P. 1
Isim Dari Segi Pembentukannya

Isim Dari Segi Pembentukannya

|Views: 1,122|Likes:
Published by shorof
isim dapat dirubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain
isim dapat dirubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain

More info:

Published by: shorof on Apr 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

ISIM DARI SEGI PEMBENTUKANNYA Dari segi pembentukannya isim dibagi menjadi dua : isim jamid (‫ )ﺟﺎﻣﺪ‬dan isim

mustaq (‫.)ﻣﺴﺘﻖ‬ ّ

‫اﻻﺳﻢ اﻟﺠﺎﻣﺪ‬
Isim jamid adalah isim yang tidak terambil dari kata yang lain. Isim jamid ada dua : isim dzat (‫ )ذات‬atau isim jenis (‫ )ﺟﻨﺲ‬dan isim makna (‫ )ﻣﻌﻨﻰ‬atau mashdar (‫.)ﻣﺼﺪر‬

(‫اﺳﻢ اﻟﺬات )اﺳﻢ اﻟﺠﻨﺲ‬
Adalah isim yang dari lafadz tersebut tidak terambil fi’il yang semakna dengannya. Contoh : ‫رﺟﻞ‬

-‫ﻥﻬﺮ- ﻏﺼﻦ‬

(‫ﻣﺼﺪر )اﺳﻢ اﻟﻤﻌﻨﻰ‬
Adalah kata yang menunjukkan makna yang tidak disertai zaman (keterangan waktu). Contoh : ‫ﻋﺪل‬

– ‫إآﺮام - إﺟﺘﻤﺎع‬ ‫ﻗﺎم‬
menunjukkan

Sedangkan fi’il menujukkan pekerjaan dan keterangan waktu. Kata pekerjaan “berdiri” pada waktu yang telah lalu (telah berdiri), sedangkan kata

‫ ﻳﻘﻮم‬menandakan

pekerjaan “berdiri” pada waktu sekarang atau akan datang (sedang berdiri/akan berdiri), sedangkan kata

‫ ﻗﻢ‬menandakan pekerjaan “berdiri” pada waktu yang akan datang (berdirilah).

adapun kata “‫ “ اﻟﻘﻴﺎم‬adalah “pekerjaan” yang merupakan salah satu tanda fi’il yaitu mashdar. Dan mashdar adalah asal fi’il dan asal seluruh isim-isim mustaq. Fi’il ada yang terdiri dari tiga huruf, atau empat huruf, atau lima huruf, dan ada yang enam huruf. Dan semua fi’il-fi’il tersebut mempunyai bentuk mashdar yang berbeda-beda. 1. Mashdar fi’il yang terdiri dari tiga huruf Mashdar fi’il yang terdiri dari tiga huruf tidak hanya memiliki satu kaidah saja tapi memiliki bermacam-macam bentuk yang berbeda yang tidak mempunyai aturan yang baku dan hanya bisa diketahui dengan mendengar langsung dari orang arab (sima’i) dan dengan merujuk ke kitab-kitab bahasa.

A. Macam-macam bentuk wazan yang sering digunakan pada mashdar fi’il yang terdiri dari tiga huruf : a. wazan

‫ـﺎﻟﺔ‬ ‫ ﻓ‬dengan menisbatkan pada mata pencaharian ‫ﻌ‬ - ‫ﺔ‬ ‫ﺍ‬ ‫ﺓ – ﺯ‬ ‫ﺎ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﹺﺭ ﻋ‬ ‫ﺠ ﺭ‬

‫ﻨ ﻋ‬ Contoh : ‫ﺔ‬ ‫ﺼ ﹶﺎ‬

b. wazan ‫ﻼﻥ‬ ‫ ﻓ‬yang menunjukkan arti bergerak/ bergoncang ‫ﹶﻌ‬ Contoh : ‫ﺎﻥ‬ ‫ﻏﻠ‬ ‫ﹶﹶﻴ‬

- ‫ﺍﻥ‬ ‫ ﹶﺎﻥ – ﺩﻭ‬ ‫ﻁ‬ ‫ﺭ‬  ‫ﹶﻭﻓ‬

c. wazan

‫ﻠﺔ‬‫ ﻓﻌ‬yang menunjukkan arti warna ‫ﹸ‬ - ‫ﺓ‬ ‫ﺨﻀ‬ ‫ﺭ‬ ‫ﹸ‬

contoh : ‫ﺓ‬ ‫ﺼﻔ‬ ‫ ﹾﺭ‬

d. wazan

‫ﺎل‬ ‫ ﻓ‬yang menunjukkan arti sakit/ suara ‫ﹸﻌ‬ - ‫ﺎﺡ – ﺒ ﹶﺎﺀ – ﺯ ﹶﺎﻡ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﻜ‬ ‫ﻜ‬ ‫ﹸﺒ‬

‫ﻌ‬ contoh : ‫ﺎل‬ ‫ﺴ‬
e. wazan

‫ﺎل‬ ‫ ﻓ‬yang menunjukkan arti larangan ‫ﻌ‬ - ‫ﺎﺀ – ﻨ ﹶﺎﺭ – ﻋ ﹶﺎﺏ‬ ‫ﺇ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﻔ‬ ‫ِﺒ‬

contoh : ‫ﺎﺫ‬ ‫ﻋ‬ ‫ﻴ‬

B. Ketika mashdar tidak mengikuti wazan-wazan diatas maka mengikuti wazan sebagai berikut : a. fi’il muta’addy (transitif) : berwazan ‫ل‬ ‫ﻓ‬ ‫ﹶﻌ‬

contoh :

‫ﻡ- ﺭﻗﹾﻡ‬‫ﺏ- ﻓﻬ‬‫ﻊ- ﻓﺘﹾﺢ- ﻤﻨﹾﻊ- ﻀﺭ‬‫ﺴﻤ‬  ‫ﹶ‬   ‫ﹶ‬  ‫ﺭ ﹶﻡ‬ ‫ﻗ‬

( kesalahan yang sering terjadi

adalah mengucapkan kata

dengan memfathah huruf qoofnya, yang benar

adalah dengan mensukun huruf qoofnya). b. fi’il lazim (intransitif) berwazan :

‫ﹸﻌ‬ - ‫ﻭل‬ ‫ ﻓ‬contoh :
lafadz

‫ﻭﺩ‬ ‫: ﻁﹸﻭﻉ- ﺴﺠﺩ: ﺴ‬ ‫: ﺠﹸﻭﺱ- ﻁﻠ‬ ‫ﻠ‬ -‫ﻭﺩ‬ ‫ : ﻗ‬  ‫ﻗ‬ ‫ﺠ‬    ‫ﹶﹶﻊ ﹸﻠ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺠﹶﺱ‬ ‫ﹶﻌﺩ ﹸﻌ‬ ‫ﻭل‬ ‫ﻗ‬ ‫ﹶﺒ‬

(kecuali

‫ﹶﺒل‬ ‫ﻗ‬

maka mashdarnya

dengan memfathah qoofnya mengikuti wazan

‫ﻭل‬ ‫) ﻓ‬ ‫ﹶﻌ‬

- ‫ﻭﹶﺔ‬ ‫ ﻓ‬contoh:‫ﺔ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﹸﻌ ﻟ‬ ‫ﹸﻌ ﻤ‬

:‫ﻡ‬ ‫ﺔ- ﻨ‬ ‫ﺔ- ﻋ ﹸﺏ: ﻋ ﹸﻭ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﺏ: ﺼ‬ ‫ﻭﹶﺔ- ﺼ‬ ‫ل: ﺴ‬ ‫ﺴ‬ ‫ﺫ ﺒ ﻌ‬ ‫ﺫ‬ ‫ﻌ ﺒ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﻬ ﻟ‬ ‫ﻬ‬

‫ﹶﻌ‬ ‫ﺒ‬ ‫ﹶ‬ - ‫ل‬ ‫ ﻓ‬contoh : ‫ﺎ‬ ‫ﻁﺭ‬

:‫ﺎ- ﻁﺭﺏ‬ ‫ﺎ- ﺸﺒﻊ: ﺸﺒ‬ ‫ﺎ- ﻤﺭﺡ: ﻤﺭ‬  ‫ﻓﺭﺡ: ﻓ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﹶ‬ ‫ﺤ‬  ‫ﹶﺭﺤ‬

2. Mashdar fi’il yang terdiri dari empat huruf Mashdar fi’il yang terdiri dari empat huruf ada rumasnya, wazan-wazannya berbeda dengan melihat perbedaan bentuk fi’ilnya. -

َ  ‫ﹶﹾ‬ ‫ ﹾﻌ‬ jika fi’ilnya berwazan ‫ ﺍﻓﻌـل‬maka mashdarnya berwazan ‫ﺎل‬ ‫ﺍﻓ‬ :‫ﺍﻡ, ﺍﺒ ﹶﻰ‬ ‫: ﺍﻜ‬  ‫: ﺍﻨ ﹶﺎﺭ, ﺍﻜ‬ ‫ﺍﻨﹾـﻜ‬ ‫ﻘ‬ ‫ ﹾﺭ ﹶ‬ ‫ ﹾﻜ ﹶ ﹾﺭﻡ‬ ‫ﹶ ﹶﺭ‬ ‫ﺍﻭﻗﻑ‬ ‫ﹶ ﹶ‬ ‫ﹶ‬
dan

contoh : ‫ﺒﻘﺎﺀ‬ ‫ﹶ‬‫ﺍ‬

jika fa’ fi’ilnya berupa huruf waawu seperti lafadz

  ‫ﺍﻭ‬ ‫ﻀﺢ‬ ‫ﹶ‬

maka

waawunya diganti alif pada bentuk mashdarnya contoh :

‫ﺍﺩ‬ ‫ﺎﺡ, ﺃﻭﺭﺩ : ﺇﻴ‬ ‫ : ﺍﻴ‬  ‫ﺍﻭﻗﻑ : ﺍﻴ ﹶﺎﻑ, ﺍﻭ‬ ‫ﺭ‬    ‫ﻀ‬  ‫ﻀﺢ‬ ‫ﹶ‬ ‫ﻘ‬  ‫ ﹶ ﹶ‬ ‫ﹶ‬ ,‫ﺃ ﹶﺎل, ﺃ ﹶﺎﻡ‬ ‫ﻗ‬ ‫ﻁ‬
maka mashdarnya

َ ‫ﻤ‬ adapun jika fi’ilnya mu’tal ‘ain seperti lafadz ‫ﺎل‬ ‫ﺃ‬

dengan menkasroh huruf awalnya dan akhirnya ditambah ta’ marbuthoh.

‫ﻤ ﹶﹶ‬ Contoh : ‫ﺎﻟﺔ‬ ‫ﺇ‬
-

: ‫ﺎل‬ ‫ﺔ, ﺃ‬ ‫ﺃ ﹶﺎل : ﺇ ﹶﺎﹶﺔ, ﺃ ﹶﺎﻡ : ﺇ ﹶﺎ‬ ‫ ﻗﻤ ﻤ‬ ‫ﻁﻟ ﻗ‬ ‫ﻁ‬ ‫ﻓﻌل‬ َ ‫ﹶ‬
dengan disiddah ‘ainnya maka bentuk mashdarnya

Jika fi’ilnya berwazan

berwazan

‫ل‬‫ﺘﻔﻌﻴ‬  ‫ﹶﹾ‬

Contoh : ‫ﺽ‬ ‫ﺘﻔﻭ‬ ‫ﹶ ﹾ ﹺﻴ‬

:  ‫ﻕ- ﻓﻭ‬‫ﺏ- ﻨﺴﻕ : ﺘﻨﺴﻴ‬‫ﺩﺭﺏ : ﺘﺩﺭﻴ‬ ‫ﺽ‬ ‫ﹶ‬  ‫ ﹶ ﹶﹾ‬ ‫ﹶ‬ ‫ ﹺ‬‫ ﹶ‬   ‫ﻯ‬ ‫ﺯ ﱠﻰ, ﻏ ﱠﻰ, ﻗ‬ ‫ﹶﻁ ﹶﻭ‬ ‫ﻜ‬
maka mashdarnya

Jika fi’ilnya mu’tal akhir seperti lafadz

berwazan ‫ﺘﻔﻌﹶﺔ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﹶ ﹾ‬ Contoh : ‫ﺔ‬ ‫ﺘﻘﻭ‬ ‫ﹶ ﹾ ﹺﻴ‬

:‫ﻯ‬ ‫ﺔ, ﻗ‬ ‫ﺔ, ﻏ ﱠﻰ: ﺘﻐﻁ‬ ‫ﺯ ﱠﻰ: ﺘﺯﻜ‬ ‫ﻴ ﹶﻭ‬ ‫ﻴ ﹶﻁ ﹶ ﹾ‬  ‫ﻜ ﹶ‬ ‫ل‬‫ ﺘﻔﻌﻴ‬atau ‫ﺘﻔﻌﹶﺔ‬  ‫ﹶﹾ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﹶ ﹾ‬

Jika fi’ilnya diakhiri huruf hamzah maka mashdarnya berwazan

Contoh : ‫ﺘﺨﻁ َﺔ‬ ‫ﺌ‬ ‫ﹶ ﹾ‬

‫ﺀ ﺍﻭ‬‫ﺀ ﺍﻭ ﺘﺠﺯ َﺔ, ﺨ ﱠﺄ: ﺘﺨﻁﻰ‬‫ﺃ: ﺘﺠﺯﻱ‬ ‫ﺠ‬  ‫ ﹺﺌ ﹶﻁ ﹶ ﹾ‬ ‫ﹶ‬ ‫ ﹺ‬ ‫ﺯ ﹶ‬ ‫ـل‬ ‫ ﹶﺎ‬maka mashdarnya berwazan ‫ﺎﻻ‬ ‫ ﻓ‬atau ‫ﻤ ﹶﺎﻋﹶﺔ‬ َ ‫ﻓﻋ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻔ‬

-

Jika fi’ilnya berwazan

Contoh :‫ﺔ‬ ‫ﺍﻭﻤﺨﺼ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﹶ‬

‫ﺎﻤﺎ‬ ‫ﺔ- ﹶﺎﺼﻡ:ﺨ‬ ‫ﺎﺴ‬ ‫ﺎﺒﺎ ﺍﻭ ﻤ‬ ‫ﺎﺴﺏ:ﺤ‬ -‫ﹶﺎﺘل: ﻗ ﹶﺎﻻ ﺍﻭ ﻤ ﹶﺎﺘﹶﺔ‬ ‫ﺼ‬   ‫ﺒ ﺨ‬ ‫ﺤ‬ ‫ﺴ‬   ‫ﻘ ﹶﻠ ﺤ‬ ‫ﺘ‬ َ ‫ﻗ ﹶ‬

-

Jika fi’ilnya berwazan ‫ ﻓﻌﻠل‬maka mashdarnya berwazan ‫ ﻓﻌﻠﹶﺔ‬atau ‫ﻼل‬ ‫ﻓ‬ َ ‫ﹶ‬ ‫ﹶ‬ ‫ ﹶﻠ‬ ‫ﹶ‬ ‫ﻌ‬

Contoh : ‫ﺔ‬ ‫ﻭﺩﺤﺭ‬ ‫ﺠ‬  

‫ﺍﺠﺎ‬ ‫ﺍﻻ ﻭﺯﻟﺯﹶﺔ- ﺩﺤﺭﺝ:ﺩﺤ‬ ‫ل:ﺯﻟ‬ ‫ﻟ‬ -‫ﺍﻑ ﻭﺯﺨﺭ ﹶﺔ‬ ‫ﻑ:ﺯﺨ‬ ‫ﺨ‬ ‫ﺭ‬      ‫ﻟ‬ ‫ ﹾ‬ ‫ﻓ ﺯ ﹾﺯ َ ﹺ ﹾﺯ‬ ‫ ﹾ‬ ‫ﺯ ﹾﺭ ﹶ ﹺ ﹾﺭ‬

3. Mashdar fi’il yang terdiri dari lima dan enam huruf Mashdar fi’il yang terdiri dari lima dan enam huruf dapat dibentuk.

-

jika fi’ilnya terdiri dari lima dan enam huruf yang diawali dengan hamzah washol maka mashdarnya seperti fi’il madlinya dengan menkasroh huruf yang ketiga dan huruf sebelum akhir ditambah alif

contoh : ‫ﺎﻻ‬ ‫ﺍﺴﺘﻘ‬ ‫ ﹾﺒ‬   -

:‫ل‬ ‫ﺴﺘﻘ‬ -‫: ﺍﻨﺩ ﹶﺎﻋﺎ‬ ‫ﻓ‬ ‫ﻨ‬ -‫ﺎﻋﺎ‬ ‫ﺠـﺘ‬ :  ‫ـﺘ‬‫ﺍﺠ‬ َ ‫ ﹶ ﹾﺒ‬ ‫ﺍ‬ ‫ﻓ‬ ‫ ﹾ‬ ‫ﺍ ﹾﺩ ﹶﻊ‬ ‫ﻤ‬ ‫ َﹶﻤﻊ ﺍ‬

jika fi’ilnya diawali dengan ta’ tambahan maka mashdarnya seperti fi’il madlinya dengan mendlomah huruf sebelum akhir

contoh : ‫ﺠﺎ‬ ‫:ﺘﺩﺤ‬  ‫ﺤ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﺭ‬  ‫ﺭﺝ ﹶ‬ ‫ﹶﺩ‬

-‫:ﺘﻌﱡﻤﺎ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻤﺎ- ﺘ‬ ‫ﺘﻘﺩﻡ:ﺘﻘ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﹶﻌﱠﻡ ﹶ‬ ‫ ﹶ ﹶﺩ‬  ‫ﹶ ﹶ‬

4. Mashdar Miimy 5. Mashdar shinaa’i 6. Mashdar 7. ‘Amalnya Mashdar 8. Mashdar

ISIM MUSYTAQ Isim musytaq adalah lafadz yang diambil dari lafadz lain dan menunjukkan sesuatu yang disifati dengan sifat. Jadi isim musytaq adalah pengambilan kata dari kata yang lain serta ada kecocokan dari segi maknanya dan berubah dari segi lafadznya. Maka dari kata terambil kata ‫,آﺎﺕﺐ‬

‫آـﺘﺐ‬ َ

‫ ,آﺘﺎب ,ﻣﻜﺘﻮب‬kata ‫ ﻣﻜﺘﺐ‬dan yang lainnya.

Isim musytaq ada tujuh yaitu : 1.isim fa’il (shighah mubalaghoh)

2.isim maf’ul 3.shifah musyabbihah bismil fa’il 4.isim tafdhil 5.isim zaman 6.isim makan 7.isim alat

1.ISIM FA’IL

Isim fa’il adalah isim musytaq untuk menunjukkan orang yang melakukan pekerjaan . Misalnya kita berkata:

‫ﻥﺎم اﻟﺮﺟﻞ‬

(laki-laki itu telah tidur),

‫ﻓﻬﻮ ﻥﺎﺋﻢ‬

( maka laki-laki tersebut

adalah orang yang tidur ) –

‫ﻳﻀﺮب اﻟﻮﻟﺪ اﺧﺎﻩ‬

( anak itu sedang memukul saudaranya ),

‫ﻓﻬﻮ‬

‫ﺽﺎرب‬ ‫اﻟﻨﻮم‬

( maka anak tersebut adalah orang yang memukul ). Dan kata

‫ﻥﺎﺋﻢ‬

terbentuk dari kata terbentuk dari kata

dan menunjukkan orang yang melakukan pekerjaan, dan kata

‫ﺽﺎرب‬

‫ اﻟﻀﺮب‬dan menunjukkan orang yang melakukan pekerjaan.

PEMBENTUKAN ISIM FA’IL

Pertama : dari fi’il yang terdiri dari tiga huruf :

Isim fa’il dari fi’il yang terdiri dari tiga huruf dibentuk dengan mengikuti wazan ‫ﻓﺎﻋـﻞ‬ dan jika ‘ain fi’ilnya berupa huruf alif maka diganti hamzah. Contoh : ‫ آﺘﺐ‬menjadi ‫,آﺎﺕﺐ‬ menjadi ‫,ﺹﺎﺋﻢ‬ -

.

‫ ﻃﻌﻦ‬menjadi ‫ ﻗﺮأ ,ﻃﺎﻋﻦ‬menjadi ‫ رﻣﻰ ,ﻗﺎرئ‬menjadi ‫ﺹﺎم ,رام‬

‫ ﻗﺎ ل‬menjadi ‫ ﺑﺎع ,ﻗﺎﺋﻞ‬menjadi ‫‘ ( ﺑﺎﺋﻊ‬ain fi’ilnya berupa huruf alif). ‫ﻓﺎﻋـﻞ‬
adalah dari setiap fi’il yang terdiri dari

isim fa’il yang menggunakan wazan

tiga huruf yang difathah ‘ainnya seperti contoh-contoh yang telah lalu, ( kecuali sedikit sekali fi’il-fi’il yang difathah ‘ainnya seperti lafadz

‫,ﺷﺎخ ,ﺷﺎب ,ﻃﺎب‬

dan

yang lainnya yang bentuk isim fa’ilnya menggunakan wazan-wazan yang berbeda ). Mengikuti wazan

‫ﻓﺎﻋـﻞ‬

juga yaitu setiap fi’il yang terdiri dari tiga huruf yang

dikasroh ‘ainnya seperti : ‫ﻋﺎﻟﻢ‬ -

‫ ر ِﺐ ﻓﻬﻮ را ِﺐ ﻋِﻢ ﻓﻬﻮ‬dll. ‫آ ﻠ‬ ‫آ‬ ‫ﺟ ُﻞ,ﺹ ُﺐ,ﺽ ُﻒ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﻤ‬

Adapun jika fi’ilnya didlomah ‘ainnya seperti lafadz :

Atau jika fi’ilnya dikasroh ‘ainnya dan berupa fi’il lazim ( tidak membutuhkan obyek) seperti lafadz : ‫,ﻓ ِح‬ ‫ﺮ‬

‫ ,ﻋ ِﺶ ,ﺣ ِﺮ‬dll. ‫ﻤ‬ ‫ﻄ‬ ‫ﻓﺎﻋـﻞ‬
tapi mengikuti wazan-wazan lain

Maka isim fa’ilnya tidak mengikuti wazan yang berbeda. Contoh : ‫,ﺽﻌﻴﻒ‬

‫ ,ﻋﻄﺸﺎن ,أﺣﻤﺮ ,ﻓﺮح ,ﺟﻤﻴﻞ ,ﺹﻌْﺐ‬dll. ‫ﻓﺎﻋـﻞ‬
seperti contoh diatas disebut shifah

Isim fa’il yang tidak mengikuti wazan

musyabihah bismilfa’il (dan akan diterangkan langsung setelah isim maf’ul).

Kedua: dari fi’il yang bukan terdiri dari tiga huruf : Semua isim fa’il dari fi’il yang bukan terdiri dari tiga huruf dibentuk mengikuti wazan fi’il mudlori’nya dengan mengganti huruf mudloro’ah dengan mim yang didlomah dan huruf sebelum akhir dikasroh. Contoh :

‫ ﻗﺎﺕﻞ‬menjadi ‫ أﺣﺴﻦ ,ﻣ َـﺎ ِﻞ‬menjadi ‫ أﻓﺎد ,ﻣﺤ ِﻦ‬menjadi ‫ﺷ ﱠع ,ﻣ ِﻴﺪ‬ ‫ُﻘ ﺕ‬ ‫ُ ْﺴ‬ ‫َﺮ ُﻔ‬

menjadi

‫ ﺕﻘﺪم , ُﺸ ﱢع‬menjadi ‫ اﺱﺘﻐﻔﺮ ,ﻣﺘﻘ ﱢم‬menjadi ‫ اﺱﺘ َﺎم ,ﻣﺴﺘﻐ ِﺮ‬menjadi ‫ﻣﺴﺘ ِﻴﻢ‬ ‫ََ ﱠ َ ﻣ ﺮ‬ ‫ْ َ ْ َ َ ُ َ َﺪ‬ ‫ْ َﻘ ُ ْ َ ْﻔ‬ ‫ُ ْ َﻘ‬
I’ROB ISIM FA’IL Isim fa’il dipakai dalam bentuk mufrod, mutsanna dan jamak serta dalam bentuk mudzakar dan mu’annats. Dan dii’robi berdasarkan kedudukannya dalam suatu jumlah (kalimat dlm bhs indo.) Contoh :

ً ‫ : ﻣﻘﺘﺼﺪ ة ً ( ﻣﻦ اﻻﻓﻀﻞ ان ﺕﻜﻮﻥﻰ ﻣﻘﺘﺼﺪ ة‬kedudukannya sebagai khobarnya ‫آﺎن‬ َ ِ َْ ُ َ ِ َْ ُ

dbaca nashob dengan memakai fathah). AMAL ISIM FA’IL Isim fa’il dalam kalimat ada dua kategori : 1. adakalanya isim fa’il tidak menunjukkan suatu kejadian atau peristiwa. Isim fa’il seperti ini tidak beramal (berpengaruh) seperti amal fi’ilnya. Contoh : 2. adakalany isim fa’il menunjukkan suatu kejadian atau peristiwa

Oleh : M.Thobroni

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->