Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur – Beberapa waktu lalu saya telah menulis tentang alat musik

tradisional yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Nah, pada artikel kali ini giliran yang saya akan informasikan mengenai alat musik tradisionalnya adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dari segi tata letak tentunya bersebelahan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jika dibahas lebih lanjut dari segi letak secara geografis, maka Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dalah provinsi yang berada di bagian tenggara Indonesia.

Nusa Tenggara Timur juga termasuk provinsi yang berbentuk kepulauan yang memiliki beberapa pulau, yaitu pulau Sumba, pulau Komodo, pulau Flores, pulau Timor, pulau Alor, pulau Rote, pulau Palue, pulau Alor, pulau Lembata, pulau Sabu, dan pulau Adonara. Sedangkan kota Kupang berupakan ibu kota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur ini yang terletak di bagian daerah Timor Barat. Jika dilihat lebih jauh lagi, sebenarnya Nusa Tenggara Timur ini memiliki 550 pulau, yang menjadi pulau utamanya adalah Pulau Sumba, Flores dan juga Timor Barat. Nusa Tenggara Timur ini juga berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste yang dahulunya adalah Provinsi Timor-timur yang memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002 silam.

Inilah Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur
Berikut ini adalah daftar nama alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Menurut informasi yang saya dapat dari beberapa sumber, ternyata beberapa alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini terancam hampir punah. Berikut daftarnya : 1. 2. 3. 4. 5. Sasando Heo Foy Doa Foy Pay Knobe Khabetas

maka saya yakin sebagian besar dari kita ingat dengan pecahan uang kertas Rp. alat-alat musik tersebut menurut beberapa sumber informasi ternyata hampir punah. 5000 itu ada gambar alat musik yang satu ini. Knobe Khabetas Namanya cukup unik. Supaya tidak penasaran. Heo memang merupakan alat musik gesek seperti biola. Foy Doa Foy Doa adalah termasuk alat musik tradisional Nusa Tenggara Timur yang dinilai usianya sangat tua. Itulah beberapa alat musik tradisional Nusa Tenggara Timur. 5000 yang dulu. Seperti yang tadi saya katakan di atas. Foy Pay Foy Pay hampir mirip dengan Foy Doa yang juga merupakan alat musik jenis tiup seperti seruling. sehingga menyerupai busur panah. Sasando ini adalah alat musik jenis petik yang memiliki senar banyak. Tentu hal ini menjadi tugas kita selaku anak bangsa untuk turut membantu melestarikannya. Juga terdapat tali pengikatnya seperti tali busur.Wah. Bedanya dengan seruling biasa adalah Foy Doa dianggap seruling ganda karena terdiri dari dua seruling atau lebih yang diikat sejajar menjadi satu. Foy Doa ini merupakan alat musik jenis tiup seperti seruling. alat musik Heo ini seperti alat musik biola dalam versi yang masih sangat tradisional. Senar yang dipakai di Sasando ini jumlahnya ada 28. Namun alat penggeseknya agak unik karena terbuat dari ekor kuda yang dililitkan pada kayu sedemikian rupa. Karena di uang pecahan Rp. bukan? Hampir sesuai dengan dialek bahasa daerah di sana. Orang-orang di Provinsi Nusa Tenggara Timur biasanya menggunakan Knobe Khabetas ketika bercocok tanam atau ketika menggembala ternak. langsung saja simak penjelasan dari masing-masing alat musik tersebut di bawah ini. Alat musik ini sebenarnya sejenis alat musik tiup. Heo Dari bentuknya. . Namun dibuat berbentuk seperti busur panah. Cara memainkannya yaitu dengan cara meniup salah satu ujung busur sambil menggetarkan tali busurnya. Biasanya Foy Pay juga dimainkan bersamaan dengan Foy Doa untuk mengiringi musikmusik tradisional Nusa Tenggara Timur dalam berbagai acara adat atau untuk acara hiburan. Cara memainkannya hampir sama dengan bermain gitar atau kecapi. Penjelasan Tentang Alat Musik Nusa Tenggara Timur Sasando Kalau ingat tentang alat musik satu ini. Alat musik ini juga dibuat dari bambu dengan beberapa lubang di bagian atasnya. Hanya saja bentuk Sasando sedikit lebih unik dari alat musik petik lainnya. Heo biasanya terbuat dari kayu. nama alat-alat musik di atas cukup unik.

. Bahwa Para Pendahulunya Bukanlah Generasi Yang Buta Akan Nilai Seni Dan Juga Bukan Biduan Yang Mandul Dalam Berkarya Seni. Selalu Menjadi Hal Yang Menarik Untuk Disimak. Alat Musik Tradisional NTT || Musik Tradisional NTT ALAT MUSIK TRADISIONAL NTT [ NUSA TENGGARA TIMUR ] ALAT MUSIK TRADISIONAL NTT [ NUSA TENGGARA TIMUR ] Wacana Seni Yang Berlatar Belakang Kebudayaan Dari Setiap Daerah Yang Ada Di Indonesia. Juga Menjadi Pembuktian Tersendiri Bagi Generasi Pencinta Musik Modern Sekarang Ini Di NTT [ Nusa Tenggara Timur ]. 29 May 2011. 29 Jan 2011 05:58:37 GMTPost by admin nttuWEB Alat Musik Tradisional || NTT || FOY DOA ALAT MUSIK TRADISIONAL » NTT » NGADA » FOY DOA ALAT MUSIK TRADISIONAL FOY DOA » ALAT MUSIK TIUP Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ]. Sebagai Warisan Budaya Dari Sebuah Bangsa Berbudaya. Selalu Menjadi Hal Yang Menarik Untuk Disimak.] [12] KomentarSat. Demikian Halnya Dengan Warna Seni Musik Tradisional Yang Ada Di Wilayah NTT [ Nusa Tenggara Timur ].ALAT MUSIK TRADISIONAL NTT [ NUSA TENGGARA TIMUR ] ALAT MUSIK TRADISIONAL NTT [ NUSA TENGGARA TIMUR ] Wacana Seni Yang Berlatar Belakang Kebudayaan Dari Setiap Daerah Yang Ada Di Indonesia. Demikian Halnya Dengan Warna Seni Musik Tradisional Yang Ada Di Wilayah NTT [ Nusa Tenggara [... Salah Satunya Adalah Beranekaragamnya Alat Musik Tradisional NTT Yang Mereka Tinggalkan Sampai Saat Ini. 17:18:45 GMTPost by admin nttuWEB .. Sudah Sepantasnya [..] [1] KomentarSun. Dengan Keanekaragaman Alat Musik Tradisional Yang Ada Di NTT [ Nusa Tenggara Timur ]. Sama Seperti Banyak Wilayah Lain Di Indonesia Yang Kaya Akan Pesona Musik Tradisional..

sebagai contoh : Kami bhodha ngo kami bho ngongo ngangi rupu-rupu. KNOBE KHABETAS Masyarakat Dawan peraya bahwa alat musik Knobe Kbetas telah ada sejak nenek moyang mereka berumah di gua-gua. yang artinya kami harus rajin bekerja agar jangan kelapa Cara Memainkan.peninggalan yang dapat dipakai u mengukurnya. Thobo. ha tergantung selera si pemain musik Foy Bentuk syair. re.Alat Musik Tradisional || NTT || KNOBE KHABETAS ALAT MUSIK TRADISIONAL » NTT » TIMOR » KNOBE KHABETAS ALAT MUSIK TRADISIONAL KNOBE KHABETAS » ALAT MUSIK TIUP Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ] Yang Bernama KNOBE KHABETAS Ini. salah satu bagian ujung busur ditempelkan di antara bibir atas dan bibir bawah. alat-alat musik ini memiliki ciri khas khusus dan bunyi yang sangat menarik FOY DOA Kabupaten Ngada Flores yang beribukota Bajawa mempunyai banyak ragam kesenian daerah. Nada-nada yang diproduksi oleh Foy Pai : do. Nada-nada yang diproduksi oleh musik Foy Doa adalah nada-nada tunggal dan nada-nada ganda atau dua suara. Napoitan Li'ana (anak umur 40). Yaitu Salah Satu Suku Asli Yang Mendiami Daratan Pulau Timor. Heo. sementara itu jari-jari tangan kanan dan kiri men lubang su Perkembangan Musik Foy Doa. dan baru sekitar 1958 musisi di daerah setempat m memadukan dengan alat-alat musik lainya seperti : Sowito. FOY PAY Alat musik tiup dari bambu ini dahulunya berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu tandak seperti halnya musik Foy Doa. sementara tali busur dipetik dengan jari. Dalam perkembangannya waditra ini selalu berpasangan dengan musik Foy Doa. fa sol. Laba Dera. Selain digunakan untuk hiburan pribadi. Bentuk alat mus sama dengan busur panah. umumnya syair-syair dari nyanyian musik Foy Doa bertemakan kehidupan . Berikut ini adalah alat-alat musik dan bunyi-bunyian yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur. Knobe Kbeta Knobe Oh. Cara memainkannya ialah. dan Laba Toka. Sambil mengawasi kebun atau mengawasi hewan-hewan. maka musik digunakan untuk melepas kesepian. alat musik ini digunakan juga untuk upacara adat seperti. Foy Pai. go-tuka ate wi me menge. Hembuskan angin dari mulut secara lembut ke lubang peniup. Adalah Alat Musik Tradisional Khas Suku Dawan. dan Feku. Untuk menyonsong bayi tersebut keluar rumah setelah berumu . Awal mulanya musik Foy Doa dimainkan seara sendiri. d kemudian udara dikeluarkan dari kerongkongan. mi. yaitu bayi ya baru dilahirkan tidak diperkenankan untuk keluar rumah sebelum 40 hari. Meripakan kebiasaaan masyarakat dawan di pedesaan apabila pergi berook tanam atau mengembala hewan mereka selalu membawa alat-alat musik seperti Leku. antara lain musik Foy Seberapa lama usia musik Foy Doa tidaklah diketahui dengan pasti karena tidak ada peninggalan. Fungsi dari alat-alat musik ters di atas adalah sebagai pengiring musik Foy Doa. Foy Doa berarti suling berganda yang terbuat dari buluh/bamabu keil yang bergandeng dua atau le Mungkin musik ini biasanya digunakan oleh para muda-mudi dalam permainan rakyat di malam hari dengan membentuk lingka Sistem penalaan.

tenor mi. seorang toko legendaris Solor Barat konon berkepala dua sekaligus memiliki rmulut dua. Alat musik ini selain digunakan untuk hiburan pribadi. Cara memainkan alat musik ini seperti memainkan flute. sedangkan sunding adalah suling. MENDUT Alat musik petik/pukul dari bambu ini berasal dari Manggarai. kesayangan. maka su alto bernada mi. sehingga alat musik ini disebut dengan nama Sunding Tongkeng. atau suling alto bernada sol. Alat musik ini selalu berpasangan dengan heo dalam suatu pertunjukan. Kalau di Kabupaten Belu terdapat orkes suling dengan jumlah pemain ( 40 orang. apabula disebut seara puitis menjadi Sason Nuren.hari. merupakan sebutan keramat. Orkes sul ini terdiri dari suling pembawa melodi (suling keil). yaitu seruas bambu atau buluh yang panjangnya kira-kir cm. Menurut keperayaan penduduk setempat Sason Nuren merupakan suara para peri (nitun) SUNDING TONGKENG Nama alat musik tiup ini berhubungan dengan bentuk serta ara memainkannya. Alat ini mempunyai 4 dawai. Cara memainkan dipukul dengan sebatang kayu sebesar jari tan yang panjangnya kurang dari 30 cm. Memainkan alat musik ini tidak ada pantsngan. Seruas bambu betung yang 1. KNOBE OH Nama alat musik yang terbuat dari kilit bambu dengan ukuran panjang lebih kurang 12. Buku ruas bagian baw dibiarkan tertutup. Namanya demikian karena suling ini ditiup dari hidung. suling alto. Sertiap ruas bambu menghasilkn satu nada. Fungsi alat musik suling ini untuk menyambut tamu atau untuk memeriahkan hari-hari nasional. maka bambu pengatur nada digerakkan turun dan naik. Sason Nuren merupakan dua buha sul yang dimainkan oleh seorang sendirian. sehingga dapat berfungsi sebagai vibrator (penggetar).5 cm. Seruas bambu yang dicungkil kulitnya berukuran 2 cm yang kemudian diganjal deng batangan kayu kecil. SOWITO Alat musik pukul dari bambu dari Kabupaten Ngada. LEKO BOKO / BIJOL Alat musik petik ini terbuat dari labu hutan (wadah resonansi). Orang Solor Barat menyebutnya dengan nama Edoreo sedang di bagian tengah Solor Barat menyebutnya dengan nama Labaama Kaha. bambu peniup berukuran keil dan bambu pengatur nada berbentuk besar Suling melodi bernada 1 oktaf lebih. Menurut cerita tua. sekaligus bagian belahan bambu itu untuk melilit daun pandan sehingga menyerupai orong terom yang berfungsi memperbesar suaranya. tali tiga bernada la dan tali 4 bernada do. disitu ada Leko. serta nama dawainya pun seperti yang ada pada Heo. sehingga nama alat ini disebut Prere SULING Umumnya seluruh kabupaten yang ada di NTT memiliki instrumen suling bambu. REBA Alat musik ini berdawai tunggal ini. Konon menurut erita pula ia mampu meminkan Sason Nuren sekaligus. sehingga apabila sedang maminkan lat musik ini orang mengira ada dua pribadi yang sedang memainkan Sason Nuren. Apabila pangkal ujungnya ditarik dengan untaian tali yang terkait erat pada pangkalujung terseut maka timbul bunyi melalui proses rongga mulu yang berfungsi sebagai resonator NUREN Alat musik ini terdapat di Solor Barat. Cara memainkan : suling sopran atau pembawa melodi seperti memainkan suling pada umumnya. Konon menurut erita ia pernah hidup 3-4 abad yang lalu. artinya tali laki-laki dawai 2 Tain Ana. Nada-nada yang dihasilkan adalah do dan re. Cungkilan kulit bambu ini berfungsi sebagai dawai. yang juga berdawai satu dimodifikasikan menjadi 12 dawai. dan bass. Koa ada dua macam yaitu. suling pengiring bernada 2 oktaf. Karena posisi meniup yang tegak itu orang Manggarai menyebutnya Tongkeng. Koa bersyair dan Koa tak bersyair. s dawainya pun diganti dengan senar plastik. maka diadakan pesta adat (Napoitan Li'ana). Alat musik bisanya digunakan pada waktu malam hari sewaktu menjaga babi hutan di kebun. ditengah-tengahnya sebagian dikerat menj belahan bambu yang memanjang (semacam lidah) sedemikian halusnya. sakral.Dalam nyanyian ini sering disisipi dengan Koa (semaam musik rap). tenor bernada sol. Fungsi Leko dalam masyarakat Dawan un hiburan pribadi dan juga untuk pesta adat. artinya tali perempuan dawai 4 Tain Enf. Ked . alat musik ini dibuat beberapa buah sesuai kebutuhan. dan masing-masing bernama : Alat Musik Petik HEO     dawai 1 (paling bawah) Tain Mone. Penggeseknya terbuat sebilah bambu yang telah diikat dengan benang tenun yang juga telah digosok dengan lilin lebah. Reba tiruan ini berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu daerah populer. Buku ruaw bagian bawah dibelah untuk menyaluirkan udara tiu mulut dari tabung bambu bagian atas. artinya tali induk Tali 1 bernada sol. kayu (bagian untuk merentangkn dawai). dan suling pengiring sementar bambu peniup dibunyikan. dan suling pengiring yang berbentuk silinder yaitu. Orang Talibura di Sikka Timur menyebut alat musik ini dengan nama Sason. Sebagian lubang peniutp dililitkan searik daun tala. dan usus kuskus sebagai dawain Jumlah dawai sama dengan Heo yaitu 4. Dengan demikian untuk meniptakan harmoni atau akord. sedangkan Heo berperan sebagi pembawa melod atau kadang-kadang sebagai pengisi (Filter) Nyanyian-nyayian pada msyarkat Dawan umumnya berupa improvisasi dengan menuturkan tentang kejadian-kejadi an tang telah terjadi pda masa lampau maupun kejadian yang sedang terjadi (aktual). artinya tali ana dawai 3 Tain Feto. alat hiburan. yaitu sesuai dengan nada yang dipilih. Dalam pengembangannya alat ini dari jenis gesek menjadi alat musik petik. keuali memanggil roh halus yaitu Ratu Dita PRERE Alat bunyi-bunyian dari Manggarai ini terbuat dari seruas bambu keil sekeil pensil yang panjangnya kira-kira 15 cm.dan dan bass bernada do. seperti di Sumba terdapat suling hidung. dan Nuren berarti perempuan. Alat gesek (heo) terbuat dari kayu dan penggeseknya terbuat dari ekor kuda yang dirangkai menjadi satu ikatan yang diikat pada kayu penggesek yang berbentuk seperti busur (dalam istilah masyarakat Dawan ini terbuat dari usus kuskus yang telah dikeringkan). tali 2 bernada re. tetapi bagian atasnya dipotong untuk tempat meniup. Keualui pada sulign ba bambu peniup yang digerakkan turun dan naik. Dalam penggabungan ini Lelo berperan sebagai pembei harmoni. Untuk keperluan penggiringan.. Secara etimologi Sason berarti jantan. Dawainya terbuat dari benang tenun asli yang telah digosok dengan lilin lebah. Buku salah satu ujung jari dari ruas bambu dibiarkan. Lubang suara berjumlah 6 buah dan bmbu berbuku. tenor. terbuat dari tempurung kelapa/labu hutan sebagai wadah resonansi yang ditutupi dengan kulit kambi yang ditengahnya telah dilubangi. Suling pengiring ini terdiri dari 2 bambu yang berbentuk silinder yaitu. sehingga dimana ada heo. juga digunakan untuk mengiringi musik go gendang pada permainan penak silat rakyat setempat.5 tahun yang panjangnya kira-kira 40 m. dan bass bernada do.

Cara pembuatannya. dan di desa ini banyak terdapat orang suku Kera yang menyebut dalam sejarah pelayaran menggunakan perahu kora-kora. Be adanya sistem notasi musik sasando gong yang baku. Didala Iki. dan Gaha yaitu tiga buah gong yang berukura agak besar (gong bass) yang juga ditabuh secara bergantian. mengiringi tarian dalam penerimaan tamu dan sebagainya. di tengah bambu dilubangi persegi empat dengan ukuran 5 x 4 m. namun ada juga menyebut denga nama Gasa. Rupanya mirip dengan nama Totobuang alat musik dari Maluku. untuk jelas lihat ontoh berikut : a. Tatabuang yang digantung bernama Letor di Sikka dan yang dipangku bernama Preson di Wulanggintang. Diperkirakan akhir abad ke-18 sansando mengalami perkembangan sesua tuntutn zaman. dan ini sangat mengganggu kepergian mereka kek kebun. Gong merupakan alat musik yang umum terdapat pada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terbuat dari tembaga. Disamping kiri kanan lubang masing-masing dicungkil satu kulit bambu yang kemudian diganjal dengn batangan kayu hingga berfungsi sebagai dawai. GONG Nama-nama gong pada masing-masing daerah tidak sama. 30 dawai. Dengan sendirinya setiap nusak mempunyai gaya permainan yang berbeda-beda. Di Lemonale permainan Tatabuang melalui dua cara. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan dipetik atau dipukul-pukul dengan kayu kecil. antara lain : Teo renda.ujung bambu dibiarkan. Kaka musu. THOBO Alat musik tumbuk dari bambu ini berasal Kabupaten Ngada.Kingkang yaitu dua buah gong kecil. Te'o tonak. kuningan. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya yaitu kira-kira 1960 untuk pertam kalinya sasando menggunakan listrik. Kelompok kedua yang terdiri dari dua gong besar. Feto boi. menghibur keluarga yang sedang mengadakan pesta. Lendo Ndao. Untuk mengusir binatang pengganggu tanaman. (b). Hela. terciptalah alat musik ini. Kemungkinan besar alat musik ini dibawa oleh suku Kera (Keraf) dari Maluku. yaitu salah seorang pakar pemain sasando di Nusa Tenggara Timur. yaitu digantung seperti Leto dan yang lain diletakkan di atas pangkuan. Biasanya digunakan untuk berbagai tujuan.Posa yaitu tiga buah gong besar. Seruas Bambu betung yang buku bagian bawahnya dibiarkan. cara memainkannya. atau da besi. TATABUANG Di Tanalein alat musik ini disebut Leto. menghibur keluarga yang sedang berduka. c. Ara memainkannya ditumbuk ke lantai atau tanah (seperti menumbuk padi). Kabokang/gong keempat yaitu gong yang dibunyikn sama epatnya dengan gong ketiga dan saling mengisi sehingga terdengar bunyi yan harmonis. misalnya untuk pesta adat. Wo Paheli yaitu dua buah gong yang ditabuh sebagai pengiring Leko dan We Peibho Abho. Untuk mengatasinya sang ayah membuat alat mu ini untuk sang anak. Basili. Gong Sumba Barat Kelompok pertama yang terdiri dari 4 buah gong kecil (katala meduk) dengan urutan pemukulan sebagai berikut : Mamaalu/gong pertama yaitu gong yang ditabuh/dibunyikan paling pertama. Ketiga belahan kayu ini diletakkan di atas kaki pemain yang sedang duduk dan kemudian dipikul dengan batang kayu sebesar jari tengah. Jumlah dawai yang digunakan oleh sasando diatonis bervariasi yaitu. Alat musik Bunyi-bunyian KELONTANG Pada jaman lampau wilayah pulau komodo masih berhutan. Alat musik bunyi-bunyian ini terbuat dari tiga belahan kayu bulat ker yang panjangnya 30 cm. Sasando gong yang pentatonis ini mempunyai banyak ragam cara memainkannya. Gong Alor Nama-nama gong : . serta penglarasn Khusus penglaras umunya berkisar pada laras pelog dan slendro. . yang dalam bahasa Anakalang disebut Katalla bakul. Katalla Bakul atau Gasa dibunyikan seara berganti-ganti untuk mengimbangi keempat gong di atas (kelompok pertama). (c). Sasando diatonis khusunya berkembang di Kabupaten Kupang. Pahelungu/gong ketiga yaitu gong yang dibunyikan dengan kecepatan dua kali lebih epat dari gong yang terdahulu. Setiap har sang anak selalu menangis. b. yaitu menggunakan tangga nada diatonis. Gong Ngada Gong Ngada terdiri dari lima buah dan umumnya berukuran kecil. Perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain antara lain jumlah gong . Didale ae. Nama-nama gong : . 32 dawai. Rote terdiri dalam 18 Nusak adat dan terbagi dalam 6 keamatan. namun dengan sedikit perbedaan ini dikarenakan : (a). Dae muris. 24 dawai. Terdapat sebuah erita bahwa asal muasal alat musik ini dari seorang anak yang selalu mau mengikuti orang tuanya ke kebun. Pahimangu/gong kedua yaitu gong yang dibunyikan setelah mamaulu berbunyi. SASANDO LISTRIK Fungsi musik sasando gong dalam masyarakat pemiliknya sebagi alat musik pengiring tari. di Desa Lamanole Flores Timur disebut Tatabuang. KETADU MARA SASANDO Alat musik petik dua dawai yang biasa digunakan untuk menghibur diri dan juga sebagai sarana menggoda hati wanita. dan sebagai hiburan pribadi. Alat musik ini dipercayai pula dapat mengajak cecak bernyanyi dan juga suaranya disenangi makluk halus. Tatabuang dibuat dari batangan kayu Sukun yang digantung berbentuk bulat dan hati dari kayu tersebut dikeluarkan. ukurannya. dan 34 dawai. sedangkan bagian atasnya dilubangi. Perbedaan-perbendaan ini dipengaruhi oleh kemampuan musikalis dari masing-masing pemain sasando gong. Wo Peibho Abho yaitu dua buah gong yang ditabuh sebagai pengiring gong Leko.Dung-dung/kong-kong yaitu dua buah gong sedang. Ofalangga. 28 dawai. ontoh gong pengiring tari Ledo Hawu : Leko yaitu dua buah gong yang mula-mula ditabuh seara bergantian. Sebutan Tatabuang hanya terdapat di Lemonale. namun salah satunya dilubangi. Batu matia. Perkembangan Sansando Sasando pada mulanya menggunakan tangga nada pentatonis. Ronggeng. Ide ini datang dari seorang ya bernama Bapak edu Pah. d. . Alat musik ini berfungsi sebagai b dalam mengiringi musik Foy doa. karena itu masih banyak binatang buas perusak tanaman seperti Kera. Tai Benu. Gong Sabu Nama-nama gong sesuai dengan cara menabuhnya. Ragam-ragam tersebut sudah merupakan ragam yang baku.

Wela yaitu gong yang paling tingi suaranya. Kbolo' yaitu dua buah gong besar yang dimainkan dengan tidak terlalu cepat. Gong yang digunakan umum berjumlah 6 buah. . Nama-nama gong : Tetun yaitu dua buah gong keil. e.Doa yaitu dua buah gong yang dimainkan seara silih berganti. namun apabila dari kedua gong ini hanya dibunyikan salah satunya maka namnya berubah menjadi Tolu Ote' yaitu dua buah gong sedang. Kedua gong ini dibunyikan dengan penuh perasaan.Dhere yaitu terdiri dari satu gong . Kita tahu bahwasanya negara kita adalah negara yang beragam kan nah salah satu keberagamannya adalah seni musik yang berkembang di negara kita.Uto-uto yang juga hanya satu gong . Macam-Macam Alat Musik dari Nusa Tenggara Timur Yang Unik dan Terlupakan :. Gong Dawan Gong Dawan yang dimaksudkan di sini adalah dari Amanuban tepatnya di Desa Nusa Timor Tengah Selatan.. Kali ini yang saya bahas adalah seni musik dari Nusa Tenggara Timur yang memiliki alat musik yang unik-unik tapi sayangnya terlupakan oleh waktu .

dan kecapi. Nusa Tenggara Timur. Secara umum. jadi ane disini bahas yang beda aja ya Ambil uang Rp 5000.Quote:Quote:Sasando Kalau alat musik ini pasti sudah banyak yang tau. bentuk sasando serupa dengan instrumen petik lainnya seperti gitar. Apa yang terlihat? Benda yang terlihat adalah alat musik Sasando. Lalu pada bagian .dan terawanglah tanda airnya. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu.. Sebuah alat musik petik asal Pulau Rote. biola. Apalagi dulu sempat tampil di acara tv : Dan di kaskus ini sendiri juga pernah ada yang bahas sasando atau mungkin beberapa alat musik yang lain.

Sasando memang punya banyak senar. Cara memainkan sasando dengan dipetik. penahan senar yang sekaligus sebagai pengatur nada senar juga terbuat dari bambu. dari atas ke bawah bertumpu. yaitu topi tradisional yang bentuknya menyerupai topi koboi. Sasando dengan 28 senar ini diistilahkan dengan Sasando Engkel. Sasando umumnya dimainkan bersamaan dengan gong dan gendang yang terbuat dari kulit kambing. Bagian utama dari sasando berbentuk seperti harpa. lengkap dengan topi TiiLangga. Sasando Dobel namanya. Mirip dengan gitar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. untuk mengiringi tarian kebalai. Hanya saja sasando tanpa chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando. Batang bambu itu lalu diikat menyatu dengan daun Gebang yang dibuat melingkar tadi.tengah. melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung. dengan media pemantul suara terbuat dari daun Pohon Gebang (sejenis Pohon Lontar yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar. sehingga lebih mirip Harpa. Bahkan ada yang 84 senar. Pada perkembangannya Sasando juga digunakan sebagai pengiring tari tradisional lain. punya 56 senar. Tempat senar-senar diikat terbuat dari bambu yang keras. Jenis lain. . Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Pemain Sasando dalam upacara-upacara adat biasanya mengenakan pakaian adat khusus.

Pemantul bunyi dari daun gebang sudah diganti dengan spul gitar listrik yang ditempelkan pada batang bambu ditengah sasando.Saat ini sasando sudah mulai di modifikasi. Tentu sasando model ini hanya bisa mengeluarkan bunyi keras dengan bantuan sound system. Ini gan video yang asik : .

Dawai 2 Tain Ana. Artinya Tali Perempuan . Dan Masing-Masing Diberi Nama : . Dawai Ketiga Bernada La Dan Dawai Keempat Bernada Do.Quote:Quote:HEO Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ] Yang Bernama HEO Ini.Dawai 1 [ Paling Bawah ] Tain Mone. Sedangkan Bagian Yang Digunakan Sebagai Penggeseknya Terbuat Dari Ekor Kuda Yang Telah Dirangkai Menjadi Sebuah Ikatan Pada Kayu Penggesek Yang Berbentuk Seperti Busur Dawai Dari Alat Musik Gesek Tradisional HEO Ini Terbuat Dari Usus Kuskus Yang Telah Dikeringkan.Dawai 3 Tain Feto. Alat Musik Gesek Tradisional HEO Ini Mempunyai 4 Dawai. Artinya Tali Induk Dawai Pertama Bernada Sol. Terbuat Dari Kayu. Tepatnya Adalah Alat Musik Tradisional Khas Suku Dawan Timor. Dawai Kedua Bernada Re.Dawai 4 Tain Ena. Quote:Quote:Foy Doa . Artinya Tali Anak [ Kecil ] . Alat Musik Gesek Tradisional HEO Ini. Artinya Tali Laki-Laki . Alat Musik Tradisional HEO Ini Adalah Alat Musik Gesek Tradisional Khas NTT Yang Berasal Dari Daratan Pulau Timor. Adalah Sebuah Alat Musik Gesek Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ].

sol. Awal mulanya musik Foy Doa dimainkan seara sendiri. yang artinya kami harus rajin bekerja agar jangan kelaparan. Hembuskan angin dari mulut secara lembut ke lubang peniup. Foy Pai. Nada-nada yang diproduksi oleh musik Foy Doa adalah nada-nada tunggal dan nada-nada ganda atau dua suara. Sistem penadaan. Foy Doa berarti suling berganda yang terbuat dari buluh/bamabu keil yang bergandeng dua atau lebih. dan Laba Toka. umumnya syair-syair dari nyanyian musik Foy Doa bertemakan kehidupan . Bentuk syair. Thobo. Dalam perkembangannya waditra ini selalu berpasangan dengan musik Foy Doa. hak ini tergantung selera si pemain musik Foy Doa. dan baru sekitar 1958 musisi di daerah setempat mulai memadukan dengan alat-alat musik lainya seperti : Sowito. re. fa. Quote:Quote:Knobe Khabetas . Nada-nada yang diproduksi oleh Foy Pai : do.Alat musik tradisional FOY DOA. Cara Memainkan. yang berasal dari pulau Flores. sementara itu jari-jari tangan kanan dan kiri menutup lubang suara. go-tuka ate wi me menge. Perkembangan Musik Foy Doa. Seberapa lama usia musik Foy Doa tidaklah diketahui dengan pasti karena tidak ada peninggalanpeninggalan yang dapat dipakai untuk mengukurnya. FOY DOA terdiri dari 2 atau bisa saja lebih suling yang digandeng dan dalam memainkannya digunakan secara bersama-sama. lebih tepatnya lagi berasal dari Kabupaten Ngada. Quote:Quote:Foy Pay Alat musik tiup dari bambu ini dahulunya berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu tandak seperti halnya musik Foy Doa. adalah nama sebuah alat musik tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ].Mungkin musik ini biasanya digunakan oleh para muda-mudi dalam permainan rakyat di malam hari dengan membentuk lingkaran. Fungsi dari alat-alat musik tersebut di atas adalah sebagai pengiring musik Foy Doa. sebagai contoh : Kami bhodha ngo kami bhodha ngongo ngangi rupu-rupu. Laba Dera. mi.

Heo. Napoitan Li'ana (anak umur 40). Knobe Kbetas. Cara memainkannya ialah. Untuk menyonsong bayi tersebut keluar rumah setelah berumur 40 hari. maka diadakan pesta adat (Napoitan Li'ana) Nama alat musik yang terbuat dari kulit bambu dengan ukuran panjang lebih kurang 12. yaitu bayi yang baru dilahirkan tidak diperkenankan untuk keluar rumah sebelum 40 hari. ditengah-tengahnya sebagian dikerat menjadi belahan bambu yang memanjang (semacam lidah) . alat musik ini digunakan juga untuk upacara adat seperti. salah satu bagian ujung busur ditempelkan di antara bibir atas dan bibir bawah.Bentuk alat musik ini sama dengan busur panah. dan kemudian udara dikeluarkan dari kerongkongan. Merupakan kebiasaaan masyarakat dawan di pedesaan apabila pergi berook tanam atau mengembala hewan mereka selalu membawa alatalat musik seperti Leku. maka musik digunakan untuk melepas kesepian. dan Feku. Sambil mengawasi kebun atau mengawasi hewan-hewan. Selain digunakan untuk hiburan pribadi. sementara tali busur dipetik dengan jari. Knobe Oh.5 cm.

sekaligus bagian belahan bambu itu untuk melilit daun pandan sehingga menyerupai orong terompet yang berfungsi memperbesar suaranya. Buku ruas bagian bawah dibiarkan tertutup. sehingga nama alat ini disebut Quote:Quote:Leko Boko / Bijol . Apabila pangkal ujungnya ditarik dengan untaian tali yang terkait erat pada pangkal ujung tersebut maka timbul bunyi melalui proses rongga mulut yang berfungsi sebagai resonator.sedemikian halusnya. tetapi bagian atasnya dipotong untuk tempat meniup. Nada-nada yang dihasilkan adalah do dan re. juga digunakan untuk mengiringi musik gong gendang pada permainan penak silat rakyat setempat. Quote:Quote:Prere Alat bunyi-bunyian ini terbuat dari seruas bambu kecil sekecil pensil yang panjangnya kira-kira 15 cm. Buku ruas bagian bawah dibelah untuk menyaluirkan udara tiupan mulut dari tabung bambu bagian atas. Alat musik ini selain digunakan untuk hiburan pribadi. sehingga dapat berfungsi sebagai vibrator (penggetar).

dan usus kuskus sebagai dawainya. Dalam penggabungan ini Lelo berperan sebagai pembei harmoni. Cungkilan kulit bambu ini berfungsi sebagai dawai. alat musik ini dibuat beberapa buah sesuai kebutuhan. serta nama dawainya pun seperti yang ada pada Heo. Untuk keperluan penggiringan. Koa bersyair dan Koa tak bersyair. Jumlah dawai sama dengan Heo yaitu 4. Sertiap ruas bambu menghasilkn satu nada. disitu ada Leko.Alat musik petik ini terbuat dari labu hutan (wadah resonansi). Fungsi Leko dalam masyarakat Dawan untuk hiburan pribadi dan juga untuk pesta adat. sedangkan Heo berperan sebagi pembawa melodi atau kadang-kadang sebagai pengisi (Filter) Nyanyian-nyayian pada masyarakat Dawan umumnya berupa improvisasi dengan menuturkan tentang kejadian-kejadian yang telah terjadi pda masa lampau maupun kejadian yang sedang terjadi (aktual). sehingga dimana ada heo. Quote:Quote:Sowito Merupakan seruas bambu yang dicungkil kulitnya berukuran 2 cm yang kemudian diganjal dengan batangan kayu kecil. Koa ada dua macam yaitu. Quote:Quote:Mendut . Alat musik ini selalu berpasangan dengan heo dalam suatu pertunjukan. kayu (bagian untuk merentangkn dawai). Cara memainkan dipukul dengan sebatang kayu sebesar jari tangan yang panjangnya kurang dari 30 cm.Dalam nyanyian ini sering disisipi dengan Koa (semacam musik rap).

Cara memainkan alat musik ini adalah dengan dipetik atau dipukul-pukul dengan kayu kecil. Kedua ujung bambu dibiarkan. Lanjutan.Alat musik petik/pukul dari bambu ini berasal dari Manggarai. di tengah bambu dilubangi persegi empat dengan ukuran 5 x 4 m.5 tahun yang panjangnya kira-kira 40 m. Alat musik ini dipercayai pula dapat mengajak cecak bernyanyi dan juga suaranya disenangi makluk halus. Quote:Quote:Ketadu Mara Alat musik petik dua dawai yang biasa digunakan untuk menghibur diri dan juga sebagai sarana menggoda hati wanita. Seruas bambu betung yang 1. ini ada artikel menarik gan Quote:Quote:Kaya Alat Musik. Disamping kiri kanan lubang masing-masing dicungkil satu kulit bambu yang kemudian diganjal dengan batangan kayu hingga berfungsi sebagai dawai. Lupa Konservasi . namun salah satunya dilubangi Cara pembuatannya.

yang semakin populer. tetapi juga memiliki ratusan nyanyian dan instrumen musik yang unik. Situs resmi Pemerintah Provinsi NTT hanya menyebut sebagian kecil dari alat musik tradisional NTT. Agus Beda Ama. dan suling hidung. foy pay. etnograf asal Belanda.Nusa Tenggara Timur tidak hanya provinsi yang memiliki 566 pulau. adalah salah satu dari alat musik yang dikaji Kunst kala itu. seperti gambus. prere. Sepengetahuan dia. Hasilnya diterbitkan di Leiden. leko boko/bijol. 1942. Kupang. Ada juga alat musik petik. Tidak banyak orang Indonesia yang mengkaji alat musik tradisional. kekayaan budaya itu tak terurus dan semakin tergerus modernisasi. Dari Pulau Flores saja. nuren. pernah meneliti lagu dan musik instrumental pada suku-suku di Pulau Flores. knobe oh. sunding tongkeng. knobe khabetas. mengaku kesulitan mendapatkan literatur tentang etnomusikologi di NTT. . heo. J Kunst. Dosen Sastra dan Seni Musik dari Universitas Katolik Widya Mandira. Sasando. Sayangnya. ia mengumpulkan 200 nyanyian dan menemukan 59 jenis instrumen musik yang berbeda. belum ada satu lembaga pun di Tanah Air ini yang mendokumentasikan secara lengkap berbagai alat musik etnik NTT. Di antara alat musik tiup ada foy doa.

reba. Menurut Beda Ama. tetapi di Belu. serta sejumlah alat musik lain. terutama di As Manulea dan sekitarnya. misalnya sowito. Ketika berkunjung ke SD As Manulea. Kabupaten Belu. harus ada strategi pelestarian. sekolah terpacu untuk menjadi yang terbaik dalam bermusik bambu. musik rakyat NTT tergerus karena tidak mampu bersaing dengan budaya pop.” katanya. dan SMP Keputu. SD Inpres Bikane. dan analisis musikal untuk dipakai sebagai bahan belajar di sekolah-sekolah. dan sejumlah gong. Pemerintah harus lebih aktif karena masyarakat masih harus mengurus kebutuhan perutnya. Dipimpin kepala sekolahnya. ”Karena itu. pensiunan guru SD As Manulea. thobo. ”Musik bambu di daerah lain di NTT mungkin sudah sangat langka. Namun. dokumentasi. karena tamu itu batal berkunjung. setidaknya ada enam sekolah yang aktif mempertahankan musik suling atau musik bambu. mendut. ”Perlu intervensi akademis untuk melakukan inventarisasi. ketadu mara. Anton Massan. antara lain SD Negeri As Manulea. Di tengah berbagai keterbatasan. sebanyak 25 anak kelas III dan IV tengah bersiap menyuguhkan alunan musik bambu kepada tamu yang akan datang dari Jakarta. tata buang. Beda Ama mengusulkan ada semacam program jumpa ”empu” peduli musik kuno di sekolahsekolah secara berkala untuk memperkenalkan cara membuat dan bermain alat musik tradisional. notasi.” kata Manuel Un Bria. Sejumlah sekolah tak jarang menggelar festival musik bambu tingkat kecamatan pada perayaan Hari Kemerdekaan. (Frans Sarong) . Di Kecamatan Sasita Mean. acara adat di kampung tua As Manulea atau acara lain. kelontang. musik bambu tetap bertahan dan hidup.” katanya. ada sebagian masyarakat NTT yang melestarikan alat musik tradisionalnya. mereka mempertontonkan kebolehannya kepada tim Ekspedisi Jejak Peradaban NTT Kompas. Pulau Timor. ”Dengan festival seperti itu. kelompok siswa tersebut dengan lincah memainkan beberapa lagu.” kata Anton Massan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful