug harus dalam keadaan tertutup  Jagalah batas tinggi elektrolit dan kebersihan sel 4. hanya dibutuhkan pada saat-saat tertentu misalnya terjadinya black out.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Jagalah batas tinggi elektrolit pada ketinggian normal dan jagalah kebersihan sel  Baterai Nickle . dimana bagian luar selinder dilengkapi dengan bola karet dan mulut pipa karet dan didalam sellinder diisi dengan sebuah areometer. Untuk memastikan kesiapan keandalan.

5 jam tegangan baterai belum mencapai 105 volt.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Waktu pengujian adalah 2. dan hal ini akan mengakibatkan rusaknya sel baterai 23 Management Trainee | PT PJB Services .5 jam atau hentikanlah percobaan tersebut bilamana tegangan baterai telah turun mencapai 105 volt untuk baterai dengan sistem tegangan nominalnya 125 volt. Penggunaan thermometer mercury apabila pecah akan menimbulkan hubungan singkat antara elemen.  Buat grafik dari data-data hasil pengujian tersebut (tegangan fungsi waktu)  Baterai dapat dikatakan kapasitasnya masih baik (kuat) bilamana dalam pengujian pengosongan dengan cara tersebut diatas dalam waktu 2. karena air raksa mempunyai sifat penghantar. sebaliknya dinyatakan kapasitasnya telah menurun (telah lemah) bilamana dalam waktu kurang dari 2.5 jam tegangan baterai telah mencapai 105 volt.  Pada pengukuran suhu elektrolit jangan menggunakan thermometer biasa (mercury) pergunakanlah spirit thermometer (thermometer berisi alkohol).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->