Perbedaan antara marasmus dan kwashiorkor tidak dapat didefinisikan secara jelas menurut perbedaan kurangnya asupan makanan

tertentu, namun dapat teramati dari gejala yang ditunjukkan penderita. Tanda-tanda kwashiorkor meliputi edema di seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki, wajah membulat dan sembab, pandangan mata sayu, perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis, rambut berwarna kepirangan, kusam, dan mudah dicabut, otot-otot mengecil, teramati terutama saat berdiri dan duduk, bercak merah coklat pada kulit, yang dapat berubah hitam dan mengelupas menolak segala jenis makanan (anoreksia) sering disertai anemia, diare, dan infeksi.

Sedangkan tanda-tanda marasmus, anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit, wajah seperti orang tua cengeng, rewel, perut cekung, kulit keriput, sering disertai diare kronik atau sembelit

Gejala klinis Kwashiorkor-Marasmus tidak lain adalah kombinasi dari gejalagejala masing-masing penyakit tersebut. Kurangnya pasokan energi sangat mempengaruhi kerja masing-masing organ tubuh. Dalam sistem pencernaan, biasanya muncul pertumbuhan bakteri berlebih pada usus karena berkurangnya sekresi asam klorida lambung. Kerja peristalsis usus juga melambat. Karena itu, sistem pencernaan adalah sistem organ yang paling banyak kehilangan massa pada kondisi marasmus. Sistem lain yang terpengaruh adalah sistem saraf dan otak, meski atropi otak dengan kerusakan fungsi otak hanya terjadi pada kasus marasmus yang benar-benar parah. Sistem kardiovaskular akan memiliki serat otot yang menipis, menyebabkan kurangnya pompaan darah dalam tubuh, yang berkaitan langsung dengan penurunan berat badan. Ketidakseimbangan elektrolit juga terdeteksi dalam keadaan marasmus. Upaya rehidrasi (pemberian cairan elektrolit) atau transfusi darah pada periode ini dapat mengakibatkan aritmia (tidak teraturnya denyut jantung) bahkan terhentinya denyut jantung. Karena itu, monitoring klinik harus dilakukan seksama. Sensus WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang terjadi pada anak dibawah lima tahun di negara berkembang berkaitan dengan PEM. Kasus kekurangan gizi tercatat sebanyak 50% anak-anak di Asia, 30% anak-anak Afrika, dan 20% anak-anak di Amerika Latin. Meski keadaan ini terutama terjadi pada negara berpendapatan rendah, bukan berarti tidak ditemukan kasus gizi buruk di negara maju. Anak-anak yang hidup di lingkungan urban dengan status sosioekonomi yang rendah dan anak-anak berpenyakit kronis, seperti kanker, adalah contoh kasus yang terjadi di negara-negara maju.

badan terkulai lemah. KADARZI. dan khusus ibu hamil. Untuk menentukan apa yang menjadi faktor penyebab terganggunya pertumbuhan anak. Dinkes Ibukota Jakarta dalam situsnya merancang konseling Keluarga Mandiri Sadar Gizi. Bisa dibayangkan. selalu memantau kesehatan anggota keluarga. Salah satunya mungkin methylmalonic acidemia (MMA). METHYLMALONIC ACIDEMIA SEBABKAN BAYI GAGAL TUMBUH Gangguan metabolisme umumnya ditunjukkan dengan berat badan yang tak kunjung meningkat. Selain untuk akurasi diagnosa. Dengan hambatan tersebut. WASPADAI GEJALANYA Tidak semua gangguan yang terjadi dalam tubuh terlihat dengan mudah. ASI dan susu formula biasa justru tak boleh dikonsumsi bayi Berat badan bayi memang tidak berbanding lurus dengan kesehatannya. Bisa jadi si kecil gagal tumbuh akibat metabolisme tubuhnya terganggu. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok. Terlebih jika disertai gejala lain seperti susunya sering dimuntahkan. dan tonggak perkembangannya tidak berhasil dicapai. . yaitu vitamin B12. kemungkinan penyebabnya pun sangat banyak. Pada gangguan metabolisme yang disebut Methylmalonic Acidemia (MMA). Namun jika si kecil tak kunjung mengalami kenaikan berat badan. kasus gizi buruk pada bulan Juni 2005 dicoba ditanggulangi dengan pemberian gizi tambahan serta makanan pendamping air susu ibu.Di Indonesia. tentu membutuhkan observasi lebih dalam. dan lauk pauk). betapa berat hidup si bayi jika harus menerima asupan yang justru berakibat buruk bagi metabolisme tubuhnya. sayur. biasanya menggunakan garam beryodium. tidak memadai. Hal ini terjadi karena enzim yang mengubah asam metil malonat yaitu metylmalonyl CoA mutase terlalu sedikit bahkan tidak diproduksi. Kemungkinan lain. didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. faktor pendukung yang diperlukan agar enzim dapat bekerja. berarti tubuh bayi tidak bisa menerima asupan ASI maupun susu formula biasa. orang tua harus segera waspada.

Sedangkan faktor pola makan. hingga untuk menelisiknya pun membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang cermat serta peralatan canggih. MMA diturunkan secara autosomal resesif. Oleh sebab itu penatalaksanaannya pun dibedakan menjadi dua. maka si bayi yang dilahirkan akan menderita MMA. gaya hidup. kedua orang tua membawa gen abnormal. tapi tidak selalu menimbulkan gejala karena tertutup oleh kerja gen yang normal. Jadi paling tidak. maka dilakukan pembatasan asupan asam amino esensial valine dan isoleucine dengan memberikan susu formula khusus pada bayi.Adakalanya fakta itu jauh tersembunyi di dalam tubuh. tapi umumnya gejalanya baru timbul setelah si bayi mengonsumsi protein dari ASI atau PASI. yakni: * Defiasi enzim Jika karena defisien enzim. waspadai indikator adanya gangguan pada anak. Secara umum gangguan ini bisa dibedakan menjadi dua. Artinya. Lain hal bila gejala yang menyertainya memang sudah sangat jelas. DITURUNKAN ORANG TUA Rumitnya menelisik gangguan ini menyebabkan MMA sering lolos dari pengamatan orang tua. seperti yang terjadi pada MMA. antara lain: * Malas makan dan minum * Makanan atau minuman yang masuk sering dimuntahkan * Otot lemah * Pertumbuhan dan perkembangan terganggu * Infeksi jamur berulang * Muka dismorfik * Kadang-kadang terdapat pembesaran hati. Sebelum . yaitu gangguan yang terjadi karena defisien (kekurangan) enzim atau karena defisien co-factor. menurut Dwi tidak ada kaitannya dengan kasus ini. Meski gangguan ini sudah bisa ditemukan sejak bayi baru lahir. Baru jika kedua gen abnormal tersebut bertemu. polusi dan sebagainya.

Untuk itu Naomi menyarankan beberapa hal berikut: * Kalau memang memungkinkan." kata Dwi. "Yang jelas terlihat adalah gangguan tumbuh kembang anak. gangguan ini teramat sulit dideteksi. Meski kasusnya tergolong jarang. KASUSNYA JARANG Seperti sudah disebut di atas. . sebaiknya orang tua tetap waspada. Bahkan dalam keadaan stres dapat menyebabkan koma sampai kematian. sementara pasangan suami istri ingin punya anak lagi. sebaiknya lakukan newborn screening pada setiap bayi baru lahir untuk mendeteksi adanya kelainan metabolisme bawaan secara dini. termasuk kelainan MMA ini. . Biasanya bayi terlihat kurus karena sulit makan dan makanan yang masuk pun sering dimuntahkan. cairan makanan pengganti sementara akan diberikan di bawah pengawasan dokter. sebaiknya konsultasikan pada dokter anak. * Bila mempunyai bayi dengan gangguan pertumbuhan atau perkembangan. bukan tidak mungkin bayi dengan MMA ini juga mempunyai gangguan fungsi organ tubuh lainnya. Selain itu. sebaiknya lakukan konsultasi genetik untuk mendeteksi kelainan ini melalui prenatal diagnosis. lanjut Dwi.Jika defisien co-factor yang terjadi. cukup diberikan vitamin B12. * Bila ada anggota keluarga yang mempunyai kelainan seperti itu.susu formula khusus didapat. bukan berarti kalau dibiarkan saja tidak akan membawa efek buruk seperti. Namun. * Defiasi co-factor .Kondisi stres yang dapat menimbulkan katabolisme protein tubuh harus dihindari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful