DIKLAT INSTRUKTUR PENGEMBANG MATEMATIKA SMA JENJANG LANJUT

LOGIKA
JENJANG LANJUT

Fadjar Shadiq, M.App.Sc.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIDK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA

YOGYAKARTA 2009

Daftar Isi Kata Pengantar ----------------------------------------------------------------------------------- i Daftar Isi --------------------------------------------------------------------------------------ii

Kompetensi/Sub Kompetensi dan Peta Bahan Ajar------------------------------------- iii Skenario Pembelajaran ------------------------------------------------------------------------ iv Bab I Pendahuluan-------------------------------------------------------------------- 1 A. Latar Belakang ------------------------------------------------------------- 1 B. Tujuan ------------------------------------------------------------------------ 1 C. Cara Penggunaan Paket------------------------------------------------- 1 Bab II Tautologi, Ekuivalensi, dan Kontradiksi----------------------------------- 2 A. Tautologi dan Kontradiksi------------------------------------------------ 2 B. Ekuivalensi ------------------------------------------------------------------ 3 Bab III Penarikan Kesimpulan-------------------------------------------------------- 6 A. Penarikan Kesimpulan atau Argumen -------------------------------- 6 B. Sahih Tidaknya Penarikan Kesimpulan ------------------------------ 7 C. Beberapa Penarikan Kesimpulan yang Sahih ---------------------- 9 Bab IV Bukti Langsung dan Bukti Tidak Langsung -----------------------------17 A. Pembuktian Langsung---------------------------------------------------17 B. Pembuktian Tidak Langsung-------------------------------------------18 Bab V Induksi Matematika-----------------------------------------------------------22 A. Pendahuluan --------------------------------------------------------------22 B. Prinsip Induksi Matematika --------------------------------------------23 C. Contoh Induksi Matematika--------------------------------------------25 Bab VI Penutup -------------------------------------------------------------------------28

Daftar Pustaka ----------------------------------------------------------------------------------29

ii

KOMPETENSI Memiliki kemampuan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam melakukan penalaran secara logis dan kritis. SUB KOMPETENSI Memiliki kemampuan menjelaskan perbedaan antara tautologi, ekuivalensi, dan kontradiksi dan dapat menerapkan rumus-rumus ekuivalensi dalam proses penyelesaian soal-soal logika matematika. Memiliki kemampuan menentukan kesimpulan yang sahih dari premis-premis tertentu dan dapat menentukan kesahihan ataupun ketidaksahihan suatu penarikan kesimpulan, terutama yang berkait dengan silogisme, modus ponen, dan modus tolen. Memiliki kemampuan memberi contoh pembuktian langsung dan tidak langsung dan dapat membuktikan rumus-rumus matematika secara langsung maupun tidak langsung. Memiliki kemampuan membuktikan rumus-rumus matematika yang

pembuktiannya menggunakan induksi matematika. PETA BAHAN AJAR Mata diklat untuk jenjang lanjut ini membutuhkan pengetahuan prasyarat yang sudah dibahwa pada diklat jenjang dasar, seperti nilai kebenaran suatu pernyataan tunggal dan majemuk, implikasi beserta konvers, invers, dan kontraposinya; negasi dari bentuk-bentuk tadi; pernyataan berkuantor dan negasinya. Selama proses diklat, diharapkan akan muncul juga diskusi tentang bagaimana cara mengajarkan topik-topik tersebut dan memecahkan masalah pembelajaran yang berkait dengan terutama yang berkait dengan penarikan kesimpulan dengan menggunakan silogisme, modus ponen, dan modus tolen; pembuktian langsung dan tidak langsung; serta pembuktian dengan induksi matematika.

iii

SKENARIO PEMBELAJARAN Penyampaian Mtr Pendahuluan Tujuan Ruang Lingkup Langkah-langkah Diskusi: Tautologi. dan Kontradiksi Penarikan Kesimpulan Pembuktian Langsung dan Tidak Langsung Induksi Matematika Penugasan Penugasan Mendiskusikan Penyelesaian Soal yang Mendiskusikan: Berkait dengan: Strategi yang dapat meningkatkan Tautologi. Langsung pemecahan masalah. Ekuivalensi. pemecahan masalah. dan Kontradiksi penalaran. dan Induksi Matematika komunikasi Laporan Hasil diskusi Masalah Penutup Rangkuman Refleksi Tugas iv . Ekuivalensi. Penarikan Kesimpulan dan komunikasi Pembuktian Langsung dan Tidak Cara menilai penalaran.

HP 08156896973 atau melalui PPPG Matematika. Latar Belakang Kurikulum 2004. • Membuktikan sifat matematika dengan bukti langsung. Kotak Pos 31 YKBS. yang untuk mempermudahnya telah disiapkan juga kunci jawabannya. Yogyakarta. Tujuan Modul ini disusun dengan maksud untuk memberikan tambahan pengetahuan berupa wawasan bagi guru SMA yang mengikuti pelatihan di PPPG Matematika. modus ponen. • Membuktikan sifat matematika dengan bukti tidak langsung (kontraposisi dan kontradiksi) • Membuktikan sifat dengan induksi matematika Materi di atas belum dibahas pada diklat jenjang dasar. Karenanya. modus ponen. dikemukakan juga tentang hal-hal penting yang perlu mendapat penekanan para guru di saat membahas pokok bahasan ini di kelasnya. sudi kiranya menghubungi penulisnya. diikuti beberapa contoh dan diakhiri dengan latihan. Jabarannya adalah dalam bentuk kompetensi dasar (Depdiknas. Di samping itu. Cara Penggunaan Modul Pembahasan pada modul ini lebih menitik-beratkan pada beberapa hal di atas. Jika para pemakai modul ini mengalami kesulitan maupun memiliki saran.Bab I Pendahuluan A.com. C. Setiap bagian modul ini dimulai dengan teori-teori. melalui email: fadjar_p3g@yahoo. salah satunya adalah menggunakan operasi dan sifat logika matematika. para pemakai modul ini disarankan untuk membaca lebih dahulu teorinya sebelum mencoba mengerjakan latihan yang ada. serta pembuktian dengan induksi matematika. terutama yang berkait dengan penarikan kesimpulan dengan menggunakan silogisme. 2003:13) berikut: ”Menggunakan sifat dan prinsip logika untuk penarikan kesimpulan dan pembuktian sifat matematika. pembuktian langsung dan tidak langsung. 1 .” Indikator keberhasilannya adalah: • Menarik kesimpulan dengan silogisme. untuk mata pelajaran matematika SMA dan MA (Depdiknas. dan modus tolen. sehingga pada diklat jenjang lanjut kali ini materi tersebut akan dibahas B. dan modus tolen. dengan harapan dapat digunakan sebagai salah satu sumber untuk memecahkan masalah-masalah pengajaran Logika Matematika SMA dan dapat digunakan juga sebagai bahan pengayaan wawasan para guru sehingga bahan yang disajikan dapat lebih mudah dicerna para siswa. 2003:9) menyatakan tentang standar kompetensi 1.

Ali adalah seorang bujangan dan Ali sudah menikah. A. konsisten. lalu dimisalkan: p : Ali adalah seorang bujangan ~p : Ali adalah bukan seorang bujangan (sudah menikah). Alasannya. disjungsi. Besar sudut pusat adalah dua kali sudut keliling Pernyataan pertama bernilai benar karena hal-hal yang terkandung di dalam pernyataan itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Intinya. sehingga berakibat pernyataan p ∨ ~p akan selalu bernilai benar. dan Kontradiksi Suatu pernyataan (termasuk teori) tidak akan ada artinya jika tidak bernilai benar. Tautologi dan Kontradiksi Jika bujangan diartikan sebagai orang yang belum menikah. Tidak ada pengaruh dari nilai kebenaran p terhadap pernyataan p ∨ ~p yang akan selalu bernilai benar. Sedangkan pernyataan kedua bernilai benar karena bersifat koheren. Pernyataan p ∨ ~p merupakan contoh dari tautologi. masam rasanya. yaitu pernyataan majemuk p ∨ ~p akan selalu bernilai benar. atau tidak bertentangan dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Ali adalah seorang bujangan atau Ali sudah menikah. p ∧ ~ p Tabel kebenaran dari dua pernyataan majemuk di atas adalah: p B S ~p S B p ∨ ~p B B p ∧ ~p S S Kolom ke-3 tabel di atas. jika dirangkaikan akan didapat dua pernyataan berikut: 1. Karenanya. Dua pernyataan majemuk di atas dapat dinyatakan dengan: 1. Untuk menjelaskan tentang kriteria kebenaran ini perhatikan dua kalimat berikut: a. Bagian berikut akan membahas tentang beberapa kasus khusus dari pernyataan majemuk yang nilai kebenarannya selalu benar ataupun yang selalu salah. b. 2. Semua mangga arummanis yang berkulit hijau. serta akan membahas juga tentang ekuivalensi. tautologi adalah suatu 2 . implikasi maupun biimplikasi beserta nilai-nilai kebenarannya.Bab II Tautologi. Hal seperti itu dapat terjadi karena pernyataan majemuk p ∨ q hanya akan bernilai salah jika kedua pernyataan tunggalnya bernilai salah dan yang selain itu akan bernilai benar. pembicaraan mengenai benar tidaknya suatu kalimat yang memuat suatu teori telah menjadi pembicaraan dan perdebatan para ahli filsafat dan logika sejak dahulu kala. jika p bernilai benar maka ~p akan bernilai salah dan jika p bernilai salah maka ~p akan bernilai benar. Ekuivalensi. Dari dua pernyataan tunggal di atas. p ∨ ~ p 2. sehingga salah satu dari dua pernyataan tunggal yang ada di pernyataan majemuk p ∨ ~p akan bernilai benar. konjungsi. Bagian lain yang perlu mendapat perhatian adalah negasi.

p ∨ (q ∧ r) ≡ (p ∨ q) ∧ (p ∨ r) . Kontingensi (contingency) adalah suatu pernyataan majemuk yang bernilai benar untuk beberapa pergantian nilai kebenaran dari pernyataan tunggalnya dan bernilai salah untuk pergantian nilai kebenaran dari pernyataan tunggal lainnya." atau "Tidak benar bahwa saya sudah makan. Alasannya. (p ∧ q) ∧ r ≡ p ∧ (q ∧ r) c. p ⇔ q ≡ (p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p) f. Jika p bernilai B. Karena setiap pernyataan majemuk p ∧ q hanya akan bernilai benar jika kedua pernyataan tunggalnya bernilai benar. Tidak ada pengaruh dari nilai kebenaran p terhadap pernyataan majemuk p ∧ ~p. p ≡ ~(~p). Contoh dari kontingensi adalah pernyataan (~p∧r) ∧ (~r⇒q). Ekuivalensi Jika p adalah pernyataan "Saya sudah makan. Kolom ke-4 tabel di atas. maka ~p adalah pernyataan "Saya belum makan. Dua pernyataan disebut ekuivalen (dengan notasi ' ≡ ') jika kedua pernyataan tersebut mempunyai nilai kebenaran yang sama. sehingga salah satu dari dua pernyataan tunggal yang ada di pernyataan majemuk p ∧ ~p akan bernilai salah. yaitu pernyataan majemuk p ∧ ~p akan selalu bernilai salah. Pernyataan p ∧ ~p yang selalu bernilai salah ini merupakan contoh dari kontradiksi. g. dan ~(~p) adalah pernyataan "Tidak benar bahwa saya belum makan. Dengan demikian jelaslah bahwa nilai kebenaran ~(~p) adalah sama dengan nilai kebenaran p sendiri. p ∧ S ≡ S. p ⇒ q ≡ ~p ∨ q dan p ⇒ q ≡ ~q ⇒ ~p e. Untuk menunjukkan bahwa pernyataan tersebut adalah suatu kontingensi dapat digunakan tabel kebenaran. Hal ini akan mengakibatkan nilai kebenaran dari ~(~p) akan bernilai S juga. maka hal ini berakibat bahwa pernyataan p∧ ~p akan selalu bernilai salah. p ∨ q ≡ q ∨ p. d. jika p bernilai benar maka ~p akan bernilai salah dan jika p bernilai salah maka ~p akan bernilai benar. didapatkan: p ≡ ~(~p) karena baik p maupun ~(~p) akan memiliki nilai kebenaran yang sama seperti ditunjukkan tabel kebenaran di bawah ini. p ∧ q ≡ q ∧ p b. Pada contoh di atas. (Komutatif) (Asosiatif) (Kontraposisi) (Distributif) 3 . maka ~p bernilai S.". p ~p ~(~p) B S B S B S Beberapa contoh ekuivalensi yang sangat penting di antaranya adalah: a.pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar untuk setiap kombinasi nilai-nilai kebenaran dari pernyataan tunggal pembentuknya. p ∧ (q ∨ r) ≡ (p ∧ q) ∨ (p ∧ r). p ∨ S ≡ p.". Hal yang sama akan terjadi juga jika p bernilai S. dan ~(~p) akan bernilai B. B. ~(p ∨ q) ≡ ~p ∧ ~q.". ~(p ∧ q) ≡ ~p ∨ ~q. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontradiksi adalah suatu pernyataan majemuk yang selalu bernilai salah untuk setiap kombinasi nilai-nilai kebenaran dari pernyataan tunggal pembentuknya. (p ∨ q) ∨ r ≡ p ∨ (q ∨ r). p ∧ B ≡ p. p ∨ B ≡ B.

kontradiksi ataukah kontingensi? Jawab Cara 1 (~p ∧ r) ⇒ (~r ⇒ q) ≡ ~(~p ∧ r) ∨ (~r ⇒ q) (Ekuivalensi d) ≡ ~(~p ∧ r) ∨ [~(~r) ∨ q] (Ekuivalensi d) ≡ [~(~p) ∨ ~ r)] ∨ [~(~r) ∨ q] (Ekuivalensi c) ≡p∨~r∨r∨q (Ekuivalensi c) ≡ p ∨ (~ r ∨ r) ∨ q (Ekuivalensi b) ≡p∨B∨q (Ekuivalensi h) ≡B (Ekuivalensi g) Karena pernyataan (~p ∧ r) ⇒ (~r ⇒ q) selalu bernilai benar maka pernyataan tersebut termasuk tautologi. Latihan 2. Untuk membuktikan ekuivalensi-ekuivalensi di atas dapat digunakan tabel kebenaran. p B B B B S S S S q B B S S B B S S r B S B S B S B S ~p ~r S S S B S S S B B S B B B S B B (~p ∧ r) S S S S B S B S (~r ⇒ q) B B B S B B B S (~p ∧ r) ⇒ (~r ⇒ q) B B B B B B B B Karena pernyataan (~p ∧ r) ⇒ (~r ⇒ q) selalu bernilai benar pada tabel kebenaran di atas. Tentukan negasi dari pernyataan berikut: 4 . di mana B suatu tautologi dan S suatu Kontradiksi. Ekuivalensi di atas sangat penting dikuasai Bapak dan Ibu Guru karena dapat dipakai untuk menyederhanakan bentuk-bentuk pernyataan majemuk seperti di bawah ini. p ∧ ~p ≡ S. ~[~p ∨ ~(~q)] ∧ ~(~q) ≡ ~(~p ∨ q) ∧ q (Ekuivalensi c) ≡ (~(~p) ∧ ~q) ∧ q (Ekuivalensi c) ≡ (p ∧ ~q) ∧ q (Ekuivalensi c) ≡ p ∧ (~q ∧ q) (Ekuivalensi b) ≡ p∧S (Ekuivalensi h) ≡ S (Ekuivalensi g) Contoh: Pernyataan (~p ∧ r) ⇒ (~r ⇒ q) ini termasuk tautologi. Cara 2 Dengan menggunakan tabel kebenaran. p ∨ ~p ≡ B.h.1 1. maka pernyataan tersebut termasuk tautologi.

c. [p ⇒ (~q)] ⇒ [~ (p ∧q)] b. b. [p ⇒ (~q ∨ r)] ∧ ~[q ∨ (p ⇔ r)] Sederhanakanlah pernyataan-pernyataan majemuk di bawah ini dengan menggunakan ekuivalensi-ekuivalensi pada halaman 18. [~(p ∨ q) ⇒ r] ∨ ~ (p ∧ q)] c. Jika ia tidak belajar maka ia tidak akan diterima di ITB. ~[p ⇒ (q ∨ r)] ∧ [~p ∨ (q ∨ r)] ∨ p 3. (p ⇒ q) ∧ ~(p ⇔ ~q) b.a. 2. 5 . a. Carilah nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan majemuk di bawah ini dengan menggunakan tabel kebenaran. p ∧ (~p ⇒ p) ∧ ~p d. Fahmi disebut pintar jika dan hanya jika ia diterima di FK UGM. a. Andi Sose ganteng dan pintar.

Beda kedua istilah menurut Soekardijo (1988) adalah. yaitu bagian premis dan bagian kesimpulan. pernyataan majemuk implikasi dan ekuivalensi akan mengambil peranan yang sangat menentukan. in which conclusions are drawn from premises”. Yang akan dibahas pada bagian ini adalah: argumen atau penarikan kesimpulan. suatu pernyataan baru yang merupakan kesimpulan disebut dengan konsekuens atau konklusi. Untuk keperluan itu. Istilah penalaran atau reasoning dijelaskan oleh Copi (1978:5) sebagai berikut: “Reasoning is a special kind of thinking in which inference takes place. Dengan demikian. Sebagaimana dinyatakan tadi. Contoh induksi atau penalaran induktif adalah: 6 . A. Jadi. Istilah lain yang sangat erat dengan dengan istilah penalaran adalah argumen. argumen terdiri dari dua bagian. Yang sering menjadi perhatian para ilmuwan maupun matematikawan adalah menunjukkan atau membuktikan bahwa jika p bernilai benar akan mengakibatkan q bernilai benar juga. penalaran merupakan kegiatan. proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar. maka istilah sahih atau tidak sahih berkait dengan penalaran/reasoning ataupun argumen. Sedang hasilnya. Pernyataan yang diketahui atau dianggap benar yang menjadi dasar penarikan suatu kesimpulan inilah yang disebut dengan antesedens atau premis. Proses berpikir yang terjadi di saat menurunkan ataupun menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar itulah yang disebut dengan penalaran (reasoning). jelaslah bahwa ada kesamaan antara penalaran dan argumen. the premises and the intended conclusion” (h. para ilmuwan ataupun matematikawan sering dihadapkan dengan suatu proses penarikan kesimpulan dari berbagai data yang sudah dikumpulkannya. Giere (1984) menyatakan: “An argument is a set of statements divided into two parts. penalaran adalah suatu proses penarikan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar. Dengan memperhatikan dua definisi tadi.32). (Premis n) Kesimpulan Dikenal dua macam penarikan kesimpulan. Yang pertama adalah induksi atau penalaran induktif dan yang kedua adalah deduksi atau penalaran deduktif. Contoh bagan suatu argumen adalah sebagai berikut: (Premis 1) (Premis 2) . argumen yang sahih atau valid beserta bentuk-bentuk umum penarikan kesimpulan yang valid atau sahih. kalau penalaran itu aktivitas pikiran yang abstrak maka argumen ialah lambangnya yang berbentuk bahasa atau bentuk-bentuk lambang lainnya.Bab III Penarikan Kesimpulan Di saat memecahkan suatu masalah ataupun mengembangkan ilmunya. Penarikan Kesimpulan atau Argumen Jika pernyataan atau proposisi dilambangkan dengan kalimat yang memiliki nilai benar saja atau salah saja. Premis adalah pernyataan yang digunakan untuk mendapatkan suatu konklusi.

yang mana yang boleh dilakukan? Jawaban untuk pertanyaan ini merupakan bagian dari logika. Di antaranya yang akan dibicarakan di sini adalah modus ponen. 7 . Jadi. Contoh deduksi atau penalaran deduktif adalah: Semua manusia akan mati. Kesimpulan akhir yang dapat dinyatakan di sini adalah jika nilai benar dan salah berkait dengan pernyataan maka sahih/valid/absah atau tidak sahih akan berkait dengan argumen atau berkait dengan penarikan suatu kesimpulan. Bani pada suatu saat mati. dan silogisme. jika ia manusia maka ia akan mati. valid atau absah. B. Dudi pada suatu saat mati. Amri manusia. Ilmu Pengetahuan tidak akan pernah berkembang tanpa adanya penarikan kesimpulan ataupun pembuatan pernyataan yang baru. Ada beberapa penarikan kesimpulan yang sahih. ilmu yang mempelajari atau mengkaji cara berpikir yang valid. Amri pada suatu saat akan mati. Penarikan suatu kesimpulan dari beberapa premis yang diketahui atau dianggap benar ini akan menjadi sangat penting. modus tollens. Endi pada suatu saat mati. Jadi. atau absah. sahih. penarikan kesimpulan. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah. Caca pada suatu saat mati. Fafa pada suatu saat mati. (2) Jakarta terletak di sebelah barat Semarang. Namun yang akan dibicarakan pada paket ini adalah argumen. Namun contoh itu dapat disebut juga sebagai penalaran karena pada dua contoh di atas terjadi penarikan kesimpulan dari premis yang ada. ataupun penalaran deduktif saja. dari dua argumen itu. Jakarta terletak di sebelah barat Surabaya.Amri pada suatu saat mati. Dapat juga dinyatakan dengan semua manusia akan mati. Perhatikan contoh dari penarikan kesimpulan deduktif ini: Semua manusia akan mati p⇒q Amin manusia p ----------------------------------------Jadi Amin akan mati p Jika x = −3 maka x2 = 9 x2 = 9 -------------------------------Jadi x = −3 p⇒q q ---------p Dua contoh di atas dapat disebut sebagai argumen karena terdiri atas dua bagian. Sahih Tidaknya Penarikan Kesimpulan Perhatikan contoh penarikan kesimpulan ini: (1) Semarang terletak di sebelah barat Surabaya. Jadi. yaitu bagian premis dan bagian konklusi.

Berilah kesempatan kepada para siswa untuk berpikir dengan mengajukan pertanyaan ini: Jika kedua premis argumen tadi bernilai benar. penarikan kesimpulan seperti itulah yang merupakan suatu penarikan kesimpulan yang sahih atau valid. Karena wakil dari Semarang berada di sebelah kiri wakil Surabaya dan wakil dari Jakarta berada di sebelah kiri wakil Semarang. Pada proses pembelajaran di kelas. Dengan kata lain. Mungkin juga Anda tidak akan mengenal dan tidak akan mengetahui apakah ketiga orang tersebut benar-benar memiliki rumah. semuanya sudah jelas. Semua binatang bersayap tidak dapat terbang. diharapkan para siswa akan menerimanya dengan mudah. dapat saja digunakan peta pulau Jawa atau diagram berikut: • Jakarta • Semarang • Surabaya Berdasar pada premis (1). Tetapi Anda dapat menyatakan bahwa kesimpulan tersebut haruslah bernilai benar jika premis-premisnya bernilai benar. dapat digambar suatu noktah yang mewakili Semarang yang terletak di sebelah kiri noktah yang mewakili Surabaya karena Semarang berada di sebelah barat Surabaya. Sampai di sini. apakah mungkin kesimpulannya akan bernilai salah? Jawabannya adalah tidak mungkin. Giere (1984) mencontohkan juga bahwa dari suatu premis-premis yang bernilai salah akan dapat dihasilkan suatu kesimpulan yang bernilai salah maupun yang bernilai benar melalui suatu proses penarikan kesimpulan yang valid berikut ini. (2) Rumah Akbar terletak di sebelah barat rumah Abdur Jadi.Tidak ada yang istimewa pada penarikan kesimpulan di atas. Contoh di atas menunjukkan penarikan kesimpulan yang valid atau sahih sebagaimana dinyatakan Giere (84) berikut: “Any argument in which the truth of the premises makes it impossible that the conclusion could be false is called a deductively valid argument" (p. Untuk meyakinkan mereka. Sebagaimana yang dinyatakan Giere tadi. setiap argumen di mana kebenaran dari premis-premisnya tidak memungkinkan bagi kesimpulannya untuk salah disebut dengan argumen yang sah atau valid. pada penarikan kesimpulan yang valid. diharapkan proses pembelajarannya akan lebih bermakna bagi para siswa. Apalagi bagi orang yang sering bepergian dan melewati ketiga kota tersebut. Contoh ini menunjukkan juga bahwa valid tidaknya suatu penarikan kesimpulan tidak harus mengetahui benar tidaknya premis-premis maupun kesimpulannya.39). Yang artinya. rumah Amin terletak di sebelah barat rumah Abdur Tentunya para siswa dan Anda sendiri tidak akan mengetahui apakah pernyataan tersebut benar atau tidak. Jadi. Dengan cara seperti itu. ketiga kota tersebut sebaiknya dimodifikasi sehingga sesuai dengan lingkungan mereka. babi tidak dapat terbang (Salah) (Salah) (Benar) 8 . maka dapatlah disimpulkan bahwa Jakarta berada di sebelah kiri dari Surabaya. Jadi Jakarta terletak di sebelah barat Surabaya harus merupakan suatu pernyataan yang benar. Begitu juga dari premis (2) akan didapat noktah yang mewakili Jakarta akan terletak di sebelah kiri noktah yang mewakili Semarang. Contoh: (1) Rumah Amin terletak di sebelah barat rumah Akbar. Babi adalah binatang bersayap. tidaklah mungkin premis-premisnya bernilai benar namun kesimpulannya bernilai salah.

Bumi lebih besar daripada matahari. 1. yaitu (p ⇒ q) ∧ p dan setelah itu hasil konjungsi tersebut diimplikasikan dengan konklusi argumen yang ada sehingga menjadi: (p ⇒ q) ∧ p ⇒ q Bentuk terakhir ini harus dibuktikan lewat tabel kebenaran apakah termasuk tautologi atau tidak. Jika bentuk terakhir tadi merupakan tautologi maka argumen tadi valid. p B B S S q B S B S [(p B B S S 1 ⇒ B S B B 2 q) B S B S 1 ∧ B S S S 3 p] B B S S 1 ⇒ B B B B 4 q B S B S 1 Bentuk Umum: Langkah ke 9 . Sebagai contoh.Bulan lebih besar daripada bumi. untuk mengetahui valid tidaknya argumen berikut: p⇒q (Premis 1) p (Premis 2) Jadi q (Kesimpulan) adalah dengan membentuk konjungsi dari premis 1 dan 2. dapat ditunjukkan bahwa [(p ⇒ q) ∧ p] ⇒ q merupakan suatu tautologi lewat tabel kebenaran di bawah ini. atau valid jika konjungsi dari premis-premisnya diimplikasikan dengan kesimpulannya akan menghasilkan suatu tautologi. Modus Ponen p⇒q p ∴ q Untuk membuktikannya. Jika tidak dihasilkan suatu tautologi maka argumen tadi tidak valid. Secara ringkas dapat disimpulkan: suatu argumen atau suatu penarikan kesimpulan akan sahih. bulan lebih besar daripada matahari C. dan silogisme. modus tolen. Beberapa Penarikan Kesimpulan yang Sahih (Salah) (Salah) (Salah) Untuk mengetahui validitas suatu argumen deduktif adalah dengan membentuk kondisional atau implikasi di mana premis-premis dari argumen tersebut dijadikan sebagai antesedennya dan konklusi dari argumen tersebut dijadikan sebagai konsekuennya. absah. Jadi. Beberapa penarikan kesimpulan yang sahih atau valid yang akan dibahas pada bagian ini di antaranya adalah modus ponen.

Jika salah satu bilangan genap dan yang satunya lagi ganjil maka jumlah kedua bilangan itu ganjil. Amin bukan vegetarian. x mempunyai 3 faktor. Jadi. Tanggal 2 April 2001 adalah hari Senin. Amin makan ayam goreng. Jadi. Modus Tolen p⇒q ~q ∴ ~p Argumen di atas dapat dibuktikan sendiri seperti pada saat membuktikan modus ponen. Anita berada di pulau Jawa. (3) Jika suatu segitiga mempunyai 2 sisi yang sama panjang maka segitiga itu sama kaki. Jadi. Contoh modus tolen: (1) Seorang vegetarian tidak makan daging dan hasil olahannya. (2) Pada hari Senin di sekolah ada pelajaran logika. 10 . sehingga modus ponen termasuk atau merupakan argumen yang sahih. Contoh modus ponen: (1) Jika seseorang berada di Jakarta maka ia berada di pulau Jawa. grafik y = − 2x2 + 4x – 5 adalah parabola di bawah sumbu-X. Contoh Silogisme: (1) Setiap hari Sabtu ayah tidak bekerja (libur). Jadi. (3) Grafik y = ax2 + bx + c terletak di atas sumbu-X bila a > 0 dan b2 – 4ac < 0 y = − 2x2 + 4x – 5 Jadi.Pada langkah terakhir (ke-4) terlihat nilai kebenarannya adalah benar semua (tautologi). Jadi. (2) Jika x dan y adalah dua bilangan bulat berurutan maka yang satu genap dan yang satunya lagi ganjil. x bukan bilangan prima. pada tanggal 2 April 2001 ada pelajaran logika. Anita berada di Jakarta. segitiga ABC sama kaki. yaitu dengan membuktikan implikasi [(p ⇒ q) ∧ (~ q)] ⇒ ~ p sebagai suatu tautologi. Silogisme Bentuk: Bentuk: p⇒q q⇒r ∴p ⇒ r Kesahihan argumen silogisme ini dapat dibuktikan sendiri seperti di atas. setiap hari Sabtu ayah berkebun. Ayah berkebun jika tidak bekerja. Pada segitiga ABC. jika x dan y bilangan bulat berurutan maka jumlah kedua bilangan itu ganjil. Jadi. (2) Bilangan prima adalah bilangan yang faktornya adalah 1 dan dirinya sendiri. AB = AC. Jadi. 3. 2.

Jika Anita mendapat A pada ujian akhir maka Anita mendapat A untuk mata kuliah itu. p⇒r ~r ∴~ p Kesimpulannya. Sebagai catatan. (1) Jika Anita mendapat A untuk mata kuliah itu maka ia dinominasikan menerima beasiswa. Contoh 1 Perhatikan premis-premis ini. (2) Anita tidak dinominasikan menerima beasiswa.Catatan: Perlu diingatkan sekali lagi bahwa dalam penarikan kesimpulan. Tariklah suatu kesimpulan dari tiga premis tersebut. dengan silogisme. yang tidak dapat diajari adalah kucingnya dan bukan ikannya. Penyelesaian Misal p: Anita mendapat nilai A pada ujian akhir q: Anita mendapat nilai A untuk mata kuliah itu r: Anita dinominasikan mendapat beasiswa Peryataan-pernyataan di atas dapat diterjemahkan secara simbolik sebagai: (1) p⇒q (2) q⇒r (3) ~r Dari premis (1) dan (2). Contoh 2 Seorang pecinta hewan memperhatikan tingkah laku hewan-hewan peliharaannya mendapatkan data berikut: 1) Tidak ada anak kucing yang suka ikan. Jika dilanjutkan dengan premis (3) akan terjadi modus tolen seperti terlihat di bawah ini. akan diperoleh p ⇒ r. 2) Tidak ada anak kucing tanpa ekor akan bermain dengan gorila. 5) Anak kucing yang memiliki ekor mempunyai kumis. Anita tidak mendapat nilai A pada ujian akhir. Berikut ini akan diberikan beberapa contoh soal tentang penarikan kesimpulan. yang tidak dapat diajari. premis-premisnya diasumsikan atau dianggap benar dan argumennya harus valid. 4) Anak kucing yang tidak dapat diajari memiliki mata hijau. Kesimpulan apa yang dapat diperoleh dari pernyataan-pernyataan di atas? Penyelesaian: Misal i: anak kucing suka ikan j: anak kucing dapat diajari e: anak kucing memiliki ekor g: anak kucing bermain dengan gorila k: anak kucing punya kumis 11 . 3) Anak kucing yang mempunyai kumis selalu menyukai ikan.

Untuk menentukan valid atau tidaknya. susunan premis-premis adalah: g ⇒ e e ⇒ k k ⇒ i i ⇒ j j ⇒ ~m Kesimpulan. Contoh 3: Apakah penarikan kesimpulan berikut ini valid? Jika x = 3 maka x2 = 9 x2 = 9 Jadi. atau: Jika anak kucing bermain dengan gorila maka ia tidak mempunyai mata hijau. Jika anak kucing mempunyai ekor. x = 3 Penyelesaian: Bentuk simbolik penarikan kesimpulan di atas adalah: p⇒q q ∴p Bentuk ini bukan modus ponen. p B B S S q B S B S [(p B B S S 1 ⇒ q) B S B S 1 ∧ B S B S 3 q] B S B S 1 ⇒ p B B S S 1 B S B B 2 B B S B 4 Langkah 12 . Kita bisa memilih salah satu dari mereka.m: anak kucing punya mata hijau Secara simbolik pernyataan di atas dapat dinyatakan sebagai berikut: 1. Jika anak kucing dapat diajari. modus tolen maupun silogisme. 4. Jika dimulai dari g. Jika anak kucing tidak punya ekor maka ia tidak akan bermain dengan gorila (~e ⇒ ~ g) 3. Pernyataan g dan e disebutkan sekali. Jika ia anak kucing yang suka ikan maka ia dapat diajari (i ⇒ j) 2. maka ia mempunyai kumis (e ⇒ k). maka ia tidak mempunyai mata hijau (j ⇒ ~m) 5. dibuat tabel kebenaran [(p ⇒ q) ∧ q] ⇒ p berikut. g ⇒ ~ m. Jika anak kucing mempunyai kumis maka ia akan menyukai ikan (k ⇒ i).

Jika Nini bekerja sebagai kasir maka Mimi bekerja di bagian pembukuan. Kesimpulannya. Nini tidak bekerja di bagian pembukuan. pembukuan atau keuangan. perhatikan kemungkinan (B) di atas yang menyatakan bahwa Mimi bekerja di bagian pembukuan. Hal ini berarti bahwa Mimi tidak bekerja sebagai kasir dan menurut pernyataan c) maka Lili bekerja di bagian pembukuan. Hal ini berarti bahwa Mimi tidak bekerja sebagai kasir dan menurut pernyatan c) maka Lili harus bekerja di bagian pembukuan. d. Jadi pemisalan bahwa Nini bekerja sebagai kasir tidak dapat diterima karena menghasilkan suatu kontradiksi. • Nini bekerja di bagian keuangan.Nilai kebenaran [(p ⇒ q) ∧ p] ⇒ q yang diperlihatkan dalam langkah 4 ternyata bukan tautologi.. 2) Misalkan Nini bekerja sebagai kasir maka menurut pernyataan a) Mimi harus bekerja di bagian pembukuan. kasir dan di bagian pembukuan. tiga orang wanita. yaitu Lili. 3) Misalkan Nini bekerja di bagian pembukuan. Jika Nini bekerja di bagian pembukuan maka Mimi bekerja di bagian keuangan. Nini bukanlah seorang kasir. b. 5) Bagaimana dengan Mimi dan Lili ? Sampai di sini ada dua kemungkinan yaitu: • Nini bekerja di bagian keuangan. Penyelesaian Untuk menyelesaikan masalah yang berkait dengan logika ini. Hal ini berarti bahwa Mimi tidak bekerja sebagai kasir dan menurut pernyatan c) maka Lili harus bekerja di bagian pembukuan. yaitu Mimi dan Lili sama-sama bekerja di bagian pembukuan. Jadi pemisalan bahwa Nini bekerja di bagian pembukuan tidak dapat diterima karena menghasilkan suatu kontradiksi. Tentukan pekerjaan masing-masing orang tersebut. yaitu Nini dan Lili sama-sama bekerja di bagian pembukuan. Jika Mimi tidak bekerja sebagai kasir maka Lili bekerja di bagian pembukuan. Sampai di sini terjadi kontradiksi lagi sehingga kemungkinan (B) harus ditolak. Jika Lili bekerja di bagian keuangan maka Nini bekerja di bagian pembukuan. c. Argumen yang tidak valid lainnya berbentuk: p⇒q ~p ~q Contoh 4 Pada suatu perusahaan. Mimi dan Nini masing-masing bekerja di bagian keuangan. Tidak ada satupun dari mereka yang bekerja di dua bagian. 6) Sekarang. Sampai di sini didapatkan suatu kontradiksi. Bapak/Ibu Guru serta para siswa harus berani untuk mencoba-coba memilih/menentukan yang merupakan salah satu strategi atau siasat memecahkan masalah. Lili pembukuan dan Mimi kasir (A). Lili kasir dan Mimi pembukuan (B). Kesimpulannya. Langkah-langkahnya adalah: 1) Nini bisa bekerja sebagai kasir. maka menurut pernyataan b) Mimi harus bekerja di bagian keuangan. Dengan demikian bentuk penarikan kesimpulan di atas tidak valid. Kemungkinan yang masih tersisa yang langsung 13 . Sampai di sini didapatkan suatu kontradiksi. Diketahui juga bahwa: a. 4) Karena Nini bukanlah seorang kasir dan ia juga tidak bekerja di bagian pembukuan maka kemungkinan yang bisa diterima adalah Nini bekerja di bagian keuangan.

(1) Nilai sinus α akan positif jika α di kuadran I atau II. 9. (3) Tak ada buah yang ditanam di keteduhan dapat masak. 11. (2) Tak ada orang gila yang menjadi jaksa. Lili pembukuan dan Mimi kasir. buatlah suatu kesimpulan dari pernyataan-pernyataan berikut. Jika n2 bilangan ganjil maka n2 + 1 bilangan genap. (1) Suatu lingkaran dapat digambar melalui tiga titik A. 4. dan C jika ketiga titik tersebut tidak segaris. 10. tentukan apakah penarikan kesimpulan di bawah ini valid? Berikan penjelasannya. (3) Semua yang bukan penjahat adalah orang yang bisa berpikir. Sudut A = 600 Jadi. (2) Suatu lingkaran tidak dapat digambar. (1) Jika A ⊂ B maka A ∩ B = A. (1) Bayi adalah makhluk yang tidak (belum) bisa berpikir. (3) Jika orang tidak melanggar aturan maka ia tidak nekat. 7. (2) Parabola memiliki nilai maksimum jika membuka ke bawah. B. n bilangan genap. (2) Semua orang yang tidak korupsi adalah orang terhormat. n2 + 1 bilangan ganjil. (2) Jika rabuk harganya mahal maka petani akan menangis. (3) Tak seorangpun saudaramu yang dapat berpikir. (2) α di kuadran II. (1) Buah-buahan yang belum masak rasanya masam. (2) Semua salak pondoh rasanya tidak masam. 3. (1) Setiap orang waras dapat berpikir. 8.menjadi jawaban masalah di atas adalah: Nini bekerja di bagian keuangan. Jika n bilangan ganjil maka n2 bilangan ganjil. (1) Suatu fungsi disebut fungsi bijektif jika fungsi itu fungsi injektif (satu-satu) dan fungsi onto. (2) Fungsi f bukan fungsi bijektif. (4) Semua orang yang melanggar aturan adalah orang-orang tidak terhormat. (2) A ∩ B ≠ A.1 Untuk soal nomor 1 sampai 10. cosinus A negatif 12. 14 . 6. 2. (2) Penjahat adalah orang yang tidak bisa dihormati. (3) Jika orang tidak merabuk dua kali sebulan maka petani tidak menangis. 1. Jika besar sudut α negatif maka cosinus α positif. Jadi. (1) Semua penjahat adalah orang nekat. (1) Jika petani merabuk dua kali sebulan maka ia akan panen raya. Untuk soal nomor 11 sampai 20. (1) Jika y = ax2 + bx + c mempunyai nilai a negatif maka grafiknya merupakan parabola membuka ke bawah. 5. Latihan 3.

Barang yang harganya mahal tidak banyak orang yang memilih. Siswa yang pintar disayangi guru. Q. B dan C yang menjadi politisi atau ulama namun tidak ada yang merangkap sebagai ulama sekaligus politisi. Wanita yang pintar tidak cantik. dan R sedang berbincang-bincang.” Yang mana dari ketiga orang tersebut yang politisi dan mana yang ulama. Jika ia tidak sakit maka ia masuk sekolah. Ada satu orang di antara P. 15. siswa membolos tidak disayangi guru. Si A berbohong. R tidak berkomentar. Wanita cantik adalah artis film. ia masuk sekolah.” B: “Si A berkata benar. 14. Untuk soal nomor.” C: “Tidak. P: “Kami bertiga adalah politisi” Q: “Tidak. Mereka ada yang menjadi politisi atau ulama namun tidak ada yang merangkap sebagai ulama sekaligus politisi. Q atau R yang ulama”. Tiga orang siswa SMUN Nusa. Dirjo dan Harso sedang berjalan menuju sekolahnya. Diandaikan bahwa politisi selalu berbohong dan ulama selalu jujur. |(y + 5)| ≥ 0. Ia sakit dan tidak lelah. bernama Tomo. Siswa yang menyenangi matematika nilai bahasa Inggrisnya bagus. selesaikan masalah yang berkait dengan logika ini. Jadi. 21 sampai 25. Sekarang tidak banjir. 19. | x | ≥ 0. Jika udara panas maka kita selalu haus. Jadi. Jadi. Diandaikan bahwa politisi selalu berbohong dan ulama selalu berkata benar. Tomo. 17. hujan tidak lebat. Barang yang kualitasnya bagus harganya mahal. (y + 5) ∈ R. Mereka adalah A. Untuk setiap x ∈ R.13. 16. Jadi. Petunjuk: Perhatikan pernyataan P. Jadi. Dirjo kadang- 15 . Jadi. 21. siswa terpandai di sekolahnya selalu berkata benar. 18. artis film tidak pintar. jika cuaca mendung kita selalu haus. Bahasa Inggris siswa jelek. 20. Jadi. Manakah dari ketiga orang tersebut yang ulama dan mana yang politisi. Tidak ada siswa yang menyenangi pelajaran matematika. Apakah mungkin dia ulama? 23. Jika ia tidak lelah maka ia masuk sekolah. Perbincangan mereka adalah sebagai berikut A: “Kami bertiga ulama. Petunjuk: Perhatikan pernyataan B dan C. P. Udara panas jika cuaca mendung. Tiga orang sedang berbincang-bincang. Jadi. Siswa yang membolos adalah siswa yang bodoh. Jika hujan lebat turun maka akan terjadi banjir. 22. barang yang dimiliki banyak orang kualitasnya jelek.

B dan C yang baru saja menyaksikan pertandingan PERSEBAYA melawan PERSIB bertemu temannya.” C: “Pernyataan B salah. Setelah menyelesaikan perlombaan tenis. tahulah si D bahwa kedua pernyataan dari A. Tentukan warna baju yang dipakai Tomo. Sedangkan Harso. satu lagi berbaju hijau dan yang satu lagi berbaju biru. Petunjuk: Perhatikan pernyataan B. Jelaskan jalan pikiran Anda secara runtut dan jelas.kadang berkata benar dan kadang-kadang berbohong. yaitu A. Dirjo dan Harso. Persib kebobolan lebih dahulu. Petunjuk: Lengkapi tabel yang menunjukkan pernyataan setiap orang di atas. siswa ternakal di kelasnya selalu berbohong. Petunjuk: Tentukan lebih dahulu si Tomo karena ia tidak pernah berbohong. Tiga orang sahabat.” Edna: “Saya hanya ada di nomor empat. Lalu analisis tabel tersebut. "Cici nomor dua. Alim 3 Budi Cici Dodi Edna Alim Budi Cici Dodi Edna 2 25. lima peserta melaporkan hasilnya di mana setiap orang membuat dua pernyataan berikut.". si D. Siswa yang berbaju putih menyatakan bahwa siswa yang berbaju hijau adalah Harso. Tabel di bawah menunjukkan bahwa Alim menyatakan bahwa Dodi berada di peringkat 2 dan dirinya sendiri berada di peringkat 3. Siswa yang berbaju hijau menyatakan bahwa dirinya adalah Dirjo.". Siswa yang berbaju biru menyatakan bahwa siswa yang berbaju hijau adalah Tomo.” Tentukan uarut-urutan juaranya jika setiap pemain di atas membuat satu pernyataan yang benar dan satu pernyataan lainnya salah.". "Alim yang menjadi juara. "Edna di urutan keempat. Satu dari tiga siswa itu berbaju putih.” Setelah mengetahui hasil pertandingan yang sebenarnya. Mungkinkah pernyataan B bernilai benar? 16 .” B: “Saya tidak pernah berkata benar.".” Cici : “Saya nomor tiga. "Saya nomor tiga. Alim: “Dodi nomor dua. Si D lalu menanyakan hasil pertandingan tersebut.” Dudi: “Saya berada di urutan ke-dua. Mungkinkah Tomo berbaju hijau? Mungkinkah Tomo berbaju biru? 24. B maupun C sama-sama benar atau sama-sama salah. Persebaya yang kebobolan lebih dahulu.". Tentukan hasil pertandingan yang sebenarnya. "Budi di urutan terakhir. Pertandingan tersebut berakhir seri. Jawaban ketiga sahabatnya adalah: A: “Persebaya yang menang.” Budi: “Saya juaranya.

Hal terseut menunjukkan juga bahwa dari suatu pernyataan dapat dibuktikan pernyataan lain yang jika pernyataan awalnya (a + c = b + c) bernilai benar akan didapat pernyataan lain (a = c) yang tidak mungkin bernilai salah. peran bukti menjadi sangat penting dalam matematika. Buktikan bahwa jika a + c = b + c. Yang kedua. r ⇒ s. pada akhirnya akan didapat a = b. q ⇒ r. sesuai dengan aksioma yang ada. Bukti: Misalkan segitiga ABC-nya adalah seperti gambar dibawah ini 17 . rumus. Sebagai akibatnya. Pembuktian langsung biasanya menggunakan sillogisma berbentuk p ⇒ q. yaitu bukti langsung (direct proof) dan bukti tak langsung (indirect proof). pembuktian tersebut harus didasarkan pada prosedur penarikan kesimpulan yang valid. Buktikan bahwa jumlah besar sudut-sudut suatu segitiga adalah 180o. pembuktian dalam matematika harus didasarkan pada dua hal yang sangat penting. teorema atau dalil lainnya. Karenanya. maka a = b Bukti : a+c (a + c) + (– c) [a + {c + (– c)}] a+0 a = b+c = (b + c) + (– c) = [b + {c + (– c)}] =b+0 =b [diketahui] [menambah kedua ruas dengan – c] [assosiatif] [invers] [identitas penjumlahan] Pembuktian langsung di atas menunjukkan bahwa dimulai dengan a + c = b + c dan dengan langkah yang runtut. Bukti (proof) adalah argumen dari suatu premis ke suatu kesimpulan yang dapat meyakinkan orang lain agar dapat menerima kesimpulan baru tersebut. pembuktian langsung ini dilakukan untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran suatu pernyataan. y ⇒ z sehingga disimpulkan p ⇒ z seperti yang harus dibuktikan. … . maupun teorema lain yang telah dibuktikan kebenarannya seperti dalil atau rumus. Yang pertama pembuktian itu harus didasarkan pada pernyataan serta definisi yang jelas. Pembuktian Langsung Sekali lagi. Contoh: 1. A. Teorema atau dalil tersebut dapat digunakan untuk membentuk pernyataan. 2. Hal ini menunjukkan bahwa suatu pengetahuan baru merupakan akibat dari pernyataan lain yang telah diterima kebenarannya seperti postulat atau aksioma. Dikenal dua prosedur pembuktian.Bab IV Bukti Langsung Dan Bukti Tak Langsung Matematika dikenal sebagai mata pelajaran yang bersifat deduktif aksiomatis.

lalu dengan menggunakan dalil ataupun teorema yang sudah dibuktikan kebenarannya serta definisi yang sudah ditentukan. pembuktian tak langsung adalah strategi yang sangat hebat karena penalaran tersebut dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran hampir semua pernyataan. bagaimana cara Anda membuktikannya secara deduktif? Didalam kehidupan nyata sehari-hari pemanfaatan pembuktian tak langsung (indirect proof) sering digunakan meskipun tidak disadari sebagai pembuktian tak langsung. Menurut Cooney. Pembuktian Tak Langsung Jika Anda diminta untuk membuktikan secara deduktif seperti yang sering digunakan di matematika bahwa bendera putih dengan bulatan merah bukanlah bendera Indonesia. Ketiganya (1975:313) menyatakan: “A special form of indirect proof is reductio ad absurdum”. Dengan menggunakan teorema atau dalil tentang dua garis sejajar yang dipotong garis lain. Borrowski dan Borwein (1989:289) menyatakan bahwa : “Indirect proof is a common mathematical term for reductio ad absurdum”. dimulai dari segitiga ABC. Untuk membuktikan 18 . dan diakhiri dengan kesimpulan yang menunjukkan tentang jumlah besar sudut-sudut suatu segitiga seperti yang diharapkan. apa yang akan Anda lakukan? Yang terpikir pertama kali adalah. akan didapat: ∠ A2 = ∠ C1 (dalam berseberangan) ∠ B1 = ∠ C3 (dalam berseberangan) Karena jumlah besar sudut-sudut segitiga ABC adalah ∠ A2 + ∠ B1 + ∠ C2 = ∠ C1 + ∠ C3 + ∠ C2 = 180o Besar sudut 180o ini didapat dari definisi bahwa sudut lurus besarnya 180o. Jadi sumber matinya listrik terletak di rumah sendiri. apa yang akan Anda lakukan? Sekali lagi. penyebab matinya listrik tersebut terletak di gardu dengan alasan: “jika listrik di gardu mati maka listrik dirumah dan listrik tetangga akan mati juga” namun dengan melihat listrik tetangga-tetangga yang masih hidup semua Anda akan menyimpulkan bahwa penyebab matinya listrik tersebut adalah bukan di gardu listriknya. Davis. B. dan Henderson (1975:313). Jika Anda ingin menentukan sumber matinya listrik tersebut.C C 1 2 3 B 2 A B A 1 2 1 Jika ditarik garis l // AB. Bentuk reductio ad absordum ini dikenal juga sebagai penalaran melalui kontradiksi. Dengan demikian terbuktilah bahwa jumlah besar sudut-sudut suatu segitiga adalah 180o. Pembuktian ini dilakukan dengan runtut. Sebagai contoh ketika Anda sedang asyik bembaca lalu tiba-tiba saja listrik mati. akan didapat gambar seperti di kanan atas.

Suatu keadaan yang tidak mungkin terjadi. namun dengan langkah-langkah yang logis. p Dengan mengkuadratkan √2 = didapat q Misalkan √2 adalah bilangan rasional. jelaslah kiranya bahwa pembuktian tak langsung (terbalik) adalah pembuktian dengan pemisalan ingkaran pernyataan yang akan dibuktikan tadi sebagai hal yang benar. Keadaan yang tidak masuk akal ini pada akhirnya menunjukkan tentang salahnya pemisalan √2 sebagai bilangan rasional. kesimpulan bahwa p benar seperti yang akan dibuktikan. pemisalan ini mengarah ke suatu 19 . Karena p telah dinyatakan sebagai bilangan asli maka didapat p sebagai bilangan asli genap. Dengan keadaan yang kontradiksi ini. 1. Buktikan √2 bukan bilangan rasional Bukti: p . Dengan contoh di atas. maka pemisalan ~p dianggap salah. Langkah ini memisalkan ingkaran atau negasi yang akan dibuktikan. Suatu keadaan yang tidak masuk di akal sehat kita. Karena ~p mengarah kesuatu keadaan yang kontradiksi. namun pada akhir pembuktian p dan q dinyatakan sama-sama memiliki faktor persekutuan 2. yang benar adalah φ ⊂ A. Suatu keadaan yang kontradiksi. Contoh-contoh pembuktian tak langsung. mengandung arti bahwa ada anggota himpunan kosong φ yang tidak menjadi anggota himpunan A.kebenarannya pernyataan p. p memiliki faktor 2. Dengan demikian. karena φ tidak mempunyai anggota. Buktikan φ ⊂ A Bukti: Misalkan φ ⊄ A. p dan q pada tahap awal pembuktian dinyatakan tidak memiliki faktor persekutuan selain 1. sebagai akibatnya baik p q maupun q merupakan bilangan asli dan keduanya tidak memiliki faktor persekutuan selain 1. Dengan demikian √2 = 2= 2 p2 2 ⇒ p2 =2q2 q Karena 2q adalah bilangan genap. Artinya pernyataan φ ⊄ A bernilai salah. Jika sekarang dimisalkan p = 2r ⇒ (2r)2 = 2q2 ⇒ 4r2 = 2q2 ⇒ q2 = 2p2 Dengan argumen yang sama dengan yang diatas tadi dapatlah disimpulkan bahwa q adalah bilangan asli genap. Jadi. dapat disimpulkan bahwa pemisalan tadi bernilai salah. Lalu dibuktikan bahwa ~p ini mengarah kepada suatu kontradiksi. maka dimisalkan negasi atau ingkaran tersebut yang terjadi yaitu ~p. Kesimpulannya √2 bukan bilangan rasional atau √2 merupakan bilangan irrasional. sehingga disebut pembuktian tak langsung. Apa yang dapat Anda katakan tentang φ ⊂ A? Pernyataan φ ⊄ A. 2. maka p2 nya juga genap. yang memiliki faktor 2 juga seperti p.

Dengan demikian didapat dua segitiga yang samakaki. 2) Pernyataan 1) dan 2) saling bertentangan karena jika dilihat pada gambar sebelah kiri. yaitu ∠CDA = ∠CAD pada pernyataan 1) akan mengakibatkan ∠BDA < ∠CDA sedangkan ∠DAB > ∠CAD. ∠C < 90o atau ∠C > 90o seperti terlihat pada dua gambar di bawah ini. Artinya negasi dari negasi pernyataan tersebut sebagai hal yang benar. Padahal diketahui bahwa BC2 + AC2 = AB2.keadaan yang kontradiksi. buktikan kebenaran kebalikan teorema Pythagoras. 3. sehingga tidaklah mungkin ∠BDA = ∠ DAB seperti dinyatakan pada pernyataan 2). Kesimpulan akhirnya. Dengan demikian. Dengan demikian BD = AB. b. maka segitiga ABC tersebut adalah segitiga siku-siku di C. Dengan memengandaikan bahwa siswa sudah tahu kebenaran teorema Pythagoras. sehingga pemisalan tersebut dinyatakan sebagai hal yang salah. A A C B C B Tarik segmen garis CD = CA dan CD ⊥ CB seperti terlihat di bawah ini D D A A C B C B Berdasar terorema Pythagoras akan didapat: BD2 = BC2 + CD2. yaitu ∆ACD dan ∆ABD. dan c merupakan ukuran sisi-sisi suatu segitiga ABC yang memenuhi BC2 + AC2 = AB2. 20 ... Akibatnya: ∠CDA = ∠CAD . 1) ∠BDA = ∠ DAB ... yaitu jika a. Bukti: Dimisalkan segitiga ABC tersebut bukan segitiga siku-siku di C. pernyataan yang akan dibuktikan tersebut merupakan pernyataan yang benar.

A. maka diameter lingkaran dalam segitiga ABC = b + c–a b. Dari ketiga orang tersebut. Buktikan: a. 2. 21 . Buktikan bahwa p//r.1 1. Jika a dan b adalah dua bilangan real. Diam saja tidak berkomentar. Garis-garis p. Pada segitiga ABC siku-siku di A. Dimisalkan bahwa hogog selalu berbohong dan guru berkata benar. Buktikan dengan cara langsung: a.Kesimpulannya. pemisalan bahwa segitiga ABC bukan segitiga siku-siku di C adalah salah. maka a + b merupakan bilangan rasional. dan q//r. p//q. ∠ A = 90o dan ∠ C = 30o maka A = 2C e. Besar sudut pusat adalah dua kali besar sudut keliling d. “Kita bertiga hogog” B. 2 2 b. 3. c. Jika a adalah suatu bilangan bulat yang habis dibagi 4. (a + b)2 = a2 + 2ab + b2 b. “Diantara tiga orang ini. Banyaknya bilangan prima tidak terbatas. dan r merupakan tiga garis yang berbeda. Buktikan dengan cara langsung dan tidak langsung bahwa: Jika ab = 0 maka paling tidak salah satu dari a atau b bernilai 0 4. q. maka a merupakan selisih dari dua bilangan kuadrat sempurna. y) dengan x dan y merupakan bilangan asli yang memenuhi a2 – b2 = 10 c. sehingga didapat segitiga ABC merupakan segitiga siku-siku di C. Tidak ada pasangan bilangan (x. 5. tentukan yang menjadi hogog dan yang menjadi guru. hanya seorang saja yang guru” C. Jika dua garis a dan b sejajar dan dipotong garis p maka sudut-sudup sehadapnya sama besar. Jika a dan b adalah dua bilangan rasional. Latihan 4. Buktikan dengan cara tidak langsung bahwa: a. Jika pada segitiga ABC. maka a + b ≥ 2ab c.

30. yaitu deduksi atau penalaran deduktif serta induksi atau penalaran deduktif. jika seseorang telah memverifikasi suatu pernyataan umum dari beberapa kasus khusus. Perhatikan beberapa kasus khusus ini. atau 100? Kesimpulan umum apa yang dapat Anda nyatakan sekarang? Bagaimana meyakinkan diri Anda dan orang lain bahwa kesimpulan tersebut memang benar? Dapatkah Anda memberi satu contoh adanya bilangan genap yang dapat menyangkal kesimpulan yang Anda susun tadi memang tidak benar? 22 . lalu ajukan beberapa alternatif pertanyaan seperti ini. pertanyaan yang dapat diajukan adalah bagaimana meyakinkan diri kita sendiri dan juga orang lain bahwa pernyataan tersebut memang bernilai benar. Di dalam kehidupan nyata. hasil penarikan kesimpulan tersebut pada umumnya dikategorikan sebagai pernyataan yang bernilai benar. seperti 20. 60. Namun di dalam pemikiran ahli logika dan matematika.Bab V Induksi Matematika A. Pendahuluan Ada dua macam penalaran yang dikenal. Apa yang menarik dari tabel di atas yang menunjukkan delapan kesamaan sebagai kasus khususnya? Apa yang dapat Anda katakan tentang ruas kiri ke delapan kesamaan tersebut? Apa yang dapat Anda katakan tentang ruas kanannya? Dapatkah Anda membentuk suatu kesamaan seperti di atas untuk bilangan lainnya. Sebagai contoh. Artinya. ia telah menarik kesimpulan dari lima kasus yang ditemuinya untuk membentuk suatu pernyataan umum tentang seluruh mangga arummanis yang jika berkulit hijau akan masam rasanya. Contoh tentang hal ini ditunjukkan oleh seorang matematikawan Rusia Christian Goldbach pada tahun 1742. maka orang tersebut dikatakan telah bernalar secara induktif. lalu orang tersebut menyimpulkan secara umum bahwa jika bilangan ganjil dan bilangan genap akan selalu menghasilkan bilangan ganjil. Penalaran induktif atau induksi dapat diartikan sebagai penarikan kesimpulan berbentuk umum (generalisasi) dari beberapa kasus khusus. 4=2+2 6=3+3 8=5+3 10 = 5 + 5 12 = 7 + 5 14 = 7 + 7 16 = 11 + 5 18 = 13 + 5 Tabel seperti itu dapat ditunjukkan kepada para siswa di saat membahas materi ini. jika dari lima kasus yang ditemui bahwa hasil penjumlahan dua bilangan ganjil dan genap adalah bilangan ganjil.

tidak seperti istilahnya. matematikawan besar Perancis. pernyataan tersebut masih belum dapat dibuktikan secara deduktif kebenarannya.Tabel di atas merupakan beberapa kesamaan yang mengacu kepada suatu kesimpulan umum bahwa setiap bilangan asli genap selain 2 akan merupakan jumlah dua bilangan prima. Contoh ini dapat juga digunakan untuk membahas induksi matematika ini. maka gugurlah dugaan GOLBACH tersebut. Artinya. Pascal melakukan hal ini pada tahun 1654. maka berubahlah dugaan tersebut menjadi suatu teorema. induksi matematika digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu pernyataan yang berkait dengan bilangan asli. Pertanyaan yang masih mengganjal para matematikawan adalah apakah memang benar pernyataan tersebut akan selalu benar untuk setiap bilangan genap (selain 2)? Jika ada orang yang dapat menunjukkan akan adanya bilangan genap (selain 2) yang tidak dapat ditunjukkan sebagai jumlah dua bilangan prima. suatu pernyataan yang belum dibuktikan kebenarannya disebut dengan conjecture (dugaan). Hal ini menunjukkan bahwa. Abrahamson dan Gray (1971 : 116) menyatakan hal berikut: ″The technique of mathematical induction. tidak ada orang yang dapat menunjukkan tentang adanya bilangan genap (selain 2) yang tidak dapat dinyatakan sebagai jumlah dua buah bilangan prima. Prinsip Induksi Matematika Menurut Abrahamson dan Gray (1971 : 117) induksi matematika muncul di dalam berbagai karya matematikawan besar dunia. Perhatikan contoh berikut. masih disebut sebagai dugaan (conjecture) dan dikenal saat ini sebagai Goldbach Conjecture. Tetapi. 1=1×1 1+3=2×2 1+3+5=3×3 1+3+5+7=4×4 Pertanyaannya: 23 . Di dalam matematika. Namun. induksi matematika adalah langkah deduktif dan bukan langkah induktif. Pada saat ini. B. Secara umum. dimulai sekitar akhir abad enam belas. is a deductive – not an inductive–method of reasoning″. yaitu Blause Pascal (1623 – 1662) yang pertama kali memberikan penjelasan ini secara lebih jelas dan terinci. Namun jika ada orang yang membuktikan kebenaran dugaan tersebut secara deduktif. selama itu pulalah dugaan tersebut akan tetap menjadi dugaan yang akan menunggu pemikiran matematikawan untuk dibuktikan kebenarannya atau dibuktikan kesalahannya. Karenanya kesimpulan atau pernyataan bahwa: ″Setiap bilangan genap (selain 2) dapat dinyatakan sebagai jumlah dua buah bilangan prima″. Selama kedua hal tersebut tidak terjadi. tidak ada satupun bilangan genap (selain 2) yang tidak dapat dinyatakan sebagai jumlah dua bilangan prima. in spite of its name. di dalam suatu pengkajian yang kini dikenal sebagai segitiga Pascal sedangkan instilah induksi matematika digunakan pertama kali oleh matematikawan Inggris Augustus de Morgan pada 1838.

n ≥ 1? 2) Bagaimana membuktikannya? Diagram di atas sering ditemukan pada buku-buku SD maupun SLTP untuk meyakinkan para siswa bahwa penjumlahan n buah bilangan ganjil pertama sama dengan bilangan persegi ke-n. Meskipun dari diagram di atas terlihat jelas bahwa 1=1×1 1+3=2×2 1+3+5=3×3 1+3+5+7=4×4 1+3+5+7+9=5×5 Namun pertanyaannya. Hal tersebut hanya menunjukkan adanya penalaran induktif atau induksi untuk membuat pernyataan umum. P(k) ⇒ P(k + 1) [Langkah Induktif] Untuk setiap n. dan dapat dibuktikan bahwa P(k + 1) bernilai benar jika P(k) bernilai benar. pernyataan tersebut masih dikategorikan sebagai suatu dugaan (conjecture) sebelum dibuktikan kebenarannya melalui induksi matematika. Ditunjukkan P(p) benar [Langkah I] 2. 1. ke-3. Jika dapat ditunjukkan P(p) bernilai besar.1) Apakah benar 1 + 3 + 5 + … + (2n – 1) = n2. apakah hal tersebut sudah membuktikan secara formal bahwa penjumlahan n buah bilangan ganjil pertama sama dengan bilangan persegi ke-n? Diagram di atas menunjukkan bahwa penambahan bilangan ganjil ke-2.Karena adanya sikap ke hati-hatian para matematikawan. Sekali lagi induksi matematika merupakan pembuktian dengan penalaran deduktif (deduksi) yaitu: Jika P(n) merupakan pernyataan yang didefinisikan untuk setiap bilangan asli n ≥ p. Secara skematis. langkah-langkah pembuktian menggunakan induksi matematika adalah sebagai berikut. maka P(n) adalah benar untuk semua n ≥ k. … akan menjadikannya suatu bilangan persegi. ke-4. P(n) [Kesimpulan] 24 .

akan didapat. Buktikan dengan induksi matematika bahwa 1 + 3 + 5 + … + (2n – 1) = n . Untuk n = 1. di sini akan diambil p = 1. Bukti Yang akan dibuktikan adalah pernyataan atau rumus yang berkait dengan bilangan asli n. Sebagaimana dinyatakan di atas. Contoh Induksi Matematika Contoh 1. Pada langkah kedua dibuktikan bahwa rumus benar untuk n = k + 1 berdasar pemisalan bahwa rumus benar untuk n = k. langkah induksi matematika adalah sebagai berikut. P(k) ⇒ P(k + 1). 3) Kesimpulannya. Berdasar dua langkah tersebut dapat disimpulkan bahwa rumus tersebut benar untuk setiap bilangan asli n.C. Yang harus dibuktikan sekarang adalah pernyataan benar untuk n = k + 1. Sebagian siswa mengalami kesulitan untuk memahami pembuktian dengan menggunakan induksi matematika ini. sehingga didapat: 1 + 3 + 5 + 7 + … + (2k – 1) = k2. 2) Langkah kedua ini dikenal dengan langkah induktif. yaitu: Ruas kiri = 1 + 3 + 5 + 7 + … + (2k – 1) + (2k + 1) = k2 + (2k + 1) = (k + 1)2 Ruas kanan = (k + 1)2. Karena ruas kiri dan kanan sama maka sudah dapat dibuktikan bahwa . Diantaranya adalah: 2 25 . jika dimisalkan rumus atau pernyataan benar untuk n = k maka benar pula untuk n = k + 1. Dengan demikian. Pembuktian secara induksi matematika ini menunjukkan bahwa pada langkah pertama rumus ditunjukkan benar untuk n = 1. yaitu tentang jumlah n bilangan asli pertama akan bernilai sama dengan bilangan persegi ke-n. Dengan demikian P(1) bernilai benar. Ruas kiri = 2n – 1 = 2× 1 – 1 =1 Ruas kanan = n2 =1×1 =1 Karena ruas kiri dan kanan sama maka sudah dapat ditunjukkan bahwa P(n) bernilai benar untuk n = 1. rumus benar untuk setiap n bilangan asli k. 1) Harus ditunjukkan bahwa pernyataan benar untuk n = p. Misalkan P(n) benar untuk n = k.

n = 5 dan seterusnya untuk setiap bilangan asli n. 2.1 1. 3) Dengan demikian rumus benar untuk setiap bilangan asli n. jika rumus benar untuk n = 1 (lihat langkah 1) maka rumus akan benar juga untuk n = 2. sehingga tidak muncul pemikiran siswa bahwa pembuktian ini seperti berputar-putar. Bukti: Rumus yang akan dibuktikan adalah P(n) yang berbunyi: ″n3 + 5n habis dibagi 6″. Akibat selanjutnya rumus akan benar untuk n = 3. jadi k3 + 5k habis dibagi 6. n ≥ 1. Jadi. Buktikan bahwa a) 2 + 4 + 6 + 8 + … + 2n = n(n + 1) 26 . 2) Dimisalkan P(k) benar. yang menunjukkan bahwa rumus tersebut benar untuk n = 1. Latihan 5. maka an adalah bilangan prima untuk setiap bilangan asli n″. langkah kedua jangan dilihat sepotong-potong. n = 4. 1) Tunjukkan bahwa P(1) adalah benar. Harus dibuktikan P(k + 1) bernilai benar juga. Jadi P(1) adalah benar. P(1) = 1 + 5 = 6 yang memang benar habis dibagi 6. Untuk n = k + 1. (k + 1)3 + 5(k + 1) = (k3 + 3k2 + 3k + 1) + (5k + 5) = (k3 + 5k) + (3k2 + 3k + 6) = (k3 + 5k) + 3k(k + 1) + 6.Mengapa rumus harus dimisalkan benar untuk n = k lalu dibuktikan rumus benar untuk n = k + 1? langkahnya seperti berputar-putar. Buktikan benar atau salahnya pernyataan atau rumus ini: ″Jika a1 = 11 dan an + 1 = an + 2n untuk setiap n ≥ 1. Perhatikan langkah pertama. Pada langkah kedua. I II III Bentuk I. Contoh 2 Buktikan bahwa n3 + 5n habis dibagi 6. dan III habis dibagi 6. II. tetapi harus dikaitkan dengan langkah pertama.

3. + 1.7 ( 2n − 1)(2n + 1) 2( 2n + 1) 4. 1− r 1 n(n + 1)(2n + 1) 6 1 2 2 2 2 2 d) 1 + 3 + 5 + … + (2n – 1) = n(4n – 1) 3 c) 1 + 2 + 3 + … + n = 2 2 2 2 n(n + 1) 12 22 32 n2 = + + + . Buktikan bahwa: a) 1 + 2 + 2 + 2 + 2 + … + 2 b) 1 + r + r + r + r + … + r 2 3 4 2 3 4 n –1 =2 –1 n n –1 = 1− r n untuk r ≠ 1.. Setiap dua garis tidak pernah sejajar dan setiap tiga titik tidak pernah segaris.b) 7 + 10 + 13 + 16 + … + {7 + 3(n – 1)} = 1 n[14 + 3(n – 1)] 2 c) 13 + 23 + 33 + … + n3 = d) 3 3n + 2n + 2 habis dibagi 5 1 2 n (n + 1)2 4 e) 2 f) a 4n + 3 + 33n + 1 habis dibagi 11 4n – b4n habis dibagi (a2 + b2). Buktikan bahwa banyaknya daerah yang terbentuk 1 oleh n buah garis tersebut adalah (n 2 + n + 2) . 2 e) 27 .3 3..5 5. Suatu bidang datar memuat n buah garis lurus.

penalaran. Dengan kunci jawaban ini. Sebagian masalah yang berkait dengan logika. dan modus tolen. maupun argumentasi sangatlah penting diketahui para siswa. telah penulis masukkan sebagai soal-soal latihan. modul ini dilengkapi juga dengan contoh-contoh dan petunjuk serta kunci jawabannya. Penyelesaian masalah tersebut membutuhkan kerja keras dan keuletan Bapak dan Ibu Guru serta para siswa. Pada akhirnya. pengetahuan tentang hal itu sering digunakan di dalam kehidupan nyata sehari-hari. diharapkan bapak dan ibu guru dapat memproleh alternatif penyelesaiannya. modus ponen. Untuk itu. Namun sekali lagi. atau kedua jawaban tersebut dua-duanya salah. alternatif jawaban ini akan berbeda dengan jawaban bapak dan ibu guru. jika para pemakai paket ini mengalami kesulitan ataupun memiliki saran untuk penyempurnaan paket ini. tentunya ada tiga kemungkinan yang terjadi. 28 . Perlu rasanya untuk mengingatkan para guru bahwa tujuan umum pendidikan matematika pada jenjang pendidikan menengah umum adalah memberi tekanan pada penataan nalar dasar dan pembentukan sikap siswa serta juga memberi tekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika dan pemecahan masalah matematika. Isi paket ini tidak hanya menekankan pada penghafalan rumus atau teorema semata-mata. Sebelumnya disampaikan terima kasih. Di samping soal-soal yang dapat digunakan sebagai latihan. pembuktian langsung dan tidak langsung. Mohon kiranya dicermati lagi jawaban-jawaban yang berbeda tersebut. serta pembuktian dengan induksi matematika.Bab VI Penutup Logika. Artinya. mudah-mudahan paket ini dapat memberi masukan kepada Bapak dan Ibu Guru sehingga akan bermunculan ide-ide segar dan baru yang berkait dengan penarikan kesimpulan yang menggunakan silogisme. sudilah kiranya menghubungi penulis sendiri atau ke PPPG Matematika. Jika ada jawaban yang berbeda. Yogyakarta. Kotak Pos 31 YKBS. jangan terlalu cepat menyalahkan salah satu jawaban. namun sudah berusaha untuk memberi kemudahan bagi para guru dalam proses pembelajarannya di kelas. dapat digunakan di dalam mata pelajaran matematika sendiri maupun mata pelajaran lainnya. Namun tidak tertutup kemungkinan. Alasannya. maka mohon agar tiga kemungkinan mengenai jawaban tersebut perlu diperhitungkan dengan cermat. Mudahmudahan juga akan muncul pemecah masalah yang tangguh dan penemu yang hebat dari bumi kita ini. yaitu salah satu dari jawaban tersebut benar sedangkan jawaban yang satunya lagi salah. jika jawaban bapak atau ibu guru berbeda dengan alternatif yang penulis tulis.

E. Understanding Scientific Reasoning (2ndEdition).Daftar Pustaka Abrahamson. Soekardijo. Rinehart and Winston. D. Kurikulum 2004. I.M. Logika Dasar. N. (1989).M. T. Borowski. Adelaide: Rigby Limited. (1984). Henderson. New York: Holt.B. Depdiknas (2003). (1978) Introduction to Logic. Dictionary of Mathematics.C.. Tradisionil. Copi. (1975). Davis. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Aliyah. R. Dynamics of Teaching Secondary School Mathematics. (1971). Jakarta: Depdiknas Giere.J. London: Collins Cooney. Gray. Jakarta:: Gramedia. M.G. R.J. The Art of Algebra. E. (1988). 29 . Boston : Houghton Mifflin Company. K. Simbolik dan Induktif. J. Borwein.J. New York: Macmillan...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful