KASUS 5 KASUS 1 HIPERTIROID

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas tutorial mata kuliah Endokrin II

Disusun oleh : KELOMPOK TUTOR 12

Sinta Dwi Oktaviani Dina Sonyah Putri Sarah Gamarsyah Indriyani Putri Puspitasari Eka Wahyuningsih Efa Fatmawati Karina Amanda Tri Nur Jayanti Afriyani Elizabeth Sitanggang Sarah Nurul Khotimah Ria Amalia Putri Dhea Dezhita

(220110100046) (220110100125) (220110100126) (220110100127) (220110100128) (220110100129) (220110100130) (220110100131) (220110100132) (220110100134) (220110100135) (220110100136)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas tutorial mata kuliah Endokrin II. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai Hipertiroid Tak lupa penyusun ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian penulisan makalah ini, khususnya dosen kami ibu Nursiswati, ibu Lin-lin serta dosen-dosen lainnya. Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Jatinangor, 30 Mei 2012

Kelompok 12

Kasus 5 Ny. UJ. Umur 33 tahun datang ke Poli Endokrin tanggal 15 Nov 2009. Pasien control rutin Poli Endokrin sejak satu tahun lalu (dirujuk dari Poli Penyakit Dalam). Keluhan saat awal terdapat pembesaran leher sejak 2 bulan terakhir, keluhan lain keringat banyak (+), gemetar (+), berdebardebar (+). Selama Kontrol di Poli Endokrin mendapat terapi PTU 3x200 mg kemudian diturunkan sampai terkahir 2x50 mg saat ini kadang masih ada gemetar atau keringat banyak (+), TB 161cm, BB 60kg, Kes CM, TD 110/80, N 100x/mnt, RR 20x/mnt. Suhu afebris. Kepala dan leher : Normochephal, Mata : eksoftalmus +/+ Konjungtiva Pucat (-), sklera ikterik (-) Kulit :dbn. Kelenjar tiroid: teraba dufuse, lingkar leher 33,5cm USG tiroid: 1. Tiroid kiri : membesar dengan ukuran 3,33x2,82x6,56cm. Echoparenkim homogeny normal. Tak tampak nodul/kalsifikasi. Pada Doppler tampak vaskuler meningkat intratiroid. 2. Tiroid kanan: 3,43x2,55x4,31 cm tampak nodul hipoechoik dengan batas tegas (halo)dengan ukuran 0,96x0,85x1,11cm dan lesi heterogen hipo dan hiperechoik dengan ukuran 1,06x1,01x1,08. Pada Doppler tampak vaskuler pada tepi lesi . Kesan : struma difusa bilateral dengan nodul multipel di lobus kanan sugestif lesi benigna

Step 1 1. PTU 2. Suhu afebris 3. Normochepal 4. Eksoftalmus 5. Struma difusa bilateral 6. Teraba diffuse 7. Ekoparenkim homogen 8. exopthalmic goiter 9. nodul hiper dan hipoechoik 10. hipertiroidea 11. skintigrafi tiroid 12. pemeriksaan dopler 13. graves disease 14. sugestife lesi benigna 15. fungsi uptake 16. vascular intra Jawaban : 1. Obat untuk mengahambat sekresi hormone tiroid 2. Suhu afebris, suhu tidak hangat 3. Bentuk kepala seperti telor, dari leher membesar 4. Mata keluar, dan melitot, mengedip tidak bisa menyatu 5. LO : nodul yang menyebar disekitar leher akibat dari sekresi hormone tiroid yang terlalu banyak (http://qittun.blogspot.com/2008/05/struma-diffusa.html) 6. Teraba kelenjar dan kenyal- kenyal juga cairan 7. LO : bunyi pantulan oleh karena terbentuknya jaringan parut di nodul.

(http://www.USGhasil.edu/2009/18/ekoparenkim.html) 8. LO : edema atau penonjolan pada mata ( Smetlzr, 2002) 9. LO : gema pada USG akibat dari peningkatan vaskularisasi (vascular bruit) (Smetlzr, 2002)

Kerja berlebih pada kerja tiroid. Penyakit ini ada pengaruh dengan ttv atau tidak? 22. Diagnose medis? 6.ada umpan balik 13. Prognosis penyakit? Dan berapa lama proses penyembuhan? 21. Kenapa pada Ny. Dugaan yang menyatakan lesi tumor 15. Apakah penyebab utama dari penyakit ini? 2. Pemeriksaan aliran darah dengan listrik. Indikasi pemberian PTU dan kenapa di turunkan? 8. Normalnya ukuran dari hasil USG tiroid? 7. Sample pengambilan fungsi dari kelenjar tiroid 16. pembesar kelenjar tiroid 11. Pembuluh darah diantara kelenjar tiroid Step 2 1. Faktor resiko penyakit? 18. Penyakit autoimun 14. Kenapa ada perbedaan antara tiroid kiri dan kanan? 16. Kenapa bisa timbul nodul hipoechoik dan hiperechoik? 19. Kelainan penyakit ini terletak dimana? 12. Apakah penyakit ini ada kecendrungan untuk menimbulkan tumor? 15. Manifestasi lain dari penyakit ini? 10. Pemeriksaan kelenjar tiroid dan dalam bentuk foto/ gambar 12. UJ terdapat normochepal? 11. gemetar dan berdebar? 3. Adakah terapi lain pada penyakit ini? 17. Apakah penyebab dari eksoftalmus? 4. Mekanisme berdebar? 5. Apakah penyebab keluar keringatnya banyak. Aspek psikologis dari Ny UJ? . Ukuran tiroid kiri dan kanan mengindikasikan keparahan atau bagaimana? 9. Apakah sugestif lesi begnigna merupakan komplikasi penyakit ini? 14. Indikasi skintigrafi dan scanning tiroid? 20. Kelainan pada kelenjar tiroid kanan apakah berpengaruh dengan tiroid kiri? 13.10.

karena ada tumor. 2007) 5. Tiroid menumpuk di belakang bola mata sehingga menyebabkan keluar 4. Apakah ada gangguan pada proses menelan? 37. Apa yang menyebabkan vaskular meningkat pada tiroid? 24. gangguan fungsi TSH sehingga tiroid memproduksi terus menerus Kelebihan garam yodium. Hipertiroidisme peningkatan sekresi hormone tiroid.dan terdapat pada data bergetar. Penyebab dari suhu afebris? 34. Apakah ada hubungan bilateral difusa stroma dengan fungsi uptake? 31. Penyebab lesi? 30. Diagnosa prioritas? 29. dan berdebar debar pada jantung 3. Tindakan awal pada saat klien datang? 28.debar.23. karena yodium membantu pengeluaran hormon tiroid. Apakah ada pengaruh genetik? 35. Normal lingkar leher? 36. Pengkajian yang harus dilakukan? 33. Mengapa pada kedua mata terdapa eksofalmus? 38. Metabolisme meningkat sehingga keringat banyak. sehingga terjadi hipertiroid 2. Apakah pembesaran tiroid karena tidak ada bahan baku pada saat ia mendapatkan yodium? Step 3 1. LO : peningkatan metabolisme dapat meningkatkan kebutuhan akan oksigen juga vasodilatasi pembuluh darah sehingga jantung memompa lebih kuat dan mengakibatkan klien menjadi berdebar. Kekurangan garam/ yodium. (Robinns. Bagaimana stadium penyakit ini? 25. Gejala awal dari penyakit ini? 27. berdebar-debar serta keringat yang banyak . Pemeriksaan lain? 26. Fungsi uptake tinggi diindikasikan darimana? 32.

LO : ada. LO : tidak ada stadium pada penyakit ini. apabila T3 lebih kecil dari T4 maka hipertiroid.6. LO : karena pada pemeriksaan di sekitar leher terdapat peningkatan vaskularisasi daerah tersebut sehingga pada saat di periksa terdapat bunyi hiperechoik (pada lesi). terapi radioaktif iodine.5-4 cm dan lebar 1. Jika tidak ada pemeriksaan jelas dari sebelumnya. proses nya tergantung bagaimana perawatan terhadap klien juga prognosis dapat membaik 21. Ada. (Smetlzr.5 cm. (Baradero.com/2009/03/gondok-beracun-struma-toksik-apakah.5-2 cm dan tebal 1-1. hanya saja prognosis penyakit akan semakin membaik jika diobati dan diterapi secara teratur. post trauma emosional. nafsu makan yang meningkat dan berat badan yang menurun. peningkatan stress (Long C. Kemungkinan ada 15. di area leher 12. (Guyton&Hall. Kelenjar tiroid. LO : Normal ukuran kelenjar gondok. 2005) 17. hipoechoik (pada nodul). keabnormalan perkembangan kelenjar tiroid 24. Tumor bisa menjadi komplikasi 14.2002) 11. maka ada pemeriksaan skintigrafi 20.html) 7.2002) 19. Tidak menimbulkan kelainan tetapi dapat menyebabkan neoplasma. LO : akibat adanya pemesaran pada kelenjar tiroid sehingga leher menonjol dan kepala membentuk normochepal (Smetlzr. 2007) 10. Bisa mengindikasikan penyakit jika ukuran pada leher meningkat atau abnormal 9.1996) 18. Ada pengaruh ke TTV. diet juga pengaturan aktifitas. penurunan fungsi seksualitas. karena ada peningkatan metabolisme dari fungsi hormone 22.Pada orang dewasa beratnya 10-20 gram. Pemeriksaan T3 dan T4. LO : usia diatas 30 tahun. karena adanya kompensasi ke daerah sebelahnya 13. sehingga dapat menigkatkan vaskuler. LO : vaskularisasi pada kelenjar sebelah kanan lebih tinggi daripada kelenjar kiri. LO : adanya penurunan kesadaran. 25. Karena prognosisnya makin membaik sehingga bisa diturunkan 8. masing-masing panjang sekitar 2. Mengalami gangguan body image dan harga diri rendah 23.blogspot. (http://yusufheriady. (Robinns. pemeriksaan fungi tiroid . Pekerjaan tiroid meningkat sehingga semua pembuluh darah berada di intratiroid. 1997) 16.

Ada. peningkatan sekresi tiroid dan peningkatan kerja tiroid sehingga menyebabkan pembengkakan tiroid Step 4 Anfis Kelenjar Tiroid (gambar. ( Baradero.com/2009/03/gondok-beracun-struma-toksik-apakah. LO : keringat banyak. ga ada pengaruh oleh proses penelan karena kelenjar bersifat lembek 37. dan mengkode pusat pengaturan suhu tubuh.26. observasi status kesehatan. LO : istirahatkan. (http://yusufheriady. (Sylvia. Normalnya lingkar leher sama dengan lingkar pinggang dan bahu 36. LO : ada yaitu peningkatan TSI yang berikatan dengan reseptor TSH (Doengoes. Kelebihan yodium. Pembesaran nodul menyebabkan lesi 30. leher dan peningkatan pengeluaran keringat yang banyak akan nampak jelas ada kelainan. (Doengoes. 2000) 28. LO : adanya pembesaran jaringan ikat retrobular dan otot ekstraokular yang disebabkan oleh retensi cairan sehingga volume jaringan dan otot meningkat yang menyebabkan mendorong bola mata ke depan (eksoftalmus). LO : pengkajian status kesehatan klien. LO : diindikasikan dari pemeriksaan labolatorium peningkatan ikatan antibody TSI yang berikatan dengan reseptor TSH (Doengoes. 2000) 31. dan selalu kontrol klien (Doengoes. patomekanisme terjadinya hipertiroid) ↓ Hipertiroid Definisi Patofisiologi Komplikasi Legal etik Pem lab . 2005) 38.blogspot. juga pengkajian pada mata. LO : intoleran aktifitas bd peningkatan kebutuhan energi (hasil reporting) 29. dan berdebar.html) 27. mekanisme. 2005) 34. 2000) 33. bergetar. LO : hipermetabolisme menyebabkan aliran darah meningkat melewati hypothalamus. kondisi sehat) ↓ Anatomi patologi (gambar. 2000) 32. sehingga suhu menjadi afebris. mengalami defisiensi t3 35.debar juga ada palmar eritema.

penelitian terkait kasus jurnal kasus. nilai laboratorium. Step 6 Selfstudy Mandiri . patomekanis terjadinya hipertiroid . perawatan dirumah tiroid .Etiologi Epidemiologi Fakto Resiko Manifestasi klinis Diagnosa keperawatan Asuhan keperawatan Penatalaksanaan Kolaborasi Step 5 LO: Hal yang belum terjawab pada step 1 dan 2.

Lobus kelenjar tiroid seperti kerucut. Anatomi Fisiologi KELENJAR TIROID FOLIKEL-FOLIKEL Gbr. Anatomi Tiroid Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berwarna merah kecoklatan dan sangat vascular.Step 7 Reporting 1. Kelenjar ini terselubungi lapisan pretracheal dari fascia cervicalis dan terdiri atas 2 lobus. Beratnya kira2 25 gr tetapi bervariasi pada tiap individu. Kelenjar tiroid sedikit lebih berat pada wanita terutama saat menstruasi dan hamil.weebly. Ujung apikalnya menyimpang ke lateral ke garis oblique pada lamina . Anatomi kelenjar tiroid (Sumber: http://pa1.com/kelenjar-tiroid. lobus dextra dan sinistra. yang dihubungkan oleh isthmus. Terletak di anterior cartilago thyroidea di bawah laring setinggi vertebra cervicalis 5 sampai vertebra thorakalis 1.html) 1.

anonyma.  Setiap thyroid follicle terdiri dari sel-sel selapis kubis pada tepinya yang disebut SEL FOLIKEL dan mengelilingi koloid di dalamnya. A. N. thyroidea superior (bermuara di V. Kelenjar tiroid dialiri oleh beberapa arteri: 1. walaupun terkadang pada beberapa orang tidak ada. laryngea recurrens (cabang N. jugularis interna). Folikel ini dikelilingi jaringan ikat tipis yang kaya dengan pembuluh darah. Isthmus menghubungkan bagian bawah kedua lobus. cabang langsung dari aorta atau A.25 cm dan biasanya anterior dari cartilgo trachea walaupun terkadang lebih tinggi atau rendah karena kedudukan dan ukurannya berubah. Persarafan kelenjar tiroid: 1. Kelenjar tiroid mempunyai 3 pasang vena utama: 1. Ganglion simpatis (dari truncus sympaticus) cervicalis media dan inferior 2. Panjang dan lebarnya kira2 1. thyroidea medialis (bermuara di V. 2. anonyma kiri). akibatnya pita suara terganggu (stridor/serak). 3. thyroidea inferior (arteri utama). V. thyroidea inferior (bermuara di V. Parasimpatis. V. 3. 2. jugularis interna). A. thyroidea superior (arteri utama). laryngea superior dan inferior sering cedera waktu operasi. Histologi Kelenjar Tiroid:  Kelenjar ini tersusun dari bentukan-bentukan bulat dengan ukuran yang bervariasi yang disebut thyroid follicle. Terkadang masih pula terdapat A. 2. V. laryngea superior dan N.vagus) 3. Setiap lobus berukutan 5x3x2 cm. yaitu N. thyroidea ima.cartilago thyroidea dan basisnya setinggi cartilago trachea 4-5. .

Proses ini dibantu oleh enzim iodinase agar lebih cepat. Proses pembentukan hormon tiroid adalah:     Proses penjeratan ion iodida dengan mekanisme pompa iodida. Proses iodinasi asam amino tirosin. Kelenjar tiroid berfungsi untuk pertumbuhan dan mempercepat metabolisme. Karakteristik triioditironin adalah berjumlah lebih sedikit dalam serum karena reseptornya lebih sedikit dalam protein pengikat plasma di serum tetapi ia lebih kuat karena memiliki banyak resptor pada jaringan. sel foikel menjadi kubis rendah. terletak di kartilago krokoidea di leher pada cincin trakea ke dua dan tiga. Fisiologi Kelenjar Tiroid Hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid memiliki dua buah lobus. Proses pengoksidasian ion iodida menjadi iodium. Tetapi bila aktivitas kelenjar ini tinggi. dihubungkan oleh isthmus. Tiroglobulin adalah glikoprotein besar yang nantinya akan mensekresi hormon tiroid. Pompa ini dapat memekatkan iodida kira-kira 30 kali konsentrasinya di dalam darah. bahkan dapat menjadi pipih.  ada kelenjar thyroid yang hipoaktif. sel folikel dapat berubah menjadi silindris. Tiroksin memiliki banyak reseptor pada protein pengikat plasma di serum yang mengakibatkan banyaknya jumlah hormon ini di serum. dengan warna koloid yang dapat berbeda pada setiap thyroid folikel dan sering kali terdapat Vacuola Resorbsi pada koloid tersebut. Pada proses ini iodium (I) akan menggantikan hidrogen (H) pada cincin benzena tirosin. . Proses ini dibantu oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksidase. Proses pembentukan tiroglobulin. tetapi ia kurang kuat berikatan pada jaringan karena jumlah reseptornya sedikit. Hal ini dapat terjadi karena afinitas iodium terhadap oksigen (O) pada cincin benzena lebih besar daripada hidrogen. Kelenjar tiroid menghasilkan dua hormon yang penting yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Sel folikel yang mengelilingi thyroid folikel ini dapat berubah sesuai dengan aktivitas kelenjar thyroid tersebut. 3.

Hormon tiroid tidak larut dalam air jadi untuk diedarkan dalam darah harus dibungkus oleh senyawa lain.   Efek pada metabolisme karbohidrat : Menaikkan aktivitas seluruh enzim. Tiroglobulin ini juga sering disebut protein pengikat plasma.  Efek tiroid dalam transpor aktif : Meningkatkan aktifitas enzim NaK-ATPase yang akan menaikkan kecepatan transpor aktif dan tiroid dapat mempermudah ion kalium masuk membran sel. (Guyton. Proses organifikasi tiroid. Sedangkan triiodotironin lebih mudah dilepas karena ikatannya lebih lemah.  Efek tiroid pada metabolisme vitamin : Menaikkan kebutuhan tubuh akan vitamin karena vitamin bekerja sebagai koenzim dari metabolisme. 1997) EFEK HORMON TIROID  Efek hormon tiroid dalam meningkatkan sintesis protein adalah : Meningkatkan jumlah dan aktivitas mitokondria dan meningkatkan kecepatan pembentukan ATP. Ikatan protein pengikat plasma dengan hormon tiroid terutama tiroksin sangat kuat jadi tiroksin lama keluar dari protein ini.Oleh karena metabolisme sebagian besar sel meningkat akibat efek dari . dalam hal ini tiroglobulin. fosfolipid. Jika dua diiodotirosin bergabung akan menjadi tetraiodotironin atau yang lebih sering disebut tiroksin. dan trigliserid dan menaikkan asam lemak bebas. ada plasma dan lemak hati hormon tiroid menurunkan kolesterol. Pada proses ini tirosin yang sudah teriodinasi (jika teriodinasi oleh satu unsur I dinamakan monoiodotirosin dan jika dua unsur I menjadi diiodotirosin)  Proses coupling (penggandengan tirosin yang sudah teriodinasi). Efek pada metabolisme lemak: Mempercepat proses oksidasi dari asam lemak. Jika monoiodotirosin bergabung dengan diiodotirosin maka akan menjadi triiodotironin.

Dan peningkatan laju basal setinggi 60 sampai 100 persen diatas normal.  Efek terhadap Cardiovascular. sehingga meningkatkan aliran darah. dan bila produksinya sangat berkurang. maka hampir selalu menaikkan berat badan. Meningkatkan nafsu makan dan asupan makanan.  Efek pada saluran cerna. Aliran darah. maka hampir selalu menurunkan berat badan. Frekuensi deny jantung.tiroid. TSH berfungsi untuk : (1) Meningkatkan proteolisis tiroglobulin (2) Meningkatkan aktivitas pompa iodium (3) Meningkatkan iodinasi tirosin dan meningkatkan kecepatan proses coupling (4) Meningkatkan ukuran dan meningkatkan aktivitas sekretorik sel tiroid (5) Meningkatkan jumlah sel-sel tiroid. Curah jantung. Meningkatnya kecepatan metabolism akan meningkatkan pemakaian oksigen dan pembentukan karbondioksida. PENGATURAN SEKRESI HORMON TIROID Regulasi hormon tiroid diprakarsai oleh hormon TSH (Tiroid Stimulating Hormone) yang dilepas hipotalamus. Bila hormon tiroid meningkat.  Efek pada Respirasi.  Efek Pada berat badan. . Efek ini menyebabkan vasodilatasi pada sebagian besar jaringan tubuh. disertai perubahan sel kuboid jadi kolumner. 1997). (Guyton. Efek ini terjadi karena hormone tiroid meningkatkan nafu makan. dan Volume darah meningkat karena meningkatnya metabolism dalam jaringan mempercepat pemakaian oksigen dan memperbanyak produk akhir yang dilepas dari jaringan. Hormon TSH dirangsang oleh TRH (Tirotropin Releasing Hormone). maka laju metabolisme basal akan meningkat. Tiroid dapat meningkatkan kecepatan sekresi getah pencernaan dan pergerakan saluran cerna.

SEKRESI. agar dapat digunakan untuk pembentukan hormone tiroksin maka pertamatama harus terjadi pengangkutan iodide dari darah kedalam sel-sel dan folikel kelenjar tiroid. 2. Kemampuan ini disebut penjeratan iodide (iodide trapping). Untuk membentuk jumlah normal tiroksin. Biasanya. DAN TRANSPORT HORMON YANG DIHASILKAN TIROID UPTAKE DAN SEKRESI IODIUM Kebutuhan iodium untuk pembentukan tiroksin. sebagian besar dari iodide tersebut dengan cepat dikeluarkan oleh ginjal. setiap tahunnya dibutuhkan kira-kira 50 mg iodium yang ditelan dalam bentuk iodide. atau kira-kira 1mg perminggu. Iodida yang ditelan secara oral akan diabsorbsi dari saluran cerna kedalam darah denga pola yang kira-kira mirip dengan klorida. Membran basal tiroid mempunyai kemampuan yang spesifik untuk memompakan iodide secara aktif ke bagian dalam sel. Kemudian.SINTESIS. Anatomi patologi . tetapi hanya setelah kira-kira satu perlimanya dipindahkan dari sirkulasi darah oleh sel-sel kelenjar tiroid secara selektif dan dipergunakan untuk sintesis hormone tiroid.

sehingga jumlah sel-sel ini lebih meningkat beberapa kali dibandingkan dengan pembesaran kelenjar. karena ada sesuatu yang ―menyerupai‖ TSH. goiter toksika. Biasanya bahan – bahan ini adalah antibodi immunoglobulin yang . disertai dengan banyak hiperplasia dan lipatan-lipatan sel-sel folikel ke dalam folikel. disertai perubahan sel kuboid jadi kolumner meningkatkan ukuran kelenjar dan meningkatkan produksi hormone tiroid (abnormal) ↓ Hipertiroid Secara abnormal dan tak terkendali (Guyton. Pada kebanyakan penderita hipertiroidisme. kelenjar tiroid membesar dua sampai tiga kali dari ukuran normalnya.Patomekanisme Hipertiroid Grave’s Disease (toxic diffuse goiter) yang disebabkan oleh autoimun ( Kepekaan sel limfosit pada sel kelenjar tiroid pada antigen ) ↓ Membentuk TSI ( Tiroid Stimulor Imunoglobin ) akan berikatan dengan reseptor TSH pada membran sel kelenjar tiroid dan mengaktivasinya ↓  Meningkatkan proteolisis tiroglobulin  Meningkatkan aktivitas pompa iodium  Meningkatkan iodinasi tirosin dan meningkatkan kecepatan proses coupling  Meningkatkan ukuran dan meningkatkan aktivitas sekretorik sel tiroid ↓ Meningkatkan jumlah sel-sel tiroid. 1997 ). Juga. kosentrasi TSH plasma menurun. Pada hipertiroidisme. setiap sel meningkatkan kecepatan sekresinya beberapa kali lipat dengan kecepatan 5-15 kali lebih besar daripada normal. 2005 ) Patologi Hipertiroidisme biasanya disebabkan oleh adalah penyakit graves. ( Price Silvia.

disebut TSI (Thyroid Stimulating Immunoglobulin). Tingginya sekresi hormon tiroid yang disebabkan oleh TSI selanjutnya juga menekan pembentukan TSH oleh kelenjar hipofisis anterior. terkadang penderita hipertiroidisme mengalami kesulitan tidur. 2001) Hipertiroid adalah penyakit yang disebabkan oleh autoimunitas dimana terjadinya peningkatan kerja hormone tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid sehingga tampak pembesaran pada daerah tiroid ( Guytan&hall. Pada hipertiroidisme. kelenjar tiroid ―dipaksa‖ mensekresikan hormon hingga diluar batas. sedangkan konsentrasi TSI meningkat. yang berikatan dengan reseptor membran yang sama dengan reseptor yang mengikat TSH. Eksopthalmus yang terjadi merupakan reaksi inflamasi autoimun yang mengenai daerah jaringan periorbital dan otot-otot ekstraokuler. yakni selama 12 jam.) . Nadi yang takikardi atau diatas normal juga merupakan salah satu efek hormon tiroid pada sistem kardiovaskuler. Efek pada kepekaan sinaps saraf yang mengandung tonus otot sebagai akibat dari hipertiroidisme ini menyebabkan terjadinya tremor otot yang halus dengan frekuensi 10-15 kali perdetik. akibatnya bola mata terdesak keluar. sel-sel sekretori kelenjar tiroid membesar. sehingga penderita mengalami gemetar tangan yang abnormal. Karena itu pada pasien hipertiroidisme kosentrasi TSH menurun. Bahan – bahan tersebut merangsang aktivasi cAMP dalam sel. sehingga untuk memenuhi pesanan tersebut. Definisi Hipertiroid adalah kelompok sindroma yang disebabkan oleh peninggian hormone tiroksin yang tidak terikat ( bebas ) dalam sirkulasi darah (Brunner. Bahan ini mempunyai efek perangsangan yang panjang pada kelenjar tiroid. dengan hasil akhirnya adalah hipertiroidisme. Gejala klinis pasien yang sering berkeringat dan suka hawa dingin termasuk akibat dari sifat hormon tiroid yang kalorigenik. ( Price Silvia. Bahkan akibat proses metabolisme yang menyimpang ini. 2005 ) 3.2008. berbeda dengan efek TSH yang hanya berlangsung satu jam. akibat peningkatan laju metabolisme tubuh yang diatas normal.

. itu disebut suatu functioning nodule. TPO (thyroid peroxidase antibodies) dengan cara berikatan dengan reseptor TSH sehingga menyebabkan aktivasi kerja kelenjar tiroid secara terus menerus dan tidak terkendali ( hipertiroid ) Pencetus-pencetus untuk penyakit Grave termasuk:      Stres Merokok Radiasi pada leher Obat-obatan dan Organisme-organisme yang menyebabkan infeksi seperti virus-virus. misalkan TSIg ( thyroid Stimulator Immunoglobulin). Kemudian. Functioning Adenoma dan Toxic Multinodular Goiter Berkaitan dengan penambahan usia yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi bergumpal-gumpal membentuk nodul ( benjolan ). 2. sebuah tes darah mungkin mengungkap tingkat-tingkat TSI yang meningkat. kelenjar tiroid bekerja secara otonom ( tidak merespon pengaturan TSH dan memproduksi hormone tiroid dengan bebas ) sehingga aktivitas kelenjar tiroid tidak terkendali dan menghasilkan hormone tiroid yang berlebihan ( hipertiroid ) Ketika ada suatu benjolan (nodule) tunggal yang memproduksi secara bebas hormonhormon tiroid. yaitu : 1. Penyakit grave Penyakit grave adalah penyakit autoimun yang bisa mengaktifkan aktivasi antibody yang menstimulasi kerja kelenjar tiroid . Functioning nodules mungkin siap dideteksi dengan suatu thyroid scan. Jika ada lebih dari satu functioning nodule. istilah toxic multinodular goiter (gondokan) digunakan. Penyakit Graves dapat didiagnosis dengan suatu scan tiroid dengan obat nuklir yang standar yang menunjukkan secara panjang lebar pengambilan yang meningkat dari suatu yodium yang dilabel dengan radioaktif.4. Etiologi Ada beberapa etiologi. Sebagai tambahan.

(sumber : http : //therizkikeperawatan. 6. Pada kasus-kasus ini. seorang endocrinologist melakukan tes-tes terperinci untuk menilai pelepasan dari TSH. Pemasukan hormon-hormon tiroid yang berlebihan Konsumsi hormone tiroid yang berlebihan dalam usaha untuk menurunkan berat badan dapat mengakibatkan aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan ( hipertiroid ).hipertiroid.blogspot. Hipertiroid yang dipengaruhi/diinduksi oleh yodium biasanya terlihat pada pasien-pasien yang telah mempunyai kelenjar tiroid abnormal yang mendasarinya. 5.com. seperti amiodarone (Cordarone). Pemasukan yodium yang berlebihan Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon-hormon tiroid. Pengeluaran abnormal dari TSH Sebuah tumor didalam kelenjar pituitari mungkin menghasilkan suatu pengeluaran dari TSH (thyroid stimulating hormone) yang tingginya abnormal. Thyroiditis paling umum terjadi setelah suatu kehamilan dan dapat terjadi sampai dengan 8 % dari wanita-wanita setelah melahirkan. mengandung suatu jumlah yodium yang besar dan mungkin berkaitan dengan kelainankelainan fungsi tiroid. Pasien-pasien ini dapat diidentifikasikan dengan mendapatkan suatu pengambilan yodium berlabel radioaktif yang rendah (radioiodine) pada suatu thyroid scan. Ini menjurus pada tanda yang berlebihan pada kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon-hormon tiroid. Untuk mengidentifikasi kekacauan ini. Tiroiditis ( peradangan pada tiroid ) Peradangan pada tiroid dapat mengakibatkan kelenjar tiroid bocor sehingga jumlah hormone yang masuk kedalam sirkulasi meningkat dan menyebabkan hipertiroid. Suatu kelebihan yodium dapat menyebabkan hipertiroid. fase hipertiroid dapat berlangsung dari 4 sampai 12 minggu dan seringkali diikuti oleh suatu fase hipotiroid (hasil tiroid yang rendah) yang dapat berlangsung sampai 6 bulan.3. 4. yang digunakan dalam perawatan persoalan-persoalan jantung. Obat-obat tertentu. Kondisi ini adalah sangat jarang dan dapat dikaitkan dengan kelainan-kelainan lain dari kelenjar pituitari.html) . Tiroiditis dapat didiagnosis dengan suatu thyroid scan.

Faktor Resiko (Long. Di Amerika Serikat terdapat 3 kasus per 1.000 pria.000 wanita.000 wanita. Di Inggris. 2001) 6. Pada wanita terdapat 20-27 kasus per 1. sedangkan pada pria sebanyak 1-5 kasus per 1. Manifestasi klinis (Baradero. 2. Efek pada pertumbuhan Pada penderita hipertiroidisme. Epidemiologi Prevalensi hipertiroidisme yaitu 10 kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada pria.000 pasien.5. Data dari Wickham Survey menggunakan pada pemeriksaan penyaring kesehatan dengan Free Thyroxine Index menunjukkan prevalensi hipertiroidisme pada masyarakat sebanya 2%. 2005) 1. (Brunner. seringkali terjad pertumbuhan tulang yang sangat berlebihan sehingga anak yang mengalami hipertiroidisme akan menjadi lebih tinggi disbanding anak normal seusianya. Efek pada Metabolisme Karbohidrat . prevalensi hipertiroidisme dalam praktek umum adalah 25-30 kasus dalam 1.000 wanita. 2006)     Usia diatas 30 tahun dengan wanita yang lebih sering terkena Adanya post trauma emosional Peningkatan stress Konsumsi yodium yang berlebihan yang dapat meningkatkan sekresi hormone tiroid 7. sedangkan di rumah sakit didapatkan 3 kasus dalam 1.

Dan membuat badan menjadi gerah juga berkeringat.Pada hipertiroidisme. dan meningkatkan sekresi insulin. dan trigliserida dalam darah. lipid akan banyak diangkut dari jaringan lemak. meningkatkan kecepatan absorbsi dari saluran cerna. 7. Efek pada Metabolisme Vitamin Hormon tiroid meningkatkan jumlah berbagai enzim dan vitamin merupakan bagian penting dari berbagai enzim atau koenzim. Efek pada Plasma dan Lemak Hati Meningkatnya hormon tiroid menurunkan jumlah kolesterol. Efek pada Berat Badan Bila produksi hormon tiroid sangat meningkat maka hampir selalu menurunkan berat badan. Efek pada Metabolisme Basal Oleh karena hormon tiroid meningkatkan metabolisme sebagian besar sel tubuh. Bila sekresi hormon tiroid berlebihan maka dapat timbul defisiensi vitamin relatif. . dikarenakan metabolism tubuh yang sangat cepat 8. yang meningkatkan konsentrasi asam lemak bebas dalam plasma. Efek pada Metabolisme Lemak Pada hipertiroidisme. penggunaan glukosa yang cepat oleh sel. 4. fosfolipid. meningkatkan glikolisis. 3. 5. maka kelebihan hormon ini kadangkala akan meningkatkan laju metabolisme basal sampai setinggi 60-100% diatas nilai normalnya. meningkatkan glukogenisis. hormon tiroid juga sangat mempercepat proses oksidasi asam lemak bebas oleh sel. 6. Hormon tiroid meningkatkan kebutuhan akan vitamin. Efek pada Sistem Kardiovaskuler Meningkatnya metabolisme dalam jaringan mempercepat pemakaian oksigen dan memperbanyak jumlah produk akhir dari metabolisme yang dilepaskan dari jaringan. Semua efek ini mungkin disebabkan oleh naiknya seluruh enzim akibat dari hormon tiroid. kecuali bila pada saat yang sama kenaikan kebutuhan vitamin itu dapat dicukupi.

tetapi karena efek aksitasi dari hormon sinaps.Efek ini menyebabkan vasoladitasi pada sebagian besar jaringan tubuh. Frekuensi denyut jantung lebih meningkat di bawah pengaruh pengaruh hormon tiroid. Efek pada Respirasi Meningkatnya kecepatan metabolisme akan meningkatkan pemakaian oksigen dan pembentukan karbondioksida. Efek pada Sistem Saraf Pusat Hormon tiroid meningkatkan kecepatan berpikir. tetapi juga sering menimbulkan disosiasi pikiran. maka curah jantung juga akan meningkat. . 9. 10. efek-efek ini mangaktifkan semua mekanisme yang meningkatkan kecepatan dan kedalaman pernafasan. Kecepatan aliran darah pada kulit terutama meningkat oleh karena meningkatnya kebutuhan untuk pembuangan panas. Meningkatnya aliran darah. maka penderita seringkali merasa capai terus-menerus. Efek pada Fungsi Otot Jika hormon tiroid berlebihan. Efek ini disebabkan oleh vasodilitasi. Ciri khas pada penyakit ini yang disebabkan graves disease adalah oftalmophaty. dan sebaliknya. yang mengakibatkan bertambahnya jumlah darah yang terkumpul dalam sirkulasi. pembesaran retrobular dan otot ekstraokular pada mata. timbul kesulitan tidur. dan membuat mata tampak eksoftalmus. Efek pada Tidur Olek karena efek yang sangat melelahkan dari hormon tiroid pada otot dan saraf pusat. maka otot-otot menjadai lemah oleh karena kelebihan katabolisme protein. 11. Peningkatan aktivitas enzimatik yang disebabkan oleh peningkatan hormon tiroid tampanya juga meningkatkan denyut jantung. sehingga meningkatkan aliran darah. 12. Hormon tiroid meningkatkan baik kecepatan sekresi getah pencernaan dan pergerakan saluran cerna. Efek pada Saluran Cerna Selain meningkatkan nafsu makan dan asupan makanan. 13. Hormon tiroid menyebabkan volume darah sedikit meningkat. Sering kali terjadi diare.

biasanya menderita oligomenore. 15. Aspek Legal Etik  Autonomy Setelah kita beri inform concent terlebih dahulu mengenai prognosis penyakit. Klien berumur 33 tahun. karena apabila ada pemeriksaan diagnostik atau . dan glikogenesis berdampak meningkatkan glukosa darah (Baradero. Wanita yang hipertirodisme. hormon tiroid meningkatkan sebagian besar aktivitas metabolisme yang berkaitan dengan pembentukan tulang. Pada Organ lain  Infark Miorkad : peningkatan kerja jantung yang berlebih yang tidak tertangani. Komplikasi Pada mata : ulserasi kornea. dan terdapat trombosit yang diangkut yang dapat menyebabkan tersangkut dan menyumbat aliran darah  Diabetes Melitus : Peningkatan glukoneogenesis. Kasus hipertensi tidak tertangani. merusak sel otot jantung. akan berujung pada kasus hipertensi. akibatnya meningkatkan kebutuhan hormon paratiroid. lipopisis. tetapi juga meningkatkan kebutuhan jaringan akan hormon ini. Efek pada Kelenjar Endokrin lain Meningkatnya hormon tiroid meningkatkan kecepatan sekresi sebagian besar kelenjar endokrin lain. Efek pada Tiroid pada Fungsi Seksual Kelebihan hormon tiroid menyebabkan impotensi pada pria. sudah dianggap mampu untuk memilih intervensi yang akan kita lakukan kepadanya. yang berarti sangat berkurangnya perdarahan dan kadang timbul amenore.14. Contohnya. 8. perawat sebaiknya melakukan tindakan sesuai dengan seharusnya di lakukan.  Non Maleficence Pada kasus hipertiroid ini. neuropati optik dan miopati ekstrokular. 2005) 9.

dan bila yodium di dalam tiroid terdapat dalam jumlah cukup banyak maka terjadi hambatan sintesis iodotironin dan iodotirosin (Guyton and Hall. serta menghambta kerja enzim peroksidase dalam proses iodinasi tirosin. karena iodida dalam konsentrasi tinggi menghambat proses transpor aktifnya sendiri ke dalam tiroid. Tidak membeda-bedakan klien. 2008). maka akan merugikan klien dari segi keuangan maupun mental  Beneficence Beneficence berarti melakukan yang baik. tetapi digunakan sebagi terapi ajuvan. misalnya antagonis reseptor-β dan penghambat kanal Ca++ . Pemberian iodida dalam dosis tinggi dapat ―meringankan‖ hipertiroidisme. karena klien dengan hipertiroid tidak boleh ada stressor yang akan mengganggu pikiran mereka dan akan bertambah parah untuk prognosis penyakitnya. Pada kasus ini. menghambat konversi T4 menjadi T3.  Justice Prinsip ini mengharuskan perawat untuk berlaku adil kepada setiap klien. . Apalagi klien ini ada pembesaran pada leher juga eksoftalmus pada mata. sebaiknya perawat bersikap ramah dan sabar dalam menghadapi klien.penatalaksanaan yang seharusnya tidak usah diberikan tetapi dilakukan. Penghambat sintesis seperti propiltiourasil (PTU) menghambat proses sintesis T4 dan T3. yaitu:     Antitiroid—menghambat sintesis hormon secara langsung Penghambat ion—yang memblok mekanisme transpor iodida Yodium dengan konsentrasi tinggi—yang dapat mengurangi sintesis dan pengeluaran hormon dari kelenjarnya Yodium radioaktif—yang merusak kelenjar dengan radiasi ionisasi Juga ada beberapa obat yang tidak berefek pada hormon di kelenjar. bermanfaat untuk mengatasi ejala tirotoksikosis. 10. Penatalaksanaan Penatalaksanaan Farmakologi Ada 4 golongan penghambat sintesis hormon tiroid.

penyakit hati.2 mg/kg/hari (3x sehari). blocking replacement regimen tidak boleh diberikan pada kehamilan dan masa menyusui. dosis pelihara 0. dosis terbagi setiap 8 jam. Propiltiourasil (PTU) (Lacy. demam. nyeri tenggorokan. kehamilan dan menyusui. Methimazole (Lacy. Dosis dewasa 3000 mg/hari. Dosis untuk orangtua 150-300 mg/hari. dosis terbagi setiap 8 jam. dosis pelihara 100-150 mg/haridalam dosis terbagi setiap 8-12 jam. untuk hipertiroidisme ocasional memerlukan 600900 mg/hari.4 mg/kg/hari (3 x sehari). 10 mg. Mekanisme Obat: menghambat sintesis hormon tiroid dengan memhambatoksidasi dari iodin dan menghambat sintesistiroksin dan triodothyronin Resiko khusus : hati-hati penggunaan pada pasien lebih dari 40 tahun karena PTU bisa menyebabkan hipoprotrombinnemia dan pendarahan. mual muntah. 2. maksimum 30 mg dalam sehari. 20 mg Dosis dan aturan pakai : untuk anak 0. sakit kepala. nyeri sendi. Bentuk sediaan : tablet 5 mg. ada kecendrungan pendarahan.Berikut adalah contoh obat yang biasa di gunakan pada hipertiroid: 1. 2006) Nama generik : Propiltiourasil Nama dagang di Indonesia : Propiltiouracil (generik) Indikasi : hipertiroidisme Kontraindikasi : hipersensisitif terhadap Propiltiourasil. Untuk dewasa: . Hipertiroidisme berat 450 mg/hari. hepatitis. 2006) Nama generik : Methimazole Nama dagang : Mapazole Indikasi : agent antitiroid Kontraindikasi : hipersensitif terhadap methimazole dan wanita hamil. Efek samping : ruam kulit. Bentuk sediaan : tablet 50 mg dan 100 mg Dosis dan aturan pakai : untuk anak-anak 5-7 mg/kg/hari atau 150-200 mg/ m2/hari.

karbamizole 20 – 60 mg dikombinasikan dengan tiroksin 50 150 mg. dosis pelihara 5-15 mg/hari. ada kecendrungan pendarahan. Indikasi : hipertiroidisme Kontraindikasi : blocking replacement regimen tidak boleh diberikan pada kehamilan dan masa menyusui. yaitu memberikan kalori 2600-3000 kalori per hari baik dari makanan maupun dari suplemen. Untuk dosis anak mulai dengan 15 mg/hari kemudian disesuaikan dengan respon. Resiko khusus : pada pasien diatas 40 tahun hati-hati bisa meningkatkan myelosupression. nyeri tenggorokan. Bentuk sediaan : tablet 5 mg Dosis dan aturan pakai : 30-60 mg/hari sampai dicapai eutiroid.5 gr/kg berat badan ) per hari untuk mengatasi proses pemecahan protein jaringan seperti susu dan telur. Efek samping : sakit kepala. kehamilan dan menyusui. 2006) Nama generik : Karbimazole Nama dagang di Indonesia : Neo mecarzole (nicholas). Efek samping : ruam kulit.2001)     Diet yang diberikan harus tinggi kalori. alkohol dan kafein yang dapat meningkatkan kadar metabolisme. mual muntah. vertigo. nyeri sendi. Mengurangi rokok. biasanya terapi berlangsung 18 bulan. kehamilan 3. konstipasi. Karbimazole (Lacy. Sebagai blocking replacement regimen. hipertiroid berat 60 mg/ hari. . leukopenia. Konsumsi protein harus tinggi yaitu 100-125 gr (2.hipertiroidisme ringan 15 mg/hari. demam. sakit kepala. mual muntah. nyeri lambung. Resiko khusus : penggunaan pada pasien lebih dari 40 tahun karena PTU bisa menyebabkan hipoprotrombinemia dan pendarahan. Penatalaksanaan Non Farmakologi (Brunner. Olah raga secara teratur. edema. sedang 30-40 mg/hari. lalu dosis diturunkan menjadi 5-20 mg/hari.

Resiko tinggi untuk bedah/anestesi. .  Lakukan intubasi atau tusukkan Medicut no. drain Redon kurang cepat menampung perdarahan dan darah mengumpul pada leher membentuk hematoma dan menekan trakea sehingga penderita sesak napas. dipasang drain Redon. benjolan difus. Ruang lingkup: benjolan di leher bagian depan. Disertai nodul tiroid. laringius superior  Cedera pada cabang eksternus mengakibatkan perubahan tonus suara penderita. Jika perdarahan arterial. Problem kardiologis akibat penyakit Graves.12 perkutan menembus membran krikotiroid. bila berbicara agak lama maka penderita merasa capek dan suara makin menghilang. Indikasi operasi      Usia < 40 tahun. optalmopati dikarenakan kelainan auto imun. Lesi n. Wanita hamil. 2006) Tiroidektomi Definisi: suatu tindakan pembedahan dengan cara pengangkatan sebagian besar jaringan tiroid pada kedua lobus. perlu dilakukan re-open.Penatalaksanaan Bedah (Lacy. - Kontra indikasi operasi    Penyakit Graves rekuren. ikut bergerak waktu menelan disertai tanda hipertiroidi.   Luka operasi dibuka dan evakuasi bekuan darah Penderita dibawa ke kamar pembedahan untuk dicari sumber perdarahan dan dihentikan. - Komplikasi operasi Komplikasi dini paska bedah Perdarahan  Bila darah di botol Redon > 300 ml per 1 jam. Anak-anak. Alergi OAT.

paratiroid terambil sebanyak 2 buah atau lebih. Anjurkan klien untuk mengurangi aktivitas dan memperbanyak istirahat 6. Perawatan dirumah Penatalaksanaan untuk hipertiroid lebih banyak dilakukan dirumah. Adapun perawatan dirumah yang bisa diajarkan kepada klien adalah : 1. Odem pada paratiroid karena manipulasi dapat menambah terjadinya hipoparatiroidism transien. atau terjadi kerusakan vaskularisasinya. Kurangi pemasukan yodium. Untuk mencegah hal ini dianjurkan untuk melakukan autotransplantasi kel. kram. Penggunaan penutup mata pada saat tidur 3. sternokleidomastoideus. Hindari emosi dan stress dan hindari minuman beralkohol dan merokok 7. Anjurkan klien untuk melatih otot mata 5. disertai kalsium per-oral. paratiroid pada m. paratiroid ini memiliki daya hidup yang tinggi 11. Penggunaan kacamata hitam pada saat beraktivitas 2. perlu diberi terapi dengan pemberian pelan intravena kalsium glukonat 10% sebanyak 10 ml. misalkan mengurangi makan seafood . Gangguan yang sifatnya transien pada 2-4% dan akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu atau bulan  Adanya gangguan pada n. Kerusakan n. rekuren secara awal dapat dilihat dengan laringoskop direkta pada waktu dilakukan ekstubasi. Cedera pada cabang internus mengakibatkan penderita tersedak bila minum air. Terjadinya hipoparatiroidism permanen bila kel. kejang.6%. jadi klien ke rumah sakit hanya untuk control. rekuren  Bila waktu pembedahan kedua syaraf rekuren diidentifikasi maka kemungkinan paralise akibat kecelakaan dilaporkan hanya 0-0.  Komplikasi yang terjadinya lambat Hipoparatiroidism Hipokalsemia transien dapat terjadi 1-2 hari pasca-bedah.  Bila timbul gejala klinis seperti parestesi. Pemakaian obat tetes mata secara teratur dan sesuai dosis 4. Autotransplantasi kel.

Keluhan Utama Klien mengeluh terdapat pembesaran leher sejak dua bulan terakhir. Uj A. b. gemetar (+). Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan pada Ny. Untuk OAT (obat anti tiroid). Identitas Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Diagnosa medis : Tn. Uj datang keluhan saat awal terdapat pembesaran leher sejak dua bulan terakhir. Riwayat Kesehatan Keluarga . Riwayat Kesehatan Sekarang Pada tanggal 15 November 2009 Ny. Anjurkan klien datang ke rumah sakit untuk control. 2000) 12. Uj : 33 tahun : Perempuan :::::: Hipertiroidisme II. perawat harus memberikan pemahaman tentang dosis dan cara pemberian. 9. Menanyakan apakah klien sebelumnya mempunyai penyakit kanker? d. c. (Doengoes. Pengkajian I. Riwayat Kesehatan a. Riwayat Kesehatan Dahulu Sejak satu tahun lalu klien rutin control ke poliendokrin setelah di rujuk dari poli penyakit dalam.8. keluhan lain keringat banyak (+). dengan kesadaran CM dan suhu afebris.berdebar-debar(+).

Pola minum c. Riwayat Psikologi Kaji apakah klien mengalami masalah psikologi berhubungan dengan perubahan fisiknya (eksoftalmus. biasanya pada pasien hipertiroidisme sering merasa lapar karena adanya hipermetabolisme.- Menanyakan apakah ada keluarga yang menderita penyakit dengan tanda dan gejala yang sama? e. nodul goiter pada leher)? III. Pemeriksaan Head to toe 1. : terganggu karena kebutuhan oksigen meningkat. Pola napas : meningkat karena adanya pengeluaran keringat yangh berlebihan. pada pasien hipertiroidisme biasanya terjadi motilitas usus. Pola tidur : terganggu karena palpitasi dan kecemasan. Pola makan : meningkat .50 C) : 100 x/menit (N=60-100 x/menit) : 161 cm : 60 kg c. TTV TD RR T HR : 110/80 mmHg (N=90-130/70-90 mmHg) : 20 x/menit (N=12-20 x/menit) : afebris (N=36. f. Kebutuhan Dasar a.5-37. Antropometri TB BB b. b. e. Kulit dan rambut     inspeksi warna rambut palpasi jumlah rambut kulit : DBN tidak toleran terhadap panas . Pola aktivitas : terganggu karena terjadi kelemahan umum IV. Pola eliminasi : terganggu. d. Pemeriksaan Fisik a.

bentuk lonjong.96x0.55x4.43x2.33x2. tidak ada benjolan 5. Dada dan thorax . gigi bersih 7. tidak ada nyeri tekan.82x6. Telinga Ukuran sedang. 2. dan tidak dapat menutup dengan sempurna. Hidung Simetris.85x1.06x1. Mata  Eksoftalmus +/+ (bola mata terdorong ke depan dan mata menonjol dari tulang orbita). tidak ada lesi. miksedema pratibial / dermofati (penebalan dan hiperfigmentasi kulit lokal di aspek anterior kaki dan tungkai bawah). tdak ada secret. tidak ada lesi. Kepala Bentuk simetris antara kanan dan kiri.31 cm tampak nodul hipoechoik dengan batas tegas (halo)dengan ukuran 0. tidak ada serumen pada lubang telinga.08.01x1. tidak ada benjolan 6.11cm dan lesi heterogen hipo dan hiperechoik dengan ukuran 1.  Struma difusa bilateral dengan nodul multipel di lobus kanan 8. 3. simetris antara kanan dan kiri. Leher      Terdapat pembesaran leher Kelenjar tiroid: teraba dufuse lingkar leher 33. Mulut Bentuk mulut simetris.5cm Tiroid kiri : membesar dengan ukuran 3. lidah bersih. Tiroid kanan: 3.56cm.    Konjungtiva pucat (-) Ikterik (-) Penglihatan kabur 4. mata berair.

Pada Doppler tampak vaskuler pada tepi lesi . getaran focal femitus sama antara kanan dan kiri. Hasil USG tiroid: 1.55x4.08. Echoparenkim homogeny normal. . terdapat kelemahan otot. pengeluaran keringat (+) Bawah lengkap. Tak tampak nodul/kalsifikasi.85x1.06x1. Tiroid kanan: 3.96x0. Pengukuran yang tepat untuk melihat pembesaran volume tiroid berdasarkan panjang.82x6.11cm dan lesi heterogen hipo dan hiperechoik dengan ukuran 1. Tiroid kiri : membesar dengan ukuran 3. simetris. Pada Doppler tampak vaskuler meningkat intratiroid. Abdomen Perut datar.43x2. Pemerikasaan diagnostic USG (Data Pasien) : memberikan ukuran tiroid yang lebih luas dan bebas bias pengukuran.33x2. 9.31 cm tampak nodul hipoechoik dengan batas tegas (halo)dengan ukuran 0. terdapat kelemahan otot.Dada simetris kanan dan kiri. Ekstremitas    Tremor (+) Atas lengkap. jarak dan ketebalan. Dada berdebar-debar. 10. resonan. Kesan : struma difusa bilateral dengan nodul multipel di lobus kanan sugestif lesi benigna Skintigrafi : teknik ini akan menghasilkan gambaran visual yang menentukan lokasi radioaktivitas di daearah yang dipindai.01x1. 2. kepengeluaran keringat (+) Kekuatan otot 4 4 4 4 V.56cm.

Pemeriksaan Lain (Smeltzer. aspect hyperthyroidea dengan exopthalmic goiter sesuai Grave’s disease. Ambilan iodium radioaktif  Untuk mengukur kecepatan pengambilan iodium oleh kelenjar tiroid. Pemeriksaan Elektrolit  kondisi hiponatermia akibat respon adrenal atau efedelusi terapi cairan.- Scanning Tiroid Kesan : Bilatersal difusa struma Fungsi uptake : tinggi.5150 nmol/L). T3 Serum  Pada kasus hipertiroid mengalami kenaikan. Nilai Normal : 4.2002) dalam . Penderita hipertiroid akan mengalami penumpukan proporsi yang tinggi.   Tes TRH  Untuk memeriksa cadangan TSH di hipofisis dan sangat efektif jika tes T3 dan T4 tidak bisa dianalisa. Pemeriksaan fungsi hepar  sekresi hepar menunjukan kondisi abnormal. Nilai normalnya 2535%. Kortisol plasma  kerusakan adrenal menyebabkan penurunan kortikol plasma.15-3. Nilai normal : 70-220 ng/dL (1. Pada hipertiroidisme T3 resin > 35%.5-11. Tes T3 ambilan resin  Untuk mengukur kadar TBG tak jenuh. 2000)     T4 Serum  Biasanya menunjukan kenaikan. hipokalemia akibat dieresis dan kehilangan dari GI. Tes TSH  Sangat penting untuk menegakkan diagnose dan penatalaksanaan kelainan tiroid dan untuk membedakan kelainan yang disebabkan oleh penyakit pada kelenjar tiroid sendiri atau pada kelenjar hipofisis.10 nmol/L).     Pemeriksaan gula darah  Penderita hipertiroid biasanya mengalami peningkatan serum gula darah akibat kerusakan adrenal.5 µg/dL(58. Pemeriksaan Lab (Doengoes.

USG tiroid  Untuk memberikan gambaran ukuran tiroid yang lebih luas dan bebas dari bias pengukuran.9 Sumber : WHO/ICCIDD (1997)  Skintigrafi  pemindaian sangat membantu dalam menentukan lokasi. khusunya kalau jaringan tiroid tersebut terletak substernal atau berukuran besar.1 6. Identifikasi daerah yang mengalami peningkatan fungsi (hot areas) atau penurunan fungsi (cold areas) dapat membantu dalam menegakkan diagnosis.9 6.6 5. waktu sistolik memendek kardiomegali.4 Indonesia (ml) 2.8 7.5 7.1 Perempuan WHO (ml) 3.0 4. ukuran.8 8.1 6.7 6.8 5. Pengukuran yang tepat untuk melihat pembesaran volume tiroid berdasarkan panjang.0 9.3 4.5 6. .4 3.7 7. bentuk. Pada penderita hipertiroid terjadi fibrilasi atrium.5 8.  Pemeriksaan EKG  Untuk mengetahui abnormalitas kerja jantung.9 5. dan fungsi anomatik kelenjar tiroid. Batas Normal Volume Tiroid Berdasarkan USG : Laki-laki Umur WHO (ml) 6 7 8 9 10 11 12 3.3 Indonesia (ml) 4.8 4.9 4.4 7.6 4.2 4.4 8. jarak.0 4. dan ketebalan kedua cuping.

1999) ETIOLOGI Grave disease HLA DR + CCTLA-4 terkait Masuk ke sel T Sel T terlalu peka Sel T tidak terkendali Adanya interferon γ Sel T autoantigen Sel B mengeluarkan antibody (autoantibodi) (TSI. penurunan penampilan. TGI) Reseptor TSH Peningkatan hormone tiroid PROBLEM Intoleransi aktivitas DS DO : kelemahan otot .Analisa Data DATA : biasanya klien mengeluh lemah dan kekurangan energy untuk mempertahankan rutinitasnya. perilaku gelisah (Doengoes. gugup. tegang.TBII. labilitas/peka terhadap rangsang emosional.

perubahan kognitif. 1999) Sel B mengeluarkan antibody (autoantibodi) (TSI. hilang kontrol. BB 60kg (normal) .Biasanya terdapat tanda-tanda malnutrisi. kurang minat terhadap nafsu makan (Doengoes. ATP turun Lemah Intoleransi aktivitas DS : biasanya klien mengeluh mual. muntah. 1999) DS : biasanya klien terlihat kuatir. Peningkatan hormone tiroid TSH turun Ansietas .hipermetabolisme Mitokondria bengkak Uncoupling dari fosforilasi oksidatif Suhu meningkat. TGI) Reseptor TSH Peningkatan hormone tiroid hipermetabolisme Resiko gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan DO : .TBII. gemetar.TB 161cm. panik. nutrisi tidak adekuat (Doengoes.Diare .

distorsi rangsang lingkungan. 1999) Efineprin dan DO : biasanya terdapat tremor HR : 20 x/mnt (dalam batas normal) norefineprin Aktivasi system saraf simpatis Vasodilatasi pembuluh darah Aliran darah ke jantung meningkat Beban jantung meningkat Peningkatan HR Palpitasi Ansietas DS : leher membesar sejak 2 tahun lalu Biasanya klien mengeluh terkait dengan bentuk fisik pascapembedahan. 1999) Peningkatan hormone tiroid Peningkatan perkembangan kelenjar tiroid Pembentukan nodulnodul goiter Gangguan Body Image . takut dengan reaksi orang lai. gelisah Aktivasi kelenjar adrenal (Doengoes. menarik diri. terlihat depresi (Doengoes.

5 cm Struma difusa Gangguan Body Image . lingkar leher 33.DO : struma difusa bilateral.

yang besar menimbulkan hiperaktif. Pantau TTV dan 1. yang yang ruangan dingin.o otot kelemahan dengan criteria hasil: klien tidak kenaikan setelah meningkat bahkan saat istirahat. Gangguan Body Image berhubungan dengan perubahan fisiologis kelenjar tiroid ditandai oleh adanya struma difusa 3. dan sianosis.d peningkatan selama  TTV perawatan 1. dipsnea. turunkan stimulasi sensori. takikardia x/menit) (>160 mungkin mengalami sebesar 10% saat beraktivitas. insomnia. untuk dalam tentang tingkat 2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan peningkatan kebuthan energy ditandai oleh kelemahan otot 2. Catat perkembangan takipnea. warna- . 3. Intoleran aktivitas Aktivitas dapat terpenuhi Mandiri : b.Diagnosa Keperawatan 1.yang merupakan potensial akan terjadi hipoksia saat beraktivitas. Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hipermetabolik. Intervensi Keperawatan No Diagnosa Keperawatan 1.  Mengungkapkan secara verbal peningkatan energi  Menunjukan perbaikan kemampuan berpartisipasi beraktivitas 3. Berikan lingkungan tenang. Kebutuhan konsumsi O2 dan akan pada ditingkatkan keadaan hipermetabolik. Menurunkan stimulasi kemungkinan dapat agitasi. akan ditemukan 2. melakukan aktivitas. Ansietas berhubungan dengan stimulus system saraf ditandai oleh gelisah dan gemetar 4. pucat. catat nadi baik saat istirahat maupun Nadi secara luas dan Tujuan Intervensi Rasional kebutuhan energy d.

Memungkinkan untuk menggunakan energi dengan konstruktif cara dan mungkin juga akan menurunkan ansietas menonton televisi 7. bedak yang sejuk. 6. Membantu melawan pengaruh peningkatan metabolisme dari untuk mengurangi aktivitas meningkatkan istirahat di tempat tidur 5. Sarankan klien 4. dan seperti 6. musik yang santai (tenang) 4. tindakan membuat nyaman. Berikan yang klien seperti sentuhan/massage. mendengarkan radio.warna yang sejuk. Hindari membicarakan topic yang 7. Peningkatan kepekaan dari susunan saraf pusat dapat klien menyebabkan mudah menjengkelkan atau yang . Memberikan aktivitas pengganti yang menyenangkan dan tenang membaca. Dapat energi yang menurunkan dalam saraf selanjutnya meningkatkan relaksasi. dan 5.

masa depan proses harapan 1. Berikan obat sesuai indikasi: Sedative. insomnia. tranquilizer mis.mengancam pasien. Kolaborasi : 1. menunjukkan ataupun koping emosional metode maladaptive.d menunjukkan 1. Kolaborasi : 1. Perhatikan perilaku 3. Dorong pengungkapan mengenai masalah tentang penyakit..o difusa  Mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit  Klien dapat menyusun rencana realistis untuk masa depan 2.. dan klordiazepoksida (librium) 2. Gangguan Image perubahan fisiologis kelenjar tiroid d. emosi berlebihan. terangsang. Untuk keadaan hiperaktif. Isyarat klien mengenai orang verbal atau orang dapat struma Body Klien b. Dapat menarik penggunaan menyangkal atau diri. . Berikan kesempatan persepsi yang positif terhadap dan tubuhdengan hasil: penampilan fungsi criteria untuk mengidentifikasi rasa takut/ kesalahan konsep dan menghadapinya secara langsung nonverbal terdekat bagaimana terdekat menerima keterbatasan mempunyai pengaruh mayor pada bagaimana klien memandang dirinya sendiri 3. Diskusikan persepsi 2. mis. agitasi. fenobarbital (luminal). mengatasi (gugup).

pskiatri/psikolog proses jangka panjang/ ketidakmampuan 3. mis. Ansietas berat yang berkembang ke panic dalam keadaan dapat menimbulkan perasaan terancam. Ansietas ringan dapat ditunjukan peka dengan dan klien berkurang/hilang 1. Observasi dengan criteria hasil:  Klien tampak rileks  Klien ansietas sampai diatasi  Klien mengidentifikasi mampu cara melaporkan berkurang tingkat dapat laku menunjukan tingkat ansietas. Klien terdekat membutuhkan dukungan berhadapan selama dengan atau orang mungkin konseling psikiatri.. Ikut sertakan klien 4.o saraf gelisah b. rangsang dan gemetar insomnia.d Ansietas yang dialami Mandiri : tingkah yang Mandiri : 1. terror. dan mendorong partisipasi dalam terapi Kolaborasi 5.terlalu memperhatikan tubuh/perubahan membutuhkan intervensi lanjut/dukungan psikologis lebih 4. . Meningkatkan dalam merencanakan perawatan membuat aktivitas dan jadwal perasaan kompetensi/harga diri. mendorong kemandirian. Rujuk Kolaborasi pada 5. Ansietas stimulus system d.

insomnia.hidup sehat untuk ketidakmampuan untuk bicara. kelebihan ketika pada reseptor. . Pantau respon fisik. 2. yang ulang. gerakan berulangkatekolamin kadar epinefrin/norepinefrin dalam keadaan normal.dan berteriakteriak. membagikan perasaannya bergerak. dengan kelebihan tiroid. palpitasi. hiperventilasi. Peningkatan pengeluaran penyekat beta-adrenergik daerah bersamaan efek-efek hormone menimbulkan manifestasi klinik dari peristiwa 2.

yang berikan music nyaman. Memberikan informasi dan meyakinkan klien bahwa keadaan itu bahwa pengendalian emosi itu harus tetap diberikan dengan perkembangan terapi obat sesuai adalah sementara dan akan membaik dengan pengobatan. Berikan ansietas (transquilizer. kurangi lampu yang terlalu kurangi orang berhubungan dengan klien.3. . sedative) dan pantau efeknya obat 1. Kurangi stimulasi 3. Dapat bersamaan pengobatan digunakan dengan untuk menurunkan pengaruh sekresi hormone tiroid yang berlebihan. 4. jumlah yang ansietas klien. Tekankan harapan 4. Menciptakan lingkungan terapeutik. terang. Kolaborasi : Kolaborasi : 1. kelembutan. menunjukan penerimaan aktivitas dapat bahwa personel meningkatkan yang dari luar : tempatkan pada ruangan yang tenang.

Auskultasi usus bising Mandiri : 1. kelemahan umum/nyeri. nyeri abdomen. Catat dan laporkan adanya anoreksia. Terapi yang mungkin klien/orang jika penyokong terus-menerus dibutuhkan terdekat itu krisis menimbulkan perubahan gaya hidup pada klien itu sendiri. munculnya muntah mualadrenergik menyebabkan gangguan aktivitas dapat sekresi insulin/terjadi resisten yang mengakibatkan hiperglikemia. pelayanan social. agama. perubahan dan pernapasan poliuria. polidipsia. Bising usus hiperaktif mencerminkan peningkatan lambung motilitas yang atau fungsi kebutuhan b. 3 Risiko perubahan Kebutuhan nutrisi klien Mandiri : nutrisi kurang dari terpenuhi criteria hasil: dengan 1. sesuai seperti ahli dan 2. Rujuk pada system penyokong kebutuhan konseling. kecepatan kedalaman (tanda asidosis metabolik) .2.d  Menunjukkkan BB yang hipermetaboli k stabil  Terbebas dari tanda- menurunkan mengubah absorpsi tanda malnutrisi 2. Peningkatan 2.

Penurunan BB terusmenerus keadaan kalori yang dalam masukan cukup indikasi terhadap hari dan timbang BB setiap hari serta laporkan adanya merupakan kegagalan penurunan BB terapi antitiroid. Hindari pemberian makanan dapat meningkatkan peristaltik usus yang 5.3. 4. (mis teh. Anjurkan untuk meningkatkan klien 4. Membantu pemasukan cukup tinggi menjaga kalori untuk kalori pada kalori disebabkan jumlah makan dan juga makanan kecil dengan menggunakan makanan tinggi menambahkan tetap tinggi penggunaan yang adanya hipermetabolik. Peningkatan motilitas saluran dapat diare pencernaan mengakibatkan dan gangguan absorpsi nutrisi yang diperlukan. Pantau makanan masukan setiap 3. kopi dan makanan lainnya cairan berserat ) dan yang menyebabkan diare . kalori yang mudah dicerna 5.

. Glukosa. Kolaborasi : 1. vitamin kompleks b. Berikan obat 2 a.Kolaborasi : 1. Insulin (dengan dosis kecil) b. Konsul dengan ahli gizi memberikan tinggi protein. Mungkin memerlukan bantuan untuk menjamin pemasukan zat-zat makanan yang adekuat dan mengidentifikasikan makanan pangganti yang paling sesuai. Dilakukan mengendalikan glukosa darah jika dalam dan atau terjadi peningkatan. B memenuhi kalori yang diperlukan mencegah mengobati hipoglikemia. 2. Diberikan untuk dengan indikasi: a. karbohidart vitamin dan untuk diet kalori.

blogspot. Lacy. Bandung: Alumni Padjadjaran Price.. 2005 . L. S. Jakarta : EGC Brunner. AphA.Daftar Pustaka Baradero Mary. 2007.USGhasil. 1996. Buku Ajar Patologi.com/2008/05/struma-diffusa.html: 26 Mei 2012.18 http://yusufheriady. 14. 16.P.13 http : //therizkikeperawatan. Robinns.2. 2002. Arthur C. Lexi-Comp’s. L.A.2000.00 .C dan Bare.html: 26 Mei 2012. Amstrong. Barbara.L. Jakarta : EGC. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah E/8 Vol.hipertiroid. Guyton. 2006. Goldman.com. http://www. Jakarta: EGC.G..html: 26 Mei. Klien Gangguan Endokrin Seri Asuhan Keperawatan. Long C. B.F. Drug Information Handbook. Buku Ajar keperawatan Medikal bedah E/8. and Lance. C. M. suddarth. 15. dkk. Jakarta : EGC Doengoes . Patofisiologi.13 http://qittun. John E. 14th edition.E. Jakarta: EGC Smeltzer. Hall. M.blogspot.com/2009/03/gondok-beracun-struma-toksik-apakah.html: 25 Mei 2012. Et All. S. 2005. Perawatan Medikal Bedah. 1997. 2001..blogspot. ―Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien‖.. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 12. Jakarta : EGC.edu/2009/18/ekoparenkim.L. Jakarta : EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful