BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Wawancara merupakan salah satu teknik dalam pengumpulan data, dimana teknik ini digunakan oleh peniliti bila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan pokok permasalahan yang harus diteliti selain itu juga digunakan oleh peneliti untuk mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan dalam jumlah responden yang sedikit/kecil.

1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan

Dengan wawancara terstruktur ini. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data oleh peneliti atau pengumpul data bila mereka mengetahui dengan pasti tentang apa yang akan diperoleh. dimana teknik ini digunakan oleh peniliti bila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan pokok permasalahan yang harus diteliti selain itu juga digunakan oleh peneliti untuk mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan dalam jumlah responden yang sedikit/kecil. Dalam melakukan wawancara. Wawancara terstruktur . . Wawancara tidak terstruktur. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti atau pengumpul data dapat di bagi dalam 2 (dua) cara yaitu : a. pengumpul data atau peneliti juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder. selain harus mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan sebagai pedoman. b.1 Deskripsi wawancara Wawancara merupakan salah satu teknik dalam pengumpulan data.BAB II KAJIAN TEORI 2. data telah Sehingga dalam melakukan pertanyaan wawancara. grafik dan hal lain sebagainya yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar. pengumpul mempersiapkan pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. setiap responden diberikan pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatat setiap jawabannya. gambar.

sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus di teliti. Selain itu wawancara tidak terstruktur juga digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang responden. sedang mempunyai masalah berat atau sedang tidak bermasalah. akan selalu terjadi kontak pribadi. sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. maka peneliti perlu melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang mewakili berbagai tingkatan atau bagian yang ada dalam obyek. Berdasarkan analisa terhadap setiap jawaban dari koresponden tersebut. Bila dipaksakan wawancara dalam kondisi tersebut. Dalam wawancara tidak terstruktur. Informasi atau data yang biasa di peroleh dari . Wawancara baik yang dilakukan dengan face to face maupun yang menggunakan telepon. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh. atau sedang marah. Untuk mendapatkan gambaran permasalahan yang lebih lengkap dan jelas. maka peneliti dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada suatu tujuan. maka harus hati-hati dalam melakukan wawancara. kapan dan di mana harus melakukan wawancara. sedang mulai istirahat. sedang makan. peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur untuk berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek. data yang dihasilkan tidak valid dan akurat. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka bisanya digunakan dalam penelitian pendahuluan atau untuk penelitian yang lebih mendalam tentang responden. Pada saat koresponden sedang sibuk bekerja atau sedang menganggur.Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti atau pengumpul data tidak menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan secara sistematis dan lengkap yang digunakan dalam pengumpulan datanya. Oleh karena itu pewawancara perlu memahami situasi dan kondisi sehingga dapat memilih waktu yang tepat. Pedoman wawancara yang digunakan oleh peneliti atau pengumpul data hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. sedang tidak sehat. Dalam penelitian pendahuluan.

Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan. tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden. yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara. dimana pengertian bias adalah menyimpang dari seharusnya.wawancara seringkali bias. c. Keberhasilan wawancara sanga bergantung kepada kepandaian pewawancara dalam memberikan pertanyaan. f. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik d. e. Melalui wawancara dapat ditanyakan hal-hal rumit dan mendetail.2 Teknik wawancara Kelebihan dari teknik pengumpulan data dengan menggunakan interview atau wawancara: a. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi dibuat langsung oleh responden yang ditetapkan e. d. b. f. Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Memerlukan waktu yang banyak untuk mengadakan wawancara dengan individu satu persatu. yang di wawancarai (responden) dan situasi dan kondisi pada saat wawancara. namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban masih bisa terjadi. Kebiasan data dipengaruhi oleh pewawancara. b. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal. . Kekurangan dari teknik pengumpulan data dengan menggunakan interview atau wawancara: a. Jangkauan responden relative kecil dan memakan waktu lebih lama. 2. Sangat bergantung kepada kesedian. kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara. misalnya perasaan suka. misalnya pada lokasi-lokasi yang ramai dan berisik. c. Walaupun dilakukan secara bertatapmuka.

11. 9. Tepati janji tersebut. lihat sekali lagi apakah semua pertanyaan yang relevan telah ditanyakan dan telah terisi jawabannya. Jangan menunda editing lebih dari 12 jam. Camkan dalam hati bahwa kita yang butuh data. 8.3 Langkah-langkah wawancara 1. buatlah perjanjian dengan responden waktu penggantinya. Persiapan diri dengan baik dengan cara memahami sepenuhnya cakupan isi kuesioner dan maksud dari setiap pertanyaan. Kembangkan dan pertahankan suasana komunikasi yang baik dengan responden dengan cara bersikap ramah . Biaya yang dikeluarkan relatif lebih mahal dibandingan dengan teknik yang lain. dan jangan tergesa-gesa. sopan. 7. jaga konsistensi antara luas persil contoh dengan jawaban-jawaban responden mulai dari awal sampai akhir (dari pra-panen sampai pasca panen dan pengolahan). Jangan lupa catat konvensinya dengan satuan yang umum/standar. Apabila jawaban responden agak meragukan (misalnya penggunaan pupuk atau tenaga kerja pada persil contoh terlalu tinggi atau terlalu rendah). dikonfirmasikan lagi dengan hati. 4. 2.hati. 5. Cermatilah setiap tanda yang menunjukkan catatan kaki ataupun keterangan agar tahu persis maknanya. . Selesai wawancara segeralah melakukan editing hari itu juga. Selesai wawancara. dan akan sangat membantu mempermudah wawancara. 10. bukan responden. pemahaman enumerator tentang komoditas yang diusahakan oleh responden sangat membantu. Jika oleh karena suatu hal wawancara terpaksa dihentikan sedangkan wawancara belum selesai. usahatani. Untuk jenis-jenis pertanyaan yang (agak) sulit dijawab oleh responden. Pada waktu wawancara gunakan satuan-satuan setempat sesuai apa yang dimengerti dengan baik oleh responden. 3. bersahaja. gunakan cara lain dalam bertanya tanpa mengubah makna dari pertanyaan yang tercantum dalam kuesioner. 2. Khusus untuk modul usahatani.g. Penggunaan gambar atau denah dalam menggali data yang berkenaan dengan lahan. 6.

tetapi konversikan dalam satuan sebagaimana diminta dalam kuesioner ketika mengedit. 14. 13. Bahwa apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peniliti adala benar dan dapat dipercaya. dan sebagainya. cermat. 2. tumbak. Waktu editing patuhilah penggunaan kode-kode tersebut. Di lokasi penelitian. Bahwa subyek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri. . p 130) mengemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan metode interview dan juga kuisioner (angket) adalah sebagai berikut: 1.12.4 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara Prof. Ikutilah satuan itu ketika wawancara. Jika ada kesulitan dan tak dapat memecahkannya. 2. Kuesioner ini didesain menggunakan banyak kode (pre coded). 15. Bahwa interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti. Dr. 16. dan hasil wawancara telah diedit dengan teliti dan lengkap. Ingat pula catatan ketika coaching. Pelaksanaan tugas penggalian data dinyatakan telah selesai hanya jika enumerator telah melakukan wawancara dengan lengkap. Di suatu desa yang sama konversinya pada umunya seragam. satuan untuk luas yang ditemukan kemungkinan adalah ru. Sugiyono (2004. Tetapi lebih baik dicheck kembali di tiap desa yang menjadi lokasi penelitian. Catatlah temuan-temuan yang relevan dengan substansi penelitian tetapi tidak tercantum dalam kuesioner dan tuliskan dalam catatan harian. bertanyalah dan minta arahan dari Supervisor. bata. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful